Monthly Archives: Januari 2010

AMALAN NAIK PANGKAT DAN JABATAN


AMALAN NAIK PANGKAT DAN JABATAN,
AMALAN INGIN MUTASI KE TEMPAT KERJA YANG LEBIH BAIK,
AMALAN AGAR ATASAN DAN BOS BERUBAH PENILAIAN MENJADI POSITIF

Ini amalan yang bagus untuk memohon naik derajat dan pangkat. Cocok untuk diamalkan kita semua yang ingin agar hidup di masa mendatang lebih bermanfaat bagi orang banyak. Bagi pegawai kantoran yang ingin pangkatnya naik dan bahkan ingin mutasi ke tempat yang lebih mendatangkan berkah dan rezeki, amalan ini sangat cocok dilakukan.

Laku tirakatnya sebagai berikut: Puasa mutih 7 hari 7 malam. Setelah selesai dilanjutkan dengan puasa senin dan kamis semampunya, dan berbuka hanya sekali pada jam 12 malam. Mulai puasa mutih pada hari Rabu pon dan tidak boleh mengucapkan kata-kata jorok dan kasar kepada siapapun. Menghindari bergunjing, lebih banyak diam dan diharapkan mampu menahan emosi serta tidak terpancing untuk bertengkar. Menunjukkan kerja yang sebaik-baiknya serta tidak perlu terlihat ambisius

Mantra ini dibaca setiap tengah malam dan ketika bangun pagi sebagai berikut:
“NUGRAHANING DERAJAT KANG KINUNCI JRO PETHI PUROSANI, SOROGE ROSO JATI SANG HYANG SEMAR WUS NURUNAKE TONDHO MUBYAR KUKUNCUNGE, CAHYO MANCUR KUMANJING ONO JIWO ROGOKU, KANIGORO SABUK BENANG BORO BORO TUMURUNE PAYUNG AGUNG, WUS TINAMPAN ROH ROBBANI ALLAHUMMA DARAJATI TURUNSIH”

@wongalus,2010

Categories: AMALAN NAIK PANGKAT DAN JABATAN | 24 Komentar

AJI COCAK IJO GAIB


Ini jenis aji pengasihan yang akan membuat pemiliknya memiliki aura bersinar. Diri kita akan memiliki daya tarik yang mampu menyedot perhatian orang lain di satu komunitas. Wajah fisik yang menurut orang lain biasa-biasa saja akan memiliki daya tarik luar biasa karena kecantikan sebenarnya berasal dari kepribadian.

Kita sering mengenal orang lain yang wajahnya biasa, penampilannya pun biasa namun memiliki kepribadian yang menarik dan disukai banyak orang. Kenapa? Sebab dia memiliki perilaku yang baik. Sifat suka menolong dan penuh welas asih merupakan daya tarik bagi mereka yang mengedepankan rasa di atas logika. Mereka yang mampu mengedepankan rasa di atas logika inilah yang tidak salah memilih teman dan pasangan hidup.

Untuk mengupgrade kepribadian kita yang merupakan cerminan diri sejati yang selalu dekat dengan keindahan sejati-Nya, orang Jawa kuno baik laki-laki maupun perempuan memiliki aji pengasihan AJI COCAK IJO GAIB. Mereka yang memiliki ajian ini akan memiliki daya tarik dan daya pikat yang mampu meluluhkan hati banyak orang. Pantangan yang perlu dihindari adalah tidak berkata jorok, kasar dan menggunjing orang lain.

Lakunya mudah dan sederhana, yaitu selalu membaca mantra di bawah ini setiap malam. Mantranya sebagai berikut:

RAT RAT SI COCAK IJO, MUTER RAT KUMARANE RATU SEJAGAD, YA INGSUN KUMARANING RATU SEJAGAD (3 X)
SANG RAT RAT SI COCAK IJO, MUTER RAT, RATUNING DZATULLAH, YA INGSUN RATUNE DZATULLAH (3 X)
AKU TURU ANA GAIBKU (3 X)
AKU MELEK ANA GAIBKU (3 X)
AKU NGADEG ANA GAIBKU (3 X)
AKU LUNGGUH ANA GAIBKU (3 X)
AKU LUMAKU ANA GAIBKU (3 X)
YA INGSUN CAHYA ALLAH, TINURUNAN GAIB MARANG GUSTI KANG AGUNG.

@wongalus,2010

Categories: AJI COCAK IJO GAIB | 141 Komentar

AJI TUNGGENG MOGOK


Aji Tunggeng Mogok ini hampir sama tujuannya dengan Aji Tunggeng Balik. Ajian juga untuk melindungi harta benda dan usaha kita dari aksi pencurian. Namun bila pencuri ternyata sudah melaksanakan aksinya, maka si pencuri secara otomatis diam terpaku di tempatnya mencuri tidak bisa bergerak seperti orang linglung Dengan memiliki ajian ini kita tidak perlu khawatir dan pusing menjaga rumah, barang, menjaga sawah ladang atau perikanan yang sering jadi incaran pencuri. Lakunya puasa sunah biasa 7 hari mulai hari Selasa atau Kamis. Selama puasa setiap sholah ashar membaca doa di bawah ini 221 kali.

Doanya sebagai berikut:

KULLU NAFSIN DZAA IQATULMAUT. WAINNAMA TUWAFFAWNA UJUURAKUM YAWMAL QIYAAMAH. FAMAN ZUHZIHA ANINNAARI WA UDZKHILAL JANNATA FAQAD FAAZ.

Selesai puasa kita berjalan mengelilingi rumah, sawah, ladang atau tempat usaha yang ingin dipagari. Kaki diangkat sambil membaca ayat tersebut dan kaki diturunkan membaca ayat tersebut hingga selesai. Pencuri yang tertangkap basah tidak akan mampu menggerakkan badannya hingga Anda datang dan sama dengan aji tunggeng balik, maka untuk memulihkan kondisi pencuri seperti sedia kala, baca:

WAMAL HAYAATUDDUNYAA ILLA MATA’UL GHURUUR. WALAA TALUUMUNNA ILLA MIN ANFUSIKUM MIN AZMIL UMUUR.

@wongalus,2010

Categories: AJI TUNGGENG MOGOK | 39 Komentar

AJI TUNGGENG BALIK


Ini ajian untuk melindungi harta benda dan usaha kita dari aksi pencurian. Namun bila pencuri ternyata melaksanakan aksinya, maka si pencuri secara otomatis akan membawa barang curiannya kembali ke rumah Anda dengan rasa malu dan rasa bersalah. Jadi dengan ajian ini kita tidak perlu khawatir dan pusing menjaga rumah, barang, menjaga sawah ladang atau perikanan yang sering jadi incaran pencuri. Lakunya tidaklah sulit dan tergolong mudah yakni sebagai berikut:

Puasa sehari semalam du tempat usaha, bisa di toko, di rumah, di sawah, di tambak atau di ladang. Selama puasa disarankan membaca doa di bawah ini sebanyak-banyaknya agar energinya mampu melingkupi tempat kita menggantungkan rezeki. Selesai puasa, pulang dengan membawa sedikit benda atau hasil tanaman, ladang dan ikan.

Doanya sebagai berikut:

BISMILLAH (3X) BILLAAHI RASUULILLAAH MAQQATILLAH, FASUQYAAHA. FASUBHAANALLAAHI WALHAMDU LILLAAHI WALAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR WALAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ALIYYIL ADZHIIM

Bila pencuri sudah membawa barang Anda kembali ke rumah, maka dia yang kena ajian tunggeng balik ini tidak bisa ngomong dan tubuhna terasa kaku. Untuk membuatnya kembali sadar dan sehat sebagaimana sedia kala maka baca ayat ini:

WAMAL HAYAATUDDUNYAA ILLA MATA’UL GHURUUR. WALAA TALUUMUNNA ILLA MIN ANFUSIKUM MIN AZMIL UMUUR.

Seperti semua amalan dan laku yang lain, tentu saja berhasil dan tidaknya amalan kita tergantung sepenuhnya pada kesungguhan kita meminta kepada Allah SWT. Bila Dia mengijinkan maka kita juga harus mensyukurinya dengan selalu berbuat kebajikan untuk memenuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

@wongalus,2010

Categories: AJI TUNGGENG BALIK | 22 Komentar

AJI PANGLEYAKAN SANGHYANG SARASIJA MAYA


Kiriman Pembaca Sdr. Saphiae

Lontar Aji Pangleyakan menunjukkan tentang cara orang nglekas sesuai dengan ilmu yang dipakainya. Demikian misalnya, kalau orang nglekas pakai Aji Pangleyakan Sanghyang Sarasija Maya Hireng , ia memerlukan peralatan ritual atau sesajen, antara lain sebuah nasi tumpeng berwarna hitam, seekor ayam panggang berbulu hitam, sebelas buah canang gantal, canang lengawangi, canang buratwangi, pasepan, dan tempat meletakkan sesajen, yakni sanggah cucuk.

Ritual tersebut dilakukan di kuburan, yakni pada bagian kuburan yang biasanya dipakai tempat membakar mayat yang disebut pangluangan. Ritual dilakukan pada saat tengah malam. Pada saat melaksanakan ritual orang harus menghadap ke sanggah cucuk , sambil mengucapkan mantra sebagai berikut :

Mantra Aji Pangleyakan Sanghyang Sarasija Maya sebagai berikut:

HIDEP AKU SANGHYANG MAYA HIRENG. MELANG-MELANG KADI INDIT. WIJIL GENI HIRENG RING WUWUNANKU. DUMILAH KADI TATHIT. MANGEDEG AKU MAREP WETAN. MANEMBAH KI LEYAK PUTIH RING AKU, MANGADEG AKU MAREP KIDUL, MANEMBAH KI LEYAK ABANG RING AKU. MANGADEG AKU MAREP KULON, MANEMBAH KI LEYAK KUNING RING AKU.
MANGADEG AKU MAREP LOR, MANEMBAH KI LEYAK HIRENG RING AKU.
GURUN TA MAGURU RING AKU. APAN AKU SANGHYANG KUNDHI MANIK
HIRENG. MANGADEG AKU TAN PATALAPAKAN. MIBER AKU TAN PAHELAR. TAN HANA JURANG, TAN HANA PNGKUNG, TEKA ASAH, ASAH, ASAH. AKU ANGADEG TENGAH ING TAN HANA. SARWA DETYA, DANAWA, RAKSASA, SARWA DEWA, WIDYADARA-WIDYADARI, RUMANGSUK RING AWAK SARIRANKU, AKU ANGRANGSUK SARWA AENG, SARWA GALAK. SINGHA RING TANGANKU TENGEN.
BARONG RING TANGANKU KIWA. GARUDA RING AREPKU. NAGA RING
WUNGKURKU SING ANELENG AWAK SASIRANKU PADA NGEB. TEKA NGEB SIREP KUKUL DUNGKUL KE SATRU MUSUHKU KABEH. KUMATAP-KUMITIP NGEB. SING MATANGAN, MASOCA. MAKARNA, MAHIRUNG, MACANGKEM, PADA NGEB.
TAN KWASA NGUCAP-UCAP AWAK SAIRANKU. PAMEDHI NGEB. PANUNGGUN KARANG NGEB. TONYAN MARGA NGEB. ASU NGEB. SING MARA PADA BEGA. MANAK I CILI MANANDAN. SAKTI KAMAJAYA. MARGA KITA RING GAGELANG, MULIH NGAMBAH KABETEN LANGKANGANE. SIREP BUNGKEM SASTRU MUSUHKU WONG KABEH. TAN KWASA NGUCAP -UCAP AWAK SARIRANKU. POMA, POMA, POMA.

Dengan melakukan ritual tersebut seseorang bisa menjadi leyak. Wujudnya tercermin dari isi mantra yang diucapkan, sebab mantra tersebut berisi gambarran tentang wujud leyak yang diinginkannya. Sesuai dengan isi mantra itu, maka wujud leyak dari Aji Pangleyakan Sanghyang Sarasija Maya Hireng adalah manusia berwajah angker dan galak.

Ia mampu berdiri tanpa menyentuh tanah dan mampu terbang tanpa sayap, serta tidak ada lembah dan bukit yang sanggup enghalanginya. Kepalanya mengeluarkan api hitam yang disertai oleh percikan-percikan api laksana kilat. Apabila ia berdiri menghadap ke timur, leyak yang mengeluarkan api putih akan menyembah, bila ia berdiri menghadap ke selatan, semua leyak yang mengeluarkan api merah akan menyembah, bila ia berdiri menghadap ke barat, semua leyak yang mengeluarkan api kuning akan menyembah, dan kalau ia menghadap ke utara, semua leyak yang mengeluarkan api hitam akan menyembah. Semua leyak takut dan berguru kepadanya. Raksasa, bidadari, dan dewa takut kepadanya.

Semua mahkluk hidup yang bertangan, bermata, bertelinga, berhidung dan bermulut merasa ketakutan dan tidur lelap karena terpengaruh oleh ilmu sihirnya. Anjing yang suka menggonggong di malam hari juga akan tertidur pulas. Apabila ada orang yang memergokinya, maka dia akan bungkam dan tidak bisa bergerak karena tidak memiliki tenaga. Dengan demikian leyak tersebut akan dapat dengan mudah melakukan aksinya.

@@@

Categories: AJI PANGLEYAKAN SANGHYANG SARASIJA MAYA | 32 Komentar

DOA MENGATASI KESEDIHAN


Imam As Syadzili R.A mengatakan: “Pada suatu malam saya ditimpa kesedihan yang sangat dalam. Lalu saya mendapat ilham untuk memanjatkan doa. Doanya sebagai berikut:…

MA NANTA ALAYYA BIL IIMANI WAL MAHABBATI WATTHAATI WATTAUKHIDI FAAKHODZAT MINNAL GHPFLATU WASYAHWATU WAMA’SYIYATU WATHARA KHATNI NAFSU FIIBAHRI LATHULMI FAHUWA MUTHLIMATUWWA ABDDUKA MAKHZUUQUM MAHMUUMUM MMAGHMUUMUW WAQAD ILTAQAMATU NUUNULHAWAA WAHUWA YUNADIIKA BIDA ALMAKHBUBIL MAKHSYUUMI NABIYYAKA WAABDI YUNSU IBANA MATA WAYAQUULU LAILAAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNAI KUNTUMINA DHOLIMIIN.

FASTAJIBLII KANASTAJABTA LAHU FANBIDZNII BIARAAI MAKHABBAATI FIIMAKHALLA TAFRIIDI WALWAKHDATI WAANTA ALAA ATZHJARILLUTHFII WAJANANI INNAKA ANTALLAHUL MALIKUL MANNAANU WALAISALII ILLA ANTA WAKHDAKA LASYARIIKA LAKA WALASTA BIMUKHLIFI WAKDIKA LIMAN AMANA BIKA IDZKHULTA WAQAULUKAL KHAQQU (FASTAJABNA LAHU WANAJJANAHUL GHAMMA WAKADZALIKA NUNAJJALMU’MINIIN. (Qs Al Anbiya (21:87)

YA ALLAH YA JAMIILU YA JALIILA LUTHFI ULTHUFNII BILUTHFIKAL LADZII LATHAFTA BIHI WANSYURNII BIRRUKBI SYADIIDI ALAA AKDAIKA INNAKA ALAA KULLI SYAIIN QADIIR. ***

Artinya:
Engkau anugerahkan keimanan dan cinta kepada hamba, serta ketaatan dan tauhid, lalu hamba disergap kelalaian, syahwat dan maksiat. Nafsu melemparkan hamba ke lautan kedzaliman yang gelap gulita, sementara hamba-Mu meratap penuh kesedihan, kemuraman dan kegelisahan karena ditelan Nun hawa, ia pun berseru kepada-Mu dengan seruan kasih yang ma’shum, Nabi dan hamba-Mu, Yunus bin Mata: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim.

Kabulkan seruan hamba sebagaimana Engkau kabulkan dia. Teteskan kepada hamba dengan keterbukaan cinta di ruang penyendirian dan kemanunggalan dan tumbuhkanlah di atasnya pohon-pohon kelembutan dan kasih saying. Sesungguhnya Engkau Allah Sang Maha Raja yang Maha Memberi Anugerah. Hamba tidak memiliki siapa-siapa selain Engkau Yang Esa dan tiada sekutu bagi-Mu, dan Engkau bukan Dzat yang mengingkari janji-Mu kepada orang yang beriman kepada-Mu. Sebab, Engkau berfirman dan firmanmu adalah kebenaran semata: “Maka kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikian kami selamatkan orang-orang yang beriman.

Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat yang Agung kelembutan-Nya, kasihilah hamba dengan belai kelembutan-Mu yang biasa Engkau belaikan pada kekasih-kekasih-Mu. Jayakan hamba dengan gentar ketakutan untuk musuh-musuh-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. ***

Dzikir ini bagus dilantunkan pada saat kita ditimpa kesedihan yang sangat dalam. Sehingga hati kita tetap tabah dan tegar menghadapi berbagai persoalan dan terhindar dari keputusasaan menunggu datangnya rahmat dan pertolongan Allah SWT.

@wongalus,2010

Categories: DOA MENGATASI KESEDIHAN | 15 Komentar

DOA BALA SEWU


Bala sewu merupakan doa terkenal yang diajarkan kyai-kyai di pondok-pondok pesantren. Mereka mengajarkan kepada para santrinya sebagai pegangan. Sifatnya yang praktis dan mudah untuk dikuasai sehingga doa ini begitu banyak yang mengamalkan sebagai bagian dari pertahanan diri menghadapi berbagai kesulitan dan kejahatan.

Kegunaan doa ini yaitu mendatangkan bala bantuan gaib yang akan membantu melindungi diri dari serangan baik gaib maupun nyata baik mendadak maupun terencana. Mereka yang berniat jahat dan memiliki niat untuk memancarkan kekuatan negatif secara otomatis akan urung niatnya. Bahkan energi perlindungan yang memancar dari doa bala sewu ini mampu mengusir dan membuat ketakutan makhluk-makhluk yang berniat jahat.

Tidak ada laku khusus untuk menguasai doa ini, cara mengamalkannya cukup dengan membaca doa di bawah ini setiap selesai salat wajib lima waktu dan meniupkannya ke telapak tangan kemudian mengusapkannya ke seluruh tubuh. Visualisasikan cahaya petir datang dan masuk ke telapak tangan Anda, selanjutnya petir itu kuaskan ke badan halus Anda dan menjadi pelindung yang sangat kuat dari semua bahaya yang datang. Dengan ijin Allah SWT, Anda akan selamat dari semua serangan gaib maupun fisik yang membahayakan dimanapun berada.

Doanya sebagai berikut:
ALLAHUMMA MA’ALLAAHI NAASHIRUN A’DAA-UN SARHUN QADIIRUN AAMINUN YAA RABBAL AALAMIN, WASHALLALLAAHU ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA-AALIHI WASHAHBIHI AJMA’IN BIRAHMATIKA YAA ARHAMARRAAHIMIN.

@wongalus,2010

Categories: DOA BALA SEWU | 90 Komentar

KESURUPAN PENARI BARONG


Bali memang menyuguhkan eksotisme. Termasuk budaya mistiknya yang kental di masyarakat. Salah satunya adalah saat pertunjukan tari barong yang disajikan kepada para tamu yang berkunjung ke sanggar-sanggar seni rakyat.

Beberapa saat lalu saya berkesempatan untuk menyaksikan pergelaran Tari Barong di Gianyar, Bali. Pertunjukan biasanya dipergelarkan setiap hari mulai pukul 9.30 hingga pukul 11.30 WITA di sebuah gedung pertunjukan rakyat yang sederhana. Awalnya gedung itu kosong, saya berkesempatan berkeliling gedung. Saya menyaksikan banyak makhluk halus berumah di belakang pentas. Ada beragam jenis makhluk halus yang ada di gedung luas ini. Mulai berbentuk singa namun berbadan manusia, ada yang bertentuk manusia berwarna gelap berkepala besar dan memiliki taring menonjol, ada yang berbentuk kera hitam, ada berbentuk wanita cantik dan lain-lain.

Menjelang pukul 9.30 tempat duduk yang terbuat dari beton itu terisi penuh oleh para tamu wisatawan. Pertunjukan dimulai dengan gamelan Bali yang rancak dan magis. Denyut nadi berdegub penuh gairah. Ini ciri gamelan Bali yang berbeda dengan gamelan Jawa yang lebih pelan. Tari barong itu menyajikan kisah bagaimana Barong simbol kebaikan bertempur dengan Rangda sebagai simbol kejahatan. Barong dan Rangda sama-sama sakti dan tidak terkalahkan. Begitulah isi dunia ini. Selagi dunia ini ada, kejahatan dan kebaikan selalu menjadi pasangan abadi yang tidak pernah lenyap. Pasangan yang siap bertempur tanpa ada yang menang dan kalah.

Yang menarik, pada saat akhir pertunjukan tari yaitu ketika prajurit rangda yang diperankan oleh tiga pria tanpa menggunakan baju itu keluar membawa keris. Mereka unjuk kesaktian. Menusuk-nusukkan keris sekuat tenaga ke dada dan tidak ada luka sedikitpun pada tubuh mereka. Terlihat mereka kebal senjata pada saat-saat khusus yaitu saat kondisi jiwa mereka sedang trance atau kesurupan. Kesadaran fisik mereka menghilang untuk sementara dan diganti dengan kesadaran jiwa dan ruh. Sayangnya, kesadaran jiwa dan ruh siapakah yang memasuki tubuh mereka, mereka sendiri tidak menyadarinya.

Tahukah siapa yang memasuki kesadaran jiwa mereka sehingga senjata apapun tidak mempan melukai tubuh parajurit rangda itu? Yang masuk ke tubuh mereka adalah para makhluk halus yang saya lihat sebelum pertunjukan. Masuknya makhluk halus ke tubuh mereka terlihat begitu cepat dalam hitungan sepersekian detik. Seiring dengan melemahnya kesadaran para penari tersebut dan diganti dengan kesadaran lain yaitu kesadaran makhluk halus itu. Untungnya, kejadian ini tidak berlangsung lama. Sekitar sepuluh hitungan, seorang pawang makhluk halus (dukun) berpakaian putih datang dan memercikkan air ke tubuh mereka. Seketika itu pula kesaktian mereka hilang dan kesadaran mereka pulih seperti sedia kala.

Fenomena ini sama seperti saat penari kuda lumping memakan kaca dan beling yakni saat kondisi mereka sedang kesurupan, atau pemain debus yang menjilati api namun lidah sama sekali tidak terbakar. Kesurupan adalah kondisi saat kesadaran kita hilang dan diganti dengan kesadaran lain yang bukan kesadaran diri kita. Kesadaran semacam ini bisa direkayasa untuk maksud-maksud khusus sepertki pertunjukan dan lain-lain. Kesurupan memang tidak selalu enak ditonton karena menyajikan atraksi kekebalan badan.

Kalau tari barong, debus dan kuda lumping nyaman dinikmati sebagai hiburan tidak demikian dengan aksi para politikus yang biasanya juga mengadakan atraksi “kesurupan.” Pertunjukan mereka sangat buruk dan dari segi moral sangat tidak nyaman dirasakan oleh rakyat kebanyakan. Lihatlah bagaimana mereka yang terlibat kasus Bank Century (para petinggi negara), KPK—Kejaksaan—Kepolisian, dan berbagai kasus lain saling berebut mencari pembenaran. Mereka juga benar-benar kesurupan saat hanya menyalahkan pihak lain dan membenarkan dirinya sendiri. Seakan-akan diri merekalah yang paling benar dan berhak untuk bebas dari jeratan hukum. Para tersangka ternyata juga kebal. Bila penari Barong kebal senjata tajam, maka para tersangka kebal hukum. Bila penari Barong bisa sadar dari kesurupan karena bantuan dukun, para tersangka mungkin tidak pernah sadar karena hati nurani mereka telah terbiasa untuk ditipu daya oleh kesadaran-kesadaran palsu.

Manusia-manusia yang seperti inilah yang membuat negeri ini menjadi bobrok dan kumal!

@wongalus,2010

Categories: KESURUPAN PENARI BARONG | 11 Komentar

SUWUK BOCAH LARA MURIH WARAS


Ini laku apabila ada anak kecil dan bayi sedang sakit agar segera sembuh atas ijin Allah SWT. Caranya: Ayah si kecil berdiri di arah kaki sang anak tidur kemudian baca mantra di bawah ini sambil menahan nafas dan melangkahi si anak dengan arah mulai kaki menuju kepala. Menjalankan laku amalan ini tiga kali. Artinya membaca mantra tiga kali dan melangkahi tubuh anak tiga kali.

Mantranya sebagai berikut: BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, NIYAT INGSUN MACA KIDUNG, SING GEDE TUNGGU BAL, SING KAWUK TENGUK TENGUK, SING AMBA TADAH AMIN, INGSUN ANA SATENGAHING LAWANG DENGAL PLANANGAN, SIRA AJA WURUK SUDI GAWE JABANG BAYI SI (…..SEBUT NAMA ANAK YANG SAKIT) PASIHANING ALLAH, SIRA SUMINGKIRA, PANGGUNANMU ING ARA-ARA AMBA, PAKANANMU GRAGAH RAYUNG, YEN ORA SUMINGKIR TAK ATURAKE GUSTIKU RASULULLAH SALALLAHU ALAIHI WASSALLAM.

Selain sakit akibat penyakit fisik, doa suwuk ini manjur untuk mengobati sakit akibat kemasukan berbagai jenis makhluk halus. Khusus untuk mengobati sakit akibat kemasukan/kerasukan ini, bergantung pada kekuatan batin yang membaca mantra. Untuk memperkuat doa, disarankan menjalali laku tirakat puasa mutih 3 hari sebelum berdoa.

@wongalus,2010

Categories: SUWUK BOCAH LARA | 4 Komentar

AMALAN GURU SEJATI


Amalan ini juga disebut BEGALAN GEDE, sebab saat akan pulang ke Rahmatullah, yang dinamakan “Makdum Sarpin” atau banyak disebut sedulur/saudara manusia tidak mau ketinggalan. Harus ikut pulang ke alam kelanggengan juga. Sehingga dengan mengamalkan ini maka jalan kematian akan mudah dan kehidupan setelah alam kematian akan semakin terang. Amalan ini oleh sebab itu juga untuk menjawab apa dan bagaimana sebenarnya rupa guru sejati atau RUH kita sendiri. Manfaat lain amalan ini: APA SAJA YANG KITA INGINKAN AKAN TERKABUL. Misalnya, kita ingin menghilang. Atau kita bisa mecah raga seperti dasamuka yang memiliki banyak badan wadag dalam waktu yang bersamaan.
Lakunya puasa mutih tujuh hari, (berbuka dengan hanya memakan nasi putih dan air putih), selanjutnya pati geni (tidak menyalakan api dan tidak melihat api, kita bertapa di dalam kamar atau gua yang gelap) dan tidak tidur semalaman. Mantra dibaca saat sore hari dan saat pagi hari. Mantranya sebagai berikut:
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIMI SANG GURU PUTIH NU HERANG NU LENGGANG MUGA KATONA SANG RUPA MAYA PUTIH.

KUN DZAT KUN AJA ANGALINGI IN DZAT, SUKSMA ATAPA SAJRONING WEWAYANGAN, RAHSA SUKSMA ANGEMBAN WEWAYANGAN, SIRA METUWA INGSUN AREP WERUH SEJATINING URIP.

Ini mantra untuk mengeluarkan guru sejati (ruh) yang merupakan bayangan manusia.

SANG REKA MAYA RUPA MAYA ASIH

Ini mantra menyayangi guru sejati

BUR CAHYA RUPA CAHYA RUPA SAPALINGGIHANING CAHYA BUR DZAT SANG KALETER PUTIH, DZAT SA DZAT LES

RUPA CAHYA SANG NGINDEL PUTIH MULYA KANG LANGGENG CAHYA SAMPURNA, IYA INGSUN SAJATINING TAJALLULLAH KANG LUWIH SAMPURNA, SAH DZAT SAH SIFATE SADEGE SALINGGIHE SAOSIKI, HU WA IYA ALLAH

SI WELLADA ANAKE TAN ANA NDELENG SIRIK, DHEWEK HAHAK LANGAK YA AKI KASUMARAN

BISMILLAHIRRAHMANIRROHIM, BUR CAHYA RUPA CAHYA SAPALUNGGUHANING CAHYA SANG PELATUK PUTIH BUR DZAT LAR DZAT LES HU

BUR TAN ANA PUTIH DZAT SUCINE LAGI ANA ING SUCI, BUR PUTIH NU GUMETER PUTIH BALA PUTIH IDER PUTIH LES PUTIH

SUKSMA MULYA CAHYA PUTIH ALINGANA INGSUN, YA INGSUN REKSANEN KANG ABECIK, SIRA ANGREKSA INGSUN

SUKSMA MULYA CENGENG ALINGANA INGSUN, REREKSANIRA DEN ABECIK, SIRA NGREKSA INGSUN MAKDUM SARPIN, ALINGANA INGSUN, INGSUN REREKSANIRA, DEN ABECIK SIRA ANGREKSA INGSUN.

@wongalus,2010

Categories: AMALAN GURU SEJATI | 96 Komentar

AMALAN AGAR ANAK TIDAK SUKA BOHONG DAN MENURUTI ORANG TUA


Achmad Buari says: Yth: Ki Wong Alus. Saya mau tanya apa do’a dan amalan untuk agar anak tidak suka berbohong kepada orang tua, dan agar nurut dg orang tua, karena dia kelihatanya lebih nurut dg pengaruh dari teman temanya yg prilakunya tidak baik terima kasih.

 Jawaban: Orang tua adalah contoh dan teladan Anak. Anak akan berperilaku sesuai dengan perilaku orang tua. Maka, kita sebagai orang tua harus introspeksi dengan berperilaku yang baik, tidak menang sendiri serta menghargai hak-hak anak. Perilaku orang tua dan kasih saying orang tua akan menjadi energi kebaikan dan itu akan menyebar ke lingkungan terkecil yaitu keluarga. Setelah kita memperbaiki dan menata perilaku, ada baiknya kita berdoa yang kita panjatkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa usai melaksanakan sholat lima waktu cukup satu kali. Doanya sebagai berikut:

 ALLAHUMMAJ’ALNI MAHBUUBAN FII QULUUUBIL MU’MINIINA WAL MU’MINAATI WAL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAATI. FABASYSYIRNII WABALLIGHNI WABILGHAINA ILAA MI-ATIN WA’ISYRIINA SANATAN. FALLAAHU KHAYRUN HAAFIZHAA WAHUWA ARHAMUR-RAAHIMIIN.

 (Ya Allah jadikan aku orang yang dicintai di hati orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan dan orang-orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Maka berilah aku kebahagiaan dan berilah aku kekayaan hingga usia seratus dua puluh tahun. Allah adalah yang terbaik sebagai Pemelihara dan Dia adalah yang paling mengasihi dari para pengasih). Tiupkan ke telapak tangan kita.

 Selanjutnya, saat anak tertidur usahakan agar kita mengusapkan tangan kanan kita ke dahinya untuk mentrasfer doa dan harapan kita tersebut. Semoga Allah SWT mengasihi keluarga kita. Terima kasih untuk mas Ahmad Buari.

 @wongalus,2010

Categories: AMALAN ANAK JUJUR PENURUT | 57 Komentar

RESEP PANJANG USIA


Alam semesta ini adalah sebuah paket puja dan puji untuk Tuhan Semesta Alam. Semua elemen dan unsur di alam ini tercipta untuk memuja satu sumber energi terbesar yaitu Tuhan Yang Maha Terpuji. Paket itu terangkum dalam setiap gerakan batin untuk ber-TASBIH, ber-TAHMID dan ber-TAKBIR.

 Karena sudah paketan, setiap hal memiliki usia hidup yang juga sudah paketan. Setiap paket memiliki batas usia maksimal. Begitu pula dengan manusia, paket usia manusia juga sudah ditentukan oleh manusia itu sendiri. Nah, berapa panjang usia manusia? Setiap manusia tidak sama usianya. Tergantung pada berapa tahun dia ingin hidup. Jadi saat kita menggerakkan kesadaran ruh untuk menetapkan batas usia, maka di situlah kita mematok dan memaket sendiri target usia kita.

 Sayangnya, kesadaran fisik (otak) yang bermuatan EGO atau AKU berkata lain. Nafsu manusia kadang tidak sama dengan kesadaran ruh kita yang sudah menetapkan batas usianya sendiri. Nafsu manusia yang memiliki kecenderungan untuk MENGUASAI, MEMILIKI, MEMPERKAYA DIRI, MEMPERMUDAH DIRI akan membuat usia kita semakin pendek.

 Hidup manusia modern kelihatannya semakin mudah. Semuanya serba elektronik dan digital. Manusia semakin malas bergerak memencet tombol televisi, karena sudah ada remote. Dengan remote, hanya dengan menggerakkan jari channel stasiun televisi pun berpindah. Badan tidak perlu lagi bangun, otot kaki dan tangan tidak lagi olah raga.

 Untuk berangkat kerja, manusia modern menggunakan kendaraan dan dia hanya perlu sedikit energi. Tubuhnya minim gerakan. Makanan yang dikonsumsi pun penuh dengan racun-racun yang siap membuatnya kelebihan  berat badan, kolesterol, asam urat, diabetes. Segudang penyakit baru lahir akibat pola hidup dan pola makan yang keliru. Sel-sel baru mutan yang kita sebut sel KANKER siap menggerogoti usia kita.

 Manusia modern merasa tidak perlu beranjangsana ke para saudara dan tidak perlu mengunjungi teman dan sahabat karib lagi. Silaturahim cukup dilaksanakan dengan SMS, telepon, yahoo messenger, facebook. Untuk memuaskan dahaganya akan ilmu pengetahuan, dia hanya perlu mengakses internet. Di sinilah perpustakaan terbesar di dunia dalam genggaman.

 Akibatnya? Usia manusia modern jadi mengkeret. Harusnya usia yang ditarget 100 tahun, ternyata saat usianya menginjak 50 tahun, tubuhnya rusak. Itu bila tidak dilanda stress akibat beban hidup yang menghimpit. Masalah asmara dengan segara persoalannya seperti perselingkuhan, Wanita Idaman Lain/Pria Idaman Lain, masalah ekonomi dengan segala variannya, dan segudang soal lain karena manusia masih berkutat pada kesadaran fisik (otak). Manusia modern memang telah kehilangan DIRI SEJATINYA.

 BELAJAR DARI ADAM

Membahas usia setidaknya kita mengenal dua wacana: Usia kronologis/usia biologis dan Usia Mental. Usia kronologis adalah perhitungan usia yang dimulai dari saat kelahiran seseorang sampai dengan waktu penghitungan usia. Usia mental adalah perhitungan usia yang didapatkan dari taraf kemampuan mental seseorang. Misalkan seorang anak secara kronologis berusia empat tahun akan tetapi masih merangkak dan belum dapat berbicara dengan kalimat lengkap dan menunjukkan kemampuan yang setara dengan anak berusia satu tahun, maka dinyatakan bahwa usia mental anak tersebut adalah satu tahun.

 Rumus kecerdasan (IQ) dari Stanford Binet yang ditunjukkan untuk mengkuantitaskan fungsi intelektual akhirnya mendapati rumus IQ sebagai berikut: IQ = (MA/CA) x 100.  MA (Mental Age) adalah umur kemampuan intelligence seseorang dan CA (Cronological Age) adalah umur kronologis. Ini berarti semakin tinggi KECERDASAN IQ seseorang perbandingan usia mentalnya harus lebih tinggi dari usia kronologisnya. Misalnya usia mental kita 30 tahun namun sudah mampu berpikir tentang makna dan hakikat hidup seperti seorang berusia 60 tahun, ini berarti dia memiki kecerdasan yang tinggi. Siapa sosok paling cerdas di dunia yang kecerdasannya sudah melampaui rentang usia hidup di dunia dan sudah menemukan makna kesimpulan hidup di dunia bahkan hingga akhir pergelaran alam? Mereka adalah para Nabi.

 Manusia pertama kali hidup di bumi ini adalah ADAM AS. Tahu nggak usia beliau? Kalau tidak salah duga: Seribu tahun-an. Atau sepuluh kali lipat manusia sekarang. Usia Nuh AS pun sekitar sembilan kali lipat usia manusia modern. Itu pun bila diandaikan usia manusia modern 100 tahun. Kenapa mereka bisa berusia lama? Kita tidak akan menjawab karena sudah TAKDIR. Jawaban yang membuat selesai persoalan.

Marilah kita olah rasa/olah batin sesaat. Apa resep Adam panjang usia? Apakah ADAM tidak gelisah atau stress? Jelas juga gelisah saat di turunkan dari Surga dan mencari pasangan hidup satu-satunya, HAWA. Dia sendirian berjalan melintasi hutan belantara yang sunyi. Gunung, semak belukar, padang pasir, dia arungi dan harus bisa survive. Bertahan hidup dari bahaya yang siap mengancam dari segala penjuru sewaktu-waktu.

 Adam menggunakan seluruh panca indera, akal dan batinnya untuk hidup. Dia membuat pakaian dari kulit binatang. Masa itu belum ada pabrik kain dan toko kain. Dia hidup sendiri di bumi. Berarti dia harus membunuh binatang dan menguliti tubuh binatang untuk kemudian dijadikan pakaian. Pisau belum ada karena belum ada pabrik logam. Adam menggunakan akal pikiranya untuk menemukan cara membuat pisau. Tuhan tidak membekali alat-alat canggih kepada Adam untuk bertahan hidup. Tuhan tidak membekali Adam dengan Global Positioning System (GPS) untuk menentukan letak Hawa. Sesobek Peta pun belum ada yang membuat.

 Adam hanya dibekali Tuhan: “NAMA-NAMA SEGALA BENDA.” Dengan itu, Adam menafsirkan, mendefinisikan, menggolongkan, mengadakan spesialisasi ordo, genus,  spesies benda-benda. Menalar dan merasa, selanjutnya membuat alat-alat baru untuk mempermudah hidupnya. Jadi, Adam mencari Hawa di permukaan bumi yang luas ini menggunakan kemampuan akal dan batinnya.

 Hidup Adam adalah sangat adaptif dengan alam. Adam tidak lahir enak-enakan, dimanja situasi dan keadaan. Hidupnya benar-benar sebuah PERJUANGAN. Tidak seperti di Surga yang semuanya serba dilayani, di Bumi ini Adam harus  menggerakkan seluruh kemampuannya agar bisa melangsungkan hidup demi lahirnya manusia secara turun temurun.

Adam memang digariskan sengaja mendekat dan memakan buah Khuldi– simbol nafsu sehingga dia bisa membuat peradaban manusia. Jadi tidak ada yang salah pada diri Adam karena memang manusia secara kodratnya sudah dilengkapi dengan nafsu. Sementara di surga, nafsu tidak mendapat tempat. Nafsu EGO tempatnya di “bumi” kesadaran fisik (otak) sementara surga tempatnya di kesadaran jiwa dan kesadaran ruh. Dari Nafsu kita belajar memaknai kehancuran dan kerusakan (Syiwa), dari jiwa kita belajar memelihara (Wisnu), dan dari ruh kita belajar untuk mencipta (Brahma).

 Maka bila kita ingin agar panjang usia maka perbanyak menggunakan kesadaran jiwa dan kesadaran ruh. Banyak ibadah, beramal, beraktivitas sosial, pelihara sifat sabar, sumeleh, pasrah, ikhlas dan bersyukur. Jangan biarkan usia dihabiskan untuk mengejar hasil dan target. Karena ini adalah kesadaran fisik (otak dan ego) yang akan menjadi Syiwa yang akan menghancurkan usia.

 @wongalus,2010

Categories: RESEP PANJANG USIA | 7 Komentar

AMALAN MENGAMBIL BENDA BERTUAH


Kemampuan raga sukma bisa digunakan untuk mengambil, menarik dan menyedot benda bertuah.

Caranya sebagai berikut: Datangi tempat yang dianggap ada benda bertuahnya dan lakukan raga sukma dengan duduk bersila atau berbaring. Saat raga sukma, lakukan tes mengambil/menyedot benda-benda bertuah dengan cara :

 Jalankan ruh Anda berjalan ke tempat yang dirasa ada benda bertuahnya. Perasaan kita saat meraga sukma sangat tajam. Pengalaman saya, saat berjalan itu kemudian saya berhenti di sebuah kuburan terdekat. Selanjutnya, buka kedua telapak tangan dan baca kalimat ini: LA HAULA WALA QUWWATA ILA BILLAH berkali-kali dengan emosi agar benda bertuah itu segera datang ke diri kita seperti kita memanggil teman. Tunggu sesaat. Maka benda bertuah akan menempel ke tangan kita atas ijin Allah SWT.

  Saat saya berada di luar kuburan saya memanggil benda bertuah ini, yang datang adalah sebuah maesan (nisan) tua yang keramat. Maesan yang terbuat dari kayu tua ini sudah berusia ratusan tahun dan bisa digunakan untuk memanggil dan berkomunikasi dengan makhluk halus kapanpun saya minta. Maesan itu melayang mendekat kita perlahan lalu menempel seperti magnet di telapak tangan sehingga bisa saya pegang. Saat bacaan saya hentikan, maesan itu kemudian tidak bergerak lagi.

 Kemudian bangunlah, maka benda bertuah itu sudah ada di dekat kita berbaring. (Bila benda bertuah itu tidak ada di dekat kita, berarti pada saat meraga sukma benda bertuah yang dicurigai ada di satu tempat tersebut memang tidak ditemukan). Silahkan diuji. Amalan ini sudah saya buktikan dan ternyata hasilnya luar biasa. Mudah bukan? Jadi sekarang, Anda tidak perlu kagum/heran pada mereka yang diangap memiliki kemampuan paranormal dan bisa mengambil atau menyedot benda bertuah  sebab Anda sendiri sekarang memiliki kemampuan itu. Ya, kita semua manusia normal yang atas perkenaan Allah SWT memang telah diberi kemampuan-kemampuan supranatural seperti ini.

 @wongalus,2010

 

Categories: AMALAN MENGAMBIL BENDA BERTUAH | 261 Komentar

HAKIKAT MIMPI


Salah satu cara kita mengakses kekuatan adikodrati yang maha gaib adalah dengan cara bermimpi. Mimpi juga berarti kendaraan kita menuju relung-reling kegaiban terdalam kenyataan.

 Pada artikel terdahulu berjudul YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA, telah kami paparkan bahwa salah satu cara memulai raga sukma adalah melalui mimpi saat tubuh kita tertidur. Kenapa melalui mimpi? Sebab mimpi adalah rasionalisasi pengalaman astral atau pengembaraan pikiran seseorang keluar dari tubuh fisiknya dan tidak ada pemeriksaan ulang terhadap proses mental dari kesadaran fisik. Melalui mimpi akan terasa bagaimana jiwa adalah PENGEMUDI sementara tubuh fisik kita adalah KENDARAANNYA.

 Jadi sebenarnya, manusia itu mengalami RAGA SUKMA saat fisiknya tertidur. Jadi 90 persen manusia melakukan raga sukma saat tertidur. Sayangnya, dalam raga sukma mimpi kebanyakan orang tidak terkontrol oleh kesadaran ruh sehingga perjalanannya cenderung kesana kemari sehingga tidak mampu dimaknai secara benar. Semakin dewasa usia kronologis seseorang, semakin tua usia mental seseorang idealnya dia semakin mampu untuk mengendalikan mimpinya dan mimpi tidak lagi berkeliaran ke sana kemari tanpa kontrol kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran fisik.

 Sat kita tertidur, fisik kita istirahat total. Kesadaran fisik kita juga berada di titik nol. Kita tidak lagi memikirkan apa-apa. Walaupun penelitian psikologi membuktikan bahwa saat tidur, sebenarnya masih ada aktivitas otak namun ini adalah aktivitas otak yang tidak disadari. Jadi di dalam tidur, tetap ada beberapa jam atau menit dimana kesadaran fisik sama sekali berhenti total dan gelombang otak berada di TAHAP DELTA.

 Manusia sudah diberi Tuhan Yang Maha Kuasa sarana lengkap untuk menjadi bijaksana dan matang secara spiritual. Syaratnya dia harus mampu MEMBACA DIRINYA SENDIRI, MEMBACA CARA KERJA OTAKNYA, MEMBACA DAN MEMPELAJARI BAGAIMANA TUBUH FISIK DAN KESADARANNYA BEKERJA. Sehingga tidak ada alasan bagi satu manusiapun di dunia ini untuk tidak tahu apa hakikat hidupnya termasuk bagaimana mematangkan spiritualnya. Berhubungan dengan kematangan secara spiritual ini, Tuhan juga membuka JALUR PETUNJUK LANGSUNG AGAR BISA DIAKSES OLEH MANUSIA BIASA.

 Jalur petunjuk-petunjuk Tuhan itu ibarat peta perjalanan hidup manusia. Dan dimana kita bisa menemukan petunjuk Tuhan di dalam hidup sehari-hari? Jawabnya melalui MIMPI. Mimpi adalah sarana kita untuk berhubungan dengan HIGHER CONSCOUSNESS, kesadaran yang lebih tinggi yaitu KESADARAN JIWA SEBAGAI PERINTAH DARI KESADARAN RUH. Saat kita tertidur, kesadaran jiwa tidak ikut tidur. Kesadaran jiwa sebagai manifestasi dari ruh kita ini terjaga dan terbangun. Ruh kita berkelana meninggalkan fisik kita sesuai dengan keinginannya. Kebanyakan orang tidak mengetahui kemana ruh kita saat tertidur karena TIDAK DIKETAHUINYA JALUR KOMUNIKASI ANTARA OTAK KITA DENGAN RUH.

 Mimpi sebagai jalur komunikasi antara kesadaran fisik dengan kesadaran yang lebih tinggi haruslah DISADARI agar tidak percuma dan sia-sia belaka. Sebagian dari mimpi-mimpi yang kita alami selama tidur adalah PESAN-PESAN DARI KESADARAN YANG LEBIH TINGGI untuk ditujukan kepada kesadaran fisik (otak). Sehingga sangat masuk akal bila para leluhur kita dulu membuat tafsir mimpi yang beraneka rupa. Mungkin bagi kebanyakan orang yang hidup di jaman modern ini menganggap tafsir mimpi itu sebagai klenik dan gugon tuhon yang tidak punya dasar rasional. Namun, kita tegaskan diforum ini bahwa MIMPI MEMILIKI ALASAN RASIONAL YANG BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA EPISTELOMOGIS. Mimpi ibarat kode-kode morse yang perlu ditafsirkan dengan ilmu morse. Bukan dengan ilmu psikologi, ilmu biologi, apalagi ilmu kedokteran.

 Pada kesempatan kali ini, kita akan membuat hubungan langsung dengan sumber-sumber dari mimpi kita yang benar-benar membuat pesan pesan dari kesadaran lebih tinggi itu. Saat KESADARAN FISIK yang memuat EGO atau KEAKUAN kita ini istirahat selama tidur, saat itulah KESADARAN JIWA akan bangun karena diperintahkan oleh KESADARAN RUH. Salah satu teknik untuk menyadari pesan-pesan itu adalah dengan cara MENCATAT SETIAP MIMPI KITA SELESAI BANGUN TIDUR SEDETAIL MUNGKIN. Mereka yang gigih untuk mengingat bahkan mencatat apa yang terjadi dengan mimpinya akan mulai merasakan berbagai pengalaman aneh karena sebagian kesadaran yang lebih tinggi.

 Mereka yang gigih mencatat mimpi akan mendapatkan fakta sebagai berikut: Merasakan Anda terbang melayang di tanah, hutan atau di tempat lain. Anda bisa menyadari tidur Anda. Ini berarti tubuh fisik kitalah yang tidur, sementara ruh dan jiwa kita bangun karena itu kita sadari tidurnya tubuh kita ini. Kadang kita juga merasakan berbagai pemandangan yang belum pernah kita lihat sebelumnya, ini adalah bukti bahwa ruh kita memang sedang berkelana ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya.

 MEMPROGRAM MIMPI
Ini juga merupakan teknik untuk raga sukma. Sebelum tidur, heningkanlah cipta untuk sesaat (meditasi/semedi). Artinya, sementara kita usahakan untuk melemahkan kesadaran fisik agar kesadaran jiwa terbangun. Kemudian sampaikan niat dalam hati dengan kata kata bebas, misalnya: “TUBUHKU TIDURLAH KAMU DENGAN SADAR AKU KELUAR DARI TUBUH” dan bila perlu ulangi beberapa kali. Selanjutnya tidurlah dengan serileks dan sesantai mungkin. Jangan berpikir lagi agar diri kita tidak didominasi oleh EGO. Jangan berharap berhasil satu dua kali latihan karena mengharapkan HASIL secara cepat adalah memberi kesempatan EGO untuk menjajah jiwa kita. Awalnya, kita akan merasakan getaran halus energi tubuh dan tubuh fisik akan menjadi berat. Jangan takut karena ketakutan adalah EGO.

 Selanjutnya bila latihan rutin setiap hari, kita akan merasa tubuh seperti tenggelam, hingga akhirnya tubuh tertidur namun Anda tetap sadar. Dengan kesadaran itu pula kita bisa mengajak jiwa pergi mengembara kemanapun yang kita niatkan (RAGA SUKMA). Awalnya, jangan jauh-jauh dulu. Bertahap sesuai dengan kemampuan hingga Anda bisa terbang kemana-mana. Bila sudah mahir, tidurlah dan lakukan RAGA SUKMA menuju teman atau sahabat yang lama tidak Anda jumpai. Jumpai dia dan lihat seluruh benda yang Anda lihat, selanjutnya telepon teman lama tersebut dan periksa detail yang Anda lihat dalam raga sukma.

 KESIMPULAN
Pembaca yang budiman, secara tidak disadari kita ini sedang belajar olah kebatinan dan olah rasa tingkat tinggi. Untung saja, kita secara bertahap telah mengenal tahap-tahap perjalanan spiritualitas yang tersebar di berbagai artikel. Sehingga sedikit banyak kita sudah mengenal berbagai bentuk perjalanan spiritual. Ya, belajar tidak bisa langsung jadi cerdas. Semuanya perlu bertahap. Begitu pula untuk mencapai kesadaran jiwa dan kesadaran ruh. Belajar tentang kesadaran jiwa dalam konteks olah rasa, kita diharapkan untuk MENGHAYATI HAL-HAL BARU YANG BISA JADI BERBANDING TERBALIK AKAL KITA, juga berbeda bila kita belajar ilmu apapun yang telah kita kenal sebelumnya. Bila ilmu-ilmu lain menggunakan kesadaran fisik (otak), belajar kesadaran jiwa membutuhkan rasa dan batin kita. Batin adanya diluar kendali otak. Otak hanya bisa menganalisa fakta-fakta obyektif, batin menganalisa fakta-fakta subyektif yang obyeknya adalah kita sebagai subyek.

 

Agar aman, kita tidak akan menempuh perjalanan kesadaran jiwa melalui teknik perewangan alias teknik kesurupan. Kita tidak juga menggunakan teknik trance (ekstase) penghilangan kesadaran fisik secara paksa dan memasukkan kesadaran lain. Perlu diketahui, banyak guru spiritual mengajarkan teknik-teknik semacam ini padahal ini berarti PAKSAAN dan yang terjadi adalah HEGEMONI jiwa kita. Mereka tidak memiliki KONTROL atas kesadaran jiwanya. Ini tentu saja merupakan PEMBODOHAN. Setelah sadar, mereka akan menjadi sebagaimana manusia biasa lagi. Mereka tidak mencapai PERLUASAN KESADARAN SETIAP SAAT SEHINGGA MENGANTARKAN KITA MENJADI DIRI YANG SADAR JATI DIRI. Maka hati-hati memilih teknik dan metode yang pas untuk belajar olah rasa.

 

Teknik terbaik untuk belajar olah rasa adalah TANPA REKAYASA YANG MENGGUNAKAN UNSUR-UNSUR KEKUATAN LAIN DARI LUAR. Jadi kita gunakan saja teknik normal dan alamiah yaitu usaha dan pengalaman sehari-hari sepanjang hidup kita.
Marilah kita mulai pelajaran selanjutnya:
1. KONTROL EMOSI: tadi sudah dijelaskan bahwa kesadaran jiwa tarafnya di atas kesadaran fisik. Namun kesadaran jiwa ini adalah kesadaran perantara antara kesadaran fisik dengan kesadaran ruh. Kesadaran fisik tarafnya masih jauh dari kesadaran ruh. Kesadaran jiwa ini ada di antara dua kesadaran itu sehingga masih ada EMOSI, dan belum MURNI menyuarakan kesadaran RUH.
2. PERLU BERSYUKUR: Ruh berada di jalur metafisik, yang mengatasi ruang dan waktu. Kesadaran ruh kita tidak terbatasi oleh dimana dan kapan kita berada sekarang. Dengan menguasai tingkat kesadaran, kita bisa bergerak secepat kilat kemana pun yang kita sukai. Sepertinya kita tidak terlalu merasakan perpindahan kesadaran, namun ketika Anda melihat ada orang yang perlu ditolong maka kesadaran ruh anda langsung memerintahkan kesadaran jiwa untuk berempati segera. Anda harus menolongnya. Dan seketika Anda menolong, maka itu berarti Anda tergerak untuk menuruti GURU SEJATI Anda. Saat Anda mendengar bunyi lonceng atau bedug, Anda langsung ingat Tuhan dan segera tergerak melaksanakan ibadah. Menjalankan Ibadah, diharapkan tidak menuruti kesadaran fisik (otak) karena Anda tidak akan khusyuk. Untuk khusyuk, masukilah kesadaran jiwa dan resapilah keagungan Tuhan melalui kesadaran ruh Anda. Saat Anda rileks, maka tutup kesadaran fisik Anda dan masuki kesadaran jiwa. Saat kita mengemudi kendaraan, jangan gunakan kesadaran jiwa nanti mobil Anda menabrak kendaraan lain. Kemampuan ini OTOMATIS kita gunakan tanpa belajar lagi. Namun sebenarnya kemampuan ini juga kita peroleh dengan BELAJAR SEDIKIT DEMI SEDIKIT MULAI ANAK-ANAK HINGGA DEWASA. Ini adalah bukti bahwa manusia adalah makhluk pembelajar yang sangat istimewa sehingga untuk menajamkan kesadaran jiwa, sangat penting untuk mensyukuri segala pemberian Tuhan kepada kita. Tanpa rasa syukur, jiwa kita akan gersang dan ruh kita akan tersingkir di ujung kemanusiaan kita yang semakin hancur.
3. MENJADI MANUSIA BARU: menjadi manusia baru artinya mengalami perpindahan kesadaran dan keluasan jiwa secara alamiah. Kita menjadi manusia baru yang siap untuk raga sukma, jiwa kita mampu berkelana kemanapun yang kita sukai. Sungguh membahagiakan melihat dunia dengan “:JIWA” tidak dengan mata biasa. Bila mata biasa melihat uang sepuluh ribu terasa tidak berharga, namun melihat uang sepuluh ribu dengan JIWA, kita akan mendapati nilai lebih karena betapa berharganya jumlah uang sebanyak itu untuk memberikan kepada orang miskin yang lapar. Kesadaran jiwa adalah jiwa yang sadar bahwa dia sesungguhnya adalah WAKIL DARI KESADARAN ILAHI.
4. Cara menggapai kesadaran jiwa adalah dengan SANTAI DAN TERSENYUM PENUH SYUKUR. Saat kita cemberut, maka kesadaran fisik (otak) segera mendominasi dan menguasai atau menjajah diri kita. Santai adalah jalan menikmati suara jiwa. Saat Anda berpikir keras yang biasa muncul adalah kesadaran fisik: keakuan atau EGO. Cukup dengan santai dan meniatkan di dalam hati kita akan mampu mengakses kesadaran jiwa dan Anda dengan mudah mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain. CUKUP DENGAN SANTAI RILEKS DAN SYUKUR, KITA MAMPU MERASAKAN BAGAIMANA DEKATNYA KITA DENGAN TUHAN YANG MAHA KUASA DAN MAMPU PULA BERKOMUNIKASI DENGAN SEMUA MAKHLUK GAIB CIPTAAN-NYA.
5. HIDUP BIJAKSANA. Kesadaran jwa adalah jembatan ruh menyuarakan dirinya. Ruh kita ini sangat bersih dan suci sebagai pengendara sejati tubuh kita, kesadaran fisik (otak) kita. Ruh kita berkata melalui kesadaran jiwa bahwa ini baik ini buruk, ini benar ini salah. Kesadaran fisik yang bertugas mempertanyakan kenapa baik dan kenapa buruk. Tugasnya menganalisa menyerahkan berkas analisanya kepada keputusan ruh karena di sinilah KEBIJAKSANAAN. Jangan putuskan dengan otak saja karena ini berarti kita tidak menghargai kepemimpinan ruh atas diri manusia.

 

@wongalus,2010

Categories: HAKIKAT MIMPI | 49 Komentar

HAKIKAT BELA DIRI DAN PENDEKAR SEJATI


Ribuan anggota perguruan pencak silat Pagar Nusa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (15/1) sekitar pukul 21.00 WIB, mengamuk dan mengakibatkan tiga orang mengalami luka bacok dan pukul. “Kami masih mengusut motivasi kejadian pemukulan yang dilakukan anggota perguruan pencak silat Pagar Nusa yang mengakibatkan sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Agus Saripul Hidayat. Mereka yang menderita luka bacok pada kepala dan tubuhnya yaitu Ariyanto (22) warga Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Heru dan Kaswan, keduanya warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas yang mengalami luka pukul dan bacok pada tangannya.

Ketiga korban itu masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo.  Menurut Agus, rombongan anggota perguruan pencak silat dari Pagar Nusa berangkat dari arah barat menuju kota Bojonegoro untuk mengikuti acara “suroan” yang digelar kelompok perguruan pencak silat itu. Di sepanjang jalan antara Kecamatan Balen hingga Kecamatan Kapas, seperti di Desa Sukowati dan Mojodeso, rombongan yang menumpang dua truk dan mengendarai ratusan kendaraan bermotor roda dua itu langsung menghajar dengan pentungan dan golok terhadap siapa pun yang ditemui di jalan.

“Tangan kanan Kaswan menderita luka bacok, sedangkan saya terkena pentungan pada kepala,” kata Heru. Sementara itu, seorang warga Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Sumadi (54) mengatakan dirinya mendapatkan kabar bahwa anaknya, Ariyanto dikeroyok sejumlah orang di antaranya bersenjata golok ketika sedang bermain di tepi jalan.

“Anak saya ketika itu sedang bermain di tepi jalan dengan teman-temannya,” katanya ketika ditemui di RUSD Sosodoro Djatikoesoemo sedang menungui anaknya yang pingsan dengan luka bacok di kepala.  Dalam kejadian tersebut petugas kepolisian yang diturunkan berhasil mengamankan sebuah plat kendaraan bermotor roda dua.  Menurut Agus, upaya pengamanan saat ini dilakukan dengan mengerahkan ratusan petugas untuk menjaga sepanjang jalan yang baru saja dilewati rombongan anggota perguruan pencak silat tersebut. Diperkirakan anggota perguruan pencak silat yang datang ke gedung Serbaguna jumlahnya ribuan orang.  “Mereka malam ini (Jumat malam) berkumpul di gedung Serbaguna, dan kami terus mengusut kejadian itu untuk menangkap pelakunya,” katanya.  Setelah adanya kejadian tersebut, warga di sepanjang jalan raya Bojonegoro – Surabaya di Kecamatan Kapas hingga Balen, hingga Jumat malam masih siaga bersama petugas dari Polres dan Brimob Bojonegoro.

PENDEKAR SEJATI
Membaca berita dari ANTARA di atas, terus terang membuat kita semua prihatin. Sebagai pendekar, tidak seharusnya mereka mengamuk dengan alasan apapun. Mereka harus pandai-pandai untuk menguasai emosi dan nafsu marah yang membabi buta. Tidak sepatutnya pendekar menggebuki warna masyarakat dengan alasan apapun. Warga masyarakat harus dilindungi, diayomi, dibela. Bahkan ketika mereka salah paham pun, harusnya para pendekar itu memaklumi dan hanya boleh “menangkis” tidak boleh aktif “memukul” atau balik melakukan serangan.

Kejadian pendekar ngamuk dan tawuran seperti ini tidak terjadi sekali ini saja. Sangat sering antar pendekar perguruan silat tawuran di berbagai kota di Jawa Timur dan kota-kota yang lain. Ini adalah cermin dari kurang dipahaminya hakikat ILMU BELA DIRI. Apa hakikat bela diri?

Sesungguhnya ILMU BELA DIRI INI ADALAH ILMU MEMBELA DIRI SEJATI DARI SERANGAN DIRI YANG TIDAK SEJATI. Jadi musuh utama manusia bukan terletak di luar dirinya. Musuh utama manusia adalah dirinya sendiri. Inilah yang harus diperangi sepanjang hayat di kandung badan. Inilah JIHAD AKBAR yang harus terus menerus dilembagakan di berbagai perguruan bela diri. Dari filsafat tombak kita akan tahu betapa musuh sejati manusia adalah dirinya sendiri. Prajurit pangkat rendah yang berlaga di medan tempur peperangan masa lalu memegang tombak sangat panjang. Semakin tinggi pangkatnya, tombaknya semakin pendek. Sedemikian hingga mereka yang pangkatnya tertinggi sudah tidak memegang senjata lagi. Sebab musuh sejatinya tidak berada di luar dirinya, namun berada di “dalam” akunya sendiri. Di sinilah Iblis bersemayam. “SEMUA SUJUD KEPADAKU, KECUALI IBLIS (AKU YANG TIDAK MAU SUJUD)”…

Gelar pendekar tidak sembarangan disandang seseorang. Pendekar harus melalui uji laku, uji nalar dan uji kebijaksanaan yang  dahsyat. Para senopati perang di jaman dulu tidak hanya berteori dengan menguasai banyak ajian dan menang di medan perang dengan menaklukkan musuh-musuhnya saja melainkan juga diuji dengan perang melawan dirinya sendiri. Saat diuji perang melawan dirinya sendiri inilah, kebanyakan para pendekar di masa lalu GAGAL. Sejarah masa lalu bumi nusantara ini dipenuhi oleh banyaknya pendekar yang egois dan gagal. Ya, sejarah kita adalah sejarah yang dipenuhi dengan banjir darah penaklukan pihak luar namun tidak mampu mengalahkan dirinya sendiri.

Ada sebuah petuah jawa yang sungguh agung: Dalané guno lawan sekti, kudu andhap asor. Wani ngalah dhuwur wekasané. Arti bebasnya, kalau ingin menjadi orang sakti, harus pandai-pandai untuk merendah sebab berani mengalah akan meninggikan derajat kemanusiaan seseorang.

Tidak perlu marah bila dicaci maki, tidak perlu dendam bila dihina, tidak perlu memperturutkan hawa nafsu agar diakui sebagai pemenang, kita tidak perlu semua itu… Yang kita perlukan sekarang ini adalah bagaimana kita mampu menjadi pendekar yang menang melawa diri ego kita yang tidak sejati. AKU SEJATI harus mampu menjadi pengendara kendaraan tubuh fisik biologis kita. Kesadaran fisik harus tunduk pada kesadaran jiwa, dan kesadaran jiwa harus segaris dengan kesadaran rasa sejati.  Untuk para saudaraku, semua pendekar di bumi nusantara: Menahan diri adalah kunci memenangkan peperangan. Musuh sejatimu adalah dirimu sendiri.

@Wongalus,2010

Categories: HAKIKAT BELA DIRI | 9 Komentar

YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA


Raga sukma adalah sebuah fenomena spiritual di mana jiwa atau tubuh astral manusia melakukan perjalanan dalam keadaan sadar setelah terbebas atau keluar dari tubuh fisik.

Dalam artikel terdahulu CARA MERAGA SUKMA, disebutkan bahwa sebelum kita melakukan perjalanan keluar dari tubuh untuk berkelana kemanapun yang kita inginkan kita hendaknya mengenali bagian yang paling hakiki, paling inti pada diri kita yaitu roh. Roh ini memiki kesadaran yaitu kesadaran roh. Kesadaran ruh yang pertama kali adalah pengakuan bahwa bahwa pada diri manusia ini ada sesuatu yang sejati, yang disebut dengan AKU SEJATI. Jadi bisa dikatakan bahwa aku sejati manusia itu adalah ruh kita sendiri.

Jadi pada diri manusia itu ada tiga lapis kesadaran yaitu: KESADARAN FISIK, KESADARAN JIWA, dan KESADARAN RUH. Kesadaran fisik muncul akibat aktivitas otak biologis, kesadaran jiwa adalah kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran otak akibat komunikasi intensif antara ruh dan otak. Sementara kesadaran ruh adalah kesadaran yang murni terbebas dari pengaruh otak. Jadi ini adalah kesadaran spiritual tertinggi.

TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK RAGA SUKMA KECUALI diam, meneng dalam posisi duduk atau berbaring. Disebut juga MEDITASI. Cara meditasi beragam, silahkan dipilih yang paling disukai. Dalam semua tradisi mistik esoterik, meditasi memiliki istilah tata cara syariat yang beragam. Prinsipnya bahwa dalam meditasi Anda akan mengalami LONCATAN KESADARAN dari kesadaran FISIK menuju kesadaran JIWA. Untuk itu, tahap RAGA SUKMA adalah: diam dalam jangka waktu dengan kata-kata sugesti (mantra) yang Anda yakini mampu mengadakan perpindahan dari kesadaran fisik menuju kesadaran jiwa. Hingga tubuh Anda benar-benar mampu tidur namun jiwa Anda melayang dengan kontrol sadar dari ruhani.

Raga sukma adalah perjalanan kesadaran jiwa menuju ke semua tempat secara sadar. Sehingga untuk meraga sukma harus dihindari perjalanan jiwa yang tidak disadari dan tidak dikontrol oleh kesadaran ruh. Apa ada perjalanan yang tidak disadari ruh? Jawabnya Ada. Yaitu saat seseorang mengalami trance atau kesurupan. Inilah tahap dimana perjalanan jiwa tidak dikontrol sehingga kacau bahkan jiwa bisa tersesat. Inilah bahayanya kalau perjalanan jiwa tidak dikontrol, maka seseorang itu akan mengalami kegilaan permanen.

Kegilaan permanen ini sebenarnya bisa disembuhkan bila kita bisa menemukan kembali kemana jiwa tersebut pergi. Namun sangat sulit menemukan kemana lepasnya jiwa. Sangat sedikit orang waskita yang bisa menemukan jiwa yang tersesat ini agar kembali ke tubuh dan kesadaran fisik seseorang. Celakanya, kadang setelah kita menemukan kembali jiwa dan membawa masuk ke tubuh seseorang sayangnya dia telah mengalami kerusakan jaringan syaraf pusat otaknya.

Jiwa biasanya pergi karena berbagai hal, yaitu masalah cinta asmara, masalah hutang piutang, masalah lain sehingga jiwanya kacau dan tidak dikontrol oleh kesadaran ruhnya. Akibatnya, seseorang tersebut bisa jadi bunuh diri! Sesuatu hal yang harusnya dihindari oleh kita semua. Hanya dengan dekat kepada Tuhan Sang Pencipta, kita semua memohon agar dihindari dari kesulitan dan persoalan yang tidak ditemukan jalan keluarnya.

Salah satu cara memulai raga sukma adalah melalui mimpi saat tubuh kita tertidur. Kenapa melalui mimpi? Sebab mimpi adalah rasionalisasi pengalaman astral atau pengembaraan pikiran seseorang keluar dari tubuh fisiknya dan tidak ada pemeriksaan ulang terhadap proses mental dari kesadaran fisik. Melalui mimpi akan terasa bagaimana jiwa adalah PENGEMUDI sementara tubuh fisik kita adalah KENDARAANNYA.

Jadi sebenarnya, manusia itu mengalami RAGA SUKMA saat fisiknya tertidur. Jadi 90 persen manusia melakukan raga sukma saat tertidur. Sayangnya, dalam raga sukma mimpi kebanyakan orang tidak terkontrol oleh kesadaran ruh sehingga perjalanannya cenderung kesana kemari sehingga tidak mampu dimaknai secara benar.

Dalam raga sukma, tubuh fisik kita masih hidup. Kenapa masih hidup padahal jiwa dan ruh kita sudah pergi meninggalkan tubuh? Ini karena pada diri manusia masih ada TALI JIWA (SURATMA) yang menghubungkan antara ruh dengan jasadnya. Saat seseorang meninggal dunia dan dikubur, mayatnya mulai membusuk maka badan astral atau halus tidak ikut mati. Badan astral ini oleh orang jawa disebut dengan WETHALA. Dalam waktu tujuh hari setelah kematiannya, WETHALA ini kemudian baru pergi dari tubuh mayat yang telah membusuk.WETHALA badan astral dan jiwanya akan tetap terikat pada mayat oleh kekuatan SURATMA selama mayat belum hilang sama sekali. Suratma inilah yang menjaga mayat tidak cepat busuk.

Tali Jiwa atau Suratma ini berwarna perak. Saat Anda sedang berada di luar tubuh fisik, Anda bisa melihat tali perak ini satu ujungnya menempel di tubuh halus dan ujung yang lainnya menempel di tubuh fisik Anda. Tali ini tampak merentang dari kelamin hingga otak. YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA: JANGAN PERNAH MEMUTUSKAN TALI INI KARENA BERAKIBAT ANDA MENINGGAL DUNIA. BILA ANDA TIDAK BERNIAT MEMUTUSKANNYA, MAKA TALI INI JUGA TIDAK AKAN PUTUS.

Apabila Anda sudah berada di luar tubuh fisik Anda, berarti Anda mampu mengontrol rasa takut. Tidak ada lagi rasa takut, khawatir maupun was-was. Sebab rasa takut hanya ada di kesadaran fisik (otak) yaitu kesadaran manusia yang paling rendah. Bagaimana bila dalam perjalanan astral meraga sukma nantinya akan bertemu dengan makhluk halus? Anda tidak akan ketakutan lagi. Pada prakteknya, saat kita sudah berada di luar tubuh fisik maka kita tidak terlalu sering (jarang) bertemu tubuh halus yang lain. Bisa jadi kita juga bertemu dengan tubuh halus lain namun bisa jadi dia tidak melakukan raga sukma secara sadar. Bisa jadi dia dalam posisi tidur maupun santai yang dia sendiri tidak menyadarinya.

Karena masih dalam taraf belajar, ada baiknya kita membatasi diri dengan tidak neko-neko dan aneh-aneh. Dalam tarafa belajar tidak perlu mengunjungi: SESEORANG YANG TELAH MENINGGAL ATAU TEMPAT YANG TIDAK KITA KENAL SEBELUMNYA. (Ini agar jiwa kita tidak tersesat atau disesatkan. Jangan sampai kita mau untuk diajak ruh orang yang telah meninggal dunia menuju alam kelanggengan dan kita krasan tinggal di sana. Ini nanti akan membuat tubuh fisik kita sekarat atau semaput). Karena kontrol kita masih terbatas, maka berputar-putar dan nikmati bumi saja sesuai keinginan. Kalau Anda belum pernah berkunjung ke London, pergilah ke sana dan nikmati apa yang Anda temui dalam sekejap mata. Tidak usah mengunjungi TOKOH-TOKOH SAKTI baik yang sudah meninggal atau masih hidup. Mereka bisa saja melontarkan tubuh halus Anda ke tubuh fisik Anda sehingga membuat Anda ngos-ngosan gelagapan. Bisa berakibat fatal, Anda tidak akan terbangun dalam jangka waktu lama. Kalau Anda memiliki riwayat sakit jantung, maka bisa jadi Anda meninggal mendadak.

Kalau pada saat Anda meraga sukma kebetulan bertemu dengan tubuh halus lain, biasanya Anda melihat mereka ini tidak berwarna, tidak bercahaya dan pucat. Tubuh halus melayang atau berada di mana saja mampu menembus benda-benda fisik seperti asap atau bayangan. Saat kita menyentuh tubuh fisik seseorang maka kita hanya bisa menembusnya. Mereka tidak akan menyadari sedang kita sentuh. KECUALI ORANG-ORANG YANG MEMILIKI KEMAMPUAN CLAIRVOYANT (kemampuan melihat energi halus) dan KEMAMPUAN CLAIRAUDIENCE (kemampuan mendengar suara dari dimensi lain).

Apabila dalam meraga sukma Anda kebetulan (ini jarang terjadi) bertemu dengan tubuh halus lain. Misalnya MAKHLUK HALUS yang berniat buruk dan jahat maka berlarilah ke lapisan dimensi halus yang lain. Yang perlu Anda cermati, di dimensi gaib ini kita mengenal tujuh dimensi yang menempel pada tubuh halus manusia. Saat makhluk halus mengejar kita, maka kita bisa berlari secepat kedipan mata memasuki dimensi lain hingga dimensi kelima. Hanya pada dimensi keempatlah, makhuk jahat itu mampu mengejar jiwa manusia.

Makhluk halus sebenarnya bisa dikendalikan oleh pikiran dan kemauan manusia. Manusia yang bisa mengendalikan mereka, maka manusia tersebut memiliki kekuatan dahsyat. Mereka mampu kebal senjata apapun, mampu mengendalikan cuaca menghentikan hujan dan mengendalikan petir, mampu pula menjangkau apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa. Mereka inilah manusia linuwih dan sakti karena mampu mengendalikan makhuk halus yang berasal dari unsur bumi, unsur air, unsur udara dan api.

Dalam perjalanan astral tingkat tinggi kita bisa menganalisa bahwa semua mahluk halus yang berasal dari alam mempunyai bentuk tubuh mirip manusia dengan ukuran yang berbeda-beda. Mereka memiliki mata, telinga, kaki, tangan, tubuh meskipun bentuknya berlainan. Mereka memiliki kemampuan mengubah dirinya menjadi bentuk lain sesuai dengan keinginan mereka. Makhluk halus ini menempati dimensi astral dan dunia nyata kita. Dari segi jenis, di dunia ini setidaknya kita mengenal 350.000 jenis makhluk halus.

Berbeda dengan manusia yang terdiri dari unsur fisik dan metafisik, makhluk halus tidak diberi Tuhan badan fisik. Jadi mereka melulu bersifat metafisik (gaib). Mereka berdiam diri di bumi tanpa halangan, bergerak cepat di udara. Hidup dengan makanan zat eterik yang ada di bumi. Menyukai bau-bau harum, namun mereka tidak menyukai bau manusia. Oleh karena itu, mereka tidak menyukai hidup di rumah-rumah manusia. Mereka berusia rata-rata hampir sama dengan manusia. Bila mati, mereka lahir kembali melalui proses pembusukan astral. Wallahu a’lam.

@wongalus,2010

Categories: meraga sukma | 72 Komentar

AJI REMPUG GALUNGGUNG


Ini ajian dari tanah sunda untuk mengajak makhluk halus agar ikut bergotong royong secara sukarela menolong kita menyelesaikan pekerjaan besar hingga tuntas. Konon, aji ini digunakan Sangkuriang untuk membantu membendung Sungai Citarum dan membuat perahu hanya dalam satu malam saja. Mantranya sebagai berikut:

“BISMILLAH HIROHMANIRROHIIM
REMPUG GUNUNG TI GALUNGGUNG
REMPUG JAMI TI JAKSANI
AWAKING TERUNG NGAMBUNG
PANGMAMANGKEUN SORA AWAKING
KULA IBU NGIMPI NGADU DIPICIS DI LANGIT,
MASANG DI AWANG-AWANG
BOGA HUTANG TEU MAYAR
MAYAR KUTANGGA TILEPAN
SAKURUPUK JADI PUYUH
SAGARAPAK JADI HEULANG
MORO MUNDING JANGGAWATI
MAJAPAHIT
MORO BADAN KAULA….. (SEBUT NAMA ANDA SENDIRI)
RET JLEG SAJAGAT KABEH,
ASHADU ALLA ILAHA ILALLAH
WAASHADU ANNA MUHAMMADARASULULLAH.”

Cara mengamalkannya:
1. Puasa sunnah biasa 7 hari
2. Membaca surat Al-Ikhlas, Alfatihah, dan An-Nas, masing-masing 7 x setelah sholat Maghrib.
4. Melakukan sholat Tahajud selama 17 malam berturut-turut.

Ajian ini bisa aktif bila mantra dibaca sambil menahan nafas menghadap ke Barat.

Pantangannya:
Tidak boleh melanggar aturan agama yaitu melakukan MOLIMO: MADAT, MADON, MATENI, NYOLONG, JUDI.  Mengkonsumsi narkoba, bermain wanita, membunuh, mencuri, dan berjudi.

@wongalus,2010

Categories: AJI REMPUG GALUNGGUNG | 24 Komentar

ILMU HITAM PENGLEAKAN


Artikel tulisan  sdr: Saphiae

Di dalam khasanah budaya spiritual Bali, masyarakat mengenal dua jenis ilmu gaib yaitu ilmu gaib putih (penengen) dan ilmu gaib hitam (pangiwa). Ilmu hitam (pangiwa) banyak ragamnya, misalnya Aji Wegig, pengleakan dan lainnya. Adapun cara untuk mendapatkan ilmu tersebut bisa dengan cara membeli,  meminta (nunas) atau belajar di bawah pengawasan gurunya.

Khusus untuk memperoleh ilmu hitam pengleakan perlu dilakukan upacara Madewasraya. Upacara ritual ini dimaksudkan agar pelakunya memiliki kesaktian dan kedigdayaan yang luar biasa. Untuk tujuan itu, terlebih dahulu mereka harus menyucikan diri. Setelah itu tatkala malam diadakannya Madewasraya di kayangan pangulun setra (pura yang ada di dekat kuburan), diajukan permohonan kepada Betari Durga agar diberikan berkah kekuatan. Adapun sarana yang dipersiapkan sebagai berikut:

1. Daksina 1 buah
2. Uang kepeng sebanyak 17.000
3. Ketupat 2 kelan (1 kelan = 6 biji)
4. Arak & brem
5. Ketan hitam
6. Canang 11 biji
7. Canang tubungan, burat wangi lenga wangi, nyanyah (goreng tanpa minyak) gagringsingan, geti-getih (darah), dan biu mas (pisang kecil yang biasanya dipakai untuk membuat canang) kemudian dipersembahkan secara niskala. Setelah itu bersila di depan paryangan, bersemadi dan tidak lupa dengan dupa menyan astanggi dan dilanjutkan dengan meditasi. Saat sudah memasuki hening sempurna, mantra diucapkan:

“OM RA NINI BATARI BAGAWATI, TURUN KA BALI; ANA WANG MANGKANA; AMINTA KASIH RING PADUKA BATARI, SIRA NUNAS TURUN KA MRECAPADA. ANA WANG MANGKANA ANUNAS KASAKTIAN, MANUSA KABEH RING BAGAWATI, SANG HYANG GURU TURUN KA MRECAPADA. ANA WANG MANUSA ANGAWE BATARA KABEH, TURUN KA BALI SANG HYANG BAGAWATI. ANA BUTA WILIS, BUTA ABANG, ANA BUTA JENAR, ANA BUTA IRENG, ANA BUTA AMANCA WARNA, MAWAK I KALIKA, YA KAUTUS ANTUK BATARI BAGAWATI, TEKA WELAS ASIH RING AWAK SARINANKUNE, PAKULUN PADUKA BAGAWATI. OM MAM AM OM MAM, ANA PADUKA BATARA GURU, TEKA WELAS ASIH, BAGAWATI MANGGIH RING GEDONG KUNCI MANIK, TEKA WELAS ASIH RING AWAK SARINANKU”.

apabila sudah berhasil mendapatkan ilmu pengleakan tersebut, maka orang yang memiliki ilmu gaib tersebut akan digdaya. Konon dipercaya apabila mampu merahasiakannya, maka dalam 100 kali kelahiran akan menemui kebahagiaan dan kebebasan tertinggi. Dan bila meninggal dapat kembali ke sorga Brahmaloka, Wisnuloka, dan Iswaraloka. Tetapi bila ketahuan, apalagi sampai suka membicarakan, menyebarluaskan, dan tidak mampu merahasiakannya, maka dalam 1000 kali kelahiran akan menemui hina, neraka, disoroti oleh masyarakat, dan sudah pasti terbenam dalam kawah neraka Si Tambra Goh Muka. Wallahu a’lam.

*) ARTIKEL INI HANYA SEBAGAI TAMBAHAN PENGETAHUAN SAJA.  TIDAK PERLU DIAMALKAN KARENA BERTENTANGAN DENGAN KEBENARAN DAN KEBIJAKSANAAN.@wongalus,2010

Categories: ILMU HITAM PENGLEAKAN | 10 Komentar

ASMAK MALAIKAT DLOHIRMIR


Asma yang cocok untuk pertahanan diri dan serangan dahsyat penghancur musuh dalam perang adu kesaktian. Pengalaman seorang pendekar membuktikan asma ini efektif untuk berperang dengan pemilik ilmu hitam yang konon sangat susah dibunuh seperti Ajian Rawa Rontek, Paku Bumi maupun Panca Sona. Hanya segelintir pendekar yang memiliki Asma’ ini karena amalannya yang cukup berat. Asma ini sebenarnya ‘milik’ salah satu perguruan silat dan sangat dirahasiakan, sehingga kami mohon maaf bila telah membeberkan di forum ini.

Bunyi asma ini sebagai berikut:

A’UDZUBILLAHIMINASYAITONNIROJIM, BISMILLAHHIROH MANIROHIIM, ALIF LAM MIM,ALIF LAM RO, ALIF LAM MIM, LAAHAULAWALAQUWATTA ILLA BILLAH, WALA YAUDUHU HIFDZUHUMA WAHUWAL ALLIYUL ADHIIM, ALLOHUMA KUN FAYAKUN, YAA ZOHIR YAA BATHIN, YAA SAMI’, YAA BASHIER, ALLOHUMA SHALI ALA SAIDINA MUHAMMADIN ADADAMAA FIILMIHI SHOLATAN DAA IMATAN BIDAWAAMI MULKILLOH.

CARA MENGAMALKANNYA:
Puasa Senin-Kamis 7x atau puasa sunnah 40 hari, bacaanya Shalawat :
ALLOHUMA SHALI ALA SAIDINA MUHAMMADIN ADADAMAA FIILMIHI SHOLATAN DAA IMATAN BIDAWAAMI MULKILLOH.
Puasa 3 hari dimulai dari Selasa Kliwon bacaanya Basmalah dan Ta’awudz.
Puasa 3 hari mutih bacaan Alif Lam Mim, Alif Lam Ro, Alif Lam Mim. Puasa 3 hari mutih Bacaan Lauhalawaquwatta Billabilah.
Puasa 3 hari Mutih Bacaan Yaa zohir Dan Yaa Bathin diakhiri pati geni
Puasa 7 hari sunnah bacaan Yaa Sami yaa Bashir.

PENJELASAN ASMAK:
TA’AWUDZ bermanfaat agar kekuatan yang kita dapatkan tidak tercampur dengan kekuatan setan. BISMILAHIROHMANIROHIIM, kita mohon ijin Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memiliki amalan ini.

Bacaan “ALIF LAM MIM, ALIF LAM RO, ALIF LAM MIM”: pusat pembuka kekuatan munculnya energi gaib yang tersembunyi. Dibaca 500 x Puasa Mutih 3 hari.

“LAAHAULA WALAQUWATTA ILLABILAH”: mendapatkan kekuatan dari Allah SWT. Kekuatan ini nanti digunakan sesuai dengan kehendak kita. Dibaca 500 x puasa mutih 3 hari.

ALLOHUMMA KUN FAYAKUN”:  visualisasikan bentuk kekuatannya, saat membaca LAHAULA… afirmasikan membentuk energi bulatan ditangan yang siap dipukulkan ke musuh. Afirmasikan kekuatan sesuai imajinasi, misalnya untuk pengobatan, pukulan jarak jauh, kekuatan dalam bentuk senjata (misalnya keris), untuk menghilang, kekuatan dalam bentuk perisai pelindung, lakukanlah dengan konsentrasi berpenuh keyakinan.

“YAA ZOHIR YAA BATHIN” : pusat pembentuk kekuatannya dari hasil afirmasi. Baca 900x puasa mutih dan pati geni

“YAA SAMI, YAA BASHIR” : Tuhan mendengar do’a dan melihat apa yang kita inginkan. Malaikat biasanya berdzikir dengan membaca asma Allah ini dalam kecepatan 900.000 x dibanding manusia. Dengan begitu kita akan dapat kekuatan dengan sangat cepat. Baca 1 X.

Shalawat agar do’a kita dikabulkan yaitu agar kita bisa mendapatkan kekuatan. Tiap kita berdzikir akan mengumpulkan energi berlipat-lipat ganda sehingga saat diamalkan kekuatan mendadak berlipat-lipat.  Baca 600 x puasa Senin Kamis 7 x atau puasa sunnah 40 hari.

Bila sudah selesai akhiri dengan Puasa 3 hari, tepat pada bulan Hijriyah tanggal 13-14-15: baca Yaa Ahad kelipatan dari 13 x. Pada hari terakhir pagi sembelih hewan kurban dan bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Insya Allah, akan datang seorang malaikat yang menjadi khodam dan akan memberikan kita ijazah Asma Malaikat Dlohirmir ini.

@wongalus,2010

Categories: ASMA MALAIKAT DLOHIRMIR | 53 Komentar

GEMERLAP DUIT DI KOTA GAIB



Bila ada kesempatan, berjalan-jalanlah ke Kota Pati Jawa Tengah. Di sini, dunia perdukunan alias “orang pintar” diakui sebagai budaya masyarakat yang umurnya setua peradaban Nusantara sendiri. Pemakai jasa mereka pun tak pernah surut jumlahnya.

 Pati sejak lama dikenal sebagai pusat dunia bisnis gaib. Kota ini kondang dikenal sebagai markas besar Paguyuban Paranormal Indonesia, yang dipimpin Eddy Rusmanto alias Boss Eddy. Wajah Kota Pati sebagai kota paranormal juga bisa dilihat dari maraknya baliho besar yang menawarkan jasa alternatif pemecahan masalah di beberapa sudut kota. Padahal, kota kecil dengan penduduk kurang dari seratus ribu jiwa ini semula lebih dikenal sebagai kota kaum pensiunan. Maklum, suasananya adem-ayem. Gerak industri yang bergema sampai di tingkat nasional hanyalah produk kacang garing dari dua perusahaan.

 Namun, Pati di setiap akhir pekan, ratusan tamu datang dari luar. Mereka adalah para pasien sejumlah paranormal yang buka praktek di situ. Dari mana sebetulnya datangnya paranormal ini? Ibarat industri dodol di Garut, satu laris yang lain ikut-ikutan, begitu pula yang terjadi di Pati. Satu-dua orang ngetop, yang lain ikut nongol. Menurut istilah mereka sendiri, hal tersebut bagian dari pengaderan. Namun, sesungguhnya munculnya paranormal di kota ini bukan kebetulan semata.

 Pati punya sejarah panjang dengan dunia gaib nan keramat. Misalnya, di kota ini ada makam tokoh-tokoh spiritualis kondang di Jawa, seperti Mutamakin, Syeh Jangkung, Saridin, Sunan Kalijogo, Sunan Jafar Sodiq (Sunan Kudus), dan Sunan Raden Mas Said (Sunan Muria). Selain itu, di kawasan Gunung Patiayam puluhan tahun lalu berdiri perguruan yang dipimpin Nyi Senggoropati. Tokoh yang sudah meninggal pada 1987 di usia 110 tahun ini merupakan guru bagi sebagian besar paranormal yang kini aktif berpraktek di Pati.

 Sekalipun bibit “orang sakti” bertaburan, praktis sampai sepuluh tahun lalu paranormal di kota ini masih menjalani kegiatan mereka dengan cara lama. Tahun 1992, pola ini mulai berubah dengan berdirinya Paguyuban Paranormal Indonesia dan Yayasan Swakarsa, yang sama-sama menghimpun paranormal. Paguyuban digerakkan oleh Boss Eddy, sementara Swakarsa oleh Ki Umar. Dalam perkembangannya, Paguyuban terlihat lebih menonjol, beranggotakan 6.000 orang, 1.300 orang di antaranya aktif berbisnis paranormal di berbagai daerah.

 Di Pati tercatat paranormal besar yang buka praktek ada 15 orang. Yang tergolong sukses besar ada tujuh orang: Boss Eddy, Mbak Har, Mbah Roso, Anisa Dewi, David Gombak, Dewi Sedap Malam, dan Jeng Asih. Mereka mulai menuai sukses pada tahun 1997. Ada beberapa faktor yang membuat nama mereka melambung. Pertama, kegiatan mereka mulai diliput oleh media klenik. Bersamaan dengan itu, mereka tak ragu lagi beriklan. Yang tak kalah penting, krisis ekonomi ikut meningkatkan jumlah pasien. Biasanya, saat itu para tamu datang minta tolong agar tak kehilangan jabatan, usaha laris, dan yang lainnya. Seiring dengan waktu, jasa alternatif yang mereka tawarkan pun kian beragam dengan nama-nama ajian yang menggelitik.

Rata-rata tempat hunian para dukun sukses ini paling mewah di lingkungannya. Rumah bertingkat, perabotan mewah, serta mobil berjejer di garasi. Boss Eddy, misalnya, setelah sukses bisa memiliki rumah produksi, pemancar radio FM, serta pabrik obat tradisional. Bos yang satu ini memang seperti tak akan kesulitan mendapatkan dana segar. Setiap hari, paling tidak ada kiriman Rp 10 juta via wesel dari pasien yang berobat jarak jauh. Angka itu belum terhitung pasien yang datang langsung.

 Rutinnya nama mereka menghiasi lembar iklan di media klenik juga bisa dijadikan ukuran kemakmuran. Dalam setahun, paling tidak seorang dukun sukses menganggarkan Rp 200 juta untuk belanja iklan. Angka ini biasanya merupakan 20 persen pendapatan total mereka. Alhasil, pukul rata pemasukan seorang dukun kondang setahunnya berkisar Rp 1 miliar.

 Meski tak memberikan pajak langsung, kegiatan paranormal ini terbukti menyulut kegairah perekonomian Pati. Bagai pulut, dukun-dukun kondang ini mampu mendatangkan banyak tamu dari luar daerah. Dulu jumlah hotel di sini hanya 15 buah. Saat ini sudah ada 22 hotel pelbagai kelas. Sebagian besar tamu hotel adalah juga klien paranormal. Tamu yang datang dari pelbagai kalangan, mulai pengusaha, artis, sampai pejabat.

 Maraknya bisnis klenik di Pati ini diakui Boss Eddy sangat membanggakan hatinya. Ia ingin Pati benar-benar jadi kota tujuan wisata spiritual seperti halnya Gunung Kawi di Jawa Timur. Bahkan ia tak menutupi hasratnya bila satu saat julukan kota paranormal resmi disandangkan pada Pati. Ninik L. Karim, psikolog dari Universitas Indonesia, menilai menjamurnya bisnis ini karena bertumpuknya soal yang tidak bisa lagi dijawab secara rasio, serta desakan kebutuhan. Rasa tak aman dalam hidup bagi sebagian orang perlu dicarikan jalan pintas alias mengunjungi paranormal. Menurut Cholil Bisri, pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Rembang, Jawa Tengah  setiap masalah punya pemecahan, tergantung seseorang memilih jalan terang atau sebaliknya. Ia menilai fenomena ini merupakan cerminan masyarakat yang resah, sekalipun begitu banyaknya paranormal sejatinya tak mendatangkan kerugian ataupun keuntungan. “Manfaat mereka, ya, untuk meramaikan isi dunia,” kata Cholil sebagaimana yang dilansir di sebuah media.

Mungkin betul, dunia butuh mereka. Saat semua jalan dirasa buntu, umbar janji dari paranormal bisa memberikan harapan dan hiburan tersendiri. Bagi sebagian orang, mendatangi paranormal dipercaya sebagai upaya paling manjur. Bagi yang tak percaya, paling tidak senyum bisa terbit kala membaca nama-nama ajaib aneka jampi yang ditawarkan para dukun.

 MEREKA YANG JADI PARANORMAL

Paranormal kini sudah jadi profesi. Kerja mereka bukan lagi sekadar kebajikan yang cukup dibalas dengan ucapan terima kasih. Beberapa tahun terakhir, kaum paranormal mulai menunjukkan bahwa pekerjaan ini bisa dijalankan secara profesional, memanfaatkan teknologi telepon seluler dan internet, serta mampu menjanjikan limpahan uang. Profil beberapa paranormal asal Pati di bawah ini adalah cermin dunia dukun yang sedang berubah. Inilah paranormal yang ada di Pati….

 Bos Eddy Panggilan Bos di depan namanya menunjukkan ketokohannya di jagat paranormal. Di lingkungan Paguyuban Paranormal Indonesia (PPI), Bos Eddy alias Eddy Rusmanto, 42 tahun, disebut sebagai Guru Besar. Sejumlah murid datang dan pergi, menimba ilmu di Padepokan Perhimpunan Alternatif Indonesia di Pati, yang dikelolanya selama ini. Lama dikenal sebagai paranormal yang mengubah citra dunia perdukunan menjadi profesi modern, Eddy menabrak konvensi lama bahwa dukun tidak boleh memasang tarif. Ia mempekerjakan empat staf yang dilengkapi lima unit komputer agar bisa melayani pasien secara maksimal. Terobosan lain adalah mengiklankan bisnisnya. Iklan merupakan bagian strategi. Suhartini alias Mbak Har adalahistri Eddy, yang juga paranormal. Eddy menghabiskan Rp 200 juta setahun untuk promosi. Belanja iklan ini menggambarkan penghasilannya. Sekali memasang susuk, ia bisa meraup Rp 2 juta hingga Rp 10 juta. Untuk pasien asing, tarif bisa melejit sampai angka Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Sukses di dunia perdukunan, Eddy melebarkan bisnisnya ke usaha farmasi, stasiun radio, permainan anak-anak, pasar swalayan mini, dan rumah produksi. Paranormal ini memusatkan semua bisnisnya di atas lahan seluas 2 hektare. Nilai aset usahanya sekitar Rp 6 miliar.

Bisnis miliaran ini ternyata berawal dari urusan sepele. Pada 1983, saat Eddy masih remaja tanggung, cintanya pernah ditolak seorang gadis. Terdorong sakit hati, Eddy mencari dukun tangguh yang akhirnya ia temukan di Pati. Kendati perbuatan itu membuatnya diusir dari rumah. Dalam enam bulan ia berhasil menguasai ilmu pelet. Eddy lalu berguru ke K.H. Chambali di Serang, Banten, selama tiga tahun hingga khatam ilmu kebal. Tak jelas apakah Eddy menggunakan ilmu pelet untuk meminang Mbak Har, gadis sekampung berwajah manis yang kini menjadi istrinya itu. Sejak 1986, Eddy resmi menjadi paranormal dan nekat membuka sebuah padepokan. Ayahnya yang dulu mengusirnya serta kakaknya pernah berguru kepada Eddy. Pasien Eddy berasal dari dalam dan luar negeri.  Bos Eddy semakin menggaungkan nama kota Pati karena mendirikan padepokan Senggoropati, di Jl Raya Pati – Gabus 1 A setiap hari tetap ramai dikunjungi pasien, baik yang ingin berobat alternatif maupun konsultasi spiritual.

Sejumlah murid yang digodok dari Padepokan Senggoropati, kini berkiprah dan melejit sebagai ahli metafisika kondang, beberapa di antaranya membuka sanggar dan praktik di Kota Pati.

Mbah Roso Sang Pangeran Pengasih, begitulah julukan Imam Suroso karena kemampuannya memberikan aji-aji pengasih. Kendati baru berusia 36 tahun, ia populer dengan sebutan Mbah Roso. Selain menjadi paranormal, Suroso menjalani profesi sebagai perwira menengah polisi yang bermarkas di Kepolisian Wilayah (Polwil) Pati, Jawa Tengah. Spesialisasi Suroso adalah menaklukkan hati orang, dari soal mengajuk hati atasan agar karir tak terancam, masalah jodoh, melariskan usaha, hingga merukunkan suami-istri. Senjata andalannya tentu bukan bedil atau gas air mata adalah Ilmu Puter Giling. Pasiennya terdiri atas pejabat, artis, dan pengusaha. Beberapa tokoh publik juga mengunjungi Suroso seraya meminta sang dukun merahasiakan identitas mereka. Kelompok ini biasanya meninggalkan kartu nama di ruang kerja Suroso setelah memberikan kode “RHS” alias rahasia di atas kartu tersebut. Suroso mengelola bisnisnya dengan cara modern: 10 orang pegawai membantu Suroso menangani administrasi dan keuangan. Di kantornya ada faksimile dan enam unit komputer yang dilengkapi internet dan e-mail?sebagian pasien memang berkonsultasi lewat e-mail. Ayah dua anak ini mewarisi kemampuan supernatural dari neneknya, Sugiyah salah satu dukun kondang di Pati pada 1976. Ia pernah mengajar di sebuah SMP di Pati selama dua tahun sebelum beralih profesi menjadi polisi. Ia memperdalam pengetahuannya pada Bos Eddy serta sejumlah kiai ternama, antara lain K.H. Sahal Mahfudz dan K.H. Mustafa Bisri. Pria yang rajin puasa mutih dan sudah menunaikan ibadah haji ini mengaku ilmunya tidak menyimpang dari ajaran agama Islam. Sejak 1990, dengan seizin atasannya di Polwil Pati, ia membuka praktek paranormal profesional di Padepokan Bumi Walisongo, Pati. Suroso meraup Rp 10 juta-Rp 12 juta per bulan dari praktek di Pati dan Jakarta.

 Jeng Asih Peralihan karir Suhartini alias Jeng Asih, 35 tahun, tidak tanggung-tanggung: dari seorang guru madrasah sanawiah, ia ber-“metamorfosis” menjadi “Ratu Susuk Indonesia” serta ahli membenahi organ seks kaum wanita. Dengan ramuannya, ia mengaku bisa “menyulap” perempuan separuh baya menjadi seolah perawan tingting. Istri Mbah Roso ini menggunakan susuk sebagai “senjata” andalannya. Dia menciptakan susuk multiguna dari baja, emas, dan bahan logam lainnya yang “diisi” dengan mantra dan doa untuk kecantikan, menambah potensi seksual pria, atau menangkal santet. Suhartini memperoleh kemampuan paranormal dari pamannya, Jupri, pada 1975. Ia juga berguru pada Bos Eddy. Profesi guru madrasah ia tanggalkan pada 1996 karena profesi paranormal memang lebih menjanjikan ketimbang pegawai negeri. Setiap kali berpraktek, Suhartini melayani 30-40 pasien, baik di Jakarta maupun di Pati. Tarif mahar alias imbalan yang dipatok Suhartini bergerak antara Rp 200 ribu dan Rp 1 juta. Setiap bulan wanita ini mengaku bisa mengantongi Rp 20 juta. Basis pendidikan agama Islam yang ia peroleh saat mondok di Pesantren Maslakul Huda milik K.H. Sahal Mahfudz dan pesantren K.H. Mustafa Bisri membuat Suhartini banyak menggali khazanah literer Islam untuk memperkaya kemampuan paranormalnya.

 Dewi Sedap Malam Krisis ekonomi tak hanya membuat orang lari ke dunia paranormal, tapi juga melahirkan paranormal. Siti Kasiyati, 48 tahun, adalah salah satu contohnya. Tadinya, wanita ini mencari rezeki sebagai kontraktor bangunan di Pati dan sekitarnya. Tatkala krisis ekonomi menghantam usahanya pada 1999, ibu tiga anak ini tidak kehilangan akal. Siti langsung “menyulap” dirinya menjadi ahli pengobatan alternatif. Spesialisasinya? Membenahi organ seksual kaum wanita. Usaha baru ini terbukti laris. Sejumlah pejabat wanita menjadi pelanggan tetapnya saban ia buka praktek di Hotel Mega, Jakarta Pusat. Siti Kasiyati alias Dewi Sedap Malam menarik bayaran antara Rp 500 ribu dan Rp 1,5 juta untuk setiap pasien. Sekali praktek di Pati, Kudus, atau Jakarta, Dewi bisa mengantongi Rp 5 juta. Wanita ini juga melayani pengobatan jarak jauh. Ia mengaku menerima sekitar 55 pucuk surat dari pasiennya dari Papua, Ambon, Makassar, Bandung, Medan, dan juga dari Hong Kong, Taiwan, dan Australia setiap hari. Kakak kandung Mbah Roso ini sudah mahir memijat saraf dan meramu jamu sejak 1971. Saat bisnis konstruksinya terhantam krisis, Suroso mendesaknya beralih profesi–pilihan yang terbukti tidak keliru.

 David Gombak Bermodalkan ijazah SMU, David Iman Kristian, 45 tahun, pernah bekerja serabutan dan menjadi sopir angkutan. Ia juga sempat menjadi pemadat dan hidup dengan cara tidak keruan. Suatu ketika, seorang perempuan tua yang menumpang mobil angkutannya tersentuh melihat keadaan David. Wanita itu, Nyonya Senggoropati, kemudian memberinya ilmu linuih. “Ilmu ini bisa dijadikan duit,” David menirukan ucapan nyonya itu kepadanya. Singkat cerita, David kemudian berguru pada si Nyonya: ia menguasai aneka aji pengasih, ilmu putih, bahkan ilmu hitam. Tapi, hingga gurunya wafat, David tak kunjung mampu menggunakan ilmunya untuk mencari duit. Pertemuannya dengan seorang wartawan majalah klenik di Surabaya pada 1992 mengubah jalan hidup paranormal ini. Wartawan itulah yang “membaptisnya” menjadi paranormal profesional. Sejak saat itu, nama David Iman Kristian diubahnya menjadi David Gombak. Nama terakhir ini adalah julukan bagi keturunan Cina yang punya kelebihan. Lalu, apa kelebihannya sebagai dukun? Ia menguasai ilmu Lamuran Anjasmara yang dipercaya dapat mempertahankan kondisi fisik seseorang. Sekitar 60 persen pemakai Lamuran Anjasmara adalah pesohor yang sering kita lihat di televisi. Kini ucapan mendiang gurunya sudah terbukti. Setiap bulan ia mengaku memperoleh jutaan rupiah dari praktek keliling di beberapa kota besar. Separuh penghasilannya ia gunakan untuk membayar iklan di media massa.

 Mbah Yitno Pensiunan pegawai negeri ini masih tipikal dukun masa lalu yang pantang meminta bayaran. Prayitno (nama lengkap Mbah Yitno), 56 tahun, tak mematok tarif jasanya. Berapa pun pemberian pasien dia terima. Tak mengherankan, dia lebih sering menerima uang pas sebesar Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu di tempat prakteknya di Kampung Dosuman, Kelurahan Pati Timur. Yitno hanya meminta pasiennya membayar bila servis yang dia berikan adalah pemasangan susuk?yang harga materinya memang mahal. Pasien Prayitno tersebar hingga jauh ke luar Pati. Namun, teknologi komunikasi modern memungkinkan Yitno membaca mantra dari jarak ribuan kilometer dengan medium (segelas air putih). Soal jodoh, karir, usaha, dan keturunan adalah spesialisasinya sejak Prayitno menjadi paranormal pada 1991. (Sumber:  TEMPO dan berbagai sumber lain di media massa).

  @wongalus,2010

Categories: PATI KOTA PARANORMAL | 55 Komentar

LATIHAN MERAGA SUKMA


Meraga sukma awalnya bisa dilatih melalui mimpi yang terarah. Yaitu mimpi yang disengaja agar kita bisa bertemu dengan ruh yang merupakan diri sejati kita sendiri.

Adapun caranya sebagai berikut: sebelum tidur, niatkan diri untuk bertemu guru sejati Anda. Menata niat harus jelas sejelas-jelasnya dan bersungguh-sungguh. Untuk membantu, sebelum tidur boleh meminum teh dan relaksasi untuk menghilangkan beban-beban pikiran-pikiran yang berat. Relaksasi meraga sukma bisa dilakukan sebagai berikut: Cari tempat yang nyaman untuk berbaring dan tempat bisa diberi bau-bauan yang harum. Gelapkan ruangan segelap-gelapnya. Selanjutnya, mulailah pergi keluar dunia ini untuk memasuki dunia batin Anda yang gaib menuju satu tempat yang paling indah. Cek apakah Anda sudah memasuki surga di dalam diri, yang biasanya adalah tempat yang seperti ada pepohonan hijau, gunung, bebatuan dan danau. Ajaklah diri Anda untuk bersujud memohon pada-Nya agar nanti saat tertidur diperkenankan bertemu dengan ruh Anda sendiri. Selanjutnya, mulailah benar-benar tidur setelah membaca doa sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Tertidurlah seperti biasanya. Saat Anda sudah tertidur, maka diri biasanya segera berada dalam sebuah tempat yang kosong. (saya biasanya berada ke sebuah jalan yang berpaving). Selanjutnya, di dalam mimpi itu carilah di sana hewan. Biasanya hewan itu nantinya akan tampak, misalnya harimau putih yang terlihat samar-samar. Nah harimau itulah awal penampakan guru sejati Anda. Harimau itu nantinya akan menuntun kita berjalan ke arah tertentu dan usahakan untuk mengikuti kemana pun dia melangkah. Biasanya dia akan berjalan menuju ke habitatnya, yaitu hutan yang di sana banyak harimau juga. Harimau itu nantinya akan memberitahukan kepada Anda apa yang harus Anda lakukan untuk melihat diri Anda sendiri. Biasanya, harimau itu akan menghilang dan berganti dengan wajah penampakan diri Anda sendiri. Itulah ruh atau guru sejati Anda.

@wongalus,2010

Categories: LATIHAN MERAGA SUKMA | 54 Komentar

PEMA GESAR DONG PO LA


Semua kejadian yang kita alami tidak pernah ada yang kebetulan. Semuanya mengikuti alur dan jalur yang ditetapkan dari adanya sebab-sebab yang mendahului. Termasuk ketika muncul keinginan di hati untuk mendapatkan setetes pencerahan. Niat awalnya, ingin istirahat tidur namun saat memejamkan mata, sepersekian detik melesatlah nyawa ini ke alam lain. Memasuki rimba raya di sebuah hutan yang berbukit bukit. Di atas sebuah batu hitam, di kegelapan malam yang hanya diterangi cahaya bulan, duduklah seorang tua berjanggut putih dengan topi merah aneh. Tubuhnya dibalut jubah seperti seorang Biksu. Untuk memudahkan penulisan, sebut saja pertapa suci (PS). Saya pun berkesempatan mewawancarainya dan kembali bangun untuk mengetik:

Wong Alus (WA): Selamat malam minggu..
Pertapa suci (PS): Selamat malam

WA: Saya tadi memohon agar diperkenankan Tuhan untuk berguru pada siapapun yang saya temui malam ini. Salam hormat saya padamu. Kalau Bapak berkenan, siapa nama Anda dan ini negeri mana?
PS: Selamat datang di negeri Tibet. Ini saya Pema Ledrel Tsal yang sekarang duduk di hutan Padma. Perjumpaan kita ini sangat istimewa karena kita berjumpa di hutan tersembunyi, di wilayah sangat sunyi di Kunzang Choling.

WA: Nama Anda susah saya sebutkan, salam kenal Pak. Saya Wong Alus dari Indonesia, ijinkan saya ingin berguru pada Anda.
PS: Silahkan. Apa yang bisa saya bantu?

WA: Begini, kenapa manusia sekarang banyak yang mengeluh padahal katanya dia sudah diberi Tuhan semua yang dibutuhkannya untuk hidup?
PS: Harusnya manusia paham. Kesempatan untuk menjadi manusia adalah satu di antara milyaran. Ingat satu sel sperma saja yang menjadikan mu, sementara sel yang lain akan mati. Sekarang saat kamu sudah mendapatkan kesempatan hidup, jika kamu gagal untuk menjalankan dharma agung maka kamu tidak mungkin berharap mendapatkan kesempatan lagi berbuat kebaikan. Ambillan keberuntungan dari keadaanmu.

WA: Bagaimana memahaminya agar lebih mudah?
PS: Memahami tubuhmu sebagai seorang pembantu, atau sesuatu untuk menyeberangkanmu…

WA: Saya tidak paham bahasa simbolis Anda, bapak. Mohon dijelaskan praktisnya bagaimana?
SP: Gini, pendeknya jangan biarkan tubuhmu bermalas-malasan walau hanya sebentar. Gunakan hidupmu sebaik-baiknya, jadikan gerakan tangan, kaki, ucapan dan pikiranmu demi kebajikan karena itu adalah wujud syukur

WA: Tolong dikritik, apa yang salah pada diri saya?
SP: Sampaikan ke orang lain, kebanyakan hidupya dihabiskan untuk mengejar makanan, pakaian, dan kekayaan. Dengan usaha keras tanpa memandang penderitaan dan bahaya. Padahal, saat kamu mati, kamu tidak membawa semua itu. Saat kau mati, kamu hanya membawa perbuatan dan hatimu saja. Kau sekarang bisa makan yang mewah, enak, lezat, alkohol, namun itu semua akan jadi kotoran.

WA: Harusnya bagaimana pak?
SP: Harusnya kamu hidup sederhana dan makanlah seadanya yang layak untuk hidup, jadilah seorang yang kalah ketika datang masalah makanan, pakaian dan perbincangan.

WA: Jadi orang yang kalah?
SP: Untuk urusan dunia, memang perlu mengalah karena di sanalah kau mampu merenungkan makna ketidakkekalan dan kematian. Jika kau tidak merenung, tidak akan ada jalan melaksanakan Dharma dengan sungguh-sungguh. Praktik ibadah hanya tetap sebagai cita-cita saja, tanpa manfaat karena tidak mampu menyelami kenapa ibadah harus dilakukan yaitu sebagai bekal menuju keabadian Tuhan. Dan kamu akan menyesal saat kematian datang, semua telah terlambat.

WA: Sesungguhnya apakah Bapak masih hidup atau sudah mati?
SP: Saya masih hidup, namun saya sudah sering berkelana ke alam kematian

WA: Apa yang Bapak peroleh saat berada di alam kematiaan yang bisa saya jadikan pelajaran?
SP: Tidak ada kebahagiaan sejati di antara enam jenis makhluk, tapi bila kita merenungkan penderitaan di tiga alam rendah, kamu akan bersedih karena mendengarkan penderitaan mereka.

WA: Saya kurang paham dengan pandangan seperti ini. Maaf bapak, saya tidak mengenal wacana yang bapak sampaikan ini.
SP: Ya, saya tahu kamu belum paham jadi harus terus belajar

WA: Bapak, sekarang ini sangat susah ditemui orang-orang yang benar-benar suci. Siapa yang sekarang harus dijadikan guru spiritual?
SP: Sampaikan pesanku ini ke orang yang kau temui. Belajarlah dari pengalaman yang menyenangkan dan menyakitkan. Siapa yang memikulnya, tak lain dirinya sendiri. Itu adalah buah dari perbuatanmu sendiri, baik atau buruk. Saat kamu tahu hal itu, sangat penting bagimu bertingkah laku yang sesuai. Tanpa bingung lagi mencari guru spiritual yang harus kau datangi, datangilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang harus dilakukan, hindari mana yang harus kamu hindari

WA: Berarti guru sejati itu diri kita sendiri?
SP: Pasti. Bukan orang lain. Hilangkan keraguan dan salah pengertian. Dirimu adalah guru dan mengikuti ajaran dari guru yang bermutu akan membawa pada ajaran yang benar. Tidak perlu belajar beragam ajaran tanpa pernah mendalaminya. Yang kau dalami bukankah pengalamanmu sendiri?

WA: Baiklah, Bapak. Kini saya semakin paham kepada siapa saya harus berguru. Sekarang apa tolok ukur bila saya sudah mencapai tahap matang dan dewasa secara spiritual?
SP: Ukurannya pada kata cukup di hati. Jika kau merasa kurang kaya, maka kau akan terus mengejar kekayaan dan benda sebanyak-banyaknya. Kau akan terus mencari kedudukan setinggi-tingginya, kamu akan mencari nama agar bangga bila kau disebut pemimpin. Pikirkanlah, semua itu sebenarnya tidak berguna di mata Tuhan. Jadi, tolok ukur kedewasaan spiritual itu tatkala kamu mampu membebaskan keinginan dan pikiranmu dari keinginan apapun juga. Kekayaan kesuksesan dan status adalah jalan termudah untuk menarik musuh dan setan datang. Tidak ada tanda pencerahan spiritual yang lebih jelas kecuali pikiran yang disiplin. Ini adalah kemenangan sejati pejuang yang tidak membawa senjata apapun.. kecuali kepasrahan dan keikhlasan.

WA: Baiklah Bapak, saya paham. Mohon saran sebelum saya pamit.
SP: Pejalan spiritual yang hanya ingin kesenangan, kebahagiaan, kesuksesan akan gagal memalingkanpikirannya dari urusan duniawi. Akan memutuskan hubungan mereka dengan Dharma sejati. Jagalah diri agar tidak menjadi orang yang keras kepala. Jangan biarkan pikiranmu menjadi tidak tenang dan gelisah. Buatlah dirimu nyaman di tempat dudukmu, di tempat berbaringmu, di tempat semedimu, ini jalan yang pasti untuk mendapatkan kekayaan Dharma. Jaga arus pikiranmu! Pema Gesar Dong Po La..

WA: Maaf Bapak, saya belum pernah mendengar kata ini. Apa arti kata terakhir itu dan bagaimana tulisannya?
SP: PE MA GE SAR DONG PO LA.. ini bahasa tibet yang artinya di atas sekuntum bunga teratai (teratai adalah simbol ketenangan semedi/meditasi terj. wong alus)

WA: Selamat jalan Bapak.
SP: Selamat jalan juga wong alus. Semoga semua makhluk berbahagia.

@wongalus,2010

Categories: PENGALAMAN NGRAGA SUKMA 2 | 32 Komentar

BERPUTUS ASA DALAM BERDOA


Kenapa kita tidak boleh mutung dan membatalkan doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan?

Salah satu sifat wajib Tuhan Yang Maha Esa adalah MAHA MENDENGAR dan MAHA MELIHAT. Dengan memiliki sifat ini, manusia tidak boleh khawatir dan takut bahwa apa yang diharapkannya tidak didengar bahkan dilupakan oleh Tuhan.

Kalau kita berharap sesuatu, maka selidikilah kepada siapa harapan dan doa itu kita gantungkan? Kalau kita berharap pada tetangga, pada bupati, pada gubernur, pada menteri, pada polisi, pada jaksa, bahkan pada presiden, maka kita tidak usah seratus persen yakin bahwa harapan kita itu dikabulkan. Kenapa? Sebab mereka adalah manusia yang bisa lupa.

Meskipun bisa jadi kita sudah mengadakan akad yang ditulis di atas hitam dan putih pun jangan berharap banyak deh. Misalnya kita berharap agar uang yang kita tanam di bank suatu ketika akan menghasilkan laba, namun harapan itu hendaknya tidak usah terlalu diyakini… Sebab bisa jadi banknya kolaps, tutup dan sebagainya. Kalau suatu ketika kita mengadakan perjanjian di atas kertas bermaterai pun dengan demikian kita menanamkan harapan, juga hendaknya tidak usah terlalu yakin bahwa harapan kita itu bisa benar-benar akan ditunaikan oleh pihak lain.

Menanam harapan dan perjanjian di dunia boleh saja, bahkan bisa jadi menentramkan. Namun kita tidak boleh menggantungkan keyakinan dengan derajat kepastian seratus persen. Kalau kita meyakini seratus persen, bersiaplah untuk menanggung kekecewaan seumur hidup. Sebab semua perjanjian yang dibuat antar makhluk apalagi makhluk yang punya akal, sifatnya RELATIF. Manusia punya akal, dia mudah ngakali dan akal-akalan dengan janjinya.

Masih mending menaruh harapan dengan benda mati. Misalnya mobil atau sepeda motor. Bila suatu ketika kita membeli mobil atau sepeda motor baru, semua onderdilnya pasti juga baru dan jika kita mengisinya dengan bensin yang cukup dan melaju di jalan tol yang lengang, maka kita bolehlah berharap banyak bahwa si mobil mampu digeber dengan kecepatan 120 kilometer perjam lebih.

Masih juga mending kita menaruh harapan pada makhluk halus. Misalnya jika kita ingin cepat kaya dan memelihara tuyul, maka kita boleh berharap banyak agar si tuyul tiap hari mencuri uang dan memberikannya pada kita. Makhluk tuyul sangat kecil kemungkinannya untuk memberikan uang hasil curiannya pada orang lain yang dia tidak kenal. Tuyul takut melanggar perjanjian dan akad yang telah dibuat bersama sehingga suatu ketika Tuyul juga menagih haknya sesuai dengan perjanjian awal saat seseorang berkeinginan memelihara tuyul.

Contoh lain, saat seseorang berkeinginan untuk menyantet. Seorang dukun mengadakan perjanjian dengan makhluk halus. Dukun berjanji akan memberi makanan berupa ritual slametan dan berjanji akan memberi tumbal (nyawa keluarga klien) bila si makhluk halus berhasil menyantet seseorang (musuh klien). Dalam prakteknya, membuat perjanjian degan makhluk halus derajat kepastiannya malah lebih bisa dijamin dibanding dengan manusia.

Manusia kayaknya mudah untuk mblenjani (inkar) janji. Sangat sering kita dengar, seseorang berjanji namun dia mengingarinya sendiri. Padahal, ciri-ciri manusia beriman salah satunya adalah MENEPATI JANJI. Jika kita tidak menepati janji, maka oleh Tuhan kita ini dianggap tidak beriman. Beriman jelas letaknya tidak di mulut, namun di dalam hati yang memancar di dalam perilaku. Manusia yang sudah tinggi tingkat spiritualnya, pastilah orang-orang yang tidak suka mengobral janji namun sedikit usaha. Sebaliknya, mereka sedikit obral janji namun banyak usaha.

DAFTAR TUNGGU DOA
Kita sudah sering membahas tentang hakikat doa, yaitu harapan yang kita sampaikan kepada pihak lain. Yaitu hanya kepada Tuhan. Doa tidak perlu disampaikan kepada akik, keris, tombak, dan sebagainya. Doa yang benar hanya disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Saat kita berdoa, maka malaikat pasti mencatat doa kita dan buku catatan itu tidak ditinggal di sembarang tempat. Doa kita diletakkan di kotak-kotak yang suatu saat pasti akan dikabulkan untuk kita. Mari kita renungkan, mana doa kita yang sudah dan belum dikabulkan pada Tuhan? Bertanyalah kepada orang yang hampir meninggal, apa ada doanya yang tidak dikabulkan Tuhan. Pasti jawabannya “semua doa saya sudah dikabulkan Tuhan.”

Doa manusia memang tidak langsung dikabulkan Tuhan. Sebab Tuhan bukan pelayan di restoran cepat saji. Tuhan juga bukan tuas gas dan rem mobil yang jika kita gerakkan langsung bereaksi sesuai dengan kehendak kita. Ya, kita memang sangat-sangat keterlaluan memperlakukan Tuhan.

Padahal kita tahu bahwa Tuhan Rabbul Alamin. Pencipta Alam semesta satu-satunya dan tidak ada duanya. Satu dalam kemanunggalannya. Satu yang tidak ada yang lain. Kata “satu”inipun tidak begitu tepat karena nanti ada kata dua, tiga, empat dan seterusnya. Jadi, ya pokoknya hanya DIA YANG ADA DAN SATU-SATUNYA SUMBER SEMUA YANG ADA. Karena Yang Ada adalah satu-satunya predikat yang paling umum dan mendasari semua yang ada, maka tanpa kehadiran Tuhan, semua yang ada ini menjadi tidak bermakna dan tidak masuk akal. Tuhan adalah LOGOS YANG MENCIPTAKAN KOSMOS.

Dengan Kemahabijaksanaan-Nya Tuhan tidak menolak doa kita. Dia Maha Welas Asih sehingga doa kita pasti dikabulkannya. Malaikatlah yang mencatat doa kita dan diletakkan di daftar tunggu antrian di alam malakut. Daftar tunggu itu seperti lemari besar milik seorang manusia yang di dalamnya ada kotak-kotak doa kita. Orang yang tidak pernah berdoa, maka di dalam lemari hidup itu kosong melompong. Banyak tidaknya kotak doa di lemari harapan ini sejatinya tidak menunjukkan derajat ketinggian spiritual manusia. Sebab ada orang yang banyak berdoa, namun doanya kebanyakan berisi doa tentang ketidakpuasan hidupnya di dunia, keinginan-keinginan yang disampaikan melulu bersifat duniawi… maka derajatnya pasti sangat rendah.

Ada lagi doa yang banyak dipanjatkan untuk mensyukuri nikmat-nikmatnya sehingga lemari harapan ini penuh. Ini lemari manusia yang derajatnya sangat mulia. Dan yang paling mulia, adalah lemari harapan yaitu doa agar manusia diperkenankan untuk melihat wajah Nya dan mencicipi nikmatnya bersatu dengan Dzat-Nya kemudian hidupnya dipenuhi dengan semangat untuk menolong semua makhluk ini dari kesesatan. Manusia yang demikian pasti mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya.

Kenapa Tuhan menunda doa kita? Itu karena Tuhan menyayangi kita. Kita yang biasanya tidak tahu apa yang akan terjadi, biasanya doa yang kita panjatkan juga asal-asalan. Kita tidak tahu jika doa kita langsung dikabulkan, bisa jadi kita akan tidak siap dan menjadi orang yang manja. Padahal, hukum alam semesta ini pasti mengutuk sikap MANJA. Hukum yang berlaku di Alam Semesta ini adalah HUKUM KAUSALITAS SEBAB AKIBAT yang jauh dari sikap manja. Dalam hidup ini, kita diminta untuk berusaha, membanting tulang dan mencari rezeki yang halal. Alam semesta hanya menyediakan bahan mentah dan manusia diwajibkan untuk mengolah bahan mentah agar dia bisa hidup secara layak dan manusiawi.

Di alam semesta berlaku SELEKSI ALAM. Siapa yang berusaha keras maka dia yang akan berhasil mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang diusahakannya. Jangan berharap lebih dari apa yang kita usahakan, karena di sana nanti ada unsur NEGATIF dan ada amalan yang bisa membalik ke kita lagi. Bila Anda menanam biji mangga maka berharaplah agar mangga itu akan berbuah. Jangan berharap berbuah duren atau pisang karena itu berarti tidak mungkin. Jangan berharap mendapatkan rezeki nomplok turun dari langit setelah kita berdoa jutaan kali, karena Tuhan tidak mungkin memberikannya.

Jangan berharap akan kaya mendadak, kecuali bila Anda memang anak seorang bos yang sudah kaya duluan. Bila tidak ingin miskin, maka ambil cangkul dan bangunlah pada pagi hari. Berangkat ke sawah dan berharaplah suatu saat apa yang Anda tanam itu mendatangkan hasil. Hiduplah serasi dengan hukum alam, hiduplah harmoni dengan hukum Tuhan. Meskipun kita bukan orang besar, terkenal dan jauh dari hiruk pikuk dunia yang gemerlap tapi yakinlah bahwa suatu saat kita akan menjadi makhluk paling terhormat karena mampu menjaga nilai-nilai yang abadi dan suci.

Jadi, jangan pernah mutung dan membatalkan doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan. Namun, lupakan saja doa yang pernah kita panjatkan agar kita tidak dihinggapi penyakit TIDAK YAKIN BAHWA TUHAN MAHA MELIHAT DAN MAHA MENDENGAR. Berdoalah dengan sungguh-sungguh. Cukup sekali saja dan kemudian lanjutkan hidupmu dengan hati yang sabar dan pasrah.

Mohon maaf sahabatku semua, saya sedang menggurui. Menggurui diri saya, nafsu-nafsu saya, harapan saya, doa saya, jiwa dan nyawa saya sendiri…
Nuwun.

@wongalus,2010

Categories: BERPUTUS ASA DALAM BERDOA | 15 Komentar

MANTRA ANTI PELURU


Ingat penyerbuan orang yang diduga teroris Noordin M Top oleh Densus 88 di Jawa tengah tempo hari? Para aparat penegak hukum menggunakan rompi anti peluru untuk melindungi dari tembakan teroris. Sekarang ini, tembak-menembak sudah tidak jadi pemandangan yang aneh. Setiap hari di koran juga terjadi perampokan dan tindak kriminal menggunakan senjata api. Bila aparat keamanan saja memakai rompi anti peluru bagaimana dengan masyarakat umum? Tentu saja masyarakat jarang membeli rompi yang berat seperti itu selain harganya mahal juga sulit didapatkan. Ini ada mantra mencegah kita agar tidak terkena peluru saat terjadi tembak menembak. Bacalah mantra ini di dalam hati selama Anda mendengar suara tembakan:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, OJO KENAL OJO KENIL.

Dengan ijin Tuhan, peluru tidak akan mengenai tubuh kita meski diberondong peluru dalam jarak dekat.

@wongalus,2010

Categories: MANTRA ANTI PELURU | 39 Komentar

CARA RADEN SYAHID MENCARI GURU SEJATI


Di antara para wali yang lain, Kanjeng Sunan Kalijaga bisa dikatakan satu-satunya wali yang menggunakan pendekatan yang pas yaitu budaya Jawa. Dia sadar, tidak mungkin menggunakan budaya lain untuk menyampaikan ajaran sangkan paraning dumadi secara tepat. Budaya arab tidak cocok diterapkan di Jawa karena manusia Jawa sudah hidup sekian ratus tahun dengan budayanya yang sudah mendarah daging. Bahkan, setelah “dilantik” menjadi wali, dia mengganti jubahnya dengan pakaian Jawa memakai blangkon atau udeng.

Nama mudanya Raden Syahid, putra adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta dan Dewi Nawangrum. Kadpiaten Tuban sebagaimana Kadipaten yang lain harus tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Nama lain Tumenggung Wilatikta adalah Ario Tejo IV, keturunan Ario Tejo III, II dan I. Arti Tejo I adalah putra Ario Adikoro atau Ronggolawe, salah seorang pendiri Kerajaan Majapahit. Jadi bila ditarik dari silsilah ini, Raden Syahid sebenarnya adalah anak turun pendiri kerajaan Majapahit.

Raden Syahid lahir di Tuban saat Majapahit mengalami kemunduran karena kebijakan yang salah kaprah, pajak dan upeti dari masing-masing kadipaten yang harus disetor ke Kerajaan Majapahit sangat besar sehingga membuat miskin rakyat jelata. Suatu ketika, Tuban dilanda kemarau panjang, rakyat hidup semakin sengsara hingga suatu hari Raden Syahid bertanya ke ayahnya: “Bapa, kenapa rakyat kadipaten Tuban semakin sengsara ini dibuat lebih menderita oleh Majapahit?”. Sang ayah tentu saja diam sambil membenarkan pertanyaan anaknya yang kritis ini.

Raden Syahid yang melihat nasib rakyatnya merana, terpanggil untuk berjuang dengan caranya sendiri. Cara yang khas anak muda yang penuh semangat juang namun belum diakui eksistensinya; menjadi “Maling Cluring”, yaitu pencuri yang baik karena hasil curiannya dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin yang menderita. Tidak hanya mencuri, melainkan juga merampok orang-orang kaya dan kaum bangsawan yang hidupnya berkecukupan.

Suatu ketika, perbuatan mulia namun tidak lazim itu diketahui oleh sang ayah dan sang ayah tanpa ampun mengusir Raden Syahid karena dianggap mencoreng moreng kehormatan keluarga adipati. Pengusiran tidak hanya dilakukan sekali namun beberapa kali. Saat diusir Raden Syahid kembali melakukan perampokan namun sialnya dia tertangkap pengawal kadipaten hingga sang ayah kehabisan akal sehat. “Syahid anakku, kini sudah waktunya kamu memilih, kau yang suka merampok itu pergi dari wilayah Tuban atau kau harus tewas di tangan anak buahku”. Syahid tahu dia saat itu harus benar-benar pergi dari wilayah Tuban dan akhirnya, dia pun dengan hati gundah pergi tanpa arah tujuan yang jelas. Suatu hari dalam perjalanannya di hutan Jati Wangi, dia bertemu lelaki tua yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Sunan Bonang. Sunan Bonang adalah putra dan murid Sunan Ampel yang berkedudukan di Bonang, dekat Tuban.

Syahid yang ingin merampok Sunan Bonang akhirnya harus bertekuk lutut dan Syahid akhirnya berguru pada Sunan Bonang. Oleh Bonang yang saat itu sudah jadi guru spiritual ini, Syahid diminta duduk diam bersila di pinggir sungai. Posisi duduk diam meneng ini di kalangan para yogi dikenal dengan posisi meditasi. Syahid saat itu telah bertekad untuk mengubah orientasi hidupnya secara total seratus delapan puluh derajat. Yang awalnya dia berjuang dalam bentuk fisik, menjadi perjuangan dalam bentuk batin (metafisik). Dia telah meninggalkan syariat masuk ke ruang hakekat untuk mereguk nikmatnya makrifat. Namun syarat yang diajarkan Sunan Bonang cuma satu: duduk, diam, meneng, mengalahkan diri/ego dan patuh pada sang guru sejati (kesadaran ruh). Untuk menghidupkan kesadaran guru sejati (ruh) yang sekian lama terkubur dan tertimbun nafsu dan ego ini, Bonang menguji tekad Raden Syahid dengan menyuruhnya untuk diam di pinggir kali.

Ya, perintahnya hanya diminta untuk diam tok, tidak diminta untuk dzikir atau ritual apapun. Cukup diam atau meneng di tempat. Dia tidak diminta memikirkan tentang Tuhan, atau Dzat Yang Adikodrati yang menguasai alam semesta. Tidak, Sunan Bonang hanya meminta agar sang murid untuk patuh, yaitu DIAM, MENENG, HENING, PASRAH, SUMARAH, SUMELEH. Awalnya, orang diam pikirannya kemana-mana. Namun sekian waktu diam di tempat, akal dan keinginannya akhirnya melemas dan akhirnya benar-benar tidak memiliki daya lagi untuk berpikir, energi keinginan duniawinya lepas landas dan lenyap. Raden Syahir mengalami suwung total, fana total karena telah hilang sang diri/ego.

“BADANKU BADAN ROKHANI, KANG SIFAT LANGGENG WASESA, KANG SUKSMA PURBA WASESA, KUMEBUL TANPA GENI, WANGI TANPA GANDA, AKU SAJATINE ROH SAKALIR, TEKA NEMBAH, LUNGO NEMBAH, WONG SAKETI PADA MATI, WONG SALEKSA PADA WUTA, WONG SEWU PADA TURU, AMONG AKU ORA TURU, PINANGERAN YITNA KABEH….”

Demikian gambaran kesadaran ruh Raden Syahid kala itu. Berapa lama Raden Syahid diam di pinggir sungai? Tidak ada catatan sejarah yang pasti. Namun dalam salah satu hikayat dipaparkan bahwa sang sunan bertapa hingga rerumputan menutupi tubuhnya selama lima tahu. Setelah dianggap selesai mengalami penyucian diri dengan bangunnya kesadaran ruh, Sunan Bonang menggembleng muridnya dengan kawruh ilmu-ilmu agama. Dianjurkan juga oleh Bonang agar Raden Syahid berguru ke para wali yang sepuh yaitu Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Giri di Gresik. Raden Syahid yang kemudian disebut Sunan Kalijaga ini menggantikan Syekh Subakir gigih berdakwah hingga Semenanjung Malaya hingga Thailand sehingga dia juga diberi gelar Syekh Malaya.

Malaya berasal dari kata ma-laya yang artinya mematikan diri. Jadi orang yang telah mengalami “mati sajroning urip” atau orang yang telah berhasil mematikan diri/ego hingga mampu menghidupkan diri-sejati yang merupakan guru sejati-NYA. Sebab tanpa berhasil mematikan diri, manusia hanya hidup di dunia fatamorgana, dunia apus-apus, dunia kulit. Dia tidak mampu untuk masuk ke dunia isi, dan menyelam di lautan hakikat dan sampai di palung makrifatullah.

Salah satu ajaran Sunan Kalijaga yang didapat dari guru spiritualnya, Sunan Bonang, adalah ajaran hakikat shalat sebagaimana yang ada di dalam SULUK WUJIL: UTAMANING SARIRA PUNIKI, ANGRAWUHANA JATINING SALAT, SEMBAH LAWAN PUJINE, JATINING SALAT IKU, DUDU NGISA TUWIN MAGERIB, SEMBAH ARANEKA, WENANGE PUNIKU, LAMUN ARANANA SALAT, PAN MINANGKA KEKEMBANGING SALAM DAIM, INGARAN TATA KRAMA. (Unggulnya diri itu mengetahui HAKIKAT SALAT, sembah dan pujian. Salat yang sesungguhnya bukanlah mengerjakan salat Isya atau maghrib. Itu namanya sembahyang. Apabila disebut salat, maka itu hanya hiasan dari SALAT DAIM, hanya tata krama).

Di sini, kita tahu bahwa salat sejati adalah tidak hanya mengerjakan sembah raga atau tataran syariat mengerjakan sholat lima waktu. Salat sejati adalah SALAT DAIM, yaitu bersatunya semua indera dan tubuh kita untuk selalu memuji-Nya dengan kalimat penyaksian bahwa yang suci di dunia ini hanya Tuhan: HU-ALLAH, DIA ALLAH. Hu saat menarik nafas dan Allah saat mengeluarkan nafas. Sebagaimana yang ada di dalam Suluk Wujil: PANGABEKTINE INGKANG UTAMI, NORA LAN WAKTU SASOLAHIRA, PUNIKA MANGKA SEMBAHE MENENG MUNI PUNIKU, SASOLAHE RAGANIREKI, TAN SIMPANG DADI SEMBAH, TEKENG WULUNIPUN, TINJA TURAS DADI SEMBAH, IKU INGKANG NIYAT KANG SEJATI, PUJI TAN PAPEGETAN. (Berbakti yang utama tidak mengenal waktu. Semua tingkah lakunya itulah menyembah. Diam, bicara, dan semua gerakan tubuh merupakan kegiatan menyembah. Wudhu, berak dan kencing pun juga kegiatan menyembah. Itulah niat sejati. Pujian yang tidak pernah berakhir)

Jadi hakikat yang disebut Sholat Daim nafas kehidupan yang telah manunggaling kawulo lan gusti, yang manifestasinya adalah semua tingkah laku dan perilaku manusia yang diniatkan untuk menyembah-Nya. Selalu awas, eling dan waspada bahwa apapun yang kita pikirkan, apapun yang kita kehendaki, apapun yang kita lakukan ini adalah bentuk yang dintuntun oleh AKU SEJATI, GURU SEJATI YANG SELALU MENYUARAKAN KESADARAN HOLISTIK BAHWA DIRI KITA INI ADALAH DIRI-NYA, ADA KITA INI ADALAH ADA-NYA, KITA TIDAK ADA, HANYA DIA YANG ADA.

Sholat daim ini juga disebut dalam SULUK LING LUNG karya Sunan Kalijaga: SALAT DAIM TAN KALAWAN, MET TOYA WULU KADASI, SALAT BATIN SEBENERE, MANGAN TURU SAHWAT NGISING. (Jadi sholat daim itu tanpa menggunakan syariat wudhu untuk menghilangkan hadats atau kotoran. Sebab kotoran yang sebenarnya tidak hanya kotoran badan melainkan kotoran batin. Salat daim boleh dilakukan saat apapun, misalnya makan, tidur, bersenggama maupun saat membuang kotoran.)

Ajaran makrifat lain Sunan Kalijaga adalah IBADAH HAJI. Tertera dalam Suluk Linglung suatu ketika Sunan Kalijaga bertekad pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Di tengah perjalanan dia dihentikan oleh Nabi Khidir. Sunan dinasehati agar tidak pergi sebelum tahu hakikat ibadah haji agar tidak tersesat dan tidak mendapatkan apa-apa selain capek. Mekah yang ada di Saudi Arabia itu hanya simbol dan MEKAH YANG SEJATI ADA DI DALAM DIRI. Dalam suluk wujil disebutkan sebagai berikut:
NORANA WERUH ING MEKAH IKI, ALIT MILA TEKA ING AWAYAH, MANG TEKAENG PRANE YEN ANA SANGUNIPUN, TEKENG MEKAH TUR DADI WALI, SANGUNIPUN ALARANG, DAHAT DENING EWUH, DUDU SREPI DUDU DINAR, SANGUNIPUN KANG SURA LEGAWENG PATI, SABAR LILA ING DUNYA.

MESJID ING MEKAH TULYA NGIDERI, KABATOLLAH PINIKANENG TENGAH, GUMANTUNG TAN PACACANTHEL, DINULU SAKING LUHUR, LANGIT KATON ING NGANDHAP IKI, DINULU SAKING NGANDHAP, BUMI ANENG LUHUR, TINON KULON KATON WETAN, TINON WETAN KATON KULON IKU SINGGIH TINGALNYA AWELASAN.

(Tidak tahu Mekah yang sesugguhnya. Sejak muda hingga tua, seseorang tidak akan mencapai tujuannya. Saat ada orang yang membawa bekal sampai di Mekah dan menjadi wali, maka sungguh mahal bekalnya dan sulit dicapai. Padahal, bekal sesungguhnya bukan uang melainkan KESABARAN DAN KESANGGUPAN UNTUK MATI. SESABARAN DAN KERELAAN HIDUP DI DUNIA. Masjid di Mekah itu melingkar dengan Kabah berada di tengahnya. Bergantung tanpa pengait, maka dilihat dari atas tampak langit di bawah, dilihat dari bawah tampak bumi di atas. Melihat yang barat terlihat timur dan sebalinya. Itu pengelihatan yang terbalik).

Maksudnya, bahwa ibadah haji yang hakiki adalah bukanlah pergi ke Mekah saja. Namun lebih mendalam dari penghayatan yang seperti itu. Ibadah yang sejati adalah pergi ke KIBLAT YANG ADA DI DALAM DIRI SEJATI. Yang tidak bisa terlaksana dengan bekal harta, benda, kedudukan, tahta apapun juga. Namun sebaliknya, harus meletakkan semua itu untuk kemudian meneng, diam, dan mematikan seluruh ego/aku dan berkeliling ke kiblat AKU SEJATI. Inilah Mekah yang metafisik dan batiniah. Memang pemahaman ini seperti terbalik, JAGAD WALIKAN. Sebab apa yang selama ini kita anggap sebagai KEBENARAN DAN KEBAIKAN MASIHLAH PEMAHAMAN YANG DANGKAL. APA YANG KITA ANGGAP TERBAIK, TERTINGGI SEPERTI LANGIT DAN PALING BERHARGA DI DUNIA TERNYATA TIDAK ADA APA-APANYA DAN SANGAT RENDAH NILAINYA.

Apa bekal agar sukses menempuh ibadah haji makrifat untuk menziarahi diri sejati? Bekalnya adalah kesabaran dan keikhlasan. Sabar berjuang dan memiliki iman yang teguh dalam memilih jalan yang barangkali dianggap orang lain sebagai jalan yang sesat. Ibadah haji metafisik ini akan mengajarkan kepada kita bahwa episentrum atau pusat spiritual manusia adalah BERTAWAF. Berkeliling ke RUMAH TUHAN, berkeliling bahkan masuk ke AKU SEJATI dengan kondisi yang paling suci dan bersimpuh di KAKI-NYA YANG MULIA. Tujuan haji terakhir adalah untuk mencapai INSAN KAMIL, yaitu manusia sempurna yang merupakan kaca benggala kesempurnaan-Nya.

Sunan Kalijaga adalah manusia yang telah mencapai tahap perjalanan spiritual tertinggi yang juga telah didaki oleh Syekh Siti Jenar. Berbeda dengan Syekh Siti Jenar yang berjuang di tengah rakyat jelata, Sunan Kalijaga karena dilahirkan dari kerabat bangsawan maka dia berjuang di dekat wilayah kekuasaan. Di bidang politik, jasanya terlihat saat akan mendirikan kerajaan Demak, Pajang dan Mataram. Sunan Kalijaga berperan menasehati Raden Patah (penguasa Demak) agar tidak menyerang Brawijaya V (ayahnya) karena beliau tidak pernah berlawanan dengan ajaran akidah. Sunan Kalijaga juga mendukung Jaka Tingkir menjadi Adipati Pajang dan menyarankan agar ibukota dipindah dari Demak ke Pajang (karena Demak dianggap telah kehilangan kultur Jawa.

Pajang yang terletak di pedalaman cocok untuk memahami Islam secara lebih mendalam dengan jalur Tasawuf. Sementara kota pelabuhan jalurnya syariat. Jasa lain Sunan Kalijaga adalah mendorong Jaka Tingkir (Pajang) agar memenuhi janjinya memberikan tanah Mataram kepada Pemanahan serta menasehati anak Pemanahan, yaitu Panembahan Senopati agar tidak hanya mengandalkan kekuatan batin melalui tapa brata, tapi juga menggalang kekuatan fisik dengan membangun tembok istana dan menggalang dukungan dari wilayah sekeliling. Bahkan Sunan Kalijaga juga mewariskan pada Panembahan Senopati baju rompi Antakusuma atau Kyai Gondhil yang bila dipakai akan kebal senjata apapun.

@wongalus,2010

Categories: SUNAN KALIJAGA MENCARI GURU SEJATI | 44 Komentar

AJI SRI WIDARA PENGASIHAN KHUSUS UNTUK PEREMPUAN


Ini adalah pelet pengasihan khusus milik kaum perempuan. Bagi kaum hawa yang belum memiliki pasangan hidup, disarankan untuk berikhtiar lahir maupun batin. Ikhtiar lahir di antaranya adalah memperbaiki cara berkomunikasi, menata etika sopan santun, penampilan yang bersih dan menarik. Sementara ikhtiar batin di antaranya adalah memiliki pribadi yang mempesona karena kecantikan sejati awalnya dari “dalam” (inner beauty), memiliki sifat “keibuan” dan feminin. Sifat ini secara filosofis sangatlah mulia karena fakta, faktor, fungsi dan peran ibu adalah menjaga keberlangsungan kehidupan manusia, bahkan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini lahir dari rahim ibu. Ikhtiar batin selanjutnya adalah memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan jodoh yang baik.
 
 Salah satu ikhtiar batin yang dimiliki kaum perempuan di Jawa adalah memiliki ilmu pelet pengasihan yaitu AJI SRI WIDARA. Cara memiliki ajian ini adalah berpuasa mutih tiga hari. Mulai puasa pada hari Jumat legi dan setiap hari antara jam 00.00 s/d jam 03.00 duduk bersila untuk meditasi dan membaca mantra 3 x ini:

AJIKU SI SRI WIDARA, ESEMKU DEWI SUPRABA, LIRINGKU DEWI RATIH, SING ANDULU SING NDELENG TEKA WELAS ASIH, TEKA TEMEN TEKA KANGEN MENYANG ING JIWAKU, SAKING KERSANING ALLAH.

Mantra ini dibaca saat akan bertemu dengan seorang pria yang ingin dituju, atau bisa juga dibaca saat akan bepergian keluar rumah. Atau bila sudah memiliki calon suami dan akan melangsungkan pernikahan tepatnya saat akan mulai dirias oleh juru paes maka calon penganten wanita bisa membaca mantra aji Sri Widara ini sehingga inner beauty-nya akan semakin berbinar sangat menarik orang lain yang melihatnya. Cocok juga dimiliki oleh setiap perempuan yang selalu ingin tampil menarik di manapun dia berada.

@wongalus,2010

 

 

Categories: AJI SRI WIDARA | 31 Komentar

JALAN-JALAN SANTAI KE PASAR KEMBANG


Tubuh halus ini terbiasa berkelana kemana-mana meninggalkan fisik yang tertidur. Memejamkan mata sesaat, biasanya tubuh astral langsung terbang ke mana pun yang dikehendaki. Melintasi langit, turun ke sebuah kota, menembus tembok-tembok dan menyaksikan apa yang terjadi di sana. 

Malam ini, saat menulis artikel ini, saya ingin mengajak Anda sekalian berjalan-jalan menyaksikan dengan mata batin apa yang terjadi di Pasar Kembang Yogyakarta. Kenapa harus ke Pasar Kembang? Ini adalah pasar yang unik. Jangan bayangkan di sini banyak orang berjualan bunga-bunga indah beraneka warna. Di sini, yang banyak adalah para “bunga-bunga malam” yang menunggu tamu dan menjajakan dirinya. Jadi Pasar Kembang hanya sekedar istilah yang merujuk pada tempat para perempuan menjajakan diri dan bertransaksi dengan kaum hidung belang.

Perjalanan ini dimulai dari Jalan Malioboro. Untuk mengamati situasi, terpaksa saya duduk di atas sebuah lampu kota berwarna hijau terbuat dari cor yang kuat. Lampu ini tingginya sekitar 2,5 meter dan di bawah saya ada beberapa tukang becak menunggu tamu. Nama tukang becak itu Karyo dan Sutrisno. Asli Karyo adalah warga Pleret Bantul, sedangkan asli Sutrisno adalah warga Wates, Kulon Progo.

Malioboro malam ini sudah agak lengang dengan para wisatawan luar kota. Berbeda dengan kemarin saat perayaan tahun baru jalan ini sungguh padat. Kaki hampir tidak bisa digerakkan karena saking sesaknya orang-orang ingin bertahun baru di jalanan nostalgia ini. Sekarang saat kalender sudah menunjuk ke tanggal 3, meskipun agak lengang seakan tetap saja jalanan ini tidak pernah sepi dari kunjungan tamu-tamu. Tamu dari luar Jogja seakan harus ke Malioboro. Padahal, bila tujuan mereka Cuma berbelanja maka belanja benda-benda seni di emper-emper toko di jalan ini nyaris tidak berubah dari tahun-tahun. Tidak ada kreasi baru, membuat sebagian orang mulai jenuh. “Barangnya itu-itu saja,” kata Mr Smith, warga Canberra Australia yang sudah berusia 60 tahun. Mr Smith sudah beberapa kali ke Indonesia dan bila ke Indonesia, dia pasti menyempatkan diri mampir ke Jogja.

Malioboro jam 21.00 malam memasuki nuansa yang lain. Para penjual kerajinan di sepanjang jalan mengemasi dagangannya dan diganti oleh penjual makanan lesehan. Para pengamen pun mencarak-cakar gitarnya, melantunkan senandung beraneka rupa.

Mr Smith adalah seorang duda yang lumayan mapan. Rumahnya di Canberra cukup bagus, tiga ruangan mewah dan satu mobil Cherooke diparkir di garasi rumahnya yang bercat hijau. Smith pernah menikah dan punya satu anak. Akibat perselingkuhan yang dilakukan Smith, keluarga yang dibangunnya berantakan dan akhirnya si isteri memilih cerai. Sementara sang anak kemudian ikut si isterinya yang kini juga sudah menikah lagi. Smith, sang pria flamboyan ini adalah seorang produser film di negeri kanguru. Gaya hidupnya yang metropolis memaksanya untuk hidup ringan tanpa diribeti dengan berbagai pikiran yang berat. Kini, malam ini di Malioboro saya melihat Mr Smith berjalan santai menikmati malam. Langkah-langkah kakinya panjang akhirnya sampai di ujung jalan paling utara Malioboro. Dia kemudian masuk ke sebuah hotel dan masuk ke ruangan nomor 32. Kamar ini sudah dihuninya sejak dua hari yang lalu.

Dia lantas melihat jam yang menunjuk pukul 21.32 WIB waktu Jogja dan kemudian mengambil handphone di tas. Jarinya memencet Handphone dengan nomor 081392….
 
Smith: “Hello”
Perempuan: yap
Smith: Bisa menemani saya tidur
Perempuan: Boleh, dimana
Smith: Di hotel X, kamar 32
Perempuan: Sudah tau tarif saya?
Smith: 300 ribu untuk 2 jam kan?
Perempuan: Baiklah, saya menemani kamu berapa jam?
Smith: Sepuas saya, saya booking sampai pagi
Perempuan: Oke, kalau borongan sampai bagi, tarifnya 1 juta
Smith: Oke, segera ya…
(Smith pintar bahasa Indonesia, dia belajar bahasa Indonesia dari seorang pelukis yang sudah biasa ke Indonesia namanya Geoff Todd).

 

Beberapa saat kemudian, perempuan itu datang. Meskipun usianya 28 tahun tapi masih tampak seperti mahasiswa. Dia amat seksi dan bohay. Rambutnya panjang hitam. Dan sedikit basa basi, akhirnya perempuan berbaju minim berkaos putih dan memakai jeans ketat itu membuka satu persatu pakaian yang dikenakannya. Masuk ke kamar mandi dan kemudian mereka bercinta. Smith meski usianya sudah masuk lansia tetap semangat melayani libidonya. Saya tidak tega, bagaimana menyaksikan perempuan itu bekerja keras. Tahukan Anda, siapa sesungguhnya perempuan itu?

Ana, nama perempuan ini warga asli Majenang, Perbatasan Jateng-Jabar. Ibunya sakit sakitan. Ana adalah anak satu satunya ibu itu. Ana sebenarnya punya suaminya sudah pergi sekian lama meninggalkan keluarga karena kecantol perempuan yang lain. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari nafkah, meninggalkan ibunya yang kini tinggal sendirian di desa. Keputusan Ana pergi dari desa, adalah keputusan yang tergolong berani. Ya, memang dia tidak memiliki keahlian apapun. Maklum saja, dia hanya tamatan SMP. Pertemuan dengan seorang teman yang lebih dulu terjun ke dunia prostitusi mengantarkannya memasuki lembah hitam tersebut.

Malam ini, saat saya menuliskan pengalaman perjalanan batin dari Pasar Kembang Jogja ini saya hanya bisa mengelus dada sambil sesekali menahan nafas. Betapa sesungguhnya kita tidak bisa begitu saja berpandangan hitam putih terhadap satu persoalan. Prostitusi, bolehlah dikatakan lembah hitam dan nista, namun ada banyak alasan yang kuat kenapa banyak perampuan memilih bekerja di sana. Keahlian dan kemampuan yang minim memaksa mereka untuk bekerja apa saja yang mampu menghasilkan uang. Tuhan pasti memahami dan mengetahui niat suci yang ada di lubuk hati seseorang, meskipun itu berada di dalam tubuh jasadnya yang bergelimang kotor.

Semoga kita semua selalu diberikan Tuhan keberkahan hidup dan kebijaksanaan dalam menilai setiap fenomena yang tergelar di depan mata. Siapa yang berkewajiban menuntaskan masalah kemiskinan, kebodohan, kekurangterpelajaran anak bangsa ini kalau bukan kita sendiri yang kini menyadari hal ini? Tuhanku, hanya kepadamu aku memohon… berilah mereka semua keselamatan, kesejahteraan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Pamuji rahayu…

@wongalus,2010

Categories: PERJALANAN NGRAGA SUKMA | 23 Komentar

PUJINE MAKRIFAT SUCI LAIR BATIN


Kasebut ngisor iki pujine makrifat suci lair batin para nabi ingkang kinunci:

NAWAITU’ABESI MANJING WULU LANGGENG BAOKU KARO, KUKU WUTU DAWA CENDAK, KULIT DAGING OTOT GETIH BALUNG SUNGSUM, PUJI JASMANI LIMPA ATI JANTUNG KUPING PUCUK POT BONGKOT MANJING LAK-LAKANINGSUM, KANG MANJING SESOTYAKU KARO SIFAT MUHAMMAD SAMPURNA KABEH

@wongalus,2010

Categories: PUJINE MAKRIFAT LAIR BATIN | 6 Komentar

MANTRA PENGASIHAN KUN JALI


Dibaca setiap kali bertemu dengan wanita atau pria yang diinginkan. Caranya: baca dalam hati sambil menahan nafas saat membaca. Mantranya sebagai berikut:  ALLAHUMMA, KUNJALI, KUNJALI ASIH, SI …..(NAMA ORANG YANG DITUJU) TEKA WELAS ASIH MENYANG AKU, NABINE WALINE IYA TEKA WELAS ASIH MENYANG AKU ASIH SAKA KERSANING ALLAH.

 @wongalus,2010

Categories: MANTRA PENGASIHAN KUN JALI | 54 Komentar

MANTRA PELARIS DAGANGAN


Puasa diusahakan rutin setiap hari Senin dan Kamis, mantranya dibaca saat akan membuka kios/toko sebagai berikut:

SEMAR DAHAR, GARENG NGENENG, PETRUK CELUK-CELUK, SRIKANDI KANG NDODOLI, JANAKA KANG NUKONI, LARIS LARIS DAGANGANKU

@wongalus,2010

Categories: MANTRA PELARIS DAGANGAN | 43 Komentar

ILMU BUMI PEPITU


Dicintai oleh Tuhan YME sekaligus dicintai oleh semua makhluk di alam semesta adalah harapan hidup kita. Kita merasa tidak sendirian dan banyak sahabat yang bisa membantu untuk menuntaskan problem-problem hidup. Salah satu sahabat karib yang sudah sekian lama hidup dengan kita namun banyak yang kita lupakan adalah bumi yang kita injak setiap hari. Ada baiknya kita kembali untuk menyadari dan mencintai bumi, sahabat kita yang sangat dekat ini. Bila kita mencintai bumi dengan tulus, maka bumi akan mencintai kita juga. Seluruh kekuatan dan energi bumi akan diberikan secara ikhlas pada kita. Semua manusia dan makhluk gaib akan bersahabat karib dan membantu hidup kita sehingga kita tidak pernah kekurangan rezeki atas ijin Allah SWT. Kemanapun kita pergi bumi akan memberikan kemakmuran lahir batin pada kita. Pada kesempatan kali ini, akan disampaikan ilmu gaib Bumi Pepitu yang tujuannya adalah kembali mengakrabi bumi sebagai sahabat terdekat hidup kita. Untuk mendapatkan ilmu ini, caranya adalah: PUASA MUTIH 7 HARI, DITAMBAH PATI GENI SEHARI SEMALAM. Mantra ilmu bumi pepitu sebagai berikut: ALLAHUMA BUMI PEPITU, NAGA PRATALA NGELAK ULANING BUMI, BUYUTING BUMI, NINI BUMI, KAKI BUMI, UWA BUMI, BAPA BUMI, BIYUNG BUMI, PAMAN BUMI, BIBI BUMI, ASTA MANGKA TAN KENA TINUT, AKU KUR DINUT TINUT SAPARANKU, KUL DINGKUL SAUJARKU, SATEPAK JALMA REKSANEN AKU, NABI ADAM KANG ANA ING GIGIRKU, NABI NUH KANG ANA ING NGIRINGANKU, NABI IBRAMIN KANG ANA NGAREPKU, YA ALLAH KANG AMURBA AMISESA SAJAGAD KABEH @wongalus,2010

Categories: ILMU BUMI PEPITU | 9 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. Tema Adventure Journal.