ILMU MENYATUKAN DIRI DENGAN TUHAN


wongalus
Sudah terlalu sering kita bahas di banyak forum, termasuk di blog KWA bahwa untuk mengenal Tuhan seseorang harus terlebih dahulu mengenal dirinya. Maksudnya, untuk sampai kepada pengenalan terhadap Tuhan, haruslah terlebih dahulu dipahami dua hal. Pertama, ia harus terlebih dahulu mengenal asal mula akan kejadian dirinya sendiri, dari mana, di mana dan bagaimana ia dijadikan? Kedua, ia harus terlebih dahulu mengetahui apa sesuatu yang mula-mula dijadikan oleh Allah SWT. Kedua perkara di atas menjadi prasyarat kesempurnaan bagi para salik dalam mengenal Allah.
Kita paham, yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah Nur Muhammad SAW yang kemudiannya dari Nur Muhammad inilah Allah jadikan roh dan jasad alam semesta. Bermula dari Nur Muhammad inilah maka semua roh termasuk roh manusia diciptakan Allah sedangkan jasad manusia diciptakan mengikut jasad Nabi Adam as.
Karena itu, Nabi Muhammad Saw adalah ‘nenek moyang roh’ sedangkan Nabi Adam as adalah ‘nenek moyang jasad’. Hakikat dari penciptaan Adam as sendiri adalah berasal dari tanah, tanah berasal dari air, air berasal dari angin, angin berasal dari api, dan api itu sendiri berasal dari Nur Muhammad. Sehingga pada prinsipnya roh manusia diciptakan berasal dari Nur Muhammad dan jasad atau tubuh manusia pun hakikatnya berasal dari Nur Muhammad. Jadilah kemudian ‘cahaya di atas cahaya’ (QS. An-Nuur 35), di mana roh yang mengandung Nur Muhammad ditiupkan kepada jasad yang juga mengandung Nur Muhammad.
Bertemu dan meleburlah roh dan jasad yang berisikan Nur Muhammad ke dalam hakikat Nur Muhammad yang sebenarnya. Tersebab bersumber pada satu wujud dan nama yang sama, maka roh dan jasad tersebut haruslah disatukan dengan mesra menuju kepada pengenalan Yang Maha Mutlak, Zat Wajibul Wujud yang memberi cahaya kepada langit dan bumi, dan yang semula menciptakan, sebagaimana mesranya hubungan antara air dan tumbuhan, di mana ada air di situ ada tumbuhan, dan dengan airlah segala makhluk dihidupkan (QS. Al-Anbiya 30).
Pengenalan terhadap hakikat Nur Muhammad inilah maqam atau stasiun yang terakhir dari pencarian akan makrifah kepada Allah, Martabat Nur Muhammad inilah martabat yang paling tinggi, dan pengenalan akan Nur Muhammad inilah yang menjadikan ilmu menjadi sempurna.
Nur Muhammad mempunyai dua bentuk, yakni Nabi Muhammad yang dilahirkan dan menjadi cahaya rahmat bagi alam “tidaklah engkau diutus wahai (Muhammad Rasulullah Saw) melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam” dan yang berbentuk Nur.
Nur Muhammad adalah cahaya semula yang melewati dari Nabi Adam ke nabi yang lain bahkan berlanjut kepada para imam maupun wali; cahaya melindungi mereka dari perbuatan dosa (maksum); dan mengaruniai mereka dengan pengetahuan tentang rahasia-rahasia Illahi. Allah telah menciptakan Nur Muhammad jauh sebelum diciptakan Adam as. Lalu, Allah menunjukkan kepada para malaikat dan makhluk lainnya, bahwa: “Inilah makhluk Allah yang paling mulia”. Oleh itu, harus dibedakan antara konsep Nur (Muhammad) sebagai manusia biasa (seorang Nabi) dan Nur Muhammad secara dimensi spiritual yang tidak dapat digambarkan dalam dimensi fisik dan realitas.
Nur Muhammad sebagai prinsip aktif di dalam semua pewahyuan dan inspirasi. Melalui Nur ini pengetahuan yang kudus itu diturunkan kepada semua nabi, tetapi hanya kepada Ruh Muhammad saja diberikan universal. Nur Muhammad memiliki banyak nama sebanyak aspek yang dimilikinya. Ia disebut ruh apabila dikaitkan dengan ketinggiannya. Tidak ada kekuasaan makhluk yang melebihinya, semuanya tunduk mengitarinya, karena ia kutub dari segenap ruh. Ia disebut al-Haqq al Makhluq bih, (al-Haqq sebagai alat pencipta), hanya Allah yang tahu hakikatnya secara pasti.
Dia disebut al-Qalam al-A’la (pena tertinggi) dan al-Aql al-Awal (akal pertama) karena wadah pengetahuan Tuhan terhadap alam maujud, dan Tuhanlah yang menuangkan sebagian pengetahuannya kepada makhluk. Adapun disebut al-Ruh al-Ilahi (ruh ketuhanan) karena ada kaitannya dengan ruh al-Quds (ruh Tuhan), al-Amin (ruh yang jujur) adalah karena ia adalah perbendaharaan ilmu tuhan dan dapat dipercayai-Nya. Oleh itu, tajalli al-Haq yang paling sempurna adalah Nur Muhammad. Nur Muhammad ini telah ada sejak sebelum alam ini ada, ia bersifat qadim lagi azali. Nur Muhammad itu berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi, yakni Adam, Nuh, Ibrahim, Musa hingga dalam bentuk nabi penutup (khatamun nabiyyin), Muhammad Saw.
Dalam teori martabat tujuh dipahami bahwa dunia manusia merupakan dunia perubahan dan pergantian, tidak ada sesuatu yang tetap di dalamnya. Segalanya akan selalu berubah, memudar, dan setelah itu akan mati. Oleh karena itulah, manusia ingin berusaha mengungkap hakikat dirinya agar dapat hidup kekal seperti Yang Menciptakannya. Untuk mengungkap hakikat dirinya, manusia memerlukan seperangkat pengetahuan batin yang hanya dapat dilihat dengan mata hati yang ada dalam sanubarinya.
Seperangkat pengetahuan yang dimaksud adalah ilmu ma‘rifatullah. Ilmu ma’rifatullah merupakan suatu pengetahuan yang dapat dijadikan pedoman bagi manusia untuk mengenal dan mengetahui Allah.
Ilmu ma‘rifatullah dipilah menjadi dua macam, yaitu ilmu makrifat transeden dan ilmu makrifat imanen. Tuhan menyatakan diri-Nya dalam Tujuh Martabat, yaitu martabat pertama disebut martabat tidak nyata dan martabat kedua sampai dengan martabat ketujuh disebut martabat martabat nyata, terinderawi. Yakni, martabat Ahadiyyah (ke-’ada’-an Zat yang Esa); martabat Ahadiyyah (ke-’ada’-an Zat yang Esa); martabat Wahidiyyah (ke-’ada’-an asma yang meliputi hakikat realitas keesaan); Keempat, martabat Alam Arwah; martabat Alam Mitsal; martabat Alam Ajsam (alam benda); dan martabat Alam Insan.
Ketujuh proses perwujudan di atas, keberadaannya terjadi bukan melalui penciptaan, tetapi melalui emanasi (pancaran). Untuk itulah, antara martabat transenden atau martabat tidak nyata dengan martabat imanen atau martabat nyata secara lahiriah keduanya berbeda, tetapi pada hakikatnya keduanya sama.
Seorang Salik yang telah mengetahui kedua ilmu ma‘rifatullah, ia akan sampai pada tataran tertinggi, yaitu tataran rasa bersatunya manusia dengan Tuhan atau dikenal dengan sebutan Wahdatul-Wujûd. Hal tersebut dapat dianalogikan dengan air laut dan ombak. Air laut dan ombak secara lahiriah merupakan dua hal yang berbeda, tetapi pada hakikatnya ombak itu berasal dari air laut sehingga keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisah.
Maqam Nur Muhammad adalah maqam paling tinggi dari pencarian dan pendakian sufi menuju makrifah kepada Allah, tiada lagi maqam atau stasiun paling tinggi sesudah ini. Kesimpulannya, berbahagialah orang-orang yang dapat menyandingkan penyatuan sumber asal mula penciptaannya dalam satu harmoni, yakni Nur Muhammad, sebab ia berada pada satu kedudukan yang tinggi dan terbukanya segala hijab yang membatasinya.
Allah telah menciptakan Nur Muhammad dan Nur itu telah diwarisi melalui generasi nabi-nabi hingga ia sampai kepada Abdullah bin Abdul Muthalib dan turun kepada Nabi Muhammad Saw. “sesungguhnya yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah cahaya-ku (Nur Muhammad)”.
Sesungguhnya Allah menciptakan sebelum sesuatu, Nur Nabi-mu daripada Nur-Nya’. Maka jadilah Nur tersebut berkeliling dengan Qudrat-Nya sekira-kira yang dihendaki Allah. Padahal tiada pada waktu itu lagi sesuatu pun; tidak ada lauh mahfuzh, qalam, sorga, neraka, Malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, jin dan manusia; tiada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.
Dari nur inilah kemudian diciptakan-Nya qalam, lauh mahfuzh dan Arsy. Allah kemudian memerintahkan qalam untuk menulis, dan qalam bertanya, “Ya Allah, apa yang harus saya tulis?” Allah berfirman: “Tulislah La ilaha illallah Muhammad Rasulullah.” Atas perintah itu qalam berseru: “Oh, betapa sebuah nama yang indah dan agung Muhammad itu, bahwa dia disebut bersama Asma-Mu yang Suci, ya Allah.” Allah kemudian berkata, “Wahai qalam, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama kekasih-Ku, dari Nur-nya Aku menciptakan arsy, qalam dan lauh mahfuzh; kamu, juga diciptakan dari Nur-nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apa pun.”
Ketika Allah telah mengatakan kalimat tersebut, qalam itu terbelah dua karena takutnya akan Allah dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contohnya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang dan meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita.
Berikut salah satu ilmu dalam khasanah budaya nusantara agar kita bisa menuju Nur Muhammad yang Agung tersebut. Baca, hapal, hayati, resapi dan amalkan dalam hidup sehari-hari:

===WAHAI SEDULURKU ADAM SUFI
BADANKU TIDUR ROHKU TERJAGA
GERAKKAN AKU NUR MUHAMMAD===

Silahkan diamalkan sesuai dengan kemampuan. Semoga kita akan sampai kepada NYA. Salam paseduluran. Rahayu…
@wongalus,2013

About these ads

160 comments

  1. salam salim kangge poro sesepuh n gubes kwa KIWA….
    monggi dipun lanjut….
    kulo namung alfatehah—–aminnn
    amittt…..nyimak….

  2. Mohon penjelasan dari”wahai sedulurku adam sufi badanku tidur rohku terjaga gerakan aku nur muhammad” agar tidak salah dalam memahaminya. Siapa yang dimaksud “sedulur adam sufi” itu? Apa maksud”gerakan aku nur muhammad”? Pada siapa kita meminta? Mohon yang tahu beri penjelasan

  3. Saya terima Ijazahnya dan @wongalus,,,sudilah kiranya untuk menerangakan makna yg dimaksud dg Adam Sufi

  4. Assalaamu’alaikum wr. wb.WONG ALUS
    Insya ALLAH ikut ngamalaken ki
    Sugeng sonten, mugi ALLAH SWT tansah paring kanugrahan karaharjan dumeteng KI ALUS lan klg sedoyo, Amin
    Wassalaamu’alaikum wr. wb.

  5. tiada yang maujud dengan sebenarnya melainkan Allah
    tiada yang berkehndak dengan sebenarny melainkan Allah
    tiada yang berbuat dengan sebenarnya melainkan Allah

    salam hormat buat ki gusti habaib wong alus dari bumi kalimantan selatan.

  6. Assalamu’alaikum Ki Wong Alus
    Ijin dulu unutk mengamalkannya.

    Maaf ya Ki, saya mau tanya.
    Artikel diatas judulnya: menyatukan Diri dengan Tuhan, tapi pada amalan wiridnya :
    Diri dengan Nur Muhammad. Apakah tuhan itu Nur Muhammad ?
    Mohon pencerahannya ki, saya takut salah persepsi.
    Hatur nuhun.
    Wassalam.

  7. bukan main, ilmu yg sangat tinggi yg dapat saya petik dari postingan ini…alhamdulillah.
    Salam peseduluran.
    illa hadroti khususon sesepuh kwa, alfatihah

  8. As salamuallaikum semoga jadi informasi yang berguna bagi semua insan salam salim 1 jiwa asah asih asuh lebur dening pangastuti

  9. Assalamu’alaikum wr wb.
    Mantap…baca artikel ini jadi ingat mp3 ceramah Guru Sekumpul Martapura tentang Nur Muhammad.

  10. Assalamu’alaikum wr wb.

    Mohon penjelasannya ki
    agar tidak salah dalam memahaminya.
    Siapa yang dimaksud dengan “wahai sedulur adam sufi” itu?
    Apa yang dimaksud dengan “badanku tidur rohku terjaga”?
    Apa yang dimaksud dengan”gerakkan aku nur muhammad”?

    iji mengamalkan ki QOBILTU…
    al-fatehah send

    trima kasih

  11. asalamualaikum salam kasih sayang kepada semua sedara2ku di KWA. dan juga tidak dilupakan KI WONG ALUS. alhamdulillah dengan rahmat allah dapat juga saya mengetahui akan hal2 ini. terimakasih pada KI WONG ALUS kerna sudi berbagi amanah ilmu milik allah. tandanya KI WONG ALUS telah faham akan hal2 amanah yang ada dalam diri, sebagaimana nikmat yang allah taala berikan. terimakasih atas amanah amalan kajidiri nya itu.

  12. Bismillah
    Mohon dimaafkan sekiranya tulisan saya ini sedikit kurang berkenan.
    sebagai penambah wawasan dan bahan kajian sufisme. sedikit kalimat membangunkan nur muhammad di alam batang tubuh lembaga adam.

    Syahadat 3x
    WAALAIKUMMUSSALAM KUNHI KATA ALLAH ENGKAU BERNAMA HU

    WA ALAIKUMMUSSALLAM KUNHIJAT KATA ALLAH ENGKAU BERNAMA AYANKHORJIAH

    WAALAIKUMMSUSSALLAM KUN FAYAKUN KATA ALLAH ENGKAU BERNAMA AYANSABITAH

    WAALAIKUMMUSSALAM WAJIBUL UJUD KATA ALLAH ENGKAU BERNAMA NUR YANG AHMAD

    ADAM YANG MEMANGGILMU NUR MUHAMMAD

    BANI YANG MEMANGGILMU CAHAYA

    INSAN YANG MENYERUMU HAKIKAT

    AKU YANG MEMBANGUNKANMU

    WAHAI KEKUATAN NUR MUHAMMAD DIBATANG TUBUHKU

    JIKA TAK BANGUN ENGKAU…

    DST…
    kata makrifat ini mengandung rahim enerji ketuhanan insya Allah mampu dirasakan.
    untuk membangunkan nur muhammad butuh bimbungan dan tehnik safaat tertentu. demi wajah Allah yang mulia ALLAHUMMA silahkan emailkan saya dengan maksud baik akan saya bukakan kaji cara menghidupkannya sedikitnya saya diberi rasa.

    wassalam..
    salam hormat saya kepada ki wongalus dan para sesepuh disini.
    wassalamullah

  13. permisi para kyai, ulama, ustadz yg saya hormati krn allah…
    Pelajaran yg sangat berharga… Tapi ini cuma rapalan… Padahal yg mengantarkan manusia memasuki tingkatan tiap maqom adalah sifat dan sikap yang nyata, bukan kalimat… Menurut pemahan seorang musafir yg lemah…

  14. Dari semua paparan ki wongalus diatas sepertinya bisa ditarik benang merah bahwa Rasulullah SAW adalah Nabiyullah terakhir sebagai penyempurna dan pengkoreksi dari kesalahpahaman pandangan sebagian umat terhadap Nabi sebelumnya yaitu Isa a.s yang dianggap sebagai Anak Tuhan…sepertinya Allah hendak menegaskan ”lihatlah maksudku..selami..jangan salah menilai seperti demikian..bukan anakKU..tapi ruhKU yg bersamanya…”
    Subhaanallaah..

  15. Dan seandainya Allah menjadikan Nabi Isa a.s sebagai Nabi Terakhir maka niscaya seluruh umat manusia akan berpandangan bahwa Nabi Isa adalah anak Tuhan..
    Maha Sempurna Allah dengan segala Kehendaknya..

  16. Maksud dari gerakkan aku nur muhammad tu apa ki? apakah maksudnya gerak kita adalah nur muhammad atau maksudnya adalah minta nur muhammad menggerakkan kita..

  17. Assalamualaikum….. kalau kata2 saya ini ada terkasar bahasa…. dlm mendalami ilmu hakekat ini kita sering dipusingksn kata2 dan akhirnya kita sendiri masih tertanya2 siapa diri kita yg sebenarnya…..Hamka sendiri pernah berkata jikalau kamu mencari Allah di luar diri kamu maka terpelecerlah kamu…..dlm diri itu ada 3 batang Alif yg harus disatukan menjadi satu….apabila sudah bersatu baru boleh bertemu sang khalik…..selagi tidak disatukan selagi itu kita tidak mampu bertemu denganNya….wallahualam

  18. Assalamu Alaikum Wr Wb

    Untuk Ki Wong Alus, Terimakasih atas pembabarannya, saya mohon izin untuk mengamalkannya
    Semoga Alloh memberikan kebaikan dan manfaat untuk perjalanan hidup saya dunia hingga ke akhirat.

    AlFatihah send..

  19. biarlah yg terahasia menjadi rahasia….kasihan mereka yg sedang berjalan ….kalaulah tersesat akan menjadi tanggungan….

  20. Itu adalah jalan yang mulia dan telah terbukti dalam menuju kehadirat Tuhan Yang Maha Agung !

  21. Bismillah Ass… Khusus u/ ABANG YUDIE KELANA di JAMBI,Smoga Rahmat & Ridho ALLAH slalu menaungi ABANG beserta keluargax,trimah kasih atas ijazah ilmu membangungkan Nur Muhammad pd batang tubuh.Smoga dpt membawh manfaat dunia-akhirat.

  22. Assalamu ‘alaikum wr. wb…
    Salam Kenal, hormat dan takzim buat Ki WongAlus, dan para dosen KWA maupu saudara-saudaraku seiman.

    Tiadalah kata yg terindah terucapkan kecuali Alhamdulillaah wa subhaanallah, wa astaghfiruka wa atuubu ilahi, washallallahu ‘alaa sayyidina Muhammad ‘abduhu wa rasuluhu…. semoga kita diberi ridho, mahabbah dan makrifat Allah pada warga KWA dalam mencari jalan menuju Ilahi Rabbi.

    Begitu indah dan dalam pemaknaan untaian yg dipaparkan Ki WongAlus, hingga tergerak hati menulis yg tidak tertulis, membaca yg tidak terbaca sebagai ungkapan alunan hati yg tergetar dari pengantar artikel ini.

    Mohon maaf Ki WongAlus, bukan maksud menggurui Ki Wongalus, para sesepuh KWA ataupun para sedulur KWA dan para al mukarram yg ikut membaca artikel2 ini … hanya sekedar sharing & berbagi hati … semoga Allah mengijabah niat lurus kita semua, … Aamiin!

    Allahu rabbul ‘izzati menciptakan pertama kali “Nyawa Muhammad” sebelum apapun diciptakan (lihat hadits Nabi diatas). “Nyawa Muhammad” ini berupa “Nur Muhammad” atau banyak yg istilahkan “Nurun Muhammad” — semuanya sama — sebagai suatu bentuk pengejawantahan kehendak Allah SWT dan berasal dari “Nur ‘Izzatillah”. Apa yg dikehendaki oleh Allah, yaitu “Allah ingin Disembah” (lihat banyak ayat Al-Qur’an menyebutkannya dan Janji/Sumpah kita masuk Islam adalah “Laa ilaaha illallaah”) , tapi “saat belum ada sesuatu apapun”. Nah dalam proses penciptaan ini “Tajang” (istilah bhs. bugis: artinya “Cahaya”) atau “Nur Allah” inilah yg membentuk/menciptakan “Nur (Nyawa) Muhammad”. (Maaf, dalam proses ini, ada rahasia Huruf tunggal, yg tdk bisa disebutkan disini, “Sha’da Tallu” (Suara yg Tiga))

    Namun dalam aplikasi diri kita saat ini, pemaknaan “Nyawa (Nur) Muhammad” itu semakin jauh ditinggalkan dari diri kita sebagai manusia, karena begitu banyak hijab-hijab yg merintangi diri kita untuk ber-“IQRA” (membaca, mengkaji, menganalisa) diri kita. Sampai-sampai Sabda rasulullah SAW “Man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu” maupun “Awaluddin Ma’rifatullah” (awal agama adalah Mengenal Allah) juga diri kita LUPAKAN. Alhasil … diri kita sangat sulit “Mengenal Allah”.
    Disuruh “Ingat Allah” (Dzikrullah) saja kita sulit lakukan, apalagi kalau kita ditanya orang-orang: “Dapatkan anda INGAT ALLAH setiap saat, setiap waktu?”, atau “INGAT ALLAH di setiap helaan keluar masuk nafas kita?”
    ataukah “Dapatkah Kita Menghitung INGATAN KITA KEPADA ALLAH setiap saat setiap waktu?”

    jawaban diri kita pasti “SANGAT SULIT … bukan ?!!!” (Siapakah yg menghitunganya? .. jawab: Allah)

    Inilah yg menjadi “MISI UTAMA” para Nabi-nabi, Rasul-rasul, dan para auliya-auliya (wali-wali) yaitu menegakkan kalimat “Laa Ilaaha Illallah” (tiada tuhan selain Allah) … dan dgn penguasaan “Ruh Laa ilaaha illallah” secara syariat, tarikat dan hakikat akan berbuah Makrifat dalam “Hablum minallah” (vertikal) dalam bentuk “keimanan (Aamanuu)”, yg dibuktikan hasilnya dalam implementasi diri kita yaitu “Ibadah (Hajaruu)”, dan “Jihad Fii Sabilillah (Jaahadu)”. Inilah konsep islam yg khaffah.
    Cobalah anda buktikan pada diri anda sendiri, contoh: “shalat” …. dimanakah bukti “aamanuu’, “haajaruu”, “jaahadu” setelah kita shalat???. Bukankah kita masih sering marah-marah, ngeyel, ngumpat, ghibah, menghasut … dsb????. padahal semuanya itu adalah bukti “Ruh laa ilaaha Illallah” yg menguasai dalam setiap aplikasi diri kita (tubuh, hati, ruh dan rahasia).
    Kalo bukan ruh Laa ilaaha illaallah …. silahkan perbanyaklah “istighfar”, shalat taubat dan shalat tasbih …. semoga diijabah oleh Allah …

    kembali kehubungannya dgn artikel Ki WongAlus … pada prinsipnya merupakan salah satu “Hakikat Diri dalam mem-“FANA” (mematikan) “Diri Jasad/Tubuh” ke “Diri Hati”, dari “Diri Hati” ke “Diri Ruh/Nyawa” dan dari “Diri Ruh/Nyawa” ke “Diri Rahasia”. Selanjutnya …. bila amalan di atas anda lanjutkan dgn “IKHLAS, YAKIN dan ISTIQAMAH”, Insya Allah akan bermuara di “Hakikat Ruh/Nyawa Muhammad” yg selanjutnya akan bermuara dalam “Penyatuan ke Al-Haq Allah ‘Azza wajalla” yg secara teoritis telah diajarkan didalam Hadits Qudsi yg terjemahan bebasnya: “Dengan PendengaranKu engkau Mendengar … dengan PenglihatanKu engkau Melihat ….. dst” (silahkan buka sendiri, resapi dan maknai dgn hatimu, “bukan akal pikiranmu”).

    Oleh karenanya, didalam Lontara Bugis, dijabarkan sbg berikut:
    “Tubuhku lenynye’ diatikku”
    “Atikku lenynye’ ri nyawaku”
    “Nyawaku lenynye’ ri rahasiaku”
    “rahasiaku lenynye’ ri puwangku” … dst

    Artinya:
    “Tubuhku Fanaa (menyatu) di hatiku” (rahasia zikir “Laa ilaaha illallaah”), terbuka pintu HATI
    “Hatiku fanaa (menyatu) di Nyawaku” (rahasia zkir idzmu Dzat “Allah”), terbuka pintu NYAWA
    “Nyawaku fanaa (menyatu) di rahasiaku” (rahasia zikir “…”), terbuka pintu RAHASIA
    “Rahasia fanaa (menyatu) di Tuhanku” (rahasia zikir “…”), terbuka pintu MAKRIFAT AL-HAQ

    sehingga … Laa Maujuda illallah … laa af’ali illallaah … laa syifaatii illallaah … kita tidak memiliki kehendak lagi, meskipun saat itu kita “SADAR SESADAR-SADARNYA”…. maka jadilah diri kita “karena KUASA ALLAH” menjadi orang yang “KUN FAYAKUN (SABDO DADI)”, memiliki kelebihan dan kharomah ….
    (Ingat!!!! …. kemampuan — kelebihan/kharomah — kita ini bukan khusus dicari-cari, tapi diberikan oleh Allah SWT dan atas Ridho dan Mahabbah Allah kepada diri kita yg taat, dan cinta kepadaNya) …
    olehnya itu, pesan saya buat para sedulurku di KWA … bila ingin mengamalkan salah satu ilmu di KWA ini … niatkanlah “ilaahi anta maqsuudi, waridhaaka mathluubi” (Yaa Allah, engkau yg aku Maksud dan keridhaan engkau yg aku cari).

    Begitulah proses yg Ki Wongalus maksudkan (begitu ya Ki … maaf kalo salah) melalui “wirid dan Peresapan Amalan” di atas, kita dapat menyatukan diri kita (ADAM) dgn NUr Muhammad (rahasia kita) melalui perantaraan “Hati” dan “Ruh/Nyawa” kita.

    Dalam istilah bugis dan Makassar …. ilmu ini termasuk kategori “ILMU PAKUBBURAN”… yaitu suatu ilmu pemahaman dan keyakinan dalam mencari titik-titik kuburnya (matinya) setiap bagian diri (jasad, hati, ruh, huruf dan rahasia) hingga menyatu kepada Allah Rabbul ‘Izzati. Contohnya: dimanakah matinya Akal .. yaitu di “Bayang-bayang” … dimana matinya “bayang-bayang”, yaitu di Missa…”, dst…
    Pada prinsipnya, rasulullah SAW mengingatkan kita untuk selalu “berziarah Kubur (menjenguk orang mati)”, dengan hakikat kata kuncinya adalah “MATI” dan kita disuruh untuk selalu “Ingat Mati”.
    Secara syariah … ingatlah dosa-dosamu yg telah kita perbuat dan bertaubatlah. Sedangkan secara Hakikat adalah “Mencari tempat matinya didirmu”…
    Contohnya: Tubuh kita terbuat dari 4 jenis (lihat artikel di atas), yaitu api, air, angin, dan tanah… Api itu matinya di huruf Alif yg pertama, begitulah Alif bertakbir Allahu Akbar ketika Shalat …. Angin pada Lam Awal tersimbolkan pada saat Ruku Shalat, …dst.

    nah .. dalam ilmu laduni .. orang-orang banyak mengucap: “ALIM LAM MIM” …. nah kalo diwiridkan “ALIF” (Allah) … Lam disebut … tunduklah semua wanita …. (berabe kan) , karena “MIM”.. kan sangat berbahaya.. bukan!!! kalo ilmu itu diajarkan kepada orang awam yg belum memiliki “Aqidah/Tauhid” dan “Amaliah/Akhlak” yg benar.

    Saya rasa … cukup dulu…. semoga dapat memberi pencerahan dan saling berbagi diantara saudaraku muslim ….
    Assalamu ‘alaikum wr. wb…
    Salam hormat dan takzim buat Ki WongAlus, dan para dosen KWA maupu saudara-saudaraku seiman.

    Tiadalah kata yg terindah terucapkan kecuali Alhamdulillaah wa subhaanallah, wa astaghfiruka wa atuubu ilahi, washallallahu ‘alaa sayyidina Muhammad ‘abduhu wa rasuluhu…. semoga kita diberi ridho, mahabbah dan makrifat Allah pada warga KWA dalam mencari jalan menuju Ilahi Rabbi.

    Begitu indah dan dalam pemaknaan untaian yg dipaparkan Ki WongAlus, hingga tergerak hati menulis yg tidak tertulis, membaca yg tidak terbaca sebagai ungkapan alunan hati yg tergetar dari pengantar artikel ini.

    Mohon maaf Ki WongAlus, bukan maksud menggurui Ki Wongalus, para sesepuh KWA ataupun para sedulur KWA dan para al mukarram yg ikut membaca artikel2 ini … hanya sekedar sharing & berbagi hati … semoga Allah mengijabah niat lurus kita semua, … Aamiin!

    Allahu rabbul ‘izzati menciptakan pertama kali “Nyawa Muhammad” sebelum apapun diciptakan (lihat hadits Nabi diatas). “Nyawa Muhammad” ini berupa “Nur Muhammad” atau banyak yg istilahkan “Nurun Muhammad” — semuanya sama — sebagai suatu bentuk pengejawantahan kehendak Allah SWT dan berasal dari “Nur ‘Izzatillah”. Apa yg dikehendaki oleh Allah, yaitu “Allah ingin Disembah” (lihat banyak ayat Al-Qur’an menyebutkannya dan Janji/Sumpah kita masuk Islam adalah “Laa ilaaha illallaah”) , tapi “saat belum ada sesuatu apapun”. Nah dalam proses penciptaan ini “Tajang” (istilah bhs. bugis: artinya “Cahaya”) atau “Nur Allah” inilah yg membentuk/menciptakan “Nur (Nyawa) Muhammad”. (Maaf, dalam proses ini, ada rahasia Huruf tunggal, yg tdk bisa disebutkan disini, “Sha’da Tallu” (Suara yg Tiga))

    Namun dalam aplikasi diri kita saat ini, pemaknaan “Nyawa (Nur) Muhammad” itu semakin jauh ditinggalkan dari diri kita sebagai manusia, karena begitu banyak hijab-hijab yg merintangi diri kita untuk ber-“IQRA” (membaca, mengkaji, menganalisa) diri kita. Sampai-sampai Sabda rasulullah SAW “Man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu” maupun “Awaluddin Ma’rifatullah” (awal agama adalah Mengenal Allah) juga diri kita LUPAKAN. Alhasil … diri kita sangat sulit “Mengenal Allah”.
    Disuruh “Ingat Allah” (Dzikrullah) saja kita sulit lakukan, apalagi kalau kita ditanya orang-orang: “Dapatkan anda INGAT ALLAH setiap saat, setiap waktu?”, atau “INGAT ALLAH di setiap helaan keluar masuk nafas kita?”
    ataukah “Dapatkah Kita Menghitung INGATAN KITA KEPADA ALLAH setiap saat setiap waktu?”

    jawaban diri kita pasti “SANGAT SULIT … bukan ?!!!” (Siapakah yg menghitunganya? .. jawab: Allah)

    Inilah yg menjadi “MISI UTAMA” para Nabi-nabi, Rasul-rasul, dan para auliya-auliya (wali-wali) yaitu menegakkan kalimat “Laa Ilaaha Illallah” (tiada tuhan selain Allah) … dan dgn penguasaan “Ruh Laa ilaaha illallah” secara syariat, tarikat dan hakikat akan berbuah Makrifat dalam “Hablum minallah” (vertikal) dalam bentuk “keimanan (Aamanuu)”, yg dibuktikan hasilnya dalam implementasi diri kita yaitu “Ibadah (Hajaruu)”, dan “Jihad Fii Sabilillah (Jaahadu)”. Inilah konsep islam yg khaffah.
    Cobalah anda buktikan pada diri anda sendiri, contoh: “shalat” …. dimanakah bukti “aamanuu’, “haajaruu”, “jaahadu” setelah kita shalat???. Bukankah kita masih sering marah-marah, ngeyel, ngumpat, ghibah, menghasut … dsb????. padahal semuanya itu adalah bukti “Ruh laa ilaaha Illallah” yg menguasai dalam setiap aplikasi diri kita (tubuh, hati, ruh dan rahasia).
    Kalo bukan ruh Laa ilaaha illaallah …. silahkan perbanyaklah “istighfar”, shalat taubat dan shalat tasbih …. semoga diijabah oleh Allah …

    kembali kehubungannya dgn artikel Ki WongAlus … pada prinsipnya merupakan salah satu “Hakikat Diri dalam mem-“FANA” (mematikan) “Diri Jasad/Tubuh” ke “Diri Hati”, dari “Diri Hati” ke “Diri Ruh/Nyawa” dan dari “Diri Ruh/Nyawa” ke “Diri Rahasia”. Selanjutnya …. bila amalan di atas anda lanjutkan dgn “IKHLAS, YAKIN dan ISTIQAMAH”, Insya Allah akan bermuara di “Hakikat Ruh/Nyawa Muhammad” yg selanjutnya akan bermuara dalam “Penyatuan ke Al-Haq Allah ‘Azza wajalla” yg secara teoritis telah diajarkan didalam Hadits Qudsi yg terjemahan bebasnya: “Dengan PendengaranKu engkau Mendengar … dengan PenglihatanKu engkau Melihat ….. dst” (silahkan buka sendiri, resapi dan maknai dgn hatimu, “bukan akal pikiranmu”).

    Oleh karenanya, didalam Lontara Bugis, dijabarkan sbg berikut:
    “Tubuhku lenynye’ diatikku”
    “Atikku lenynye’ ri nyawaku”
    “Nyawaku lenynye’ ri rahasiaku”
    “rahasiaku lenynye’ ri puwangku” … dst

    Artinya:
    “Tubuhku Fanaa (menyatu) di hatiku” (rahasia zikir “Laa ilaaha illallaah”), terbuka pintu HATI
    “Hatiku fanaa (menyatu) di Nyawaku” (rahasia zkir idzmu Dzat “Allah”), terbuka pintu NYAWA
    “Nyawaku fanaa (menyatu) di rahasiaku” (rahasia zikir “…”), terbuka pintu RAHASIA
    “Rahasia fanaa (menyatu) di Tuhanku” (rahasia zikir “…”), terbuka pintu MAKRIFAT AL-HAQ

    sehingga … Laa Maujuda illallah … laa af’ali illallaah … laa syifaatii illallaah … kita tidak memiliki kehendak lagi, meskipun saat itu kita “SADAR SESADAR-SADARNYA”…. maka jadilah diri kita “karena KUASA ALLAH” menjadi orang yang “KUN FAYAKUN (SABDO DADI)”, memiliki kelebihan dan kharomah ….
    (Ingat!!!! …. kemampuan — kelebihan/kharomah — kita ini bukan khusus dicari-cari, tapi diberikan oleh Allah SWT dan atas Ridho dan Mahabbah Allah kepada diri kita yg taat, dan cinta kepadaNya) …
    olehnya itu, pesan saya buat para sedulurku di KWA … bila ingin mengamalkan salah satu ilmu di KWA ini … niatkanlah “ilaahi anta maqsuudi, waridhaaka mathluubi” (Yaa Allah, engkau yg aku Maksud dan keridhaan engkau yg aku cari).

    Begitulah proses yg Ki Wongalus maksudkan (begitu ya Ki … maaf kalo salah) melalui “wirid dan Peresapan Amalan” di atas, kita dapat menyatukan diri kita (ADAM) dgn NUr Muhammad (rahasia kita) melalui perantaraan “Hati” dan “Ruh/Nyawa” kita.

    Dalam istilah bugis dan Makassar …. ilmu ini termasuk kategori “ILMU PAKUBBURAN”… yaitu suatu ilmu pemahaman dan keyakinan dalam mencari titik-titik kuburnya (matinya) setiap bagian diri (jasad, hati, ruh, huruf dan rahasia) hingga menyatu kepada Allah Rabbul ‘Izzati. Contohnya: dimanakah matinya Akal .. yaitu di “Bayang-bayang” … dimana matinya “bayang-bayang”, yaitu di Missa…”, dst…
    Pada prinsipnya, rasulullah SAW mengingatkan kita untuk selalu “berziarah Kubur (menjenguk orang mati)”, dengan hakikat kata kuncinya adalah “MATI” dan kita disuruh untuk selalu “Ingat Mati”.
    Secara syariah … ingatlah dosa-dosamu yg telah kita perbuat dan bertaubatlah. Sedangkan secara Hakikat adalah “Mencari tempat matinya didirmu”…
    Contohnya: Tubuh kita terbuat dari 4 jenis (lihat artikel di atas), yaitu api, air, angin, dan tanah… Api itu matinya di huruf Alif yg pertama, begitulah Alif bertakbir Allahu Akbar ketika Shalat …. Angin pada Lam Awal tersimbolkan pada saat Ruku Shalat, …dst.

    nah .. dalam ilmu laduni .. orang-orang banyak mengucap: “ALIM LAM MIM” …. nah kalo diwiridkan “ALIF” (Allah) … Lam disebut … tunduklah semua wanita …. (berabe kan) , karena “MIM”.. kan sangat berbahaya.. bukan!!! kalo ilmu itu diajarkan kepada orang awam yg belum memiliki “Aqidah/Tauhid” dan “Amaliah/Akhlak” yg benar.

    Saya rasa … cukup dulu…. semoga dapat memberi pencerahan dan saling berbagi diantara saudaraku muslim ….

    Wassalam
    Baco Dg. Puraga

  23. saya msh awam, dan saya selalu menggunakan logika utk bisa mengerti akan seuatu hal apapun, sulit mengeritnya, logika saya apakah bisa manusia ciptaan Allah SWT bisa menyatu dgn Allah SWT, se-tinggi2nya pencapaian derajat lahir dan batin manusia adalah tdk sama DIMENSI Allah SWT Yg Maha Pencipta dan Maha Raja Dirajanya Alam Semesta ini, kita saksikan nyata Allah SWT menurukan wahyu bahasa Tuhan pun hrs melalui perantara melalui Malaikan Jibril yg ada di dlm dimensi NURILLAHIYAH, mentrasformasikan ke dalam bahasa Arab kpd Nabi Muhammad SAW maka jadilah Al Qur’an, demikian pula dlm pengurusan alam semesta jagad raya ini Allah SWT selalu mengutus Malaikat2nya, yg paling mungkin adalah Manusia yg beribadah menyembah Allah SWT dgn baik benar diridoi dan diberkahi adalah mendekati darajat Malaikat yg ada di alam malakut/ Nurillahiyah, maka ia bisa masuk ke alam malakut/ Nurillahiyah, maka INILAH yg bisa dimugkinkan bhw pencapaian derajat utama tertinggi dari makluk Manusia itu berarti “SAMA DENGAN” yg dimaksud “MENYATU DGN ALLAH SWT atau dgn istilah Wahdatul Wujud atau Manunggaling Kawula Gusti itu, plis koreksi my komen trims …

  24. Segala Amalan itu haruslah berdasarkan Al-Qur’an dan hadits sebagai rujukan, juga perlu guru yang kamil mukammil dan khalis mukhlisin dalam membimbing si salik mengarungi jalan ketuhanan.
    Semoga kita semua mendapat petunjuk dan ketemu dengan Waliam Mursida.. :)

  25. Ass…moga allah meridhoi kita dan mengabulkn apa yg diinginkn para kwa smua…dan tak lupa mga aja bermanfa’at khusus bgi sy unk menjalani ibadah lebih baik.amin dan mhon ajaran diatas dpt bermanfa’at bagi sy dan smuanya.

  26. Bismillah semoga bisa mengambil saling mengisi pemahaman Nur muhammad
    Orang yg tenggelam dan mesra
    dengan nur muhammad maka
    merekalah yg berhak mendapat
    syafaat rasulullah,bahkan neraka
    berkata, aku malu menyiksa mereka
    sementra mereka begitu mesra dan
    cinta kepada rasullullah,
    apakah nur muhammad ini bisa
    dibangkitkan jawabnya bisa,tetapi
    kalangan ahli hakikat tidak
    dibangklitkan tetapi dimesrakan
    dengan nur muhammad untuk
    memesrakan diri keasal kejadian
    kita perlu kehalusan rasa,
    mempanakan rasa tubuh dari
    tanah kembali rasa tubuh menjadi
    nur,
    apabila kita mampu mempanakan
    diri tenggelam dalam asal diri dari
    nur,maka kita akan merasakan
    dingin yg sejuk,bahkan terkadang
    runa runa bulu bulu ditubuh
    berdiri, mereka menyaksikan pada
    tubuh,urat,tulang,sumsum,bahwa
    mereka adalah pancaran
    nurmuhammad,tubuh mereka akan
    dingin menggigil laksanakan es,
    dan hati mereka seakan begitu
    dekat dengan rahasia allah pada
    nur muhammad, laksanakan kain
    dan warnanya kain begitu dekat
    bahkan sangat dekat,
    timbul pertanyaan apakah sama
    dibangkitkan dan dimesrakan
    nurmuhammad dibatang tubuhnya, jawabnya beda,
    kalau kita bangkitkan kita hanya
    merasakan maunahnya saja,
    tetapi jika dimesrakan/difanakan rasa
    pada nur muhammad maka kita
    akan merasakan seluruh tubuh kita
    nikmatnya tenggelam dengan
    nurmuhammad juzbah
    iman,ZUZBATUN MIN ZUZBATUL
    HAQ HAIRUN MIN IBADATI
    SAQALAIN tenggelam satu saat dari
    tenggelam dengan rahasia allah
    dan rasulnya niscaya kita
    akan merasakan diambil rasa
    memiliki diri sebenar diri kembali kerasa asal
    kita dari nur muhammad,
    tidak hanya lidah yg mengatakan
    bahwa kita nur muhammad tetapi
    disaksikan oleh bulu,urat
    daging,tulang,sumsum, semua
    anggota batang tubuh kita kita akan merasakan dan
    ikut menyaksikan.

  27. serasa menagis membacanya. ya allah hukumlah aku yg selalu mengingkari nikmatmu di sepersekian detik.

  28. Bismillah. Ucapkan bersama Allah (Allah maha awal dan akhir) Mari kita memfanakan rasa. Rasa sebenar rasa, rasa didalam diri. ucapkan secara lisan dan sedikit dirasa Ucapkan kata ini:

    WA’ALAIKUMMUSSALLAM HAI NUR YANG AHMAD.

  29. as.pak ustaz saya ingin dibgnkitkn inti cel induk
    nur muhammad dibatng tubuh saya.nic email saya budybrenksex@gmail.com
    maaf nama email agak ngk sopan karena teman saya yg buat email tersebut mana ngk bisa dignti lagi..niat saya utk membngun nur muhammad biar dekat dn makin cinta ama nabi muhammad s.a.w dn allah s.w.t dn untuk mengobati orng sakit dn keluarga dngn inti cell induk sendiri.kiranya pak ustaz bersedia mengirim email saya karena saya ud kirim email kepak ustaz ngk terkirim jua.sallam silahtuhrahim salam santun aku tunggu emailnya pak ustaz wassalm

  30. as.MAS DULUR SEMUA SIAPA YG BISA BNGUNKN NUR MUHAMMAD DGN CEPAT MELALUI TELEPON NGK PAKE MINYAK DN BERSEDIAH IJAZAHKN SHOLAWAT QULLU GHAIB KIRANYA DAPAT BERBAGI DN MOHON HUBUNGI FB INI putra.m.keadilan.1@facebook.com mohon inbox fb ini sudinya kiranya berkenan mas saudara murid yg mendapatkn ijazah lengkap guru RRK WASSALAM SILAHTUHRAHIM

  31. as.w.t.wb qobiltu ki kwa salmsilahtuhrahmi para dulur semua..ABNG GURU YUDIKELANA@ MOHON BIMBINGNNYA MEMBNGUN NUR MUHAMMAD DIBATNG TUBUH SAYA.NIC EMAIL SAYA MAAF AGAK KASAR HABISNYA DIBUATKN OLEH TEMAN SAYA YG ISENG NGASIH NAMA KEK GINI MANA NGK BISAH DIUBAH LAGI..nic budybrenksex@gmail.com
    subahanallah begitu tingginya ilmu abng saya hanya bisah mengirimkn alfateha kpd bng dn keluarga 7x sen tolong email saya karena saya kirim berulng kl tdk terkirim ke ang yudi@maksi semoga abng dn keluarga selalu dlm ridoh dnlindungn allah swt.sayaasal sulawesi utara asli keturunan GORONTALO WASSALM

  32. subhallah……. , Qobiltu semoga barokah, , ila Al Fatihah untuk kelurga wong alus, Bismilah…..

  33. Nur Muhammad adalah pancaran
    Nur Allah yang diberikan kepada
    Para Nabi mulai dari Nabi Adam as
    sampai dengan Nabi Muhammad SAW,
    dititipkan dalam dada para Nabi
    dan Rasul sebagai conductor yang
    menyalurkan energi Ketuhanan Yang
    Maha Dasyat dan Maha Hebat.
    Dengan penyaluran yang sempurna
    itu pula yang membuat nabi Musa
    bisa membelah laut, Nabi Isa
    menghidupkan orang mati dan Para
    nabi menunjukkan mukjizatnya
    serta para wali menunjukkan
    kekeramatannya. Karena Nur
    Muhammad itu pula yang
    menyebabkan wajah Nabi Muhammad
    SAW tidak bisa diserupai oleh syetan.

  34. qobiltu,salm silaturahmi untk ki wong alus dan poro sedulur,sungguh suatu pencerahan yang luar biasa,kpd bang yudi sy tlh mengirimkan email smg bang yudi berkenan membukanya,alfatekhah buat bang yudi send…

  35. salam salim dulur semua. Qobiltu amalan a..

    Oa kang yudie kelana. Sy sdh inbox tuan. Semoga kang yudie smpat membalas a. Trimakasih

  36. ASS.WR.WB mohon maaf terlebih dahulu klau ada ucapan dan tulisan sebelum dan sesudah menulis comment ini,yg kurang berkenang dihati para sedulurku,sulessurekku (saudaraku),dan para sesepuh yg ada di KWA ini aku mohon maaf yg sebesar-besarnya.untk mengenal dan menYAKSIKAN,dan menyatu dgn ALLAH SWT,tidak begitu sulit dan tidak butuh rapalan atau mantra seperti yg sudah ditulis oleh saudara2ku yg diatas,klau orang sudah mengerti, dalam hitungan detik.kita bisa menyaksikan dan melihat dgn mata keberadaan nur muhammad dan ALLAH SWT.dibaca dan difahami baik2. yg dikatakan oleh BACO DG PURAGA sha da tallu (suara 3) itu adalah A I U. huruf yg 3 ini diambil dari suara nafas yg keluar dari hidung,angin yg masuk dari lubang hidung berbunyi huruf A dan huruf I bunyi ditenggorokan,dan bunyi huruf U adalah angin (nafas) yg keluar dari hidung,klau disimpulkan
    kita bernafas setiap hari (angin yg keluar dari kedua lubang hidung tiu berbunyi huruf A dan Huruf U)klau dijabarkan menjadi SAHADAT.yaitu ASHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.
    ada lagi yg dimaksud asal usul manusia ada 4 unsur tanah,air,angin,api,ke 4 unsur ini semuanya ada ditubuh kita sendiri,tapi banyak orang yg tidak mau memberitahukan.saat ini akan aku ajarkan,tanah adalah seluruh tubuh kita.,kita mati tubuh kembali jadi tanah,air ada dilangit didlm mulut kita sendiri,angin berada di kedua lubang hidung dan dikedua lubang telinga,api berada dikedua bola mata,jadi segala ilmu sareat,torekat,hakekat sampai dgn ilmu ma*rifattullah.semuanya diambil dari 9 lubang yg ada didalam tubuh kita sendiri.1.mata kiri.2 mata kanan 3 telinga kiri 4 telinga kanan 5 lubang hidung kiri 6. lubang hidung kanan 7 lubang mulut 8 lubang alat kelamin kita sendiri 9 lubang dubur.cukup sampai disini ajalah,jgn terlalu dalam nanti anda setres.klau anda ingin mengejar ilmu ma^rifatullah (mengenal TuhanNya) datanglah kerumahku,aku orang bugis dari sulawesi selatan,carilah kabupaten SIDRAP desa EMPAGAE.disitulah alamatku.apapun yg anda ingin ketahui insyaAllah akan aku jabarkan dan akan aku perlihatkan sampai ilmu yg paling tinggi ma*rifatullah (mengenal Tuhannya).akan aku perlihatkan.amin ya rabbal alamin ass.wr.wb

  37. Assalamu alaikum wr wb
    @ yudhi kelana
    aku sudah lama ingin membangun nur muhammad pd tubuhku, pernah aku coba kirim email ke seseorg yg menawarkan.tp tdk bisa membuka balasannya,maklum ..gaptek
    jadi kumohon allahhuma bimbing aku dg phonecel,ini no.hp ku 087816548252.,sebelumnya kuucapkan terimakasih wassalamullah

  38. Assalamualaikum….wr.wb…….! salam persaudaraan semuanya….!
    Alfatehah…..buat Bg yudie kelana! Qobiltu…….izin ngamalin ilmunya…Kabul lillahi ta’la..! Add ya Bg….:)

  39. rankbalai>> Inbox saya saja ya saudara sekalian mempererat tali silaturokhim sesama umat islam.

  40. apa maksud wahai seduluhurku adam sufi badanku tidur rohku terjaga gerakkan aku nur muhammad

  41. assalamualaikum wr. wb. prose penyatuan diri adalah peroses yang menuju untuk mengenal tuhannya

  42. Asslmkm wr.wb saya dari malaysia timur..begitu teruja dan tertarik dengan apa yang saudara dari sulawesi itu tadi bicara mengenai 9 lubang nafas dan A.i.U..kepingin mendalami Ilmu kenal diri..kalo boleh kasih alamat lengkap ya saudara…

  43. Allah >Nur Allah>Nur Muhammad>Muhammad,….[dunia dan seiisinya,alam nyata/ghaib,…/pada kita.,manusia,berupa nyawa/ruh,…],…jadi,secara syareat,Muhammad adalah Nabi,…tetapi,secara hakekat,…Muhammad adalah ruh/nyawa kita,….Allah dan Muhammad,…2 yang hakekatnya 1,…ibarat api dengan panasnya,…ibarat air dengan buihnya,…

  44. Kalau faham ilmu ketuhan nya masih sedikit gk usah komen bru tau yg trsurat aja byk komen.. Yg sudah tau dia kagak bakalan asal ngoceh sama yg blum faham

  45. ass.salam salam perdamaian dan persaudaraan selalu.tuk mz yudi kelana mhn ijin dn ridhonya tuk membangkitkan nur muhamad dlm btng tubuh saya karna sangat bermanfaat buat diri dn sesama dlm mengarungi hidup ini.kira2 apa saja syaratnya,mhn d bls di email saya:jakakelana292@gmail.com.wasalam wrwb

  46. Iji nyimak Ki ….. o ya Ki ! Bagaimana kalau sekalian Ki Wong Alus babar tentang MATI , SORGA ALAM KUBUR LAHUL MAHFUZH < Agar pemahaman tentang hidup sesudah mati tersebut lebih terang benderang ? Bukan hanya katanya ( jarene ) ,,,, Sebab semua manusia bakal mengalaminya ! tak pandang bulu ? kecuali Manusia yang dikehendaki NYA !Terima kasih Ki …. sungkem dan salam paseduluran tuk warga besar KWA .

  47. saya sedang bingung dan tertarik mendapat jawaban juga. dan ada info pribadi menurut saya.

    saling berbagi bertukar untuk menjadi lebih baik sobat :) hehe..

    maaf penganut buddha. hanya sedikit artikel pribadi
    jalan-tuhan00.blogspot.com

  48. setahu saya klo diri kita bisa menyatu dengan tuhan…bagaimana dengan nabi musa yg saat itu menerima wahyu di bukit thor,pingsan selama 40 hari 40 malam,karena allah berkata kepada musa,HAI MUSA SESUNGGUHNYA ENGKAU TIDAK AKAN SANGGUP MELIHATKU KARENA AQ BUKAN BENDA BUKAN DZAT,dan musa ngotot untuk melihat allah,maka allah berkata,HAI,,,MUSA LIHATLAH KEDUA BUKIT ITU KALO BUKIT ITU BISA BERDIRI TEGAK MAKA KAMU AKAN MELIHATKU,,,dan disitulah allah menmpakan diri,,,saat itu pula musa pingsan,artinya kalo manusia bisa menyatu dengan tuhannya(allah)maka aku yakin jasad kita akan hancur karena tidak mampu menahan kedatangan allah dalam diri kita,WASALAM

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s