REPORTASE PERJALANAN KE KERATON KASEPUHAN CIREBON


Berbahagia rasanya bisa masuk ke Museum Pusaka di Keraton Kasepuhan Cirebon. Kesempatan langka itu terjadi beberapa hari yang lalu…

20161014_215839Diantar oleh seorang sahabat karib yang juga sesepuh KWA, mbah Jatiraga dan Seorang Sentono Dalem “Kang Sis” yang juga merupakan sesepuh Laskar Macam Ali, kami masuk ke Keraton Kasepuhan Cirebon malam hari. Kami melihat-lihat koleksi-koleksi pusaka kerajaan Cirebon yang dikeramatkan.

Memasuki Keraton Kasepuhan ini, kita melewati tembok berbata ekspose berwarna cokelat, di mana arsitekturnya bernuansa bangunan Bali. Padahal, diketahui, keraton ini ditempati oleh kerajaan Islam yang dipimpin Sunan Gunung Jati.

Arsitektur keraton dibangun dari masa peralihan dua zaman berbeda. Keraton Kasepuhan ini dibangun saat masa kejayaan Hindu ke masuknya Islam, makanya bangunan di sini mirip di Bali.

Kemudian, selama langkah berjalan, kita akan memasuki gerbang utama, di dalamnya terdapat bangunan pusat keraton yang difungsikan pada saat itu sebagai Kesultanan Cirebon. Keraton Kasepuhan ini yang sudah dijadikan museum sejarah, cukup menyuguhkan secara lengkap alat-alat, benda pusaka, kendaraan, hingga lukisan yang dikoleksi oleh Kesultanan Cirebon.

20161014_204149Seperti, kereta barong yang disimpan dalam ruangan. Kereta kencana ini sering digunakan oleh Kesultanan Cirebon saat merayakan tahun baru Islam yang jatuh pada 1 Muharam atau dikenal dengan 1 syuro. Di kanan kirinya kereta terdapat pusaka-pusaka kerajaan.

Menilik ke lebih ke dalam menyusuri lorong, terdapat sebuah lukisan Prabu Siliwangi yang diyakini hasil karya Sunan Gunung Jati. Lukisan ini dibuat setelah beliau bermimpi dengan Prabu Siliwangi yang kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah kanvas.

20161014_203829Di lukisan itu terasa aroma mistis yang kuat. Lukisan ini dapat dilihat secara tiga dimensi. Pengunjung hanya melihat dari mata sang tokoh tersebut hingga ke kaki. Maka, setelah itu pengunjung akan melihat obyek lukisan itu membalas pandangan Anda, meski dilihat dari sudut samping kiri maupun samping kanan.

Hal itu bisa terjadi, karena diyakini lukisan ini mengandung muatan mistis, dan bahkan konon menurut pemandu  ada pengunjung yang kesurupan akibat melihat lukisan tersebut dengan pikiran kosong. Selanjutnya bagian dalam keraton ini juga terdapat bangunan utama yang berwarna putih. Di dalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur, dan singgasana raja.

Pernah hilang dicuri 

20161014_204217Konon, beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2011, pusaka-pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon pernah hilang dicuri yaitu jenis keris, pusaka cangak dan tombak. Namun polisi berhasil meringkus pencurinya dan pusaka-pusaka tersebut berhasil dikembalikan lagi ke pihak Keraton.

Setelah puas, saya diantar masuk untuk mandi di Sumur Kejayaan yang letaknya di belakang Museum di dalam tembok keraton. Setelah mandi, saya diajak oleh Ki Jatiraga untuk maladihening sesaat di tempat petilasan Pangeran Cakrabuana dan Petilasan Sunan Gunung Jati.

Saat maladihening, Ki Jatiraga sempat mendapatkan ijazah goib berupa doa Asmak pendek yang diinformasikan kepada saya secara berbisik.

Alhamdulillah….

Prosesi ritual mandi selesai dan kami melanjutkan berjalan menyusuri lorong-lorong Keraton.

20161014_203703Menurut Kang Sis, tiap keraton di Indonesia memiliki nilai adat yang kaya, tidak terkecuali Keraton Kasepuhan di Cirebon. Setiap Maulid Nabi, pihak keraton merayakannya dengan memandikan benda pusaka.

Selain keris maupun kereta, pusaka Kasepuhan Cirebon adalah sebuah piring dengan kaligrafi Arab yang dikeluarkan pada saat upacara Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Benda pusaka Keraton Kasepuhan yang dikeluarkan pada upacara Panjang Jimat adalah piring bertuliskan kaligrafi Arab yang dalam sejarahnya dibawa langsung oleh Sunan Gunung Jati dari Makkah.

20161014_203650Menurut Kang Sis, Upacara Panjang Jimat dilakukan setahun sekali pada Maulud Nabi untuk memaknai kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menjalankan tradisi yang dianut oleh Sunan Gunung Jati, sejumlah persembahan secara simbolik disiapkan untuk mewakili hari kelahiran Nabi.

pusaka-cirebonPanjang itu adalah piring peninggalan Sunan Gunung Jati, sedangkan jimat itu adalah nasinya atau lauk di atas piring. Ibaratnya manusia makan perlu piring sama nasinya.

Dalam ajaran Islam sendiri, panjang juga diibaratkan terus menerus tanpa henti, sedangkan jimat merupakan bahasa Jawa dari ‘satu yang dipelihara.’ Artinya pun merujuk pada dua kalimat syahadat yang menjadi pegangan utama umat Muslim.

Piring atau jimat Keraton Kasepuhan sudah dikeluarkan dan dibersihkan seminggu sebelum puncak perayaan Maulud Nabi. Setelah dibersihkan, piring akan ditaruh di keranda khusus yang disebut meron dan dondang.

Pada malam Upacara Panjang Jimat, ritual diadakan di Bangsal Prabayaksa dan disaksikan sendiri oleh Sultan PRA Arief Natadiningrat. Upacara dimulai dengan pembukaan, kemunculan pimpinan barisan Abdul Mutholib, perangkat upacara, hingga arak-arakan oleh Abdi Dalem dengan obor menuju ke Langgar Agung.

Total bagian upacara terdiri atas sembilan kelompok. Adapun tiap kelompok tersebut memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sesampainya di Langgar Agung, sejumlah persembahan beserta piring pusaka dikeluarkan. Jamaah Masjid Agung Sang Cipta Rasa kemudian membacakan Kitab Barzanji sampai tengah malam. Usai doa, persembahan akan dibagikan ke para Abdi Dalem, diselesaikan dengan arak-arakan kembali ke Bangsal Prabayaksa.

20161014_203433tiang-sokoguruBegitulah, kami akhirnya harus mengakhiri perjalanan di Keraton Kasepuhan dengan sholat di Masjid yang wingit dan sinengker: Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Dan, Cirebon menyisakan kenangan yang tak kan terlupakan ….. terima kasih Ki  Jatiraga  dan Kang Sis!

@KWA, 2016

 

Categories: REPORTASE PERJALANAN KE KERATON KASEPUHAN CIREBON | 12 Komentar

Navigasi pos

12 thoughts on “REPORTASE PERJALANAN KE KERATON KASEPUHAN CIREBON

  1. fulloh

    asallamuallaikum…salam rahayu kwa…itu yg ijazah ke ki jatiraga boleh di share ke umum…mohon maap kalau kurang berkenan

  2. Murid Apai

    Tembok merah dari bata disekeliling keraton dan masjid cipta rasa dikenal dengan nama Kuto Qosod, dan diantara bata bata merah itu terdapat piandel berupa bata merah dengan logo Hewan sebagai tanda baktinya bangsa Alus terhadap keraton kesepuhan Cirebon…TOP

  3. Cirebon memang mempesona

  4. Murid Apai

    ….kalau sudah tiba waktunya peninggalan yg lain dicirebon akan muncul dengan sendirinya… Salam Paseduluran

  5. Murid Ki Bengawan Candhu

    Begitulah takdir yang berlaku di nusantara. Nenek moyang kita dengan sengaja menutupi peninggalan2 dengan ilmu halimunan dan mensettingnya utk muncul lagi kelak buat anak cucu.

  6. urang lemur

    sampurasun, salamualaikum. kalo berkenan, mohon kiranya ki jati raga mengijazahkan asmak yang diterima saat maladihening! saya tunggu, he

  7. untuk bersaudara 6281253086489

    Asalamualaikum
    apa kabar semua semoga kita selalu di beri kekuatan untuk beramal sholeh
    ki wong Alus semoga sehat selalu
    ki bolehkah saya minta di beri wejangan pengetahuannya tentang Al quraan istambul
    hati dan pikiranku selalu memikirkanya
    setelah Aku bermimpi di beri Al quraan istambul

  8. abah ompong

    untuk sesepuh yang ada di KWA sebelumnya saya terimakasih……terutama kiwongalus dan jatiraga…
    alhamdulilah saya sedikit dikitnya sudah mengenal ilmu ghoib….maupun karuhun saya……..oh….yah bah saya keturunan cerebon…..yang terdampar di bogor………
    untuk mbah jatiraga boleh gak saya minta nomer telp…..suatu saat saya mau kecerebon soalnya. udah ada perintah……..penting bah…….mau curhat soaalnya bah……

  9. ngiring berkahe mawon injih…..salam salim guru wa/jtr….walau hanya sesaat tapi itu adalah hakekat dan lebur dalam makrifat….

  10. tak bernama

    Mbah bib wong alus
    Di share dong “ilmu laduni” bela diri TNI yg bisa bikin kaku

  11. Alkhamdulilah walau sesaat bisa bermuwajhah dengan ki wongalus …terimakasih share ilmu nabi danielnya ki…dan mhon maaf tidak bisa mengantar ke keraton kasepuhan karna suatu hal…..

  12. Salam seduluran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: