Daily Archives: 13 April 2011

ICH WERDE AM DU


Monggo kita berkumpul, untuk merangkai persaudaraan yang selama ini sudah terjalin akrab di blog …. Jangan lihat siapa saja yang akan berbagi ilmu di sana, tapi lihatlah apakah dirimu butuh saudara akrab untuk berbagi suka duka..

SILATURAHIM NASIONAL KWA KE-2:
CANDI MENDUT JAWA TENGAH 22-23 APRIL 2011.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 117 Komentar

PADEPOKAN MANTYASIH


Ki Ageng Mantyasih
hammadzn@gmail.com

Kisah ini dimulai dari berpuluh-puluh tahun yang akan datang, di sebuah tempat yang berada di pusat tanah jawa. Konon ada seorang laki-laki yang berpakaian hitam-hitam, menyepi dipuncak sebuah bukit selama empat puluh malam, dan pada malam ke 41 dia menancapkan sebuah tongkat yang kemudian tumbuh menjadi sebuah pohon. Disekitar pohon dia bangun sebuah masjid, dan sebuah pondokan, serta sebuah tanah lapang. Disekelilingnya dia buat sebuah kolam yang airnya berasal dari Sendang Kahuripan. Di tepi kolam itu, ia penuhi beraneka tanaman obat-obatan, beragam bunga, berbagai jenis sayuran, kacang-kacangan, dan palawija. Kolam itu sendiri memiliki air yang sangat jernih, dan dihuni oleh berbagai jenis ikan dan udang, juga kura-kura. Sekeliling tempat itu, dia tanami beragam jenis pohon, ada pinus, kelapa, aren, buah-buahan, rerumputan, rotan, bambu dan tebu. Semuanya ditata dengan kesempurnaan dan keindahan yang luar biasa. Tidak lupa, di bawah pohon yang berasal dari tongkatnya itu, dia buat sebuah gubuk kecil dari bambu, tidak berdinding, dan beratapkan ijuk pohon aren. Para pencari kayu yang tersesat ke tempat itu, menangis menyaksikan keindahan bagai surga, lebih-lebih dengan jamuan oleh sang lelaki yang penuh kehangatan. Akhirnya, tempat itu tersiar kemana-mana, dan kemudian orang-orang ramai menyebutnya: Padepokan Mantyasih.

Padepokan itu berada dipuncak bukit. Untuk menuju kesana dapat ditempuh dengan empat jalur pendakian. Para pencari kayu yang menemukan tempat itu pertama kali, semuanya sudah menetap disekitar padepokan, menjadi abdi dan murid sang lelaki. Empat jalur itu berada tepat di utara, timur, selatan, dan barat. Pada masing-masing jalur, terdapat tujuh gerbang, yang jarak antara satu gerbang dengan gerbang yang lainnya tidak bisa diperkirakan. Begitupun untuk sampai ke gerbang ke tujuh, tidak satupun yang bisa memperkirakan berapa lama waktu yang harus ditempuh. Karena ada yang bisa sampai dalam waktu tiga hari, tiga malam, ada yang sehari semalam, bahkan ada yang hanya sepertiga malam. Konon, hal itu sangat tergantung kepada masing-masing orang.

Orang-orang menyebut sang lelaki dengan beraneka sebutan, ada yang menyebut Mas, ada yang menyebut Kang, ada yang menyebut begawan, ada yang menyebut kyai, dan juga ada yang menyebut Ki Ageng. Satu yang tidak berbeda, mereka sama-sama menyematkan kata Mantyasih. Karena setiap orang yang berhasil sampai di puncak, mereka hanya diajarkan satu hal: Jamus Mantyasih, artinya ajaran tentang iman dalam cinta dan kasih. Setelah itu, mereka bisa melalui tujuh gerbang dalam sekejap mata.

Gerbang Pertama: Bebas dari Rasa Bersalah

Rasa bersalah adalah sebuah belenggu jiwa yang membuat jiwa sulit untuk bergerak bebas. Rasa bersalah juga merupakan timbunan beban yang menyebabkan sayap-sayap menjadi berat untuk terkepak, terbang tidak bisa jauh, sementara energi telah terkuras habis.
Rasa bersalah timbul dari fitrah manusia yang selalu menginginkan kesempurnaan. Maka begitu ketidaksempurnaan mewujud, manusia menjadi gelisah dan hilanglah keseimbangan jiwanya.

Jiwa yang kehilangan keseimbangan menyebabkan sulitnya aktivitas dan bertambahnya permasalahan. Oleh karena itu, rasa bersalah ini harus lekas diobati.

Obatnya adalah taubat, yakni pengakuan dengan tulus akan ketidaksempurnaan diri. Sehingga justru saat itulah jiwa akan memulai untuk menjadi sempurna.

Taubat menandakan pemahaman yang benar akan posisi diri dihadapan sang Khalik, sekaligus penegasan bahwa diri sangat membutuhkan ampunan.Taubat yang diterima akan menjadi kunci terbukanya gerbang selanjutnya.

Gerbang Kedua: Bebas dari Rasa Ragu

Ragu merupakan lawan dari yakin. Rasa ragu ini juga menghambat segala macam kesuksesan. Rasa ini timbul dari kehati-hatian yang berlebihan, dan terlalu banyaknya pertimbangan yang semua itu berasal dari ketidakinginan untuk gagal. Sekali lagi, syahwat untuk menjadi sempurna malah menghalangi seseorang menjadi sempurna.

Tatkala jiwa dikuasai bayang-bayang kegagalan, pikiran kemudian berhitung demikian teliti sampai-sampai mematikan intuisi. Matinya intuisi berarti terputusnya petunjuk ke arah solusi yang benar.

Ketegangan terhadap bayang-bayang itulah yang menyebabkan seseorang ragu. Jangan-jangan begini, jangan-jangan begitu. Dan hal itu akhirnya membuat seseorang tidak berani bermimpi atau bercita-cita. Bagaimana mau bercita-cita? Melangkah ke depan saja kaki sudah berhitung yang kanan atau yang kiri, dengan gaya apa, dan dengan ayunan semacam apa, langkah yang dipenuhi keraguan akhirnya menjadi langkah yang dibuat-buat, yang tidak apa adanya.

Sesungguhnya, keragu-raguan bukan hanya menghambat, bahkan justru menjadi petaka paling besar bagi kesuksesan. Kesuksesan harus diraih dengan pikiran dan perasaan yang terpimpin oleh intuisi dan nurani, jika yang terjadi sebaliknya, intuisi dan nurani yang terkebiri oleh pikiran dan perasaan, yakinlah kehancuran tinggal menunggu hitungan satu, dua, tiga. Maka rasa ragu, harus segera diobati.

Adapun obatnya adalah sikap wara’. Yakni segera meninggalkan apa-apa yang diragukan dan teguh menjalankan apa-apa yang memiliki kejelasan.

Hal-hal yang samar begitu banyak disukai oleh manusia. Mereka tidak sadar bahwa mereka itu seperti domba-domba yang bermain-main dipinggir kawanan serigala. Kejatuhan seseorang kepada hal-hal yang terlarang dan berbahaya, lebih karena keberanian mereka untuk menerjang wilayah kesamaran (syubhat).

Untuk itulah, kejelasan dan sesuatu yang jelas, lebih wajib untuk diikuti daripada sesuatu yang samar. Maka, bebaskan dirimu dari rasa ragu.

Gerbang Ketiga: Bebas dari Rasa Takut

Ketakutan adalah bayang-bayang yang selalu menghantui manusia dalam setiap langkah manapaki hidupnya. Ia selalu membisik, menggelanyut dalam setiap tindakan yang akan kita ambil.

Ketakutan dan saudara-saudaranya, seperti cemas dan khawatir, berasal dari pemahaman akan hidup dan kepemilikan yang kurang tepat.

Orang yang bersikap seolah hidup ini bakal abadi, dan seolah apa yang ada padanya adalah miliknya, lebih sering mengidap penyakit ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran.

Sebaliknya, orang-orang yang sadar benar bahwa tidak ada sesuatu yang abadi, bahwa apa yang ada padanya hanya titipan, yang suatu saat bisa diambil, tentu akan lebih siap untuk tidak mengidap penyakit ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran.

Masalahnya, sejak kecil kita telah dididik untuk terbiasa mencerna yang material, tanpa terbiasa menerima yang spiritual ghaibiyah. Sehingga ruang gerak kita begitu terbatasi oleh apa yang bisa dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan dirasakan oleh tangan, hidung, dan lidah kita. Itu yang menyebabkan kita menjadi sangat material, padahal sebenarnya petensi ruhani kita lebih besar dan seharusnya lebih dominan.

Obat penyakit ini adalah zuhud. Ya, tidak meletakkan yang material bendawi sampai ke hati. Di dalam hati, cukup hanya untuk tahta Allah saja. Sehingga kita bisa menguasi segala yang material tanpa bayang-bayang ketakutan.

Gerbang Keempat: Bebas dari Rasa Sedih

Dalam kehidupan, terlalu banyak penderitaan, cobaan, ujian, dan sebagainya. Itu betul, jika kita menganggap demikian.

Kesedihan berawal dari berkurangnya sesuatu atau berbedanya realitas dengan ide yang kita impikan. Mimpinya si jadi ranking satu, eit kenyataan, ga ranking sama sekali, itu membuat kita sedih.

Mimpinya si jadi orang kaya, eit, sepatu aja Cuma satu, bolong-bolong lagi. Sedih lagi.

Mimpinya si, hidup ini berjalan mulus, apa-apanya lancar, semua bisa terlaksana dengan gemilang dan sukses. Tidak ada cerita kegagalan, badan sehat, rejeki ngalir kayak banjir, masalah jauuh. Eit, kenyataannya, ga ada yang serupa dengan apa yang diimpikan. Sedih banget.

Kesedihan juga muncul tatkala kita udah kejangkit penyakit senang membandingkan. Membandingkan diri dengan orang yang punya mobil, kita ga punya, sedih lagi. Membandingkan si dia yang cantik, kita muka pas-pasan, remuk deh perasaan kita. Macam-macam kesedihan, semuanya berhulu dari yang namanya ‘keinginan’.

Dunia rusak karena manusia yang tak henti-hentinya memperturutkan hawa nafsu keinginan. Orientasinya jelas, material bendawi, kenikmatan duniawi. Semua yang menghasilkan kebahagiaan semu, yang dangkal dari makna.

Obatnya hanya satu. Sabar. Dengan sabar, kita berlatih mengendalikan keinginan, mengelola kehendak, dan meredam keputusasaan.

Kesedihan, kekecewaan, dan rasa gagal, semua itu adalah keniscayaan hidup yang tidak bisa seseorang hindari. Maka, bersabar adalah pilihan terbaik. Bahwa kita mengakui kelemahan, mengakui ketidaksempurnaan, bahwa kita membutuhkan pertolongan Nya setiap saat.

Sabar tidak ada batasnya, karena sabar erat kaitannya dengan iman. Dan iman tidak memiliki batas, bukan?

Gerbang Kelima: Bebas dari Rasa Malu

Konon, seseorang lebih takut malu, daripada takut dosa. Malu karena dilihat secara nyata, sedangkan dosa, biasanya gak kelihatan. Jadi seseorang akan lebih mati-matian dalam menjaga dirinya dari rasa malu, daripada menjaga diri dari dosa.

Rasa malu, muncul dari tersibaknya, atau terlihatnya kekurangan dan ketidaksempurnaan diri dihadapan orang lain. Sekali lagi, belenggu-belenggu jiwa bernama malu ini selalu berkaitan dengan orang lain. Disini berbeda dengan malu kepada diri sendiri, atau malu kepada Tuhan, malu yang seperti itu justru dianjurkan. Namun, kebanyakan kita malu kepada manusia. Nah inilah yang dimaksud malu sebagai belenggu, malu karena gengsi, malu demi keangkuhan diri. Malu yang seperti ini, hulunya adalah kesombongan. Merasa diri sempurna, sehingga mati-matian menjaga citra.

Malu jenis ini, sungguh-sungguh menghilangkan nurani dan suara hati. Jiwa tak mungkin akan nampak apa adanya.

Rasa malu ini akan cepat menjadi sikap-sikap kemunafikan, kepura-puraan, dan menampilkan diri biar terlihat wah.

Seseorang akan semakin kehilangan dirinya, jika mempertahankan rasa malu jenis ini. Setiap hal berusaha ia tutup-tutupi demi citra. Ini seperti menambal muka dengan bedak dari kotoran hewan.

Malu jenis ini, pada dasarnya karena diri kurang bersyukur. Kurang menerima apa adanya.

Setiap orang hendaknya memahami, bahwa kesempurnaan adalah milik Allah, dan sebagai manusia kita bisa saja salah. Sebagai manusia pun, kita pasti punya kekurangan. So, biasa aja lah. Jika salah, segeralah minta maaf, jika ada kekurangan, katakan apa adanya. Toh bukan manusia yang akan menjadi juri penilaian kita.

Allah lah yang akan menilai, gerak hati kita. Allah pula yang akan memberikan kita kemuliaan. Bukan manusia.

Sikap malu tersebut akan tetap ada jika orientasi jiwa kita masih manusia. Malu jika gagal ujian, maka menghalalkan segala cara biar berhasil. Malu jika tersaingi teman, maka berusaha menjatuhkan teman. dsb.

Maka hadapkanlah wajahmu kepada Allah, rubah orientasi jiwa hanya kepadaNya.

Bersyukurlah untuk setiap keadaan yang kita alami, untuk setiap kekurangan yang kita miliki, insyaAllah, hati menjadi lapang.

Gerbang Keenam: Bebas dari Rasa Benci

Setelah seseorang melewati gerbang pertama hingga kelima, seeorang akan diuji dengan rasa benci. Kebencian adalah rasa yang timbul karena melihat sesuatu yang menyimpang dari apa yang kita ketahui. Seseorang membenci orang yang mencuri, karena tahu bahwa mencuri itu perbuatan yang menyimpang. Kebencian adalah tindak lanjut dari kesedihan dan kekecewaan yang tidak segera diobati dengan kesabaran, dan ditambah rasa malu yang berasal dari gengsi yang tidak segera diobati dengan rasa syukur. Sehingga, kebencian ini sungguh-sungguh menyiksa pemiliknya, dan menimbulkan berbagai macam kemarahan. Hal-hal yang tidak sesuai menurut kita, segala yang salah menurut cara berpikir kita, bisa menjadi objek-objek kebencian. Rasa benci, disadari atau tidak merupakan pengembangan dari rasa dengki, meski sedikit.

Obatnya adalah cinta. Cintai setiap hal, cintai segala sesuatu, cintai semua orang, dan sadarlah bahwa kita bukan pengatur segalanya, kita tak selalu benar, orang yang salah tidak selalu salah. Setiap sesuatu pasti ada hikmahnya.

Gerbang Ketujuh: Bebas dari Rasa Tergantung

Ketergantungan menjadi gerbang yang paling sulit untuk dilalui. Ketergantungan kepada manusia, menjadikan sulit untuk berserah kepada Allah sepenuhnya. Ketergantungan kepada benda, menjadi beban yang sungguh merepotkan. Ketergantungan kepada kesenangan hidup, membuat kita dilanda kegelisahan menghadapi kematian.

Ketergantungan berawal dari diri yang merasa memiliki kelemahan, sehingga mencari kekuatan diluar diri. Diri yang tak punya kepercayaan diri selalu mencari sandaran kepada hal-hal lain yang lebih kuat, lebih bisa membantu, dengan hasil yang nyata dan terindra.

Pada dasarnya ketergantungan boleh-boleh saja, asalkan kepada sesuatu yang pantas dan sempurna. Pemilik segala daya dan kekuatan, pengatur semesta raya, yakni Tuhan.

Tergantung kepada manusia menjadikan diri kita hina, sementara tergantung kepada Tuhan membuat diri kita mulia.

Banyak manusia yang sebenarnya mulia, tanpa sadar menurunkan derajat kemuliaannya dengan meminta-minta, dengan memohon-mohon, bahkan sampai ada yang meminta-minta kepda jin dan setan untuk mengabulkan hajat kebutuhannya. Dia tidak sadar, bahwa jin dan setan, punya derajat yang lebih rendah.

Obat dari ketergantungan adalah ridho, berserah kepada Allah. Kerelaan untuk menerima ketentuan Tuhan, dan qanaah (merasa cukup) dengan rizqi yang Dia berikan merupakan tanda bahwa hati hanya bergantung kepadaNya. Kesuksesan tidak tergantung pada ujian, gelar, pangkat, sekolah, dan sebagainya. Orang yang menjaga dengan baik agamanya, menjaga rasa tawakalnya, insyaAllah, akan diberikan segala kemudahan dan kesuksesan. Amin.

Jamus Mantyasih: Tauhid Pembebasan

Setelah melewati tujuh gerbang, maka sampailah di Padepokan Mantyasih. Seorang lelaki akan menyambutmu dengan kehangatan dan mengajarkanmu Jamus Mantyasih.

“Dengan menyebut Nama Allah (Iman), yang Maha Rakhman dan Maha Rahim (cinta dan kasih)”.

Setiap hal yang terjadi padamu adalah bukti dari cinta kasih Allah yang sangat luas. Keyakinanmu akan kebaikanNya akan menuntunmu memiliki sifat cinta dan kasih. Dan keyakinanmu akan kebaikan segala sesuatu akan membuatmu gemar menyebarkan cinta dan kasih ke segenap penjuru alam.

Semuanya ada dalam cakupan cahaya kebaikan. Keburukan hanyalah bayang-bayang yang muncul karena kau meletakkan benda di depan cahaya.

Keburukan hanyalah buih yang tak punya eksistensi, dan senantiasa memanfaatkan samudra kebaikan untuk mengada. Maka, saksikanlah, bahwa kebaikan ada dimana-mana. Tanpa kebaikan, segalanya akan rusak binasa. Kehidupan dan segala aktifitasnya sudah lama hilang dan hancur lebur tanpa adanya kebaikan. Meskipun kau melihat banyak ketimpangan, kejahatan, kecurangan, dan ketidakadilan, lihatlah, lihatlah dengan penuh ketelitian. Lihatlah dengan mata batin yang bening tanpa hawa nafsu ataupun rasa amarah. Lihatlah dengan penuh kearifan. Niscaya kau akan melihat kemilau cahaya kebaikan yang tak terhalang.

Allah senantiasa mengurus hamba-hamba Nya. Maka sudah sepantasnya bagi hamba untuk berbaik sangka.

Di dalam kejahatan, ada energi kebaikan yang terselubung kabut materi, maka singkaplah dengan kecerdasan nurani dan ruhani, agar benda hilang, musnahlah bayang-bayang, memancarlah cahaya yang sangat terang.

Setiap saat dipenuhi kebaikan, setiap hal dipenuhi cinta dan kasih. Hidupkan nyala keyakinan akan cinta dan kasih kebaikan, kau akan mampu melihat, sesuatu dibalik sesuatu, tanda dibalik tanda.

Dirimu akan bebas! Bebas dari rasa bersalah, rasa ragu, rasa takut, rasa sedih, rasa malu, rasa benci, dan rasa tergantung.

Percayalah hanya kepada kebaikan. Penuhi pikiranmu hanya dengan persangkaan yang baik. Jaga perasaanmu untuk tetap baik. Maka lihatlah, hidupmu pun akan dipenuhi cahaya kebaikan. Cahaya cinta dan kasih.

Demikianlah jamus mantyasih telah selesai diajarkan. Laluilah tujuh gerbang secepat kilatan. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 57 Komentar

PENGALAMAN IKHLAS


Menoreh
Menoreh@Rocketmail.Com

Assalamu’alaikum Wr.Wb..Salam Buat Sesepuh&Anggota KWA Sudah Hampir 1 Bulan Ini Saya Terus Mengikuti Artikel2 Di KWA..Sungguh Banyak Keilmuan2 Yang Telah Dibabarkan,Di Ijazahkan Di KWA Yang Menambah Wawasan Bagi Saya..Memang Sudah Selayaknya Kita Mempunyai Wadah Seperti Di KWA Ini.. Hati Saya Tergerak Untuk Berbagi Pengalaman,Wacana Di KWA Ini,Sebelumnya Saya Mohon Maaf Apabila Tulisan Saya Mungkin Kurang Berkenan..

Suatu Ketika Saya Membaca Sebuah Comment Yang Isinya “Saya Sudah Mencoba Mengamalkan Tapi Belum Jadi?” Dan Mungkin Banyak Pertanyaan2 Yang Senada Dengan Itu..Kenapa Si Kok Tidak Berhasil? Disini Saya Akan Menceritakan Pengalaman2 Saya(Tanpa Bermaksud Ujub),Yang Sedikit Banyak Sudah Saya Ceritakan Di Posting Pengalaman Mistis..
Banyak Dari Kita Mengamalkan Dzikir,Mantra2,Ajian2 Hanya Untuk Mengejar Hikmah Semata,Dengan Amalan Ini Kita Akan Bisa Begini&Begini Dll..

Dulu Sayapun Begitu,Saya Ingin Punya Kemampuan Ini Dan Ini,Bisa Begini,Bisa Begitu,Tapi Apa Yang Saya Dapatkan?Semakin Dikejar Semakin Menjauh,Semakin Bertambah Besar Keinginan Semakin Dalam Kekecewaan Yang Di Dapat..

Sampai Pada Puncakya Saya Berkata Dalam Hati “Persetan Dengan Ilmu2!Saya Dzikir Yang Penting Dzikir Titik!”Tapi Di Titik Itulah Perubahan Terjadi,Saya Mulai Mendapatkan Hikmah Atas Dzikir Saya,Saya Mulai Bisa Melihat Alam Gaib,Awal Hikmah Yang Saya Dapatkan..
Ketika Saya Bertanya Pada Guru,Beliau Hanya Tersenyum Sambil Berkata “Nak,Itulah Ikhlas..Kata Yang Teramat Mudah Dikatakan Tetapi Amat Sangat Sulit Diterapkan..Itulah Buah Yang Yang Kamu Dapatkan,Terawangan Itu Hanyalah Bunganya Nak..1 Pelajaran Yang Sudah Kamu Dapatkan,Yaitu Keikhlasan..”Waktu Itu Saya Begitu Takjub Dengan Perkataan Beliau,Begitu Indah,Begitu Berharga Pelajaran Yang Sudah Saya Dapatkan..
Pada Lain Waktu Guru Kedatangan Tamu Untuk Meminta Tolong Yang Mana Bapaknya(Yang Seorang Pejabat)Kena Guna2 Hingga Lumpuh Dalam Hitungan 2 Hari.
Gurupun Menyuruh Saya Untuk Berangkat Ketempat Orang Yang Sakit Tersebut,Dalam Hati Saya Bertanya2 Kok Saya Yang Berangkat Pdhal Hikmah Yang Saya Dapatkan Baru Bsa Melihat Alam Gaib?Sebelum Berangkat Saya Dipanggil Guru Ke Musholanya,Beliau Berkata “Nak,Berangkatlah Kamu Kesana,Tapi Ingat Kalau Kamu Mengandalkan Keilmuan Kamu,Kamu Mengandalkan Dzikir Kamu,Saya Pastikan 99,9% Kamu Akan Mati,Tapi Kamu Harus Berangkat,Dan Ingat,Sekali2 Saya Tidak Akan Menolong Kamu,Kalau Kamu Tidak Mau Berangkat,Saya Yang Akan Membunuh Kamu!”Bagai Disambar Petir Mendengar Perkataan Guru,Berbagai Perasaan Campur Aduk Jadi Satu,Dalam Hati Saya Berkata “Guru Kok Kejam Sekali,Menyesal Saya Berada Disini,Menyesal Saya Telah Berguru Padanya”Dengan Perasaan Bercampur Aduk Terpaksa Saya Berangkat..
Ditempat Orang Yang Sakit Hanya Kebingungan2 Yang Saya Rasakan,Bingung Dengan Pertanyaan2 Kluarga Yang Sakit Dan Lain Sebagainya..
Hari Pertama Dan Kedua Tidak Terjadi Apa2 Dengan Diri Saya,Disitu Saya Hanya Berdzikir Minta Pertolongan Pada Alloh..Pada Hari Ketiga Saat Saya Sholat Dzuhur,Saya Merasa Dibelakang Saya Ada Sesuatu Yang Mengamati,Dan Benarlah Begitu Saya Selesai Sholat Saya Melihat Mahluk Yang Besarnya Luar Biasa(Saya Hanya Sejempol Kakinya)Memandang Saya Dengan Marah,Tiba2 Mahluk Itu Menggenggam Tubuh Saya,Saya Tidak Bisa Bernafas,Sakit Seluruh Badan..Saya Amat Sangat Begitu Takut,Takut Yang Luar Biasa,Apakah Saya Akan Mati??Saya Mencoba Menerapkan Dzikir Tapi Mahluk Itu Tertawa Dan Berkata “Apa Yang Kamu Baca Sudah Aku Amalkan Ratusan Tahun,Percuma!”Gelap Pikir Dan Hati Saya Mendengar Perkataan Mahluk Itu,,Apa Yang Harus Saya Perbuat??Kenapa Guru Tidak Menolong Saya??Kenapa Guru Mengingingkan Saya Mati??Berbagai Pertanyaan Muncul Dihati Saya..

Sampai Pada Titik Klimak Ketakutan Saya Saya Saya Bersumpah Serapah “Ba***At,An**Ng!Bunuh Aku2!Namanya Orang Pasti Mati,Mau Mati Sekarang Atau Besok Sama Saja,Cepat Bunuh!” Tapi Anehnya Mahluk Itu Melepaskan Saya Dan Menjauh,Dari Wajahnya Terpancar Ketakutan,Benar2 Aneh..Sayapun Merenung Kenapa Bisa Terjadi..Saya Sudah Tidak Takut Pada Mahluk Itu,Saya Tidak Takut Mati..Sayapun Menemukan Pencerahan,Inilah Yang Ditakutjkan Mahluk Itu,Ketika Ketakutan2 Saya Hilang Berganti Pasrah Pada Yang Kuasa,Hidupku Ku Pasrahkan Pada Alloh Semata,Terserah Alloh Mau Mengambilku Kapan Saja Saya Pasrah,Itulah Kuncinya..
Saya Mencoba Membaca Basmallah Dengan Komposisi Batin Pasrah,Lepas Semua Ke Egoan Diri,Dan Apa Yang Terjadi?Tiba2 Mahluk Itu Lebur Menjadi Abu.
Saya Masih Tertegun Dengan Kejadian Tadi Sampai Kluarga Yang Sakit Memanggil Saya,Mereka Berkata Bapak Sembuh Dengan Tiba2.Subhanallooh…Hanya Itu Yang Terucap Dibibir Saya..

Hari Itu Juga Saya Pulang Ketempat Guru,Sampai Disana Guru Kembali Tersenyum “Bgmna Nak?Apakah Kamu Mati?”Kembali Saya Ceritakan Kejadian2 Kpda Guru,Beliau Berkata”1 Lagi Buah Yang Kamu Dapatkan Nak,Pasrah..Hanya Itulah Yang Kita Bisa,Kita Pasrahkan Hidup Kita Pada Yang Memberi Hidup,Dan 1 Lagi Yaitu Penghambaan..Lepaskan Ke Egoan Kita Karena Kita Sejatinya Tidak Mempunyai Daya Apa2”
Pada Lain Waktu Guru Kedatangan Tamu Lagi Guru Kedatangan Tamu Yang Mau Mencalonkan Diri Sebagai Kades,Mereka Minta Tolong Didoakan Supaya Jadi.Guru Beujar “Saya Doakan Pak,Tapi Ada Satu Syarat,Saya Minta Pada Bapak Uang Sebesar 3 Juta,Saya Jamin Jadi,Kalau Tidak Jadi Biarlah Rumah,Kebun Dan Kolam Saya Ini Untuk Bapak”Tentu Saja Orang Itu Gembira Sekali Dan Yakin Akan Berhasil..Mendengar Perkataan Guru Dalam Hati Saya Berkata “Guru Kok Berani Begitu,Padahal Hanya Alloh Yang Menentukan”.Setelah Tamu Itu Pulang Dengan Mmberikan Syarat Yang Diajukan Guru,Gurupun Memanggil Saya Untuk Berbincang..”Nak,Dimeja Ada Uang 3 Juta,Besar Bukan Jumlahnya?Uang Itu Milik Kamu Nak,Peganglah..”Saya Terkejut,Uang Sebesar Itu Milik Saya??(Kondisi Saya Waktu Itu Sedang Susah,Untuk Sekedar Beli Rokok Kdang Ga Mampu)Saya Pegang Uang Itu,Beliau Berkata Lagi “Hitunglah..Banyak Bukan?Itu Uang Kamu Nak,Besok Kamu Ketempat Orang Tadi,Kamu Yang Berangkat..Sekali Klagi Itu Uang Kamu,Tapi Ingat Nak,Kalau Kamu Memikirkan Uang Itu,Apalagi Berencana Mau Beli Ini Beli Itu Maka Orang Tadi Akan Kalah Dalam Pemilihan Dan Rumahku Beserta Kebun,Kolam Akan Mnjdi Mlik Orang Itu..Tapi Lihatlah,Itu Uang,Dan Itu Milik Kamu,Kamu Bisa Beli Yang Kamu Inginkan Dari Uang Itu..”Saya Kembali Terkejut Mendengar Perkataan Guru Lagi..Disaat Saya Sedang Kekurangan,Guru Menyodorkan Uang Yang Begitu Banyak,Tapi Saya Tidak Boleh Memikirkan Uang Itu..Semalaman Guru Mengulang Ulang Perkataanya,Saya Betul2 Pusing,Bagaimana Saya Menyikapinya?..
Keesokan Harinya Saya Ketempat Yang Punya Hajat,Kembali Lagi Terjadi Pergolakan Batin Yang Menurut Saya Lebih Dasyat..Jangan Sampai Uang 3 Juta Itu Terlintas Dipikiran Saya..Ditempat Hajat Saya Hanya Bisa Berdzikir Dan Berdzikir,.Saya Sudah Tidak Ingat Lagi Dengan Hajat Orang Tersebut,Mau Menang,Kalah Sudah Tak Terpikirkan,Begitupun Dengan Uang 3 Juta Trsbut,Yang Hanya Dipikiran Saya Berdzikir Mohon Pertolongan Pada Sang Kuasa Mohon Dihilangkan Pikiran2 Tentang Uang..

Saya Tersadar Dari Dzikir Ketika Mendengar Ramai2 Dan Tangisan.Sayapun Kluar Kamar Menanyakan Apa Yang Terjadi,Ternyata Orang Itu Menang Dalam Pemilihan…Innalilahi Wa Inna Ilaihi Ro’jiun..Kalimat Itu Yang Terucap Dari Bibir Saya..

Guru Menyambutku Dengan Senyumanya Yang Khas..”Bagaimana Jihadmu?Berat Bukan Jihad Melawan Diri Sendiri?”Saya Hanya Bisa Tersenyum Lemas Ditengah Energi Saya Yang Trkuras Habis..”Nak,Kamu Mendapatkan Buah Kehidupan Lagi,Hakekat Permohonan Itu Ketika Kamu Sudah Lupa Dengan Apa Yang Kamu Mohonkan,Disitulah Alloh Berfirman Kun Fayakun..Dan Satu Lagi Kamu Sudah Berlatih Uang Itu Dalam Genggamanmu,Bukan Uang Dalam Hatimu..Pertahankan Akan Hal Itu..”

Begitulah Guru Mendidik Saya..Bukan Bunga Yang Guru Ajarkan Tapi Buah Yang Harus Saya Cari..Bunga Hanya Terlihat Indah Dipandang,Itupun Hanya Sesaat Setelah Itu Rontok,Tapi Buah Akan Menjadikan Energi Bagi Tubuh Kita..Bunga Akan Muncul Dalam Musim2 Tertentu Kemudian Rontok,Begitu Juga Dangan Hikmah,Akan Muncul Pada Saat Kita Membutuhkan..
Banyak Kejadian2 Aneh Dalam Hidup Saya,Yang Memberikan Pencerahan2 Bagi Saya..
Pernah Sebelum Gempa Jogja,Kakak Sahabat Saya Sore Hari Kedatangan Saya Yang Mengatakan Suruh Meninggalkan Rumah.Krena Akan Ada Bencana,Pagi Harinya Gempa Terjadi Dan Meratakan Rumahnya,Ketika Saya Bertemu Ditempat Sahabat Saya Dia Terkejut,Sambil Berkata “Mas Ini Yang Ngasih Tau”Padahal Saya Blm Pernah Bertemu Dengan Kakak Sahabat Saya,Apalagi Tau Rumahnya,Kejadian Itu Terjadi Berulangkali Pada Orang Yang Berbeda,Kejadianyapun Semua Di Siang Hari,Pernah Juga Saya Kedatangan Orang Yang Mengaku Pembunuh Bayaran,Punya Banyak Ilmu Dll,Dia Menantang Saya Adu Ilmu..Tiba2 Minuman Teh Yang Disuguhkan Tersenggol Dan Tumpah,Ajaibnya Air Itu Mnjdi Api,Kurang Percaya Orang Itu Menyalakan Korek Untuk Membakar Air Teh Yang Masih Tersisa Digelas,Kembali Lagi Menyala,Seperti Bensin Kena Api,Akhirnya Orang Itu Meminta Maaf Dan Alhamdulillah Tobat Sampai Sekarang,Dalam Pikiran Dia Saya Bisa Menjadikan Air Mnjdi Api,Jngan2 Kalau Dia Mandi Airnya Akan Dirubah,Hehehehe(Padahal Saya Sendiripun Heran Bisa Begitu) Dan Masih Banyak Lagi Kejadian2 Aneh.. Kembali Saya Teringat Perkataan Guru,Itulah Bunga..Yang Muncul Tidak Pada Setiap Musim..Itulah Hikmah Yang Akan Muncul Pada Kondisi2 Tertentu,Kita Tidak Memilikinya,Kita Tidak Bisa Menghadirkanya,Hanya Dengan Ijin Alloh Hikmah Itu Datang Tanpa Kita Pinta..

Mohon Maaf Apabila Postingan Saya Terlalu Panjang,Mohon Maaf Apabila Ini Menjadi Beda Pendapat..Prinsip Saya Keberagaman Akan Menjadikan Lebih Indah.. Wa’alaikumsalam Wr.Wb @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 140 Komentar

LIPUTAN GATHERING KWA SOLORAYA: PENGOBATAN ALTERNATIF


Bajul Kesupen bajul.kesupen813@gmail.com

Pada tanggal 5 Maret 2011 kami bolowongalus Soloraya mengadakan acara gathering dengan menyelenggarakan pengobatan alternatif di Rumah (alm.) Bpk. Sriyono d/a Ds. Plumutan RT 01 / V, Dukuh, Pengging, Banyudono, Boyolali. Sebelum acara dimulai semua panitia berdo’a yang dipimpin oleh Ki Rizang Mukti meminta pada Tuhan YME agar Acara yang kami selenggarakan lancar tidak ada halangan suatu apapun. Acara kita mulai jam 10.00 WIB, dengan MC. Kang Sugeng Riyadi, Acara di buka dengan bacaan basmalah bagi bolowongalus yang beragama islam dan untuk bolowongalus non islam menyesuaikan sesuai dengan keyakinannya, setelah acara di buka lalu sambutan oleh Ketua Panitia mas Gus Widodo lalu sambutan oleh Ki Rizang Mukti dan yang terakhir Sambutan oleh Bapak Kepala Desa Dukuh. Lalu dilanjutkan dengan Pengobatan untuk warga sekitar yang kurang lebih sebanyak 31 warga yang dikoordinasi oleh Ki Rizang Mukti dan Ki Cipto Husodo. Bolowongalus banyak juga yang turut serta membantu pengobatan. Acara pengobatan bagi warga sekitar s/d jam 12.00 WIB lalu kita Istirahat dan sholat bagi bolowongalus yang beragama islam. Pukul 13.00 WIB acara kami lanjutkan dengan pengukuhan dan pembahasan tentang Bolowongalus Soloraya dalam pembahasan ini dicapai kesepakatan :
Acara kumpul bareng untuk bolowongalus Soloraya diadakan maksimal 2 bulan sekali dengan tempat bergilir.
Untuk pertemuan bulan Mei di Kranganyar di Rumah Ki Cahyo

lalu dilanjutkan dengan pengijazahan oleh Ki Cipto Husodo setelah Pengijazahan Ki Cipto Husodo selesai dilanjutkan Pengijazahan oleh Ki Rizang Mukti. Pengijazahan Ki Rizang selesai kurang lebih pukul 15.00 WIB dilanjutkan dengan pengobatan untuk bolowongalus yang hadir. Pukul 17.00 WIB, bolowongalus Semarang rawuh dengan Sang Pemimpin Mbah Jambrong dan sekalian kami minta untuk menutup acara. Demikian hasil acara Gathering Soloraya…..Nuwun

hasil rapat kwa gatherring solo raya
1. Peserta kwa yang hadir kurang lebih 37 orang, terdiri dari anggota dari berbagai daerah
2. Peserta yang berobat kurang lebih 31 orang yang didominasi warga plumutan pengging
3. Pengijazahan kundalini reiki oleh ki risang mukti

Nama pasien yang mendaftar pada acara gathering soloraya.

Sri hadi
Bu diro
Putri
Ika
Mulyatinoyo
Sarwanto
Sri hani m
Roso pawiro
Yulianti
Tri mulyani
Pak mulyotinoyo
Pak yotopawiro
Suyati
Supardi
Muh sugiman
Sukarjo
Munarik
Sri widayati
Muh rihan

Kustrini
Sintawati
Hadi suwarno
Tariyem
Handriyani
Rajiman
Sarji
Supini
Seni sriyanti
Lurah pengging : bapak mugyo harjo

ANGGOTA KWA SOLORAYA

NO. NAMA NICK NAME ALAMAT NO.HP
1. Sugeng Riyadi Kang Sugeng Gemolong,Sragen 085293876620
2. Ahmad Dhuha Fathir Kutarejo,Sragen 088216290391
3. Narto Ki Risang Mukti Gemolong,Sragen 085867111219
4. Sucipto Wahono Ki Cipto Husodo Ungaran,Semarang 081575071646
5. Yudhi Ki Diwantoro Klaten 08561741839
6. Alwan Aryo Pabelan Kartosuro 085842060999
7. Setyo Budi Setyo Wedi, Klaten 085642170850
8. Sebdiyan Aryanto Asep Karang tengah, demak 081327727316
9. Wawan Agus. s Wawan A.s Sragen 085725161088
10. Agung Kriswnto Putro segoro Jl. Paris km 22 083866892312
11. Hafidz Apit Sukoharjo 085647335124
12. Wahyu Bajul Kesupen Boyolali 085725534448
13. Jadullah Keblondrok Asmoro Jogja
14. Cahyo Gus Cahyo Karanganyar 08122646637
15. Widodo Gus Widodo Boyolali 085647566466
16. Agus Tanto Wonogiri 08122646637
17. M. Syamsul Hadi Ruh Muhamma adi Wonogiri 085728280278
18. Sartono Sartono Jenar Sragen 081329993338
19. Kyai Jadullah Komani Jogja
20. Jadullah 10 Magelang
21. Bejo Sugiyarto Bejo Baki,skm
22. Supriyadi Darmo Boyolali
23. Anton Budiarjo Kawulo Alit Kudus 085876213806
24. Jadullah 1 Mas Slamet Bagus Jogja
25. Edi Memedi Semarang 08585550822
26. Ari Tingkir Ari tingkir Salatiga 081326643932
27. Ikrar g Semarang 08995905071
28. Yuli E Kuduz 083862722223
29. Iwan Iwan cawas 085643557839
30. Bang Krisna Jambrong Semarang 08157736941
31. Chumaidi Semarang 081575433701
32. Ali. s Semarang 0811280290
33. Musran Semarang 02470221416
34. Yanto Semarang 74099858
35. Ki Boyo Semarang
36. Ki Bleduk Kuwu Semarang
37. Joko Warseno Kawulaning Gusti Boyolali

Susunan Acara Persiapan Pembentukan Pengurus KWA SOLORAYA
Pembukaan ——- dilakukan oleh Pranoto Adicoro
Sambutan
Anggota KWA Boyolali selaku Tuan Rumah
Sesepuh KWA Mas Rizang
Inti Acara ———– Persiapan Pembentukan Pengurus KWA SOLORAYA —– oleh Pranoto Adicoro
Menentukan Hari, Tanggal, Tempat pelaksanaan Pembentukan Pengurus KWA SOLORAYA
Penentuan Team Koordinasi disetiap Kota
Jika memungkinkan ditentukan Kandidat Calon Ketua KWA SOLORAYA
Penutup

RANCANGAN TATA TERTIB ANGGOTA KWA
Setiap Anggota harus saling menghormati dan menghargai keyakinan yang dianut masing-masing anggota.
Setiap Anggota wajib membantu sedulur-sedulur yang membutuhkan bantuan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Setiap Anggota harus berlaku sopan Dalam memberikan comen di BLOG KWA.
Jika ada hal-hal yang dianggap mengganggu silahkan melaporkan hal tersebut pada sesepuh atau pengurus KWA SOLORAYA
Jika anggota melanggar Tata Tertib maka akan diberi peringatan secara lisan, tertulis oleh sesepuh dan pengurus KWA SOLORAYA dan jika sudah sampai 3 kali pelanggaran maka akan dihapus dari keanggotaan

KWA SOLORAYA
Salam Sungkem dan Paseduluran dateng poro Sesepuh dan Bolo wOnga Alus. Puji Syukur kami hanturkan pada Tuhan YME karena telah diberi anugrah sehingga KWA SOLORYA dapat kami bentuk pada tanggal 5 Februari 2011 walaupun undangan hanya lewat sms dan maaf kami tidak posting rencana acara tersebut dikarenakan kendala tempat yang kecil sehingga yang kami undang hanya perwakilan dari setiap kota yang ada di wilayah SOLORAYA, dalam acara kumpul-kumpul kami telah sepakat :
Membentuk TEAM KOORDINATOR yang terbagi :
Bajul Kesupen ( 085725534448 ), Team Koordinator untuk wilayah Surakarta dan Boyolali
Sugeng Riyadi (, Team Koordinator untuk wilayah Sragen dan Karanganyar
Gus Widodo ( 085647566466 ) dan Seno ( 085789108008 ),

Team Koordinator untuk wilayah Klaten, Sukoharjo, Wonogiri

Jika ada sedulur diwilayah SOLORAYA mempunyai ide, kritik, saran silahkan sampaikan pada koordinator diwilayah sedulur-sedulur

GATHERING KWA SOLORAYA

KWA SOLORAYA mengadakan GATHERING pada :

Hari / Tanggal : 5 Maret 2011
Jam : 08.00 s/d 16.00
Tempat : RUMAH (ALM. ) BAPAK SRIYONO d/a DUKUH PULUMUTAN RT 05 RW I, BANYUDONO, BOYOLALI ( dekat dengan UMBUL PENGGING BOYOLALI),

adapun Susunan panitia
Ketua : GUS WIDODO
Wakil Ketua : SENO
Sekretaris : HAFIT
Bendahara : SUGENG RIYADI
Humas : – MUHAMMAD ALI
SOPHIAN
DANANG

Pendaftaran peserta lewat SMS KE NOMER 087835119060 paling lambat tanggal 3 Maret 2011

Adapun Susunan Acara :
Pembukaan

Sambutan oleh Ki Rizang selaku Sesepuh KWA SOLORAYA
Pengijazahan Pembangkitan Kundalini oleh Ki Rizang Mukti
Pengobatan dan Konsultasi Masal
Penutup @@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 26 Komentar