LEBIH BERAT LAKU DI MALL DARIPADA DI GUA, TERNYATA….


wongalus

wongalusJAGONGAN ALIAS NGOBROL RINGAN ANTARA SAYA (WONGALUS) DENGAN SAHABAT SAYA, MAS KUMITIR, KETIKA DIAJAK OLEH SEORANG SESEPUH PADEPOKAN HERBAL KE SEBUAH CAFE DI MALL DI WILAYAH KOTA SURABAYA. TIDAK SEPERTI BIASANYA, KALI INI MAS KUMITIR MEMAKAI KOPYAH DAN TERLIHAT ISLAMI. GANTENG BERSERI.  

Wongalus: Kita ini kok sering mengalami hal seperti ini mas… kabur kanginan. Kita nggak punya rencana ke sini kan?, niat kita cuma menemani sesepuh tersebut.. eh kok akhirnya duduk di cafe ini, berjam-jam tanpa ada kepastian mau apa dan kenapa disini….

Mas Kumitir: Seperti hidup kita, tidak pernah berniat lahir tapi kita dilahirkan. Tidak punya keinginan menjadi laki-laki atau perempuan tapi kita diberi jenis kelamin laki-laki. Memang semua ini pemberian sehingga diterima saja apapun itu..

Wongalus: Wajib disyukuri kalau begitu ya.. Apapun pemberian, baik atau buruk tentu saja ada tujuan di baliknya yang perlu kita yakini dan imani. Tidak mungkin kita diciptakan tanpa ada tujuan. Insinyur saja menciptakan sesuatu pasti ada tujuannya.

Mas Kumitir: Benar. Masing-masing orang memiliki keyakinan yang tidak bisa didebat. Benar dan salah, baik atau buruk, indah dan tidak indah pada akhirnya ada dalam keyakinan di hati. Tolok ukurnya adalah hati nurani masing-masing karena hati nurani dalam maknanya yang batin sesungguhnya adalah kitab yang hidup.

Wongalus: Sepakat… untuk meraih keyakinan sampai benar-benar yakin, tentu membutuhkan proses yang panjang. Tidak sekali atau dua kali momentum saja dilatih namun sepanjang hayat keyakinan kita akan terus berproses. Keyakinan itu adalah sintesa dari tesa dan antitesa yang berlawanan. Sintesa akan menjadi tesa dan ada antitesa baru, hingga menjadi keyakinan baru lagi. Begitu seterusnya sampai akhir hayat, keyakinan akan terus berkembang…

Mas Kumitir: Makanya yang lebih pas sesungguhnya semua itu proses. Seorang biasa yang sangat sangat biasa seperti kita— wong cilik menthik lungguh dhingklik oklak aklik—atau kah para saudara kita yang memiliki maqom ustadz, kyai, aulia, wali dan nabi pun terus berproses sampai akhir hayat mereka. Ada perang suci, jihad akbar, di dalam dirinya, peperangan abadi antara baik atau buruk, benar atau salah, indah atau tidak indah, dan itu adalah perjuangan yang tiada pernah selesai, unfinished process

Wongalus: jadi pada hakekatnya semua ini adalah laku. Tidak ada orang yang tidak laku. Jadi tidak pas bila dikatakan laku itu hanya mereka yang bertapa di hutan atau di dalam gua. Saya, anda, dan juga semua sedulur pembaca KWA atau yang tidak sedang membaca, semua sedang bergulat dan bergelut dengan kehidupannya sehari-hari

Mas Kumitir: Inti, substansi, isi dari bertapa itu apa? Itulah yang harus diketahui. Sebenarnya laku bertapa itu kan memenej keinginan dan menyatukan antara ucapan, rasa batin dan tindakan agar benar-benar menjadi satu… Ngesti ke satu titik….pembulatan rasa… Simbol dari Bima (Werkudara) yang berperang dengan hawa-hawa nafsunya sehingga bertemu dengan diri sejatinya yang disimbolisasikan dengan meminum air perwitasari.

Wongalus: Siapa sebenarnya werkudara? Dalam perwayangan disebutkan dia adalah adalah anaknya Pandhu Dewanata dan Dewi Kunthi yang nomer dua. Sebetulnya werkudara ini titisan dari Bathara Bayu. Dia merupakan salah satu dari pendawa lima. Memiliki jejuluk Bratasena, Bimasena, Haryasena, Bayusiwi, Jagal Abilawa, Kusumadilaga, Jayalaga. Merupakan kesatria Jodhipati atawa Tunggul Pamenang. Monggo dilanjut mas…

 Mas kumitir: Begitulah… bima memiliki tiga istri tiga yaitu Dewi Nagagini, Dewi Arimbi, dan Dewi Urangayu. Bersama Nagagini melahirkan Antareja, dengan Arimbi mendapatkan Gatotkaca, dengan Urangayu punya anak yaitu Antasena. Dia punya pusaka kuku pancanaka, gada rujakpala, dan gada lambitamuka.  Ajiannya adalah Bandung Bandawasa, Ungkal bener, Blabag Pangantol-antol, Bayu Bajra.

 Wongalus: Semua senjata, aji-ajian yang kamu sebutkan tadi sesungguhnya penuh simbol mas. Monggo dilanjutkan…

Mas kumitir: Bima lahir dalam wujud terbungkus seperti telur. Semua senjata tidak bisa untuk membukanya. Yang bisa membedah hanya Gajah Sena. Habis dibedah, Bratasena ini dinjak-injak oleh gajah ini. Tapi aneh bin ajaib malah sang bayi tambah besar. Lantas gajah ini ditusuknya pakai Kuku Pancanaka hingga tewas dalam sekejap mata dan nyawanya bersatu dengan Bima.

Wongalus: Kita semua mengetahui bahwa perwatakan Bima ini adalah penggambaran sifat yang perlu dimiliki setiap pejalan spiritual yaitu: yang apa adanya, opo anane, jujur, tidak banyak topeng. Nah, penggambarannya Bima ini tidak bisa tata krama secara halus, siapa saja disapanya dengan bahasa jawa kasar kecuali dengan Sang Hyang Wenang dan Dewa Ruci.

Mas kumitir: Walaupun begitu, dia punya sifat setia, loyal dan hormat kepada guru, berbakti kepada ibunya, dan selalu menepati janji. Watak setia kepada guru ditunjukkannya ketika dia diutus oleh guru Durna untuk mengambil air suci tirta mahening suci, atau tirta Perwitasari di tengah samudera. Karena kesetiaannya pada sang guru, semua halangan dan perang dijalaninya dengan teguh, dan mendapatkan anugerah bertemu dengan sang guru sejati, aku sejati yang wujudnya adalah dirinya sendiri namun kecil yang dikenal dengan sebutan Dewa Ruci…

Wongalus:  Kisah perwayangan menyebutkan tanda bakti kepada sang ibu ditunjukkan dengan mengalahkan Dursasana, darahnya untuk keramas rambut Ibu Dewi Kunthi. Hal ini karena karena Dewi Kunthi pernah diganggu Dursasana. Selain itu dia juga cinta pada saudaranya. Akan tetapi jika keluarganya yang salah dia juga akan menghukumnya, seperti Gatotkaca yang dihajar oleh bapaknya. Di perang Bharatayuda, Bima jadi jagonya para Pandawa. Dia bisa membunuh Dursasana, Sengkuni, dan Duryudana. Sesudah perang, Parikesit naik tahta, dia bersama Pandawa lainnya meninggal bersama-sama…Menarik sekali mempelajari Bima, bagaimana sejatinya perwatakan yang harus dimiliki seorang pejalan spiritual.

Mas kumitir: Ya, bukankah kita semua pada diri sendiri sesungguhnya tidak bisa berbohong dan apa adanya.  Kita bisa berbohong pada siapapun namun tidak bisa berbohong pada diri sendiri. Hanya ada KEJUJURAN bahwa hati nurani kita sebenarnya adalah tolok ukur. Kita bisa mengetahui benar dan salah, kita bisa mengetahui isi batin kita dan ke arah mana tujuan hidup sejati kita.

Wongalus: bagaimana bila hati nurani kita buram sehingga fungsi al furqan (pembeda) di dalam hati tersebut tidak berfungsi alias macet mas?

Mas kumitir: itulah fungsi dan manfaat dari laku bertapa dalam maknanya yang substansial. Kita berlatih mengendalikan diri, mengendalikan keinginan, mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu itu ibarat kuda, kita perlu memegang tali kendali sehingga laju kuda akan sampai pada tujuan dengan selamat. Hati nurani yang terbiasa diasah dan dibersihkan akan lebih jernih dibanding yang tidak pernah diasah.

Wongalus: kendali kita adalah tiga senjata yaitu akal pikiran dan juga senjata kepasrahan serta senjata keikhlasan. Sekuat godaan apapun kalau manusia masih menggunakan akal sehat, ditambah kepasrahan dan keikhlasan maka insya allah dia masih bisa bertahan.

Mas kumitir: saya rasa akan lebih lebih berat bertapa di mall seperti sekarang ini daripada di hutan belantara atau di gua yang tidak ada godaan. Dalam TAPA NGRAME, godaan tidak hanya dari dalam diri tapi ada stimulus dari luar yang sangat kuat. Hidup bersama saudara-saudara yang punya haluan dan ragam macam kehendak dan keinginan. Bila kita punya niat menuju tujuan tertentu, bisa dengan mudah berbelok ke arah lain. Apalagi kita laki-laki, makhluk visual dan wanita adalah makhluk auditori dan kinestetik. Keinginan akan cepat muncul karena stimulus dari luar merangsek memenuhi aliran darah.

wongalus2Wongalus: Seperti Arjuna yang sedang bertapa di gunung Indrakila. Namun, sebelum Arjuna dijadikan perwakilan para dewa untuk mengalahkan raksasa penghancur surga yang bernama Niwatakewaca, dia harus diuji sebelumnya dengan berbagai godaan. Arjuna digoda oleh tujuh bidadari, di antara mereka adalah Tilotama dan Supraba. Mereka diperintahkan untuk menguji Arjuna dengan menggoda dan merayunya.

Mas kumitir: ya… tujuh bidadari perlambang tujuh hijab langit itu turun ke bumi dan menuju gua itu untuk menggoda Arjuna. Berbagai cara digunakan oleh para bidadari tetapi tidak ada satupun yang berhasil menggoda tapa sang Arjuna. Kemudian para bidadari kembali ke surga dan melapor pada Indra bahwa mereka gagal. Kegagalan para bidadari tersebut tidak menjadikan para dewa sedih, melainkan para dewa bahagia karena Arjuna memang adalah manusia terpilih. Kemudian Indra turun dari surga menuju tempat Arjuna. Indra menjenguk Arjuna dengan menyamar menjadi orang tua yang bijak. Orang tua itu disambut dengan penuh hormat oleh Arjuna. Mereka pun berbicara panjang lebar dan terpaparlah suatu uraian mengenai kekuasaan dan kenikmatan dalam makna sejati.

Wongalus: Yang saya ingat bahwa ketika itu Arjuna diwejang tentang kesejatian…. bahwa surga adalah kebahagiaan sejati…. sedangkan kekuasaan dan nikmat di dunia itu hanyalah semu, karena bersifat sementara. Arjuna yang sudah bertapa tentu sangat waskita dan memahami akan hal yang dipaparkan oleh penyamaran Indra itu, dan tujuan dia bertapa karena ingin memenuhi kewajibannya selaku ksatria serta membantu kakaknya, Yudhistira untuk merebut kembali kerajaannya demi kesejahteraan dunia.

Mas kumitir: Akhirnya….. Arjuna berhasil mengalahkan para raksasa kemudian diberi hadiah oleh Dewa Indra untuk menikmati surga beserta bidadari-bidadarinya. Namun, Arjuna memikirkan saudara-saudaranya yang berada di hutan pengasingan. Kemudian dia memohon kepada Indra untuk berangkat pergi menemui saudara-saudaranya para Pandawa. Kepergian Arjuna kembali ke tempat asalnya ditangisi oleh para bidadari-bidadari yang ditinggalkannya. Tapi tangisan mereka tidak membuat Arjuna lemah, dia tetap pada tekad dan niatnya melanjutkan hidupnya.. memenuhi DHARMA sebagai seorang ksatria.

Wongalus: Oke mas eyang, monggo disruput dulu kopinya… ntar keburu dingin….

Mas kumitir: monggo mbah….

@wongalus,2013

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 25 Komentar

Navigasi pos

25 thoughts on “LEBIH BERAT LAKU DI MALL DARIPADA DI GUA, TERNYATA….

  1. PERTAMAX SIIIPLAH

  2. Ya begitulah hidup,kita jalani apa adanya aja
    yg penting ada rokok ma kopi udah

  3. saridin

    nyusul pake sepeda ontel.pertamax mahal ommmm..hehehehw 😛

  4. Merasuk

  5. Kalimantan Sakti

    sip.. dialog mencerahkan berlatarbelakang budaya.

  6. samsul LAMPUNG TIMUR

    Sangat bermakna terimakasih atas uraunya

  7. deni riyanto

    ikut nyimak aj…..

  8. SANGKELAT 13

    gelar tiker izin nyimak…

  9. garengpung

    Nderek nyimak…

  10. assalamualaikum poro sesepuh guru besar kyai wildan …kyai kumitir
    dua orang yg saling melengkapi …pinang dibelah dua mmmm…. andai saja 100 orang kembaran sampean waaah adem mak nyuus…..moga penerus keturunan anda berdua banyak amien

  11. @MAS ALJUNDI: amin yra. matur nuwun terima kasih mas. al fatihah sent pembaca KWA >>>>>

  12. Wah penuh dg pelajaran,hakekat hidup.trima ksih kpd sesepuh KWA.izin saya yg bodoh ini menyimak ki.matur nuwun

  13. Ucheng Hasan

    Copas dari tetangga sebelah

    Amang Rezky Cool Berkata:
    27 November 2013 pada 12:12 | Balas

    Dan insya Allah, di rumah ana akan di adakan shalat hajat berjama’ah berjumlah semuanya 41 orang, yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2013 pada pukul 21.00 waktu Indonesia tengah, setelah shalat hajat berjama’ah dilanjutkan dengan pembacaan hizib nasar 7x dikhususkan untuk kacung idris nawawi…
    Harap kawan-kawan KSIH untuk ikut serta bersama pada waktu yang telah ditentukan..

    Sedangkan tadi malam beberapa kerajaan gaib kalimantan telah ana telepati untuk diminta bantuannya,

    -100 buaya hitam bertanduk, di izinkan datuk abi untuk ditugaskan disekitar rumah kacung idris nawawi
    -100 buaya kuning bertanduk, di izinkan datuk karim untuk ditugaskan disekitar rumah kacung idris nawawi
    -100 buaya hitam, diizinkan datuk jakfar untuk ditugaskan disekitar rumah kacung idris nawawi
    -100 buaya kuning, diizinkan datuk maulana dibal untuk ditugaskan disekitar rumah kacung idris nawawi…

    Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar

  14. Subhanallah… Mantap ki wejangan’y…
    Nyimak mawon nggih.

  15. nerah wiranata kusuma

    ach apalagi tapanya di mall bandung jawa barat…haha..kacau tuch laku dan semedi..hehe..artikel na sae habib katampi..hehe

  16. Queen

    mau lagi dong wejangannya, suka hal-hal yang seperti ini, mohon ijin Copas mbah eh Ki. mas 4 jempol buat anda berdua..

  17. mho ijin untuk mengamalkan ki,smoga barokah .aamiin

  18. usman

    PENGUMUMAN……. !!! TELAH DIBUKA LOWONGAN KERJA….
    dibutuhkan tenaga ahli dan mental baja
    untuk dipekerjakan di tempat KACUNG IDRIS NAWAWI
    karena sekarang dia sedang buka usaha baru
    BETERNAK BUAYA,,,!!!

  19. Ucheng Hasan

    Setelah peristiwa kejadian kehilangan motor di kapin Jakarta,banyak anak-anak jamiz luar yang datang lebih berhati-hati lagi dan mengunci ganda Motornya,takut hal serupa hilang nya motor rekan mereka terjadi pada diri mereka juga…….seorang Guru mereka yang linuwih pun tidak mampu memutar giling si pencuri apa lagi hal lain. terkadang ini lah yang menjadi suatu tanda tanya besar dalam diri masing-masing anak jamiz baik dalam maupun luar…….

    kembali lagi sahabat saya berkata…..”kang mas”…mau tau ndak! masih ada hal lucu yang masih saya teringat di saat awal-awal Membuka praktek Idris pernah melakukan perbuatan pencurian,kisahnya begini kang mas!…………..”Saat itu Idris nawawi Pertama kali membuka Prakteknya di daerah Jambul,Cililitan. Idris Nawawi bekerja sama dengan Kang Mawan Suganda,Idris Meminta bantuan Kang Mawan Suganda karna idris masih banyak belajar dalam ilmu kebathinan…..saat pertama kali membuka Praktek itu,Idris Nawawi meminta bantuan atau meminjam modal sama Suprayitno (Suaminya Jeng Ana). sebab Idris Nawawi ingin membuka iklan dan menyewa tempat tidak memiliki banyak dana,sebab awalnya Idris Nawawi ini adalah seorang Penjual pakaian keliling,karna dia sangat hoby dengan hal mistik dan perdukunan,ia mencoba ingin mencari perubahan hidupnya dengan membuka Praktek juga,yang mana pada saat itu mengemis dan memohon serta memelas sama kang Mawan Suganda.karna kang Mawan Suganda orang nya ndak tegaan jadi dia membantu awal idris ini membuka praktek tapi dengan cara yang baik dan tidak melenceng dari konsep aslinya,yaitu hanya sekedar membantu pasien yang mempunyai suatu masalah dalam hidupnya….tapi di sini pasien lebih sering di bantu oleh kang Mawan Suganda karna kang mawan suganda seorang ahli tirakat dan ahli agama juga serta ahli beberapa Kitab Kuno……………………………………..

    pada saat semuanya berjalan dengan lancar dan pasien pun bertambah banyak,Idris nawawi ini ternyata mempunyai niat yang sangat buruk dan prilaku nya ndak benar,karna secara diam-diam dia memcuri / menilep sebagian hasil Prakteknya bersama kang mawan suganda…………dan pada saat Idris nawawi mekukan hal itu…….kang mawan suganda ternyata mengetahui nya,dan menasehatinya panjang lebar agar perbuatan ini jangan di lakukan lagi…………..karna saksi mata nya ini yang memergokinya bukan hanya kang mawan suganda,tapi juga kang Yitno sendiri yang memergoki dan mengintip Idris nawawi ingin menyembunyikan sebagian uang itu didalam kamar mandi……inilah kelakuan Idris nawawi disaat awal-awal membuka praktek…yang mana pada saat itu bersama kang mawan suganda….makanya sekarang ini kang mawan suganda tidak sejalan dengan idris nawawi dikarenakan sifat hatinya yang ndak benar,sifat tamak,iri,dan rakus itu sangat susah idris nawawi hilang kan dalam dirinya. serta omongan idris nawawi yang tidak sesuai dengan kaidah dan konsep yang sesungguhnya,selalu mengada-ada dalam hal keilmuan dan banyak yang di rekayasa,baik dari silsilah sanad Keilmuan dan Nasab nya, dan idris nawawi melakukan semua cara agar praktek perdukunan nya laris,apa lagi sekarang ini di kemas dengan konsep Syiar agama dan sebuah Ponpes yang berdiri…….dengan ada nya kedua bukti ini,orang akan percaya dan tertarik dengan konsep dagang dan iklan yang di luncurkan idris nawawi ini,padahal semua ini tidak lepas dari Trik dagang dan konsep bisnis semata.hanya saja orang-orang awam susah untuk memahaminya,mereka lebih cendrung berfikir ini adalah konsep yang sebenarnya……menurut saya,jika ingin bersedekah dan syiar tidak harus tertuju dengan suatu tempat,di mana saja kita bisa bersedekah…..toh pahalanya juga sama,tergantung besar atau kecilnya nilai uang yang kita sedekahkan,semakin besar uang yang kita kelurkan maka akan semakin banyak pahala yang kita dapati……….tergantung dari Niat kita juga,sedekah tidak perlu di pamerkan atau di bangga-banggakan,Sabda kanjeng Rosul….jika tangan kanan yang memberi,lebih baik tangan kiri jangan sampai mengetahui nya…ini sangat luas penjabaran nya jika kita mau memahaminya……..

    Sedekah itu bukan berapa uang yang kita beri , atau barang apa yang kita sumbangkan. Namun sedekah ini adalah mengenai pribadi atau bersifat mental. Sedekah itu secara sepintas dapat diartikan ” memberi “, memberi hal yang baik. Bahkan Nabi Muhammad mengatakan………” Senyum Itu Adalah Sedekah“……..Artinya bersedekah bisa anda lakukan dengan cara apapun, tersenyum atau memberi nasehat yang baik pada orang lain yang bisa membuatnya menjadi lebih baik…………………………………………………………………

    Bersedekah itu adalah memberi, untuk melakukannya tidak harus menunggu anda punya banyak uang atau kaya. Orang paling miskin pun juga bisa bersedekah. Entah dengan hanya memberi hormat atau kebaikan yang bisa diberikan pada orang lain dan kehidupan. Bahkan menanam pohon untuk menghijaukan bumi agar lingkungan menjadi segar juga merupakan sedekah. Membuat status facebook yang mengungkap suatu kebenaran dan itu adalah nyata dan benar, mambuat orang menjadi tersadar dan bisa memahami,sehingga berkurang para korban penipuan,serta menolong saudara yang sedang kesulitan, semua adalah sedekah…………………………………………………………………

    Sedekah adalah merupakan sikap mental, memberikan hal-hal baik terhadap sesama dan juga kehidupan. Dan hanya dengan konsep inilah dunia akan menjadi baik. Sebaliknya, jika setiap orang enggan memberi hal -hal baik,justru hanya bisa nya menipu,memutarbalikan fakta yang ada,di saat orag mengungkap suatu kebenaran itu di anggap menghujat dan memfitnah,tidak saling peduli, saling bersaing untuk mendominasi, saling memaksakan kehendak, saling menghancurkan, saling membohongi, maka pasti dunia akan semakin buruk…..orang zaman sekarang ini sudah cerdas dan bisa melihat dengan sendirinya siapa yang benar dan salah……..

  20. Ucheng Hasan

    Kejadian demi kejadian telah banyak saya lalui didalam mencari kebenaran siapa sebenar nya kacung Idris Nawawi ini,ada hal yang sangat Rahasia sekali yang belum sempat saya ceritakan disini,yaitu masalah mengapa Kacung Idris Nawawi jika ada suatu permasalah dengan seseorang si kacung Idris nawawi ini lebih memilih untuk bertemu di Jam’iz,dari pada bertemu di luar jam’iz. ini menurut penglihatan saya dan beberapa Guru saya yang saya tanyakan secara langsung mengenai masalah ini………jawaban semuanya sama.yaitu Kacung Idris nawawi ini memasang sesuatu Pagar Ghaib serta ada Tumbal yang telah di tanam Pas di depan pintu Gerbang Masuk Ponpes Jam’iz ini.makanya ketika idris meminta seseorang itu untuk datang dan melihat secara langsung jika tidak mempercayai adanya sebuah Ponpes Tahfidz Qur’an,jika orang tersebut tidak memiliki iman dan Ilmu yang kuat dalam dirinya,ia akan terpengaruh oleh pagar ghaib yang telah dipasang dan di tanam tersebut…..yang awalnya ia sangat ingin sekali menghabisi idris nawawi dan membuat suatu perhitungan,tapi gagal karna pengaruh Ghaib tersebut sangat lah kuat mempengaruhi Otak dan jiwa orang tersebut….sehingga mengalami suatu ketakutan yang amat sangat….dan jika ia orang sakti dan iman nya kuat….tentunya bukan ketakutan yang ia temui,malah suatu kekuatan dan keinginan untuk lebih ingin mengethui secara dalam serta memperingati untuk segera menghentikan apa yang telah dilakukan oleh kacung idris nawawi ini……………..

    Saya banyak mendengar beberapa informasi,telah banyak orang yang datang ke Jamiz dengan maksud ingin menuntut hak nya,tapi setelah sampai di jamiz bukan nya menuntut haq nya,justru fikiran nya terpengaruhi ingin memaharkan kembali sesuatu yang belum ia miliki………..ini lah sebuah gendam dan pengaruh yang sangat luar biasa yang telah di pasang oleh kacung idris nawawi di sekitar Jamiz terutama di depan pintu gerbang nya……….karna waktu mulai pembuatan Pondasi itu sengaja di gali kurang lebih 150 cm….agar bisa menanamkan tumbal Kepala kerbau yang lagi hamil yang telah di potong,dan yang menyaksikan kejadian itu hanya beberapa orang saja dari kejahuan,karna pekerjaan nya sengaja pada malam hari di lakukan,agar tidak ada yang melihatnya,dan di karenakan juga harus jatuh pada malam yang telah ditentukan…………..ini fungsinya untuk menangkal setiap orang yang niat nya ingin melawan idris nawawi jadi berbalik baik dan membuat dirinya menjadi rindu dengan jamiz dan ingin selalu datang ke jam’iz……….Terkecuali mereka yang mempunyai ilmu kebathinan dan Spritual yang tinggi,ini tidak akan mempan mempengaruhi dirinya….justru yang terlihat adalah penghuni nya adalah Jin Kafir semua…………………………………………..

    Sebenarnya bukan karna melihat suatu Ponpes Afidz Qur’an yang megah,tapi karna terpengaruh oleh pengaruh Ghaib yang telah dipasang di beerapa pintu Gerbang Jam’iz,bukan hanya satu titik tempat saja,tapi ada beberapat titik yang di pasang tempat pintu yang di akan di lalui oleh setiap yang akan datang……maka nya kacung idris tidak berani keluar dari jam’iz …….jika menantang seseorang,Karna saksi yang menantang kacung Idris nawawi untuk mengadu kesaktian di Luar jamiz orang nya Masih Hidup sampai Sekarang,dan orang itu sudah beberapa kali menantang kacung Idris Nawawi,akan tetapi Idris nawawi tidak berani memenuhi tantangan itu,malah dia menyuruh untuk datang ke ponpesnya……..ini lah suatu taktik dari Idris nawawi agar orang tersebut bisa di kalahkan oleh pengaruh Ghaib tersebut sebelum berhadapan langsung dengan dirinya……..

  21. naz Ad-dalail

    assalamu’alaikum…
    mohon maaf untuk ki wong alus dan para sesepuh semua,,, saya pengamal puasa dan wirid dalail al-khairat, tapi blom tahu apa fadhilahnya untuk kehidupan di dunia ini,, bagi ki wong alus dan sedulur semua yang mengetahui tolong pencerahannya.
    terimakih

  22. ki wong alus saya mau tanya nih karena sudah ada bahasan tentang dewa,dari dulu saya penasaran dewa itu dari golongan mana? jin atau manusia? terima kasih.

  23. diskusi yg sangat menarik untuk disimak,tetapi sbelumnya saya mohon maaf dan mohon koreksi dr wong halus yg menyebutkan (Kisah perwayangan menyebutkan tanda bakti kepada sang ibu ditunjukkan dengan mengalahkan Dursasana, darahnya untuk keramas rambut Ibu Dewi Kunthi. Hal ini karena karena Dewi Kunthi pernah diganggu Dursasana.) klo cerita yg pernah saya baca dan ikuti bima membunuh dursasana krn janjinya kepada istrinya dewi drupadi yg ditelanjangi di balairung pada waktu permainan dadu dimana pandawa dikalahkan oleh korawa akibat kelicikan dr sengkuni,dewi drupadi pada waktu itu dalam keadaan datang bulan krn dipaksa oleh dursasana maka dia pun berjanji tidak akan mengikat rambut dan membiarkan teruarai sebelum dikeramas dengan darah dursasana,makanya bima pada waktu perang baratayuda membunuh dan mengambil darah dursasana dan diberikan kpd istrinya dewi drupadi utk keramas

  24. sumantri

    Assalamualaikum….sy msh belum paham dari kutipan kata2 ini “Tolok ukurnya adalah hati nurani masing-masing karena hati nurani dalam maknanya yang batin sesungguhnya adalah kitab yang hidup.” yg jadi pertanyaan saya “kitab yang hidup” , maksudnya kitab Al Quran apa bukan mbah…

  25. sumantri

    kalau memang kitab yang hidup itu adalah al quran berarti dalam diri manusia ada Al Quran…sy mohon penjelasannya karna saya msh awam mbah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: