Monthly Archives: Januari 2010

AJARAN ETIKA KI JOKO BODO


Paranormal Agung Yulianto alias Ki Joko Bodo memiliki ajaran etika yang menarik. Ajarannya itu membuktikan, dia adalah seorang yang telah “menyatu dengan alam.”

1. JANGAN MENGHUJAT TUHAN.
2. JANGAN MERUSAK ALAM, TUMBUHAN DAN BINATANG.
3. JANGAN MENGHINA SESEORANG.
4. JANGAN MENCELA KEYAKINAN ORANG.
5. JANGAN MENCELA KARYA SESEORANG.
6. JANGAN MENCELA MAKANAN DAN MINUMAN
7. JAGALAH KAKI, TANGAN, MULUT DAN KEMALUANMU DARI NISTA
8. JANGAN MERUSAK PERADABAN DAN BUDAYA
9. PEDULI TERHADAP JAGAD CILIK DAN JAGAD GEDE.

Ajaran etika Agung Yulianto tersebut memiliki dasar ontologi yang kuat. Dasar ontologi Ki Joko Bodo adalah METAFISIKA KESATUAN RUH. Yaitu RUH KITA INI ADALAH TUHAN DALAM DIRI MANUSIA. Tidak ada dualitas karena sesungguhnya RUH MANUSIA DAN DZAT TUHAN TIDAK BERBEDA. KEDUANYA SESUNGGUHNYA SATU KESATUAN. Kalau Anda mengamati dan membaca mantra-mantra yang dimiliki Ki Joko, kita akan segera tahu DASAR ONTOLOGI hal ini.

Meskipun disampaikan dengan kalimat negasi, dalam sembilan ajaran etikanya itu, membuktikan dia adalah seorang yang positif thinking, selalu berpikir bahwa apapun yang terjadi harus selalu disikapi dengan rasa syukur sebanyak-banyaknya atas anugerah Tuhan. Manusia sebagai bagian dari makluk hidup haruslah berterima kasih terhadap apa yang telah diterima manusia tanpa meminta lagi. Manusia tidak perlu menjadi peminta-minta karena semuanya telah disediakan oleh Tuhan secara lengkap dan gratis. Manusia tidak pernah diminta Tuhan untuk membayar atas banyak anugerah. Misalnya berapa udara yang dihirup selama dia hidup, berapa sewa tubuh dan otak yang telah digunakannya, berapa ongkos sewa tanah yang merasa dimiliki manusia untuk tempat tinggal dan seterusnya.

Kenapa disampaikan dengan kalimat negasi (JANGAN…)? Barangkali Ki Joko Bodo berargumentasi, itulah batas maksimal setelah ajakan dengan kalimat positif sudah tidak diugemi dan sudah banyak dilupakan orang. Sehingga dia memposisikan dirinya untuk memberi peringatan kepada orang lain dengan kata JANGAN….kecuali ajarannya yang kesembilan.

Manusia yang suka protes terhadap pemberian Tuhan, suka mengeluh dan merasa dirinya sombong berarti manusia yang tidak tahu berterima kasih. Kenapa? Sebab dia tidak menyadari bahwa pemberian Tuhan sudah sangat lengkap dan lebih dari cukup. Ki Joko Bodo bukan master, bukan pula doktor dan profesor. Dia bukan pula mentereng karena gelar akademis. Ia hanya manusia yang kebetulan dilahirkan di pulau Dewata, Bali yang mengenyam pendidikan tidak seberapa. Namun, tanpa banyak debat dia sudah menyadari bagaimana harusnya menjadi manusia. Ki Joko adalah manusia yang sudah menghayati Sangkan Paraning Dumadi-nya. Ia gentur olah rasa, olah batin dan suka bertapa.

Kesukaannya bertapa atau semedi menghantarkannya menemukan titik paling hening di dalam diri manusia. Siapapun orangnya yang sudah mampu MATI SAJRONING URIP atau MATI DI DALAM HIDUP, yang maknanya mampu menutup sembilan lubang di tubuhnya, merasakan dan mentaati perintah guru sejati yang ada di dalam dirinya, serta menghidupkan mata ketiga (indera keenam) akan menjadikan dirinya sebagai sosok yang memiliki energi yang hebat. Ia tidak munafik karena antara pikiran, ucapan dan tindakannya sudah menyatu. “Sabda pandhita ratu” dan apa yang disampaikannya menjadi “idu geni”.

Suatu ketika, saat Ki Joko Bodo sedang bertapa di Kraton Kasunanan Surakarta ia mengalami kejadian yang tidak terduga sebelumnya. Entah dari mana datangnya, api menyambar bangunan utama kraton termasuk di tempatnya duduk. Ternyata ia tidak berlari menyelamatkan diri seperti yang lain. Saat dirasa api sudah semakin dekat dengan tempatnya bersila, ia mendesiskan mantra pendek: API SAUDARAKU, TOLONG JANGAN BAKAR AKU. Seketika itu api tidak menyambar tubuhnya yang kurus dan rambutnya yang gondrong itu.

Semua yang ada ini hakikatnya adalah pergelaran yang sudah diatur sedemikian rupa sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi orang-orang yang berakal. Kita bisa belajar makna dan hakikat hidup dari siapa saja. Termasuk dari Presiden, Jaksa, Jendral, tukang becak, tekek, ajaran kepang, maupun dari seekor coro. Dan dari Ki Joko Bodo, kita mendapatkan pelajaran bahwa siapapun berhak untuk nggayuh dan menemukan kebenaran meskipun itu muncul dari sisi dan sudut yang paling ekstrem sekalipun.

Ki Joko, saudaraku….selamat berjuang!…

@wongalus,2010

Categories: ETIKA KI JOKO BODO | 15 Komentar

LATIHAN MERAGA SUKMA


Meraga sukma awalnya bisa dilatih melalui mimpi yang terarah. Yaitu mimpi yang disengaja agar kita bisa bertemu dengan ruh yang merupakan diri sejati kita sendiri.

Adapun caranya sebagai berikut: sebelum tidur, niatkan diri untuk bertemu guru sejati Anda. Menata niat harus jelas sejelas-jelasnya dan bersungguh-sungguh. Untuk membantu, sebelum tidur boleh meminum teh dan relaksasi untuk menghilangkan beban-beban pikiran-pikiran yang berat. Relaksasi meraga sukma bisa dilakukan sebagai berikut: Cari tempat yang nyaman untuk berbaring dan tempat bisa diberi bau-bauan yang harum. Gelapkan ruangan segelap-gelapnya. Selanjutnya, mulailah pergi keluar dunia ini untuk memasuki dunia batin Anda yang gaib menuju satu tempat yang paling indah. Cek apakah Anda sudah memasuki surga di dalam diri, yang biasanya adalah tempat yang seperti ada pepohonan hijau, gunung, bebatuan dan danau. Ajaklah diri Anda untuk bersujud memohon pada-Nya agar nanti saat tertidur diperkenankan bertemu dengan ruh Anda sendiri. Selanjutnya, mulailah benar-benar tidur setelah membaca doa sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Tertidurlah seperti biasanya. Saat Anda sudah tertidur, maka diri biasanya segera berada dalam sebuah tempat yang kosong. (saya biasanya berada ke sebuah jalan yang berpaving). Selanjutnya, di dalam mimpi itu carilah di sana hewan. Biasanya hewan itu nantinya akan tampak, misalnya harimau putih yang terlihat samar-samar. Nah harimau itulah awal penampakan guru sejati Anda. Harimau itu nantinya akan menuntun kita berjalan ke arah tertentu dan usahakan untuk mengikuti kemana pun dia melangkah. Biasanya dia akan berjalan menuju ke habitatnya, yaitu hutan yang di sana banyak harimau juga. Harimau itu nantinya akan memberitahukan kepada Anda apa yang harus Anda lakukan untuk melihat diri Anda sendiri. Biasanya, harimau itu akan menghilang dan berganti dengan wajah penampakan diri Anda sendiri. Itulah ruh atau guru sejati Anda.

@wongalus,2010

Categories: LATIHAN MERAGA SUKMA | 57 Komentar

PEMA GESAR DONG PO LA


Semua kejadian yang kita alami tidak pernah ada yang kebetulan. Semuanya mengikuti alur dan jalur yang ditetapkan dari adanya sebab-sebab yang mendahului. Termasuk ketika muncul keinginan di hati untuk mendapatkan setetes pencerahan. Niat awalnya, ingin istirahat tidur namun saat memejamkan mata, sepersekian detik melesatlah nyawa ini ke alam lain. Memasuki rimba raya di sebuah hutan yang berbukit bukit. Di atas sebuah batu hitam, di kegelapan malam yang hanya diterangi cahaya bulan, duduklah seorang tua berjanggut putih dengan topi merah aneh. Tubuhnya dibalut jubah seperti seorang Biksu. Untuk memudahkan penulisan, sebut saja pertapa suci (PS). Saya pun berkesempatan mewawancarainya dan kembali bangun untuk mengetik:

Wong Alus (WA): Selamat malam minggu..
Pertapa suci (PS): Selamat malam

WA: Saya tadi memohon agar diperkenankan Tuhan untuk berguru pada siapapun yang saya temui malam ini. Salam hormat saya padamu. Kalau Bapak berkenan, siapa nama Anda dan ini negeri mana?
PS: Selamat datang di negeri Tibet. Ini saya Pema Ledrel Tsal yang sekarang duduk di hutan Padma. Perjumpaan kita ini sangat istimewa karena kita berjumpa di hutan tersembunyi, di wilayah sangat sunyi di Kunzang Choling.

WA: Nama Anda susah saya sebutkan, salam kenal Pak. Saya Wong Alus dari Indonesia, ijinkan saya ingin berguru pada Anda.
PS: Silahkan. Apa yang bisa saya bantu?

WA: Begini, kenapa manusia sekarang banyak yang mengeluh padahal katanya dia sudah diberi Tuhan semua yang dibutuhkannya untuk hidup?
PS: Harusnya manusia paham. Kesempatan untuk menjadi manusia adalah satu di antara milyaran. Ingat satu sel sperma saja yang menjadikan mu, sementara sel yang lain akan mati. Sekarang saat kamu sudah mendapatkan kesempatan hidup, jika kamu gagal untuk menjalankan dharma agung maka kamu tidak mungkin berharap mendapatkan kesempatan lagi berbuat kebaikan. Ambillan keberuntungan dari keadaanmu.

WA: Bagaimana memahaminya agar lebih mudah?
PS: Memahami tubuhmu sebagai seorang pembantu, atau sesuatu untuk menyeberangkanmu…

WA: Saya tidak paham bahasa simbolis Anda, bapak. Mohon dijelaskan praktisnya bagaimana?
SP: Gini, pendeknya jangan biarkan tubuhmu bermalas-malasan walau hanya sebentar. Gunakan hidupmu sebaik-baiknya, jadikan gerakan tangan, kaki, ucapan dan pikiranmu demi kebajikan karena itu adalah wujud syukur

WA: Tolong dikritik, apa yang salah pada diri saya?
SP: Sampaikan ke orang lain, kebanyakan hidupya dihabiskan untuk mengejar makanan, pakaian, dan kekayaan. Dengan usaha keras tanpa memandang penderitaan dan bahaya. Padahal, saat kamu mati, kamu tidak membawa semua itu. Saat kau mati, kamu hanya membawa perbuatan dan hatimu saja. Kau sekarang bisa makan yang mewah, enak, lezat, alkohol, namun itu semua akan jadi kotoran.

WA: Harusnya bagaimana pak?
SP: Harusnya kamu hidup sederhana dan makanlah seadanya yang layak untuk hidup, jadilah seorang yang kalah ketika datang masalah makanan, pakaian dan perbincangan.

WA: Jadi orang yang kalah?
SP: Untuk urusan dunia, memang perlu mengalah karena di sanalah kau mampu merenungkan makna ketidakkekalan dan kematian. Jika kau tidak merenung, tidak akan ada jalan melaksanakan Dharma dengan sungguh-sungguh. Praktik ibadah hanya tetap sebagai cita-cita saja, tanpa manfaat karena tidak mampu menyelami kenapa ibadah harus dilakukan yaitu sebagai bekal menuju keabadian Tuhan. Dan kamu akan menyesal saat kematian datang, semua telah terlambat.

WA: Sesungguhnya apakah Bapak masih hidup atau sudah mati?
SP: Saya masih hidup, namun saya sudah sering berkelana ke alam kematian

WA: Apa yang Bapak peroleh saat berada di alam kematiaan yang bisa saya jadikan pelajaran?
SP: Tidak ada kebahagiaan sejati di antara enam jenis makhluk, tapi bila kita merenungkan penderitaan di tiga alam rendah, kamu akan bersedih karena mendengarkan penderitaan mereka.

WA: Saya kurang paham dengan pandangan seperti ini. Maaf bapak, saya tidak mengenal wacana yang bapak sampaikan ini.
SP: Ya, saya tahu kamu belum paham jadi harus terus belajar

WA: Bapak, sekarang ini sangat susah ditemui orang-orang yang benar-benar suci. Siapa yang sekarang harus dijadikan guru spiritual?
SP: Sampaikan pesanku ini ke orang yang kau temui. Belajarlah dari pengalaman yang menyenangkan dan menyakitkan. Siapa yang memikulnya, tak lain dirinya sendiri. Itu adalah buah dari perbuatanmu sendiri, baik atau buruk. Saat kamu tahu hal itu, sangat penting bagimu bertingkah laku yang sesuai. Tanpa bingung lagi mencari guru spiritual yang harus kau datangi, datangilah dirimu sendiri dan lakukan apa yang harus dilakukan, hindari mana yang harus kamu hindari

WA: Berarti guru sejati itu diri kita sendiri?
SP: Pasti. Bukan orang lain. Hilangkan keraguan dan salah pengertian. Dirimu adalah guru dan mengikuti ajaran dari guru yang bermutu akan membawa pada ajaran yang benar. Tidak perlu belajar beragam ajaran tanpa pernah mendalaminya. Yang kau dalami bukankah pengalamanmu sendiri?

WA: Baiklah, Bapak. Kini saya semakin paham kepada siapa saya harus berguru. Sekarang apa tolok ukur bila saya sudah mencapai tahap matang dan dewasa secara spiritual?
SP: Ukurannya pada kata cukup di hati. Jika kau merasa kurang kaya, maka kau akan terus mengejar kekayaan dan benda sebanyak-banyaknya. Kau akan terus mencari kedudukan setinggi-tingginya, kamu akan mencari nama agar bangga bila kau disebut pemimpin. Pikirkanlah, semua itu sebenarnya tidak berguna di mata Tuhan. Jadi, tolok ukur kedewasaan spiritual itu tatkala kamu mampu membebaskan keinginan dan pikiranmu dari keinginan apapun juga. Kekayaan kesuksesan dan status adalah jalan termudah untuk menarik musuh dan setan datang. Tidak ada tanda pencerahan spiritual yang lebih jelas kecuali pikiran yang disiplin. Ini adalah kemenangan sejati pejuang yang tidak membawa senjata apapun.. kecuali kepasrahan dan keikhlasan.

WA: Baiklah Bapak, saya paham. Mohon saran sebelum saya pamit.
SP: Pejalan spiritual yang hanya ingin kesenangan, kebahagiaan, kesuksesan akan gagal memalingkanpikirannya dari urusan duniawi. Akan memutuskan hubungan mereka dengan Dharma sejati. Jagalah diri agar tidak menjadi orang yang keras kepala. Jangan biarkan pikiranmu menjadi tidak tenang dan gelisah. Buatlah dirimu nyaman di tempat dudukmu, di tempat berbaringmu, di tempat semedimu, ini jalan yang pasti untuk mendapatkan kekayaan Dharma. Jaga arus pikiranmu! Pema Gesar Dong Po La..

WA: Maaf Bapak, saya belum pernah mendengar kata ini. Apa arti kata terakhir itu dan bagaimana tulisannya?
SP: PE MA GE SAR DONG PO LA.. ini bahasa tibet yang artinya di atas sekuntum bunga teratai (teratai adalah simbol ketenangan semedi/meditasi terj. wong alus)

WA: Selamat jalan Bapak.
SP: Selamat jalan juga wong alus. Semoga semua makhluk berbahagia.

@wongalus,2010

Categories: PENGALAMAN NGRAGA SUKMA 2 | 33 Komentar

BERPUTUS ASA DALAM BERDOA


Kenapa kita tidak boleh mutung dan membatalkan doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan?

Salah satu sifat wajib Tuhan Yang Maha Esa adalah MAHA MENDENGAR dan MAHA MELIHAT. Dengan memiliki sifat ini, manusia tidak boleh khawatir dan takut bahwa apa yang diharapkannya tidak didengar bahkan dilupakan oleh Tuhan.

Kalau kita berharap sesuatu, maka selidikilah kepada siapa harapan dan doa itu kita gantungkan? Kalau kita berharap pada tetangga, pada bupati, pada gubernur, pada menteri, pada polisi, pada jaksa, bahkan pada presiden, maka kita tidak usah seratus persen yakin bahwa harapan kita itu dikabulkan. Kenapa? Sebab mereka adalah manusia yang bisa lupa.

Meskipun bisa jadi kita sudah mengadakan akad yang ditulis di atas hitam dan putih pun jangan berharap banyak deh. Misalnya kita berharap agar uang yang kita tanam di bank suatu ketika akan menghasilkan laba, namun harapan itu hendaknya tidak usah terlalu diyakini… Sebab bisa jadi banknya kolaps, tutup dan sebagainya. Kalau suatu ketika kita mengadakan perjanjian di atas kertas bermaterai pun dengan demikian kita menanamkan harapan, juga hendaknya tidak usah terlalu yakin bahwa harapan kita itu bisa benar-benar akan ditunaikan oleh pihak lain.

Menanam harapan dan perjanjian di dunia boleh saja, bahkan bisa jadi menentramkan. Namun kita tidak boleh menggantungkan keyakinan dengan derajat kepastian seratus persen. Kalau kita meyakini seratus persen, bersiaplah untuk menanggung kekecewaan seumur hidup. Sebab semua perjanjian yang dibuat antar makhluk apalagi makhluk yang punya akal, sifatnya RELATIF. Manusia punya akal, dia mudah ngakali dan akal-akalan dengan janjinya.

Masih mending menaruh harapan dengan benda mati. Misalnya mobil atau sepeda motor. Bila suatu ketika kita membeli mobil atau sepeda motor baru, semua onderdilnya pasti juga baru dan jika kita mengisinya dengan bensin yang cukup dan melaju di jalan tol yang lengang, maka kita bolehlah berharap banyak bahwa si mobil mampu digeber dengan kecepatan 120 kilometer perjam lebih.

Masih juga mending kita menaruh harapan pada makhluk halus. Misalnya jika kita ingin cepat kaya dan memelihara tuyul, maka kita boleh berharap banyak agar si tuyul tiap hari mencuri uang dan memberikannya pada kita. Makhluk tuyul sangat kecil kemungkinannya untuk memberikan uang hasil curiannya pada orang lain yang dia tidak kenal. Tuyul takut melanggar perjanjian dan akad yang telah dibuat bersama sehingga suatu ketika Tuyul juga menagih haknya sesuai dengan perjanjian awal saat seseorang berkeinginan memelihara tuyul.

Contoh lain, saat seseorang berkeinginan untuk menyantet. Seorang dukun mengadakan perjanjian dengan makhluk halus. Dukun berjanji akan memberi makanan berupa ritual slametan dan berjanji akan memberi tumbal (nyawa keluarga klien) bila si makhluk halus berhasil menyantet seseorang (musuh klien). Dalam prakteknya, membuat perjanjian degan makhluk halus derajat kepastiannya malah lebih bisa dijamin dibanding dengan manusia.

Manusia kayaknya mudah untuk mblenjani (inkar) janji. Sangat sering kita dengar, seseorang berjanji namun dia mengingarinya sendiri. Padahal, ciri-ciri manusia beriman salah satunya adalah MENEPATI JANJI. Jika kita tidak menepati janji, maka oleh Tuhan kita ini dianggap tidak beriman. Beriman jelas letaknya tidak di mulut, namun di dalam hati yang memancar di dalam perilaku. Manusia yang sudah tinggi tingkat spiritualnya, pastilah orang-orang yang tidak suka mengobral janji namun sedikit usaha. Sebaliknya, mereka sedikit obral janji namun banyak usaha.

DAFTAR TUNGGU DOA
Kita sudah sering membahas tentang hakikat doa, yaitu harapan yang kita sampaikan kepada pihak lain. Yaitu hanya kepada Tuhan. Doa tidak perlu disampaikan kepada akik, keris, tombak, dan sebagainya. Doa yang benar hanya disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Saat kita berdoa, maka malaikat pasti mencatat doa kita dan buku catatan itu tidak ditinggal di sembarang tempat. Doa kita diletakkan di kotak-kotak yang suatu saat pasti akan dikabulkan untuk kita. Mari kita renungkan, mana doa kita yang sudah dan belum dikabulkan pada Tuhan? Bertanyalah kepada orang yang hampir meninggal, apa ada doanya yang tidak dikabulkan Tuhan. Pasti jawabannya “semua doa saya sudah dikabulkan Tuhan.”

Doa manusia memang tidak langsung dikabulkan Tuhan. Sebab Tuhan bukan pelayan di restoran cepat saji. Tuhan juga bukan tuas gas dan rem mobil yang jika kita gerakkan langsung bereaksi sesuai dengan kehendak kita. Ya, kita memang sangat-sangat keterlaluan memperlakukan Tuhan.

Padahal kita tahu bahwa Tuhan Rabbul Alamin. Pencipta Alam semesta satu-satunya dan tidak ada duanya. Satu dalam kemanunggalannya. Satu yang tidak ada yang lain. Kata “satu”inipun tidak begitu tepat karena nanti ada kata dua, tiga, empat dan seterusnya. Jadi, ya pokoknya hanya DIA YANG ADA DAN SATU-SATUNYA SUMBER SEMUA YANG ADA. Karena Yang Ada adalah satu-satunya predikat yang paling umum dan mendasari semua yang ada, maka tanpa kehadiran Tuhan, semua yang ada ini menjadi tidak bermakna dan tidak masuk akal. Tuhan adalah LOGOS YANG MENCIPTAKAN KOSMOS.

Dengan Kemahabijaksanaan-Nya Tuhan tidak menolak doa kita. Dia Maha Welas Asih sehingga doa kita pasti dikabulkannya. Malaikatlah yang mencatat doa kita dan diletakkan di daftar tunggu antrian di alam malakut. Daftar tunggu itu seperti lemari besar milik seorang manusia yang di dalamnya ada kotak-kotak doa kita. Orang yang tidak pernah berdoa, maka di dalam lemari hidup itu kosong melompong. Banyak tidaknya kotak doa di lemari harapan ini sejatinya tidak menunjukkan derajat ketinggian spiritual manusia. Sebab ada orang yang banyak berdoa, namun doanya kebanyakan berisi doa tentang ketidakpuasan hidupnya di dunia, keinginan-keinginan yang disampaikan melulu bersifat duniawi… maka derajatnya pasti sangat rendah.

Ada lagi doa yang banyak dipanjatkan untuk mensyukuri nikmat-nikmatnya sehingga lemari harapan ini penuh. Ini lemari manusia yang derajatnya sangat mulia. Dan yang paling mulia, adalah lemari harapan yaitu doa agar manusia diperkenankan untuk melihat wajah Nya dan mencicipi nikmatnya bersatu dengan Dzat-Nya kemudian hidupnya dipenuhi dengan semangat untuk menolong semua makhluk ini dari kesesatan. Manusia yang demikian pasti mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya.

Kenapa Tuhan menunda doa kita? Itu karena Tuhan menyayangi kita. Kita yang biasanya tidak tahu apa yang akan terjadi, biasanya doa yang kita panjatkan juga asal-asalan. Kita tidak tahu jika doa kita langsung dikabulkan, bisa jadi kita akan tidak siap dan menjadi orang yang manja. Padahal, hukum alam semesta ini pasti mengutuk sikap MANJA. Hukum yang berlaku di Alam Semesta ini adalah HUKUM KAUSALITAS SEBAB AKIBAT yang jauh dari sikap manja. Dalam hidup ini, kita diminta untuk berusaha, membanting tulang dan mencari rezeki yang halal. Alam semesta hanya menyediakan bahan mentah dan manusia diwajibkan untuk mengolah bahan mentah agar dia bisa hidup secara layak dan manusiawi.

Di alam semesta berlaku SELEKSI ALAM. Siapa yang berusaha keras maka dia yang akan berhasil mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang diusahakannya. Jangan berharap lebih dari apa yang kita usahakan, karena di sana nanti ada unsur NEGATIF dan ada amalan yang bisa membalik ke kita lagi. Bila Anda menanam biji mangga maka berharaplah agar mangga itu akan berbuah. Jangan berharap berbuah duren atau pisang karena itu berarti tidak mungkin. Jangan berharap mendapatkan rezeki nomplok turun dari langit setelah kita berdoa jutaan kali, karena Tuhan tidak mungkin memberikannya.

Jangan berharap akan kaya mendadak, kecuali bila Anda memang anak seorang bos yang sudah kaya duluan. Bila tidak ingin miskin, maka ambil cangkul dan bangunlah pada pagi hari. Berangkat ke sawah dan berharaplah suatu saat apa yang Anda tanam itu mendatangkan hasil. Hiduplah serasi dengan hukum alam, hiduplah harmoni dengan hukum Tuhan. Meskipun kita bukan orang besar, terkenal dan jauh dari hiruk pikuk dunia yang gemerlap tapi yakinlah bahwa suatu saat kita akan menjadi makhluk paling terhormat karena mampu menjaga nilai-nilai yang abadi dan suci.

Jadi, jangan pernah mutung dan membatalkan doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan. Namun, lupakan saja doa yang pernah kita panjatkan agar kita tidak dihinggapi penyakit TIDAK YAKIN BAHWA TUHAN MAHA MELIHAT DAN MAHA MENDENGAR. Berdoalah dengan sungguh-sungguh. Cukup sekali saja dan kemudian lanjutkan hidupmu dengan hati yang sabar dan pasrah.

Mohon maaf sahabatku semua, saya sedang menggurui. Menggurui diri saya, nafsu-nafsu saya, harapan saya, doa saya, jiwa dan nyawa saya sendiri…
Nuwun.

@wongalus,2010

Categories: BERPUTUS ASA DALAM BERDOA | 15 Komentar

AMALAN HUTANG TERBAYAR DAN USAHA LANCAR


Pembaca K Says:
9 January 2010 at 07:32

Bagaimana saya bisa bayar utang saya yang menumpuk. sebenarnya saya tidak pake uang itu, hanya perantara kepada orang lain untuk di investkan. Ternyata teman sayamemutarkan uang tersebut mengalami bangkrut total. (Usahanya trading forex jatuh ketika krisis global tahun 2008) dan sudah setahun ini kami belum bisa mengembalikan. Saya memiliki tanggung jawab moral dan perasaan bersalah karena keluarga saya ikut merasakan dampaknya. Saya mohon pencerahannya Ki. Atas pencerahannya saya ucapkan matur nuwun Ki.

Yth Pembaca K:
Soal kesulitan membayar hutang adalah soal yang kini lagi trend, khususnya menimpa saudara-saudara kita yang kini berprofesi sebagai pengusaha skala Mikro Kecil dan Menengah. Saya yakin, tidak hanya Anda yang mengalami hal ini namun juga beratus, bahkan mungkin ratusan ribu orang yang mengalaminya. Akibat membanjirnya produk-produk Cina yang membabat habis produk lokal kita. Omzet penjualan yang terus menurun disertai hutang bank yang harus dibayar tepat waktu, mengharuskan para pengusaha UMKM ini memutar utak agar roda bisnisnya tidak mandeg. Soal utang piutang memang tidak kenal kompromi. Sesuai permufakatan awal, mereka harus membayar tepat waktu atau menjadwal mundur pembayaran utangnya dengan resiko bunga semakin meningkat.

Selain upaya rasional misalnya harus membuat terobosan baru, diverensiasi produk-produk, maupun mencari pasaran baru yang masih potensial, mereka juga perlu melakukan upaya batiniah untuk mengembalikan hutangnya di bank. Di forum ini tidak dibahas upaya-upaya rasional menyelesaikan hutang karena memang bukantempat yang tepat, namun kita akan membahas upaya batiniah saja. Upaya batin itu adalah BERDOA usai menjalankan ibadah. Doa itu meliputi:
1. Mohon ampun semua kesalahan yang telah kita lakukan baik disengaja maupun tidak
2. Membersihkan diri dengan cara tidak lagi membuat kesalahan dan tertaubat tidak mengulang kesalahan, karena doa yang makbul adalah doa yang dipanjatkan oleh seorang yang bersih hatinya dan telah bertobat
3. Meminta rezeki kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar secepatnya kita diberikan kemudahan untuk membayar hutang

Bila Anda kebetulan beragama Islam, maka usai sholat fardu bacalah doa sebagai berikut:
SUBHAANAL MUNAFFISI AN KULLI MADYUUNI. SUBHAANAL MUFARRIJI AN KULLI MAKHZUUNI. SUBHAANA MAN KAANA AMRUHU BAINAL KAAFI WAN NUUNI. SUBHAANA MAN IDZAA AROODA SYAI’AN AN YAQUULA LAHUU KUN FAYAKUUN. YA MUFARRIJAL NUMUU WA YAA HAYYU YA QOYYUUMU. SHOLLI WA SALLIIM ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALAIHI WA SHOHBIHI WA SALLIM.
(Maha suci Dzat yang melepaskan orang yang berhutang dari tanggungannya, Maha Suci Dzat yang melapangkan orang yang susah, Maha Suci Tuhan yang ada segala perkara-Nya yang terletak di antara Kaf dan Nun, maha suci Tuhan yang jika menghendaki sesuautu Dia hanya berfirman JADILAH, MAKA JADILAH. Wahai Dzat yang melapangkan semua kesalahan, dan hai Dzat yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri. Limpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabatnya sekalian).

Setelah rutin berdoa, ada amalan yang harus dilakukan. Pertama, amalan lahir yaitu tetap terus berusaha dan tidak kenal menyerah. Inovasi dan kreativitas menciptakan hal-hal baru sangat dianjurkan. Tuhan tidak memperkenankan kita hanya duduk diam berpangku tangan dan hanya mengandalkan doa saja, upaya riil dan strategis harus juga dilakukan. Untuk melengkapi upaya doa yang dipanjatkan, maka diperlukan sugesti dan keyakinan yang tinggi bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa dekat dan meridhoi langkah usaha kita.

Sebagai tambahan agar usaha kita berkembang maju, para winasis menganjurkan kita membaca doa YAA KAAFI YAA ALIIMU YAA SHOODIQU YA HAADII YAA BAARII… IF’AL BI WA ISTAJIB DU’AA NAA (41 X) setiap malam, dan selanjutnya bikin jimat di bawah artikel ini yang ditulis di atas kertas warna perak (seperti bungkus rokok) dan dilipat kemudian dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan uang/dompet Anda.

Demikian sdr K, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi usaha kita dan kita diberi kekuatan agar secepatnya mampu membereskan hutang. Pamuji Rahayu.

@wongalus,2010

Categories: AMALAN BISA BAYAR UTANG | 35 Komentar

DOA AGAR PERSALINAN LANCAR


Bila Anda menunggu kelahiran bayi dan berharap bayi dalam kandungan segera lahir lancar dan selamat, maka memohonlah kepada Allah SWT dengan baca doa di bawah ini:
HAANAH WALADAT MARYAM, WA MARYAM WALADAT IISAA UKHRUJ AYYUHAL MAWLUUD BIQUDRATIL MALIKIL MA’BUUD. (Hanah melahirkan Maryam, Maryam melahirkan Isa. Wahai anak yang akan dilahirkan, lahirlah dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Menguasai Yang Disembah).

@wongalus,2010

Categories: DOA PERSALINAN LANCAR | 3 Komentar

TAWASUL KEPADA SYEKH MEKUKUHAN GUNUNG SUMBING


Salah satu upaya batin mendapatkan banyak rezeki adalah bertawassul kepada para leluhur yang dipercaya perjalanannya semasa hidup dikenal baik, bersih dan sholeh sehingga dekat dengan Tuhan. Salah satunya adalah bertawassul kepada Syekh Mekukuhan dari Gunung Sumbing. Adapun caranya sebagai berikut:

 

Lakukan sholat hajat dua rokaat pada tengah malam. Setelah salam baca surat Al Fatihah yang dihadiahkan kepada beliau: ILAA HADHRATI RUUHI KYAI MEKUKUHAN KANG SEMARE ING GUNUNG SUMBING AL FATIHAH (1X). Setelah itu baca Asma Allah di bawah ini 4000 kali, YA KAAFI YAA MUGHNI YA RAZZAAQU. (Wahai Tuhan Yang Maha Mencukupi, Wahai Tuhan Maha Kaya, wahai Tuhan Yang Banyak Memberi Rezeki). Lakukan amalan ini selama tujuh malam bisa dimulai malam apapun.

 

@wongalus,2010

Categories: TAWASSUL SYEKH SUMBING

AMALAN DAPATKAN UTANG BISNIS


Bila Anda sangat butuh uang untuk membiayai suatu keperluan (bisnis), padahal Anda kebetulan tidak memiliki modal tentu saja Anda harus berusaha sekuat tenaga mendapatkannya. Salah satu usaha yang perlu dilakukan adalah berhutang. Namun di jaman sekarang, untuk mendapatkan utangan tidak mudah. Untuk hutang di bank membutuhkan jaminan, sementara untuk hutang di orang lain belum tentu dipercaya. Ini ada amalan untuk memudahkan kita mendapatkan utang:

Berpuasa sehari dengan niat puasa sunah dan berdoa memohon pertolongan Allah. Sebelum berangkat ke bank lengkapi syarat-syarat administrasi dan tulislah kata ini: FA LAM NUN HA WAU DAL YA’ NUN (dalam huruf arab) pada jari tengah tangan kanan Anda. Jabat tangan orang yang anda temui dan memohon agar dia meminjami uang. Atas ijin dan perkenaan Tuhan, orang/lembaga tersebut akan mengucurkan piutangnya pada Anda.

@wongalus,2010

Categories: AMALAN DAPATKAN UTANG | 30 Komentar

MANTRA ANTI PELURU


Ingat penyerbuan orang yang diduga teroris Noordin M Top oleh Densus 88 di Jawa tengah tempo hari? Para aparat penegak hukum menggunakan rompi anti peluru untuk melindungi dari tembakan teroris. Sekarang ini, tembak-menembak sudah tidak jadi pemandangan yang aneh. Setiap hari di koran juga terjadi perampokan dan tindak kriminal menggunakan senjata api. Bila aparat keamanan saja memakai rompi anti peluru bagaimana dengan masyarakat umum? Tentu saja masyarakat jarang membeli rompi yang berat seperti itu selain harganya mahal juga sulit didapatkan. Ini ada mantra mencegah kita agar tidak terkena peluru saat terjadi tembak menembak. Bacalah mantra ini di dalam hati selama Anda mendengar suara tembakan:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, OJO KENAL OJO KENIL.

Dengan ijin Tuhan, peluru tidak akan mengenai tubuh kita meski diberondong peluru dalam jarak dekat.

@wongalus,2010

Categories: MANTRA ANTI PELURU | 44 Komentar

AMALAN MENJUAL RUMAH


Anda ingin menjual rumah, maka amalannya sebagai berikut: Tulislah Surat Asy Syuaraa pada kertas dan gantungkan pada rumah Anda dengan niat untuk menjual rumah. Selanjutnya, berusahalah seperti biasa dengan memasang iklan di koran, menghubungi kenalan, memberi informasi pada makelar dan lainnya. Insya Allah rumah akan cepat terjual.

@wongalus,2010

Categories: AMALAN JUAL RUMAH | 15 Komentar

MANTRA MENYELENGGARAKAN HAJATAN SLAMETAN


Kita hidup tidak sendirian. Di dunia ini, kita hidup berdampingan dengan jin (makhluk halus yang beragam jenis dan namanya), malaikat, ruh para leluhur dan sebagainya. Salah satu ruh para leluhur yang menguasai satu wilayah tertentu disebut dengan DANYANG. Danyang ini juga berpengaruh pada kehidupan sosial manusia. Itu sebabnya, orang Jawa menyelenggarakan slametan dan biasanya nuwun sewu, mohon ijin pada danyang. Slametan digelar saat akan menyelenggarakan hajat mantenan maupun hajat-hajat yang lain. Orang jawa biasanya memberi sesembahan di kuburan, di pohon besar, atau di tempat-tempat dimana danyang ini tinggal. Sebagian kalangan menganggap perilaku ini syirik atau mempersekutukan Tuhan. Padahal, orang-orang Jawa yang kita anggap syirik itu adalah orang yang hidup harmoni dengan alam. Mereka bersahabat dengan alam sekitarnya, memberi makan pada tetangga, termasuk memberi makan pada makhluk halus. Hingga saat ini, saya belum melihat segi negatif dari perilaku menyelenggarakan slametan termasuk mohon ijin pada danyang seperti ini. Yang tidak diperkenankan dan termasuk syirik adalah ketika kita menganggap teman (manusia) maupun danyang (leluhur) ini DISEMBAH. Nah, ini yang disebut perilaku menyimpang dan sesat karena keluar dari jalur TAUHID ILA-LLAH.Pada kesempatan kali ini, akan dipaparkan mantra agar hajatan (manten, sunatan, dll) yang kita selenggarakan bisa sukses, agar hidup keseharian kita selalu dijangkungi oleh para leluhur. Mantranya sebagai berikut dibaca satu kali saat akan menyelenggarakan slametan:

BOK ARIJAT, BOK ADJISAH, SURAT MESAH, MANIK BAYA, DURGA BUMI, RATU PENGAYUTAN, DANYANGE ING DESA …… (NAMA DESA TEMPAT TINGGAL KITA), REWANG-REWANGANA AKU, ANAK PUTUMU KABEH, SINUNGANA SEGER KAWARASAN KUWAT LANGKAS SLAMET, LA ILAHA ILALLAHU MUHAMMADAR RASULULLAH.

@wongalus,2010

Categories: MANTRA SLAMETAN | 3 Komentar

MANTRA PANGAGEMAN LUHUR


Mantra ini digunakan untuk membangunkan kesadaran ruh (ani), bahwa kita ini, diri kita ini sesungguhnya adalah makhluk Tuhan. Bukan makhluk ciptaan diri kita, bukan makhluk jadi-jadian hasil karya keinginan orang lain (orang tua kita), bukan pula robot yang dibentuk oleh peradaban kita. Ya, kita adalah makhluk mulia ciptaan Tuhan. Keinginan Tuhan pada diri kita sangatlah luhur. Kita dilahirkan untuk berperan sesuai dengan kodrat kita, sesuai jati diri kita, diri sejati kita masing-masing. Mantranya ini dibaca saat akan berangkat tidur satu kali:INGSUN TURU LAWAN SUKSMA, INGSUN LINGGIH LAWAN CAHYA, CAHYANING SANG RAJA BAHNING, TETEKAN JUNGKAT NABI ADAM, ALLAHU ILALLAH, WUNGU, NGANDAP, CUR MANCUR, MANCUR CAHYANING ALLAH, SUNGSUM BALUNG RASANING PANGERAN, KULIT WULU RASANING PANGERAN, YA INGSUNG MANUSANING ALLAH, SAJATINING MANUNGSA.

@wongalus,2010

Categories: MANTRA KENAL DIRI SEJATI | 3 Komentar

MANTRA MADANGAKE PIKIR


Mantra (kalimat yang dibaca untuk menggedor pintu kegaiban alam semesta dan diri sejati kita) ini dibaca saat pikiran suntuk karena banyak problem, misalnya problem pekerjaan, problem rumah tangga, problem apapun yang mengganggu konsetrasi kita. Mantra itu berbunyi:

 

SUKSMANING DZAT, ELING SUKSMANING DZATULLAH, WAHDAHULU LA SARIKALLAHU. (3x atau 7 x) sambil menahan nafas.

 

Semoga pikiran cupet dan pikiran stress kita akan berganti dengan pikiran yang tenang dan damai. Jembar dan panjang nalar sehingga kita bisa terus belajar untuk nayuh kawicaksananing Gusti Kang Murbeng Jagad.

 

@wongalus,2010

Categories: MANTRA MADANGKE PIKIR | 11 Komentar

CARA RADEN SYAHID MENCARI GURU SEJATI


Di antara para wali yang lain, Kanjeng Sunan Kalijaga bisa dikatakan satu-satunya wali yang menggunakan pendekatan yang pas yaitu budaya Jawa. Dia sadar, tidak mungkin menggunakan budaya lain untuk menyampaikan ajaran sangkan paraning dumadi secara tepat. Budaya arab tidak cocok diterapkan di Jawa karena manusia Jawa sudah hidup sekian ratus tahun dengan budayanya yang sudah mendarah daging. Bahkan, setelah “dilantik” menjadi wali, dia mengganti jubahnya dengan pakaian Jawa memakai blangkon atau udeng.

Nama mudanya Raden Syahid, putra adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta dan Dewi Nawangrum. Kadpiaten Tuban sebagaimana Kadipaten yang lain harus tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Nama lain Tumenggung Wilatikta adalah Ario Tejo IV, keturunan Ario Tejo III, II dan I. Arti Tejo I adalah putra Ario Adikoro atau Ronggolawe, salah seorang pendiri Kerajaan Majapahit. Jadi bila ditarik dari silsilah ini, Raden Syahid sebenarnya adalah anak turun pendiri kerajaan Majapahit.

Raden Syahid lahir di Tuban saat Majapahit mengalami kemunduran karena kebijakan yang salah kaprah, pajak dan upeti dari masing-masing kadipaten yang harus disetor ke Kerajaan Majapahit sangat besar sehingga membuat miskin rakyat jelata. Suatu ketika, Tuban dilanda kemarau panjang, rakyat hidup semakin sengsara hingga suatu hari Raden Syahid bertanya ke ayahnya: “Bapa, kenapa rakyat kadipaten Tuban semakin sengsara ini dibuat lebih menderita oleh Majapahit?”. Sang ayah tentu saja diam sambil membenarkan pertanyaan anaknya yang kritis ini.

Raden Syahid yang melihat nasib rakyatnya merana, terpanggil untuk berjuang dengan caranya sendiri. Cara yang khas anak muda yang penuh semangat juang namun belum diakui eksistensinya; menjadi “Maling Cluring”, yaitu pencuri yang baik karena hasil curiannya dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin yang menderita. Tidak hanya mencuri, melainkan juga merampok orang-orang kaya dan kaum bangsawan yang hidupnya berkecukupan.

Suatu ketika, perbuatan mulia namun tidak lazim itu diketahui oleh sang ayah dan sang ayah tanpa ampun mengusir Raden Syahid karena dianggap mencoreng moreng kehormatan keluarga adipati. Pengusiran tidak hanya dilakukan sekali namun beberapa kali. Saat diusir Raden Syahid kembali melakukan perampokan namun sialnya dia tertangkap pengawal kadipaten hingga sang ayah kehabisan akal sehat. “Syahid anakku, kini sudah waktunya kamu memilih, kau yang suka merampok itu pergi dari wilayah Tuban atau kau harus tewas di tangan anak buahku”. Syahid tahu dia saat itu harus benar-benar pergi dari wilayah Tuban dan akhirnya, dia pun dengan hati gundah pergi tanpa arah tujuan yang jelas. Suatu hari dalam perjalanannya di hutan Jati Wangi, dia bertemu lelaki tua yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Sunan Bonang. Sunan Bonang adalah putra dan murid Sunan Ampel yang berkedudukan di Bonang, dekat Tuban.

Syahid yang ingin merampok Sunan Bonang akhirnya harus bertekuk lutut dan Syahid akhirnya berguru pada Sunan Bonang. Oleh Bonang yang saat itu sudah jadi guru spiritual ini, Syahid diminta duduk diam bersila di pinggir sungai. Posisi duduk diam meneng ini di kalangan para yogi dikenal dengan posisi meditasi. Syahid saat itu telah bertekad untuk mengubah orientasi hidupnya secara total seratus delapan puluh derajat. Yang awalnya dia berjuang dalam bentuk fisik, menjadi perjuangan dalam bentuk batin (metafisik). Dia telah meninggalkan syariat masuk ke ruang hakekat untuk mereguk nikmatnya makrifat. Namun syarat yang diajarkan Sunan Bonang cuma satu: duduk, diam, meneng, mengalahkan diri/ego dan patuh pada sang guru sejati (kesadaran ruh). Untuk menghidupkan kesadaran guru sejati (ruh) yang sekian lama terkubur dan tertimbun nafsu dan ego ini, Bonang menguji tekad Raden Syahid dengan menyuruhnya untuk diam di pinggir kali.

Ya, perintahnya hanya diminta untuk diam tok, tidak diminta untuk dzikir atau ritual apapun. Cukup diam atau meneng di tempat. Dia tidak diminta memikirkan tentang Tuhan, atau Dzat Yang Adikodrati yang menguasai alam semesta. Tidak, Sunan Bonang hanya meminta agar sang murid untuk patuh, yaitu DIAM, MENENG, HENING, PASRAH, SUMARAH, SUMELEH. Awalnya, orang diam pikirannya kemana-mana. Namun sekian waktu diam di tempat, akal dan keinginannya akhirnya melemas dan akhirnya benar-benar tidak memiliki daya lagi untuk berpikir, energi keinginan duniawinya lepas landas dan lenyap. Raden Syahir mengalami suwung total, fana total karena telah hilang sang diri/ego.

“BADANKU BADAN ROKHANI, KANG SIFAT LANGGENG WASESA, KANG SUKSMA PURBA WASESA, KUMEBUL TANPA GENI, WANGI TANPA GANDA, AKU SAJATINE ROH SAKALIR, TEKA NEMBAH, LUNGO NEMBAH, WONG SAKETI PADA MATI, WONG SALEKSA PADA WUTA, WONG SEWU PADA TURU, AMONG AKU ORA TURU, PINANGERAN YITNA KABEH….”

Demikian gambaran kesadaran ruh Raden Syahid kala itu. Berapa lama Raden Syahid diam di pinggir sungai? Tidak ada catatan sejarah yang pasti. Namun dalam salah satu hikayat dipaparkan bahwa sang sunan bertapa hingga rerumputan menutupi tubuhnya selama lima tahu. Setelah dianggap selesai mengalami penyucian diri dengan bangunnya kesadaran ruh, Sunan Bonang menggembleng muridnya dengan kawruh ilmu-ilmu agama. Dianjurkan juga oleh Bonang agar Raden Syahid berguru ke para wali yang sepuh yaitu Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Giri di Gresik. Raden Syahid yang kemudian disebut Sunan Kalijaga ini menggantikan Syekh Subakir gigih berdakwah hingga Semenanjung Malaya hingga Thailand sehingga dia juga diberi gelar Syekh Malaya.

Malaya berasal dari kata ma-laya yang artinya mematikan diri. Jadi orang yang telah mengalami “mati sajroning urip” atau orang yang telah berhasil mematikan diri/ego hingga mampu menghidupkan diri-sejati yang merupakan guru sejati-NYA. Sebab tanpa berhasil mematikan diri, manusia hanya hidup di dunia fatamorgana, dunia apus-apus, dunia kulit. Dia tidak mampu untuk masuk ke dunia isi, dan menyelam di lautan hakikat dan sampai di palung makrifatullah.

Salah satu ajaran Sunan Kalijaga yang didapat dari guru spiritualnya, Sunan Bonang, adalah ajaran hakikat shalat sebagaimana yang ada di dalam SULUK WUJIL: UTAMANING SARIRA PUNIKI, ANGRAWUHANA JATINING SALAT, SEMBAH LAWAN PUJINE, JATINING SALAT IKU, DUDU NGISA TUWIN MAGERIB, SEMBAH ARANEKA, WENANGE PUNIKU, LAMUN ARANANA SALAT, PAN MINANGKA KEKEMBANGING SALAM DAIM, INGARAN TATA KRAMA. (Unggulnya diri itu mengetahui HAKIKAT SALAT, sembah dan pujian. Salat yang sesungguhnya bukanlah mengerjakan salat Isya atau maghrib. Itu namanya sembahyang. Apabila disebut salat, maka itu hanya hiasan dari SALAT DAIM, hanya tata krama).

Di sini, kita tahu bahwa salat sejati adalah tidak hanya mengerjakan sembah raga atau tataran syariat mengerjakan sholat lima waktu. Salat sejati adalah SALAT DAIM, yaitu bersatunya semua indera dan tubuh kita untuk selalu memuji-Nya dengan kalimat penyaksian bahwa yang suci di dunia ini hanya Tuhan: HU-ALLAH, DIA ALLAH. Hu saat menarik nafas dan Allah saat mengeluarkan nafas. Sebagaimana yang ada di dalam Suluk Wujil: PANGABEKTINE INGKANG UTAMI, NORA LAN WAKTU SASOLAHIRA, PUNIKA MANGKA SEMBAHE MENENG MUNI PUNIKU, SASOLAHE RAGANIREKI, TAN SIMPANG DADI SEMBAH, TEKENG WULUNIPUN, TINJA TURAS DADI SEMBAH, IKU INGKANG NIYAT KANG SEJATI, PUJI TAN PAPEGETAN. (Berbakti yang utama tidak mengenal waktu. Semua tingkah lakunya itulah menyembah. Diam, bicara, dan semua gerakan tubuh merupakan kegiatan menyembah. Wudhu, berak dan kencing pun juga kegiatan menyembah. Itulah niat sejati. Pujian yang tidak pernah berakhir)

Jadi hakikat yang disebut Sholat Daim nafas kehidupan yang telah manunggaling kawulo lan gusti, yang manifestasinya adalah semua tingkah laku dan perilaku manusia yang diniatkan untuk menyembah-Nya. Selalu awas, eling dan waspada bahwa apapun yang kita pikirkan, apapun yang kita kehendaki, apapun yang kita lakukan ini adalah bentuk yang dintuntun oleh AKU SEJATI, GURU SEJATI YANG SELALU MENYUARAKAN KESADARAN HOLISTIK BAHWA DIRI KITA INI ADALAH DIRI-NYA, ADA KITA INI ADALAH ADA-NYA, KITA TIDAK ADA, HANYA DIA YANG ADA.

Sholat daim ini juga disebut dalam SULUK LING LUNG karya Sunan Kalijaga: SALAT DAIM TAN KALAWAN, MET TOYA WULU KADASI, SALAT BATIN SEBENERE, MANGAN TURU SAHWAT NGISING. (Jadi sholat daim itu tanpa menggunakan syariat wudhu untuk menghilangkan hadats atau kotoran. Sebab kotoran yang sebenarnya tidak hanya kotoran badan melainkan kotoran batin. Salat daim boleh dilakukan saat apapun, misalnya makan, tidur, bersenggama maupun saat membuang kotoran.)

Ajaran makrifat lain Sunan Kalijaga adalah IBADAH HAJI. Tertera dalam Suluk Linglung suatu ketika Sunan Kalijaga bertekad pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Di tengah perjalanan dia dihentikan oleh Nabi Khidir. Sunan dinasehati agar tidak pergi sebelum tahu hakikat ibadah haji agar tidak tersesat dan tidak mendapatkan apa-apa selain capek. Mekah yang ada di Saudi Arabia itu hanya simbol dan MEKAH YANG SEJATI ADA DI DALAM DIRI. Dalam suluk wujil disebutkan sebagai berikut:
NORANA WERUH ING MEKAH IKI, ALIT MILA TEKA ING AWAYAH, MANG TEKAENG PRANE YEN ANA SANGUNIPUN, TEKENG MEKAH TUR DADI WALI, SANGUNIPUN ALARANG, DAHAT DENING EWUH, DUDU SREPI DUDU DINAR, SANGUNIPUN KANG SURA LEGAWENG PATI, SABAR LILA ING DUNYA.

MESJID ING MEKAH TULYA NGIDERI, KABATOLLAH PINIKANENG TENGAH, GUMANTUNG TAN PACACANTHEL, DINULU SAKING LUHUR, LANGIT KATON ING NGANDHAP IKI, DINULU SAKING NGANDHAP, BUMI ANENG LUHUR, TINON KULON KATON WETAN, TINON WETAN KATON KULON IKU SINGGIH TINGALNYA AWELASAN.

(Tidak tahu Mekah yang sesugguhnya. Sejak muda hingga tua, seseorang tidak akan mencapai tujuannya. Saat ada orang yang membawa bekal sampai di Mekah dan menjadi wali, maka sungguh mahal bekalnya dan sulit dicapai. Padahal, bekal sesungguhnya bukan uang melainkan KESABARAN DAN KESANGGUPAN UNTUK MATI. SESABARAN DAN KERELAAN HIDUP DI DUNIA. Masjid di Mekah itu melingkar dengan Kabah berada di tengahnya. Bergantung tanpa pengait, maka dilihat dari atas tampak langit di bawah, dilihat dari bawah tampak bumi di atas. Melihat yang barat terlihat timur dan sebalinya. Itu pengelihatan yang terbalik).

Maksudnya, bahwa ibadah haji yang hakiki adalah bukanlah pergi ke Mekah saja. Namun lebih mendalam dari penghayatan yang seperti itu. Ibadah yang sejati adalah pergi ke KIBLAT YANG ADA DI DALAM DIRI SEJATI. Yang tidak bisa terlaksana dengan bekal harta, benda, kedudukan, tahta apapun juga. Namun sebaliknya, harus meletakkan semua itu untuk kemudian meneng, diam, dan mematikan seluruh ego/aku dan berkeliling ke kiblat AKU SEJATI. Inilah Mekah yang metafisik dan batiniah. Memang pemahaman ini seperti terbalik, JAGAD WALIKAN. Sebab apa yang selama ini kita anggap sebagai KEBENARAN DAN KEBAIKAN MASIHLAH PEMAHAMAN YANG DANGKAL. APA YANG KITA ANGGAP TERBAIK, TERTINGGI SEPERTI LANGIT DAN PALING BERHARGA DI DUNIA TERNYATA TIDAK ADA APA-APANYA DAN SANGAT RENDAH NILAINYA.

Apa bekal agar sukses menempuh ibadah haji makrifat untuk menziarahi diri sejati? Bekalnya adalah kesabaran dan keikhlasan. Sabar berjuang dan memiliki iman yang teguh dalam memilih jalan yang barangkali dianggap orang lain sebagai jalan yang sesat. Ibadah haji metafisik ini akan mengajarkan kepada kita bahwa episentrum atau pusat spiritual manusia adalah BERTAWAF. Berkeliling ke RUMAH TUHAN, berkeliling bahkan masuk ke AKU SEJATI dengan kondisi yang paling suci dan bersimpuh di KAKI-NYA YANG MULIA. Tujuan haji terakhir adalah untuk mencapai INSAN KAMIL, yaitu manusia sempurna yang merupakan kaca benggala kesempurnaan-Nya.

Sunan Kalijaga adalah manusia yang telah mencapai tahap perjalanan spiritual tertinggi yang juga telah didaki oleh Syekh Siti Jenar. Berbeda dengan Syekh Siti Jenar yang berjuang di tengah rakyat jelata, Sunan Kalijaga karena dilahirkan dari kerabat bangsawan maka dia berjuang di dekat wilayah kekuasaan. Di bidang politik, jasanya terlihat saat akan mendirikan kerajaan Demak, Pajang dan Mataram. Sunan Kalijaga berperan menasehati Raden Patah (penguasa Demak) agar tidak menyerang Brawijaya V (ayahnya) karena beliau tidak pernah berlawanan dengan ajaran akidah. Sunan Kalijaga juga mendukung Jaka Tingkir menjadi Adipati Pajang dan menyarankan agar ibukota dipindah dari Demak ke Pajang (karena Demak dianggap telah kehilangan kultur Jawa.

Pajang yang terletak di pedalaman cocok untuk memahami Islam secara lebih mendalam dengan jalur Tasawuf. Sementara kota pelabuhan jalurnya syariat. Jasa lain Sunan Kalijaga adalah mendorong Jaka Tingkir (Pajang) agar memenuhi janjinya memberikan tanah Mataram kepada Pemanahan serta menasehati anak Pemanahan, yaitu Panembahan Senopati agar tidak hanya mengandalkan kekuatan batin melalui tapa brata, tapi juga menggalang kekuatan fisik dengan membangun tembok istana dan menggalang dukungan dari wilayah sekeliling. Bahkan Sunan Kalijaga juga mewariskan pada Panembahan Senopati baju rompi Antakusuma atau Kyai Gondhil yang bila dipakai akan kebal senjata apapun.

@wongalus,2010

Categories: SUNAN KALIJAGA MENCARI GURU SEJATI | 45 Komentar

AJI SRI WIDARA PENGASIHAN KHUSUS UNTUK PEREMPUAN


Ini adalah pelet pengasihan khusus milik kaum perempuan. Bagi kaum hawa yang belum memiliki pasangan hidup, disarankan untuk berikhtiar lahir maupun batin. Ikhtiar lahir di antaranya adalah memperbaiki cara berkomunikasi, menata etika sopan santun, penampilan yang bersih dan menarik. Sementara ikhtiar batin di antaranya adalah memiliki pribadi yang mempesona karena kecantikan sejati awalnya dari “dalam” (inner beauty), memiliki sifat “keibuan” dan feminin. Sifat ini secara filosofis sangatlah mulia karena fakta, faktor, fungsi dan peran ibu adalah menjaga keberlangsungan kehidupan manusia, bahkan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini lahir dari rahim ibu. Ikhtiar batin selanjutnya adalah memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan jodoh yang baik.
 
 Salah satu ikhtiar batin yang dimiliki kaum perempuan di Jawa adalah memiliki ilmu pelet pengasihan yaitu AJI SRI WIDARA. Cara memiliki ajian ini adalah berpuasa mutih tiga hari. Mulai puasa pada hari Jumat legi dan setiap hari antara jam 00.00 s/d jam 03.00 duduk bersila untuk meditasi dan membaca mantra 3 x ini:

AJIKU SI SRI WIDARA, ESEMKU DEWI SUPRABA, LIRINGKU DEWI RATIH, SING ANDULU SING NDELENG TEKA WELAS ASIH, TEKA TEMEN TEKA KANGEN MENYANG ING JIWAKU, SAKING KERSANING ALLAH.

Mantra ini dibaca saat akan bertemu dengan seorang pria yang ingin dituju, atau bisa juga dibaca saat akan bepergian keluar rumah. Atau bila sudah memiliki calon suami dan akan melangsungkan pernikahan tepatnya saat akan mulai dirias oleh juru paes maka calon penganten wanita bisa membaca mantra aji Sri Widara ini sehingga inner beauty-nya akan semakin berbinar sangat menarik orang lain yang melihatnya. Cocok juga dimiliki oleh setiap perempuan yang selalu ingin tampil menarik di manapun dia berada.

@wongalus,2010

 

 

Categories: AJI SRI WIDARA | 36 Komentar

JALAN-JALAN SANTAI KE PASAR KEMBANG


Tubuh halus ini terbiasa berkelana kemana-mana meninggalkan fisik yang tertidur. Memejamkan mata sesaat, biasanya tubuh astral langsung terbang ke mana pun yang dikehendaki. Melintasi langit, turun ke sebuah kota, menembus tembok-tembok dan menyaksikan apa yang terjadi di sana. 

Malam ini, saat menulis artikel ini, saya ingin mengajak Anda sekalian berjalan-jalan menyaksikan dengan mata batin apa yang terjadi di Pasar Kembang Yogyakarta. Kenapa harus ke Pasar Kembang? Ini adalah pasar yang unik. Jangan bayangkan di sini banyak orang berjualan bunga-bunga indah beraneka warna. Di sini, yang banyak adalah para “bunga-bunga malam” yang menunggu tamu dan menjajakan dirinya. Jadi Pasar Kembang hanya sekedar istilah yang merujuk pada tempat para perempuan menjajakan diri dan bertransaksi dengan kaum hidung belang.

Perjalanan ini dimulai dari Jalan Malioboro. Untuk mengamati situasi, terpaksa saya duduk di atas sebuah lampu kota berwarna hijau terbuat dari cor yang kuat. Lampu ini tingginya sekitar 2,5 meter dan di bawah saya ada beberapa tukang becak menunggu tamu. Nama tukang becak itu Karyo dan Sutrisno. Asli Karyo adalah warga Pleret Bantul, sedangkan asli Sutrisno adalah warga Wates, Kulon Progo.

Malioboro malam ini sudah agak lengang dengan para wisatawan luar kota. Berbeda dengan kemarin saat perayaan tahun baru jalan ini sungguh padat. Kaki hampir tidak bisa digerakkan karena saking sesaknya orang-orang ingin bertahun baru di jalanan nostalgia ini. Sekarang saat kalender sudah menunjuk ke tanggal 3, meskipun agak lengang seakan tetap saja jalanan ini tidak pernah sepi dari kunjungan tamu-tamu. Tamu dari luar Jogja seakan harus ke Malioboro. Padahal, bila tujuan mereka Cuma berbelanja maka belanja benda-benda seni di emper-emper toko di jalan ini nyaris tidak berubah dari tahun-tahun. Tidak ada kreasi baru, membuat sebagian orang mulai jenuh. “Barangnya itu-itu saja,” kata Mr Smith, warga Canberra Australia yang sudah berusia 60 tahun. Mr Smith sudah beberapa kali ke Indonesia dan bila ke Indonesia, dia pasti menyempatkan diri mampir ke Jogja.

Malioboro jam 21.00 malam memasuki nuansa yang lain. Para penjual kerajinan di sepanjang jalan mengemasi dagangannya dan diganti oleh penjual makanan lesehan. Para pengamen pun mencarak-cakar gitarnya, melantunkan senandung beraneka rupa.

Mr Smith adalah seorang duda yang lumayan mapan. Rumahnya di Canberra cukup bagus, tiga ruangan mewah dan satu mobil Cherooke diparkir di garasi rumahnya yang bercat hijau. Smith pernah menikah dan punya satu anak. Akibat perselingkuhan yang dilakukan Smith, keluarga yang dibangunnya berantakan dan akhirnya si isteri memilih cerai. Sementara sang anak kemudian ikut si isterinya yang kini juga sudah menikah lagi. Smith, sang pria flamboyan ini adalah seorang produser film di negeri kanguru. Gaya hidupnya yang metropolis memaksanya untuk hidup ringan tanpa diribeti dengan berbagai pikiran yang berat. Kini, malam ini di Malioboro saya melihat Mr Smith berjalan santai menikmati malam. Langkah-langkah kakinya panjang akhirnya sampai di ujung jalan paling utara Malioboro. Dia kemudian masuk ke sebuah hotel dan masuk ke ruangan nomor 32. Kamar ini sudah dihuninya sejak dua hari yang lalu.

Dia lantas melihat jam yang menunjuk pukul 21.32 WIB waktu Jogja dan kemudian mengambil handphone di tas. Jarinya memencet Handphone dengan nomor 081392….
 
Smith: “Hello”
Perempuan: yap
Smith: Bisa menemani saya tidur
Perempuan: Boleh, dimana
Smith: Di hotel X, kamar 32
Perempuan: Sudah tau tarif saya?
Smith: 300 ribu untuk 2 jam kan?
Perempuan: Baiklah, saya menemani kamu berapa jam?
Smith: Sepuas saya, saya booking sampai pagi
Perempuan: Oke, kalau borongan sampai bagi, tarifnya 1 juta
Smith: Oke, segera ya…
(Smith pintar bahasa Indonesia, dia belajar bahasa Indonesia dari seorang pelukis yang sudah biasa ke Indonesia namanya Geoff Todd).

 

Beberapa saat kemudian, perempuan itu datang. Meskipun usianya 28 tahun tapi masih tampak seperti mahasiswa. Dia amat seksi dan bohay. Rambutnya panjang hitam. Dan sedikit basa basi, akhirnya perempuan berbaju minim berkaos putih dan memakai jeans ketat itu membuka satu persatu pakaian yang dikenakannya. Masuk ke kamar mandi dan kemudian mereka bercinta. Smith meski usianya sudah masuk lansia tetap semangat melayani libidonya. Saya tidak tega, bagaimana menyaksikan perempuan itu bekerja keras. Tahukan Anda, siapa sesungguhnya perempuan itu?

Ana, nama perempuan ini warga asli Majenang, Perbatasan Jateng-Jabar. Ibunya sakit sakitan. Ana adalah anak satu satunya ibu itu. Ana sebenarnya punya suaminya sudah pergi sekian lama meninggalkan keluarga karena kecantol perempuan yang lain. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari nafkah, meninggalkan ibunya yang kini tinggal sendirian di desa. Keputusan Ana pergi dari desa, adalah keputusan yang tergolong berani. Ya, memang dia tidak memiliki keahlian apapun. Maklum saja, dia hanya tamatan SMP. Pertemuan dengan seorang teman yang lebih dulu terjun ke dunia prostitusi mengantarkannya memasuki lembah hitam tersebut.

Malam ini, saat saya menuliskan pengalaman perjalanan batin dari Pasar Kembang Jogja ini saya hanya bisa mengelus dada sambil sesekali menahan nafas. Betapa sesungguhnya kita tidak bisa begitu saja berpandangan hitam putih terhadap satu persoalan. Prostitusi, bolehlah dikatakan lembah hitam dan nista, namun ada banyak alasan yang kuat kenapa banyak perampuan memilih bekerja di sana. Keahlian dan kemampuan yang minim memaksa mereka untuk bekerja apa saja yang mampu menghasilkan uang. Tuhan pasti memahami dan mengetahui niat suci yang ada di lubuk hati seseorang, meskipun itu berada di dalam tubuh jasadnya yang bergelimang kotor.

Semoga kita semua selalu diberikan Tuhan keberkahan hidup dan kebijaksanaan dalam menilai setiap fenomena yang tergelar di depan mata. Siapa yang berkewajiban menuntaskan masalah kemiskinan, kebodohan, kekurangterpelajaran anak bangsa ini kalau bukan kita sendiri yang kini menyadari hal ini? Tuhanku, hanya kepadamu aku memohon… berilah mereka semua keselamatan, kesejahteraan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Pamuji rahayu…

@wongalus,2010

Categories: PERJALANAN NGRAGA SUKMA | 23 Komentar

MANTRA PENOLAK BENCANA ALAM


Bila kita khawatir bencana alam akan datang maka kita perlu memohon pada Tuhan YME agar tidak terjadi bencana. Cara: Sholat tahajut sepertiga malam terakhir dengan khusyuk dan selanjutnya baca mantra ini:

“MASJID AGUNG PASALATAN, CAGAKKU KAYU ANES, USUK-USUKKU SI KRAMATULLAH, MUSTAKAKU BAGINDA ALI, LUNGGUHKU NABI TINUTUP SALALALLAHU ALAIHI WASALLAM.
MAS SIRA BAGEYA!, INGGIH KAWULA NUWUN GUSTI!, OMAH PARA NGENDI? SAMPUN KULA BEKTA GUSTI!, JENENG SIRA SAPA? INGGIH KULO SUKSMA AGUNG ADI LUWIH GUSTI! LAWAN SIRA WONG SANGKA NGENDI? TIYANG LAMI, GUSTI! NYATANE YEN WONG LAWAS.
SAJAWINING SIFAT INGGIH KAWULO SALETING SIFAT INGGIH KAWULO, MIYAT LANGSE GENDALA GIRI, KASUR BABA PRANGWEDANI INGGIH KULO SAJATINING SUNGLEN, GUSTI INGGIH KULA TIYANG SAKING MEKAH, GUSTI! INGGIH KULA TEDAKTURUNIPUN KANJENG NABI RASULULLAH GUSTI SALALLAHU ALAIHI WASALLAM.
SIRA BAGEYA SANAH MANIRA! LAWAS KATON ANYAR, IYA SLAMET. SIRA TEKA NGENDI? TEKA ING GARBA WONG TUWA. SIRA METU NGENDI? SAPRAYOGANE IDEP LAN ADEP-ADEP. SAPA SING KO’ADEPI? GUSTIKU SALAT PANUTAN, PINATEK ING WARDAYA, PINUNDI ING MASTAKA. SANAK KADANG? BOYA DUWE. KASINGGIHAN? IKI WONG APA? WONG ANGGURAN NYATANE YEN WONG ANGGURAN IDEP LAN ADHEP-ADHEP. SAPA KO’ADHEP-ADHEPI? JAKA KLENDANG, KLETA KLETU, SI SREGEP ADANG ANUT. KETUK CUPRABUT AREPAN. IKI WONG APA? WONG KAYU MALANG, TEGESE YEN WONG KAYU MALANG TUNGGAL ING WOTE. IKI WONG APA? WONG JARIK AMOH, TEGESE WONG JARIK, AMONG ROWAK RAWEK KARI DHEWEK.”

@wongalus,2009

Categories: MANTRA PENOLAK BENCANA ALAM | 1 Komentar

MANTRA MENYEMBUHKAN ORANG SAKIT


Ini adalah upaya kebatinan tingkat tinggi yang kelihatan sederhana namun sangat hebat. Caranya: Letakkan telapak tangan Anda ke tubuh seseorang yang sakit dan alirkan energi penyembuhan dari alam semesta ke tubuhnya. Hayati setiap hembusan keluar masuknya nafas Anda pelan dan visualisasikan sebuah cahaya kuning masuk ke tubuhnya, tepat di anggota tubuh yang sakit sambil membaca mantra sebagai berikut:
”ALLAH KANG ANA, MUHAMMAD KANG LARA, RASUL KANG WARAS, WARAS SAKING KERSANING ALLAH”
Insya Allah sakitnya akan segera sembuh atas ijin Allah SWT.

@wongalus,2010

Categories: MANTRA MENYEMBUHKAN ORANG SAKIT | 16 Komentar

PUJINE MAKRIFAT SUCI LAIR BATIN


Kasebut ngisor iki pujine makrifat suci lair batin para nabi ingkang kinunci:

NAWAITU’ABESI MANJING WULU LANGGENG BAOKU KARO, KUKU WUTU DAWA CENDAK, KULIT DAGING OTOT GETIH BALUNG SUNGSUM, PUJI JASMANI LIMPA ATI JANTUNG KUPING PUCUK POT BONGKOT MANJING LAK-LAKANINGSUM, KANG MANJING SESOTYAKU KARO SIFAT MUHAMMAD SAMPURNA KABEH

@wongalus,2010

Categories: PUJINE MAKRIFAT LAIR BATIN | 6 Komentar

MANTRA PENGASIHAN KUN JALI


Dibaca setiap kali bertemu dengan wanita atau pria yang diinginkan. Caranya: baca dalam hati sambil menahan nafas saat membaca. Mantranya sebagai berikut:  ALLAHUMMA, KUNJALI, KUNJALI ASIH, SI …..(NAMA ORANG YANG DITUJU) TEKA WELAS ASIH MENYANG AKU, NABINE WALINE IYA TEKA WELAS ASIH MENYANG AKU ASIH SAKA KERSANING ALLAH.

 @wongalus,2010

Categories: MANTRA PENGASIHAN KUN JALI | 57 Komentar

MANTRA PELARIS DAGANGAN


Puasa diusahakan rutin setiap hari Senin dan Kamis, mantranya dibaca saat akan membuka kios/toko sebagai berikut:

SEMAR DAHAR, GARENG NGENENG, PETRUK CELUK-CELUK, SRIKANDI KANG NDODOLI, JANAKA KANG NUKONI, LARIS LARIS DAGANGANKU

@wongalus,2010

Categories: MANTRA PELARIS DAGANGAN | 45 Komentar

ILMU BUMI PEPITU


Dicintai oleh Tuhan YME sekaligus dicintai oleh semua makhluk di alam semesta adalah harapan hidup kita. Kita merasa tidak sendirian dan banyak sahabat yang bisa membantu untuk menuntaskan problem-problem hidup. Salah satu sahabat karib yang sudah sekian lama hidup dengan kita namun banyak yang kita lupakan adalah bumi yang kita injak setiap hari. Ada baiknya kita kembali untuk menyadari dan mencintai bumi, sahabat kita yang sangat dekat ini. Bila kita mencintai bumi dengan tulus, maka bumi akan mencintai kita juga. Seluruh kekuatan dan energi bumi akan diberikan secara ikhlas pada kita. Semua manusia dan makhluk gaib akan bersahabat karib dan membantu hidup kita sehingga kita tidak pernah kekurangan rezeki atas ijin Allah SWT. Kemanapun kita pergi bumi akan memberikan kemakmuran lahir batin pada kita. Pada kesempatan kali ini, akan disampaikan ilmu gaib Bumi Pepitu yang tujuannya adalah kembali mengakrabi bumi sebagai sahabat terdekat hidup kita. Untuk mendapatkan ilmu ini, caranya adalah: PUASA MUTIH 7 HARI, DITAMBAH PATI GENI SEHARI SEMALAM. Mantra ilmu bumi pepitu sebagai berikut: ALLAHUMA BUMI PEPITU, NAGA PRATALA NGELAK ULANING BUMI, BUYUTING BUMI, NINI BUMI, KAKI BUMI, UWA BUMI, BAPA BUMI, BIYUNG BUMI, PAMAN BUMI, BIBI BUMI, ASTA MANGKA TAN KENA TINUT, AKU KUR DINUT TINUT SAPARANKU, KUL DINGKUL SAUJARKU, SATEPAK JALMA REKSANEN AKU, NABI ADAM KANG ANA ING GIGIRKU, NABI NUH KANG ANA ING NGIRINGANKU, NABI IBRAMIN KANG ANA NGAREPKU, YA ALLAH KANG AMURBA AMISESA SAJAGAD KABEH @wongalus,2010

Categories: ILMU BUMI PEPITU | 12 Komentar

PUJINE BADAN SAKOJUR


Seluruh apa yang kita miliki termasuk badan kita ini sebenarnya bukan milik kita. Namun milik-Nya sehingga apabila kita masih merasa memiliki anggota badan ini, maka kita perlu untuk mengembalikan pada Tuhan sebagai satu-satunya pemilik semua yang ada. Sumber semua kekisruhan diri, adalah pada RASA MEMILIKI. Saat kita merasa memiliki tubuh kita, diri kita maka di situlah stress, bingung dan kisruh bermula. Untuk mengembalikan tubuh, jiwa, dan diri kita agar kembali suci oleh para pinisepuh disarankan untuk melakukan penyucian diri dengan berdzkir atau merapalkan puji-pujian berikut ini:

Pujine utek:
RASULUN RABBI’L ALAMIN (33x)
Kuwasane luput tuju teluh dadi tawar

Pujine kuping tengen
ALLIYATAN ILAHU RABBI UMUM (33x)
Kuwasane ngilangake bilahi kabeh

Pujine kuping kiwa
SAMIKNA WA TAKNA GUPRANA KARABBASA WA’ILEKAL NASIR (33x)
Kuwasane ngilangake pakewuh kabeh

Pujine sirah:
PADARAKTUM (33x)
Kuwasane nglerebaken kang sarwa galak kabeh

Pujine netra:
KUDUSUN RABBANA WA RABBUL MALAIKATUHU WA RUH (33x)
Kuwasane kinaweden dening wong lanang wadon

Pujine napas:
HAPLIL PALUBUTI NGALLA YASIN (43x)
Kuwasane kinasihan wong sajagad kabeh

Pujine gigir:
NAWAETU MINAL KIBARI PIBIGALIKAD HAPIKA KARJA (29x)
Kuwasane teguh timbul

Pujine Otot:
PAREKUN PAREKANUN WA’LJANATUN NANGIMUN CIPTA KATON CIPTA ORA KATON (1000x)
Kuwasane amurba ora katon

Pujine awak kabeh:
INNA PATAKNA IA KAPAKAN MUBININ (120x arep mlebu omah)
Kuwasane slamet rahayu

Pujine ati:
NASRUN MINALLAHI WA PATEKUN KARIBUN WA KASIRIL MUKMININ (25x)
Kuwasane awake katon gede

Pujine amperu:
LAYASTAKI PANAHUM (200x)
Kuwasane kinawedan dening wong tur bagus rupane kang muji
Pujine sikil:
SARI MAL MARUNA (25 x)
Kuwasane ora katon

Pujine pepusuh:
PASAYAKPIKAHUMULLAHU WAHUWASSAMI’ULALIM (25x)
Kuwasane luput senjata tawa

Pujine dalamake:
SANGAN SANGUN YUHYI WAYUMITU WAHUWA NGALA LAKULI SEKKIN KATDIR (25x)
Kuwasane betah lumaku lan lumayu

PUJINE BANGSA NAPAS PATANG PRAKARA
(1). Napas: Iku tetaling urip, iya tetalining roh, rupane ireng, plawangane af’alu’llah dunune ing lesan. Pujine: LA ILAHA ILALLAH, iku sampurnaning kulit daging
(2). Tanapas: Iku pamiyarsaning roh, rupane kuning, plawangane asmau’llah, dununge ing kuping, pujine: ALLAHU AKBAR, iku sampurnaning balung lan otot
(3). Anpas: Iku panggonaning ruh roh, rupane ijo, plawangane sifatullah, dunungne ing gigir, pujine ALLAH, ALLAH. Iya iku sampurnaning getih lan sungsum
(4). Nupus: iku paraning roh, rupane putih, plawangane dzatullah, dununge ing netra. Pujine JA-HU JA-HU, iku sampurnaning pangawasa lan nepsu

@wongalus,2010

Categories: PUJINE BADAN SAKOJUR | 1 Komentar

CARA MEMBUAT JIMAT


Membuat jimat sangat mudah. Modalnya hanya KEYAKINAN. Bila tidak memiliki keyakinan, jimat juga pasti tidak akan dijadikan rumah oleh “khodam”.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Tetapkan dulu, apa tujuan membuat jimat: Misalnya, untuk penglarisan dagangan, untuk kesaktian dan kekebalan tubuh, untuk pengasihan dan seterusnya. 
2. Setelah tujuan ditetapkan maka langkah selanjutnya adalah menulis jimat pada hari yang baik untuk membuat jimat yaitu hari Kamis Malam Jumat tengah malam..
3. Mensucikan diri dari hadats besar maupun kecil. Berwudhu terlebih dulu sangat dianjurkan.
4. Melakukan sholat fardhu dan sholat sunah 2 rokaat dengan niat untuk menulis rajah bertuah.
5. Duduk di meja atau bersila di lantai menghadap kiblat.
6. Media untuk menulis bias kulit binatang, kertas atau kain. Terbaik adalah kulit binatang. Jenis kulit binatang bermacam-macam, carilah kulit binatang yang sesuai dengan karakter rajah atau jimat. Misalnya, jimat untuk kesaktian cocok kulit harimau atau singa, kulit kijang cocok untuk  jimat kegesitan di dalam peperangan, jimat kulit buaya cocok untuk ajian pengasihan dan seterusnya.
7. Cari kata-kata atau mantra yang mendatangkan sugesti yang tinggi pada diri Anda. Bisa kata atau satu/dua ayat di dalam kitab suci yang artinya adalah permohonan atau doa kepada Allah tentang berbagai hal yang sesuai dengan tujuan jimat. Di sini, dibutuhkan KEYAKINAN YANG TINGGI, BAHWA RAJAH YANG KITA TULIS MEMANG BENAR-BENAR PETUNJUK DARI TUHAN (Ingat tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Yang ada adalah semua perilaku kita ada yang menuntun untuk berbuat kebaikan. Si Penuntun itu tidak lain adalah GURU SEJATI kita.
8. Tulislah dengan tinta minyak misik atau jakfaron
9. Tahan nafas saat menulis dan bila ingin bernafas, maka hentikan untuk sementara menulis.
10.  Melantunkan kata “YA ARHAMARROHIMIN” di dalam hati terus menerus hingga acara pembuatan jimat selesai.
11.  Setelah selesai kita mengucapkan syukur pada Allah dengan membaca tasbih: “SUBHANALAH WALHAMDULILLAH WALA ILAHA ILALLAH ALLAHU AKBAR” 42 X
12.  Melipat dan mengemas dengan baik kulit atau kain yang telah ada rajahnya sambil membaca AYAT KURSI hingga selesai. Kulit rajahan bisa dimasukkan lagi kain berwarna HITAM, PUTIH atau MERAH. Bisa dijadikan kalung, sabuk atau cukup dimasukkan ke dompet.
13.  Pantangan jimat adalah tidak membawa jimat ke tempat-tempat yang terlarang yang mendatangkan dosa dan tidak membawa masuk ke WC. Bila melanggar pantangan maka kekuatan jimat bisa langsung menghilang.
14.  Selamat mencoba dan kekuatan keyakinan Anda sangat mempengaruhi jimat yang Anda buat sendiri.

 @wongalus,2010

Categories: JIMAT CARA MEMBUATNYA | 9 Komentar

AJI NI BRAGOLA TEGUH ALOT ROSA


Ajian kekebalan yang ampuh untuk pertahahanan diri. Kebal tembakan bedil, senjata tajam apapun tidak mempan dan menguatkan badan dengan energi yang berlipat ganda. Cara mendapatkan ajian ini: Puasa mutih 7 hari 7 malam ditambah pati geni sehari semalam. Mantranya sebagai berikut:

 NI BRAGOLA, AREP MENYANG NGENDI SIRA, AREP NGLELANA MARING MEKAH MADINAH ANA GAWE SALAT SEMBAHYANG, DEN BEDIL KONTAL, DEN JARA MLURUT DEN TUMBAK MESEM DEN TATAH LATAH LATAH, TEGUH ALOT TEGUH ROSA SAKING ALLAH LA ILAHA ILALLAH, MUHAMMAD RASULULLAH.

@Wongalus,2010

Categories: AJI NI BRAGOLA | 10 Komentar

PUJA MANTRA RAHAYU SLAMET


BISMILLAHI WA RASULULLAHI, YA INGSUN JAMALULLAH YA INGSUN JALALULLAH, YA INGSUN KAMALULLAH, YA INGSUNG KAHARULLAH, YA INGSUN KA’BATULLAH, YA INGSUN RAHMATULLAH, YA INGSUN SIFATULLAH, YA INGSUN KANG MENGKUBUWANA KABEH, ALLAH LANGGENG, ALLAH SLAMET YA INGSUN KANG LANGGENG SALAWASE.

@Wongalus,2010

Categories: PUJA MANTRA RAHAYU SLAMET | 10 Komentar

PUJA PUJINE ILMU RASA AGEME PARA NABI


Ilmu rasa kang tinutur dingin, wacanen den alon panatah punika pedahe kinajrihan sasamining jalmi, apalna ing wengi Iki pujine YA ALLAH kaping 1000 Pan punika wonten puji malih, wacanen den alon temen-temen mring Allah ing mangke sasedyane tinekan Hyang Widi apalna ing wengi. Iki pujine YA RAHIMU kapung 1000 Pan punika wonten puji malih, wacanen sayektos lamun arsa dadi mantri gede den akatah pamujine, kinasih jalmi. Iki pujine YA MULIKU kaping 1000

Wonten puji kang piningit nabi, wacanen den gupoh, apalna malem jumungade patang atus sareng tengah wengi, kinasihan jalmi iki pujine YA KUDUSU kaping 400

Wonten puji kang sinelir malih, wacanen den alon apalena malem Jumungahe patang atus sareng tengah wengi, kinajrihan jalmi. Iki pujine YA MALIKU kaping 400

Iki pujine wong lungo pribadi wacanen den alon, manahira den madhep Allahe, turut marga mujiya den ening, rineksa Hyang Widhi. Iki pujine YA SALIMU kaping 999

Lamun sira meneda Hyang Widi, wacanen sayektos sakarsane tinekan janjine, manahira den madhep sawiji lan den ngati ati. Iki pujine YA MU’MINU kaping 1000

Yen sira arsa padang kang galih, wacanen menbolong, malem kemis wau pamujine, sanga dasa nggenira amuji, sareng tengah wengi. Iki pujine YA HAMINNU kaping 90

Lamun sira yen arsa basuki, wacanen alon sekul abang iku saranane, nggenya dahar pan sarwa amuji, liput ing bilahi. Iki pamujine YA MALIKU kaping 1000

Lamun sira anggetak ing jalmi, naratap ponang wong, anatapi mring sato kewane, satus kawan dasa kehing puji, kang mirsa samya jrih. Iki pujine YA JABARU kaping 140

Lamun sira luputa ing mimis, landhep wesi kaot dedaking yayah dedake dewe, binasmi ginawe landa nuli, desena badaning. Iki pujine YA KALLIKU kaping 1000

Iki puji arsa den alani, mring satrune kang wong, pijujiya neng ngarep lawang, satrunira nora anekani, yen masuk kang puji. Iki pujine YA DAREKU kaping 1000

Lamun sira arsa putra becik, lanang tuwin wadon, apalena ismune pat bae, lamun sira sahwat lawan rabi nalika meh mijil. Iki pujine YA HAWERU kaping 7 utawa 4

Poma poma Dalil Hadis kitab kang kinaot pan ageme para nabi kabeh yen apala ginanjar Hyang Widi sadina sawengi amuji Hyang Agung. Titi Dal 1799.

@Wongalus,2010

Categories: PUJA PUJINE ILMU RASA | 5 Komentar