MENYATU DAN MANUNGGAL DENGAN ALLAH


Ini artikel yang menarik yang aslinya berjudul “Wahdatul wujud: berawal dari maksud Allah untuk dikenal” yang ditulis Majelis zikir al Jabbar Ternate. Monggo dijadikan bahan renungan.

Allah telah menciptakan mahlukNya dengan beberapa tingkatan niat. Mula-mula Allah menciptakan makhluk dengan niat sebagaimana tertuang dalam hadits qudsi: “Aku adalah Perbendaharaan Yang Tersembunyi, Aku ingin dikenal, maka Kuciptakan makhluk dan denganKu mereka mengenalKu.” Allah merupakan Al-Awwal yang tidak diawali, Dia bersifat Ada Sedia (Wujud). Kehendak Allah adalah untuk dikenali (untuk dima’rifati).

“Kesendirian” Allah merupakan kebenaran mutlak yang tak bisa ditolak, karena jika ada sesuatu selain Allah, maka Allah bukanlah Yang Awal. Dalam kitab Daqaaiqul Akhbar disebutkan bahwa sebelum Allah menciptakan para malaikat yang bertugas untuk menyebut dan memuji diriNya, Allah memuji diriNya sendiri yang Maha Indah dan Elok. Allah ingin dikenal, sebagai Yang Maha Esa dan itulah yang menjadi misi setiap nabi yang turun dimuka bumi, yaitumemperkenalkan Allah Yang Maha Esa, misalnya surat Hud ayat 84.

Dengan demikian, mengenal Allah merupakan tugas utama makhluk, terutama manusia. Mengenal Allah lebih signifikan dari pada mengenal hukumhukumNya. Hal ini saya sebutkan karena dengan mengenal Allah maka kitapun segera mengetahui apa yang diinginkanNya dan apa yang tidak diinginkanNya. Mengenal Allah haruslah secara kaffah, secara totalitas. Syeh Siti Jenar mengutamakan hal ini dalam persoalan ibadah, dimana dia menyatakan bahwa ibadah tanpa ma’rifat adalah syirik. Bagaimana bisa anda beribadah kepada Allah dengan niatlillahi ta’ala, sementara anda belum mengenal siapa Allah?

Bahkan jika ditanyakan apakah “Allah” adalah namaNya, bagaimana anda menjelaskannya? Jika anda mengatakan “Ya” maka bagaimana mungkin andamemanggil-manggil namaNya dengan namaNya, sedangkan anda begitu menghormati dosen anda dang memanggilnya dengan “pak” atau “prof.” Ini adalah tanda bahwa anda melakukan ibadah tanpa ma’rifat.

Jika anda bersaksi “Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah” apakah benar anda menyaksikannya? Atau anda hanya menyebutnya sebagai formalitas masuk Islam saja? Apa benar anda menyaksikan bahwa Allah adalah Esa? Jangan-jangan selama ini kita hanya melakukan persaksian palsu semata. Syeh Siti Jenar  menekankan bahwa bisa jadi kita selama ini menyembah akal budi saja, artinya, pengenalan Tuhan itu tidak bersumber dari kesadaran ruhaniah tetapi karena spekulasi akal budi saja. Ini sangat berbahaya, karena ini sudah termasuk syirik. Yang bisa membawa makhluk (manusia) pada ma’rifatullah secara kaffah adalah dengan melalui pengalaman ruhani, karena Allah tidak akan pernah bisa dikenal dengan logika saja.

Wahdatul Wujud, jangan hanya dipandang dari segi terminologinya saja, menyatunya hamba dengan Tuhan. Lihat makna lebih dalam, hanya dengan “menghilangkan diri” dan segala sesuatu selain Allah barulah kita bisa menggapai ma’rifat. Setelah itu, Allah akan senantiasa berada dalam hati, dan ibadah akan menjadi lebih sejuk. Arti hakiki dari ma’rifat juga bukan sematamata mengenal Allah, tetapi Allah memperkenalkan DiriNya kepada kita, sebagai rahmat, buah dari upaya keras kita melakukan perjalanan menuju dia.

Upaya para sufi adalah untuk bisa mengenal diriNya secara hakiki, bukan hanya hasil pemikiran dan logika saja. Karena secara logika, Allah hanya bisa dikenali perbuatanNya saja, tetapi untuk mengenali secara hakiki, maka kita harus mengenaliNya dari nama, sifat, perbuatan, hingga dzat. Ini memang hanya bisa ditemukan dalam tasawuf, dan ini merupakan hasil perjalanan spiritual dan bukan semata-mata spekulasi filsafat saja.

Untuk bisa ma’rifatullah secara kaffah, seperti yang telah disebutkan, manusia harus mampu “menolak” segala sesuatu selain Allah. Ini hanya bisa dilakukan dengan zuhud, dan kemudian melakukan perjalanan spiritual dengan cara bertarikat. Tarikat maksudnya jalan, dan ibadah merupakan tarikat. Jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Suatu ketika Sayidina Ali bertanya kepada Rasul tentang jalan dekat menuju Allah dan Rasul bersabda “Dzikir.” Ini merupakan landasan sufi untuk bertarikat, yakni dengan melakukan ritual dzikrullah. Mengingat Allah dengan cara khusus, sebagaimana yang Rasulullah lakukan selama berada di Gua Hira atau di kamar khusus yang disebut dengan kamar khalwat; kemudian perjalanan tarikat ini disebut dengan berkhalwat, yakni bersunyi diri untuk berdzikir kepada Allah.

Bagi anda yang suka menafsirkan kalimat sepotong-potong untuk mencari kesalahan orang lain, saya ingatkan, khalwat disini bukan hanya duduk dengan tasbih di tangan, tetapi disertai dengan zuhud, saya sudah menyebutnya di depan. Bersunyi diri agar tidak terganggu, dan para sufi kebanyakan menjauhi keramaian sosial bukan untuk mengisolasi dirim tetapi mengisolasi hati dari segala sesuatu selain Allah. Pada tingkatan tertentu, bahkan diri yang mengingat pun sudah dilupakan, sehingga yang ada hanya yang diingat saja,yakni Allah semata. Mendekat, mendekat, lebih dekat, hingga hakikat melebur; inilah fana’. Apakah selamanya seperti itu? Tidak, pengenalan dan penyatuan itu begitu singkat.

Bagaimana bisa kita tahu bahwa itu Allah? Ini tidak mungkin dijelaskan, karena hanya yang mengalaminya saja yang memahaminya; bisa jadi iblis yang datang? Hakikat iblis tidak setara dengan Allah dan hanya Allah tujuan kita. Dengan demikian, iblis tidak mungkin mampu menembus hijab dzikrullah. Mengapa para sufi tidak dapat menjelaskan hal tersebut secara rinci sehingga dituduh mengada-ngada? Itu karena fana’ diawali dengan lumpuhnya ilmu bahkan diri sendiri. Hanya Nurullah semata yang dapat menjelaskannya kepada anda.

Jika semua yang dipaparkan benar (dan memang benar), maka sungguh celaka tangan-tangan yang menuduh para sufi (waliyullah) sesat, bahkan membunuh mereka, karena yang mereka tuduh dan bunuh adalah para kekasih Allah, para pemegang rahasia ketuhanan terbesar dan terpenting bagi ummat manusia. Alhasil, korupsi kiri-kanan, prostitusi kiri-kanan, intimidasi dan peperangan sana-sini, karena kebenaran sudah diputarbalikkan menjadi kesesatan; manusia tidak lagi menggenggam kebenaran, karena pemegang kebenaran sudah dibunuh, dari karakter hingga jiwa. Mungkin kelak saya juga akan dibunuh karena menganut faham Wihdatul Wujud, Alhamdulillah karena saya juga termasuk daftar orang-orang yang menyampaikan kebenaran tersebut. Wallahu ‘alam bisshawab. Wassalamualaikum wr. wb. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 30 Komentar

Navigasi tulisan

30 thoughts on “MENYATU DAN MANUNGGAL DENGAN ALLAH

  1. AmongRogo

    LA ILLAH HAILLALLAH,
    ALLAH, ALLAH, ALLAH,
    MUHAMMADDRUR ROSULALLAH..
    Jadikanlah dzikir ini disetiap nafas kita.
    Salam, salim, sungkem, buat para sesepuh KWA dan saudara semua.

  2. mpu gandring...

    mantap penjabaranya ustadz…dan kata kanjeng syeh…Allah lebih dekat dari rasa dekat itu sendiri…

  3. Saya merasa berbahagia sekali , damai dihati , dan tidaak pernah berpikir untuk menfitnah orang lain dengan tuduhan dan hujatan yang berbunyi :
    ……….KAMU SESAT !
    ……….KAMU SIRIK !
    ……….KAMU KAFIR !
    ……….KAMU BID’AH !
    ……….KAMU SIHIR !

    Alangkah indahnya hidup dibumi BHINEKA TUNGGAL IKA

    Rahayu ……Rahayu ……Rahayu …….untuk semua bolo wong alus !!!

  4. garengpung

    Ndherek ndeprok..
    Salam salim..
    Rahayu.

  5. nerah wiranata kusuma

    muantapzzz atikelnya!…moga 2 memberikan ilmu n tuntunan pada qita semua .aminnn

  6. thorique

    SALAM SALIM
    YA AHAD YA AHAD YA AHAD

  7. anjar

    Assalamualaikum…poro sedulur kampus wong alus.izin nyimak wae artikel” ki wong alus.bt ki wong alusnya knp tdk prnh muncul lg dikomentar.

  8. AWI SUROPATI

    Tingkat kesadaran manusia berbeda2 disesuaikan dgn kadar ilmu atau pemahamannya. Bagaimana mungkin sama antara ulama yg menggeluti ilmu bertahun2 dgn para petani yg menggeluti lumpur bertahun2 ? …… Apakah ulama dgn ma’rifatnya alloh meridhoi dan petani dgn lumpurnya alloh memurkai ?… Siapapun tdk ada yg tahu krn ini rahasia alloh swt.
    Oleh krn itu kita harus bijak dlm menyampaikan kebenaran ….. Lebih2 KEBENARAN VERSI SENDIRI atau VERSI IKUT2AN.

    Kita semua ma’lum bhw ajaran agama itu sederhana tp jgn disederhanakan …. Cukup kita fahami dan laksanakan AJARAN ISLAM-IMAN-IHSAN inilah pakemnya sedangkan FANA’ dan WAHDATUL WUJUD adalah RASA yg timbul krn konsisten/istiqomah pd pakem ….. sekali lagi RASA, bkn AJARAN …. krn RASA bkn AJARAN, maka jgn dibuat AJARAN. Demikianlah para wali songo memahaminya sehingga bersikap tegas pada syekh siti jenar. Waallohu a’lam ……

    Nuwun.

  9. budi santoso

    Saya sangat setuju dgn penjabaran nya???
    Lanjutkan……………!
    Karna rasa itu harus diajarkan jgn disembunyikan apalagi dihitamkan…!!!
    Hidup ki wong alus…
    Ha ha ha

  10. KAISAR DUNIA

    PERMISI , KAMI INGIN MENAWARKAN BATU AKIK , MUSTIKA PUSER BUMI , HARGANYA RP. 1 MILYAR RUPIAH , BISA NEGO , HUBUNGI : LADIES GOLD GALERI INDONESIA , TELP. 031-7876605 . TERIMA KASIH .

  11. assamata

    @awi suropati.. Betul sekali saudaraku..
    Memang pemahaman ulama dan petani itu berbeda.. Namun yg perlu dtekankan adalah kesadaran

    Akan ketidakfahaman seseorang.. Misal ada seorang petani yg menggeluti lumpur kemudian baru beberapa hari dia belajar agama dan merasa paling tau tentang agama dan merasa dirinya yg paling benar bagaimana

    Karena fenomena dewasa ini banyak sekali yg merasa demikian.. Bahkan belajar agama cuma bermodal internet tanpa kejelasan dr guru/ sanadnya.. Sering terjadi dan merasa paling benar sendiri..
    Faktanya banyak orang yg seperti itu..

    Intinya banyak orang yg masih belum dewasa memahami tentang dirinya apalagi tentang agama

    Salam paseduluran

  12. computer sold

    saya sudah lama vacum,,karena saya takut,,setelah amalan2 yang saya pelajari di kwa,,sya takut mengetahui perasaan orang lain,,banyak kehilangan orang yang disayang gara2 emosi saya tidak kuat,,setiap malem di datengin,,tidur semakin hari semakin terbang,,tapi setelah saya melepaskan semuanya malah saya kaya orang oon sendiri,,gak baca amalan gak ibadah,,semua harta saya ilang,,kemampuan saya ilang,,sering ditipu orang,,sering di bodohi wanita,,bahkan bathin saya gak reflek sama sekali,,,dulu saya mimpi terakhir di datengin orang pake baju hitam pake sorban hitam kasih ajian “AJIAN SINGO KOCO BENGGOLO” gak tau tapi waktu aku amalin efek nya sakit banget,,
    amalan nya si gak susah harus tahan di datengin tu eyang dalam mimpi,,siap terima kenyataan ,,karna apa yang anda pikirkan akan peka,,enak nya,,ajian singo koco benggolo bisa ngerjain orang ngingetin orang diman dia ngaca pasti inget kita,,jadi ya semacam pelet,,tapi bisa juga buat narik orang yang jauh,,saya cuma curhat aja disini ,,soale bingung curhat kalo sama orang yang gak tau ke bathinan ya jadi saya curhat di sini aja… terimakasih kwa,,,

  13. sabdagusti

    Assamata…..salut setuju bngt…!!!
    Lanjuut….
    Salam bahagia

  14. syech siti jenar mati dihukum qisas/bunuh karena kesalahan nya, yg menghukum adalah para wali, bila saya menyalahkan yg menghukum maka sama saja saya menyalahkan para wali yg menghukum qisas pd syech siti jenar, dan bila saya membenarkan para wali yg menghukum syech siti jenar berarti saya menyalahkan syech siti jenar, sedang saya org yg tak mengerti apa-apa, namun saya menghormati para wali …
    bagi saya hukum yg para wali berikan pd syech siti jenar sudah pasti sebelum nya sangat dipertimbangkan dengan matang, karena mana mungkin para wali yg banyak berjasa menyebarkan agama islam ditanah air ini akan berbuat semena-mena atau mencontohkan perbuatan yg salah…
    sebelum nya saya mohon maaf atas komentar saya bila saya salah, dan mohon dimaklumi karena saya org yg tak tau apa-apa…
    assalamualaikum wr wb…

  15. mpu gandring

    mas computer sold kalo bisa tolong kirim ajianya ke no.hp saya buat memulangkan kakak saya mas di..087708225541…trim

  16. AWI SUROPATI

    Joefindlove …. Pemahaman anda bagus dan perlu ditularkan krn mengedepankan husnudhon pada peristiwa yg hakikatnya tdk diketahui pasti.

    Peristiwa ketegasan ( bukan qishos/ekskusi ) walisongo pd syekh siti jenar menjadi luka sejarah yg hingga kini belum sembuh, lantaran diceritakan dgn kata BUNUH yg konotasinya sadis, kejam, dholim, dll. Mungkin yg pantas menggunakan kata diNONAKTIFKAN dari organisasi para wali dlm berdakwah krn dakwah syekh siti jenar dianggap membahayakan SYAREAT sebagai pondasi beragama.

    Organasasi apapun pasti punya strategi dan tujuan yg dibuat dgn cara musyawarah/kesepakatan dan siapapun yg melanggar pasti diNONAKTIFkan, termasuk organisasi para wali pun demikian, tapi ini selalu diplintir dan dinafikan oleh sebagian masyarakat sehingga muncullah ungkapan WALI SONGO IRI DENGKI ATAS KEHEBATAN SYEKH SITI JENAR ada yg tak kalah sinis ungkapannya TERBUNUHNYA SYEKH SITI JENAR ADALAH TERBUNUHNYA KEBENARAN.

    Syekh siti jenar adalah seorang wali dan alquran mengatakan bhw wali itu tidaklah mati tapi pindah tempat.

    smoga kita dibersihkan oleh Alloh dari pemahaman fanatik buta dan iri dengki, amin …..

    Buat ki wong alus salam ta’dzim …….

  17. otnay

    ck..ck..ck..
    bener kabeh…

  18. mencari ilmu tanpa guru maka gurunya adalah setan.
    haq dan batil itu berbeda tipis. coba anda bandingkan sendiri antara manunggaling kawulo gusti dengan mati sakjeroning urip. mana yang lebih benar..?
    pada kenyataanya saat ini paham syeh siti jenar masih di anut banyak orang. dan rata-rata orang yg menganut paham syeh siti jenar itu terlihat agak aneh, kata mereka sholat itu cukup di batin saja (kalau cuma di batin itu namanya bukan sholat kang tapi nglamun). dari sini sbenarnya sudah terlihat salahnya. Nabi saja tidak pernah meninggalkan sholat meski dalam keadaan perang, kok anda sudah berani bilang sholat cukup di batin.

  19. Abdurohman bin ali asegaf

    Asalamualaikum,salam kenal sedulur kwa..

  20. mantap,tapi saya mau tanya sebelum tuhan bernama allah apakah namanya dan apa sebabnya.

  21. wong kismin

    Maaf dgn hormat kpd agan PAIJO”
    Apa yg anda pahami sungguh masih sangat blm mencapai target”
    Bukan maksud untk merendahkan ataupun apalah- apalah’
    Masuklah kedalam islam kaaffah/seluruhnya?
    Monggo sampean ngaji lagi insallah sampeam faham tentang artikel ki wong alus…
    Saya hanya orang bodoh yg dangkal ilmu mhn dikoreksi para sesepuh smuanya…
    Salam hormat untk ki wong alus & bolo kwa smua….

  22. Kelana Jiwa

    Buat paijo…

    Sebelum nabi Muhammad saw isra’ miraj dan turunnya perintah shalat 5 waktu ajaran yg pertama kali disebarkan dan diajarkan oleh semua Nabi2 termasuk Muhammad saw adalah “TAUHID”…. Maaf, bgaimana kita bisa shalat kalau Aqidah dan Tauhid kita belum sempurna?
    Ingat “sholat mencegah dari perbuatan keji dan tercela”, jika umat muslim tidak tau makna hakiki dari pada sholat maka sholatnya itu hanyalah sebatas olahraga atau riya saja.
    “Man arafa nafsahu faqad’ arafa rabbahu”

    Wassalam

  23. AWI SUROPATI

    Mas kelana …. Klu begitu tunggu saja hingga kita semua sempurna tauhidnya ….. baru kita sholat !!!…. Awas keburu mati he he he ….

    Klu boleh sy urun rembuk ….. Sholatlah wahai sedulur … Sambil lalu kita belajar hakikat sholat yg sebenarnya …. Klu kita sblm sampai tujuan kok terpaksa mati maka hisab kita lebih ringan krn kita sdh usaha maksimal

  24. al-fakir

    Syeh siti jenar dengan ajarannya manunggaling kawula gusti itu dapat diartikan secara horizontal bahwasannya antara manusia satu dan manusia lainya adalah sama atau setara dimata Allah. karena beliau berjuang dijaman kerajaan bahwa seorang raja dan rakyat itu adalah sama derajatnya namun pada kenyataannya dijaman kerajaan yang diceritakan dalam sejarah adalah rakyat harus hormat kepada kaum bangsawan, keluarga raja dengan menyembah-nyembah seperti yang selama ini kita ketahui. maka dari situlah, syech siti jenar menentang dan memberikan ajaran manunggaling kawulo gusti. namun karena hal itu bertentangan dengan kaum kapitalis maka dibuatlah semacam alat propaganda sang penjajah bahwa beliau menyimpang dari ajaran syari’at dengan memberikan paradigma bahwa syech siti jenar dihukum pancung oleh para wali 9 yang dituliskan dalam sejarah bahwasannya wali 9 lebih condong ke kerajaan demak saat itu. dengan dihukumnya syech siti jenar maka kesetaraan antara rakyat dan pejabat kerajaan dapat kembali diciptakan sampai dengan saat ini. itu semua adalah propaganda dari belanda yang sengaja menuliskan sejarah untuk memecah belah umat islam di nusantara sehingga muncul pemahaman bahwa syech siti jenar adalah musuh wali 9.
    pengertian secara vertikal yang harus dipahami adalah manunggaling kawula gusti adalah bagaimana kita melebur dan tidak tampak adanya diri, keberadaan kita di sisi Allah sehingga dalam kehidupan semua adalah Allah yang nyata. contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari apabila kita makan, disaat perut lapar janganlah makanan tersebut yang nampak dalam diri kita yang membuat kita menjadi kenyang
    semoga dapat memberikan pemahaman bagi teman-teman, khususnya diri saya pribadi yang masih banyak kekurangan
    mohon maaf apabila kurang berkenan

    wassalam

  25. al-fakir

    begitu juga dalam berperilaku. karena perilaku adalah buah atau manifestasi dari ibadah yang dikerjakan. itu sebabnya, apabila Sholatnya bagus maka PERILAKU PASTI BAIK, SEHINGGA DARI PERILAKULAH KITA BISA MENAKAR. APAKAH SESEORANG ITU SUDAH BERMANUNGGAL DENGAN TUHAN. PERILAKU adalah ibadah yang menjadi SYAHADAT
    manusia yang sudah mencapai taraf INSAN KAMIL, yaitu bermanunggalnya makrokosmos dengan mikrokosmos, jagad alit dan
    jagad gede, manunggaling kawulo kelawan gustiberperilaku yang baik

    wassalam

  26. Ki Jaka Lelana

    Assalamu’alakum …. para sedherek
    Kajian Syariat tidak bisa dicampur dengan Thoriqhoh, Makrifat dan Hakikat.
    So… memahami sholat sebagai syariat tidak akan nyambung tanpa didhasari pengetahuan dan pemahaman yang dalam pada kajian tataran selanjutnya. Jadi sholat secara bathin (dhoim) perlu pemahaman yang Bener dan Pener. ya kalo dibahas secara syariat akan terjadi “kontradiksi”. Silahkan dikaji ya… sehingga situs ini akan menjadi wadhah silaturahmi keutamaan dalam menemukan Jalan agar selamat Dunia dan Akherat…
    Salam katur para Sesepuh .

  27. Alhikmat

    Salam takzim untuk orangtua dan sedulur wong alus.

  28. Izin mengmgamalknny

  29. Apai

    Assalamualaikum…ana mau tanya kalian …Orang yg menuntut apa saja ilmu terus berguru hingga sekarang,apa kalian anggap mereka semua sudah sempurna?. Tidak….jawabnya,Mereka itu hanya pandai mengata aja. Selagi mereka ini tidak bisa melihat sendiri rupa,bentuk,keadaan tubuh mereka seluruhnya depan dan belakang,ilmu mereka baru 50 % aja. Ya sebab apa?.Sebab 50% lagi mereka pun mengerjakannya tanpa guru. Kita namanya manusia ngak usahlah pandai-pandai mengatakan syirik itu ini,bidaah itu ini. (Apa yg ALLAH swt telah anugerahkan kepada kita,kalau kita pandai ,berfikir utk mengunakannya nescaya ia tidak berguru dengan syetan. Berguru dengan syetan itu hanya kata kiasan aja. Dalam al Quran teliti dan fahami setiap huruf/perkataannya.Kenapa Imam yg mengimami solat terawih di mekah adakalanya imam itu tersedu menangis. Tidak kah kamu memikirkannya,Sesama umat muhammad dan islam agamanya marilah kita jangan burok sangka keatas apa yang kita tak nampak. Jadi yang suka mengatakan orang “menuntut ilmu tanpa guru itu berguru dengan syetan” di persilakan saudara saudari ikhlaskan lah hati kalian tolong ajar orang yg telah berguru dengan syetan ini. Sekarang zaman modern tak salah risalah di siarkan di halaman,dengan syarat yang mempelajarinya haru di bandingkan dengan Al Quran dan hadist nabi saw, Itu yaaa…100% bukan berguru dengan syetan. Berjalan lah saudara sekalian di seluruh pelusuk muka bumi ALLAH ini.Datangilah orang ke rumah orang-orang miskin papa kedana yang tidak ada daya dan kekuatan dalam mengharungi liku- liku kehidupan.Kalau mereka tidak makan di beri makan di tolong,kalau mereka tidak ada pakaian di belikan, kalau mereka tak ada pegangan hidup dekatkan kepada agama kesukaan ALLAH swt,janganlah memingirkan mereka, carilah jalan yang membolehkan mereka ini untuk mendapatkan kewangan setiap hari setiap bulan.Masya ALLAH kalau kalian dapat berbuat apa yang saya tuliskan tadi,saya percaya ilmu kalian hanya mengatakan Kun terhadap apa yang ada di hadapan mu nescaya Fayakun lah ia.Percayalah. Saya dah merasakan semua ini,saya pernah merasa hidup dalam kegelapan dan tidak makan selama dua minggu hanya ada air saja. Mau beli makanan wang ngak ada satu rupiahpun.Perasaan inilah yg harus kita ibaratkan ke diri kita. Syetan iblis ,ifrit di ikat di kongkong saat di bulan puasa….ini betul saudara memang awal puasa tempuh hari keadaan di sekitar tempat tinggal saya walaupu di huni seluruh kaum kafir keadaannya sunyi sepi di waktu malam sampai pagi.Padahal sebelum mula puasa riuh rendah sampai pagi bunyi kenderaan. Tapi alhamdulillah bulan puasa ini saya di uji dengan tidak ada bekalan air bersih oleh ALLAH swt. Saya pun tidak tahu di sebalik tidak air itu.Harap maaf. Maaf dan ampun ku pohonkan sekiranya ada di antara kata-kataku yg menyakitkan hati kalian yang terasa. SELAMAT BERPUASA.

  30. Jangan sling menyalahkan.. Pada hakekat nya semua manusia itu sama… Hanya sajah pemikiran yg berbeda…
    Ibrat laut d lautan ga sama rata.. Begitu pun tanah d daratan ga sama rata…
    Gali lah lebih dalam lagi ilmu…
    Bukan cma ilmu syariat ajah…
    Pada dasar nya smua nya harus d gabungkan syariat-tarekat-hakikat-marifat.. Ini orang yg sudah sampai kepada ma’rifat malah d sangka d slahin, dan lbih aneh ny lagi d sebut syirik..! Kita itu sapa ? Belajar lah dari itu, manusia yg sekarang adalah manusia yg dulu.. Cuma zaman ny ajah yg berbeda..
    Artikel ny sangat menarik.. Terimakasih admin.. Ada manfaat ny buat d pelajarii.. Maff yah kalo komentar ny sedikit ga naybung, sya cuma orang awam yg blm tau ilmu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: