KISAH HIKMAH


daku624@yahoo.com

Alkisah pada tahun 1995 ada seorang anak bernama Joko Malis dia di tawari Bapaknya 2 pilihan mau sekolah sepak bola apa Mondok? Joko malis memilih mondok di Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari Pasuruan dibawah asuhan KH. Sholeh Bachruddin, memang sejak tamat Sekolah Dasar si Joko ini ingin sekali mondok akhirnya niat itu keturutan juga, pada bulan pertama di pesantren Joko sudah mendapat ujian dari teman kampungnya yang juga mondok di pesantren itu katanya si Joko itu hutangnya banyak sekali kepada temannya seminggu kemudian Ibunya nyambangi dia ke pesantren setelah dia bercerita lama akhirnya orang tua Joko menangis dan ini membuat sedih hatinya, ternyata joko tidak memiliki hutang yang di sangkakan temannya tadi.

Joko setiap hari layaknya teman-teman sesama santri lainnya bangun jam 4 pagi sholat berjama`ah bersama Kyai sehabis dzikir dia mengaji sebentar lalu masak sama teman-temannya untuk sarapan pagi jam 7 dia sekolah MTs pulang pukul 12 siang istrirahat sebentar pukul 1 siang dia berangkat sekolah lagi Diniyah sampai pukul 3 sore langsung jama`ah sholat ashar makan istirahat sebentar lalu sholat mangrib ngaji lagi sampai isya sambil belajar lagi sampai jam 9 malam, menjelang malam kadang cangkru`an dengan sedikit canda tawa di warung kantin sebelah gubuk, begitulah keseharian Joko di Ponpes Ngalah ini. Pernah suatu hari dia tidak punya uang selama tiga hari dan tidak makan seharian, karena malu sama temanya jam 12 malam dia pergi kedapur mengorek ngorek panci dan priuk untuk memakan sisa – sisa nasi gosong bekas priuk yang di pakai teman-temannya tadi sore, Alhamdulillah dia merasa kenyang, kadang-kadang dia melakukan seperti ini jika kehabisan uang, dia juga pernah merasakan memiliki baju sepasang ketika dipondok sehingga waktu bajunya di jemur di sungai dia harus telanjang bulat di bantaran kali sambil mancing ikan, begitu memprihatinkan kondisinya semua kondisi ini bukan faktor kesengajaan tapi memang kejadiannya begitu.

Dari tampangnya si Joko ini biasa-biasa saja, saat mengijak dewasa atau ketika sekolah MA kelas 3 hatinya terpaut dengan seorang gadis di Pesantren Ngalah ini, usut punya usut ternyata rasa cinta yang hadir dari hati si Joko ini bukan dari lubuk hatinya melainkan karena tekena guna-guna sehingga aktifitas kesehariannya terganggu dari yang sholat jama`ah malah jarang sholat jama`ah sekolahnya jarang masuk, hafalan nadhom alfiyah juga berhenti, sering sakit seperti linglung dan sepanen, akhirnya pada suatu malam di Asrama laki-laki sebelah gedung sekolah ada kantin di sebelah kiri kantin tempat pembuangan sampah yang cukup luas di situ terdapat asrama gubuk bambu yang di huni oleh seorang bermana pak nasib dia sudah tua usianya sekitar 50 tahunan, “ joko … sini Nak?” “enggeh”/ ia’ jawab Joko dengan sedikit penasaran. Dia digubuk itu di ceritakan macam-macam soal agama sama pak nasib sehingga dia suka sekali datang ke gubuk itu ketika hatinya terasa sangat cinta kepada gadis itu Joko pun terburu-buru ke gubuk hanya untuk menenangkan hati dan fikirannya sehingga rasa cinta sama gadis pujaannya lekas hilang, kadang-kadang dia datang kegubuk selepas sekolah diniyah dan sering pula bermalam dan memasak di gubuk pak Nasib Dia pernah mengalami makan nasi aking (basi) serta lauk pauknya dari ikan tempe dan ikan asin di cuci di comberan selokan rumah warga ini dilakukan selama hampir 1 tahun bersama pak Nasib, setiap pagi jam 6 Joko harus mengambil nasi basi sisa-sisa bungkusan tadi malam di kantin pondok yang tidak laku dijual kemudian di jemur di comberan warga lalu di keringkan dan dimasak ulang begitulah kesehariannya di pesantren.

Berbulan bulan sudah rasa cinta ini menghinggapi hati si Joko yang pada hati terdalamnya dia tidak ingin bercinta dengan seorang gadis sehingga dia mencoba untk menjauhkan rasa cintanya serta mencari ketenangan hati di gubuk, pada suatu malam dia sholat hajat di gubuk sehingga dalam sujudnya dia mendengar suara “sesungguhnya Aku tidak rela jika hatimu terpaut dengan seorang wanita” sejenak hati dan mata dia meteskan air mata berlinangan sambil sujud dia menerawang jauh angan-angannya sambil ketakutan ‘siapakah yang bersuara tersebut’ dia selalu bertanya-tanya dalam hati sehingga dia punya kesimpulan kuat bahwa suara tersebut datang dari alam gaib, lalu menangislah dia sehingga diapun berprasangka bahwa allah tidak sudi jika hatinya terpaut dengan wanita lain di mana dalam sholat setiap harinya dia selalu mengatakan “aku mencintaimu ya Allah sesungguhnya sholatku hidupku matiku hanya untukMu”.Begitulah tafsiran suara dibalik sujudnya ketika hatinya terhinggapi rasa cinta dengan sorang gadis cantik berwajah cina asal Mojokerto.

Pada suatu saat dia diajak teman-temanya naik ke puncak gunung Arjuna agar hatinya yang sedang di landa asmara biar ada sedikit hiburan dan rasa cintanya bisa hilang, ternyata apa yang terjadi ketika sampai di padepokan Dewi Kunti sebuah tempat peristirahatan pertama pagi para pendaki juga tempat para orang ‘laku’ ngelmu, semalam tidur di padepokan itu pagi harinya Joko di kagetkan dengan ada sebuah benda di atas batu berupa mahkota rupanya barang itu milik serang putri raja yang bertengger di atas batu dengan dibalut plastik putih mengkilat bagaikan emas, Joko hanya bisa bengong tanpa sedikutpun berbicara joko juga tidak memanggil teman-temannya dia diam saja sambil melihat mahkota itu diambilnya di bolak balik di otak atik maunya dia ingin sekali membawa pulang mahkota itu tapi hatinya berkata lain Joko tidak mau mengambil barang itu lantaran takut membawa petaka akhirnya mahkota itu sama si Joko di kembalikan lagi ketempat semula saat itu ada orang lewat di jalan setapak tempat mahkota itu berada anehnya dia tidak melihat mahkota yang di pegang Joko. Sebelum kejadian tersebut malam harinya dia di suruh pulang sama segerombolan 5 orang berjubah hitam berpesan pada temannya Joko kalau naik ke Puncak Arjuno jangan di teruskan. Pagi hari dia dan temannya pulang di asrama joko cerita panjang apa yang dialaminya di perjalanan ke Arjuno kata temannya joko kurang beruntung sebaiknya dia harus membawa pulan mahkota itu Joko sangat kecewa tidak membawa mahkota itu, malamnya dia tidur di gubuk pak nasib dan bermimpi bertemu dengan wanita cantik seperti bidadari luar biasa cantiknya dimimpi itu Joko diberi mahkota di dalam sebuah kamar kerajaan, saat bangun dia tidak menghiraukan atas kejadian semalam dia hanya menganggap ini adalah sebuah hidayah dari allah swt.

Joko berusia 22 tahun pada tahun 2003 bulan April dia lulus sekolah Madrasah Diniyah dan mendapatkan Izajah dari Kyainya dia juga kuliah di Univ. Yudharta Pasuruan ambil Jurusan Ilmu komunikasi tapi dia terminal karena berbagai hal pada semester satu. Joko keluar dari pesantren Ngalah secara sembunyi-sembunyi tanpa pamit ke Kyainya, pemikiran Joko bahwa pondok pesantren Ngalah ini tidak hanya di Purwosari tapi sejawa timur jadi ketika Joko pulang ke Pandaan atau keluar itu artinya Joko hanya pindah asrama saja dari asrama Purwosari ke Asrama Pandaan, Joko ini tidak pernah pamit keluar dari Pesantrennya karena masih dalam wilayah Jawa timur, inilah keunikan Joko segala sesuatu dianggap mudah hehehe … (saya sampai tertawa sendiri)

Di Pesatren Ngalah dia hampir 10 tahun lebih mencari ilmu dan mempelajari lebih dari 144 kitab dari berbagai kitab tafsir pada waktu pulang dari pesantren dia sama sekali tidak membawa pulang kitab-kitabnya atau bajunya semua barang-barang dia tinggalkan begitu saja di asrama kamar D 12 tanpa sepengetahuan siapapun, kenapa Joko berbuat demikian?… dia hanya ingin agar kitab-kitanya bisa di pelajari teman-teman adik kelasnya. Nyaris Joko pulang hanya membawa apa-apa kecuali baju sepasang.

Rumah Jokopun tidak begitu istimewa dia biasa-biasa saja, kitab dan buku-bukunya juga tidak ada, dapat 1 minggu pulang dari pesantren ada seorang kepala sekolah menawari dia untuk jadi pegawai TU di salah satu SMP swasta terpencil di Desanya joko menerima tawaran itu untuk mengabdi di lembaga tersebut mulai bulan Mei 2003 perbulannya Joko selalu bersyukur karena di gaji 50 ribu rupiah selama 2 tahun, dia juga membantu ibunya jualan kue keliling dari toko ke toko warung pelanggan, pernah Joko melanjutnya kuliah tapi lagi-lagi dia bosan kuliah atau faktor ekonomi, lantas pada tahun 2005 gaji Joko naik menjadi 100 ribu perbulan“Alhamdulillah” begitu rasa syukur si Joko tadi kepada allah swt. Pada tahun 2006 gaji Joko naik lagi 50 ribu berarti menjadi 150 ribu ‘Alhamdulillah’ lagi, setiap tahun gaji Joko naik 50 ribu persis pada tahun 2013 ini gaji Joko 550 ribu perbulan kalau di ambil rata-rata dari tahun 2003 gaji Joko sebesar 250 ribu perbulan sedangkan dia menikah pada tahun 2006 istrinya sebagai buruh pabrik peralatan rumah tangga sampai saat ini, ternyata apa kata Joko “sungguh luar biasa allah swt. telah memberikan rezeki sebesar itu… Alhamdulillah ya allah”.

Sampai saat ini sudah 10 tahun lebih si Joko mengabdi di TU SMP dia tidak pernah meminta naik pangkat apalagi naik gaji, jika Joko ditawari naik gaji sama kepala sekolahnya Joko menjawab enteng “ ia trimakasih pak itu saja sudah cukup tidak perlu di naikkan lagi trimakasih” begitulah jawabannya, pekerjaan si Joko ini taruhannya nyawa.. karena hampir setiap bulan 2 kali dia ke Pasuruan yang jaraknya +35 kilo di bayar transport seihklasnya sambil membawa sepeda reot warisan bapaknya yang sudah almarhum tahun 2009, setahu saya sungguh dia tetap bahagia dan tentram hatinya dan tidak pernah mengeluh apalagi bersedih hati sedikitpun.

Saudaraku KWA yang saya banggakan Saya lanjutkan ceritanya

Joko Malis menikah tahun 2006 bukan karena nafsu cinta, dia hanya meminta Ibunya untuk mencarikan Jodoh yang cocok menurut ibunya, Joko tidak pilah pilih. Akhirnya ketemulah wanita idamannya dia adalah wanita keras kepala dan jari tangannya putus 2 biji di tangan kiri dia bukan lulusan pesatren sukanya memakai baju ketat, bapaknya non muslim, wataknya keras sekali,… akan tetapi apa Joko malis “inilah jodoh saya dari allah swt, karena itu saya wajib membinanya”, sehari setelah pesta pernikahan selesai ada seorang pengemis datang kerumah Joko kemudian pengemis tadi di kasih uang dan makan si pengemis tadi tidak mau makan didalam rumah tapi dia makan di teras emperan rumah Joko setelah selesai makan Joko minta doa pada pengemis tadi agar rumah tangganya di jadikan rumah tangga yang sakinah mawaddah warrohma dengan mengangkat kedua telapak tangan Joko tidak malu-malu meminta doa meskipun tetangga melihatnya sedikit ‘nggilani’ alias jorok karena pengemisnya berpakaian compang camping … joko tetap enjoy.

Hari pertama mengarungi samudra rumah tangga Joko diminta sama istrinya untuk menempati rumah neneknya di rumah itu tidak ada air, kamar mandi dan di dapur rumah itu penuh kotoran ayam karena jadi satu kandang ayam dan dapur KFC ala Joko Malis akhirnya kalau malam hari Joko mau buat hajat ya di dapur itu … ceboknya pakai batu 3 buah tanpa air lalu kotorannya di masukkan ke plastik paginya dibuang ke sungai yang cukup jauh tidak ada airnya hidup seperti ini di alami joko selama 2 tahun, Joko kalau tidak mau membersihkan rumahnya dia di pukul sama istrinya dengan sapu lidi dan di tendang sambil berkata-kata kotor kepada Joko … Joko tetap sabar dan bahagia membina istri semacam ini. Justru hal yang demikian yang Joko inginkan (aneh apakah ini termasuk manusia yang wajar?).

Setelah tahun 2009 Bapak kandung Joko Malis meninggal dunia di usia 53 di RSUD Sidoarjo pukul 3 sore, akhirnya Joko dan istrinya menempati rumah bapaknya bersama Ibu kandung sehingga rumah tersebut berisi 3 orang, watak istrinya tetap dan makin menjadi-jadi di rumah mertuanya akan tetapi perasaan dan hati Joko lain dari manusia wajar sangat terbiasa Joko menuruti segala kemauan istrinya ‘agar rumah tangganya damai dan sejahterah adem ayem makmur sentosa serta malaikat banyak yang berdatangan ‘ katanya’ (andai saja kalau ini istri saya ! hmmm^%$#%%^). Ujian dan terpaan hidup berikutnya datang lagi menghampiri keluarga Joko pada waktu malam hari ada kelabang merah besar di sebelah kasuryang akan menggigit atau Ngentub Istrinya kontan saja joko ambil sapu dan plastik ternyata klabang tadi sama joko di giring di masukkan ke plastik lalu di buang di selokan jalan depan rumahnya dan ini sering terjadi. Peritiwa ujian datang lagi menghampiri Joko ketika dia mau buang hajat di WC rumahnya ada kalajengking besar dalam kakus lantas Joko ambil cibuk sama pembersih kakus dengan susah payah Kalajengkingnya dimasukkan ke cebuk sama joko langsung dibuang ke sekolan depan rumahnya dapat 2 hari kalajengking kembali lagi kerumah joko dan masuk di kakus lagi ini terjadi 3 kali kalajengking itu di selamatkan Joko, besok lusanya Joko dengar kalau kalajengking mati di genjet sama bibinya, lantas Joko mengucapkan ‘Innalilahi”. Dan masih buanyak peristiwa-peristiwa menantang yang dialami Joko dalam kehidupannya. Demikian sekelumit cerita kehidupannya sampai tanggal 17 Januari 2013 kemarin.

Inilah pesan beliau kepada saya :

“Saudaraku janganlah kalian belajar alqur`an, kitab-kitab besar, ilmu-ilmu besar, sebelum kamu bisa mengamalkan isi dari pada bacaan Bismillahirrohmanirrohim’, jika kamu sudah bisa mengamalkan isi kandungan bismillah maka semua ilmu akan masuk ke hatimu dengan sendirinya, tentunya juga kirim fatikha ke orang-orang penghulu zaman ( maksudnya para nabi, wali, kyai, shuhada’ guru-guru kita dan orang tua kita), harus kita taati segala fatwanya, sopan santun, andha asor, sabar, dermawan, nerimo ing pandum, Ngalah”.

“Secara hakekat seorang doktor, professor belum tentu dikatakan menguasai ajaran islam kalau belum bisa mengamalkan isi kandungan Bismillah kita tahu kalam bismillah adalah pelajaran anak-anak pelajaran anak kecil kalian semua masih TK/ PAUD saja kalian belum lulus…

di dunia ini hanya beberapa orang saja yang dikatakan sarjana dan doktor islam yang mengerti serta mengamalkannya”.

Demikian sedikit cerita dari saya tentang kehidupan si Joko Malis semoga bisa menginspirasi sedulur KWA semuanya agar menjadi hamba yang di cintaiNYA. Amin alfatikha …1 X . @@@

Iklan

39 pemikiran pada “KISAH HIKMAH

  1. subhanallah,,, salut untuk mas joko, dan minta doanya agar anakku betah dipondokkan, karena ada kendala besar buat dia, dipondok merasa kurang diperhatikan soal makan, jadi kaget dengan kondisi itu, dia kadang pulang dan selalu minta pindah.

  2. Kisah yang sangat menyentuh,ternyata masih ada dijaman ini orang jujur,sederhana dan bersahaja serta berhati mulia,ikhlas dan pasrah hanya kepada Allah SWT

  3. sent alfateha buat joko Malis 1x..
    Assalammualaikum Wr.Wb
    Salam slim buat anggota dan sesepuh KWA,semoga KWA semakin besar dan semakin memawa berkah bagi negara ini…..w
    Wasammualaikum

  4. absen malam…menarik skli hikmah d blik cerita d atas…kiranya ALLAH swt…tlh membukakan pintu surga dri kesabaran yg tiada akhir….cobaan mmg berat tpi indah skli nikmat yg akn d brikan Allah kelak bg org2 yg sabar….

  5. y Allah, crita yg hmpir sm dgn khdupan ku

    slama in aq sring mngelu, tp stelah mbca crita in
    aq sdar, in smua adlh ujian..

  6. assalamu’alaikum bapak KWA,salam salimsemu buat saudara q di kampus ini.mudah2an kisah ini bisa kita ambil hikmah ny ……………..

  7. Bismillahirahmanirahim, Dengan menyebut nama Allah yg maha pengasih lagi maha penyayang. Berarti Allah atau Tuhan itu mempunyai nama, Siapa nama Allah itu ? Nama yg agung itu hanya akan kita dapatkan jika kita terpilih untuk menempuh jalan hakekat.

  8. Bismillahirrohmannirrohim….
    Sangat Inspiratif, saya sering lupa saya sering mengucapkan tapi blum tentu mampu mengamalkan seperti mas joko.
    Mudah”an menjadi Ilham buat saya, keluarga, saudara dan saudara seiman semuanya.
    Aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s