MEMBACA PIKIRAN MANUSIA ANALISIS SISI NEGATIF PIKIRAN MANUSIA KAITANNYA DENGAN PENYAKIT TUBUH


Penulis: Mulyana dosen UIN Bandung pakar tasawuf psikoterapi

  1. Pendahuluan

Dalam tubuh manusia terdapat tiga kom-ponen yang sangat vital: Kepala, dada, dan perut. Jika tidak memiliki salah satu dari ketiga komponen ini, manusia tidak akan pernah hidup. Oleh karena itu, manusia tidak boleh mengabaikannya.

Tulisan ini akan meneliti komponen vital manusia berupa kepala. Dalam kepala terdapat otak manusia, yaitu otak kanan dan otak kiri. Kedua otak ini merupakan anugerah Tuhan bagi manusia untuk dipergunakan sebagai alat berpikir.

Orang Islam beruntung karena selama satu hari satu malam memiliki kewajiban melaku-kan shalat lima waktu. Setiap shalat diwajibkan membaca surat al-Fâtihah. Salah satu ayatnya berbunyi, “Berilah kepada kami hidayah yang lurus.” Ibn Qayyim (1292-1350), membagi hidayah tersebut kedalam tiga bagian: Hidayah akal, hidayah ilmu pengetahuan, dan hidayah agama. Oleh karena itu, untuk menjawab pertanyaan, “benarkah penyakit tubuh manusia ditimbulkan oleh pikiran manusia”,  kita harus membaca pikiran manusia atau akal manusia.

Tuhan memberi akal kepada manusia untuk membedakan dunia nyata yang saling berbenturan antara benar dan salah yang dihadapi manusia. Berdasarkan tinjauan filsafat, manusia berhadapan dengan dua hal: sehat dan sakit; hidup dan mati; senang dan sengsara. Seperti dua sisi mata uang yang berbeda, semuanya tidak akan terlepas dari kehidupan manusia.

Descartes (1596–1650), salah seorang pelopor Rasionalisme, berusaha menemukan suatu kebenaran yang tidak dapat diragukan lagi. Kebenaran itu, menurutnya, adalah dia tidak ragu bahwa dia ragu. Pernyataan tersebut terkenal dengan semboyannya cogito ergo sum (penulis ragu maka penulis ada). Ia yakin, kebenaran-kebenaran semacam itu  ada dan dikenal dengan cahaya yang terang dari akal budi.

Pernyataan Descartes di atas sebetulnya berkaitan dengan pencarian kebenaran dalam kajian filsafat ilmu. Menurut teori ini, ilmu dibangun atas dasar akal pikiran manusia. Lalu, bagaimana dengan kesehatan manusia? Jawabannya tidak jauh berbeda. Pikiran manusia sebagai sumber awal bagi kesehatan manusia, demikian juga sakitnya tubuh manusia berawal dari pikiran manusia sendiri. Pikiran yang mana? Tentu pikiran yang sehat yang dalam bentuk positive thinking atau husn al-zhannakan memancarkan kesehatan ke seluruh tubuh manusia. Sebaliknya, pikiran negatif akan memancarkan pula penyakit ke seluruh tubuh manusia.

Akal yang memiliki kemampuan berpikir dan alatnya, yaitu ‘otak insani’, adalah sesuatu yang diberi tugas kepemimpinan oleh Allah, yang harus mendominasi ‘otak hewani’ di dalam dirinya, serta yang dengannya jiwa dapat merealisasikan berbagai keinginan dan dorong-annya.

Di dalam otak manusia ada beberapa pusat yang dinamakan ’otak baru’ atau ’otak berpikir’, serta beberapa pusat yang dinamakan ’otak hewani’ yang menjadi sumber segala emosi serta berbagai gejala psikis dan fisik seperti perasaan marah, gembira, lezat, nikmat, tenang, dan sebagainya. Jadi, ada semacam daya kekuatan dalam pikiran kita sendiri dalam rangka membangun tubuh manusia sehat atau sakit.

Dalam pembahasan ini, peneliti ajukan rumusan masalah sebagai berikut; pertama, benarkah penyakit tubuh manusia dapat ditimbulkan akibat dari pikiran manusia itu sendiri? Apa saja gangguan pikiran yang mendorong manusia menjadi sakit pikiran, sakit jiwa. dan bahkan sakit fisik?

  1. Pembahasan
  2. Pikiran Negatif Sumber Penyakit Manusia

Sumber penyakit pertama disebabkan oleh pikiran negatif. Oleh karena itu, jangan coba-coba berpikir negatif terhadap segala sesuatu. Berpikir negatif mengarahkan manusia kepada ucapan, prilaku, dan perbuatan negatif pula. Pada akhirnya, manusia bermuara dalam kesengsaraan dengan bermacam-macam mas-alah yang dipikulnya. Semakin banyak beban yang dipikul, semakin bertambah pula penyakit dalam tubuh manusia. Di sini Anda akan merasakan bahwa pikiran benar-benar pencipta penyakit yang sangat luar biasa dalam diri manusia. Demikian juga sebaliknya, pikiran juga benar-benar pencipta kesehatan tubuh manusia yang utama.

Mulai sekarang konsentrasikan pikiran Anda terhadap hal-hal yang positif dan jauhkan dari hal-hal yang negatif. Kemudian, dalam pikiran Anda tersimpan hanya ada Allah sajalah yang memberikan segala kekuatan, kesehatan, dan kebahagiaan. Kesam-pingkan alat kebahagian semuyang dapat menipu dan menjerumuskan Anda.

Untuk membuat orang jatuh sakit, tidak mesti dengan memakai golok atau senjata tajam, atau senjata api, atau senjata lainnya. Sekarang, hanya cukup  memakai pikiran saja. Anda lakukan, misalnya, setiap hari ketika berjumpa dengan sahabat di kantor atau di tempat kerja, Anda katakan kepada sahabat Anda, cukup dengan kata-kata yang menye-nangkan, “Anda nampak, pagi ini kelihatan lebih ceria dari hari-hari kemarin”. Sahabat Anda akan menyahut dengan kata-kata, “oh…ya…”, dan akan mengucapkan, ”terima kasih atas perhatian Anda.”

Sahabat Anda tadi  akan berpikir bahwa “penulis dalam pandangan teman-teman dipandang memiliki kesehatan yang prima.” Nah, pikiran ini akan direspon oleh jiwanya dan akan terus merasakan bahwa ia adalah sehat. Pikiran ini tidak akan pernah berpikir bahwa dirinya adalah sakit, sekalipun ia salah seorang yang terkena suatu penyakit. Penga-laman seperti ini banyak dilakukan oleh orang-orang di alam semesta ini, yaitu mereka yang kaya akan pikiran positif, optimis dalam menghadapi kehidupan dan mereka yang banyak mendekatkan diri pada Allah Swt.

Banyak orang- yang memiliki pikiran positif terhadap segala hal, termasuk ketika meng-hadapi penyakit. Orang seperti ini hanya memiliki konsentrasi tingkat tinggi, bahwa dirinya adalah sehat, dan segalanya  diserahkan kepada Yang Maha Kuasa. Orang seperti ini  tidak banyak mengeluh, tidak sering memanja-kan penyakitnya, dan juga tidak diumbar kepada orang lain, supaya yang lain mengeta-hui bahwa dirinya sedang sakit dan ingin diperhatikan.

Demikian juga, Anda dapat lakukan hal seperti ini kepada orang tua Anda, kepada kekasih Anda, yaitu istri Anda. Cukup Anda katakan pada malam hari  atau setiap bangun pagi, dengan kata-kata yang dapat membuat pikiran istri Anda lebih nyaman, senang dan bahagia. Katakan, misalnya, “waduh nampak-nya istriku pagi hari ini ceria sekali dan cantik sekali.” Secara spontan, istri Anda akan menjawab, “Terimaksih, suamiku atas per-hatiannya.” Tidak lama kemudian, hampir dipastikan istri Anda akan segera ke kamar dan langsung bercermin, istri Anda akan berkata dalam hatinya, “Apa benar aku ini ceria dan nampak cantik seperti ungkapan suamiku?”

Pikiran akan membangun sebuah surgawi kebahagian dan kesenangan. Pikiran positif akan mampu membangun jiwa dan tubuh akan lebih sehat dan atau sebaliknya. Oleh karena itu, para resi memiliki pendapat sederhana dalam debat pikiran-tubuh. Mereka berkata, semuanya berasal dari pikiran. Pikiran akan memproyeksikan dunia, persis seperti yang dilakukan proyektor film. Tubuh merupakan bagian dari sebuah film, begitu pula segala sesuatu yang terjadi pada tubuh kita. Lalu, Apa yang Anda pikirkan, itulah Anda. Jika Anda ingin sehat jasmani dan rohani, berpikirlah secara positif.[6] Berusahalah menghindari pikiran-pikiran negatif.

Gangguan Pikiran

Ganguan pikiran disebut juga dengan ganguan mental. Mental masuk ke dalam kategori kesiapan pikiran seseorang atau ketidak-siapan dalam menghadapi sesuatu hal di luar dirinya yang pernah diindera. Gangguan terhadap kesehatan mental dapat pula dipengaruhi pikiran, misalnya anak-anak menjadi bodoh di sekolah, pemalas, pelupa, suka membolos, tidak dapat berkonsentrasi, dan sebagainya. Adapun pada orang dewasa merasa bahwa kecerdasannya telah merosot, kurang mampu melanjutkan sesuatu yang telah direncanakannya baik-baik, mudah dipenga-ruhi orang lain, menjadi pemalas, dan apatis.[7]

Mental berhubungan dengan pikiran, akal, dan ingatan atau proses yang berasosiasi dengan pikiran, akal, dan ingatan seperti mudah lupa, malas berpikir, tidak mampu berkonsentrasi, picik, tidak dapat mengambil suatu keputusan dengan baik dan benar, bahkan tidak memiliki kemampuan membeda-kan antara yang halal dan haram, bermanfaat dan mudharat, serta hak dan batil.[8]

Berikut ini beberapa gejala gangguan pikiran yang dialami manusia, mulai tingkatan anak kecil sampai tingkatan dewasa, bahkan manusia lanjut usia.

2.1. Pikiran Kosong

Pikiran kosong dapat menciptakan suatu penyakit yang sangat luar biasa. Pikiran kosong yang terjadi secara terus menerus akan menjadi sebuah lamunan dan  khayalan. Ini akan membangun suasana tubuh atau kondisi badan manusia secara fisik menjadi labil. Kelabilan ini dapat menciptakan kelemahan badan manusia secara fisik dan juga non fisik. Berikut dikemukakan beberapa kasus.

Kesurupan, menurut kepercayaan masya-rakat, diakibatkan oleh kerasukan Jin. Padahal, penyakit semacam ini merupakan salah satu bentuk pikiran kosong. Peneliti pernah mengadakan diagnosis kepada seorang ibu yang mengamuk kesurupan dan juga seseorang yang kasurupan. Setelah didiagnosis ternyata, pikir-anlah yang menjadikan mereka seperti itu.

Dalam keadaan pikiran kosong ini, pikiran positif seseorang terkalahkan oleh pikiran negatif,sehingga ia melamun dan akhirnya terjadi sesuatu yang benar-benar menakutkan.

Kasus lain, seorang remaja putri tergeletak di tengah-tengah suasana hura-hura yang diiringi dengan suara gemuruh petir. Ia meraung-raung seperti kemasukan setan dan berkata ngawur. Ia menjerit-jerit. Matanya melotot seperti orang marah, bahkan seperti orang yang sedang sakaratul maut. Menurut kepercayaan orang, gejala ini adalah apa yang disebut dengan kesurupan. Kasus  ini tidak berhenti pada seorang remaja putri saja, bahkan menjadi kesurupan masal.

Kenapa hal ini terjadi? Lagi-lagi, pikiran kosong  sangat efektif menciptakan kesurupan tadi. Temannya berpikir rasa kekhawtiran akan menimpa dirinya, yang lainnya pun demikian. Pikiran  ini membawa seseorang ke alam pikiran lain, sehingga terjadi kekosongan dalam pikiran masing. Di sini, sugesti sangat dominan dalam pikiran sehingga cepat tertular kepada yang lainnya, seperti terdapat aliran listrik yang dapat menyetrum kepada aliran lainnya. Begitu hebatnya, sugesti ini dapat menerpa kepada  orang-orang yang pikirannya kosong.

Ketakutan dan Kecemasan

Pikiran takut[10] atau ketakutan merupakan suatu fenomena yang biasa dialami manusia ketika menghadapi sesuatu yang sangat menakutkan. Ketakutan ini biasanya diciptakan oleh pikiran kita sendiri. Apalagi dalam hidup dan kehidupan ini manusia dihadapkan kedalam dua hal: Ketidak-berdayaan dan ketidak-pastian. Kedua hal ini cukup bagi manusia untuk menciptakan bagi dirinya berbagai macam ketakutan dan kecemasan.

Sumardi Suryabrata mengatakan bahwa dinamika kepribadian untuk sebagian besar dikuasai oleh keharusan untuk memuaskan kebutuhan dengan cara berhubungan dengan obyek-obyek di dunia luar. Lingkungan menyediakan makanan bagi orang yang lapar dan minuman bagi orang yang haus. Di samping itu, lingkungan juga berisikan daerah-daerah yang berbahaya dan tidak aman. Jadi, lingkungan dapat memberikan kepuasan maupun mengancam; atau dengan kata lain, lingkungan mempunyai kekuatan untuk mem-berikan kepuasan dan mereduksi tegangan maupun menimbulkan sakit dan meningkat-kan tegangan, dapat menyenangkan maupun menggangu.

Biasanya reaksi individu terhadap ancaman ketidaksenangan dan pengrusakan yang belum dihadapinya ialah menjadi cemas atau takut. Orang yang merasa terancam umumnya adalah orang penakut. Ketakutan yang berlebihan akan meningkat menjadi suatu kecemasan. Biasanya, kekhawatiran meningkat menjadi rasa takut, dan kemudian seseorang menjadi cemas. Kecemasan ini muncul ketika dihadap-kan ke dalam kondisi yang tidak terkendalikan, yaitu dua hal tadi, ketidak-berdayaan dan ketidak-pastian.

Kecemasan adalah fenomena yang paling banyak menyebar dan menggelisahkan. Sejak puluhan tahun, para ilmuwan sistem syaraf menemukan bahwa pikiran, perasaan, dan prilaku merupakan aktivitas kehidupan yang digerakan oleh aktivitas fisiologis sistem syaraf dan unsur-unsur kimiawi. Pada beberapa makhluk hidup yang dibekali sistem syaraf ditemukan pula beberapa pusat syaraf yang berpengaruh terhadap munculnya penyakit, ketakutan, kenikmatan, marah, gerak, dan bentuk-bentuk emosi lainnya. Pusat-pusat syaraf ini disebut dengan kumpulan otak hewani atau otak nabati. Dalam hal ini, penulis memiliki informasi dari orang-orang yang mengalami ketakutan dan kecemasan yang berujung kepada berbagai masalah penyakit.

Fenomena ketakutan ini akan segera hadir dalam pikiran ketika terjadi penggabungan masa lalu dengan kenyataan pikiran yang kacau

Di sini penulis tegaskan bahwa rasa takut timbul akibat merasa akan terjadi sesuatu yang buruk atau bahaya. Padahal, ”merasa akan terjadi” (antisipasi) berkaitan dengan kejadian-kejadian di masa mendatang yang mungkin atau tidak mungkin terjadi. Untuk kejadian yang yang sifatnya mungkin terjadi, kita sendiri atau orang lainlah yang menjadi penyebabnya. Seseorang yang mempunyai akal sehat tidak perlu takut pada kejadian-kejadian yang disebutkan tadi.

Beberapa Fenomena Ketakutan

3.1. Takut Miskin

Takut miskin biasanya dimiliki sebahagian orang kaya, tetapi kikir lantaran cinta dunia yang berlebihan. Oleh karena itu, ia  takut miskin. Secara psikologis, ia disebut manusia ekonomi.

Sumardi Suryabrata mengatakan bahwa orang yang termasuk kelompok ekonomi ini selalu kaya akan gagasan yang praktis, tetapi kurang memperhatikan bentuk tindakan yang dilakukannya. Sebab, perhatiannya tertuju pada hasil, bukan tindakannya itu. Manusia semacam ini akan menilai segala sesuatu hanya dari segi kegunaan dan nilai ekonominya. Dia bersikap egosentris. Kepentingan sendirilah yang diutamakan. Orang lain menarik perhatiannya selama berguna baginya. Penilai-annya terhadap orang lain didasarkan kepada kemampuan kerja dan prestasinya. Sikap jiwanya yang praktis itu memungkinkannya dapat mencapai banyak hal di dalam hidup-nya. Dia mengejar kekayaan. Dengannya dia akan mencapai apa yang diinginkannya.

Manusia ekonomi ini selalu merasakan ketakutan yang berlebihan, terhadap ketidak berdayaaan dan ketidak-pastian, lantaran harta kekayaannya takut hilang dari genggamannya. Oleh karena itu, tidak sedikit manusia ekonomi rentan terkena penyakit, penyakit pikiran dan terus berlanjut terhadap penyakit bathin dan penyakit tubuh. Misalkan seseorang yang kaya raya, siang dan malam selalu berpikir ketakutan hartanya takut di curi oleh orang lain, sehingga ia pada malam hari selalu berjaga dan kurang tidur. Ini adalah awal bencana bagi dirinya akibat berlebihan sayang terhadap harta dan takut kehilangan kekayaannya. Biasanya, orang seperti ini bersifat kikir dan tidak mau mengorbankan hartanya untuk agama dan kesejahteraan orang lain. Orang seperti ini, tidak mau mengeluar-kan zakat harta dan shodaqah, karena dalam pikirannya terdapat ketakutan dan kecemasan akan menimpa kemiskinan di kemudian hari.

Allah Swt. menginformasikan:

Mereka bakhil terhadapmu apabila datang ketakutan (bahaya). Kamu lihat mereka memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati; Dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka tidak beriman, maka Allah menghapus-kan (pahala) amalnya. Yang demikian itu mudah bagi Allah.

Orang kaya takut miskin. Mereka biasanya kurang memiliki rasa solidaritas dan kurang memiliki rasa sosial terhadap sesama. Orang kaya seperti ini dikategorikan orang yang mendustakan terhadap agama.

”Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Yaitu orang yang menghardik anak yatim dan tiada menganjurkan memberi makan orang miskin.”

Orang kaya yang takut miskin enggan memberi sesuatu kepada yatim dan miskin karena tidak terdapat sesuatu yang diharapkan-nya dari mereka. Anda dapat menjumpai sekian banyak orang yang memberi kepada mereka (orang kaya berderma kepada orang kaya) yang pada dasarnya tidak membutuhkan bantuan itu. Namun, pada saat yang sama, ia mengabaikan banyak lainnya yang justru sangat membutuhkannya dan akan sangat bergembira bila memperoleh bantuan walaupun sekecil apa pun. @@@

Iklan
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 9 Komentar

Navigasi pos

9 thoughts on “MEMBACA PIKIRAN MANUSIA ANALISIS SISI NEGATIF PIKIRAN MANUSIA KAITANNYA DENGAN PENYAKIT TUBUH

  1. wahyu

    Puh mo nanya kenapa yach kepala sy klo d pake miki suka sakit,apalagi klo lg salat duka ketusuk kpalanya..

  2. Raden Mayasadana

    wilujeng enjing2, wilujeng nagbuburit…

  3. Tukang sepatu

    ulasan yang cukup bagus …. semoga barokah .. amin 3 x

  4. Tukang sepatu

    bukan hanya cukup bagus … tapi sangat bagus dan luar biasa ….. amin

  5. Assalamu’alaikum, izin menyimak artikelnya kang

  6. singgih

    Kawulo sakeluargi nyuwun ngApunten ugi ngucapaken sugeng riadi kagem poro sepuh pinisepuh.dosen ugi khususipun pak rektor.

  7. Kula nuwun Ki ! dangu kawula mboten sowan ! menika kula sowan ngaturaken SUGENG RIYADI , Mbok bilih wonten sedaya kalepatan kawula , NYUWUN AGUNGING SIH PANGAPUNTEN ! Salajengipun sembah sungkem dumateng para pini sepuh , lan ugi nyuwun samodra pangaksami !

  8. Rustam

    Assalamualaikum para sesepuh, Mohon maaf saya Rustam, mohon pencerahannya karena saya sdh 5 tahun ini merasa selalu sial dalam hidup, usaha saya selalu berujung kebangkrutan. saya mohon kepada para sesepuh keridhoannya utk memberikan solusi kepada saya. Mohon maaf apabila permintaan saya ini lancang dan kurang berkenan.

  9. Noname Sarawak

    Terima kasih atas analisisnya ki…Alhamdulillah. Allah telah membabarkan ilmu kepada kita semua tak kira di mana berada. Jadinya …janganlah kita meletakkan Allah di tempat kedua ketiga dan seterusnya. Apa pun yang berlaku keatas diri kita ingat lah kepada Allah. Tunaikan atau kerjakan apa yang Allah suruh kita kerjakan berpandukan Al Quran dan hadistd janganlah melakukan apa yang di larang oleh Allah.InsyaAllah pengalaman hidup saya, saya yang mengamalkan hampir mirip dengan apa yang di babarkan di atas.Bahkan apa saja penyakit yang mengena atas tubuh badan saya, saya pasrah aja kepada Allah swt,saya tidak pernah mengatakan sakit yang di alami saya itu datangnya dari syaitan,perbuatan dukun ilmu hitam dan sebagainya. Bahkan sakit kepala,sakit gigi,sakit perut pun saya buat indah tak indah Inna lillahi wa ina ilahi rojiiun. Alhamdulillah dengan sendirinya sembuh. Ingat …ALLAH…ILMU ALLAH …DAN SAINS. Saudara saudari muslimin muslimat Sain….bermaksud kalau kita sakit gigi maka makan lah obat sakit gigi,kalau sakit tubuh badan …makanlah Panadol Extend. Jangan sekali kali berfikiran gini….Ooh…aku sakit kerna perbuatan si anu…Makanya bukan betambah baik malah betambah penyakit. Tapi kalau dah takdir kita menemui yang maha menciptakan kita, itu memang sudah di reset dalam diri kita saat kita di tiupkan roh oleh Allah swt. Ingat kita ini ibarat sebuah pesawat terbang yang di lengkapi dengan kotak hitamnya. Simple kan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: