SALAM, PERKENALKAN SAYA, INISIAL A BARU SAJA MEMBACA BLOG WONGALUS. SAYA INGIN KONSULTASI JIKA TIDAK KEBERATAN.

Saya mempunyai istri yang selingkuh, begini ceritanya. Saya dulu hobby chat, sehingga mendapat kenalan seorang cewek yang mengaku bernama S. Saya diberi no hpnya juga. Karena sibuk maka saya hanya simpan saja no hp ini. Beberapa minggu kemudian saya mencoba menelepon no tsb, ketika diangkat saya bilang mau berbicara dengan S, dari A. A mana ?…seharusnya dia tau ternyata yang angkat adalah tetangganya, L. Karena enak diajak ngobrol maka saya minta saja no hp L, dan kami ngobrol. Dengan berjalannya waktu saya enjoy saja.

Suatu hari seorang temen saya R main ke kostan saya dengan seorang cewek karena kebetulan mereka baru saja main ke TMII tapi sudah tutup sehingga blom mau pulang karena masih agak sore. Saya di kenalkan dengan cewek ini, sampai di kasih no hpnya. Karena saya blom pernah pacaran, maka saya sering menelepon M ini sekedar sharing info aja.

Beberapa minggu kemudian, L mendapat musibah ingin diperkosa bapak tirinya. Sehingga dia akhirnya kabur dari rumah, L main ke serpong BSD. Karena saya tersentuh hati dan ingin berniat membantu maka saya menemui L ke BSD. Setelah pertemuan pertama ini saya jadi jatuh hati. Akhirnya saya ajak saja tinggal di kostanku. Selama tinggal di kostan, saya sering menelepon M karena M sering misscall, dan saya gak enak kalo cuekin. Memang saya telponan agak mesra sehingga L merasa cemburu. Setelah saya pertimbangkan, akhirnya saya putuskan tidak menghub L lagi dan meneruskan hub dengan L.

Dua tahun kemudian saya menikahi L. L mempunyai hobby chat juga, sehingga selama saya tinggal kerja dia sibuk chat dengan teman2 cowoknya, katanya kalo chat sama cewek gak enak karena terlalu cengeng. Kebetulan istri saya ini hanya lulusan SMA. Dan sebelum menikah saya sudah mengenalkan dengan keluarga saya baik di jakarta maupun di kampung, keluarga saya (ibu) sebenarnya tidak mempermasalahkan pendidikan L, hanya minta L kalo bisa kerja juga untuk bantu2 ekonomi saya.

Setelah menikah L punya keinginan untuk kuliah agar bisa bekerja dengan lebih baik gajinya. Saya tidak berkeberatan dan saya berusaha untuk membiayainya. Mendengar rencana istri saya ini, keluarga saya yang dijakarta (paman,tante) agak usil, mengapa istrinya dikuliahkan sedangkan adik saya di kampung tidak. Saya sudah nanya ke adik saya, dan dia gak mempermasalahkan jika dia tidak bisa kuliah, dia memilih
membantu ortu kerja dirumah.

Setelah beberapa lama, L berkenalan dengan seorang TKI asal lombok di korsel. Tadinya hanya teman biasa aja. sering kali jika agak jengkel kepada saya, sering menyebut M…karena cemburu. Saya sudah sering kali bilang saya tidak cinta M, saya anggap saja hanya TTM saja dan saya juga tidak pernah bilang cinta ke M atau nembak dia. Setelah sekian lama, TKI ini (mungkin namanya E) ingin membiayai kuliah istri saya dan mengaku masih bujang.

Saya sih tidak berkeberatan toh untuk kepentingan L juga. Sampai suatu hari mereka ketemuan, E pulang ke indo dan mampir ke jakarta. Saya tentu agak cemburu mengetahui hal ini, walaupun ketemuannya di mall. Tapi saya sangat percaya dengan istri saya dan tidak berbuat macam-macam. Ketika E pulang ke lombok tuk bertemu keluarganya, dan cerita ketemuan dengan istri saya kepada keluarganya. Kemudian E balik lagi ke korsel untuk kontrak 3 tahun lagi.

Sebelum ke korsel, dia ke jakarta dulu. dan istri saya ketemuan lagi. Ketika sudah sampai di korsel,…istri saya diteror oleh wanita yang mengaku sebagai anaknya E dan ada juga yang mengaku istrinya E dan minta jangan ganggu hub dia. Lalu istri saya melabrak E tuk konfirmasi dan akhirnya terkuak bahwa selama ini dia bohong. Sampai suatu hari istri saya minta tuk menceraikan istri si E. Saya agak bingung juga, kenapa sejauh ini mencampuri urusan orang lain.

Waktu terus berlalu, istri saya sering telponan dan chat dengan E. Saya agak cemburu juga tapi saya anggap mereka hanya temenan biasa saja dan istri saya menganggap sebagai kakaknya ( menyebut sebagai kanda). Mereka berencana menjual rumah E yang di lombok, tetapi karena blom ada sertifikat maka minta bantuan sodaranya di lombok dengan uang 5 juta ( keluarganya mempunyai tanah yang digadaikan 20jt, 15 jt dipake kakaknya E untuk bantu suaminya usaha). Setelah sekian lama sertifikat belom jadi juga.

Ketika sudah jadi sertifikatnya, E minta dikirimkan ke alamat istriku tetapi ditahan oleh sodaranya dan dia mau kasih jika E sendiri yang datang. Akhirnya dibuatlah skenario istri saya sebagai istri E dan E akan memberi surat kuasa kepada L tuk ambil sertifikat ke lombok. Karena perlu tanda tangan E maka februari kemarin E cuti 2 minggu ke jakarta. Kebetulan juga istri saya liburan habis ujian akhir semester. L minta ijin berlibur ke cibodas bareng temennya ( M dan T, dan seorang cowok A).

Karena setahu saya hanya M dan T maka saya perbolehkan saja, kebetulan M punya sodara di cibodas. Sehari dua hari timbul rasa kangen, apalagi disana agak susah sinyal dan di kantor saya lantai 23 juga susah sinyal sehingga susah sekali menelepon dan sms.

Ketika saya tahu ada A disana saya timbul rasa curiga dan cemburu, jangan-jangan…..tapi sudahlah saya percaya kepada L. Ketika saya tanya kapan balik ke jakarta selalu ada alasan, entah itu masih hujan dan sebagainya. Ketika saya tahu disana sedang cerah maka saya minta L pulang ke jakarta mumpung gak hujan, takut jalanan licin. Akhirnya saya marah sekali dan mengirim sms berisi “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” sekedar menyindir L karena maminya pernah mentelantarkan suaminya tuk selingkuh dengan suami orang, dan ternyata selingkuhannya ini akhirnya menjadi suaminya dan punya niat memperkosa L.

Setelah L pulang ke jakarta, dia hari berikutnya ke lombok…saya kira L ketemuan dengan E hari itu sebelum ke lombok. Setelah pulang dari lombok untuk urusan mengambil sertifikat saya mendapatkan foto2 dari flesdis L yang isinya terdapat foto mesra mereka, ada yang di kolam renang. Memang fotonya tidak vulgar / porno tetapi jika ada orang lain yang melihat pasti menganggap itu pasti suami istri. Saya sangat merasa cemburu hampir pecah kepala ini terbakar api cemburu. Saya curiga terjadi hal-hal yang lebih parah, melihat foto yang begitu mesra.

Akhirnya saya pasang saja aplikasi spy yang akan mencapture layar laptop istri saya tanpa sepengetahuan L. Dan ternyata benar saja, suatu hari L berbugil ria di webcam dan hanya E yang melihat. Dari obrolan mereka, saya tau betapa mesranya. Saya mendapati berbugil ria ini tidak hanya sekali tapi berkali-kali di hari yang berbeda. Dan bukan cuma L, E juga bugil sambil memegangin burungnya…mungkin coli.

Dan terakhir saya mendapatkan info hasil capturan tersebut, ada kalimat yang menunjukkan terjadi hubungan badan berkali-kali pada bulan februari tersebut, dan sepengatahuan E istri saya hamil. Walaupun saya tahu L sudah 3 bulan ini dapat mens. Yang saya bingung, mereka beli cincin dan istri saya selalu pakai cincin tersebut yang harganya jutaan. Jadi di jari istri saya ada 2 cincin, kiri dan kanan. Saya sudah tanya ke T, sepengetahuan dia L mengganggap E sebagai sapa…dan dia bilang sebagai sahabat dan kakak. Tapi yang saya heran selama ini L selalu menyembunyikan statusnya di kampus, walaupun temannya sudah ada yang menikah tetapi mereka tidak tahu status sebenarnya L.

Pernah L mencetak foto mesra dia dengan E dan di tempatkan di binder L dan pernah temen kampusnya tanya…entah apa jawabnya L. Nah, sekian cerita saya. Yang ingin saya tanyakan adakah amalan yang bisa membuat istri saya tidak selingkuh lagi, dan bisa melupakan cintanya kepada E. Saya ingin L hanya akan menganggap E sebagai teman saja. Atau amalan untuk bisa mengetahui jodoh sejati (istri yang akan menemani saya sepanjang hidup), karena sering L menyuruh saya jika ada cewek lain yang saya cintai silahkan menikah lagi, tentu saja hal ini sangat membingungkan saya.

Sampai L sering menjodoh jodohkan dengan M, dan sering saya minta L melupakan kata M karena saya tidak pernah cinta dengan M, kalo terbawa / tergoda mungkin saja.

Saya masih sangat cinta dengan L, walaupun saya tahu perasaan L sudah tidak 100% lagi kepada saya, mungkin karena saya tidak kuat di ranjang atau gaji saya masih pas-pasan…tidak bisa menabung…walaupun jika dilihat dari gaji lebih dari cukup…hal ini karena saya masih mencicil kredit elektronik.

Saya tidak tahu jalan pikiran L, apakah dia minta saya menikah lagi agar dia bisa menikah dengan E….atau ada tujuan lain. Saya ingin L sadar dan tobat, padahal saya memberi kebebasan kepada dia…tidak seperti kebanyakan cowok lain yang membatasi… semisal jangan chat atau FBan atau smsan dengan cowok lain atau yang lain padahal hub mereka masih sebatas pacaran.

Saya mohon nasehat dan petunjuknya…saya ingin mempunyai istri sekali saja dan solehah. Tapi jika memang tidak bisa dihindari mungkin harus berpisah…di keluarga saya tidak ada yang kawin cerai karena selingkuh dan semacamnya. @@@

Iklan