MELAYANGKAN RUH KE ARASY PALING SUCI DI JAGAD RAYA


wongalus

Dalam Majelis Wirid KWA yang kita gelar di Jl Majapahit 5, Balai Diklat Kab Sidoarjo setiap Kamis Malam pukul 19.00 kita melakukan dzikir bersama-sama. Apa maksud dan tujuan hakikinya?

==Burung terbang dengan dua sayap, Ruh melayang dengan dua dzikir== begitu salah satu semboyan dari salah satu tarikat. Ini tidak hanya semboyan tapi benar-benar terjadi ketika kita melakukan dzikir atau wirid. Kemana ruh melayang? Kemana lagi kalau bukan menuju ke alam-alam ruhany, alam malakut hingga sampai ke arasy Ilahiyah.

Dzikir berasal dari kata dzakara, artinya ingat. Dzikrullah yaitu ingat kepada Allah SWT yang dilakukan dengan menyebut atau mengingat, mengenang, merasakan, menghayati. Biasanya dilakukan setelah melaksanakan shalat. Dasarnya adalah sbb: Maka apabila kamu selesai mengerjakan shalat maka berdzikirlah kamu kepada Allah di waktu berdiri, duduk dan di waktu berbaring.(QS. An Nisaa’ : 103)

Dzikir yang bersifat khusus ini banyak macamnya, diantaranya: Tasbih (Subhanallâh), Tahmid (Alhamdulillâh), Tahlil (Lâ Ilâha Illallâh), Takbir (Allâhu akbar), Tilawatil Qur’an, dan sebagainya.

Dzikir secara sederhana bisa dikategorikan menjadi dua yaitu dzikir Jahri (nyata) dan Dzikir Sirri (rahasia) Dan rahasiakanlah (sirri) perkataanmu atau nyatakanlah (jahri); sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang bergejolak di dalam dada. (Al Mulk : 13)

Dzikir Jahri atau Dzikir Jahar adalah dzikir yang diucapkan. Dzikir yang dilaksanakan setelah mengerjakan shalat, untuk memohon perlindungan Allah. Sedangkan bacaan dzikir yang kita ucapkan terbatas pada ruang dan waktu, artinya terbatas pada tempat tertentu saja karena apabila sudah di dalam wc bacaan dzikir tidak mungkin diucapkan, dan terbatas pada waktu artinya hanya dalam jumlah bilangan tertentu saja, karena tidak mungkin kita ucapkan bacaan dzikir tersebut terus menerus selama 24 jam penuh.

Dzikir yang diucapkan setelah shalat fardhu dengan suara dan gema kuat dimaksudkan menghasilkan nur dzikir di dalam rongga bathin sehingga hati hidup dengan nur Ilahi. Sebab hati itu keras seperti batu bisa dipecahkan dengan kekuatan yang besar pula.

Dzikir Sirri atau dzikir khafi adalah dzikir yang tersembunyi karena ia diingatkan di dalam hati, tidak menggunakan mulut, melainkan dzawq (perasaan) dan syu`ûr (kesadaran) yang ada di dalam qalbu. Karenanya dzikir ini menjadi tersamar (khafiy) dan hanya pelaku serta Allah SWT saja yang dapat mengetahuinya.

Dengan Dzikir Sirri kita berusaha menghadirkan Allah di dalam hati terus menerus, 24 jam penuh, tanpa terbatas ruang dan waktu. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al A’raaf : 205)

Dalam Dzikir Sirri orang mengingat Allah, merasakan kehadiran Allah, menyadari keberadaan Allah. Di dalam qalbunya tumbuh rasa cinta, rasa rindu kepada Allah, rasa dekat, bersahabat, seakan melihat Allah. Ihsan akan muncul ketika dalam ibadah kita merasa melihat Allah, atau setidaknya merasa sedang dilihat oleh Allah SWT. Inilah dzikir yang hakiki, sebab hubungan manusia dengan Allah SWT tidak terjadi dengan tubuh jasmaninya melainkan dengan qalbunya.

…Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berhubungan dengan manusia melalui qalbunya…(Al Anfaal : 24)

Maka dengan berdzikir mulut dilanjut dengan dzikir qalbu maka akan muncul rasa rindu dan dekat kepada Allah sekaligus manfaat lain yaitu sel-sel kelenjar hormon bisa aktif yang akan menimbulkan kehangatan dan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Senantiasalah kita berdzikir sebanyak-banyaknya dan dilakukan secara terus menerus, jikalau lupa, ingat kembali, lupa, lalu ingatkan lagi, dan seterusnya. “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. (Al Ahzab : 41) ” …Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa…” (Al Kahfi : 24)

Dzikir Sirri atau dzikir Khofi atau dzikir ismu Dzat dengan bacaan “ALLAH”, silsilahnya sampai kepada Rasulullah SAW. melalui Sayidina Abu Bakar Ash Shidiq RA . Sedang dzikir dengan bacaan “LA ILAAHA ILLALLAH”, biasanya dilakukan dzikir jahri atau Dzikir Nafi Itsbat, yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah SAW melalui Sayidina Ali bin Abi Tholib karramallahu wajhah. Kedua jenis dzikir dari kedua sahabat inilah yang menjadi sumber utama pengamalan thoriqoh, yang terus menerus bersambung sampai dengan sekarang kepada kita semua.

Selain dzikir di atas, di Majelis Wirid KWA juga dipraktekkan bersama beragam jenis doa yang sangat bermanfaat untuk mendekatkan diri dan menghadapkan diri (Tawajuh) kepada Allah. Berikut contoh salah satu amalan doa dalam Majelis Wirid KWA:

ILA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA ALIHI WA ASHABIHI WA JAMI’I IHWANIHI MINAL ANBIYAI WAL-MURSALIN KHUSUSON ILA NABI IDRIS WA NABI ILYAS WA NABI KHIDIR WA ILA JAMI’I MALAIKAH WA AULIYAI KHUSUSON ILA SYEIKH ABDUL QODIR JAILANI, WA ILA JAMI’I AULIYAI FI DAIROTI HADZA, ILA JIDDINA WA JADDATINA, ILA ABAINA WA UMMAHATINA,,WA JAMI’I MUSLIMIN WAL MUSLIMAT JAMI’AHUM AL FATIHAH…..

====YA GHIYATSAL MUSTAGHITSIN AGHITSNA YA ALLAH YA LATHIFAN BIKHOLQIH YA ‘ALIMAN BIKHOLQIH YA KHOBIRON BIKHOLQIH ULTHUF BINA YA LATHIF YA ‘ALIM YA KHOBIR YA ALLAH ROBBI INNI DHO’IFUN FAQOWWINI WA INNI DZALILUN FA A’IZZUNI WA INNI FAQIRUN FA AGHNINI WA INNI MARIDHUN FA ASYFINI. ROBBANAA AATINAA FIDDUN YAA HASNA WAFIL AAKHIROTI HASANAH WQINA ‘AA-DZAA BANNAR===

(Wahai dzat yang menolong bagi orang-orang yang memohon pertolongan, tolonglah kami. Wahai dzat yang Maha Penyantun kepada makhluk-Nya, wahai dzat yang Maha Mengetahui dan Waspada, santunilah kami. Wahai Allah, wahai dzat yang Maha Santun, Maha Mengetahui dan Waspada. Wahai Tuhanku hamba dalam keadaan lemah kuatkanlah hamba, hamba dalam keadaan hina mulyakanlah hamba, hamba dalam kedaan faqir maka kayakanlah hamba (berilah hamba keluasan rizqi), hamba dalam keadaan sakit sembuhkanlah hamba. Wahai Tuhanku berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jagalah kami dari api neraka).

Demikian apa yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini. Salam paseduluran.

@@@

Iklan

40 pemikiran pada “MELAYANGKAN RUH KE ARASY PALING SUCI DI JAGAD RAYA

  1. Gw menyecam kekerasan thd TKW terutama yg dilakukan org2 arab. org2 arab terlalu kejam tdk punya pri kemanusian sama sekali. kok ada org2 spt itu di dunia ini? nasib org2 kecil spt TKW selalu tertindas dan teraniaya. ngeri.. kalau baca berita penyiksaan TKW. kdng majikan yg salah tp TKW yg dipenjara atau dihukum mati dll.

  2. mhn pencerahan bagi sesepuh KWA, apakah di diklat KWA ini segala keilmuannya banyak menngambil dari ilmu agama tertentu ( Islam ). mhn maaf karena saya kebetulan bukan berlatar belakang agama Islam jadi agak kesulitan untuk mengikuti. Apakah tidak mewadahi yang menggunakan aliran jawa misalnya? !! Mhn dimaafkan… tks

  3. Alhamdulillah, terimkasih Ki, atas pencerahannya, saya sendiri sangat awam terhadap makna dzikir. Tanpa batas, tanpa waktu, tanpa ruang semuanya kebesaran Alloh. Al Qur’an ilmu Alloh diringkas menjadi Al Fatehah diringkas lagi menjadi Basmallah diringkas lagi menjadi Ba dan Ba diringkas menjadi titik. Satu titik yaitu Alloh swt. semua ilmu menuju ke satu titik. Apapun agama dan kepercayaan menuju satu titik. Terimakasih poro sesepuh KWA yg dengan ikhlas membimbing dan mengijazahkan ilmu-ilmunya pada kita semua. Semoga Alloh selalu melimpahkan rahmatNya kepada poro sesepuh, Nuwun, Salam hormat

    Sembah Sungkem

  4. Kasih nama aja ki,tharekat nya biar jelas sanad dan silsilah nya,atau bila penggabungan beberapa tharekat biar biar ngerti juga silsilah nya,kalo buatan sendiri ,,ga tau dah ,.smoga pernah dpt ijazah nya,,.

  5. Allah adalah cahaya di atas cahaya…
    Nur Muhammad adalah cahaya…..
    Al Qur’an adalah cahaya
    ilmu adalah cahaya…
    cahaya..adalah petunjuk antara yang hak dan batil

    saat zikir Allah..Allah..Allah………………..berarti kita dekat kepada petunjuk, dekat dengan kekasih, akrab dengan kekasih, dekaaaaaat sekaliiiiii (‘manunggal/menyatu)……….(gambaran menyatu) : “tiyang biasa sejatinya tidak ada/lebur/ fana, yang ada sejatinya adalah Allah tapi..tiyang biasa bukanlah Allah, tapi salah besar kalau tidak ada wujud Allah………”(metafor mbulet bin ling lung)

    dari itu maka yang menonjol/mengemuka sebagai ilmu/cara untuk mendekati ALLAH swt adalah :
    wahabi dengan sarana Al Qur’an
    suni Al Qur’an dan Nur Muhammad yang ada pada auliyaa dan semua sahabat dll…
    syiah melalui ilmu Ali ra

    intinya adalah satu: Menggapai cinta Allah, Allah-lah satu-satunya kekasih sejati yang Tunggal dan tiada bandingnya….dengan cara2 yang paling terfahami individu yang bersangkutan..

    Bolehlah secara kejawen, dengan menggunakan jutaan khodam jin yang aslinya ilmu ghaibnya melebihi manusia….itu semua adalah tapak-tapak Nabi sulaiman dari : Rabbighfirli wahablii mulkan laa yanbaghi liahadin mimba’di, innaka antal wahhab.

    pertanyaannya adakah cara mendekati Dzat yang Maha Perkasa, Maha Tunggal, maha pemberi, maha pengampun yang paling mudah dan sederhana…selain mengucap, mengingat sebanyak2nya Allah..Allah..Allah…., sehingga ruh ikut berdzikir..Allah..Allah..Allah…sampai “menyatu”….

    Nyuwun pangapunten sharing kulo punika, nuwun sewu kulo taksih enem, bilih kathah ukoro ingkang damel manah boten kepenak…..nyuwun gunging pangaapunten…matur sembah nuwun…

  6. Sallam. setelah kita meninggal .apakah antara yang bertarekat dan yang tidak, masih bisa bertemu ?artinya masih satu alam, atau berlainan alam.mohon pencerahan poro dulur kalih sesepuh .

  7. Sugeng Rahayu…dumateng poro sanak kadhang KWA.
    insyallah saya tahu thoriqoh diatas. Menurut saya pribadi (pendosa), mursyidnya jangkep, bisa dibilang wong suci tanah jawi kalo bisa melihat dengan mata bathin.

  8. Mêpêg gêlaraning hawa, amung anyipta sawiji, tanjane ingkang sinêdya, wontên parmaning Hyang Widdhi, Hyang Tunggal, Gusti Alloh kang moho kuwoso….
    eling…eling…..eling…. Alloh…Alloh…Alloh..

    Eling menawa dadi titahing Gusti (Sangkan Paran, Manunggaling Kawula Gusti).

    Eling menawa dititahake manggon ing planet bumi kang ora ijen anane, nanging minangka bagian cilik saka ‘alam semesta’. (Jumbuhing jagad cilik lan jagad gedhe).

    Eling marang peparing ‘cipta-rasa-karsa’ kang ukurane manungsa kudu ‘beradab’.

    Eling menowo kudu tansah ngutamakake kerukunan karo manungsa liyane lan titahe Gusti liyane.

    Eling menawa kudu tansah njaga ‘keselarasan’ (kemarmonisan): melu memayu hayuning bawana.

  9. teori sudah bagus, praktek saya prcaya sudah dipraktekkan oleh para wong alus dan sang guru ki sabda langit. namun dalam menempuh dan membimbing orang pada laku spiritual yang khusus haruslah terbuka dan jujur dari siapa ijazahnya atau siapa gurunya yang bersambung hingga rosululloh saw. , baik thoriqoh formal atau non formal hal ini adalah wajib. tolong dijelaskan oleh kwa ataupun ki sabda langit. di ilmu kejawen yg lurus pun juga sama bahwa sanad ilmunya harus sampe pd sunan kalijaga yg sempurna lahir batin, karena beliau wakil rosululloh d tanah jawa. jawaban yg singkat dan jelas sangat kami tunggu. maturnuwun kang …

  10. ass.. wr wb. mohon petunjuk para sesepuh sedulur yg sy tnyakan apa arti makna dri kta2 dibwah. ( jangan lihat kedepan, kebelakang, & kesamping, tapi lihat kebawah sampai penglihatan kita tembus keatas paling atas ) mhon petunjuk, apabila ada kata2 yg salah mohon m

  11. Mencoba mempelajari ilmu ilmu leluhur dari tanah jawa , yang digali dari pengalaman spiritual leluhur Jawa , dari pemahaman terhadap pengamatan gerak alam semesta dengan ilmu titen yang luar biasa ,

    ……….. DUH GUSTI ……..mohon ampun ………aku telah lama abai terhadap warisan leluhurku
    …………DUH GUSTI ……..berilah petunjukmu untuk ……memayu hayuning bawono
    …………DUH GUSTI ……..tuntunlah aku untuk ber..Perikemanusiaan yang adil & beradab
    …………DUH GUSTI………Aku selalu ingin bersamamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s