POJOK PESANTREN


GUS SANTRI
muhammadmubarok17@gmail.com

Assalamu’alaikum wr wb. Salam penuh takdzim kepada Ki Wong Alus, Ki Bengawan Candu, Mas kumitir, Cak Mat, Ki Abdul Jabbar, Ki Nur Jati, Mbah Gondrong, Ki Ageng Jembar Jumantoro, Ki Sabda Langit, Ki Jati Raga, dan Semua Saudaraku yang dianggap sesepuh di KWA.

Salam silaturrahmi penuh kekeluargaan dan salam semangat (meminjam bahasanya Mbah Gondrong) pagi, siang dan malam. Semoga persaudaraan kita di KWA ini betul-betul berdasarkan tahabbub fillah (saling mencintai atas dasar ridho Allah SWT). Sebab dengan dasar inilah, sesuai dengan sabda nabi kita Muhammad SAW, kita akan dirindukan surga Allah SWT kelak di akhirat. Amin.

Salam kenal dan hormat takdzim kepada yang belum kenal! Menjura dalam dan menjabat erat semua yang sudah kenal!

Saudaraku, lama saya tidak nongol, meski hanya sekedar absen. Bukan berarti saya mundur dari KWA. Apa lagi sampai berniat memutus tali silaturrahmi. Na’udzu billah tsumma na’udzu billah (saya berlindung kepada Allah SWT dari hal itu). Tapi, ketidaknongolan saya itu, tidak lebih dari pada episode saya menjalani peran dari Sang Sutradara Agung. Demikianlah, tidak perlu saya perpanjang lagi, kuatir banyak dustanya.

Kali ini, meski belum tentu akan terus aktif seperti dulu, saya akan mengobati kangen saya kepada kampus tercinta ini, Izinkanlah saya menuliskan sedikit pengetahuan dari pengalaman hidup yang dititipkan Allah kepada saya.

Tersebutlah, seseorang dari daerah jawa barat yang akrab dengan saya karena dipertemukan oleh kampus ini. Hampir tiap hari, paling lamanya seminggu, Beliau selalu menghubungi saya. Alhamdulillah beberapa ijazah saya sudah Beliau amalkan. Alhamdulillah lagi, amalan tersebut, dengan izin Allah, banyak membantu memuaskan dahaganya. Beberapa hari lalu beliu bertanya “Gus, ini ada diskusi di kampus. Salah satu soal yang sulit dijawab: apakah seseorang yang sangat bermanfa’at bagi kehidupan manusia seperti Thomas Alfa Edison, Si penemu lampu itu, akan bisa masuk surga. Padahal dia kafir. Bagaimana itu?” Nah, jawaban saya atas pertanyaan itulah yang akan saya ulas di sini.

Apakah Si Kafir yang bermanfa’at bagi kemanusiaan akan masuk surga? Untuk menjawab hal ini harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Pertama, dilihat secara hakikat, kita tidak tahu apa dia masuk surga atau neraka. Sebab surga itu milik Allah. Si Kafir juga milik Allah. Lillahi ma fis-samawati wa ma fil-ardli, milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Suka-suka Allah-lah mau memasukkan makhluk ciptaan-Nya ke tempat ciptaan-Nya pula. Itu sih terserah Allah saja. Sah bagi Allah memasukkan seseorang yang mengingkari-Nya ke dalam surga-Nya.

Kedua, secara syari’at, sesuai kefahaman saya dan sebagaimana tertera di dalam kitab-kitab Salafussalih (orang-orang saleh tempo dulu), Si kafir akan masuk ke neraka, bukan ke surga. Karena surga adalah pahala bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (Al-Qur’an, Surat: Al-Bayyinah: 06-08).

Dalam beberapa ayat tersebut Sang Pemilik surga dan neraka jelas menyatakan bahwa yang masuk surga itu orang beriman dan beramal saleh. Sedangkan orang kafir, jelas sekali, masuk ke neraka. Apalagi pada ayat lain disebutkan ‘…Sesungguhnya Allah itu tidak akan mengingkari janji-Nya’. Timbullah masalah. Wah, sepertinya tidak adil nih. Orang sudah berbuat baik kok masuk ke neraka. Bagaimana itu? Begini Saudaraku, perhatikanlah ilustrasi cerita di bawah ini:

Pak Rahmat adalah seorang miskin dan papa. Beliau punya dua anak. Anak pertama, singkat ceritanya, menjadi bos sebuah perusahaan besar yang sangat sukses dan kaya raya. Sedang anak kedua hanyalah seorang buruh tani yang miskin dan kekurangan. Suatu ketika Pak Rahmat dan istrinya tinggal bersama anak pertama. Ternyata anak pertama itu sangat tidak sopan bin sangat judas alias sangat kurang ajar. Dia tidak mau mengakui kedua orang tuanya. Karena malu punya orang tua kusut, kumal dan miskin. Anehnya, meski tidak mengakui, anak itu mau memberi keduanya sedekah yang banyak seperti uang jutaan, makanan mewah, perhiasan gemerlap dan harta yang lainnya. Tapi, tentu saja, memberikannya dengan sangat kasar dan rendahan seperti memberi kepada pengemis. Hati Pak Rahmat dan istrinya hancur lebur. Mereka tidak ingin semua harta itu. Mereka hanya rindu kepada anaknya yang dulu dikandung ibu dan dibuai ayah.

Kemudian kedua orang tua itu menuju ke rumah anak kedua. Di sana disambut dengan senyum yang manis dan penghormatan yang memuliakan mereka. Segera, anak kedua itu, menyuguhkan hidangan dan minuman terbaik yang dia punya. Meski masih tetap sederhana. Dia persilakan bapak ibunya menikmati segala suguhan itu dengan sopan dan tawadhu’. Sang bapak dan ibu pun tersenyum bahagia. Itulah sikap anaknya yang diharapkan selama ini. Memang anak kaya adalah kebanggaan. Tetapi anak yang menghormati ayah dan ibunya adalah kebahagiaan bagi keduanya.

Nah Saudaraku, seseorang yang banyak amal tetapi ingkar kepada Allah adalah seperti anak pertama dari Pak Rahmat tadi. Dia kaya lagi banyak memberikan harta kepada orang tunya tetapi dengan sangat kurang ajar dan tidak mau mengakui keduanya. Bahagiakah orang tua itu? Hati bapak dan ibu mana di dunia ini yang tidak hancur dengan kelakuan anak seperti itu? Bukankah lebih bahagia orang tua yang tidak diberi apa-apa tetapi diakui sebagai orang tua dan dimuliakan? Demikianlah orang yang banyak amal tetapi tidak mau mengakui Tuhannya. Bukankah amal itu juga anugerah-Nya? Bagaimana mungkin dia mengingkari-Nya? Siapa yang menciptakannya? Jelas pasti Tuhan, Dialah Allah. Siapa yang memberi otak cemerlang? Allah. Siapa yang memberi udara gratis untuk dihirup? Allah. Siapa yang memberi air gratis untuk diminum? Allah. Siapa yang menumbuhkan pepohonan dan buah-buahan? Allah. Siapa yang memberi semuanya? Allah. Kok tidak diakui? Kok kafir?

Yang terakhir, untuk masalah Thomas Alfa Edison tadi, saya tetap tidak bisa menjawab: apakah, akhirnya, dia akan masuk surga ataukah neraka? Karena, satu, saya bukan Allah. Dua, saya tidak tahu apakah dia beriman atau tidak menurut Allah. Bukan kapasitas saya menilai orang itu beriman atau tidak. Meski, sebagai muslim, apalagi santri, saya yakin seyakin-yakinnya agama saya adalah yang paling benar dan hak. Makanya saya memilih islam, bukan yang lain. Memang sih, kalau dilihat secara dzohir, saya katakan dia akan masuk neraka. Itu bisa dilihat dari ciri-ciri umum yang berlaku dalam konsep islam. Tapi bagaimana nasib sebenarnya Thomas Alfa Edison di akhirat nanti? Wallahu a’lam (Allah-lah yang lebih tahu). Saya tidak urus. Saya sendiri masih sibuk memikirkan bagaimana nasib saya sebenarnya di sana. Ya Allah, jauhkanlah kami dari murka-Mu. Ya Rabbi, berikanlah kami ridho-Mu. Ya Dzal Jalali Wal Ikrom, muliakanlah kami dengan menatap kesempurnaan wajah-Mu kelak di surga-Mu. Amin Ya Robbal’alamin.

Sampai jumpa dalam kesempatan yang lain, insyaallah. Wassalamu’alaikum wr wb. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

Navigasi pos

44 thoughts on “POJOK PESANTREN

  1. Pertamax
    🙂

  2. Baru baca

    Salam,,,

  3. aden

    salam salim

  4. Gentar ali

    Cihuy.. Dapat pertamax

  5. @GUS SANTRI : SALAM AHAD ROBBI ENGGIH GUS ,
    MANTAB , NDEREK NYIMAK ENGGIH…..

  6. Bajul Kesupen

    msh 10 besar

  7. Gentar ali

    Nyam..Nyam..
    pertamax lg hihi..

  8. Gentar ali

    Hihihi…
    Petamax nye.Sampe ke laut

  9. mad mad

    10 besar

  10. dody

    ….RDRNYA mana??????????

  11. nasrudinkb

    Maaf saya menyampuk…(salam …dulu)

    Masuk Syurga saseorang bukan kerana ibadat yg dia buat, ,masuk neraka saseorang bukan kerana Dosa yg dia buat,
    Masuk syurga sasaorang kerana RahmaaT Allah. masuk Neraka kerana Keadilan Allah…
    tapi janji Allah, barangsiapa berbuat baik, dibalas baik begitulah sebalik nya.

    Maaf semua itu pendapat saya…berbuat ibadat bukan untuk membeli syurga..
    tapi tu kan kewajipan.. sebagai Hamba…..

  12. selamat datang kembali ke Dumay Gus…. salam hormat menjura….. semoga barokah…..

  13. Mohd Genius

    ke 13

  14. Mang nur

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    absen….

  15. Laskar Permadani Muda

    Bahasan yg menarik Gus santri….
    Nderek nyimak

  16. Rahman a'r

    Adeeem manah kawulo,,realita dan pelajaran yg sngt berharga,,salam takzim gus santri.

  17. mantaps gus….

  18. Bengawan.Candhu

    nyantri dulu dsini smbl ngalab berkah di lapaknya gus santri.

  19. Pea Paser

    lanjut gus nyimak tausyiahnya…

  20. santri_syeh-jangkung

    absent

  21. ericsagita

    izin menyimak gus

  22. tukang sapon

    semangat malam..
    Semangat menjura ,sembah sungkem dengan cium tangan kagem guse ahmad mubarok…
    Nderek ngaji njih gus,sambil nyicil njumputi puntung 234..

  23. janoko

    Salam pamuji untuk Gus satri. kang bajul kesupen, kang begawan candu serta santri KWA semua, santri kudus ikut ngaji,

  24. Salam salim dumateng gus santri mbah tukang sapon mbah janoko
    nderek nyimak tauziahnipon gus
    monggo di lanjut

  25. patramantra

    Aku Nderek ngaji gus santri nggih….
    Pembahasan yang apik tdk menghakimi tapi memberi pemikiran dan perenungan bagi yang mendengarnya….
    Monggo dilanjut pembabarane…

  26. Ach-jun

    Assalamualaikum Wr.Wb……. Salam salim salim Ta’dzim kagem sesepuh pinisepuh,wabil khusus Mbah kyai Gus santri…..nderek nyimak Tausyiahipun.Mugi saged damel perenungan….Amiin.

  27. laskar lembu suro

    aslkm Gus santri salam hormat selalu

  28. ducati

    mantabs gus…. ttpi utk org awwam sya stju dgn pndpt gus yg keua,,,ckp kita nilai scra syariat…krn wlw hakikatnya neraka dan surga hnya Allah yg tw ttpi mnusia ttp tdk bleh menyalahi syariat……hakekat ttplah trsmbunyi ttpi syareat lah yg hrs di tampakkan

  29. ki sangga buana

    manstab habis pembabarannya .ini yg dicari2 izin nyimak mudah2an membawa berkah amin…….

  30. gus santri

    Moesafir Besmah, Salam hormat takdzim saya..
    Baru baca, Salam,,,juga kagem panjenengan ditambah hormat takdzim saya..
    Aden, Salam salim juga kagem panjenengan ditambah hormat takdzim saya..
    Gentar ali, hormat takdzim saya.. Selamat dapat pertamax, tapi sepertinya nomor 4 ya Ki he he he..

    Ki Ageng JJ, SALAM AHAD ROBBI ugi kagem panjenengan Ki Ageng, ditambah salim hormat takdzim saya.., Monggo dipun simak Ki Ageng, mohon yang salah diluruskan njih..

    Bajul Kesupen, Salam kenal dan hormat takdzim saya..
    Mad mad, Salam kenal dan hormat takdzim saya..
    dody, Salam kenal dan hormat takdzim saya..
    nasrudinkb, Salam hormat takdzim saya.. terima kasih masukannya. Silakan dilanjut tausyiahnya Ki.. saya ndeprok saja.

    Murid Sesaat, Selamat datang juga ke lapak ini. salam hormat takdzim dan menjura kpd panjenengan, semoga barokah…..amin.

    Mohd Genius, Salam kenal dan hormat takdzim saya..
    Mang nur, Wa’alaikumsalam wr wb. Absen diterima Ki, Salam kenal dan hormat takdzim saya..
    Laskar Permadani Muda, Salam kenal dan hormat takdzim saya.. Lebih menarik lagi kalau panjenengan sudi berbagi ilmu bagi santri hijau ini….

    Rahman a’r, Salam kenal dan hormat takdzim saya..
    Adeeem manah kawulo ugi atas kerawuhan panjenengan Kimas. Monggo dibabar ilmunipun.
    Kang sugeng, Salam kenal dan hormat takdzim saya..

    Bengawan.Candhu, Salam penuh hormat takdzim saya Kiai.. kulo sakestu kangen kalih tausyiah panjenengan. Monggo dipun babar ilmunipun Kiai.
    Pea Paser, Salam kenal dan hormat takdzim saya..
    santri_syeh-jangkung, Absen diterima Syekh. Salam kenal dan hormat takdzim saya..

    Ericsagita,Salam kenal hormat takdzim saya..monggo dipun simak, jangan lupa yang salah diluruskan njih..
    tukang sapon,Salam penuh hormat takdzim saya kpd panjenengan Mabah (ini Mbah Gondrong X kan? xixixi konangan Mbah) Semangat malam juga..

    janoko, Salam kenal dan hormat takdzim saya..
    Cakji, Salam penuh hormat takdzim saya..
    patramantra, Salam penuh hormat takdzim saya.. Monggo dibabar ilmu panjenengan..
    Ach-jun, Wa’alaikumsalam Wr.Wb……. Salam salim Ta’dzim kagem panjenengan ugi Kimas..

    Laskar lembu suro, Wa’alaikumsalam wr wb. Salam penuh hormat takdzim saya..
    Ducati, Salam penuh hormat takdzim saya.. pendapat panjenengan juga mangtabbb Ki. Monggo dilanjut tausyiah panjenengan..

  31. gus santri

    Ki Sangga Buana, Salam penuh hormat takdzim saya… Monggo dipun babar ilmu panjenengan…

  32. Salam takdzim gus santri adem tentrem mugi berkah nuwun

  33. gus santri

    Mbah AyemMo, Salam penuh hormat takdzim saya juga katur kagem panjenengan Mbah.. Monggo dipun babar ilmunipun Mbah..

  34. Mamat Kumis

    HADIR ABSEN…! tulisannye mantaf gus… slm salim ta’zim dlu bwat abang2 ame mpo’2 di kwa…
    @bang wildan (ki wongalus)
    @bang kumitir
    @bang kapal api
    @bang gondrong x (tkg sapon)
    @bang iblis (gondo mayyit)
    @bang risang mukti
    @bang maghrobi
    @bang taofik
    @bang wong djowo
    @bang bengawan candu
    @bang joko tgl
    @bang sanjaya guitarholic
    @bang nico syah alam
    @bang torabika
    @bang atok bujang
    @bang wongmbohol
    @bang rico endo (pangeran sukemilung)
    @bang nurjati
    @bang dividi
    @bang ahmad (bang jampang)
    @bang hongmankim
    @bang tarjo
    @bang arya kusuma dewa
    @bang tokek
    @bang aldy sukma
    @mbah jati
    @bang patramantra
    @gusbonek
    @bang jagaraksa
    @bang sadewa
    @bang jatiraga
    @bang denwiek
    @bang adim
    @bang cungkring cerbon
    @bang moch. ryan
    @bang surip
    @bang muhammad. 69
    @bang sai
    @mpo’ hesty
    @mpo’ sukma rahayu
    @mpo’ zizah37
    @mpok’ dewie sri
    @gus santri
    @bang dananjaya
    @bang jibrut
    @bang hilman
    @bang sugik sawunggaling
    @bang gentar alam
    @bang abdul jabbar
    @bang wawan sleman
    @bang rumi
    @bang sudadi
    @bang uwa semar semur
    @bang bregud
    @bang deadman
    @bang ageng jj
    @bang hasibuan
    @siape lgi ye? pokonye slm salim ta’zim bwat smuanye aje dah…

  35. jadulloh 5

    salam salim gus santri,nderek ngaos njih gus,mugi dados pengademing manah kawulo
    salam merdeka gus
    lha nek sing ngene iki kok mesti sepi lapak e,waduhhh waduhh
    luwung ora usah ono rdr opo cdr sisan wae mbah,

  36. absen

  37. Lembah Dieng

    mantaf Gus…nderek nyimak nggih
    salam salim buat smua sdulor KWA

  38. gus santri

    Mamat Kumis, Salam penuh hormat takdzim Bang, lama tak bersua. Absen diterima. Mudah2an selalu dalam limpahan karunia-Nya ya Ki.. monggo dibabar ilmunya..

    Jaddulloh, Salam kenal lan hormat takdzim Ki.. Kawulo nggih ayem panjenengan saged rawuh wonten mriki lapak. Monggo Ki, tausyiahipun kulo tunggu..

    Miskan, Absen diterima Ki. salam hormat takdzim katur panjenengan..

    Lembah Dieng, salam penuh hormat takdzim kagem panjenengan Ki. Silakan kalau mau menyimak. Jangan lupa koreksinya Ki..yang salah monggo diluruskan..

  39. akar dewa petir

    absen

  40. mangtab gus santri. adeeem dengerinnya.

  41. gus santri

    Akar Dewa Petir, absen diterima Ki.. Salam penuh hormat takdzim kepada panjenengan. Monggo dipun babar ilmu DEWA PETIR-nya Ki..

    Sulistyal NGwarna, Salam kenal dan hormat takdzim Ki.. Lebih mantap lagi kalau panjenengan mau menurunkan ilmunya kepada kami. Monggo Ki, dibabar pengetahuannya njih…

  42. laskar beras jatah

    bahasan yg sangat menarik gus.. gak harus ilmu ilmu terus..

  43. gus santri

    Laskar Beras Jatah, Salam kenal dan hormat takdzim saya haturkan.. Bahasan menarik Ki, apa lagi bila panjenengan sudi menambahkan pendapat sbg tambah pengetahuan. Wah betapa bahagia kami Ki. Monggo Ki, silakan.. Tanya2 juga boleh. Yg jawab tdk harus saya,siapa pun boleh, silakan sj..

  44. GUNTURJAGADNOGO

    ABSEN SORE

%d blogger menyukai ini: