HAKEKAT KEMENANGAN — KHUTBAH IDUL FITRI 1435 H


Oleh Ki Nanang Masaudi, M.Pd

Puji syukur layak terpanjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha Agung, penguasa kerajaan langit dan bumi yang tiada henti mencurahkan rahmat-Nya untuk kita sekalian. Dia-lah yang telah menganugerahkan fajar cerah di pagi ini yang memancarkan sinarnya menghampar ke segala penjuru bumi, sinar yang menghembuskan hawa kebahagiaan hingga wajah-wajah kita terlihat begitu menawan dengan senyuman kebahagiaan dan hati-hati kita terasa begitu damai dan tenteram. Inilah dampak kemenangan yang telah kita raih, kemenangan atas hawa nafsu dan kemenangan atas iblis yang terkutuk serta bala tentaranya, namun di antara semua itu hikmah dari kemenangan yang terpenting bagi kita adalah keberhasilan meraih pakaian taqwa yang menjadikan kita begitu mulia di sisi Allah SWT.

Idul Fitri, inilah hari besar yang kita rayakan, inilah hari yang penuh cinta, inilah hari yang telah sanggup menghalangi manusia dari berbagai perbuatan mudharat. Hari ini, tindak kriminalitas menurun secara drastis, perbuatan maksiat dan fahisyah turun hingga ke titik nadir, hampir tak ada penjahat yang ditangkap, pengadilan atas kejahatan terhenti untuk sejenak. Peperangan, pembantaian, penindasan juga sirna untuk sebentar. Orientasi keduniaan kita yang cenderung menghiasi kehidupan kita di ruang-ruang kerja, di kantor, di tempat hiburan, di pusat-pusat perbelanjaan, di darat dan di lautan juga untuk sementara waktu kita redam. Kebisingan kota, hilir mudik kendaraan di jalanan, keriuhan di pasar-pasar dan mall-mall, juga kesibukan di perkantoran, di pabrik-pabrik untuk sejenak juga lengang berganti dengan riuh suara takbir, tahmid dan tahlil.

Di hari yang penuh berkah ini, dunia dipenuhi kedamaian dalam indahnya nuansa silaturahim. Saling berbagi dan saling menyapa menghias di tengah gema takbir, tahmid dan tahlil yang terus berkumandang. Itulah pekik kemenangan kita setelah berpuasa sebulan penuh, tidak hanya sekedar kemenangan fisik belaka dengan sekedar mengalahkan hawa nafsu perut kita dan hawa nafsu seksual kita, akan tetapi lebih dari itu kita telah berhasil memenangkan orientasi atau tujuan ukhrawi kita atas syahwat duniawi kita.
Jamaah ‘Ied rahimakumullah …,

Sebagai orang beriman tentu kita memahami bahwa segala anugerah dan nikmat batin yang kita rasakan di hari raya ini tidak terjadi begitu saja. Allah SWT jualah yang telah menghendaki kemenangan ini, Dia yang telah menghendaki hadirnya rasa bahagia di hati ini, Dia yang telah menghendaki kelapangan di dada ini hingga kita menjadi begitu pemurah dan mudah memaafkan kesalahan orang, Dia pulalah yang menghendaki hadirnya rasa haru di hati kita tatkala membayangkan wajah-wajah orang yang kita kasihi tidak lagi bersama kita di hari yang penuh bahagia ini. Bagi sanak famili yang jauh, Alhamdulillah dengan kecanggihan alat komunikasi di era modern ini kita dapat berkomunikasi dengan orang-orang tercinta kita dengan erat walau tangan ini tak sanggup untuk terjabat. Namun bagi orang-orang terkasih yang telah mendahului kita maka apalah daya, hanya doa yang dapat kita panjatkan sebagai bentuk salam kerinduan kita untuk mereka yang dulu pernah kita kecup tangannya yang terbalut keriput, dan dulu pernah kita peluk erat tubuhnya yang telah tua renta. Kini kebersamaan itu tiada lagi, sosok orang-orang yang kita kasihi itu kini terkulai di bawah seonggok tanah berbatu nisan, makamnya yang belum tentu dapat kita ziarahi setiap saat. Semoga Allah merahmati mereka yang telah mendahului kita.
Marilah kita merefleksi dan merenungkan sejenak kemenangan dari hasil perjuangan kita yang dianugerahkan Allah SWT melalui romadhon-Nya yang insya Allah sanggup kita pertahankan dalam keseharian hidup sebagai ciri ketaqwaan kita. Di antara kemenangan itu adalah:

1. Kemurahan Hati Kita yang Mengalahkan Sifat Kikir dan Tamak
Ketamakan dan kekikiran adalah adalah sisi buruk dari perilaku manusia yang mendatangkan mudharat. Inilah sumber malapetaka sosial yang melanda umat negeri ini. Ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang melanda negeri ini telah memporak-porandakan pranata sosial di tengah-tengah masyarakat. Jurang pemisah antara kaya dan miskin, pejabat dan rakyat, ulama dan umatnya semakin terasa begitu menganga. Di tengah maraknya kemewahan yang dipertontonkan oleh kalangan elit yang semakin materialistik di atas negeri yang bertebaran 60 juta orang miskin ini sangat mungkin menimbulkan ‘kekecewaan sosial’ dan melahirkan ‘kemarahan massal’ dari mereka secara langsung ataupun tidak menjadi korban ketamakan dan kebakhilan kalangan elit di negeri ini.
Ramadhan telah mengantarkan manusia lebih dekat kepada nilai-nilai kemanusiaannya. Membangun kecintaan kepada sesama manusia, menebarkan kasih sayang, silaturahim, serta menebar kemurahan hati akan menciptakan pranata sosial yang bersahaja karena akan terjadi harmoni yang indah antara semua elemen dalam masyarakat; antara kaya dan miskin, konglomerat dan kaum melarat, pejabat dan rakyat jelata, pemimpin dan bawahan, ulama dan umat dan seterusnya. Di bulan Ramadhan kepekaan sosial kita terasah. Dengan puasa, kita terlatih untuk melakukan pengorbanan dan bermurah hati.

Dr. Carl Gustav Jung, seorang psikoanalis mengatakan, “untuk mencapai peningkatan yang simultan dan menyeluruh harus diikuti dengan pengorbanan dan ketulusan. Kemurnian jiwa hanya dapat dicapai dengan mengorbankan materi dan popularitas. Pengorbanan diri adalah kebiasaan orang-orang yang memahami keadilan dan kebenaran iman kepada Allah. Orang yang mengorbankan jiwa mereka untuk keadilan, cinta dan keharmonisan telah mampu mengawinkan antara akal, cinta serta kasih sayang. Pada keadaan inilah manusia akan mencapai puncak mega keindahan, cahaya kebenaran dan keadilan.” Mungkin inilah yang sering kita anggap dengan kepuasan batin yang tak dapat dinilai dengan harta.
Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang murah hati dan berakhlak baik selalu berada di bawah lindungan Allah. Allah selalu dekat dengan mereka dan akan membimbing mereka menuju kebahagiaan . Tidak ada seorang yang adil yang tidak memiliki sifat pemurah dan kasih sayang”.
Mari kita renungkan sebuah kisah bagaimana ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA telah mengajarkan kemurahan hati pada keluarganya yang pernah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, bahwa pada suatu ketika kedua putra Ali bin Abi Thalib , Hasan dan Husain sedang sakit parah, maka Ali dan istrinya Fathimah binti Rasulullah bernazar apabila kedua putra mereka sembuh maka mereka akan berpuasa 3 hari sebagai tanda syukur. Atas karunia Allah SWT kedua anak merekapun sembuh. Keduanya pun mulai berpuasa nazar. Akan tetapi mereka tidak memiliki sesuatu walau sekedar untuk makan sahur dan berbuka. Mereka berpuasa dalam keadaan sangat lapar. Pada pagi harinya, Ali pergi kepada seorang Yahudi bernama Syam’un. Ali kemudian berkata kepadanya: ‘Jika engkau ingin menyuruh seseorang untuk memintal wol dengan imbalan, maka istriku bersedia melakukannya’. Orang Yahudi itu menyetujui dengan kesepakatan satu gulung wol dihargai tiga sha’ gandum. Pada hari pertama, Fathimah memintal sepertiga bagian wol, kemudian ditukarkan dengan 1 sha’ gandum, lalu ditumbuk dan dimasaknya menjadi 5 potong roti kering, yakni untuk Ali, Fathimah, Hasan, Husain, dan seorang hamba sahaya perempuannya bernama Fidhdhah. Ketika waktu berbuka puasa tiba. Ali baru saja kembali dari shalat maghrib berjamaah dengan Rasulullah. Fathimah pun dalam keadaan letih setelah bekerja seharian penuh kemudian menyiapkan hidangan untuk keluarganya, tikar alas makan telah dibentangkan, di atasnya telah disiapkan roti dan air. Ali mengambil roti bagiannya, tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara seorang fakir dari balik pintu rumah sederhana mereka yang mengharap belas kasih agar diberi makanan, ‘ Wahai keluarga Muhammad, aku seorang fakir, berilah makanan kepadaku, semoga Allah SWT memberimu makan dari makanan surga’. Ali kemudian mendatangi pengemis itu dan memberikan roti keringnya. Seluruh keluarganya juga tak tinggal diam, mereka juga memberikan roti mereka. Ali memberitahukan bahwa dia telah memberikan rotinya kepada pengemis itu. Namun mereka menjawabnya, ‘kami juga ingin memperoleh kehormatan di sisi Allah seperti engkau, biarkanlah kami memberikan milik kami’. Akhirnya merekapun hanya berbuka dengan segelas air pada hari itu. Allah menguji mereka dengan keadaan itu selama tiga hari, dengan berturut-turut didatangi oleh anak yatim dan seorang tawanan dan merekapun melakukan hal yang sama.

Pada hari ke empat mereka memang tidak berpuasa, tetapi apalah juga yang mau dimakan. Hari itu tak ada makanan apapun di rumah mereka. Ali RA kemudian membawa kedua anaknya Hasan dan Husain sambil berjalan tertatih-tatih karena menahan lapar mengunjungi Rasulullah SAW sekedar untuk menghibur hati. Rasulullah SAW kemudian bersabda: ‘Sungguh menyedihkan hatiku melihat kalian menderita kekurangan dan kesengsaraan. Mari kita temui Fathimah’. Rasulullah SAW menemui putrinya Fathimah yang dilihatnya sedang mengerjakan shalat nafil. Mata Fathimah terlihat cekung. Perutnya tertarik sampai menempel ke punggung karena sangat lapar. Rasulullah SAW kemudian memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang dan mendoakan rahmat Allah baginya dan keluarganya. Pada saat itulah malaikat Jibril AS mendatangi Rasulullah SAW untuk menyampaikan kabar dan wahyu.
Kejadian itu telah menggetarkan ‘Arsy Allah karena para Malaikat bertasbih memuji perilaku keluarga yang mulia itu. Kisah inilah yang menjadi asbab nuzulnya Surat al-Insan, di mana pada ayat ke-8 dan 9 Allah SWT berfirman:
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا . إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاء وَلا شُكُورً
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 8 – 9)

2. Keikhlasan Kita yang Mengalahkan Sifat Riya
Mukhlisin adalah golongan orang-orang yang Allah SWT begitu ridha dengan mereka. Namun seikhlas-ikhlasnya dalam setiap amal tidak boleh sedikitpun merasa aman dari penyakit riya. Di sinilah peran kesabaran dalam ketaatan menjalankan perintah Allah SWT. Kesabaran adalah proses puncak menuju maqam mukhlisin. Puasa mengajarkan kita tentang bagaimana sebuah amal yang kita kerjakan hanya diketahui oleh Allah SWT. Keadaan kita berpuasa atau keadaan tidak berpuasa menjadi rahasia antara kita dengan Allah semata. Inilah hikmah penting ibadah puasa kita. Melalui puasa sebulan penuh Allah men-tarbiyah kita untuk belajar meluruskan niat beramal agar tak tersusupi oleh sifat riya, ujub dan sum’ah. Riya menjadi penyebab rusaknya amal seseorang hingga tidak bernilai sama sekali di sisi Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW menyampaikan kekhawatirannya di depan para sahabat utamanya, “Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, maka para sahabat bertanya: ‘apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?’. Beliaupun bersabda: ‘Syirik kecil itu adalah riya’. Pada hari kiamat ketika manusia dibalas dengan amal perbuatannya maka Allah akan berkata kepada orang-orang yang berbuat riya: ‘pergilah kalian kepada apa-apa yang kalian berbuat riya’, maka lihatlah apakah kalian mendapat balasan dari mereka”. (HR. Ahmad).
Tak ada seorangpun yang dapat merasa aman dari perbuatan syirik kecil ini bahkan para sahabat utama sekalipun seperti Abu Bakar dan Umar bin Khaththab tidak merasa aman darinya apalagi kita yang banyak disibukkan oleh perkara-perkara dunia.
Penyakit riya amatlah berbahaya karena ia menjangkiti seseorang bukan dalam keadaan seseorang bermaksiat tetapi justru ketika seseorang beramal shalih. Selain itu bila seorang yang beriman dalam amal shalihnya ternodai oleh sifat riya, berarti terdapat dalam dirinya satu bagian dari sifat-sifat kaum munafiqun.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
“Dan apabila mereka (kaum munafiq) berdiri mengerjakan shalat, maka mereka berdiri dalam keadaan malas dan riya di hadapan manusia dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali”. (QS. An-Nisaa’: 142)
Puasa adalah ibadah sirriyyah (tersembunyi) antara hamba dengan Khaliqnya. Di sinilah kita diajarkan untuk mengalahkan sifat riya. Berbeda dengan shalat yang dapat terlihat dari gerakannya, zakat yang nampak dari pemberiannya, dan haji yang nampak dari manasiknya. Banyak dari kalangan ahli ibadah ketika amal-amal kebajikannya ditimbang justru sama sekali tidak membuat mizan itu bergerak. Hal ini dikarenakan amal-amalnya tersebut ternodai oleh sifat riya.
Perbaikilah selalu niat kita dalam beramal, landasilah dengan keikhlasan. Bila terbersit riya di dalam hati maka lawanlah dan jangan menunda amal, karena yakinlah itu adalah godaan syaithan yang meniupkan was-was di dalam hati kita. Pandanglah kecil amal kita dan jangan terjerumus pada kebanggaan terhadap amal.
Firman Allah SWT:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus…” (QS. Al-Bayyinah: 5)

3. Pengendalian Diri Kita yang Mengalahkan Sifat Menuruti Hawa Nafsu
Bulan Ramadhan yang telah berlalu telah memberikan latihan berharga terhadap seluruh unsur dalam diri kita. Unsur fikrah, jasad, ruh, hati dan harta kita telah kita arahkan menuju kemaslahatan bagi diri kita dan orang lain. Ramadhan telah memberikan banyak ajaran berupa batasan dan rambu-rambu bagi orang yang menjalankan ibadah puasa. Di sinilah peran kesabaran kita dalam menahan diri dari perbuatan melanggar larangan Allah. Bagi orang yang berpuasa maka tantangan terberat yang dihadapi adalah dorongan untuk memenuhi keinginan hawa nafsunya. Namun, karena ketabahan dan kesungguhan kita dalam menjalankan ibadah shaum maka kita dapat mengendalikan keinginan-keinginan hawa nafsu itu. Kegigihan kita dalam menahan pandangan dari perkara-perkara yang diharamkan, keseriusan kita dalam menjaga lisan dari perkataan-perkataan buruk, kehati-hatian kita dalam menghindarkan perut kita dari masuknya makanan-makanan syubhat dan haram, kesungguhan kita membersihkan pikiran dan hati dari prasangka buruk, sifat iri, dengki, dendam, amarah dan kesombongan, ketaatan dalam menjaga kemaluan kita dari hal-hal yang diharamkan, tidak mengumpulkan dan membelanjakan harta pada perkara-perkara yang dilarang oleh agama, mengendalikan tangan dan kaki kita agar tidak menyentuh atau melangkah ke tempat-tempat yang mengandung maksiat, serta menutup pendengaran kita dari ghibah dan perkataan-perkataan jelek dan mengandung cela. Maka ketika semua itu dapat kita kendalikan, barulah kita bisa merasakan manisnya iman. Inilah yang menjadi sebab datangnya hidayah dan taufik Allah SWT kepada kita. Amalan ibadah puasa kita telah membuat hawa nafsu kita lebih stabil dan terkendali. Kita berharap semoga semua anggota tubuh yang telah kita kendalikan itu akan menjadi saksi yang akan membela kita di hadapan pengadilan Qadhi Rabbul Jalil.

Ingatlah firman Allah SWT:
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya: “Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” QS. An Nur: 24.
وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَٰكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ
“Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan”. (QS. Fushshilat Ayat: 22)

Inilah tiga hal di antara sekian banyak kemenangan yang telah kita capai di bulan Ramadhan dengan sebuah harapan semoga Allah memberi kemudahan untuk kita mempertahankannya di hari-hari selanjutnya. Tiga kemenangan yang akan senantiasa menyuplai energi amal bagi hadirnya cinta dan harmoni antara miskin dan kaya, atasan dan bawahan, orang tua dan anak, suami dan istri dan di antara seluruh komponen bangsa dan umat ini. Kini kita telah kembali fithrah, jangan nodai ke-fithrah-an ini hingga membuat kemenangan idul fithri ini menjadi sia-sia. Kita senantiasa berlindung kepada Allah dan memohon ampun kepadanya atas segala dosa dan kekhilafan yang kita lakukan.

Demikianlah khutbah ini jamaah sekalian, semoga ini menjadi bahan renungan bagi kita semuanya dan menjadikan kita semakin yakin dan percaya diri untuk menjadi manusia paripurna atau insan kamil dengan kemenangan ini.
Ja’alanallaahu wa iyyaakum minal ‘aa’idiina wal faa’iziin. Taqabbalallahu minna wa minkum. Wassalaamu ‘alaikum wr. Wb. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 12 Komentar

Navigasi pos

12 thoughts on “HAKEKAT KEMENANGAN — KHUTBAH IDUL FITRI 1435 H

  1. PUTRABANTARANGIN

    pertamaxkah

  2. Mantapppp

  3. Mahabarata

    Memang sdh lebaran Kahn ?

  4. DELING JATI

    bergetar hati ini…..meneteslah air mata ini…..akan kemanakah jasat dan ruh ini di sisa2 romadhon ini… pengembaraan yang sangat panjang dan melelahkan pada akhirnya akan sampai pada titik nadhirnya yaitu kembali kepada penguasa jagat raya alam semesta….. Allah yang maha pengasih, penyayang, pengampun dan maha pemberi………semoga kita semua sampai kepada-Nya… Amiin.

  5. nerah wiranata kusuma

    syhadu sebentar lagi lebaran tak terasa pelatihan menggembleng hawa nafsu akan berakhir..mudah2an tahun depan ketemu lagi….aminnn…

  6. suhadi

    SUHADI MOHON MA’AF DAN PETUNJUK KEPADA ALLAH DAN SEMUA MAKHLUQNYA ATAS SEGALA TINGKAH LAKUKU.

  7. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ATAS SEMUA KESALAHAN YANG DISENGAJA MAUPUN YANG TIDAK DISENGAJA,YANG SUDAH DI KERJAKAN MAUPUN BELUM DIKERJAKAN, MARILAH KITA KEMBALI KEPADA FITRAH SEPERTI KITA BARU DILAHIRKAN KEDUNIA INI,TAQABBALALLOH HUMINGKUM MINNA WAMINGKUM TAQABBALYAKARIM…KEPADA SEMUA WARGA KWA DIMANA SAJA BERADA.
    DARI : BAJANG LOMBOK DAN KELUARGA

  8. Minal aidin wal faizin mhn maaf lhr batin

  9. Bergetar dan enangis hati ini tatkala aku batja berita ini:Israel Ciptakan Gempa, Siap Musnahkan Masjid Al-Aqsha

    YERUSALEM TERJAJAH – Para ahli memperingatkan tentang adanya skema dari kaum Zionis untuk menciptakan ulang sebuah gempa buatan yang dirancang untuk merobohkan masjid Al Aqsa. Para ahli menekankan bahwa Israel sudah mengungkapkan rencananya tersebut di televisi dan artikel surat kabar yang tidak terhitung jumlahnya mengenai penghancuran Al Aqsa dengan cara menciptakan gempa buatan.

    Dalam rencananya, Israel akan menciptakan gempa buatan melalui penanaman bom di sebelah barat Negev, di sebuah laut di Eilat, kemudian orang-orang akan merasakan getaran dari ledakan tersebut, lalu para ilmuwan memberikan keterangan, sementara Israel menyatakan bahwa ada “gempa bumi” melanda daerah tersebut dan menyebabkan atap-atap bangunan menjadi runtuh.

    Para ahli menambahkan: “Ada kemungkinan Israel mempergunakan jalur terowongan lebih banyak daripada menggunakan jet F-16 untuk menembus tembok suara masjid tersebut yang dihancurkan oleh serangan penjajahan.

    Israel sekarang meningkatkan pengalian dan pembangunan terowongan dibawah masjid Al Aqsa dengan tujuan utama yang sangat jahat, yaitu agar fondasi Al Aqsa menjadi rapuh dan setiap saat siap runtuh,” Ditekankan bahwa gempa/getaran sekecil apapun akan sedikit menenggelamkan masjid.

    Ditambahkan lagi, bahwa Israel tidak akan menunggu hingga terjadi gempa bumi sungguhan, untuk mempercepat proses penghancuran Al Aqsa, Israel sudah merancang gempa bumi buatan dan untuk segera menghancurkan masjid Al Aqsa, dengan mengambil kesempatan ditengah lemahnya persatuan bangsa Arab dan diamnya mereka terhadap penggalian yang dilakukan oleh tangan-tangan terkutuk Yahudi Israel di kompleks Al Aqsa.

    Para ahli memandang penggalian di sekitar kompleks masjid Al Aqsa tersebut sebagai skema licik Israel untuk melenyapkan Al Aqsa, yang merupakan tempat suci ketiga bagi umat Muslim.

    Ruang hampa yang dibuat dibawah masjid ditambah dengan fondasi yang semakin rapuh ditambah lagi dengan pengalian pasir dan batu semakin menunjukkan bukti nyata bahwa Al Aqsa tengah dalam kondisi genting.

    Israel mempergunakan bahan kimia untuk melelehkan batu-batu dan juga bahan peledak dalam jumlah besar, keduanya kemudian dimaksimalkan oleh ledakan yang ditimbulkan oleh guncangan dan ledakan sekecil apapun. Walaupun demikian, hampir bisa dipastikan bahwa Israel akan menggunakan kekuatan maksimum agar struktur bangunan masjid ikut hancur berkeping-keping.

    Tahapan pertama proses penggalian masjid Al Aqsa sudah dimulai setelah perang tahun 1967, dengan pembantaian da pemusnahan orang-orang Maroko yang tinggal berdekatan dengan tembok ratapan di sisi barat masjid Al Aqsa, dan pembuatan gerbang masuk Mughrabi sebagai jalan dari tikus-tikus kelaparan Yahudi yang terdiri dari para serdadu penjajah, dan juga para kaum Yahudi pindahan menuju kompleks masjid.

    Setelah melakukan penjajahan, Israel langsung melakukan penggaliandibawah masjid Al Aqsa untuk “mencari kuil Yahudi”.

    Kaum Yahudi sangat ingin segera menjalankan skema penghancuran masjid Al Aqsa, dan nantinya seluruh umat Muslim. Ini bukan lagi sekedar peringatan dan tulisan dalam artikel, yang paling gawat adalah konspirasi yang diciptakan Israel dalam sejarah, Israel juga mengklaim bahwa penerapan rencana besar Yahudi tersebut sebagai hal yang paling penting.

    Selain itu, Israel juga dengan lancang membangun puluhan sinagog mengelilingi masjid Al Aqsa sinagog-sinagog tersebut semuanya dibangun diatas tanah wakaf dan real estate milik bangsa Arab dan juga wilayah bersejarah warisan umat Muslim, dan tidak ada upaya apapun yang mampu dilakukan umat Muslim untuk mempertahankannya.

    Sheikh Ra’ed Salah, kepala Gerakan Islam untuk tanah terjajah 1948, menyerukan kepada dunia Arab dan Islam untuk menandai tanggal 7 Juni, hari jatuhnya Yerusalem pada tahun 1967, sebagai saat untuk mendukung kota terjajah Yerusalem dan juga Masjid Aqsa.

    Komite pembangunan ulang dari Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu, memperingatkan bahwa penggalian yang dijalankan oleh Israel di bagian Timur Yerusalem merupakan sebuah ancaman besar bagi Islam dan keagamaan Arab dan kawasan historis khususnya Masjid Aqsa yang mungkin bisa roboh oleh gempa buatan ataupun gempa alami.

    Ra’if Najm, kepala deputi dari komite tersebut, menyatakan dalam pers bahwa tujuan dari penggalian tersebut, seperti yang dikatakan arkeolog Israel, adalah untuk mencari tanda-tanda dari dugaan-adanya kuil Solomon, menambahkan bahwa jika kebohongan ini tidak disanggah, dunia akan mempercayainya.

    Najm menggarisbawahi bahwa jumlah penggalian ini berjumlah mencapai lebih dari 60 terowongan, yang paling serius adalah terowongan bagian barat Masjid Aqsa yang terdiri dari dua lantai dan ruangan-ruangan bawah tanah.

    Sheikh Salah membenarkan bahwa pemerintah penjajah Israel ingin menyingkirkan setiap bentuk kedaulatan Muslim, Arab, atau Palestina di Masjid Al-Aqsa kemudian mencoba untuk melumpuhkan pemeliharaan Masjid Aqsa hingga akhirnya merobohkannya dengan paksa. (dn/im/sm/smedia)

    Rencana Pembangunan Haikal Sulaiman
    Diatas Kompleks Mesjid Suci Umat Islam – Mesjidil Al Aqsho

    Ulama Palestina Ingatkan Bahaya Terowongan Israel Sekitar Masjid Al-Aqsha

    Asosiasi ulama Palestina mengingatkan bangsa Arab dan umat Islam bahwa pekerjaan Israel menggali tanah di bawah Masjid Al-Aqsa. Mereka menyerukan agar segera melakukan tindakan menyelamatkan dan membela masjid suci Al-Aqsha.

    Asosiasi mengatakan dalam siaran pers yang salinannya diterima oleh Infopalestina pada Minggu kemarin (1/2) bahwa pihaknya melihat tindakan Israel terus menggali di sekitar masjid Al-Aqsha sebagai tindakan sangat berbahaya.

    Tindakan ini sebagai ancaman serius terhadap pondasi Masjid Al-Aqsa. Sebab pagi ini sudah roboh sebagian sisinya di sekolah milik UNRWA di wilayah yang berdekatan dengan pintu Mughrabi.

    Insiden itu sendiri telah mengakibatkan 17 pelajar dari sekolah mengalami luka-luka sebagai akibat dari penggalian yang sedang berlangsung dalam membuat terowongan di bawah sekolah dan sampai ke tembok Barraq atau tembok ratapan Israel.

    Mereka menegaskan penggalian itu mengindikasikan bahwa rencana jahat Israel sudah sangat berbahaya. Tidak mungkin didiamkan. Karenanya, masjid suci Masjid Al-Aqsa itu harus segera diselamatkan.

    Asosiasi Ulama Palestina mengingatkan bangsa Arab dan umat Islam akan kewajiban mereka terhadap situs-situs suci Islam, khususnya Al-Aqsa mesjid. Asosiasi Ulama Palestina mengatakan, “Tidak ada kebaikan bagi umat terhadap tempat Isra Nabi Muhammad jika rencana jahat Israel meyahudikan kota Al-Quds berhasil diwujudkan. Karena tanda-tanda Islam akan hilang dengan dilakukan penggalian terowongan-terowongan. Apalagi ditambah penyitaan kartu identitas penduduk Palestina di kota Yerusalem dan memisahkan kota dengan dinding pemisah serta berbagai praktek brutal penjajah Islam.

    Asosiasi Ulama mendesak ulama Islam di timur dan barat agar segera memainkan peran sebagaimananya yang harapkan, mereka harus meminta ampun kepada Allah dan menunaikan amanat mereka dengan cara menjelaskan kedudukan masjid Al-Aqsha dalam Islam dan kewajiban Muslim terhadapnya.(Infplstn/sbl)

    ereka sudah lebarkan sayap targetnya ke negara-negara yang ada ajaran nabiku oh””””””””””para nujahidin tunpaslah israel”””””””’

  10. DELING JATI

    umat islam terus diburu, dibunuh, dibantai…dll oleh musuh2nya, apa pun modusnya…tetapi akan tetap kuat dan kokoh mempertahankan akidah-Nya, Syari’ah-Nya dan akhlak-Nya…. ketetapan inilah yang tidak dimiliki oleh umat2 lain………………… sebetulnya mereka stres berat, banyak jalan untuk menghancurkannya tapi jalan itu buntu dan buntu alias gagal dalam setiap usahanya…. karena islam adalah satu-satunya agama yang di ridho-i Allah SWT……… terus bagimana dengan kasus tragedi kemanusiaan yang menimpa umat islam di mana-mana khususnya di palestina…..INILAH RAHASIA DIBALIK RAHASIA ITU, di baliknya terdapat jalan ilmu haqqul yakin, nikmat yang sesungguhnya, kebahagiaan yang sebenarnya dan hidayah yang hakiki……………walaupun jalannya berbatu, licin dan berkelok-kelok….karena Allah ingin menyaksikan action hamba-hamba pilihannya…………….subhanalloh indah sekali rasanya seandainya kita yang menjadi hamba pilihannya…..SEMOGA…. Amiin.

    satu tahun lebih saya berkiprah mengisi kesunyian hati ini di blog tercinta ini….. pasti banyak sedikit kehadirannya nyeleneh, menyinggung dan mungkin memuakkan di hati poro sesepuh dan sedulur kabehh……khususnya ki alus selaku rektor KWA, sohibul ijazah ASR cirebon ki jatiraga dan ki alief sadewa dll….karena saya hadir di KWA ini dengan apa adanya tanpa rekayasa…. ingin mencari sesuatu tetapi sesuatu itu ada dalam sesuatunya sehingga saya yang dhoif ini sangat membutuhkan pencerahan-pencerahannya….karena mereka poro sepuh KWA sangat mengetahui sesuatu itu……

    punten lan matur kesuwun sanget atas semuanya dan segalanya…….izinkan hamba berucap kalimat…

    MOHON MAAF LAHIR BATHIN untuk semuanya…….semoga semua amal ibadah kita diterima Allah SWT ………..dan meraih syurga-Nya………….AMIIN.

    salam………………………

  11. mantap. mohon maaf lahir dan bathin.

  12. adam ketjil

    Taqoballahu minna wa minkum
    Mohon ma’af lahir dan bathien ma’afm…

    @ALL …MHN Ijinnya saya ikut belajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: