SHOLAT SEPANJANG MALAM


Agar hidup kita semakin bermakna dan Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa mencatat seluruh laku perbuatan kita bernilai ibadah, caranya mudah: SEBELUM TIDUR, LAKUKAN WUDHU DAN MULAILAH UNTUK SHOLAT DENGAN POSISI BERBARING LAYAKNYA TIDUR. NIATKAN DIRI ANDA UNTUK SHOLAT TAHAJUD. LAKUKAN SHOLAT SEPERTI SHOLAT BIASA DENGAN BACAAN SURAT YANG LAMA DAN PANJANG HINGGA ANDA TERLELAP DENGAN SENDIRINYA…

Maka seluruh malam itu amalan Anda akan dicatat sebagai ibadah sholat. Namun bila Anda niatnya untuk tidur, maka amalan tidur kita tidak dicatat sebagai ibadah. Menguntungkan bukan?

Untuk para alim ulama, ustadz dan santri…Janganlah amalan yang baik ini dianggap sebagai bid’ah, namun anggap ini kreasi kita sebagai manusia yang bebas menentukan cara dan jalan untuk menuju pada jalan Tuhan Yang Maha Membebaskan dan bukan Maha Mempersulit. Kita perlu positif thinking, tidak selayaknya perbuatan ibadah yang mulia ini dinilai mengada-ada. Lebih baik mana sholat dengan posisi tidur atau mabuk-mabukan, selingkuh, korupsi, mengkonsumsi narkoba, tawuran, dan kebut-kebutan?

@wongalus,2010

Categories: SHOLAT SEPANJANG MALAM | 11 Komentar

Navigasi pos

11 thoughts on “SHOLAT SEPANJANG MALAM

  1. abangmbang

    saya sependapat dengan mas alus, seratus persen untuk paragraf ketiga. begitu pun untuk paragraf pertama dan kedua. namun, barangkali ‘lebih lebur’ kiranya kreatifitas ini tidak lantas bersimpul pada bilangan untung atau rugi. biarkanlah mengalir hingga mana batas izin-Nya. sejati shalat memang tidak terhalang oleh ruang dan waktu. lagipula, masak iya kita berani ‘berbisnis’ dengan-Nya? kalau ingsun, tidaklah sanggup. bagi yang sanggup, silakan. demikian, mas alus. sekedar urun ketak-ketik saja, tanpa embel apa-apa. salam kenal, salam hormat…

  2. Abdul Munif

    Memang agak susah “menyadarkan” sebagian saudara kita untuk lebih memahami perbedaan “bid’ah” dan “kreatifias”. Bagi mereka yg terjebak memahami bid’ah pada tataran harfiyah pasti akan selalu menyalahkan kreatifias org lain yg dianggap tidak pernah dicontohkan Nabi saw. Bagi saya, bid’ah adalah mengubah, merekayasa, dan mengada-ada dalam urusan “ushul ad-din”, sperti menambah-mengurangi jumlah rakaat shalat wajib dll. Kreatifias berbeda dg bid’ah selagi tetap berpegang teguh dg maqashid asy-syara’. Justeru Alah menantang kita utk berkreatif mempergunakan akal kita. Bukankah Rasul pernah membiarkan seorang sahabatnya yg berkreasi mencipta bacaan do’a iftitahnya sendiri? Banyak contoh kreatifias ulama yg masih bertahan hingga kini. Nuwun

  3. Bagus Samiaji

    Kuncinya sebenarnya mudah ki, kalau seseorang sudah tahu yang hidup dari dirinya,, maka orang akan terbebas dari kesimpulan sempit, yang sebatas prasangkanya semata.

  4. salam silahturohkim ki…… slam seduluran kagem kakang abangmbang, abdul m,bagus samiaji lan sedulur sedoyo.
    setuju kang, kita harus bisa membedakan bid’ah dan kreatifitas selagi apa yang kita lakukan tdk keluar dari jalur agama yaitu(menurut aku)tidak menyekutukan GustiAlloh dan perbuatan dosa lainnya. yang yang penting tergantung niat kita. mekaten sedulur urun rembuk saya.mohon maaf lan MATTUR SUWUN

  5. Salam sejahtera untuk Ki Sabda dan rekan2 yg lain,
    Terima kasih Ki atas wedarannya, terus terang cara sholat ini telah saya lakukan sejak lama, awalnya karena saya pingin niat sholat sunah sebelum beranjak tidur tapi kok rasanya males dan badan agak meriang, ya udah iseng saya lakukan seperti sholatnya orang sedang sakit, karena sering saya lakukan jadilah seperti kebiasaan baru, sholat sambil tiduran, ditambah wirid sampai tak terasa udah pulas tidurnya. Saya gak tahu ini bid’ah atau apa yg pasti hasilnya hati tenang dan enak aja buat saya.
    Sekali lagi terima kasih Ki. Salam

  6. Salam sejahtera, selamat siang Ki Wong Alus..
    Nyuwun pangapunten Ki, salah sebut sebagai Ki Sabda, maklum udah pikun dan barusan habis nengok pondokannya Ki Sabdo..
    Sekali lagi ngapunten Ki.

  7. wongalus

    @sdr bagus samiaji: anda benar mas. nwn.

  8. wongalus

    @gus supri: salam paseduluran. terima kasih. Pamuji rahayu

  9. Muhammad Firman Syah

    Sholatlah seperti aku sholat ( sabda Rasul Saw )

  10. adim

    MANTAAAAP
    MBAH KI WONGALUS

    ———————————————- slm kaharjan

  11. Abu Yahya

    “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: