MENGGAPAI KESADARAN ILAHI DENGAN METODE TARIAN SUFI JALALUDIN RUMI


sufism___istanbul

mendekatkan diri kepada Allah bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan berzikir. Sufi Jalaludin Rumi mengembangkan metode zikir dengan gerakan berputar sehingga terciptalah tari yang indah…

Tari sufi atau whirling dance adalah karya seorang sufi dari Turki, Maulana Jalaludin Rumi, pujangga sufi dari tanah Persia. Tari ini merupakan bentuk ekspresi dari rasa cinta, kasih, dan sayang seorang hamba kepada Allah Swt dan Nabi Muhammad saw.

Salah satu tuntunan Nabi Muhammad untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan berzikir. Rumi mengembangkan metode zikir dengan gerakan berputar sehingga terciptalah tari sufi.

Dalam Islam, para darwis yang terlibat dalam tarian ini mengenakan jubah putih yang melambangkan warna pakaian kematian (kain kafan). Namun, pada awal tarian, pakaian ini ditutupi oleh jubah hitam yang melambangkan pusara. Mereka juga mengenakan tutup kepala yang tinggi dan bundar, berwarna cokelat atau putih yang melambangkan batu nisan mereka.

Tarian berawal dengan gerak para sufi mencium tangan pimpinan mereka. Kemudian mereka menanggalkan jubah hitam sebagai perlambang perpisahan mereka dari pusara menuju ke haribaan Sang Pemilik Alam Semesta. Mereka mulai berputar berlawan dengan arah jarum jam secara perlahan. Gerakan ini melambangkan alam semesta yang selalu berputar mengelilingi garis edarnya masing-masing. Tangan kanan dengan telapak tangan menghadap ke atas di muka, sedangkan di belakang tangan kiri menghadap ke bawah. Itulah simbol bahwa apa yang mereka dapatkan dari kemurahan dan kasih sayang Allah mereka sebarkan ke seluruh semesta.

Lalu mereka berputar semakin lama semakin cepat. Melalui tarian itulah para sufi mencapai suatu tingkatan yang terkendali untuk mencapai dan menyentuh puncak kesempurnaan.

Keinginan Rumi hanyalah menyatu dengan Allah. Dan, menurutnya, Tuhan bukan menjelma dalam alam semesta, melainkan dalam hati manusia. Karena itulah manusia lebih cenderung menggunakan hatinya dalam berbuat daripada berdasarkan pikiran.

Terkadang masyarakat awam mengira bahwa orang yang menarikan tarian sufi ini kesurupan karena bisa berputar-putar begitu lama. Tidak, jangan keliru sangka, mereka bukan kesurupan, tapi justru tengah berada dalam kesadaran yang tinggi dan mampu mengidentifikasi keadaan di sekitarnya dengan lebih baik. Bahkan membuat mereka semakin sadar tentang siapa mereka sebagai makhluk ciptaan-Nya.

Ingin mencoba? Monggo …

@@@

Iklan

13 Comments Add yours

  1. nona navista berkata:

    Wah..kAlau mencoba berputar seperti tarian sufi ga sanggup kayaknya…pusing…

  2. lodayanendra berkata:

    Solarrr… hhhihihi lumayan….

  3. lodayanendra berkata:

    Konon… Jalalludin rumi pertama kali menemukan tarian ini karena mendengar suara besi yg ditempa.. oleh seorang pandai besi.. sehingga tanpa sadar dia menari-nari mengikuti iramanya..
    hhhehehe.. salam KWANGEN…

  4. Rasmin berkata:

    salam untuk ki wong alus dan sedulur semua

  5. bocah lampung berkata:

    NYIMAK

  6. cah tugu berkata:

    ikut nyimak….salam buat smua…rahayu

  7. Sulung urip berkata:

    Nyimak..Salam kagem sedoyo sedulur…KWA..

  8. mayasadana berkata:

    bagus ki materi sufi nya…lumayan buat pengetahuan…..

  9. jasa desain logo berkata:

    terima kasih engkau telah memberikan kekayaan kepada bangsa ini.. semoga bangsa ini bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dan se adil-adilnya

  10. okty seftyna berkata:

    mumet pengin muntah dan mual2

  11. cahayadejavu berkata:

    saya suka sekali melihat tarian ini.. terimakasih sudah berbagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s