ASMA ABUNAWAS


Pangeran Sukemilung
rico_endo@yahoo.com

Assalamu’alaikum wr.wb…buat saudaraku minal muslimin wal muslimat. Ijinkan Al-faqir untuk menuliskan satu Asma yang di Pesantren saya dahulu disebut dengan Asma ABUNAWAS. Sebenarnya dalam pengijazahan Asma ini tidak boleh ditulis.Sama dengan Hizib Maghrobi tingkat 1 yang hanya boleh di talkinkan saja.Asma ini secara implisit khasiatnya UNTUK MEMBINGUNGKAN PIKIRAN LAWAN.Ijazah ini dari Fadhilatus Syaikh Al-Mukarom Shohibul Fadhilah wal Ijazah KH.Mustajab Kholil,Jember.Pengasuh Ponpes Nurul Huda.Di desa curah  waru,Gambirono,Bangsalsari,Jember,Jatim.Al-faqir tuliskan untuk tabarukan dengan Abah Kyai.Memanjangkan amal baik beliau.Semoga berguna bagi saudaraku semua.

Ini Asma Abunawas
Bismillahir rahmaanir Rohiim. BUNAWA’ WAL BATUN WA ‘AAFINAA WA’FUANNA

Riyadhohnya :
1.Puasa 3 hari bilaa ruh
2.Selama puasa Asma dibaca 7x ba’da sholat maktubah dan 1000x ba’da nisfu lail.

Untuk Tawasulnya hampir sama dengan Asma-Asma Raje lainnya.Jadi tambahkan saja dengan nama romo Kyai Mustajab Kholil. Karena tawasul yang saya punya sangat panjang,jadi untuk pengamalan harian saya hanya tujukan kepada :
1.Rasulullah Muhammad SAW
2.Nabiyullah Khidir AS
3.Romo Kyai Mustajab Kholil, jember.
Ba’da puasa di jadikan wirid 7x setiap ba’da maktubah.

Semoga berguna bagi semua sedulurku di KWA dan semua kaum muslimin umumnya. Jika antum ingin tahu lebih banyak…monggo kami persilahkan mampir ke Pesantren kami. Barakalloh,jazakumullah bi ahsanil jaza.
( Catatan : Mungkin artikel ini hampir sama dengan ASMA BUJU’ PANGLIMA yang saya posting.Karena memang bersumber dari Lautan yang sama ). @@@

@@@

Iklan

72 pemikiran pada “ASMA ABUNAWAS

  1. wah musti di ijazahin ke TIMNAS nih buat lawan Malaysia…biar mereka bingung bolanya dimana..buat yg punya hizib.asma apapun mohon bantuannya utk TIMNAS kita…Maju terus Garuda ku

  2. @jibrul gak boleh tu kayak gitu itu namanya tidak fairplay/tidak jujur/licik. Ingat kejujuran di atas segalanya. Pergunakanlah ilmu pada tempatnya. Jika kt mampu menempatkannya ilmu pada tempatnya niscaya ilmu yg kt miliki akan menuntun pengamalnya pada keselamatan dunia dan akhirat. Mengenai TIMNAS do’ain aja jgn pake cara licik, selebihnya pasrahkan pada kehendakNYA.

  3. Asslmkm wr.Wb qobiltu sambil absen siang menjelang sore…@Tilung…Gimna kabarnya mas,rdr dari ki nur jati udh diamalin blm?

  4. @Ncep chepy

    waalaikum salam…
    belum mas….
    lafadznya belum dapet ..
    fotokopiannya abis tuh…
    kalo boleh di sms ya… hehhe

  5. @Ncep chepy

    waalaikum salam…
    belum mas….
    lafadznya belum dapet ..
    fotokopiannya abis tuh…
    kalo boleh di sms ya… hehhe
    0817535043

  6. Salam buat santri KWA…Ijinkan al-faqir berbagi cerita.Dulu saat masih bersama Habibina Muhammad bin Ali Syahab, beliau memberikan nasehat tentang YAQIN.Ternyata ada 3 tingkatan YAQIN.
    1.YAQIN
    2.’AINUL YAKIN
    3.HAQQUL YAQIN
    Dan belajar tentang keyaqinan itu sendiri amat sangat terasa berat.Sandaran vertikal kita harus begitu kuat.Hingga akhirnya sampai ke tahapan HAQQUL YAQQIN.Ada kecenderungan yang nyeleneh bagi orang zaman sekarang dalam menyikapi suatu informasi keilmuan.Saat masih ta’lim di pondok dahulunya, informasi khasiat / fadhilah dari suatu wirid yang di ijazahkan oleh Al-Habib atau Romo Kyai sangat amat minim.Beliau-beliau hanya berkata ” Amalkan saja dan biarkan Allah yang memberikan apa yang terbaik untukmu “….bahkan kami mengetahui khasiat dari amalan itu setelah keluar dari pondok.Saat masih riyadhohan dipondok dulu,penjelasan tentang khasiat amalan hanya kami dapatkan melalui ” Bisik-bisik santri ”
    Sebagai contoh : Saat KH.Zamasry bin KH.Romli-dzuriat dari Buju’ Lattong mengijazahkan Asma Sunge Raje kepada saya, Asma itu hanya diberikan secara pintas lalu saja khasiatnya.Bahkan disarankan untuk tidak diwiridkan apabila mental kita belum cukup dewasa.Contoh lain adalah saat Al-Habib Hasan bin Ahmad bin Hasan Al-Bahr…memberikan satu amalan sholawat.Beliau hanya berkata amalkan saja.Ketika saya bertanya ” Tawasulnya kepada siapa aja bib..?? beliau dengan santai menjawab ” Ya,tujukan kepada saya dong,kan saya yg meng Ijazahkan amalan itu ke ente !’
    Naluri saya berbisik…syaikhina memberikan saya pelajaran dalam bentuk yg lain.Maka dengan ketulusan hati,saat saya membaca amalan itu,fatehah itu saya ucapkan dengan kalimat…” Al-fatehah untuk Habibina wa Syaikhina Hasan bin Ahmad bin hasan Al-Bahr dan semua guru-guru beliau pewaris wirid ini.Semoga berkah para wali menyertai permohonanku ini….al-fatehah !
    Simple toh….dan hasilnya ???
    Dari semua santri di Al-Masyhad Sukabumi…al-faqir adalah santri yang mendapatkan perhatian khusus dari beliau.Al-Faqir mendampingi beliau dalam setiap keadaan.Saat melakukan penjampian / suwuk…al-habib selaLU MENGAMINKAN doa saya.Alhamdulillah.
    Bahkan…( maaf bukan riya ! ) Habibina pernah meminta Ijazah kepada saya tentang Amalan Asadullahil Gholib.Dengan malu dan hina, Al-faqir meminta agar Habibina menghubungi Syaikhina Ali Umar Toyyib di Palembang.Peristiwa itu mencerminkan bukanlah siapa yang mengijazahkan tapi apa dan bagaimana ilmu itu sendiri.Ahli kasyaf akan mengetahui apakah ilmu itu sesat menyesatkan berbau pahitnya neraka atau terang benderang dan wangi surga.
    Peristiwa lain adalah saat pentalkinan ijazah Asma…ada perbedaan lafalz dalam setiap ucapan.Dan saat itu saya mencari..mana kalimat yang benar sebenarnya ! Ketika pencarian itu tidak berujung…kembali saya teringat kisah tentang seorang pembuat gula merah miskin yang pernah di Ijazahkan oleh Sunan Kalijogo.Aslinya kalimat itu adalah Asma Ulhusna yg berbunyi : Ya Hayyu Ya Qoyyum…tetapi sampai ditelinga sipembuat gula merah adalah : Ya Kayyum kayyum Ya Kayyum kayyum….Masya Allah terjadi keajaiban…keyaqinan dia kepada Wali Allah dan Kepasrahan dirinya kepada Allah Jalla-jalaluh membuat keajaiban.Gula merah berubah menjadi emas ! Kisah itu hanya i’tibar bagi kita bahwa KEYAQINAN yang BENAR adalah EMAS ( Keberuntungan ).
    Kesimpulan cerita diatas adalah…saat kita belajar tentang keilmuan ( apa saja ) maka sikap terbaik adalah : Diam – dengarkan -amalkan – dan kembangkan.Saat belajar jangan terlalu banyak berbicara atau mengeluarkan pembicaraan yang akan menyusahkan sang guru.Maka jika si murid tidak mengindahkan rumus ini, ketahuilah…itulah ciri-ciri murid yang dijauhi dari keberkahan dan manfaat ilmu.Jangan mencari keramat karena keramat yang sesungguhnya adalah istiqomah…Al-Istiqomah Khoirum min Alfi Karomah ( Istikomah lebih baik dari seribu karomah ).Dan jangan ragu,takut atau cemas saat kita dihujat si pencela….bukankah didalam sejarah manusia-manusia besar dan mulia juga mengalami hujatan,cacian,cercaan dan penghinaan.Bismillahi Tawakkaltu…Robbi yassir walaa tu’assir. Insya Allah, DIA akan memberikan kemudahan bagi kita dan memberikan kita seorang guru terbaik yang akan membukakan gerbang futuh diri kita.Saat terindah saat kita bersama seorang Mursyd yang sempurna, bersama-sama sang guru membaca asma -asma Allah yg bertebaran didepan mata.
    Saudaraku….al-faqir ikhlas meng ijazahkan semua wirid itu kepada semua sedulur. Bahkan saya meminta bantuan istri saya untuk koreksiannya.Karena istri saya adalah santri yg ilmu Nahwu Shorofnya + bacaan Qur-annya lumayan baik.Semua yang kami lakukan adalah memanjangkan amalan baik dari guru-guru kami. Dan yang kami minta hanyalah, sertakan kami dalam doa-doa kalian !! Jika saja sedulur mengetahui…saat riyadhoh dahulu saya meninggalkan itri yang sedang hamil.Dengan ridho istriku dan doanyalah maka ilmu yang sedulur baca di KWA ini bisa dengan mudah di akses.
    Cukup sekian dari saya..semoga bermanfaat i’tibar di atas.Mohon tidak marah…karena ini tidak menyinggung siapapun.
    Li-Ridho illahi ta’alaa wa syafatin Nabi Sayyidina Muhammadin SAW wa li barokati karomati Auliyaillahi ta’alaa wa li ridho walidayni wa iqdhii hawaa-ijaana…Al-fatehah.
    Barakallohu ‘alaina wa ‘alaikum.Wassalam….

  7. Setuju @Pangeran S itulah tata krama mencari ilmu dan saya percaya sebagian besar bolo wong alus tau bahkan mungkin sudah mengalaminya.
    Salam kenal dan ta’zim om @Pangeran S.

  8. @pangeran sukemilung: terima kasih pencerahannya. Saya sependapat kalau menuntut ilmu apalagi ilmu hikmah diperlukan KEYAKINAN KEIKHLASAN & KESABARAN bagi sang murid.IKHLAS & SABAR mudah diucap tapi tak mudah dalam tindakan. Mungkin kebanyakan dari kita terlalu menuntut/berharap manakala belajar ilmu hikmah maka tidak heran kekecewaan yg didapat atau bisa juga “mabuk ilmu” kalau yg ini merasa tidak puas inginnya mencari yg “lebih” belum tuntas coba lagi yg lain dstnya. Ingat kisah Nabi Musa tatkala menuntut ilmu hakekat kepada Nabi Khidir sejak awal Nabiyullah Khidir as sudah berkata “Engkau tidak akan bisa bersabar bersamaku”. Terbukti Nabi Musa protes keras dalam satu kisah ketika membunuh seorang anak. Sedulur semua mungkin sudah pernah membaca kisah ini.Ini i’tibar yg bisa dikaji buat kita semua dalam menuntut ilmu. Ini Nabi apalagi kita yang masih seujung kuku pemahaman hakekat ilmu hikmah. Ilmu hikmah yg bermanfaat seyogyanya mampu merubah perilaku si pengamal sopan dalam bersikap, lembut dalam bertutur kata dan sabar dalam bertindak mencerminkan akhlaq yang baik/budi pekerti dan memberi manfaat bagi orang banyak. Maaf jika ada silap kata. Lanjut….salam sejahtera buat bolo wongalus

  9. Asw…Pagi semuanya para sesepu
    @barhatihin salam setahu sy nabi musa ngak pernah belajar tarekat ama nabi kidir???Yg saya tahu nabi musa itu dikaruniakan oleh Alloh utk mendapatkan 10perintah alloh (2 batu loh) dan dia penganut agama hukum taurat,wah ternyata sy masih perlu belajar lg,atau klau ketemu dg nabi musa sy akan tanyakan kebenarannya?Hehehe,sedangkan yg lain udah ok.
    Maaf jika ada kata2 sy yg kurang berkenan dihati para sesepuh.

  10. Bener jg kata pangeran…..Cuma ngak setuju ttg guru dan murid,jika kita sudah dapat menjadi guru apapun pertanyaan murid asal tdk menyimpang maka seorang guru wajib menjawab dg bijak dan arif.Itu udah tugas dan resiko seorang guru klau ngak siap jangan jd guru,spt mas katakan diatas ya Hayyu ya qoyyum tapi murid mendengar ya kayyum ya kayyum krn ngak boleh bertanya akhirnya sang muridnya salah jalan.
    Salam rahayu,mohon dimaafkan jika ada kata2 sy salah dan menyinggung,peace

  11. Pangeran Sukemilung says:
    27 December 2010 at 16:40
    Salam buat santri KWA…Ijinkan al-faqir
    berbagi cerita.Dulu saat masih bersama
    Habibina Muhammad bin Ali Syahab,
    beliau memberikan nasehat tentang
    YAQIN.Ternyata ada 3 tingkatan YAQIN.
    1.YAQIN
    2. ’AINUL YAKIN
    3.HAQQUL YAQIN
    Dan belajar tentang keyaqinan itu
    sendiri amat sangat terasa
    berat.Sandaran vertikal kita harus
    begitu kuat.Hingga akhirnya sampai ke
    tahapan HAQQUL YAQQIN.Ada
    kecenderungan yang nyeleneh bagi
    orang zaman sekarang dalam
    menyikapi suatu informasi
    keilmuan.Saat masih ta ’lim di pondok
    dahulunya, informasi khasiat /
    fadhilah dari suatu wirid yang di
    ijazahkan oleh Al-Habib atau Romo
    Kyai sangat amat minim.Beliau-beliau
    hanya berkata ” Amalkan saja dan
    biarkan Allah yang memberikan apa
    yang terbaik untukmu “….bahkan kami
    mengetahui khasiat dari amalan itu
    setelah keluar dari pondok.Saat masih
    riyadhohan dipondok dulu,penjelasan
    tentang khasiat amalan hanya kami
    dapatkan melalui ” Bisik-bisik santri ”
    Sebagai contoh : Saat KH.Zamasry bin
    KH.Romli-dzuriat dari Buju ’ Lattong
    mengijazahkan Asma Sunge Raje
    kepada saya, Asma itu hanya diberikan
    secara pintas lalu saja
    khasiatnya.Bahkan disarankan untuk
    tidak diwiridkan apabila mental kita
    belum cukup dewasa.Contoh lain
    adalah saat Al-Habib Hasan bin Ahmad
    bin Hasan Al-Bahr …memberikan satu
    amalan sholawat.Beliau hanya berkata
    amalkan saja.Ketika saya bertanya ”
    Tawasulnya kepada siapa aja bib..??
    beliau dengan santai menjawab ”
    Ya,tujukan kepada saya dong,kan saya
    yg meng Ijazahkan amalan itu ke
    ente !’
    Naluri saya berbisik…syaikhina
    memberikan saya pelajaran dalam
    bentuk yg lain.Maka dengan ketulusan
    hati,saat saya membaca amalan
    itu,fatehah itu saya ucapkan dengan
    kalimat …” Al-fatehah untuk Habibina
    wa Syaikhina Hasan bin Ahmad bin
    hasan Al-Bahr dan semua guru-guru
    beliau pewaris wirid ini.Semoga
    berkah para wali menyertai
    permohonanku ini ….al-fatehah !
    Simple toh….dan hasilnya ???
    Dari semua santri di Al-Masyhad
    Sukabumi …al-faqir adalah santri yang
    mendapatkan perhatian khusus dari
    beliau.Al-Faqir mendampingi beliau
    dalam setiap keadaan.Saat melakukan
    penjampian / suwuk …al-habib selaLU
    MENGAMINKAN doa saya.Alhamdulillah.
    Bahkan …( maaf bukan riya ! ) Habibina
    pernah meminta Ijazah kepada saya
    tentang Amalan Asadullahil
    Gholib.Dengan malu dan hina, Al-faqir
    meminta agar Habibina menghubungi
    Syaikhina Ali Umar Toyyib di
    Palembang.Peristiwa itu
    mencerminkan bukanlah siapa yang
    mengijazahkan tapi apa dan
    bagaimana ilmu itu sendiri.Ahli kasyaf
    akan mengetahui apakah ilmu itu sesat
    menyesatkan berbau pahitnya neraka
    atau terang benderang dan wangi
    surga.
    Peristiwa lain adalah saat pentalkinan
    ijazah Asma …ada perbedaan lafalz
    dalam setiap ucapan.Dan saat itu saya
    mencari..mana kalimat yang benar
    sebenarnya ! Ketika pencarian itu tidak
    berujung …kembali saya teringat kisah
    tentang seorang pembuat gula merah
    miskin yang pernah di Ijazahkan oleh
    Sunan Kalijogo.Aslinya kalimat itu
    adalah Asma Ulhusna yg berbunyi : Ya
    Hayyu Ya Qoyyum …tetapi sampai
    ditelinga sipembuat gula merah
    adalah : Ya Kayyum kayyum Ya
    Kayyum kayyum ….Masya Allah terjadi
    keajaiban…keyaqinan dia kepada Wali
    Allah dan Kepasrahan dirinya kepada
    Allah Jalla-jalaluh membuat
    keajaiban.Gula merah berubah menjadi
    emas ! Kisah itu hanya i ’tibar bagi kita
    bahwa KEYAQINAN yang BENAR adalah
    EMAS ( Keberuntungan ).
    Kesimpulan cerita diatas adalah …saat
    kita belajar tentang keilmuan ( apa
    saja ) maka sikap terbaik adalah : Diam
    – dengarkan -amalkan – dan
    kembangkan.Saat belajar jangan terlalu
    banyak berbicara atau mengeluarkan
    pembicaraan yang akan menyusahkan
    sang guru.Maka jika si murid tidak
    mengindahkan rumus ini, ketahuilah …
    itulah ciri-ciri murid yang dijauhi dari
    keberkahan dan manfaat ilmu.Jangan
    mencari keramat karena keramat yang
    sesungguhnya adalah istiqomah …Al-
    Istiqomah Khoirum min Alfi Karomah
    ( Istikomah lebih baik dari seribu
    karomah ).Dan jangan ragu,takut atau
    cemas saat kita dihujat si
    pencela ….bukankah didalam sejarah
    manusia-manusia besar dan mulia juga
    mengalami hujatan,cacian,cercaan dan
    penghinaan.Bismillahi Tawakkaltu …
    Robbi yassir walaa tu’assir. Insya Allah,
    DIA akan memberikan kemudahan
    bagi kita dan memberikan kita seorang
    guru terbaik yang akan membukakan
    gerbang futuh diri kita.Saat terindah
    saat kita bersama seorang Mursyd
    yang sempurna, bersama-sama sang
    guru membaca asma -asma Allah yg
    bertebaran didepan mata.
    Saudaraku ….al-faqir ikhlas meng
    ijazahkan semua wirid itu kepada
    semua sedulur. Bahkan saya meminta
    bantuan istri saya untuk
    koreksiannya.Karena istri saya adalah
    santri yg ilmu Nahwu Shorofnya +
    bacaan Qur-annya lumayan
    baik.Semua yang kami lakukan adalah
    memanjangkan amalan baik dari guru-
    guru kami. Dan yang kami minta
    hanyalah, sertakan kami dalam doa-
    doa kalian !! Jika saja sedulur
    mengetahui …saat riyadhoh dahulu
    saya meninggalkan itri yang sedang
    hamil.Dengan ridho istriku dan
    doanyalah maka ilmu yang sedulur
    baca di KWA ini bisa dengan mudah di
    akses.
    Cukup sekian dari saya..semoga
    bermanfaat i’tibar di atas.Mohon tidak
    marah…karena ini tidak menyinggung
    siapapun.
    Li-Ridho illahi ta’alaa wa syafatin Nabi
    Sayyidina Muhammadin SAW wa li
    barokati karomati Auliyaillahi ta ’alaa
    wa li ridho walidayni wa iqdhii hawaa-
    ijaana …Al-fatehah.
    Barakallohu ‘alaina wa
    ‘alaikum.Wassalam….

    saya setujah dgn apa yg mas paparkan.
    lanjutkan niat baikmu.. ALLAH SWT brsamamu.

  12. Akhirnya Asma Abunawas keluar juga. Salam takzim & peseduluran untuk Pangeran Sukemilung (Rico Endo).

  13. ki sy ini awam..apa yg dimaksud dgn kata2.:ba’da sholat maktubah dan ba’da nisfu lail..?
    .trimaksih sblm x utk pengijasahanx Pangeran Sukemilung (Rico Endo). juga Buat KI WONGALUS semoga Allah sllalu melimpahkan Rahmatx pd kalian semua..Amien..

  14. Bismillaahirrahmaanirrahiim…
    Asyhadu An laailaa ha illAllah Wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah…Qobiltu …saya terima dengan sempurna Asma Abu Nawas dari Mas Pangeran Sukemilung…kirim alfatheha ke :
    1.Rasulullah Muhammad SAW
    2.Nabiyullah Khidir AS
    3.Romo Kyai Mustajab Kholil, jember.

  15. Assalamu alaikum,
    Qobiltu. mudah”n bermanfaat untuk saya dan orang lain yg membutuhkan amin. Untuk keluarga besar wong alus, dan pangeran sukemilung al-fatihah sent

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s