SUMPAH BUDAYA II


Situasi mental sosial-budaya bangsa semakin memprihatinkan dan harus segera dicarikan jalan keluarnya. Juga harus ada langkah raksasa agar ada keperdulian dari semua elemen bangsa untuk memelihara dan menjaga budaya nusantara tidak sekedar parsial namun dalam scope nasional secara komprehensif. Perlu pula dilakukan semacam revitalisasi budaya bangsa dengan visi menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter (mempunyai jati diri), bermartabat dan terhormat.

Apa pentingnya budaya ?
Budaya merupakan seperangkat nilai yang tak bisa dianggap remeh. Karena kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur sebagai hasil adanya interaksi manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya yang telah terbangun sejak ribuan tahun silam. Nilai-nilai luhur yang telah menjiwai sebuah bangsa dan masyarakat. Sehingga kebudayaan sangat mewarnai sekaligus memberi karakter pada jiwa suatu bangsa (volkgeist). Budaya menjadi cerminan nilai kejiwaan yang merasuk ke dalam setiap celah kesadaran dan aktivitas hidup manusia atau.

Oleh sebab itu, sistem budaya sangat berpengaruh ke dalam pola pikir (mind-set) setiap individu manusia. Budaya berkonotasi positif sebagai buah dari budi daya manusia dalam menjalani kehidupan dan meretas kreatifitas hidup yang setinggi-tingginya. Maka budaya pun bisa dikatakan nilai-nilai kearifan dan kebijaksanaan suatu masyarakat atau bangsa yang lahir sebagai hikmah (implikasi positif) dari pengalaman hidup selama ribuan tahun lamanya. Adanya budaya juga membedakan mana binatang mana pula manusia. Manusia tidak disebut binatang karena pada dasarnya memiliki kebudayaan yang terangkum dalam sistem sosial, plitik, ekonomi dan kesadaran spiritualnya. Setuju atau tidak setuju, kenyataannya budaya sangat erat kaitannya dengan moralitas suatu bangsa.

Lantas seperti apakah karakter budaya kita bangsa Indonesia ? Bangsa yang tidak berbudaya maksudnya untuk merujuk suatu bangsa yang sudah bobrok moralitas dan hilang jati dirinya. Budaya kita telah lama mengalami stagnasi kalau tidak boleh disebut kemunduran. Tanda-tandanya tampak terutama dalam pemujaan berlebihan di kalangan masyarakat luas terhadap hal-hal yang bersifat fisik dan material yang datangnya dari luar nusantara. Oleh karena itu, mutlak segera dibahas dan dipecahkan bersama-sama. Kita perlu menyadari bahwa banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, politik dan lainnya. Namun harus digarisbawahi kalau bidang-bidang tersebut sangat terkait dengan krisis yang berlaku di lapangan kebudayaan.

Kita mengakui budaya bangsa warisan leluhur kita sangat adiluhung. Namun kenapa perhatian semua pihak terhadap budaya bangsa semakin lama semakin rendah? Bangsa ini seakan menjadi bangsa yang tanpa budaya, dan perlahan dan pasti suatu saat nanti bangsa ini pasti lupa akan budayanya sendiri. Situasi ini menunjukan betapa krisis budaya telah melanda negeri ini. Rendahnya perhatian pemerintah untuk menguri-uri budaya bangsanya, menunjukan minimnya pula kepedulian atas masa depan budaya. Yang semestinya budaya senantiasa dilestarikan dan diberdayakan. Muara dari kondisi di atas adalah bangkrutnya tatanan moralitas bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa karena masyarakat telah kehilangan jati dirinya sebagai bangsa besar nusantara yang sesungguhnya memiliki “software” canggih dan lebih dari sekedar “modern”. Itulah “neraka” kehidupan yang sungguh nyata dihadapi oleh generasi penerus bangsa. Kebangkrutan moralitas bangsa dapat kita lihat dalam berbagai elemen kehidupan bangsa besar ini. Rusak dan hilangnya jutaan hektar lahan hutan di berbagai belahan negeri ini. Korupsi, kolusi, nepotisme, hukum yang bobrok dan pilih kasih. Pembunuhan, perampokan, pencurian, pemerkosaan, asusial, permesuman, penipuan dan sekian banyaknya tindak kejahatan dan kriminal dilakukan oleh masyarakat maupun para pejabat. Bahkan oleh para penjaga moral bangsa itu sendiri.

Undang Undang Dasar Negara RI tahun 1945 (UUD 1945) Pasal 32 ayat (1) dinyatakan, “Negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasa masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai–nilai budayanya”. Sudah sangat jelas konstitusi menugaskan kepada penyelenggara negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Ini berarti negara berkewajiban memberi ruang, waktu, sarana, dan institusi untuk memajukan budaya nasional dari mana pun budaya itu berasal.

Amanah konstitusi itu, tidak direspon secara penuh oleh pemerintah. Bangsa yang sudah merdeka 65 tahun ini masalah budaya kepengurusannya “dititipkan” kepada institusi yang lain. Pada masa yang lampau pengembangan budaya dititipkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, kini Budaya berada dalam satu atap dengan Pariwisata, yakni Departemen Pariwisata dan Budaya. Dari titik ini saja telah ada kejelasan, bagaimana penyelenggara negara menyikapi budaya nasional itu. Budaya nasional hanya dijadikan pelengkap penderita saja.

Kita ingat beberapa saat yang lalu kejadian yang menyita perhatian yaitu klaim oleh negara Malaysia terhadap produk budaya bangsa Indonesia yang diklaim sebagai budaya negara Jiran tersebut, antara lain lagu Rasa Sayange, Batik, Reog Ponorogo, Tari Bali, dan masih banyak lainnya. Apakah kejadian seperti ini akan dibiarkan terus berulang?

Seharusnya peristiwa tragis tersebut dapat menjadi martir kesadaran dan tanggungjawab yang ada di atas setiap pundak para generasi bangsa yang masih mengakui kewarganegaraan Indonesia. Negara atau pemerintah Indonesia semestinya berkomitmen untuk mengembangkan kebudayaan nasional sekaligus melindungi aset-aset budaya bangsa, agar budaya Indonesia yang dikenal sebagai budaya adi luhung, tidak tenggelam dalam arus materialistis dan semangat hedonisme yang kini sedang melanda dunia secara global. Sudah saatnya negara mempunyai strategi dan politik kebudayaan yang berorientasi pada penguatan dan pengukuhan budaya nasional sebagai budaya bangsa Indonesia.
Sebagai bangsa yang merasa besar, kita harus meyakini bahwa para leluhur telah mewariskan pusaka kepada bangsa ini dengan keanekaragaman budaya yang bernilai tinggi. Warisan adi luhung itu tidak cukup bila hanya berhenti pada tontonan dan hanya dianggap sebagai warisan yang teronggok dalam musium, dan buku buku sejarah saja. Bangsa ini mestinya mempunyai kemampuan memberikan nilai nilai budaya sebagai aset bangsa yang mesti terjaga kelestarian agar harkat martabat sebagai bangsa yang berbudaya luhur tetap dapat dipertahankan sepanjang masa.

Dalam situasi global, interaksi budaya lintas negara dengan mudah terjadi. Budaya bangsa Indonesia dengan mudah dinikmati, dipelajari, dipertunjukan, dan ditemukan di negara lain. Dengan demikian, maka proses lintas budaya dan silang budaya yang terjadi harus dijaga agar tidak melarutkan nilai nilai luhur bangsa Indonesia. Bangsa ini harus mengakui, selama ini pendidikan formal hanya memberi ruang yang sangat sempit terhadap pengenalan budaya, baik budaya lokal maupun nasional. Budaya sebagai materi pendidikan baru taraf kognitif, peserta didik diajari nama-nama budaya nasional, lokal, bentuk tarian, nyanyian daerah, berbagai adat di berbagai daerah, tanpa memahami makna budaya itu secara utuh. Sudah saatnya, peserta didik, dan masyarakat pada umumnya diberi ruang dan waktu serta sarana untuk berpartisipasi dalam pelestarian, dan pengembangan budaya di daerahnya. Sehingga nilai-nilai budaya tidak hanya dipahami sebagai tontonan dalam berbagai festival budaya, acara seremonial, maupun tontonan dalam media elektronik.

Masyarakat, sesungguhnya adalah pemilik budaya itu. Masyarakatlah yang lebih memahami bagaimana mempertahankan dan melestarikan budayanya. Sehingga budaya akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemeliharaan budaya oleh masyarakat, maka klaim-klaim oleh negara lain dengan mudah akan terpatahkan. Filter terhadap budaya asing pun juga dengan aman bisa dilakukan. Pada gilirannya krisis moral pun akan terhindarkan. Sudah saatnya, pemerintah pusat dan daerah secara terbuka memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam upaya penguatan budaya nasional.

Dengan dasar di atas, kami bagian dari elemen bangsa ini bersumpah untuk:
(1) IKUT SERTA MEMELIHARA WARISAN BUDAYA BANGSA (NATIONAL HERITAGE).
(2) MENDESAK KEPADA PEMERINTAH UNTUK SERIUS MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAN MENSOSIALISASIKANNYA DI DUNIA PENDIDIKAN.
(3) MENGELUARKAN KEBIJAKAN YANG MENDUKUNG LESTARINYA NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DAN NASIONAL YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF.
(4) MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA.
(5)) MENGGALANG SEMUA POTENSI BUDAYA YANG ADA MELALUI “MANAJEMEN BUDAYA” TATA KELOLA KEBUDAYAAN YANG BAIK DAN BENAR (GOOD CULTURAL MANAGEMENT/ GOOD CULTURAL GOVERNANCE).

TERTANDA
KI SABDALANGIT, http://www.sabdalangit.wordpress.com
MAS KUMITIR, http://www.alangalangkumitir.wordpress.com
KI WONG ALUS, http://www.wongalus.wordpress.com

Bagi saudara sebangsa dan setanah air, silahkan bergabung dan sebarkan sumpah budaya ini dengan mengcopy paste dan mengisi nama anda dibawah Sumpah Budaya ini. Demikian pernyataan kami. Terima kasih. Asah asih asuh.

Categories: SUMPAH BUDAYA 2009 | 48 Komentar

Navigasi pos

48 thoughts on “SUMPAH BUDAYA II

  1. OJIBUAKU

    wuih apik tenan……..

  2. QOBILTUMAN

    kawon

  3. Patramantra

    Ketiga

  4. Agung

    Assalaamu’alaikum…..

  5. Agung

    ke – 4
    ke – 5

  6. massindur

    nderek nyimak mawon… monggo dilanjut,,,
    salam @pr sdulur kwa smua,,,

  7. Patramantra

    Kok Sepi
    salam kenal Oji n Qolbi

  8. gunturalif

    tumben sepi..

  9. QOBILTUMAN

    met kenal juga ki japapatramantra (nick nya menunjukan pakar mantera nih)

  10. Maulana Demit Imam Besar Alas Purwo

    Hwaahaha…merdeka!!…merdeka!!…jangan sungkan sungkan malu malu kucing…bilang aja, hidup Partai KWA!!…hwaahaha…

  11. OJIBUAKU

    salam asah asih asuh.. sdulur smua…..
    salam knal jg bwat
    @ Patramantra
    @ Qobiltmn
    @ Agung

  12. tsmario

    wah ada sumpah budaya lagi nich, pemrakarsanya masih seperti yang dulu…!. ikut bersumpah…!

  13. Andri Alzaburae

    Absen malam ….salam perseduluran..
Patramanra@
Qobiltuman@
Agung@
Dll slmat malam…

  14. Patramantra

    Bukan japamantra om qolbi tapi patramantra

  15. arek ilank

    ditinggal fb’an bentar aj dah gak kebagian pertaminax,,,,
    Nyimak aj deeh,,,

  16. Patramantra

    Kenapa ya Komenku yg ketiga kok g muncul ?

  17. ari.hermana

    wah..

  18. ario.muhammad[mas.rio]

    ass..absen malam..ikut nyimak..

  19. Singo luedro

    sugeng dalu nderek absen.wah giliran pendidikan moril lha kok sepi ya

  20. Patramantra (patra mantra)

    Om apa benar almt mail pengiriman artikel di blog ini rdrkwa@gmail.com?

  21. nyoman

    30 besar lg!

  22. chan

    niatkan dg hati,ucapkan dg lisan,implementasikan dlm keseharian. Contoh yg paling mudah aja,menggunakan bhs ibu di lingkungan rumah. Jgn di kantor,ntar menimbulkan kesenjangan etnis.

  23. harry indramayu

    ikutan absen ah….
    salam karahayon….

  24. ismailzack

    sumpah mau ganyang saudi jahiliah.

  25. pencari ilmu

    absen wengi….salam buat sedulur smua…..

  26. Tukang sablon

    Hmm, m demit ade de aje hehe tp sptnye arahnye ke sane kalo pesan kaos and spanduk ke ane aje ye hehe

  27. Patramantra

    Sebenarnya untuk melestarikan budaya bangsa jangan hanya mengandalkan pihak pemerintah saja. Tapi harus dimulai dari diri kita sendiri, keluarga kita, masyarakat sekitar kita. Atau kita bisa buat organisasi/forum pecinta budaya yg artinya dg org tsb kita ikut mengembangkan budaya bangsa kepada generasi muda kita. Bisa melalui penyelenggaraan lomba dg kerjasama dg pihak pertelevisian jika mungkin,sehingga bisa disaksikan khalayak ramai, mengadakan pertunjukan, dll

  28. Patramantra

    @ om raja jin: Masalah di muat g di muat tu ma urusan admin blog ini. Sebab juga baru mulai kasih komen kemarin diblog ini. Cuma q td kirim artikel tentang teknik grounding scr meditasi dan islami. Karena kmrin q baca ada sdr kita yg merasa tubuhnya panas krn mengamalkan salah satu wirid

  29. ===jangka sewu ===

    no coment no coment
    pokoknya yang penting jangan di akui bangsa lain
    pemerintahan kurang mendukung sbb mendaftar sbb budaya yng terdaptar hrus ada biaya yang besar jdi pemerintahlah yang salah . mentri yang bersangkutan msalah budaya seharusnya di pecat saja. bingung di jaman sekarang yang jd wakil rakyat skarang di karenakan duit bhkan yang ga tau apa apa bs jd wakil rakyat asal punya duit . trus mungkin jg jd mentri hrus pke ……. jd kerjanya ya cari ………… lagi buat ngembaliin modal . ya gitulah sibuk cari duit . maap- maap nih yang sy maksud bukan pemerintahan di negri ini tp di negara sbelah heheeeeeeeeeeeee kl di negri ini mah…….. lebih2 deh .
    pokoknya no coment. sekali lagi no coment

  30. ===jangka sewu ===

    ah mening mengamati avatar ku aja ah yang di buat dngn susah payah hhaaaaaaaahahaaaaaa yang ahirnya bisa jg . apa harus ngadain selametan yah . buat nasi tumpeng kecil2an .heheheee biar avatarnya berkibar . tar ganti lg ah m yang keren

    pokoknya no coment. skali lg no coment

  31. Patramantra

    Copas aah…………………………………………………………. taruh diblog sendiri.

  32. Patramantra

    Kok sepi………………………………………………………. Untuk mengatasi keringnya ide postingan /artikel yg dikirim anggota yg lain alangkah baiknya di blog ini ada beberapa pages yg dijadikan forum diskusi misalnya tentang meraga sukma, ilmu terapi penyakit medis dan non medis. Shg jika tdk ada artikel yg di posting kawan2 bisa nongkrong dan berdiskusi dan konsultasi di halaman/ forum-forum yg disukai.

  33. ===jangka sewu ===

    met malam semua mau off dulu
    robana atina fidun ya hasanah wafil ahiroti hasanah wakina ada bannar
    ahirul kalam assalamualaikum wr wb
    ……….cag ahhhhhhh………………..

  34. Patramantra

    Kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuur…………………………………………………………………………………………………………………………………….

  35. denyanto

    bener iku,aku dukung !

  36. Mantab.. Siap…!!!!!

  37. @Mbah sareb
    @Mas adim
    @Cak ji
    @Mas Ronnie
    @Aji bayu sangkelat
    @Nanda
    @Mas Bayu dll yg gak ke sebut yg td hadir diacara pertemuan KWA JATIM apakah anda2 sekalian siap..???

  38. arek ilank

    absen seper tiga malem,,,,,,,,

  39. Dji8ril

    Absen pagi sekali.:-)Om @jangka sewu. Yg titik2ny di isi nama qt atau nama org yg d tuju..atau nama pejabat.?:-)

  40. Remagelung Junti

    KAWULA ALIT NUNUT MELU SUMPAH…..:

    (1) IKUT SERTA MEMELIHARA WARISAN BUDAYA BANGSA (NATIONAL HERITAGE).
    (2) MENDESAK KEPADA PEMERINTAH UNTUK SERIUS MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAN MENSOSIALISASIKANNYA DI DUNIA PENDIDIKAN.
    (3) MENGELUARKAN KEBIJAKAN YANG MENDUKUNG LESTARINYA NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DAN NASIONAL YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF.
    (4) MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA.
    (5)) MENGGALANG SEMUA POTENSI BUDAYA YANG ADA MELALUI “MANAJEMEN BUDAYA” TATA KELOLA KEBUDAYAAN YANG BAIK DAN BENAR (GOOD CULTURAL MANAGEMENT/ GOOD CULTURAL GOVERNANCE).

    TERTANDA
    KI SABDALANGIT, http://www.sabdalangit.wordpress.com
    MAS KUMITIR, http://www.alangalangkumitir.wordpress.com
    KI WONG ALUS, http://www.wongalus.wordpress.com
    Remagelung Junti, http://www.Remagelungjunti.com

  41. Titik2nya isi namaku ma @mas ji8bril biar lbh afdol gt lho.. Hehehe

  42. Wong Faqir

    KAWULA ALIT NUNUT MELU SUMPAH…..:

    (1) IKUT SERTA MEMELIHARA WARISAN BUDAYA BANGSA (NATIONAL HERITAGE).
    (2) MENDESAK KEPADA PEMERINTAH UNTUK SERIUS MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAN MENSOSIALISASIKANNYA DI DUNIA PENDIDIKAN.
    (3) MENGELUARKAN KEBIJAKAN YANG MENDUKUNG LESTARINYA NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DAN NASIONAL YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF.
    (4) MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA.
    (5)) MENGGALANG SEMUA POTENSI BUDAYA YANG ADA MELALUI “MANAJEMEN BUDAYA” TATA KELOLA KEBUDAYAAN YANG BAIK DAN BENAR (GOOD CULTURAL MANAGEMENT/ GOOD CULTURAL GOVERNANCE).

    TERTANDA
    KI SABDALANGIT, http://www.sabdalangit.wordpress.com
    MAS KUMITIR, http://www.alangalangkumitir.wordpress.com
    KI WONG ALUS, http://www.wongalus.wordpress.com
    Remagelung Junti, http://www.Remagelungjunti.com
    Wongfaqir, http://arifhamidkembara.blogspot.com

  43. jarwo jeporo

    nderek melestarikan

    (1) IKUT SERTA MEMELIHARA WARISAN BUDAYA BANGSA (NATIONAL HERITAGE).
    (2) MENDESAK KEPADA PEMERINTAH UNTUK SERIUS MEMPERHATIKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAN MENSOSIALISASIKANNYA DI DUNIA PENDIDIKAN.
    (3) MENGELUARKAN KEBIJAKAN YANG MENDUKUNG LESTARINYA NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DAN NASIONAL YANG POSITIF DAN KONSTRUKTIF.
    (4) MENYARING BUDAYA ASING YANG MASUK MELALUI AKTUALISASI BUDAYA.
    (5)) MENGGALANG SEMUA POTENSI BUDAYA YANG ADA MELALUI “MANAJEMEN BUDAYA” TATA KELOLA KEBUDAYAAN YANG BAIK DAN BENAR (GOOD CULTURAL MANAGEMENT/ GOOD CULTURAL GOVERNANCE).

    TERTANDA
    KI SABDALANGIT, http://www.sabdalangit.wordpress.com
    MAS KUMITIR, http://www.alangalangkumitir.wordpress.com
    KI WONG ALUS, http://www.wongalus.wordpress.com
    Remagelung Junti, http://www.Remagelungjunti.com
    Wongfaqir, http://arifhamidkembara.blogspot.com

  44. arek ilank

    assalamualaikum bolowongalus smua,,,,,,
    Semangat pagi,,,,,,,,,,,
    Maaf,cuma mau ngisi Absen aj,

  45. sak KWA repë

    yth kiwongalus lan poro sedulur,kalo hanya dicopy paste trus disebarkan via blog aja sepertinya kurang booming,kurang greget,lagian byk yg ga py komputer apalagi blog spt ak ini (hikss)…mau usul dan pertimbangannya nie,bagaimana kalo disebarkan via sms saja,khan lbh bisa diterima masyarakat,?tp ya itu usul,kalo dirasa ga bagus/mungkin mengandung bahaya “laten” bg sbagian org ya di pending dulu…gimana ?

  46. jgn KWA tir

    @ sak KWA repe…ide bagus,.sms memang media yg kompatible,komprahensif,murah,serta familiar dan dikenal mayoritas masyarakat….tp jgn salah sms juga menyimpan “kekuatan” yg ruaarrr biasa bila di optimalkan,..kita tunggu ijin yg py ide ajalah…

  47. Cungkring Cerbon

    He banyu..Ning kene ana crita,critane wong Jawa (Nusantara) kang kelangan Makna….He geni…Ning kene ana crita,critane Wong Jawa (Nusantara) kang goleti Makna…Mlaku mlaku ning Dunya guleti makna…mlaku mugi ole ning makna,Maknaneng Ngurip….Amung urip kadang angel dimengerteni……….Wong jawa (bc:Nusantara) kang kelangan Makna~~~Jati Diri dan Kearifan Nusantara~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: