risang mukti
risang.mukti@gmail.com

Assalamu alaikum kepada ki wongalus, pengelola blog, para sesepuh dan pembaca yang saya hormati. Sebelum membahas amalan memudahkan skripsi(ilmu copas).Saya mengajak berdiskusi kepada para sesepuh dan para pembaca tentang maraknya ilmu2 rahasia yang sekarang ini bermunculan entah itu sekedar copas dari kitab dari blog atau dari perkataan para guru. Secara pribadi saya berpendapat hal itu boleh2 saja.Namun ada suatu hal yang perlu kita cermati dan diskusikan bersama tentang KULAKAN ILMU GAIB yg sudah marak dari beberapa tahun yang lalu.

Apa yang saya maksud KULAKAN ILMU GAIB?.Maksud saya orang yang banyak menumpuk wacana ke ilmuan tanpa diamalkan lebih dahulu lalu ditularkan bahkan di ijazahkan kepada pihak lain.Misal sy berguru kpd seseorang lalu saya diberi puluhan amalan dari guru tsb.Belum sy amalkan sudah saya beberkan ke orang lain atau si A.Lalu si A tanpa mengamalkan pula membeberkan kepada si B.Begitu seterusnya sehingga seolah2 wacana sebuah keilmuan hanyalah wacana kosong tanpa pengamalan. Pengijazah seperti yg saya sebutkan tadi kurang bisa dipertanggung jawabkan ijazahnya.Karena disaat si murid menemui kegagalan dia tidak bisa membimbing muridnya/orang yg di ijazahi.Begitu juga ilmu2 hikmah yang diambil dari kitab2 hikmah karangan ulama tempo dulu.Tidak semuanya bisa dibenarkan.Kenapa begitu?Karena kondisi ruhaniyah si pengarang kitab dg kondisi pengamal kitab jauh berbeda.

Contoh dlm suatu kitab disebutkan siapa yang mendawawkan ayat kursi 1000x selama 40hr akan tersingkap hijabnya/atau terbuka mata batinya.Tapi apakah tiap orang islam yg melakukan itu akan tersingkap hijabnya tanpa menata kondisi ruhaninya?Untuk kasus semacam itu menurut saya sebelum mengamalkan isi kitab tsb kita tahu riwayat hidup penulis kitab dan kita berusaha mentauladani perilaku beliau. Jaman sekarang yang terjadi adalah dapat wejangan dari guru yg berdasar kitab hikmah padahal si guru jg belum punya pengalaman tentang wedaran kitab tsb. Lalu diajarkan kpd murid 1. Si murid 1 pun blm dapat pengalaman lalu diwedarkan ke murid level dibawahnya. Maka nanti yang terjadi si pengamal ilmu seterusnya seolah tidak mendapat khasiat yg diharapkan.

Contoh ada seorang mengamalkan amalan yg telah di istiqomahkan bertahun2 dg harapan mendapat pertolöngan alloh melalui wasilah amalanya namun yg diharapkan tak kunjung datang juga. Kalau mendapat keluhan semacam itu dari saudara saya langsung menjawab tinggalkanlah amalanmu gantilah amalan yg lain yg lebih cocok. Banyak para sepuh bilang agar amalan dilakukan semata2 karena alloh tapi hal itu tdk mudah dalam hati kecil kebanyakan terselih harapan. Apa tidak boleh mengharap kpd alloh lewat suatu amalan? Boleh2 saja namun agar harapanya terkabul sbg manusia biasa tentu ada kuncinya. Kalau memakai kunci yang satu tidak cocok kenapa tidak mencoba kunci yang lain?.

Kesimpulanya ilmu diambil dari manapun copas sana copas sini sah saja namun ada baiknya sebelum kita mengijazahkan kita telah mempunyai pengalaman ttng ilmu itu shg bila ada orang baru belajar dan menemui kendala kita bisa mengarahkan dg jelas.Itu wacana pribadi saya silahkan didiskusikan bersama saling tanya jawab dg baik antara kita. Saya juga copas amalan dari blog alhamdulillah bnyk berguna bg adik2 mahasiswa yg skripsinya dipersulit para dosen. Apalagi bagi mahasiswi kalau tdk kuat keimanan akan hilang kohormatanya demi mencapai skripsi.

Inilah amalan copasnya:cari minyak alkausar 3gram.Lalu bacakan aliklas 11x ke minyak lalu tiupkan.Campurkan minyak td ke seember air.Lalu campuran minyak dan air tadi bc kan aliklas 9x.Berdoalah agar diberi kemudahan alloh.cara mandi tiap mengguyurkan tahan nafas dalam hati membaca yaa fatah yaa rohman ‘indal hisap. Malamnya wirid dg persiapan buhur sulthon. Kertas ukuran 8×12 cm tulisi kertas td nama dosen dan kotanya. Perapian unt membakar buhur/bisa pakai arang.Ditengah malam bakarlah buhur sulthonya dulu jg siapkan smua alat td.Dalam keadaan suci pegang kertas yg ditulisi nama dosen td asapi diatas bakaran buhur sambil terus diasapi lakukan wirid sa’altuka bil ismil mu’adhomi qodruhu biajin ahujin jalla jalyuta
jalljalat 77x.Syamkhohirin syamhahirin 100X. Kalau sudah selesai usapkan kertas td ke sajadah /lantai 3x. Dalam blog tsb diterangkan bs unt meruwat namu saya belum berani mengatakan bgt harus dicermati dulu scr seksama. Demikian semoga bisa menjadi wacana bagi kita semua. Mohon maaf bila ada kata yg tidak berkenan. @@@

Iklan