CAMPUR NUNGGAL ROSO KAWULO GUSTI


wongalus  & mas kumitir

Bagi saya, hari Kamis malam Jumat adalah saat yang menyenangkan. Sebab malam itu — dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga dini hari, saya bisa bertemu dengan sedulur-sedulur di mushola Balai Diklat Kab Sidoarjo, di acara wirid bersama KWA. Biasanya sedulur-sedulur yang hadir berjumlah di antara 10 hingga 25 orang. Dari berbagai kalangan, tua muda, pria dan wanita dari banyak daerah. Baik dari kota-kota sekitar Sidoarjo, bahkan tidak jarang ada sedulur yang datang dari kota-kota luar propinsi yang jauh.

Acara yang dikemas tidak resmi itu biasanya lebih menarik dan mengena. Tidak ada satu sosok pembicara di sini, namun banyak pembicara. Siapa lagi kalau bukan sedulur-sedulur sendiri. Yang satu berbicara yang satu mendengarkan. Begitu seterusnya. Segelas kopi menemani kami dan kadang ada juga sedulur yang membawa berbagai oleh-oleh misalnya gorengan, gethuk, jemblem dan ragam macam makanan tradisional.

Sebenarnya  apa motivasi sedulur untuk datang ke acara ini? Tentu saja beragam. Ada yang hanya sekedar untuk melepas penat setelah seharian bekerja, ada yag ingin mencari ilmu, ada yang butuh mendiskusikan banyak hal terkait amalan, doa, keberkahan, dan lainnya. Saya amati rata-rata sedulur yang datang ini memiliki tingkat pengetahuan yang cukup lumayan.  Setingkat sarjana dan ada yang sudah pasca sarjana. Namun ada pula yang setingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Kita bercampur aduk dalam tujuan menjalin tali silaturahim. Memberi dan menerima.

Inilah hakikat persaudaraan sejati…….

Nah, apa saja sih yang diperbincangkan di acara tidak formil itu? Ini adalah secuil gambaran ketika di saya Wongalus (WA) berdiskusi dengan Mas Kumitir pemilik blog Alang Alang Kumitir (AAK) seorang “misterius” yang di daftar keanggotaan KWA memiliki ”Nomor Punggung” 0000.

Kedatangannya malam itu bagi saya sungguh spesial karena saya berdiskusi tentang serat Pepali, serat yang melegenda karena kualitas filsafat ketuhanan yang cukup berbobot. Berikut petikannya yang sempat saya rekam di ingatan.

WA: Siapa sebenarnya pengarang Serat Pepali ini?

AAK:  Pengarangnya Ki Ageng Selo. Hidup antara abad 15, di jaman Kerajaan Demak. Ia adalah cucu Raden Lembu Peteng atau Raden Bondan Gejawan, putra Prabu Brawijaya (Raja Majapahit yang terakhir) dari istrinya yang termuda. Cicitnya, Sutawijaya, menjadi raja pertama Kerajaan Mataram yang bergear panembahan Senopati.

WA: serat ini begitu melegenda karena berisi warisan ajaran etika moral Jawa yang hingga kini banyak dianut orang Jawa. Ajaran tersebut berisi larangan-larangan yang harus dipatuhi apabila ingin mendapatkan keselamatan.

AAK: ya begitulah, bentuk Serat pepali itu syair macapat. Kenapa para pujangga memformulasikan ajaran hidup dalam bentuk mocopat yang bersyair? Itu agar mudah diingat dan dilagukan sehingga bisa lama mengendap dalam bawah sadar masyarakat. Coba kalau tidak dibentuk syair, misalnya hanya bentuk teks-teks teoritis, pasti mudah dilupakan.

WA: Apa saja isi Serat pepali itu mas?

AAK: Salah satunya bait berikut ini…. Ingkang samodra agung, Tanpa tepi anerambahi. Endi kang aran Allah? Tan roro tetelu. Kawulane tanna wikan, Sirna luluh kang aneng datu’llah jati, Aran sagara Purba…..

WA: coba saya artikan dan kalau salah monggo dikoreksi ada Samudera yang besar yang tak bertepi namun meresapi seluruh alam. Manakah yang disebut Allah? Tak ada lainnya dua atau tiga. Makhluknya tak ada yang menyadari, Karena musnah terlarut dalam zat Allah sejati, disebut Lautan Purba… maknanya apa mas?

AAK: Maknanya termuat dalam simbol samudera yang besar tadi. Samudra itu tidak punya tepi, tidak ada batasnya bahkan melingkupi seluruh alam. Samudra itu sesungguhnya adalah Allah. Dzat yang tunggalan itu sesungguhnya meliputi segala sesuatu di alam semesta. Semua bergantung pada samudera itu. Jika air itu kering, maka semua makhluk hidup akan mati.

WA: Allah itu kita yakini Dzat dimana semuanya bergantung. Ia adalah causa prima, Satu Satunya Pengada di alam semesta, sumber segala kejadian. Tiada apapun di alam semesta kecuali DIA  Abadi, Tak Terbatas, Luas, Hidup dan simbolnya adalah ‘Lautan Purba’. Asal segala ciptaan.

AAK: Nah, ini lagi bait penjelasannya…. Ana papan ingkang tanpa tulis. Wujud napi artine punika, Sampyuh ing solah semune, Nir asma kawuleku, Mapan jati rasa sejati. Ing njro pandugeng taya. Marang Ing Hyang Agung. Pangrasa sajroning rasa, Sayektine kang rasa nunggal lan urip,Urip langgeng dimulya….

WA: artinya apa mas?

AAK: Ada tempat yang tak bertulisan. Kosong mutlak artinya itu, Dalamnya lenyap terlarut segala gerak dan semu. Hapus sebutan Aku karena Masuk kedalam inti rasa sejati, Didalam tiada bangun sadar Kediaman Hyang Agung Perasaan masuk kedalam rasa, Sebenarnya rasa sudah bersatu dengan hidup, Hidup kekal serba nikmat.

WA: Sebuah pernyataan sangat jelas bagaimana merasakan kemanunggalan dengan Dzat NYA.

AAK: Bahasa manusia tak akan mampu mengungkapkan perasaan ini. Dimensi yang tak sanggup dilukiskan dengan kata-kata atau bahasa manusia. Ruang itulah yang disebut agama sebagai ‘ruang Allah’ (baitullah, ‘rumah Allah’).

WA: Maksudnya Tentu bukan baitullah yang ada di Mekkah namun sebuah ruang kesadaran untuk suwung dimana disanalah adanya Allah berada. Suwung yang tidak terketahui oleh otak bila belum mengalaminya sendiri….

AAK: ya, itulah … wujud napi artine punika…. ruang kosong mutlak dimana sudah tidak ada lagi gerakan batin… diam greg dalam pergerakan abadi… kita tidak mengenali gerak karena biasanya kita hanya mengenali gerakan di aras mata dan telinga… DIA adalah dalang yang menggerakkan semua gerakan wayang, tapi dia sendiri tidak digerakkan, karena dia itu asalmula ‘gerak’ dan ‘gerak’ itu sendiri.

WA: betul betul menarik… sebab di dalam khasanah sejarah filsafat Aristoteles pernah menyebutnya sebagai ‘Sang Penggerak yang tak tergerakkan’ (The Unmoved Mover). Bagaimana cara termudah merasakan kesadaran itu?

AAK: Tidak ada cara lain selain ikhlas untuk menempuh dan menceburkan diri dalam ’ruang Allah’ sebuah jalan mistik… namun kemudian kita harus pasrah menunggu hadirnya kesadaran NYA yang dialirkan dalam kesadaran kita

WA: Apa itu kondisi pelenyapan dirinya  ke medan fanafiilah ‘kekosongan mutlak’, larutnya diri ke dalam zat NYA.  Sehingga segala kesadaran kemanusiaan untuk sementara lenyap

AAK: Betul begitu seperti orang yang pingsan tak sadarkan diri namun merasakan kenikmatan tiada tara serasa nikmat minum anggur yang memabukkan.

WA: Berapa indahnya fanafiillah itu ya mas? Kupikir inilah sesungguhnya kehidupan yang sejati itu

AAK: Betul om. Di serat pepali ada bait Godhong ijo ingkang tanpa wreksa ….artinya daun hijau tak berpohon…. Semunira ing masalah ing rat…. Lah iya urip jatine…. Dudu napas puniku…. Dudu swara lan dudu osik…. Dudu paningalira… Dudu rasa perlu…. Dudu cahya kantha warna…. Urip jati iku, nampani sakalir….Langgeng tan kena owah.

WA: Daun hijau yang tak berpohon lambang masalah alam yaitu hidup sejatinya. Bukan nafas itu Bukan suara dan bukan gerak batin Bukan pemandangan… Dan bukan rasa syahwat…. Bukan cahaya, bangun atau warna… Itulah hidup sejati, yang menerima segala persaksian… Kekal tak ada ubahnya….

AAK: lanjutnya Bait berikut….. Pasemone kang modin puniki…. Pan bedhuge muhung aneng cipta…. Iya ciptanira dhewe…. Pan ingaken sulih Hyang Widi…. Cipta iku Muhammad…. Tinut ing tumuwuh…. Wali, mukmin datan kocap…. Jroning cipta Gusti Allah ingkang mosik…. Unine: rasulullah…. Lamun meneng Muhammad puniki…. Ingkang makmum apan jenengira….. Dene ta genti arane…. Yen imam Allah iku…. Ingkang makmum Muhammad jati…. Iku rahsaning cipta…….Sampurnaning kawruh…….Imam mukmin pan wus nunggal…….Allah samar Allah tetep kang sejati…….Wus campur nunggal rasa.

WA: Coba kujelentrehkan hakikatnya, kalau salah monggo dikoreksi bersama bahwa sesungguhnya kita ini adalah wakil Allah, dan kita diberikan akal pikiran serta hati nurani… itu sejatinya adalah utusan NYA. Akal pikiran dan hati nurani kan menjadi pembimbing, pemimpin, mursyid hidup kita… nahkoda di satu kapal dan dalam hidup inilah kita perlu menghayati Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah yang senantiasa bergerak memberikan firman-firmannya. Seandainya akal budi adalah utusan NYA maka yang makmum berarti kita sendiri. Yah kita paham, pastilah  sejatinya Allah adalah Maha Imam dan yang menjadi makmum ialah ”Muhammad Rasulullah” yang sejati sebagai inti-sari akal budi….

AAK: Ya ..sebenarnya Kesempurnaan ilmu adalah ketika imam dan makmum itu sudah bersatu…. Allah yang kita bayangkan dengan Allah yang sesungguhnya itu sudah tidak ada jarak dan tidak ada kekeliruan..rasa kita dengan rasa NYA pun sudah ada melebur dalam satu rasa cinta…. Bismilahirrohmanirrohim, Rahman dan Rahim.

WA: Oke mas, kapan-kapan kita lanjutkan lagi… monggo disruput kopi kental manisnya

AAK: Sip om… semakin lama kopinya tidak semakin dingin tapi justeru sebaliknya semakin hangat….

@@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

Navigasi pos

29 thoughts on “CAMPUR NUNGGAL ROSO KAWULO GUSTI

  1. raden sodiq

    pertamaxxx 😀

  2. jajan pasar

    sugeng sonten,,,

  3. putrabantarangin

    ASSALAAMU’ALAIKUM
    ABSEN SORE KI
    MONGGO DILANJUT
    WASSALAM

  4. ijin ngangsu kaweruh

  5. Selawe

    Ikut Ijin membaca pak…!!

  6. Djati purba

    IZIN nyimak…
    salam sore…bolo wong alus
    lumayan 10 besar…

  7. salim ki rektor & ki aak

  8. muis

    assalamualaikum,wr wb
    izin menyimak ki . . . . .

  9. salam mualaikum…met malem ikut nyimak…Ki WA dan K AAK….

  10. sugeng dhalu…
    absen malam….Hadir..
    mbeber kloso…ndherek nyimak
    sugeng rahayu kagem Kang Mas Ki WA kaleian Kang Mas AAK…..

  11. kidewabesi

    Gelar kloso jg disamping mbos wa’kasan mbelink ni.
    Salam super

  12. kidewabesi

    Duduk manis sambil ditemani si hitam manis dan juga sambil kebal kebul.!kekekeke

  13. Ila hadrotin kyai Ageng selo (alias kyai bagus Harun) alfatehah……………….
    saya mendapatkan amalan ILMU SINAR PUTIH dari beliau (sebagai pembimbing Ghoib saya)

  14. wahyudie

    Asben malam..sedulur
    Insya allah akan ikut kegiatan wirid

  15. The Muaster

    Ilmu iku kalakone kanthi Laku Wekase Kanthi Khas, tegese khas iku Nyantosani.

    Maknanya gini :
    Ilmu (ilmu agama atau ilmu apapun bentuknya) itu diharus dijalankan dengan akhlak (budi pekerti, tingkah laku yang terpuji) dan hasilnya adalah Rahmatan Lil alamin ( membuat tentram dan damai bagi diri sendiri dan orang2 yang disekitarnya)

    Jadi seandainya ada orang mengaku sudah dekat dengan Tuhan, atau mengaku dirinya beriman, TAPI Akhlaknya tidak bagus, yaa itu namanya bunglon.
    Atau bahasa sederhanya :
    Pagi Beriman, sore Amnesia, Malam Kumat Lagi ..

  16. Huuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaammmmmmzzzzz………Nguantuk ya?
    Bubu ah.

  17. prut prut ahhhhh ngaca dulu kalu mu bicara tentang akhlaaakkk hahahaha,turu turu

  18. garengpung

    Salam Salim Sesepuh..
    Nderek ndeprok..

  19. Konang konang

    Nyuwun sewu ki wong alus.ajeng nderek tangklet.badhe derek maos2 artikel sak lajeng e mileh2 amalan ajeng d lampah i.nopo taksih enten pendaftaran anggota.umpami taksih enten badhe nderek daftar.

  20. ketoknya obrolan sederhana, tapi untuk mencapai samudra ma’rifat….wah bukan alang kepalang ujiannya, katanya lho, dari alam ulluhiyah menuju alam illahiyah, godaan iblis sangat besar..berupa hal-hal yang menakjubkan di dunia gaib/ batin…yang terpesona/ tergoda di situ akan berhenti, gak sampai ke samudra ma’rifat….

    benar-benar butuh guru mursyid manusia yang bisa membimbing dari godaan iblis…tidak cuma dari baca-baca buku-buku, mengira-ira sendiri….
    nuwun…

  21. Konang konang

    Asslamualaikum.mhon d daftar ki selor.sblm e salam sowan takdhim buat sesepuh 2 wong alus.
    NAMA:M.RAMADHAN
    ALAMAT:GAMPENGREJO KEDIRI
    NO HP:085645282313
    EMAIL:RAMAMAN63@YAHOO.CO.ID
    FB:AKTAR RAMDHANI
    NICK NAME:WARUTURI
    matur suwun sak derenge.
    Besar hrpan saya bsa jd anggota Kwa,dan bsa mengamalkan ilmu2 yg ada.
    ASSALAMUALAIKUM nderekPamit.

  22. JAKA UMBARAN

    siip ..ki wa fotone macho..h h h

  23. Rahayu ki Alus dan ki Kumitir . Kajian yg dalem. Alias jero tenan

  24. urip kangge urip kudu weruh laku lemakuning urip.. menuju kesejatian hakiki..

  25. Nupang komen nih. Jadi arti nya dari penjelasan di atas. Allah itu lah. Suber semu gerak dan semua yang ada pada kita. dan kita harus pasrah dan matika seluruh panca indra dan rasa kita padanya. Karna sesungguh Nya segala Perbuata itu adalah kelakuannya. Dan kita. Adalah medianya. . Mantap

  26. kijagad pitu

    salam teguh rahayu selamet utk semua sedulur kwa kampus wong alus..
    seyogia’y,ada kala’y rahasia itu harus dibabarkan melalui ucapan..dan ada kala’y rahasia itu hanya sekedar boleh diketahui ingsun.dan jgn prnh lupa,mnusia itu ada dan tetap ciptaan gusti allah.

  27. Eko okE

    semoga hamba yg diliputi bnyak dosa ini bisa ikutan gabung di sidoarjo,sudah lama punya keinginan tp syang blom bisa tercapai karna bnyak mngikuti acara lain…

  28. Ngajito

    Alhamdulillah.. Dan sukur kehadirot Allah Swt Amiiin. Ternyata mengenali diri tidak mudah ya, dan sekaligus mengenal Allah, banyak jln yg harus ditempuh sampai ke ma,rifatullah, saya berminat sekali untuk belajar mengetahui kedudukan sejatinya manungso, dan mengingat Allah, sekaligus mecintai Allah, ya Allah tunjukan jln yg benar hamba orang yg bodoh dan hina ini smg dgn mau membac dan belajar supaya dapat memperbaiki toto kromo. Nuwun sewu.

  29. Juancoek

    Mantaf…mantaf….
    Roso sejati sejatining roso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: