FIQH NIAT SHOLAT


Assalamu’alaikum..
Menjura dalam kepada Semua Bolowongalus, khususon Shohibul Kampus, Ki Wong Alus..
Hormat takdzim kepada Ki Kumitir, Ki Ageng Jembar Jumantoro dan Semua Sesepuh KWA..

Berangkat dari beberapa komen yang sepertinya, sebagian saja, mempermasalahkan Ijazah Sholat Jibril, yang diijazahkan Ki Wong Alus dan Ki Kumitir. Maka, izinkanlah saya menyampaikan pandangan secara fiqh. Semoga menjadikan terbukanya kemusykilan dan menambah pengetahuan agama kita. Amin.
Sholat jibril tersebut tidak ada masalah, sah 100 persen secara fiqh. Penjelasannya sebagai berikut:
Sholat hajat adalah termasuk sholat sunnah mutlak, waktunya bisa kapan saja, siang atau malam, yang penting di luar waktu2 yang dimakruhkan (agar tdk makruh) dan di luar waktu yang dilarang (agar tidak haram). Sholat hajat ada banyak versi, ada yang diajarkan Nabi Khidhir As, ada sholat hajat khusus 100x al-ikhlas, ada juga ini, yg diajarkan Malaikat Jibril. Semuanya sah2 saja, asal praktek sholat (rukun dan syarat2nya) terpenuhi semua dan tidak melakukan sesuatu yang membatalkan sholat.
Masalah niat sholat itu ada 3 tingkat.
1.Sholat fardhu 5 waktu, syarat niatnya menyebut 3 hal: niat/menyengaja sholat, fardhunya, ta’yinnya (misal: subuh, dzuhur, dst). Jadi, niat sholat subuh, misalnya: ‘ Saya niat sholat fardhu subuh karena Allah, Allahu Akbar’. Cukup itu, sah. Dan tidak harus bahasa arab dalam niat. Letak niat bersamaan dengan takbiratul ihram. Sedang pelafalan niat sebelum takbiratul ihram itu hukumnya sunnah.
2. Sholat sunnah yang mempunyai waktu tertentu, seperti: dluha, rawatib dsb , syarat niatnya menyebut 2 hal: niat/menyengaja sholat dan ta’yinnya (misal: dhuha dst). Jadi, niat sholat dluha, misalnya: ‘ Saya niat sholat dluha karena Allah, Allahu Akbar’. Cukup itu, sah.
3. Sholat sunnah mutlak,seperti: sholat hajat, tahajud, tahiyyatul masjid dll, syarat niatnya menyebut satu hal saja, yaitu niat/menyengaja sholat saja. Jadi, niat sholat hajat, misalnya: ‘ Saya niat sholat karena Allah, Allahu Akbar’. Cukup itu, sah.
Penting diketahui, niat itu tidak harus bahasa arab. Waktu niat dalam sholat adalah bersamaan dengan takbiratul ihram. Sedang pelafalan niat sebelum takbiratul ihram itu hukumnya sunnah, bukan wajib, dan itu, belum disebut niat yang masuk dalam rukun sholat.
Saran saya, dalam niat sholat hajat sesuai ijazah sholat jibril tersebut, hendaknya dilafalkan dengan makna yang jelas dan memenuhi syaratnya niat. Misalnya (pakai indonesia saja agar semua faham dan mengerti, yang pakai bahasa arab biar yang mumpuni saja, insyaallah sudah bisa sendiri): “Saya niat sholat sunnah hajat seperti yang diajarkan Kanjeng sunan kalijaga dari malaikat Jibril, karena Allah Ta’ala, Allahu Akbar.” Kemudian laksanakanlah sholat dua roka’at sesuai yang diijazahkan.
Mudah-mudahan Saudara-saudara muslim KWA banyak mengambil manfaat dan hikmahnya. Matur nembah nuwun..
Wassalamu’alaikum..

Gus Itsna
gus_itsna@yahoo.com

Iklan

53 pemikiran pada “FIQH NIAT SHOLAT

  1. Aslm.wr.wb.

    Salam Rahayu Ki Wongalus,para sepuh & para sedulur sekalian…

    Izin nyimak ki..baik sekali untuk pembelajaran.

    Terima kasih…

  2. Salam Rahayu Gus Itsna…

    Dalam penjelasan point (1) dan (2) mengenai contoh shalatnya disitu jumlah ra’kaatnya tidak diucapkan ??

    Dalam penjelasan poin (3) jenis shalat & jumlah ra’kaatnya juga tidak diucapkan ??

    Mohon maaf apabila sikap saya lancang dalam bertanya,karena sekedar ingin menyakinkan pada diri saya sendiri yang doif & alfakir dalam pemahaman ilmu..sudi kiranya Gus Istna untuk memberikan pencerahannya.

    Terima kasih.

  3. sangat mencerahkan ………… salam bhatin untu all sedulur wong alu dan dan para pinisepuh ………… langsung pamit jum’atan dulu

  4. Assalamualaikum….
    Mau nanya ki…
    Waktu niat sholat ga di sebut jumlah rakaatnya apa udah sah niatnya…
    Mohon maaf klo prtanyaan saya lancang…
    Sekedar ingin tau yg mn yg lebih baek…

  5. Assalamu’alaikum…
    Selama Sore…
    Semarak sore semuaa…

    @Malela : Karena @Gus Itsna belum jawab juga, maka Saya coba Jawab ya mudah2an dpt ”Yukhriju minazh Zhulumaati Ilaan Nuur” di Qolbi Njenengan.

    Tempat niat sepakat di Qolbi dan Postingan diatas itu hanya membahas yg Wajib-wajibnya saja atau disebut paling sedikitnya Niat, misalkan :
    Pardu Niat ada 3 Syarat, yakni :
    1. Qoshdu (tujuan), cth : Ushollii..
    2. Ta’arudh (pardu/ sunah), cth : Ushollii Fardol..
    3. Ta’yin (ditentukan), cth : Ushollii Fardol ‘Isyaa’i..

    Maka selain ke-3 Syarat diatas ini Hukumnya SUNAH, spt : menyebutkan Jumlah Roka’at, Menghadap Qiblat, Niat jadi Imam maupun lafadz Lillahi Ta’ala tetapi Niat Jadi Imam pada Sholat Jum’at dan Niat jadi Ma’mum adalah WAJIB. Niat jadi Imam pada Selain Sholat Jum’at hukumnya SUNAH dan tetap SAH Ma’mumnya Berjamaah hanya Imamnya saja tidak mendapatkan keutamaan Sholat Berjama’ah. (kembangkan cabang2nya).

    Ketahuilah, Ada juga ‘Azam, Nadzar, Niat dll.. Zhohirkan perbedaannya. Ada ungkapan di Masyarakat : Saya ‘Azam utk melaksanakan Haji, Saya Ber’Azam utk melaksanakan Sholat Isya, Saya Nadzar utk memberikan Shodaqoh kpd Org yg paling Bodoh bila Saya diterima kerja di PT…, Saya punya Neniatan mau membahagiakan kedua Orang Tua Saya ini, Niat Saya Puasa Esok hari di Hari Senin dan lain-lain.

    @Gus Itsna : Top Marketop atas usulan dan solusinya. Salam Rahayu.

    Maaf bila ada salah ketok..eh ketik maksudnya..hehee.
    Nuwun,

  6. *Ki Mas Danqow >
    Salam Tadzim & salam sungkem…

    Terima kasih atas pencerahannya,semoga ini menjadi keterangan yang jelas bagi saya pribadi yang doif ini maupun untuk sedulur yang lainnya…

    Al-Fatiha…send.

  7. Assalaamu’alaykum..salam ta’dhim wa takrim penuh hurmat kpd Yai Gus Itsna n Guruku Ki Mas Danqow jg sedulur semuanya…”Innamal a’maalu binniyaati wa innamaa likullim ri’im ma nawaa…”(Muttafaq ‘alaih, lihat Hadits Arba’in yg ke-1)

  8. ass,
    all sspuh,bolo wa,
    da dikit crita…
    hr ke 3,lak. shlat ini,
    sy mmpi dicari2 malaikat jibril,
    aneh’y sy ktakutan…

  9. Assalamu’alaikum wr wb.. Salim penuh silaturrahmi dan hormat takdzim kepada Ki kageyoshi,
    Kang TJ, salim hormat takdzim..
    Ki MALELA, salim hormat takdzim..
    Ki Wisnu Setiawan, salim hormat takdzim..
    Ki Zorndaike,salim hormat takdzim..

    Ki Malela, Dalam penjelasan point (1) dan (2) mengenai contoh shalatnya disitu jumlah ra’kaatnya tidak diucapkan ??
    Jawabannya, menyebutkan jumlah roka’at hukumnya SUNAH, bukan wajib. Sebagaimana diterangakan dalam kitab2 Fiqh.

    Ki cong kenik, salim hormat takdzim..
    Ki Suprapto, salim hormat takdzim.. itu bukan pandangan saya Ki.. ini benar2 sesuai dalam keterangan kitab2 fiqh..

    Bang toyib, salim hormat takdzim Bang..kapan pulangnya Bang?hehehe..
    Raden raddin,salim hormat takdzim Raden..
    Ki dinalsyam, salim hormat takdzim..
    Ki mubarok9, salim hormat takdzim..
    Mas Cetho, salim hormat takdzim Mas..

    Ki Bungakusuma, salim hormat takdzim..
    Ucup Says: wa’alaikumsalam wr wb.. salim hormat takdzim.. Iya Ki.. sudah SAH 100%.

    Ki Mas Danqow, salim hormat takdzim..terima kasih share ilmu-nya..

    Ustadz Rihlah Rahmatullah, salim hormat takdzim Ustadz..
    Ki dm3n_cah_ayu , salim hormat takdzim Ki..

    Menjura sedalam-dalamnya kepada Semua Sedulur KWA..

  10. A. Sholat fardhu 5 waktu, syarat niatnya menyebut 3 hal:

    1. Niat/menyengaja sholat (qoshdu),
    2. Fardhunya
    3. Ta’yinnya, yakni pembeda sholat. Misal: subuh, dzuhur, dst.

    Jadi, niat sholat subuh, misalnya:
    ‘ Saya niat sholat fardhu subuh karena Allah, Allahu Akbar’.
    Cukup itu, sah.

    ->Dan tidak harus bahasa arab dalam niat.
    ->Letak niat bersamaan dengan takbiratul ihram.
    ->Sedang pelafalan niat sebelum takbiratul ihram itu hukumnya sunnah.

  11. B. Sholat sunnah yang mempunyai waktu tertentu, seperti: dluha, rawatib dsb. Syarat niatnya menyebut 2 hal:

    1. Niat/menyengaja sholat (qoshdu)
    2. Ta’yinnya, yakni pembeda sholat (misal: dluha dst).

    Jadi, niat sholat dluha, misalnya:
    ‘Saya niat sholat dluha karena Allah, Allahu Akbar’.
    Cukup itu, sah.

    ->Dan tidak harus bahasa arab dalam niat.
    ->Letak niat bersamaan dengan takbiratul ihram.
    ->Sedang pelafalan niat sebelum takbiratul ihram itu hukumnya sunnah.

  12. C. Sholat sunnah mutlak. Seperti: sholat hajat, tahajud, tahiyyatul masjid dll. Syarat niatnya menyebut satu hal saja, yaitu:

    1. Niat/menyengaja sholat (qoshdu) saja.

    Jadi, niat sholat hajat, misalnya:
    ‘Saya niat sholat karena Allah, Allahu Akbar’.
    Cukup itu, sah.

    ->Dan tidak harus bahasa arab dalam niat.
    ->Letak niat bersamaan dengan takbiratul ihram.
    ->Sedang pelafalan niat sebelum takbiratul ihram itu hukumnya sunnah.

  13. Nah, niat yang paling utama, tentunya, adalah niat yang seperti diajarkan para ulama kita. Misalnya, niat sholat subuh adalah:

    “Ushollii Fardlos-Subhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaaan Imaaman/Ma’muuman Lillaahi Ta’aalaa, Allohu Akbar.”

    “SAYA NIAT SHOLAT FARDLU SUBUH, dua roka’at, menghadap qiblat, dilakukan pada waktunya (bukan qodlo’), menjadi imam atau makmum, karena Allah Ta’aalaa,

    ALLOHU AKBAR (Masuk Takbirotul Ihrom)”

    Dalam niat sholat subuh di atas, yang disebutkan di dalam niat, lengkap. Padahal, seandainya yang disebutkan hanya niat yang saya tulis dengan HURUF KAPITAL, Sudah SAH 100%.

    Setegas ini batasan fiqh syari’at. Jadi, jelas batasan antara yang sah dan tidak. Tidak ada yang meragukan, ini setengah sah atau setengah batal. Setegas itu.

    Namun urusan diterimanya sholat, itu urusannya Allah.

    Salim penuh hormat takdzim kepada Semua Sedulur KWA..

  14. *Gus Itsna >
    Salam rahayu & salam tadzim..

    Terima kasih banyak Gus, kini hati menjadi terang setelah menyimak pencerahan yang telah dipaparkan oleh Gus..memang sudah kewajiban kita untuk saling berwasilah.

    Silahkan Gus dilanjut…

    Al-Fatiha…send.

  15. nah ini baru niatan sholat yang bener,,,,salam salim buat gus itsna,daripada mbabar ilmu terus mending meluruskan bacaan niat sholat dahulu,kalo liat postingan gini hati terasa jadi adem ayem

  16. Assalamu’alaikum…
    Selama Sore…
    Semarak Sore menjelang malam semua..

    Ada perbedaan SYARAT dengan RUKUN, yakni :
    *Kalau SYARAT adl Sesuatu yg harus dipenuhi SEBELUM melakukan suatu Amaliyyah.

    *Sedangkan RUKUN adl Sesuatu yg harus dipenuhi DIDALAM mengerjakan suatu Amaliyyah.

    sedangkan Persamaan SYARAT dgn RUKUN adalah sama-sama Wajib/ Pardu (umumnya).

    Maka, *SYARAT Sah Niat ada 6, yakni :
    1. Islam, artinya : Bagi non Muslim walaupun mengerti dan faham ttg wudhu (misalnya) maka tetap TIDAK SAH Wudhunya.

    2. Tamyiz, artinya : Anak Kecil yg belum Tamyiz walaupun diwalikan wudhunya maka tetap TIDAK SAH niatnya. Tamyiz cirinya : bila pakai sendal sdh tdk salah lagi, pakai baju dan mandi sdh bisa sendiri, mampu membedakan antara halal dan haram secara umumnya, Tamyiz jg sering disebut Baligh Murohiq wlwpun agak berbeda.

    3. Harus meyakini (tdk ragu lg) apa yg telah diniati. Bila disaat/ setelah berwudhu/ didlm Sholat niatnya Syak (ragu2) maka BATAL Wudhu dan Sholatnya.

    4. Tidak ada yg Menafikan Niat. Bila disaat/ setelah berwudhu Murtad/ Musrik/ Gila/ sejenisnya Maka BATAL Wudhunya.

    5. Sanggup dan dpt melaksanakan apa yg diniati, maka dalam hal Niat harus berbarengan dgn Amaliyyah. Cth : ketika wudhu niatnya disaat membasuh Juz (bagian) muka.

    Ket : TIDAK SAH Wudhu, Sholat, Puasa dll bagi Non Muslim, Belum Tamyiz wlwpun mereka faham dan mengerti krn mereka bukan Ahli Niat sedangkan Wudhu, Sholat, Puasa dll butuh akan Niat, tetapi bagi yg belum Tamyiz tetap dipeintahkan Wudhu, Sholat, Puasa dll sbg tujuan agar terbiasa dlm hal Ibadah (mengerti dan ngelelemes akan Ibadah).

    Sedangkan, *RUKUN (sering dipanggilnya Pardu) Niat ada 3, yakni :
    1. Qoshdu
    2. Ta’arudh
    3. Ta’yin

    Mohon maaf bila kurang berkenan dan salah-salah ketik..
    Nuwun,

  17. Assalamu’alaikum…
    Selama Sore..
    Semarak Sore menjelang malam semua..

    Ada perbedaan SYARAT dengan RUKUN, yakni :
    *Kalau SYARAT adl Sesuatu yg harus dipenuhi SEBELUM melakukan suatu Amaliyyah.

    *Sedangkan RUKUN adl Sesuatu yg harus dipenuhi DIDALAM mengerjakan suatu Amaliyyah.

    sedangkan Persamaan SYARAT dgn RUKUN adalah sama-sama Wajib/ Pardu (umumnya).

    Maka, *SYARAT Sah Niat ada 6, yakni :
    1. Islam, artinya : Bagi non Muslim walaupun mengerti dan faham ttg wudhu (misalnya) maka tetap TIDAK SAH Wudhunya.

    2. Tamyiz, artinya : Anak Kecil yg belum Tamyiz walaupun diwalikan wudhunya maka tetap TIDAK SAH niatnya. Tamyiz cirinya : bila pakai sendal sdh tdk salah lagi, pakai baju dan mandi sdh bisa sendiri, mampu membedakan antara halal dan haram secara umumnya, Tamyiz jg sering disebut Baligh Murohiq wlwpun agak berbeda.

    3. Harus meyakini (tdk ragu lg) apa yg telah diniati. Bila disaat/ setelah berwudhu/ didlm Sholat niatnya Syak (ragu2) maka BATAL Wudhu dan Sholatnya.

    4. Tidak ada yg Menafikan Niat. Bila disaat/ setelah berwudhu Murtad/ Musrik/ Gila/ sejenisnya Maka BATAL Wudhunya.

    5. Sanggup dan dpt melaksanakan apa yg diniati, maka dalam hal Niat harus berbarengan dgn Amaliyyah. Cth : ketika wudhu niatnya disaat membasuh Juz (bagian) muka.

    Ket : TIDAK SAH Wudhu, Sholat, Puasa dll bagi Non Muslim, Belum Tamyiz wlwpun mereka faham dan mengerti krn mereka bukan Ahli Niat sedangkan Wudhu, Sholat, Puasa dll butuh akan Niat, tetapi bagi yg belum Tamyiz tetap dipeintahkan Wudhu, Sholat, Puasa dll sbg tujuan agar terbiasa dlm hal Ibadah (mengerti dan ngelelemes akan Ibadah).

    Sedangkan, *RUKUN (sering dipanggilnya Pardu) Niat ada 3, yakni :
    1. Qoshdu
    2. Ta’arudh
    3. Ta’yin

    Mohon maaf bila kurang berkenan dan salah-salah ketik..
    Nuwun,

  18. Dlm kita Zubad:
    ahkamu syar’illahi sab’un tuqsamu,
    alfardu walmandubu walmuharromu.
    Warobi’ul makruhu tsuna maa ubih,
    wassadisul batilu wakhtim bishohih.
    Hukum Syari’at Allah tu ada 7: Fardu/wajib, mandub/sunnah, haram, makruh, mubah, Batal dan Shahih.

  19. Fardu/wajib trbagi dua: fardu ‘ain & fardu kifayah.
    Fardu ‘Ain yaitu fardu individu yg tak bisa trwakili olh yg lain,sprti: mncari ilmu agama, sholat 5 wktu, puasa,zakat, haji dll. Fardu kifayah yaitu fardu yg bisa trwakili olh yg lain, tp jk tdk ada yg mlakukn mk brdosa smuax: mengurusi jenazah, mnjawab salam di bnyk orang

  20. Di zaman skrg, ada jg yg membid’ah-dholalahkn “Usholli” dan mengharamkn “taqlid” dan anti madzhab. Ketahuilah, orang2 sprti itu adlh orang2 yg sok pintar, sok ahli fatwa, pdhl mreka orang2 bodoh, yg mngkaji alQur’an & alHadits sepotong2..

  21. Seseorang beramal berangkat dr sebuah NIAT. Makax amal sseorang trgantung Niatnya n stiap Ibadah harus memakai Niat. Stiap Niat yg Baik lgsg dicatat olh Malaikat, mski blm dilakukan. Tapi Niat yg buruk tdk dicatat, kecuali telah dilakukan. Wallahu A’lam

  22. Assalamualaikum utk para guru dan sahabatku semua. KWA memang makin lengkap dan mantap. Disini selain kita punya guru ilmu2 hikmah, kita jg punya Gus santri/itsna, ki mas danqow, kang Rihlah n mbah arief. Beribu2 terima ksh utk guru/sahabatku semua, yg telah berbagi ilmu dgn saudara2 seiman di KWA ini.


  23. @ All Sedulur :
    mohon izin untuk ikut menyimak.

    salam hormat.
    salam salim ta’zim.
    salam paseduluran.
    (^_^)v

  24. Izin nyimak sambil duduk dipojokan…

    *RUMI.
    *Brandal Lokajaya.
    *Ki Mas Tankas.
    *Mang Hasan.
    *saiii Aja.
    *Ucup.
    *gretongan.
    Salam kenal & salam perseduluran…

    *All >
    Salam Rahayu…

  25. maantap ……
    Smoga bisa menambah wawasan kita smua…
    Salam takdzim buat sesepuh n bolo alus…
    Salam paseduluran…

  26. alhamdulillah aku dapat pencerahan lagi gus istna ki mas danqow gus rihlah salam kenal ucapan terima kasih saling melengkapi saling mempertegas tambah mantap aku mendoakan smoga KWA tetap eksis terus karena di forum ini aku bisa ngaji dengan gamblang tanpa ada yang ditutup tutupi juga tolong catet aku jadi anggota KWA,biar nggak sungkan bila minta ijazah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s