AURA MAGIS TAWANGHARJO


Wongalus

Salam salim… apa kabar sedulurku semua? Baik bukan? Alhamdulillah kalau baik, kalau belum begitu baik ya tetap bersyukurlah karena hakekat hidup adalah untuk menyukuri semua yang ada, semua yang melekat dan semua yang kita “anggap dan klaim” milik-milik kita.

Tulisan ini kugoreskan ketika lapar.. Jadi harap maklum deh, kalau nanti ada kekacauan alur berpikir, kekacauan logika, kekacauan dalam memahami kasunyatan yang ada. Anggap saja ini tulisan yang sekedar ingin mengisi hari-hari kita semua. Kalau ada manfaatnya ya monggo diambil, kalau tidak ada ya monggo dilupakan saja.

Begitu, saya ingin menceriterakan satu fragmen kecil dalam hidup saya ketika kedatangan SMS dari seorang yang tidak terkenal bila tidak saya tuliskan. Ia bersepeda motor trail, berkaos oblong, tidak berkacamata, usianya sekitar 40 tahun, sehat jiwa raga dan penuh senyum ceria.

Betapa kagetnya saya! Sudah beberapa bulan ini saya traumatik terhadap setiap tamu: begitu ada SMS mengucapkan salam langsung saya merasa akan ditodong, dirampok, diperas. Tetapi kedatangan SMS sahabat ini terasa sebagai embun yang menetesi ubun-ubun saya.

”Ayo ngopi om,” katanya via SMS. Kami pun akhirnya sepakat ngopi di sebuah kafe dekat rumah tempat saya tinggal.

Sahabat saya ini berasal dari sebuah desa di kecamatan Tawangharjo Grobogan, Jawa Tengah. Kawasan yang menurut kebanyakan kacamata para santri dikatakan wilayah yang tidak religius dan agamis.

”Desaku memang gersang, namun disanalah lahir para leluhur yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh besar di nusantara dan dituliskan dalam tinta emas sejarah” katanya.

Di samping silaturahim, beliau bermaksud mengobrolkan bagian-bagian tertentu dari budaya nusantara. Tapi, sebagaimana lazimnya model keramahan bangsa kita, kami bicara dulu tentang asal-usul.

Beliau gembira saya berasal dari campuran Yogyakarta, Jawa Timur dan Kalimantan. Aku pun kemudian bernafas panjang. Mencoba merunutkan dimana para tokoh spiritual Jawa lahir dan kemudian memangku jagad kuasa para raja Mataram.

Namun apa kelebihan Grobogan? Secara geografis, Grobogan merupakan lembah yang diapit oleh dua pegunungan kapur, yaitu Pegunungan Kendeng di bagian selatan dan Pegunungan Kapur Utara di bagian utara. Bagian tengah wilayahnya adalah dataran rendah. Dua sungai besar yang mengalir adalah Kali Serang dan Kali Lusi.

Dua pegunungan tersebut merupakan hutan jati, mahoni dan campuran yang memiliki fungsi sebagai resapan air hujan disamping juga sebagai lahan pertanian meskipun dengan daya dukung tanah yang rendah. Tidak ada yang istimewa disana.

“Kamu ingat, disana ada makam leluhur Jawa…” desisnya.

Hmm, saya tersentak dari lamunan. Betapa lupa nya diri ini. Benarlah mereka yang kini dimakamkan di Grobogan khususnya Kecamatan Tawangharjo yang tandus dan gersang ini adalah para tokoh pendiri dinasti Mataram Islam.

Babad Tanah Jawi menyebutkan, Ki Ageng Selo adalah keturunan Raja Majapahit, Brawijaya V. Pernikahan Brawijaya V dengan Putri Wandan Kuning melahirkan Bondan Kejawen atau Lembu Peteng. Lembu Peteng yang menikah dengan Dewi Nawangsih, putri Ki Ageng Tarub, menurunkan Ki Ageng Getas Pendawa. Dari Ki Ageng Getas Pendawa lahirlah Bogus Sogom alias Syekh Abdurrahman alias Ki Ageng Selo.

Lantas, bagaimana juntrungnya Ki Ageng Selo bisa disebut penurun raja-raja Mataram? “Ki Ageng Selo menurunkan Ki Ageng Ngenis. Ki Ageng Ngenis menurunkan Ki Ageng Pemanahan. Ki Ageng Pemanahan menurunkan Panembahan Senapati. Dari Panembahan Senapati inilah diturunkan para raja Mataram sampai sekarang,” jelas sedulur “sufi” ini.

Ki Ageng selo terkenal karena Ilmu Halilintar-nya. Persis seperti tokoh Gundala, penangkap petir. Namun saya tidak begitu tertarik membahas tentang petirnya. Yang lebih penting barangkali adalah karya Ki Ageng Selo yaitu Serat Pepali. Serat ini adalah puncak pandangan Ki Ageng Selo tentang kefilsafatan, kesusilaan, dan ketuhanan. Menghayati dan mengamalkan Serat Pepali sama artinya dengan meneguhkan iman.

Di antara pepali (peringatan) itu adalah: Aja agawe angkuh, Aja ladak lan aja jail, Aja ati serakah, Lan aja celimut, Lan aja mburu aleman, Aja lada wong ladak pan gelis mati, Lan aja ati ngiwa … jangan bertindak angkuh, jangan bengis dan jahil, jangan berhati serakah, dan jangan panjang tangan, jangan memburu pujian, jangan memangku orang angkuh bisa lekas mati, dan jangan cenderung ke kiri.

Ki Ageng Selo serta keteladanan-keteladanannya menjiwai masyarakat setempat hingga saat ini. Ajarannya terjaga di wilayah yang tandus dan gersang itu. Justeru di wilayah yang secara geografis ternilai tidak agamis itulah terjaga sebuah aura magis untuk menjaga ajaran dari lemak-lemak kepalsuan dunia. Dan yang jelas, barangkali tidak banyak yang tahu bahwa Surakarta dan Yogyakarta memiliki ikatan sejarah dan emosional yang erat dengan Selo.

“Siapakah kita? Wajah tak menentu jenisnya tiap saat berganti nama, berganti baju, berganti hati, berganti pikiran, berganti-berganti dan berganti dengan topeng-topeng diri yang tidak sejati,” ujar teman saya sufi tersebut mencoba meresapi ajaran Ki Ageng Selo.

Kami pun ngobrol tentang kebohongan-kebohongan dan kepalsuan-kepalsuan isi dunia. Termasuk harapan-harapan, keinginan-keinginan dan cita-cita diri. Menumpuk dan menumpuk jati diri palsu akibat iklan dan pengetahuan-pengetahuan yang palsu. Yang tidak ada hubungannya bahkan jauh sekali dari kawruh “sangkan paraning dumadi”….

Anehnya, sahabat saya ini merasa bersyukur ketika kemarin di facebook, ada seseorang yang komentar di statusnya. “Maaf, saya jauhi anda karena tidak berilmu” katanya. Oalah sahabat muda itu sudah kuwalat dan tidak tahu, bahwa sesungguhnya yang dihadapinya adalah seorang sufi penghujung jaman yang masih berkenan untuk menampakkan dirinya.

“Apa komentarmu?” tanya saya.

“Benar sekali dia. Saya memang tidak punya ilmu apapun” katanya tegas.

Seandainya orang yang berkomentar itu tahu sejatinya teman ini, dia pasti akan mencium kakinya. Ilmu apa yang kau maksud hai komentator? Kalau yang kamu anggap ilmu-ilmu adalah kepalsuan-kepalsuan yang berkilau dari karomah-karomah palsu tentu saja engkau benar. Namun kalau yang kau sangka adalah Ngelmu Kasunyatan, harap kamu revisi pernyataanmu sebelum malaikat penilai baik-buruk menimbangmu berat sebelah.

Kusarankan agar kau memulai bangkit dari kehancuran di kubangan pemahamanmu, dengarkanlah kembali suara ruh-ruh dari gundukan-gundukan tanah di kuburan bahwa jika seseorang tak bisa menghentikan dusta sampai di usia senjanya, ia akan kaget karena dibohongi oleh nasibnya sendiri, dan kau akan terbohongi oleh siapa yang kau sangka dirimu yang sejati.

Sedulurku, berapa jumlah dusta alias kebohongan yang kita tumpuk setiap hari, setiap jam, setiap menit dalam hidup kita? Mungkin sudah hampir tak terhingga, sampai tak tertampung kapasitas komputer pada diri kita dengan mega-harddisk berukuran semilyar giga.

Sahabat sufiku yang dalam dirinya beraura Magis Tawangharjo, tlatah asal leluhurnya ini mengakhiri diskusi. Ia pamit dan sejenak kemudian menjejakan pedal gas trail… Brrrrrr…wuzzzz sejenak kemudian ia menghilang dari pandangan…. saya pun pulang dengan hati was-was.

Di kelam malam, jam menunjukkan pukul 03.00 WIB. Saya bangun. Menggelar sajadah dan tergelarlah kalimat-kalimat berikut ini:

Ya Allah, kau tunjukkan kepadaku sebuah kesaksian bahwa yang sejati itu tidak jauh diluar diri kita. Kita tidak perlu mencarinya di gunung-gunung, berguru ke orang-orang yang mengaku pintar, ke sesepuh-sesepuh yang bersorban dengan jenggot menyentuh tanah. Kesejatian itu ada pada dirimu. Bergurulah pada alam semesta, guru paling jujur karena tidak pernah bohong pada dirimu.

Menjadilah debu yang sederhana. Dan alhamdulillah kau pertemukan aku dengan orang-orang kecil seperti sahabatku itu. Aku tidak perlu susah payah mencari Ilmu kesederhanaan yang telah langsung Engkau anugerahi kesederhanaan sejati. Kau anugerahi diri ini kesadaran bahwa kita tidak perlu lagi melanjutkan untuk memperlombakan kemewahan, kekuasaan, kursi, dengan bayaran kebohongan janji.

Kupilih menempuh jalan hakikat dengan cara selalu memastikan setiap urusan agar berpihak, memasuki dan bergabung di dalam kesejatian. Cara yang dialektis untuk memahami kesejatian tiada lain adalah mencari perbedaannya, sekaligua jarak antara kesejatian dengan kepalsuan.

Kini, yang kita butuhkan sekarang hanyalah tunduk patuh untuk senantiasa berakrab-akrab dengan diri sendiri yang tiada lain adalah limpahan Dzat-NYA, sambil sesekali belajar dari imajinasi untuk membayangkan baik buruk benar dan salah.

Monggo kita bersama mendekatkan diri dengan kekasih. Bila masih kita letakkan jauh di atas arasy ketujuh di sana sehingga kita sebut Dia. Dan bila kekasih kita itu ada di hadapan kita sehingga kita panggil Engkau serta jika kekasih kita itu tak berbatas dan menyatu dengan diri kita sendiri sehingga seakan-akan Ia adalah Aku sendiri, dan Aku adalah Ia sendiri.

Al-Quran, Surah Al-Hajj di ayat ke-15 ….. menggelisahkan sujudku…..

Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad SAW) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit dan hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya . . .”

Astaghfirullah, kami memang sudah mengaku orang Islam. Namun kenapa tidak seratus persen percaya bahwa Engkau sudah, sedang, dan akan menolong kami? Engkau seolah abstrak bagi kami. Yang riil dan ada di depan kami sekarang adalah jajaran kepalsuan yang semakin lama semakin membusuk karena hasrat ego kami terhadap dunia yang tiada akan habisnya.

Beruntunglah kita semua, Engkau Tuhan masih memperkenankan dan menghormati kami untuk berbohong dan palsu. Kau hormati kebohongan-kebohongan dan kepalsuanku, hingga kami masih hidup dan menikmati yang namanya kebahagiaan ini.

”Kumalu padamu, Duh Gusti…..”

@@@@

Iklan
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 45 Komentar

Navigasi pos

45 thoughts on “AURA MAGIS TAWANGHARJO

  1. garengpung

    Sugeng siang..
    Nderek nyimak.. Salam Salim..
    Rahayu..

  2. satryo cilik

    absen siang mawon……nuwun

  3. Suatu bahasan yg menyenangkan. ^^

  4. Indra

    Aslkm,,ijin nyimak yo…

  5. Noni

    Ku malu pd sang pencipta…
    Ku malu pd sang alam semesta…
    Ku malu pd diriku sendiri,
    pd kamu,pd mereka dan pd semua makhluk ciptaanNYA…
    Utk apa mengejar dunia jika akhirat ku abaikan…
    Utk apa mengejar ego nafsu bila rasa ini sdh lebur menyatu dg semesta..MAKA,
    biarkan ku mengembara mencari titik nadir dlm hdp ini.
    Biarkan ku melangkah menyusuri alur kehidupan yg diridhoi NYA…
    Ku hanya sebutir debu ditengah pasir yg hitam,ku hanya seonggok jiwa yg gundah…
    Dimanakah cahaya NYA,kan kucari cahaya itu wlw sepanjang hdpku hrs kuhabiskan tuk menujuMU.

  6. ansorry sanusi

    nyimak ki Guru

  7. baya

    Terimakasih atas ulasannya Ki
    Salam

  8. ktm

    mantab ki

  9. Pangeran Sabrang Lor

    Maturnuwun…

  10. cakdi

    Nikmatnya punya sahabat/sedulur yg masih punya ‘ELING & WASPADA’…..bisa menulari yg dengar / yang baca.
    Maturnuwun….

  11. Indra

    Dmnkah hrs mncari ketenangan??mnurut sy dlm kkacauan,dlm kruwetan,dlm prmslhan distu lah trdapat ktenangan,,jd stiap kita dhadapkan keruwetan/prmasalahn otmatis jiwa akan mncari dan mnemukan ketenangan it sendiri,.krna tenang ddlm tenang brarti sdh tdk ada,,lam knal bwt ki wongalus smoga slalu dberi ktenangan oleh sang Kuasa agr dpt slalu mmbrikan sajian baru utk mnambah pmahaman srta plajaran pd saya dan warga kwa umumnya.

  12. aslm. salam salim sdulur. nwn.

  13. budi_ponorogo

    walaupun banyak kegiatan di kampus ini, sampun kesupen ngajine dulur…

  14. lukman

    mantap ki guru….salam salim……

  15. CKP

    Assalamualaikum Wr.Wb Ki Wongalus. saya haturkan berjuta terima kasih atas wejangannya dan semoga membawa berkah di kehidupan kita.

  16. Mantapppp

  17. BP

    Wejangan bagus. Waalaykum salam

  18. wong lamo

    assalam’ualaikum wrwb………………….

  19. R.Wijaya

    Artikel yang bagus, mengenai kesederhanaan saya sangat cocok. saat ini memang banyak kepalsuan yang serasa real.

    Sebagai contoh jika dishare amalan pelet, maka pengunjungnya bejibun, mungkin juga pengamalnya bejibun. akan tetapi jika melet seseorang bukankah jika berhasil juga itu semua adalah kepalsuan. karena adalah pemaksaan kehendak.

    tetapi jika dishare cerita berguna seperti ini, kemungkinan hanya berapa persen saja yang bisa meresapinya dan mengamakannya.

    Jika seorang anak muda yang telah sakti karena amalan di blog ini kemudian dia ikut arus globalisasi saat ini. dimana anak muda berlomba untuk konsumtif. yaitu fun, food dan fashion. semua itu perlu uang. dan jika ia salah jalan maka sangat disayangkan sekali.

    Saya menghimbau kepada para sesepuh agar di seimbangkan jumlah materi amalan dan jumlah materi yang bersifat wejangan. baik itu cerita sendiri atau kisah org lain.

    Seperti kisah iblis yang menolak sujud kepada adam, saat itu iblis menggunakan akal yang dimilikinya. Dia merasa lebih mulia, lebih hebat, lebih taat, dan lebih segalanya.

    Beda dengan malaikat yang tunduk dan patuh saat perintah Allas SWT harus dijalankan maka ia meninggalkan semua pendapat akalnya.

    Jika Allah SWT menyuruh kita Bersyahadat, Mendirikan Shalat, Berzakat, Berpuasa dan Pergi Haji jika mampu maka kita harus patuhi. Jika ada ajaran lain yang berusaha menditorsi dengan pendapatnya yang berasal dari akalnya maka ingatlah kembali kepada kisah Iblis.

    Jadilah Mahkluk yang patuh kepada Allah SWT, Berpeganglah kepada Alquran dan hadist juga kitab kitab imam/ulama / Pendapat pendapatnya yang tidak bertentangan dengan Alquran dan Hadist.

    Jangan Pernah lupa kisah Iblis, Jangan terlalu mengagungkan akalmu, patuhlah hanya pada Allah SWT.

    Terima kasih, mohon maaf jika ada salah, saya menghimbau kepada semua teman agar tunda semua wiridan keilmuan, ayo kita wirid mengagungkan Allah SWT dengan nama nama besarnya.

    Astagfirrullahalazim Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Hamba minta turun hujan
    Astagfirrullahalazim Ya Allah Ya Rozzak Ya Wahab Hamba minta turun hujan
    Astagfirrullahalazim Ya Allah Ya Ghanny Ya Qoyyum Hamba minta turun hujan
    Astagfirrullahalazim Ya Allah Ya Malik Ya Karim Hamba minta turun hujan
    Ya Allah dengan perantaraan kemulyaan nabi besar Muhammad SAW, dan dengan perantaraan sedikit amal baik hamba yang suka bersedekah kepada fakir miskin, dan dengan nama namaMu yang agung Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Rozzak Ya Wahhab Ya Malik Ya Karim maka turunkanlah hujan Ya Allah.

    Ya Allah Kasian semua saudara hamba, ladangnya kering, kasian semua tumbuhan mengering, Kasian semua hewan keluar dari hutan karena tak ada makanan.

    Ya Allah Ya Samad hanya kepadamua hamba meminta, Ya Allah kasihankan Hamba dan semua saudara saudara hamba. Ya Allah mohon turun hujan.

    Terima kasih kepada semua saudara saudara marilah kita berzikir kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan.

    Salam buat Ki wong alus dan semua sesepuh KWA dari salah satu murid kalian yang bodoh ini.

  20. putrabantarangin

    Absen siang Ki
    Bagaimana Ki kaitannya kisah diatas dengan Ki Ageng Pengging/Ki Kebo Kenongo dalam tulisan “KEMBALI KE BUDAYA SPIRITUAL NUSANTARA” sebelum ini
    monggo dilanjut, tks

  21. wong lamo

    assalam’ualaikum wrwb
    @R.wijaya :salam hormat,anda orang palembang y..?
    tolong dong di koreksi komentarnya..ada yang salah penulisanya….????????????
    Allas……!!!
    salam.

  22. Mbah Kawer

    nderek nyimak. mangayubagya…. matur nuwun … sae sanget…

  23. R.Wijaya

    wong lamo @ makasih koreksinya, Ya Allah Maafkan hambaMu yang bodoh dan hina ini terburu buru menuliskan namaMu. Mohon Maaf buat sedulur semua saya ternyata tergesa gesa menulisnya. sekali lagi mohon maaf dan terima kasih koreksinya.

    Saya orang Jawa Barat sini, terima kasih sekali lagi koreksinya. salam kenal juga. saya memang sedang prihatin atas kemarau ini. saya punya tanah pasum sempit disamping rumah saya yang saya tanami ubi, melon, semangka, kacang panjang, kacang tanah dan waluh. pertama tanaman kacang tanah saya mati, semangka, melon pun menyusulnya. hanya ubi dan kacang tanah yg masih hidup.

    saat saya menyiraminya tidaklah sehebat Allah yang ketika menurunkan hujan akan memberi makan milyaran tumbuhan, hewan dan manusia.

    sedih saya melihat semua tanaman mengering, sedih saya melihat berita semua sawah mengering. yang membuat saya sedih ternyata saya cuma bisa sedih. kemudian saya berdoa agar diturunkan hujan. berdoa adalah selemah lemahnya iman.

    andaikan oknum pemerintah kita tidak korup bukankan dana yg terkorup itu bisa buat membuat hujan buatan.

    Seharusnya ada hujan buatan karena kita sudah diberi akal sehingga ada teknologinya.

    Walau begitu marilah kita berdoa agar lekas turun hujan. saya merasa kita beruntung menjadi manusia, bencana kekeringan masih saja ada jalan keluarnya, seperti berita disalah satu desa dipasuruan katanya org sana sudah mandi seminggu sekali.

    bagaimana dengan pohon yang tidak bisa teriak, tidak bisa lari kesumber air, ketik dia dahaga kemudian dia mengering sampai proses kepada kematian pohon kecil itu tanpa daya. pohon pohon itu andai kita bisa mendengar suaranya. pastilah kita tidak akan bisa tidur nyeyak, tidak enak makan dan minum.

    Marilah bersedekah dengan menyiram tumbuhan kering disekitar kita. Mari buka mata kita bencana kekeringan ini menimpa semua mahluk Allah SWT.

    akhirnya saya sedih karena saya hanya mampu sedih, dan menangispun tak memecahkan masalah, dan hanya bisa mendoakan agar bisa turun hujan adalah selemah lemahnya iman.

    andai saya bisa membuat hujan buatan. andai saja.

    Salam buat saudara semua, maafkan komentar saya yang panjang ini, dan mohon koreksi jika ada salah tulis lagi.

    Wassalam

  24. wong lamo

    @ R.wijaya :aamiiin..semoga terkabul doa doa nya,kami semua sedulur bangsa tanah air selalu mendoakan,mengaminkan..?
    di daerah palembang juga musim kemarau…? insya Allah dengan niat doa yang tulus semoga di kabulkan oleh Allah swt,aamiiin.

  25. Terima Kasih banyak Ki Wongalus..salam dari saya sini seberang…

  26. ABG tua

    assallamuallaikum….wt…wb….
    @salam salim para sesepuh…
    @salam salim para warga…KWA…
    “Jaman sekarang kan orang menilai dari penampilan….dari LUAR….dari.CASING…senang yang PALSU PALSU….ngak mau yang ASLI….krn HATInya udah di atur ama Mr SOMBONG…UJUD…TAKABUR…RIYA…dlsb.nya…MERASA paling BENAR…GAMPANG MENYALAHKAN ORANG LAIN…MENGKAFIRKAN….MENGHUJAT….YA….itulah hidup….PENUH ke aneka ragaman SIFAT dan WATAK….SEMOGA..KITA SLALU DALAM BIMBIMGAN ALLAH…AMIN….

  27. Aria dwi pangga

    ALANG ALANG KUMITIR

  28. delebegh mrongos

    salam gabung

  29. assalamualaikum……..
    salam hormat buat sesepuh semua
    saya mau tanya mbak tanti tlg salamkan pertanyaan saya ke gus wildan krn saya tdk punya no hpnya gus wildan td siang tgl 5-9-2012 sehabis pulng kerja mlm saya bermimpi lg bertandang ke sebuah rmh pas waktu saya lg tnpa baju hanya memakai celana panjang serta tasbih yg saya buat kalung, trus dtg dua org yg saya tau 1 org itu salah satu sesepuh di sini yg ilmunya tinggi dan yg satunya lg gus wildan….
    yg dtg mau ngasih isian ilmu pas giliran saya tangan gus wildan menyala seperti kilat tu dari kejahuan setelah mendekat dan disalurkan ketelapak kiri saya hingga terasa kuat seperti bukan mimpi saya terhempas keatas…. yg ada saya tdk boleh pingsan saya hrs bs merasakan energi ini yg saya hapal hanya dua ayat attaubah 128-129 saya baca dan posisi saya msh diatas krn energi yg disalurkan oleh gus wildan ……..
    yg mana setelah selesai saya turun dan acara selesai seperti tanpa bicara beberapa saat saya terbangun krn hendak bersiap kerja.
    saya bingung hendak tanya siapa maafkan saya yg bodoh hina miskin ilmu dihadapan Allah yg tdk berarti …….mohon petunjuk sesepuh
    alfateha buat sesepuh semua
    oh ya saya kerja di pasuruan rmh saya di surabaya setiap hari saya pulang pergi yg mana setiap saya berangkat maupun pulang saya sambil zikir 2 ayat attaubah biar barokah kerjanya. saya hanya lewat saja didpn balai diklat blm bsa ikut pelatihan krn kewajiban saya sebagai anak serta sebagai suami. mohon petunjuk mbak tanti juga gus wildan

  30. Kangmase CKP

    assalamualaikum wr. wb.
    Nderek nyimak.
    Salam sungkem kagem sedoyo sesepuh, guru2, dan sedulur semua.

  31. anti

    Ini R. Wijaya mana ya? Trims

  32. R.Wijaya

    mba anti @ ini saya, saya cuma siswa KWA biasa lagi absen dan request ilmu nasehat hidup ke pengurus blog. salam kenal

  33. Reblogged this on rantingkemuning.

  34. Kempongpengelana

    as salamuallaikum sugeng dalu salam salim dateng sesepuh kalean senior sedaten rahayu mawon, silaturahmi mawon nderek apsen teseh ten laut pados iwak matur sembah nuwun was salam wr wb

  35. tk basso

    #####

    Podo ae karo aku..
    Cuma due elmu cengar cengir tokkkk

  36. kamar mayat

    hatuku damai….

  37. Suwung

    Ass.Wr.Wb semua sedulur KWA, terkhusus poro sesepuh, Semoga rahmat, hidayah, berkah dan ridhoNya selalu bertaburan untuk kita semua. Terimakasih Ki Wong Alus yg telah ikhlas mengkisahkan pengalamannya. Subhanallah, begitu banyak tempat tempat ber aura magis bertebaran di bumi nusantara ini, Betapa hebatnya riyadhoh poro leluhur yang “BABAT ALAS” membuat dan menemukan tempat tempat ber-aura magis. Baik yg ber-energi positif maupun yg ber-energi negatif. Sekali lagi terimakasih Ki Wong Alus. Kisah yg membuka mata bathin untuk tetap bersyukur dan mengembalikan segalanya kepada-Nya. Nembah nuwun, salam paseduluran, salam hormat untuk poro sesepuh KWA, mohon maaf segala yg tertulis dan terucap.

    Sembah sungkem

  38. anti

    @R.Wiajaya : Salam kenal kembali

  39. ANT

    asslmlkm. ijin nyimak. matur suwun sanget dumateng pembahasanipun.

  40. WONG KAMPUNX

    yg bikin gw marah dg hdup ini, dulu jomblo skrng msh jomblo, dulu miskin skrng tetap miskin, dulu sial skrng sial dll.. beda dg org lain, dulu jomblo skrng sdh nikah, dulu miskin skrng agak kaya, dulu sial skrng agak beruntung dll.

  41. R.Wijaya

    wong kampunx @ jika dulu miskin sekarang miskin, mungkin salahnya ada di ilmunya, coba ke toko buku gramedia atau gunung agung, disana banyak buku yang membahas ilmu bisnis juga ilmu membuat produknya.

    banyak orang sukses jual baso, mie ayam, bubur, ayam gor/bakar dll dan di toko buku diajarkan cara buatnya termasuk vcdnya. bahkan yg gratis di youtube saja ada.

    banyak org sukses bisnis kuliner kecil kecilan, dengan modal kecil jika punya ilmu kulinernya pasti laris. walau cuma jual nasi uduk/nasi kuning dipagi hari.

    jika modal kecil tapi ilmu kulinernya udach mantap, bisa buka kecil dulu lalu pergi ke bank pinjam kredit usaha rakyat yang bunganya kecil.

    Jangan menyalahkan nasib dulu, saya punya kebiasaan memukul dan menampar muka saya sendiri karena saya melakukan kesalahan hanya karena saya telat punya ilmunya. saya berpikir kebodohan saya harus diberi ganjaran. jika tidak diberi ganjaran saya takut kurang introspeksi diri.

    Lihat potensi diri dulu dan jangan malu belajar dan bekerja apa saja asal halal.

    itu saja komentar saya jika ada salah kata dan tidak berkenan saya mohon maaf, saya cuma merasa banyak org yg lupa pergi ke toko buku untuk upgrade ilmu.

    (kebiasaan saya ga usah ditiru, itu jadi kebiasaan karena saya ga punya bapak dari kecil, ibu sibuk dagang jadi saya harus punya cara agar saya tetap eling/lurus dan terus ingat kalau saya miskin jadi harus rajin bekerja/dagang. dan waktu setiap harinya begitu berharga untuk mencari napkah)

  42. agungs3dayu

    ”seorang sufi di ujung jaman”….masih adakah? beruntung njenengan ki Alus.

  43. Gus Jam

    itu memang tokoh sakti di tanah jawa.Kebetulan itu merupakan tanah kelahiran saya.

  44. Muhamad

    Assalamualaikum wbw Para sesepuh KWA dan pembaca yang budiman semoga selalu didalam Lindungan dan Keberkahan ALLAH SWT…..amin….

  45. ki sundep

    alhamdulillah saya jg bangga sebagai warga grobogan,kebetulan saya jg sering ziarah ke makam ki Ageng..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: