Daily Archives: 27 April 2011

ASMAK NAKABAN


Wongalus

Pesan dari seorang sesepuh: Kalau Anda berjodoh, biarlah ASMAK NAKABAN sendiri yang mendatangi anda secara goib dan mengijazahi Anda…

Bismillahirrohmanirrohim

INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH

ALLAHUMMA SUKMABALHUM FI SYAKIAL ABUN FARTAQIB INNAHUM MURTAQIBUN

WALLAHU MIN WARO’IHIM MUHID BALHUWA QURANIMMAJIB FI LAUHILMAHFUDZ

WA INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN AN YAQULA LAHU KUN FAYAKUN

DIBACA 313 X SELAMA 3-7 HARI

@@@

Categories: ASMAK NAKABAN | 336 Komentar

ASMAK KHIDIR


Kami mendapatkan pengijazahan Asmak Khidir tingkat 1 s/d 5 ini pada saat Idul Adha 2010 yang lalu. Menurut informasi dari beberapa sesepuh, asmak yang sebenarnya ada 8 tingkat ini berenergi berlipat-lipat di atas RDR. Asmak Khidir, menurut info tersebut, juga bisa untuk mencabut RDR/ASR yang dimiliki seseorang. Wallahu’alam dan saya tidak tahu. Saya share untuk sedulur KWA sebagai wacana dan informasi karena mohon maaf saya tidak berhak memberi ijazahan.

TINGKAT 1. “INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA WA BALYAKHAN BALYAKHIN BARNABAL BARNABIL QUWWAH, BI IDZNILLAH BI LAA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH”.

TINGKAT 2. “INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA WA MALKHAN MALKHIN MAYAKHAL MAYAKHIL QUWWAH , BI IDZNILLAH BI LAA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH”.

TINGKAT 3. ” INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA JABALAL JABALIL KAF KAF QUWWAH, BI IDZNILLAH BI LAA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH”.

TINGKAT 4. ” INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA BARNAKIL 2X BARNULUHUM 2X QUWWAH, BI IDZNILLAH BI LAA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH”.

TINGKAT 5. ” INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA KUN BALYAKHAN KUN BALYAKHIN KUN QUWWATA KUN QUWWATI, BI IDZNILLAH BI LAA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH”.

Masing-masing 1000 x tiap tingkat selama 7 hari.

@wongalus,2010

Categories: ASMAK KHIDIR | 170 Komentar

BENTENG ANTI TEMBUS ENERGI NEGATIF


Wongalus

Berikut ini wirid mendapatkan benteng perlindungan kepada Allah SWT dari semua hal yang negatif (santet, tenung, pelet, perampokan, penipuan, dan lain-lain) yang mencelakakan kita dan menggantinya dengan kedatangan energi positif (rezeki, cinta kasih, aman dll).

Bagus pula untuk pencegahan dan pengobatan energi negatif. Dibaca dengan ikhlas dan istiqomah. Tidak ada bilangan jumlah, yang penting khusyuk, tawadu’ dan dalam perbuatan/pengamalan sehari hari senantiasa berbuat kebajikan…

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

A’UUDZU BIKALIMATILLAAHITTAMMAATILLATII
LAA YUJAAWIZUHUNNA BIRRUW-
WA LAA FAAJIRUM-MIN SYARRI MA KHOLAQ,
WA DZARO-A WA BARO-A,
WA MIN SYARRI MAA YANZILU MINAS-SAMAA’,
WA MIN SYARRI MAA YA’RUJU FIIHA,
WA MIN SYARRI MA DZARO-A FIL ARDH,
WA MIN SYARRI MA YAKHRUJU MINHAA
WA MIN SYARRI FITANILLAILI WANNAHAAR,
WA MIN SYARRI KULLI THOORIQIN ILLA THOORIQOY-YATHRUQU BIKHOIR
YA ROHMAN

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat
dari kejahatan apa yang Dia Ciptakan, Dia tanamkan dan Dia adakan
dari kejahatan yang turun dari langit
dari kejahatan yang naik ke langit
dari kejahatan yang ditanamkan ke bumi
dari kejahatan yang keluar dari bumi
dari kejahatan fitnah malam dan siang,
dari kejahatan setiap yang datang
kecuali yang datang membawa kebaikan Wahai yang Maha Pemurah”

Selamat mengamalkan. Semoga kita semua senantiasa selamat, bahagia dan sejahtera lahir dan batin. Amin. Nuwun…

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 80 Komentar

TEJAMANTRI


Muhammad Zainur Rakhman
hammadzn@gmail.com

Namaku Tejamantri. Mulai detik ini, aku akan menemanimu, menjadi sahabat setiamu; aku akan ngobrol denganmu. Jangan cari aku kemana-mana, karena aku disini. Di dalam tulisan ini. Aku mewujud ketika kau membacaku. Hidupkan aku di dalam imajensimu sebagai sosok yang kau senangi. Laki-laki? Ya, bolehlah. Tampan? Em, sebut saja kharismatis yang menyejukkan. Kau tersenyum? Hei.. tak apa, senyum menyelesaikan Sembilan puluh Sembilan persen persoalan, satu persen sisanya dengan bertindak mengikuti suara hati. Wuih, suara hati. Sudah sering kau dengar yah? Kau mau kita mengobrol tentang suara hati? Baiklah.. mulai dari mana? Tentu saja, dari suara.

Suara. Aku cenderung membedakan suara dengan bunyi. Kecenderunganku tuh hampir mendekati kepastian. Begini, suara memang pada dasarnya bunyi. Bunyi-bunyian merupakan hasil dari getaran atau benturan sesuatu dengan sesuatu. Contohnya, bunyi gamelan, itu tercipta dari benturan antara perangkat dengan pemukulnya. Aku ga ngerti istilahnya. Yang pasti bunyi tu lebih dekat kepada nada-nada daripada suara yang lebih dekat kepada makna. Kalau aku katakan makna, itu artinya memiliki maksud komunikatif. Tepatnya, bahasa. Ya, suara menawarkan bahasa. Suara menawarkan sesuatu untuk dimengerti, dimaknai, dan dikaji. Meskipun berasal dari getaran sesuatu, suara memiliki getaran yang cukup bisa dikatakan tetap, meskipun berulang-ulang. Jadi, semakin kau mendengarnya, semakin kau memahaminya.

Lalu, hati. Aku bisa katakan perasaan. Tapi sebenarnya lebih luas dari itu. Kalau aku mengatakan hati, itu artinya ya mencakup pikiran, kehendak, perasaan, dan semua kualitas dari sesuatu yang namanya jiwa. Jadi ga cuma perasaan tok sebenarnya. Soal rasa memang kita ga bisa bohong, lho..apa maksudnya. Maksudnya selera. Nah, selera juga merupakan kualitas dari jiwa. Kecenderungan pada sesuatu melebihi sesuatu yang lain. Kalau disertai ketekunan, namanya hobi. Bermacam-macam bukan? Itulah hati. Makanya, suara hati juga bermacam-macam? Secara kenyataan teknis memang demikian. Makanya, kau kadang bingung, kacau, tidak seimbang, dan melakukan sesuatu yang sebenarnya ga pengen kau lakukan. Saking banyaknya suara-suara itu, kayak motor bising. Namun, sebenarnya secara istilah, suara hati hanya satu.

Tadi, kita udah ngobrolin tentang suara. Suara itu berasal dari getaran. Kalau kau lagi kacau, itu bisa diibaratkan banyak terjadi getaran yang gak menentu. Berulang-ulang tapi ga sama. Makanya jadi suaranya macam-macam. Yang aku maksud dengan suara hati itu cuma satu. Berulang dan tetap. Semakin kau mendengarnya, semakin kau memahaminya.

Yang namanya suara hati kadang diidentikkan dengan suara Tuhan. Atau paling ga malaikat. Secara ilmu memang demikian. Ce ile, ilmu. Makanya, pasti satu. Dan pasti benar. Secara fisik, kita ga mungkin bisa ngelihat Tuhan, apalagi berhubungan dengan Nya. Gunung aja sampe hancur. Namun, kita bisa berhubungan dengan Tuhan melalui jiwa kita. Coba aja. Jiwa tuh ga bisa dikira-kira luasnya. Sebut saja, kualitas dari jiwa, misalnya imajenasi. Yang namanya orang bayangin sesuatu, apa aja pasti bisa. Bayangin jadi orang kaya, bayangin punya kekasih cantik, de el el, bisa banget. Ngayal? Iya, mengkhayal bisa apa aja. Khayalan juga merupakan kualitas jiwa. Cuma kalo khayalan tuh ga ada tujuannya. Kalau khayalannya semakin larut namanya melamun. Biasanya menyedihkan.

Kasihan deh kamu. Kau suka melamun? Tingkatkan lamunan menjadi imajenasi kreatif. Paling ga, tulis tuh lamunanmu di buku diary.

Jiwa-jiwa semuanya terhubung jadi satu. Mereka kayak tingkat-tingkat cahaya. Dari yang paling terang sampai yang samar-samar. Semuanya mengelilingi cahaya yang sangat terang. Cahaya di atas cahaya. Tuhan. Kenapa kau menyukai keindahan, kebenaran, kebaikan, tu karena kau memiliki percikan cahaya dari Tuhan. Semakin banyak kualitas-kualitas ketuhanan dalam dirimu, cahaya jiwamu juga semakin terang, dan semakin dekat dengan titik cahaya yang sangat terang. Tuhan.

Suara hati, adalah suara yang membuat hati kita semakin terang. Semakin nyaring suara hati, semakin terang jiwa kita. Akan lebih terang lagi kalau kita bertindak mengikutinya. Keseluruhan suara hati itulah yang aku sebut panggilan jiwa. Yang dalam arti sebenarnya merupakan panggilan Tuhan. Dengan bertindak mengikuti suara hati, dan dengan hidup memenuhi panggilan jiwa, itu berarti kau sedang berlari menuju Tuhan. Sehingga, mau tidak mau, jiwamu secara otomatis akan diliputi oleh keindahan, kebaikan, kebenaran, dan cinta kasih. Maka hidupmu akan dipenuhi dengan cinta dan hanya cinta. Cinta tu gabungan kualitas keindahan, kebenaran, dan kebaikan yang lebur menjadi satu dan bergetar dengan hebat. Semangat ga tuh?

Lantas gimana mengenal suara hati? Tadi kukatakan, suara hati tu cuma satu. Dan suara itu muncul dari getaran. Untuk memunculkan suara hati, kau hanya perlu mengumpulkan getaran pada satu titik. Konsentrasi. Yah, konsentrasi, itulah kuncinya. Bahasa arabnya, khusyuk. Untuk bisa konsentrasi, segalanya harus tenang. Nah ketenangan itu datang dengan memelihara kejernihan jiwa, kelembutannya, dan kepasrahannya, atau kosong. Perlu latihan? Tentu saja. Sangat perlu. Latihannya gampang. Shalat.

Shalat yang diusahakan kekhusyukannya akan mengantarkanmu mengenal suara hati. Tentang shalat, bisa deh kau belajar pada ahlinya; ustadz, kyai, atau ulama disekitar tempat tinggalmu. Aku cuma nunjukin aja. Bisa ga si pake cara lain? Secara teori bisa aja si, tapi secara praktek cuma shalat yang bisa. Kalau kau cuma melatih daya konsentrasi, yah.. banyak yang menyebutnya kekuatan pikiran atau kekuatan mental, sebenarnya beda banget dengan konsentrasi yang aku maksudkan. Konsentrasi yang aku maksudkan adalah konsentrasi jiwa, bukan hanya salah satu bagian dari jiwa. Kalau kau melatih konsentrasi pada salah satu kualitas jiwa (misalnya mental), kau hanya akan membuatnya dominan, dan mengubur kualitas yang lain, pada hakekatnya hal itu bisa merusak jiwa. Jiwa ga akan bercahaya, namun akan semakin samar, dan menuju kegelapan dengan cepat. Tandanya apa? Ga akan ada kedamaian dan ketenangan. Orang yang ngeliat, ga akan merasakan kesejukan, yang ada malahan kesan angkuh dan merasa hebat. Maksudku secara teori, ya mungkin saja dengan kehendak dari Tuhan, tapi itu ga bisa diusahain, itu anugrah yang ga bisa diminta. Jadi cuma shalat yang bisa. Met belajar yah…

Sebelumnya kan aku bilang, kalau bertindak mengikuti suara hati tu satu persen setelah Sembilan puluh Sembilan persennya pake senyum. Senyum itu, sebagai prasyarat, bahwa hatimu siap untuk menjadi jernih, lembut, pasrah dan akhirnya bisa tenang, dan kau akan mudah mengenal suara hatimu yang sejati. Coba deh senyum. Tuh kan, senyum itu artinya kita berdamai dengan diri kita, berdamai dengan keadaan, berdamai dengan hal-hal yang ga bisa kita jangkau. Makanya, kalau mau shalat, harus senyum dulu, ga boleh marah. Nah, itulah kenapa, syarat sahnya shalat dengan wudhu lebih dulu. Membasuh muka, tangan, sebagian kepala, dan kaki dengan air. Biar kita bisa merasakan kesegaran air itu dan nantinya segala macam api yang berkobar, berupa keluh kesah, amarah, sedih, rasa bersalah, kecewa, merasa tersisih, enggan, kelesuan, patah harapan, ga semangat, malas, de es be bisa padam dan mengalir bersama tetesan air wudhu yang jatuh ke tanah. Senyum yah …

O ya, mau ngobrolin senyum? Oke..

Senyum aku katakan hal yang mudah, sekaligus susah kau lakukan. Kalau lagi marah, dipaksa senyum jadinya lucu..hi..hi.. memang seharusnya kau memaknai senyum dulu. Senyum aku katakan adalah berdamai. Berdamai dengan dirimu. Artinya, kau itu bukan manusia super. Diantara semua kelebihanmu, kau pasti punya kekurangan. Ya, kau harus menerima, harus berdamai dengan wajahmu yang mungkin ga terlalu tampan, otakmu yang pas-pasan, tinggi badan, postur tubuh ga semok, de es be… ya berdamai. Berdamailah, baru kau bisa mengubah keadaan. Berdamai dengan dirimu yang misalnya punya masalah kesehatan, cacat fisik, berdamailah. Berdamailah dan lihat, apa yang bisa kau lakukan.

Lalu, berdamai dengan keadaan. Yang namanya suasana, keadaan, kau ga bisa selalu ngontrol. Ada keadaan yang menyenangkan hatimu, ada dan pasti ada keadaan yang membuatmu kalang kabut. Berdamailah, dan lihat, apa yang bisa kau lakukan. Terlalu bangga dengan diri, membuatmu memiliki rasa malu yang berlebihan. Merasa memiliki akan menyebabkan kau banyak mengalami kehilangan. Berdirilah di atas ombak dengan kepala tegak, songsong angin dengan neraca yang seimbang, dan jangan bergantung kepada apapun yang kau tahu mereka sama denganmu. Hilangkan rasa bersalah, meskipun, aku tahu kau selalu ingin memperbaiki kesalahan, tapi yang pertama berdamailah, hilangkan perasan bersalah, dan kau akan mampu mengubah keadaan.

Yang terutama, berdamailah dengan orang lain. Artinya, jangan menuntut terlalu banyak kepada orang lain, yang kau tahu, mereka sama manusianya denganmu. Orang lain, kau tahu, meraka punya wajah yang beda, mereka mungkin berlainan tempat denganmu, berjumpa dengan orang-orang yang berbeda dengan yang kau jumpai, membaca buku yang mungkin tidak sama dengan yang kau baca. Sementara kau menonton serial drama komedi, mereka menonton film kartun. Mereka tentu punya hobi yang macam-macam, yang bisa jadi sama atau berbeda denganmu. Dan yang pasti mereka mewarisi gen dari orang tuanya yang bukan orang tuamu, sehingga berdamailah, berhentilah menuntut. Adakalanya kau bertemu dengan orang yang sangat pas denganmu, mau mengerti dirimu, menurut apa saja kehendakmu, dan slalu mempersembahkan yang terbaik untukmu, tapi tidak selalu bukan? Maka berdamailah, dan lihatlah apa yang bisa kau lakukan.

Dari uraian semua itu, maka senyum menjadi simbol perdamaian. Senyum ku katakan, seperti air yang mendinginkan api. Dengan selalu siap untuk tersenyum, kau akan mudah berdamai dengan apa saja. Sehingga Sembilan puluh Sembilan persen penyelesaian sudah kau kantongi, satu persen sisanya, kau sudah tahu bukan? Shalat yuk…! sudah wudhu kan?

Kau tahu? Aku sangat senang ngobrol denganmu. Sampai jumpa. Salam …

Sembilan Kaidah Keadaan

Bakda Mulud, 1432 H

“Yang dahulunya tiada, kemudian menjadi ada, selanjutnya tidak ada, adalah benar-benar tidak ada.”

“Yang dahulunya ada, kemudian tetap ada, dan selalu ada, adalah benar-benar ada.”

“Yang kemarin sudah pergi, yang esok masih misteri, yang benar-benar ada adalah saat ini.”

“Segala sesuatu ada saatnya, tidak ada yang harus dipercepat ataupun diperlambat.”

“Semakin diusahakan, semakin sulit dijangkau; semakin dibiarkan, semakin ia datang mendekat.”

“Tidak ada masalah; yang ada hanya keinginan kita untuk mengeluh.”

“Segala sesuatu berada dalam jangkauan tangan; akan tetapi kaki kita demikian senang bepergian.”

“Yang terpenting adalah kesadaran; bahwa kita tidak benar-benar ada; sehingga saat kita terjatuh, kita secepatnya paham, bahwa kita tidak benar-benar sakit.”

“Yang tidak ada bergantung sepenuhnya kepada yang ada; suka atau tidak suka.”

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 134 Komentar

ALBUM SILATURAHIM KWA II


Foto-Foto: Ki Ageng JJ

Categories: >DAPUR KWA | 31 Komentar

Sholawat Sayyidina Al-Faqihul Muqaddam Tsani


Al-Habib Abdurrahman As-seqaf

Pangeran Sukemilung

Assalamu’alaikum wr,wb….santri wong alus yang kami muliakan. Saya mendapat nasehat dari sahabat saya Gus Nurcholis Lamongan, Pengampuh Sanggar Nur Langit- untuk kembali menularkan suatu Ijazah yang secara syariat bisa bernilai ibadah. Dalam SMS beliau kepada saya, kembali beliau mengingatkan saya akan suatu bentuk bacaan wirid ( Amalan ) yang sangat luar biasa barokah dan bernilai sangat besar di sisi Allah SWT. Bacaan itu adalah sholawat ‘alan-Nabiyy SAW.

Secara kebetulan sebenarnya sudah terbersit niat untuk itu. Alhamdulillahnya…saya baru mendapatkan Ijazah sholawat miliknya Sayyidina Al-Faqihul Muqaddam Tsani Al-Habib Abdurrahman Asseqaf. Awalnya mendapat ijazah itu karena saya mendapat kesulitan ditempat kerja saya yang baru. Karena itulah suatu pagi sehabis dari kantor saya mampir ke Majelis dan bertemu dengan Ustadz Mgs. Abdul Hamid. Saya ceritakan kesulitan saya kepada beliau. Saat itu beliau hanya menceritakan beberapa faedah sholawat Nabi.Selepas itu beliau memberikan lembaran Ijazah yang berisikan bacaan sholawat. Yang mana sholawat itu adalah Ijazah dari Alm. Al-Habib Muhammad bin Muhsin Asseqaf. Beliau ini adalah salah satu tokoh Habaib di kota Palembang Darussalam. Dan ijazah sholawat itu didapat oleh Ust. Hamid sesaat sebelum Al-Mukarom mangkat.

Malamnya…saya berniat untuk mencoba mengamalkan ijzah itu sehubungan dengan Hajat saya.Selang beberapa hari kemudian….alhamdulillah saya mendapat orderan yang jumlahnya luar biasa.Dan di bulan itu nilai sales saya melampaui target dari perusahaan. Alhamdulillah….

Lucunya…awal bulan saya mendapat ujian dari Allah karena tidak bisa masuk kerja hamper 3 minggu. Kendala itu sudah saya sampaikan dikantor.Untuk sementara kantor bisa memahami kondisi saya.Ternyata sampai 3 minggu masalah saya belum selesai. Dari seorang teman saya mendapat info kalo kantor akan melakukan PHK terhadap saya. Cemas akan kondisi itu, malamnya saya coba kembali Riyadhoh sholawat.Besok paginya saya hubungi kantor…bicara langsung dengan pimpinan saya.Hasilnya….saya yang pegang kendali.Pimpinan yang tadinya keras sekali akhirnya bisa melunak terhadap saya.Bahkan sekarang saya sering sms an dengan bos saya dengan enjoy, kebetulan pimpinan saya adalah perempuan yang masih muda.Umurnya masih dibawah saya. Bahkan istri saya bilang kalo sms saya kesannya mesra sekali…hahahaha.

Apapun itu…hasil yang saya dapat merupakan barokah dari bacaan sholawat yang saya amalkan. Bukan untuk mencari sensasi negative. Dan semoga harapan saya, siapapun para ikhwan Wong Alus yang menyukai sholawat juga akan mendapatkan Makhroj yang memuaskan hati. Insya Allah.

Dan inilah sighot sholawat yang dimaksud :

Kaifiatu ‘Amal :

Laksanakan Sholat Hajat terlebih dahulu. Setelah itu sebelum memulai Riyadhoh…mulailah terlebih dahulu dengan adab-adabnya. Insya Allah akan menambah point bagi anda.

Tertib Fatehah Tawasul :

Al-fatehah….( niat )…Ilaa Hadrotin Nabiy Sayyidina Muhammad SAW wa Ilaa ruuhi Al-Imam Al-Faqihul Muqaddam Tsani Al-Habib Abdurrahman Asseqaf annallahu yataghossahu birrohmah wal maghfiroh wa khususon ilaa Ruhii Shohibul Ijazah Sayyidul Walid Al-Habib Muhammad bin Muhsin Asseqaf – Palembang wa syaikhina mursyidina murobbi ruuhina KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani. Bisirril fatehah…..

Sighot Sholawat :

Allahumma sholli wa sallim wa barik wa karim wa syarif wa adhiim, ‘alaa sayyidina wa maulana Muhammadin sholatan takuunu li kulli ‘usrin yusro wa li kulli hammin farojaan wa li kulli daa-in dawaa-an wa li kulli saqoomin syifaa-an wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa barik wa sallim. 10x / 300 x

Begitulah sholawat yang kami maksudkan. Jangan berpatokan kepada jumlah, semakin banyak maka semakin baik. Selain itu jagalah adabmu terhadap Rasulullah SAW, sambungkan hatimu dengan Baginda SAW. Munajat kepada Allah SWT minta syafaat Rasulullah SAW. Insya Allah akan terqabulkan semua doamu.

Ijazah ini saya persembahkan kepada seluruh Bolo wong alus tanpa kecuali khususnya kepada sahabat saya Muhammad 69 dan Gus Nurcholish Lamongan. Semoga persaudaraan ini semakin membuat kita menjadi lebih dekat dengan Allah SWT dan Baginda Rasul Sayyidina Muhammad SAW.

Akhirul kalam…sertakanlah kami didalam doa-doamu. Barakalloh….

=== Tammat Ijazah ===

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 96 Komentar

ALBUM SILATURAHIM KWA II


FOTO-FOTO: KI AGENG JEMBAR JUMANTORO dan GUS RAHMAN
Foto Foto lain menyusul.

Categories: >DAPUR KWA | 65 Komentar