DETIK DETIK KEPERGIAN RASULULLAH SAW


Yth, Redaksi KWA, juga para sedulur KWA….

Perkenalkan Saya Santo Sutawijaya, Rasanya saya blum afdol klo blum kasih artikel buat ngisi blog ini… Kalo berkenan ya dimasukin, klo nggak ngih monggo mboten nopo2 hehe…
Salam sungkem kangge sederek2 KWA..

DETIK DETIK KEPERGIAN RASULULLAH SAW

♥ Bismillahirrahmaanirrahiim ♥

Pagi itu Rasululloh dengan suara terbata-bata berkutbah, ” Wahai umat ku. kita semua dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih_Nya, maka taat dan bertaqwala kepada_Nya. Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Qur’an dan Sunnahku. Siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-sama aku”

Kutbah singkat itu di akhiri dengan pandangan mata rasululloh yang tenang dan penuh minat menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang. Ali menundukkan kepala.

Isyarat telah datang, saatnya telah tiba, ” Rasululloh akan meninggalkan kita semua” keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampi selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat. Ali dengan cekatan memeluk rasululloh yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah rasululloh masih tertutup. Di dalamnya rasul terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam, “bolehkah saya masuk?’
tanyanya.

Fatimah tak mengijinkan masuk. “Maafkan ayahku sedang demam.”

Ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya, “siapakah itu wahai anakku” “Tak taulah ayahku, sepertinya baru kali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut.

Rasul menatap putrinya dengan pandangan yang mengetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah putrinya hendak di kenangnya.

” Ketahuilah. Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikul maut” kata rasululloh. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya.

Ketika malaikat maut datang mendekat, rasul menanyakan kenapa jibril tidak menyertainya. Kemudian di panggilah jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah” tanya rasul dengan suara yang teramat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka. para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Ternyata itu tidak membuat rasul lega. Matanya masih penuh gambaran kecemasan.

” Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya jibril.

” Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

” Jangan khawatir ya rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepada ku, Ku haramkan surga bagi siapa saja, kecuali umat muhammad telah berada di dalamnya” kata jibril.

Detik-detik semakin dekat. Saatnya Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh rasululloh di tarik. Nampak sekujur tubuh rasul bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini” rasululloh mengaduh lirih. Fatimah terpejam. Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” tanya rasululloh pada malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah di renggut ajal,” kata Jibril. Kemudian terdengar rasul memekik karena sakit yang tak tertahankan. “Ya Allah, dasyat nian maut ini, timpahkan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”.

Badan rasul mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, ” Uushikum bis shalati, wa maa malakat aymanukum. Peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu”

Di luar pintu tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Ali kembali mendekatkan telinga di bibir rasul yang mulai kebiruan, ” Ummatii…, ummatii…., ummatii…,”

Berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi.”
Wallahu a’lam.

@@@

Iklan

33 pemikiran pada “DETIK DETIK KEPERGIAN RASULULLAH SAW

  1. Innallaha wa malaa ikatahu yushalluna ‘alannabiyyi yaa ayyuhalladziina amanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu taslimaa.

    sesungguhnya Allah dan malaikat malaikat Nya bershalawat untuk nabi, (dari Allah berarti memberi rahmat dan dari malaikat berarti memohonkan ampunan)
    wahai orang orang yang beriman! bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
    ( Al Ahzab: 56 )

  2. hadirrrrrrrrrrrr……..nyimak pelajaran diKWA………..salam sungkem buat sang rektor dan para sesepoh dikwa…………

  3. sugeng siang ……
    absen siang…ndherek nyimak d belakang sambil dlosoran….
    salam sungkem dhateng sesepuh KWA …
    tak lupa pula

    @ Kang Kwan lama
    @ Kang Baduy bageur
    @ Mbak Mya
    @ Kang Bp
    @ Kang Judika
    @ Kang Budy

    Selamat menjalankan Ibadah Puasa……tetep semangat…

  4. begitu cintanya beliau dengan umat,sampai didetik-detik kepergian beliau, beliau ucapakan ummatii
    malu rasanya kalau kita lupa dgn rasul,lupa bc shalawat,lupa junjung semua sunnahnya,
    yarasullullah trimalah kami sebagai umatmu,walau banyak sunahmu yg tidak kami kerjakan,syafaatmu yg kami harapkan.

  5. SUBHAANALLAH… begitu cintanya ROSULULLAH kepada umatnya…! mari kita buktikan bahwa kita juga cinta kpd ROSULULLAH dgn cara banyak membaca SHOLAWAT …

  6. TIDAK ADA MUSIBAH YANG LEBIH BESAR SELAIN KEPERGIAN RASULLULLAH SAW DARI ALAM DUNIA ( KARERNA DENGAN MENINGGALNYA BELIAU, TERPUTUSLAH WAHYU ) SALAM

  7. wahai ya Nabi.. kami mencintai& merindukankan mu, Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad wa ala alii muhammad..

  8. saya hanya bisa menangis knp manusia spt muhammad wafat minta ditimpakan lagi siksa umatku. makanya nga ush kita banyak bicara slalu bershalawat dan kerjakan sunnah sebaik-baiknya muhammad

  9. Ya Allah prtemukan kami dengan Nabi Muhammad SAW di Akherat nanti ,..AMIN,.
    Allahumma shali, wa ala ali Saydina Muhammad,..”

  10. hati hati dengan kisah seperti ini. Seolah-olah ini adalah sejarah yang tidak terbantahkan. Apabila pembaca mengetahui hal ini dan meng-iya-kan cerita ini, tanpa meng-cross cek – dengan sumber yang lain, saya takut jatuh ke hukum fitnah. Mengapa demikian?

    Saya beranggapan hadis ini diciptakan oleh pihak-pihak non Islam yang sengaja merusak aqidah umat dengan pemikiran bahwa Nabi aja yang dijamin masuk surga saat meninggal juga menderita, kesakitan sampai memekik karena tidak tahan. Hingga akhirnya dianggap sebagai hadis yang terpercaya.( Begitu kah? )
    Terdapat hadist yang seolah-olah asli padahal palsu pol. Menurut saya kisah di atas termasuk yang palsu. Selain melihat periwayatnya juga harus di-cross cek dengan sumber yang tidak terbantahkan yaitu Al Qur’an.
    “wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Ku dengan Ridho……dst” masih ada ayat yang lain. Intinya bahwa tidak benar seperti itu kejadiannya.

    Pernah melihat seseorang yang alim, taat beragama yang kembali padaNya dengan tenang, tersenyum dan berseri wajahnya? Tanpa kesakitan tanpa memekik yg tak tertahankan, tanpa kesulitan. PLONG. Lah kok Nabi begitu? Pernah berpikir ke situ?

    Anggapan yang salah terhadap nabi Muhammad Saw, bila kita sebarkan ke khalayak umum, bisa jatuh ke hukum fitnah. Jangan berharap syafaat dari beliau bila telah menfitnah Rasullallah.

  11. maap yg namanya pemahaman / kepercayaan / jalan pikiran orang jelas selalu tidak sama karena manusia bukan robot…Coba bandindkan dg sedulur yg beragama kristen. Tuhannya mati disalib, rasul rasulnya banyak yg mati dg “tidak wajar” wajahnya mungkin tidak bersinar pada saat proses “meninggalkan dunia ini”, tapi jiwanya pasti bersinar sangat terang, semua (yg beragama kristen beneran) meyakini demikian, lha coba saja hitung jumlah orang kristen dan orang islam kan jumlahnya paling banyak (agama yg paling banyak umatnya di dunia ya kristen dan islam).
    Sekali lagi maap, tidak bermaksud sara, hanya menyarankan untuk melihat dari berbagai sudut..
    Paling penting itu hati kita memahami bahwa Allah itu sangat sayang pada ciptaannya sehingga muncullah utusan utusan untuk membuka jalan bagi umatnya bisa masuk surga….mohon maap kalo mungkin tidak sama pemikirannya….

  12. Ambil saja hikmahnya, dari awal saya juga bingung kalau sayyidina muhammad mengeluh kesakitan. Apakah beliau sang cahaya menimpakan seluruh kesakitan umatnya pada dirinya? Ataukah itu sebagai gambaran agar umatnya rajin beribadah? Yang jelas dialah manusia sempurna milik Alloh yang membawa rohmat kepada manusia, jin dan sekalian alam.

  13. Asalamualaikum, yg terpenting dari kisah diatas ialah peganglah alguran dan hadis supaya terang jalan dalam menapaki kehidupan tak tersesat hati dan langkah hidup. lalu begitu besarnya jiwa baginda rosulullah saw atas umatnya betapa beliau sangat amat sayang pada ummatnya. seperti tertera dalam ayat 128 at-taubah. maka bershalawatlah kita,Allah swt dan para malaikatpun bershalawat kepadanya..allohuma sholi alla sayidina muhamad,fil awalin fil akhirin,finabiyin fil mursalin,fil malai a la illa yaumiddin. nurnya adalah awal yg tercipta dan yg terakhir yg disirnakan atas segala ciptaannya. ba makna allah tetap ada setelah semua ciptaanNYA SIRNA. LAILLA HAILLALLAH HUWAL AWWALU.WALAKHIRU.WADOHIRU WALBHATIN.WAHUWA BIKULLI SYAIN ALYM .WASALAM

  14. terkait ini benar dan tidak…bahwa cerita ini mengingatkan kita dengan nabi penghulu kita nabi besar Muhammad sAW bin Abdullah…diharapkan kita lebih mengenal sifat2 beliau yang rela berkorban dan berdoa agar umatnya jangan di selalu dilindungiNya…

  15. Ya ALLAH Engkaulah sgalanya, apakah Kami termasuk orang orang yang beruntung sebagai Umat Kekasih-Mu, ya ALLAH jagalah hati Kami dari ksombongan, kemunafikan, riak, serakah, lobak, agar kelak di akhirot-Mu kami bisa duduk bersama Kekasih-Mu Rosulullah walaupun sejauh 1000 kilo meter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s