PEMABUK CINTA: ABU MAHFUDZ MA’RUF


Ya Allah …. Jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan
Cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah … jika aku jatuh cinta,
Ijinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar tidak jatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana …. Jika aku jatuh cinta,
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari-Mu
Ya Rabbul Izzati… jika aku rindu,
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah…jia aku rindu,
Jagalah rinduku padanya agar tidak lalaui aku merindui syurga-Mu.
Ya Allah…jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
Indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu.
Ya Allah…jika aku jatuh hati pada kekasih-mu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
Perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu
Ya Allah…jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
Jangan biarkan aku melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi
Hanya kepada-Mu
Ya Allah…Engkau mengetahui bahwa hati ini
Telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa
Dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
Telah berpadu dalam membela syari’at – Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya, kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah padam.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan
Keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu

Dia adalah salah seorang sufi penerus Rabi’ah Al-Adawiyah sang pelopor mazhab Cinta.

Nama lengkapnya Abu Mahfudz Ma’ruf bin Firus Al-Karkhi. Meski lama menetap di Baghdad, Irak, ia sesungguhnya berasal dari Persia, Iran. Hidup di zaman kejayaan Khalifah Harun Al-Rasyid dinasti Abbasiyah. tak seorangpun menemukan tanggal lahirnya. Perhatikan komentar Sarry As-Saqaty, salah seorang muridnya. “Aku pernah bermimpi melihat Al-Kharqi bertamu di Arasy, waktu itu Allah bertanya kepada Malaikat, siapakah dia? Malaikat menjawab, “Engkau lebih mengetahui wahai Allah,” maka Allah SWT berfirman, dia adalah Ma’ruf Al-Kharqi, yang sedang mabuk cinta kepadaku.”
Menurut Fariduddin Aththar, salah seorang sufi, dalam kitab Tadzkirul Awliya, orang tua Ma’ruf adalah seorang penganut Nasrani. Suatu hari guru sekolahnya berkata, “Tuhan adalah yang ketiga dan yang bertiga,” tapi, Ma’ruf membantah, “Tidak! Tuhan itu Allah, yang Esa.

Mendengar jawaban itu, sang guru memukulnya, tapi Ma’ruf tetap dengan pendiriannya. Ketika dipukuli habis-habisan oleh gurunya, Ma’ruf melarikan diri.
Karena tak seorang pun mengetahui kemana ia pergi, orang tua Ma’ruf berkata, “Asalkan ia mau pulang, agama apapun yang dianutnya akan kami anut pula.” Ternyata Ma’ruf menghadap Ali bin Musa bin Reza, seorang ulama yang membimbingnya dalam Islam.
Tak beberapa lama, Ma’ruf pun pulang. Ia mengetuk pintu. “Siapakah itu” tanya orang tuanya. “Ma’ruf,” jawabnya. “agama apa yang engkau anut?” tanya orang tuanya. “Agama Muhammad, Rasulullah,” jawab Ma’ruf. Mendengar jawaban itu, orang tuanya pun memeluk Islam.

Cinta Ilahiah
Salah seorang gurunya yang terkenal adalah Daud A-Tsani, ia membimbing dengan disiplin kesufian yang keras, sehingga mampu menjalankan ajaran agama dengan semangat luar biasa. Ia dipandang sebagai salah seorang yang berjasa dalam meletakkan dasar-dasar ilmu tasawuf dan mengembangkan paham cinta Ilahiah.

Menurut Ma’ruf, rasa cinta kepada Allah SWT tidak dapat timbul melalui belajar, melainkan semata-mata karena karunia Allah SWT. Jika sebelumnya ajaran taawuf bertujuan membebaskan diri dari siksa akhirat, bagi Ma’ruf merupakan sarana untuk memperoleh makrifat (pengenalan) akan Allah SWT. Tak salah jika menurut Sufi Taftazani, adalah Ma’ruf Al-Kharqi yang pertama kali memperkenalkan makrifat dalam ajaran tasawuf, bahkan dialah yang mendifinisikan pengertian tasawuf. Menurutnya, Tasawuf ialah sikap zuhud, tapi tetap berdasarkan Syariat.

Masih menurut Ma’ruf, seorang Sufi adalah tamu Tuhan di dunia. Ia berhak mendapatkan sesuatu yang layak didapatkan oleh seorang tamu, tapi sekali-kali tidak berhak mengemukakan kehendak yang didambakannya. Cinta itu pemberian Tuhan, sementara ajaran sufi berusaha mengetahui yang benar dan menolak yang salah. Maksudnya, seorang sufi berhak menerima pemberian Tuhan, seperti Karomah, namun tidak berhak meminta. Sebab hal itu datang dari Tuhan – yang lazimnya sesuai dengan tingkat ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT.

Gambaran tentang Ma’ruf diungkapkan oleh seorang sahabatnya sesama sufi, Muhammad Manshur Al-Thusi, katanya, “Kulihat ada goresan bekas luka di wajahnya. Aku bertanya: kemarin aku bersamamu tapi tidak terlihat olehku bekas luka. Bekas apakah ini?” Ma’ruf pun menjawab, “Jangan hiraukan segala sesuatu yang bukan urusanmu. Tanyakan hal-hal yang berfaedah bagimu.”
Tapi Manshur terus mendesak. “Demi Allah, jelaskan kepadaku,” maka Ma’ruf pun menjawab. “Kemarin malam aku berdoa semoga aku dapat ke Mekah dan bertawaf mengelilingi Ka’bah. Doaku itu terkabul, ketika hendak minum air di sumur Zamzam, aku tergelincir, dan mukaku terbentur sehingga wajahku lukan.”

Pada suatu hari Ma’ruf berjalan bersama-sama muridnya, dan bertemu dengan serombongan anak muda yang sedang menuju ke Sungai Tigris. Disepanjang perjalanan anak muda itu bernyanyi sambil mabuk. Para murid Ma’ruf mendesak agar gurunya berdoa kepada Allah sehingga anak-anak muda mendapat balasan setimpal. Maka Ma’ruf pun menyuruh murid-muridnya menengadahkan tangan lalu ia berdoa, “Ya Allah, sebagaimana engkau telah memberikan kepada mereka kebahagiaan di dunia, berikan pula kepada mereka kebahagiaan di akherat nanti.” Tentu saja murid-muridnya tidak mengerti. “Tunggulah sebentar, kalian akan mengetahui rahasianya,” ujar Ma’ruf.

Beberapa saat kemudian, ketika para pemuda itu melihat ke arah Syekh Ma’ruf, mereka segera memecahkan botol-botol anggur yang sedang mereka minum, dengan gemetar mereka menjatuhkan diri di depan Ma’ruf dan bertobat. Lalu kata Syekh Ma’ruf kepada muridnya, “Kalian saksikan, betapa doa kalian dikabulkan tanpa membenamkan dan mencelakakan seorang pun pun juga.”
Ma’ruf mempunyai seorang paman yang menjadi Gubernur. Suatu hari sang Gubernur melihat Ma’ruf sedang makan Roti, bergantian dengan seekor Anjing. Menyaksikan itu pamannya berseru, “Tidakkah engkau malu makan roti bersama seekor Anjing?” maka sahut sang kemenakan, “Justru karena punya rasa malulah aku memberikan sepotong roti kepada yang miskin.” Kemudian ia menengadahkan kepala dan memanggil seekor burung, beberapa saat kemudian, seekor burung menukik dan hinggap di tangan Ma’ruf. Lalu katanya kepada sang paman, “Jika seseorang malu kepada Allah SWT, segala sesuatu akan malu pada dirinya.” Mendengar itu, pamannya terdiam, tak dapat berkata apa-apa.

Suatu hari beberapa orang syiah mendombrak pintu rumah gurunya, Ali bin Musa bin Reza, dan menyerang Ma’ruf hingga tulang rusuknya patah. Ma’ruf tergelatak dengan luka cukup parah, melihat itu, muridnya, Sarry al-Saqati berujar, “Sampaikan wasiatmu yang terakhir,” maka Ma’ruf pun berwasiat. “Apabila aku mati, lepaskanlah pakaianku, dan sedekahkanlah, aku ingin mneinggalkan dunia ini dalam keadaan telanjang seperti ketika dilahirkan dari rahim ibuku.”

Sarri as-Saqathi meriwayatkan kisah: Pada suatu hari perayaan aku melihat ma’ruf tengah memunguti biji-biji kurma.
“Apa yang sedang engkau lakukan?” tanyaku.
Ia menjawab, “Aku melihat seorang anak menangis. Aku bertanya, “Mengapa engkau menangis?” ia menjawab. “Aku adalah seorang anak yatim piatu. Aku tidak memiliki ayah dan ibu. Anak-anak yang lain memdapat baju-baju baru, sedangkan aku tidak. Mereka juga dapat kacang, sedangkan aku tidak,” lalu akupun memunguti biji-biji kurma ini. Aku akan menjualnya, hasilnya akan aku belikan kacang untuk anak itu, agar ia dapat kembali riang dan bermain bersama anak-anak lain.”
“Biarkan aku yang mengurusnya,” kataku.
Akupun membawa anak itu, membelikannya kacang dan pakaian. Ia terlihat sangat gembira. Tiba-tiba aku merasakan seberkas sinar menerangi hatiku. Dan sejak saat itu, akupun berubah.

Suatu hari Ma’ruf batal wudu. Ia pun segera bertayammum.
Orang-orang yang melihatnya bertanya, “Itu sungai Tigris, mengapa engkau bertayammum?”
Ma’ruf menjawab, “Aku takut keburu mati sebelum sempat mencapai sungai itu.”

Ketika Ma’ruf wafat, banyak orang dari berbagai golongan datang bertakziyah, Islam, Nasrani, Yahudi. Dan ketika jenazahnya akan diangkat, para sahabatnya membaca wasiat almarhum: “Jika ada kaum yang dapat mengangkat peti matiku, aku adalah salah seorang diantara mereka.” Kemudian orang Nasrani dan Yahudi maju, namun mereka tak kuasa mengangkatnya. Ketika tiba giliran orang-orang muslim, mereka berhasil, lalu mereka menyalatkan dan menguburkan jenazahnya
@@@

Iklan

22 pemikiran pada “PEMABUK CINTA: ABU MAHFUDZ MA’RUF

  1. begitu indahnya ucapan hamba yg mabuk cinta kepada Tuhannya…
    salam salim buat ki wong alus, ki arya, ki suling, ki sigit, ki sujono dan wa kasan..salam kangen dari Tangerang.

  2. al-hamdulillah……tarbiyatur-ruh keluar juga…….perjuangan yang tertatih-tatih, penuh batu terjal berduri dan berlumpur akan membuahkan hasil diluar dugaan rasio dan rasa…..karena mahabbah adalah cinta-Nya kepada dzat dan elemen2-Nya……. SALAM rahayu semuanya…..

  3. muantapsss…bagus artikelnya ki ..haturnuhun atas pembabaranya.. ki kalo bisa adakan lagi pengisian kekuatan pusaka kita oleh pusaka kwa seperti dulu

  4. Alhamdulillah….smg ini mrpkn salah satu jawaban permohonan dan doa kita slm ini…..dakwatuna.com – Gaza. Pemimpin elit gerakan perlawanan Islam (Harakah Muqawamah Islamiyah/Hamas), Mahmoud Al-Zahar, menyampaikan pesan kepada rakyat Palestina yang masih menjadi tahanan di Israel, bahwa gerakan perlawanan tidak melupakan mereka. Menurutnya, kebebasan mereka semakin dekat waktunya.
    Pernyataan itu disampaikannya di depan ribuan warga Gaza yang berkumpul untuk merayakan kemenangan Palestina menyusul dicapainya tuntutan-tuntutan Palestina dalam perundingan Mesir, Selasa (26/8/2014) petang kemarin. Dalam kesempatan itu, Al-Zahar juga mengatakan, “Rakyat Palestina akan membangun pelabuhan dan bandara udara tanpa perlu mendapat izin dari siapa pun. Siapa saja yang menyerang pelabuhan kita, maka kita akan menyerang pelabuhannya. Siapa saja yang menyerang bandara udara kita, maka kita pun akan menyerang bandara udaranya.”
    Al-Zahar pun berjanji tidak akan tertipu dengan kesepakatan Israel, “Kami akan tetap melanjutkan langkah mempersenjatai diri, mengembangkan kemampuan tempur, dan program-program perlawanan dan kesatuan yang lain. Masa depan adalah milik kita, bukan milik penjajah.”
    Tentang program jangka pendek pasca dicapainya kesepakatan dalam perundingan kemarin, Al-Zahar mengatakan, “Kita punya dua target. Pertama, kita akan bangun semua rumah yang dihancurkan penjajah Israel dalam perang kemarin. Kedua, kita akan perkuat slogan kita seperti yang dikatakan oleh Rasulullah ‘Mulai sekarang kitalah yang akan menyerang mereka di wilayah mereka. Musuh tidak akan datang ke sini untuk menyerang.’”
    Sementara itu, pemimpin Hamas sekaligus ketua lembaga legislatif, Ahmad Bahar, mengatakan, “Hari ini kita merayakan kemenangan atas para penjajah. Kemenangan dalam perang penuh kepahlawanan. Sejak 60 tahun yang lalu, baru kali ini para penjajah menghadapi kesulitan seperti saat ini.” (msa/dakwatuna/islammemo)
    Redaktur: Sofwan

  5. dakwatuna.com – Gaza. Setelah berlangsung lebih dari 50 hari Israel menyerang Gaza, Israel tidak bisa menghadapi serangan-serangan roket dari gerakan perlawanan di Gaza, terutama serangan dengan menggunakan mortar Hawn. Karena itulah Israel melampiaskan kekesalannya dengan menyerang warga sipil, gedung-gedung apartemen, dan masjid.
    Seperti diberitakan Al-Araby Al-Jadid, Senin (25/8/2014) hari ini, para pemimpin militer Israel mengakui tidak bisa menghadapi serangan mortar Hawn. Hamas dan gerakan perlawanan lain bisa mengubah titik lemah menjadi tidak kekuatan. Wilayah sekitar Jalur Gaza yang banyak diduduki pasukan darat Israel dengan tank-tank yang meluncurkan mortar ke arah dalam Gaza, kini menjadi target serangan Hamas dengan mortar Hawn yang memang daya jangkaunya sangat dekat.
    Tempat berkumpulnya pasukan Israel dan juga pemukiman Yahudi menjadi target yang sangat mudah dijangkau. Apalagi teknologi pertahanan Israel, Iron Dome, tidak dirancang untuk menangkal serangan senjata seperti mortar Hawn. Sehingga wilayah itu menjadi wilayah terbuka bagi serangan Hamas dan gerakan perlawanan lainnya.
    Pada hari Jumat kemarin, 20 orang tentara dari sekitar 60 orang tewas akibat serangan mortar ini. terakhir, departemen keamanan Israel juga sudah mengungsikan 400 keluarga di pemukiman dekat Jalur Gaza. Hingga kini jumlah pemukin hanya tersisa 30% saja. Lainnya telah mengungsi ke tempat lain.
    Karena frustrasi dan gagal menghadapi serangan ini, Israel secara sengaja menarget warga sipil, gedung apartemen, dan masjid-masjid di Gaza. Dua hari lalu, gedung apartemen terbesar dan tertinggi di Gaza mereka bom hingga roboh total.

    Redaktur: Sofwan

  6. teliksandi KWA memang mantap….sangat pantas untuk mendapat hadiah 100 fatihah dan 100 sholawat karena perjuangan dan keikhlasannya….monggo dilanjut……

  7. Stlh point2 kesepakatan damai di gaza mari kita doakan segera dibebaskannya para tahanan palestina yg sering ditangkap dgn alasan yg tidak jelas.
    Gaza/ Yerusalem (ANTARA News) – Israel dan Palestina sepakat dengan usulan Mesir untuk mengakhiri gencatan senjata di Gaza setelah 50 hari peperangan yang menewaskan lebih dari 2.100 nyawa warga Palestina–sebagian besar di antaranya adalah penduduk sipil.

    Di bawah ini adalah poin-poin kesepakatan antara Israel dengan Palestina. Demikian diberitakan Reuters.

    Poin-Poin Gencatan Senjata

    * Hamas dan kelompok-kelompok lain di Gaza sepakat untuk untuk menghentikan serangan rudal ke wilayah Israel.

    * Israel menghentikan semua aksi militer, termasuk serangan darat dan udara.

    * Israel sepakat untuk membuka jalur perbatasan dengan Gaza untuk memperlancar pengiriman barang-barang, bantuan kemanusiaan, bahan-bahan bangunan. Ini juga merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata pada 2012 yang tidak pernah terimplementasi.

    * Mesir sepakat membuka jalur perbatasan sepanjang 14 kilometer di Rafah.

    * Otoritas Palestina akan mengambil alih administrasi di perbatasan-perbatasan Gaza dari Hamas. Dengan kesepakatan ini, Israel dan Mesir dapat memastikan pencegahan masuknya persenjataan dan amunisi ke Gaza. Kedua negara juga akan mengawasi impor konstruksi material seperti semen dan besi baja untuk memastikan bahwa barang-barang tersebut digunakan untuk membangun perumahan alih-alih untuk basis militer Hamas.

    * Otoritas Palestina juga akan memimpin koordinasi upaya rekonstruksi Gaza yang akan dibantu oleh sejumlah donor internasional, termasuk di antaranya adalah Uni Eropa, Qatar, Turki, Norwegia.

    * Israel akan mempersempit “security buffer” (wilayah terlarang bagi warga Palestina di sepanjang dan di dalam perbatasan Gaza) dari 300 meter menjadi 100 meter jika gencatan senjata dapat bertahan. Kesepakatan ini memungkinan warga Palestina untuk memperluas lahan pertanian di wilayah perbatasan.

    * Israel akan memperluas batas penggunaan laut untuk kepentingan ekonomi warga Gaza dari tiga mil menjadi dua kali lipatnya. Palestina sendiri menginginkan ekses penuh selebar 12 mil sesuai dengan hukum internasional.

    Kemudian di sisi lain, kedua pihak juga sepakat untuk mendiskusikan persoalan-persoalan yang lebih kompleks melalui perundingan tidak langsung dalam satu bulan ke depan. Berikut ini persoalan yang akan dirundingkan kemudian

    * Tuntutan Hamas kepada Israel untuk melepaskan ratusan tahanan Palestina yang ditangkap menyusul pembunuhan terhadap tiga pemuda Yahudi pada bulan Juni. Hamas sendiri pada awalnya membantah keterlibatan terhadap pembunuhan itu, namun pada pekan lalu seorang pejabat senior Hamas di Turki mengakui bahwa kelompoknya memang bertanggung jawab.

    * Tuntutan Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, terhadap Israel untuk melepaskan tahanan yang pembebasannya ditangguhkan akibat kegagalan perundingan kedua belah pihak.

    * Tuntutan Hamas untuk pembangunan pelabuhan di Gaza yang memudahkan aktivitas impor-ekspor warga Palestina. Israel sejak lama menolak rencana tersebut namun sikap tersebut dapat berubah jika ada jaminan keamanan. Gaza sendiri merupakan titik penting perdagangan internasional di wilayah timur Mediterania.

    * Tuntutan Hamas untuk pencairan dana yang akan digunakan untuk membayar 40.000 polisi dan pegawai negeri sipil yang dari akhir tahun lalu sampai saat ini belum dibayarkan. Dana gaji pegawai pemerintah itu dibekukan oleh Otoritas Palestina.

    * Tuntutan Israel mengenai “demiliterisasi” penuh Gaza. PBB dan Uni Eropa mendukung permintaan tersebut namun Hamas dengan tegas menolaknya.

    * Tuntutan pembangunan kembali bandar udara di Gaza bernama Yasser Arafat International yang pada tahun 2000 lalu dihancurkan oleh Israel.

    (G005)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s