AYO SIAP SIAP …..


=====

Hukum kematian manusia terus berlaku karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi. Adakalanya seorang manusia menjadi penyampai berita, dan esok hari tiba-tiba menjadi bagian dari suatu berita, ia dicipta sebagai makhluk yang senantiasa galau nan gelisah, sedang engkau mengharap selalu damai nan tenteram wahai orang yang ingin selalu melawan tabiat, engkau mengharap percikan api dari genangan air. Kala engkau  berharap yang mustahil terwujud, engkau telah membangun harapan di bibir jurang yang curam. Kehidupan adalah tidur panjang, dan kematian adalah kehidupan maka manusia diantara keduanya; dalam alam impian dan khayalan. Maka selesaikan tugas dengan segera, niscaya umur-umurmu, akan terlipat menjadi lembaran-lembaran sejarah yang akan ditanyakan. Sigaplah dalam berbuat baik laksana kuda yang masih muda, kuasailah waktu, karena ia dapat menjadi sumber petaka  dan zaman tak akan pernah betah menemani Anda, karena ia akan selalu lari meninggalkan Anda sebagai musuh yang menakutkan dan karena zaman memang dicipta sebagai musuh orang-orang bertakwa.

(La-Tahzan. Dr. Aidh al Qarni)

=====

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 43 Komentar

Navigasi tulisan

43 thoughts on “AYO SIAP SIAP …..

  1. CKP

    sugeng siang ki wong alus mugi rahayu……..

  2. budy

    Hadiiiirrrrrrrrr doloooooorrrrrrrrrrrrr…………

  3. agoes75

    melu ndeprok….

  4. wahyudie

    Absen dulu
    Salam paseduluran

  5. Nyimak…sambil manggut2…

  6. hadir melu nyimak..

  7. ikutt
    salam takdim

  8. alyyjenggot

    Assalamu’alaikumMalam Wr,,Wb,,
    Salam Siturahmi persaudaraan seluruh keluarga-besara kampus wong alus. Terutama Para sesepuh, Salam Ta’dzi wal ikhtirom Bi’idznillah..
    1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.

    “Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

    2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.

    “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?” (QS An-Nisa 4:78)
    3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
    “Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:8)
    4. Kematian datang secara tiba-tiba.
    “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS, Luqman 31:34)
    5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
    “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

    DAHSYATNYA RASA SAKIT SAAT SAKARATUL MAUT
    Sabda Rasulullah SAW: “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
    Sabda Rasulullah SAW: “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)
    Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW;
    Ka’b al-Ahbar berpendapat: “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
    Imam Ghozali berpendapat: “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
    Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia,” kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku!”
    Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
    Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kedzaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah.
    Wallahu a’lam bis shawab.

    SAKARATUL MAUT ORANG-ORANG DZALIM

    Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang dzalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
    Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
    Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
    “Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS Al-An’am 6:93)
    “(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.” (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
    Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang dzalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir di tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik!“ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
    Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
    Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang dzalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

    SAKARATUL MAUT ORANG-ORANGYANG BERTAQWA

    Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
    Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
    Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.
    Wallahu a’lam bish-shawab.
    Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
    Allahumma Amin.
    dari-hamba-yang-dhoif
    Wassalamu’alaikum…Wr..Wb..

  9. santri kuburan

    absen boss

  10. mantaaaaaaaaaap

  11. Anu na

    Malem

  12. Sinang agus widodo

    Coba lihat ke dua telapak tangan kita kiri dan kanan,garis di tangan membentuk huruf” M”.apa artix huruf itu,? Itu singkatan,manusia/ makhluk,mesti mati.dan mati memang manusiawi..jika sdh th kita akan mati sudahkah kita bersiap siap?jika untuk hidup ada ilmux,untuk mati harusx juga ada ilmux.sdhkah kita mencari ilmux?.seperti apa mati itu? Kdng kita mendengar kata kata,ada orang tidur seperti mati,tapi ada juga orang mati seperti tidur.bahkan ada kalangan kebatinan dan hikmah mengajarkan ” mematikan diri sblm mati. Jadi ada ilmu apa tidak,siap apa tidak,kita tetap akan mati.

  13. Hadirrrrrrrrr….
    dan lgi nyimak,,,,,,,,,,,,,,

  14. Pemabuk

    Ikutan ngoceh :

    Mendengar kata ‘kematian‘, sebagian besar orang langsung mengarah pada kematian jasadiah, yaitu pulangnya ruh kita dari jasad – kembali ke Majikan kita.

    Untuk itu segenap teori qur’an dan hadist bersliweran – menekankan akan pentingnya menghadapi kematian.

    Pertanyaan di batin saya ==> bagaimana orang bisa konsentrasi soal kematian… boro-boro mikir kematian… lha wong konsentrasi soal perut aja udah ngabisin waktu, usaha dan tenaga.
    Perut sendiri bisa diganjel… lha perut anak-istri..? diganjel pake apa…???

    Akhirnya, konsentrasi akan kematian ‘pun hilang tergantikan dengan konsentrasi kehidupan realita.

    Berbicara tentang realita, ‘kematian’ sesungguhnya sudah kita hadapi sehari-hari. Tapi sayang, tidak banyak orang tahu kalau sebenarnya dia sudah mati. Tentu saja termasuk saya.

    Dimulai dari matinya pendengaran.

    Hayya alas-sholaaaahhhh………. tetap saja sibuk diuber dead-line kerjaan, jadi ga sempet ngambil air wudhu deh…
    Hayya alas-sholaaaahhhh………. subuh pagi buta, aduh, masih ngantuk banget, tadi malam lembur kerja, ga kuat bangun, euy….
    Hayya alas-sholaaaahhhh………. tengah hari terlewati….
    Hayya alas-sholaaaahhhh………. sore hari masih di jalan….
    Hayya alas-sholaaaahhhh………. tak terasa matahari terbenam, malam’pun menjelang…

    Ternyata, 5 kali sehari… dikalikan 1 minggu, sampai ketemu 30 hari bahkan setahun, tanpa terasa mendekati penghujung usia, pendengaran kita tidak bisa mendengar panggilan “Hayya alas-sholah” itu.
    —————————————

    Kemudian berlanjut dengan kematian penglihatan.

    Tidak melihat tetangga sebelah rumah sedang kelaparan, rumah kontrakannya belum bayar, anaknya minta jajan, dapur istri tidak ngebul… sungguh – kita tidak akan pernah bisa melihat hal seperti ini.
    Banyak orang sakti – punya ilmu trawang (melihat) jarak jauh – tapi tidak sanggup melihat anak yatim bingung sekolah dalam radius 100 meter di daerahnya sendiri…
    —————————————

    Berikutnya matinya perasaan.
    Disambung dengan matinya akal.
    Ditambah lagi dengan matinya langkah.
    Apalagi bicara tentang masalah penghidupan, sandang, pangan, papan, laksana semua langkah sudah mati.
    Apalagi yg lebih dahsyat – yaitu matinya iman…
    Dan segudang kematian-kematian lainnya dalam kehidupan kita (yang) mengaku masih hidup ini.

    Para pembaca lainnya tentu bisa menjabarkannya lebih baik dari komentar saya ini.
    —————————————
    Salam.
    —————————————

  15. alyyjenggot

    ALLAHUMMA…INNA..AS’ALUKA..BIIKHUSNUL..KHOOTOMAH
    Yaa..Allah..Berikanlah..Hamba..Kebaikan..pada…saat..wafat
    WA..NA’UDZUBIKA..BIISU’UUL..KHOOTIMAH
    Dan..jauhkanlah..keburukan..pada..saat..wafat..
    Aamiin…..YAA….ALLAH…

  16. alyyjenggot

    BIIKHUSNUL..KHOOTOMAH=BIIKHUSNUL…KHOTIMAH
    dari-hamba-yg-dhoif

  17. hera

    yo

  18. siapkan kopi,, rokok.. lalu.. “ijin nyimak” ki…

  19. Sanggrahan68

    Salam rahayu wilujeng …

    Nuwun sewu Ki .
    Kulo daftar nggih Ki.

    Nama : Sanggrahan68
    Kota : Yogyakarta
    No HP : 089675233195
    Email : gomblohgom@gmail.com

    Matur nuwun sakderenge.

    Salam rahayu wilujeng …

  20. Sanggrahan68

    Nggih sejatining manungso urip ing ngalam
    nduyo iki mung jejer titah sak wantah,
    duwene mung lali karo salah, mulo ojo
    podho kakean polah, siro urip ono kang nguripno, siro gedhe ono kang
    nggedekno, siro sugih ono kang
    nyugihno, mulo ojo podho adigang
    adigung lan adiguno.

    Slam rahayu wilujeng.

  21. Jampang Rante

    Jadi Presiden tidak mungkin…

    Jadi Jendral tidak mungkin…

    Jadi saudagar kaya tidak mungkin…

    Jadi JENAZAH sudah pasti…

    Oalaaaahh………….

  22. wong qhincy

    asslammualaikum..ijin nyimak ki..

  23. Mya

    Salam rahayu.
    ikut absen
    ~roda zaman menggilas kita terseret tertatih tatih,
    sungguh hidup terus diburu berpacu dengan waktu,
    tak ada yang dapat menolong selain yang disana,
    Dialah ….. Tuhan.

  24. Izin menyimak ki….
    dan Salam seperduluran.

  25. Mbah Kawer

    Seandainya kita tahu hari esok adalah kematian kita. maka sdh pasti hari ini banyak pertobatan…., tapi sungguh kematian datang tak terduga dan tiba tiba………….

    Maka berbahagialah seseorang yang akan mengalami kematian dan masih diberikan waktu untuk menyesali segala dosa dosanya.

  26. Allah SWT yang mencipta segala-galanya. Segala yang terlihat dan tidak terlihat dicipta oleh Allah SWT. Allah SWT mencipta makhluk adalah untuk ujian bagi manusia supaya mengenal Allah SWT. Allah SWT menjadikan semua makhluk dengan qudrat Allah SWT. Mati dan hidup semua di tangan Allah SWT. Keadaan-keadaan yang wujud di antara hidup dan mati semua Allah SWT yang mewujudkan. Apa yang berlaku dalam semua kehidupan makhluk bergantung dengan qudrat Allah SWT. Apa yang wujud semua dari Allah SWT, ikhtiar manusia juga dari qudrat Allah SWT dan bukan usaha manusia.
    Terbentuk kehidupan dan kemusnahan, kebaikan, keburukan bukan bergantung pada makhluk atau asbab tetapi bergantung kepada qudrat Allah SWT. Oleh itu Allah SWT telah hantar nabi-nabi dan rasul-rasul untuk memahamkan kepada manusia supaya menjalani kehidupan ini mengikut kehendak Allah SWT. Begitulah semua 124 ribu nabi dan rasul diutus ke muka bumi ini supaya menyeru manusia kepada beriman kepada Allah SWT. Begitulah seterusnya dakwah Rasulullah SAW.
    Baginda SAW menyeru bahwa semua keadaan yang wujud datang daripada qudrat Allah SWT. Apa yang berlaku dan sedang berlaku serta apa-apa yang akan berlaku semuanya datang dari Allah SWT. Inilah dakwah nabi-nabi termasuk Nabi SAW bahwa kejayaan manusia bukan bergantung kepada apa yang diusahakan oleh manusia, akan tetapi bergantung kepada apa yang ditetapkan oleh Allah SWT. Kelemahan manusia ialah yakin manusia terkesan dengan apa yang dilihat memberikan manfaat dan mudharat. Sebenarnya kesan manfaat dan mudharat pada asbab itu bukan dari makhluk tersebut, tetapi Allah SWT yang memberi kesan. Makhluk itu sebenarnya tidak dapat berbuat apa-apa. Maulana memberi contoh mengenai bola lampu dan kabel letrik, sebenarnya benda itu tidak dapat mengeluarkan cahaya tetapi arus letrik itu adalah berpunca daripada generator letrik. Begitulah semua apa yang kita lihat, kebaikan dan keburukan datang dari qudrat Allah SWT. Begitulah dakwah Anbia’ menyeru manusia kepada zat dan qudrat Allah SWT.
    Hari ini apabila umat telah tinggalkan dakwah, maka yakin umat dan fikiran umat telah rusak. Semua ini berpuncak daripada perbicaraan yang salah dan tidak lagi membicarakan kebesaran Allah SWT. Syaitan datang untuk membawa kita menjadi orang yang didakwahkan kepada perkara bathil. Inilah pembicaraan rata-rata orang Islam di seluruh dunia dimana mereka tidak lagi berbicara tentang kebesaraan Allah SWT, sebaliknya membicarakan kehebatan dunia. Dengan ini manusia yakin pada benda atau asbab yang dibicarakan dan tidak lagi terkesan dengan Kekuasaan dan Qudrat Allah SWT. Oleh karena itu kesesatan telah merata di seluruh dunia.
    Sesungguhnya kehidupan manusia bukan tebentuk dari harta benda, tetapi kehidupan manusia terbina dengan iman dan amal. Untuk keselamatan dan keamanan usaha atas iman perlu diadakan, dimana manusia akan benar-benar yakin terhadap zat dan qudrat Allah SWT. Allah SWT yang memelihara rezeki seluruh makhluk termasuk diri kita. Dalam pembinaan iman, jangan campur-adukkan kebesaran Allah dengan ghairullah (selain dari Allah).
    Melalui usaha dakwah Allah SWT akan kembangkan hidayah ke seluruh alam. Melalui dakwah manusia kepada kebesaran Allah SWT, maka Allah SWT akan memasukan iman dalam diri orang yang membicarakan kebesaran Allah SWT. Begitu juga jika kita dakwahkan kehidupan suci murni Nabi SAW, orang itu yang akan dapat taufik hidayat untuk mengamalkan sunnah-sunnah Nabi SAW, dan kehidupan sunnah akan tersebar. Oleh itu kita perlu membentuk iman supaya wujud suasana iman bukan saja di marhalah kita tetapi di seluruh alam.
    Apabila kita tinggalkan dunia ini dalam jazbah orang yang hidupkan usaha Nabi SAW, maka kita akan dibangunkan di hari akhirat bersama Nabi SAW. Oleh itu asas kerja kita perlu usahakan kerja Nabi. Kerja Nabi tidak perlukan harta dan benda tetapi keinginan dalam hati. Jadikan kerisauan dan fikir kita seperti fikir risau Nabi SAW. Apabila pembicaraan mengenai kebesaran Allah SWT telah umum, maka Allah SWT akan wujudkan isti’dat kcpada seluruh umat untuk mengamalkan keseluruhan agama. Allah SWT sendiri akan wujudkan agama di seluruh alam. Oleh itu, kita perlu bergerak membuat kerja Nabi SAW diseluruh alam. Kita perlu bertaubat bersungguh-sunggun kerana tidak menjadikan fikir Nabi SAW sebagai fikir kita dan tidak menjadikan maksud hidup Nabi SAW sebagai maksud hidup kita.
    Kita perlu yakin dengan janji Allah SWT. Allah SWT berfirman yang maksudnya, “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu membantu agama Allah, Allah akan membantu kamu”. Allah akan bertindak mengikut sangkaan manusia. Kita perlu berhajat kepada Allah SWT, kita perlu selalu menuju kepada Allah SWT. Kita perlu senantiasa mendengar pembicaraan iman, perlu memberi keputusan untuk menghidupkan kerja Nabi ke seluruh alam hingga akhir hayat kita.

  27. DEWA TIMUR

    Ass.. td malem kena eureup europ pocong. dia nawarin pesugihat, tp gw tolak mentah mentah.

  28. DEWA TIMUR

    Ass.. td malem kena eureup eureup pocong. dia nawarin pesugihan, tp gw tolak mentah mentah.

  29. Sejatinya kita akan kembali pada Yang Maha Kuasa. Hidup didunia hanya sementara, semoga kita dijadikan manusia yang beriman, bahagia di dunia dan akherat. Amin Ya Rob,..

  30. wongsuwong (Tovic alkaffi)

    ya..ya…bgitulah kehidupan….bila ada awal psti akn ada akhir…bila ada pembukaan pasti akan ada penutupan…

  31. erbede

    Sugeng enjang para sedherek sedaya. Selamat pagi sedulur semua.
    Ki Alus ysh, mohon pencerahan. Belum ada seminggu ini saya mimpi, dalam mimpi saya…saya ini ‘mati’. Saya berada ditempat tidur yg serba putih, dan tempat tidur itu ada kelambu-nya. Seperti ranjang besi jaman dulu, yg berkelambu. Dlm hati kecil saya bilang:’ wah …klo mati, sdh tak ada kesempatan bagi saya tuk bertobat atau menebus dosa. Agak takut jg saya, tp sy berusaha rasakan dg kesadaran…..bahwa sy blm mati, tapi tidur dikamar belakang. Akhirnya sy bangun dan selalu teringat akan mimpi td. Sekali lagi, sy mohon pencerahan pd Ki Alus. Matur suwun sakderengipun. (Taman Aloha Sidoarjo)

  32. R. Wijaya

    Ikut komentar soal mati :

    amalan yang pertama diperiksa adalah Sholat. Sholat itu wajib. Bukan sekedar dikerjakan tapi harus mendirikan Shalat.

    Makna Wajib berarti jika tidak dikerjakan bukan hanya sekedar dosa tapi jadi terhutang shalat.

    Coba pikirkan kira kira kita punya hutang shalat 5 waktu berapa kali.

    Jika pernah ga sholat 10 tahun dgn sengaja karena malas maka 10 x 365 =3650 x 5 waktu = banyak banget.

    Coba hitung sebelum mati berapa hutang sholat kita.

    Ayo kita Qodho Shalat kita selagi sempat, selagi sehat.

    ayo kita juga keluarkan infak atau sedekah kita yg terutang.

    ayo kita bayar puasa kita dahulu yang sengaja kita tinggalkan.

    Yo Yo Yo
    Wassalam

  33. DEWATIMUR

    gw kalau lg punya mslh sngt tdk suka kalau ada kata kata org semacam ini KENA MSLH GITU AJA BINGUNG, CENGENG AMAT. org tdk merasakan mslh yg gw rasakan shg ngomong seenak nya.

  34. Assalamu’alaikum..wr..wb..
    @ki dewa t, @ki tofiq, @erbede, @R.wijaya, dan semua para sesepuh kampus WA
    terutama Ki wong alus, salam salim silaturahmi,,,semoga Tercurah Rahmat Kehadirot
    Junjungan Baginda Nabi Muhammad SAW,,Para Sahabatnya R.hum, Para AuliaAllah, Para WaliAllah, Para solihin dari awal hingga akhir umat Nabi SAW….dan mendapatkan
    Syafa’atnya di yaumil akhir,,,,Aamiin.

  35. Putro bintoro

    Nderek ngaos ki
    ( P7 X 7090 )

  36. RAHAYU SEMUANYA SELAMAT MALAM

  37. dolly cahkemit

    melu@

  38. Pemabuk

    erbede 8 October 2012

    Sugeng enjang para sedherek sedaya. Selamat pagi sedulur semua.
    Ki Alus ysh, mohon pencerahan. Belum ada seminggu ini saya mimpi, dalam mimpi saya…saya ini ‘mati’. Saya berada ditempat tidur yg serba putih, dan tempat tidur itu ada kelambu-nya. Seperti ranjang besi jaman dulu, yg berkelambu. Dlm hati kecil saya bilang:’ wah …klo mati, sdh tak ada kesempatan bagi saya tuk bertobat atau menebus dosa. Agak takut jg saya, tp sy berusaha rasakan dg kesadaran…..bahwa sy blm mati, tapi tidur dikamar belakang. Akhirnya sy bangun dan selalu teringat akan mimpi td. Sekali lagi, sy mohon pencerahan pd Ki Alus. Matur suwun sakderengipun. (Taman Aloha Sidoarjo)

    Anda tidak perlu takut dg mimpi itu.
    Sebagus-bagusnya mimpi ya… mimpi tentang kematian.
    Tidak banyak orang yang diberi hidayah bisa mendapatkan mimpi mati. Sebab orang yg pernah mimpi mati – pasti akan mengalami ‘semacam’ gejolak ruhaniah – yang tidak mudah dilupakan sepanjang hayat kita.
    Mimpi mati yang kita alami itu akan menjadi ‘pengingat’ dikala kita khilaf, maka bersyukurlah…

  39. Pemabuk

    DEWATIMUR – 8 October 2012 :

    gw kalau lg punya mslh sngt tdk suka kalau ada kata kata org semacam ini KENA MSLH GITU AJA BINGUNG, CENGENG AMAT. org tdk merasakan mslh yg gw rasakan shg ngomong seenak nya

    Tidak ada orang yg bisa merasakan secara persis apa yg kita rasakan.
    Segala sesuatu ambil saja sisi positifnya.

    Buruknya perkataan orang terhadap kita – maka ambil positifnya.
    Masamnya wajah orang melihat kita – maka ambil positifnya.
    Sinisnya pikiran orang terhadap kita – maka ambil positifnya.
    Bahkan hancurnya kehidupan kita sekalipun – tetap ambil sisi-sisi positifnya.

    Kebiasaan mengambil sesuatu yang positif akan berdampak positif pula untuk kehidupan kita.

    Masalah demi masalah akan terus menemani kita dalam perjalanan kehidupan.
    Saat masih kecil – pasti semua orang pernah bermasalah dg teman-temannya…
    Saat besar sedikit – misalnya waktu bujangan – tersandung masalah pacar…
    Sesudah menikah – terbentur masalah keluarga (anak , istri dan lainnya)…

    Saat menganggur – bingung dengan masalah keuangan…
    Begitu bekerja – stress dg berbagai beban pekerjaan…

    Saat miskin – nangis ‘dayak’ susahnya nyari makan…
    Begitu sudah punya uang – berdatangan para kolektor penagih utang…

    Ke kanan masalah – ke kiri masalah…
    Ke depan masalah – ke belakang masalah…
    Berbuat begini jadi masalah – berbuat begitu juga akan jadi masalah…
    So … semua akan jadi masalah jika kita melihat dari sisi negatifnya…
    Berbeda jika kita melihat dari sisi positifnya… Semua masalah itu akan menjadi keberkahan tersendiri dalam kehidupan kita…

    Ingat, seberat apapun masalah yang kita miliki – tidak akan pernah terbersit dalam keinginan Sang Pencipta untuk men-zalimi…

  40. arifin

    absen duluur

  41. arifin

    nyimak dolor

  42. erbede

    Pemabuk 9 October 2012 at 05:51

    Anda tidak perlu takut dg mimpi itu.
    Sebagus-bagusnya mimpi ya… mimpi tentang kematian.
    Tidak banyak orang yang diberi hidayah bisa mendapatkan mimpi mati. Sebab orang yg pernah mimpi mati – pasti akan mengalami ‘semacam’ gejolak ruhaniah – yang tidak mudah dilupakan sepanjang hayat kita.
    Mimpi mati yang kita alami itu akan menjadi ‘pengingat’ dikala kita khilaf, maka bersyukurlah…

    @Pemabuk, terima kasih atas pencerahannya.

  43. A effendy

    Salam merdeka untuk semua.
    ‘MERDEKA’semoga kita semua dikaruniakan kemerdekaan sejati.amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: