wahyu iman
iman.wahyu@yahoo.com

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bismillahir Rohmanir Rahim.
Saya hanya akan menambah apa yg sudah Gus Santri jelaskan.

Dzikir Teles dan Dzikir Garing.
1. Dzikir Teles / Basah : Adalah Dzikir yg membasahi lidah. banyak amalan dzikir i yg utama dan syariat contoh diberikan Rasul adalah. pada waktu sesudah Sholat..Tasbih, Tahmid, Takbir dan seutamanya dzikir adalah Tahlil..Laa Ilaa ha Illallah itu dengan hitungan 33 x :(Jumlah hitungan yg Rasul contohkan sesudah Sholat ini tidak baku ,maksud dari 33x agar para mukmin dan mukminin tidak menjadi berat dan atau tidak terlalu lama dan berlebihan berdzikir setelah sholat sehingga melupakan tugas yg nyata sebagai khalifah di bumi yaitu mencari nafkah dsb sesuai dengan banyak hadist diantaranya “bekerjalah utk urusan duniamu seakan engkau hidup selamanya dan beribadah kamu seakan engaku mati besok ” dll.

Hakikat dari dzikir teles itu banyak sekali:
a. (Subhaanallah) Membiasakan diri kita selalu mensucikan Allah dalam diri kita sehingga kita menjadi orang bersih hati menjadi orang ikhlas..tidak berburuk sangka pada ketentuan Allah. selalu tawadhu dan ini berkitan erat dengan sifat yg akan menjadi dasar kepasrahan yaitu La Hawla Walaa Quwata illa billah. dzikir ini tahap pertama untuk membuat hati kita bersih dan siap untuk dimasuki sifat-sifat Allah yg lain.(Asma Ul HUsna).

jika hati kita bersih maka tubuh dan jiwa kita bersih (segumpal darah /Hati) Al-Alaq. berkaitan erat dengan surah-surah Al Quran : Al Ikhlas, Al Qadr, An Nashr. An Naas

Tahap ini adalah tahap penting untuk menuju Makrifatullah : karena dengan mensucikan diri kita maka kita akan dapat menyamakan dan menangkap gelombang Ilahiah pada setiap ciptaan Nya : Melihat wujud kebesaran Allah pada Ciptaan Nya , mempertajam firasat batiniah kita thdp pertanda yg diberikan Allah pada Alam.

Tahap ini sebenarnya bukan di mulai pada tahap membaca dzikir Subhanallah tapi bersuci dari hadas besar dan kecil (Instinja): Insya Allah akan saya terangkan nanti // dan hadas batin. membiasakan dzikir ini akan berdampak besar pada tingkah laku sehari-hari.

b. Alhamdu Lillahi Robilalamin . dzikir ini adalah tahap selanjutnya setelah membersihkan hati maka dzikr ini berguna melapangkan hati..agar kita makin banyak menerima sifat-sifat Allah..terutama Rahman dan Rahim Allah. maka oleh Allah di firmankan :”Barang siapa bersyukur pada Ku maka anak Kutambah Nikmatnya (Rahman) barang siapa kufur maka Azab Ku sangat Pedih (Rahim)” jadi jika kita sering bersyukur maka Rahmat Allah (Nikmat) akan bertambah dan kitamakin di Kasihi (Rahim). untuk dzikir ini harus perlahan karena ada rahasia besar yg terkandung dalam Kalimat ini..karena Allah tidak sembarang untuk Rahman dan Rahimnya..jika Rahmat itu Universal tapi Rahim hanya pada orang-orang tertentu..(Insya Allah nanti akan saya terangkan karena berkaitan erat dengan pembacaan surat Al Fatihah). usahakan pada saat membaca ini dipisah.

Hadist :
Menurut keterangan Ummu Salamah Ummul mukminin RA. bahwa beliau pernah ditanya seseorng tentang bacaan shalat Rasulullah saw., maka beliau menjelaskan: Rasulullah SAW. membaca satu ayat demi satu ayat dengan terputus putus:

(HR.Abdu Daud&Ahmad dll) bagi siapa yg sering mengucap kalimat ini Inysa Allah akan banyak nikmat yg akan Allah berikan dan ini Janji Allah.

Dzikir ini berkaitan erat dengan surat Al Kautsar, At Takatsur.

c. Allahhu Akbar dzikir ini adalah pintu masuk menyambut sifat-sifat Allah untuk masuk kedalam hati manusia. setelah di bersihkan dilapangkan maka di bukakan pintunya dalam hati manusia : oleh karena itu hati kita menyambut sifat sifat Allah yg mewujud masuk kedalam hati kita dengan menyambut kebesaran Tuhan yg akan bersemayam dalam hati kita : sama seperti kita dalam sholat ketika bertakbir ” Allahu Akbar” hati kita menyambut dengan penuh keriangan kedatangan Dzat pemilik sejati tubuh kita..Dzat pemilik alam kecil tubuh kita, sebenar-benarnya pemilik tubuh kita. hingga Syeh Siti Jenar pun merasa Manunggal. karena hatinya sudah di isi oleh yg Pemilik Sejati tubuh.

Allahhu Akbar sebenarnya kita akan merasakan benar-benar Wujud Allah seperti dalam Hadist “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda.”

4. Fadholi Dzikri : Laa Ilaa ha Ilallah Dzikir yang utama : ketiga dzikir diatas tadi tidak akan berfaedah dalam hati kita atau tidak ada pahala manfaat di dunia dan akherat jika kita tidak meyakini Kalimat Tauhid utama mahluk ciptaan Nya… La Ilaa ha Ilallah adalah sumber dari segala sumber apapun. sumber ketakwaan manusia kepada Tuhannya. tiada kalimat di Alam ini yg se agung Kalimat Tauhid..hanya kalimat ciptaan Nya lah yg Mulia yg dapat di persandingkannya : Muhammaddur Rasulullah. Tauhid adalah pembuat wadah hati kita sebelum dibersihkan,dilapangkan dan dibuat pintu maka dibuat dulu wadahnya..karena Allahlah kita menjadi ada..maka dzikir ke tiga diatas tidak berfungsi jika kita syirik. menduakan atas Ke Tuhanan dari Allah.

Dzikir diatas tadi adalah dzikir Jahar/ keras / basah lidah yg akan bermanfaat kedalam kehidupan kita. Jumlah bilangan diluar setelah sholat ada juga yg berbeda-beda hanya yg dicontohkan secara umum 33x. untuk sebagian tarekat jumlah berbeda-beda tergantung sanad daro Mursyid yg diterima waktu di bai’at.

2. Dzikir kering / Syir / sembunyi/ dalam hati.
dzikir basah tidak dapat dilakukan di sembarang tempat seperti tempat kotor WC dsb..tetapi ada tempat yg selalu bersih…yaitu Qolbu..(Qolbu Salim) dzikir ini dapat nermacam-macam bergantung apa yg telah menjadi kebiasaan dan atau yg diperintahkan oleh Mursyidnya dengan sanad yg jelas berakhir kepada Baginda Rasul. yg umum biasanya melantunkan Allah..Allah..Allah…

Kebiasaan dzikir kering akan membawa kita dalam nafas kita menjadi Allah…Allah…Ha..ha…ha (desah nafas) yang ber arti Hayat…Hayun…atau hidup…yang memberi kehidupan..maka dari itu jadikanlah desah nafas kita dzikir kepada Allah niscaya kita akan selamat Dunia wal Akhirat…Amin..

Wallahu Alam / Hanya Allah yg tahu.. Maafkan saya yg bodoh dan daif ini.
Amin Ya Rabbal Alamin

Wimans

Iklan