Monthly Archives: Juni 2013

ILMU PELET REJEKI LANCAR


Wongalus

JADILAH SEORANG MUSLIM YANG KUAT DAN JANGAN JADI MUSLIM YANG LEMAH. KUAT ARTINYA KUAT JIWA RAGANYA, KUAT SOSIAL KEMASYARAKATANNYA DAN KUAT EKONOMINYA. MUSLIM YANG KUAT LEBIH DISUKAI ALLAH SWT DIBANDING MUSLIM YANG LEMAH KARENA DENGAN KEKUATAN KITA MAKA KITA BISA BERBUAT LEBIH BANYAK MEMBANTU DAN BERDERMA.

Ilmu Pelet tidak hanya untuk menarik orang/manusia agar mendekati kita. Ada pula pelet khusus rejeki dimana seorang pengamalnya akan didatangi oleh rejeki berupa uang/harta benda/persaudaraan/kesehatan dan rejeki-rejeki yang lainnya. Siapkan diri anda untuk menerima rejeki lebih banyak dengan cara bekerja keras, kreatif membuka lapangan kerja/usaha baru (USAHA SAMPINGAN misalnya laundry, jualan pulsa, katering, bikin usaha makanan/minuman yang sesuai dengan adat setempat, jasa sablon kaos, makelaran dll). Selanjutnya riyadhoh dengan mengamalkan ilmu ini. Semoga kita semua semakin rajin bersedekah begitu rejeki mengalir tiada hentinya.

 Berikut amalan pelet rejeki….

 *** SHOLAT DHUHA ***

Sholat dhuha atau sholat sunah dhuha merupakan sholat sunah yang dikerjakan pada waktu dhuha sebanyak 2 ROKAAT. Waktu dhuha merupakan waktu dimana matahari telah terbit atau naik kurang lebih 7 hasta hingga terasa panas menjelang shalat dzhur. atau sekitar jam 7 sampai jam 11, tentunya setiap daerah berbeda, tergantung posisi matahari pada daerah masing-masing. Sholat dhuha sebaiknya dikerjakan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan pagi. Sholat dhuha dilakukan secara sendiri atau tidak berjamaah.

Untuk niat sholat dhuha hampir sama dengan sholat sunah lainnya, yaitu sebagai berikut: Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa

 Tata cara sama dengan sholat sunnah pada umumnya.

  1. Takbir
  2. Doa iftitah
  3. Surah al fatihah
  4. Satu ayat dalam Al Quran.
  5. Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
  6. I’tidal dan membaca bacaannya
  7.  Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  8. Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya
  9. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  10. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua
  11. kemudian Tasyahhud akhir setelah
  12. Selesai maka membaca salam dua kali.

 Selesai SHOLAT bacalah doa sholat dhuha

ALLAHUMMA INNADH DHUHAA DHUHAUKA, WAL BAHAAA BAHAAUKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FAAKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAAIKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHOLIHIN.

Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha Mu, keagungan adalah keagunan Mu, keindahan adalah keindahan Mu, kekuatan adalah kekuatan Mu, penjagaan adalah penjagaan Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh

 ==========================================

***KUNCINYA***

KETIKA SUJUD TERAKHIR SHOLAT DHUHA TERSEBUT BACA DOA SHOLAWAT INI….

ALLOHUMMA SHOLLI WA SALLIM WA BARIK ‘ALA SAYIDINA MUHAMMADIN WA ALA ALIHI BI ADADI ANWAA’IR RIZQI WAL FUTUUHAATI, YAA BASITHALLADZI YABSUTHURRIZQA LIMAN YASYAA’U BIGHOIRI HISAABIN, UBSUTH’ALAYNA RIZQAN WASI’AN MIN KULLI WIJHATIN MIN JAMI’II GHAIBIKA BIGHAIRI MINNATIN MAKHLUUQIN BIMAHDHI FADHLIKA WA KARAMIKA YA RAHMANU.

Yaa Allah limpahkan rahmat, keselamatan dan keberkahan atas junjungan kita Nabi Muhammad saw dan kepada keluarganya, sebanyak bilangan rizki dan pintu-pintu rizki. Wahai dzat yang Meluaskan rezki kepada orang yang dikehendaki tanpa hitungan. Anugerahkan rizki yang luas bagi kami dari setiap penjuru dari perbendaharaan rizki-Mu yang gaib dengan tiada makhluk lain yang iri, dengan anugerah dan kedermawanan-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah

===================================================

SELESAI MENGAMALKAN MAKA KITA WAJIB PASRAH. SEBAB KITA SUDAH BERUSAHA MAKSIMAL DAN BERDOA. KEPADA SIAPA KITA PASRAH? TENTU SAJA HANYA KEPADA ALLAH SWT. SATU SATUNYA DZAT TEMPAT KITA BERGANTUNG.

 Demikian amalan di atas. Terima kasih dan salam persaudaraan. @@@

Iklan
Categories: ILMU PELET REJEKI LANCAR | 162 Komentar

AL FATIHAH UNTUK BERAGAM KEBUTUHAN HIDUP


Wongalus

Al-Fatihah merupakan satu-satunya surah yang dipandang penting dalam SHOLAT. SHOLAT dianggap tidak sah apabila pembacanya tidak membaca surah ini. Dalam hadits dinyatakan bahwa sholat yang tidak disertai al-Fatihah adalah sholat yang “tidak sempurna”. Walau begitu, hal tersebut tidak berlaku bagi orang yang tidak hafal Al-Fatihah. Dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang tidak hafal Al-Fatihah diperintahkan membaca:

“Maha Suci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah.”

Dalam pelaksanaan sholat, Al-Fatihah dibaca setelah pembacaan doa Iftitah dan dilanjutkan dengan “AMIN” dan kemudian membaca ayat atau surah al-Qur’an (pada rakaa’at tertentu). Al-Fatihah yang dibaca pada rakaat pertama dan kedua dalam sholat, harus diiringi dengan ayat atau surah lain al-Qur’an. Sedangkan pada rakaat ketiga hingga keempat, hanya Al-Fatihah saja yang dibaca.

Disebutkan bahwa pembacaan Al-Fatihah seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah dengan memberi jeda pada setiap ayat hingga selesai membacanya. Selain itu, kadang bacaan Nabi Muhammad pada ayat Maliki yaumiddin dengan ma pendek dibaca Māliki yaumiddīn dengan ma panjang.

Dalam sholat, Al-Fatihah biasanya diakhiri dengan kata “Amin”. “Amin” dalam sholat Jahr biasanya didahului oleh imam dan kemudian diikuti oleh makmum. Pembacaan “Amin” diharuskan dengan suara keras dan panjang. Dalam hadits disebutkan bahwa makmum harus mengucapkan “amin” karena malaikat juga mengucapkannya, sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa “amin” diucapkan apabila imam mengucapkannya.

Pembacaan Al-Fatihah dan surah-surah lain dalam sholat ada yang membacanya keras dan ada yang lirih. Hal itu tergantung dai sholat yang sedang dijalankan dan urutan rakaat dalam sholat. Sholat yang melirihkan seluruh bacaannya (termasuk Al-Fatihah dan surah-surah lain) dari awal hingga akhir sholat, disebut Sholat Sir (membaca tanpa suara). Sholat Sir contohnya adalah Sholat Zuhur dan Sholat Ashar dimana seluruh bacaan sholat dalam sholat itu dilirihkan.

Selain sholat Sir, terdapat pula sholat Jahr, yaitu sholat yang membaca dengan suara keras. Sholat Jahr contohnya adalah sholat Subuh, sholat Maghrib, dan sholat Isya’. Dalam sholat Jahr yang berjamaah, Al-Fatihah dan surah-surah lain dibaca dengan keras oleh imam sholat.

Sedangkan pada saat itu, makmum tidak diperbolehkan mengikuti bacaan Imam karena dapat mengganggu bacaan Imam dan hanya untuk mendengarkan. Makmum diperbolehkan membaca (dengan lirih) apabila imam tidak mengeraskan suaranya. Sementara dalam Sholat Lail, bacaan Al-Fatihah diperbolehkan membaca keras dan diperbolehkan lirih.

Al-Fatihah Dinamakan Ummul Qur’an (induk Al-Quran/أمّالقرءان) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab/أمّالكتاب) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab’ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang/السبعالمثاني) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sholat. (Arab: الفاتح , al-Fātihah, “Pembukaan”) adalah surah pertama dalam al-Qur’an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur’an. Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran.

 BERIKUT BEBERAPA CONTOH APLIKASI SURAH AL FATIHAH UNTUK BERBAGAI KEPERLUAN…

 IKHTIAR MENGHILANGKAN PENYAKIT FISIK DAN METAFISIK BERAT: 

tulislah surat Al-Fatihah dengan huruf Arab pada piring putih dan suci lalu dihapuskan dengan air. Lalu  baca doa…

 “Duh Gusti Allah, kulo nyuwun panjenengan ilangke loro bala bencono soko dongane Nabi-Mu ingkang al- Amin soko kersaning panjenengan”.

 Atau boleh pakai bahasa Indonesia

 “Ya Allah, hilangkan daripada orang ini keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu”.

 dan berikan minum pada orang yang SAKIT, maka ia akan SEMBUH dengan izin Allah SWT.

 Bila penyakit fisik dan metafisik yang tergolong ringan cukup baca Surah Al-Fatihah sebanyak 40 kali dan tiupkan ke piring berisi air dan air itu diusap-usapkan pada kedua belah tangan, kedua belah kaki, muka, kepala dan seluruh badan, lalu diminum, Insya Allah menjadi sembuh.

 ========================

 

HILANGKAN SAKIT GIGI….

 Untuk dirinya sendiri caranya sbb: sediakan air yang dicampur garam lalu membaca Al-Fatihah dan berdoa sebanyak 7 kali:

 “Duh Gusti Allah, kulo nyuwun panjenengan ilangke loro bala bencono soko dongane Nabi-Mu ingkang al- Amin soko kersaning panjenengan”.

 Selesai berdoa tiupkanlah ke air yang bercampur garam tersebut dan pakai untuk berkumur sekitar 3 menit lalu buang air tersebut. Insya allah sakit akan segera hilang.

 ============================

HILANGKAN SIFAT PELUPA ….

 Ikhtiar menghilangkan sifat pelupa  Tulislah surat Al-Fatihah dengan huruf Arab pada piring putih dan suci lalu dihapuskan dengan air dan berikan minum pada orang yang pelupa, maka ia akan hilang sifat pelupanya dengan izin Allah SWT.

 =============================

SEMUA HAJAT AKAN TERKABUL…..

Membaca surah Al-Fatihah sebanyak 41 kali berturut-turut MENJELANG SHOLAT SUBUH kemudian memohon kepada Allah dengan doa sebagai berikut:

 INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN AYYAQULA LAHU KUN (SAMPAIKAN HAJAT ANDA DENGAN BAHASA YANG ANDA MENGERTI) FAYAKUN.

 Insya Allah semua hajat anda akan dipenuhi oleh Allah SWT.

 ==================

PEMBUKA REZEKI, PANGKAT DERAJAT,  MUDAHKAN URUSANNYA, HILANGKAN KESUSAHAN, BAROKAH DAN KEMULIAAN, BERWIBAWA, BERPANGKAT LUHUR, BERPENGHIDUPAN BAIK, ANAK-ANAK TERLINDUNG DARI KEMUDHARATAN DAN KERUSAKAN SERTA DIANUGERAHKAN KEBAHAGIAAN

Baca Al-Fatihah sebanyak 20 kali setiap selesai sembahyang fardhu lima waktu.

 DEMIKIAN SEDIKIT YANG BISA DISAMPAIKAN, DAN MASIH BANYAK LAGI SAMUDRA AL FATIHAH YANG BISA DISELAMI SEHINGGA KITA BISA MENDAPATKAN MANFAAT SECARA NYATA DAN MENCINTAI AL FATIHAH INI DENGAN SEPENUH HATI. TERIMA KASIH. @@@

Categories: ALFATIHAH DAN FADHILAHNYA | 88 Komentar

MOHON DOA RESTU TERJUN KE MASYARAKAT


Assalamualaikum wr wb. Alhamdulillah puja puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-NYA sehingga acara Pelatihan Paranormal Profesional KAMPUS WONG ALUS (tingkat guru) terlaksana dengan baik dan lancar.

Kami atas nama panitia penyelenggara menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang ikut serta membantu secara langsung maupun tidak langsung di dalam penyelenggaraan pelatihan ini.

Pelatihan Paranormal Profesional KWA (tingkat guru) yang diselenggarakan pada tanggal 14 s.d 16 Juni 2013 bertempat di lereng gunung Penanggungan kemarin juga menjadi pintu gerbang bagi tujuh (7) peserta pelatihan sehingga bisa terjun ke masyarakat untuk menjadi paranormal yang menjunjung tinggi integritas dan memiliki sikap perilaku dan etika yang baik.

Mereka adalah ALUMNI GENERASI KETIGA dan kami berikan nama sebagai berikut:

1.      KI CAKRA RASYID PENANGGUNGAN, Jakarta, Phone 097780080019

2.     KI CAKRA  SARYANTO PENANGGUNGAN, Purworejo Jateng, Phone 085743154447

3.     KI CAKRA MELSANOFRI PENANGGUNGAN, Palembang, Phone 08127854474

4.     KI CAKRA WASLAN PENANGGUNGAN, Mimika Papua, Phone 085244900456

5.     KI CAKRA SAMSUL PENANGGUNGAN, Lampung Timur, Phone 081266014575

6.      KI CAKRA WIDODO PENANGGUNGAN, Pati Jateng, Phone 085640859477

7.     KI CAKRA AKBAR  PENANGGUNGAN, Enrekang Sulsel, Phone 081944260882

Kepada sedulur-sedulur pembaca KWA, bila tempat dan domisili anda dekat dengan tempat domisili tujuh paranormal guru ini, bertemanlah kepada mereka karena mereka orang-orang yang baik dan jujur, belajarlah beragam ilmu yang telah kami wedar untuk mereka, mintailah bantuan dan pertolongan karena akan membantu anda dengan cara-cara yang benar dan jujur.  Saya sudah menganggap mereka keluarga dan alhamdulillah saya mendapati mereka adalah orang-orang yang tawaduk, berjiwa sosial yang tinggi, amanah dalam hal ilmu dan luar biasa dalam hal amal ibadah.

Wusana kata, mewakili tujuh saudara paranormal KWA kami atas nama panitia penyelenggara pelatihan mohon doa restu agar upaya pengabdian kami untuk masyarakat (lokal, nasional dan internasional) bisa mendatangkan ridho Allah SWT.  Sekian, terima kasih atas perhatiannya,Wallahul  muwaffiq  ilaa  aqwamit  thoriq, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

@wongalus, Jolotundo, 2013

DSCN2423DSCN2355DSCN2344DSCN2372DSCN2411

===================================================

ALUMNI GENERASI PERTAMA

DSC_0072

1. KI AGENG AGUNG PENANGGUNGAN, KEDIRI

2. KI AGENG ISLANUDIN PENANGGUNGAN, INDRAMAYU
email:
islanudin@yahoo.com

3. KI AGENG AGUS PENANGGUNGAN, JAKARTA

email: agus.supriadi@ymail.com

4. KI AGENG YOHAN PENANGGUNGAN, CIREBON

5. KI AGENG BAYU PENANGGUNGAN, JAKARTA

email: anyabrea212@gmail.com

 ===============================================

ALUMNI GENERASI KEDUA

DSC_0009

1. KI AGENG WAN MUHAMMAD PENANGGUNGAN, MALAYSIA
email:
tokkutan@gmail.com

 ==============================================

daftar lengkap alumni PELATIHAN https://wongalus.wordpress.com/alumni-kwa/

informasi: kiwongalus2013@gmail.com

Categories: Pelatihan Paranormal KWA (TINGKAT GURU)

CARA MEMILIKI TEMAN JIN


wongalus

Jin adalah salah satu makhluk yang tertera jelas dalam Al Qur’an. Surah Al-Jinn (Arab: الجنّ ,”Jin”) adalah surah ke-72 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat. Dinamakan “al-Jinn” yang berarti “Jin” diambil dari kata “al-Jinn” yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan al-Qur’an dan mereka mengikuti ajaran al-Qur’an tersebut.

Kharaithi di dalam kitabnya yang berjudul Hawatiful Jan (bisikan-bisikan jin) mengetengahkan sebuah hadis yang teksnya bahwasanya ada seorang lelaki dari kalangan Bani Tamim yang dikenal dengan nama Rafi’ bin Umair, ia menceritakan tentang keadaannya sewaktu baru masuk Islam. Untuk itu ia menceritakan, sesungguhnya pada suatu hari aku sedang mengadakan perjalanan, dan sewaktu sampai di Ramal Alij telah malam, perasaan kantuk yang sangat menguasai diriku lalu segera aku turun dari unta kendaraanku, kemudian untaku itu kutambatkan dengan kuat.

Aku tidur, dan sebelum tidur terlebih dahulu aku meminta perlindungan; untuk itu aku mengatakan, ‘Aku berlindung kepada penunggu lembah ini dari gangguan jin.’ Di dalam tidurku aku bermimpi melihat seorang laki-laki yang membawa sebilah tombak kecil di tangannya, ia bermaksud untuk menusukkannya ke leher untaku. Aku terbangun karena terkejut, dan aku melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi ternyata aku tidak melihat sesuatu pun yang mencurigakan. Aku berkata kepada diriku sendiri, ini adalah mimpi buruk.

Kemudian aku kembali meneruskan tidurku, dan ternyata aku kembali melihat laki-laki itu berbuat hal yang sama, maka aku terbangun karena terkejut. Aku lihat untaku gelisah dan sewaktu aku menengoknya ternyata ada seorang laki-laki muda seperti yang aku lihat di dalam mimpiku seraya membawa tombak kecil di tangannya, dan aku lihat pula ada seorang syekh (orang tua) yang sedang memegang tangan laki-laki itu seraya melarangnya supaya untaku itu jangan dibunuh.

Ketika keduanya sedang saling bertengkar, tiba-tiba muncullah tiga ekor sapi jantan liar. Lalu orang (jin) yang tua itu berkata kepada jin yang muda, ‘Sekarang pergilah kamu, dan ambillah mana saja yang kamu sukai dari banteng-banteng liar itu, sebagai tebusan dan pengganti dari unta milik manusia yang aku lindungi ini.’

Lalu jin muda itu mengambil seekor sapi jantan (banteng) liar dan langsung pergi dari situ, selanjutnya aku menoleh kepada jin tua itu, dan ia berkata kepadaku, ‘Hai kamu! Apabila kamu beristirahat pada salah satu lembah, kamu merasa takut akan keseramannya, maka katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb Muhammad dari keseraman lembah ini.’ Jangan kamu meminta perlindungan kepada jin siapa pun, karena sesungguhnya hal itu adalah perkara yang batil.

Aku bertanya, ‘Siapakah Muhammad itu?’ Ia menjawab, ‘Dia adalah nabi berkebangsaan Arab; dia bukan dari timur dan bukan pula dari barat, dan dia diutus pada hari Senin.’ Aku bertanya lagi, ‘Maka di manakah tempat tinggalnya?’ Ia menjawab, ‘Di kota Yatsrib yang banyak pohon kurmanya.’ Maka segera aku menaiki kendaraan untaku ketika waktu subuh telah lewat (matahari terbit) dan aku pacu untaku hingga masuk ke dalam kota Madinah. Sesampainya aku di Madinah Rasulullah saw. melihatku dan beliau langsung menceritakan tentang perihal diriku dan apa yang telah terjadi denganku sebelum aku menceritakan sepatah kata pun tentangnya. Dia mengajak aku untuk masuk Islam, maka aku pun masuk Islam.”

Said bin Jubair mengatakan, “Kami telah memastikan, bahwa berkenaan dengan dialah Allah menurunkan firman berikut ini, ‘Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.'” (Q.S. Al-Jin 6)

Khara’ithi mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Muqatil, sehubungan dengan ayat ini, yaitu firman-Nya, “Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang banyak.” (Q.S. Al-Jin 16) Muqatil menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang kafir Quraisy, yaitu sewaktu mereka tidak mendapatkan hujan selama tujuh tahun.

===BERTEMAN DENGAN JIN===

Bersaudara dengan jin tentu saja diperbolehkan asal tidak melanggar batas. Yang dilarang adalah menyembah jin. Perlakukan jin sama dengan makhluk Allah SWT dimana kita perlu menghormati eksistensinya dan kita tidak boleh berlaku semena-mena. Bukankah kita tidak boleh merusak pohon, membunuh binatang semau kita, berbuat jahat kepada siapapun termasuk kepada jin?

Nah, berikut amalan bertemu dan berteman dengan jin adalah:

SHOLAT SUNNAH 2 RAKAAT

AL-FATIHAH

DO’A NURBUAT

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM. ALLAHUMMA DZISSHULTHANIL AZHIIM. WA DZIL MANNIL QADIM WA DZIL WAJHIL KARIIM WA WALIYYIL KALIMAATIT TAMMAATI WAD DA’AWAATI MUSTAJAABATI ‘AAQILIL HASANI WAL HUSAINI MIN ANFUSIL HAQQI ‘AINIL QUDRATI WANNAAZHIRINNA WA ‘AINIL INSI WAL JINNI WA IN YAKADUL LADZIINNA KAFARUU LA YUZLIQUUNAKA BI-ABSHAARIHIM LAMMA SAMI’UDZ DZIKRA WA YAQUULUUNA INNAHU LAMAJNUUN WA MAA HUWA ILLA DZIKRUL LIL ‘AALAMIINA WA MUSTAJAABU LUQMANAL HAKIIMI. WA WARITSA SULAIMAANU DAAWUDA ‘ALAIHIMAS SALAAMU AL WADUUDU DZUL ‘ARSYIL MAJIIDI THAWWIL ‘UMRII WA SHAHHIH AJSADII WAQDHI HAAJATII WA AKTSIR AMWAALII WA AULAADII WA HABBIB LINNAASI AJMA’IN WATABAA ‘ADIL ‘ADAA WATA KULLAHAA MIN BANII AADAMA ‘ALAIHIS SALAAMU MAN KAANA HAYYA WA YAHIQQAL QAULU ‘ALALKAAFIRIINA WAQUL JAA AL HAQQU WA ZAHAQALBAATHILU INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQAA. WA NUNAZZILU MINAL QUR’AANI MAA HUWA SYIFAA-UW WA RAHMATUL LIL MU’MINIINA. WA LAA YAZIIDU ZHAALIMIINA ILLAA KHOSAARON. SUBHAANA RABBIKA RABBIL ‘IZZATI ‘AMMMAA YASHIFUUNA WA SALAAMUN ‘ALAL MURSHALIINA WAL HAMDU LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN

SURAH AL-JINN (hapalkan dan baca berulang-ulang sampai anda ditemui jin)

QUL UUHIYA ILAYYA ANNAHU ISTAMA’A NAFARUN MINA ALJINNI FAQAALUU INNAA SAMI’NAA QUR-AANAN ‘AJABAAN YAHDII ILAA ALRRUSYDI FAAAMANNAA BIHI WALAN NUSYRIKA BIRABBINAA AHADAAN WA-ANNAHU TA’AALAA JADDU RABBINAA MAA ITTAKHADZA SHAAHIBATAN WALAA WALADAAN  WA-ANNAHU KAANA YAQUULU SAFIIHUNAA ‘ALAA ALLAAHI SYATHATHAAN WA-ANNAA ZHANANNAA AN LAN TAQUULA AL-INSU WAALJINNU ‘ALAA ALLAAHI KADZIBAAN WA-ANNAHU KAANA RIJAALUN MINA AL-INSI YA’UUDZUUNA BIRIJAALIN MINA ALJINNI FAZAADUUHUM RAHAQAAN WA-ANNAHUM ZHANNUU KAMAA ZHANANTUM AN LAN YAB’ATSA ALLAAHU AHADAAN WA-ANNAA LAMASNAA ALSSAMAA-A FAWAJADNAAHAA MULI-AT HARASAN SYADIIDAN WASYUHUBAAN WA-ANNAA KUNNAA NAQ’UDU MINHAA MAQAA’IDA LILSSAM’I FAMAN YASTAMI’I AL-AANA YAJID LAHU SYIHAABAN RASHADAAN WA-ANNAA LAA NADRII ASYARRUN URIIDA BIMAN FII AL-ARDHI AM ARAADA BIHIM RABBUHUM RASYADAAN WA-ANNAA MINNAA ALSHSHAALIHUUNA WAMINNAA DUUNA DZAALIKA KUNNAA THARAA-IQA QIDADAAN WANNAA ZHANANNAA AN LAN NU’JIZA ALLAAHA FII AL-ARDHI WALAN NU’JIZAHU HARABAAN WA-ANNAA LAMMAA SAMI’NAA ALHUDAA AAMANNAA BIHI FAMAN YU/MIN BIRABBIHI FALAA YAKHAAFU BAKHSAN WALAA RAHAQAAN WA-ANNAA MINNAA ALMUSLIMUUNA WAMINNAA ALQAASITHUUNA FAMAN ASLAMA FAULAA-IKA TAHARRAW RASYADAAN WA-AMAA ALQAASITHUUNA FAKAANUU LIJAHANNAMA HATHABAAN WA-ALLAWI ISTAQAAMUU ‘ALAA ALTHTHHARIIQATI LA-ASQAYNAAHUM MAA-AN GHADAQAAN LINAFTINAHUM FIIHI WAMAN YU’RIDH ‘AN DZIKRI RABBIHI YASLUK-HU ‘ADZAABAN SHA’ADAAN WA-ANNA ALMASAAJIDA LILLAAHI FALAA TAD’UU MA’A ALLAAHI AHADAAN WA-ANNAHU LAMMAA QAAMA ‘ABDU ALLAAHI YAD’UUHU KAADUU YAKUUNUUNA ‘ALAYHI LIBADAAN QUL INNAMAA AD’UU RABBII WALAA USYRIKU BIHI AHADAAN QUL INNII LAA AMLIKU LAKUM DHARRAN WALAA RASYADAAN QUL INNII LAN YUJIIRANII MINA ALLAAHI AHADUN WALAN AJIDA MIN DUUNIHI MULTAHADAAN ILLAA BALAAGHAN MINA ALLAAHI WARISAALAATIHI WAMAN YA’SHI ALLAAHA WARASUULAHU FA-INNA LAHU NAARA JAHANNAMA KHAALIDIINA FIIHAA ABADAAN HATTAA IDZAA RA-AW MAA YUU’ADUUNA FASAYA’LAMUUNA MAN ADH’AFU NAASIRAN WA-AQALLU ‘ADADAAN QUL IN ADRII AQARIIBUN MAA TUU’ADUUNA AM YAJ’ALU LAHU RABBII AMADAAN ‘AALIMU ALGHAYBI FALAA YUZHHIRU ‘ALAA GHAYBIHI AHADAAN ILLAA MANI IRTADAA MIN RASUULIN FA-INNAHU YASLUKU MIN BAYNI YADAYHI WAMIN KHALFIHI RASHADAAN LIYA’LAMA AN QAD ABLAGHUU RISAALAATI RABBIHIM WA-AHATHA BIMAA LADAYHIM WA-AHSAA KULLA SYAY-IN ‘ADADAAN

Ketika membaca berulang-ulang surah jin tentu akan terjadi berbagai fenomena penampakan yang berbeda-beda. Namun lanjutkan saja membaca surah al Jin sehingga jin benar-benar datang (bila belum datang ulangi lain waktu seterusnya), bila jin datang maka dia akan menampakkan tanda-tanda bahkan akan menyapa anda dan kemudian sampaikan niat anda untuk menjadikannya teman dan ajukan syarat agar pertemanan itu berlangsung atas dasar keikhlasan dan tidak ada syarat-syarat yang memberatkan. Bila jin mau bersahabat dengan anda maka dia akan memberikan kunci password pemanggilan. Misalnya: jin meminta agar anda menghentakkan kaki ke tanah sambil memanggil namanya dan seterusnya.

TAMBAHAN: setelah anda selesai wirid maka tiupkan ke sebuah benda (misalnya cincin) maka benda ( cincin ) tersebut akan disayangi  jin.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 117 Komentar

PESAN UNTUK SEMUA


Banyak orang yang belajar ilmu metafisika untuk tujuan mengubah energi menjadi materi tapi sedikit orang yang menimba ilmu metafisika untuk mengubah materi menjadi energi.

Meskipun kita semua membutuhkan materi tapi hendaknya cukupkan untuk kebutuhan bukan untuk keinginan. karena materi yang terlalu banyak akan memberatkan amal kita di akherat.

Agus Tri Rahardjo

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 13 Komentar

NGALAP BERKAH DAN MENGUKUR TUAH ’JIMAT’


===RYAN===

Banyak kalangan menganggap bahwa bertabarruk mencari berkah, mengharapkannya, dan meyakininya kepada benda mati dianggap musyrik. (berkah ( بَرَكَةٌ / barokah menurut bahasa Arab artinya adalah kebaikan). Banyak yang yakin bahwa perilaku bertabarruk tersebut tidak ada ayat di dalam Al Quran dan tidak ada acuan dalam As Sunah. Keyakinan tersebut biasanya dibenamkan lewat pendidikan agama yang diberikan oleh para ustadz.

Padahal ada ayat al-Qur’an yang menyinggung tentang bolehnya kita ber-tabarruk lewat benda mati.  Surat Yusuf ayat 93 dan 96 adalah acuannya. Diceritakan bahwa ayahnya Nabi Yusuf as. yaitu Nabi Ya’qub as. menderita kebutaan sepeninggal anaknya—yaitu Yusuf ketika masih kecil. Nabi Ya’qub mengalami kebutaan karena menangis siang dan malam meratapi kehilangan anaknya yang paling dicintainya itu sampai beliau matanya mengalami kebutaan. Pendek kata Nabi Yusuf memerintahkan seseorang untuk membawakan baju gamis miliknya itu untuk diberikan kepada ayahnya. Dalam al-Qur’an dituliskan sebagai berikut:

“PERGILAH KAMU DENGAN MEMBAWA BAJU GAMISKU INI, LALU LETAKKANLAH DIA KE WAJAH AYAHKU, NANTI IA AKAN MELIHAT KEMBALI; DAN BAWALAH KELUARGAMU SEMUANYA KEPADAKU” (QS. Yusuf: 93)

“TATKALA TELAH TIBA PEMBAWA KABAR GEMBIRA ITU, MAKA DILETAKKANNYA BAJU GAMIS ITU KE WAJAH YAQUB, LALU KEMBALILAH DIA DAPAT MELIHAT. BERKATA YAQUB: “TIDAKKAH AKU KATAKAN KEPADAMU, BAHWA AKU MENGETAHUI DARI ALLAH APA YANG KAMU TIDAK MENGETAHUINYA”. (QS. Yusuf: 96)

Dengan melihat kedua ayat itu sudah jelaslah bahwa bertabarruk menggunakan benda-benda yang dimiliki oleh orang yang kita cintai apalagi orang itu ialah seorang Nabi atau seorang suci sungguh boleh dan sudah  menjadi sunnah para Nabi.

Kita lihat tadi di ayat yang saya bacakan bahwa ketika Nabi Yaqub meletakkan baju gamis Nabi Yusuf ke wajahnya, maka beliau bisa melihat lagi. Sungguh ajaib benar! Baju yang hanya benda mati; baju yang sama sekali tidak mengandung obat; baju yang biasanya berfungsi untuk menutupi tubuh dan aurat tiba-tiba menjadi obat mujarab bagi orang yang mengalami kebutaan!

Sekali lagi mencari keberkahan dari benda mati yang dimiliki oleh orang tertentu itu bukan merupakan kelakuan atau perbuatan syirik. Mana mungkin para Nabi yang sudah sangat mengenal tauhid tiba-tiba menjadi orang-orang musyrik?

Selain itu banyak hadits yang meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad membolehkan kita bertabarruk kepada benda mati. Selain air wudlu, Nabi Muhammad juga membagi-bagikan rambutnya untuk para sahabatnya hingga mereka bisa ber-tabarruk melalui rambut itu. Seorang sahabat Salman al-Farisi menyelipkan rambut itu di penutup kepalanya sedangkan sahabat yang lain menyimpannya.

Imam Bukhari meriwayatkan  Sa’ab bin Yazid berkata: ‘Bibiku membawaku kepada Nabi dan ia berkata: “Keponakan saya dalam keadaan sakit”. Maka setelah itu beliau mengambil air wudlu dan memohonkan berkah untuk saya, dan saya meminum bekas air wudlunya”.

“Ahmad bin Hanbal–pendiri madzhab Hambali–ketika sedang menimba ilmu dari gurunya yaitu Imam Syafi’i, beliau membawa baju gamis milik Imam Syafi’i dan merendamnya di dalam bak mandi. Ia berwudlu dari air itu dan meminum air itu untuk mendapatkan keberkahan.

Kita di Indonesia seringkali membawa air putih atau air mineral kepada seorang kyai yang ilmunya serta kepribadiannya kita kagumi. Kita meminta ustadz itu untuk mendo’akan kita  dan air yang telah diberi do’a itu kita bawa ke rumah. Kita kemudian meminum air itu atau memakai air itu untuk keperluan mandi kita atau wudlu kita. Itu semua contoh yang terjadi pada kaum Muslimin yang mengamalkan praktek tabarruk yang ada dalam Islam sejak dulu kala.

Bahkan ada sejak sebelum lahirnya Rasulullah seperti yang kita lihat tadi dalam al-Qur’an ketika Nabi Ya’qub ber-tabarruk dengan baju gamis anaknya untuk kesembuhan kedua matanya.

MENGUKUR TUAH ’JIMAT’ JANGAN GUNAKAN ILMU PENGETAHUAN

Kita tidak bia mengukur suatu ”tuah” dengan  kacamata ilmu pengetahuan.  Sebagaimana baju gamis nabi Ya’qub atau air wudhu Nabi Muhammad, jelas tidak perlu dikaji dengan ilmu pengetahuan  modern. ”Tuah” sebuah benda bisa jadi adalah cara Tuhan untuk menolong orang-orang miskin yang terpinggirkan. Orang-orang miskin itu tidak memiliki cukup biaya untuk berobat. Ada juga orang-orang kaya yang sudah kehilangan harapan karena dokter-dokter yang mereka kunjungi tidak bisa memberikan solusi yang baik untuk penyakit mereka.

Orang-orang miskin dan orang-orang yang putus asa itu berdo’a siang dan malam agar mereka diberikan kesembuhan. Kita tahu do’a orang-orang miskin tertindas dan orang-orang teraniaya itu sangat mujarab. Dan Allah menjawab do’a-do’a yang dipanjatkan lewat suara-suara serak orang-orang miskin itu dengan mengirimkan tuah.

Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan apapun di dunia ini.  Jangan menganggap kecil sebuah petunjuk. Tidak perlu kita mengklaim atau memvonis apa yang diutarakan orang itu sebagai tipu muslihat, sebab dulu Nabi besar Muhammad SAW pun dulu dikecilkan, dilecehkan, disangka penipu, dikira penyihir, dianggap pendusta. Orang-orang yang merasa dirinya pintar mencoba meneliti kandungan tuah dan berkesimpulan bahwa bukan tuah yang bisa menyembuhkan orang karena kandungan kimiawi yang ada pada tuah itu sama saja dengan tuah lainnya.

Kalangan akademisi kerap terjebak dalam kebodohan karena menguji yang metafisik dengan cara dan alat yang fisik. Mereka menguji keajaiban yang tentu saja tidak kasat mata dengan alat uji laboratorium yang hanya mengindera sesuatu yang kasat mata atau indera. Mereka mengira bahwa kandungan kimiawi yang ada di dalam tuah itulah yang menyebabkan kesembuhan dan ketika mereka mengujinya di laboratorium mereka kecewa karena tidak menemukan apa-apa di dalamnya. Tapi kemudian mereka dengan pongah menyebutkan bahwa tuah ajaib itu sama sekali tidak ajaib.

Bisakah mereka menjelaskan kandungan kimiawi apakah yang bisa membuat sebuah tongkat berubah menjadi ular? 

Bisakah mereka menjelaskan obat apa yang ditaburkan oleh Yusuf ke baju gamisnya sehingga baju gamis itu bisa menyembuhkan kebutaan?

Bisakah mereka menjelaskan unsur-unsur kimiawi apa yang membuat tongkat Musa bisa membelah lautan?

Bisakah mereka menjelaskan kandungan ludah Nabi yang bisa menyembuhkan mata Ali yang sedang sakit pada peperangan Khaybar?

 Bisakah mereka menguji keajaiban di bawah lensa obyektif sebuah mikroskop atau sebuah alat spektograf?

Bisakah? Bisakah dan bisakah?

 @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 17 Komentar

ALAM RUHANI DI DALAM DIRI MANUSIA


==RYAN==

ALAM RUHANI yang saya maksud dalam artikel kali ini bukan alam jin atau alam malaikat, tetapi alam-alam batin yang ada dalam jiwa manusia. Alam batin yang menyertai alam lahir manusia secara manusiawi. Dengan alam batin, manakala indera-indera yang ada di dalam alam batin itu hidup, maka manusia bisa mengadakan interaksi dengan makhluk batin dengan segala rahasia kehidupan yang ada di dalamnya sebagaimana dengan alam lahir manusia dapat mengadakan komunikasi dengan makhluk lahir dengan segala urusannya.

Untuk menghidupkan indera-indera yang ada di alam batin tersebut, manusia harus mampu mencapainya dengan jalan melaksanakan mujahadah dan riyadhoh di jalan Allah. Mengharapkan terbukanya matahati (futuh) dengan menempuh jalan ibadah (thoriqoh) dengan bimbingan seorang guru mursyid sejati. Perjalanan tersebut bukan menuju suatu tempat yang tersembunyi, melainkan menembus pembatas dua alam yang di dalamnya penuh mesteri.

Dengan itu supaya ia mencapai suatu keadaan yang ada dalam jiwa yang dilindungi, supaya dengan keadaan itu ia dapat menemukan rahasia jati diri yang terkadang orang harus mencari setengah mati. Itulah perjalanan tahap awal yang harus dicapai seorang salik dengan sungguh hati. Lalu, dengan mengenal jati diri itu, dengan izin Allah selanjutnya sang pengembara sejati dapat menemukan tujuan akhir yang hakiki, yakni menuju keridhoan Ilahi Rabbi.

 Terkait dengan tujuan ini, kita perlu mengenali beragam jenjang ruhani dalam diri manusia yaitu:

 RUH IDOFI (RUH ILOFI)

Ini ruh yang sangat utama bagi manusia. Ruh Idofi juga disebut SUBSTANSI/ESENSI MANUSIA, karena ruh inilah maka manusia dapat hidup. Bila ruh tersebut keluar dari raga, maka manusia yang bersangkutan akan mati. Ruh ini juga sering disebut NYAWA . Ruh Idofi merupakan sumber dari ruh-ruh lainnyapun akan turut serta. Tetapi sebaliknya kalau salah satu ruh yang keluar dari raga, maka ruh Idofi tetap akan tinggal didalam jasad. Dan manusia itu tetap hidup. Bagi mereka yang sudah sampai pada irodat allah atau kebatinan tinggi, tentu akan bisa menjumpai ruh ini dengan penglihatannya. Dan ujudnya mirip diri sendiri, baik rupa maupun suara serta segala sesuatunya. Bagai berdiri di depan cermin. Meskipun ruh-ruh yang lain juga demikian, tetapi kita dapat membedakannya dengan ruh yang satu ini.Alamnya ruh idofi beruoa nur terang benderang dan rasanya sejuk tenteram (bukan dingin). Tentu saja kita dapat menjumpainya bila sudah mencapai tingkat INSAN KAMIL  — dalam martabat tujuh red.—

 RUH RABANI

Adalah Ruh yang dikuasai dan diperintah oleh ruh idofi. Alamnya ruh ini ada dalam cahaya kuning diam tak bergerak. Bila kita berhasil menjumpainya maka kita tak mempunyai kehendak apa-apa. Hatipun terasa tenteram. Tubuh tak merasakan apa-apa.

 RUH RUHANI

Adalah Ruh inipun juga dikuasai oleh ruh idofi. Karena adanya ruh Ruhani ini, maka manusia memiliki kehendak dua rupa. Kadang-kadang suka sesuatu, tetapi di lain waktu ia tak menyukainya. Ruh ini mempengaruhi perbuatan baik dan perbuatan buruk. Ruh inilah yang menepati pada 4 jenis nafsu, yaitu : Nafsu Luwamah (aluamah), Nafsu Amarah, Nafsu Supiyah dan Nafsu Mulamah (Mutmainah).

 Kalau manusia ditinggalkan oleh ruh ruhani ini, maka manusia itu tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia itu ruh ruhani yang mengendalikannya. Maka, kalau manusia sudah bisa mengendalikan ruh ruhani ini dengan baik, ia akan hidup dalam kemuliaan. Ruh ruhani ini sifatnya selalu mengikuti penglihatan yang melihat. Dimana pandangan kita tempatkan, disitu ruh ruhani berada. Sebelum kita dapt menjumpainya, terlebih dulu kita akan melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang-kunang. Setelah cahaya-cahaya ini menghilang, barulah muncul ruh ruhani itu.

 RUH NURANI

Ruh ini di bawah pengaruh ruh-ruh Idofi. Ruh Nurani ini mempunyai pembawa sifat terang. Karena adanya ruh ini menjadikan manusia yang bersangkutan jadi terang  hatinya. Kalau Ruh Nurani meninggalkan tubuh maka orang tersebut hatinya menjadi gelap dan gelap pikirannya.
Ruh Nurani ini hanya menguasai nafsu Mutmainah saja. Maka bila manusia ditunggui Ruh Nurani maka nafsu Mutmainahnya akan menonjol, mengalahkan nafsu-nafsu lainnya.  Hati orang itu jadi tenteram, perilakunyapun baik dan terpuji. Air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu-ragu dalam menghadapi segala sesuatu, tidak protes bila ditimpa kesusahan. Suka, sedih, bahagia dan menderita dipandang sama.

 RUH KUDUS (RUH SUCI)

Adalah Ruh yang di bawah kekuasaan Ruh Idofi juga. Ruh ini mempengaruhi orang yang bersangkutan mau memberi pertolongan kepada sesama manusia, mempengaruhi berbuat kebajikan dan mempengaruhi berbuat ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.

 RUH RAHMANI

Adalah Ruh dibawah kekuasaan ruh idofi pula. Ruh ini juga disebut Ruh Pemurah. Karena diambil dari kata Rahman yang artinya pemurah. Ruh ini mempengaruhi manusia bersifat sosial, suka memberi.

 RUH JASMANI

Adalah Ruh yang juga di bawah kekuasaan Ruh Idofi. Ruh ini menguasai seluruh darah dan urat syaraf manusia. Karena adanya ruh jasmani ini maka manusia dapat merasakan adanya rasa sakit, lesu, lelah, segar dan lain-lainnya. Bila Ruh ini keluar dari tubuh, maka ditusuk jarumpun tubuh tidak terasa sakit. Kalau kita berhasil menjumpainya, maka ujudnya akan sama dengan kita, hanya berwarna merah.
Ruh jasmani ini menguasai nafsu amarah dan nafsu hewani. Nafsu hewani ini memiliki sifat dan kegemaran seperti binatang, misalnya: malas, suka setubuh, serakah, mau menang sendiri dan lain sebagainya.

 RUH NABATI

Adalah ialah ruh yang mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan badan. Ruh ini juga di bawah kekuasaan Ruh Idofi.

 RUH REWANI

Adalah ruh yang menjaga raga kita. Bila Ruh Rewani keluar dari tubuh maka orang yang bersangkutan akan tidur. Bila masuk ke tubuh orang akan terjaga. Bila orang tidur bermimpi dengan arwah seseorang, maka ruh rewani dari orang bermimpi itulah yang menjumpainya. Jadi mimpi itu hasil kerja ruh rewani yang mengendalikan otak manusia. Ruh Rewani ini juga di bawah kekuasaan Ruh Idofi. Jadi kepergian Ruh Rewani dan kehadirannya kembali diatur oleh Ruh Idofi. Demikian juga ruh-ruh lainnya dalam tubuh, sangat dekat hubungannya dengan Ruh Idofi.

 Setelah kita mengenali ragam jenis ruh tadi, alangkah ideal bila pada akhirnya kita perlu mencari hakekat dari Nur Iman dan buah ilmu dan amal yang datangnya dari Allah SWT dan dipilihkan oleh Allah SWT. Ia diberikan khusus hanya kepada para kekasih-Nya dari para Nabi, ash-Shiddiq, Shuhada’ dan para Wali-wali-Nya. Bisikan yakin itu berupa ajakan yang selalu terbit dari dalam hati untuk mengikuti kebenaran walau seorang hamba itu sedang dalam lemah wiridnya.

Bisikan yakin itu tidak akan sampai kepada siapapun, kecuali terlebih dahulu manusia mendapatkan tiga hal:
(1) ILMU LADUNI;
(2) AHBARUL GHUYUB (KHABAR DARI YANG GAIB)
(3) ASRORUL UMUR (RAHASIA SEGALA URUSAN).

Bisikan yakin itu hanya diberikan oleh Allah Ta’ala kepada orang-orang yang dicintai-Nya, dikehendaki-Nya dan dipilih-Nya. Yaitu orang-orang yang telah mampu fana di hadapan-Nya. Yang telah mampu gaib dari lahirnya. Yang telah berhasil memindahkan ibadah lahir menjadi ibadah batin, baik terhadap ibadah fardhu maupun ibadah sunnah. Orang-orang yang telah berhasil menjaga batinnya untuk selama-lamanya. Allah SWT yang MENDIDIK / mentarbiyah mereka.

Orang tersebut dipelihara dan dicukupi dengan sebab-sebab yang dapat menyampaikan kepada keridlaan-Nya dan dijaga serta dilindungi dari sebab-sebab yang dapat menjebak kepada kemurkaan-Nya. Orang yang setiap saat ilmunya selalu bertambah. Yaitu ketika terjadi pengosongan alam fikir, maka yang masuk ke dalam bilik akalnya hanya yang datangnya dari Allah SWT. Seorang hamba yang ma’rifatnya semakin hari semakin kuat. Nurnya semakin memancar. Orang yang selalu dekat dengan yang dicintainya dan yang disembahnya. Dia berada di dalam kenikmatan yang tiada henti. Di dalam kesenangan yang tiada putus dan kebahagiaan tiada habis. Surga baginya adalah apa yang ada di dalam hatinya.

Ketika ketetapan ajal kematiaannya tiba, disebabkan karena masa baktinya di dunia fana telah purna, maka untuk dipindahkan ke dunia baqo’, mereka akan diberangkatkan dengan sebaik-baik perjalanan. Seperti perjalanan seorang pengantin dari kamar yang sempit ke rumah yang luas. Dari kehinaan kepada kemuliaan. Dunia baginya adalah surga dan akherat adalah cita-cita. Selama-lamanya mereka akan memandang wajah-Nya yang Mulia, secara langsung tanpa penghalang yang merintangi.

NAFSU dan RUH adalah dua tempat bagi setan dan malaikat. Keadaannya seperti pesawat penerima yang setiap saat siap menerima signal yang dipancarkan oleh dua makhluk tersebut. Malaikat menyampaikan dorongan ketakwaan di dalam ruh dan setan menyampaikan ajakan kefujuran di dalam nafsu. Oleh karena itu, nafsu selalu mengajak hati manusia untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan hina dan nista

Di antara keduanya ada Akal dan Hawa. Dengan keduanya supaya terjadi proses hikmah dari rahasia kehendak dan keputusan Allah yang azaliah. Yaitu supaya ada pertolongan bagi manusia untuk berbuat kebaikan dan dorongan untuk berbuat kejelekan. Kemudian akal menjalankan fungsinya, memilih menindaklanjuti pertolongan dan menghindari ajakan kejelekan, dengan itu supaya tidak terbuka peluang bagi hawa untuk menindaklanjuti kehendak nafsu dan setan.

 Sedangkan di dalam hati ada dua pancaran Nur, “NUR ILMU DAN NUR IMAN”. itulah yang dinamakan yakin. Kesemuanya indera tersebut merupakan alat-alat atau anggota masyarakat hati. Hati bagaikan seorang raja terhadap bala tentaranya, maka hati harus selalu mampu mengaturnya dengan aturan yang sebaik-baiknya. Demikian dipesankan Syekh Abdul Qodir al-Jailani dalam bukunya Al-Ghunyah. Terima kasih dan salam persaudaraan sejati.

 @kepulauan riau, 2013

Categories: RYANA | 23 Komentar

KHODAM SURAT YASIN UNTUK PAGAR GOIB


وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ

WA-JA ‘ALNA MIN BAINI AIDIIHIM SADDAN WA MIN KHALFIHIM SADDAN FA AGHSYAINAAHUM FAHUM LA YUBSHIRRUN

dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

TATA CARA DAN KHASIAT  SURAT YASIN AYAT 9 DI ATAS……………

1.       Tuliskan ayat di atas menggunakan spidol yang tidak terhapus oleh air (spidol permanen) di sebuah piring melingkar lalu bungkus dengan plastik tahan air dan piring itu tanamlah di halaman rumah. Insya allah rumah (gedung) anda akan aman dari kejahatan pencurian, perampokan dll  biidznillah.  

2.       Ayat di atas juga bisa untuk melindungi diri kita dari bahaya dengan cara membacanya 7 x pada saat saat yang genting. Kita akan lolos dari bahaya.

3.       Bila ingin memiliki amalan memagari rumah (biasanya untuk paranormal) maka ayat diatas diwiridkan sebanyak 1000 x selama 7 hari. Anda akan mampu memagari rumah dengan cara membacanya 7 kali di sebuah rumah yang dipagari. makhluk halus akan pergi dan kejahatan akan menjauh.

Silahkan diamalkan. Saya ikhlaskan untuk shodakoh. Matur nuwun. SALAM ASAH ASIH DAN ASUH.

Wongalus

@sidoarjo, 2013

Categories: KHODAM SURAT YASIN UNTUK PAGAR GOIB | 174 Komentar