Santosoiman Wahyu
santosoimanwahyu@yahoo.com

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam hormat untuk para sedulur dan sesepuh KWA. Numpang lewat saja sambil ngasih coret-coretan anggap saja sebagai oretan-oretan lemah dari orang yang kurang pengetahuannya saja. Tiada maksud untuk menggurui atau menghakimi dari tulisan lain sekedar urun rembug dan share saja. Saya minta maaf sekali jika tidak berkenan di hati saudara. Jika memang mengganggu anggap saja tulisan sekedar lewat..

Bismillah. Saya mencoba mengkaji Apa Itu Hizib. Hizib adalah Rangkaian doa yang diambil asrar dari ayat-ayat Al-quran, kutipan hadist serta doa dari Nabi Allah yang disusun oleh waliyullah berdasarkan urut asbabun nuzul dengan latar belakang penyusun (waqi’iyyah) berdasarkan ilham dari Allah SWT atau Nabi Muhammad SAW.

Hizib berbeda dengan Ratib walau sama-sama mengandung ayat-ayat Al-quran dan Doa Karena pada Hizib di rancang untuk kalangan tertentu sedangkan ratib untuk umum sebab karena pada hizib banyak sirr (Rahasia tersembunyi) dan pada hizib lebih banyak Izmul A’zam (Asma Allah yang Agung). Sehingga Hizib mempunyai fadhilah yang luar biasa. (Wallahu A’lam Hanya Allah yang Tahu)

ALASAN HIZIB/AMALAN MEMERLUKAN IJAZAH :
Fadhilah yang luar biasa berkaitan erat dengan ujian Allah yang berat untuk pengamal Hizib diantara : mudah menjadi sombong karena adanya kehebatan hasil hizib. Mudah baik darah dan kehilangan kontrol menjadi darah panas, berkaitan dengan rizki cepat menguap karena panasnya darah.

Berkaitan dengan umur sehingga ada kesiapan mental dan badan si pengamal. Memerlukan pendamping seorang ulama yg mengerti dosis hizib dan sanad ijazah hizib yang tersambung sehingga bisa memantau pengamal hizib. Setiap orang belum tentu sama hak hizibnya. Ada yang cocok dngan hizib ini ada pula yang tidak. Pemberian Hizib berkaitan dengan waktu yang tepat dan hak dari Allah yang di berikan kepada Pengijazah. Alasan-alasan diatas itulah yang menyebabkan suatu hizib tidak bisa di ijazahkan sembarangan kepada semua orang.

Hizib menjadi sekedar bacaan biasa jika : Pengijazahnya tidak mengerti dosis hizib dan tidak tersambung sanad ijazahnya serta belum mengerti ayat-ayat Allah yang tersurat maupun tersirat.. Pengijazahnya bukan guru yang shalih. Tidak mengetahui siapa yang di ijazahkan dan siapa yg mengijazahkan sehingga tidak tahu bacaan yg tepat dan assarnya sehingga tidak mengetahui sirrnya (Rahasianya). Adanya syarat Mahar biaya / untuk komersil. Sehingga tidak ada unsur Ikhlas dan Ridho karna semata-mata Allah Ta’ala. Karena Hizib bukan untuk Jual beli dengan syarat Mahar Apapun. Hizib hak dari Allah. Pemberian seikhlasnya di perbolehkan jika tidak bersangkut paut dengan pemberian hizib.

Contoh: jika tidak di beri sujumlah biaya maka hizib tidak di berikan. Pemberian sekedarnya, ikhlas dan terjadi sesudah hizib diberikan dan atau sesudah Insya Allah berhasil suatu hajatnya. Dan jika tidak diberi pengijazah tidak mempersoalkan karena niatnya hanya Allah semata. Ini saya tekankan karena saat ini banyak sekali orang yang memperjual belikan Hizib dengan alasan Mahar. Sedangkan Allah memberikan hanya meminta mahar ke Tauhid tan kita dan ibadah kita kepada Allah. (Jual beli kepada Allah): Al-Quran At-taubah [111] Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahwa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berjuang pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Al-Quran dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual belinya itu dan (ketahuilah bahawa) jual beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar.

Itulah mengapa Hizib itu ibarat obat yang diberikan oleh dokter kepada Pasiennya. Obat untuk sakit tertentu diberikan oleh orang yang mengerti ilmu kedokteran dan diberikan kepada pasien yang membutuhkan pada waktu yg tepat dengan dosis yang tepat. Jadi tidak dapat dikonsumsi oleh sembarangan seperti orang sehat, anak-anak dan alergi obat.

Sehingga Ratib itu sama dengan Vitamin atau suplemen yang membuat orang tambah sehat dan semangat untuk menjalankan hidup tapi juga tidak berlebihan sehingga manusia bisa seperti yang diharapkan dalam Al-quran dan Hadist. Demikian oret-oretan saya yang kurang pengetahuannya, sekali lagi maaf jika sudah mengganggu dan kalau ada yang salah saya minta maaf dan di koreksi sehingga kita sama sama belajar.

Yang benar dari Allah yang salah pasti dari saya.Semoga Allah memaafkan kita semua. Amin. Dari saya yang baru belajar Alif. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. @@@

Iklan