KEPADA PARA PENDAKWAH ISLAM


Strategi dakwah haruslah yang komunikatif menghargai universalitas dan pluralitas budaya. Tidak boleh dengan agitasi dan teror.

Di kampung halaman saya, ada beberapa alumnus Ponpes Ngruki, Solo yang terkenal dengan kehebatannya berdakwah. Ponpes yang diketuai Ustad Abu Bakar Baasyir ini di mata para penegak hukum (Polisi) konon dianggap ponpes tempat bersemainya bibit Islam garis keras yang kemudian dicap sebagai penyebar gerakan terorisme di Indonesia.

Selain alumnus Ponpes Ngruki, ada juga alumnus Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Keras, Magetan yang juga terkenal dengan para pendakwahnya. Konon, para alumnus ponpes ini terbiasa menggunakan metode dakwah dengan berjalan-jalan dari kampung ke kampung menyebarkan agama Islam. Konon, mereka hidup bergerombol seperti kaum nomaden. Membekali diri dengan kompor dan bahan makanan seadanya untuk diolah dan dikonsumsi di sela kesibukan berdakwah di masjid-masjid kampung.

Dari dua alumnus ponpes di kampung saya tersebut, saya ingin berbagi pengamatan. Setidaknya ada kemiripan kedua alumnus tersebut yaitu PENAMPILAN. Bila sebelum masuk ke Ponpes Ngruki dan Al Fatah hanya mengenakan sarung dan berpeci, maka usai lulus di kedua pondok tersebut penampilan mereka langsung berubah. Memakai jubah putih panjang, memelihara jenggot dan menggunakan penutup kepala putih. Apakah ini pertanda mereka sudah memasuki Islam secara penuh (kaffah), saya tidak berani untuk menjawab.

Yang jelas, secara pribadi saya mencatat hal-hal yang mencolok dari kedua alumnus ini. Setelah lulus dari Pondok, mereka rata-rata MERASA terpanggil dan berkewajiban untuk menyebarkan “agama Islam” kepada orang lain. Biasanya “agama Islam” dipahami dan dihayati hanya sebagai sekte aliran kepercayaan. Bukan sebagai keseluruhan manifestasi bangunan hidup alam semesta dan kemanusiaan.

Saya mencatat beberapa kelemahan mereka:

Pertama, rata-rata alumnusnya merasa lebih benar dan lebih takwa dibanding dengan orang lain. EGO/KEAKUAN-nya lebih tinggi sehingga orang lain dianggap sebagai obyek yang harus diIslamkan. Padahal, bila spiritualitas manusia sudah sedemikian tinggi maka EGO/KEAKUAN ini justeru harus dihilangkan sama sekali hingga sampai di taraf ORA DUWE RASA DUWE.

Kedua, mereka kurang EMPAN PAPAN dan KURANG TOLERAN. Biasanya tanpa mengenal lawan bicara, mereka langsung mengeluarkan jurus-jurus ayat-ayat suci dan mendakwa apa yang ada di luar ayat suci sebagai kafir, bid’ah dan takhayul. Harusnya mereka belajar secara mendalam berbagai “ilmu dunia” untuk mendukung dakwah, misalnya ilmu sosiologi, ilmu komunikasi dan psikologi. Mengeluarkan jurus persamaan dengan kitab suci secara langsung dan secara leterluks/teksbook bisa membawa pada AGITASI dan TEROR.

Ketiga, kurang menghargai UNIVERSALITAS DAN PLURALITAS budaya, adat istiadat masyarakat di sebuah wilayah/perkampungan. Hal ini nampak dari keinginan mereka untuk merubah budaya, adat istiadat lokal setempat yang dinilai belum Islam. Menurut mereka, hanya budaya tertentu saja (misalnya budaya Arab) saja yang dinilai sebagai budaya Islam.

Saya mencatat kelemahan-kelemahan mereka dengan harapan agar mereka memahaminya. Lantas kemudian melakukan koreksi untuk memperbaiki diri. Salah satu saran saya adalah: bila Anda sudah lulus ponpes terkenal tersebut, perbanyaklah terus menuntut ilmu. Hargai perbedaan budaya/adat istiadat dan hargai pula perbedaan sifat karakter masing-masing individu.

Islam diturunkan dengan damai, perlahan, santun dan mengedepankan cinta kasih, memahami prinsip universalitas dengan strategi yang cerdas. Harus menyatu, bersenyawa dan melebur dengan budaya masyarakat setempat. Bukan dengan dakwah yang keras, primordial dan radikal.

Mohon maaf bila pernyataan saya ini menyinggung Anda. Anggap ini sebagai kritik yang membangun dan keinginan saya untuk berbagi rasa welas dan asih karena sangat disayangkan bila niat suci yang ada di dada Anda harus pupus oleh tuduhan yang negatif.

Semoga kita semua selalu diberi-Nya keluasan nalar budi dan kebijaksanaan perilaku sehingga bisa bersenyawa dengan hati orang lain. Terima kasih dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Wass…

wongalus

Categories: STRATEGI DAKWAH | 11 Komentar

Navigasi pos

11 thoughts on “KEPADA PARA PENDAKWAH ISLAM

  1. Ansor i

    Islam is perfect,rahmatallil’alamin..samudra yg bs menerima sumber air dr mana saja,bumi yg selalu ada dbwah,lngit yg mengayomi sgala yg ada dbwah,diinjak2,diludahi,dikencingi dsb,angin yg selalu brgerak mendatar/rata
    Mnghargai stiap mahkluk..ISine SLAMet thok mas..ngapunten..

  2. Yth mas ansor, begitulah harusnya. Ajaran yg suci ini dan membumi ini harusnya dipahami + diamalkan scr bijaksana. Prinsip toleransi tercermin dlm lakum dinukum waliyadin. Islam melarang agitasi + teror. Terima kasih. Salam.

  3. Alhamdulillah, sebuah kritik yang sangat membangun bagi mereka yang cermat menerawang. Rupanya saudaraku @wongalus ikut merasakan apa yang dirasakan oleh kebanyakan orang yang sedikit gerah dengan interaksi kelompok yang disebutkan dalam artikel di atas.
    Memang demikianlah kenyataannya. Islam yang universal dan indah telah mengalami reduksi. Saya sendiri heran. Mungkinkah mereka kekurangan “jam terbang” dalam berinteraksi dengan lingkungan yang berbeda?

    Kalau boleh, saya akan membandingkan fenomena di atas dengan dengan alumni ponpes NU, karena sepengetahuan saya, alumni ponpes NU memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi.
    Salah satu sebabnya “mungkin” karena NU bermadzhab 4, sedangkan di pondok “tertentu” tidak bermadzhab.
    Dengan bermadhzab, seorang santri mau tidak mau mempelajari perbedaan berpikir dan bersikap para ulama madzhab ketika menghadapi sebuah persoalan…. jadi, mereka terbiasa dengan perbedaan pandangan, terbiasa melihat dari berbagai sudut pandang, lebih toleran terhadap rasa & pikiran pihak lain.
    Bandingkan dengan alumni ponpes yang tidak bermadzhab : mereka terbiasa dengan satu sudut pandang, satu interpretasi, satu cara mengambil kesimpulan, satu rasa keagamaan. Dan ini sepertinya menjadi fenomena umum untuk massa Islam lainnya juga.
    Ini hanya pengamatan saya lho ki. Maaf kalau keliru.
    Salam takzim.

  4. Ass.. wr wb
    Benar apa yang panjenengan sampaikan di atas. Semoga ini bisa jadi kritik dan otokritik atas sikap saudara-saudara kita tersebut dan juga bagi saya dan pembaca sekalian agar mampu memiliki strategi dakwah yang baik, jitu dan melalui proses-proses yang lembut.

    Dalam agama kita Islam, kita dianjurkan untuk selalu rendah hati dan tidak serta merta berkeinginan untuk dakwah tanpa memahami latar belakang budaya masyarakat setempat. Ini dicontohkan oleh Para Wali dulu. Mereka bersenyawa kuat dengan budaya Jawa. Mereka tidak beranggapan bahwa budaya Jawa adalah budaya yang jelek, namun sebaliknya. Budaya Jawa sangat pas bila diberikan sentuhan spiritualitas Islam. Gending-gending keraton, kisah cerita wayang, penanggalan Jawa dll kemudian diberi nafas dan spirit Islam.

    Islam bisa diterima cepat oleh bangsa kita karena wataknya yang andap asor, egaliter, rasional dan demokratis. Bisa diterima orang desa maupun mereka yang berada di pusat kultur Jawa.

    Sepakat bahwa ada kalangan ponpes tertentu yang lebih bisa diterima masyarakat dibanding yang lain. Itu karena watak watuk dan wahing termasuk konsep 4 mazhab yang diugemi para pendakwahnya sehingga mereka semakin menghargai pluralitas pandangan, tidak hantam kromo dan menyampaikan dakwah dengan santun dan lembut.

    Kebetulan saya juga pernah mlaku-mlaku ke Ponpes Langitan, Widang Tuban yang salaf (tradisional). Justeru dari yang tradisional inilah yang menerima saya yang wong cubluk ini dengan baik, sukarela dan santun. Tidak merasa lebih pintar meskipun mereka adalah pemilik gudang ilmu agama. Salut untuk Langitan!

    Nuwun mas, selamat Ramadhan nggih… Wass..

  5. saya kira betul sekali apa yg disampaikan mas refa ttg NU yg moderat karena menganut 4 mahzab, setahu saya mohon maaf lho kalo salah bahwa muhammadiyah dulu waktu awal2 juga dakwahnya agak radikal maka timbul pertentangan oleh kyai2 tradisional dan membentuk organisasi NU, tapi sekarang muhammadiyah telah menjadi lebih moderat seiring berjalannya waktu..

    saya kira pesantren salafy ( lain dari salafiah) dsb yg agak keras itu juga mereka menganut mahzab satu yaitu mahzab rasulullah (katanya) , mereka hanya menurut apa yg dicontohkan Nabi SAW pd waktu itu dan membuang apa yg tidak dicontohkan, oleh karena itu mereka mengaku ahlusunnah walaupun kurang berjamaah heheh…mereka boleh2 saja mengaku bermahzab spt yg dicontohkan Nabi SAW tapi perlu diingat bahwa mereka itu juga mengidolakan ibnu taimiyah, jadi secara langsung/tidak langsung mereka bermahzab taimiyah tapi nggak ngaku…heheheh

    saya kira orang2 boleh saja berpendapat utk mencontoh semirip mungkin dgn perilaku Nabi SAW atau juga seradikal mungkin…tapi perlu diingat bahwa pendapat itu tidak boleh diiringi rasa paling benar sendiri yg lain salah…saya kira yg paling utama adalah akhlak Nabi SAW yg tawaduk penuh kasih sayang, inilah yg paling penting bukannya mencontoh secara fisik thok…

  6. Definisi pluralisme dan pluralistik sengaja dikaburkan..
    Sesudah definisinya kabur…==> opini yg dibuat yahudi mengarah ke pluralisme(semua agama baik/benar/sama2 msk surga)
    ==> Sekali lagi inilah bagian ghazwul fikri dari yahudi utk memerangi aqidah+keyakinan umat islam…*
    WASPADALAH2!!!

  7. ANDA MENGINGATKAN …………..MEEKA SEBENARNYA ANDA MENGIINGATKAN DIRI ANDA……….SAMA-SAMA………..
    INGAT PEMAHAMAN YA ……..
    BAHWA SELURUH ATURAN HIDUP,ALAM,GOIB,NYATA…..ADAT………….BUDAYA SELURUH ALAM……..DARI ALAM DUNIA………….SAMPAI AKHIRAT……………ADALAH………. I S L A M……………DARI AWAL HINGGA AKHIR ADALAH I S L A M NAMUN SEMUA ITU TERBAGI—-TERBAGI MENJADI ATURAN-ATURAN LAIN SEPERTI……….TAURAT……ZABUR……….INJIL………..WEDHA………..KEJAWEN
    TRIPITAKA………………DAN LAIN SEBAGAINYA………….
    SEMUA ADALAH ISLAM…………….TINGGAL MANUSIANYA SAJA YANG MENGGOLONG-GOLONGKAN………….GOLONGAN INILAH……….GOLONGAN ITULAH…………..
    TUGAS PARA NABI MENGINGATKAN HANYA TENTANG T A U H I D ……
    TINGGAL KITA SAJA…MANUSIANYA SENDIRI………MENGAKU DIMANA……….MENGAKU DIMANA…………SIAPA NABINYA………APA KITABNYA……….SIAPA TUHANNYA.????????
    INGA-INGA…………KEMBALILAH PADA KITAB KALIAN SENDIRI DAN NABI KALIAN SENDIRI DAN TUHAN KALIAN SENDIRI SESUAI APA YANG KALIAN IMANI………..
    BERLOMBALAH DALAM BERBUAT KEBAJIKAN……………………….JANGAN BERLOMBA DALAM KEJAHATAN………….
    INGAT TAUHID..TAUHID……….TAUHID………..SALAM

  8. EIT JANGAN MARAH DULU YA…………TERAKHIR KITAB ALQURAN……….
    NABINYA ADALAH MUHAMAD SAW…….KITABNYA ALQURAN……..TUHANNYA
    ALLAH……………..
    WASALAM MUALAIKUM WB
    BERTANYALAH KITA PADA DIRI KITA…………..
    1. KITAB APA YANG KITA IKUTI DAN KITA IMANI ????????????
    2. NABI SIAPA YANG KITA IKUTI DAN KITA IMANI ??????????
    3. YANG UTAMA SIAPA TUHAN KITA.????????????????????

    KALO GOLONGAN ……………

    1….GOLONGAN ORANG BERILMU
    2….GOLONGAN ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA
    3….GOLONGAN ORANG BERILMU.

  9. EIT JANGAN MARAH DULU YA…………TERAKHIR KITAB ALQURAN……….
    NABINYA ADALAH MUHAMAD SAW…….KITABNYA ALQURAN……..TUHANNYA
    ALLAH……………..
    WASALAM MUALAIKUM WB
    BERTANYALAH KITA PADA DIRI KITA…………..
    1. KITAB APA YANG KITA IKUTI DAN KITA IMANI ????????????
    2. NABI SIAPA YANG KITA IKUTI DAN KITA IMANI ??????????
    3. YANG UTAMA SIAPA TUHAN KITA.????????????????????

    KALO GOLONGAN ……………

    1….GOLONGAN ORANG BERILMU
    2….GOLONGAN ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA
    3….GOLONGAN ORANG MUSRIK

  10. Pada setiap negara, nama perkumpulan Free-masonry itu berbeda-beda. Ada yang bersifat lokal ada pula yang merupakan cabang dari luar negeri, ada pula yang menghimpun semua aliran pemuda dan organisasi kepemudaan dari segala macam gerakan: Katholik, Budha, Islam, Protestan, sekuler, sosialis, kebangsaan dan sebagainya. Tetapi pimpinannya harus seorang anggota Freemasonry, ada juga seorang yang bodoh dalam agama lalu diasuh Freemason. Karena dianggap mengun-tungkan bagi penguasa, maka aliran-aliran Free-masonry didukung oleh penguasa, dan kebanyakan dari penguasa itu sendiri buta tuli tentang gerakan Freemasonry, dan hanya melihatnya sebagai gerakan amal kebajikan umum. Jika kita kaji, hampir semua gerakan masa atau organisasi masa yang berupa organisasi politik ataupun organisasi amal, telah dimasuki jarum-jarum Freemasonry.

    Gerakan Zionisme dan Freemasonry di seluruh dunia sesungguhnya memiliki asas yang sama. Asas dari dua gerakan ini disebut “Khams Qanun”, lima sila, atau Panca Sila. Kelima Sila itu adalah :

    1. Monotheisme

    2. Nasionalisme

    3. Humanisme

    4. Demokrasi

    5. Sosialisme

    Penjelasan tentang lima sila yang terdapat dalam doktrin Yahudi tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Monotheisme : Kesatuan Tuhan (Ketuhanan yang Maha Esa) Hendaklah bangsa Yahudi bertuhan dengan Tuhannya masing-masing dan merupakan kesatuan gerak. Maka hai orang-orang atheis dan bebas agama di kalangan bangsa Yahudi hendaklah engkau pun bertuhan dengan tuhanmu sendiri bukankah alam pun tuhanmu dan bukankah kudrat alam pun tuhanmu juga? Kalian berlainan agama, kalian berlainan keper-cayaan, kalian berlainan keyakinan, tetapi kalian harus bersatu dan gunung zionisme telah menan-timu. Hendaklah kalian tenggang menenggang, hormat menghormati hai Yahudi seluruh dunia !

    2. Nasionalisme – Kebangsaan :Berbangsa satu bangsa Yahudi, berbahasa satu bahasa Yahudi dan bertanah air satu tanah air Yahudi Raya (Israel Raya).

    3. Humanisme : Kemanusiaan yang adil dan beradab berlakulah, janganlah kalian menjadi peniru bangsa Babilon yang telah membuangmu, tetapi bagi luar bangsamu dan yang hendak mem-binasakanmu, kalian adalah bangsa besar dan engkau pun jika keperluanmu mendesak ber-lakulah Syer Talmud baginya, seperti nyanyian Qaballa berbunyi : “Taklukanlah mereka, binasakanlah mereka akan mengambil hakmu, engkau adalah setinggi-tinggi bangsa seumpama menara yang tinggi. Gunakanlah hatimu ketika menghadapi sauda-ramu, karena mereka itu keturunan Yaqub, ketu-runan Israel. Buanglah hatimu ketika menghadapi lawanmu karena mereka itu bukan sekali-kali saudaramu, mereka adalah kambing-kambing perahan dan harta mereka adalah hartamu, rumah mereka adalah rumahmu, tanah mereka adalah tanahmu.”(Syer Talmud Qaballa XI :45)

    4. Demokrasi : Dengan cahaya Talmud dan Masna dan segala ucapan imam-imam agung bahwa telah diundangkan “Bermusyawarahlah dan berapatlah dan berlakulah pilihan kehendak suara banyak itu karena suara banyak adalah suara Tuhan!”

    5. Sosialisme : Keadilan sosial yang merata pada masyarakat Yahudi, sehingga setiap orang Yahudi menjadi seorang kaya raya dan menjadi pimpinan dimana pun ia berada, dan menjadi protokol pembuat program. Dalam Nyanyian Qaballa Talmud dikatakan : “Dengan uang kamu dapat kembali ke Yudea, ke Israel karena agama itu tegak dengan uang dan agama itu uang, sesungguhnya wajah Yahwe sendiri yang tampak olehmu itu adalah uang! Cintailah Zion, cintailah Hebran, cintailah akan Yudea dan cintailah seluruh tanah pemukiman Israel, karena engkaulah bangsa pemegang wasiat Hebran tertua yang berbunyi :”Cinta pada tanah air itu sebagian dari iman!” (XL : 46)

    Asas Zionisme : Khams Qanun

    1. Internasionalisme

    2. Nasionalisme

    3. Sosialisme

    4. Monotheisme kultural

    5. Demokrasi

    Asas Freemasonry dan Zionisme pada dasarnya sama, yang berbeda hanya urutan saja. Keduanya diilhami oleh ajaran Talmud, kitab suci agama Yahudi. ?

    Pengaruh Doktrin Zionisme & Freemasonry

    TERHADAP PEMIKIRAN TOKOH PERGERAKAN DI EROPA DAN ASIA

    GERAKAN Zionisme yang diemban dengan baik oleh gerakan Freemasonry, telah berhasil meng-garap korban-korbannya, baik di Eropa maupun di Asia. Hal ini terbukti dengan apa yang terjadi di Perancis dan di negara-negara Asia Tenggara.

    Freemasonry Perancis pada 1717 M berasaskan Plotisma. Istilah Plotis merupakan istilah khas mereka yang disebutkan berasal dari dialek Yunani Koin. Plot berarti ambang atau terapung,. Plotisma adalah suatu paham untuk mengambangkan segala ajaran di luar Freemasonry. Jika telah mengambang disuntikkanlah paham-paham bebas dari Freemasonry itu. Freemasonry Perancis pada 1717 M itu terpaksa memasukkan kata-kata “Ketuhanan” dan “Triko-nitas” untuk menarik simpatik golongan Katolik.

    Lima dasar dari Freemasonry Perancis :

    1. Nasionalisme

    2. Sosialisme

    3. Demokrasi

    4. Humanisme

    5. Theologi Kultural.

    “Hai saudara-saudaraku dengan plotisme kita pun mendapat kunci pembuka seribu pintu kemenangan, dengan plotisme kita mempunyai seribu kunci etika pergaulan.” (Siasah Masuniyah muka 43)

    Dalam dasar Freemasonry Italia terdapat perbedaan sedikit :

    1. Nasionalisme

    2. Trinitas

    3. Humanitas

    4. Sosialisme

    5. Demokrasi.

    Dalam dasar Freemasonry Palestina terdapat sedikit perbedaan pula:

    1. Nasionalisme

    2. Monotheisme

    3. Humanisme

    4. Sosialisme

    5. Demokrasi

    Pandit Jawarhal Nehru pernah mempunyai gagasan dasar negara India merdeka, yang dibahas di depan Indian Kongres : Panc Svila

    1. Nasionalisme

    2. Humanisme

    3. Demokrasi

    4. Religius

    5. Sosialisme

    Bandingkan dengan San Min Chu I dari Sun Yat Sen :

    1. Mintsu

    2. Min Chuan

    3. Min Sheng

    4. Nasionalisme, Demokrasi dan Sosialisme

    Bandingkan dengan lima asas dari Muhamad Yamin, yaitu

    1. Peri kebangsaan

    2. Peri kemanusiaan

    3. Peri ketuhanan

    4. Peri kerakyatan

    5. Kesejahteraan rakyat

    Bandingkan dengan lima asas dari Soepomo :

    1. Persatuan

    2. Kekeluargaan

    3. Keseimbangan lahir batin

    4. Musyawarah

    5. Keadilan rakyat

    Bandingkan dengan lima asas dari Soekarno :

    1. Nationalisme (Kebangsaan)

    2. Internationalisme (Kemanusiaan)

    3. Demokrasi (Mufakat)

    4. Sosialisme

    5. Ketuhanan

    Bandingkan dengan lima asas Aquinaldo pim-pinan Nasionalis Filipina. Lima asas ini disebut asas yang lima dari gerakan Katipunan. Sesungguhnya lima asas Katipunan ini disusun oleh Andres Bonifacio 1893 M :

    1. Nasionalisme

    2. Demokrasi

    3. Ketuhanan

    4. Sosialisme

    5. Humanisme Filipina

    Empat asas Pridi Banoyong dari Thailand pada 1932 M:

    1. Nasionalisme

    2. Demokrasi

    3. Sosialisme

    4. Religius

    Dan Pancasila :

    1. Ketuhanan Yang Maha Esa

    2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

    3. Persatuan Indonesia

    4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

    5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    Prinsip indoktrinasi Zionisme, agaknya cukup fleksibel karena mampu beradaptasi dengan pola pikir pimpinan politik di setiap negara. Mengenai urut-urutannya boleh saja berbeda, tetapi prinsip-nya tetap sama, mengacu kepada doktrin baku Zionisme. 

    GARUDA DIDADAKU????????????? OH TIDAK KAWAN,,,,,,,,ANTI ISR@EL SAK MODARRRRRRRRRRRREEE..!

    http://adji.wordpress.com/category/doktrin-zionisme-ideologi-pancasila/

    Tambahan :kekejian Yahudi Zionis :

    http://www.google.co.id/images?hl=id&biw=1280&bih=578&q=gambar+zionis&um=1&ie=UTF-8&source=univ&ei=2ZcYTfKPOsaurAei-rnfCw&sa=X&oi=image_result_group&ct=title&resnum=1&ved=0CCcQsAQwAA

    SEKILAS PANDANGAN FREEMASONRY Terhadap agama

    FREEMASONRY yang terkenal itu dinamakan Masuniyah dalam bahasa Arab, Masunik dalam bahasa Urdu, Freemasonry dalam bahasa Inggris, Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda, France Masonerie dalam bahasa Perancis.

    Sikap Freemasonry terhadap agama :

    Pada awalnya dalam menjalankan misinya golongan ini menggunakan tali persahabatan dan tidak mau menyinggung soal agama. Pada tahap berikutnya, mereka menerbitkan buku-buku yang memuat tentang pertumbuhan agama-agama itu dan bermuka ilmiah itu dikatakannyalah bahwa semua agama itu sama, agama hanya satu alat untuk memperbaiki akhlak masyarakat atau agama hanya berupa kepercayaan bagian dari budaya suatu bangsa. Dalam berdakwah menguraikan ajarannya itu gerakan Freemasonry mempergunakan Club-club, balai-balai pertemuan ilmiah, gedung-gedung ikatan pemuda, sehingga pengaruh Freemasonry tertanam pada jiwa-jiwa pemuda itu dan orang-orang yang bertimpang dalam agamanya itu salah paham pada agama.

    Seorang pimpinan sebuah organisasi pemuda itu pernah berkata : “Membeda-bedakan agama itu termasuk fikiran ortodok. Agama itu hanya bagian dari hasil pemikiran seseorang. Semua agama itu baik, setiap bangsa pun mempunyai agama yang asli yang tumbuh dari bangsa itu sendiri, galilah ajaran asli itu, kembali dan kita lestarikan kebu-dayaan nenek moyang yang luhur itu dan ini kewajiban bagi setiap pemuda.”(Majalah Kabana No. 6 muka 32)

    “Islam itu hanya akan membawa pada kecintaan seorang tokoh asing dan cinta Makah-Madinah, sedangkan nasrani itu hanya akan membawa pada kecintaan seorang tokoh asing pula cinta pada Roma dan adat istiadatnya itu, padahal kita telah mem-punyai kepercayaan sendiri yang mungkin lebih baik jika kita gali karena memeluk ajaran asing itu hanya akan membawa kecintaan ke negeri atas angin dan mengokohkan penjajahan fisik, ideologi dan agama.” (Dari brosur Trikoro Darmo disalin kedalam bahasa Indonesia oleh Yusuf Amin).

    Samuel Smith seorang penggerak Freemasonry Irlandia berkata dalam bukunya : “Agama itu diciptakan seorang genius untuk merubah moral agama lama kepada moral agama baru hasil cip-taannya, dengan demikian agama itu kultur yang satu pada kultur yang lain. (Siasat Masuniyah : 38)

    Seorang Simpatisan Freemasonry, Edward Eurnet Tylor berkata : “Culture is that complex whole which includes knowledge, believe, art, morals law, custom and other capacibilities and habite, acquired by man as a member of society.” (Suara Kabana No. 14 muka 32) Artinya : Kebudayaan adalah keseluruhan tatanan hidup yang mencakup sistim pengetahuan, kepercayaan (agama), kesenian, hukum, moral, adat istiadat, kemam-puan dan kebiasaan lainnya yang diterima oleh seorang sebagai anggota masyarakat.”

    Khalil Saman seorang anggota Freemasonry dari Timur Tengah berkata : “Sesungguhnya semua macam agama itu sama saja dan merupakan ajaran-ajaran moral yang ada kalanya bertentangan dengan moralnya sendiri. Suatu dogma kultural ada kalanya dengan ajaran agama itu dapat memecah belah bangsa sendiri atau keluarga sendiri sehingga kerukunan itupun runtuhlah, maka kewajiban bagi seorang Freemasonry untuk menyadarkan mereka dan membebaskan dari kekangan agama itu. Bagi perjuangan untuk kemajuan, pembangunan sebuah negara biasanya penganut agama yang fanatik itu menjadi penghalang utama. Orang Islam meng-kafirkan penganut agama lain, menyuruh mem-punyai anak yang banyak, mengajarkan perang terhadap agama lain, membedakan waris bagi laki-laki lebih banyak dari perempuan, merampas harta kafir dan sebagainya. Dan jika kita renungkan cukup untuk menjadi bom waktu bagi penguasa jika umat Islam itu dibiarkan bergerak dalam organisasinya yang kuat, waspadalah hai penguasa pemerintahan di seluruh dunia, dan wahai Free-masonry seluruh dunia bersatulah!” (Siasat Free-masonry muka 65)

    Orang-orang Asia Tenggara sendiri yang dianggap memegang teguh ajaran agamanya itu telah lama dimasuki ajaran Freemasonry, sehingga banyak tokoh-tokoh dari Asia Tenggara itu ber-bicara dengan suara Freemasonry.

    Berkata Sutan Takdir Alisyahbana dari Indo-nesia : “Kalau benar Tuhan itu adil, mengapa hanya memilih berat sebelah pada Islam saja, bukankah agama itu banyak ? Dengan demikian agama itu bukan ciptaan Tuhan tetapi hasil evolusi pemikiran manusia !” (Majalah Kabana Asia no. 61).

    Berkata Miyen dari Birma : “Jangan membiarkan orang-orang Islam bergerak karena mereka itu pun akan membangkitkan kembali kerajaan Arab.” (majalah Kabana Asia no. 61).

    Khieu Sampan telah memperingatkan anggota Komunis Khmer Merah agar jangan belas kasihan pada penduduk Komping Cham karena mereka itulah orang-orang Islam yang cukup berbahaya jika bergerak ….(Siasah Al Masuniyah walsuyuiyah muka 54).

    Berkata Drs. Suharjo, seorang Freemason Indonesia : “Bangsa Indonesia, terutama kaum inteleknya janganlah diracuni idiologi asing, baik berupa Komunisme, Kapitalisme maupun apa yang dinamakan idiologi Islam.” ( Masuniyah di Asia 67)

    Ir. Sarwono Kusumaatmaja dan Nurcholis Majid dicantumkan dalam majalah Kabana No. 61 karena dianggap turut serta atau membantu Freemasonry menghancurkan umat Islam itu. Ir. Sarwono karena ucapan-ucapannya dalam koran-koran Indonesia yang berisi merendahkan agama terutama Islam, ia terlalu sinis dan anti pati terhadap organisasi-organisasi masa yang berasas Islam itu, karena ucapannya : “Kalau mengingin-kan organisasi agama, mengapa mereka hanya menghimpun satu agama saja? Organisasi-orga-nisasi politik dan sosial jangan diwarnai dengan agama…dan sebagainya.” Maka dianggaplah ia pahlawan Freemasonry dari Indonesia begitu pula dengan Nurcholis Majid karena gagasan mensekulerkan Islam.

    “Kita harus anggap pahlawan Freemasonry serta seharusnya disematkan bintang Daud pada kedua tokoh sekuler Indonesia Ir. Sarwono dan Nurcholis Majid itu… “ (Kabana 61 muka 14)4 )

    Dalam buku-buku terbitan P.D.K seperti dalam anthropologi dan sebagainya, dikatakan agama bagian dari kebudayaan. Dalam Pendidikan Moral Pancasila sengaja anak-anak itu diambangkan ajaran agamanya, sejalan dengan gagasan Free-masonry, sedikit demi sedikit ajaran agama itu dikikis. Mereka pun mengharap agar anak-anak itu jadilah seorang plotis, dan seorang plotis pada hakekatnya itu tidak beragama.

    Dalam buku “Kebudayaan dan Konstitusi” terbitan P.G.R.I disebutkan : “Jadi termasuk pada kultur (budaya) adalah agama, kesenian, kesusas-traan, moral, cita-cita dan aspek-aspek emosional,”

    Drs. Mohammad Hatta, seorang nasionalis Indonesia, mantan wakil Presiden RI pertama, dan penulis beberapa buku pernah mengatakan : “Kebudayaan itu ciptaan hidup dari suatu bangsa. Kebudayaan banyak sekali macamnya, maka menjadi pertanyaan apakah agama itu ciptaan manusia atau tidak, kedua-duanya bagi saya bukan soal. Agama adalah juga suatu kebudayaan, karena dengan agama manusia dapatlah hidup dengan senang, karena itu saya katakan agama adalah suatu bagian dari kebudayaan.” (Masuniyah di Asia muka 34)

    Seorang Freemasonry Singapura, Mr. Chen mengatakan, bahwa agama itu sebagai penghalang pembangunan. Selanjutnya ia mengatakan : “Aga-ma yang hanya terbatas pada tradisi adat saja bukan apa-apa. Tetapi agama yang mempunyai idiologi, jelas berbahaya dan merupakan ekstrim kanan, ia lebih berbahaya jika dibandingkan dengan sosialis kiri Bolswik.” (Manusiyah di Asia muka 34)

    Dari pernyataan-pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa sikap Freemasonry dan Komunis terhadap agama mempunyai titik-titik persamaan. Oleh karena Freemasonry dan Komunis lahir dari induk yang sama, yaitu Yahudi. Bahkan Karl Marx dan Lenin sendiri seorang Freemasonry dan penganjur Freemasonry.

    Freemasonry merupakan panduan bagi impe-rialis, mereka pelopor penjajahan Inggris terhadap Birma, pelopor penjajahan Inggris terhadap Malaysia, dan pelopor Perancis terhadap Indo China dan sebagainya.

    Kaum orientalis kebanyakan terdiri atas anggota Freemasonry yang memandang agama dari kaca mata sekuler, segi kelemahan, budaya, lalu mereka pun mengarang buku-buku tentang agama yang telah dikajikan itu, dan tak lupa pula mereka menyelipkan pandangan yang salah.

  11. M Joko

    agama bisa membuat orang ‘gila’. buktinya, tega membunuh hanya karena beda bacaan syahadat. beragama secukupnya saja, biar tak dianggap manusia aneh. dekatkan diri dengan tuhan, dengan cara sendiri. itu lebih orisinal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: