KISAH HIKMAH


Semoga para sedulur di kwa bisa memperoleh manfaat atas kisah berikut ini ;

pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang,
berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel
di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang
pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya
hanya 2 helai sdh kusut yg satu utk penutup badan dan yang satunya utk
selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk
bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. Dia.., jika bersumpah demi
Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah
dipanggil masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu &
disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin dia utk memberi
syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan
surga tak ada yang ketinggalan karenanya.
Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Ia tak dikenal banyak orang dan juga
miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya
sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan
dan penghinaan lainnya… Ada seorang fuqoha’ negeri Kuffah, karena
ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak
berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu
dikembalikan lagi olehnya seraya berkata : “Aku khawatir, nanti
sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau
tidak dari membujuk pasti dari mencuri”.
Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili
kecuali hanya ibunya yang telah tua renta serta lumpuh. Hanya
penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya
sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang
diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama
Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan utk membantu tetangganya
yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.
Kesibukannya sbg penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan
buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa
di siang hari dan bermunajat di malam harinya.. Uwais al-Qarni telah
memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad
SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah,
Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya.
Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur.
Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati
Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera
memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya
kebenaran…Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke
Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung.
Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan
cara kehidupan Islam.
Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru
datang dari Madinah.Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan
kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum.
Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk
bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang
cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu
yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya. Hari berganti dan musim
berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk
bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya
dalam hati, kapankah ia dapat bertemu Nabinya dan memandang wajah
beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat
membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya
selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa.
Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi
hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi
menemui Nabi SAW di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa
terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan
Uwais, dan berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di
rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”.
Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa
menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan
kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.
Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju
Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman.
Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir,
bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan
begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari,
semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras
baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya.
Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi
SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah
sayyidatina ‘Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja
Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau
SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa
kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang
dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan
ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi, kapankah
beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang
sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,”
Engkau harus lekas pulang”.
Karena ketaatan kepada ibunya,pesan ibunya tersebut telah mengalahkan
suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW.
Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina ‘Aisyah
r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya
untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.
Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang
kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa
Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni
langit (sangat terkenal di langit).
Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, sayyidatina ‘Aisyah r.a.
dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah
r.a., memang benar ada yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali
ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak
dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.
Rosulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia
(Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di
tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau SAW, memandang
kepada sayyidina Ali k.w (karomallahu wajhah) dan sayyidina Umar r.a.
dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia,
mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan
penghuni bumi”..
Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga
kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan
ke Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda
Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera
mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama. Sejak
itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu
menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka.
Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya
yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan
kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan
mereka.
Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju
kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman,
segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan
menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan
bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di
perbatasan kota.
Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais
al-Qorni. Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a.
dan sayyidina Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang
melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab
salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan,
Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan
kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana
pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ..! Dia penghuni
langit.
Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ?
“Abdullah”, jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun
tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi
siapakah namamu yang sebenarnya ?” Uwais kemudian berkata: “Nama saya
Uwais al-Qorni”. Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu
Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut
bersama rombongan kafilah dagang saat itu.
Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan
mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah:
“Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”. Mendengar perkataan
Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon do’a (minta
di doakan) dan istighfar dari anda”.
Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat
kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar. Setelah itu
Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari
Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais
menolak dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon supaya hari ini
saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba
yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.
Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar
beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong oleh
Uwais , waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab
bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus
dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami
sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin
berat.
Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut
berbulu dipojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya.
Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan sholat di atas air. Betapa
terkejutnya kami melihat kejadian itu.
“Wahai waliyullah,” Tolonglah kami !” tetapi lelaki itu tidak menoleh.
Lalu kami berseru lagi,” Demi Zat yang telah memberimu kekuatan
beribadah, tolonglah kami!”Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata:
“Apa yang terjadi ?” “Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus
angin dan dihantam ombak ?”tanya kami. “Dekatkanlah diri kalian pada
Allah ! ”katanya. “Kami telah melakukannya.” “Keluarlah kalian dari
kapal dengan membaca bismillahirrohmaanirrohiim!”
Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu.
Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami
semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam
ke dasar laut. Lalu orang itu berkata pada kami,”Tak apalah harta
kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat”. “Demi Allah, kami
ingin tahu, siapakah namaTuan ? ”Tanya kami. “Uwais al-Qorni”.
Jawabnya dengan singkat.
Kemudian kami berkata lagi kepadanya, ”Sesungguhnya harta yang ada di
kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim
oleh orang Mesir.” “Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah
kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?”
tanyanya.“Ya,”jawab kami. Orang itu pun melaksanakan sholat dua rakaat
di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam,
tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya
dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan
seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang
tertinggal.
Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah
pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan
tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan
ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, disana sudah ada
orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika
orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada
orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan
dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan
untuk mengusungnya.
Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, “ketika aku ikut
mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya,
lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi
tanda pada kuburannya,..(patok/batu nisan) akan tetapi sudah tak
terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah
orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa
pemerintahan sayyidina Umar r.a.)
Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman.
Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya
orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan
pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan
orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan
ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap
melaksanakannya terlebih dahulu.
Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya :
“Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? Bukankah Uwais yang
kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang
kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta ?
Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman
dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.
Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah
para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah
dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa
“Uwais al-Qorni” ternyata ia tak terkenal di bumi tapi menjadi
terkenal di langit….dikalangan para malaikat dan hamba2 allah yg mulia..

Arif Rahman <ariflesmono@gmail.com

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 76 Komentar

Navigasi tulisan

76 thoughts on “KISAH HIKMAH

  1. hedar ali

    02

  2. Aria dwi pangga

    Nyimaaxxxxxx

  3. ke 4..

  4. Wah muantap surantap kisahnya,betul2 suri tauladan bagi kita semua

  5. pRiKieTieuuuuuuuuu

  6. wonKWAmpus

    ass… f all,izin nyimak…

  7. salam malam buat all bolowongalus

  8. salamat malem

  9. mohon disebutkan sumbernya dari mana,,biar mantab,,

  10. yudha kelana

    mantap…

  11. shuii

    subhanallah
    smga bisa menjadi teladan para sedulur

  12. subhanallah,,,

  13. wonKWAmpus

    lha sy ma ibu ngeyel,ma bpk ngajk brantem,gmn mo trknal d kwa,bumi&langit,mhn doa ssph&bolo wa,biar dampuni,skdr curhat

  14. Luar biasa,aku sngat kagum membaca kisah ini

  15. fatehah sent u wonKWAmpus
    dan sohibul penceramah

  16. allah hu akbar……

  17. pelan_pelan_saja

    mbah wali langit.he3x.wali langit aja membumi.klo kita mah penghuni bumi yg kdg sox2 kan ngerasa kyk penghuni langit.he3x.

  18. roni s.w

    kisah hikmah… Yg menggetarkn Hati, membuat semangat dan intropeksi diri.

  19. cita2 kan boleh saja kang mas
    alon alon mawon
    monggo
    njenengan rumiyin njih
    alon alon mawon

  20. Anak setann

    MANTAP!!!!!!!

  21. copy paste

  22. salam menjelang tengah malam
    @ wong lamo dan ronggo sentot : salam sungkem ugi karahayon
    @ all bolowongalus : salam rahayu

  23. jaman ekie susah banget nak cari anak seperti uwais, hebat ni kalu bisa’ ikut spt Uwais

  24. Assalamu’alaikum..
    Salim hormat takdzim dumateng Para Sedulur KWA.. Khususon Habib Ki Wong Alus.
    Hormat takdzim kepada shohibul lapak, Kang Mas Arif Rahman..

    Orang2 yang bertakwa adalah yang percaya atau beriman kepada yang ghaib.

    Menjura dalam kepada Bolowongalus…

  25. mukra taryana/ubay saka

    nyimak

  26. gandri

    Kenapa kisah pertemuan Uwais al Qorni dg njeng Nabi tidak dimuat?

  27. pelan_pelan_saja

    @ mbah ronggo sentot.inggih mbah.cita2 emg boleh mbah.n g ada yg ngelarang.

  28. dm3n_cah_ayu

    ass…f all,u/mngawali aktfts pg,alfatehah u/smua warga KWA,@ki roggo sentot n warga kwa,tq do’a’y,wah swe7k rasa,smangt

  29. dm3n_cah_ayu

    @mbh Gandri,klo disimpulkn kisah diatas,Nabi SAW blm pernah ktm ampe Beliau wft,jk njenengn tau ksh lain,monggo dishare

  30. kusuma wijaya

    nyimak

  31. ki Vienzchen

    izin nyimak…

  32. nyimax joega..lanjut oii

  33. habibi

    subhanallah 3x

  34. potokopi

    ijin kopas mbah, buat bahan tafakur…

  35. Masya Allah, Subhanllah, sungguh kisah yang sangat menyentuh dan syarat akan hikmah.
    Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut….

  36. Mantap kisah yg dapat mendorong intropeksi pada diri kita sendiri.

  37. ericsagita

    subhaanallah, tidak tau aku bacanya sambil meneteskan air mata, semoga uwais al qorni di ampuni semua dosa2.

  38. subhanallah,.sungguh Besar kasih sayang-Mu kepada hamba2 pilihan Mu,.

    monggo di lanjut sesepuh

  39. dampingan

    Salam Saudara Arif Rahman ,anda telah membuat ramai terpegun ,menangis membaca kisah ini,banyak pelajaran dan pengajaran yang di-perolehi darinya,semoga menjadi mutiara hikamah bagi kita mengharungi hidup di-dunia ini.

    Subhanallah,Walhamdulilla,Walailahaillah.waallahuakbar,walahaulawalla kuatailla billahi ‘Aliinl’azim.
    Shabas dan tahniah ikhlas dari saya.

  40. Rihlah Rahmatullah

    Assalamu’alaykum absent siang..salam takzim dan salam salim buat Kang Arif Rahman juga sedulur semuanya…semoga kita bisa meneladani kisah ini, sehingga kita termasuk orang-orang yang berbakti kepada kedua orangtua, khususnya kepada Ibu….bismillahirromanirrohiem Allahummaghfirlana waliwalidina warhamhuma kama rabbayana shigoro..Allahummaghfirliy waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shogiro..

  41. radja gludug

    alhamdullilah hadir nyimax ada hikmah

  42. anak nelayan daha

    assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi.. dahsyat ceritanya.. membuat air mata menetes

  43. Bocah lawu

    SUBHANALLOH…11x

  44. ga ada yng ngebahas mistis nya alam kerinci di provinsi jambi,, saya mohon para sepuh, untuk menerawang ke suku kerinci,. dan menulis artikel tentang ilmu mistis kerinci

  45. sugeng ndalu
    @demen cah ayu…kulo jane nggih demen
    kulo tesih enom kok ki
    @pelan2 saja
    salam salim
    kbeh juga tak salimi ndisik.. sugeng ndalu mas, mbak, poro sesepuh..aki aki.nini nini(13x)

  46. Haddiiirr….
    Nyimak, sambil ngoppie..
    Salim buat poro sesepuh dan salam sejahtera buat sedulur2Ku smuanya..
    L a n j u t k a n ……..

  47. dm3n_cah_ayu

    ass,alfatehah f all warga kwa+klrga n anaktrn’y,pnjenengn smua sohib stia sy,spirit sy.walo g OL,tp sy ttap bc2,hdp kwa

  48. yingyang

    nyimak aja

  49. Thanmust thepos

    Mantaps mas Arif Rahman. Banyak suri tauladan yang dihadirkan disini. Terima kasih. Salam Takzim buat Jenengan.

  50. h3nry

    benar” mengandung hikmah..,

  51. Nur Langit

    Ass. Absen plus nyimak…

  52. Nur Langit

    benar2 mantap ceritanya….

  53. pelan_pelan_saja

    @ mbah ronggo sentot salim balik n salam hormat mbah

  54. alhamdulillah

    hebat bin muantabb kisah tsb…

    salam dulur lan poro guru sedoyo…

  55. Mang Hasan

    Hadir

  56. iblady

    asslmualaikum dulu2r sedoyo..subhanalloh memberi motivasi yg sngat berarti

  57. Subhanallah wa alhamdulillah.
    Izin kopas.

  58. illahhu allah hu allah,……………illahhu allah hu allah,……………..illahu allah hu allah,………..sallam perseduluran ………….hambah-hamba allah.”………………

  59. lanang

    subahanallah…..

  60. subhanallah.. kisah teladan penuh hikmah.
    izin di share di blog..
    salam

  61. SATRIO ILANG

    Uwais itu orgnya lugu… yg dipikir tiap hr cuma Gusti Alloh.. jadi bukan kayak kita, tiap hari yg dipikir cuma gimana dapat karomah… hehe

  62. Salam Sejahtera Kagem Bolo Wong Alus…..

  63. Salam Sejahtera Kagem Bolo Wong Alus…..

  64. Terima kasih:
    Kunjungi :www.reksoati.blogspot.com

  65. Anti KWA

    BUBARKAN KWA !!! Penyimpangan Aqidah islam

  66. ..Team pembela kebenaran

    BUBARKAN KWA !!! Penyimpangan Aqidah islam !!BUBARKAN KWA !!! Penyimpangan Aqidah islam !!

  67. BUBARKAN TPK
    ganti dengan
    KWA beneran..ada kampusnya, mahasiswanya, dosennya, ada mes mahasiswa/inya, ada kantin nya, ada parkiran sepeda motornya, ada neng2cantiknya. ada semua ada..

    wani piro?

  68. PERTAMAXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

  69. KAMAR MANDI..

    Ronggo Entot Muka nya kaya LOBANG ENTOTAN

  70. KI EMPU DEWANDJANI

    bersedekap lan samadhi

  71. evan007

    Masya allah bagusnya , cerita anda , ada pesan moral yg saya tangkap . Bahwasanya orang yg paling dekat kepada allah adalah orang bertaqwa , orang yg santun , rendah diri , dan zuhud. Semoga anda diberkahi rahmat oleh allah swt. Masya allah !! Allahu akbar

  72. evan007

    Masya allah bagusnya , cerita anda , ada pesan moral yg saya tangkap . Bahwasanya orang yg paling dekat kepada allah adalah orang bertaqwa , orang yg santun , rendah diri , dan zuhud. Semoga anda diberkahi rahmat oleh allah swt. Masya allah !! Allahu akbar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: