ADA KIRIMAN EMAIL DARI SEDULUR BERINISIAL HAND DAN SAYA MOHON BANTUAN SEDULUR SEMUA UNTUK MEMECAHKAN PERSOALAN INI BERSAMA-SAMA.

Salam rahayu. ijin memperkenalkan diri Ki, saya anggota KWA No.XXX. pada kesempatan ini saya mohon ijin bertanya, mengenai “keadilan Tuhan”.

Saya lahir di pulau sumatera dari keluarga yang serba kekurangan, pada umur 10 tahun saya sudah dititipkan/diasuh oleh paman saya di jawa. Sesuai kata pepatah “lebih baik hujan batu di negeri sendiri dari pada hujan emas di negeri orang” itulah juga yang saya alamai selama tinggal dengan paman saya, dari umur 10 th itu saya diajari dengan kehidupan yang penuh perjuangan, hinaan, dan penderitaan. sejak itu juga saya dilarang mengeluh, dan menangis,… saya hampir tidak pernah menceritakan keadaan saya di jawa kepada orang tua saya di sumatera pada saat itu. Setelah saya lulus sma saya mendapat pekerjaan dan tinggal mandiri, sejak itu saya seperti orang merdeka…benar benar merdeka hingga perbuatan dosa-dosa saya lakukan semua…seperti orang yang tak bertuhan

Karena semua yang saya alami itulah saya mulai bertanya pada diri dan hati saya “dimana keadilan Tuhan?”. dari kecil saya coba ikut mencari ilmu kanuragan bersama teman teman, hingga berumur 30 tahun, namun hati ini belum juga menemukan jawaban, ilmu ilmu dari kejawen, kebhatinan, atau amalan kiai saya lakukan tapi saya merasa belum tentram. Semua ilmu yang saya lakukan kebanyakan mengenai keduniawian jarang menyibak rahasia Tuhan.

Saya bertanya pada diri saya, banyak orang mengatakan hidup ini cuma sekali…hidup ini cuma cobaan… hidup ini cuma pilihan, …..bila hidup ini sekali dan memilih…. , siapa yang mau lahir dari keluarga miskin ?, siapa mau yang lahir dalam keadaan cacat yang tidak bisa menikmati keindahan alam atau tidak bisa mendengar indahnya ayat ayat ALLAH ?dsb…kalau hidup ini pilihan dan saya disuruh milih, saya ingin lahir dari keluarga kaya, dari seorang kiyai, tidak cacat, hidup kecukupan dsb…

Apa lagi orang orang yang lahir di luar agama Islam…..orang yang lahir lahir di pedalaman….bagaimana hukumnya?

Itu semua yang selalu menjadi renungan saya, oleh sebab itulah dengan memberanikan diri saya yang bodoh dan hina ini mohon pencerahan dan petunjuk agar saya semakin mantab bahwa “Tuhan itu Adil ” dan saya mengucapkan banyak terima kasih. Wassalam.

==HAND ==

Iklan