KHASANAH MISTIK: ILMU KEBAL


    Kepercayaan pada kekebalan menyebar di berbagai wilayah Indonesia. ilmu tersebut banyak digunakan tokoh nasional semasa revolusi. dalam islam, kekebalan masih diragukan keberadaannya.

Peristiwa Mbah Suro tahun 1967 di Nginggil dan peristiwa Lampung adalah dua peristiwa nasional tentang kekebalan. Benarkah ada manusia tak mempan ditembak, dibacok, atau dibakar? Guru kekebalan mensyratkan dikubur hidup-hidup 3 hari untuk menjadi manusia super. Toh ia rontok kalau disabet daun kelor atau digores padi.

Sungguh fantastis. Meski peluru petugas memberondong, para perusuh itu malah maju, dan maju dan sangat dekat. Beberapa orang di antara mereka malahan berteriak, “Ayo, tembak lagi.” sambil menunjukkan peluru yang tak menembusi tubuhnya. Pertempuran berlangsung makin seru dan aneh. Akhirnya, gelap malam melilit kawasan yang rawan itu. Dalam kesunyian, beberapa orang tampak terkapar, tewas. Mereka adalah sebagian dari orang-orang yang kabarnya: tak mempan peluru. Yang lain telah mundur, menyusup ke hutan Gunung Balak. “Kebal”, kata itu kemudian melompat dari mulut ke mulut, penduduk Lampung. Apa sebenarnya yang telah terjadi? Berapa sebenarnya jumlah korban? Bentrok tentara dengan sekelompok orang — oleh pemerintah disebut “GPK Warsidi” —  memang mengagetkan. Bisa membikin orang tersedak.

Peristiwa itu telah menjadi pembicaraan hangat. Khusus persoalan “kekebalan”, Pangdam Sriwijaya Mayor Jenderal Sunardi berkata, “Ah, kebal apa. Buktinya mereka ditembak, ya, mati.” Pernyataan Pak Mayor Jenderal itu benar. Tetapi masyarakat masih meyakini bahwa Warsidi dan sejumlah anak buahnya memang mempunyai ilmu kebal. Dengar saja penuturan Bambang Saputro, tukang ojek di Way Jepara, Lampung. Ia mengaku menyaksikan dengan “mata kepala” sendiri keanehan tersebut. Dialah orangnya yang mengantar petugas ke sana. Di Talangsari, ia melihat bagaimana Kapten Sutiman, Danramil Way Jepara, menembak langsung orang-orang itu, namun, kata Bambang, “Mereka yang ditembak tidak apa-apa.” Malah kemudian Sutiman yang tewas, terhunjam anak panah.

Suprapto, Kepala SMA Muhammadiyah Sidorejo di Lampung, percaya soal kekebalan dalam kasus GPK Warsidi itu. Ia mendengarkan kisah semacam dari sejumlah saksi mata: bahwa Jamjuri (ini juga anggota GPK Warsidi) tak terlukai peluru. Padahal, Serma. Sudargo telah menembaki Jamjuri hingga peluru habis. Hasilnya hanya luka tak berarti pada kaki Jamjuri, sedang nyawa Sudargo sendiri melayang lantaran dikeroyok. Benarkah ada orang kebal? Dalam sejarah Indonesia, bertaburan kisah kekebalan. Pada perlawanan “Barisan Bambu Runcing” atau “Barisan Muslimin Temanggung” terhadap tentara NICA dan Sekutu, misalnya. Siapa pun yang terlibat pada masa itu pasti mengenal nama Kiai Subkhi.

Seorang kiai yang — menurut K.H. Muhaiminan Gunardho dari Parakan, Jawa Tengah “selalu berada di depan jika menyerang musuh.” Ketika itu, seruan takbir sahut-menyahut. Rakyat bergelombang-gelombang menyerang Belanda yang bersenjata lengkap, cuma dengan senjata bambu runcing. Tetapi toh mereka maju terus. Termasuk Kiai Subkhi yang menjadi pucuk pasukan. Kendati demikian, kiai asal Parakan, Temanggung, itu selamat.

Menurut Muhaiminan, bukan hanya Kiai Subkhi yang tidak apa-apa. Semua orang yang memegang bambu runcing — seperti Pak Kiai — memang kebal. Tentu saja senjata itu bukan sembarang bambu yang diruncingkan lalu dibawa maju perang. Melainkan bambu runcing yang sudah “diisi” atau istilah lainnya “disepuh”. Yang bertugas menyepuh adalah Kiai R. Sumomihardho, ayah Muhaiminan. Namun, sebelum bambu runcing yang bakal dipakai untuk melawan penjajah itu disepuh, pembawanya harus menghadap tiga kiai lain. Yakni K.H. Abdur Rohman, Kiai Ali, dan K.H. Subkhi. Kiai Abdur Rohman akan memberi nasi manis — nasi yang ditaburi gula putih — pada para prajurit amatiran itu. Ini bukan nasi buat mengenyangkan perut, tapi sebuah asma, yang kadang juga disebut isim. Semacam jimat yang dalam hal ini untuk kekebalan. Kiai Ali memberi asma air wani (wani = berani), yang membikin orang-orang itu menjadi berani dan tak capek-capek. Sedang Kiai Subkhi mengajarkan hafalan doa.

Bismillahi bi aunillah. Allahu ya khafidhu. Allahu Akbar. Masing-masing dibaca tiga kali, lalu menyandang bambu runcingnya. Dengan bimbingan para kiai itu, rakyat bertempur habis-habisan. Ini nampaknya peristiwa sepele. Sebab, tak tercantum dalam buku sejarah — yang memang hampir tak pernah menulis gerakan rakyat. Tetapi banyak tokoh nasional yang telah memanfaatkan jasa para kiai itu: agar memperoleh kekebalan dan keberanian dalam masa revolusi.

Tak kurang dari Jenderal Soedirman, menurut Muhaiminan, pernah datang ke Parakan guna menyepuhkan bambu runcing untuk “Palagan Ambarawa” — pertempuran di Ambarawa. Selain itu, masih ada sederetan nama lain. Misalnya Wongsonegoro (dulu Gubernur Jawa Tengah), Roeslan Abdul Gani, K.H. Wahid Hasyim, Moch. Roem, juga Kasman Singodimedjo. Kiai Muhaiminan, yang menikahi cucu Kiai Subkhi, amat berkesan dengan kekebalan cara Parakan yang banyak menyumbang jasa bagi berdirinya republik ini.

Maka, Pak Kiai pun menamai pesantren yang kini diasuhnya dengan sebutan Pondok Pesantren “Kiai Parak Bambu Runcing.” Cerita kekebalan juga memerciki peristiwa G30SPKI. Dalam kisah ini, bukan para kiai yang jadi peran utama, tapi justru dari kalangan kaum abangan PKI. Mereka yang ditumpas. Seorang yang dulu santri di pesantren daerah Kediri berkisah. Ia sempat menjadi anggota Banser Barisan Serba Guna, yang banyak membantai PKI. Satu saat ia dan kawan-kawannya berhadapan dengan orang-orang PKI yang dijejerkan untuk dieksekusi. “Saya yang mendorong orang-orang itu satu per satu,” paparnya.

Setiap orang PKI yang didorong langsung disambut dengan tebasan pedang algojo. Potongan kepala dan tubuh mereka pun mengotori aliran Sungai Brantas, menggemukkan ikan-ikan di sana. Tiba-tiba para anak muda yang tengah “menumpas” itu menjumpai keganjilan: salah seorang PKI tak mempan dibacok. “Bunyinya trang …, seperti besi yang beradu,” kata santri itu mengenang. Algojo jadi kebingungan. Sesaat kemudian ia meletakkan pedangnya. Lalu menerkam leher korban dan menggiyit tenggorokannya hingga putus. Cerita kekebalan di sekitar peristiwa 1965 terasa semakin hebat lantaran bumbu pengisahannya.

Di Bali, ada yang terpaksa dimintai baik-baik untuk melepaskan nyawanya, karena tak mempan dieksekusi. Memang ajaib. Begitu juga pada eksekusi Mbah Kahar di Pulung, Ponorogo, Jawa Timur. Daerah yang terkenal karena reog serta warok — jagoan setempat. Atau pada mitos Mbah Suro dari Nginggil, desa tepian Bengawan Solo di perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah. Banyak beredar bumbu yang membaurkan antara mimpi, dongeng, dan kenyataan yang konkret. “Mbah Kahar tidak mempan ditembak maupun dipenggal kepalanya,” kata Mislan, yang mengaku menjadi algojo Kahar. Petugas pun bingung. Lalu menyerahkan tugas itu pada Mislan. Sebab, ia juga kebal setelah “bertapa di sebuah gua”. Dengan pedangnya, ia menetak leher Mbah Kahar yang duduk bersila. Dell…, kepala putus, menggelinding sekitar lima meter. Namun, kata Mislan, ajaib. “Pelan-pelan kepala itu menyatu kembali dengan tubuhnya.”

Suasana kacau. Sebab, tak ada lagi orang setempat yang dianggap melebihi “ilmu” Mislan. Algojo itu kemudian mencoba lagi. Begitu kepala korban putus, Mislan membawa kepala itu menyeberangi sungai. Kedengarannya seperti cerita komik. Kalau cerita Mislan benar, Mbah Kahar (juga Mislan) jelas lebih hebat ketimbang Mbah Suro. Tahun 1967, Mbah Suro mencoba membangkitkan PKI. Konon, dukun itu dan pasukannya tak mempan tembakan dan bacokan, asal memakai piandel barang yang diandalkan. Yakni pakaian hitam-hitam, kolor (ikat pinggang Jawa), dan kenthes (pentungan). Setelah geger PKI, ribuan orang berdatangan ke rumah Mbah Suro, mengharap keselamatan. Maka, daerah hutan jati yang kering dan minus itu menjadi semarak. Setiap pendatang pasti membeli tiga piandel, dan minum air dari Gentong Kemiri, agar tak mempan peluru bedil.

Padahal, menurut Mbah Sumi — adik kandung Mbah Suro, semua itu akal-akalan bisnis penduduk setempat. Mbah Suro sebenarnya “hanya dukun biasa”. Kepentingan bisnis dan kepercayaan bercampur baur. Ketika ribuan orang PKI telah dibantai, para pengikut Mbah Suro masih berteriak gagah, “hidup PKI!” Anak-anak, yang berharap agar diberi uang, menjawab, “hidup!” Dengan hanya bersenjatakan kenthes, pasukan hitam-hitam itu berani menghadapi petugas yang menggerebeknya. Pertempuran pecah. Lalu Mbah Suro menyerah. Untuk keperluan eksekusi, dukun itu harus menanggalkan pakaian hitamnya dan mengganti dengan sarung hijau.

Sejenak setelah kematian Mbah Suro, cerita tentang orang kebal pun surut. Namun, rupanya mustahil pupus sama sekali. Pada kenyataannya, kisah kekebalan juga sering menjadi catatan kaki riwayat para tokoh sejarah. Masuk dalam perbincangan, tak soal, apa benar atau sekadar musik pengiring. Tak kurang dari tokoh Teuku Umar, misalnya. Masyarakat Aceh meyakini, tokoh itu tak mungkin ditembus peluru. Begitu kental keyakinan itu. Maka, konon, Belanda sampai merasa perlu membuat peluru emas buat membunuhnya. Eros Djarot juga tak menyingkirkan cerita “peluru emas” itu untuk filmnya, Tjoet Nja’ Dhien. Bung Karno, di mata pengagum fanatiknya, juga kebal. Berulangkali ia menghadapi percobaan pembunuhan, dan… lolos.

Misalnya dalam peristiwa Cikini, atau sewaktu ditembak saat sembahyang Idhul Adha. Lima puluh tahun lagi, siapa tahu cerita di sekitar percobaan pembunuhan itu tumbuh terus, berbunga-bunga. Nama lain yang dianggap memiliki keistimewaan demikian adalah Kahar Muzakar dan Supriadi. Hingga kini, sejumlah penduduk pedesaan Sulawesi Selatan sulit percaya bahwa Kahar sudah lama tewas ditembak. Mereka mengganggap, Kahar masih berkelana entah di hutan sebelah mana. Sedang Supriadi, tokoh pemberontakan Peta di Blitar, bukan hanya dianggap kebal, tapi juga bisa menghilang, raib, tanpa kembali lagi. Manusia Indonesia di masa lalu agaknya sangat akrab dengan soal kekebalan. Di Indragiri Hulu, Riau, Haji Bustami — sebelum bertobat dan menunaikan ibadah haji — mengaku pernah kebal, bisa menundukkan harimau, dan punya tenaga yang mampu untuk mengangkat seekor kerbau. “Ilmu itu saya peroleh dari orang Sakai,” ujarnya.

Sakai adalah suku terasing di Sumatera. Di Kalimantan, suku Dayak sering dibayangkan sebagai orang yang menakutkan. Bukan saja lantaran sumpit beracunnya. Tetapi juga karena ilmu-nya. Masyarakat Kajang yang bermukim di kaki Pulau Sulawesi juga dianggap mempunyai ilmu yang lebih dari sekadar kebal. Di Bali ilmu kekebalan — di sana disebut ilmu kanuragan — juga masih diperdalam. Basisnya tentu saja ajaran Hindu, dengan latihan yoga. Ketika seseorang telah mencapai puncak pemusatan, pengekangan, dan pengaturan pikiran — menurut Anak Agung Putu Suwela, 65 tahun, dari Perkumpulan Raja Yoga Kumala Bhuana, Denpasar — “semua pancaindria akan mati. Tak ada sakit, tak ada panas, tak ada dingin.” Pada tingkat itu, orang luar akan melihat ahli yoga yang demikian ini kebal senjata tajam dan api.

Mencapai tingkat itu tidak gampang. Suwela sendiri baru merasa mantap dengan yoga setelah belajar selama 24 tahun. Ketika seseorang mencapai kesempurnaan, dalam ilmu kebal versi yoga, orang bukan saja tak mempan senjata dan api, juga mampu melihat sesuatu yang bakal terjadi. Plus bisa mengobati orang sakit. Persoalannya adalah, siapa yang tahan bertahun-tahun belajar yoga? Di Bali ada pertunjukan Barong vs Rangda yang diakhiri dengan menikam Rangda bertubi-tubi, dilanjutkan dengan orang mencoba menusukkan keris ke tubuhnya. Namun, dada tak tembus, perut tak sobek. Darah tak mengalir. Lihat juga para penari “Sangyang Jaran” yang kesurupan itu. Bara api pun diinjak-injak dengan kaki telanjang sehingga butir merah memercik-mercik. Sampai sekarang masih bisa dinikmati.

Bagaimana menjelaskan semua itu? Suwela mengatakan, Barong Keris itu bisa dimainkan oleh siapa pun yang kemudian trance dan dikendalikan orang lain yang berilmu. Serupa ini adalah Kuda Lumping dari daerah sekitar Jawa Tengah dan Cirebor. Atau debus dari daerah Banten dan Minangkabau. Inilah satu sisi lain ilmu kebal: seni. Ilmu kebal juga dikejar oleh para peminat seni bela diri. Hampir semua aliran pencak silat di Indonesia meletakkan ilmu kebal atau tenaga dalam di puncak latihannya. Saat ini, sebagian besar peminat ilmu kebal adalah anggota ABRI. Ini diakui oleh para guru seperti halnya Kiai Salik di Banten atau Zen di Jepara. Mislan malah mengaku ikut menyiapkan satu batalyon marinir yang hendak bertempur di Timor Timur (lihat Bisnis Ilmu Kebal). Kepercayaan pada kekebalan menyebar di berbagai wilayah Indonesia, pada berbagai latar belakang etnis maupun agama. Ada ilmu kebal yang ber-setting sangat Jawa, ada yang sangat Dayak.

Ada yang berwajah Islam, Hindu, atau bahkan ada juga Katolik — misalnya pada anggapan bahwa Slamet Riyadi kebal karena membawa rosario (tasbih). Di Jawa, wesi kuning atau kol buntet adalah nama-nama ajimat yang sangat dicari untuk kekebalan pemiliknya. Sedang pada kalangan hitam, para maling dan perampok, aji poncosuno bumi laku keras seperti halnya aji welut putih yang bermanfaat untuk “menghilang”. Konon, bila seseorang punya poncosuno bumi, kalau dibunuh ia akan hidup lagi pada saat tubuhnya menyentuh tanah. Selain itu, cara kebal yang lebih berbau agama banyak disebut dalam berbagai buku mujarobat yang dijual di kaki-kaki lima.

Yang disebut buku-buku itu, antara lain, sepenggal ayat Quran (Surat An-Naml) yang dituliskan pada kulit kijang, lalu dibungkus dengan kulit lembu, dan dipakai untuk ikat pinggang. Para kiai juga sering memberi berbagai bentuk isim, yang semata berbahasa Arab atau campuran bahasa Jawa. Yang agak jauh dari kesan perdukunan adalah yang dipakai anggota GPK Warsidi. Seorang anggota GPK Warsidi mengungkapkan: mereka memperoleh kekebalan setelah menjalani sejumlah amalan. Di antaranya dengan i’tikaf di masjid selama 40 hari terus-menerus. Pada saat itu mereka hanya boleh makan nasi putih sepiring kecil setiap hari. Juga selalu bersalat tahajud di penghujung malam, serta membaca wirid. Adapun wirid-nya antara lain Surat Yassin ayat 89 Al-Maidah ayat 67, Al-Baqarah ayat 3, dan At-Taubah ayat 2. Dengan itu, menurut mereka, “kami betul-betul mendekatkan diri pada-Nya.”

Bila mereka lulus dari tempaan 40 hari itu, dan tidak memakan barang haram (misalnya dari duit korupsi), “karamah akan datang melindungi kami dari serangan musuh.” Kalaupun toh mati juga, begitu keyakinan mereka, itu “mati syahid”. Tak jelas, apakah ada riwayat Nabi yang dijadikan pegangan untuk soal kekebalan diri. Kalaupun ada, tentu hanyalah hadis yang masih dipertanyakan kesahihan atau keautentikannya. Nabi Muhammad pun luka dan berdarah sewaktu hijrah ke Thaif, ditimpuki batu oleh penduduk setempat. Juga pada Perang Uhud. ***

About these ads
Categories: ILMU KEBAL | 36 Komentar

Navigasi tulisan

36 gagasan untuk “KHASANAH MISTIK: ILMU KEBAL

  1. Sekarang kekebalan telah berevolusi menjadi lebih halus, dan lebih berbahaya dari ilmu kebal yang Ki Wong Alus tulis. Yaitu ilmu”kebal hukum” :mrgreen:

  2. wongalus

    Benar Ki, tapi karena ajiannya tidak kol buntet lagi. Melainkan kol “bolong” alias kaum hawa. Meski juga kebal pembawa ajian ini jadi mudah kesrimpet perkara…. hi hi hehe.. Matur nuwun ki, sampun mampir. Ngapunten mbok bilih lepat.

    Jogja, 4-7-09

  3. hihihi keknya mas alus teringat masa mudanya….

    setahu saya di jawa itu macem2 mas, ada yg namanya sahadat, asmak. aji, hizib dsb, sebenernya ilmu2 tsb dibuat utk kondisi tertentu misalnya perang…tapi kalo gak perang yah buat atraksi kek debus…kalo ilmu kebal di hadist memang tidak dijelaskan alias samar2…tapi kalau tenaga dalam ada tuh hadist nya….tapi saya lupa riwayatnya……tapi hadist ini menceritakan bahwa saat perang khondaq atau perang parit…pada saat menggali parit para sahabat menemukan batu yg sangat besar dan tidak mungkin untuk dipindah….lalu nabi SAW mengambil godam dan diam sejenak memusatkan pikiran lalu memukul batu itu beberapa kali dan pecah juga akhirnya batu itu…..yah dari hadist ini menyiratkan tentang memusatkan tenaga dalam hal ini mirip tenaga dalam….

    nuwun

  4. dBo

    wah..waahh..baca balasan Kidimas Wong Alus thd komentnya Kidimas Ngabehi…saya kok ingin main Golf, siapa tahu HOLE IN ONE…he..he..he..
    Kembali tentang Ilmu Kebal, yang sebenar-benarnya saya tidak mengerti…
    Hanya saya berpegang pada hasil lamunan ya lamunan begini :
    Alangkah luarrr biasanya seandainya bisa menguasai Ilmu Alam Semesta, yatu Tanpa Batas, Tanpa Daya Tarik/Tolak, Tanpa Grafitasi, dan Tanpa2 yang lainnya…Dan semua Bintang dan Planet2 terapung-apung didalamnya…..

    Lamunan lainnya, tentang Boomerang, senjata berburu bangsa Aborigin…konon senjata ini akan KEMBALI PADA PELEMPAR/PEMILIKNYA jika TIDAK MENEMUKAN SASARAN…

    Dari dua lamunan diatas, muncul lamunan ketiga…
    Adakah ilmu yang (sementara) saya namakan ”ILMU SUWUNG”…

    Mohon diantara para Kadang Sutresna ada yang berkenan memberikan pencerahan…
    Matur agunging panuwun…sakderengipun…

    Rahayu Karahayon…..

  5. lor Muria

    Hehehe…ilmu kebal..
    Ilmu yang sangat tinggi menurut orang awam.
    tetapi seperti mainan anak-anak bagi orang yang telah melewatinya.
    yang mendapatkan ilmu baru…..
    Itulah dia, ada yang mengatakan dengan sebutan “ILMU SUWUNG”
    hehehee….ngelantur terus….
    Ngapuntene Kang Mas
    nuwun

  6. Gama

    Hiiiii takut !!!!! Nanti seperti yang diceritakan di Al Isra’ 17 : 49 – 50
    Wass

  7. KI M4stono, nuwun mas tambahan ilmunya.

    Kangmas DBo, ilmu suwung adalah ilmu MBUH ORA WERUH. Sak karepe Sing Gawe Laler.. ora duwe kebal opo-opo, dicekal yo keno, disiram yo teles… mengikuti aliran hukum alam.

    Ilmu kebal, asmak, hijib, ajian dll sebenarnya bukan melawan hukum alam. Tapi membelokkan hukum alam mengikuti kehendak manusia. Ya, manusia adalah sahabat karib alam. Alam ternyata juga bisa dinego dan juga bisa diajak untuk membuat kesepakatan-kesepakatan baru. Pawang hujan bisa meminta awan untuk tidak menurunkan air di daerah tertentu. Cuma, tentu saja perlu saling keterkaitan erat dan intens serta saling menghormati antara dua makhluk ini.

    Ki Lor Muria, sepakat. Ilmu suwung lebih transendental dan upaya untuk menggambar garis sangkan paran.

    Mas Gama, trims. Ini sebagai pangeling eling bagi kita semua.

  8. sikapsamin

    lha…iki…soal PAWANG-HUJAN…
    Dalam suatu obrolan omong-kosong(suwung) ngalor-ngidul entah kemana dithn.2003 y.l. sampailah pada masalah ilmu memindahkan hujan… yang akhirnya menggelitik saya mengajukan pertanyaan begini : apakah ada jurusan lain soal ilmu pindah-memindah ini selain hujan?!… Saya ganti ditanya: maksudnya bagaimana?!
    Maksud saya Ilmu Memindahkan DEVISA NKRI YANG BANYAK LARI keluar negeri Dipindahkan MASUK KEMBALI KEDALAM NKRI…kan bisa untuk MENUTUP BLBI.. Berapa ratus juta manusia NKRI hidupnya menjadi sejahtera…
    Menurut saya inilah SEJATINE ILMU SAKTI DAN MANDRA-GUNA (bukan MANDA-GUNA)…

    Jangan sampai NKRI menjadi NEGARA-SUWUNG…

    Salam Ing Sejatine Seduluran…
    Bakuh-Kukuh-Utuh NKRI
    Samin adalah Sikap

  9. Yth sedulur tunggal sikep: Mas Sikap Samin, Devisa NKRI yang lari ke luar negeri kita mencapai angka yang nggegirisi. Kita tahu, bila semuanya dikembalikan ke NKRI akan mampu membuat ekonomi kita menggelinding cepat. Para petani, nelayan, dan kaum miskin papa bisa terangkat derajatnya. Kapan ini terjadi ya?

    Salam sejatine paseduluran juga!!!

  10. igung

    Yth. Mas Wong Alus.
    Peristiwa GPK Warsidi terjadi tahun 1987 ‘ kali ya, bukan 1967. Maaf kalau saya salah ingat. Kalau tidak salah, Danremnya waktu itu Pak Hendripriyono.
    Nuwun… pareng….

  11. beast

    boss apa surat yaasin ada ayat 89 nya ya, bukankah cuma sampai ayat 83 “Maka Maha Suci yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

  12. boleh tau tentang arti dari syahadat, bismillahirohman, sholawat nirrohm yg lebih jelas, en saya punya masalah pada diri saya tapi masih tak nyata/masih tabir tapi saya ingin mengungkapnya tabir itu semua, en satu lagi ada apa pada diri saya/di wujud ini.. terima kasih.

  13. masih banyak ilmu kebal yang diajarkan di nusantara ini, entah menggunakan doa-doa jawa sampai menggunakan penggalan ayat-ayat quran, ada yang pakai ritual puasa mutih, pati geni dll.ada juga yg memakai media susuk besi, emas, baja dll.ya, ilmu kebal itu ada, tetapi itu sebatas kulit saja dan bersifat duniawi. apapun jenisnya yang bermain disini adalah jin alias qhodam pedamping yang melapisi tubuh dari luka. namun ketika jin atau qhodam ini dicabut, maka kulit akan jebol terkena senjata tajam. tapi apa manfaatnya??? ilmu-ilmu seperti itu tidak lain malah mengotori TAUHID kita kepada ALLAH. mau kebal apapun, apa bisa kebal dihadapan malaikat munkar dan nakir??? tidak ada yang sakti, yang sakti adalah ALLAH.. kembali saja ke ALLAH..

  14. jampang

    indonesia memang kaya akan budaya, ilmu kebal salah satunya..
    karena pada masa itu ilmu ini memang diperlukan, dan tidak dipungkiri telah memaberi banyak kontribusi bagi teganya NKRI ini, tapi pada saat ini pamahaman ilmu kebal ini telah bergeser,,, pada saat ini kekebalan finansial lebih jadi pilihan..

  15. perdanaakhmad

    ilmu kebal syirik yang bisa menjerumuskan pelakunya kelembah kekafiran. kunjungi http://metafisis.wordpress.com/2009/12/15/pengisian-ilmu-kebal-banser-nu-untuk-melawan-fpi/ untuk tahu kesesatan ilmu kebal banser NU

  16. anggiabriko

    syirik atau tidak

  17. lutfi

    mcm ne nk jdi kebal nie

  18. PANCA WARNA

    tapi sblmnya saya mau bertanya kalau ilmu kebal dan TD itu syirik knpa harus ada ilmu tersebut dnegri kita dan kenapa segelintir ulama selalu menggunakannya,untuk sesepuh disini mhn pencerahannya karena sy selaku warga NU dan pengamal ingin tau pndapat dari sesepuh disini khususnya mhn ki Alus yg saya hrmati,karena tmbul pertanyaan dlm diri saya kalu memang ilmu-ilmu tersebut syirik bagaimana dengan ilmu-ilmu yang lain seperti ASR,RDR,HIZIB yang konon amalan dari Nabi Khidir dan para waliyulloh yang juga bisa dipake ilmu kebal dan TD?maaf kpd sesepuh bila ada kata-kata yang tak berkenan trm kasih.

  19. dedy

    jangan lebay lo

  20. anwar

    alhamdulillah berkat rahmat rahmat allah,kami siap membantu saudara yg menderita sakit tp belum mendapat kesebuhan,insyaallah kami siap membantu baik masalah medis maupun non medis
    1)guna guna atau santet
    2)masalah rejeki supaya lancar karena allah
    3)memisahkan pil atau wil
    4)pelet atau wibawa
    5)dll
    kami siap melayani saudara yg membutuhkan jasa kami
    silahkan konsultasi
    anwarmuhamad93@yahoo.co.id
    insyaallah kami siap bantu
    wslm

  21. raden arto

    rahasia cara mudah menyelesaikan hutang,bg pengusaha atau sedulur yg punya hutang menumpuk
    temukan rahasianya,redenarto@yahoo.co.id

  22. cah bodo

    tumut nyimak ki,,

  23. Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai “pencurian mayat bayi” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Pencurian Mayat Bayi ?

  24. potro segoro

    teeeesssssssssss

  25. walangseto

    monggo di pon lanjut…

  26. sby junior

    Bagi para lelaki,,yg muda sampai tua,,,
    Yg mempunyai,masalah pda alat kelamin,kejantanan,,seperti,,impoten(lemah sahwat) loyo,ejakulasi dini,,krg tegang,,ingin lbh panjang,,besar atau power,dan tahan lama,,insya alloh sy bisa membantu..hubungi kami di 085755840124,,,

  27. Tapi ga ada kabar nabi muhammad saww itu kebal
    hehehe..

  28. Salam takzim buat Ki Wong Alus!
    Kangen rasanya, sudah lama nggak nimbrung di blog kesayangan ini. Saya mo komentar dikit ya…
    Apapun nama Ilmunya, mau itu ilmu kebal, anti ini, anti itu dlsb, yang perlu kita garis bawahi adalah: ALLAH-lah tempat Kita Meminta Keselamatan. Memang Nabi SAW tidak mempelajari Ilmu Kebal, tapi dia tahu persis tempat meminta perlindungan yang hakiki: ALLAH. Jadi, dia tidak mengenal bahkan tidak butuh ilmu kebal. Yang Nabi SAW pinta adalah Keselamatan (tentu dalam artian sejatinya)
    Ilmu kebal, ajian, mantra atau apapun sebutannya, itu cuma syareat saja. Tidak ada salahnya kok.
    Yang salah adalah kalau kita memohon perlindungan kepada selain Allah. Kalau kita mengandalkan ajian, mantra, atau ilmu sebagai tameng keselamatan kita. Apalagi berkeyakinan bahwa diri kita kebal gara-gara belajar Ilmu Kebal. Itu namanya belajar ilmu tapi malah menuju syirik.

  29. klu pingin kebal ya pakai baju besi atau pakai ban mobil bekas yg dibentuk trus ditutupi jaket di jamin golok akan mental.perlu untk sekedar perisai diri tentunya

  30. kharnofa khrismagic

    kita percaya dengan sebuah kekebalan akan tetapi mana ada orang yg kebal didunia ini pasti akan mati atw kulunnafsunzakarotin maut………!!!!!!!!!!!ada juga ilmu kebal yaitu kebal omongan………..!!!!!!

  31. Hj Abd Rochim Ghofar

    MA’AF YO MAS.OJO PERCOYO ANANING ILMU KEBAL LAN LIA-LIANE.SA’IKI AKEH WONG NGGOLEK DUWIK.MASALAH ILMU KUWI ALASANE DI MAHARNO “OPO MAHAR KUWI ARTINE KAN MANAN HARAM TOS MAS”…? WONG PENIPUAN KOYO NGENE KOK SEK AKEH SING PERCOYO.OPO ORA KLIRU KUWI.NGGOLEK ILMU KUWI BERAT LO MAS.DUDU DG MAHAR.LAN MAHAR IKU NIPU ALUS.AKEH SING DI SEBUTNO PORO PARA NORMAL MAS.ATI2 LO MAS OJO KETIPU YO.CUKUP Q DEWE SING NGLAKONI.

  32. Hj Abd Rochim Ghofar

    PORO LAPISAN BUMI NUSANTARA ALIAS INDONESIA.SA’IKI AKEH WONG PODO NGANGGUR.DADINE YEN NGGOLEK DUWIK CARANE NGGUNA’AKE DODOL ILMU.[DI MAHARNO]LAN SING AKEH SA’IKI SING TERJADI NANG WILAYAH KUTO SUROBOYO KARO CEPU KUWI AKEH SING KETIPU.TEKO PERGURUAN H SAYUTI.OPO IKI ORA MELANGGAR PASAL 378…? MANGKANE PESEN Q SING ATI2 KABEH KUWI WONG PENGANGGURAN.H SAYUTI KUWI ASLINE ORA ISO MOCO LAN NULIS KOK AKEH SING PERCOYO KARO OMONGANE.

  33. Mbah Kawer

    benar mas Franky Adinegoro, sy setuju sekali , emang kita hanya perlu mengetahui proses sebuah keilmuannya saja… tks

  34. vhan

    Semua cerita di atas memang ada jg yg tercatat kejadiannya tpi bumbu bumbu soal kesaktian hanyalah bumbu dr legenda saja, Tidak tercatat dn di akui oleh negara. Bagi org2 yg mempercayai nya itu mmg nyata, tpi bagi2 org2 yg berfikiran luas, itu hanyalah bumbu bumbu penambah seru saja. Kita harus banyak melihat kehidupan nyata kita, bahwa tidak ada superman kebal di dunia ini,, andai saja ada, tentu sudah di teliti dan pelajari bagaimana cara kerjanya di buku buku pendidikan di universitas maupun di sekolah sekolah.. Berfikirlah secara luas kawan

  35. wong binggung

    Sedulor semua salam sejahtra

  36. wong binggung

    Saya binggung mencari guru ijazah kmana2 sampe skrg blum ada hasil..tolong informasi nya kmana harus mencari tempat ijazah yg benar2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

%d bloggers like this: