THE POWER OF ALIP


wongalus

Ya Allah, Limpahilah Rahmat dan Kesejahteraan ke atas Hakikat Rahmat Ketuhanan, mutiara yang terang benderang memancar dengan rahasia pengertian dan pernyataan, cahaya segala sesuatu yang menjadikan manusia wadah Kebenaran Ketuhanan, yang bagaikan kilat memancar dengan melimpahkan curahan rahmat kepada setiap orang yang menghadap-Nya daripada segenap lingkungan dan masa, dan cahayaMU yang bergemerlapan memenuhi dengannya wadah ciptaanMU dengan ketinggian pangkat. Ya Allah, Limpahilah Rahmat dan Kesejahteraan ke atas Hakikat Kebenaran yang mempernyatakan daripadanya naungan seluruh rahsia-rahsia hakikat yang memiliki kearifan tertinggi, yang sentiasa merintis jalanMU yang sempurna. Ya Allah, Limpahilah Rahmat dan Kesejahteraan ke atas Penyeru Kebenaran dengan Kebenaran yang menjadi Gedung Teragung, Sumber bagi segala limpahanMu yang daripadaMU kepadaMU meliputi cahaya yang terpilih. Rahmat Allah ke atasnya juga kepada keluarganya dengan rahmat membukakan kami dengannya haqiqat.

Teringat seorang guru jiwa yang selalu menerangi dikala susah dan gembira. Darinya, kita belajar untk senantiasa cerdas dalam menyembunyikan sifat-sifat mulia dan berperilaku sebagaimana yang diajarkan Sang Nabi. Dia sang guru jiwa ini kerap menyamar sebagai si bodoh namun gemar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT setiap saat, pagi siang dan malam.

Suatu ketika, sang guru jiwa terbetik hatinya untuk mengajari ilmu kebijaksanaan kepada seorang ustadz lulusan sebuah pondok pesantren. Usia ustadz ini tergolong muda, 30-an tahun, kariernya cemerlang dan santrinya datang untuk menimba ilmu tajwid. Tidak hanya ilmu tata bahasa Arab, sang ustadz juga membuka praktik pengobatan alternatif di rumahnya. Hampir tiap malam rumah yang terletak di pinggir kota itu ramai oleh orang yang datang dari berbagai penjuru. Di tengah kariernya sebagai seorang ustadz yang sedang moncer, terbetik rasa sombong dan takabur sehingga Allah mengutus sang guru jiwa untuk memberi pelajaran padanya.

Suatu sore, guru jiwa ini datang kepadanya mengenakan pakaian lusuh kumuh seperti pengemis ke tempatnya mengajar. Ustadz itu sedang mengajar banyak santri untuk mengaji Al-Quran di sebuah serambi masjid itu dikelilingi para santri/santriwati

Guru Jiwa: Assalamualaikum…Salam salim ustadz

Ustadz: Waalaikumsalam ada yang bisa saya bantu pak tua? (mimiknya kaget disapa seorang yang mirip pengemis yang tiba-tiba mendatangi masjid, para santri yang sebelumnya membaca Al Quran pun terdiam. Mereka melihat tamu dekil tersebut)

Guru Jiwa: Mohon saya diajari ngaji Al Quran, saya belum bisa ngaji ustadz

Ustadz: Astaghfirullah, kamu sudah tua belum bisa ngaji.. berapa usiamu?

Guru Jiwa: 73 ustadz (sambil terbatuk-batuk)

Ustadz: Wah mendekati ajal donk.. hahaha (para santri ikut tertawa bernada sinis mengejek)… sebenarnya usia segitu  telat untuk belajar ngaji pak..harusnya dulu waktu usiamu kanak kanak .. tapi untunglah kamu akhirnya sadar pentingnya ngaji

Guru Jiwa: Maaf, mungkin ini semua sudah dikehendaki Allah atas diriku

Ustadz: Itu karena kamu malas menuntut ilmu saja, jangan mencari pembenaran.. hahaha. Tapi baiklah, kapan pun boleh kamu belajar ngaji kepadaku setelah aku ngajari santri-santri disini..  

Guru Jiwa: Apa syaratnya belajar ngaji kepadamu?

Ustadz: Syaratnya kamu tiap Selasa dan Kamis sore ke masjid ini berpakaian bersih memakai sarung dan kopyah, nggak perlu bayar untuk belajar ngaji padaku. Kalau santri disini semua shodakoh tiap bulan tapi khusus buatmu ada dispensasi atau pengecualian. Aku maklum kondisimu.. kamu pengemis ya?

Guru Jiwa: Bukan ustadz. Saya bukan pengemis dan tak pernah minta-minta kepada manusia. Saya hanya meminta kepada Allah SWT. Kerja saya sehari-hari pemulung sampah. Saya sanggup kasih infak ke ustadz untuk bayar ngaji saya

Ustadz: Oh nggak usah. Aku lebih kaya darimu. Moso minta infak? Oh pemulung? Makanya badanmu bau (puluhan santri tertawa terbahak-bahak). Kalau mau ke masjid sini, mandi dulu pak… bau….

Guru Jiwa: Baiklah ustadz. Kapan ustadz mulai mengajari saya?

Ustadz: Sekarang boleh kalau kamu mau.

Guru Jiwa: Baiklah saya akan menyimak pelajaran pertama dari mu

Ustadz: Oke, untuk mengaji kamu harus tahu tentang huruf hijaiyah. Saya akan menuliskan Huruf Hijaiyah. Huruf ini dimulai dari alif, ba, ta ….

(belum meneruskan kalimatnya, segera diserobot oleh guru jiwa)

Guru Jiwa: Terima kasih ustadz. Wassalamualaikum (sambil bergegas ngeloyor pergi)

Ustadz: Lho kok pergi pak tua, pelajaran belum selesai. Kok pulang? Siapa yang menyuruhmu pulang?

Santri-santri: orang gila… wong gendeng… hahahaha

Ustadz: Biarlah, ternyata orang gila tho. Oalah… mau dikasih pelajaran malah pulang.

Satu minggu …. satu bulan… lima bulan …. waktu berlalu berlalu begitu cepat…. Genap tujuh bulan kemudian Pak tua alias Sang Guru Jiwa itu datang lagi menemui para ustadz yang dikelilingi para santri di serambi masjid. Kali ini Sang Guru Jiwa

Guru Jiwa: Assalamualaikum Ustadz

Ustadz: Waalaikumsalam. Lama amat kamu datang lagi pak tua. Belajar ngaji itu ada jadwalnya … tidak seenakmu…Berbulan-bulan kamu nggak datang, sekarang kamu datang lagi kemari.. (raut wajah ustadz agak marah)

Guru Jiwa: Begitulah kalau Allah memerintahkan aku, maka aku segera laksanakan. Saya tinggalkan semua urusan termasuk mengaji. Jadi maklumlah..

Ustadz: Oke deh kalau begitu sekarang apa kamu masih ingat pelajaran yang kuberikan dulu padamu?

Guru Jiwa: Masih ingat ustadz. Saya mengucapkan terima kasih atas pelajaran ustadz yang luar biasa dan atas ijin Allah sudah saya kuasai sempurna.

Ustadz: Pelajaran apa pak tua? Saya dulu kan belum selesai memberikan materi pelajaran dan kamu sudah pergi begitu saja? Apa yang kau ingat dari ucapanku saat itu?

(pak tua itu melangkah berdiri dan menuju ke dinding masjid yang ada papan tulisnya. Diambilnya kapur tulis dan digoreskannya huruf hijaiyah)

Guru Jiwa: ini huruf alif ….

(begitu jarinya menggores kapur tulis, tiba-tiba dinding masjid bergetar seperti gempa bumi dan akhirnya runtuh bergemuruh.. suaranya memekakkan telinga …. ustadz dan para santri kaget dan sekonyong-konyong menyelamatkan diri berhamburan keluar dari bangunan masjid yang runtuh itu… Yang aneh, ternyata pak tua itu tidak kejatuhan material bangunan masjid.. diantara debu-debu reruntuhan dia tegak berdiri sambil tersenyum… masyarakat desa yang menyaksikan peristiwa itu sangat kaget dan berduyun-duyun datang semakin lama semakin banyak.

Ustadz: astaghfirullah… astaghfirullah…

Guru Jiwa:  Ustadz dan santri-santri, ini sudah kehendak Allah SWT, jadi atas semua hal yang terjadi pada kita maka kita wajib bersyukur.

Setelah ketakjuban selesai dan kondisi tenang, Ustadz bertanya ke Pak Tua

Ustadz: Wahai pak tua, apa rahasia amalanmu sehingga kekuatanmu begitu dahsyat. Hanya dengan huruf ALIF, satu huruf saja kau membuat gedung runtuh, bagaimana seandainya banyak huruf, banyak kalimat doa-doa kau lantunkan kepada Allah SWT?

Guru Jiwa: Satu huruf yang diyakini dalam hati lebih bermakna dari kalimat panjang yang tidak kau yakini… huruf ALIF adalah huruf pertama kalamullah, huruf pembuka semua huruf, daya energi pertama sebelum Allah meneruskan dengan daya-daya energi yang termuat dalam huruf hijaiyah … huruf selanjutnya setelah alif, adalah BA… di bawah nya ada TITIK BA…. dan seterusnya …. hayatilah KEHADIRAN ALLAH SWT dalam perilakumu sehari-hari … dalam huruf ALIF tersimpan kekuatan tidak terduga atas KUN FAYAKUN nya.

Ustadz: subhanallah, maafkan saya yang sudah sombong dan merasa berilmu ini, ternyata ilmu ku tidak ada apa-apanya dibanding ilmunya Allah SWT….. Pak tua, berilah nasehat pada saya yang masih muda ini.

Guru Jiwa: Ilmu yang diwariskan oleh para Nabi ‘alaihimussalaam ialah melepaskan diri dari belenggu kegelapan dan membersihkannya dari segala kotoran materi serta mengarahkannya untuk menelusuri alam ruh dan malakut sehingga tidak terperdaya lagi oleh materi atau sebagainya. Ilmu ini menyingkap segala sesuatu yang sangat halus dengan kejernihan jiwa dan Nur Illahi, hingga dengannya ia dapat melihat, mendengar, berdiam, bergerak, mengetahui, mengambil sesuatu, dan meninggalkan sesuatu pekerjaan. Dengan sucinya hati, kelak pewaris ilmu akan menjadi orang yang dicintai-Nya. Inilah bentuk kecintaan yang murni dan agung. Kaum aulia adalah merupakan pewaris para Nabi. Allahlah yang mengajarkan mereka segala penyakit dan obatnya. Mereka merupakan dokter hati dan dokter kerusakan ruh atau jiwa.

Ustadz: Lanjutkan pak tua, mulai saat ini saya akan berguru kepadamu…

Guru Jiwa: Innal Ulamâ waratsatul Anbiya’ wa innal Anbiyâa lam yuritsu dinaran wala dirhaman walakinnahum warratsu al-ilm, faman akhodzahu akhodza bi haddzin wâfirin.
Sesungguhnya Ulama merupakan pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka ia telah meraut banyak kebaikan….. Pak ustadz adalah adalah bagian dari ulama itu… Oleh sebab itu sebarkan ilmu yang diwariskan padamu atas ijin Allah. Baiklah saya ijin untuk pergi… Assalamualaikum.

Ustadz: Hendak kemanakah engkau pergi pak tua?

Guru Jiwa: Melanjutkan perjalanan bersama Allah SWT, dan menikmati firman-firman-Nya, meninggalkan segala sesuatu selain-Nya dengan menyempurnakan pengabdian dalam ibadah dan menunaikan hak-hak Rububiyyah-Nya

Ustadz: Terima kasih atas pengajaranmu kepadaku pak tua. Alhamdulillah saya termasuk orang yang beruntung bisa bertemu denganmu. Kuingat Qs.Al-Jum’ah: 4 …. Dzalika fadhlullahi yu’tihi man yasa’ wallahu dzul fadhlil ‘Adziem... Demikian karunia Allah diberikan kepada yang Dia kehendaki; Dan Allah memiliki karunia yang besar….  waalaikumsalam wr wb.  

@ 2014,wongalus

Iklan

41 Comments Add yours

  1. k2000_0@yahoo.ci.id berkata:

    subhanallah……………………

  2. Lodaya Wungu berkata:

    Alhamdulillah…
    Subhanalloh….

    Selamat pagi Ki wongalus…
    Selamat pagi sedulur2ku semua…
    Ayo masuk kampus.. jangan telat… 🙂

  3. Lodaya Wungu berkata:

    Entah kenapa saya ketika ikut sholat berjamaah dimasjid.. dan imam sholatnya membaca bacaan yg sangaaaaaaat panjang…
    padahal makmumnya juga terdapat beberapa orang yg sudah sepuh..
    Hati saya seperti ada ganjalan.. dn sedikit banyak mengganggu konsentrasi manembah kepada sang khalik..
    Dari situ saya juga belajar.. bahwa.. sebuah doa bukan diijabahi gusti allah dari banyaknya hafalan yg bisa dikuasai.. melainkan keikhlasan..
    Dan melalui tulisan diatas.. semakin menambah pengetahuan saya sekaligus menjadikan pembelajaran yg mulia untuk diri saya..
    Tentang hakikat sebuah kesederhanaan yg dilandasi keikhlasan..

    Jazakallahu.. Ki… Alfatihah.. buat panjenengan..

  4. juliaman berkata:

    Subhanalloh….

    Selamat pagi Ki wongalus…
    Selamat pagi sedulur2ku semua…salam kenal…………………….

  5. Resa wardana saputra berkata:

    Subhanallah

  6. bakiak rombeng berkata:

    Assalamualaikum wr wb
    Ki Alus rohimahulloh, mohon petunjuk dan bimbingannya, saya ini kalau sedang wiridan selalu diserang rasa kantuk yg amat sangat, sehingga sering kali saya gagal menjalani lelaku,apa doa atau solosinya ya ki…
    matur suwun

  7. subhanallah….. maha banar allah dengan segala firmannya.
    barrokallahu lii wa lakum. terima kasih atas pembelajarannya ki.

  8. roby berkata:

    asalammualaikum wong alus salam kenal,ijin nyimak dan petunjuk menjadi angota baru,bila di perkenankan.

  9. arif prasetyo berkata:

    Sugeng sonten ki wong alus’.. Ikut nyimak ahh..

  10. Muridanteng berkata:

    Subhanallah, ijin nyimax

  11. platAG berkata:

    Nderek ndeprok..
    Nyimak Ki..
    Salam salim..

  12. neval berkata:

    subhanallah,,, wah harus memperdalam huruf alif ini

  13. Rooree berkata:

    Qobiltu
    semoga faham…

  14. thorique berkata:

    SALAM SALIM
    ALLAHU AKBAR

  15. masud berkata:

    Nderek ngaji ki wong alus. Alif ..

  16. Murid Pintar berkata:

    Alif terbentuk dari Ulfah (kedekatan) dan ta’lif ( pembentukan). Dengan huruf inilah ALLAH menta’lif (menyatukan) seluruh ciptaanNya dalam landasan tauhid dan ma’rifah dengan kecintaan penghayatan iman dan tauhid.
    Sehingga Alif ini membuka makna dan pengertian tertentu dengan banyak bentuk rupa dan warna yang ada pada huruf-huruf yang lain. Maka jadilah Alif sebagai “Kiswah” (pakaian) bagi huruf lainnya. Itu semua karna kehendak si “Alif ghaib”.
    Huruf saja tidaklah memiliki makna, sebab pengertian tidak terdapat padanya.
    Makna dalam dari Alif ibarat nyawa, sedangkan bentuk huruf adalah ibarat raga. Ibarat pohon yang di belah sampai ke akar, dari akar di belah sampai ke biji asalnya. Lalu dari biji asalnya di belah sehingga tiada sesuatu apapun. itulah hakikat kehidupan.
    Allah menjadikannya berupa (memiliki bentuk), padahal tiada.
    Huruf berupa lisan ketika diucapkan, sedangkan makna adalah pengetahuan yang diketahui sebelum lisan berucap dan berbuat.
    Ia sangatlah halus melebihi kehidupan yang fana/tiada.
    Maka jelaslah Alif adalah Huruf yang paling utama, Agung dan Mulia Ibarat Adam, sedangkan Alif di satukan dengan Hamzah. Hamzah itu ibarat Hawa. Maka lahirlah 28 huruf Hijaiyah seperti lahirnya manusia dari sebab Adam dan Hawa. Sehingga muncul pengertian mudzakar Ibnu (lelaki) dan pengertian mu’annats Binti (wanita).
    Seluruh huruf terlahir dari Alif, karna Alif pada asalnya tegak lurus dimana titik asalnya isyarat bagi penetapan permulaan wujud (ada) yang merupakan lawan dari ketiadaan (adam). Lalu Alif ini ada pada pengelihatan, sehingga melihat yang benar-benar ada. Adapun melihat Dzat itu merupakan cermin ketunggalan sejati yang menurun pada kesejatian diri.
    Maka ketika dikaruniakan pandangan ini, melihat keberadaannya di dunia ini dengan cahaya yang terang benderang yang melihat dengan 127 kejadian. Ketika disebut Alif yaitu ketika diri sudah tunggal. Lalu menunjukan apa yang tampak dan terlihat di dirinya sehingga jadilah Alif. Yang pertama dijadikan oleh Allah adalah titik ke esaanNya,
    ketika Ku pandang dengan keAgunganKu maka titikpun menunduk dan mengalir menjadi garis lurus tanpa akhir (Alif). Alif pun dijadikan permulaan Kitabnya dan pembuka huruf karna huruf lain berasal darinya dan tampak pada dirinya. “IQRO” : adalah wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad S.A.W. Yaitu membaca yang dimulai dengan huruf Alif dan diakhiri dengan huruf Alif.
    “Iqro” secara hisabiah nilainya 33. Yaitu 3 kali di peluk Jibril A.S. maka 33 x 3 = 99 Asmaul Husna. Dengan 99 Asmaul husna inilah Rosulullah s.a.w bisa isro dan mi’raj. Isra’ mi’raj di surah al-isra’, surat ke 17 berjumlah 111 ayat. 111 = 3 alif.”isra” juga di awali dgn huruf “alif ” dan di akhiri juga huruf “alif “ (huruf ” hamzah ” di akhir adalah satu karakter dengan ” alif “).
    Dalam kalimah ” isra” ada huruf alif (akhir) dimana di bagian atas ada tanda mad (memanjangkan alif) nilainya 7 an dan nilai 7 ketukan ini adalah sebagai sistem untuk melipat 7 lapis bumi dan naik turun ke 7 lapis langit (mi’raj). Dengan Alif , titik yang pada mulanya perbendaharaan tersembunyi kemudian tampak dan turun agar dikenal lewat ciptaanNya begitupun mahluk dikenal lewatnya dan di nisbatkan kepadaNya.
    Itulah Kholifah yang membawa “AMANAH”.
    Karena dengan nama ALLAH itu adalah BISMI dan ALLAHU,
    Allahu itu adalah Alif,Lam,Ha. Alif lam yang di maksud adalah LAHU = BAGINYA. JAdi Allahu adalah Alif lam baginya (untuknya) ARAHMAN = Alif,Ra,Ha,Mim,Nun maksudnya Alif dan Lam itu rahman demikian juga dengan RAHIIM.
    Jadi Alif lam itu seperti halnya cahaya matahari dan rembulan, yang memberi dan menyayangi tanpa syarat. Alif Lam dalam diriku adalah keadaan TUBADIL dalam sholat. Jadi Alif Lam itu dalam tiap-tiap sebutan ARRAHMAN ARRAHIIM…..dst. Seperti halnya mustaqim/jalan yang lurus dimana terdapat pada diriku yang sempurna sholat.
    Yaitu ketika aku menginjak maqom tubadil seperti halnya takbiratul ikhram yang mukharanah (sempurna, dimana lafazh Allah dlm takbirotul ikhram sholat di panjangkan tanpa ada batasan hukum mad 2 harakat sebagai bentuk keagunganNya).
    Berbeda dengan kata “INNA” yg artinya “sesungguhnya” begitu diberi alif sebagai perpanjangan dari huruf nun, maka berubah menjadi jamak/banyak, “innaa” artinya “sesungguhnya kami”.
    Begitu juga “Qul” yg artinya “katakan”, begitu diberi nun dan alif sebagai perpanjangannya, maka berubah menjadi jamak/banyak , “Qulnaa” yg artinya kami berfirman.jadi perubahan dari tunggal menjadi jamak karena adanya imbuhan huruf yg disesuaikan maksud dan tujuannya, bukannya unsur yg memerintah (Allah) yg menjadi jamak. Subyek = Yang Memerintah tetap TunggalObyek = Maksud dan Tujuan yang menjadi jamak.
    Maka AllAH pun Sholat, sedangkan manusia tiada sedikitpun kekuatan sehingga ikut andil dalam perkara sekecil apapun terhadap dirinya. Karna di satu sisi hamba diperkenankan memilih jalan untuk dirinya tapi waktu yang sama ia harus masuk kepada ketetapanNya. Karna Huruf memiliki tampilan, bahasa dan memiliki aspek lahir dan bathin.
    Aspek lahirnya berupa nama dan bentuknya. Aspek bathinnya berupa makna rahasiaNya. Batasnya adalah uraian dari hukum-hukumNya. Serta tampilanNya adalah penyaksian dan penyingkapan. Seluruh struktur susunan alam semesta itulah yang dinamakan pula sebagai Alif.
    Karna seluruh huruf berasal dari susunan pengertian Rahasia hembusan tiupan RuhNya yang mencakup seluruh kata-kata dari hikmah yang menakjubkan dan ilmu-ilmu teristimewa yang ditiupkan kepada adam. Adam menjadi istimewa karna diajarkan satu Alif oleh Allah, maka ia dapat menyebutkan seluruh nama dalam satu huruf.
    Buat renungan sesama kita yang memang berminat tentang Hakikat, agar dapat difikirkan dengan perlahan-lahan agar mencapai matlamat yang sebenar. Hakikat perkataan adalah alif, (alif adalah satu huruf dalam tulisan jawi, kalau tulisan rumi.. mestilah ‘a’ ), manakala hakikat alif pula adalah noktah, dan hakikat noktah adalah dakwat.
    @@@@

  17. bakiak rombeng berkata:

    assalamualaikum….
    @ Murid Pintar, SAYA JADI TERINGAT SEPASANG SANDAL JEPIT.

  18. Murid Pintar berkata:

    @BAKIAK ROMBENG: sandal jepitnya kenapa mbah…………

    ALLAH jika diarabkan maka Ia akan berhuruf dasar Alif, Lam diawal, Lam diakhir dan Ha. Seandai kata ingin kita melihat kesempurnaannya maka gugurkanlah satu persatu atau huruf demi hurufnya.

    • Gugurkan huruf pertamanya, yaitu huruf Alif (ا ), maka akan tersisa 3 huruf saja dan bunyinya tidak Allah lagi tetapi akan berbunyi Lillah, artinya bagi Allah, dari Allah, kepada Allahlah kembalinya segala makhluk.
    • Gugurkan huruf keduanya, yaitu huruf Lam awal (ل ), maka akan tersisa 2 huruf saja dan bunyinya tidak lillah lagi tetapi akan berbunyi Lahu.
    Lahu Mafissamawati wal Ardi, artinya Bagi Allah segala apa saja yang ada pada tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi.
    • Gugurkan huruf ketiganya, yaitu huruf Lam akhir ( ل), maka akan tersisa 1 huruf saja dan bunyinya tidak lahu lagi tetapi Hu, Huwal haiyul qayum, artinya Zat Allah yang hidup dan berdiri sendirinya.

    Kalimah HU ringkasnya dari kalimah Huwa, sebenarnya setiap kalimah Huwa, artinya Zat, misalnya :

    Qul Huwallahu Ahad., artinya Zat yang bersifat kesempurnaan yang dinamai Allah. Yang dimaksud kalimah HU itu menjadi berbunyi AH, artinya Zat.

    Bagi sufi, napas kita yang keluar masuk semasa kita masih hidup ini berisi amal bathin, yaitu HU, kembali napas turun di isi dengan kalimah ALLAH, kebawah tiada berbatas dan keatas tiada terhingga.

    Perhatikan beberapa pengguguran – pengguguran dibawah ini :

    Ketahui pula olehmu, jika pada kalimah ALLAH itu kita gugurkan Lam (ل ) pertama dan Lam (ل ) keduanya, maka tinggallah dua huruf yang awal dan huruf yang akhir (dipangkal dan diakhir), yaitu huruf Alif dan huruf Ha (dibaca AH).

    Kalimah ini (AH) tidak dibaca lagi dengan nafas yang keluar masuk dan tidak dibaca lagi dengan nafas keatas atau kebawah tetapi hanya dibaca dengan titik.

    Kalimah AH, jika dituliskan dengan huruf Arab, terdiri 2 huruf, artinya dalam bahasa disebutkan INTAHA (Kesudahan dan keakhiran), seandai saja kita berjalan mencari Allah tentu akan ada permulaannya dan tentunya juga akan ada kesudahannya, akan tetapi kalau sudah sampai lafald Zikir AH, maka sampailah perjalanan itu ketujuan yang dimaksudkan. (Silahkan bertanya kepada akhlinya)

    Selanjutnya gugurkan Huruf Awalnya, yaitu huruf ALIF dan gugurkan huruf akhirnya, yaitu huruf HA, maka akan tersisa 2 buah huruf ditengahnya yaitu huruf LAM pertama (Lam Alif) dan huruf LAM kedua ( La Nafiah). Qaidah para sufi menyatakan tujuannya adalah Jika berkata LA (Tidak ada Tuhan), ILLA (Ada Tuhan), Nafi mengandung Isbat, Isbat mengandung Nafi tiada bercerai atau terpisah Nafi dan Isbat itu.

    Selanjutnya gugurkan huruf LAM kedua dan huruf HU, maka yang tertinggal juga dua huruf, yaitu huruf Alif dan huruf Lam yang pertama, kedua huruf yang tertinggal itu dinamai Alif Lam La’tif dan kedua huruf itu menunjukkan Zat Allah, maksudnya Ma’rifat yang sema’rifatnya dalam artian yang mendalam, bahwa kalimah Allah bukan NAKIRAH, kalimah Allah adalah Ma’rifat, yakni Isyarat dari huruf Alif dan Lam yang pertama pada awal kalimah ALLAH.

    Gugurkan tiga huruf sekaligus, yaitu huruf LAM pertama, LAM kedua, dan HU maka tinggallah huruf yang paling tunggal dari segala yang tunggal, yaitu huruf Alif (Alif tunggal yang berdiri sendirinya).

    Berilah tanda pada huruf Alif yang tunggal itu dengan tanda Atas, Bawah dan depan, maka akan berbunyi : A.I.U dan setiap berbunyi A maka dipahamhan Ada Zat Allah, begitu pula dengan bunyi I dan U, dipahamkan Ada Zat Allah dan jika semua bunyi itu (A.I.U) dipahamkan Ada Zat Allah, berarti segala bunyi/suara didalam alam, baik itu yang terbit atau datangnya dari alam Nasar yang empat (Tanah, Air, Angin dan Api) maupun yang datangnya dan keluar dari mulut makhluk Ada Zat Allah.

    Penegasannya bunyi atau suara yang datang dan terbit dari apa saja kesemuanya itu berbunyi ALLAH, nama dari Zat yang maha Esa sedangkan huruf Alif itulah dasar (asal) dari huruf Arab yang banyaknya ada 28 huruf.

    Dengan demikian maka jika kita melihat huruf Alif maka seakan-akan kita telah melihat 28 huruf yang ada. Lihat dan perhatikan sebuah biji pada tumbuh-tumbuhan, dari biji itulah asal usul segala urat, batang, daun, ranting, dahan dan buahnya.

    Syuhudul Wahdah Fil Kasrah, Syuhudul Kasrah Fil Wahdah.

  19. Sudiman berkata:

    dasyaatttt

  20. guruh sakti berkata:

    Mau tanya nih para sedulur apakah ilmu teleportasi itu benar-benar ada?
    Makasih

  21. budi ponorogo selatan berkata:

    lupa kalau hari ini ada penyelarasan ilmu alimah tiga, kapan diadakan penyelarasan jarak jauh lagi ya?

  22. jok berkata:

    nderek ngaos ndeprok enek pojok

  23. mohon di ijinkan saya ikut nyimak dan belajar disini

  24. hikmah* berkata:

    wejangan yg sangat bermanfaat.matur nuwun ki,monggo dilanjut.

  25. enggrah berkata:

    Salam,
    izin nyimak walah mantap
    ada didaerah jombang kalau teman pengin perdalam ilmu alif/thorekotul huruf
    ustadnya seorang dosen kata temanku

  26. endik berkata:

    Subhanallah…….. nderek ngaos ki…….. merinding…… netes neng pipi…… Allah……

  27. Abdilah Faqir berkata:

    Assalamu’alaikum

    Subhanallah sungguh tulisan/kisah yang mengandung banyak ibrah dan hikmah
    Mohon ijin kepada Ki WongAlus 🙂 sy ingin meng-copas tulisan ini untuk dijadikan bahan renungan dan pelajaran ke pada teman2 lainnya

    @Abdilah Faqir

  28. M i l a d K W A k e – 5

    Assalamu alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

    Dengan Hormat,

    Kepada Pendiri KWA, Muhammad Wildan, para Pinisepuh, Sesepuh, Senior dan anggota KWA yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

    Kampus Wong Alus (KWA) sebagai blog supranatural terbesar di Indonesia dan telah dikunjungi oleh 44.051.538 orang (data per tgl 21 Maret 2014 pukul 18:53 WIB) dengan jumlah kunjungan 40.000 – 50.000 orang perhari. Dengan jumlah kunjungan itu sudah bisa dipastikan KWA memiliki banyak pembaca setia blog. Untuk menjalin tali silaturahmi dan saling mengenal diantara para pembaca blog KWA ini maka akan diadakan Milad KWA ke-5. Dalam Milad ini akan diadakan kegiatan Bakti Sosial dari seluruh civitas akademika KWA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat umum dan sekitarnya. Adapun kegiatan Bakti Sosial ini akan diadakan pada :

    Hari / Tanggal : Sabtu – Minggu, 19 – 20 April 2014

    Waktu : Pukul 07:00 – 17:00 WIB (Bakti Sosial)

    Pukul 21:00 – 03:00 WIB (Pengijasahan)

    Tempat : Pantai Parang Kusumo
    Yogyakarta, Jawa Tengah

    Bakti Sosial ini meliputi kegiatan :
    1. Silaturahmi Nasional KWA seluruh Indonesia
    2. Pendaftaran anggota KWA
    3. Donor Darah
    4. Konsultasi Supranatural semua masalah (rejeki, pengasihan, keselamatan, kekebalan, dll) oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
    5. Pelatihan singkat Kepekaan Diri
    6. Pengisian energi ke benda-benda pusaka (keris/tombak, dll)
    7. Pengijasahan Keilmuan secara langsung oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
    8. Wisata Alam Gaib
    9. Pengundian Door Prize
    10. Pembubaran acara silaturahmi Nasional KWA
    11. Kunjungan dan sumbangan ke Yayasan Yatim & Piatu

    Doorprize :
    a) 5 pusaka (keris) tua –> Ketepel Alit (Cirebon)
    b) 17 pasang Buluh Perindu –> Ki Ageng Jembar Jumantara (Banten)
    c) 2 batu alami dr hasil riadhoh di alam : Kecubung Es dan Kecubung Wulung –> Shang Jalak Jiwa (Semarang)
    d) 1 Golok Ciomas, Banten –> Feriyandi aka Bang Begie AJ (Jakarta)
    e) 1 Keris tua –> Bambang Purwanto aka Ki Dagoel Badranaya (Jakarta)
    f) 7 Akik pilihan –> Gus Nur Satria, Padepokan Nur Langit (Lamongan)
    g) 7 Tasbih Wali Kukun –> Gus Nur Satria, Padepokan Nur Langit (Lamongan)

    ————————————————————–

    Untuk masyarakat umum dan anggota KWA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mengikuti acara HUT KWA di pantai Parang Kusumo tanggal 19 – 20 April 2014 dapat mengikuti acara “Go West” bersama panitia HUT KWA.

    Tanggal Pemberangkatan : 18 April 2014 (hari Jum’at)

    Waktu Pemberangkatan : Pukul 14.00 WIB

    Kendaraan :
    – Kendaraan Elf (15 seat) –> Full AC, Reclining Seat

    Titik Pemberangkatan : Halte Bis Cawang Bawah (seberang gedung Wijaya Karya)
    Jl. D.I. Panjaitan, Jakarta Timur

    Rute : Jalur Selatan (Tol Cipularang-Tasikmalayaya-Ciamis-Wangon-
    Kebumen-Purworejo-Yogyakarta-Pantai Parang Kusumo)

    Biaya : Rp 350.000/orang (Pergi – Pulang) –> Diluar biaya komsumsi &
    Akomodasi

    Cara Pembayaran : Transfer ke Bank BCA dgn nomor rekening 274 116 0937 a/n Bayu Wicoro Djati, SH. Setelah transfer kirim SMS ke nomer 0877 7557 3775 yg berisi tanggal transfer, nama pentransfer dan jumlah transfer. Selanjutnya akan dikirimkan password yg terdiri dr 6 digit kombinasi angka dan huruf. Password ini akan di cross cek antara password yg dipegang oleh calon peserta dan dgn data yg ada pada kami saat keberangkatan tgl 18 April nanti.

    Peserta yang telah membayar untuk mengikuti acara “Go West” :
    1. Bayu WD — Jakarta
    2. Elison Swlyn Hawai — Pekanbaru
    3. Elison Swlyn Hawai — Pekanbaru
    4. Suherman — Jakarta
    5. Rahman Hakim — Jakarta
    6. Teguh Parjiyanto — Jakarta
    7. Kadar Solihat — Jakarta
    8. Tri Achirrudin — Jakarta
    9. Andi Baso — Jakarta
    10. Alandi — Jakarta
    11. Farid — Jakarta

  29. paser alit berkata:

    Subkanalloh…sugguh luas ilmumu ya alloh….

  30. nerah wiranata kusuma berkata:

    ceritnya mntaps ki..kyknya kok merasa sedih begini hehe…betap bodoh diri ini…haah

  31. agoes berkata:

    Assalamu’alaikum Ki Wong Alus…..Subhanalloh…sungguh luar biasa wawasan diatas…terima kasih Ki Alus…saya berharap agar lebih seringlah wawasan2 seperti ini dijabarkan / di ulas, agar sorotan2 yg kadang miring tentang KWA segera sirna…( Ma’af Ki…kadang saya risih tentang mereka )…..tak lupa salam sejahtera untuk Ki WongAlus dan para sesepuh serta keluarga besar KWA…

  32. Ki Ageng JJ berkata:

    Rahayu wilujeng sedulur semuanya….
    wabil khusus Ki Wong Alus atau Muhammad Wildan, para Pinisepuh, Sesepuh, Senior dan anggota KWA yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
    TOP MARKOTOP AND THE BEST THE POWER OF ALIP

  33. Tiada ilah selain allah.mudah2an selalu ad ibroh pada setiap kejadian

  34. putrasemi berkata:

    subhanallah maha suci allah

  35. Petualang berkata:

    Cerita yang bagus kalau di lihat dari sisi yang lain, akan tetapi bagaimana dengan nasib masjid yang hancur dimana disitu tempat belajar Al-quran kalam Allah para santri2 dan tentunya tempat ber-ibadah kepada ALLAH yang menciptakan segala sesuatu-nya ?? Seingat saya tiada Nabi dan Rasul Allah dan wali wali Allah yang mengancurkan Masjid hanya untuk menunjukan Kehebatan ALLAH …., ada banyak cara yang lebih terhormat untuk mengajarkan tentang Ilmu Tauhid ….

  36. Hamba Allah berkata:

    “Sesungguhnya Ulama merupakan pewaris para Nabi”
    Ulama bukan “pewaris” para Nabi, tapi “ahli waris” para Nabi :))

  37. eyank benk-benk berkata:

    assalamu’alaikum,semoga dgn adanya milad kwa di parangkusumo jogja akan lebih mengakrabkan sedulurr’ kwa dan menjalin talisilaturrohim,serta apa yang di ijazahkan bisa bermanfaat bagi dirinya,keluarga dan sesama.amin

  38. Ed Sahaja berkata:

    Mantap acara semalam, sy sudah mengupload foto2 smlam di grup ilmu kejawen
    -mas yandi (kipaspalm@kaskus)

  39. Pakdhe Gempo berkata:

    Nderek nyimak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s