Daily Archives: 3 November 2010

SAYA MEMANG BODOH DAN TOLOL


iblis iblis8880@yahoo.com 64.255.180.48 2010/11/03 at 22:11

huahaaaa…. Ki wongalus memang bodoh dan tolol. Kalo mau tutup ya tutup aja selamanya, dari pada buka tutup, buka tutup, kayak orang gila. Kalo mau pingin punya blog, contoh tuh facebook. Blog face book lebih transparan. Yang punya pasti orang bijak karena kagak ngurusi kata-kata yang masuk, entah itu kata kotor atau kata baik. Kalo di blog KWA kata-katanya baik tapi menipu buat apa ? Itukan sama seperti telur busuk. Yang baca koment di blog ini kan kagak ada yang balita. Mereka pasti bisa menseleksi setiap coment yang ada. Huahaaaa….

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 145 Komentar

SETITIK NOKTAH


SETIAP NOKTAH DI ALAM SEMESTA INI ADALAH SUCI. ISILAH NOKTAH DALAM BIDANGMU DENGAN KESUCIAN ATAU SEBALIKNYA: KAU MALAH MENJADI SAKSI ATAS DIRIMU SENDIRI BAHWA KAU SUNGGUH MAKHLUK YANG BIADAB DAN BINASA.

Kepada yth sedulur KWA yang saya cintai dan saya muliakan: kami mohon agar memberi komentar dengan sopan santun dan sebaiknya menghindari penggunaan kata-kata sarkasme, kasar dan tidak enak dibaca. Masih banyak kata yang lebih bijak untuk mengungkapkan ketidaksepakatan dengan sedulur yang lain.

KATA, KALIMAT DAN PIKIRAN ANDA MENCERMINKAN YA SEPERTI ITULAH DIRI ANDA.

Mari kita jadikan blog sederhana ini sebagai wahana untuk menambah pengetahuan, tukar pengalaman, tukar pendapat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan sopan santun budaya ketimuran. Bukan untuk MENANG SENDIRI, MENYUDUTKAN, MENGADILI, MENGGURUI, MENGALAHKAN YANG LAIN. Mohon maaf saya harus mengatakan yang seperti ini karena akhir-akhir ini banyak komentar yang sudah keterlaluan sehingga dengan terpaksa kami menutup sementara blog ini.

Kalau memang pada akhirnya kita semua tidak mampu menahan diri dan masih ingin menunjukkan “aku” kita dan kita masih tidak mampu menguasai ego dan nafsu kita: dengan sangat terpaksa kami menutup blog ini untuk selamanya.

YA INILAH PENYEBAB BENCANA ALAM: INDIVIDUAL DAN SOSIAL YANG MENGERIKAN ITU. YAITU BATIN DAN JIWA KITA YANG SANGAT TIDAK MENCERMINKAN SEBAGAI SEORANG MANUSIA. MANUSIA YANG WAJAR, NORMAL DAN LUMRAH, YANG BERKAWAN DAN NYEDULUR DENGAN SIAPAPUN, YANG HORMAT DENGAN ALAM SEKITARNYA, YANG MAMPU UNTUK MENGENDALIKAN DIRINYA. YAITU KESADARAN RUH YANG MENGUASAI KESADARAN OTAKNYA.

Demikian sedikit yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf, atas semua kesalahan saya, kebodohan, dan keterbatasan saya. Kami mohon pengertian sedulur semua. Terima kasih.

==Wong Alus==

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 93 Komentar

TUHAN DALAM ANGGAPAN MANUSIA


KI SUKMA RAHAYU
kangasepthea@yahoo.com

@kiwongalus…Assalamu alaikum. Wr.wb…ki,ada share dr ki sukma rahayu..smg berkenan u/posting u/menjawab pertanyaan dr dewi sri dalam setetes senyap.

Dear Mas Wisnu,Mbk Dewi Sri.

Maap mbk sri, sy masih di kota jeddah untuk pertanyaan maap seputar pertanyaan mbk dewi sri dg perdebatan antara mbk dg saudara mbk yang mau masuk kristian mudah2n bisa sangat membantu untuk setidaknya di tangkap oleh nalar/logika karena org Kristian bukan pakai Tauhid spt kita tetapi memakai Daya Nalar Logika, tuhan maha sempurna setiap pertanyaan pasti ada jwbannya untk itu saya mohon di tayang di KWA tentang hal tersebut oleh Mas Wisnu minta tolong soalnya saya blm bs eksis sekedar memberi pemahaman kepada mbk dewi sri tentang seputar logika dan nalar dari para ulama terdahulu. Terima kasih mas Wisnu atas perkenan untuk ditayang di KWA dan tabah ya mbk sri mudah2n saudara jauh mbk di tunjukan menjadi islam kembali.

DIALOG NASRANI TENTANG TUHAN

Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi.
Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.

Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : “Inilah saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan”.
Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usianya yang masih muda.
Abu Hanifah berkata, “sekarang apa yang akan kita perdebatkan!”.

Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai pertanyaannya :

Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan dan Terlahir?
Abu Hanifah : Allah berfirman “Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan”.

Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya?, pada tahun berapa Dia ada?
Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.

Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih masuk aqal ?
Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?

Atheis : Ya.
Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?

Atheis : Tidak ada angka (nol).
Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?

Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti ada tempatnya.
Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu keju?

Atheis : Ya, sudah tentu.
Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang?

Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian.
Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta’ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!

Atheis :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?

Atheis :Ya, pernah.
Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?

Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?

Atheis : Ya, masih ada.
Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas?

Atheis : Entahlah, kami tidak tahu.
Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta’ala?!!

Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah?
Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?

Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.
Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta’ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi.

Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.

Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar?
Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.

Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dinafkahkan?
Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.

“Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?” tanya Atheis.
“Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan”, pinta Abu Hanifah.

Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas.

“Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?”.
Ilmuwan kafir mengangguk.
“Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu”.

Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah.

diterjemahan : Al-Qasd Al Mu-jarrad Fi Makrifati al-ism Al-Mufrad
Karya Ibnu Athailah Al-sakandary Terbitan Maktabah Mabduli,2002 M. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 220 Komentar