MEMBACA ULANG JEJAK KH. HAMIM TOHARI DJAZULI (GUS MIEK)


Siapa yang tidak mengenal Gus Mik? Di Jawa Timur khususnya, namanya begitu melegenda karena memiliki banyak kekhususan. Ia berdakwah dengan cara yang nyentrik dan dikenal di kalangan NU sebagai seorang kyai yang memiliki segudang ”kesaktian” alias Karomah.

Gus Mik dianggap oleh banyak orang memiliki kemampuan supranatural. Banyak kesaktian ditempelkan pada reputasinya. Banyak orang yang rela antre berlama-lama untuk bisa bertemu dengan Gus Mik dengan berbagai pamrih: ingin banyak rezeki, mau naik pangkat, menyembuhkan penyakit, sampai hajat untuk memperoleh nama untuk bayi yang baru lahir. Semuanya—dipercaya oleh para pengagumnya—bisa dibantu oleh Gus Mik. Kemampuan supranatural itu, dalam istilah eskatologi pesantren, dinamakan khariqul `adah. Kalangan awam memandang kemampuan semacam itu sebagai suatu keanehan.

Namun, di mata Gus Dur, kenyentrikan Gus Mik terletak pada kearifannya yang telah menembus batasan agama. Melalui transendensi keimanannya, ia tidak lagi melihat kesalahan pada keyakinan orang beragama atau berkepercayaan lain. Contohnya, Gus Mik bersikap membimbing kepada Ayu Wedhayanti, seorang Hindu yang kini telah berpindah hati ke Islam, seperti yang dilakukannya terhadap Machica Mochtar, penyanyi asal Ujungpandang yang muslim.

Kenyentrikan lain kiai yang memiliki citra rasa terhadap berbagai macam kopi itu telah menembus rambu-rambu baik dan buruk di mata kebanyakan manusia. Gus Mik, karena itu, tidak segan melepas jubah kekiaiannya dan bercengkerama dengan para penikmat hiburan malam di diskotek, klub malam, bar, dan coffee shop. Ibarat kata, di mata Gus Mik, seorang bajingan dan seorang suci adalah sama: manusia. Dan manusia memiliki potensi untuk memperbaiki diri.

“Kerinduannya kepada realisasi potensi kebaikan pada diri manusia inilah yang menurut saya menjadikan Gus Mik supranatural,” kata Gus Dur dalam buku Gus Dur Menjawab Tantangan Zaman, terbitan Kompas, Jakarta, 1999.

NU (Nahdlatul Ulama) adalah gudang kiai berperilaku eksentrik. Istilah populer untuk eksentrisitas di kalangan pesantren adalah khariqul `adah, sebuah kata dari bahasa Arab yang berarti “di luar kebiasaan”. K.H. Abdurrahman Wahid, bekas Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, memakai istilah khariqul `adah untuk dua pengertian: yang substantif dan yang permukaan (kulit). Gus Dur, begitu panggilan akrab kiai yang kini menjadi mantan presiden itu, pernah memakai istilah tadi untuk menggambarkan kenyentrikan almarhum Gus Mik (Kiai Hamim Jazuli), seorang ulama masyhur dari Pesantren Alfalah Ploso, Kediri.

Kiai-kiai yang nyentrik dengan dua pengertian itu memang bertebaran di NU, sebuah organisasi keagamaan yang berbasis kultural di pesantren tradisional. Tapi, tak pelak, cerita yang harum beredar di masyarakat adalah kenyentrikan yang bersifat permukaan. Bisa jadi karena hal permukaan itu yang memang mudah dilihat dan karenanya menjadi cerita eksotis bagi orang kebanyakan. Cerita-cerita supranatural itu banyak beredar dari mulut ke mulut, sementara kearifan para kiai nyentrik kurang memperoleh catatan yang memadai. Bisa jadi karena tradisi penulisan sejarah kurang memberikan pendekatan dari segi substansi. Atau, bisa jadi karena para kiai nyentrik itu cenderung hidup di luar pagar resmi organisasi.

Para kiai yang mengundang pesona eksotisme itu hadir sejak awal sejarah NU hingga kini. K.H. Muhammad Kholil (1835-1925), pendiri pesantren yang kini bernama Syaikhona I di Desa Kademangan, Bangkalan, misalnya. Kiai yang dianggap moyang para kiai supanatural itu memiliki kisah mistis-simbolis berkaitan dengan sejarah pembentukan NU. Guru para kiai besar di Jawa itulah yang menjadi penginspirasi pembentukan NU lewat isyarat penyerahan sebatang tongkat pada 1924, dan sebuah tasbih setahun kemudian, yang dikirim lewat Kiai As’ad Syamsul Arifin, pendiri Pesantren Asembagus, Situbondo, kepada K.H. Hasyim Asy’ari, murid Kiai Kholil yang kemudian terkenal sebagai pendiri NU.

Kenyentrikan Kiai Kholil tampak sejak muda. Ketika belajar di Pesantren Langitan. Tuban, Kholil pernah membuat terpana Kiai Muhammad Noer, gurunya. Suatu hari Kholil ikut salat berjamaah yang diimami Kiai Noer. Di tengah salat, Kholil tertawa terbahak-bahak—sesuatu yang bisa membatalkan salat. Usai salat, Kiai Noer menanyakan alasan Kholil tertawa. “Maaf, kiai. Ketika salat tadi, saya melihat kiai sedang mengaduk-aduk nasi di bakul. Karena itu saya tertawa,” kata Kholil seperti ditulis dalam buku Biografi dan Karomah Kiai Kholil Bangkalan terbitan Pustaka Ciganjur, 1999. Santri muda itu tampaknya bisa membaca pikiran orang. Seperti yang diakui Kiai Noer, memang ketika salat, dia yang sedang lapar membayangkan terus nasi di benaknya.

K.H. Abdul Wahab Abdullah (1888-1971), murid Kiai Kholil yang kemudian menjadi pengasuh Pesantren Tambakberas, Jombang, juga ketularan kelebihan gurunya. Salah seorang pendiri NU itu mempunyai andil dalam pencarian nama NU. Caranya pun lewat jalan spiritual. Konon, sebelum penentuan pilihan dari sejumlah nama, Kiai Wahab melakukan istikharah, salat untuk menentukan pilihan. Dalam suatu penglihatan mata batin, Kiai Wahab bertemu Sunan Ampel, seorang wali Jawa Timur, yang memberi blangkon dan sapu bulu ayam bergagang panjang. Tak jelas apa arti simbol itu. Tapi, menurut Hasib Wahab, anaknya, dalam penglihatan itulah Kiai Wahab memperoleh keputusan untuk menamakan organisasi kaum ulama tradisional itu dengan nama NU.

Kiai Wahab, yang sewaktu muda dijuluki macan oleh Kiai Kholil, Bangkalan, itu dalam sejarahnya selain jago berdebat politik juga dikenal sebagai pendekar silat. Ada cerita, suatu waktu di Desa Tambakberas berlangsung pertandingan pencak silat. Semua jago silat di Jawa Timur konon turun gelanggang. Salah satu jagoannya, Djojo Rebo, dikenal kebal. Ketika hampir semua pendekar takluk, Djojo Rebo melihat kehadiran Kiai Wahab hanya sebagai penonton. Padahal, Gus Dul, begitu panggilan akrab Kiai Wahab, dikenal jago silat.

Djojo Rebo pun menantangnya. “Gus Dul, ayo turun kemari. Keluarkan seluruh ajimat yang kamu bawa dari Mekkah. Ayo kita bertarung,” kata Djojo Rebo. Kiai Wahab, yang baru saja pulang dari Tanah Suci untuk belajar agama, itu tak bisa menolak tantangan. Akhirnya Kiai Wahab turun juga. Tapi jurusnya unik: ia hanya berdiri mematung dengan sorot mata memandang ke mata Djojo Rebo. Tiba-tiba tubuh Djojo Rebo terempas dan melayang bagai kapas hingga jatuh ke tanah.

Kelebihan Gus Mik terasa lebih hidup karena masih banyak kesaksian segar yang bisa dikumpulkan, termasuk dari anak-anaknya. Gus Sabut Pranoto Projo menyimpan kisah tentang kemampuan pecah diri (bi-lokasi) Gus Mik. Ketika Kiai Romly, pendiri Pesantren Darul Ulum, Jombang, dan seorang mursyid tarekat meninggal dunia, keluarga Kiai Akhmad Jazuli, ayah Gus Mik, datang melayat. Menjelang berangkat, Gus Mik kecil menolak ajakan untuk melayat ke Jombang dan memilih tinggal di rumah. Tapi, setelah keluarga itu tiba di rumah duka, Gus Mik telah berada di tempat yang sama. Lebih mengherankan lagi, keluarga Kiai Romly menyaksikan bahwa Gus Mik telah menemani almarhum sejak seminggu sebelum Kiai Romly wafat.

Kisah-kisah supranatural bertebaran di kalangan NU. Salah satu faktornya karena sebagian kiai nahdliyin menjalankan tradisi sufisme. Di lingkungan NU, seperti kata doktor sejarah dan kebudayan Andree Fellard dalam buku NU vis-à-vis Negara, para kiai yang tergabung dalam tarekat memiliki pengaruh yang paling kokoh terhadap masyarakat luas di pesantren ataupun di luar wilayah desanya. Pengaruh yang mereka dapatkan datang dari kepercayaan masyarakat terhadap bakat supranatural yang dimiliki kiai: sebagai penyembuh, pengusir makhluk halus, dan sebagai penasihat rumah tangga. Ketersohoran kiai tarekat telah turut mengimbangi memudarnya otoritas ulama dan ahli fikih yang pernah berpindah ke tangan birokrasi.

Kiai dengan kelebihan supranatural masih hadir hingga masa menjelang pergantian abad ke-21. Lora Kholil, 31 tahun, adalah kiai muda yang memiliki percikan khoriqul `adah di masa kini. Pamor lulusan Universitas Ainus Syams, Saudi Arabia, itu amat kondang di Situbondo. Bukan hanya karena pengaruh nama besar K.H. As’ad Syamsul `Arifin, ayahanda dan pendiri Pesantren Asembagus, Situbondo, tetapi dia sendiri memiliki aura kewibawaan. Berbadan ceking, selalu bersarung dengan surban putih, pengasuh Pesantren Walisongo, Situbondo, itu berhasil “menaklukkan” ribuan anak jalanan (preman) pada awal 1990-an.

K.H. Ahmad Mustofa Bisri dari Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, memilih untuk tidak memiliki kelebihan supranatural dengan menekankan tasawuf pada aspek akhlak dan pengolahan interioritas batin. Toh, kekuatan supranatural bisa dipelajari setiap orang (lihat juga: Mukjizat, Mata Ketiga, dan Sains). Juga K.H. Habib Luthfi, seorang ulama tasawuf yang lebih suka menebarkan pesona musikal. Menyikapi kenyentrikan kiai, Gus Dur memberikan contoh terbaik: mengagumi yang substansi daripada yang permukaan.
KH. Hamim Tohari Djazuli atau akrab dengan panggilan Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940,beliau adalah putra KH. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri pon-pes Al Falah mojo Kediri), Gus Miek salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur di tanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama, khususnya di Jawa Timur. Maka wajar, jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. Selain menjadi pejuang Islam yang gigih, dan pengikut hukum agama yang setia dan patuh, Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkaya sikap, taat, dan patuh terhadap Tuhan. Namun, Gus Miek tidak melupakan kepentingan manusia atau intraksi sosial (hablum minallah wa hablum minannas). Hal itu dilakukan karena Gus Miek mempunyai hubungan dan pergaulan yang erat dengan (alm) KH. Hamid Pasuruan, dan KH. Achmad Siddiq, serta melalui keterikatannya pada ritual ”dzikrul ghafilin” (pengingat mereka yang lupa). Gerakan-gerakan spritual Gus Miek inilah, telah menjadi budaya di kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), seperti melakukan ziarah ke makam-makam para wali yang ada di Jawa maupun di luar Jawa. Hal terpenting lain untuk diketahui juga bahwa amalan Gus Miek sangatlah sederhana dalam praktiknya. Juga sangat sederhana dalam menjanjikan apa yang hendak didapat oleh para pengamalnya, yakni berkumpul dengan para wali dan orang-orang saleh, baik di dunia maupun akhirat.

SIAPA SESUNGGUHNYA GUS MIK?
Gus Miek seorang hafizh (penghapal) Al-Quran. Karena, bagi Gus Miek, Al-Quran adalah tempat mengadukan segala permasalahan hidupnya yang tidak bisa dimengerti orang lain. Dengan mendengarkan dan membaca Al-Quran, Gus Miek merasakan ketenangan dan tampak dirinya berdialog dengan Tuhan, beliaupun membentuk sema’an alquran dan jama’ah Dzikrul Ghofilin.

Gus Miek selain dikenal sebagai seorang ulama besar juga dikenal sebagai orang yang nyeleneh, beliau lebih menyukai da’wah di kerumunan orang yang melakukan maksiat seperti diskotik, club malam dibandingkan dengan menjadi seorang kyai yang tinggal di pesantren yang mengajarkan santrinya kitab kuning. hampir tiap malam beliau menyusuri jalan-jalan di Jawa Timur keluar masuk club malam, bahkan nimbrung dengan tukang becak, penjual kopi di pinggiran jalan hanya untuk memberikan sedikit pencerahan kepada mereka yang sedang dalam kegelapan. Ajaran-ajaran beliau yang terkenal adalah suluk jalan terabas atau dalam bahasa indonesia-nya pemikiran jalan pintas.

Pernah diceritakan Suatu ketika Gus Miek pergi ke diskotik dan di sana bertemu dengan Pengunjung yang sedang asyik menenggak minuman keras, Gus Miek menghampiri mereka dan mengambil sebotol minuman keras lalu memasukkannya ke mulut Gus Miek salah satu dari mereka mengenali Gus Miek dan bertanya kepada Gus Miek. ”Gus kenapa sampeyan ikut Minum bersama kami ? sampeyankan tahu ini minuman keras yang diharamkan oleh Agama ?” lalu Gus Miek Menjawab “aku tidak meminumnya …..!! aku hanya membuang minuman itu kelaut…!” hal ini membuat mereka bertanya-tanya, padahal sudah jelas tadi Gus Miek meminum minuman keras tersebut. Diliputi rasa keanehan, Gus miek angkat bicara “sampeyan semua ga percaya kalo aku tidak meminumnya tapi membuangnya kelaut..?” lalu Gus Miek Membuka lebar Mulutnya dan mereka semua terperanjat kaget didalam Mulut Gus miek terlihat Laut yang bergelombang dan ternyata benar minuman keras tersebut dibuang kelaut. Dan Saat itu juga mereka diberi Hidayah Oleh Alloh SWt untuk bertaubat dan meninggalkan minum-minuman keras yang dilarang oleh agama. Itulah salah salah satu Karomah kewaliyan yang diberikan Alloh kepada Gus Miek.

Jika sedang jalan-jalan atau keluar, Gus Miek sering kali mengenakan celana jeans dan kaos oblong. Tidak lupa, beliau selalu mengenakan kaca mata hitam lantaran lantaran beliau sering menangis jika melihat seseorang yang “masa depannya” suram dan tak beruntung di akhirat kelak.

Ketika beliau berdakwah di Semarang tepatnya di NIAC di Pelabuhan Tanjung Mas. Niac adalah surga perjudian bagi para cukong-cukong besar baik dari pribumi maupun keturunan, Gus Miek yang masuk dengan segala kelebihannya mampu memenangi setiap permainan, sehingga para cukong-cukong itu mengalami kekalahan yang sangat besar. NIAC pun yang semula menjadi surga perjudian menjadi neraka yang sangat menakutkan bagi para penjudi dan penikmat maksiat.

Satu contoh lagi ketika Gus Miek berjalan-jalan ke Surabaya, ketika tiba di sebuah club malam Gus Miek masuk kedalam club yang di penuhi dengan perempuan-perempuan nakal, lalu Gus Miek langsung menuju waitres (pelayan minuman) beliau menepuk pundak perempuan tersebut sambil meniupkan asap rokok tepat di wajahnya, perempuan itu pun mundur tapi terus di kejar oleh Gus miek sambil tetap meniupkan asap rokok diwajah perempuan tersebut. Perempuan tersebut mundur hingga terbaring di kamar dengan penuh ketakutan, setelah kejadian tersebut perempuan itu tidak tampak lagi di club malam itu.

Pernah suatu ketika Gus Farid (anak KH.Ahamad Siddiq yang sering menemani Gus Miek) mengajukan pertanyaan yang sering mengganjal di hatinya, pertama bagaimana perasaan Gus Miek tentang Wanita ? “Aku setiap kali bertemu wanita walaupun secantik apapun dia dalam pandangan mataku yang terlihat hanya darah dan tulang saja jadi jalan untuk syahwat tidak ada” jawab Gus miek.

Pertanyaan kedua Gus Farid menayakan tentang kebiasaan Gus Miek memakai kaca mata hitam baik itu dijalan maupun saat bertemu dengan tamu…”Apabila aku bertemu orang dijalan atau tamu aku diberi pengetahuaan tentang perjalanan hidupnya sampai mati. Apabila aku bertemu dengan seseorang yang nasibnya buruk maka aku menangis, maka aku memakai kaca mata hitam agar orang tidak tahu bahwa aku sedang menagis“ jawab Gus Miek

Adanya sistem Dakwah yang dilakukan Gus miek tidak bisa di contoh begitu saja karena resikonya sangat berat bagi mereka yang Alim pun Sekaliber KH.Abdul Hamid (pasuruan) mengaku tidak sanggup melakukan da’wak seperti yang dilakukan oleh Gus Miek padahal Kh.Abdul Hamid juga seorang waliyalloh.

GUS MIEK BERTEMU KH. MAS’UD
Ketika masih berusia 9 tahun, Gus Miek sowan ke rumah Gus Ud (KH. Mas’ud) Pagerwojo, Sidoarjo. Gus Ud adalah seorang tokoh kharismatik yang diyakini sebagai seorang wali. Dia sering dikunjungi olah sejumlah ulama untuk meminta doanya. Di rumah Gus Ud inilah untuk pertama kalinya Gus Miek bertemu KH. Ahmad Siddiq, yang di kemudian hari menjadi orang kepercayaannya dan sekaligus besannya.

Saat itu, Kiai Ahmad Siddiq masih berusia 23 tahun, dan tengah menjadi sekretaris pribadi KH. Wahid Hasyim yang saat itu menjabat sebagai menteri agama. Sebagaimana para ulama yang berkunjung ke ndalem Gus Ud, kedatangan Kiai Ahmad Siddiq ke ndalem Gus Ud juga untuk mengharapkan do’a dan dibacakan Al-Fatehah untuk keselamatan dan kesuksesan hidupnya. Tetapi, Gus Ud menolak karena merasa ada yang lebih pantas membaca Al-Fatehan. Gus Ud kemudian menunjuk Gus Miek yang saat itu tengah berada di luar rumah. Gus Miek dengan terpaksa membacakan Al-Fatehah setelah diminta oleh Gus Ud.

KH. Ahmad Siddiq, sebelum dekat dengan Gus Miek, pernah menemui Gus Ud untuk bicara empat mata menanyakan tentang siapakah Gus Miek itu. “Mbah, saya sowan karena ingin tahu Gus Miek itu siapa, kok banyak orang besar seperti KH. Hamid menghormatinya?” Tanya KH. Ahmad Siddiq. “Di sekitar tahun 1950-an, kamu datang ke rumahku meminta do’a. Aku menyuruh seorang bocah untuk mendoakan kamu. Itulah Gus Miek. Jadi, siapa saja, termasuk kamu, bisa berkumpul dengan Gus Miek itu seperti mendapatkan Lailatul Qodar,” jawab Gus Ud.

Begitu Gus Ud selesai mengucapan kata Lailatul Qodar, Gus Miek tiba-tiba turun dari langit-langit kamar lalu duduk di antara keduanya. Sama sekali tidak terlihat bekas atap yang runtuh karena dilewati Gus Miek. Setelah mengucapkan salam, Gus Miek kembali menghilang.

Suatu hari, Gus Miek tiba di Jember bersama Syafi’i dan KH. Hamid Kajoran, mengendarai mobil Fiat 2300 milik Sekda Jember. Sehabis Ashar, Gus Miek mengajak pergi ke Sidoarjo. Rombongan bertambah Mulyadi dan Sunyoto. Tiba di Sidoarjo, Gus Miek mengajak istirahat di salah satu masjid. Gus Miek hanya duduk di tengah masjid, sementara KH. Hamid Kajoran dan Syafi’i tengah bersiap-siap menjalankan shalat jamak ta’khir (Magrib dan Isya).

Ketika Syafi’i iqomat, Gus Miek menyela, “Mbah, Mbah, shalatnya nanti saja di Ampel.” KH. Hamid dan Syafi’i pun tidak berani melanjudkan. Tiba-tiba, dri sebuah gang terlihat seorang anak laki-laki keluar, sedang berjalan perlahan. Gus Miek memanggilnya.
“Mas, beri tahu Mbah Ud, ada Gus Hamim dari kediri,” kata Gus Miek kepada anak itu.
Anak itu lalu pergi ke rumah Mbah Ud. Tidak beberapa lama, Mbah Ud datang dengan dipapah dua orang santri.

“Masya Allah, Gus Hamim, sini ini Kauman ya, Gus. Kaumnya orang-orang beriman ya, Gus. Ini masjid Kauman, Gus. Anda doakan saya selamat ya, Gus,” teriak Mbah Ud sambil terus berjalan ke arah Gus Miek. Ketika sudah dekat, Gus Miek dan Mbah Ud terlihat saling berebut untuk lebih dulu menyalami dan mencium tangan. Kemudian Gus Miek mengajak semuanya ke ruamah Mbah Ud. Tiba di rumah, Mbah Ud dan Gus Miek duduk bersila di atas kursi, kemudian dengan lantang keduanya menyanyikan shalawat dengan tabuhan tangan. Seperti orang kesurupan, keduanya terus bernyanyi dan memukul-mukul tangan dan kaki sebagai musik iringan. Setelah puas, keduanya terdiam. “Silakan, Gus, berdoa,” kata Mbah Ud kepada Gus Miek. Gus miek pun berdoa dan Mbah Ud mengamini sambil menangis.

Di sepanjang perjalanan menuju ruamah Syafi’i di Ampel, Sunyoto berbisik-bisik dengan Mulyadi. Keduanya penasaran dengan kejadian yang baru saja mereka alam. Karena Mbah Ud Pagerwojo terkenal sebagai wali dan khariqul ‘adah (di luar kebiasaan). Hampir semua orang di Jawa Timur segan terhadapnya. “Mas, misalnya ada seorang camat yang kedatangan tamu, lalu camat tersebut mengatakan silakan-silakan dengan penuh hormat, itu kalau menurut kepangkatan, bukankah tinggi pangkat tamunya?” Tanya Sunyoto kepada Mulyadi.

Mbah Ud adalah salah seorang tokoh di Jawa Timur yang sangat disegani dan dihormati Gus Miek selain KH. Hamid Pasuruan. Hampir pada setiap acara haulnya, Gus Miek selalu hadir sebagai wujud penghormatan kepada orang yang sangat dicintainya itu.

KETERTUNDUKAN BINATANG
Ketika gus miek baru mulai bisa merangkak, saat itu ibunya membawa ke kebun untuk mengumpulkan kayu bakar dan panen kelapa, bayi itu ditinggalkan sendirian di sisi kebun, tiba-tiba dari semak belukar muncul seekor harumau. Spontan sang ibu berlari menjauh dan luapa bahwa bayinya tertinggal. Begitu sadar, sang ibu kemudian berlari mencari anaknya. Tetapi, sesuatu yang luar biasa terjadi. Ibunya melihat harimau itu duduk terpaku di depan sang bayi sambil menjilagti kuku-kukunya seolah menjaga sang bayi.

Peristiwa ketertundukan binatang ini kemudian berlanjut hingga Gus Miek dewasa. Di antara kejadian itu adalah Misteri Ikan dan Burung Raksasa. Gus Miek yang sangat senang bermain di tepi sungai Brantas dan menonton orang yang sedang memancing, pada saat banjir besar Gus Mik tergelincir ke sungai dan hilang tertelan gulungan pusaran air. sampai beberapa jam, santri yang ditugaskan menjaga Gus Miek, mencari di sepanjang pinggiran sungai dengan harapan Gus Miek akan tersangkut atau bisa berenang ke daratan. Tetapi, Gus Miek justru muncul di tengah sungai, berdiri dengan air hanya sebatas mata kaki karena Gus Miek berdiri di atas punggung seekor ikan yang sangat besar, yang menurut Gus Miek adalah piaraan gurunya. Pernah suatu hari, ketika ikut memancing, kail Gus Miek dimakan ikan yang sangat besar. Saking kuatnya tenaga ikan itu, Gus Miek tercebur ke sungai dan tenggelam. Pengasuhnya menjadi kalang kabut karena tak ada orang yang bisa menolong, hari masih pagi sehingga masih sepi dari orang-orang yang memancing. Hilir mudik pengasuhnya itu mencari Gus Miek di pinggir sungai dengan harapan Gus Miek dapat timbul kembali dan tersangkut. Tetapi, setelah hampir dua jam tubuh Gus Miek belum juga terlihat, membuat pengasuh itu putus asa dan menyerah.

Karena ketakutan mendapat murka dari KH. Djazuli dan Ibu Nyai Rodyiah, akhirnya pengasuh itu kembali ke pondok, membereskan semua bajunya ke dalam tas dan pulang tanpa pamit. Dalam cerita yang disampaikan Gus Miek kepada pengikutnya, ternyata Gus Miek bertemu gurunya. Ikan tersebut adalah piaraan gurunya, yang memberitahu bahwa Gus Miek dipanggil gurunya. Akhirnya, ikan itu membawa Gus Miek menghadap gurunya yaitu Nabi Khidir. Pertemuan itu menurut Gus Miek hanya berlangsung selama lima menit. Tetapi, kenyataannya Gus Miek naik ke daratan dan kembali ke pondok sudah pukul empat sore. beberapa bulan kemudian, setelah mengetahui bahwa Gus Miek tidak apa-apa, akhirnya kembali ke pondok.

Pada suatu malam di ploso, Gus Miek mengajak Afifudin untuk menemaninya memancing di sungai timur pondok Al Falah. Kali ini, Gus Miek tidak membawa pancing, tatapi membawa cundik. Setelah beberapa lama menunggu, hujan mulai turun dan semakin lama semakin deras. Tetapi, Gus Miek tetap bertahan menunggu cundiknya beroleh ikan meski air sungai brantas telah meluap. Menjelang tengah malam, tiba-tiba Gus Miek berdiri memegangi gagang cundik dan berusaha menariknya ke atas. Akan tetapi, Gus Miek terseret masuk ke dalam sungai. Afifudin spontan terjun ke sungai untuk menolong Gus Miek. Oleh Afifudin, sambil berenang, Gus Miek ditarik ke arah kumpulan pohon bambu yang roboh karena longsor. Setelah Gus Miek berpegangan pada bambu itu, Afifudin naik ke daratan untuk kemudian membantu Gus Miek naik ke daratan. Sesampainya di darat, Gus Miek berkata “Fif, ini kamu yang terakhir kali menemaniku memancing. Kamu telah tujuh kali menemaniku dan kamu telah bertemu dengan guruku.“ Afifudin hanya diam saja. Keduanya lalu kembali kepondok dan waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.

GUS MIEK WAFAT
Tepat tanggal 5 juni 1993 Gus Miek menghembuskan napasnya yang terakhir di rumah sakit Budi mulya Surabaya (sekarang siloam). Kyai yang nyeleneh dan unik akhirnya meninggalkan dunia dan menuju kehidupan yang lebih abadi dan bertemu dengan Tuhannya yang selama ini beliau rindukan.

DAWUH DAWUH GUS MIK

Dhawuh 1
“Saya adalah mursyid tunggal Dzikrul Ghofilin” kata Gus Mik. “Lho, Gus kok berkata begitu bagaimana dengan farid dan syauki..?” tanya Gus Ali sidoarjo.”mereka hanya meramaikan saja” , jawab Gus Miek

Dhawuh 2
Demi Allah, saya hanya bisa menangis kepada Allah, semoga sami’in yang setia, pengamal Dzikrul Ghofilin, semua maslah-masalahnya tuntas diperhatikan oleh Allah.

Dhawuh 3
Bila mengikuti Dzikrul Ghofilin, kalau tidak tahu artinya yang penting hatinya yakin.

Dhawuh 4
Barusan ada orang bertanya: Gus, Dzikrul Ghofilin itu apa..? saya jawab: “Jamu”.

Dhawuh 5
Dzikrul Ghofilin itu senjata pamungkas, khususnya menghadapi tahun 2000 ke atas

Dhawuh 6
Ulama sesepuh yang dikirimi fatihah oleh orang-orang yang tertera atau tercantum dalam Dzikrul Ghofilin itu yang akan saya dan kalian ikuti di akhirat nanti.

Dhawuh 7
Dekatlan kepada Allah..! kalau tidak bisa, dekatlah dengan orang yang dekat denganNya.

Dhawuh 8
Kemanunggalan sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin adalah sesuatu yang harus di wujudkan oleh pendherek, pimpinan Dzikrul Ghofilin, dan jama’ah sema’an Al Qur’an. Sebab antara sema’an Al Qur’an kaliyan Dzikrul Ghofilin ingkang sampun dipun simboli kaliyan fatihah miata marroh ba’da kulli shalatin, meniko berkaitan manunggal.

Dhawuh 9
Semoga Dzikrul Ghofilin ini menjadi ketahanan batiniah kita, sekaligus penyangga kita di hari Hisab (hari perhitungan amal). Itulah yang paling penting..!

Dhawuh 10
Nuzulul Qur’an yang bersamaan dengan turunnya hujan ini, semoga menjadi isyarat turunnya petunjuk kepada saya dan kalian semua, seperti firman Allah: “Ulaika ‘ala hudan min rabbihim wa ulaika hum al-muflihun” (Mereka telah berada di jalan petunjuk , dan mereka adalah orang-orang yang beruntung).

Dhawuh 11
Barusan ada orang yang bertanya: Gus, bagaimana saya ini, saya tidak bisa membaca Al Qur’an..? saya jawab: “Paham atau tidak, yang penting sampean datang ke acara sema’an, karena mendengarkan saja besar pahalanya”.

Dhawuh 12
Sejak sekarang, yang kecil harus berpikir: kelak kalau besar, aku besar seperti apa, yang besar harus berpikir, kalau tua kelak, aku tua seperti apa, yang tua juga harus berpikir, kelak kalau mati, aku mati dalam keadaan seperti apa.

Dhawuh 13
Dalam sema’an ada seorang pembaca Al Qur’an, huffazhul Qur’an dan sami’in. Seperti ditegaskan oleh sebuah hadits: Baik pembaca maupun pendengar setia Al Qur’an pahalanya sama. Malah di dalam ulasan tokoh lain dikatakan: pendengar itu pahalanya lebih besar daripada pembacanya. Sebab pendengar lebih main hati, pikiran, dan telinganya. Pendengar dituntut untuk lebih menata hati dan pikirannya dan lebih memfokuskan pendekatan diri kepada Allah.

Dhawuh 14
Satu-satunya tempat yang baik untuk mengutarakan sesuatu kepada Allah adalah majelis sema’an Al Qur’an. Hal ini tertera di dalam (kalau tidak salah) tiga hadits. Antara lain Man arada an yatakallam ma’a Allah falyaqra’ Al Qur’an (siapa ingin berkomunikasi dengan Allah, hendaknya ia membaca Al Qur’an).

Dhawuh 15
Seorang yang ikut sema’an berturut-turut 20 kali saya jamin apa pun masalah yang sedang dihadapinya pasti akan beres/tuntas.

Dhawuh16
Ada seorang datang kepada saya: “Gus, problem saya bertumpuk-tumpuk, saya sudah mengikuti sema’an 19 kali, tinggal 1 kali lagi, kira-kira masalah saya nanti tuntas atau tidak..?” saya jawab: “yang sial itu saya, kok bertemu dengan orang yang mempunyai masalah seperti itu.”

Dhawuh 17
Saya sendiri sebagai pencetus sema’an Al Qur’an ternyata kurang konsekuen, sementara sami’in datang dari jauh, bahkan hadir sejak subuh, mulai surat Al fatihah dibaca sampai berakhir setelah doa khotmil Qur’an malam berikutnya baru mereka pulang. Sedang saya ini, baru datang kalau sema’an Al Qur’an akan diakhiri. Itu pun tidak pasti. Terkadang saya berpikir, saya ini seorang yang dipaksakan untuk siap dipanggil kiai.

Dhawuh 18
Berapa yang hadir setiap sema’an? Jangan lebih lima persen. Nanti bila sami’innya terlalu banyak, saya hanya menangis dan membaca Al Fatihah, lalu pulang. Saya sadar, saya tidak mampu berbuat apa-apa. Jangankan untuk orang banyak, untuk satu orang saja saya tidak bisa.

Dhawuh 19
Kalau saya nongol, mungkin tak cukup semalaman. Satu persatu harus dilayani. Saya besok ke mana? Apa yang harus saya lakukan? Kami tidak punya modal? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, Dan, saya dituntut untuk memberikan keterangan yang bisa mereka terima, setidaknya agak menghibur, dengan lelucon atau dengan pengarahan yang pas.

Dhawuh 20
Semoga sema’an dan Dzikrul Ghofilin ini kelak menjadi tempat duduk-duduk dan hiburan anak cucu kita semua.

Dhawuh 21
Alhamdulillah, saya adalah yang pertama memberitahukan kepada “anak-anak” tentang makna dan kegunaan sema’an Al Qur’an. Di tengah maraknya Al Qur’an diseminarkan dan didiskusikan, Alhamdulillah masih ada kelompok kecil yang menyakini bahwa Al Qur’an itu mengandung berkah.

Dhawuh 22
Saya mengambil langkah silang dengan mengatakan kepada anak-anak yang berkumpu agar sebulan sekali mengadakan pertemuan, ngobrol-ngobrol, guyon-guyon santai, syukur bisa menghibur diri dengan hiburan yang berbau ibadah yang menyentuh rahmat dan nikmat Allah. Kebetulan saya menemukan satu pakem bahwa pertemuan yang dibarengi dengan alunan Al Qur’an, membaca dan mendengarkannya, syukur-syukur dari awal sampai akhir, Allah akan memberikan rahmat dan nikmatNya. Jadi, secara batiniah, sema’an Al Qur’an ini menurut saya adalah hiburan yang bersifat hasnah (bernilai baik). Juga, pendekat diri kita kepada Allah dan tabungan di hari akhir. Itu pula yang benar-benar diyakini para pengikut sema’an Al Qur’an.

Dhawuh 23
Di bukit ini terdapat 3 tiang kokoh (panutan), yaitu (1) Syaikh Abdul Qodir Khoiri, seorang wali yang penuh kasih, (2) Abdul Sholih As-Saliki, seorang wali yang terus menjaga wudhunya demi menempuh jalan berkah, (3) Muhammad Herman, ia adalah wali penutup, orang-orang terbaik berbaur dengannya. Wahai tuhanku, berilah manfaat dan berkah mereka. Kumpulkan aku bersama mereka.

Dhawuh 24
Mengenai tata krama ziarah kubur, selayaknya lahir batin ditata dengan baik. Saya juga berpesan, kalau seseorang berceramah, hendaknya ia tidak meneliti siapa yang dimakamkan, juga riwayat hidupnya. Setidaknya hal demikian ini hukumnya makruh.

Dhawuh 25
Tiga orang yang tidur ini hidup sebelum Wali songo. Orang-orang banyak datang kesini. Demikian juga orang-orang yang sakit, mereka kalau datang ke sini sembuh.

Dhawuh 26
Kelak, bila aku sudah tiada, yang saya tempati ini (makam tambak) bertambah ramai (makmur)

Dhawuh 27
Saya disini hanya ittiba’(mengikuti) kiai sepuh, seperti kiai Fattah dan kiai Mundzir. Di sini, dulu pernah dibuat pertemuan kiai-kiai pondok besar.

Dhawuh 28
Makam ini yang menemukan keturunan Pangeran Diponegaoro. Dulu, desa ini pernah dibuat istirahat oleh pangeran Diponegoro. Di desa ini tidak ada shalat dan tidak ada apapun. Keturunan Diponegoro ini ada dua, yang satu menjadi dukun sunat tetapi kalau berdandan nyentrik, sedang adiknya jadi pemimpin seni jaranan.

Dhawuh 29
Berbaik sangka itu sulit. Jangankan berbaik sangka kepada Allah, kepada para wali dan para kiai sepuh saja sulit.

Dhawuh 30
Di tambak itu, kalau bisa bersabar, akan terasa seperti lautan, dan kalau bisa memanfaatkan, akan banyak sekali manfaatnya. Tapi kalau tidak bisa memanfaatkan, ia akan bisa menenggelamkan.

Dhawuh 31
Huruf hijaiyah itu ada banyak ada ba’, jim, dhot, sampai ya’. Demikian juga dengan taraf ilmu seseorang. Ada orang yang ilmunya cuma sampai ba’, ada orang yang ilmunya sampai jim, ada orang yang ilmunya sampai dhot saja. Nah, orang yang ilmunya seperti itu tidak paham kalau di omongi huruf tha’, apalagi huruf hamzah dan ya’.

Dhawuh 32
Saya bukan kiai, saya ini orang yang terpaksa siap dipanggil kiai. Saya juga bukan ulama. Ulama dan kiai itu beda. Kiai dituntut untuk punya santri dan pesantren. Ulama itu kata jamak yang artinya beberapa ilmuwan. Ketepatan saja saya punya bapak yang bisa ngaji dan punya pesantren. Itu pun tidak ada hubungannya dengan saya yang lebih banyak berkelana. Dari berkelana itu lahirlah sema’an Al Qur’an. Jadi, hiburan “anak-anak” dan saya datang bukan atas nama apa-apa. Hanya salah satu pengikut sama’an Al Qur’an, yang bukan sami’in setia bukan pengikut yang aktif.

Dhawuh 33
Nanti, kalau suamimu berani menjadi kiai harus sanggup hidup melarat.

Dhawuh 34
Akhirnya (maaf), kita menyadari bahwa kaum ulama, lebih-lebih seperti saya, dituntut untuk menggali dana yang lebih baik, dana yang benar-benar halal, kalau kita memang mendambakan ridho Allah.

Dhawuh 35
Di era globalisasi ini kita dituntut untuk lebih praktis, tidak terlalu teoretis. Semua kiai dan ulama sekarang ini dituntut mengerti bahwa dirinya punya satu tugas dari Allah, yakni membawa misi manusiawi.

Dhawuh 36
Kalau ingin pondok pesantrennya besar, itu harus kaya terlebih dahulu. Nah, kaya inilah yang sulit.

Dhawuh 37
Pondok pesantren ini, walaupun kecil, mbok ya biarkan hidup, yang luar biar di luar, yang dalam biar di dalam.

Dhawuh 38
Saya punya pertanyaan buat diri saya sendiri: mampukah saya mengatarkan “anak-anak?” Sedang ulama saja banyak yang kurang mampu mengantarkan anak-anak untuk saleh dan sukses. Suksenya diraih, salehnya meleset. Di dalam pesantren sama sekali tidak diajarkan keterampilan. Timbul pertanyaan: Bagaimana anak-anak kami nanti di masa mendatang, bisnisnya, ekonominya, nafkahnya hariannya? Mungkinkah mereka berumah tangga dengan kondisi seperti ini?.

Dhawuh 39
Mbah, manusia itu kalau punya keinginan, hambatannya Cuma dua. Godaan dan hawa nafsu. Kuat cobaan apa tidak, kuat dicoba apa tidak.

Dhawuh 40
Para santri itu lemah pendidikan keterampilannya. Sudah terlanjur sejak awalnya begitu. Tapi Alhamdulillah, di pesantren-pesantren seperti Gontor dan pondok pabelan diajarkan keterampilan-keterampilan. Di sana, keterampilannya ada, tapi wiridannya tidak ada. Saya senang pesantren yang ada wiridannya.

Dhawuh 41
Sukses dalam studi belum menjamin sukses dalam hidup. Pokoknya, di luar buku, di luar bangku, di luar kampus, masih ada kampus yang lebih besar, yakni kampus Allah. Kita harus banyak belajar. Antara lain belajar dangdut Jawa, belajar tolak berhala, dan belajar tolak berhala itu sulit sekali! Sulit sekali.

Dhawuh 42
Hidup ini sejak lahir hingga mati, adalah kuliah tanpa bangku.

Dhawuh 43
Mbah, kamu itu ketika mengaji, jika dipanggil ayah, ibu atau putra-putra ayah, siapa saja itu, jangan menunggu selesai mengaji, langsung saja ditaruh kitabnya, lalu menghadap dengan niat mengaji.

Dhawuh 44
Seorang (santri) yang tak kuat menahan lapar, bahayanya orang (santri) itu di pondok bisa berani banyak utang.

Dhawuh 45
Mbah, kalau kamu menggantungkan kiriman dari rumah, kalau belum dikirim jangan mengharap-harap dikirim, semua sudah diatur oleh Allah.

Dhawuh 46
Sekarang, mencari orang bodah itu sulit, sebab orang bodoh kini mengaku pintar. Kelak, kalau kamu sekolah, berlaku bodah saja. Bagaimana caranya? Pura-pura saja, dan harus bisa pura-pura bodoh. Maksudnya, kamu harus pintar membedakan antara orang bodoh dengan orang yang pura-pura bodoh.

Dhawuh 47
Dunia itu memang sedikit, tapi tanpa dunia, seseorang bisa mecicil (blingsatan).

Dhawuh 48
Jadi orang itu harus mencari yang halal, jangan sampai jadi tukang cukur merangkap jagal.

Dhawuh 49
Miskin dunia sedikitnya berapa, tak ada batasannya demikian juga kaya dunia. Seorang yang kaya pasti ada yang di atasnya, seorang yang melarat banyak temannya. Orang kaya pasti ada kurangnya. Ini adalah ilmu Jawa, tidak perlu muluk-muluk mengkaji kitab kuning.

Dhawuh 50
Kamu memilih kaya-sengsara atau melarat-terlunta? Maksudnya, kaya-sengsara itu adalah di dunia diganggu hartanya, sedang di akhirat banyak pertanyaannya.

Dhawuh 51
Gus, tolong saya didoakan kaya. “kaya buat apa?”, tanya Gus Miek. Buat membiayai anak saya. Royan, kamu tak usah khawatir, saya berdoa kepada tuhan agar orang selalu baik dan membantu kamu. Adapun orang yang berbuat buruk atau berniat buruk kepadamu akan saya potong tangannya. Kelak, dirimu saya carikan tempat yang lebih baik dari dunia ini.

Dhawuh 52
Royan, kamu ingin kaya ya? Kalau sudah kaya, nanti kamu repot lho.

Dhawuh 53
Orang kaya yang masuk surga itu syaratnya harus baik dengan tetangganya yang fakir.

Dhawuh 54
Seorang fakir yang tahan uji, yang tetap bisa tertawa dan periang. Sedang hatinya terus mensyukuri keadaan-keadaannya, masih lebih terhormat dan lebih unggul melebihi siapa pun, termasuk orang dermawan yang 99% hak miliknya diberikan karena Allah, tetap saja masih unggul fakir yang saleh tadi.

Dhawuh 55
Saat memimpin doa pada acara haul KH. Djazuli Ustman, Gus Miek membaca Ayyuha Ad-Dunya Thallaqtuka Fa’anta Thaliqah.(Wahai dunia, aku telah menalak kamu, sungguh aku telah mentalak kamu). Gus Miek lalu berhenti dan berkomentar: Doa-doa seperti ini jangan sampai kalian ikut mengamini, belum mengamini saja sudah senin kemis, apalagi mengamini, bertambah dalam (terperosok) lagi.

Dhawuh 56
Maaf, kalau saya harus mengatakan: Anda sebaiknya punya keterampilan. Jangan malu mengerjakan yang kecil, asal halal. Karena banyak sekali rekanan saya yang malu, misalnya jualan kopi di ujung sana, di sektor informal. Kok jualan kopi sih? Padahal saya mendambakan menjadi karyawan bank, biar terdengar keren dengan gaji tinggi. Kok ini? Kata mereka. Padahal ini halal menurut Allah dan sangat mulia. Sayang, mereka salah menempatkan, menjaga gengsi di hadapan manusia. Nah, ini tidak konsekuen, ini terlanjur salah kaprah. Kalau saya mengatakannya secara salah, saya yang terjepit.

Dhawuh 57
Saya ini kan lain. Walau income resmi enggak ada, tanah tak punya, tapi ada rekanan yang lucu-lucu. Hingga rasa tasyakurlah yang lebih berkobar. Bukan rasa kurang atau yang lain.

Dhawuh 58
Ada satu kios kecil yang isi dengan kebutuhan kampung seperti lombok, beras dan gula, di tempat yang sami’in tidak tahu. Kios itu saya percayakan pada seseorang. Terserah dia! Dan, tidak harus untung. Mungkin dia sendiri harus belajar untuk menerima kenyataan. Termasuk untuk tidak untung.

Dhawuh 59
Jadilah seburuk-buruk manusia di mata manusia tetapi luhur di mata Allah.

Dhawuh 60
Tidak apa-apa dianggap seperti PKI tetapi kelak masuk surga.

Dhawuh 61
Hidup itu yang penting satu, keteladanan.

Dhawuh 62
Kunci sukses adalah bergaul, dan di dalam bergaul kita harus ramah terhadap siapa saja. Sedang prinsipnya adalah bahwa pergaulan harus menjadikan cita-cita dan idaman kita tercapai, jangan sebaliknya.

Dhawuh 63
Segala langkah, ucapan, dan perbuatan itu yang penting ikhlas, hatinya ditata yang benar, tidak pamrih apa-apa.

Dhawuh 64
Kalau ada orang yang menggunjing aku, aku enggak usah kamu bela. Kalau masih kuat, silakan dengarkan, tapi kalau sudah tidak kuat, menyingkirlah.

Dhawuh 65
Kalau ada orang yang menjelek-jelekkan, temani saja, jangan menjelek-jelekkan orang yang menjelek-jelekkan. Kalau memang senang mengikuti sunnah nabi, ya jangan dijauhi mereka itu karena nabi itu rahmatan lil alamin.

Dhawuh 66
Kita anggota sami’in Dzikrul Ghofilin khususnya, ayo ramah tamah secara lahir dan batin dengan orang lain, dengan sesame, kita sama-sama manusia, walaupun berbeda wirid dan aliran. Kita harus mendukung kanan dan kiri yang sudah terlanjur mantab dalam Naqsabandiyah, Qodiriyah, atau ustadz-ustadz Tarekat Mu’tabarah. Jangan sampai terpancing untuk tidak suka, tidak menghormati pada salah satu wirid yang jelas muktabar dengan pedoman-pedoman yang sudah terang, khusus dan tegas

Dhawuh 67
Tadi ada orang bertanya: Gus, saya ini di kampung bersama orang banyak. Jawab saya: Yang penting ingat pada Allah, tidak merasa lebih suci dari yang lain, tidak sempat melirik maksiat orang lain, dengan siapa saja mempunyai hati yang baik, itulah ciri khas pengamal Dzikrul Ghofilin.

Dhawuh 68
Era sekarang, orang yang selamat itu adalah orang yang apa adanya, lugu dan menyisihkan diri.

Dhawuh 69
“Miftah, kamu masih tetap suka bertarung pencak silat?” Tanya Gus Miek. Lha bagaimana Gus, saya ikut, jawab Miftah. “Kalau kamu masih suka (bertarung) pencak, jangan mengharap baunya surga.”

Dhawuh 70
Saya lebih tertarik pada salah seorang ulama terdahulu, contohnya Ahmad bin Hambal. Kalau masuk tempat hiburan yang diharamkan Islam, dia justru berdoa: “Ya Allah, seperti halnya Kau buat orang-orang ini berpesta pora di tempat seperti ini, semoga berpesta poralah mereka di akhirat nanti. Seperti halnya orang-orang di sini bahagia, semoga berbahagia pula mereka di akhirat nanti.” Ini kan doa yang mahal sekali dan sangat halus. Tampak bahwa Ahmad bin Hambal tidak suka model unjuk rasa, demonstrasi anti ini anti itu. Apalagi seperti saya yang seorang musafir, saya dituntut untuk lebih menguasai bahasa kata, bahasa gaul, dan bahasa hati.

Dhawuh 71
Seorang yang diolok-olok atau dicela orang lain, apa itu termasuk sabar? Badanya sakit, anaknya juga sakit, istrinya meninggal, apa itu juga termasuk sabar? Hartanya hancur, istrinya mati, anaknya juga mati, apa itu termasuk orang yang sudah sabar? Seperti itu tidak bisa disebut sebagai orang sabar, entah sabar itu bagaimana, aku sendiri tidak mengerti.

Dhawuh 72
Tadi, ada orang yang bertanya: periuk terguling, anak-istri rewel, hati sumpek, pikiran ruwet, apa perlu pikulan ini (tanggung jawab keluarga) saya lepaskan untuk mencari sungai yang dalam (buat bunuh diri). Saya jawab: Jangan kecil hati, siapa ingin berbincng-bincang dengan Allah, bacalah Al Qur’an.

Dhawuh 73
Tadi ada yang bertanya: Gus, bagaimana ya, ibadah saya sudah bagus, shalat saya juga bagus, tetapi musibah kok datang dan pergi? Saya jawab: mungkin masih banyak dosanya, mungkin juga bakal diangkat derajat akhiratnya oleh Allah; janganlah berkecil hati.

Dhawuh 74
Orang-orang membacakan Al-Fatehah untukku, katanya aku ini sakit. Aku ini tidak sakit, hanya fisikku saja yang tidak kuat karena aktivitasku ini hanya dari mobil ke mobil, dan tidak pernah libur.

Dhawuh 75
Ada empat macam perempuan yan diidam-idamkan semua orang (lelaki). Perempuan yang kaya, perempuan bangsawan, dan perempuan yang cantik. Tapi ada satu kelebihan yan tidak dimiliki oleh ketiga perempuan itu, yaitu perempuan yang berbudi.

Dhawuh 76
Anaknya orang biasa itu ada yang baik dan ada yang jelek. Demikian juga anaknya kiai, ada yang baik dan ada yang jelek. Jangankan anaknya orang biasa atau anaknya kiai, anaknya nabi pun ada yang berisi dan ada yang kosong. Kalau sudah begini, yang paling baik bagi kita adalah berdoa.

Dhawuh 77
Di tengah-tengah sulitnya kita mengarahkan istri, menata rumah tangga, dan sulitnya menciptakan sesuatu yang indah, sedang tanda-tanda musibah pun tampak di depan mata, semua itu menuntut kita menyusun ketahanan batiniah, berusaha bagaimana agar Allah sayang dan perhatian kepada kita semua.

Dhawuh 78
Tadi, ada orang yang bertanya: anak saya nakal, ditekan justru menjadi-jadi, bagaimana Gus? Nasehat orang tua terhadap anaknya janganlah menggunakan bahasa militer, pakailah bahasa kata, bahasa gaul, dan bahasa hati.

Dhawuh 79
Gus, kenapa Anda menamakan anak Anda dengan bahasa Arab dan non Arab? Begini, alas an saya menamakan dengan dua bahasa itu karena mbahnya dua; mbahnya di sini santri, mbahnya di sana bukan. Mbahnya di sini biar memanggil Tajud karena santri, mbahnya di sana yang bukan santri biar memanggil Herucokro; mbanya di sini biar memanggil sabuth, mbahnya di sana biar memanggil panotoprojo.

Dhawuh 80
Menurut Anda, bagaimana sebaik-baiknya busana muslim itu? Jilbab kan banyak dipertentangkan akhir-akhir ini? Pada akhirnya, seperti penggabungan Indonesia, Siangapura, Malaysia, Thailand, Brunei, dan Filipina menjadi ASEAN, tidak menutup kemungkinan, ada bahasa dan busana ASEAN. Sehingga siapa pun dengan terpaksa untuk ikut dan patuh. Ya, kita sebagai orang tua harus diam kalau itu nanti terjadi, dan kalau ingin selamat, ya mulai sekarang kita harus berbenah.

Dhawuh 81
Saya kira-kira dituntut untuk lebih menggalakkan ibadatul qalbi (ibadah dalam hati). Mungkin begitu. Sebetulnya putrid rekan-rekan ulama juga sudah banya yang terbawa arus; ya sebagian ada yang masih mengikuti aturan, tetap berjilbab, misalnya. Tetapi ada juga yang tetap berjilbab karena sungkan lantaran orang tuanya mubaligh. Secara umum, sudah banyak yang terbawa arus.

Dhawuh 82
Dunia ini semakin lama semakin gelap, banyak hamba Allah yang bingung, dan sebagian sudah gila. Sahabat Muazd bin Jabbal berkata: “siapa yang ingat Allah di tengah-tengah dunia yang ramainya seperti pasar ini, dia sama dengan menyinari alam ini.”

Dhawuh 83
Memiliki lidah atau mulut itu jangan dibirkan saja, lebih baik dibuat zikir pada Allah, dilanggengkan membaca lafal Allah.

Dhawuh 84
Hadirin tadi ada orang yang bertanya: Gus, pendengar Al Qur’an ini kalau usai shalat fardhu, yang terbaik membaca apa ya? Saya jawab: Untuk wiridan, kecuali kalian yang sudah mengikuti sebagian tarekat mu’tabarah, baik membaca Al Fatehah 100 kali. Ini juga menjadi simbolnya Dzikrul Ghofilin. Resepnya, mengikuti imam Abu Hamid Al Ghazali, yang juga diijasahnya oleh adiknya, Syaikh Ahmad Al Ghazali.

Dhawuh 85
Trimah, kamu pasti mau bertanya: Kiai, wiridannya apa, mau bertanya begitu kan? Tidak sulit-sulit, baca shalawat sekali, pahalanya 10 kali lipat; jangan repot-repot, baca shallallah ‘ala Muhammad, itu saja, yang penting benar.

Dhawuh 86
Saya punya penyakit yang orang lain tidak tahu. Saya ini terus terang tamak, takabur yang terselubung, dan diam-diam ingin kaya. Padahal saya punya persoalan khusu dengan Allah. Artinya, saya adalah hamba yang diceramahkan, sedang Allah yang sudah saya yakini adalah sutradara.

Dhawuh 87
Persoalan mengenai hakikat hidup di dunia masih sering kita anggap remeh. Olih karena itu, sangat perlu dilakukan sebentuk muhasabah. Sejauh mana tauhid kita, misalnya. Dan, ternyata kita belum apa-apa. Kita belum menjadi mukmin dan muslim yang kuat.

Dhawuh 88
Taqarrub (pendekatan) kita kepada Allah seharusnya menjadi obat penawar bagi kita. Apa pun yang terjadi, apa pun yang diberikan Allah, syukuri saja. Sayang, terkadang kita belum bisa menciptakan keadaan yang demikian. Kita seharusnya bangga menjadi orang yang fakir. Sebab sebagian penghuni surga itu adalah orang –orang fakir yang baik.

Dhawuh 89
Dahulu, pada usia sekitar 10 tahun, saya sering didekati orang,dikira saya itu siapa. Ungkapan orang yang datang kepada saya itu-itu saja: minta restu atau mengungkapkan kekurangan, terutama yang berhubungan dengan materi. Perempuan yang mau melahirkan juga datang. Dikira saya ini bidan. Karena makin banyak orang berdatangan, lalu saya menyimpulkan: jangan-jangan saya ini senang dihormati orang, jangan-jangan saya ini dianggap dukun tiban juru penolong atau orang sakti.

Dhawuh 90
Surga itu miliknya orang-orang yang sembahyang tepat pada waktunya.

Dhawuh 91
Shalat itu, yang paling baik, di tengah-tengah Al-Fatehah harus jernih pikiran dan hati.

Dhawuh 92
Shalat itu, yang paling baik adalah berpikir di tengah-tengah membaca Al-Fatehah.

Dhawuh 93
Coro pethek bodon. Di akhirat, bila berbuat buruk satu, berbuat baik satu itu rugi. Di akhirat, bila berbuat buruk satu, berbuat baik dua itu rugi. Di akhirat, bila berbuat buruk satu, berbuat baik tiga itu baru untung.

Dhawuh 94
Kalau kamu ingin meningkat satu strip, barang yang kamu sayangi ketika diminta orang, berikan saja. Itu naik 1 strip, lebih-lebih sebelum diminta, tentu akan naik 1 strip lagi.

Dhawuh 95
Seorang yang berani melakukan dosa, harus berani pula bertobat.

Dhawuh 96
Kalau kamu mengerjakan kebaikan, sebaiknya kau simpan rapat-rapat; kalau melakukan keburukan, terserah kamu saja: mau kau simpan atau kau siarkan.

Dhawuh 97
Kowe arep nandi Sir? Tanya Gus Miek. Badhe tumut ujian, jawab Siroj. Kapan? tanya Gus miek . sak niki, jawab Siroj. Golek opo?, Tanya Gus Miek lagi. “Ijasah,” jawab Siroj juga. Lho kowe ntukmu melu ujian ki mung golek ijasah, e mbok sepuluh tak gaekne. Yoh, dolan melu aku.
Artinya:
Kalau kamu ikut ujian hanya untuk ijasah, sini, mau 10 saya buatkan, ayo ikut saya.

Dhawuh 98
“Kamu mau kemana sir?” Mau ngaji. “Biar dapat apa?” Biar masuk surga. “jadi, alasan kamu mengaji itu hanya untuk mencari surga? Jadi, surga bisa kamu peroleh dengan mengaji? Kalau begitu, sudah kitabmu ditaruh saja, ayo ikut bersama saya ke Malang.

Dhawuh 99
Saya katakana kepada anak-anak, Dzikrul Ghofilin jangan sampai diiklankan atau dipromosikan sebagai senjata pengatrol kesuksesan duniawi.

Dhawuh 100
Saya imbau, jangan sampai ada yang berjaga lailatul Qodar, itu ibarat memikat burung perkutut.

Dhawuh 101
Belum tahun 2000 saja sudah begini; bagaimana kelak di atas tahun 2000? Dunia ini semakin lama semakin panas, semakin lama semakin panas, semakin lama semakin panas.

Dhawuh 102
Saya senang orang-orang Nganjuk karena orangnya kecil-kecil. Ini sesuai sabda nabi: “Orang itu yang baik berat badannya 50.” Juga, ada sabda lain yang menguatkan : “Orang paling aku cintai di antara kalian adalah orang yang paling sedikit makannya.” Ini sesuai firman Allah: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut (QS. Quraiys: 4).
Lapar adalah syarat untuk menghasilkan tujuan. Maka, siapa tidak senang lapar, ia bukan bagian dari ahli khalwat (menyendiri).

Dhawuh 103
Miftah, kalau kamu nanti sudah pulang dari mondok, jangan suka menjadi orang terdepan.

Dhawuh 104
Biarkan dunia ini maju. Akan tetapi, bagi kita umat Islam, akan lebih baik kalau kemajuan di bidang lahiriah dan umumiyah ini dibarengi dengan iman, ubudiyah, serta sejumlah keterampilan positif. Jadi, memasuki era globalisasi menuntut kita untuk lebih meyakini bahwa shalat lima waktu itu, misalnya, adalah senam atau olah raga yang paling baik. Setidak-tidaknya, bagi orang Jawa bangun pagi itu tentu baik. Apalagi kita yang mukmin. Dengan bangun pagi dan menyakini bahwa kegiatan shalat Subuh adalah senam olah raga yang paling baik, otomatis kita tersentuh untuk bergegas selakukan itu.

Dhawuh 105
Sir, kalau kamu mau bertemu aku, bacalah Al-Fatehah 100 kali.

Dhawuh 106
Kalau mau mencari aku, di mana dan kapan saja, silakan baca surah Al-Fatehah.

Dhawuh 107
Mbah, kalau kamu mau bertemu aku, sedang kamu masih repot, kirimi saja aku Al-Fatehah, 41kali.

Dhawuh 108
Mencari aku itu sulit; kalau mau bertemu dengan aku, akrablah dengan keluargaku, itu sama saja dengan bertemu aku.

Sumber:
Dunia Pesantren, http://www.mypesantren.com, http://aliks-fx.blogspot.com, buku Karomah para Kyai dan lain-lain.

@@@

Iklan
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 39 Komentar

Navigasi pos

39 thoughts on “MEMBACA ULANG JEJAK KH. HAMIM TOHARI DJAZULI (GUS MIEK)

  1. garengpung

    Nderek nyimak…
    Salam Salim Ki WA..
    Nuwun..

  2. pencharie dirie sejdati

    Nderek nyimak Ki . . .

  3. ---

    Pertamax :::::.. 🙂

  4. droewolonk

    izin menyimak…
    semoga bermanfaat..

    salam

  5. raden sodiq

    dpet solarnya ni, 😀 salam salim ki wong alus, ijin nyimak sambil ngopi. . .

  6. alhadiniyyah wa kulli niyatan sholehah biridho lilahita’ala…. para Kyai, ‘Alim-Ulama shalafussolihin Al-Fatihah .. Hidup NU, Hidup Ahlussunah Wal Jama’ah-Hidup Al-Najjiah. Al-Magfurllah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berpesan kepada Orang-2 dekat beliau agar senantiasa membaca Syair Abu Nawas. (By. Santri Gusdur-penulis risalah rapat Ketika Gusdur masih hidup sampai menjelang ajal beliau)

  7. a r y k z

    as’salamualaikumz

    Nderek Nyimakz

  8. wahyudie

    Hadir..nderek nyimak
    Buat semua santri wong alus salam paseduluran

  9. zali amri

    Jazakallah khair Ki Wong Alus n sesepuh untuk sharing-nya….khususon ilaa ruuhi KH. Chamim Tohari Djazuli (Gus Miek) alfatihah…sent 1 x…

  10. jaka sablenk

    Ass.. gw gk setuju kesaktian disamakan dg karomah. krn kesaktian bsa dipelajari siapa saja spt yg dipelajari oleh dukun, paranormal, preman dll tp kalau karomah hanya dimiliki oleh para wali.

  11. kebow_dungkul

    ngikut nyimak mawon..wasalam

  12. adhe setyawan

    tolong sms ak 089624721161

  13. Mantaaaaaaaaaap

  14. raden sodiq

    absen malam ah, sambil minum wedang jahe pelekat tenggorokan 😀

  15. ke hadirat Gus miek…….alfatehah..

  16. Adim

    Assalamualaikum wr.wb
    kamis wage malam jumat kliwon
    subhanalloh … mbah yai kiwongalus ternyata membuka mutiara yang tersimpan atas petunjukNya….
    ——————————————–
    berkenaan dengan Dzikir segitiga Emas yg sy Publikasikan 2 tahun yang lalu di situ tercantum penuh Dzikrul Ghofilin, saya sudah menyadari di dawuh Gus Mik yang ke 99 yang melarang untuk di publikasikan akan tetapi sy kembalikan lagi di dawuh Gus Mik yang ke 101 dunia makin panas di atas tahun 2000 sehingga perlu beberapa tambahan sebagai pertahanan untuk menyeimbangkan kondisi alam dan sudah mendapat restu dari beliau untuk memplukasikannya …
    selanjutnya Benar adanya dan sy membuktikan sendiri untuk dawuh 105 – 108 kita bisa bertemu Gus Mik dengan wujud Asli badan jasad bukan meraga sukma atau rohnya saja kita bisa bercengkerama dengan beliau sambil ngopi,.. bisa ketemu dengan Gus Mik itu juga merupakan gerbang untuk bisa ketemu dengan wali-wali allah lainnya dalam wujud nyata bukan mimpi yang diperlukan hanyalah keihlkasan dan keistiqomaan dalam mengamalkan…
    untuk dawuh gus Mik yang ke 103 adalah hal yang tetap saya pegang
    ———————————————
    ungkapann ini dimaksudkan hanya untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang zdikir segitiga emas yg saya publikasikan …sekaligus untuk mengingatkan kembali kepada diri saya sendiri agar tetap terpatri di hati dalam mengamalkan Dzikir segitga emas ….
    mbah yai gus hamim jazuli alfatikha …1x
    saudaraku semuanya di KWA alaftikha .. 1x
    trimakasih
    wassalam

  17. lukman

    Izin nyimak sesepuh salam salim ki Alus, Ki Taofik, Raden sancang Ungu, Pangeran sembrani dan sesepuh (Pemabuk, dll) lainnya yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu….
    Mantaf ki Postingan yang bermanfaat..Amin

  18. akhirnya gus wildan memposting para wali yg sudah lama saya dengar ceritanya dan saya kagumi krn kedekatannya dg Allah moga gus wildan sehat selalu utk melanjutkan dakwah para wali amien …amien ….. istjib du’a ana mohon bimbingannya saya yg miskin iman

  19. Assalamualaikum…izin menyimak…salam persaudaraan buat semua anggota kwadi seluruh dunia.

  20. Met malem sdulur smua

  21. benny.sepyantoro

    nderek nyimak kang

  22. robert muhammadi

    sugeng enjing…. Sedoyo mawon…. Khususon gus miek lahu alfatihah….

  23. robert muhammadi

    sy pernah ktmu asisten gus miek dikampung bliau dknal dgn nama kyai zaini putra dr pensiunan TNI kmarin trakhir ksana crita2 tentang gusmiek tp tdk bgtu lengkap….

  24. ardi

    saya banyak mendapat cerita tentang Gus Mik dari teman yg dl pernah ketemu beliau yaitu Gus Nurul Yakin, dan saya sangat respek terhadap beliau Gus Mik, mendapat paparan cerita dar i Wong Alus bertambah pengenalan saya terhadap Gus Mik… Jazakallahu Khoiron katsiiron…

  25. ijin nyimak saja . .

  26. laode

    Ditujukan Buat Laode Masykur….dkk..Saya tahu siapa laode seperti saya tahu siapa pak jokowi.
    Yang Sabar Pak Laode Menangani Mereka, Kasihan.
    Kita harus cari cara, agar mereka aman.

    Ini semua tentang kontrol makanan kpd 7 milyar orang. “apakah kamu mau memakan daging bangkai saudaramu sendiri”. System di surga di copy iblis/kegelapan, (Iblis bertanya…mengapa Engkau ciptakan demikian system..kalau demikian aku juga bisa buat pikirnya..)
    Barat niat baik membantu menyediakan manusia dengan menembaki mereka (yang kelihatan sebagai “binatang/ilmu muka binatangan”) di arab yang berjenggot.
    Tetapi mereka para binatang/jin tahu..memakai niat baik juga yaitu “apa yang dilakukan hizr dan musa terhadap seorang anak manusia” (“permainan guru dan murid, yang banyak ditemuin”, maka mereka membunuhin anak anak disini. (ini jelas salah, hizr cuma thd satu orang anak).
    Fakta populasi menunjukkan 50000 orang/hari kristen berkurang tiap hari dibanding agama lain.
    Mereka cuma anak anak yang ketika aku temui dan bicara agama mereka marah besar “jadi bapak berkata tidak ada Tuhan”. Mereka pasukan “muslim”/orang beriman dengan bangga menenteng salib di leher mereka.
    Memang kedengaran aneh, tapi ini fakta.
    …….
    Mereka secara teori, belum cukup umur untuk dimatiin kemudian dimakan. Ibarat masih anak ayam..percuma jika dipotong.
    “nanti di zaman akhir akan keluar yajuj majuj, mereka sangat rakus memakan manusia”.
    ……
    System mengajarkan bahwa yang sudah cukup umur saja yang bisa dimakan. Jika tidak maka makanan dibumi akan cepat habis. (Hal inilah pernah terjadi sebelum adam dicipta).
    ……
    Saya berusaha menasehati mereka…sudahlah “tidak ada tuhan saja”, supaya mereka tidak dimatiin dan dimakan di jalan jalan (terutama pesisir jawa aku saksikan).
    Ini juga mengingat “dosa anak belum cukup umur di tanggung orangtua” toh apa salahnya.
    Sebab saya yakin..system akan mematikan orang yang “percaya ada tuhan” saja.
    ……
    Cerita saya kedengaran aneh.
    Tapi itulah fakta dari “kitab perang malaikat dead sea scroll yaitu sisi lain alquran).
    Ini kiranya pula yang menyebabkan seperti ada api yang menyambar nyambar kepada semua mahkluk di bumi ini. Walau banyak orang di jatibening/mesjid syairullah sudah menyaksikan dajjal lengkap dengan tulisan kafir di jidatnya. (Aneh).

    ……
    Adam a.s mempunyai anak lagi setelah kematian putranya. Adam a.s menemukan bahwa putra barunya seth sangat mirip anaknya yang meninggal. Seth melakukan perjalanan suatu waktu. Seth menemukan sebuah kota penuh dengan orang dan bangunan.
    Sekarang kota kota seperti kota seth banyak dibangun dimana mana.
    Memang kedengaran aneh, tapi ini cerita kitab tuhan.

    Buat Pak Laode. Kita harus cari cara menolong mereka.
    Jangan seperti barat, membantu menembaki yang tua di arab. (concern sama human life katanya, selalu pidato presiden2 nya). Aneh.
    Semua mengacu kepada minyak, arab saudi mengekspor minyak 10 x kali lipat indonesia. Sedang jumlah penduduknya 1/10 kali indonesia. Yang artinya total pendapatan dari minyak 100 x lipat lebih kaya dari indonesia.
    Permainan Uang dari minyak. Hasil pendapatan dari sihir. Negeri Cina juga meniru dan mereka mulai kaya raya juga.

    Salahku juga, memilih kucing. (binatangan firaun). Tetapi “allah tidak menyukai orang orang yang melampaui batas”. Seperti miliuner arab yang memelihara kambing (orang orang berjenggot) bahkan di bawah kepesawat dan tinggal dikamar.

    Kucing dipilih firaun, sebab dari segi kekuatan tidak membahayakan anaknya keluarganya. Tetapi mempunyai ketangkasan seperti harimau untuk membinasakan hewan hewan kurang besar dari kucing itu sendiri.
    Ini semua dipelajari setelah nenek moyang firaun banyak mati berumur muda,
    maksimal umur 37 tahun (pada saat itu orang orang berumur ratusan tahun).
    Mereka dan ahli sihir mencari penyebabnya.
    Sampai akhirnya datang musa dan tuhan membinasakan firaun yang berumur bisa jadi tua tidak mati muda. Jika tidak maka firaun bisa berumur ratusan tahun atau mungkin 1000 tahun seperti adam as dan orang beriman lainnya.
    Kenapa ya firaun tidak dibiarin berumur panjang?

    Sekali lagi. Pak laode yang baik. Kita harus mencari cara tukar guling nyawa ini.
    Saya sudah menyurati hillary …di friendsofhillary@yahoo.com (bahkan 3 bulan sebelum aku mengatakan kepadanya dia akan kalah) dan upinder singh. untuk turut membantu.

    Yang jadi pertanyaan. Ketika kontrol lepas maka mereka menjadi sangat rakus.
    Seperti kejadian mei 98 dan pki 65. Tetapi biasanya hanya sementara. Ini pula yang menyebabkan kejadian pembantaian jutaan manusia zaman polpot, afrika dan yahudi PD2.
    Jika ini sebab HAARP atau sejenisnya, tidak mungkin tahun 65 ada?
    Siapa yang mengontrol makanan ini semua?
    Apakah mesin besar allien yang akhir akhir ini terdengar suaranya di hampir kota seluruh dunia? Yang terletak di planet nibiru? Itu mengapa kita tidak bisa explorasi ke bintang dan galaksi/tidak diperkenankan keluar dari bumi? Yang letaknya 12 jam perjalanan cahaya/3 kali jauh pluto. (imagine/bayangkan posisi.. ,.letak bintang/matahari terdekat century 2.5 tahun cahaya).(“Dan Kami tempatkan penjaga pada tiap tiap manusia, yang menjaganya siang malam berganti ganti..).
    Saya pikir kita harus berpikir 3 dimensi seperti film “contact”, bukan film “war of the worlds” untuk memecahkan kode yang mereka sisipkan dalam suara suara tersebut? Saya pikir saat ini Cia dan Pentagon sedang ramai pula berusaha memecahkan kode tersebut. Siapa menebar benih pasti akan menuai hasilnya, itu sebab apa yang mereka lakukan kontak area 51 dulu kala? “aliran kepercayaan/kebatinan: ‘setiap “ilmu/jin” yang dilatih mesti digunakan, atau akan terkena diri sendiri'”.
    Mari kita bantu mereka. Kita mau lihat seberapa pintar Laode Masykur memecahkan kode kode tsb. How smart you are? film.“independence day”.

    Pada mulanya saya seperti pak laode masykur.
    Bertanya, mencari jawaban, mengapa ayah saya pimpinan militer ABRI meninggal bersama kedua abang saya.
    Apakah ada hubungan dengan persahabatan dengan CIA dan Inggris dalam menjaga atheis? Diikuti ibu saya, dan kakak saya. Bermatian secara aneh. Mengapa ibu saya lahir 17 agustus,.kakak saya tepat 1 mei 1963, saya 13 april (beberapa hari setelah 200 pembom rusia membom allien di perbatasan dengan china tahun 1970/seth/seti). Mengapa mereka menempatkan nomor mobilku 1618 nisbah emas dan 1745. Ini tidak adil.
    Kemudian saya mencari tahu apa itu positron, memory positronik seperti yang ada dalam keping memory, apa itu boson, energy lighting yang mengandung elektron, muon dan tau dan energy kinetic yang cukup untuk memecahkan coulomb barrier untuk reaksi fusi menggunakan lithium, yang membutuhkan suhu ratusan juta derajat, tokamak mini dari lampu neon, dll.Bahkan sub particle yang terkandung dalam emas, yang berarti pupus harapan mereka membuat emas dari nomor atom sebelum emas karena tidak mengandung sub particle tsb. Sedang nomor atom setelahnya seperti pb, dll cenderung beracun berbahaya bagi kesehatan jika terlalu lama dipegang itupun jika mengandung sub particle seperti yang ada dalam emas yang datanya ada di LHC dan particle accelerator lainnya. (zaman akhir gunung emas di temukan).
    Tetapi ketika saya ingin memutar rotor hardisk yang kecil dengan menggunakan listrik mobil, untuk membuat “flying saucer” kecil, karena saya yakin akan menemukan antigravitasi disana. Saya terperanjat tidak bisa. Ada “sesuatu” yang menghalangi agar saya tidak bisa membuat “flying saucer” kecil. Impian manusia bisa terbang ke bintang bintang dihalangi? Sungguh berbeda dengan einstein, yang hanya mengandalkan kaleng bekas biskuit dan listrik yang seukuran rumah tangga sekarang, bisa membuat accelerator particle dan bubble chamber.
    Mengapa demikian? Para Penguasa Teknology Allien menghalangi?
    Mari kita bantu mereka manusia anak anak yang beriman dari kematian.
    O ya…karena saya tahu…saya sampaikan pesan bpk obama…jangan teriak.
    teriak lagi….Nanti dunia malah bisa kiamat. Tolong katanya.Laode..laode masykur.. sama ketika BP oil tumpah minyak..dia teriak teriak..karet karet…manggil margareth thatcher.Aneh.

    Didasarkan kepada kota kota seth, yang banyak sekarang dan penghuninya.
    Beliau muhammad saw mengatakan bahwa itu semua kota dan orangnya “mereka”, adalah bangsa JIN.
    Alquran dan hadist banyak mengulas hal ini. Tiga bentuknya, orang, binatang dan yang terbang.
    Sedang bible hanya mengulas 2 bentukan, orang dan binatang.
    Akan tetapi, fakta yang kudengar adalah jin tersebut memanggil “Oleg” dengan suara serak.
    Jelas bahwa: itu adalah turunan turunan adam as. Ada permainan “Tuhannya jasad tubuh/daging dan tulang/Tuhannya turunan turunan”.
    Lihat silsilah kitab perang dead sea scroll: Adam, seth, anos, kenan, ….lamech, noah,…oleg…ra,..abraham..sampai sekarang.
    Hal ini diperkuat oleh perkataan beberapa magician seperti david icke dan penulis kiamat 2012 yang lain
    yang mengatakan mereka contact dengan “jin” yang menamakan dirinya “ra”.
    Jika muhammad saw benar, maka Jin (kota kota seth dan penghuninya) adalah “KOSONG”, “HAMPA”, “GELAP”.
    Dan saya setuju pendapat barat jika mereka yang ditembakin adalah “kegelapan”.
    sebab “oleg”, “ra”, jin yang kita maksud faktanya adalah anak cucu adam sendiri.
    Itulah mengapa beberapa orang melihat dajjal lengkap dengan tulisan kafirnya, sebab dajjal adalah
    anak cucu adam juga. Dan beberapa gambaran lain mungkin seperti yajuj majuj, dll.
    Dari hadist kuno juga diterangkan bahwa “yajuj majuj adalah jika ia kehilangan anggota badannya, maka ia dapat menumbuhkannya kembali”.
    Oleh karena itu, akankah genocide manusia akan terjadi lagi seperti PD 2, dimana
    ratusan juta mati dalam waktu 3 tahun. Akankah sifat rakus “mereka” kembali lagi.
    Tetapi satu yang benar, mereka “tahu” dan membalas ketika mereka ditembakin di arab.
    Apalagi ketika mereka ditembakin/diserang israel yang “melihat” mereka sedang asyik makan manusia. Salahkah israel/gilakah? Apakah ada/mungkin orang gila/tidak “aneh” menembakin kapal yang “peace”?

    Apakah illuminati, freemansory, skulls and bones, freemason ada?
    Jelas ada. Takkala aku katakan, serang syria dulu daripada iran setelah libya, maka syria dihancurkan. Aneh.
    Juga aku dapati lambang malaikat, Apakah mereka malaikat betul? Aneh. (biasanya, di benda2 technology).
    Pada dasarnya.. ada perang antara “Tuhan Yang Maha Esa” dan Tuhan “Allah” pada bible dan alquran.
    Siapa yang bertanggung terhadap pembunuhan terencana 50000/orang perhari “orang iman”/Tuhannya “Allah” atau
    kalau di “lafazhkan arab adalah alloh”, tersebut, yang ada di bible dan alquran?

    Perlu diketahui, jumlah orang yang bertuhan kepada “Allah”, islam, kristen, yahudi, sikh, dll jumlahnya adalah
    1/2 (matter/anti matter) penduduk dunia. Jumlah yang lain adalah sebaliknya. Siapa pembuat program ini? Disamping itu warna kulit
    dari orang yang tidak bertuhan kepada “Allah” juga dibagi menjadi 1/2 hitam dan putih, (biner).

    Berdasarkan teoriku, Yesus atau nabi isa, adalah pasti orangnya bewarna kulit coklat/sawo matang.
    Dan dia ada diantara jumlah orang banyak yang bertuhan kepada “Allah”.
    Dan dia ada diantara orang banyak yang tidak bertuhan kepada “Allah” yang berwarna kulit putih.
    Dan dia tidak makan daging (vegetarian).

    Sebenarnya kiamat tidak akan terjadi jika tidak banyak kelihatan ‘makan memakan manusia’
    yang ada didunia.
    Akan tetapi dengan semakin tingginya teknology kita bisa melihat ‘aktivitas mereka’ dibalik
    semua didunia ini/frekwensi gelombang. Seperti yang mereka lihat disuatu aliran agama yang namanya ldii. Yaitu
    takkala aku heran menjumpai banyaknya aktivitas warga negara bule, dengan membawa perlengkapan komplit.
    Di suatu “tempat” yang muncul dajjal dengan tulisan kafir diatas. Sepertinya mereka memantau orang orang ldii
    tersebut (yang aku juga ada disana pada waktu itu).Mereka sepertinya “melihat” dengan bantuan alat teknology canggih
    ketika aksi “makan memakan manusia” ada disana. Hal ini juga mengherankanku takkala aku selalu tidak mau
    ikut dalam acara potong2 kurban selama puluhan tahun disana ldii.
    Mereka (orang orang banyak yang ditemukan seth anak adam, yang disebut yang mulia muhammad saw sebagai jin),
    dulunya dikatakan “sesungguhnya tulang dan tai akan kembali menjadi daging, maka makanlah sebagai makananmu para jin”.
    akan tetapi sekarang mereka “allien” membangkang dan memakan manusianya yaitu seth atau sebaliknya?

    Takkala musa berkata kepada samiri “….kami akan bakar patung emas itu dan abunya akan
    kami sebarkan ke laut…”, inilah kemarahan allien, dimana pada saat itu teknologynya
    4000 tahun lalu sudah bisa membuat emas menjadi abu. (zaman sekarang aja sepertinya tidak ada teknology
    yang bisa seperti itu, bisa walau susah sekali).
    Jadi jelas Tuhan memperankan suatu keadilan, yaitu kehidupan musa pada zaman itu dia sama dengan kehidupan sekarang
    tidak ada bedanya. ‘sesuatu’ ingin menyembunyikan sejarah sejak kita ‘manusia’ bayi/lahir, dengan menceritakan asal muasal
    teknology, dari misal bubuk mesiu china, nobel, zaman atom, zaman nuklir, dan sekarang (menceritakan seakan akan terjadinya begitu). Seakan akan
    Ini tidak ada bedanya pula pada zaman seth anak adam yang berjumpa dengan satu kota dengan orang banyaknya
    (siapa sebenarnya mereka, ‘who are the people’ kata pelakon dalam film star trek.)

    Kasus lain yaitu seekor kucing (film : matrix) ketika kita beri makan 100 gram daging, setelah dihabiskannya
    kita perhatikan bahwa makanan yang kita berikan serasa kurang bagi kucing tsb.
    Kita tambahkan menjadi 1/2 kilogram. Dan iapun berhenti makan.
    Padahal berat badan kucing hanya rata rata 1/25 kali berat badan kita.
    Itu berarti sama dengan kita makan 25 x 1/2 kilogram = 12.5 kilogram daging? kita sekali makan pagi (kurang lebih/mustahil).
    Dan bila kita beri makan siangnya, dia kucing makan kembali. Dan banyak kasus lainnya
    di dunia ini, yang sepertinya program matrix ini tidaklah dari Tuhan, sebab jelas tidak sempurna. Fakta diatas.
    Artinya banjir nuh (dan nuh benar ada fakta ditemukan kapalnya), dan cerita lainnya adalah tidak sempurna.
    Siapa pembuat dunia ini yang tidak sempurna?
    Tetapi nuhnya tetaplah harus kita yakinin (wajib beriman).
    Sepertinya pola pikir kita manusia harus diubah menjadi berpikir 3 dimensi/kasus film ‘contact’.
    Pola pikir “demen merusak” walau sudah ditunjukkan “gambar bencana yang dahsyat”, “tahu” jumlahnya masih kecil dari 7 milyar manusia yang “tidak tahu” “padahal” jika 7 milyar dalam pikirannya tersebut adalah belum tentu juga semua.

    Berbicara mengenai pola pikir manusia (7 milyar) yang akan berubah menurut “david icke” dan banyak ahli lainnya, transformation spiritually, the incredible consciousness.
    Seperti kita tahu “memory card” komputer semakin lama semakin besar, sedangkan pembuatan layer dengan lasernya
    yang digembar gemborkan dengan “teknology nano”, adalah menjadi semakin tidak mungkin (penempatan elektron/matter pada kotak2).
    Kasus disket (KiloByte) yang berkembang menjadi piringan harddisk, hingga sampai GB, TB dan terus. Artinya akhirnya
    bahwa memory biner tersebut ditempatkan di suatu tempat yang bukan disket, hardisk, ataupun memory card tersebut
    full tidak ada space lagi. Akhirnya tidak ditempatkan di “materi” tetapi diletakkan di suatu “space” yang kita sebutlah positron/positronik yang
    hanya berupa gerbang logika saja (teknology nano/nanometer/ukuran tidak berlaku).
    Jadi itu tidaklah merubah pola pikir manusia, tetapi mungkin merubah “pola makanan”/permainan makan memakan manusia ini
    yaitu “sedikit demi sedikit” (pertambahan kapasitas memory card) yaitu tidak “makan manusia yang hampir mati/tua, tetapi pada semua umur/bahkan anak anak”
    (new world order/illuminati??). “banyak orang tua panjang umur>100 thn, khususnya celebritis/wwww.deathlist.net (akhirnya dipaksa mati). “sesungguhnya
    umatku muhammad berumur 60 sampai 70 tahun saja”.
    Ini menjelaskan “keberadaan mereka allien”, bahwa tidak mungkin “manusia” yang membuat sesuatu yang tidak ada.
    Artinya pemikiran manusia/ide manusia tidak akan mungkin sampai untuk menciptakan “memory card” itu sendiri.

    Takkala aku menyadari mengapa salah satu diantara “mereka kaum/orang orang dan kotanya seth”, gambarannya
    atau orangnya yang berada dirumahku bermata biru. Pada mulanya aku mengira orang bule mungkin yang bermata
    biru, atau permainan apa ini apa itu, mata orang yang bersinar warna ada biru, merah, hijau dll,seperti biasa aku lihat orang orang
    di tempat lampiri mesjid jatibening syairullah yang ada dajjalnya bertuliskan kafir.
    tetapi setelah sekian minggu dan bulan baru aku lihat betul betul perhatikan bahwa salah satu mereka
    ini matanya ternyata birunya adalah sebuah langit yang maha luas. Film “man in black”, ketika allien membawa sebuah
    galaxy ‘orion’ dalam sebuah kelereng. Aneh. Matanya langit biru yang sangat luas??.Mahkluk apa gambarannya?
    Artinya mereka “kaum kota-kota seth” terlihat seperti itu karena sifat manusia menganggap ukuran besar pasti hebat,
    sehingga mereka menampakkan diri sesuai keinginan manusia.

    Akhirnya Kita mungkin akan bisa maju melompat keperadaban selanjutnya bila pertanyaan ini terjawab.
    Yaitu; Binatang apa yang lebih besar dari ulat/cacing yang bisa menimbulkan penyakit?
    Seperti kita tahu, virus yang terkecil, kemudian bakteri yang besarnya ribuan kali virus
    dapat menggerogoti menyebabkan penyakit pada tubuh manusia. Disamping ulat/cacing yang sekarang banyak kasus
    ditemukan sebagai penyebab penyakit yang menggerogoti pula tubuh manusia. Tetapi sudah banyak
    disembuhkan hanya dengan kedokteran umum biasa/dgn obat. Kasus kasus kedokteran, sebagaimana
    kasus penyakit yang terobati. “Nanti dizaman akhir akan ada yajuj majuj, ….dimana
    tuhan membinasakan dengan ulat….’.
    Sesuatu ‘binatang’ yang menyebabkan orang menjadi gila atau stroke atau ayan atau alzhaimer
    memakan virus, maka virusnya mati. Virus masuk tubuh memakan bakteri, maka bakteri mati.
    Bakteri masuk tubuh ulat memakannya maka ulat mati. Ulat masuk tubuh manusia/binatang
    maka manusia/binatang bisa mati jika tidak diobati.
    Hayo binatang apa?.Jawab.

    kalau dilihat tampang/wajah mitt romney = independence day president, kita sudah tahu
    siapa yang menang.
    Sedang semua kejadian sebenarnya tentang “beginning from the future”, tahun 2178.
    Hadist islam: “tidak akan terjadi kiamat, hingga ada 66 kali pergantian imam sesudahku”.
    “Yesus berumur 33 tahun, ketika dia menghilang dari dunia”. Sebab ini permainan
    kiamat, kemunculan isa al masih, maka di dasarkan waktu (time) umurnya. Dan alam jin ini
    juga berkaitan dengan umur Firaun (pemimpin2 dunia) yang hanya boleh berumur 33 tahun tsb
    dan selalu digantikan setelah 33 tahun (dipindahkan orang yang punya ruh seth-nya). Dan orang banyak
    akan melihat orang yang disisipkan ruh seth tersebut mati pada umur 33 tahun, walau
    sebenarnya orangnya masih hidup (ruhnya saja dipindahkan lagi/mata dajjal) yang
    menurut saya oleh “mereka allien” (yang mana para allien ini mempunyai teknology
    tahun 2178, dan sekarang membagi bagikan teknologi ke kita, entah untuk apa?).
    Artinya 66 x 33 = 2178 Masehi. Ini Fakta.
    Jelas aja, mereka (firaun firaun) bisa berumur panjang, sebab memakai tubuh “allien”.
    “Sesungguhnya dalam tubuhmu ada segumpal daging/hati, jika kotor maka….”, para
    “allien” tidak mempunyainya (“allien autopsy”). Maka mereka tidak bisa terkena penyakit/”binatang”,
    secara teori “mereka”. Makanya para firaun itu memakai tubuh “allien”.
    Ini diperkuat ketika mereka berkata marah, ketika aku katakan bahwa sebenarnya dimakan oleh “binatang”
    “seperti dimakan virus” atau “dimakan bakteri”. Jadi anakku dimakan (kata NYA dengan nada marah).
    (marah sebab dia disana tahu dan anaknya adalah “tidak punya bagian dalam tubuh” “allien autopsy”).
    Bagaimana mungkin pikirnya, jantungnya dimakan “binatang”, sedang anaknya sendiri tidak punya jantung (allien).
    “mereka hendak menipu Allah dan rasulnya……sama bingung mereka”.

    Mereka “allien tidak punya hati (dalam tubuh manusia)”, sungguh sungguh pintar. Bagaimana mereka mentest/
    mencari tahu. Mana diantara orang-orang yang tahu/paham (sebutan ldii)/mengerti “seperti mereka” dengan
    test pertanyaan apa ini? apa itu? (dilakukan diruangan pesawat allien mereka), dengan menanyakan warna
    suatu benda. Test buta warna. Padahal orang buta warna (hitam putih) tahu persis juga sama dengan kita
    tahu warna warni sejak kecil (dengan membedakan kegelapannya). film “man in black”, the final test is…
    adalah “sebuah test mata”. “Sesungguhnya Kami…yang mengetahui seluruh isi hati…..” .Mereka mencari
    tahu isi hatimu, apakah kamu “tahu/paham” atau tidak dengan sangat tepatnya.
    Disamping cara lain untuk mengetahuinya adalah umur, yaitu jika masih kanak-kanak pastilah belum “tahu/paham”. “…dan ketika Kami beri kepada musa pada saat cukup umurnya 12 tahun yaitu hikmah…”.dan mungkin beberapa cara lainnya.

    Diantara “mereka semua”, mahkluk allien ini yang paling canggih (menguasai teknology)/UFO/very smart. dll.
    Imagine…teknology CIA, Pentagon, stealth, dll adalah dari mereka (seth,.)..bahkan membuat
    gempa, badai, tsunami dll. “..ketika dikatakan pada mereka, janganlah membuat kerusakan dimuka bumi…
    sesungguhnya kami banyak membuat kebaikan..”
    Ada juga manusia bisa menghilang. Ada juga manusia bisa menumbuhkan anggota badannya kembali “highlander”
    “…..maka tebaslah batang batang leher mereka/highlander”.
    Ada juga manusia waktu.dll.

    Mari kita cari cara menyelamatkan, anak anak beriman yang terbunuh 50000 orang/hari dari tukar guling nyawa ini (FAKTA).
    Ini genocide dan jelas semua milyuner2 arab saudi umur>33 thn bertanggung jawab.
    Sebab berlianku hilang (hilang arti lain dan “hilang”) ratusan juta dollar bahkan lebih/emas/rumah/uang,dll. (kemana ya?aneh).
    Mungkin sepertinya nilainya jadi benar 1 milyar euro film “2012”.
    Ayolah jika kita masih “concern sama human life”.

  27. robert muhammadi

    om laode… Nyimak mawon… Sambil ngopie…

  28. hati yg terluka

    maha suci allah,karomah para wali,,saya kangen dngn kisah sprti di atas,mohon bimbinganny poro sesepuh..

  29. sang macan

    Kyai Abu Sudjak (Alm) yang lebih akrab di panggil Kyai Abu seorang Hafidz yang diberi julukan Macan Putih oleh Kyai Kholil dan akrab dijuluki oleh para kyai ternama jombang sebagai anaknya kakeknya macan.

  30. semoga jadi panutan

  31. subhanalloh,,,khususon ila gus miek,,alfaatihah
    umam.santri ponpes al_falah ploso mojo kediri jatim

  32. Akang Abi

    Nderek nyimak…
    Sekalian ijin copy paste…
    matur suwun..

  33. semoga allah masih mnurunkan orang2 seperti beliau di bumi indonesia ini………

  34. ijin nyimak sesepuh

  35. terima kasih atas cerita nya

  36. muhammad shoyin

    kita harus bersyukur menjadi hamba ilahi yg aktif amar ma’ruf nahi mungkar ,mengikuti perintah Allah & ajaran Rosulullah SAW serta jejak Auliya’ILLah agar selamat Dunya wa Ukhro ,semoga kita semua diberi kekuatan & hidayah oleh ALLAH SWT ,Amin Ya MujibasSailin

  37. ikut nyimak aja

  38. rudi setiawan

    asslamualaikum… wbr

  39. Ari DwiPrasetyo

    ya ALLOH,,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: