Monthly Archives: September 2016

KISAH PARA EMPU PEMBUAT KERIS


wempu-keris1BANYAK kisah aneh tentang perilaku empu ketika membuat keris. Empu wanita Ni Sombro, misalnya, suka membuat keris dengan mengambang di permukaan laut. Dia konon mampu membuat keris dengan hanya dipejet-pejet memakai tangan.

keris-sombro-pejetan-pajajaranSetelah jadi, keris dicoblos pakai jari kelingking agar terjadi lubang demi memudahkan untuk merenteng keris buatannya, sebelum kembali ke daratan. Karena itu, keris buatan Ni Sombro dipastikan ada lubangnya. Juga ada bekas pejetan tangan.

Di zaman modern sekarang pun, masih ada Empu yang mengawali pembuatan keris dengan cara menjilat bahan keris dari besi yang  masih panas membara. Suatu ketika Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH memesan keris pada empu Mas Ngabehi (MNg) Daliman Solo, besi yang merah membara ketika dibakar di tungku (baselen), serta merta diambilnya dan dijilat pakai lidahnya. Ini dilakukan untuk mengawali pembuatan pamor keris dapur sengkelat yang dia pesan.

Tahukah Anda bagaimana keris Kanjeng Kiai (KK) Jenang Kunto dibuat di zaman kerajaan Mataram ? Saat itu, Raja Mataram memerintahkan semua penduduknya setor masing-masing sebuah jarum ke keraton. Ini untuk sensus penduduk guna mengetahui jumlah warga di Mataram.

Dengan meminta jasa empu Ki Supo Enom (Ki Nom), jarum sebanyak jumlah warga di negeri Mataram itu, kemudian dibuat keris. Jadilah sebilah keris yang diberi nama KK Jenang Kunto.

Lain lagi cara yang dilakukan Raja Surakarta Paku Buwana (PB) IV. Dia memerintahkan semua bedug di tanah Jawa dikumpulkan. Setelah terkumpul, paku bedugnya dipakai untuk bahan membuat keris KK Pakumpulan yang dibuat oleh Empu Brojoguna. Sedangkan kulit bedug dibuat wayang kulit dan diberi nama KK Jimat.

EMPU ERA SEKARANG

mpu-kerisDi dunia tosan aji, Pauzan Pusposukadgo bukanlah nama asing. Saat ini, dialah satu-satunya empu (pembuat keris) paling senior dan masih aktif di Indonesia. Usianya sudah 72 tahun. Namun semangatnya untuk melestarikan keris sebagai salah satu warisan budaya dunia tetap menyala. Tosan aji adalah sebutan untuk senjata tradisional yang terbuat dari besi dengan cara ditempa, seperti tombak dan keris.

Sebelum membuat keris Pauzan menggelar ritual selamatan untuk menandai aksinya menghidupnya kembali besalen (tempat pembuatan keris) milik budayawan Jawa almarhum Panembahan Hardjonagoro (Go Tik Swan). Besalen yang berada di komplek tempat tinggal sang panembahan di kawasan Kratonan, Solo, Jawa Tengah, itu terakhir digunakan untuk membuat keris tahun 1992. Pauzan sendiri dalam 10 tahun terakhir sempat berhenti membuat keris karena sakit.

Besalen ini nantinya tidak hanya untuk membuat keris, tapi juga sebagai tempat bertanya bagi mereka yang ingin tahu tentang tosan aji, terutama keris,” kata Pauzan.

Bagi Pauzan, menghidupkan kembali  besalen ini juga sebagai cara untuk bernostalgia karena dia  pernah lama belajar pada panembahan (Go Tik Swan). “Tahun 1980-an saya nyantrik (magang) di besalen ini. Dia mengajari saya banyak hal tentang tosan aji,” ujar suami dari Sukasmi ini.

Lahir di Desa Grinting, Boyolali, tahun 1941, dari keluar petani yang miskin, Pauzan  hanya mengenyam pendidikan sampai kelas II Sekolah Teknik (setingkat SMP). Setelah droup out, ia bekerja di bengkel sebelum akhirnya menjadi sopir bus malam jurusan Solo-Jakarta. Ketertarikannya terhadap keris berawal ketika seorang temannya memamerkan keris yang baru diperoleh dari orang tuanya.

“Sampai sekarang saya tidak ingat dapur-nya apa, pamor-nya apa, dan tangguh-nya dari mana. Tapi saya ingat keris teman saya itu sangat indah. Sejak itu saya mulai  keranjingan (tergila-gila) dengan keris,” kata Pauzan yang tinggal di Kampung Yosoroto. Solo.

Tahun 1974, Pauzan masuk menjadi anggota Boworoso Tosan Aji Surakarta, sebuah perkumpulan bagi penggemar tosan aji. Dari tempat inilah Pauzan mulai belajar mengenal keris. Selama  8 tahun ia mempelajari bagian-bagian keris, falsafah, dan sejarah keris sambil sesekali belajar menempa besi dan membuat pamor pada Go Tik Swan. Hingga akhirnya pada tahun 1982 ia belajar membuat keris sendiri. Ia bongkar halaman rumahnya yang tak begitu luas untuk dijadikan besalen.

Pauzan menuturkan karena tidak memiliki cukup untuk membeli besi dan bahan membuat keris lainnya, ia sering membeli keris rongsokan di Pasar Antik Triwindu. Keris-keris yang dibeli dengan harga murah itu kemudian diperbaiki di besalen-nya, dan kemudian dijual kembali dengan harga tinggi.

“Hasil jual beli itu kemudian saya pakai modal untuk menghidupkan besalen,” kata dia.

Ketekunan, banyak bertanya, dan di bawah bimbingan langsung Mpu Go Tik Swan, keris karya Pauzan akhirnya berhasil  menarik perhatian para penggemar keris. Tahun 1984, ia berhasil membuat pamor kreasi baru,  Poleng Wengkon, yang ditorehkan pada keris dapur Gumbeng. Pamor adalah motif yang muncul pada bilah keris karena lipatan besi yang berbeda, biasanya logam putih dan hitam atau nikel.

“Pamor itu hasil desain Dietrich Drescher, pecinta keris asal Jerman. Pamor itu kemudian saya torehkan pada bilah keris,” kata empu yang pernah diangkat menjadi mantra pande ((kepala besalen) oleh Paku Buwono XII  di Keraton Kasunanan Surakarta.

Keris karyanya ini langsung menarik perhatian Menko Polkam ketika itu, Jenderal Soerono yang kemudian memberi nama keris itu Kyai Surengkarya.  Tujuh keris dengan pamor serupa juga dipesan oleh beberapa pecinta keris dari Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, Australia, dan Belanda.

Selain Poleng Wengkon, Pauzan juga melahirkan pamor-pamor baru, antara lain  kalpataru, daun pepaya, dan tetes banyu (tetes air). “Dietrich Drescher banyak mendorong  sekaligus menginspirasi saya untuk menciptakan pamor pamor baru,” kata Pauzan.

Empu Kreasi Baru

pameran-kerisKarya-karya Pauzan selalu ditunggu para penggemar keris. Selama periode tahun 1983 hingga 1990, Pauzan menggelar pameran karya-karya tosan aji, antara lain di ASKI (sekarang Institut Seni Indonesia Surakarta), Sasana Mulya (Solo), Monumen Pers (Solo), Pusat Keris Jakarta, dan Taman Mini Indonesia Indah. Sebagai empu, Pauzan semakin bersinar ketika karya-karya dipamerkan di Brunai Darusalam.  Karena kepiawaiannya, Pauzan  juga menjadi dosen luar biasa untuk mata kuliah praktek pembuatan keris di Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI, sekarang ISI) Surakarta.

Ia selama ini dikenal sebagai empu dengan karya-karya keris kreasi baru. Pada awak-awal sebagai mpu, ia lebih banyak mutrani –meniru keris-keris kuno seperti naga sasra sabuk inten, kyai sengkelat, dan sebagainya.  Setelah masa-masa meniru selesai, ia mulai menciptakan kreasi baru.

“Keris itu bukan benda mistis. Keris itu karya seni yang luar biasa warisan leluhur kita. Sekarang ketertarikan orang terhadap keris sudah  bergeser dari sesuatu yang mistis ke aspek estetika,” kata empu yang pernah menerima beberapa penghargaan di bidang budaya dari pemerintah ini.

Pria ini telah membuat ratusan keris. Ia juga melahirkan puluhan empu muda dari besalen-nya. Namun ia tetap sederhana. Ia sangat terbuka untuk mengajarkan ilmu perkerisan kepada kalangan muda yang ingin belajar darinya. Meski karya-karya kerisnya telah mendapat pengakuan dunia, namun Pauzan menolak disebut sebagai empu.

“Saya bukan empu, tapi pengrajin keris,” kata pria yang mendapat gelar Mas Ngabehi Pusposukadgo dari Keraton Kaunanan Surakarta ini.

Menurut Pauzan, untuk menjadi empu seseorang harus memiliki kemampuan spiritual yang tinggi. Seorang empu harus menjalani laku tapa dan ritual kejawen lain. Lagi pula, lanjut Pauzan, gelar empu itu hanya untuk para pembuat keris kraton pada zaman dulu. Bagi dia yang penting adalah melakukan tugas yang juga diwariskan para leluhur kepada generasi berikutnya, yaitu melestarikan budaya.

“Saya gembira karena mulai banyak perajin perajin muda dengan karya yang hebat. ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta memiliki peran besar dalam melahirkan perajin perajin muda. Apalagi di sana sudah ada program studi tosan aji,” ujar Pauzan.

Meningkatnya minat terhadap pembuatan keris ini, lata Pauzan, terutama setelah Unesco  mengukuhkan keris merupakan warisan budaya lisan dan tak benda karya kemanusiaan dari Indonesia.

“Di Indonesia, tradisi membuat keris dan tombak masih berlanjut seperti halnya membuat wayang dan batik. Secara terus menerus selama ratusan tahun tradisi itu masih dilakukan oleh masyarakat kita, bahkan sampai sekarang” kata dia.

Pauzan menyebut tradisi pembuatan keris sudah dilakukan  sejak  masa kerajaan Buda (125-1125), kerajaan Hindu ( 1250-1500), Mataram Islam (1460 M – 1613 ) hingga masa pasca kemerdekaan  (1945 hingg sekarang).

Dari perjalanan panjang itu, lanjut Pauzan, telah lahir empu-empu hebat seperti Empu Gandring  pada masa kerajaan Singasari. Lalu zaman Mataram melahirkan Mpu Warih Anom, Mpu Madrim, Mpu Tundung, Mpu Setrobanyu, hingga Mpu Brojosentiko, Mpu Brojoguno, dan Mpu Japan.

“Mereka empu empu yang luar biasa. Sayang, banyak karya mereka yang hilang karena dijual ke luar negeri,’” kata Pauzan.

Pada masa sekarang ini, menurut Pauzan, keris seharusnya tidak lagi dianggap  sebagai benda yang mistis.  Keris adalah karya seni, sehingga harus dilihat sebagai benda seni. Dengan cara pandang seperti itu, kata dia, maka akan semakin banyak kalangan muda yang  akan belajar mengenal, mencintai dan kemudian melestarikan keris sebagai warisan budaya bangsa.

“Keris itu semuanya indah. Mulai proses pembuatan, kemudian munculnya pamor, sampai akhirnya dibuatkan warangka (sarung keris) dan gagang (pegangan). Saya rela  mengajar tanpa bayaran bagi mereka yang ingin belajar membuat keris, terutama dari kalangan muda, agar keris abadi,” ujar Pauzan.

Sumber: Suara Merdeka

Categories: KISAH PARA EMPU PEMBUAT KERIS | 4 Komentar

ASMAK ISMUL ADZOM MULTIFUNGSI


artikel kiriman pembaca
pamungkasrajeh@gmail.com

Asalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Salam hormat kagem ki wong alus n sesepuh semuanya serta salam hangat buat para pembaca blok kwa tercinta ini pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi ijazah keilmuan golongan rajeh dr guru saya dr padepokan Ilmu Kasepuhan Nusantara yaitu ASR ISMUL ‘ADZOM yang ada di padepokan IKN bagi yang berminat silahkan diamalkan dengan istiqomah.

Caranya mandi taubat siapkan air aqua lbh bagus air masjid di lanjut solat sunah taubat 2 rokaat n solat sunah hajat 2 rokaat dilanjut tawasul
1. Biniyati liridho illahi ta’ala
2. Ila hadroti nabiyyil mushtofa Muhammadin SAW
3. Ila hadroti nabiyullah Khidir AS Balya Bin Malkan, Adam min Hawa AS, Idris AS,
Ibrahim AS, Daud AS, Sulaiman AS Asif Bin Barkhoya, Ilyas AS
4. Ila hadroti Syeikh Abdul Qodir Jaelani wa Syeikh Abi Hasan As Syadzily
5. Ila hadroti jami’il malaikat muqorrobin wa qorribin
6. Ila hadroti wali 9, Syeikh Syarif Hidayatullah, Syeikh Sulthon Murohidin Gusti Amat, Pangeran Cakra Buana, Syeikh Magelung Sakti, Syeikh Bujuk Tumpeng Madura, Syeikh Kholil Bangkalan, Mbah Yai Alawi Madura, Mbah Yai Ishaq Grobogan, Mbah Yai Ali Mustain Campur Darat
7. Khususon sohibul ijazah Fitri Andriadi, Jalu Pembayun Setiadisunu, wa
man ajazani ila muntaha serta semua Anggota Ilmu Kasepuhan Nusatara
8. Ila hadroti li jasadi (sebut keluarga yang masih hidup), semua murid dan tamu tamu
ku
9. Ila Arwahi muslimin wa muslimat semua keluarga, leluhur ku yang sudah
meninggal, semua leluhurnya guru-guru, murid-murid, dan tamu-tamu ku yang
sudah meninggal, dan semua leluhur yang telah babat alas desa… (Tempat saat ini
wirid)
10. Hadza / Hadzihi hadiyatuna khususon ila ruhi …..(nama sendiri)……bin/binti…(nama
ibu kandung)……
11. Assalamu’alaikum Ya Rijalul Ghoib, Assalamu’alaikum Ya Arwahu Mukhodas Ila
Jami’il Khodami Ayat Wal Mu’jizati Karomatil Ayat Wa Bi Barokati Ayat Keramat Lintang Songo (untuk memudahkan / menyebut semua amalan yang dimasukkan)
12. Ilahi anta maksudi wa ridloka madlubi 3x
Al-Fatehah……… 500x( khusus hari pertama) hari kedua seterusnya min 21x

PERMULAAN SEMUA ASMA’
(Ijazah Mbah Yai Ahmad Sholikhin)

Dibaca sebelum mengamalkan asma apapun sebanyak 3x tahan nafas,
Fungsinya untuk memperkuat semua asma yang kita amalkan khususnya yang
berkaitan dengan kejadukan

BISMILLAH HAQULLAH HAQ – HAQ – HAQ 3x  KAF HA YA’ ‘AIN
SHOD KHA MIM ‘AIN SYIN QOF ALLAHU AKBAR 3X

ASR ISMUL A’DZOM ini lafadznya:

INNA QUWWATA QUWWATUKA FAQOWWINI BI ‘IZZATIKAL A’DHOM  1000X

Setelah selesai tarik nafas panjang tahan di perut lalu di kedutkan trus di tiupkan ke air yg sudah disiapkan.

Tutup dengan solawat n hamdalah lakukan selama 3/7 hari untuk faidah multi fungsi. Mf jika ada kata2 yg salah atau khilaf bukan berarti sy berilmu tp saya hnya orang awam yg di tugasi guru saya agar berbagi amalan bagi yg berkenan mohon wejangan n masukanya akhirul kalam wabilahitaufik wal hidayah asalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

@kwa,2016

Categories: AMALAN MULTIFUNGSI | 80 Komentar

PEMBERIAN GELAR ANGKATAN 51 MASTER KWA


Assalamualaikum wrb wb.
SEBAGAI TANDA RASA PERSAUDARAAN YANG PENUH CINTA MAKA KAMPUS WONG ALUS MEMBERIKAN  GELAR  KEPADA PESERTA PROGRAM PELATIHAN MASTER KWA ANGKATAN LI / 51 YANG DISELENGGARAKAN PADA 17 SEPTEMBER 2016 BERTEMPAT DI PANTAI PRIGI TRENGGALEK JATIM DENGAN GELAR:

KI PRABU DEDI JAYANINGRAT
(LAMPUNG)

SEMOGA PELATIHAN MASTER KWA INI BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA DALAM NAUNGAN RIDHO ALLAH SWT. AMIN.

HORMAT KAMI, SALAM PASEDULURAN.

wongalus

@@@

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

KIDUNG BONANG PENOLAK BENCANA


Bagi masyarakat Jawa, Kidung tidaklah sekedar nyanyian sebagaimana makna nyanyian di era sekarang. Akan tetapi mengandung kekuatan batiniah sebagaimana mantra yang dilagukan dengan nada-nada tertentu. Kidung Bonang ini adalah karya dari salah satu Wali Songo yaitu Sunan Bonang, Guru dari Sunan Kalijaga.

Masyarakat tradisional khususnya di Nusantara menggunakan mantra untuk tujuan tertentu. Hal tersebut sebenarnya sangat efektif bagi para penggunanya, Selain merupakan salah satu sarana komunikasi dan permohonan kepada Tuhan, mantra dengan kata yang berirama memungkinkan orang semakin rileks dan masuk pada keadaan trance.

Kalimat mantra yang kaya metafora dengan gaya bahasa yang hiperbola tersebut membantu perapal melakukan visualisasi terhadap keadaan yang diinginkan dalam tujuan mantra. Kalimat mantra yang diulang-ulang menjadi Afirmasi, Pembelajaran di level unconscious dan membangun sugesti diri yang sangat kuat.

Berikut kidung berisi mantra yang bisa dinyanyikan saat malam hari dalam kondisi hening dan sakral. Isinya adalah doa-doa pemagaran agar yang berdoa mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dari penyakit, hama tanaman, teluh, tenung sihir dan bencana lainnya.

Berikut kidungnya :

 

Ana kidung kidunge Paneran

ara namun na sakit

tekane sin sabran

rupane aran aban

kapunah in rasul muji

panakit ilan

kari waluya jati.

Kapayunan in luhur haras

anirnaken paksi

kan teka min sabran

walan lelembin kurikan

tikus celen uti-uti

lolodoh walan

saken ama suminkir.

Pager wetan Jabrail nulak

sakehe inkan mandi

lelenek tutukan

rujek wewerjit minman

kapunah in puji tasbik

bruwan aiyan

pada adoh tan wani.

Pager kidul Mikail anulak

in lara saketi

senkel windu benan

memesus uban-uban

lara roga pada balik

enek apulan

in genahira lami.

Pager kulon Nijrail anulak

guna trahnana weri

teluh kunan-kunan

desti lan japa mantra

suwangi mula kabalik

marin guriyan

ira in biru tasik.

Pager lor Israpil nulak kala

in kala Kalasekti

pejuh wurun kama

lalis lan kamaman gerah

oyod minman tali rawi

ambintan kala

teluh alas suminkir.

Lelemek esor walunsunanin

naga pameluk bumi

anulak muriyan

mudidi(n) pada wenkan

apikukuh lenabu kunin

kan andudulan

bale naras tumawin.

Demikian kidung dari Sunan Bonang. Terakhir kita berpesan pada diri kita masing-masing agar bisa Menebar Keharuman Perilaku sebagaimana falsafah Keris Pudhak Sategal. Menjadikan perilaku kita terpuji dan wangi yang terus menerus tiada henti (angambar-ambar ganda arum) dari ladang yang luas. Keharuman yang menebar memberikan rasa tenang dan meningkatkan kesabaran dan keheningan dalam berfikir dan bertindak.

Keharuman memberikan rasa tenteram dan rasa menyenangkan bagi yang menciumnya. Orang hidup di dunia ini, hendaknya menebarkan aroma harum, seperti harumnya bunga pudhak. Harumnya nama baik manusia sepanjang masa dan selalu dikenang, hanya dapat diperoleh dengan perilaku nyata yang memberikan kebaikan terhadap sesama dan lingkungannya.

Menebar aroma arum harus didasari ulat manis kang mantesi, ruming wicara kang mranani, sinembuh laku utama.  Ulat manis kang mantesi, yaitu bersikap ramah dan menyenangkan hati orang lain, menanggapi seseorang dilandasi dengan kebaikan hati.  Ruming wicara kang mranani, yaitu setiap pembicaraan disampaikan dengan cara yang halus, menarik dan menentramkan hati orang lain, bukan sebaliknya justru membuat suasana menjadi gundah. Sinembuh laku utama, yaitu setiap perbuatan dilandasi dengan keikhlasan dan perilaku yang baik (laku utama). Dengan demikian, diharapkan dapat membuat orang menebarkan keharuman (kebaikan) hidupnya bagi orang lain.

@kwa,2016

Categories: KIDUNG BONANG DOA MINTA PERLINDUNGAN TUHAN YME | 11 Komentar

Selamat Hari Raya Qurban 1437 H (Idul Adha 2016)


ASSALAMUALAIKUM WR WB

Hari Raya Qurban 10 Dzulhijah 1437 H  Insya Alloh bertepatan pada tanggal 12 September 2016,

KELUARGA BESAR KWA mengucapkan selamat beribadah Qurban

Semoga Amal Ibadah kita semua mendapatkan Ridho Allah SWT. Amin YRA.

Belajar dari Ibrahim AS: rela mengorbankan anaknya,
Belajar dari Ismail AS: Ikhlas menerima kehendak Allah SWT.

“pengorbanan dan keikhlasan adalah inti hakikat dari Idul Adha”

WASSALAMUALAIKUM WR WB

Salam paseduluran

ki wongalus

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 5 Komentar

ILMU SYAH MA’RUF UNTUK MENANG PERANG DAN KEBAL SENJATA


ilustrasi peperangan bangsa melayu terhadap bangsa belanda

ilustrasi peperangan bangsa melayu terhadap bangsa belanda

Ilmu ini untuk menang dalam berperang melawan musuh. Badan kita kebal terhadap senjata apapun dan Insya Allah kita akan selamat. Ilmu ini dimiliki oleh suku-suku bangsa Melayu.

Caranya sebagai berikut:

Berdirilah di tempat yang terkena cahaya matahari langsung dan bukalah telapak tangan biar terkena cahaya matahari. Bayangkan cahaya matahari itu menjadi BOLA CAHAYA dengan besar satu kepal tangan dan mengumpul di telapak tangan.

Selanjutnya, Bacalah doa mantra berikut ini dengan TAHAN NAPAS satu kali  dan HEMBUSKAN ke dalam bola cahaya tadi:

Inilah doanya:

AUDZUBILLAHIMINASSYAITONIRROJIM

BISMILLAHI WA MUJRIHA

BISMILLAHI WAMURSAHA

BISMILLAHI WAMURSALIN

BERKAT AKU MEMAKAI ILMU SYAH MA’RUF

BERKAT DOA LA ILAHA ILALLAH

BERKAT MUHAMMADAR ROSULULLOH

Selanjutnya  pukul dada sambil membayangkan bola cahaya di telapak tangan kita masuk ke tubuh.

Maka tubuh kita akan terlindungi sangat kuat oleh cahaya doa yang tidak bisa ditembus oleh apapun senjata.

Selanjutnya napas normal kembali dan silahkan maju dalam peperangan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua dari bahaya bala bencana yang datang kepada kita. Salam paseduluran.

@Kwa,2016

Categories: ILMU SYAH MA’RUF UNTUK MENANG PERANG DAN KEBAL SENJATA | 34 Komentar

ILMU MAHABBAH


by Kyai Tunggul Manik

Bismilah. Malam yg mulia ini sy ijasahkan ilmu mahabbah kpd sedulur yg berkenan memilikinya.

WAATHUF QULUUBAL AALAMINA BIASRIHIM ALAYYA AALBISNII QOBUULAN BISALMAHAT 60 X selama 7 malam.

Setelah mengamalkan 7 hari maka anda sdh punya ilmu ini. Utk matek ajian ilmu, baca doa tahan napas dan sampai dikalimat AALAMINA maka bayangkan target ikut kemauan anda.

Baca cukup 1 x saja

Insya alloh target manut dan mengikuti kemauan dan cinta anda. Dia akan terpelet dengan ilmu anda.

Ijasahan selesai.

@kwa,2016

Categories: ILMU MAHABBAH | 98 Komentar