AMALAN AGAR ORANG TUA SETUJU DENGAN PILIHAN JODOH ANAK


Ada kalanya seorang anak (perempuan atau laki-laki) yang sudah dewasa memiliki kekasih hati/pacar dan siap melamar/meminangnya. Namun orang tua tidak setuju dengan pilihan jodoh anak. Bahkan kadangkala orang tua memiliki pilihan lain yang belum tentu dicintai anak.

Nah, berikut ada amalan agar orang tua menyetujui dan merelakan agar anak menikah dengan pilihan hatinya.

wiridkan doa ini:

YAA ABATI ISTA’JIRHU INNA KHAYRA MANI ISTA’JARTA AL QAWIYYU AL- AMIINU

“Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

Al Qashash 26.

Ayat  ini bila diwiridkan 1000 x selama 7 hari dan di hari terakhir setelah selesai wirid maka tiuplah ke air dan diam-diam campurkan air tersebut ke minuman orang tua, maka dengan ijin Alah SWT hati orang orang tua akan luluh dan setuju dengan pilihan jodoh anak.

Demikian terima kasih.

@wongalus,2016

Iklan

IJAZAH ILMU PELUMPUH


Apabila anda menghadapi bahaya yang mengancam keselamatan (perampok pembunuh begal dll) maka jangan khawatir. Allah SWT akan melindungi  anda dengan lantaran doa pendek yang ada di Surat Al Abasa ayat 18-19 ini.

Caranya: saat bertemu mereka baca doa ini dalam hati sebanyak semampu anda dengan TAHAN NAPAS.

MIN AYYI SYAY’IN KHOLAQOHU

MIN NUTFATIN KHOLAQOHU FAQODDAROHU

Orang yang berniat jahat itu tiba-tiba menjadi lumpuh — tidak berdaya –musuh jadi kehilangan tenaga — atau keadaan lain dimana dia tidak mampu meneruskan aksinya dan anda akan selamat dari kejahatan mereka.

Demikian ijasah selesai dan sempurna.

@kwa,2016

RITUAL TOLAK BALAK TRADISI PONPES LIRBOYO: SHOLAWAT DA’FIL BALA’


santri-lirboyo-kediriKediri mendapat julukan “kota santri”, karena saking banyaknya pondok pesantren yang ada di daerah ini. Salah satu pondok pesantren yang terkenal dan terbesar adalah Pondok Pesantren Lirboyo. Berikut ini sekelumit sejarah Pondok Pesantren Lirboyo yang kini telah berusia satu abad lebih.

Lirboyo adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Mojoroto Kotamadya Kediri Jawa Timur. Di desa inilah telah berdiri hunian atau pondokan para santri yang dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Lirboyo. Berdiri pada tahun 1910 M. Diprakarsai oleh Kyai Sholeh, seorang yang Alim dari desa Banjarmelati dan dirintis oleh salah satu menantunya yang bernama KH. Abdul Karim, seorang yang Alim berasal dari Magelang Jawa Tengah.

Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo erat sekali hubungannya dengan awal mula KH.Abdul Karim menetap di Desa Lirboyo sekitar tahun 1910 M. setelah kelahiran putri pertama beliau yang bernama Hannah dari perkawinannya dengan Nyai Khodijah (Dlomroh), putri Kyai Sholeh Banjarmelati. Perpindahan KH. Abdul Karim ke desa Lirboyo dilatarbelakangi atas dorongan dari mertuanya sendiri yang pada waktu itu menjadi seorang da’i, karena Kyai Sholeh berharap dengan menetapnya KH. Abdul Karim di Lirboyo agama Islam lebih syi’ar dimana-mana. Disamping itu, juga atas permohonan kepala desa Lirboyo kepada Kyai Sholeh untuk berkenan menempatkan alahsatu menantunya (Kyai Abdul Karim) di desa Lirboyo. Dengan hal ini diharapkan Lirboyo yang semula angker dan rawan kejahatan menjadi sebuah desa yang aman dan tentram.

Betul juga, harapan kepala desa menjadi kenyataan. Konon ketika pertama kali kyai Abdul Karim menetap di Lirboyo, tanah tersebut diadzani, saat itu juga semalaman penduduk Lirboyo tidak bisa tidur karena perpindahan makhluk halus yang lari tunggang langgang.  Tiga puluh lima hari setelah menempati tanah tersebut, beliau mendirikan surau mungil nan sederhana.

Adalah seorang bocah yang bernama Umar asal Madiun, ialah santri pertama yang menimba ilmu dari KH. Abdul Karim di Pondok Pesantren Lirboyo. Kedatangannya disambut baik oleh KH. Abdul Karim, karena kedatangan musafir itu untuk tholabul ilmi , menimba pengetahuan agama. Selama nyantri, Umar sangat ulet dan telaten. Ia benar-benar taat pada Kyai.Demikian jalan yang ditempuh Umar selama di Lirboyo. Selang beberapa waktu ada tiga santri menyusul jejak Umar. Mereka berasal dari Magelang, daerah asal KH. Abdul Karim. Masing-masing bernama Yusuf, Shomad Dan Sahil.

Tidak lama kemudian datanglah dua orang santri bernam Syamsuddin dan Maulana, keduanya berasal dari Gurah Kediri. Seperti santri sebelumnya, kedatangan kedua santri ini bermaksud untuk mendalami ilmu agama dari KH. Abdul Karim. Akan tetapi baru dua hari saja mereka berdua menetap di Lirboyo, semua barang-barangnya ludes di sambar pencuri. Memang pada saat itu situasi Lirboyo belum sepenuhnya aman, di Lirboyo masih ada sisa-sisa perbuatan tangan-tangan kotor. Akhirnya mereka berdua mengurungkan niatnya untuk mencari ilmu. Mereka pulang ke kampung halamannya.

Kisah Berdirinya

Tahun demi tahun, Pondok Pesantren Lirboyo semakin dikenal oleh masyarakat luas dan semakin banyaklah santri yang berdatangan mengikuti santri-santri sebelumnya untuk bertholabul ilmi , maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dialami oleh Syamsuddin dan Maulana, dibentuklah satuan keamanan yang bertugas ronda keliling disekitar pondok.

Masjid merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dengan pondok pesantren, yang dianggap sebagai tempat ummat Islam mengadakan berbagai macam kegiatan keagamaan, sebagaimana praktek sholat berjama’ah dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, bukan merupakan hal yang aneh jika dimana ada pesantren disitu pula ada masjid, seperti yang dapat kita lihat di Pondok Pesantren Lirboyo.

Asal mula berdirinya masjid di Pondok Lirboyo, karena Pondok Pesantren yang sudah berwujud nyata itu kian hari banyak santri yang berdatangan, sehingga dirasakan KH. Abdul Karim belum dianggap sempurna kalau ada masjidnya. Maka dua setengah tahun setelah berdirinya Pondok Pesantren Lirboyo, tepatnya pada tahun 1913 M. timbullah gagasan dari KH. Abdul Karim untuk merintis mendirikan masjid di sekitar Pondok.

Semula masjid itu amat sederhana sekali, tidak lebih dari dinding dan atap yang terbuat dari kayu. Namun setelah beberapa lama masjid itu digunakan, lambat laun bangunan itu mengalami kerapuhan. Bahkan suatu ketika bangunan itu hancur porak poranda ditiup angin beliung dengan kencang. Akhirnya KH. Muhammad yang tidak lain adalah kakak ipar KH. Abdul Karim sendiri mempunyai inisiatif untuk membangun kembali masjid yang telah rusak itu dengan bangunan yang lebih permanen. Jalan keluar yang ditempuh KH. Muhammad, beliau menemui KH. Abdul Karim guna meminta pertimbangan dan bermusyawarah. Tidak lama kemudian seraya KH. Abdul Karim mengutus H. Ya’qub yang tidak lain adik iparnya sendiri untuk sowan berkonsultasi dengan KH. Ma’ruf Kedunglo mengenai langkah selanjutnya yang harus ditempuh dalam pelaksanaan pembangunan masjid tersebut.Dari pertemuan antara H. Ya’qub dengan KH. Ma’ruf Kedunglo itu membuahkan persetujuan, yaitu dana pembangunan masjid dimintakan dari sumbangan para dermawan dan hartawan. Usai pembangunan itu diselesaikan, peresmian dilakukan pada tanggal 15 Rabi’ul Awwal 1347 H. / 1928 M. Acara itu bertepatan dengan acara ngunduh mantu putri KH. Abdul Karim yang kedua , Salamah dengan KH. Manshur Paculgowang.

Dalam tempo penggarapan yang tidak terlalu lama, masjid itu sudah berdiri tegak dan megah (pada masa itu) dengan mustakanya yang menjulang tinggi, dinding serta lantainya yang terbuat dari batu merah, gaya bangunannya yang bergaya klasik , yang merupakan gaya arsitektur Jawa kuno dengan gaya arsitektur negara Timur Tengah. Untuk mengenang kembali masa keemasan Islam pada abad pertengahan, maka atas prakarsa KH. Ma’ruf pintu yang semula hanya satu, ditambah lagi menjadi sembilan, mirip kejayaan daulat Fatimiyyah.

Selang beberapa tahun setelah bangunan masjid itu berdiri, santri kian bertambah banyak.

Maka sebagai akibatnya masjid yang semula dirasa longgar semakin terasa sempit. Kemudian diadakan perluasan dengan menambah serambi muka, yang sebagian besar dananya dipikul oleh H. Bisyri, dermawan dari Branggahan Kediri. Pembangunan ini dilakukan pada tahun sekitar 1984 M. Tidak sampai disitu, sekitar tahun 1994 M. ditambahkan bangunan serambi depan masjid. Dengan pembangunan ini diharapkan cukupnya tempat untuk berjama’ah para santri, akan tetapi kenyataan mengatakan lain, jama’ah para santri tetap saja membludak sehingga sebagian harus berjamaah tanpa menggunakan atap. Bahkan sampai kini bila berjama’ah sholat Jum’at banyak santri dan penduduk yang harus beralaskan aspal jalan umum. Untuk menjaga dan melestarikan amal jariyyah pendahulu serta menghargai dan melestarikan nilai ritual dan histories, sampai sekarang masjid itu tidak mengalami perobahan, hanya saja hampir tiap menjelang akhir tahun dinding-dindingnya dikapur dan sedikit ditambal sulam.

Pondok Pesantren Lirboyo, sejak zaman kolonial Belanda merupakan salah satu diantara sekian banyak pesantren yang ikut berjuang mengusir penjajah dari bumi nusantara tercinta. Hal ini dapat dibuktikan pada waktu tentara Jepang datang ke Indonesia untuk menjajah dengan dalih demi kemakmuran Asia Timur Raya. Ketika mereka mengundang para Ulama le Jakarta, maka  KH. Abdul Karim selaku pengasuh Pondok Pesantren berkenan hadir bersama KH. Ma’ruf Kedunglo dan KH. Abu Bakar Bandar Kidul dengan dikawal oleh Agus Abdul Madjid Ma’ruf. Ketika Jepang mengadakan latihan di Cibasura Bogor, Residen Kediri, R. Abd. Rahim Pratalikrama memohon kesediaannya KH. Mahrus Ali untuk berangkat sebagai utusan daerah Kediri. Berhubung beliu berlangan untuk hadir, maka diutuslah beberapa santri, antara Thohir Wijaya Blitar, Agus Masrur Lasem, Mahfudz Yogyakarta dan Ridlwan Anwar Kediri.

Usai menghadiri pertemuan di Bogor, segala hal dan ihwal yang mereka ketahui di sana, segera disampaikan pada seluruh santri Lirboyo. Semua itu adalah merupakan satu usaha mngambil manfaat dalam rangka kerjasama dengan pemerintah Jepang. Akan tetapi dibalik itu ada maksud lain, yaitu sebagai persiapan Indonesia merdeka. Para utusan yang telah mendapat ilmu tentang kemiliteran, segera mengadakan latihan baris berbaris di Pondok Pesantren Lirboyo. Waktu itu sekitar tahun 1943-1944 M., yang mana di Kediri sudah dibentuk barisan Hizbullah dengan kepemimpinan KH. Zainal Arifin di tingkat pusatnya.

Pada masa itu adalah merupakan masa-masa penuh harapan rakyat Indonesia untuk terlepas dari cengkraman penjajah dari kepemerintahan negara yang dikenal dengan negeri Sakura itu. Rakyat sudah muak dengan segala tindakan penjajah. Mereka sangat rindu damai dalam merdeka. Betul juga, beberapa hari sesudah Hirosima dan Nagasaki yang merupakan dua kota besar di Jepang kejatuhan bom tentara sekutu, Jepang pun menyerah tanpa syarat. Akhirnya Indonesia yang sudah lama menunggu kesempatan amas dan hari-hari bersejarah itu segera memproklamirkan kemerdekaannya, tepat pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945, kebahagiaan bangsa Indonesia termasuk santri Lirboyo tidak dapat terlukiskan lagi.

Pelucutan Senjata Kompitai Dai Nippon

Adalah Mayor Peta H. Mahfudz yang mula-mula menyampaikan berita gembira tentang kemerdekaan Indonesia itu kepada KH. Mahrus Ali, lalu diumumkan kepada seluruh santri dalam pertemuan diserambi masjid. Dalam pertemuan itu pula, para santri diajak melucuti senjata Kompitai Dai Nippon yang bermarkas di Kediri (markas itu kini dikenal dengan dengan Markas Brigif 16 Brawijaya Kodam Brawijaya) .

Tepat pada jam 22.00 berangkatlah santri Lirboyo sebanyak 440 menuju ke tempat sasaran dibawah komando KH. Mahrus Ali, Mayor Mahfudz dan R. Abd. Rahim Pratalikromo. Sebelum penyerbuan dimulai, santri yang bernama Syafi’I Sulaiman yang pada waktu itu berusia 15 tahun menyusup ke dalam markas Dai Nippon yang dijaga ketat. Maksud tindakan itu adalah untuk mempelajari dan menaksir kekuatan lawan. Setelah penyelidikan dirasa sudah cukup, Syafi’i segera melapor kepada  KH. Mahrus Ali dan Mayor Mahfudz. Saat-saat menegangkan itu berjalan hingga pukul 01.00 dini hari dan berakhir ketika Mayor Mahfudz menerima kunci gudang senjata dari komandan Jepang yang sebelumnya telah diadakan diplomasi panjang lebar. Dalam penyerbuan itu , kendati harus harus mengalami beberapa insiden dan bentrokan fisik, pada akhirnya penyerbuan itu sukses dengan gemilang.

Walaupun kemerdekaan masih sangat “muda” namun Indonesia sudah berhak mengatur negaranya sendiri. Tidak dibenarkan jika ada fihak luar yang turut campur. Akan tetapi tidak bagi Indonesia pada waktu itu. Baru saja Indonesia merasakan nikmatnya kemerdekaan, tiba-tiba ada sekutu yang di”bonceng” Belanda yang mengatasnamakan NICA, pada tanggal 16 September 1945 mendarat di Tanjung Priuk untuk menjajah kembali. Kemudian disusul tanggal 29 September 1945dengan pasukan dan peralatan perang yang lebih komplit. Karuan saja, kedatangan mereka disambut dengan pekik “merdeka atau mati”. Begitulah semboyan bangsa Indonesia. Termasuk para ulama yang waktu itu tergabung dalam dalam perhimpunan Nahdlatul Ulama (dulu HB NU), pada tanggal 21-22 Oktober 1945 memanggil para ulama NU yang ada di Jawa dan Madura untuk mengadakan pertemuan di kantor PB NU jalan Bubutan Surabaya.

Tujuan pertemuan itu adalah membahas ulah Belanda yang hendak merampas kembali kemerdekaan Indonesia.Sebagai tokoh NU, KH. Mahrus Ali turut hadir dalam pertemuan itu. Dalam pertemuan itu para ulama mengeluarkan resolusi Perang Sabil. Perang melawan Belanda dan kaki tangannya hukumnya adalah wajib ain. Rupanya keputusan inilah yang menjadi motifasi para ulama dan santrinya untuk memanggul senjata ke medan laga, termasuk pesantren Lirboyo.

Tidak lama setelah itu, tepatnya pada tanggal 25 Oktober 1945, tentara sekutu yang dipimpin AWS Mallaby mendarat di Tanjung Perak Surabaya. Tindakan mereka semakin brutal,, pada tanggal 28 Oktober mereka mulai mengadakan gangguan-gangguan stabilitas, mereka merampas mobil, mencegat pemuda-pemuda Surabaya , merebut gedung yang sudah dikuasai Indonesia. Yang lebih menyakitkan, mereka menurunkan sang Merah Putih yang berkibar diatas hotel Yamato, dan digantinya dengan Merah Putih Biru. Pemuda Surabaya marah, terjadilah pertempuran selama tiga hari, 28,29,30 Oktober 1945, hingga terbunuhlah AWS Mallaby, Jendral andalan Inggris yang masih berusia 45 tahun.

Dalam situasi demikian itu, Mayor Mahfudz datang ke Lirboyo menghadap KH. Mahrus Ali untuk memberikan kabar bahwa Surabaya geger. Seketika KH Mahrus Ali mengatakan bahwa kemerdekaan harus kita pertahankan sampai titik darah penghabisan. Kemudian KH. Mahrus Ali mengintruksikan kepada santri untuk berangkat perang ke Surabaya. Hal ini disampaikan lewat Agus Suyuthi. Maka dipilihlah santri-santri yang tangguh untuk dikirim ke Surabaya.

Dengan mengendarai truk , para santri dibawah komando KH. Mahrus Ali berangkat ke Surabaya. Meskipun hanya bersenjatakan bambu runcing, mereka bersemangat berjihat menghadapi musuh. Santri yang dikirim waktu itu berjumlah sebanyak 97 santri.

RITUAL TOLAK BALAK

Cara mengusir wabah penyakit atau pagebluk bisa dilakukan melalui berbagai macam cara. Bagi kalangan santri salaf, mengusir wabah dengan shalawat tidaklah asing. Bila pagebluk seperti demam, batuk, dan gatal yang menyerang ratusan santri, sang kiai terkadang mengajak santri-santrinya untuk membaca wirid dan doa-doa.

KH Idris Marzuki pengasuh pondok pesantren Lirboyo Kediri Jatim pernah menggalakkan ribuan santrinya untuk membaca shalawat sebanyak 1.217 kali sambil mengelilingi lokasi pesantren. Pelaksanaan ritual shalawat nabi itu untuk mengusir atau meruwat wabah penyakit (pagebluk) yang sedang melanda ratusan santrinya.

Shalawat yang dibaca adalah shalawat Daf’il Bala’. Shalawat ini dibaca  selama tujuh  hari sambil mengelilingi pondok. Hal ini pernah dilakukan 2 kali yaitu tahun 2004 dan 2008 dan hasilnya sembuh total sebagaimana diharapkan. Doa tolak bala massal itu menjadi amalan untuk mengusir pagebluk. Saat tengah malam tiba, ratusan santri berbaris di depan pondok. Mereka kemudian berjalan kaki berjalan mengelilingi pondok sambil mendengungkan sejumlah kalimat shalawat terhadap junjungan Nabi  Muhammad SAW.

Adapun shalawat yang dibaca adalah  ===LIKHAMSATUN UTHFI BIHA HARAL WABA ILHATIMA-ALMUSTHAFA WALMURTADLA WABNAHUMA WAFATIMA=== sebanyak 1.217 kali. Bagi kalangan santri di pesantren tradisional, shalawat tersebut sudah mafhum alias dipahami.

Pesantren Lirboyo yang sudah berdiri sejak 1910 itu kini memiliki lebih dari 10.000 santri dan dikenal banyak mencetak kyai yang kemudian juga mendirikan pesantren di pelosok nusantara. Sejak malam Jumat kemarin para santri digalakkan untuk membaca shalawat Nabi sebagai washilah untuk tolak balak terhadap semua musibah di Tanah air.

“Saat mengimami salat, Pak Kiai Idris Marzuki mendengar para santrinya batuk semua seperti tabuhan keroncong, akhirnya disuruh untuk melakukan ritual ini. Ini bisa dijadikan pagar gaib untuk menangkal wabah penyakit” kata juru bicara Ponpes Lirboyo, Khoirul Anam, di sekretaritat pondok.

Dulu malah pernah mengelilingi sampai ke kampung-kampung, tapi untuk saat ini hanya lokasi pondok saja. KH Ahmad Idris Marzuki mengatakan pelaksanaan ritual seperti itu merupakan  bentuk tolak bala’ dari ancaman segala macam musibah. Sebab, saat ini memang sedang musim wabah penyakit yang menyerang masyarakat. Menurutnya, ritual seperti itu manjur untuk menangkal datangnya segala wabah penyakit. @@@

sumber: satuislam

IJAZAH ILMU PUTER GILING: MENGEMBALIKAN CINTA, ORANG PERGI TANPA PAMIT, BARANG HILANG DAN LAIN-LAIN


Mengenang wafatnya Al Maghfurlah KH Abdul Wahid Aziz Bisri (Gus Wahid), yang lahir di Jombang Mei 1953 dan Wafat di Jakarta 28 Agustus 2011 dan dimakamkan di Pemakaman Keluarga KH M.Bisri Syansuri, Denanyar, Jombang.

=Fadhilah: mengembalikan orang hilang atau barang hilang, Isteri/suami/kekasih yang dulu cinta sekarang benci agar kembali jadi cinta, mengembalikan rejeki yang dulu lancar kini seret agar lancar kembali, dan lainnya=

TATA CARA MERASUKNYA ILMU KE ANDA

Amalkan dengan berpuasa mulai hari senin, dan pada saat berpuasa setiap selesai sholat fardhu selama 7 hari.

YA HAFIDZ  (119 X)

YA BUNAYYA INNAHA IN TAKU MITHQOLA HABBATIN MIN KHARDALIN FATAKUN FII SAKHRATIN AUFII AL SSAMAWATI AUFII AL-ARDI YA’TI BIHA ALLAHU INNA ALLOHA LATIIFUN KHABIIR  (100 X )

SELAMA 7 HARI.

Setelah selesai mengamalkannya maka insya allah anda sudah memiliki ilmu puter giling.

UNTUK PRAKTEK BACA YA HAFIDZ 3X DAN YA BUNAYYA 1X

Atas ijin Allah yang hilang akan kembali lagi.

Saya ijasahkan kepada anda yang membaca ijasahan saya ini. Terima kasih. Salam.

@wongalus,2016

PERMAINAN BAMBU GILA


permainan-bambu-gila-1

Cari bambu 7 ruas dipegangi 7 orang.

Salah seorang jadi pawang.

Bakar menyan dan baca mantra:

AU UPU MATEANE AU UPU TUHINANE, IMOI LOU IMOI LAHA, IMI JIN JIN 150 MALAIKAT, ALE IMI BANTU YOU, BERKAT LA ILA HAILALLAH BERKAT MUHAMMAD RAZUL ALLAH, BERKAT UPU ACAN BISA MUSTAJAB.

Selanjutnya pawang kunyah jahe dan semburkan di tiap ruas bambu (7 ruas).

Nah agar pemain bisa jadi gila2an maka baca mantra:

UTE MAMANU IMI MAMANU 3 X

Dengan mantra tsb pemain yg pegang bambu langsung kesurupan. Kalo sudah capek. Pawang baca mantra: jin jin 150 malaikat ale imi bantu you pulanglah 3 x.

Baca Surat An Nas dan Al Falaq.

Sadar kembali itu pemain2 tersebut.

Salam paseduluran.

@KWA,2016

PENGASIHAN SEJAGAD LANGIT SEJAGAD BUMI


FADHILAH: dicintai oleh semua penduduk langit penduduk bumi.

Alfatihah utk Imam Al Ghazali

Tulis nama ini dengan bahasa arab: YUHANADZ  di dada kanan (bisa menggunakan spidol, bolpen, dsb sebagai syarat saja)

lalu wiridkan sbb:  YUHANADZ 865 X

Keterangan: Menurut Imam Al Ghazali Yuhanadz adalah nama Ibu Nabi Musa A.S. Dengan mencintai beliau, Insya allah kita akan dicintai disukai diwelas asihi semua penduduk langit dan bumi.

@KWA,2016

 

BERI KESEMPATAN PADA ANAK KECIL UNTUK BERIBADAH DI MASJID


INI PERENUNGAN BAGI ORANG DEWASA YANG SERING MENGUSIR ANAK-ANAK DARI MASJID.

BANYAK pengurus masjid tidak sabar menghadapi anak-anak kecil yang lalu-lalang keberadaannya di masjid. Tidak sedikit diantara mereka justru mengusir mereka keluar masjid, atau menempatkan di shaf paling belakang agar tidak mengganggu jamaah yang lain.

Padahal, nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam justru berinteraksi dengan anak-anak di masjid saat shalat. Perlakuan Rasulullah ini  sangat berbeda jauh dengan kenyataan yang dilakukan oleh sebahagian oknum Muslim terhadap anak-anak yang suka bermain di masjid.

Berikut beberapa kasus penanganan yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pada anak-anak di masjid. Tulisan ini diambil dari Judul Asli طرد الأطفال من المسجد بحجة التشويش على المصلين  dari laman http://ar.islamway.net yang diterjemahkan  Kivlein Muhammad.

Tulisan ini diharapkan sebagai pelajaran, agar kita dapat meneladani baginda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Pertama, adalah Sahabat Nabi yang bernama Syaddad ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah datang – ke masjid- mau shalat Isya atau Zuhur atau Asar sambil membawa -salah satu cucunya- Hasan atau Husein, lalu Nabi maju kedepan untuk mengimami shalat dan meletakkan cucunya di sampingnya, kemudian nabi mengangkat takbiratul ihram memukai shalat. Pada saat sujud, Nabi sujudnya sangat lama dan tidak biasanya, maka saya diam-diam mengangkat kepala saya untuk melihat apa gerangan yang terjadi, dan benar saja, saya melihat  cucu nabi sedang menunggangi belakang nabi yang sedang bersujud, setelah melihat kejadian itu saya kembali sujud bersama makmum lainnya. Ketika selesai shalat, orang-orang sibuk bertanya, “wahai Rasulullah, baginda sujud sangat lama sekali tadi, sehingga kami sempat mengira telah terjadi apa-apa atau baginda sedang menerima wahyu”.  Rasulullah menjawab, “tidak, tidak, tidak terjadi apa-apa, cuma tadi cucuku mengendaraiku, dan saya tidak mau memburu-burunya sampai dia menyelesaikan mainnya dengan sendirinya.” (HR: Nasa’i dan Hakim)

عن شداد رضي الله عنه قال: خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم في إحدى صلاتي العشي الظهر أو العصر وهو حامل حسناً أو حسيناً، فتقدم النبي صلى الله عليه وسلم فوضعه عند قدمه ثم كبر للصلاة، فصلى، فسجد سجدة أطالها!! قال: فرفعت رأسي من بين الناس، فإذا الصبي على ظهر رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ساجد! فرجعت إلى سجودي، فلما قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم الصلاة، قال الناس: يا رسول الله إنك سجدت سجدة أطلتها حتى ظننا أنه قد حدث أمر أو أنه يوحى إليك؟ قال: “كل ذلك لم يكن، ولكن ابني ارتحلني، فكرهت أن أعجله حتى يقضي حاجته” (رواه النسائي والحاكم وصححه ووافقه الذهبي)

Kedua, Abdullah Bin Buraidah meriwayatkan dari ayahandanya: Rasulullah sedang berkhutbah -di mimbar masjid- lalu -kedua cucunya- Hasan dan Husein datang -bermain-main ke masjid- dengan menggunakan kemeja kembar merah dan berjalan dengan  sempoyongan jatuh bangun- karena memang masih bayi-, lalu Rasulullah turun dari mimbar masjid dan mengambil kedua cucunya itu dan membawanya  naik ke mimbar kembali, lalu Rasulullah berkata, “Maha Benar Allah, bahwa harta dan anak-anak itu adalah fitnah, kalau sudah melihat kedua cucuku ini aku tidak bisa sabar.” Lalu Rasulullah kembali melanjutkan khutbahnya. (HR: Abu Daud)

وعن عبد الله بن بريدة عن أبيه رضي الله عنه قال: خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم، فأقبل الحسن والحسين رضي الله عنهما عليهما قميصان أحمران يعثران ويقومان، فنزل فأخذهما فصعد بهما المنبر، ثم قال: “صدق الله، إنما أموالكم وأولادكم فتنة، رأيت هذين فلم أصبر”، ثم أخذ في الخطبة (رواه أبو داود).

Ketiga, dalam Hadis lain diceritakan, bahwa Rasulullah shalat, dan bila beliau sujud maka Hasan dan Husein bermain menaiki belakang Rasulullah. Lalu, jika ada sahabat-sahabat yang ingin melarang Hasan-Husein maka Rasulullah memberi isyarat untuk membiarkannya, dan apabila setelah selesai shalat rasulullah memangku kedua cucunya itu. (HR: Ibnu Khuzaimah)

وفي حديث آخر: كان الرسول صلى الله عليه وسلم يصلي، فإذا سجد وثب الحسن والحسين على ظهره، فإذا منعوهما أشار إليهم أن دعوهما، فلما قضى الصلاة وضعهما في حجره (رواه ابن خزيمة في صحيحه).

Keempat, Abu Qatadah ra mengatakan: “Saya melihat Rasulullah saw memikul cucu perempuannya yang bernama Umamah putrinya Zainab di pundaknya, apabila beliau shalat maka pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah.” (HR. Bukhari & Muslim)

وقال أبو قتادة رضي الله عنه: رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأمامة بنت العاص -ابنة زينب بنت الرسول صلى الله عليه وسلم- على عاتقه، فإذا ركع وضعها وإذا رفع من السجود أعادها (رواه البخاري ومسلم).

Kelima, pada Riwayat Lain Dari Abu Qatadah, mengatakan “……… pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah. Dan Rasulullah terus melakukan hal itu pada setiap rakaatnya sampai beliu selesai shalat.” (HR:Nasa’i)

وفي رواية أخرى عن أبي قتادة رضي الله عنه قال: بينما نحن جلوس في المسجد إذ خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم يحمل أمامة بنت أبي العاص بن الربيع -وأمها زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم- وهي صبية يحملها، فصلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وهي على عاتقه يضعها إذا ركع ويعيدها إذا قام، حتى قضى صلاته يفعل ذلك بها (رواه النسائي).

Keenam, dalam hadis yang lain Rasulullah berkata, “Kalau sedang shalat, terkadang saya ingin shalatnya agak panjangan, tapi kalau sudah mendengarkan tangis anak kecil -yang dibawa ibunya ke masjid- maka sayapun menyingkat shalat saya, karena saya tau betapa ibunya tidak enak hati dengan tangisan anaknya itu.” (HR: Bukhari Dan Muslim)

وفي حديث آخر: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إني لأدخل في الصلاة وأنا أريد إطالتها فأسمع بكاء الصبي فأتجوّز في صلاتي مما أعلم من شدة وجد أمه من بكائه” (رواه البخاري ومسلم).

Ketujuh, Anas meriwayatkan, “Pernah Rasulullah shalat, lalu beliau mendengar tangis bayi yang dibawa serta ibunya shalat ke masjid, maka Rasulullah pun mempersingkat shalatnya dengan hanya membaca surat ringan atau surat pendek. (HR: Muslim)

وفي رواية أخرى: قال أنس رضي الله عنه: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يسمع بكاء الصبي مع أمه وهو في الصلاة فيقرأ بالسورة الخفيفة أو بالسورة القصيرة (رواه مسلم).

Kedelapan, pada hadis lain diriwayatkan bahwa Nabi memendekkan bacaannya pada saat shalat Subuh (dimana biasanya selalu panjang), lalu sahabat bertanya: “Ya Raslullah kenapa shalatnya singkat, enggak biasanya? Rasulullah menjawab, “saya mendengar suara tangis bayi, saya kira ibunya ikutan shalat bersama kita, saya kasihan dengan  ibunya.” (HR:  Ahmad)

وفي حديث آخر أن النبي صلى الله عليه وسلم: جوّز ذات يوم في الفجر -أي خفف- فقيل: يا رسول الله، لم جوزت؟! قال: “سمعت بكاء صبي فظننت أن أمه معنا تصلي فأردت أن أفرغ له أمه” (رواه أحمد بإسناد صحيح).

Sembilan, Sahabat Nabi Yang Bernama Rabi’ menceritakan bahwa pada suatu pagi hari Asyura Rasululah mengirim pesan ke kampung-kampung sekitar kota Madinah, yang bunyinya “Barang siapa yang sudah memulai puasa dari pagi tadi maka silahkan untuk menyelesaikan puasanya, dan bagi yang tidak puasa juga silahkan terus berbuka”. Sejak saat  itu kami senantiasa terus berpuasa pada hari Asyura, begitu juga anak-anak kecil kami banyak yang ikutan berpuasa dengan kehendak Allah, dan kami pun ke masjid bersama anak-anak. Di masjid kami menyiapkan mainan khusus buat anak-anak yang terbuat dari wool. Kalau ada dari anak-anak itu yang tidak kuat berpuasa dan menangis minta makan maka kamipun memberi makanan bukaan untuknya”. (HR. Muslim)

وعن الربيع بنت معوذ رضي الله عنها قالت: أرسل رسول الله صلى الله عليه وسلم غداة عاشوراء إلى قرى الأنصار التي حول المدينة: “من كان أصبح صائماً فليتم صومه، ومن كان أصبح مفطراً فليتم بقية يومه” فكنا بعد ذلك نصومه ونصوم صبياننا الصغار منهم إن شاء الله، ونذهب إلى المسجد فنجعل لهم اللعبة من العهن، فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناها إياه عند الإفطار (رواه مسلم)،

Demikianlah betapa Rasulullah dan para Sahabat memanjakan anak-anak di masjid meski lumayan seru karena yang namanya anak-anak pasti akan menimbulkan berbagai gangguan keributan dan tangisan yang menyebabkan shalat atau ibadah jadi terganggu.

Namun, ada saja oknum pengurus masjid yang tetap ngotot ingin mengusir anak-anak dan menjauhkan mereka dari masjid dengan berdalil kepada hadis lemah yang berbunyi:

“Jauhkan masjid Anda dari anak-anak dan orang gila.”

“جنبوا مساجدكم صبيانكم ومجانينكم”

“Hadis diatas lemah dan tidak jelas asalnya dari mana, sehingga tidak bisa dijadikan dalil”. Begitu kata para ulama Hadis, seperti Al-Bazzar dan Abdul Haq Al-Asybili. Sebagaimana Ahli Hadis Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar dan Ibnu Al-Jauzi dan Al-Munziri dan Haitsami dan ulama-ulama lain juga melemahkan hadis tersebut. Banyak kalangan awam yang mengira bahwa hadis tersebut benar diriwayatkan dari Rasulullah sehingga membuat mereka senang benar  mengusir anak-anak dari masjid dan sangat tidak suka kalau melihat anak-anak bermain di masjid. Ini adalah sikap dan tindakan yang sangat salah dan tidak benar.

Yang benar adalah Islam sangat peduli dengan anak-anak, dan memerintahkan para ayah dan orang tua kerabat yang bertanggungjawab pada anak-anak untuk menyuruh anak-anaknya shalat sejak umur 7 tahun. Dan tempat yang benar dalam mengajarkan anak-anak shalat dan membaca Al-Quran dan hukum-hukum tajwid dan materi-materi keislaman lainnya, adalah Masjid.

Seperti itu petunjuk dan pedoman yang diajarkan Rasulullah pada ummatnya terkait interaksi kita kepada anak-anak di masjid. Sehingga siapapun tidak boleh mengusir anak-anak dari masjid, sebab mereka adalah pemuda-pemuda harapan masa depan.

Allah memerintahkan kita agar meneladani Rasulullah pada segala hal, baik terkait urusan dunia maupun akhirat, sehingga sudah selayaknyalah kita mengikuti dan meladani Rasulullah dalam membiasakan anak-anak kita untuk mendatangi masjid dan bermain di masjid, serta tidak membiarkan mereka ngumpul-ngumpul tidak jelas di ujung gang atau jalan yang hanya akan menyebabkan akhlak mereka menjadi buruk karena pengaruh lingkungan dan teman-teman mereka yang tidak sehat.

Dan andainya pun sebahagian anak-anak yang datang ke masjid sering menjadi gangguan bagi orang-orang yang sedang shalat, baik karena suara tangisan mereka, jeritan dan lengkingan suara, namun jamaah masjid tidak boleh meresponnya dengan kasar atau memarah-marahi anak-anak tersebut atau orang tua anak-anak, yang hanya akan menambah-menambah keributan baru saja. Serahkan hal itu kepada para pengurus masjid atau remaja masjid untuk menyelesaikan masalah anak-anak tersebut dengan bijak dan baik seperti metode yang dilakukan oleh Rasulullah.

Dan yang perlu diingat dan dicatat dan diamalkan adalah sikap lemah lembut dalam menyelesaikan masalah anak-anak di masjid.

Rasulullah pernah bersabda, “Segalanya sesuatu yang dibarengi dengan kelembutan niscaya akan membuatnya menjadi lebih cantik dan indah. Jika kelembutan terenggut, segalannya akan menjadi rusak dan jelek.” (HR: Muslim)

“إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه” (رواه مسلم).

Rasulullah adalah teladan terbaik bagi kita. Pernah terjadi seorang Arab Badui masuk ke dapam  Masjid Nabawi, lalu Si Badui buang air kecil di dalam masjid itu. Melihat si badui pipis di masjid maka para sahabat nabi marah. Menanggapi hal ini Nabi pun menyelesaikannya dengan  bijak dan lembut dan berkata, “Biarkanlah badui itu, nanti jika pipisnya sudah selesai mohon cuci dan siram kencingnya itu dengan air. Kalian -umat islam- ini  diutus bukan untuk bikin repot, melainkan untuk mempermudah.” (HR: Bukhari & Muslim)

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قام أعرابي فبال في المسجد!! فتناوله الناس، فقال لهم النبي صلى الله عليه وسلم: “دعوه، وهريقوا على بوله سجلاً من ماء أو ذنوباً من ماء فإنما بعثتم ميسرين ولم تبعثوا معسرين” (رواه البخاري ومسلم).

Islam melarang mengusir anak-anak keluar masjid. Islam justru mewajibkan umatnya  membiasakan anak-anak datang ke masjid untuk belajar shalat, belajar  membaca Al-Quran, belajar tajwid dan belajar hukum syariat lainnya.*/

Penulis:
Syafruddin Ramly, pernah dimuat di media online.

@@@

MEMBUDAYAKAN NGAJI SETIAP WAKTU


SETIAP Muslim, tentu memiliki keinginan kuat untuk hidup aman, tentram dan damai dalam lindungan-Nya, terutama aman dari gangguan syaitan yang terkutuk.

Apalagi, syaitan sebagai musuh nyata tak henti-hentinya melakukan berbagai makar untuk menggelincirkan setiap Muslim dari keimanan, sehingga hidup dalam kegelisahan, kebimbangan, keraguan bahkan kemunkaran dan kekafiran.

Oleh karena itu, sangat wajar, jika setiap Muslim mendamba kehidupan bahagia dan aman dari gangguan syaitan yang terkutuk. Dan, mengenai bagaimana kehidupan kaum Muslimin selamat dari gangguan syaitan,Allah dan Rasul-Nya telah memberikan ‘senjata’ dan cara agar benar-benar selamat dari gangguan syaitan.

Karena syaitan tidak pernah putus asa, dan terus menerus menggelincirkan kaum Muslimin dari keimanan dan ketakwaan, Allah dan Rasul-Nya pun memberikan metode yang setiap Muslim harus melakukannya sesering mungkin atau dengan konsisten, yakni membaca Al-Qur’an, utamanya Surah Al-Baqarah.

Hal ini didasarkan pada apa yang diterangkan dengan sangat gamblang dalam pembukaan tafsir Surah Al-Baqarah Ibn Katsir dengan mencantumkan hadits-hadits shohih perihal tersebut.

Aman dari syaitan

“Janganlah kalian menjadikan rumah kalian bagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki syaitan.” (HR. Muslim).

Dalam hadits yang lain disebutkan, “Semoga aku tidak mendapatkan salah seorang di antara kalian meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain, sambil bernyanyi dan meninggalkan Surah Al-Baqarah tanpa membacanya. Sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang dalamnya dibacakan Surah Al-Baqarah. Sesungguhnya rumah yang paling kosong adalah bagian dalam rumah yang hampa dari kitab Allah (Al-Qur’an).” (HR. An-Nasa’i).

Sekiranya dalam keseharian kita menghadapi kesibukan yang sangat padat, maka jangan khawatir, sebab 10 ayat saja dari Surah Al-Baqarah yang senantiasa dibaca setiap hari juga akan memberikan kemanfaatan yang sama dengan membaca Surah Al-Baqarah secara keseluruhan.

Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Barang siapa membaca sepuluh ayat dari Surah Al-Baqarah pada suatu malam, maka syaitan tidak akan masuk ke rumahnya pada malam itu. Yaitu empat ayat dari awal Surah Al-Baqarah, ayat kursi dan dua ayat selanjutnya, serta tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah.”

Dalam riwayat lain darinya disebutkan, “Pada hari itu dia dan keluarganya tidak akan didekati syaitan, dan sesuatu apaun yang dibencinya. Dan, tidaklah ayat-ayat itu dibacakan atas orang gila, melainkan dia akan sadar (sembuh).”

Dengan demikian, sangat merugi setiap Muslim yang melewati harinya tanpa membaca Surah Al-Baqarah. Padahal, jaminan keuntungan dari Allah Ta’ala sedemikian dahsyat dan nyata. Bahkan, sekiranya tak mampu, 10 ayat saja dari Surah Al-Baqarah dibaca setiap hari, syaitan pun Allah jamin tidak akan mendekati kita, rumah dan keluarga kita.

syafaat

Selain aman dari gangguan syaitan, membaca Al-Qur’an secara keseluruhan akan memberikan keuntungan maha dahsyat lainnya, yakni mendapat syafaat di hari kiamat.

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan memberi syafa’at bagi pembacanya pada hari Kiamat kelak. Dan, bacalah Az-Zahrawain, yaitu Surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran, karena kedua surat itu akan datang pada hari Kiamat, soelah-olah keduanya bagai tumpukan awan, atau bagai dua benda yang menaungi, atau bagai dua kelompok burung yang mengembangkan sayapnya. Keduanya akan membela pembacanya pada hari Kiamat.”

Kemudian beliau bersabda, “Bacalah Al-Baqarah, karena membacanya akan mendatangkan berkah dan meninggalkannya adalah kerugian. Dan, para tukang sihir tidak akan sanggup menjangkau (pembacanya).” (HR.Muslim).

Dengan demikian, amat rugi, seorang Muslim yang melewati harinya tanpa membaca Al-Qur’an. Jika Allah dan Rasul-Nya memberikan jaminan keuntungan yang sangat dahsyat seperti ini, masihkah kita mau merelakan hari-hari kita tanpa membaca Al-Qur’an?Na’udzubillahi min dzalik.

istiqomah

Seorang Muslim harus mempunyai sikap istiqomah dalam menjalankan ibadah dan tugas kekhalifahan di muka bumi. Istiqomah ini diukur dari niatnya yang senantiasa hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala amalnya senantiasa sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

‎Namun, perjuangan menjalankan perintah Allah dan segala larangan-Nya secara konsisten dan terus menerus, bukanlah hal yang mudah. Di tengah jalan Allah yang lurus kita akan digoda oleh banyak jalan lain yang kelihatan lebih bagus. Jalan lurus menuju Allah adalah jalan yang penuh godaan dan rintangan. Iman yang tidak kuat akan tergoda untuk berbelok menuju jalan yang lain tersebut.

Istiqamah dalam ibadah tentu tidak akan mudah dilakukan. Siapapun yang ingin konsisten mencapai sebuah tujuan besar, pasti harus melewati berbagai penderitaan, kesulitan dan keadaan yang tidak disukai.

Keistiqamahan, kontinuitas dan kesinambungan suatu amal sulit diterapkan kecuali dengan memilih jalan pertengahan, tidak berlebihan, dan tidak melewati batas kemampuan untuk melakukannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam mengaitkan istiqamah dengan sikap tidak berlebih-lebihan.

Keistiqamahan takkan bisa berlaku bagi seseorang yang melakukan amal secara berlebihan. Di sisi lain, amal yang melewati kapasitas seseorang pun pasti akan mematahkan amal.

Yang dituntut dari kita adalah, jika tidak mampu melakukan istiqamah hendaknya mendekatinya. Segala amal harus dilakukan secara pertengahan. ‎

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Ahabbul a’maali ilallahi adwamuha wa in qalla.” Artinya, perbuatan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun hanya sedikit.

‎Sedikit amal jika dilakukan secara rutin dan terus menerus lebih baik kata Rasulullah. Jangan mengejar suatu ibadah sampai letih pada suatu waktu, lalu kita tidak sanggup lagi melakukannya di waktu lain karena bosan atau godaan hawa nafsu. Ketahuilah, Allah tidak pernah bosan pada ibadah hamba-Nya, hanya manusia saja yang sering bosan kepada Allah.

Bahkan Allah Subhanahu Wata’ala menyindir hamba-Nya yang tidak konsisten dalam ibadah. Dalam Surat An-Nahlu ayat 92, Allah berfirman, “Janganlah kamu berlaku seperti seorang wanita yang memintal kain, lalu merusaknya lagi setelah bersusah payah memintal dengan bagus”.

Perlu diketahui bahwa ibadah tidak semestinya dilakukan hanya sesaat di suatu waktu. Seperti ini bukanlah perilaku yang baik. Para ulama pun sampai mengeluarkan kata-kata pedas terhadap orang yang rajin shalat –misalnya- hanya pada bulan Ramadhan saja. Sedangkan pada bulan-bulan lainnya amalan tersebut ditinggalkan.

Para ulama kadang mengatakan, “Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun”.

Ibadah bukan hanya dilakukan pada bulan Ramadhan, Rajab atau Sya’ban saja. Sebaik-baik ibadah adalah yang dilakukan sepanjang tahun.

Tanda diterimanya suatu amalan adalah apabila amalan tersebut membuahkan amalan ketaatan berikutnya. Di antara bentuknya adalah apabila amalan tersebut dilakukan secara kontinyu (rutin). Sebaliknya tanda tertolaknya suatu amalan (tidak diterima), apabila amalan tersebut malah membuahkan kejelekan setelah itu.

Di antara keunggulan suatu amalan dari amalan lainnya adalah amalan yang rutin (kontinyu) dilakukan. Amalan yang kontinyu –walaupun sedikit- itu akan mengungguli amalan yang tidak rutin meskipun jumlahnya banyak. Amalan inilah yang lebih dicintai oleh Allah.

Merupakan kebahagian tersendiri bagi orang tua apabila mempunyai putra-putri yang punya karakter segera menunaikan shalat wajib begitu tiba waktunya, gelisah apabila menunda shalat wajib, gemar mengikuti shalat berjamaah, merasakan ibadah sebagai kebutuhan bukan beban, selalu melakukan thaharah dengan benar,menyesal bila melewatkan satu hari tanpa membaca Al-Quran, menunaikan minimal satu macam shalat sunah setiap hari, selalu berdoa dan berzikir sesuai dengan situasi yang melingkupi dan menunaikan puasa Ramadan setiap tahun. Semua ini adalah bentuk istiqomah dalam beribadah.

Karena kadangkala sebagai seorang insan, kita terkadang dihinggapi rasa giat dan kadang rasa malas. Oleh karenanya diperlukan kesabaran dalam menghilangkan rasa malas ini, guna menjalankan ibadah atau amalan yang akan diistiqamahi.

Bertahap dalam beramal. Dalam artian, ketika menjalankan suatu ibadah, kita hendaknya memulai dari sesuatu yang kecil namun rutin. Bahkan sifat kerutinan ini jika dipandang perlu, harus bersifat sedikit dipaksakan. Sehingga akan terwujud sebuah amalan yang rutin meskipun sedikit. Kerutinan inilah yang insya Allah menjadi cikal bakalnya keistiqamahan.

sejuta manfaat lain

Al-Quran mengandung mukjizat dan sebagai obat penenang bagi siapa yang ditimpa kecemasan, gelisah semua orang paham. Namun bacaan Al-Quran mampu menurunkan rasa nyeri, mungkin tak semua orang tahu.

Sebuah riset terbaru menemukan, membaca Al-Qur`an dengan tartil selama 10 menit, dapat mengurangi nyeri yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan lewat operasi Caesar.  Demikian menurut hasil penelitian oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009, Hasto Andi Irawan.

Sebanyak 16 dari 31 pasien wanita yang diambil datanya di Rumah Sakit Nur Hidayah, Yogyakarta, mengaku mengalami penurunan rasa sakit akibat operasi dalam berbagai tingkatan, setelah membaca ayat-ayat suci Al-Qur`an. Hal ini diduga karena tubuh mendapatkan rangsangan pada saraf lain yang lebih kuat, sehingga dapat mengalahkan nyeri yang dirasakan.

Ketika membaca, menyuarakan dan mendegarkan ayat al-Qur`an, ada 3 jenis saraf dalam tubuh yang diaktifkan.

Hasil penelitian tersebut dipresentasikan dalam International Conference on Cross Cultural Collaboration in Nursing for Sustainable Development di Bangkok, Thailand, pada 9-10 September 2013 lalu.

Presentasi itu mendapatkan apresiasi positif dari peserta konferensi, yang mayoritas beragama non-Islam dan lulusan akademik tingkat S2 dan S3.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Christian University of Thailand didukung oleh Azusa Pacific University of California dan Kimyung University.

Hasul serupa juga pernah diungkap peneliti Iran yang ditulis di Jurnal Sabzevar Univeristy Medical Science,  Spring 2003, Volume 10, nomor 1 (27). Dalam artikel berjudul “Pengaruh Bacaan Al-Quran pada Tanda Vital Pasien Sebelum Pembedahan”  ditemukan efek dari bacaan Al-Quran pada reaksi fisiologis tubuh terhadap stres menjelang pembedahan.

Studi menguji 61 pasien secara acak dan menjadi dua kelompok. Tanda-tanda vital subyek diukur dari jam 8:00-9:00 malam,  sebelum operasi. Kelompok pertama didengarkan Surat an-Nur, Al-Maidah dan At Taubah (15 menit setiap kali) melalui hanphone. Sedang kelompok kedua tidak diperdengarkan bacaan Al-Quran.

Temuan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara pulse (denyut jantung), respirasi dan tekanan darah dalam tahap pertama antara kedua kelompok. Namun, perbedaan antara denyut nadi dan pernafasan dalam tahap kedua sangat signifikan. Juga, perbedaan yang nyata antara variasi tahap pertama dan kedua tekanan darah pada kedua kelompok. Kesimpulannya, mendengarkan bacaan Al Quran menginduksi penurunan respon fisiologis tubuh terhadap stres (tekanan).

Peneliti Belanda Vander Hoven pernah menyatakan “Muslim yang dapat membaca bahasa Arab dan yang membaca Al Qur’an secara teratur dapat melindungi diri dari penyakit psikologis.”

Abdullah, 2009 dalam disertasinya berjudul, “The Effects of Reading the Holy Qur’an on Muslim Students’ Heart rate, Blood Pressure and Perceived Stress Levels” juga pernah mengungkap temuan peneliti Universitas Sal ford, Yucel Salih (2007). Di mana telah melaporkan terkait temuan pengaruh bacaan Al-Quran pada tubuh. Dalam percobaan, peneliti menggunakan 30 sarjana Muslim psikologi dari Universitas Salford. Ada 15 lelaki dan perempuan.

Dalam studi pertama peserta ikut serta dalam percobaan yang dibagi menjadi dua kondisi. Peserta diukur denyut jantung, tekanan darah, dan stres sebelum dan setelah membacaSurah Alam Nashrah dan Surah Al Rahman. Dalam kondisi denyut jantung peserta lain, tekanan darah, dan stres yang dirasakan tingkat diukur sebelum dan setelah membaca materi non-religius yang ditulis dalam Bahasa Arab.

Data dianalisa dengan menggunakan dua faktor Anova dan t-tes post hoc. Hasilnya ditemukan, denyut jantung, tekanan darah, dan tingkat stres menurun bagi peserta yang telah membaca Surah Alam Nashrah Surah Al Rahman.  Peneliti menyimpulkan bahwa bacaan Al-Qur’an sangat bermanfaat baik secara psikologis dan fisiologis. Sementara,  Efek ini tidak dapat ditemukan dengan pembacaan bahan non-religius yang ditulis dalam bahasa yang sama sebagai Al-Quran.

Mukjizat Al-Quran ini mengingatkan kita pada kisah Ilamam Abi Qasim Al Qusyairi An Naisaburi. Kala itu Syeikh Abi Qasim merasa sedih karena putra tersayangnya sakit keras. Di saat sedang tidur, ia bermimpi ketemu Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam dan mengeluhkan keadaannya kepada Nabi. “Bagaimana usahamu dengan ayat-ayat penyembuhan (syifa?),“ tanya Rasulullah padanya.

Ketika bangun ia berpikir tentang ayat-ayat penyembuhan itu. Dia menemukan 6 ayat tersebut yaitu: Surat At Taubah: 14, Surat Yunus: 57, Surat an-Nahl:69, Surat Al-Isra’:82, As Syuara: 80 dan Surat Fusyilah:84.

Dalam Surat Al Isra’: 82 disebutkan, “Dan Kami turunkan dari Al Quran itu suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.“

Dalam Surat Fhusilat: 44, “Katakanlah Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.“

Dalam QS. Yunus 57 disebutkan;

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Mana segeralah ia membacakan ayat-ayat tersebut kepada anaknya. Alhamdulillah, sejak itu ia seakan terlepas dari belenggu (penyakit) yang memberatkan.

Diceritakan, ada seorang lelaki mengeluh kepada Rasulullah saw “Ya Rasulullah. Dadaku merasa sempit dan sesak nafasku.” Nabi saw menjawab, “Bacalah Al Quran “ (HR. Abu Said Al Khudry).

Dalam hadits lain Rasulullah pernah menyampaikan,  “Hendaknya kamu menggunakan dua macam penawar; madu dan al Qur’an.” (HR. Ibnu Majah dan al Hakim).

Semoga dengan temuan ilmiah semakin menguatkan iman kita dan menjadikan Al-Quran dan Sunnah menjadikan pedoman dan penawar.*

@@@

IJAZAH ILMU REZEKI 4 TINGKAT SEMPURNA


Bismillahirrohmanirrohim. Berikut ini saya ijasahkan ilmu rezeki 4 tingkat dengan hak dan sempurna. Semoga dengan doa-doa ini, Allah SWT memberikan kemudahan rejeki yang terus mengalir dan barokah kepada kita. Amin. Berikut tata caranya:

Amalkan dalam kondisi wudhu. Bila batal maka berwudhu lagi.
Gunakan pakaian putih bersih menggunakan wewangian. Mulailah riyadhoh ditempat yang bersih pula.

Tawassul/kirim al fatihah sebagaimana biasanya (kepada Nabi Muhammad SAW, dan seterusnya)

 

Audzubillahiminasyaitonirrojim
Bismillahirrohmanirrohim

 

Tingkat 1

====INNA HADZA LARIZQUNA MA LAHU MINNAFAD===

313 x  7 hari

“Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.”
(Surat 38, Sad: 54).

Tingkat 2

===WAMAN YATTAQILLAHA YAJ’ALLAHU MAKHRAJA. WAYARZUQHU MIN HAITSU LA YAHTASIB===

313 x 7

barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya dikaruniakan-Nya jalan (yang mudah) dan dikaruniakannya rejeki yang tidak terhitung. (surat 65, at Talaq 2-3)

Tingkat 3

===WAZALLALNA ‘ALAIKUMUL GAMAMA WA ANZALNA ‘ALAIKUMUL MANNA WASSALWA===

313 x 7

Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. (surat 2, al Baqarah 57)

Tingkat 4

===WAMAN YATTAQILAHA YAJ’ALLAHU MIN AMRIHI YUSRA===

313 x 7

Barangsiapa yang bertaqwa, niscaya dijadikan baginya kemudahan dalam urusannya (surat 65 At Talaq 4).

Demikian ijasah selesai dan sempurna. Wassalam.

@kwa,2016

 

TATA CARA SHOLAT GERHANA DAN KHUTBAHNYA


Besok di Indonesia pada 9 Maret 2016 muncul gerhana matahari. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, butuh waktu 350 tahun untuk dapat melihat gerhana matahari total di tempat yang sama. Itu artinya, kesempatan menyaksikan fenomena ini di Indonesia hanya terjadi sekali seumur hidup. Namun, tidak semua masyarakat di Indonesia dapat menyaksikan gerhana matahari total secara langsung.

Menurut BMKG, hanya 11 provinsi yang dilintasi gerhana matahari secara total. Ke-11 provinsi tersebut adalah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Di provinsi yang lain, gerhana sekitar 80 persen.

Kejadian gerhana ini akan terjadi pada pagi hari. Meski demikian, setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda-beda. Di wilayah Indonesia barat, gerhana mulai pukul 06.20 WIB di wilayah Palembang dan mencapai puncaknya pukul 07.21; wilayah Tanjung Pandan mulai pukul 06.21 dan mencapai puncaknya 07.23 WIB; wilayah Palangkaraya mulai pukul 06.23 dan mencapai puncaknya 07.30 WIB; dan di wilayah Bengkulu (Muko-Muko), gerhana akan mencapai puncaknya pukul 07.19 WIB. Di wilayah Tengah seperti Palu, gerhana mulai pukul 07.27 WITA dan mencapai puncaknya pukul 08.38 WITA. Hal ini berbeda dengan Ternate yang berada di wilayah Timur, di mana gerhana mulai pukul 08.36 WIT dan mencapai puncaknya 09.52 WIT.

TATA CARA SHOLAT GERHANA

Adapun untuk keterangan melakukan shalat gerhana ini sesuai dengan hadits Sahih, Nabi Muhammad SAW bersabda,”Sesungguhnya matahari juga rembulan merupakan 2 tanda dari kekuasaan Allah SWT, maka jika kalian melihat adanya gerhana, maka berdo’alah kepada-Nya, selanjutnya sholatlah sampai hilang dari arah kalian gelap, dan juga bersedekahlah, ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Sholat Gerhana Matahari sama dengan sholat FARDHU (2 rokaat):

  1. Dilaksanakan waktu gerhana tengah terjadi,
  2. Dengan Niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mensyukuri tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yaitu Gerhana Matahari
  3. Sholat gerhana Matahari atau Bulan hanya 2 rakaat (2 rukuk),
  4. Setiap rakaat membaca Qs Al-Fatihah juga tambahan surat dalam Al Quran 2 x.
  5. Disunnahkan, untuk rakaat pertama surat yang dibacakan lebih panjang ketimbang rokaat kedua.
  6. Akhiri dengan salam.

KHUTBAH SHOLAT GERHANA (CONTOH RASULULLAH)

Bagaimanakah isi khutbah gerhana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Disunnahkah setelah shalat gerhana untuk berkhutbah, sebagaimana yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Ishaq, dan banyak sahabat. Hal ini berdasarkan hadits:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami para sahabat –radhiyallahu ‘anhum– dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya, beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.

Setelah itu beliau berkhutbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,

” إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا”.

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya bersabda,

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَزْنِىَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِىَ أَمَتُهُ ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina.

Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari, no. 1044)

Point Penting Tentang Khutbah Gerhana

Pertama: Keumuman khutbah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ringkas, padat dan jelas.

Dulu sahabat ‘Ammar pernah berkhutbah begitu ringkasnya, lantas beliau menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَأَقْصِرُوا الْخُطْبَةَ فَإِنَّ مِنَ الْبَيَانِ سِحْراً

Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan singkatnya khotbah merupakan tanda kefaqihan dirinya (paham akan agama). Maka perlamalah shalat dan buat singkatlah khutbah. Karena penjelasan itu bisa mensihir.” (HR. Muslim no. 869 dan Ahmad 4: 263. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih).

Kedua: Dilakukan dua kali khutbah.

Demikian pendapat dalam madzhab Syafi’i. Disebutkan dalam kitab Al-Umm sebagai berikut.

وقد ذهب بعض العلماء إلى أن المستحب أن يخطب خطبتين يجلس بينهما جلسة يسيرة ، كما يفعل في خطبة الجمعة ، وهذا مذهب الإمام الشافعي رحمه الله .

“Para ulama berpandangan bahwa khutbah (shalat gerhana) adalah dua kali khutbah. Ada duduk yang sebentar di antara dua khutbah tadi sebagaimana dilakukan dalam khutbah Jum’at. Inilah pendapat madzhab Imam Asy-Syafi’i.” (Lihat Al-Umm, 1: 280).

# Contoh Isi Khutbah Gerhana

Khutbah pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini; dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk jikalau Allah tidak memberi petunjuk kepada kami. Sesungguhnya, telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran. Diserukan kepada mereka, “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan amalan yang dahulu kamu kerjakan.”

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، وَهُوَ الْقَائِلُ سُبْحَانَهُ: يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ. إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ. وَمَآأَمْرُنَآ إِلاَّ وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَهُوَ خَيْرُ الْبَشَرِ، وَصَاحِبُ الْحَوْضِ الْكَوْثَرِ،

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْمُطَهَّرِ، وَعَلَى مَنْ صَاحَبَهُ وَأَزَرَهُ وَوَقَرَ، وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ فِيْ كُلِّ أَثَرٍ، إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرِ.

أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

 

Isi khutbah:

إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا”.

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَزْنِىَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِىَ أَمَتُهُ ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina.

Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

Khutbah kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi serta mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَيـُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛

Do’a khutbah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

“Ya Allah, ampunilah kaum mukminin laki-laki dan wanita, kaum muslimin laki-laki dan wanita, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya, Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar, Mahadekat, Dzat yang mengabulkan doa.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Rabb kami, berilah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu sebelum kami, dan janganlah Engkau membiarkan ada kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِيْ رِضَاكَ، وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَاصِحَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

“Ya Allah, berilah kami keamanan di negeri kami, jadikanlah pemimpin kami dan penguasa kami orang yang baik. Jadikanlah loyalitas kami untuk orang yang takut kepada-Mu, bertakwa kepada-Mu, dan mengikuti ridha-Mu, yaa Rabbal ‘alamin. Ya Allah, berikanlah taufik kepada pemimpin kami untuk menempuh jalan petunjuk-Mu, jadikanlah sikap dan perbuatan mereka sesuai ridha-Mu, dan berikanlah teman dekat yang baik untuk mereka, yaa Rabbal ‘alamin.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

“Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka mendidik kami di waktu kecil.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

“Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan segala tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas kaum yang kafir.”

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

@kwa,2016

DAFTAR SEDULUR ANYAR YANG BERGABUNG MENJADI ANGGOTA KWA DARI TANGGAL 24-04-2015 JAM 15.29 WIB SAMPAI DENGAN TANGGAL 02-03-2016 JAM 15.40 WIB


KI SELOR SELAWE
anangtp@gmail.com

================
DAFTAR SEDULUR ANYAR YANG BERGABUNG MENJADI ANGGOTA KWA DARI TANGGAL 24-04-2015 JAM 15.29 WIB SAMPAI DENGAN TANGGAL 02-03-2016 JAM 15.40 WIB ADALAH :

7340 . Tubagus Abu Fatih / IDN – Banten – Serang – Padarincang / 087778513898 /

7341 . Safii Supranata / IDN – Sumut – Medan – / 085359296608 / safiisupranata@yahoo.co.id

7342 . Hazli Hafiz / IDN – Jambi – Batanghari – / 085263868993 / hazli.hafis@yahoo.com

7343 . Ricki Rifangga / IDN – Jatim – Banyuwangi – Gladak Kembar RT.25 RW.05, Ds. Purwoagung, Kec. Tegaldlimo / 087755610036 / pakcik960825@gmail.com

7344 . Sadimin / IDN – Jateng – Cilacap – Jl. Jend. A. Yani No.36 RT.04 RW.08, Adipala / 085647999923 /mimien207@gmail.com

7345 . Ega Priyanto / IDN – Jateng – Cilacap – Layansari RT01 RW06, Kec. Gandrungmangu / 089502758258 /ega.priyanto.11@gmail.comega.priyanto@yahoo.com

7346 . Bastomi Febrianto / IDN – Jatim – Jombang – Mojoagung / 085733751724 / bastomi1234@gmail.com

7347 . Zainuddin Bin Kamal / MAS – Malaysia – Kuala Lumpur – Jalan Sembilang, Taman Tenaga Cheras / +60183700076 / syair.sipari@gmail.comsyair.sipari@yahoo.com

7348 . Syamsul Bin Hj Mohd Kassim / MAS – Malaysia – Sabah – Tawau / +60133654625 / tontawau26@gmail.com

7349 . M. Arif Bardiyanto / IDN – DIY – Yogyakarta – Kotagede / 085878223135 / bardi.rif@gmail.com

7350 . Ade Septiawan / IDN – Jateng – Cilacap – / 085726195386 / adeseptiawan453@yahoo.com

7351 . Mohamad Haziq Amaluddin Bin Mohamad Azhar / MAS – Malaysia – Sarawak – Kuching / +601112012810 /haziqamaluddin92@gmail.com

7352 . Ulil Amri Gessa Bin Hafid Abdul Razak / IDN – Kalsel – Banjarbaru – / 081342111136 – 085392259955 /ulil_amri_63554@yahoo.co.id

7353 . Kiyai Rogo Runting / IDN – Jabar – Depok – Cinere / 08159043908 / prapto43@gmail.com

7354 . Mas’ud Supanji / IDN – Jatim – Malang – Kasembon / 085654022344 / leo.matt45@gmail.com

7355 . Ismail / IDN – Jatim – Probolinggo – / 082330615474 / paitonismail@gmail.com

7356 . Encep Aonillah / IDN – Jabar – Cianjur – / 085797043777 / cepiloni43@gmail.com

7357 . Wakhidul Khoiri / IDN – Lampung – Tanggamus – Gisting / 085768375835 / wakhidulkhoiri@yahoo.co.id

7358 . Moh Erfany Ersat / IDN – Jatim – Kab. Kediri – Ds. Pagu, Kec. Pagu / 085736354816 / erfanyersat@gmail.com

7359 . Mohd Zahiruzi bin Mohd Tohir / MAS – Malaysia – Sabah – Tanjung Aru, Kota Kinabalu / +60129580361 /zahiruzi@yahoo.com

7360 . Mardana / IDN – NTB – Kab. Lombok Tengah – Ds. Bunkate, Kec. Jonggat / 08175716814 /dhana_wec@yahoo.com

7361 . Wawan / IDN – Maluku Utara – Ternate – Jl. Pemancar TVRI, Lingk. Tongoe, Marikurubu / 085394805015 / kemilaubambu8@gmail.com

7362 . Yanuar Wiyadi / IDN – Jateng – Salatiga – Perum. Villa Kenanga B-18 / 081904936969 / yanuarwiyadi@gmail.com

7363 . Sultoni Syukri Subakti / IDN – Sulsel – Kota Parepare – Perumnas Wekke E No. 249 / 085342253856 /syukrisultoni@gmail.com

7364 . Muhammad Rais / IDN – Kepri – Batam – Jl. Gunung Bromo, Baloi Indah / 081267227091 /muh_rais13579@yahoo.com

7365 . Dedy Yuniardani / IDN – Jatim – Mojokerto – Jl. Mojopahit, Miji Gang 1 No.35 / 085706582285 /dannyemomoxer@gmail.com

7366 . Aguss / IDN – Riau – Dumai – / Telp ?? /haskagsaf@gmail.com – PIN BB : P9BJIN

7367 . Gerhana / IDN – Jabar – Kota Bandung – Jl. Ir. H. Juanda – Dago / 08566390028 / putri_dhp@yahoo.com

7368 . Bambang Herawan – Mbahnya Ilmu Pelet / IDN – Sumsel – Kab. Muara Enim – Semende Darat Ulu, Kec. Semende Darat Ulu / 085380157972 /

7369 . Koesno Sataroeno / IDN – Sulsel – Makassar – Jl. Toddopuli V Setapak 13 No. 17 / 081215346500 /

7370 . Akbar Zulkifli / IDN – Jateng – Sragen – Jl. Veteran 35 / 0816676800 /

7371 . Agung Zulfikar / IDN – Sulsel – Makassar – Jl. Karantina 18 / 081393805805 /

7372 . Indra Jaya / IDN – NTB – Kota Sumbawa Besar – / 087859061983 /

7373 . Asep Hendra / IDN – Lampung – Kab. Lampung Tengah – / 089680507891 / asejendra.01@gmail.com

7374 . Mohd. Shamsir Annuar Bin Md. Nasir / MAS – Malaysia – Selangor – Shah Alam / +60129468802 /shamsir1st@gmail.com

7375 . M. Nurdin / IDN – Banten – Kota Tangerang – Lippo Karawaci / 08179159049 /

7376 . Eky Hermawan / IDN – Kepri – Batam – Perum. Griya Buana Indah Blok E No.1, Batam Center / 081322150080 /ekyhermawan.st@gmail.com

7377 . Azlan Mohd Yusuf / MAS – Malaysia – Johor – Batu Pahat / +601110810780 / skseriidaman2010@yahoo.com

7378 . Mulza Fittris / IDN – Sumbar – Kota Padang – Jl. Ampera No.42, RT.03 RW.06, Kel. Kampung Baru Nan XX, Kec. Lubuk Begalung / 081266400510 /mulza_fittris@yahoo.co.id

7379 . Murtopo / IDN – Jateng – Kab. Pekalongan – Dk. Tegal Pacing, Ds. Bulak Pelem, Kec. Sragi / 085600837093 /baoetsevenfold@gmail.com

7380 . Ilham Syaiful Akbari / IDN – Jabar – Kab. Ciamis – Jl. Mangunjaya Raya, Ds. Purwasari, Dsn. Mulyasari, Kec. Banjarsari / Telp ?? / ilhamsyaiful@outlook.com

7381 . M. Susila Adhy / IDN – Jabar – Kota Depok – Jl. H.Maksum No.55, Sawangan Baru / Telp ?? /soesilo.a@gmail.com

7382 . Muhammad Ariyadi / IDN – Jabar – Kab. Bogor – Jl. Pahlawan No 07, Citereup / Telp ?? /

7383 . Rajo Godang / IDN – Sumbar – Kab. Limapuluh Kota – / Telp ?? / godang.rajo@yahoo.com

7384 . Muhammad Slamet / IDN – Jatim – Kota Mojokerto – Jl. Bancang 3, Kel. Wates, Kec. Magersari / Telp ?? /zievaae@gmail.com

7385 . Surianto S.Ag. / IDN – Sumut – Kab. Labuhanbatu Selatan – Kota Pinang / Telp ?? /suriantosag120@gmail.com

7386 . Rifki Bagih Imam Bukhori / IDN – Jateng – Kab. Sragen – Ds. Pagah Lor, Kec. Gondang / 085229686160 /

7387 . Ubaidillah Haidar / IDN – Banten – Kota Tangerang – Kp. Bulak Santri, Ciledug / 087771617791 /

7388 . Moh. Nassir Aryanto / IDN – Kaltim – Kota Samarinda – Jl. Mt. Haryono Gg.1 No.28 RT.10, Kel. Air Putih, Kec. Samarimda Ulu / 081328199990 /

7389 . Budi Santoso / IDN – Jabar – Kab. Subang – Sukamandi / 085310053489 /budisantoso24434.bs@gmail.com

7390 . Rizki Ali Ridho / IDN – Jatim – Kab. Lumajang – Ds. Ledok Tempuro, Kec. Randuagung / 082330542390 /rizkialiridho7@gmail.com

7391 . Zamri Bin Perasis / MAS – Malaysia – Serawak – Miri / +60198344244 / zamri1704@yahoo.com

7392 . Ubaidillah M. / IDN – Jateng – Jepara – / 085799508505 / hambaillahi502@yahoo.com

7393 . Nizar Yuzka / IDN – Jatim – Jember – / 085745809192 / nyuxza@gmail.com

7394 . Edi Susilo / IDN – Jateng – Banjarnegara – Sawal, Sigaluh / 082306037800 / edis6661@gmail.com

7395 . Abu Mansur al Suyuthi / IDN – Jatim – Kediri – Plemahan / 085730688533 – 082234970957 /bleduq@gmail.com

7396 . Nurdin / IDN – Jabar – Kab. Sumedang – Tanjungsari / 085722824040 – 081394190041 /nuysputra33@gmail.comnuys_saja@yahoo.co.id

7397 . Sonson Sonjaya / IDN – Jabar – Kab. Garut – / 085353111237 / son3jaya@gmail.com

7398 . Ismail Rachman Sani / IDN Riau – Pekanbaru – Jl. Pelangi 2 / Telp ?? / ismail.rachman99@gmail.com

7399 . Nur Dwi Pamungkas / IDN – Jateng – Magelang – / Telp ?? / atmosfireblues@gmail.com

7400 . Sulaeman Saputra / IDN – Jabar – Bekasi – Gria Bekasi Permai Jl. Cemara 3 Blok- I8 No.11, Telajung, Cikarang Barat / Telp ?? / kijamrong.datuk@gmail.com

7401 . Sudrajat / IDN – Jabar – Bogor – Gria Cimangir, Gunung Sindur / 081311179030 /bunda.melati@rocketmail.com

7402 . Agus Surani / IDN – DKI – Jaksel – Jl. PLN Duren 3 RT 06/01, Kel. Duren Tiga, Kec. Pancoran / 0895320353211 /agussurani16@yahoo.com

7403 . Abd. Raja’. Ad / IDN – Sulbar – Kab. Mamuju Tengah – Benteng, Ds. Tobadak, Kec. Tobadak / 085397334644 /putrababana@yahoo.com -ansihmadani@yahoo.comabdraj1511@yahoo.com

7404 . Fajar Dika Yudi Handoko – Dika Yudistira / IDN – Jateng – Banjarnegara Perumahan Permata Purworejo, Klampok / 081329987790 / fajaryudi95@yahoo.co.id

7405 . Gugun Gunawan / IDN – Banten – Kab. Lebak – Kp. Panyandungan, Kel. Binong, Kec. Maja / 085716676663 /goen.1879@gmail.com

7406 . Dede Iskandar / IDN – Lampung – Kab. Lampung Barat – Limaukunci, Liwa / 081271140131 /dedeiskandar502@gmail.com

7407 . Muhamad Lutfi Setiawan / IDN – Jabar – Bekasi – Pondok Melati / 089646344929 / lutfiq89@yahoo.com

7408 . Dekin / IDN – Jabar – Pangandaran – / 082218510827 / jayadekin@gmail.com

7409 . Muhammad Daud / IDN – Kalsel – Kotabaru – Jl. Mega Indah No. 96 / 082153338977 /muhammad.daud53@yahoo.com

7410 . Opras Ade Pratikto / IDN – Jabar – Kab. Bogor – Kp. Bedahan RT.09 RW.09, Kel. Pabuaran, Kec.Cibinong / 085717297736 / oprasade2@gmail.com

7411 . Ridwan / IDN – Jabar – Kab. Cianjur – Tanggeung / 085695844409 / ridwan_gaib@yahoo.co.id

7412 . Fathul Anwar / IDN – Jateng – Kab. Cilacap – Jl. Jambu RT 02 RW 01, Kesugihan / 085747334449 /fathulanwar2015@gmail.com

7413 . Awang Pramudya Jati Pamungkas / IDN – Jateng – Kab. Kebumen – Jl. Wadaslintang Km1, Prembun RT.3 RW.1, Sembir, Kadipaten Prembun / 08812640318 /

7414 . Ibu Susi Surya Agus / IDN – Riau – Pekanbaru – Jl. Kutilang Sakti A-21 / 081365590800 /susi.chicie@gmail.com

7415 . Kusuwarto / IDN – Jateng – Semarang – / 085729013008 / malif9686@gmail.com

7416 . Adi Suryadi Suganda / IDN – Banten – Tangerang Selatan – / Telp ?? / adi.suryadi.suganda@gmail.com

7417 . Budi Agung / IDN – Sumsel – Palembang – / 081288481510 / budiagung96@gmail.com

7418 . Yadi Trisna Mulyadi / IDN – Jabar – Kab. Majalengka – Rt. 10/04, Ds. Kepuh, Kec. Lemahsugih / Telp ?? /

7419 . Nabil Nurul Faizal / IDN – Jateng – Kota Semarang – Gunung Brintik, Kel. Randusari, Kec. Semarang Selatan / Telp ?? /

7420 . Ahmad / IDN – Jateng – Kota Semarang – Semarang Timur / 081804407186 / waahsedayu@gmail.com

7421 . Mohamed Tahir Yusoff / MAS – Malaysia – Selangor – / +6287770120777 – +601139372210 /yusoff.tahir@gmail.com

7422 . Cahyo Adi Sutrisno / IDN – Jateng – Kab. Grobogan – Ds. Kunjeng, Kec. Gubug / 081258257035 /fui.nara88@gmail.com

SALAM PASEDULURAN
=============

SEDANGKAN SEDULUR YANG DAFTAR ULANG, MENGUBAH, MENAMBAH DAN MEMPERBARUI DATA ATAU INGIN MENGETAHUI NOMOR KEANGGOTAAN :

7331 . Muchammad Rois / IDN – Jambi – Tanjung Jabung Timur – Ds. Catur Rahayu, Kec. Dendang / 081377683369 /muchammadrois@gmail.com

6826 . Salahuddin A. / IDN – Jateng – Temanggung – / 085218971678 – 081328288204 / udin_asary@yahoo.com

5293 . Kaharrudin Eka Yudha P. / IDN – DIY – Kab. Bantul – Karangpule, RT 02 Tirtonirmolo Kasihan / 085228586009 /kaharrudin_yudha@yahoo.co.id

SALAM PASEDULURAN
================

BAGI SEDULUR PEMBACA YANG BERMINAT GABUNG MENJADI ANGGOTA KWA, SILAHKAN DAFTAR DI KOMENTAR DI BAWAH INI.

TTD

KI SELOR SELAWE
anangtp@gmail.com

DOA SEDERHANA DARI AL FAKIR


Salam kepada semua pembaca KWA. Ikut menyemarakkan Milad KWA 2016, maka bersama ini ijinkan saya al fakir ilmu ini shodakoh ijasahan doa SHOLAWAT NARIYAH bagi yang membutuhkannya. Barokah fadhilah/kaifiat doa ini adalah untuk mengalirkan saluran rezeki yang mampet sehingga rezeki mengalir kepada pengamalnya. Masih banyak fadhilah lain yang tidak bisa disebutkan. Berikut amalannya dzikirnya:

tawassul /kirim al fatihah kepada

  1. Rasulullah Muhammad SAW
  2. Sahabat 4 Rasulullah
  3. Semua Nabiyullah dan  Waliyullah
  4. Pengijazah Sholawat Nariyah
  5. Khodam Sholawat Nariyah — Syekh Abdul Wahid

selanjutnya wiridkan dalam sekali duduk:

ALLAAHUMMA SHOLLI SHOLAATAN KAAMILATAN WASALLIM SALAAMAAN TAAMMAN ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADINIL LADZII TANHALLU BIHIL’UQODU WATANFARIJU BIHILKUROBU WATUQDHOO BIHILHAWAAIJU WATUNAALU BIHIR ROGHOOIBU WAHUSNUL KHOWAATIMI WAYUSTASQAAL GHOMAAMU BIWAJHIHILKARIIMI WA’ALAA AALIHII WASHOHBIHII FII KULLI LAMHATIN WANAFASIN BI’ADADI KULLI MA’LUUMIN LAKA

4444 x

amalkan selama 3 atau 7 hari. Dzikir Nariyah ini diistiqomahkan atau ditelatenkan dibaca usai fardhu seikhlasnya jumlahnya pasti akan luar biasa bagusnya dan insya allah ada jalan keluar dari kesempitan rezeki kita dengan cara di luar dugaan kita sesuai iradah Allah SWT. Pesan sy: JADIKAN SHOLAWAT NARIYAH MENDARAH DAGING DALAM HIDUP KITA. 

ijasah sempurna.

Sidoarjo, 7 Februari 2016

Wongalus

@KWA,2016

MASTER KWA ANGKATAN 45 MOHON DOA RESTU


Assalamualaikum wr wb. Alhamdulillahirobiilalamin puji syukur kita panjatkan kehadirat Alah SWT dan syafaat Rasululah SAW, bahwa Kampus Wong Alus selesai melaksanakan Program Pelatihan Master KWA Angkatan 45 (XLV) yang diselenggarakan mulai hari Sabtu 5 Februari sd 6 Februari 2016, selama 24 jam. Kami mohon doa restu agar Dua Alumni Pelatihan / MASTER KWA ANGKATAN 45 bisa memberikan sumbangsih dan manfaat bagi masyarakat luas yang membutuhkan bantuan. Sebagai rasa kasih sayang dari Keluarga Besar KWA maka alumni pelatihan diberikan gelar:

KI SEPTIAN SAWONGGALING  — Sidoarjo 

KI ANDRI SAWONGGALING — Surabaya

Demikian terima kasih kepada semua pihak yangtelah membantu terlaksananya pelatihan private ini.

ttd

KWA

IMG-20160306-WA0008

 @@@

IJASAH AMALAN “ALHAMDULILAH MUSTAJABAH” UNTUK HAJAT CEPAT TERKABUL


wongalus

Bismillahirrohmanirrohim. Berikut saya ijasahkan amalan untuk semua hajat/kebutuhan  terkabul secara cepat atas ijin Allah SWT.

Amalannya sederhana namun mantap untuk dilakukan setiap kita punya hajat. Saya mendapatkannya dari seorang guru mursyid thariqah. Berikut amalannya:

ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN
(baca dalam hati 7 X tahan napas)

*)catatan:  tidak wajib dilakukan tapi akan sangat elok bersopan santun bila sebelum berdoa berkirim alfatihah (tawasulan) ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan seterusnya.

Ijasahan selesai dan terima  kasih.

@KWA,2016