Yearly Archives: 2013

AWAL TAHUN BARU 2014: IJASAHAN ULANG ILMU KALIMAH TIGA, FUNGSI-FUNGSI TIAP TINGKATAN DAN PENYELARASANNYA, SERTA MENGISI DAYA KEKUATAN KEPADA BENDA PUSAKA JARAK JAUH


MAHA GURU KAMI

UNTUK para guru kami terkasih… AL FATIHAH….

oleh wongalus

JADIKANLAH ILMU INI SEBAGAI SARANA UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT. BUKAN UNTUK PAMER KEKEBALAN, BUKAN UNTUK PAMER KEKUATAN, PAMER KESAKTIAN DAN KESOMBONGAN. SEMAKIN TINGGI ILMU SESEORANG MAKA DIA AKAN SEMAKIN MERUNDUK, BISA ‘NGEMONG’ ATAU MEMBIMBING ORANG LAIN DAN BANYAK MENGALAH.

SEHUBUNGAN DENGAN ADANYA PERMINTAAN DARI PARA SEDULUR AKAN IJASAHAN ULANG, BERSAMA INI SAYA ULANG LAGI IJASAHAN ILMU KALIMAH TIGA  SEMPURNA KEPADA PARA SEDULUR YANG MEMBUTUHKANNYA DENGAN HAK DAN SEMPURNA ATAS IJIN ALLAH SWT….

BERIKUT TATA CARANYA:

TAWASSUL SEMPURNA (KIRIM AL FATIHAH KE RASULULLAH, SEMUA NABI SEMUA WALI SEMUA MUSLIMIN DAN MUSLIMAT BAIK YANG SUDAH MENINGGAL MAUPUN YANG MASIH HIDUP), PARA PENGIJASAH, AYAH IBU DAN LELUHUR ANDA SERTA DIRI ANDA SENDIRI…..

###TINGKAT PERTAMA UNTUK KEKEBALAN – KEKUATAN SEMPURNA SEBAGAI SARANA IBADAH, KEKUATAN KONSENTRASI PIKIRAN.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

LA BULU DAN KULIT, ILAHA DARAH DAN DAGING, ILA URAT DAN TULANG, ALLAH OTAK DAN SUMSUM BERKAT KALIMAH LA ILAHA ILALLAH  1000 X selama 10 hari

=================================================

#####TINGKAT KEDUA UNTUK KESELAMATAN LAHIR BATIN SEMPURNA, REJEKI TAK TERBATAS, MAHABBAH/PENGASIHAN/JODOH IDEAL KARENA ALLAH BUKAN KARENA NAFSU, KEKUATAN SANDARAN HIDUP HANYA PADA ALLAH, MEMBUKA JALUR KHUSUS HUBUNGAN DENGAN ILAHI, PELENYAPAN DIRI EGO DAN ADANYA ALLAH DALAM HIDUP KITA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

ZIKIRKU DI KANDUNG ALLAH, BADANKU DI KANDANG RASULULLAH, PINTU QALBI HIDAYATULLAH, TERANGKANLAH JALANKU WARAHMATULLAH, AKU TIDUR DI DALAM BAITULLAH, BANTAL AKU LAM JALALLAH, LENYAPKAN AKU DALAM KALIMAH LA ILAHA ILALLAH 1000 x selama 10 hari

==================================================

####### TINGKAT KETIGA UNTUK MENDAPATKAN PEMBIMBING GOIB DAN NYATA/ LAHIR DAN BATIN AGAR SUKSES HIDUP KITA DI AKHIRAT DAN DUNIA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

YAA ALLAH YAA RASULULLAH  YAA KHIDIR YAA QODIR YAA SYADZILI  YAA  ANA  1000 x selama 10 hari

===============================================================

TATA CARA DAN SYARIAT:

Hayatilah dan hapalkan tingkatan ilmu ini dan resapilah sesempurna-sempurnanya. Jauhi dosa dan maksiat. Sukailah puasa dan riyadhoh-riyadhoh lain sebagaimana yang dituntunkan agama. Laksanakan amar makruf dan nahi munkar dan bertindaklah dewasa. Semakin anda mampu menyempurnakan hidup sesuai dengan amal perbuatan maka Insya allah Anda akan mampu menguasai ilmu hikmah ini dengan sempurna atas ijin Allah SWT.

==========================================================================

@@@@@PENYELARASAN@@@@@

Bagi sedulur yang ingin dan membutuhkan penyelarasan ILMU KALIMAH TIGA ===agar ilmu semakin meresap dalam hidup kita===, kami sampaikan bahwa kami akan mengadakan penyelarasan jarak jauh SEBELUM ATAU SETELAH ANDA MENJALANI LAKU ILMU INI pada:
HARI: KAMIS
TANGGAL: 2 JANUARI 2014
PUKUL: 21.00 WIB S/D21.15 WIB
TEMPAT: RUMAH ATAU LOKASI MASING MASING. BOLEH DI LUAR RUMAH/ALAM TERBUKA INSYA ALLAH AKAN LEBIH TERASA POWERNYA…
Kami mohon saudara pada jam itu untuk duduk diam (POSISI MEDITASI MONGGO, POSISI WIRID MONGGO) dan membaca ISTIGHFAR selama kurang lebih 5 menit dan LANJUTKAN DENGAN NIAT DALAM HATI sbb: SAYA TERIMA PANCARAN TENAGA KALIMAH TIGA JARAK JAUH DENGAN HAK DAN SEMPURNA DARI SAYA (WONGALUS) ATAS IJIN ALLAH SWT. Selanjutnya bisa anda lanjutkan dengan WIRID ILMU KALMAH TIGA tingkat pertama dan seterusnya (terserah sesuai kemampuan).

CATATAN:

PENYELARASAN INI JUGA BISA DIGUNAKAN UNTUK MEMPOWERI/MENGISI ENERGI KE BENDA PUSAKA PEGANGAN/JIMAT/PIANDEL/GEMBOLAN DLL. CARANYA: LETAKKAN BENDA TERSEBUT DI DEPAN ANDA DAN BACA: SAYA TERIMA TENAGA ILMU KALIMAH TIGA JARAK JAUH DARI WONGALUS UNTUK MENGISI DAYA KEKUATAN PADA BENDA INI (SEBUTKAN BENDA APA SAJA YANG ADA DI DEPAN ANDA..MISALNYA KERIS, CINCIN BATU AKIK, SABUK DLL, BISA LEBIH DARI SATU) ATAS IJIN ALLAH SWT.

Demikian terima kasih.

@WONGALUS@

Categories: ILMU KALIMAH TIGA | 178 Komentar

KACA DIRI: PASRAH DIUJUNG SANG WAKTU


@@@

IMG_20131009_092205-1Salah satu ucapan yang tidak terasa sering kita ungkapkan adalah frase ’tidak terasa, ya’. Sehingga, diakhir pekan kita kerap mengatakan; ”Duh, tidak terasa ya, sudah hari RABU lagi”. Dan diakhir bulan kita mengatakan;”Tidak terasa ya, kok sudah akhir bulan lagi”. Lalu diakhir tahun, kita bilang; ”Tidak terasa ya, sebentar lagi tahun baru…..” Waktu yang didepan seolah terlihat berat untuk dijalani, ternyata ’tidak terasa’ sudah kita lalui tanpa kendala yang berarti. Sekarang, mari diingat lagi; berapa tahun usia anda saat ini? Bukankah kita telah menjalani tahun demi tahun kehidupan kita itu, nyaris ’tidak terasa’ juga?

Kalau sedang berjalan kaki, saya sering menemukan paku di jalan. Demikian pula halnya ketika tengah bersepeda. Kehadiran paku dijalan menarik perhatian saya. Karena, saya merasa bahwa jalan bukanlah tempat dimana paku seharusnya berada. Pernah suatu kali kepalan tangan saya tidak lagi bisa dimuati oleh apapun karena didalamnya terdapat segenggam penuh paku yang saya punguti di jalan yang saya lintasi. Sehingga saya harus menyediakan wadah khusus untuk menampung paku-paku itu. Dalam hati saya berbisik;’seandainya semua paku di seluruh jalan di negeri kita dipunguti, berapa ton paku yang bisa dikumpulkan?’

Mungkin saya agak berlebihan soal ’berapa ton’ itu, kalau diartikan sebagai satuan berat ’seribu kiloan’. Tapi, kalau ’ton’ dalam pengertian satuan jumlah ’seribuan’, saya yakin ungkapan ’berapa ton’ itu tidak berlebihan. Artinya, ada ribuan buah paku yang berserakan di jalan. Ketika saya membayangkan beribu-ribu paku yang menghadang kita dijalan, saya juga membayangkan; betapa ban kendaraan kita berada pada situasi yang sangat kritis saat melintasi jalan-jalan itu. Karena, setiap kali kita melintas, maka ada peluang ban kendaraan kita tertusuk paku-paku itu. Anehnya, mengapa tidak semua kendaraan yang melintasi jalan itu bannya bocor terkena paku? Bahkan, dalam setahun saya lalu lalang disana, belum tentu ban kendaraan saya kena paku barang sekalipun. Padahal kita tahu, disana banyak paku berserakan.

Mengingat itu, hati saya sering menjadi lebih terhibur. Mengapa? Karena, seperti jalanan yang berpaku disana-sini itu; kadang-kadang saya melihat jalan hidup ini juga sedemikian beresikonya untuk dilalui. Resiko kehilangan pekerjaan, resiko ditolak oleh pelanggan, resiko dilecehkan teman, resiko disepelekan atasan, resiko tidak memperoleh pendapatan yang sepadan, resiko kebangkrutan, resiko ini, dan resiko itu. Rasanya, kita tidak perlu memungkiri bahwa semua kemungkinan itu sering membuat hati kita ciut. Namun, membayangkan bahwa setiap hari kendaraan kita melintasi jalan yang berpaku; maka setiap hari kita berpeluang untuk mengalami bocor ban di jalan. Anehnya, kita tidak setiap hari mengalami bocor ban.
Menerima fakta itu membantu hati saya untuk menyadari bahwa; meskipun setiap hari kita melintasi jalan kehidupan yang penuh resiko, tapi ternyata kita tidak selamanya mengalami kejadian ’semengerikan’ itu. Mari kita tengok kebelakang barang sejenak. Lima tahun yang lalu, misalnya, kita tidak bisa membayangkan bagaimana caranya menjalani kehidupan selama lima tahun kedepan. Namun, kenyataannya adalah; kita sudah menjalani waktu lima tahun terakhir ini hingga saat ini, dengan ’tanpa terasa’. Hebatnya lagi, ternyata kita baik-baik saja.

Sekarang, mari kita berdiri disebuah titik yang kita sebut sebagai ’saat ini’, lalu memandang jauh kemasa depan. Apakah kita merasakan kegalauan itu? Kita galau karena tidak ada kepastian akan masa depan kita. Tetapi, mari kita tengok beberapa tahun lalu ke belakang ketika kita merasakan kegalauan yang sama. Kita bisa sampai di titik ini, dengan selamat. Oleh karena itu, meski saat ini kita didera galau yang sama ketika memandang masa depan; semoga kita masih memiliki kekuatan untuk meyakini bahwa kita akan berhasil melewati masa depan itu seperti halnya kita telah berhasil melampaui masa lalu kita.

Ngomong-ngomong, menurut pendapat anda; mengapa ban mobil kita jarang bocor meskipun setiap hari melintasi jalan yang berpaku? Mungkinkah itu karena Tuhan melindungi agar ban mobil kita tidak terlampau sering terkena paku? Kalau begitu, menurut pendapat anda; mengapa hidup kita jarang bahkan tidak pernah mengalami peristiwa mengerikan, meskipun setiap saat kita melintasi jalan hidup yang berpeluang untuk mengalami peristiwa-peristiwa mengerikan? Mungkinkah itu karena Tuhan tiada henti-hentinya menjaga diri kita agar tidak mengalami hal-hal mengerikan yang melampaui batas kemampuan kita?
Lebih dari itu, Tuhan telah menjagakan kita agar tidak semua peluang tak menyenangkan itu benar-benar menjadi kenyataan. Memang, kita menghadapi begitu banyak peluang buruk yang tidak kita sukai. Namun, Tuhan telah menebarkan peluang baik jauh lebih banyak dari hal-hal buruk yang mungkin menimpa diri kita. Dan itu cukup untuk membuktikan bahwa sebenarnya Tuhan berpihak kepada kita. Sebab, ketika Dia memberi peluang baik lebih banyak dari peluang buruk, maka sesungguhnya Dia ingin agar kita berkesempatan untuk mendapatkan peluang baik itu.

Jika sampai sekarang hidup kita baik-baik saja; tidak berarti bahwa kita tidak pernah mengalami cobaan, bukan? Kita mengalami banyak cobaan, namun sejauh ini semua cobaan itu masih dalam batas-batas kemampuan kita. Ini cocok dengan penjelasan guru ngaji saya bahwa; ”Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada seseorang, melainkan dalam batas kemampuan dirinya.”
Peluang buruk itu seperti paku yang berserakan dijalan. Jika kita memilih untuk memarkir kendaraan dirumah karena khawatir bannya akan kempes tertusuk paku yang berserakan; maka kita tidak akan pergi kemana-mana. Sebaliknya, jika kita bersedia mengambil resiko itu, maka kita akan mengeluarkan kendaraan dari garasi. Lalu kita melintasi jalan yang seharusnya kita lalui. Meskipun itu berarti bahwa kita menghadapi resiko ban bocor. Namun, kenyataannya ban kita tidak terlampau sering bocor. Bahkan, sekalipun kita melintasi jalan berpaku setiap hari.

Barangkali, jalan hidup kita juga memang demikian. Meskipun banyak resiko yang kita hadapi saat melintasinya; namun, tampaknya kita akan baik-baik saja saat menjalaninya setiap hari. Sehingga, memilih untuk menyingsingkan lengan baju lalu bangkit berdiri, kemudian melangkah menjalani hidup ini; adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada menyerah dan berdiam diri. Sebab, saat kita menyerah; kita melewatkan beribu kesempatan dan kemungkinan untuk memperoleh anugerah yang kita sendiri tidak pernah tahu sebesar apa. Sebaliknya, saat kita berserah diri kepada keberpihakan Tuhan terhadap kesuksesan kita, lalu kita memohon ijin kepada-Nya untuk berikhtiar; maka kita memiliki harapan untuk berhasil melintasi perjalanan hidup ini dengan baik. Dan, tanpa terasa; kita bisa tiba diakhir perjalanan yang telah Tuhan tentukan untuk kita. Lalu saat itu kita boleh kerkata; ”Tuhan, telah kutunaikan seluruh panggilan-Mu. Dengan segala kurang dan lebihku. Dan kini, ijinkan aku untuk menyerahkan penilaian akhir kepada-Mu….”
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 2 Komentar

=MENJELANG HUT KAMPUS WONG ALUS KELIMA=


ASSALAMUALAIKUM WR WB…

418251_309335879113207_1518146196_nKAMPUS WONG ALUS ADALAH WEBBLOG SUPRANATURAL TERBESAR DENGAN KUNJUNGAN 40 JUTA ORANG LEBIH DAN PERHARI DIKUNJUNGI 40 S/D 50 RIBU ORANG PEMBACA. ANGGOTA SEDULUR KWA YANG TERCATAT DI DATABASE KI SELOR SELAWE MENCAPAI 6.400 ORANG LEBIH.

PERTAMA MENGUDARA DI DUNIA INTERNET PADA PADA 24 APRIL 2009 DENGAN ARTIKEL PERTAMA BERJUDUL “TUHAN ITU AKU TAPI AKU BUKAN TUHAN” SEHINGGA PADA 24 APRIL 2014 MENDATANG, BLOG YANG BERMARKAS DI MUSHOLA BALAI DIKLAT JL MAJAPAHIT 5 (SEBELAH KOMPI SENAPAN 516) SIDOARJO JAWA TIMUR INI SUDAH BERUSIA LIMA (5) TAHUN. UNTUK MEMPERINGATI ULANG TAHUNNYA KAMI BERENCANA MENGADAKAN ACARA:

REUNI SESEPUH/SEDULUR/ANGGOTA/PEMBACA/SIMPATISAN KAMPUS WONG ALUS PLUS BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA HUT KWA KE 5, PADA BULAN APRIL 2014

YANG AKAN DIISI DENGAN BERAGAM ACARA SOSIAL KE MASYARAKAT.

UNTUK ITU KAMI MOHON MASUKAN KEPADA SEDULUR PEMBACA KWA YANG BUDIMAN TERKAIT PELAKSANAANNYA:

DIMANA ACARA TERSEBUT LEBIH TEPAT DILANGSUNGKAN.?

SEMENTARA INI MUNCUL IDE ACARA AKAN DISELENGGARAKAN DI:

1. PANTAI PARANGKUSUMO YOGYAKARTA
2. SENDANG SENJOYO SALATIGA
ADAKAH ALTERNATIF LAINNYA?MONGGO DITULIS

APA MATERI ACARA? 

SEMENTARA INI RENCANANYA AKAN DIISI DENGAN:

1. REUNI DAN KEAKRABAN (TUJUAN UTAMA)

2. BAKTI SOSIAL SEMUA MASALAH (REJEKI, PENGASIHAN, KESELAMATAN, KEKEBALAN DLL)  OLEH PARA ALUMNI PRIVATE PARANORMAL KWA, PARA SESEPUH KWA DAN PARA RELAWAN

3. PENGIJASAHAN ILMU DARI PARA SESEPUH KWA DAN PARA RELAWAN

4. PENGISIAN ENERGI KE BENDA-BENDA(PUSAKA KERIS/TOMBAK DLL)

5.  PENYEDIAAN MERCHANDISE KWA (KAOS,STIKER, DAN BENDA-BENDA ANTIK BIN ANEH)

6. LAIN-LAIN

APAKAH ANDA SIAP JADI RELAWAN UNTUK MENSUKSESKAN ACARA INI? DAN BILA BERMINAT MONGGO MEMBERIKAN KONTRIBUSI UNTUK BAKSOS SESUAI DENGAN KEMAMPUAN. KONTRIBUSI MISALNYA BISA BERBENTUK:

1. SUMBANGAN IJASAHAN ILMU DAN SUMBER DAYA MANUSIA

2. MENJADI ANGGOTA KEPANITIAAN

3. DLL

ATAUKAH BERKENAN ADA WAKTU LUANG UNTUK DATANG/HADIR DI ACARA INI SEBAGAI PENGUNJUNG TAMU ATAU ANGGOTA KELUARGA KWA?

KAMI MOHON MASUKAN SEHINGGA ACARA REUNI SESEPUH/SEDULUR KAMPUS WONG ALUS PLUS BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA HUT KWA KE 5, PADA APRIL 2014 MENDATANG BISA TERLAKSANA DENGAN SUKSES DAN BERMANFAAT UNTUK MASYARAKAT. TERIMA KASIH DAN SALAM PASEDULURAN. WASSALAMUALAIKUM WR WB.

TTD

WONGALUS

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 70 Komentar

PENGALAMAN RITUAL UANG GOIB HABIS 16 JUTA, UTANG TETAP MENUMPUK


Supriyanto di Kota Kediri

Sharing pengalaman Dulur..Saya membaca postingan dari sederek SATRIA JAYALAKSANA,apa yg dialami oleh sdr.SATRIA JAYA LAKSANA ( SJL ) saat ini juga tengah saya alami,meski kami masih bisa sedikit bergerak.Kami terlilit hutang ratusan juta di beberapa bank dan juga pada beberapa orang,awalnya usaha kami lumayan lancar,kami juga rajin bersedekah bahkan tiap bulan petugas yayasan yatim mandiri rutin mengambil dana sedekah di rumah kami,yg jelasnya jumlah yang kami keluarkan tiap bulan lebih dari 2,5% penghasilan kotor kami ( maaf bukan bermaksud riya’,kami hanya ingin berbagi pengalaman ).

Sholat mm utuk saya lumayan bolong2 tapi istri dan anak2 saya rajin melakukan semua lima waktu, Alhamdullillah. Mulai awal tahun 2013 ini mm usaha yang saya rintis mulai seret,dan akhirnya kami hanya bisa restruktur hutang2 kami ke bank.

Karena pikiran saya juga sudah buntu,serta istri dilanda stress berat(bahkan pernah beberapa kali mencoba gantung diri),akhirnya saya tergoda juga untuk menarik dana secara ghoib.Saya memang mendatangi seorang pinisepuh di wilayah kabupaten kediri untuk meminta pertolongan,dari situ saya di minta untuk menyiapkan sejumlah dana untuk upacara ritual di beberapa tempat ( maaf tidak etis saya sebutkan,untuk yg ingin memberi saran lebih lanjut mohon hubungi hap saya) yang mana semua biaya itu juga tidak sedikit jumlahnya.

Setelah melakukan ritual sebanyak 8x, dengan jarak tiap ritual sepasar (lima hari), dana yang katanya memnjadi jatah saya belum juga menampakkan hasilnya..Hingga saat ritual yang ke 9x berada di halam belakang rumah saya, muncul pusaka yang sebesar sapu lidi, setelah saya di minta di tarik oleh pembimbing ritual,pusaka itu berupa keris yang katanya OMYENG JIMBE,dengan panjang sekitar 35cm, lurus, dengan beberapa ukiran diatasnya timbul..dengan bagian bawah keris ada seperti anak kecil duduk beradu punggung dengan saling menengadahkan tangan ( ato membawa wadah,seperti posisi meminta )yang di tengahnya ada ukiran seperti pohon beringin.

Menurut pembimbing ritual jatah saya masih ada di belakang rumah itu dan akan di ambil di saat ritual berikutnya. Setelah itu kami ritual lagi sampai dengan 3x ( jadi total ritual 12x ). Saat ritual terakhir pembimbing ritual itu berkat bahawa jatah uang saya sudah tidak ada di tempat dan ritual di hentikan. Lemas sudah seluruh badan saya,karena total biaya ritual yang saya keluarkan sebanyak kurang lebih 16 jutaan dan itu semua uang yang saya dapatkan dari meminjam kanan kiri.

Menurut pembimbing ritual itu bahwa jatah uang saya sudah di gantikan oleh pusaka omyeng Jimbe tsb yang katanya bisa mendatangkan uang secara ghaib. Saat saya menulis ini telah 2 Minggu saya memiliki Omyeng Jimbe ini tapi sampai saat ini belum ada tanda2 akan adanya uang ghoib yang katanya bisa datang dengan sendirinya. Mohon Bantuan kepada sodara2 semua bagaimana cara menggunakan dan cara kerja keris OMYENG JIMBE yang saya miliki ini,karena terus terang saya awam soal perkerisan seperti ini, dan saya juga kecewa kepada pembimbing ritual saya karena terus terang yang saya butuhkan adalah uang tunai bukan Keris..

Mohon untuk sodara2 saya butuh masukan ,alamat  saya di desa Ngancar Kec.Ngancar Kabupaten Kediri Jawa timur. Saya sangat mengharap bantuan sodara2 semua. Mohon sms dulu karena untuk nomor baru jarang yang saya angkat telfonya karena saya takut itu dari para penagih hutang.

TERIMA KASIH

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 67 Komentar

ASMAK MALAIKAT SAJADAH


=KWA=

Ini doa siang malam yang didzikirkan para malaikat di langit dan bumi. Insya allah menjadi sarana kita bertaqarrub/mendekatkan diri pada Allah SWT.

Ketika Allah menciptakan ‘Arsy, Dia perintahkan sejumlah malaikat untuk memikulnya. Kemudian malaikat merasakan sebagai sebuah beban yang agak berat. karena itu Allah berfirman kepada malaikat “Katakanlah : Subhanallah” lalu para malaikat mengucapkan kalimat itu hingga ringanlah beban pikulan mengangkat ‘Arsy. Sejak saat itu para malaikat mengucapkan Subhanallah sepanjang jamannya. Ketika Allah menciptakan nabi Adam, tiba – tiba nabi Adam bersin. Allah mengilhamkan kepada nabi Adam agar mengucapkan “Alhamdulillah“. Allah kemudian mengucapkan “Yarhamukallah”, (semoga Allah menyayangimu). Para malaikat pun berkata “Ini adalah kalimat yang sangat agung karena itu tidak patut dilalaikan”. Malaikat pun menggabungkan kata baru tersebut dengan kata sebelumnya, sehingga malaikat selalu membaca “Subhanallah Walhamdulillah”. Dua kalimat tersebut selalu dibaca oleh malaikat hingga Allah menciptakan nabi Nuh, as.

Umat nabi Nuh adalah umat pertama penyembah berhala dan menjadikannya sebagai tuhan. Allah mewahyukan kepada nabi Nuh untuk menyampaikan kepada kaumnya kalimat “La Ilaaha Illallah” tiada tuhan selain Allah. Nabi Nuh pun menyampaikan kalimat tersebut kepada umatnya. Mendengar kalimat tersebut, malaikat merasa sangat bahagia dan menggabungkannya dengan dua kalimat sebelumnya. Sehingga sepanjang waktu malaikat mengucapkan “Subhanallah Walhamdulillah Wala Ila Ha Illallah”. Sampailah Allah mengutus nabi Ibrahim dan memerintahkan nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya. Saat akan disembelih Allah mengganti dengan domba, seketika nabi Ibrahim berkata “Allahu akbar” sebagai ungkapan gembira. Para malaikat pun berkata “Sungguh indah kalimat yang keempat” dan malaikat menggabungkan dua kalimat tersebut dengan kalimat yang terakhir, sehingga malaikat selalu berucap “Subhanallah Walhamdulillah Wala Ila Ha Illallahuallahuakbar”

Ketika riwayat ini disampaikan oleh malaikat Jibril kepada nabi Muhammad saw, dengan nada takjub nabi Muhammad berkata “Laa Haula Wala Quwwata Illabillahilaliyil Adhim”. Mendengar kalimat tersebut para malaikat menggabungkannya dengan empat kalimat sebelumnya.

BERIKUT INI ASMAK MALAIKAT SAJADAH, ASMAK YANG DIDAWAMKAN MALAIKAT YANG SENANTIASA BERSUJUD KEPADA ALLAH SWT

TAWASSUL KIRIM AL FATIHAH SEBAGAIMANA BIASANYA..

PATRAP PERTAMA

Subhanallah Walhamdulillah Wala Ila Ha Illallahuallahuakbar

PATRAP KEDUA

Laa Haula Wala Quwwata Illabillahilaliyil Adhim

PATRAP KETIGA

Subhana Robbial Adzimi Wabihamdih

PATRAP EMPAT

Subhana Robbial A’la wabihamdih

PATRAP GABUNGAN

Subhanallah Walhamdulillah Wala Ila Ha Illallahuallahuakbar Laa Haula Wala Quwwata Illabillahilaliyil Adhim Subhana Robbial adzimi Wabihamdih Subhana Robbial A’la wabihamdih

Saya ijasahkan kepada pembaca blog KWA yang budiman sebagai sarana berdzikir. Jumlah dzikir seikhlas hati dan didawamkan pagi siang malam semua baik.

salam paseduluran

@KWA,2013

Categories: ASMAK MALAIKAT SAJADAH | 57 Komentar

IJASAHAN ASMAK KELAP JILID DUA


==INI ASMAK BERDAYA  KEKUATAN PETIR MENGGELEGAR==

Jatiraga

petir1Salam Rahayu SEDULUR KWA.. Semata mata hanya utk mencari Ridho Alloh SWT dan menyebarkan wanginya kasanah supranatural budaya Bangsa Indonesia. Ijinkan saya mengijazahkan kembali sebuah ilmu yang konon merupakan pegangan Raja Bidarah Saod, pendiri kerajaan di Madura. Beberapa tahun lalu, saya sudah mengijahkan asmak ini di blog KWA TERCINTA. Asmak ini disebut asmak KELAP (tingkat 1) yang insya Alloh bagus utk keperluan Pageran Goib, Netralisir badan/rumah, wibawa dan banyak fungsi lainnya.

Tatalakunya dan Tawasulnya sama dengan pengamalan ASR utara,

”Bismillahirohmanirrohim,
SA ONGGUNAH KA KOATAN BEDHEN KAULEH PADHENAH KELAP SE PALENG RAJEH. ” 1000 x atau semampunya.

DIAMALKAN DILUAR RUMAH SAAT HUJAN LEBIH BAGUS. FADHILAH SAMA DENGAN ASR. Setelah diamalkan powernya akan seperti loncatan listrik / kelap di telapak tangan. Sifat listrik yang nyetrum ini sangat berbahaya bila digunakan untuk hal yang negatif jadi berhati-hatilah ketika mengamalkannya.

MOHON diamalkan hanya utk yg berusia diatas 17 th saja . Bagi SEDULUR yg mau mengamalkan silahkan. Bagi SEDULUR yg mau Koleksi silahkan. Matur nuwun. Semoga Jadi Barokah Bagi Kita Semua. Amin. Nb: ARTINYA asmak diatas: “Sesungguhnya badanku sama seperti kekuatan kilat yang menggelegar”

@2009-2013, COPYRIGHT JATIRAGA

Categories: ASMAK KELAP IJASAHAN | 55 Komentar

WASPADAI TENUNG PERANGSANG BIRAHI DI TEMPAT UMUM


By wongalus

Saya didatangi sedulur yang menanyakan tentang tenung di tempat umum. Dia merasakan keanehan yaitu tiba-tiba nafsu birahinya naik ketika melihat seseorang. Deteksi sesaat, dia memang kena tenung jenis ringan. Di jagad mistik di nusantara, ada banyak ragam jenis ilmu tenung yang tujuannya merangsang birahi, misalnya tenung pelintir merica, tenung peremas payudara dll. Berikut ini salah satu ilmu dari banyak ilmu tenung yang biasa digunakan oleh tukang tenung…

CARA:
TUKANG TENUNG DUDUK DI TEMPAT YANG TERSEMBUNYI NAMUN PANDANGAN BEBAS MELIHAT SESEORANG TARGET.

DIA MEMBAYANGKAN TARGET BUGIL DAN TARGET TERANGSANG DALAM BATIN DIBACA MANTRA:

BIARKAN DIA MENAMPAKKAN CINTA KEPADAKU
BIARKAN DIA MENAMPAKKAN NAFSUNYA KEPADAKU
NANG PA BUNANG
PA BUNANG ALI MENGALI
RAGI PUN TUNDUK
RAJI PUN TUNDUK
DENGAN BERKAT DOA AKU
LAILAHA ILALLAH

BERULANG MANTRA DI ATAS DIBACA SAMPAI TARGET MERESPONNYA. BILA TUKANG TENUNG SUDAH MENGUASAI ILMUNYA AKAN DENGAN MUDAH MEMPRAKTEKKAN DAN DIA AKAN MENGUASAI TARGETNYA TERMASUK MEMINTA PELAYANAN SEKS MAUPUN MENGENDALIKAN TARGET MISALNYA MEMINTA SEJUMLAH UANG DLL.

=PENOLAKNYA=

NAH BILA ANDA MERASAKAN KEANEHAN DI TEMPAT UMUM DAN TIBA-TIBA TERANGSANG OLEH SESEORANG YANG MELIHAT ANDA, MAKA WASPADALAH DENGAN JENIS PELET LANGSUNG SEPERTI INI. ANDA MASIH SADAR KOK.. MAKA ANDA PERLU UNTUK MENOLAKNYA. CARANYA ADALAH AMBIL BENDA YANG BERBENTUK SILINDER/BUNDAR MEMANJANG MISALNYA ROKOK DAN SETELAH BENDA ITU ANDA PEGANG MAKA BACALAH: “AUDZUBILLAHIMINASYAITONIRROJIM. BISILLAHIRROHMANIRROHIM (3X)
SAYA PATAHKAN MANTRA DOA APAPUN YANG MENGENAI SAYA.”
SELANJUTNYA PATAHKAN BENDA TERSEBUT MAKA ORANG YANG MENENUNG AKAN KAGET DAN ILMUNYA TIDAK BERFUNGSI. SARAN TERAKHIR: HINDARI TEMPAT UMUM YANG MEMANCING ORANG UNTUK BERBUAT JAHAT KEPADA ANDA. MISALNYA JALAN-JALAN DI LOKALISASI DAN LAIN-LAIN.

KHUSUS UNTUK TUKANG TENUNG: AMALAN ANDA TIDAK AKAN BERFUNGSI BILA MENGENAI AHLI WIRID BAHKAN BISA JADI TENUNG ANDA AKAN MENCELAKAI ANDA SENDIRI. WASPADALAH…WASPADALAH.. WASPADALAH...

UNTUK PENGOBATAN TENUNG KELAS BERAT ANDA PERLU MEMILIKI AMALAN ANDALAN. ATAU BISA DIGUNAKAN ILMU INI

Tawassul biasa.. kirim al fatihah untuk nabi muhammad dll juga sohibul ijasah.

doanya

AUDZUBILLAHIMINASYAITONIRROJIM
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
BISMILLAHI KHOIRUL ASMAK
BISMILLAHI ROBBUL ARDHI WASSAMAK
BISMILLAHIL LADZISMUHUU BAROKATU WASSYIFAK
BISMILLAHILLADZI BIYADHIHI SYIFAK
BISMILLAHIL LADZI LAA YADURRU MA’ ASMIHII SYAI’UN FIL ARDHI WALAA FISSAMA’I WAHUWASSAMII’UL ALIIM

Baca 313 x selama 7 hari

Kalau sudah selesai pengamalan, anda sudah memiliki amalan ini dan bila ada yang sakit kena tenung silahkan dipakai pengobatan. Caranya baca 3 x doa di atas dan tiupkan ke air putih lalu minumkan ke yang sakit. Insya allah dia akan segera sembuh. Saya ijasahkan untuk pembaca KWA yang berminat mengamalkannya. Terima kasih dan salam paseduluran.

@Wongalus,2013

@@@

Categories: TENUNG PERANGSANG BIRAHI | 104 Komentar

PENGIJASAHAN KEMBALI ASMAK SUNGE RADJEH MADURA SELATAN


wongalus

Bismillahirrohmanirrohim, saya ijazahkan kepada keluarga besar KWA salah satu ilmu doa andalan yaitu ASMAK SUNGE RADJEH MADURA SELATAN lengkap dan sempurna….

TAWASUL  KIRIM AL FATIHAH MASING-MASING UNTUK:

“Nabi Muhammad SAW dan keluarga Sahabat 4 , Malaikat Muqorrobin dan Qoribin, Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan, Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura, Kyai Damanhuri Pamekasan Madura, Orang tua dan leluhur kita, diri kita sendiri.

ASR MADURA SELATAN

INNAKA QUWWATAH KATABAL QUWWATAH KITABAL QUWWATIH. 1000 x 7 hari.

INNAKA QUWWATAH KATABAN NATAH KITABAN NATAH. 1000 x 7 hari.

INNAKI QUWWATIH KATABUN NATAH KITABUN NATAH. 1000 x 7 hari.

INNAKA SHOHABATIKA SHOHIBIKA. 1000 x 7 hari.

SARAN:

Sholat hajat dulu memohon petunjuk-NYA agar memperkenankan kita memiliki ASR Madura Selatan. Amalkan di luar rumah, akan lebih mantap bila diamalkan di pinggir laut/sungai atau pertemuan dua sungai (tempuran). Kalau tidak memungkinkan, amalkan di dalam masjid. Masjid mampu menampung energi spiritual dalam jumlah besar yang akan kita himpun. Gunakan baju yang bersih dan niat hanya untuk beribadah, memohon ridho Ilahi. Pantangan: jauhi larangan agama: judi, mabuk-mabukan, mencuri, berzina, membunuh makhluk-NYA tanpa hak. Selamat beribadah melalui sarana ASR.

FADHILAH: UNTUK SEMUA HAJAT

@wongalus,2013

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, ASMA SUNGE RAJEH MADURA SELATAN | 111 Komentar

WIRID PENEGUH IMAN, KEMULIAAN DAN KEBERKAHAN


Assalamualaikum wr wb. Ini adalah doa yang dilafadzkan oleh para pemuda yang tinggal di gua (Ashabul kahfi) selama 309 tahun qomariyah. Bila kita istiqomah berdoa sebagaimana para pemuda istimewa ini, insya allah kita akan diberikan keteguhan iman, kemuliaan dan keberkahan dari Allah SWT.  Berikut wiridnya yang boleh dilafadzkan kapan saja dan dimana saja:

AUDZUBILLAHIMINASYAITONIRROJIM 3 X

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM 3 X

Wirid Pertama

ROBBANAA AATINAA MIN LADUNKA ROHMATAN WAHAYYI’ LANAA MIN AMRINAA ROSYADAAN  3 X
“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.”  (QS Al Kahfi ayat 10)

Wirid Kedua

ROBBUNAA ROBBUSSAMAAWAATI WAAL ARDHI LAN NAD’UWA MIN DUUNIHI ILAAHAN LAQOD QULNAA IDZAN SYATHOTHAAN 3 X
“Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. (QS Al Kahfi ayat 14)

Wirid ketiga

ALLAAHU A’LAMU BIMAA LABITSUU LAHU GHOYBUSSAMAAWAATI WAAL-ARDHI ABSHIR BIHI WA ASMI’ MAA LAHUM MIN DUUNIHI MIN WALIYYIN WALAA YUSYRIKU FII HUKMIHI AHADAAN 3 X

“Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal, kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan” (QS Al Kahfi ayat 26)

ALHAMDULILLAHIRROBILALAMIN 3 X

Wirid selesai dan demikianlah apa yang kami sampaikan. Bila ada benarnya semata-mata datang dari Allah ta’ala dan bila ada kesalahan itu berasal dari saya pribadi. Terima kasih dan salam paseduluran. Wassalamualaikum wr wb. Rahayu rahayu rahayu…

@wongalus,2013

Categories: WIRID PENEGUH IMAN | 16 Komentar

HIBURAN SEPAK BOLA API


vvvby wongalus

Permainan sepakbola api adalah hal yang lumrah di Indonesia, terutama di pondok-pondok pesantren saat melakukan perayaan hari besar keagamaan. Namun, bagi orang luar negeri sepakbola api adalah hal yang menakjubkan. Empat media Inggris The Sun, Daily Mail, Mirror, serta Huffington Post beberapa saat lalu menulis tentang sepakbola api di salah satu pesantren yaitu pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Media Inggris memuji kemampuan santri-santri dalam memainkan sepakbola api selama 60 menit tanpa mengalami luka bakar.
13410747562115024678“Pemain top kita (Inggris) akan mengalami kesulitan jika mereka memainkan sepakbola di Indonesia. Pesepakbola Indonesia memainkan sepakbola 60 menit, bermain telanjang kaki menggunakan kelapa terbakar yang sebelumnya direndam dengan minyak tanah selama dua hari,” tulis Daily Mail. Sedangkan The Sun menulis, “Premier League melahirkan sejumlah pemain terpanas di dunia, tapi mereka tidak ada apa-apanya dibanding pesepakbola indonesia ini.”
Di Indonesia, bermain sepak bola api sudah menjadi hal yang lumrah untuk hiburan. Sepak bola ini, tak jauh berbeda dengan pertandingan sepak bola biasanya. Hanya saja, dalam pertandingan ini, bola yang dipakai terbuat dari sebutir kelapa yang air kelapanya sudah dibuang. Selanjutnya kelapa direndam dalam minyak tanah 2 hari. Kemudian, angkat dan kelapa tersebut siap untuk dimainkan dengan cara disulut dengan api.
1024Siapa saja bisa melakukan hal ini. Asalkan orang tersebut mau dan berani menendang bola api. Kalau kita renungkan kegiatan ini biasanya semata-mata menghibur dan juga bentuk syiar Islam. Supaya bisa mengajak masyarakat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada tuhan yang maha kuasa. Selain itu, guna mempererat tali persaudaraan antar sesama. Kaki tidak akan terasa panas ketika menendang bola api itu dan cukup menantang adrenalin. Untuk menghilangkan panas yang ada di kaki biasanya digunakan ramuan herbal tradisional, garam dan sirih.
4110342_20121011025006Kalau orang belum pernah main sepakbola api, biasanya seseorang akan merasa gugup dan khawatir jika kakinya akan melepuh ketika menendang bola. Tapi, ternyata saat menendang bola api kaki tak merasakan panas. Cuma bulu kaki pada habis dilalap api. Selain itu, ada sedikit sakit, lantaran bola yang dipakai terbuat dari kelapa. Jadi caranya tidak perlu terlalu keras menendangnya. Mau mencoba? Silahkan… siapa tahu anda terhibur di tengah situasi yang penat menghimpit karena banyaknya masalah hidup yang tidak terpecahkan…

@wongalus,2013

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 9 Komentar

AL FATIHAH UNTUK SAYYIDINA ASHIF BIN BARKHOYA, UWAIS AL QORNI DAN SYEKH ABDUL QODIR JAELANI: TANYA JAWAB CARA CEPAT MENDAPATKAN UANG UNTUK BAYAR HUTANG


WONGALUS

asif bin barkhoya KWASAYYIDINA ASHIF BIN BARKHOYA ADALAH SEORANG AHLI WIRID YANG MAMPU MEMINDAHKAN KERAJAAN RATU BALQIS LEBIH CEPAT DARI JIN IFRIT SAAT NABI SULAIMAN MEMINTA SIAPA YANG MAMPU UNTUK MENGHADIRKAN KERAJAAN RATU BALQIS DIHADAPANNYA DALAM WAKTU SEKEJAP. UWAIS AL QORNI ADALAH ORANG YANG PENUH KAROMAH DICINTAI OLEH RASULULLAH SAW KARENA TIDAK INGIN DIKENAL PENDUDUK BUMI NAMUN SANGAT TERKENAL DI KALANGAN PENDUDUK LANGIT DAN SYEKH ABDUL QODIR JAELANI: PENGHULU/SULTONUL AULIA/PEMIMPIN PARA WALI.

TANYA: Assalamualaikum wr wb. Ki WA, dalam waktu dekat ini saya sangat membutuhkan uang dalam jumlah besar karena harus membayar hutang. Saya pernah tertipu oleh paranormal yang katanya bisa menarik uang goib namun kenyataannya tidak bisa bahkan saya sudah mengeluarkan uang hingga puluhan juta. Apa langkah yang harus saya lakukan?

KWA: Waalaikumsalam wr wb. Yang harus dilakukan adalah tetap tenang, gunakan akal sehat dan bersyukur Anda masih diberikan oleh Allah SWT anugerah hidup, kesehatan, kebugaran dan kesadaran. Hutang memang wajib dibayar. Bila tidak dibayar maka bisa jadi akan berurusan dengan pihak yang berwajib. Saya selalu menyarankan pada para sedulur di berbagai kesempatan untuk banyak shodakoh karena akan melancarkan rezeki. Tidak usah mempercayai orang yang katanya bisa menarik uang goib dalam waktu singkat karena itu melanggar sunatullah. Kita harus mengusahakan rejeki dengan cara berproses secara alamiah, wajar dan logis. Gunakan AKAL SEHAT karena akal adalah anugerah Allah SWT yang luar biasa.

Kalau soal amalan rejeki ada banyak sekali cara yang diijasahkan oleh kyai, ustadz dan guru-guru. Termasuk amalan berikut ini, yang menurut saya cukup bagus dijadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kita bisa membayar hutang dan mendapatkan rejeki cepat. Amalan ini berupa mengirimkan Al fatihah untuk tiga orang yang bertabur kemuliaan di langit dan bumi yaitu Ashif bin Barkhoya (ingat asmak Ashif di KWA ini), Uwais al Qorni (pernah kita bahas di KWA) dan Syekh Abdul Qodir Jaelani).

Bismillahirrohmaanirrohiim, Ilaa hadroti Rasulillahi Muhammad SAW, Ila Waila hadroti Sahabat 4 (Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, ASli bin Abi Thalib) Waila hadroti malaikati Muqarrabin qoribin (Jibril, Isrofil-Izroil, Munkar, Nakir, Roqib, Atid, Malik, Ridwan). Waila hadroti Sayyidina Ashif bin Barkhoya. Waila Sayyidina Uwais al-Qorni, Waila hadroti Sulthonil Auliya Syech Abdul Qodir Jaelani, Waila hadroti asaatiidzi wa-asaatidzihim waushulihim waushulina Al Fatihah Allahumma sholii wasalaim wabbarik ala sayyidina wamaulana Muhammadin abdika warosulika nabiyyil ummiyil wa-‘alaa aalihii washohbihi wasallim tasliiman biqudroti ‘adhomati dzatika fi kulli waqtin wachin. Yaa saadati, Man ammakum lirughbatin fiikum jubir, waman takuunuu nashiriihi yantashir Sulthonul Auliya Syekh Abdul Qodir Jaelani Kulo nyuwun bantuan penjenengan rejeki ingkang kathah kagem nutupi hajat kulo saking kersaning Gusti Allah taala

===gunakan bahasa yang anda ketahui, intinya memohon bantuan Syekh Abdul Qodir Jaelani agar berkenan membantu kita mendoakan kepada Allah SWT===

Jalani amalan doa ini hingga tujuh malam atau lebih (sesuai hati nurani anda) usai sholat hajat pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB (atau saat yang menurut anda baik). Setelah mengamalkan amalan ini, yang perlu dilakukan adalah bekerja sebagaimana biasanya. Bahkan wajib lebih rajin serta giat lagi MEMBUKA PELUANG-PELUANG BARU UNTUK MENDAPATKAN REJEKI. Misalnya mencari rejeki sampingan dengan makelaran atau apapun. Jangan lupa senantiasa ringan tangan membantu orang lain. Jangan pernah untuk menganggur dan duduk berpangku tangan karena Rasulullah SAW meminta kita semua untuk bekerja. Ada satu kisah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra. Pada suatu hari datanglah seorang lelaki dari kalangan Anshar menghadap baginda Nabi Muhammad SAW untuk meminta pekerjaan. Maka baginda Nabi bertanya kepada-Nya,”Hai Fulan, apakah kamu memiliki sesuatu di rumah?” Orang itu menjawab,”Betul ya Rasulullah, di rumah, saya memiliki sebuah hil (pakaian tebal).” Kemudian dia berkata lagi, “Sebagiannya saya pakai dan sebagian lainnya saya jadikan sebagai alas tidur. Selain itu, saya juga memiliki sebuah bejana tempat air minum.” Rasulullah berkata, “Bawalah benda itu kepadaku.” Kemudian lelaki itu mengambilnya dan diserahkan kepada Nabi Saw. Beliau menerimanya, lalu melelang benda itu kepada sahabat-sahabat yang kebetulan hadir seraya bersabda,”Siapa yang mau membeli dua benda ini. Seorang sahabat menyahut,”Saya membelinya dengan harga satu dirham.” Beliau menawarkan lagi, “Siapa berani lebih tinggi?” Beliau mengucapkan kalimat ini sampai dua tiga kali.

Baru setelah itu ada sahabat lain menyahut,”Ya Rasulullah, saya bersedia membelinya dengan harga dua dirham.” Maka Rasulullah menghampiri sahabat tersebut, lalu kedua benda itu diserahkan kepadanya, dan uang pembayarannya pun beliau terima. Selanjutnya beliau memberikan uang itu kepada lelaki tadi seraya bersabda,”Saudara, terimalah uang ini. Lalu yang satu dirham kamu belikan makanan dan segera kamu berikan kepada keluargamu di rumah, sedangkan yang satu dirham lagi belikan sebuah kampak, dan bawalah ke sini segera.” Lelaki Anshar itu segera menuruti perintah Rasulullah Saw dan menyerahkan sebuah kampak yang belum ada tangkainya kepada beliau. Kampak itu beliau terima lalu dibuatkan tangkai (gagang). Setelah tangkai terpasang, kampak itu beliau serahkan kepada lelaki Anshar tadi seraya bersabda,“Sekarang carilah kayu bakar dan juallah ke pasar! Dan ingat, jangan sekali-kali datang menghadapku sebelum lima belas hari!” Kemudian pergilah lelaki Anshar itu untuk mencari kayu bakar. Selanjutnya kayu-kayu yang berhasil memperoleh uang sebanyak sepuluh dirham. Uang itu dibelikan pakaian, makanan, dan keperluan lainnya. Lalu dengan perasaan girang dia menghadap Nabi dan melaporkan apa yang telah diperolehnya sekarang. Maka Rasulullah pun turut bersyukur seraya bersabda, “Ini lebih baik bagimu daripada meminta-minta, itu akan mencoreng wajahmu kelak pada hari kiamat. Dan meminta-minta dibenarkan kecuali pada tiga golongan. Pertama, orang yang benar-¬benar miskin. Kedua, orang yang terlilit utang. Ketiga, orang yang dibebani tebusan besar.”

Demikian sedikit uraian tentang bagaimana seharusnya kita semua mencari rezeki yang halal dan barokah. Bila Rasulullah SAW menyarankan untuk BERDOA DAN BEKERJA , kenapa kita harus mencari-cari cara lain yang tidak masuk akal untuk mendapatkan rejeki? Ikutilah tuntunan sesuai As Sunah agar kita berada di jalan yang lurus dan selamat. Terima kasih. Wassalamualaikum wr wb.

 @wongalus,2013

Categories: CARA MENDAPATKAN UANG SECARA HALAL | 126 Komentar

AL FATEHAH SEBAGAI PENARIK KHODAM DALAM POHON/BENDA


Ki Cokro Wardana
rezaw3700@gmail.com

Ilmu Ini Saya Dapatkan Dari Ki Rizki & Ki Egi tetapi 60% saya ubah
tetapi tetap sama fungsinya.

Ilmu Ini Sering Digunakan Saat Sedang Mengambil Jin/Khodam Dalam Pohon
, Benda dll yang tidak dikunci oleh kekuatan Gaib .

Tata Caranya Sebagai Berikut :

– Peganglah pohon dengan posisi telapak tangan di buka ( seperti menerawang ) .
Kalo untuk menarik didalam benda , posisi tangan kiri atau kanan
terserah tersebut memegang benda tsb.

– Lalu konsentrasikan pikiran anda & baca Surah Al Fatehah 3x atau 7x
atau 10x tahan nafas ( Memang agak Sulit Harus Pake Latihan Pernafasan).

– Kalo udah ketarik maka tangan akan terasa hangat atau panas (
Biasanya Kalau besar jin/khodamnya akan terasa panas,bergetar & tubuh
berkeringat )

– Kalo udah terasa genggamlah / tutuplah tangan yg digunakan untuk
menarik tadi dengan posisi tangan tadi dikepalkan.

– Setelah itu silahkan masukan khodam tersebut ke benda atau yang lain
( misal : Tasbih,Cincin,Keris dll ) dengan membaca doa Ini :
” Dengan Memohon Ridho Dari Allah aku perintahkan kamu supaya pindah
ke ( isi sendiri ) ” Baca sambil tahan nafas dan kalo sudah hembuskan
sambil berkata HU lalu tangan yang masih dalam keadaan dikepalkan tadi
di sentuhkan ke dalam benda atau tubuh lalu lepaskan atau buka telapak
tangannya dan telapak tangan yang sudah terbuka tersebut memegang
benda atau tubuh tersebut kira kira selama 5-10 detik agar benar-benar
sudah masuk.

– Kalo sudah berarti sudah masuk khodamnya.

– Lalu Coba pegang benda yang tadi kalo panas/hangat berarti khodam
tsb sudah masuk , kalo benda tersebut berbau agak gosong berarti benda
tsb tidak kuat menahanya dan harus diambil dan dipindah kembali
dengan membaca doa berikut :

Al Fatehah 1x
An Naas 3x
Sura Al Jinn ayat 1-6
Ayat Kursi
dan dilanjutkan dg doa berikut :

” Dengan Memohon Ridho Dari Allah Kuperintahkan Kau supaya kembali ketanganku ”
Membaca doa diatas dengan tahan nafas ( doa nya aja kalo Surahnya gk
usah ) . Saat membaca surat + doanya posisi tangan memegang ujung
benda tsb, kalo udah selesai tarik tangan kita dari ujung benda tadi
ke bawah sampai lepas maka tangan kita akan mengepal kembali . Lalu
terserah mau anda kembalikan atau dimasukan kebenda yg laen tentunya
pakai doa yang diatas tadi doa untuk memasukan jin/khodam ke dlm benda
. Kalo ingin dilepaskan ya tinggal buka aja telapak tangan anda.

Catatan : Kalo Banyak Tidaknya Baca Surah Al Fatehahnya tergantung
Penunggu Khodamnya jika penunggunya kuat maka bc Suratnya 7/10x . Kalo
biasa ya cukup 3x aja , Yang Penting Tingkat Konsentrasi , Keseriusan
& Keikhlasan .

CARA MENERAWANG KHODAM YANG KITA TARIK DAN SUDAH DI DALAM KEPALAN TANGAN KITA

– Pejamkan mata & kosongkan lalu baca do’a ini :
” Dengan memohon kepada ALLAH , hamba memohon kepadamu Ya Allah supaya
hamba dapat mengetahui apa khodam yang terdapat di genggaman hamba”
dengan tahan nafas , kalo sudah hembuskan . Maka INSYA ALLAH
dibayangan anda , anda akan melihat khodam yang ada digenggaman anda.

NB: SEMUA DOANYA DIBACA BATIN / DIHATI

Ilmu ini digunakan dan biasanya dimasukkan ke tubuh orang saat ada
tradisi tarian masyarakat ‘ JATILAN ‘ di daerah saya ( Bantul, DIY )

SAYA IJAZAHKAN UNTUK SIAPAPUN YANG INGIN MENGAMALKANNYA .

INGAT ! : KITA HANYA MEMINTA KEPADA ALLAH SWT , JANGAN KEPADA KHODAM
ATAU YANG LAIN KARENA SESUNGGUHNYA ITU PERBUATAN SYIRIK

DEMIKIAN SECUIL ILMU DARI SAYA KURANG LEBIHNYA MOHON MAAF .

SALAM ASAH ASIH ASUH

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 265 Komentar

TUJUH GURU PARANORMAL PROFESIONAL KWA GENERASI KEDELAPAN: SEMBUNYIKANLAH KEWALIANMU…


by wongalus

KWA2

Assalamualaikum wr wb

Inilah sepenggal kisah tentang tujuh sosok manusia yang bermandikan cahaya kewalian, yang terbungkus oleh badan kasar manusia, yang ditugaskan oleh Allah SWT berkarya dan hidup di dunianya masing-masing..

Mas Lu, seorang direktur perusahaan dari Jawa Timur dengan ratusan karyawan yang amaliahnya luar biasa, dengan baju kaos sederhana. Di dalam hati ikhlasnya menginginkan bahwa hidupnya adalah untuk memberikan yanng terbaik untuk sesama

Mas Su, seorang usahawan dari Bali yang dalam hidupnya sudah kenyang dengan asam garam pengalaman menghadapi masalah. Di dalam jiwanya menginginkan kedamaian bersemayam dalam samudra hakekat-hakekat.

Mas Yu, seorang usahawan dari Jogja. Dalam hidupnya saat ini sudah tidak silau lagi oleh berbagai tipu muslihat dan menginginkan guru yang benar-benar sejati

Mas Ya, seorang ahli teknis dari Ibu Kota. Dia datang untuk mentadaburi ilmu-ilmu yang selama ini sudah banyak dimilikinya

Mas Bu, seorang usahawan dari Jawa Timur. Menunggu, menunggu dan senantiasa menunggu ketajaman mata hati, karena dia sudah menjalani tharikat sejati dalam hidupnya.

Mas Do, seorang sufi dari ibu kota yang hidupnya sarat dengan ujian demi ujian. Ketegaran menaunginya seumur hidup. Kesabaran menjadi cahaya hatinya

Mas Ro, ahli tarikat dari Jawa Barat yang menggabung karena kebenaran akan selalu memiliki magnet untuk saling menyatu dan menggabung dalah wilayah kebenaran, keindahan dan kedamaian absolut-NYA

Ketujuh sosok ini akhirnya kami kumpulkan di satu rumah sederhana di sekitar Parangkusumo, sebuah pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sakral.

Saya jemput mereka satu persatu di terminal, di stasiun kereta api dan di Bandara pagi/siang itu. Kita berangkat ke pantai dan tiba di pantai tiada lain awalnya adalah untuk saling kenal mengenal…

Malamnya kami mulai satu proses katarsis… hingga satu fase, kita semua berada di wilayah bawah sadar, trance, menyatukan gelombang dzikirnya alam semesta… kita tinggalkan fase keduniawian masing-masing… menuju cahaya-cahaya…

“Sembunyikan cahaya kewalianmu rapat-rapat… biarkan orang mengenal apa adanya… damaikan diri mu dan sejenak saja mari kita jadikan momentum ini momentum perubahan hingga akhir masa”…. ujarku saat itu.

Paginya kita mulai…. beruntun enam belas (16) ilmu titipan Allah SWT, kita ijasahkan dan semua mohon ijin pada Maha Guru Sejati… siapa lagi yang memberikan ilmu kalau bukan sang pemilik Ilmu itu sendiri, Allah SWT.

Ketika akhirnya, malam hari, di pinggir pantai yang menggetarkan hati itu, kami mengijasahkan ilmu pamungkas, kami didatangi sosok wali tanah Jawa: Kanjeng Sunan Kalijaga yang berkenan menyaksikan prosesi mulia ini.

“le, aku seksimu kabeh, iki tetenger nandur kabecikan kanggo wong liyo”

“Sendhiko dawuh Kanjeng, kulo nyuwun pengayoman donga pangestu”

Begitu berhasrat kami ditemui sosok beliau yang mulia, kami pun bertekad untuk menempuh disiplin ruhani yang berat, berkhalwat sepanjang hidup kami… mengikuti sebuah saran, bahwa barangsiapa yang dapat menuntaskan langkah yang berat dalam menggenggam kebenaran maka doa akan dikabulkan dan langkah kaki akan diridhoi. Sebab ketika kita mendekati NYA, maka DIA akan lebih dulu mendekati kami….

Dalam hatiku berkata:  “Jika utusan-Nya begitu indah, pastilah Dia jauh lebih indah!”

La ilaha ilallah… hu Allah… Allah…. hu…..

Tiada apapun di dunia ini kecuali DIA…. dari lisan dan hatiku hanya keluar suara: “Aku hanya pasrah pada kehendak NYA….. bersujud kepada DIA… yaitu Engkau, Duh Gusti!”

Hawa nafsu dan keinginan adalah penjara hijab; ketika kita mengendalikannya, ketika kita kita mengindarinya… disanalah sakti bersemayam….talak tiga dunia, maka akhirat dan dunia justeru akan mendekati kita ……

Sang malaikat, yakni Jibril as. mengarahkan kami untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW dan Nabi Khidir guru ruhani yang senantiasa membimbing kami saat melaut di lautan ilmu-NYA, samudra makrifat, dzikrullah….

Pelatihan kami tuntaskan malam itu juga dan kami akan setia kepada janji bahwa kami adalah hamba NYA…… manusia biasa dengan kewajiban dharma yaitu untuk berbakti kepada sesama…..

saya memberikan mereka nama gelar sebagai tali cinta dunia akhirat kepada ketujuh pendekar guru KWA ini….

KIMAS LU KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS SU KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS YU KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS YA KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS BU KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS DO KUSUMO YUDHO NEGORO

KIMAS RO KUSUMO YUDHO NEGORO

(mohon maaf sedulurku pembaca KWA, mereka memilih untuk tidak mempublikasikan diri, ingin menyelinap ditengah masyarakat, bertekad menjadi wali-NYA)

Terima kasih dan wassalamualaikum wr wb…. salam asah asih dan asuh.. rahayu..rahayu..rahayu…

Parangkusumo, Akhir Suro, 30 November 2013

@wongalus,2013

Categories: Pelatihan Paranormal KWA (TINGKAT GURU), PELATIHAN PROGRAM PARANORMAL PROFESIONAL KWA

LEBIH BERAT LAKU DI MALL DARIPADA DI GUA, TERNYATA….


wongalus

wongalusJAGONGAN ALIAS NGOBROL RINGAN ANTARA SAYA (WONGALUS) DENGAN SAHABAT SAYA, MAS KUMITIR, KETIKA DIAJAK OLEH SEORANG SESEPUH PADEPOKAN HERBAL KE SEBUAH CAFE DI MALL DI WILAYAH KOTA SURABAYA. TIDAK SEPERTI BIASANYA, KALI INI MAS KUMITIR MEMAKAI KOPYAH DAN TERLIHAT ISLAMI. GANTENG BERSERI.  

Wongalus: Kita ini kok sering mengalami hal seperti ini mas… kabur kanginan. Kita nggak punya rencana ke sini kan?, niat kita cuma menemani sesepuh tersebut.. eh kok akhirnya duduk di cafe ini, berjam-jam tanpa ada kepastian mau apa dan kenapa disini….

Mas Kumitir: Seperti hidup kita, tidak pernah berniat lahir tapi kita dilahirkan. Tidak punya keinginan menjadi laki-laki atau perempuan tapi kita diberi jenis kelamin laki-laki. Memang semua ini pemberian sehingga diterima saja apapun itu..

Wongalus: Wajib disyukuri kalau begitu ya.. Apapun pemberian, baik atau buruk tentu saja ada tujuan di baliknya yang perlu kita yakini dan imani. Tidak mungkin kita diciptakan tanpa ada tujuan. Insinyur saja menciptakan sesuatu pasti ada tujuannya.

Mas Kumitir: Benar. Masing-masing orang memiliki keyakinan yang tidak bisa didebat. Benar dan salah, baik atau buruk, indah dan tidak indah pada akhirnya ada dalam keyakinan di hati. Tolok ukurnya adalah hati nurani masing-masing karena hati nurani dalam maknanya yang batin sesungguhnya adalah kitab yang hidup.

Wongalus: Sepakat… untuk meraih keyakinan sampai benar-benar yakin, tentu membutuhkan proses yang panjang. Tidak sekali atau dua kali momentum saja dilatih namun sepanjang hayat keyakinan kita akan terus berproses. Keyakinan itu adalah sintesa dari tesa dan antitesa yang berlawanan. Sintesa akan menjadi tesa dan ada antitesa baru, hingga menjadi keyakinan baru lagi. Begitu seterusnya sampai akhir hayat, keyakinan akan terus berkembang…

Mas Kumitir: Makanya yang lebih pas sesungguhnya semua itu proses. Seorang biasa yang sangat sangat biasa seperti kita— wong cilik menthik lungguh dhingklik oklak aklik—atau kah para saudara kita yang memiliki maqom ustadz, kyai, aulia, wali dan nabi pun terus berproses sampai akhir hayat mereka. Ada perang suci, jihad akbar, di dalam dirinya, peperangan abadi antara baik atau buruk, benar atau salah, indah atau tidak indah, dan itu adalah perjuangan yang tiada pernah selesai, unfinished process

Wongalus: jadi pada hakekatnya semua ini adalah laku. Tidak ada orang yang tidak laku. Jadi tidak pas bila dikatakan laku itu hanya mereka yang bertapa di hutan atau di dalam gua. Saya, anda, dan juga semua sedulur pembaca KWA atau yang tidak sedang membaca, semua sedang bergulat dan bergelut dengan kehidupannya sehari-hari

Mas Kumitir: Inti, substansi, isi dari bertapa itu apa? Itulah yang harus diketahui. Sebenarnya laku bertapa itu kan memenej keinginan dan menyatukan antara ucapan, rasa batin dan tindakan agar benar-benar menjadi satu… Ngesti ke satu titik….pembulatan rasa… Simbol dari Bima (Werkudara) yang berperang dengan hawa-hawa nafsunya sehingga bertemu dengan diri sejatinya yang disimbolisasikan dengan meminum air perwitasari.

Wongalus: Siapa sebenarnya werkudara? Dalam perwayangan disebutkan dia adalah adalah anaknya Pandhu Dewanata dan Dewi Kunthi yang nomer dua. Sebetulnya werkudara ini titisan dari Bathara Bayu. Dia merupakan salah satu dari pendawa lima. Memiliki jejuluk Bratasena, Bimasena, Haryasena, Bayusiwi, Jagal Abilawa, Kusumadilaga, Jayalaga. Merupakan kesatria Jodhipati atawa Tunggul Pamenang. Monggo dilanjut mas…

 Mas kumitir: Begitulah… bima memiliki tiga istri tiga yaitu Dewi Nagagini, Dewi Arimbi, dan Dewi Urangayu. Bersama Nagagini melahirkan Antareja, dengan Arimbi mendapatkan Gatotkaca, dengan Urangayu punya anak yaitu Antasena. Dia punya pusaka kuku pancanaka, gada rujakpala, dan gada lambitamuka.  Ajiannya adalah Bandung Bandawasa, Ungkal bener, Blabag Pangantol-antol, Bayu Bajra.

 Wongalus: Semua senjata, aji-ajian yang kamu sebutkan tadi sesungguhnya penuh simbol mas. Monggo dilanjutkan…

Mas kumitir: Bima lahir dalam wujud terbungkus seperti telur. Semua senjata tidak bisa untuk membukanya. Yang bisa membedah hanya Gajah Sena. Habis dibedah, Bratasena ini dinjak-injak oleh gajah ini. Tapi aneh bin ajaib malah sang bayi tambah besar. Lantas gajah ini ditusuknya pakai Kuku Pancanaka hingga tewas dalam sekejap mata dan nyawanya bersatu dengan Bima.

Wongalus: Kita semua mengetahui bahwa perwatakan Bima ini adalah penggambaran sifat yang perlu dimiliki setiap pejalan spiritual yaitu: yang apa adanya, opo anane, jujur, tidak banyak topeng. Nah, penggambarannya Bima ini tidak bisa tata krama secara halus, siapa saja disapanya dengan bahasa jawa kasar kecuali dengan Sang Hyang Wenang dan Dewa Ruci.

Mas kumitir: Walaupun begitu, dia punya sifat setia, loyal dan hormat kepada guru, berbakti kepada ibunya, dan selalu menepati janji. Watak setia kepada guru ditunjukkannya ketika dia diutus oleh guru Durna untuk mengambil air suci tirta mahening suci, atau tirta Perwitasari di tengah samudera. Karena kesetiaannya pada sang guru, semua halangan dan perang dijalaninya dengan teguh, dan mendapatkan anugerah bertemu dengan sang guru sejati, aku sejati yang wujudnya adalah dirinya sendiri namun kecil yang dikenal dengan sebutan Dewa Ruci…

Wongalus:  Kisah perwayangan menyebutkan tanda bakti kepada sang ibu ditunjukkan dengan mengalahkan Dursasana, darahnya untuk keramas rambut Ibu Dewi Kunthi. Hal ini karena karena Dewi Kunthi pernah diganggu Dursasana. Selain itu dia juga cinta pada saudaranya. Akan tetapi jika keluarganya yang salah dia juga akan menghukumnya, seperti Gatotkaca yang dihajar oleh bapaknya. Di perang Bharatayuda, Bima jadi jagonya para Pandawa. Dia bisa membunuh Dursasana, Sengkuni, dan Duryudana. Sesudah perang, Parikesit naik tahta, dia bersama Pandawa lainnya meninggal bersama-sama…Menarik sekali mempelajari Bima, bagaimana sejatinya perwatakan yang harus dimiliki seorang pejalan spiritual.

Mas kumitir: Ya, bukankah kita semua pada diri sendiri sesungguhnya tidak bisa berbohong dan apa adanya.  Kita bisa berbohong pada siapapun namun tidak bisa berbohong pada diri sendiri. Hanya ada KEJUJURAN bahwa hati nurani kita sebenarnya adalah tolok ukur. Kita bisa mengetahui benar dan salah, kita bisa mengetahui isi batin kita dan ke arah mana tujuan hidup sejati kita.

Wongalus: bagaimana bila hati nurani kita buram sehingga fungsi al furqan (pembeda) di dalam hati tersebut tidak berfungsi alias macet mas?

Mas kumitir: itulah fungsi dan manfaat dari laku bertapa dalam maknanya yang substansial. Kita berlatih mengendalikan diri, mengendalikan keinginan, mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu itu ibarat kuda, kita perlu memegang tali kendali sehingga laju kuda akan sampai pada tujuan dengan selamat. Hati nurani yang terbiasa diasah dan dibersihkan akan lebih jernih dibanding yang tidak pernah diasah.

Wongalus: kendali kita adalah tiga senjata yaitu akal pikiran dan juga senjata kepasrahan serta senjata keikhlasan. Sekuat godaan apapun kalau manusia masih menggunakan akal sehat, ditambah kepasrahan dan keikhlasan maka insya allah dia masih bisa bertahan.

Mas kumitir: saya rasa akan lebih lebih berat bertapa di mall seperti sekarang ini daripada di hutan belantara atau di gua yang tidak ada godaan. Dalam TAPA NGRAME, godaan tidak hanya dari dalam diri tapi ada stimulus dari luar yang sangat kuat. Hidup bersama saudara-saudara yang punya haluan dan ragam macam kehendak dan keinginan. Bila kita punya niat menuju tujuan tertentu, bisa dengan mudah berbelok ke arah lain. Apalagi kita laki-laki, makhluk visual dan wanita adalah makhluk auditori dan kinestetik. Keinginan akan cepat muncul karena stimulus dari luar merangsek memenuhi aliran darah.

wongalus2Wongalus: Seperti Arjuna yang sedang bertapa di gunung Indrakila. Namun, sebelum Arjuna dijadikan perwakilan para dewa untuk mengalahkan raksasa penghancur surga yang bernama Niwatakewaca, dia harus diuji sebelumnya dengan berbagai godaan. Arjuna digoda oleh tujuh bidadari, di antara mereka adalah Tilotama dan Supraba. Mereka diperintahkan untuk menguji Arjuna dengan menggoda dan merayunya.

Mas kumitir: ya… tujuh bidadari perlambang tujuh hijab langit itu turun ke bumi dan menuju gua itu untuk menggoda Arjuna. Berbagai cara digunakan oleh para bidadari tetapi tidak ada satupun yang berhasil menggoda tapa sang Arjuna. Kemudian para bidadari kembali ke surga dan melapor pada Indra bahwa mereka gagal. Kegagalan para bidadari tersebut tidak menjadikan para dewa sedih, melainkan para dewa bahagia karena Arjuna memang adalah manusia terpilih. Kemudian Indra turun dari surga menuju tempat Arjuna. Indra menjenguk Arjuna dengan menyamar menjadi orang tua yang bijak. Orang tua itu disambut dengan penuh hormat oleh Arjuna. Mereka pun berbicara panjang lebar dan terpaparlah suatu uraian mengenai kekuasaan dan kenikmatan dalam makna sejati.

Wongalus: Yang saya ingat bahwa ketika itu Arjuna diwejang tentang kesejatian…. bahwa surga adalah kebahagiaan sejati…. sedangkan kekuasaan dan nikmat di dunia itu hanyalah semu, karena bersifat sementara. Arjuna yang sudah bertapa tentu sangat waskita dan memahami akan hal yang dipaparkan oleh penyamaran Indra itu, dan tujuan dia bertapa karena ingin memenuhi kewajibannya selaku ksatria serta membantu kakaknya, Yudhistira untuk merebut kembali kerajaannya demi kesejahteraan dunia.

Mas kumitir: Akhirnya….. Arjuna berhasil mengalahkan para raksasa kemudian diberi hadiah oleh Dewa Indra untuk menikmati surga beserta bidadari-bidadarinya. Namun, Arjuna memikirkan saudara-saudaranya yang berada di hutan pengasingan. Kemudian dia memohon kepada Indra untuk berangkat pergi menemui saudara-saudaranya para Pandawa. Kepergian Arjuna kembali ke tempat asalnya ditangisi oleh para bidadari-bidadari yang ditinggalkannya. Tapi tangisan mereka tidak membuat Arjuna lemah, dia tetap pada tekad dan niatnya melanjutkan hidupnya.. memenuhi DHARMA sebagai seorang ksatria.

Wongalus: Oke mas eyang, monggo disruput dulu kopinya… ntar keburu dingin….

Mas kumitir: monggo mbah….

@wongalus,2013

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 25 Komentar

ASMAK SAYYIDINA UMAR


naz Ad-dalail
muhtar_annas@ymail.com

Assalamu’alaikum,,
mohon maaf untuk para sesepeuh di KWA, saya hanya ingin berbagi sedikit ilmu untuk saudara-saudara disini yang membutuhkan. Bismilllahirrahmaanirrahim, saya ijazahkan Asma’ Sayyidina Umar kepada saudara-saudara di KWA dengan sempurna,,, (untuk penerimaan ijazah silahkan ucapkan qobiltu wa rodhitu di hati).
tawassul : 1. Nabi Muhammad SAW, 2. Sayyidina Umar, 3. Syekh ‘Abdul Qodir Al-Jailani, 4. KHR. Syamsul Arifin Sukorejo-Sotubondo, KHR. As’ad Syamsul Arifin Sukorejo Situbondo.

bacaannya :

“BISSMILLAAHIRRAHMANIRRAHIIM, QOOLA ‘UMARUL FARUQ BAINAL HAQQI WAL BATIN”.

baca 7x tanpa nafas setiap selesai sholat fardhu.

kegunaan: Dengan idzin Allah kita akan memenangkan semua persaingan, baik usaha, cinta, dll.

wassalamu’alaikum…

@@@

Categories: ASMAK SAYYIDINA UMAR | 75 Komentar

ILMU REZEKI


Mang Ujang
ujangkartiwa@ymail.com

berikut doanya………….

” ALLOHUMMA YAA ROBBI QULLI SYAI’IN
WA ILLAHA QULLI SYAI’IN
WA WALIYA QULLI SYAI’IN
WA KHOLIQA QULLI SYAI’IN
WA KHOHIRA QULLI SYAI’IN
BIQUDRATIKA YA MALIKA QULLI SYAI’IN
WAL ‘ALIMU BI QULLI SYAI’IN
WAL HAKIMU ALA QULLI SYAI’IN
WAL QOHIRU ALA QULLI SYAI’IN
QUDROTUKA ALA QULLI SYAI’IN
FAGHFIRLII QULLA SYAI’IN
WAKHDIRLII QULLA SYAI’IN
WAHABLII QULLA SYAI’IN
WAL AATAS ALNI AN SYAI’IN
WA TUHASIBNII BI SYAI’IN
BIRAHMATIKA YAA ARHAMA RAHIMIN…
Di baca 7x tiap malam selama 7 hari berturut turut. Semoga barokah. amin.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 43 Komentar

AMALAN MENDAPATKAN ILMU


Cokro Wardana

ASSALAMUALAIKUM WR.WB

Ilmu ini saya dapat dari Bapak Wirasa . Kata beliau ilmu ini
didapatkan dari ringkasan sebuah hadist Rasulullah SAW .

Fadhilah :

– Memudahkan menyerap ilmu
– Memudahkan mengingat ilmu yang telah dipelajari
– Mudah dalam pergaulan masyarakat
– Mudah dalam segala keilmuan
dll.

Tata cara :

1. ( Wajib )

Baca doa ini seikhlasnya sesudah salat fardhu atau salat lainya .

2 . ( Wajib )

Baca 1x saja saat ingin melakukan aktifitas khususnya saat mau menuntut ilmu .

3 . ( Sunah sesuai keinginan )

Baca doa ini seikhlasnya sesuai keinginan dimana pun dan kapanpun .

Berikut doanya :

” ALLAHUMMA AGHNINII BIL ‘ILMI WA ZAYYINNII BIL KHILMI WA AKRIMNIL BIT
TAQWA WA JAMMILNII BI ‘AFIYAH ”

Insya allah anda akan diberi kemudahan atas ijin ALLAH S.W.T .

Saya ikhlaskan untuk semua yang mau mengamalkan .

Jika ada salah kata mohon dimaafkan , jika ada salah ketik mohon
dibenarkan , karena saya masih awam .

SALAM ASAH ASIH ASUH

WASSALAM

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 58 Komentar

ASMAK PAMUNGKAS


Jatiraga

Bismillahirrohmanirrohim, salam saling sungkem untuk sedulurku semua. Tak lupa salam kangen penulis haturkan kepada keluarga besar KWA dimanapun berada. Pada kesempatan kali ini ijinkan penulis berbagi amalan yang menjadi pegangan penulis dalam menjalani dan menelusuri kehidupan ini untuk semua hajat. Amalan ini diijasahkan oleh Ustadz Junaidi Jambi. Amalan ini bisa untuk penglarisan, pengasihan (asalkan dengan niat baik dan sunnah nabi), pengobatan dan lain sebagainya.

tata cara:

Jalankan setelah sholat hajat 2 rokaat   dilanjut dengan tawasulan/ kirim al fatihah seperti biasa

niat saya untuk mengamalkan Asmak Pamungkas dengan hajat supaya ……………. (isi hajat sedulur apa)

ALIF LAM MIM 7 x

LA ILAHA ILALLAH 4444 x  (setiap dapat 100 x baca ulang hajat sedulur)

Demikian amalan ini, bila hajat sedulur sudah terwujud jangan lupa shodakoh sebagai rasa syukur kita. Semoga amalan ini berguna bagi saudara yang sedang bermasaha dalam mengarungi kehidupan ini. Rahayu rahayu rahayu, wassalamualaikum wr wb.

@JATIRAGA,2013

Categories: ASMAK PAMUNGKAS | 135 Komentar

ASMAK QUWWATUKA


wongalus

Assalamualaikum.

Setelah pengijasahan dari saya, seorang anggota KWA ditugaskan ke Papua. Kebetulan dia  seorang tentara yang ditugaskan untuk menjadi bagian dari upaya mendamaikan dua etnik suku yang berkonflik.  Saat situasi memanas, dua suku itu berhadap-hadapan dan dia kebetulan berada di garis depan….. tiba-tiba serangan panah bertubi-tubi tepat mengenai tubuhnya yang dibalut seragam. Allahu Akbar! Tidak ada satupun panah menancap di tubuhnya. Panah rontok ke tanah satu persatu. Usai ditugaskan dia bertemu saya dan menceriterakan rahasia: ketika maju ke medan laga, dia menahan napas dan membaca asmak ini. Ini sekedar satu contoh pengalaman saja. Sesungguhnya ini amalan multifungsi, yang insya allah banyak manfaat lain selain untuk kekuatan tubuh, kekebalan, namun juga keselamatan, pengobatan, kerejekian dan sebagainya.

Berikut ini saya ijasahkan doa asmak wirid qolbu ini kepada yang membutuhkan.

tata caranya:

kirim Tawasul biasa/ kirim al fatihah ke Nabi Muhammad Saw, Syekh Abdul Qodir al Jilani, dst….

Bismillahirrohmanirrohim

QUWWATA QUWWATUKA

==Usahakan 1000 x atau sebanyak banyaknya. Tidak usah dihitung berapa hari anda harus mengamalkannnya. Pokoknya sebanyak banyaknya==

KUNCINYA: Saat membaca wirid qolbu asmak ini anda tahan napas sambil lidah diletakkan di langit-langit mulut.

Artinya Quwwata Quwwatuka adalah kekuatan itu kekuatan-MU (Allah SWT). Nah… untuk mengamalkannya, silahkan dibaca sambil tahan napas dan usahakan menyukai wirid ini dimanapun anda berada sambil menahan napas. Kalau tidak kuat, bernapas lagi dan lanjutkan wirid.

Demikian semoga pagi hari yang mendung ini, apa yang kita lakukan mendapatkan ridho Allah SWT. Terima kasih. wassalamualaikum wr wb.

@wongalus, 2013

Categories: ASMAK QUWWATUKA | 95 Komentar

MOKSA DI MADAKARIPURA


Madakaripura-waterfalls-smallWongalus

kwa2Tubuhnya gempal dan sorot matanya setajam Majapahit dalam mempersatukan nusantara. Tanpa kawan, dan tiada lagi musuh. Sebab…. musuh terbesar manusia…… adalah dirinya sendiri…Gadjah Mada duduk tenang dalam posisi meditasi.

Sebuah arca Gadjah Mada menandai pintu masuk Air terjun Madakaripura. Mentari di ufuk timur, betapapun garang ia membakar bumi tepat di siang hari, ketika senja membayang, toh ia perlahan tenggelam juga.

Saya bersama Mas Kumitir, menyusur sungai. Batu demi batu kami injak, lompati dan sesekali harus mencebur diri di air dingin karena jarak tidak memungkinkan untuk dilompati. Kanan kiri sungai adalah hutan belantara yang sudah sejak ratusan bahkan mungkin ribuan tahun menjadi saksi adanya manusia yang masuk ke wilayah yang terletak di Probolinggo, 40 kilometer dari Gunung Bromo.

Siapa lagi kalau bukan sang “pahlawan” tokoh pemersatu nusantara dalam arti yang sesungguhnya yang moksa alias menghilang di air terjun yang sangat amat magis tersebut. Jalan menuju Madakaripura berkelok-kelok, menyusur sungai yang terkadang menjadi air bah yang sanggup melongsorkan apa saja yang dilaluinya. Namun tidak menyurutkan semangat sang Maha Patih Gadjah Mada, pengawal utama kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk Majapahit nan perkasa untuk menuju ke satu titik: Madakaripura.

Saya merekonstruksi perjalanan spiritualnya. Meskipun tak bisa utuh, atau paling tidak nol koma nol sekian persen, setidaknya vibrasi semangat bajanya insya allah sedikit banyak tertangkap oleh kita. Meski kita mahfum dengan sangat amat bahwa siapalah saya ini? hanya setitik debu ditengah gelora nasionalisme Keindonesiaan kita saat ini.

Sesampai di dekat air terjun rasa-rasanya kita memasuki sebuah dunia yang sama sekali berbeda. Ditandai dengan diguyurnya tubuh kita oleh hujan abadi dari air terjun memanjang dari atas sepanjang lima puluh meter sehingga siapapun dia, apapun pangkat, kedudukan, status sosialnya, berapapun kekayaannya harus rela untuk basah secara alamiah. Maka, kalau engkau ingin menjadi dirimu sendiri… satukan dirimu dengan alam… berbasah-basahlah oleh kenyataan dan jangan takut, apalagi menghindar dan memakai payung. Begitulah kira-kira saya memaknai perjalanan.

Satu tahap terakhir yang harus dilalui adalah mendaki sebuah lereng bebatuan. Di bawah sana ada sungai yang dalam. Kita perlahan memilih batu demi batu yang aman untuk didaki. Hingga sampailah kita ke air terjun yang begitu mengagumkan.

Kita terasa berada di dalam sumur… dengan dinding air yang menghunjam ke dasar bumi… namun kita tetap terlindung karena berada di tengah-tengahnya… Nah, di balik air terjun utama ada sebuah lobang dimana dulu Gadjah Mada duduk diam mematung, hamukti moksa…..

Ratusan tahun silam, usia Gadjah Mada saat itu telah beranjak senja. Keputusan untuk mengasingkan diri dari kancah perpolitikan Majapahit yang riuh rendah oleh sabetan pedang parang, tombak, keris dan penaklukan kerajaan-kerajaan lain. Saking bersemangatnya Majapahit, sampai-sampai akhirnya harus menemui tragedi perang Bubat yang telah melukai begitu banyak hati nurani dan  tidak terkecuali Sang Prabu Hayam Wuruk terluka karena cintanya yang sedang mekar tiba-tiba dihadapkan pada mautnya sang kekasih.

Keluarga Raja Majapahit terluka karena akar sejarahnya yang begitu dekat dengan Sunda Galuh mendadak dipangkas dengan paksa. Namun tentu saja Sunda Galuh adalah pihak yang paling terluka, bukan saja karena harga diri yang dilecehkan tanpa ampun, melainkan juga karena semangat perdamaian, harapan, dan kepercayaan mereka terhadap Majapahit dinodai hingga titik paling hitam.

Begitulah faktanya: sebuah acara perkawinan dua kerajaan besar nusantara dengan menempatkan Raja Majapahit Hayam Wuruk dan Calon Permaisuri dari Sunda Galuh Dyah Pitaloka berakhir dengan tragis. Perang Bubat!  Perang di lapangan Bubat telah lewat ratusan tahun yang lalu. Namun, dendam dari kisah lama itu masih terlihat jejaknya hingga sekarang. Warisan emosional itu rupanya masih terjaga, entah kapan akan pudar. Kisah itu menimbulkan banyak mitos buruk, di antaranya adalah sebaiknya perempuan Sunda jangan mau diperistri orang Jawa.

1461126_10200111269503642_2008450153_nCeburkan tubuhmu yang kering…. selamilah hakikat-hakikat… masukilah medan kesejatian… bersihkanlah dirimu dari kulit-kulit yang merasakan berbagai macam sensasi hingga engkau mendapatkan satu sensasi saja; fokus pada satu rasa saja… yaitu rasa tanpa rasa…. tan keno kinoyongopo….. manunggaling roso…….. begitu yang dirasakan teman saya Mas Kumitir ketika njegur selama seharian ing telenging kedung, tengahnya air berkubang air terjun yang dinginnya mencapai nol derajat celcius dimalam hari… edaaannnnn!!!!

Gadjah Mada lah dianggap yang paling bertanggungjawab. Ia dihujat, dicaci, dan disingkirkan. Namun, dibalik kesendiriannya di Madakaripura…. di dalam perenungannya…. di dalam samudra dzikirnya…. sesungguhnya sang hero ini juga merasa terluka. Ia terluka karena merasa kerja kerasnya selama dua puluhan tahun lebih pada akhirnya tak  dihargai. Segala pengorbanan yang ia berikan untuk dapat menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah panji-panji Majapahit justru gagal di langkah terakhir.

Sejarah bukanlah drama teater di panggung sempit yang bisa diubah skenarionya. Kalau sudah terjadi..siapa yang mampu membelokkannya? Betapapun kecewa Gajah Mada mendapati kenyataan cita-citanya tak terwujud secara sempurna, ia mengaku dengan setulusnya dan sejujurnya bahwa dia bersalah yang telah menyebabkan ratusan orang terbantai.

Ia bersalah telah mengubah lengkung janur kuning menjadi ratap tangis perkabungan. Gadjah Mada pun harus menerima itu semua dengan cara mengasingkan diri….. menghilangkan diri…… melewati hari tua di air terjun Madakaripura yang sepi sunyi untuk mendekatkan diri pada Ilahi.

Akan tetapi, sekali lagi sejarah membuktikan kesaktian Gadjah Mada adalah pondasi kekuatan Majapahit. Sepeninggal Gadjah Mada, kerajaan yang berpusat di Trowulan Mojokerto— yang kini sisa-sisa situsnya terancam tergusur oleh pembangunan Pabrik Baja—- mulai dilanda kemerosotan akibat ancaman disintegrasi. Tanpa Gadjah Mada, negara-negara bawahan Majapahit tak lagi hormat dan mulai berani memperjuangkan pemerdekaan dirinya.

Prabu Hayam Wuruk akhirnya harus kembali mengandalkan Gadjah Mada. Setelah setahun menyepi di Madakaripura, Gadjah Mada dipanggil untuk menduduki jabatannya kembali. Hanya saja, semua ada masanya. Sepertinya, puncak kejayaan memang sudah saatnya berlalu dari Majapahit karena Gadjah Mada tetaplah manusia biasa. Gajah Mada tidak mungkin dapat membendung laju takdir. Gajah Mada tidak mungkin pula dapat melawan kodrat.

Dari tiada menjadi ada, lalu kembali ke tiada. Semua yang hidup pasti berhadapan pada malaikat maut. Begitulah yang bakal terus terjadi. Gadjah Mada dengan segala romantika dan gegap gempitanya usai sudah. Majapahit adalah cermin yang merefleksikan betapa tidak ada manusia yang sempurna. Seorang Gadjah Mada yang sakti mandraguna dan telah teruji membawa Majapahit memenangkan perang demi perang pada akhirnya harus mengakui bahwa ambisi harus dikendalikan dan kerendahan hati mesti dimiliki oleh siapapun.

Perang Bubat menjadi renungan agar generasi kini dan seterusnya mampu dengan bijak menyikapinya, lalu menempatkannya dalam titik proses sejarah yang tidak boleh lagi terulang dimasa depan…… Gadjah Mada Madakaripura Hamukti Moksa….. Tiba saatnya kita semua moksa dari dunia ini, kita moksa, menghilangkan diri untuk selalu mawas diri bahwa dunia dengan segala perhiasannya adalah hanya sekedar permainan dan senda gurau. Hanya sebuah sarana untuk menuju tujuan yang azali.

Kembalilah ke diri, kembalikan kepada yang sejati. Kembalilah untuk meraih yang engkau anggap mimpi dan tidak nyata. Padahal yang tidak nyata itulah sesungguhnya yang sungguh-sungguh nyata. Bukalah kosmos kesadaran kita bahwa kita ini sejatinya tiada. Yang sungguh-sungguh ada hanyalah apa yang selama ini kita anggap sebagai mimpi, ilusi, khayalan dan lamunan.

@Wongalus,2013

Categories: MADAKARIPURA | 23 Komentar

TELENGING BUDI KANG LUHUR


 Wongalus

 Sangat menarik menelusuri pasir-pasir di pegunungan Bromo sambil merenungkan kenapa para leluhur kita di masa silam berdiam diri di kawasan dingin ini…

 Perjalanan dari Markas KWA di Sidoarjo ke pegunungan Bromo, wilayah kabupaten probolinggo memakan waktu sekitar 4 jam. Berangkat pukul 13.30 WIB sampai kawasan Bromo pada pukul 17.30 WIB. Jalan naik menanjak berkelok-kelok menembus sekat demi sekat ruang dan waktu. Hingga sampai ke deretan gunung-gunung menjulang menyerupai dinding-dinding raksasa.

 Terasa jauh perjalanan kali ini… padahal saya sudah beberapa  kali ke Bromo, namun tetap saja saya merasakan ada sesuatu yang berbeda di setiap kali singgah di bumi tengger yang magis itu.

 Terasa seperti Tibet, negeri di atas awan… itulah Bromo… karena di sini kita dilemparkan ke atas awan tinggi dan (bisa jadi) tempat tinggi akan membuat jiwa raga kita semakin luruh. Begitu kira-kita yang ada di hati.

 Syahdan, kehidupan di Bromo dimulai saat kerajaan Majapahit kurang lebih pada abad 16 (851 saka) yaitu saat kehidupan keraton kerajaan majapahit  tidak menentu kemudian mengalami goncangan politik yang di sertai dengan perebutan kekuasaan.

 Terjadinya Perang perebutan kekuasaan, atau disebut dengan paregrek ….membuat penduduk majapahit mengungsi…. Menjauh… naluri manusia adalah untuk mencari kedamaian dan keselamatan…. Termasuk menghindari perang tersebut dan juga menghindari diri adanya konflik…

 Warga majapahit berangkat berbondong-bondong dengan jumlah yang tidak begitu besar menembus hutan belantara… ada yang naik kuda dan ada yang berjalan kaki hingga terasa mereka menemukan sebuah tempat di tengah hutan yang dikelilingi gunung dan tentu saja jauh dari Trowulan Mojokerto..pusat kerajaan Majapahit.

bromo63(1)
Di tempat itulah… mereka menemukan sebuah istana agung yaitu gunung bromo dan menetap di sana. Karena tempatnya aman tenang dan damai dan jauh dari hingar bingar perebutan kekuasaan dan jauh dari peperangan maka kawasan baru itu disebut tanah Hila – Hila (tanah suci).

Di sebuah desa yang bernama ” Walandit ” yang sekarang dihuni penduduk Tengger tinggal seorang Ulun Hyang yang memuja Shang Hyang Swayambu disebut juga  Shang Hyang Brahma. Penduduk walandit dibebaskan dari membayar titileman (pajak upacara kenegaraaan), dan penduduk walandit hanya di wajibkan untuk melakukan kegiatan upacara-upacara kegamaan Agama Hindu sebagai Abdi Dewata, dan melakukan pemujaan di gunung bromo.

 Adanya prasasti walandit yang di buat oleh kerajaan Majapahit membuktikan bahwa setelah kedatangan gelombang masyarakat maka justeru diapresiasi oleh Hayam Wuruk dengan penetapan kawasan Bromo sebagai “hadiah”. Walandit — empu prapanca dalam kakawin negarakertagama menyebutkan makna walandit adalah tempat suci di mana penduduknya menghabiskan hidupnya sebagai Abdi Dewata, Abdi Tuhan, Hamba sang Hyang Widi.

 Empu prapanca adalah pujangga kenamaan kerajaan majapahit yang di sebutkan dalam Prasasti yang pertama berumur kurang lebih tahun 851 saka (929 m) kemudian prasasti yang kedua kurang lebih pada tahun  1327 saka ( 1407 m ) yang di temukan di daerah penanjakan yang termasuk Desa wonokitri pasuruan, dimana di dalam prasasti menunjukan adanya peradaban kehidupan spiritual di  kawasan bumi tengger “Walandit”,

 Di  dalam prasasti tersebut terdapat tulisan Bahasa Jawa Kawi Kuno kerajaan majapahit di tegaskan bahwa : ” aneninggih teteloman ring walandit kajebeh kajobong tanah hila-hila Shang Hyang Swayambu”. Shang Hyang Brahma atau Shang Hyang Swayambu ( Dewa Brahma… ” Bromo ” dalam bahasa jawa kawi kuno ).

Di situ di sebutkan bahwa gunung bromo adalah merupakan tanah suci dan tanah wangi dan merupakan pelinggih atau tempat beristananya Shang Hyang Brahma yang di gunakan sebagai tempat pemujaan oleh Ulun Hyang atau abdi Tuhan dan dari situlah nama gunung Bromo berasal.

 Orang tengger pasti mengenal leluhur mereka yaitu Roro Anteng dan Jogo Seger yang hidup di tanah suci Hila-hila setelah menghindarkan perang parekrek di kerajaan majapahit. Pasangan ini dipercaya bukanlah sekedar cerita sejarah melainkan dipercaya sebagai tetenger atau pengingat untuk anak cucu Tengger dan seluruh Jagad.

 Roro Anteng yang aslinya adalah seorang putri bangsawan Majapahit….  ” Anteng ” artinya dalam bahasa jawa : tenang, kokoh, tentram…sementara Joko Seger  adalah putra seorang Brahmana….. ” Seger ” artinya dalam bahasa jawa : segar, subur, makmur. Nama tengger sendiri di bentuk dari kedua nama tersebut ” teng ” dan ” ger ” jadilah TENGGER nama ini juga apabila di artikan lebih jauh mempunyai makna yang mendasar , pedoman dan sebagai ciri khas Tengger yaitu ” tengering budi kang luhur ” yang tidak jauh dari arti walandit itu sendiri .

Beliau berdua menetap di kawasan rata cemara sewu dan di angkat sebagai anak oleh Sang Maha Resi Dadap putih dan kemudian di nikahkan. Karena lama Beliau tidak mendapatkan keturunan dan  apabila orang berkeluarga tentu apabila belum mendapatkan keturunan maka kurang lengkap. Kemudian Beliau melakukan tapa brata di watu kuta memohon kepada Shang Hyang Widhi agar di karuniai keturunan, kemudian beliau di restui oleh Shang Hyang Widhi dan di karunia anak 25, sebagai awal mula cikal bakal Tengger. 

bromo

 Mereka memiliki tempat beristananya sendiri sendiri….. Tumenggung Kliwung (Gunung Ringgit ), Kaki Dukun (Watu Wungkuk), Ki Pranoto (Sanggar Poten), Nini Perniti (Mbajangan), Tunggul Ametung (Tunggu’an), Raden Mesigit (Gunung Batok), Puspo Ki Gentong (Widodaren), Kaki Teku Nini Teku (Guyangan), Ki Dadung Awuk, Ki Dumeling (Pusung Lingker), Ki Sindu Joyo (Wanangkara), Raden Sapu Jagad (Pudak Lembu), Ki Jenggot (Gunung Rujak), Ki Demang Diningrat (Gunung Semeru), Kusuma (Kawah Gunung Bromo), Sinta Wiji (Gunung Ranten), Ki Baru Klinting (Lemah Kuning), Ki Kawit (Sumber Semanik), Jiting Jinah (Gunung Jemahan), Ical Prabu Siwah (Gunung Lingga), Cokro Pranoto Aminoto (Gunung Gender), Tunggul Wulung (Cemara Lawang), Tumenggung Klinter, Raden Bagus Waris (Watu Balang).

 Pada Hari Raya Yadya Kasada, warga Bromo tengger merayakan  upacara sesembahan berupa persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi. Setiap bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan Jawa, yaitu upacara sesembahan atau sesajen kepada Dewa Brahma dan para leluhur. Mereka mengingat dan mengenang  leluhur Roro Anteng dan Joko Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, “Penguasa Tengger yang Budiman”.

Mereka tidak di karunia anak sehingga mereka melakukan semedi atau bertapa kepada Sang Hyang Widhi, tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Bromo.

Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya dan kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orangtua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita kawah Gunung Bromo menyemburkan api.

Kesuma, anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib, “Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orangtua kita dan Sang Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Sang Hyang Widhi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Sang Hyang Widhi di kawah Gunung Bromo”. Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.

Sebagai pemeluk agama Hindu, Suku Tengger tidak seperti pemeluk agama Hindu pada umumnya, memiliki candi-candi sebagai tempat peribadatan, namun bila melakukan peribadatan bertempat di punden, danyang dan poten.

pura luhur poten bromo (2)

Poten merupakan sebidang lahan di lautan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasada. Sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu, Pura Luhur Poten Bromo terdiri dari beberapa bangunan yang ditata dalam suatu susunan komposisi di pekarangan yang dibagi menjadi tiga mandala atau zona.

 Pertama. Mandala Utama disebut juga jeroan yaitu tempat pelaksanaan pemujaan persembahyangan. Mandala itu sendiri terdiri dari Padma berfungsi sebagai tempat pemujaan Tuhan Yang Maha Esa. Padma bentuknya serupa candi yang dikembangkan lengkap dengan pepalihan, tidak memakai atap yang terdiri dari bagian kaki yang disebut tepas, badan batur dan kepala yang disebut sari dilengkapi dengan Bedawang, Nala, Garuda, dan Angsa.

Beawang Nala melukiskan kura-kura raksasa mendukung padmasana, dibelit oleh seekor atau dua ekor naga, garuda dan angsa posisi terbang di belakang badan padma yang masing-masing menurut mitologi melukiskan keagungan bentuk dan fungsi padmasana.

Bangunan Sekepat (tiang empat) atau yang lebih besar letaknya di bagian sisi sehadapan dengan bangunan pemujaan padmasana, menghadap ke timur atau sesuai dengan orientasi bangunan pemujaan dan terbuka keempat sisinya. Fungsinya untuk penyajian sarana upacara atau aktivitas serangkaian upacara. Bale Pawedan serta tempat dukun sewaktu melakukan pemujaan.  Kori Agung Candi Bentar, bentuknya mirip dengan tugu kepalanya memakai gelung mahkota segi empat atau segi banyak bertingkat-tingkat mengecil ke atas dengan bangunan bujur sangkar segi empat atau sisi banyak dengan sisi-sisi sekitar depa alit, depa madya atau depa agung. Tinggi bangunan dapat berkisar sebesar atau setinggi tugu sampai sekitar 100 meter memungkinkan pula dibuat lebih tinggi dengan memperhatikan keindahan proporsi candi.

Kedua Mandala Madya disebut juga jaba tengah, tempat persiapan dan pengiring upacara terdiri dari Kori Agung Candi Bentar, bentuknya serupa dengan tugu, kepalanya memakai gelung mahkota segi empat atau segi banyak bertingkat-tingkat mengecil ke atas dengan bangunan bujur sangkar, segi empat atau segi banyak dengan sisi-sisi sekitar satu depa alit, depa madya, depa agung. Bale Kentongan, disebut bale kul-kul letaknya di sudut depan pekarangan pura, bentuknya susunan tepas, batur, sari dan atap penutup ruangan kul-kul/kentongan.

Fungsinya untuk tempat kul-kul yang dibunyikan awal, akhir dan saat tertentu dari rangkaian upacara. Bale Bengong, disebut juga pewarengan suci letaknya di antara jaba tengah mandala madya, mandala nista jaba sisi. Bentuk bangunannya empat persegi atau memanjang deretan tiang dua-dua atau banyak luas bangunan untuk dapur. Fungsinya untuk mempersiapkan keperluan sajian upacara yang perlu dipersiapkan di pura yang umumnya jauh dari desa tempat pemukiman.

Ketiga. Mandala Nista disebut juga jaba sisi yaitu tempat peralihan dari luar ke dalam pura yang terdiri dari bangunan candi bentar bangunan penunjang lainnya. Pekarangan pura dibatasi oleh tembok penyengker batas pekarangan pintu masuk di depan atau di jabaan tengah sisi memakai candi bentar dan pintu masuk ke jeroan utama memakai Kori Agung.

Tembok penyengker candi bentar dan kori agung ada berbagai bentuk variasi dan kreasinya sesuai dengan keindahan arsitekturnya. Bangunan pura pada umumnya menghadap ke barat, memasuki pura menuju ke arah timur demikian pula pemujaan dan persembahyangan menghadap ke arah timur ke arah terbitnya matahari.

Di lautan pasir yang sepi…. Sendiri.. tiba-tiba  saya mendengar lantunan lirih “Bhagavad gita” di sanubari….

kepada Tuhanku yang Maha Pecinta dan Tercinta namun tak terlihat oleh mataku kusampaikan…. Senja di sore itu menemani kepergianmu… Saat kau ucap kata kau tak lagi bersamaku… Perih yang ku rasa mungkin takkan pernah kau gubah… Cinta yang dulu ada kini telah kau bawa…Cinta jangan tinggalkan aku… Karena takkan pernah ada cinta selain dirimu…. Cinta kau duakan aku takkan sanggup ku menghapus… Segala bayangmu oh kekasihku kekasihku…. Cinta jangan tinggalkan aku… Karena takkan pernah ada cinta selain dirimu…. Cinta kau duakan aku takkan sanggup ku menghapus…..Segala bayangmu oh kekasihku kekasihku…….Cinta jangan tinggalkan aku….Karena takkan pernah ada cinta selain dirimu……….Jika kau tinggalkan aku takkan sanggup ku menghapus……Segala bayangmu oh kekasihku kembalilah…..Cinta jangan tinggalkan aku……..Karena takkan pernah ada cinta selain dirimu….. Jika kau tinggalkan aku takkan sanggup ku menghapus….Segala bayangmu oh kekasihku kembalilah,….

@Wongalus, 2013

 

 

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 12 Komentar

PEMBANGKITAN TENAGA DALAM POROS BUMI DARI TIBET


wongalus

Belajar bisa dimana saja dan apa saja. Semua bahan pelajaran itu baik asalkan kita bisa mengambil hikmah dan manfaat darinya. KAMPUS WONG ALUS, adalah kampus maya.. boleh belajar apa saja termasuk belajar dari khasanah budaya lain tak terkecuali dari Tibet.

Tibet adalah negara yang terapit dua peradaban besar: China dan India, dengan pegunungan Himalaya yang memisahkan keduanya. Karena letak Tibet yang tinggi menjulang angkasa, pantaslah bila dijuluki atap dunia dengan salju yang selalu melingkupinya sepanjang tahun.

Negeri  ini memiliki keunikan dengan banyaknya kepercayaan terkait dengan manusia, dunia dan Tuhan. Misalnya: rakyat Tibet yakin bahwa Raja-raja Tibet tetap terhubung ke langit melalui kabel goib sehingga para raja hidupnya abadi dan tidak pernah mati. Kalaupun sudah tidak kelihatan di dunia, mereka ini naik langsung ke surga.

Contoh unik lain: Untuk mendapatkan vision (terawangan) untuk mengetes kejujuran seseorang para pengawal pribadi Dalai Lama berlatih keras bertahun-tahun dan dahinya (cakra ajna) di bor.

dan sederet keyakinan lainnya….

Kita tidak perlu berprasangka apapun terhadap keyakinan semacam ini.

Toleransi dan menyikapi sesuatu yang berbeda dengan dewasa adalah hal yang bijaksana. Sebab setiap budaya memiliki kekhasannya masing-masing. Setiap peradaban memiliki alur logikanya sendiri. Setiap orang memiliki ciri khas kepribadian yang membedakan dengan orang lain. Biarlah bulan bergerak sesuai orbitnya sendiri, begitu juga matahari, planet-planet dan bumi… tidak saling menabrak dan menyakiti.  Inilah fakta dan kenyataan. Inilah sunatullah atau hukum alam.

Para guru Tibet memiliki cara khas untuk menggapai kesadaran spiritual, kekuatan fisik metafsik, dan untuk memperpanjang usia. Salah satunya adalah dengan membangkitkan tenaga dalam serta melatih nafas dengan lima jurus tenaga dalam poros bumi yang sudah kami mulai tadi malam, Kamis 7 Nopember 2013 dalam acara rutin CANGKRUKAN KWA.

Selanjutnya setiap Kamis, kami akan biasakan setiap ketemu untuk latihan tenaga dalam ini sebagai latihan olah nafas, olah konsentrasi dan sugesti dan olah fisik,  sementara olah batin/olah rasa akan kami tambahi dengan dengan wirid/dzikir.

1424484_458535154264407_1094535726_nFoto: wongalus.

1396040_10200569463427775_417895705_nFoto: wak kasan

1395969_10200569467067866_1440194131_nFoto: wak kasan

1374893_10200569465747833_1314261282_nFoto: wak kasan

1392013_458536437597612_570939482_nFoto: wongalus

Setelah berlatih, kami juga mempraktekkan tenaga dalam ini untuk berbagai fungsi seperti untuk pengobatan medis dan non medis, pengiriman energi jarak jauh maupun jarak dekat, kekuatan tubuh fisik maupun tubuh metafisik (eterik) dan kesehatan. Sedulur  yang mengalami gangguan kesehatan kita terapi bersama-sama.

Kepada sedulur yang belum sempat hadir, monggo hadir setiap Kamis untuk berlatih bersama kami sekaligus memperpanjang tali silaturahim, menambah saudara dan handai tolan  — tujuan acara rutin cangkrukan. Demikian apa yang bisa kami sampaikan dan terima kasih. Salam asah asih dan asuh.

@wongalus,2013

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 24 Komentar

AGENDA CANGKRUKAN RUTIN TIAP KAMIS MALAM


ACARA SPESIAL SURO:

KWA

PENGIJASAHAN DAN PEMBANGKITAN TENAGA DALAM POROS BUMI DARI TIBET OLEH KI WONGALUS

HARI/TANGGAL: KAMIS MALAM, 7 Nopember 2013

PUKUL 20.00 WIB S/D PUKUL 23.00 WIB

TEMPAT: RUMAH KELUARGA KWA, MUSHOLA BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 (SEBELAH KOMPI SENAPAN, 100 METER SELATAN RSUD SIDOARJO).

SAUDARA KWA, SEDULUR SENASIB SEPENANGGUNGAN… MONGGO PINARAK, MONGGO MAMPIR, SILAHKAN HADIR…. KITA BERBAGI CANDA, SUKA, DUKA, BERKELUH KESAH, BERBAGI HIKMAH, BERBAGI CAHAYA DAN ILMU, SEKALIGUS REFRESHING LAHIR DAN BATIN. SEKEDAR UNTUK MELEPAS LELAH PUN BOLEHLAH…. SIAPA TAHU DISINILAH OASE PELEPAS DAHAGA HIDUP YANG SEJATI DI TENGAH KERINGNYA HIDUP YANG PENUH ANGKARA DUNIAWI

——————————————————————————————————————

TIDAK DIPUNGUT BIAYA/GRATIS. UNTUK KEGIATAN MEREKATKAN PERSAUDARAAN DAN SOSIAL KEMANUSIAAN.

=============================================

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 19 Komentar

INTERMEZO BUDAYA: ARISAN KEMATIAN


Yth sedulur pembaca KWA yang budiman, sebagaimana yang sudah diketahui bersama bahwa blog kita ini sangat perduli dengan pengembangan budaya di tanah air. Kita juga secara rutin mengadakan kegiatan-kegiatan yang ada di aras budaya dengan maksud agar budaya bangsa kita tetap lestari dan terjaga, termasuk agar budaya bisa terproses kreatif dan menjadi agenda buat daya cipta. Nah, dalam konteks itulah kami ingin kembali —setelah sekian lama terkubur oleh artikel-artikel amalan dan ilmu-ilmu metafisika praktis– menampilkan salah satu artikel budaya. Tidaklah muluk-muluk apa yang diharapkan, kecuali kami ingin sekedar sebagai jembatan lintas budaya di arus informasi saat ini. Terima kasih dan salam budaya. (WONG ALUS)

ARISAN KEMATIAN

sumber: TEMPO

Tana Toraja terkenal akrab dengan kematian, tradisi yang melekat sejak animisme masih dianut. Salah satu kegiatan yang masih berlangsung sehubungan dengan itu adalah ma’nene, ziarah kubur dengan membersihkan dan mengganti pakaian para jasad. Wartawan Tempo, Irmawati, berkesempatan mengikuti warisan aluk todolo (adat orang dulu) ini di Desa Bululangkan, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, September lalu.

Jasad Esra Lumbaa yang masih utuh, meninggal 11 tahun lalu. (Irmawati)

PULUHAN peti jenazah beraneka usia berjejer di depan setiap patane atau rumah makam keluarga. Setelah tiga tahun, baru peti-peti itu dikeluarkan. Wujudnya macam-macam. Ada yang polos, ada yang berukir khas Toraja. Beberapa jasad dalam peti masih terbungkus rapi, sebagian lainnya ada yang kotor berdebu. Nama-nama yang tercantum di masing-masing kain sulit dibaca.

Di samping puluhan peti itu, terdapat bungkusan jenazah lain tanpa peti. Bentuknya seukuran tubuh manusia yang dibalut kain tebal. ”Nek Banaa tak suka dikasih peti,” kata Sarlota Sanda, putrinya.
ritual-toraja

Di patane sebelah, tiba-tiba terdengar sorak-sorai. Keluarga yang sedang membuka peti mayat para leluhurnya itu tampak kegirangan. Satu mumi laki-laki sedang dipegang dalam posisi berdiri. Ia tampak utuh. Massa tubuhnya sedikit mengecil, meski tingginya bak orang normal. Namanya: Bapak Esra Lumbaa. Menurut keluarga, ia wafat pada 1998.

Jeprat-jepret kamera langsung terjadi, baik dengan kamera saku, handycam, maupun telepon seluler. Beberapa orang minta difoto bersama mumi-mumi itu. Tak ada rasa takut. Ada yang menciumi mumi-mumi tersebut berulang-ulang.

Tapi, dalam hitungan menit, ekspresi kegirangan itu segera berganti. Tawa berubah menjadi tangisan. Lambat-laun tangisan saling bersambut hingga terdengar seolah berkejaran satu sama lain. Setelah senang melihat wujud jasad yang masih utuh, kali ini mereka mengutarakan rindu dan kesedihan mereka, sepeninggal orang-orang kesayangan itu ke alam baka. Suasananya seperti drama sebuah arisan berkala dengan mereka yang telah pergi selamanya.

***

Jasad Markus moli, yang wafat 2002. (Irmawati)

’Arisan’ berkala itu adalah ma’nene atau upacara penggantian kain jenazah yang menjadi wujud rasa hormat kepada para leluhur, atau semacam ziarah kubur. Ma’nene, yang artinya menanam bunga, adalah warisan aluk todolo (adat orang dulu) saat masyarakat masih menganut kepercayaan animisme. Prosesi ini digelar setelah pesta rambu solo, upacara pemakaman yang sering juga disebut pesta kematian, dan sebelum rambu tu’ka atau pesta naik rumah Tongkonan—rumah asli Toraja dengan atap menyerupai perahu.

Kepada antropolog Toby Alice Volkman, yang menuliskannya dalam buku Feast of Honor, Ritual and Change in The Toraja Highlands, seorang warga Toraja mengatakan bahwa dalam tradisi ma’nene, mereka yang masih mempercayai tradisi aluk ini harus ikut serta, yang paling miskin sekalipun. Ia biasanya diadakan pada Agustus, setelah mereka yang mati dikuburkan dan sebelum musim tanam dimulai. Di sejumlah daerah upacara ini diadakan hanya lima atau sepuluh tahun sekali.

Kali ini penyelenggaranya adalah Desa Bululangkan, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Toraja Utara adalah kabupaten baru, hasil pemisahan dari Kabupaten Tana Toraja. Beberapa kecamatan di Toraja Utara yang masih menggelar prosesi ini adalah Rindingallo, Ampang Batu, Kantun Poya, Baruppu, Awan, dan Sesean.

Desa Bululangkan berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Rantepao, pintu masuk wilayah Tana Toraja. Jarak ini jika kita menempuh jalur Tikala yang saat ini hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Jika bermobil, jalan yang harus dipilih adalah berputar melalui Lolai sehingga jaraknya lebih jauh dan medannya pun lebih berat karena kondisi jalan yang rusak. Di desa ini ma’nene disepakati digelar setiap tiga tahun.

1441266_690377080980434_1434779709_nMenurut Yunus Lumbaa, 53 tahun, tujuan prosesi ma’nene zaman dulu adalah menyembelih kerbau bagi mereka yang saat pemakaman belum melakukannya. Kini ma’nene tetap digelar, meski tujuannya lebih untuk mengingat leluhur dan menjaga silaturahmi keluarga. Apalagi ma’nene sering digunakan untuk ajang berkumpul mereka yang merantau.

Menumpang Toyota Avanza, Tempo dan tiga wartawan lain pada akhir Agustus lalu bergerak menuju Desa Bululangkan. Matahari sudah tampak, meski udara terasa dingin. Mobil mendaki dataran tinggi berbelok-belok, melalui banyak persimpangan dengan kondisi jalan yang hanya kadang-kadang mulus. Kontur daerahnya berbukit-bukit dengan vegetasi yang rapat. Udara sungguh segar. Kabut tebal menyelimuti meski waktu sudah menunjukkan lewat pukul tujuh pagi.

Setiba di Lembang (Desa) Bululangkan, suasana terasa sunyi. Tak banyak warga lalu-lalang di rumah-rumah seperti lazimnya permukiman. Menyusuri jalan menuju bukit, sebagian orang mulai tampak. Di sisi sebelah kiri jalan terdapat enam buah patane: satu dari kayu, lima lainnya dari bangunan beton. Di situ banyak warga desa berkumpul. Mereka mengeluarkan peti-peti jenazah dan jasad yang terbungkus kain tebal dari dalam makam. Tak ada yang terganggu oleh kedatangan orang asing atau turis di lokasi.

Foto keluarga dengan mereka yang diganti kain jasadnya. (Irmawati)

Sebagian warga sudah mulai membuka lapisan-lapisan kain yang berisi jasad keluarga mereka. Tampak potongan tulang dari bagian tubuh ataupun kepala. Sambil dibersihkan, sebagian ditebar dan dijemur di bawah terik matahari pagi. Beberapa warga nongkrong, menikmati bekal mereka. Kaum lelaki mengisap rokok dan meminum kopi hitam. Nyaris tak ada bau apa pun dari jasad yang terbuka itu. Kalaupun ada yang tercium oleh hidung, yang terasa menyengat adalah bau kemenyan dan kapur barus.

Sarlota Sanda, 54 tahun, hadir di situ dengan tiga saudaranya, Debora Tumba’ (56), Samaa Moli’ (52), dan Benyamin Bondo (40). Namun, tak seperti keluarga Lumbaa, keluarga Sarlota hanya membuka sebagian. Jasad kedua orang tua mereka, Moli Sesa’ dan Nek Banaa, dikeluarkan dari peti, kemudian dibuka sepertiga pada bagian atas saja, sehingga yang kelihatan hanya muka dan kepala.

Dari penglihatan Tempo, bagian kepala jasad Moli Sesa’ terlihat agak basah. Ada balutan perban. Semacam daun-daunan sirih dan tembakau yang agak halus memenuhi beberapa pancaindranya, seperti di bagian mulut, hidung, telinga, dan mata. Jasad istrinya, Nek Banaa, terlihat kering-keropos, berwarna cokelat tua, dan rapuh seperti kertas. Semasa hidup Moli Sesa’ bertani serta berdagang kerbau dan kopi. Kini diteruskan oleh Samaa, anak lelakinya.

Di patane sebelah, kini giliran ibunda mumi laki-laki tadi yang dibuka petinya. Namanya Mama Sara. Agar semua warga bisa melihat, mumi perempuan tua ini juga dipegang oleh keluarga dalam keadaan berdiri. Ia terlihat masih sangat utuh, bahkan hingga ke wajah. Drama itu pun terulang kembali, dari suasana gembira dan tertawa-tawa hingga ke tangisan menyayat yang dilakukan keras-keras.

1

Kepala Lembang Bululangkan, E Ungke Toding Allo, 40 tahun, mengatakan sorak-sorai itu terjadi karena keluarga gembira menemukan jasad yang masih utuh dan bisa dikenali. ”Kondisi jasad yang utuh itu kebanggaan bagi keluarga yang ditinggal,” katanya. Adapun suasana haru dan sedih yang menyusulnya adalah pertanda para keluarga mengenang kehidupan tubuh-tubuh yang mati itu kala masih bersama mereka.

Banyak cerita bisa diperoleh dari peti-peti itu. Misalnya warna kain pembungkus jasad: ada yang polos, bermotif, tapi yang dominan adalah warna merah polos. Dalam penggunaan kain, merah menempati status sosial tertinggi. Untuk bisa menggunakan kain merah polos, keluarga harus memotong minimal tujuh ekor kerbau saat upacara rambu solo atau upacara pemakaman.

2

Yunus Lumbaa memberi contoh. Saat orang tua Thomas Seba, 69 tahun, wafat pada 1960, keluarganya belum mampu sehingga hanya memotong seekor kerbau. Mereka tak berhak menggunakan kain merah sebagai pembungkus jasad. Baru pada 1981, ketika Thomas yang merantau ke Papua sudah punya uang, ia mengorbankan delapan ekor kerbau untuk orang tuanya. Dengan kata lain, jasad orang tuanya sudah berhak mengenakan kain merah polos. Kini aturan soal kain itu sudah tak terlampau ketat lagi karena jenis kain yang tampak sudah beraneka ragam: ada pakaian bekas, sarung, seprai, bahkan karung terigu.

Ada lagi cerita tentang ukurannya, yang berbeda-beda karena sesuai dengan bentuk tubuh orang yang wafat. Seperti jasad-jasad di patane milik keluarga Ajun Komisaris Polisi Simon Moli. Jumlahnya ada sebelas—enam jasad orang dewasa dan lima jasad anak-anak berbagai usia. Yang paling kecil berukuran seperti bantal guling kecil dengan panjang 40 sentimeter. Kata Ne’ Maria, 70 tahun, jasad terkecil itu adalah anaknya yang meninggal saat masih dalam kandungan, berusia 5 bulan. ”Saat itu saya keguguran,” katanya. Setiap ma’nene, jasad yang satu itu hanya dijemur tanpa pernah dibuka kain bungkusannya.

Ma'nene Ritual Cleaning of Tanah Toraja Mummy

Di patane lain, tampak keluarga memegang dengan gembira tiga jasad orang tua yang masih utuh, meski sudah wafat lebih dari dua dasawarsa lalu. Salah satunya perempuan, terlihat dari rambutnya yang panjang. Mumi tua ini bernama Nek Sombo Allo, yang meninggal di usia 80 tahun.

Setelah dibersihkan dan sedikit dijemur di bawah sinar matahari, bungkusan jasad-jasad itu kemudian dirapikan kembali. Kain-kain yang sudah kurang bagus dibuang dan kain yang masih bagus tetap dipakai, ditambah beberapa helai kain baru. Setelah rapi, sebagian kemudian diikat dengan tali rafia atau tali dari sobekan sarung bekas. Yang tidak diikat langsung dimasukkan kembali ke peti.

***

Setelah ”arisan” dengan jenazah itu rampung, berikutnya adalah ”arisan” dengan handai taulan. Ini biasa disebut ne pare lapuk atau acara bersyukur bersama menutup ma’nene. Ini digelar di Rante, lapangan khusus yang memiliki batu-batu menhir di sekelilingnya. Batu-batu ini konon simbol tokoh masyarakat kampung yang telah wafat. ”Semakin besar batu,” kata E Ungke Toding Allo, Kepala Lembang Bululangkan, ”semakin tinggi kedudukannya.”

Penutupan prosesi yang sedianya digelar pada Minggu ditunda karena hari itu adalah jadwal warga mengikuti kebaktian. Di sore hari, beberapa anak muda tampak bermain sepak takraw di lapangan Rante. Dekat dari situ terdapat rumah Tongkonan yang berusia ratusan tahun. Tongkonan ini sudah berlumut dan pada bagian atapnya sudah ditumbuhi tanaman pakis atau semacam benalu yang cukup lebat.

Para orang tua memanggil anak-anak agar membantu mereka membuat pa’piong, masakan dari daging babi yang dimasukkan ke bambu lalu dibakar—makanan wajib Mappakende. Anak-anak membantu mengangkat babi yang telah diikat dan memegang kakinya ketika badik menikam ternak itu tepat pada jantungnya. Darah yang mengalir ditampung di botol. Setelah itu, mereka berlarian menyiapkan kayu dan ranting bambu untuk membakar babi yang sudah disembelih tersebut. Anak-anak perempuan lalu menyiapkan bumbu pa’piong, seperti daun bawang, bawang putih, cabai, merica, garam, dan daun-daunan setempat. Kurang dari 30 menit, bulu-bulu babi tadi bersih dilahap api dan babi itu tampak kaku dengan tubuh yang hitam gosong. Setelah dikeluarkan isi perutnya dan dipotong kecil-kecil, potongan-potongan itu kemudian dimasukkan ke beberapa batangan bambu berukuran setengah meter, lalu dibakar.

5

Keesokan harinya, pagi-pagi, warga terlihat mulai berdatangan ke Rante. Mereka menggelar tikar. Di atasnya mereka menata makanan yang akan disantap bersama. Acara akan dimulai pukul 08.00 Waktu Indonesia Tengah. Hadirin dari anak-anak hingga mereka yang berusia lanjut hadir. Salah satunya Nek Rande, tokoh masyarakat yang usianya lebih dari 100 tahun. Tampak juga beberapa tamu dari desa tetangga, seperti rombongan dari Lembang Punglu, Kecamatan Buntu Pepasa. Rombongan ini dipimpin Bapak Pore, 40 tahun.

Kerabat melakukan foto bersama dengan salah satu jasad.

Sempat terjadi diskusi pembagian daging; beberapa orang berpendapat daging dibagi rata untuk semua, ada pula yang berpendapat daging dibagi untuk mereka yang menyumbang saja. ”Ta bagi ratai to, ri ma sumbang,” kata Yunus Lumbaa. Kerbau dibeli seharga Rp 6,5 juta, sedangkan total sumbangan mencapai dua pertiganya. Penyumbang memberi dengan nilai nominal yang berbeda-beda, mulai Rp 40 ribu hingga Rp 2 juta—nilai nominal terbesar yang disumbang Thomas Seba. Kerbau yang dikorbankan dalam upacara penutupan ini tak boleh utangan. Mesti lunas.

Akhirnya disepakati daging kerbau dibagi rata untuk semua. Daging lantas dipotong-potong seukuran setengah sampai satu kilo, lalu ”plok!” dilemparkan ke hadapan masing-masing warga. Di tempat lain boleh jadi hal ini kurang sopan, tapi begitulah adat di Bululangkan.

7

Daging habis, yang tersisa tinggal kepala kerbau di tengah lapangan. Kini giliran kepala babi, bagi mereka yang membuat pa’piong, yang dikumpulkan. Totalnya 37 ekor. Semuanya kemudian dilelang dengan harga bervariasi, dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Setelah semuanya terjual, dana yang terkumpul mencapai Rp 4,35 juta, yang disumbangkan untuk enam gereja di Bululangkan.

Sang pemandu acara, Yunus Lumbaa, sejenak beristirahat. Ia minum tuak nira dari batang bambu sebagai pengganti gelas. Setelah itu, ia kembali berdiri di tengah Rante dan berdialog. Kini ia menagih utang dan janji-janji warga yang belum diselesaikan. Hasil tagihan dan sumbangan, sebesar Rp 26 juta, dikumpulkan untuk pembangunan fasilitas umum desa.

A family member cleans a mummy before giving it new clothes in a ritual in the Toraja district of Indonesia's South Sulawesi Province

Thomas Seba, sebagai anak rantau yang pulang dengan harta melimpah, lantas mengumumkan: ma’nene berikutnya akan digelar pada 2012. Pengumuman ini dilanjutkan dengan kebaktian bersama yang dipimpin seorang pendeta Bululangkan. Acara pun ditutup dengan makan bersama. Warga membuka bekal masing-masing, yakni pa’piong dalam berbagai rupa—ada yang bumbunya agak hitam, ada yang cokelat pucat, ada juga yang kekuningan. Tamu seperti Pore mendapat pa’piong utuh, masih dalam batang bambunya. Jumlahnya hingga 17 buah. ”Akan kami bawa pulang untuk dibagi-bagi kepada warga desa kami,” katanya.

Setelah makan, ”arisan” pun ditutup dengan warga beramai-ramai berjalan menuju tanah lapang tepat di halaman gereja, sekitar 1 km dari Rante. Di situ, para pria dewasa, minimal 12 tahun, beradu kaki sebagai perlambang kejantanan dalam olahraga sisemba. Siapa pun yang ikut harus menanggung akibatnya sendiri bila terluka, patah, atau bahkan meninggal dunia. Sekitar seratusan orang terlibat. Dalam riuhnya gerak tubuh dan kaki mereka yang beradu, beberapa orang sempat hampir adu jotos meski kemudian dapat didamaikan. Dengan damai seluruh prosesi ”arisan” pun usai. (By Irmawati–Intermezo, Majalah Tempo vol. 38 no. 34, Edisi Oktober 2009)

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 14 Komentar

SELAMAT TAHUN BARU


(*)

Janganku suaraku, ya ‘Aziz
Sedangkan firmanMupun diabaikan

Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMupun disepelekan

Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayangMupun dibuang

Jangankan sapaanku, ya Matin
Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan

Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus

Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban

Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali

Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti
Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu

Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian

Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir
Wahai Jabbar Mutakabbir
Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar
Rasul kekasihMu maíshum dan aku bergelimang hawaí
Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab

Wahai Mannan wahai Karim
Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu.

(*) Doa sehelai daun kering karya Emha Ainun najib

****

Assalamualaikum wr wb.

Atas nama Keluarga KAMPUS WONG ALUS,

saya mengucapkan Selamat tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1435 H.

Marilah ini kita jadikan MOMENTUM untuk berefleksi diri.

Semoga kita senantiasa menambah keimanan

dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Terima kasih dan salam asah asih dan asuh.

Wassalamualaikum wr wb.

@wongalus,2013

*****

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 32 Komentar

ILMU MENCARI SUMBER AIR


PESERTA PELATIHAN PRIVATE PARANORMAL KWA MENDETEKSI SUMBER AIR

PESERTA PELATIHAN PRIVATE PARANORMAL KWA MENDETEKSI SUMBER AIR

wongalus

Assalamualaikum wr wb. Saya menggunakan amalan ini untuk mencari sumber air untuk membuat sumur. Caranya sebagai berikut: carilah sebuah ranting yang ujungnya bercabang mirip huruf Y. Selanjutnya anda berada di tanah yang akan dicari sumber mata airnya. Berjalanlah perlahan sambil MEMEGANG RANTING dan ARAAHKAN UJUNG Y tersebut ke ranah dan gerakkan ke kanan dan kiri sambil mewiridkan dalam hati.

Baca 1 x:

Audzubillahiminasyaitonirrojim
Bismilahirrohmanirrohim
ANNA AL QUWWATA LILLAHI JAMI’AN

lanjutkan dengan

baca berulangkali  wirid di bawah ini sambil TAHAN NAFAS dan berjalanlah….

ya Allah Ya Latif

Ya Allah Ya Khobir

Ya latif Ya Khobir

Ala Ya’lamu Man Kholaqo Wahuwal Latiful Khobir

bila tidak kuat bernafas normal dan berjalan lagi sambil tahan nafas lagi dan mulai wirid lagi…

Insya allah nanti akan ada bisikan dalam hati bahwa di situlah sumber mata air itu berada. Berhentilah dan di ujung ranting tersebut silahkan digali untuk membuat sumur.  Silahkan dipraktekkan, saya ijasahkan bagi siapa saja yang membutuhkannya. Salam asah asih dan asuh. rahayu. @@@

@wongalus,2013

Categories: ILMU MENCARI SUMBER AIR | 45 Komentar

MEMANFAATKAN ASMAK SUNGE RAJEH UNTUK DATANGKAN HUJAN


Secara umum saat ini musim panas, meski di beberapa daerah sudah mulai hujan. Nah, agar musim panas tidak berkepanjangan dan kekeringan maka sebuah daerah/kawasan memerlukan hujan. Kita bisa memanfaatkan amalan Asmak Sunge Rajeh untuk menurunkan hujan. Cara yang biasa saya lakukan untuk menurunkan hujan sebagai berikut.

1. Cari tempat yang  lapang. Misalnya lapangan atau bukit. Pandanglah langit dalam posisi berdiri.

2. Anda sudah pernah mengamalkan Asmak Sunge Rajeh Madura Utara. (Cara pengamalan ada di blog kita)

3. Hembuskan nafas sampe udara di dada habis lalu tarik udara melalui hidung dan baca dalam hati doa ASR : INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH

4. Kembali ke nafas biasa dan tambahi dengan doa ini cukup dalam hati. Doanya:

WANAZZALNAA MINASSAMAA’I MAAAN MUBAAROKAN FA’ANBATNAA BIHI JANNAATIN WAHABBA ALHASHIIDI.

Doa ini ada dalam QS Qaaf ayat 9 yang artinya: “Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam”

5. Setelah melaksanakan ritual di atas, segera mandi sampai bersih. Tunggu dengan sabar, tawakal dan pasrah sebab doa sudah kita laksanakan.

Demikian satu cara dan masih banyak cara lain pemanfaatan yang bisa dilakukan dengan ASR maupun dengan amalan-amalan lain. Anda punya kebiasaan dan cara lain? silahkan berbagi disini. Terima kasih. salam asah asih dan asuh.

@wongalus,2013

Categories: ASMAK SUNGE RAJEH | 38 Komentar

AL QURAN WASHILAH PETUNJUK DAN REZEKI


wongalus

DSCN1458

Dawamkan doa sebanyak 3 x ini setelah anda mengaji surat apapun, sambil anda mencium Al Qur’an yang ada di rumah masing-masing. Insya allah rejeki mengalir melalui washilah/lantaran kitab suci yang kita miliki. Monggo ini doanya:

ALLOHUMMAGHFIRLII BI ALQUR’AANI.
ALLOHUMMARHAMNII BI ALQUR’AANI.
ALLOHUMMAHDINII BI ALQUR’AANI.
ALLOHUMMARZUQNII BI ALQUR’AANI

Ya Allah, ampunilah aku dengan Al-Quran
Ya Allah, kasihilah aku dengan Al-Quran
Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku dengan Al-Quran
Ya Allah, berilah rezeki kepadaku dengan Al-Quran.

@Wongalus,2013

Categories: AL QUR'AN WASHILAH REJEKI | 108 Komentar

Diproteksi: SEMBILAN ILMU HIKMAH PATRAP LAKU 63 HARI


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: SEMBILAN ILMU HIKMAH PATRAP LAKU 63 HARI | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

AGENDA CANGKRUKAN RUTIN SETIAP KAMIS MALAM


ACARA SPESIAL:

1. PENGIJASAHAN  ILMU SHOLAWAT PENGGETAR  LANGIT  SAP PITU
2. PENGIJASAHAN ILMU MENGHILANG

HARI/TANGGAL: KAMIS MALAM, 17 OKTOBER 2013

PUKUL 20.00 WIB S/D SELESAI

TEMPAT: RUMAH KELUARGA KWA, MUSHOLA BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 (SEBELAH KOMPI SENAPAN, 100 METER SELATAN RSUD SIDOARJO).

SAUDARA KWA, SEDULUR SENASIB SEPENANGGUNGAN… MONGGO PINARAK, MONGGO MAMPIR, SILAHKAN HADIR…. KITA BERBAGI CANDA, SUKA, DUKA, BERKELUH KESAH, BERBAGI HIKMAH, BERBAGI CAHAYA DAN ILMU, SEKALIGUS REFRESHING LAHIR DAN BATIN. SEKEDAR UNTUK MELEPAS LELAH PUN BOLEHLAH…. SIAPA TAHU DISINILAH OASE PELEPAS DAHAGA HIDUP YANG SEJATI DI TENGAH KERINGNYA HIDUP YANG PENUH ANGKARA DUNIAWI

——————————————————————————————————————

TIDAK DIPUNGUT BIAYA/GRATIS. UNTUK KEGIATAN SOSIAL KEMANUSIAAN.

==================================================================1379388_573285846042358_928587703_nDSCN1152

DSCN1153

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

IJAZAH ILMU PENGGERAK BHUMI


wongalus

Di tanah borneo, kita mengenal ilmu ini dengan nama ilmu saborat bhumi. Tahap sempurna pengamalan, semua kehendak Allah SWT akan menyatu dalam hidup perilaku kita.

Fadhilah: semua kebutuhan

TATA CARA:

TAWASSUL kirim al fatihah untuk Rasulullah SAW dst hingga pengijazah ilmu.

Wiridkan sebagai berikut

=============================================

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

KUP TANGAN KANAN KUP TANGAN KIRI

ALLAH MENGGERAKKAN BUMI DAN LANGIT

BOLEH BERGERAK BARULAH ENGKAU

LEPAS DARI TANGANKU

BERKAT DOA LAA ILAHA ILALLAH

BERKAT MUHAMMADARRASULULLAH

==================

SELAMA 1000 X selama 7 hari

Setiap selesai wirid 1000 x buka telapak tangan kanan dan kiri anda, lalu ludahi dengan ludah anda mulai tangan kanan terlebih dulu dan jangan dibersihkan hingga mengering sendiri.

=cara pengamalan=

baca doa di atas lalu ludahi kedua telapak tangan anda dan arahkan kepada obyek apapun yang anda hajatkan. Misalnya anda ingin banyak rejeki maka arahkan tangan anda ke selembar uang dan tunggu sehari dua hari. Bila butuh pengobatan maka arahkan tangan ke obyek yang sakit dan seterusnya.

Silahkan diamalkan. Bagi anda yang sudah terdaftar sebagai ANGGOTA KAMPUS WONG ALUS, saya ikhlaskan memiliki ilmu ini, salam persaudaraan selalu.

@wongalus,2013

Categories: ILMU PENGGERAK BHUMI | 151 Komentar

IJASAH PESUGIHAN UANG BIBIT (INDUK UANG) YANG BERANAK PINAK


wongalus

Doa ini luar biasa fadhilah, karomah dan manfaatnya bila didawamkan secara istiqomah dan diselaraskan dengan PERILAKU kita. Banyak manfaat seperti untuk pengobatan, keselamatan dan salah satu fungsinya adalah agar rejeki kita mengalir deras tiada berhenti.  Kita sebut saja pesugihan uang bibit.

Berikut amalannya:
1. Luruskan niat semata-mata untuk mencari RIDHO ALLAH SWT.
===Warning!!!! INGAT NIAT menduduki posisi utama ketika mengamalkan amalan ini.

2. Amalannya adalah wirid saat malam selama 3 hari. Rangkaan wiridnya sebagai berikut:
ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN QOD DHOQOT KHILATI ADRIKNI YA ROSULLULLAH X 1000

LA ILAHA ILLA ALLAH LA HAWLA WA LA QUWWATA ILLA BILLAH (tarik nafas tahan dan baca 7x lalu hembuskan) ke satu lembar uang seratus ribuan.

YA SATTAR YA SHAFI YA KAFI YA MUSABBIB AL-ASBAB YA RUH YA ROBB (tarik nafas tahan dan baca 7x lalu hembuskan) ke satu lembar uang seratus ribuan.

YA KAFI YA GHONIYU YA FATTAH YA ROZZAQ (tarik nafas tahan dan baca 7x lalu hembuskan) ke selembar uang

3. Hari keempat akhiri dengan puasa ngebleng dan pati geni. Yaitu puasa di kamar gelap mulai subuh hingga maghrib. Selama ngebleng dan pati geni DILARANG TIDUR dan wirid ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN QOD DHOQOT KHILATI ADRIKNI YA ROSULLULLAH mulai subuh sampai maghrib semampu anda (tidak perlu dihitung berapa jumlahnya. Ikhlas wirid hanya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Wirid berhenti ketika melakukan sholat fardhu di dalam kamar dan lanjutkan lagi setelah sholat. Ingat tubuh tidak boleh kena sinar matahari. Usahakan selalu bersuci dan badan dalam kondisi berwudhu. Bila perlu bawa perlengkapan seperlunya untuk keperluan ini).

4. UANG YANG SUDAH DIWIRID TADI SELANJUTNYA DIBUNTAL KAIN PUTIH DAN SIMPAN UANG TERSEBUT DI SEBUAH TEMPAT YANG AMAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. Bila akan Pegang Uang tersebut maka tubuh anda harus bersih dari hadats/usahakan berwudhu.

5. Tetap berusaha dengan cara bekerja sebagaimana biasanya. Sebab kita perlu “wadah rejeki” sebelum Allah SWT menurunkan rejekinya. Wadah rejeki itu wujudnya adalah bekerja giat rajin dan tekun. Tanpa wadah rejeki, kemana Allah SWT mau menempatkan rejekinya? Tidak mungkin uang sekarung langsung jatuh dari langit bukan? Nah, bila sudah dipahami monggo bekerja giat.

Amalan selesai dan semoga ada manfaatnya bagi kita semua yang dilanda masalah rejeki. Salam asah asih dan asuh.

@2013,wongalus

Categories: PESUGIHAN UANG BIBIT | 122 Komentar

SAVE TROWULAN


TROWULAN

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 19 Komentar

SURAT AL KAUTSAR UNTUK TUNTAS HUTANG REJEKI LANCAR


Di jaman sekarang, punya hutang bukanlah sesuatu yang tabu. Hampir semua keluarga pernah berhutang, seperti kredit sepda motor, mobil, ambil hutang di Bank untuk sekolah anak dst. Namun usahakan agar senantiasa bisa membayar hutang sehingga kita tidak diuber-uber debt collector. Agar hutang bisa segera lunas dan rejeki mengalir berikut ada amalan sederhana namun efektif.

Caranya:

Wiridkan surat al kautsar:

========================================
Innaa a’thoynaa kaalkawtsar fasholli lirabbika wainhar Inna syaani-aka huwa al-abtar

========================================

dibaca 313 kali sehabis sholat fardhu.

Usahakan setiap jumat pagi beramal ke anak yatim semampu kita.

Insya allah atas ijin Allah SWT cepat teratasi seberapapun banyak hutang yang kita punyai dan insya allah rejeki kita akan lancar.

Silahkan diamalkan, semoga bermanfaat. salam asah asih dan asuh.

 

@@@

Categories: AMALAN TUNTAS HUTANG REJEKI LANCAR | 144 Komentar

MOHON DOA RESTU GENERASI KEENAM PARANORMAL GURU KWA


PROGRAM PELATIHAN PARANORMAL PROFESIONAL (TINGKAT GURU) KAMPUS WONG ALUS telah digelar pada hari Jumat sore, 27 September s/d Minggu pagi, 29 September 2013 atau selama 2 (dua) hari pelatihan intensif bertempat di sebuah villa di pegunungan wilayah Mojokerto, Jawa Timur.  Empat peserta mengikuti pelatihan dan mereka diberikan nama:

994626_437544889696767_106585549_n

1. KI ONTOREJO MUHAMMAD PENANGGUNGAN Phone 089696426286 dari  JAMBI

2. KI ONTOREJO SONI PENANGGUNGAN Phone 085648484545 dari SIDOARJO

3. KI ONTOREJO ADI PENANGGUNGAN Phone 081381724964

dari TANGERANG

4. KI  ONTOREJO GATOT PENANGGUNGAN, Phone 081 085643301388 dari MAGELANG

KAMI MOHON DOA RESTU SEMOGA UPAYA KAMI BISA MEMBERIKAN MANFAAT KEPADA MASYARAKAT. TERIMA KASIH DAN SALAM ASAH ASIH ASUH. RAHAYU..RAHAYU.. RAHAYU,….

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

ENERGI DOA DUA SHOLAWAT UNTUK MENYEMBUHKAN SAKIT MEDIS DAN NON MEDIS


wongalus

Sakit itu tidak enak. Apalagi sampai masuk rumah sakit dan harus menginap berhari-hari atau pun berminggu-minggu. Bagi yang punya biaya sepertinya tidak menjadi masalah, namun bagaimana bila yang tidak memiliki biaya untuk berobat? Nah, amalan berikut ini adalah amalan untuk menyembuhkan sakit apa saja. Atas ijin Allah, kita atau pasien akan sembuh dari penyakit medis dan non medis. Yang dimaksud penyakit medis adalah penyakit akibat gangguan fisik/tubuh akibat suatu penyakit. Sementara penyakit non medis akibat adanya gangguan baik disengaja atau pun tidak kepada tubuh halus kita (SANTET, TELUH, TENUNG, KESURUPAN). Cara ini bisa digunakan juga untuk menyembuhkan orang kesurupan.
Caranya:

bersuci/berwudhu terlebih dulu…(ini syarat wajib)

BACA DOA DUA SHOLAWAT INI:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYIDINAAMUHAMMADIN NABIYYIL UMMI WA ‘ALAA ALIHIWA SHAHBIHI WA SALIM SHALATAN WA ANTAGHFIRALII BIHA WALIWALIDAYYAA WALMU’MININA WAL MU’MINAT WAL MUSLIMINA WALMUSLIMAT AL-AHYA’I MINHUM WAL AMWAAT WAASHLIH BIHAA AL IMAMA WAL UMMATA WARRO’IYA WAR RO’IYYATA WA ALLIF BAYNA QULUBIHIMWADFA’ SYARRA BADHIHIM AN BADH WA MIM MANAKHAFU WA NAHDZAR.

ALLOHUMMA SHOLLI SHOLAATAN KAAMILATAN WA SALLIM SALAAMAN TAAMAN ‘ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN ALLADZI TANHALLU BIHIL ‘UQADU, WA TANFARIJU BIHIL KURABU, WA TUQDHAA BIHIL HAWAA’IJU WA TUNAALU BIHIR RAGHAA’IBU WA HUSNUL KHAWAATIMI WA YUSTASQAL GHOMAAMU BI WAJHIHIL KARIIMI, WA ‘ALAA AALIHI, WA SHAHBIHI ‘ADADA KULLI MA’LUUMIN LAKA.

selanjutnya….

1. Anda sebagai “dokter’ yang akan menyembuhkan pasien duduk dalam posisi semedi dan orang yang akan diobati (pasien) dalam posisi tertidur. Wajah melihat ke atas.

2.  Aturlah nafas anda perlahan-lahan selanjutnya dalam hitungan 1,2,3… TARIK NAFAS panjaaaaang.

3. Simpan nafas anda ke perut dan keraskan perut (selama 7 detik) dalam hati wiridkan YA ALLAHA YA SYAFI.

selanjutnya alirkan nafas ke dada (selama 7 detik) dalam hati wiridkan YA ALLAHA YA SYAFI.

selanjutnya ke perut lagi (7 detik) dalam hati wiridkan YA ALLAHA YA SYAFI.

dan terakhir alirkan nafas ke dada  dan keluarkan nafas dan keraskan suara dari mulut anda  bunyi kan HUUUUUUU…………………. sambil TELAPAK TANGAN KANAN DIARAHKAN KE BAGIAN TUBUH YANG SAKIT.

4. Jadi total anda tahan nafas selama 21 detik. Selesai pengobatan berterima kasihlah kepada Allah SWT yang telah menyembuhkan penyakitnya.

SARAN: UNTUK MENGUASAI ILMU INI DENGAN SEMPURNA, PERBANYAK PUASA (PUASA 7 HARI ATAU KELIPATANNYA DIMULAI HARI SENIN) DAN SELAMA PUASA BACA DOA DUA SHOLAWAT DI ATAS USAI SHOLAT FARDHU/SHOLAT LIMA WAKTU SEBANYAK 7 X.

Insya allah penyakit akan sembuh atas ijin Allah segera.

Demikian semoga bermanfaat. Salam paseduluran. Rahayu…

@wongalus,2013

Categories: MENYEMBUHKAN SAKIT MEDIS DAN NON MEDIS | 68 Komentar

KEKUATAN UPACARA ADAT


KI SABDALANGIT
http://www.sabdalangit.wordpress.com

DSC_6019Upacara adat kali ini merupakan sarana mengonsultasikan persoalan perusakan warisan budaya kepada kekuatan jagad raya. Dan tak akan ada yang luput dari mekanisme pengadilan alam. Mari kita lihat dan saksikan bersama. Seperti diketahui, rencana pembangunan pabrik pengecoran baja di Desa Jati Pasar dan Desa Wates Umpak, Trowulan diprotes berbagai elemen masyarakat. Aktivitas pabrik seluas 36.728 meter persegi dan dampak sosial ekonomi setelahnya dikhawatirkan merusak kelestarian situs Majapahit yang tersebar di kawasan Trowulan.

Acara diawali sambutan oleh panpel KI WONGALUS mengenai segenap persoalan industrialisasi di atas situs Majapahit Trowulan dan segenap upaya yang telah dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Sambutan dilanjutkan dari KKS dan Ki Camat (Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kab Sidoarjo) diteruskan untaian kalimat sambutan dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam paguyuban Safe Trowulan, Trah Majapahit, Majapahit Wilwatikta, Masyarakat Suku Dalu dari Surabaya, Wakil dari Gunung Kawi, sesepuh adat Majapahit di Trowulan, hadir pula sedulur-sedulur dari paguyuban Sanggar Pakeliran Bojanegara, dan beberapa paguyuban dari Blitar dan Kediri. Sumpah Palapa sang Mahapatih Gajah Mada pun dikumandangkan dengan lantang oleh sedulur yang tergabung di dalam paguyuban Trah Majapahit, Majapahit Wilwatikta. Acara demi acara berlangsung dengan khidmatnya serta berisi ungkapan yang sungguh membuat haru dan menyadarkan kita ini sebagai generasi bangsa yang musti mencintai NKRI, dan bangsa yang berbakti kepada para leluhur perintis Nusantara, di antaranya sikap dan tindakan menghormati situs sejarah sebagai pusaka warisan nenek moyang yang mengandung nilai-nilai adiluhung. Kita semua sepakat, jika kita benar-benar memahami sejatining urip dan tentang sangkan paraning dumadi, maka tak ada satupun alasan  untuk merusak situs sejarah peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia. Kecuali otak sudah dicuci dengan doktrin kapitalisme maupun doktrin agama yang sama-sama berbahaya membuat kehancuran di muka bumi.

Udara malam terasa semakin dingin menusuk tulang, angin semakin kencang, namun rasa persaudaraan di antara semua yang hadir malam itu sungguh telah menciptakan kehangatan dan ketentraman. Kami berhayal seandainya Nusantara ini memiliki suasana yang hangat dan tenteram seperti ini, alangkah indahnya, dan alangkah makmurnya menjadi negeri yang diberkahi oleh alam semesta, sang Jagadnata, Tuhan Yang Mahakuasa. Kami tiada pesimis sedikitpun, suatu saat nanti pasti kan tiba waktunya Nusantara menjadi negeri yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi tata titi tentrem kerta raharja. Karena kami melihat tanda-tanda kebenaran prediksi itu tiap hari semakin jelas kejadiannya. Itu semua pelan-pelan terbukti, bukan sekedar hayalan belaka.

Awan BrahuRembulan purnama kian terang benderang memancar di langit sebelah timur, semakin malam rembulan itu semakin ke atas. Dan tampaklah awan putih di angkasa membuat konfigurasi garis lurus semakin lama melebar di samping centrum cahaya rembulan. Pada saat kami semua dari berbagai elemen masyarakat menaiki Candi Brahu untuk menghaturkan uborampe sebagai “oleh-oleh” kepada para sedulur wadag maupun gaib yang menjaga Candi Brahu, saat mata menengadah ke langit, persis di atas candi di ketinggian sana mata kami menatap awan putih lurus dan lebar (tidak sempat memotret dengan kamera) hingga tampak memenuhi sepertiga puncak Candi. Ternyata fenomena itu menandakan kehadiran KRK yang turut hadir pada malam itu.

Kami semua berkumul, sedulur-sedulur dari KKS, AAK, KWA, Ki Camat. Dan dari berbagai elemen masyarakat seperti paguyuban Save Trowulan, Trah Majapahit, Majapahit Wilwatikta, Masyarakat Suku Dalu dari Surabaya, Wakil dari Gunung Kawi, abdi dalem dan juru kunci Candi Brahu serta sesepuh adat Majapahit di Trowulan. Bahkan sedulur titah alus lebih banyak hadir dibanding jumlah kami. Kami semua, titah wadag maupun halus berkumpul di areal Candi Brahu dengan satu tujuan yang sama. Yakni : selamatkan situs Trowulan, Selamatkan Majapahit, Selamatkan Nusantara ! Kami yakin setelah mengkalkulasi secara generalisir melalui berbagai media, masyarakat yang masih peduli dengan nasib situs Majapahit jumlahnya jutaan orang. Biarlah kami berkumpul tidak sampai puluhan ribu pada malam itu, tapi kami haturkan untuk mewakili generasi bangsa yang masih peduli dan tidak rela jika situs Trowulan dirusak dan diinjak-injak untuk sekedar alasan sepele, yakni industrialisasi yang tak jelas untuk memakmurkan siapa.

Malam semakin larut, bau harum dan beraneka aroma tercium di lubang hidung. Saat upacara adat dimulai, bau harum semakin menyengat, udara dingin semakin menusuk tulang, angin semakin kencang bertiup. Hingga tiba-tiba datang kabut putih dan tebal sekali, suasana berubah menjadi lengang, angin berhenti dan berubah menjadi keheingan yang sunyi senyap, pada saat acara ritual telah selesai. Tampak berbagai wujud, mungkin jumlahnya ribuan hadir bersama dalam acara itu. Mereka adalah saudara kita sesama titah Gusti Sang Jagadnata. Sudah selayaknya kita saling menghormati dan menghargai, saling berbagi rasa welas asih. Buang rasa permusuhan dan kebencian, sirnakan prasangka dan stigma buruk  bahwa mereka adalah mahluk jahat. Yang jahat bukanlah mereka, melainkan apa yang ada dalam prasangka buruk bangsa manusia sendiri.

Pada malam itu, secara spontan panpel menerima telepon langsung dari Ketua Bupati Seluruh Indonesia (APKASI) Ir. H. Isran Noor M.Si yang berkenan menyatakan sikapnya sbb : Kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir, kami sangat apresiet atas segala daya upaya untuk melindungi situs sejarah Majapahit yang mengandung nilai adiluhung itu. Kami akan membantu perjuangan saudara-saudara sekalian melalui upaya konstitusional kepada Menteri terkait dan Bapak Presiden agar mengambil kebijaksanaan untuk melindungi situs Majapahit dan semua situs sejarah, bahkan  tidak hanya di Trowulan tetapi juga situs-situs baru yang baru diketemukan yang tersebar diseluruh Indonesia baru-baru ini. Jika ingin menjadi bangsa besar, mulai sekarang kita harus menghargai hasil karya para pendahulu kita, salah satu wujud sikap menghargai itu adalah melindungi situs sejarah bangsa. Seperti kalimat Bung Karno, jasmerah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah! Demikia Isran Noor menyampaikan supportnya kepada perjuangan ini.

Apapun alasannya industrialisasi yang dibangun tepat di atas situs Majapahit sebagai cara pandang yang terbalik dalam menempatkan prioritas kepentingan. Apakah industrialisasi itu layak disebut sebagai upaya membangun ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja, memajukan kesejahteraan masyarakat. Terkesan alasan itu hanya sekedar bulshit yang dicari-cari saja. Atau mungkin para industrialis dan pejabat setempat  malah sudah kerasukan pola pikir sempit dan picik berdasarkan anggapan bahwa semua yang berbau situs sejarah dinilai sumber kemusyrikan, lantas menjadi sah dan halal jika digilas dengan penghancuran maupun industrialisasi kapitalisme yang kenyataannya lebih berhala ketimbang menyembah batu hitam.  Saya pun sah-sah saja menuduh para industrialis dan pejabat setempat sebagai tindakan haram karena telah menginjak-injak martabat dan nilai sejarah yang adiluhung para perintis bangsa, para leluhur yang mewariskan tanah perdikan yang sampai hari ini mereka tinggali sebagai tempat mencari makan. Tidur, berak, makan, cari uang pun kenyataannya masih di wilayah pusaka warisan leluhur bangsa, tapi mereka menghina dan menginjak-injak simbol harga diri dan warisan nolai luhur sang pewaris. Itu yang dinamakan generasi durhaka. Lihat saja, tak ada orang yang selamat jika mendurhakai orang tua dan para leluhurnya sendiri. Apalagi bagi mereka yang hanya menumpang hidup di Nusantara, jelas-jelas sebagai tamu, tapi bertingkah mbagekake (mempersilahkan) yang punya rumah. Nasib apa yang akan mereka alami ?

Berbagai elemen masyarakat telah berusaha mengentikan rencana industrialisasi di atas situs Majapahit, tapi mereka tetap tak bergeming, teguh dalam membutakan hati, mata, dan telinga, bahkan tampak tiang pancang bangunan pabrik baja mulai didirikan. Oke…kalau begitu, kami lakukan ritual upacara adat sebagai bentuk local wisdom untuk memberikan jawaban terakhir jika segala daya upaya untuk menyadarkan suatu kenekadan dan tindakan yang salah,  ternyata tidak juga membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Kami hanya mewakili generasi penerus bangsa yang masih merasakan manfaat situs Majapahit, generasi bangsa yang masih menghormati para leluhurnya. Kami mewakili generasi bangsa untuk mengadu dan memohon, agar para leluhur dan kekuatan alam semesta ini yang akan menyelesaikan konflik dan persoalan industrialisasi di atas situs Majapahit di Trowulan. Boleh saja mereka ketawa dan kacak pinggang melihat apa yang kami lakukan. Tapi kita semua akan menjadi saksi, lihat apa yang akan terjadi !!

Rasakan dan terimalah rasa welas asih kami, sebagai sesama bangsa Indonesia kami masih menyayangi kalian para pejabat dan industrialis di situs Majapahit. Kami mohon dengan sangat, dengarkan semua aspirasi berbagai elemen masyarakat. Perhatikan Perda, dan UU tentang perlindungan situs sejarah. Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1984, tentang Industri; Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2010, tentang Cagar Budaya; Peraturan Presiden RI Nomor 28 Tahun 2012, tentang Rencana Ruang Pulau Jawa-Bali; Peraturan Menteri Kebudayaan dan Kebudayaan RI Nomor PM.105/UM.001/MKP/2010, tentang Perubahan pertama atas Rencana Strategis Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010-2014; Rencana Strategis Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun 2010-2014; Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2012, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2031; RAPERDA Kabupaten Mojokerto Nomor xxx Tahun xxx, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto Tahun 2011-2031. Silahkan mau mengembangkan industrialisasi, kami dukung jika memang bisa meningkatkan kemakmuran bangsa, dan masyarakat setempat. Tetapi pertanyaan kami apakah sudah tidak ada lagi lahan lainnya selain lahan situs penting Majapahit ? Jika tetap ngotot bisa saja orang mulai berfikir, jangan-jangan tidak sekedar mendirikan pabrik baja, tetapi di dalamnya areal tanah terdapat harta warisan Majapahit ? Semua tidak menutup kemungkinan apalagi daerah situs Trowulan memang selalu diselimuti halimun.

Dengarkan kata-kata bijak kami dan aspirasi semua elemen masyarakat. Jika tidak…..ya sudah. Nas..tali pati ! Mumpung masih ada waktu 7 sampai 35 hari. Sekali lagi wahai para industrialis dan pejabat semua yang terkait industrialisasi di atas situs Majapahit di Trowulan, gunakan sisa waktu itu untuk berfikir ulang dan memperhatikan aspirasi masyarakat. Jika tidak, penyesalan di kemudian hari sudah tak berguna lagi. Bukan kekuatan kami yang akan memberikan keadilan, melainkan kekuatan hukum alam, hukum tata keseimbangan kosmos yang akan mengadili semua secara proporsional dan seadil-adilnya. Hukum alam tak pernah menyisakan secuilpun ketidak adilan. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung.

Kami ucapkan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada sedulur-sedulur yang sudah datang ke lokasi jauh-jauh dari Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Jateng, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Blitar, Bojanegara, Gresik, Lumajang dan berbagai tempat lainnya. Alam semesta, para leluhur dan titah alus, mencatat semua amal kebaikan panjenengan semua. Amal kebaikan panjenengan semua itu akan menjadi pagar gaib yang membenti Anda dari segala macam kekuatan jahat. Dan alam semesta akan selalu berpihak pada rencana dan usaha Anda yang positif dan berguna untuk orang banyak. Mari lakukan sesuatu yang bermanfaat utuk generasi yang akan datang., anak cucu kita, darah daging kita sendiri. Asah Asih Asuh. Jayalah Nusantara. @@@

Categories: KI SABDALANGIT: KEKUATAN UPACARA ADAT | 15 Komentar

Blog di WordPress.com.