REPORTASE GATHERING KWA JATIM: JOMBANG, 27 AGUSTUS 2011


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam ta’dhim kami haturkan kepada semua sesepuh di blog KWA dan sedulur semua tanpa terkecuali. Berikut ini kami berikan reportase Gathering KWA Jatim yang dilaksanakan di desa Janti Jombang Jawa timur yang bertempat di warung lesehan Viola milik salah satu sedolor kita di KWA.

Tepat pukul 4 sore acara dimulai. Tanpa protokoler ataupun susunan acara yang formalitas maka acara gathering langsung ditangani sendiri oleh Ki Wongalus, tentu saja tanpa mengurangi penghormatan kami kepada beliau yang berkenan menghandle acara secara langsung. Menurut Ki Wongalus bahwa semua peserta yang hadir adalah guru, semua adalah murid, semua adalah sesepuh, dan kita bisa belajar kepada siapa saja dan apa saja bahkan kepada seekor semut pun kita harus belajar karena menurut beliau guru sejati kita adalah Allah SWT, hal inilah yang menyebabkan beliau dengan sukacita berkenan untuk menghandle langsung acara sore tersebut.

Setelah pembukaan maka acara langsung dilanjutkan dengan pembubaran pengurus KWA Jatim periode 2010-2011 dikarenakan telah selesai masa tugasnya dan dilanjutkan dengan pembentukan pengurus KWA Jatim 2011/2012. Alhamdulilah sedolor semua sadar bahwasanya jabatan itu adalah amanah bukan untuk diperebutkan sehingga dalam waktu singkat nama-nama yang muncul sebagai balon (bakal calon), secara aklamasi disetujui dan diputuskan oleh seluruh anggota yang hadir menjadi kepengurusan KWA Jatim yang baru periode 2011-2012. Cukup simple dan padat kepengurusan KWA jatim sebagai berikut:

KEPENGURUSAN KWA JATIM PERIODE 2010-2011 (tahun kemarin)

Ketua : Mbah Sarep

Sekjen : Mbah kyai Adim

Diganti dengan

KEPENGURUSAN KWA JATIM PERIODE 2011-2012

Ketua : Gus santri (BLITAR)

Wakil : Ki Sugik Sawunggaling (MADURA)

Sekjen : Kang TJ (PASURUAN)

Acara selanjutnya adalah sambutan dan prakata dari pengurus lama. Sambutan kali ini diwakili oleh mbah kyai Adim sekaligus beliau berkenan memberikan kenang-kenangan bagi seluruh anggota yang hadir yaitu pengijasahan ilmu Halimun (pengalihan pandangan) beserta fungsinya secara langsung melaui testimony yang beliau berikan, kami serentak mengucapkan qobiltu!! Ilmu ini langsung bisa difungsikan tanpa harus diwirid terlebih dahulu. Matur nuwun mbah kyai adim mudah-mudahan barokah, amin.

Jam dinding menunjukkan angka 4.37 acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan perkenalan antar anggota yang hadir dan tidak kurang dari tigapuluh lima anggota yang hadir turut memperkenalkan dan menyemarakkan acara gathering tersebut. Kemudian acara langsung dilanjutkan dengan testimony serta cerita maupun pengalaman-pengalaman yang dialami oleh sedulur-sedulur tentang ilmu-ilmu yang telah dibabar di blog KWA. Sungguh luar biasa pengalaman sedulur semua tentang keilmuaannya di KWA ini yang tentunya tidak bisa kami sebutkan semua dan salah satunya seperti yang disampaikan olah Cak Ji bahwa beliau dulunya terkena penyakit yang akut dan Alhamdulillah sekarang sembuh sehat bugar karena reiki yang diajarkan oleh ki camat taman bahkan beliau (Cak Ji) sekarang menjadi master reiki di KWA.

Pukul 5 sore acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan sendiri oleh Ki Wongalus. Beliau berpesan bahwasanya sebanyak apapun ilmu yang kita miliki tanpa diimbangi dengan tingkah laku yang benar dan baik di kehidupan kita maka ilmu tersebut kurang bermakna dan menjadi hanya ilmu sebatas mulut dikarenakan sering diwird, dirapal atau dihapal. Wirid yang sebenarnya bukanlah kita mengucapkan sebuah amalan sampai ribuan kali dalam beberapa hari atau bulan tapi wirid sebenarnya adalah yang namanya WIRID LAKU. Bagaimana kita bisa memberikan kebaikan demi kebaikan kepada manusia dan lingkungan sekitar, selalu berkarya demi kemanfaatan semua dengan setulus hati. Maka perbuatan seperti itulah yang dinamakan wirid yang sejati bukan hanya sekedar omongan, ucapan, maupun gombalisasi saja tapi benar-benar dikerjakan dan diamalkan, karena kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan kelak akan berbuah kebaikan untuk orang lain dan diri kita sendiri. Perbuatan-perbuatan inilah yang kelak akan memperkuat ilmu yang kita miliki.

Pukul 5.15 acara dilanjutkan dengan istighosah yang dipimpin oleh salah satu Tokoh dari warga setempat, dengan lantunan bacaan Al Qur’an dan kalimat-kalimat Thoyyibah mengiringi jalannya istighosah. Dengan khusuk kami mengharap kepada Allah apa yang menjadi kebaikan bagi bangsa dan Negri tercinta ini, serta apa yang menjadi hajat kami dan yang lebih khusus kami mendoakan apa yang menjadi hajat dari tuan rumah yaitu mbak Viola mudah-mudahan diterima dan dikabulkan oleh Allah swt, amin.

Tepat lantunan do’a terakhir selesai diucapkan dalam istighosah kumandang adzan magrib terdengar, langsung saja acara dilanjutkan dengan buka bersama sekaligus ramah tamah dan Alhamdulillah menu yang disajikan oleh tuan rumah komplit sehingga sempat membuat bingung bagi sedulur semua yang ingin berbuka. Matur nuwun mbak Viola J. Selesai sholat maghrib dan buka bersama acara dilanjutkan dengan pengijasahan langsung sekaligus penyelasaran ASR Madura utara, RDR dan asma Nakaban dalam satu paket oleh Ki Wongalus, setelah penyelarasan ilmu bisa langsung diamalkan tanpa harus diwird terlebih dahulu yang tentu saja kami diberikan teknisnya serta testimony dari asma tersebut, qobiltu ki wongalus, matur nuwun dan mudah-mudahan barokah bagi kita semua. Amin.

Kami mendapat kabar dari salah satu sedolor bahwasanya Gus Santri masih dalam perjalanan menuju acara gathering, dikarenakan jalanan yang macet akibat mendekati lebaran maka beliau tidak bisa hadir tepat waktu di acara gathering, tentu saja kami senang mendengarnya dan bersedia menunggu beliau selaku ketua KWA Jatim yang baru. Karena acara sudah ditutup sehingga tidak semua ikut menunggu beliau maklum mendekati lebaran banyak dari sedulur-sedulur yang mempunyai keperluan ataupun acara yang harus diselesaikan. Secara spontan acara dilanjutkan dengan cangkrukan khas cangkrukan KWA Jatim, suasana yang ganyeng, penuh canda tawa ditemani dengan kopi menjadi keunikan tersendiri di cangkrukan tersebut.

Alhamdulillah tidak terasa lama Gus Santri rawuh pada pukul 10.30 di tempat cangkrukan. Dengan rasa kekeluargaan dan kehangatan yang tinggi Gus Santri menyalami satu persatu dari kami yang jumlahnya 7 orang, duh! betapa besar sekali penghormatan beliau kepada kami yang hadir yang seharusnya kamilah memberikan penghormatan itu tapi apa daya? Benarlah pepatah tentang ilmu padi semakin berisi semakin bersahaja saja 🙂

Selain rasa kekeluargaan dan kehangatan yang diberikan oleh Gus Santri beliau juga berkenan memberikan sebuah amalan tingkat tinggi atau dalam bahasa beliau ilmu tua, tentu saja kami sangat senang mendapatkannya, maka benarlah ucapan ki wongalus yang dari awal acara gathering beberapa kali terlontar dari ucapan beliau “sing kari oleh akeh” yang ternyata telah terbukti beberapa kali di acara tersebut dan inilah istimewanya sabdo pandito dari ki wongalus. Menurut keterangan yang diberikan oleh Gus Santri tentang amalan tersebut maka kami menjadi tahu bahwa ilmu tersebut semacam boster bagi semua keilmuan yang telah kita miliki bahkan sangat baik bagi kehidupan yang kita jalani karena mendukung segala jenis profesi yang kita tekuni baik itu pedagang, guru, paranormal maupun yang belum mendapat pekerjaan. Dengan serentak mengucap ‘saya tampi’ maka selesailah penyelarasan yang dipimpin Gus Santri. Matur nuwun gus mudah-mudahan barokah,amin.

Setelah ramah tamah dan makan hidangan ala kadarnya pukul 00.00 kami menyudahi acara cangkrukan dan segera kembali ke peraduan masing-masing.

Demikianlah reportase yang dapat kami sampaikan, kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi sesepuh yang berkenan hadir pada acara gathering KWA Jatim sekaligus pengijasahannya keilmuannya, juga kami ucapkan terima kasih kepada para tokoh Masyarakat beserta warga janti, tak lupa juga kepada Mbak Viola sekeluarga yang bersedia menjadi tuan rumah dan memberikan hidangan untuk menyemarakkan acara gathering KWA jatim, kami ucapkan beribu-ribu terima kasih.

Akhirnya kami segenap Pengurus dan Warga KWA Jatim Mengucapkan: TAQOBBALALLAHU MINNA WAMINKUM SHIYAMA WA SHIYAMAKUM. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H. MINAL ‘AIDZIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hormat kami,

Kang TJ

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: