SYEKH JANGKUNG YANG PENUH KAROMAH: Catatan perjalanan KWA ke Makamnya di Pati Jawa Tengah


Istimewanya perjalanan ‘spiritual’ kali ini adalah mengunjungi makam seorang wali sakti mandraguna yang menjadi ikon/penanda kekuatan lelaku para ahli tirakat, wirid dan dzikir. Dialah makam Syekh Jangkung (Saridin) di Pati Jawa Tengah. Syekh Jangkung dikenal sebagai murid para wali: Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kalijaga (Syekh Malaya) — Syekh Jangkung memanggil gurunya ini dengan sebutan “guru sejati” 

img-20161126-wa0019

img-20161126-wa0022-1Karomah Syekh Jangkung bernama asli Saridin ini melegenda hingga saat ini. Terungkaplah apa rahasia dibalik sosok sederhana yang sejak kecil dikenal wali ‘njadab’ ini dalam ajaran Syekh Jangkung yang ditulis Syekh Jangkung yaitu “Suluk Saridin”.

Suluk ini adalah bukti bahwa Syekh Jangkung adalah sosok penyebar Agama Islam di wilayah Grobogan (masa hidup Syekh Jangkung muda dan wilayan Pati (ketika dewasa) dan sekitarnya. Ajaran-ajaran Islam yang diajarkan para gurunya diteladani dan disebarkan di desa-desa dari mulut ke mulut. Tuah karomah sejarah hidupnya menjadi daya tarik bagi orang-orang Jawa. Mereka yang awalnya beragama Budha, Hindu dan animisme berdatangan ke Syekh Jangkung untuk belajar agama Islam.

Namun Syekh Jangkung adalah sosok guru yang sederhana. Selama hidupnya dia memilih untuk menjadi seorang petani lugu yang tinggal di Desa Landoh, Pati hingga akhir hayatnya. Masa kecil, dia dipanggil Saridin alias Raden Syarifudin putra dari Raden Singa Parna (Syeh Syafi’i) bersama ibu Robi’ah Attaji (Sekar Tanjung). Makam beliau berada di Ds. Landoh kec. Kayen Kab. Pati. Disekitar makam tersebut juga terdapat beberapa makam: Makam istri-istri beliau RA. Retno Jinoli dan RA. Pandan Arum dan Makam bakul legen, Prayoguna dan Bakirah.

KWA mendapatkan kehormatan memakai blangkon asli yang pernah dipakai selama hidupnya oleh Syekh Jangkung dan duduk di tempat duduk beliau

KWA mendapatkan kehormatan memakai blangkon asli yang pernah dipakai selama hidupnya oleh Syekh Jangkung

LUGU DAN SEDERHANA Dikisahkan dalam  Babad Tanah Jawa dan kesaksian dari mulut ke mulut di masyarakat, semasa kanak-kanak Saridin adalah seseorang yang lugu dan karena keluguannya itu pula dia sering ditipu dan dimanfaatkan oleh orang lain.

Syahdan pada suatu hari, dia dan saudara iparnya yang bernama Branjung, diberi oleh orang tuanya warisan satu pohon durian yang banyak buahnya. Kesepakatan terjadi, Saridin memperoleh jatah duren yang jatuh pada saat malam hari, dan Branjung mendapat jatah duren yang jatuh siang hari. Tapi sesungguhnya itu kesepakatan itu hanya akal-akalan Branjung.  Saat malam tiba, Branjung menyamar sebagai harimau dengan tujuan menakut-nakuti Saridin mendekati pohon duren yang saat itu ditunggu Saridin.  Alih-alih berlari, Saridin  yang saat itu membawa batang pohon tebu memukul  sampai mati harimau yang datang padanya –padahal, Harimau itu tidak lain Branjung.

Berita kematian Branjung  dengan cepat menyebar ke seantero Pati. Saridin lah yang membunuh Branjung. Saridin pun diadili dan dihukum setimpal oleh pengadilan di Pati yaitu  penjara. Sadirin menjalani masa hukuman tersebut dengan sabar.

Keluar dari penjara setelah menjalani hukuman, Saridin mulai mencari ilmu dengan nyantri di pondok di Kudus yang saat itu diasuh oleh Sunan Kudus.

Himg-20161126-wa0016ubungan santri – kyai antara Saridin dan Sunan Kudus menghasilkan hubungan yang unik. Sunan Kudus mengakui bahwa Saridin adalah santri yang penuh karomah karena memiliki ilmu Kun Fayakun, ilmu Sabdo Dadi, apa yang diucapkan langsung terkabul.

Dikisahkan percakapan yang melegenda antara keduanya.

Sunan Kudus: “Apakah setiap air  harrus ada ikannya, Din?”

Saridin: “Ada, guru “

Mendengar jawaban dari Saridin, Sunan Kudus terheran-heran dan mengutus santri lain untuk mengambil pohon kelapa untuk membuktikan jawaban Saridin.

Begitu kelapa dipecah terjadilah keajaiban: di dalam batok kelapa itu  ada ikannya sungguhan.

Sunan Kudus diam-diam kagum dengan karomah Sarridin. Namun, dibalik kekagumannya itu, Sunan Kudus iri karena khawatir nantinya akan kalah popular dari Saridin. Namun rasa gengsi sang kyai tidak mungkin mengutarakan isi hatinya yang kagum.

Kejadian lain terkait karomah Saridin pada suatu ketika, di pondok Sunan Kudus ada kerja bakti mengisi bak mandi.  Para santri bahu membahu mengisinya dengan ember. Saridin yang berniat membantu harus kecewa karena ember sudah habis dipakai santri lain. Para Santri mengolok-olok Saridin agar membantu mengisi bak mandi namun menggunakan keranjang dari bambu yang jelas tidak mungkin bisa dipakai untuk menampung air.

Saridin yang lugu pun mengambil keranjang dan secepat kilat digunakannya keranjang itu untuk mengisi bak mandi. Sekali keranjang bambu dimasukkan air sumur dan diguyurkan ke bak mandi tiba-tiba bak mandi langsung terisi penuh. Semua santri terheran-heran, takjub dengan kejadian diluar akal ini.

Banyak karomah dari  Saridin membuat Sunan Kudus memutuskan untuk mengusir santri ini dari pondoknya. “Saridin orang yang suka pamer, di pondok ini untuk belajar agama Islam, bukan untuk pamer kesaktian” kata Sunan Kudus kepada  santri –santrinya.

Gundah gulana dalam pengusirannya, Saridin memutuskan untuk belajar langsung ke Syekh Malaya alias Sunan Kalijaga yang saat itu terkenal sebagai wali yang penuh karomah dan bijaksana. Dalam waktu singkat Saridin lulus dari belajar agama. Saridin memutuskan pulang ke desa asalnya dan mendirikan pondok  bersama anaknya.

Sebelum pulang, Saridin diberi nasehat dan wejangan kepada Saridin agar pandai-pandai menyimpan karomahnya. “Ngger anakku Saridin, kamu saya berikan gelar Syekh Jangkung yang artinya doa agar kamu bisa njangkung lan njampangi kaum disekitar tempat tinggalmu kelak. Semua karomahmu terjadi atas ijin Allah SWT dan simpanlah baik-baik karomahmu untuk berdakwah. Jangan pernah sombong dan mempertunjukkan karomahmu bila tidak perlu,” kata Sunan Kalijaga.

“Baik Bopo Guru Sejatiku,” kata Saridin.

Singkat cerita,  Saridin pulang ke kampung halamannya di Pati melintasi hutan roban yang saat itu sangat ditakuti karena kerajaan siluman. Banyak korban dari masyarakat yang hilang di hutan karena menjadi makanan siluman-siluman di hutan besar yang angker ini. Dalam waktu singkat Saridin berhasil mengalahkan raja siluman dan membuat masyarakat di sekitar hutan aman bisa membangun rumah-rumah di sana. Atas jasanya ini, raja Mataram saat itu menghadiahi Saridin dengan menikahi Retno Jinoli, kakak dari Sultan Agung.

Pasangan Saridin-Retno Jinoli ini akhirnya memiliki keturunan, sang anak yang dinamakan: Momok. Sedangkan Retno Jinoli dipanggil dengan panggilan kesayangan Mbokne Momok.

Dikisahkan, Saridin dan sang anak lelakinya, Momok membangun pondok pesantren di Desa Landoh –ini desa terakhir sampai Saridin wafat. Untuk menghidupi pondok, mereka babat alas dan membuat sawah serta menjadi petani. Untuk memudahkan pekerjaan, Saridin memiliki kerbau untuk membajak sawah.

Suatu hari, karena kelelahan dipakai untuk membajak sawah maka kerbau ini mati. Saridin pun datang dan meniup kepala kerbau. Ajaib, kerbau itu bangun dan hidup kembali. Kerbau itu disebut kerbau landoh –karena berasal dari kerbau Desa Landoh.  Kerbau yang didoakan saridin agar hidup kembali ini memang istimewa karena setelah kerbau ini benar-benar mati karena usia tua, bila seseorang memiliki jimat berupa sisa kulit dan tulang belulangnya maka seseorang itu bisa kebal terhadap semua jenis senjata.  Hingga saat ini, sisa bangkai kerbau landoh itu masih disimpan di museum sederhana di area makam Syekh Jangkung/ Saridin.

Di akhir hayatnya, Syekh Jangkung/Saridin  berpesan agar kelak kalau dirinya wafat maka kerbau landoh itu juga harus disembelih. Para santri dan keluarganya benar-benar melaksanakan pesan ini ketika Syekh Jangkung wafat. Daging kerbau landoh dibagi-bagikan ke warga sekitar pondok dan hingga saat ini kebiasaan membagi-bagikan daging kerbau itu masih dilestarikan masyarakat Pati bagian selatan khusunya desa Kayen, Sukolilo, Gabus, dan Winong.

Demikian sedikit riwayat hidup Syekh Jangkung dan akhirnya akan kita coba mengungkapkan inti dari pelajaran yang disampaikan beliau yang terangkum dalam Suluk Saridin/Syekh Jangkung berikut ini:

SULUK SARIDIN (SYEKH JANGKUNG) — –sebagaimana yang telah ditulis ulang oleh sahabat Mas Kumitir dalam blognya alangalangkumitir. —

Bismillah, wengi iki ingsung madep, ngawiti murih pakerti, pakertining budi kang fitri, sujud ingsun, ing ngarsané Dzat Kang Maha Suci. — Bismillah,malam ini hamba menghadap, mengawali meraih hikmah/ hikmah budi yang suci, hamba bersujud, di hadapan Keagungan Yang Mahasuci.

Bismillah ar-rahman ar-rahim, rabu mbengi, malam kamis, tanggal lima las, wulan poso, posoning ati ngilangi fitnah, posoning rogo ngeker tingkah. — Bismillâh ar-Rahmân ar-Rahîm, Rabu malam Kamis, tanggal 15 bulan Ramadhan, puasa hati menghilangkan fitnah, puasa raga mencegah tingkah buruk.

Bismillah, dhuh Pangeran Kang Maha Suci, niat ingsun ndalu niki, kawula kang ngawiti, nulis serat kang ingsun arani, serat Hidayat Bahrul Qalbi, anggayuh Sangkan Paraning Dumadi. — Bismillâh, wahai Tuhan Yang Mahasuci, niat hamba malam ini, hamba yang mengawali, menulis surat yang dinamai, surat Hidayat Bahrul Qalbi, untuk memahami asal tujuan hidup ini.

Bismillah, dhuh Pangeran mugi hanebihna, saking nafsu ingsun iki, kang nistha sipatipun, tansah ngajak ing laku drengki, ngedohi perkawis kang wigati. —- Bismillâh, wahai Tuhan semoga Engkau menjauhkan, dari nafsu hamba ini, yang buruk sifatnya, senantiasa mengajak berlaku dengki, menjauhi perkara yang baik.

Bismillah, kanthi nyebut asmaning Allah, Dzat ingkang Maha Welas, Dzat ingkang Maha Asih, kawula nyenyuwun, kanthi tawasul marang Gusti Rasul, Rasul kang aran Nur Muhammad, mugiya kerso paring sapangat, kanthi pambuka ummul kitab. — Bismillâh, dengan menyebut nama Allah, Dzat Yang Maha Pengasih, Dzat Yang Maha Penyayang, hamba memohon, melalui perantara Rasul, Rasul yang bernama Nur Muhammad, semoga berkenan memberi syafaat, dengan pembukaan membaca ummul kitab.

Sun tulis kersaneng rasa, rasaning wong tanah Jawa, sun tulis kersaneng ati, atining jiwa kang Jawi, ati kang suci, tanda urip kang sejati, sun tulis kersaning agami, ageming diri ingkang suci. — Hamba tulis karena rasa, perasaan orang tanah Jawa, hamba tulis karena hati, hati dari jiwa yang keluar, hati yang suci, tanda hidup yang sejati, hamba tulis karena agama, pegangan diri yang suci.

Kang tinulis dudu ajaran, kang tinulis dudu tuntunan, iki serat sakdermo mahami, opo kang tinebut ing Kitab Suci, iki serat amung mangerteni, tindak lampahé Kanjeng Nabi. —  Yang tertulis bukan ajaran,yang tertulis bukan tuntunan,surat ini sekadar memahami,apa yang tersebut dalam Kitab Suci,surat ini sekadar mengetahui,perilaku hidup Kanjeng Nabi.

Apa kang ana ing serat iki, mong rasa sedehing ati, ati kang tanpa doyo, mirsani tindak lampahing konco, ingkang tebih saking budi, budining rasa kamanungsan, sirna ilang apa kang dadi tuntunan.— Apa yang ada di surat ini,hanya rasa kesedihan hati,hati yang tiada berdaya,melihat sikap perilaku saudara,yang jauh dari budi,budi rasa kemanusiaan,hilang sudah apa yang menjadi tuntunan.

Mugi-mugi dadiho pitutur, marang awak déwé ingsun, syukur nyumrambahi para sadulur, nyoto iku dadi sesuwun, ing ngarsane Dzat Kang Luhur. — Semoga menjadi petunjuk,terhadap diri hamba sendiri,syukur bisa berguna untuk sesama, itulah yang menjadi permohonan,di hadapan Dzat Yang Mahaagung.

SYARIAT

Mangertiyo sira kabéh, narimoho kanthi saréh, opo kang dadi toto lan aturan, opo kang dadi pinesténan, anggoning ngabdi marang Pangeran — Mengertilah kalian semua,terimalah dengan segala kerendahan jiwa,terimalah dengan tulus dan rela,apa yang menjadi ketetapan dan aturan,apa yang telah digariskan,untuk mengabdi pada Keagungan Tuhan.

Basa sarak istilah ‘Arbi, tedah isarat urip niki, mulo kénging nampik milih, pundhi ingkang dipun lampahi, anggoning ngabdi marang Ilahi. — Istilah syarak adalah bahasa Arab,yang berarti petunjuk atau pedoman untuk menjalani kehidupan ‘agama’,untuk itulah diperbolehkan memilih,mana yang akan dijalani sesuai dengan kemampuan diri,guna mengabdi pada Keagungan Ilahi.

Saréngat iku tan ora keno, tininggal selagi kuwoso, ageming diri kang wigati, cecekelan maring kitab suci, amrih murih rahmating Gusti. — Apa yang telah di-syari‘at-kan hendaknya jangan kita tinggal,selama diri ini mampu untuk menjalankan,aturan yang menjadi pegangan hidup kita,aturan yang sudah dijelaskan dalam kitab suci al-Qur’an,Itu semua, tidak lain hanya usaha kita untuk mendapat rahmat, dan pengampunan dari Yang Maha Kuasa.

Saréngat iku keno dén aran, patemoné badan lawan lésan, ono maneh kang pepiling, sareh anggoné kidmat, nyembah ngabdi marang Dzat. –— Syariat juga diartikan, sebuah pertemuan antara badan dengan lisan,bertemunya raga dengan apa yang dikata,ada juga yang memberi pengertian,bahwa syariat adalah pasrah dalam berkhidmat,menyembah dan mengabdi pada Keagungan Yang Mahasuci.

Saréngat utawi sembah raga iku, pakartining wong amagang laku, sesucine asarana saking warih, kang wus lumrah limang wektu, wantu wataking wawaton. — Syari`at atau Sembah Raga itu,merupakan tahap persiapan, di mana seseorang harus melewati proses pembersihan diri,dengan cara mengikuti peraturan-peraturan yang ada,dan yang sudah ditentukan—rukun Islam.

Mulo iling-ilingo kang tinebut iki, sadat, sholat kanthi kidmat, zakat bondo lawan badan, poso sak jroning wulan ramadhan, tinemu haji pinongko mampu, ngudi luhuring budi kang estu. — Maka ingat-ingatlah apa yang tersebut di bawah ini, syahadat dengan penuh keihklasan, shalat dengan khusuk dan penuh ketakdhiman, mengeluarkan zakat harta dan badan untuk sesame, puasa pada bulan ramadhan atas nama pengabdian pada Tuhan, menunaikan ibadah haji untuk meraih kehalusan budi pekerti.

Limo cukup tan kurang, dadi rukune agami Islam, wajib kagem ingkang baligh, ngaqil, eling tur kinarasan, menawi lali ugi nyauri. — Lima sudah tersebut tidak kurang, menjadi ketetapan sebagai rukun Islam, wajib dilakukan bagi orang ‘Islam’ yang sudah baligh, berakal, tidak gila dan sehat, adapun, jika lupa menjalankan hendaknya diganti pada waktu yang lain.

Syaringat ugi kawastanan, laku sembah mawi badan, sembah suci maring Hyang, Hyang ingkang nyipto alam, sembahyang tinemu pungkasan. — Syariat juga dinamakan, melakukan penyembahan dengan menggunakan anggota badan, menyembah pada Keagungan Tuhan, Tuhan yang menciptakan alam, Sembah Hyang, begitu kiranya nama yang diberikan.

SYAHADAT

Sampun dados pengawitan, tiyang ingkang mlebet Islam, anyekseni wujuding Pangeran, mahos sadat kanthi temenan, madep-manteb ananing iman. —- Sudah menjadi pembukaan, bagi orang yang ingin masuk Islam, bersaksi akan wujudnya Tuhan, bersungguh-sungguh membaca syahadat, disertai ketetapan hati untuk beriman.

Asyhadu an-lâ ilâha illâ Allâh wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Tinucapo mawi lisan, Sareh legowo tanpa pameksan, Mlebet wonten njroning ati, Dadiho pusoko anggoning ngabdi. — Asyhadu an-lâ ilâha illâ Allâh wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah, ucapkanlah dengan lisan, penuh kesadaran tanpa paksaan, masukkan maknanya ke dalam hati, semoga menjadi pusaka untuk terus mengabdi.

Tan ana Pangeran, kang wajib dén sembah, kejawi amung Gusti Allah, semanten ugi Rasul Muhammad, kang dadi lantaran pitulungé umat. — Hamba bersaksi bahwa tak ada tuhan, yang wajib disembah, kecuali Allah swt, begitu pula dengan Nabi Agung Muhammad saw, yang menjadi perantara pertolongan umat.

SHALAT

Syarat limo ajo lali, kadas najis, badan kedah suci, nutup aurat kanti kiat, jumeneng panggonan mboten mlarat, ngerti wektu madep kiblat, sampurno ingkang dipun serat. — Lima syarat jangan lupa, badan harus suci dari hadats dan najis, menutup aurat jika tidak kesulitan, dilaksanakan di tempat yang suci, mengerti waktu untuk melakukan shalat, lalu menghadap kiblat, sempurna sudah yang ditulis.

Wolu las kang dadi mufakat, rukun sahe nglakoni shalat, niat nejo, ngadek ingkang kiat, takbir banjur mahos surat, al-fatihah ampun ngantos lepat. — Delapan belas yang menjadi mufakat, rukun sahnya menjalankan shalat, niat melakukan shalat, berdiri bagi kita yang mampu, mengucapkan takbiratul ikhram membaca surat, al-Fatichah jangan sampai keliru.

Rukuk, tumakninah banjur ngadek, aran iktidal kanti jejek, tumakninah semanten ugi, banjur sujud tumurun ing bumi, sareng tumakninah ingkang mesti, kinaranan ing tumakninah, meneng sedelok sak wuse obah. — Rukuk dengan tenang lalu berdiri, disebut i’tidal dengan tegap, hendaknya juga tenang seperti rukuk, lalu sujud turun ke bumi, bersama thumakninah yang benar, dinamakan thumakninah, diam sebentar setelah bergerak.

Sewelas iku lungguh, antarane rong sujudan, tumuli tumakninah, kaping telulas lungguh akhir, banjur maos pamuji dikir. — Sebelas itu duduk, di antara dua sujud, disertai thumakninah, tiga belas duduk akhir, lalu membaca pujian dzikir.

Limolas iku moco sholawat, kagem Gusti Rosul Muhammad, tumuli salam kang kawitan, sertane niat rampungan, tertib sempurna dadi pungkasan. —- Lima belas membaca shalawat, kepada Rasul Muhammad, kemudian salam yang pertama, bersama niat keluar shalat, tertib menjadi kesempurnaan.

ZAKAT

Zakat iku wus dadi prentah, den lampahi setahun pindah, tumprap wong kang rijkine torah, supados bersih awak lan bondo, ojo pisan-pisan awak déwé leno. —- Zakat sudah menjadi perintah, dilakukan setahun sekali, bagi orang yang hartanya berlimpah, supa bersih raga dan harta, jangan sekali-kali kita lupa.

Umume wong dho ngenthoni, malem bodho idul fitri, zakat firah den arani, bersihaké badan lawan ati, zakat maal ugo mengkono, nanging kaprahing dho orak lélo. — Umumnya orang mengeluarkan, malam Hari Raya Idul Fitri, zakat fitrah dinamai, membersihkan raga dan hati, zakat harta juga begitu, namun umumnya pada tidak rela.

Ampun supé niating ati, nglakoni rukun pardune agami, lillahi ta`ala iku krentekno, amrih murih ridaning Gusti, supados dadi abdi kang mulyo. — Jangan lupa niat di hati, menjalankan rukun fradhunya agama, karena Allah tanamkanlah, untuk mendapat keridhaan-Nya, supaya menjadi hamba yang mulia.

PUASA

Islam, balék, kiat, ngakal, papat sampun kinebatan, wonten maleh ingkang lintu, Islam, balék lawan ngakal, dados sarat nglampahi siam. — Islam, baligh, kuat, berakal, empat sudah disebutkan, ada juga yang mengatakan, Islam, baligh, dan berakal, menjadi syarat menjalankan puasa.

Kados sarat rukun ugi sami, kedah dilampai kanthi wigati, niat ikhlas jroning ati, cegah dahar lawan ngombé, nejo jimak kaping teluné, mutah-mutah kang digawé. —- Seperti syarat, rukun juga sama, harus dijalanlan dengan hati-hati, niat ikhlas di dalam hati, mencegah makan dan minum, jangan bersetubuh nomor tiga, jangan memuntahkan sesuatu karena sengaja.

Papat jangkep sampun cekap, dadus sarat rukuné pasa, ngatos-ngatos ampun léna, mugiyo hasil ingkang dipun seja, tentreming ati urip kang mulya. — Empat genap sudah cukup, menjadi syarat rukunnya puasa, hati-hati jangan terlena, semoga berhasil apa yang diinginkan, tentramnya hati hidup dengan mulia.

HAJI

Limo akhir dadi kasampurnan, ngelampahi rukun parduné Islam, bidal zaroh ing tanah mekah, menawi kiat bandane torah, lego manah tinggal pitnah kamanungsan. —  Lima terakhir menjadi kesempurnaan, menjalankan rukun fardhunya Islam, pergi ziarah ke tanah Makah, jika kuat dan hartanya berlimpah, hati rela menjauhi fitnah kemanusiaan.

Pitu dadi sepakatan, sarat kaji kang temenan, Islam, balik, ngakal, merdeka, ananing banda lawan sarana, aman dalan sertané panggonan. — Tujuh jadi kesepakatan, syarat haji yang betulan, Islam, baligh, berakal, merdeka, adanya harta dan sarana, aman jalan beserta tempat.

Ikram sertané niat, dadi rukun kang kawitan, wukuf anteng ing ngaropah, towaf mlaku ngubengi kakbah, limo sangi ojo lali, sopa marwah pitu bola-bali. — Ikhram beserta niat, menjadi rukun yang pertama, thawaf berjalan mengelilingi ka‘bah, lima sa’i jangan lupa, safa-marwah tujuh kali.

THARIQAT

Muji sukur Dzat Kang Rahman, tarékat iku sak dermo dalan, panemoné lisan ing pikiran, nimbang nanting lawan heneng, bener luputé sira kanthi héling. — Puji syukur Dzat Yang Penyayang,tarekat hanyalah sekadar jalan,bertemunya ucapan dalam pikiran,menimbang memilih dengan tenang,benar tidaknya engkau dengan penuh kesadaran.

Tarékat ugi kawastanan, sembah cipto kang temenan, nyegah nafsu kang ngambra-ambra, ngedohi sipat durangkara, srah lampah ing Bathara. — Tarekat juga dinamakan, sembah cipta yang sebenarnya, mencegah nafsu yang merajalela, menjauhi sifat keburukan, berserah di hadapan Tuhan.

Semanten ugi aweh pitutur, makna tarékat ingkang luhur, den serupaaken kados segoro, minongko saréngat dadus perahu, kang tinemu mawi ngélmu. — Kiranya juga memberi penuturan,makna tarekat yang luhur,diibaratkan laksana samudera,dengan syariat sebagai perahunya,yang ditemukan dengan ilmu.

Mila ampun ngantos luput, dingin nglampahi saréngat, tumuli tarékat menawi kiat, namung kaprahé piyambak niki, supe anggenipun ngawiti. — Maka jangan sampai keliru, mendahulukan menjalani syariat, kemudian tarekat jika mampu, namun umumnya kita ini, lupa saat memulai.

Mila saksampunipun, dalem sawek sesuwunan, mugiya tansah pinaringan, jembaring dalan kanugrahan, rahmat welas asihing Pangeran. — Maka setelahnya, hamba senantiasa memohon, semoga terus mendapat, lapangnya jalan anugerah, cinta dan kasih sayang Tuhan.

SYAHADAT

Lamuno sampun kinucapan, rong sadat kanthi iman, kaleh puniko dereng nyekapi, kangge ngudari budi pekerti, basuh resék sucining ati. —- Jika sudah diucapkan, dua syahadat dengan iman, dua ini belumlah cukup, untuk mengurai budi pekerti, membasuh bersih sucinya hati.

Prayuginipun ugi mangertosi, sifat Agungé Hyang Widhi, kaleh doso gampil dipun éngeti, wujud, kidam lawan baqa, mukalapah lil kawadisi. — Seyogyanya juga mengerti, sifat Keagungan Tuhan, dua puluh mudah dimengerti, wujud, qidam, dan baqa, mukhalafah lil hawâdis.

Limo qiyam binafsihi, wahdaniyat, kodrat, irodat, songo ilmu doso hayat, samak basar lawan kalam, pat belas iku aran kadiran — Lima qiyâmuhu bi nanafsihi, wahdaniyat, qodrat, iradat, sembilan ilmu, sepuluh hayat, sama&lsquo, bashar, kalam, empat belas qadiran.

Muridan kaping limolas, aliman, hayan pitulasé, lawan samian ampun supé, banjur basiron madep manteb, mutakalliman ingkang tetep. — Muridan nomor lima belas, aliman, hayan nomor tujuh belas, kemudian samian jangan lupa, terus bashiran dengan mantab, mutakalliman yang tetap.

Nuli papat kinanggitan, dadi sifat mulyané utusan, sidik, tablik ora mungkur, patonah sabar kanthi srah, anteng-meneng teteping amanah. — Kemudian empat disebutkan, menjadi sifat kemuliaan utusan, sidiq, tabligh tidak mundur, fathanah sabar dengan berserah, diam tenang bersama amanah.

Kaleh doso sampun kasebat, mugiyo angsal nikmating rahmat, tambah sekawan tansah ingeti, dadiho dalan sucining ati, ngertosi sir Hyang Widhi. —- Dua puluh sudah disebut, semoga mendapat nikmatnya rahmat, ditambah empat teruslah ingat, jadilah jalan mensucikan hati, mengetahui rahasia Yang Mahasuci.

SHALAT

Limang waktu dipun pesti, nyekel ngegem sucining agami, agami budi kang nami Islam, rasul Muhammad dadi lantaran, tumurune sapangat, rahmat lan salam. — Lima waktu sudah pasti, memegang kesucian agama,agama budi yang bernama Islam,rasul Muhammad yang menjadi perantara,turunnya pertolongan, rahmat, dan keselamatan.

Rino wengi ojo nganti lali, menawi kiat anggoné nglampahi, kronten salat dadi tondo, tulus iklasing manah kito, nyepeng agami tanpo pamekso. — Siang malam jangan lupa, jika kuat dalam menjalani, karena shalat menjadi tanda, tulus ikhlasnya hati kita, mengikuti agama tanpa dipaksa.

Ngisak, subuh kanthi tuwuh, tumuli luhur lawan asar, dumugi maghrib ampun kesasar, lumampahano srah lan sabar, jangkep gangsal unénan Islam.— Isyak, Shubuh dengan penuh, kemudian Luhur dan Ashar,sampai Maghrib jangan kesasar, jalanilah dengan pasrah dan sabar, genap lima disebut Islam.

Kanthi nyebut asmané Allah, Sak niki kita badé milai, ngudari makna ingkang wigati, makna saéstu limang wektu, pramila ingsun sesuwunan, tambahing dungo panjengan. — Dengan menyebut nama Allah, sekarang kita akan mulai, mengurai makna yang tersembunyi,makna sesungguhnya lima waktu,karenanya hamba memohon,tambahnya doa Anda sekalian.

ISYAK

Sun kawiti lawan ngisak, wektu peteng jroning awak, mengi kinancan cahya wulan, sartané lintang tambah padang, madangi petengé dalan. — Hamba mulai dengan isyak,waktu gelap dalam jiwa,malam bersama cahaya bulan,bersanding bintang bertambah terang,menerangi gelapnya jalan.

Semono ugi awak nira, wonten jroning rahim ibu, dewekan tanpa konco, amung cahyo welasing Gusti, ingkang tansah angrencangi. — Seperti itu jasad kamu,di dalam rahim seorang ibu,sendirian tanpa teman, hanya cahaya kasih Tuhan, yang senantiasa menemani.

SHUBUH

Tumuli subuh sak wusé fajar, banjur serngéngé metu mak byar, padang jinglang sedanten kahanan, sami guyu awak kinarasan, lumampah ngudi panguripan. — Kemudian shubuh setelah fajar,lalu matahari keluar bersinar,terang benderang semua keadaan,bersama tertawa badan sehat,berjalan mencari kehidupan.

Duh sedulur mangertiya, iku dadi tanda lahiring sira, lahir saking jroning batin, batin ingkang luhur, batin ingkang agung. —  Wahai saudara mengertilah, itu menjadi tanda kelahiranmu, lahir dari dalam batin, batin yang luhur, batin yang agung.

ZHUHUR

Luhur teranging awan, tumancep duwuring bun-bunan, panas siro ngraosaké, tibaning cahyo serngéngé, lérén sedélok gonmu agawé. — Zhuhur terangnya siang,menancap di atas ubun-ubun, panas kiranya kau rasakan, jatuhnya cahaya matahari, berhenti sebentar dalam bekerja.

Semono ugo podho gatékno, lumampahing umur siro, awet cilik tumeko gedé, tibaning akal biso mbedakké, becik lan olo kelakuné. —  Seperti itu juga pahamilah, perjalanan hidup kamu,dari kecil hingga dewasa,saat akal bisa membedakan, baik dan buruk perbuatanmu.

ASHAR

Ngasar sak durungé surup, ati-ati noto ing ati, cawésno opo kang dadi kekarep, ojo kesusu ngonmu lumaku, sakdermo buru howo nepsu. — Ashar sebelum terbenam, hati-hatilah menata hati, persiapkan apa yang menjadi keinginan, jangan tergesa-gesa kamu berjalan,hanya sekadar menuruti hawa nafsu.

Mulo podho waspadaha, dho dijogo agemaning jiwa, yo ngéné iki kang aran urip, cilik, gedé tumeko tuwo, bisoho siro ngrumangsani, ojo siro ngrumongso biso. — Maka waspadalah, jagalah selalu pegangan jiwa,ya seperti ini yang namanya hidup, kecil, besar, sampai tua,bisalah engkau merasa,janganlah engkau merasa bisa.

MAGHRIB

Maghrib kalampah wengi, serngéngé surup ing arah kéblat, purna oléhé madangi jagad, mego kuning banjur jedul, tondo rino sampun kliwat. —  Maghrib mendekati malam,matahari terbenam di arah kiblat, selesai sudah menerangi dunia, mega kuning kemudian keluar, tanda siang sudah terlewat.

Duh sedérék mugiyo melok, bilih urip mung sedélok, cilik, gedé tumeko tuwa, banjur pejah sak nalika, wangsul ngersané Dzat Kang Kuwasa. — Wahai saudara saksikanlah, bahwa hidup hanya sebentar, kecil, besar, sampai tua, kemudian mati seketika, kembali ke hadapan Yang Kuasa.

ZAKAT

Lamuno siro kanugrahan, pikantuk rijki ora kurang, gunakno kanthi wicaksono, ampun supé menawi tirah, ngedalaken zakat pitrah. — Jika engkau diberi anugerah, mendapat rezeki tidak kurang, gunakanlah dengan bijaksana, jangan lupa jika tersisa, mengeluarkan zakat fitrah.

Zakat lumantar ngresiki awak, lahir batin boten risak, menawi bondo tasih luwih, tumancepno roso asih, zakat mal kanthi pekulih. — Zakat untuk membersihkan diri, lahir batin tidak rusak, jika harta masih berlimpah, tanamkanlah rasa belas kasih, zakat kekayaan tanpa pamrih.

Pakir, miskin, tiyang jroning paran, ibnu sabil kawastanan, lumampah ngamil, tiyang katah utang, rikab, tiyang ingkang berjuang, muallap nembé mlebu Islam. — Fakir, miskin, orang berpergian,ibn sabil dinamakan,kemudian amil, orang yang banyak hutang, budak, tiyang ingkang berjuang,muallaf yang baru masuk Islam.

Zakat nglatih jiwo lan rogo, tumindak becik kanthi lélo, ngraosaken sarané liyan, ngudari sifat kamanungsan, supados angsal teteping iman. — Zakat melatih jiwa dan raga,menjalankan kebajikan dengan rela,merasakan penderitaan sesame,mengurai sifat kemanusiaan, supaya mendapat tetapnya iman.

PUASA

Posoning rogo énténg dilakoni, cegah dahar lan ngombé jroning ari, ananging pasaning jiwa, iku kang kudhu dén reksa, tumindak asih sepining cela.— Puasa badan mudah dilakukan,mencegah makam dan minum sepanjang hari,namun puasa jiwa,itu yang seharusnya dijaga,menebar kasih sayang menjauhi pencelaan.

Semanten ugi pasaning ati, tumindak alus sarengé budi, supados ngunduh wohing pakerti, pilu mahasing sepi, mayu hayuning bumi. — Demikian pula puasa hati, sikap lemah lembut sebagai cermin kehalusan budi, supaya mendapat kebaikan sesuai dengan apa yang dingini, tiada harapan yang diinginkan, kecuali hanya ketentraman dan keselamatan dalam kehidupan.

HAJI

Kaji dadi kasampurnan, rukun lima kinebatan, mungguhing danten tiyang Islam, zarohi tanah ingkang mulyo, menawi tirah anané bondo. — Haji menjadi kesempurnaan,rukum lima yang disebutkan, untuk semua orang Islam, mengunjungi tanah yang mulia, jika ada kelebihan harta.

Nanging ojo siro kliru, mahami opo kang dén tuju, amergo kaji sakdermo dalan, dudu tujuan luhuring badan, pak kaji dadi tembungan. — Tapi janganlah engkau keliru,memahami apa yang dituju,karena haji hanya sekadar jalan,bukan tujuan kemuliaan badan, jika pulang dipanggil Pak Haji.

Kaji ugi dadi latihan, pisahing siro ninggal kadonyan, bojo, anak lan keluarga, krabat karéb, sederek sedaya, kanca, musuh dho lélakna. — Haji juga untuk latihan, perpisahanmu meninggalkan keduniaan, istri, anak, dan keluarga,karib kerabat, semua saudara, teman dan musuh relakanlah.

@kwa,2016

Categories: REPORTASE PERJALANAN KWA KE MAKAM SYEKH JANGKUNG DI PATI JAWA TENGAH | 24 Komentar

Navigasi pos

24 thoughts on “SYEKH JANGKUNG YANG PENUH KAROMAH: Catatan perjalanan KWA ke Makamnya di Pati Jawa Tengah

  1. Reblogged this on Abi Kusuma.

  2. Artikel yang sangat bermanfaat. terima kasih ki

  3. Raden mayasadana

    bagus untuk referensi pengetaHUAN SEJARAH DAN SPIRITUAL..HATRUNUHUN HABIB

  4. randy dirgantara

    Alhamdulillah….saya kenal syekh jangkung…dia punya tongkat kan…kalau duduk suka menempelkan kedua tangannya diatas pegangan tongkatnya dan menempelkan dagunya di atas tongkat itu…usia sdah tua…dan memakai blankon….

  5. Assalamualaikum wr wb

    Maaf untuk intropeksi saja, sunan kuddus bernama asli Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan Dikenal juga karena Anggota Walisongo yang paling alim sehingga diberi gelar Waliyyul Ilmi
    Cerita dari sejarah nya asli tidak ditambah dan tidak dikurangi sebagai mana salah satu sejarah yaitu disaat beliau pergi ke tanah suci mekkah, cuma beliau yang dapat mampu mengobati penduduk mekkah dari wabah pada saat itu, padahal kita tahu bahwa diarab itu ialah sumber ulama juga sumber ilmu,
    Walaupun di kucil kan penguasa kerajaan islam dimekah, namun beliau mempunyai hati yng putih bersih
    Berikut cuplikan sejarah beliau ketika dimekkah :

    Penguasa/ amir : Dengan apa tuan akan melenyapkan wabah penyakit itu? Tanya sang Amir.

    Dengan doa jawab Ja’far Sodiq singkat.

    Kalau hanya doa kami sudah puluhan kali melakukannya, di tanah arab ini banyak ulama dan syekh-syekh ternama. Tapi mereka tak pernah berhasil mengusir wabah penyakit ini.

    Saya mengerti memang tanah arab ini gudangnya para ulama. Tapi jangan lupa ada saja kekurangannya sehingga doa mereka tidak terkabulkan, kata Ja’far Sodiq.

    Hem, sungguh berani tuan mengatakan demikian, kata amir itu dengan nada berang. Apa kekurangan mereka?

    Anda sendiri yang menyebabkannya, kata Ja’far Sodiq dengan tenangnya. Anda telah menjanjikan hadiah yang menggelapkan mata hati mereka sehingga doa mereka tidak ikhlas. Mereka berdoa hanya karena mengharapkan hadiah.

    Sang Amir pun terbungkam seribu bahasa atas jawaban itu.

    Ja’far Sodiq lalu dipersilahkan melaksanakan niatnya. Kesempatan itu tak disia-siakan. Secara khusus Ja’far Sodiq berdoa dan membaca beberapa amalan. Dalam tempo singkat wabah penyakit mengganas dinegeri arab telah menyingkir. Bahkan beberapa orang yang menderita sakit keras secara mendadak langsung sembuh.

    Nah itu hanya sepotong kisah sunan didalam sejarah nya. Belum lagi yang lain.
    Pertanyaan saya nih ??

    1. Pantaskah kita sandingkan bahwa sunan merasa iri dengan secuil karomah yg dimiliki orang lain yang dibilang ilmu sabdo dadi ??

    2. Pantaskah kita cap kan bahwa waliyullah yg digelar waliyul ilmi ( anggota walisongo yg paling alim ), kita bilang kepada khalayak ramai bahwa beliau Sunan Kudus iri karena khawatir nantinya akan kalah popular dari Saridin ???

    3. Pantaskah kita bilang Bahwa sunan memiliki rasa gengsi sehingga sang kyai tidak mungkin mengutarakan isi hatinya yang kagum kepada hamba Allah lain nya yg dititipkan karomah ???

    4. Sampai dimana emang nya tingkat drajat manusia saat ini, sehingga mampu mengatakan hal yang tidak diketahui, namun bagaikan sudah paling mengetahui ???

    Mari kita renung kembali, jangan sampai ada kesalahpahaman, sang wali Allah yang dibawa2, malu kita nanti dihadapan Allah SWT

    Tambahan nih :
    2 tahun silam ada orang tua, yang mengaku punya ilmi sabdo dadi, orang tua tersebut berbicara, ketika meniatkan kompor meledup sedetik itu juga kompor meledak, ketika meniatkan orang itu mati sedetik itu juga orang tersebut mati ditempat, ketika meniatkan ada ular dibawah sajadah, seketika itu juga ada anak ular dibawah sajdah ketika sajadah itu digulung,, tapi ketika saya menjawab dihadapan orang tua tersebut saya katakan ” kek ilmu yang kakek miliki ini bukan ilmu putih ”
    Lalu kakek itu tercengang sambil diam sebentar dan seperti orang melamun
    Tiba2 kakek itu melihat saya dan berkata pantasan, kakek ga tau siapa yg datang, namun jika ilmu itu datang masuk nya dari ubun2, kepala kakek bunyi nya gelutuk2, terus kakek ga sadar beberapa saat.. Namun kakek merasakan apa yg kakek niati pasti sedetik itu juga langsung jadi..
    Lalu saya potong omongan kakek tersebut,
    Kek.. Kakek ini sholat Jum’at dimana??
    Kakek menjawab, saya sholat jum’at dirumah sendirian..
    Saya bilang lagi, kek.. Menurut ajaran rasulillah sallalahualahiwassalam, sah nya sholat jum’at itu berjamaah minimal 40 orang..
    Kakek tersebut langsung diam sambil merebahkan punggung nya di dinding kursi.
    Alhamdulillah sedikit demi sedikit kakek itu sholat jum’at dimesjid sampai sekarang

    Nasehat : pegang kuat2 alqur’an dan hadizt, biar kita umat islam tidak mudah tergelincir pengaruh syaitan yang bersemayam didalam hati masing2
    Beramal jangan hanya untuk keinginan duniawi ( karomah ), sebab itu pintu yg paling mudah disusupi syaitan, ikhlas lah dalam beramal sebab hanya ikhlas satu2 nya pintu hati yang tidak bisa dilalui syaitan yg terkutuk..
    Bismillahirrohmanirrohim
    Al Quran 7:176
    ——————
    وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

    Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

    Tafsiran kaji :

    Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, ( beramal dengan membaca ayat-ayat Alqur’an untuk maksud tertentu/ nafsu )

    tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, ( amalan ayat-ayat yang dibaca/ diamalkan untuk tujuan keinginan duniawi seperti ingin sakti, punya karomah, kuat dll )

    maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).
    ( hewan anjing itu jika diusir pasti menjulurkan lidah nya, jika dibiarkan juga menjulurkan lidah nya, perumpamaan ini bagaikan orang yang membaca ayat-ayat Alqur’an untuk tujuan nafsu dunia maka diri nya buta, mana yang dari Allah SWT diambil mana yang dari syaitan juga diambil karena tidak ketahuan nya ( dibutakan nafsu )

    Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.
    ( ayat-ayat yang dibaca seharus nya diresapi dan dipahami makna nya serta di budi pekertikan didalam kehidupan sehari2, bukan dibaca berulang2 itu untuk tujuan tertentu / nasfu dunia, sehingga dalam secara gak langsung telah jadi mendustakan ayat dari makna sebenarnya ayat yg dibaca )

    Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
    ( menceritakan hal yang sebenar nya atau menasehati sesama umat muslimin diwajib kan Allah SWT setiap hamba yang beriman kepada Nya, agar kita berfikir dan hanya berfikir ( mengkaji ) lah petunjuk itu dapat dicerna

    Akhirul kalam, barokallah semoga secuil nasehat ini bermanfaat dan dijauhi dari kesalahpahaman.. Dengan tujuan saling silih asah asih dan asuh tanpa mencemoohkan siapa pun.. Kalau ada tulisan jelek saya yang salah, kalau ada yang benar, kebenaran itu pasti hanya datang dari Allah SWT

    Laailahaillahul ‘aliymul qorim
    Subhanallahi robbul ‘arsyil ‘adzhim
    Walhamdulillahirobbil ‘alamin
    Wassalamualaikum waromatullahi wabarokatuh…

  6. Nadai

    QUWWATA QUWWATUKA LAA ILAHA ILALLOH MUHAMMAD RASUL ALLAH, SUBHANALLAHI ROBBUL’ARSYIL ‘ADZHIIM,INDHAHU ARSYIL MAJIID (bayangkanlah arsyi allah dan bawa/letakkan di tubuh badan anda lalu bacalah ayat nya sambil mengurut badan yang sakit apa saja,bahkan gigi yang hampir tanggalpun bisa tegak,tegap semula) simpanlah untuk menghadapi akhir zaman yang bakal tiba,mujarabnya ayat di atas hanya untuk orang yang ibadahnya kuat,rajin berdoa kepada allah mendoakan kebaikan untuk orang lain,bersedokah,tidak mempunyai sifat iri-hati,

  7. Nadai

    Terima kasih Ki Wong Alus dan terima kasih Ustadz Faisal Al Fikri .

  8. Nadai

    Ki Wong Alus dan Ustadz Faisal mohon di babarkan sebanyak-banyaknya ilmu leluhur dan doa-doanya yang putih/bukan hitam,akhir zaman nanti ilmu dan doa orang dulu-duluanlah yang akan kita gunakan untuk mengobat penyakit,sebab pada masa itu yang moderen-moderen semua tidak bisa di pakai lagi,beperang pun sudah seperti zaman Rasulullah. Maafkan saya yang bodoh lagi hina ini Ki dan Ustadz.

  9. BATARA KARANG

    ga masuk akal seorang sunan kudus yg sholeh ada rasa takut tersaingi oleh saridin muridnya sendiri, kisah ngaco.

  10. OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWO

    Ustad Fikri dan Batara Karang: tolong BELAJAR tentang Sejarah!!!!. Betapa Anda berdua sangat picik karena belum belajar sudah menuduh tulisan diatas dengan menyebut GAK MASUK AKAL. Belajarlah sejarah Jawa agar Anda berdua tidak NGACO dalam memberikan pendapat. Jangan belajar sejarah wali dari buku-buku Arab, belajarlah tentang babad tanah Jawa secara mendalam dari sumber-sumber yang ditulis oleh orang Jawa. Saya mengikuti analisa pakar sejarah UGM tentang perilaku poLitik ketika para wali (penyebar agama Islam di Jawa) yang erat kaitannya dengan daerah-daerah di Karesidenan Pati dengan daerah-daerah lain di penjuru Jawa bahkan Indonesia. Ujungnya, betapa sangat berpengaruhnya wilayah Karesidenan Pati kala itu dalam percaturan poLitik bangsa ini. Monggo disimak ulasan lengkap beliau.

    “Walisongo atau wali sembilan adalah sebutan untuk sebuah majelis yang terdiri dari sembilan orang (ada yang mengatakan lebih dari itu) yang mempunyai fungsi utama sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa. Dalam mengembangkan agama Islam di Jawa

    Dan dalam penyebaran agama ini tidak jarang antara pembesar-pembesar agama ini memiliki perbedaan dalam cara penyebaran dan perbedaan itu terlihat saat menyentuh bidang politik. Menengok konflik Masa Lalu Biasanya, konflik yang terjadi di kalangan ulama -terutama ulama jaman dahulu, lebih banyak diakibatkan karena persoalan (rebutan pengaruh) politik. Tidak hanya terjadi pada era kiai-ulama masa kini, tapi sejak jaman Wali Songo-pun, konflik seperti itu pernah terjadi. Bahkan, sejarah Islam telah mencatat bahwa jenazah Muhammad Rasulullah SAW baru dimakamkan tiga hari setelah wafatnya, dikarenakan para sahabat justru sibuk rebutan soal posisi khalifah pengganti Nabi (Tarikh Ibnu Ishak, ta’liq Muhammad Hamidi).

    Yang pernah tercatat dan teranalisis dalam tinta sejarah mengenai permainan Politik para Wali ini adalah :

    1. Tatanan Negara Islam di Demak Bintoro
    Dalam Kesultanan Demak Bintara Konstitusi itu adalah kitab Salokantara dan Jugul Mudayang yang disusun oleh Sayid Ja’far Shadiq atau Sunan Kudus yang dibantu oleh Sunan Ampel dan Sunan Giri yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits. Kitab hukum tersebut meliputi perkara perdata, mu’amalah, jinayat, siyasah, imamah, qisash, ta’zir, jihad. Hudud, perburuhan, perbudakan, makanan, bid’ah dll yang meliputi seluruh aspek kehidupan yang menjadi system baru di Jawa dimana tidak pernah ada di Kerajaan manapun sebelum masuknya Islam di Nusantara yang didirikan berdasarkan konstitusi.[1]

    Pola hubungan pusat daerah ini juga diakui oleh Snouck Hourgroundje yang mengatakan bahwa rakyat kebanyakan pada umumnya di Nusantara melihat Stambol (Istanbul), kedudukan Khilafah Utsmaniyah masih sebagaimana kedudukan Raja semua orang Muslim dan tetap dipandang sebagai Raja dan segala Raja di dunia. Mereka (rakyat) juga beranggapan “Sultan2 yang belum beragama” mesti tunduk dan memberikan penghormatan kepada Khalifah. Dan didalam birokrasi di Demak sendiri, jabatan tertinggi dipegang oleh Sultan, tetapi segala keputusan Sultan sendiri haruslah mendapt restu dari Giri Kedaton yang dipimpin oleh Sunan Giri dan diketahui oleh Wali songo.selain itu beberapa wWali juga mengambil peranan penting dalam struktur Pemerintahan di kerajaan Demak,seperti SUnan Bonang yang pernah menjadi pemimpin tamtama yang kemudia menjadi penasehat Sultan Demak, Sunan Kudus dan Sunan Giri yang tata pemerintahan dan ketatanegaraan, serta Sunan Kudus sendiri kemudian menjadi senopati dan Tukang algojo dikerajaan Demak. SUnan Kalijaga juga berperan menjadi penasehat.

    2. Perebutan hegemoni antara Pendukung Walisongo dan Syekh Siti Jenar
    Dari buku serat Dharmogandhultertulis:
    Pada waktu Siti Jenar dihukum mati darahnya berwarna putih dan berbau harum. terdengar musik dari angkasa .. namun atas kelicikan walisongo, mayat Siti Jenar diganti dengan mayat anjing kemudian dipertontonkan di depan umum…………….Aliran Siti Jenar inilah yang kemudian berkembang menjadi aliran kejawen di Jawa.

    Di era Wali Songo -kelompok ulama yang “diklaim” oleh NU sebagai nenek-moyangnya dalam perihal berdakwah dan ajarannya, sejarah telah mencatat pula terjadinya konflik yang “fenomenal” antara Wali Songo (yang mementingkan syari’at) dengan kelompok Syekh Siti Jenar (yang mengutamakan hakekat). Konflik itu berakhir dengan fatwa hukuman mati bagi Syekh Siti Jenar dan pengikutnya.

    3. Polaritas Politik dan Pengaruh didalam tubuh Wali Songo
    Sejarah juga mencatat bahwa dalam persoalan politik, Wali Songo yang oleh masyarakat dikenal sebagai kelompok ulama penyebar agama Islam di Nusantara yang cukup solid dalam berdakwah itu, Ternyata juga bisa terpolarisasi ke dalam tiga kutub politik; Giri Kedaton (Sunan Giri, di Gresik), Sunan Kalijaga (Adilangu, Demak) dan Sunan Kudus (Kudus).
    Lagi-lagi, konflik itu diakibatkan karena persoalan politik. Perseteruan yang terjadi antara para wali itu bisa terjadi, bermula setelah Sultan Trenggono (raja ke-2 Demak) wafat. Giri Kedaton yang beraliran “Islam mutihan” (lebih mengutamakan tauhid) mendukung Sunan Prawata dengan pertimbangan ke-’alimannya. Sementara Sunan Kudus mendukung Aryo Penangsang karena dia merupakan pewaris sah (putra tertua) dari Pangeran Sekar Seda Lepen (kakak Trenggono) yang telah dibunuh oleh Prawata (anak Trenggono). Sedangkan Sunan Kalijaga (aliran tasawuf, abangan) mendukung Joko Tingkir (Hadiwijaya), dengan pertimbangan ia akan mampu memunculkan sebuah kerajaan kebangsaan

    Sejarah juga mencatat, konflik para wali itu “lebih seru” bila dibandingkan dengan konflik ulama sekarang, karena pertikaian mereka sangat syarat dengan intrik politik yang kotor, seperti menjurus pada pembunuhan terhadap lawan politik. Penyebabnya tidak semata karena persoalan politik saja, tapi di sana juga ada hal-hal lain seperti: pergesekan pengaruh ideologi, hegemoni aliran oleh para wali, pengkhianatan murid terhadap guru, dendam guru terhadap murid, dan sebagainya.

    Begitupun ketika pusat pemerintahan pindah dari Pajang ke Mataram. Sunan Kudus “berbelok arah” mendukung kubu Demak (Aria Pangiri, putra Sunan Prawata [kubu yang sebelumnya dilenyapkan Arya Penangsang, jagoan Sunan Kudus]) untuk menguasai Pajang, mengusir Pangeran Benawa (putra Sultan Hadiwijaya). Sementara Sunan Kalijaga mendukung keturunan Pamanahan (Ki Gede Mataram) untuk mendirikan kerajaan baru yang bernama Mataram.
    Tidak hanya berhenti di situ. Konflik politik para wali itu terus berlanjut hingga akhir hayat mereka. Hingga anak cucu generasi mereka selanjutnya. Dan lebih memprihatinkan lagi, ketika Sunan Amangkurat I (Raja Mataram ke-5, putra Sultan Agung Hanyokrokusumo) membantai secara keji 6000 ulama ahlussunnah wal jama’ah di alun-alun Mataram, dengan alasan “mengganggu keamanan negara”. Ini adalah sebagai bukti adanya imbas yang berkepanjangan dari perseteruan ideologi para wali di era sebelumnya -di samping juga karena faktor politik yang lain. Dan, gesekan-gesekan aliran keagamaan (ideologi) seperti itu, di kemudian hari terus berlanjut, seolah-olah telah menjadi sebuah “warisan” masa kini.

    Daftar Pustaka
    Graaf, H.J.de. (1985). Awal Kebangkitan Mataram. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
    Olthof. (2008).Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi
    Feby Nurhayati. (2007). Walisongo, Profil dan Warisannya. Yogyakarta: Pustaka Timur

  11. OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWO

    Maka saya menyarankan kepada ustad fikri maupun Batoro Karang: jangan mengkultuskan siapapun. Termasuk wali. Mereka adalah manusia biasa yang bisa juga di”kalah”kan karomahnya dari murid2nya. Bisa jadi murid itu karormahnya melebihi gurunya. Kenapa tidak? Guru kan tidak selamanya lebih pandai dari muridnya? Bahkan banyak murid yang akhirnya unggul dibanding gurunya toh? Guru itu hanya tahu lebih dulu dari muridnya. Di blog ini kita belajar bersama agar menjadi semakin cerdas. Kritik dan masukan boleh saja disampaikan dengan bahasa yang ilmiah. KWA sudah menyampaikan dengan bahasa yang berimbang dan disampaikan berdasarkan atas sumber yaitu babad tanah jawa. Tolong dihormati, jangan asal tuduh dong.. itu pendapat ngaco namanya.

  12. OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWO

    1. Pantaskah kita sandingkan bahwa sunan merasa iri dengan secuil karomah yg dimiliki orang lain yang dibilang ilmu sabdo dadi ??

    —-USTAD FIKRI (ini ustad pengakuan anda sendiri lo ya) ANDA TELAH MELAKUKAN PENGHINAAN dengan bahasa anda itu berarti MENGATAKAN BAHWA SYEKH JANGKUNG MEMILIKI SECUIL KAROMAH.

    2. Pantaskah kita cap kan bahwa waliyullah yg digelar waliyul ilmi ( anggota walisongo yg paling alim ), kita bilang kepada khalayak ramai bahwa beliau Sunan Kudus iri karena khawatir nantinya akan kalah popular dari Saridin ???

    —APA DASAR ANDA MENGATAKAN SUNAN KUDUS ADALAH ANGGOTA WALISONGO PALING ALIM? ini berarti anda telah mengadakan perbandingan antara ilmu yang dimiliki sunan kudus dengan sunan kalijaga, sunan bonang, sunan ampel, sunan giri dll?????? Saran saya jangan asal memberikan pendapat bila tidak memahami sejarah. Walisongo/walisangha itu sidang para wali yang ada generasi pertama, walisongo generasi kedua, walisongo generasi ketiga dan seterusnya.

    3. Pantaskah kita bilang Bahwa sunan memiliki rasa gengsi sehingga sang kyai tidak mungkin mengutarakan isi hatinya yang kagum kepada hamba Allah lain nya yg dititipkan karomah ???

    —kalo saya balik bahasa anda berarti sama dengan mengatakan SEANDAINYA ANDA PUNYA SANTRI ATAU MURID MAKA ANDA INI TIDAK MENGAKUI KELEBIHAN MURID ANDA. ANDA LAH YANG PALING PINTER DIBANDING MURID ANDA DAN BEGITU SETERUSNYA. Sikap seperti ini bukan sikap seorang USTAD yang harusnya rendah hati!!!!

    4. Sampai dimana emang nya tingkat drajat manusia saat ini, sehingga mampu mengatakan hal yang tidak diketahui, namun bagaikan sudah paling mengetahui ???

    — Tingkat derajat manusia hanya Allah SWT yang mengetahuinya. pertanyaan yang anda ajukan tersebut berarti anda tidak percaya dengan ilmu-NYA Allah SWT bisa diberikan kepada siapa saja. Termasuk ilmu anda sendiri, anda tidak dan belum percaya. Kalau anda sendiri tidak percaya dengan diri sendiri, mana bisa anda menyuruh orang lain mempercayai Anda?

  13. OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWO

    Tulisan Ustad Fikri: Cerita dari sejarah nya asli tidak ditambah dan tidak dikurangi sebagai mana salah satu sejarah yaitu disaat beliau pergi ke tanah suci mekkah, cuma beliau yang dapat mampu mengobati penduduk mekkah dari wabah pada saat itu, padahal kita tahu bahwa diarab itu ialah sumber ulama juga sumber ilmu.

    —-APA ADA TULISAN SEJARAH YANG OBYEKTIF? SEJARAH SELALU DIKUASAI OLEH PENGUASA YANG BERKEPENTINGAN.
    —-Anda Fikri mengatakan dan menulis cuma beliau (Sunan Kudus) yang dapat mampu mengobati penduduk mekah. Apakah ini bukan KEPERCAYAAN YANG TAKHAYUL????? sebab yang bisa menyembuhkan penyakit Hanyalah ALLAH SWT??????
    ___Anda mengatakan bahwa di arab itu sumber ulama dan ilmu. Di Nusantara juga sumber ulama dan ilmu, lho. Jangan salah anggap. Syekh Jangkung/Saridin juga sumber ilmu hikmah yang sampai sekarang Anda yang anda sebut sendiri sebagai ustad kok belum mampu untuk menghargai dan menghormatinya karena minimnya pengetahuan saudara tentang babad tanah jawa!

  14. randy dirgantara

    maaf ikut berkomentar….memang sunan kudus kagum dengan karomah yg dimiliki syekh jangkung…tapi bukan itu yg membuat kanjeng sunan menyuruhnya pergi…kanjeng sunan takut kalau santri santrinya yg lain yg menjadi iri dan kemudian berguru padanya hanya untuk mencapai karomah…seperti yg dimiliki syekh jangkung….

  15. Assalamualaikum wr wb mas nadai
    Jangan lah merendah diri kepada orang lain merendah diri lah kepada Allah SWT, untuk orang lain cukup merendah hati saja, agar kita tidak termasuk orang2 yang munafik ( penjilat )
    Pernah kan kita melihat murid sujud mencium kaki guru nya, lalu sang guru dengan cekatan merangkul sang murid naik berdiri setara dengan sang guru.. Itu arti nya cukup hanya kepada Allah SWT manusia itu berendah diri,, karena Dia Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu

    Ada pun ilmu hitam dan putih ialah yang membedakan hanya pada syriat nya atau tata cara, jika lah ilmu putih itu mengikuti tata cara para ulama yang bersanad dan bermustad sampai kerasulillah salallahualaihiwassalam, begitu juga sebalik nya yg dinamakan ilmu hitam, yaitu suatu tata cara yang tidak bersanad serta mengambil apa saja mana yang baik dan mana yang buruk ( pada akhir nya ilmu ini di akhiri dengan berteman kepada syiatan )

    Ada pun perbedaan antara mengamali suatu ayat itu baik sekali, akan tetapi berusaha lah untuk mengamali nya dengan keikhlasan hanya semata untuk mendekatkan diri dan hati kepada Allah SWT, jangan lah kita mengamalkan nya hanya keinginan nafsu dunia belaka,, ada pun ayat yg diamalkan boleh diniatkan untuk kebaikan kehidupan kita maupun orang lain, sebab Allah SWT sudah menerangkan minta lah kepada Nya maka akan Ku beri, akan tetapi selingilah dengan istiqomah mengharap redho Allah SWT dari amalan itu agar menjadi do’a yang diijabah Allah SWT, bukan menjadi kan diri kita merasakan mampu segala nya karena telah beramal,,, dan jadikan lah amalan tadi untuk kebaikan diri sendiri maupun orang lain, sebab amalan dari ayat pun jika tidak diiringi dengan yang telah disyariat kan Allah SWT, maka dapat membuatkan kita mudah terpeleset kedalam jurang kemudhorotan.. Disini lah maka keluar ayat muhkamaat dan mutasyaabihaat

    Barokallah

  16. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:
    “ salah satu dari Lima hal yang wajib bagi seorang Muslim atas saudaranya (Muslim lainnya) ialah : MENJAWAB SALAM

    Assalamualaikum mas babad tanah jawa

    Tenangkan diri dan hati mas, mari kita bicarakan dengan pikiran dingin, apa yang salah dengan arab mas?? Sedangkan arab masuk ke tanah jawa barulah muncul ulama ( masuk ilmu Allah )

    Perebutan kekuasaan antara sesama anggota walisongo awas jadi fitnah mas, sumber dimana mas dapat UGM Universitas Gajah Mada ??

    Saya ga berani menilik bahwa terjadi perebutan kekuasaan jaman sahabat rasulillah, ada pun wafat nya rasul sudah 3 hari dikala itu agama islam sudah menyebar keseperempat dunia, bukan seperti tanah jawa, aceh, melayu dan suku2 yang lain, kalau dibandingkan hanya satu gram dunia bukan seperti seperempat dunia yang begitu luas, jadi wajar mas rasul wafat sudah 3 hari dan para sahabat bermusahabah kekalifahan..
    Demi Allah mas, jangan berani menilik bahwa 4 sahabat berebut kekalifahan,, malu nanti dihadapan Allah SWT

    Mas berkata Yang pernah tercatat dan teranalisis dalam tinta sejarah mengenai permainan Politik para Wali ini adalah :
    1.
    Kesultanan demak, saya jawab ya mas,

    sebelum menilik atau meneliti kesultanan ini. Silahkan mas pelajari terlebih dahulu berdiri nya kesultanan demak bagaimana, jadi ga main fitnah bahwa walisongo berpolitik iri dengki seperti yg mas maksud
    2. Syekh siti jenar,
    Jangan dilihat satu buku mas, saya melihat disembilan buku kalau mau menilik suatu sejarah kebenaran nya
    Dan diangkasa sana ga ada musik mas yang ada tasbih, tenangkan hati dan batin mas jangan mudah katakan orang apa lagi bertaraf alim ulama ( walisongo ) ialah seorang licik. Syariat untuk jangan menyentuh anjing ada pada islam mas, hanya fitnah yang menyatakan walisongo merubah tubuh seseorang atau mengganti dengan seekor anjing ( fitnah besar )

    3. Walisongo memiliki sistem islami yang dibawa bangsa arab bahwa sesuatu itu diambil berdasarkan bermusyawarah kalau bahasa sekarang voting mas, sebagaimana kebijaksanaan masing2 para wali ( jadi tidak ada unsur politik meraup keuntungan apa pun

    4. Tiada catatan sejarah yang menyatakan bahwa para wali main bunuh atau melakukan pembunuhan mas, terkecuali untuk menegak kan agama islam, dan tiada catatan sejarah yang menuliskan bahwa ada murid wali yang memberontak, semua tunduk kepada syariat islam, semua umat masing2 menyadari bahwa aturan ketatanegaraan semua berasal dari sumber Alqur’an bukan kerajaan ( contoh pembagian dzakat dll )

    Mas baca buku yang dikarang manusia jaman sekarang seperti Karangan
    Graaf, H.J.de. , Olthof, Feby Nurhayati siapa mereka mas??

    OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWO
    Maka saya menyarankan kepada ustad fikri maupun Batoro Karang: jangan mengkultuskan siapapun. Termasuk wali. Mereka adalah manusia biasa yang bisa juga di”kalah”kan karomahnya dari murid2nya. Bisa jadi murid itu karormahnya melebihi gurunya. Kenapa tidak? Guru kan tidak selamanya lebih pandai dari muridnya? Bahkan banyak murid yang akhirnya unggul dibanding gurunya toh? Guru itu hanya tahu lebih dulu dari muridnya. Di blog ini kita belajar bersama agar menjadi semakin cerdas. Kritik dan masukan boleh saja disampaikan dengan bahasa yang ilmiah. KWA sudah menyampaikan dengan bahasa yang berimbang dan disampaikan berdasarkan atas sumber yaitu babad tanah jawa. Tolong dihormati, jangan asal tuduh dong.. itu pendapat ngaco namanya.

    Sebelum nya saya meminta maaf jika ada salah penyampaian kata mas, berdiri nya jama’ah ialah karena ada saling silih asah asih dan asuh, toh jika saya terkesan ga sopan atau mengkultus kan seseorang, mungkin kesalahpahaman saja, ada pun niat saya ialah untuk membuka pikiran kita masing2 agar wadah KWA ini benar2 memang tempat ajang belajar, bukan ajang mengkultus, mencemoohkan, menuduh atau juga menjelekan sesama umat islam, mudah2an kita semua dijauh kan dari semua itu.. Dengan kemampuan sedikit saya untuk menulis dan berkomunikasi di wadah ini, sudah saya perhatikan dan pelan2 dengan sebisa mungkin lembut tanpa arogan,, toh saya juga belajar faham,. Namun dalam artikel diatas, saya ingin menyampaikan bahwa ga pantas kalau kita2 ini menjelekan nama para ulama seperti sunan kudus rahimamullah,, kita kultuskan bahwa dirinya iri dengki, gengsi dan takut kalah populer,. Maka dari itu mari pelan2 kita cerna, toh saya pun tidak mengkultus bahwa syekh jangkung atau pak mbah saridin itu begini begitu.. mas

    OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWO
    1. Pantaskah kita sandingkan bahwa sunan merasa iri dengan secuil karomah yg dimiliki orang lain yang dibilang ilmu sabdo dadi ??

    —-USTAD FIKRI (ini ustad pengakuan anda sendiri lo ya) ANDA TELAH MELAKUKAN PENGHINAAN dengan bahasa anda itu berarti MENGATAKAN BAHWA SYEKH JANGKUNG MEMILIKI SECUIL KAROMAH.

    Maaf mas jangan mudah salah faham, Saya sangat menghormati alim ulama mas babad tanah jawa, maupun itu dari arab, aceh, jawa , melayu dan semua suku2 lain nya,. Namun coba diperhatikan kembali tulisan saya disitu menjelaskan pantaskah kita sandingkan sunan merasa iri dengan seorang memiliki secuil karomah, hal itu menjelaskan bahwa seorang waliyullah itu sudah mendekatkan diri kepada Allah SWT bahkan dicintai Allah SWT lalu kita bandingkan dengan orang yang bisa mengadakan ikan didalam buah kelapa ( maaf dalam tataran waliyullah hal itu masih kecil mas ), sehingga tidak mungkin seorang wali Allah merasa iri hati kepada hal2 demikian. Jadi tulisan diatas bukan arti antara saya sama mbah saridin mas, iya kalau pun mas mengancam saya dengan membawa mbah saridin coba beristighfar kembali mas, ga ada yang kuat dimuka bumi ini terkecuali kekuatan Allah SWT, toh kan kita sama2 meminta pertolongan kepada Allah SWT, jadi bersabarlah dahulu jangan mudah salah faham dan biar timbul yang dinamakan silih asih asah dan asuh agar pikiran kita terbuka

    —APA DASAR ANDA MENGATAKAN SUNAN KUDUS ADALAH ANGGOTA WALISONGO PALING ALIM? ini berarti anda telah mengadakan perbandingan antara ilmu yang dimiliki sunan kudus dengan sunan kalijaga, sunan bonang, sunan ampel, sunan giri dll?????? Saran saya jangan asal memberikan pendapat bila tidak memahami sejarah. Walisongo/walisangha itu sidang para wali yang ada generasi pertama, walisongo generasi kedua, walisongo generasi ketiga dan seterusnya.

    Alhamdulillah sekarang pikiran kita terbuka kan mas, tidak seperti mas sampaikan sebelum nya,, semua tindakan para wali melalui sidang mas, tidak melalui argumen masing2. Seperti tuduhan mas sebelum nya yaiti konflik politik didalam tubuh walisongo
    Untuk gelar sunan kudus boleh mas pelan2 cari referensi dibuku2 sejarah islam lain nya sedangkan contoh nya ialah, ada pada 4 sahabat nabi yaitu abu bakar ra, umar ibnu khottob ra, utsman bi affan dan syaidinia Ali Ibnu abi tholib ra,, diantara ke empat sahabat itu kenapa hanya utsman yang mendapat gelar ” malaikat malu berjumpa dengan utsman “, bisa kita fahami masing2, tanpa memanding2 kan sahabat nabi yang solih2 tersebut, toh kita ini juga dilarang membanding2an para ulama juga para nabi, coba lihat sumber Alqur’an pasti ketemu mas

    3. Pantaskah kita bilang Bahwa sunan memiliki rasa gengsi sehingga sang kyai tidak mungkin mengutarakan isi hatinya yang kagum kepada hamba Allah lain nya yg dititipkan karomah ???

    —kalo saya balik bahasa anda berarti sama dengan mengatakan SEANDAINYA ANDA PUNYA SANTRI ATAU MURID MAKA ANDA INI TIDAK MENGAKUI KELEBIHAN MURID ANDA. ANDA LAH YANG PALING PINTER DIBANDING MURID ANDA DAN BEGITU SETERUSNYA. Sikap seperti ini bukan sikap seorang USTAD yang harusnya rendah hati!!!!

    Gengsi ialah suatu sifat yang tidak bisa dilihat, mas hanya dengar, tp sudah yakin kalau sunan itu merasa gengsi, mungkin kalau mas berada didepan sunan pasti ga tau apakah sunan gengsi atau tidak, nih mas sudah jauh dimasa sunan tp yakin sekali kalau sunan merasa gengsi,, istighfar mas, suudzhon itu dosa

    4. Sampai dimana emang nya tingkat drajat manusia saat ini, sehingga mampu mengatakan hal yang tidak diketahui, namun bagaikan sudah paling mengetahui ???

    — Tingkat derajat manusia hanya Allah SWT yang mengetahuinya. pertanyaan yang anda ajukan tersebut berarti anda tidak percaya dengan ilmu-NYA Allah SWT bisa diberikan kepada siapa saja. Termasuk ilmu anda sendiri, anda tidak dan belum percaya. Kalau anda sendiri tidak percaya dengan diri sendiri, mana bisa anda menyuruh orang lain mempercayai Anda?

    Mas.. Ojo salah faham mas, yang ingin saya sampaikan ialah, manusia semakin lama semakin larut kedalam dunia yang bertekhnologi, beda jaman sekarang yang tidak sibuk pada televisi, handphone, laptop dll sehingga orang yang bisa terbang itu kebanyakan jaman dulu para wali, kalau sekarang sulit ditemukan atau dilihat khalayak umum, sebab apa mas?? Iya sebab drajat manusia itu bobrok karena dunia, coba back flash dijaman wali, semua ga sibuk dengan hal2 duniawi karena belum ada tekhonlogi mas hehe.. Piss ah hehe…
    Kalau dijawab seperti itu anak2 juga faham mas, Laahaula walaquwata ilabillah tiada kekuatan selain kekuatan milik Allah SWT, Innallaha ‘ala kulli syai’in qodir sesungguh nya Allah berkuasa atas segala sesuatu. kita ini hanya berdo’a dengan bersungguh2 kepada Nya insya Allah diijabah Allah SWT dalam waktu dekat maupun jauh, sing penting rasa kesabaran itu dapat kita tanamkan didalam lubuk jiwa, serta keikhlasan dapat bersemayam membantu akhlak yang mulia

    Allah SWT , ilmu, nabi dari arab, islam, 4 sahabat kalifah, para ulama yang diutuskan kalifah keseluruh dunia, baru lah lahir ulama di nusantara tercinta ini

    Maaf sekali lagi mas babad tanah jawa, jika saya tidak menghormati mas, tak mungkin diawal kata saya deluan meminta maaf hehe..
    Akhirul kalam wasaalamualaikum wr wb
    Barokallah

  17. OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWO

    Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:
    “ salah satu dari Lima hal yang wajib bagi seorang Muslim atas saudaranya (Muslim lainnya) ialah : MENJAWAB SALAM

    Assalamualaikum mas babad tanah jawa

    JAWAB— ( ……. ) keterangan: saya jawab salam anda dengan hati. Tidak dengan sistem tanda berupa kata yang mudah disalah artikan dan disalah pahami. Bahasa itu maqomnya banyak: 1. bahasa ide. ide itu dari dalam dan dari luar. 2. bahasa hati. 3. bahasa tubuh melalui mulut, tangan, dsb. Ketika kujawab dengan jawaban hati, tidak perlu anda salah tafsir. Tafsir itu banyak/multitafsir. Bukti perbedaan pendapat, bukti kekayaan ilmu Allah SWT.

    Tenangkan diri dan hati mas, mari kita bicarakan dengan pikiran dingin, apa yang salah dengan arab mas?? Sedangkan arab masuk ke tanah jawa barulah muncul ulama ( masuk ilmu Allah )

    JAWAB—– Pertanyaan anda salah. tidak ada yang salah dengan arab. cuma jangan beranggapan bahwa satu satunya sumber kebenaran adalah dari arab.

    Perebutan kekuasaan antara sesama anggota walisongo awas jadi fitnah mas, sumber dimana mas dapat UGM Universitas Gajah Mada ??

    JAWAB—- silahkan membaca banyak buku sejarah politik terkait sejarah waliyullah. Misalnya Babad Jaka Tingkir, Babad Demak Pesisiran, Serat Walisana, Babad Mangir. Sejarah waliyullah khususnya di Jawa itu akan lebih bagus bila ditulis oleh orang Jawa karena lebih bebas kepentingan dibanding dengan penulis dari luar. UGM punya jurusan sejarah di sastra Jawa yang meneliti lebih lengkap. Saya sarankan saudara untuk belajar ke sana sebelum menilai sesuatu agar obyektif. Tidak hanya mengikut dan mengekor pendapat siapapun yang belum tentu benar. Bersikap kritis dan logis sangat disarankan untuk menilai sesuatu.

    Saya ga berani menilik bahwa terjadi perebutan kekuasaan jaman sahabat rasulillah, ada pun wafat nya rasul sudah 3 hari dikala itu agama islam sudah menyebar keseperempat dunia, bukan seperti tanah jawa, aceh, melayu dan suku2 yang lain, kalau dibandingkan hanya satu gram dunia bukan seperti seperempat dunia yang begitu luas, jadi wajar mas rasul wafat sudah 3 hari dan para sahabat bermusahabah kekalifahan.. Demi Allah mas, jangan berani menilik bahwa 4 sahabat berebut kekalifahan,, malu nanti dihadapan Allah SWT

    JAWAB—– Sudut pandang bisa beragam macam tafsir terkait dengan satu kejadian. Sudut pandang tertentu (misalnya politik) itu tidak haram disampaikan dan ditulis. Ilmunya Allah itu sangat luas dan beraneka ragam. beranilah out of the box, beranilah untuk melompati pagar pembatas norma ilmiah dan juga klaim indoktrinasi dari kitab-kitab yang ada. Selain Al Quran dan As Sunah semuanya sah untuk dipertanyakan secara rasional.

    Mas berkata Yang pernah tercatat dan teranalisis dalam tinta sejarah mengenai permainan Politik para Wali ini adalah :
    1.
    Kesultanan demak, saya jawab ya mas, sebelum menilik atau meneliti kesultanan ini. Silahkan mas pelajari terlebih dahulu berdiri nya kesultanan demak bagaimana, jadi ga main fitnah bahwa walisongo berpolitik iri dengki seperti yg mas maksud

    JAWAB —- sudah saya pelajari dan hasil diskusi para mahasiswa yang sedang menyelesaikan tesisnya dan itu kesimpulan saya. jadi sepanjang anda tidak memiliki argumentasi yang ilmiah, maka kesimpulan seperti itu masih tetap ada

    2. Syekh siti jenar,
    Jangan dilihat satu buku mas, saya melihat disembilan buku kalau mau menilik suatu sejarah kebenaran nya.

    JAWAB—– saya mulai menduga bahwa anda tidak benar-benar belajar tentang babad tanah Jawa. Silahkan dibaca benar-benar SERAT SULUK WALI SANA secara lengkap daripada saya kutipkan kalimat per kalimat yang nanti membuat anda malu. Intinya adalah penolakan Ajaran Siti Jenar “Jroning ngalam kabir sahir/, kene kana nora beda/, amung manungsa anane/, Kyageng Pengging Dayaningrat/, waning-lahirken tekad/, Allah majaz wujud palsu/, kaki kene saking asma/”.

    Mas baca buku yang dikarang manusia jaman sekarang seperti Karangan
    Graaf, H.J.de. , Olthof, Feby Nurhayati siapa mereka mas??

    JAWAB —- Mereka ini dan juga penulis lainnya hakikatnya adalah penerus risalah Rasulullah SAW dalam arti luas. Mereka adalah para sejarahwan yang penuh kreativitas dan berinovasi (hal yang diajarkan dalam Islam). Jangan sekali-kali meremehkan siapapun!

  18. Weleh.. Weleh.. Sudah makan apa sih mas kok sombong tenan,, menjawab salam saja cukup dalam hati.. Bukan begitu mas ntar yang mas sendiri dan orang lain salah faham,, ketika ada yg datang mengucap salam, lalu mas cuma jawab didalam hati saja hehe emang nya mas suka main hati ya hehe…
    Ya sudah sudah mas, ga usah bawa2 bahasa tubuh, kalau ga mau menjawab salam iya ga apa2 kok saya maklumi…

    Ohya ga usah bawa2 nama Allah mas kalau wali Nya ente fitnah
    Dan sesungguh nya yang dinamakan wali Allah itu tidak merasa iri dan dengki mas, coba baca Alqur’an lagi mas,
    Bismillahirrohmanirrohim
    Al Quran 10:62
    أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

    Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    Shadaqallahul’adzhim.

    Weleh weleh.. Lagi2 mengandalkan kampus UGM,

    UGM punya jurusan sejarah di sastra Jawa yang meneliti lebih lengkap
    ( lagi promosi iya mas ?? Berapa biaya pendaftaran masuk )

    Saya sarankan saudara untuk belajar ke sana sebelum menilai sesuatu agar obyektif
    ( iya itu tadi mas berapa biaya masuk nya? Hehe )

    beranilah untuk melompati pagar pembatas norma ilmiah
    ( untung mas ga bilang beranilah untuk melompati pagar pembatas norma agama, kalau tidak kayak kaum israil karena berani berkata Untuk mau melihat Allah SWT baru mau disembah. Yang dibahas nyangkut agama mas bukan ilmiah )

    Sory mas, ane kagak sibuk dengan perselisihan yang mas tuding antara 4 sahabat nabi dan para walisongo, ane juga kagak terpengaruh sama pemikiran mas yang suka baca buku babad tanah jawa, babad tanah joko tingkir babad tanah tetangga atau mas lulusan ugm atau masih anak sekolahan ugm,, mas masih buta loh buta akan kefanatikan terhadap suku jawa bukan kaum umat islam yang tidak membedakan antar suku dan bangsa, semua terangkum kedalam satu ikatan yaitu ISLAM, jadi yang didalam The Box itu mas sendiri, sebab sumber nya dari dalam saja, tanpa mau melihat keadaan diluar hehe…

    Mas baca buku yang dikarang manusia jaman sekarang seperti Karangan
    Graaf, H.J.de. , Olthof, Feby Nurhayati siapa mereka mas??

    JAWAB —- Mereka ini dan juga penulis lainnya hakikatnya adalah penerus risalah Rasulullah SAW dalam arti luas. Mereka adalah para sejarahwan yang penuh kreativitas dan berinovasi (hal yang diajarkan dalam Islam). Jangan sekali-kali meremehkan siapapun!

    ( lagi lagi mas sangat mudah dengan kesalahpahaman, coba tenang kan diri dan hati baru dikomentari mas, saya hanya bertanya siapa mereka mas, bukan meremehkan mereka mas. Dan saya juga tidak meremehkan siapa pun mas, istighfar lah ga ada yang perlu diremehkan, semua berjalan atas kehendak Allah SWT )

    Inti pokok perdebatan mas.
    Jangan suka meremehkan sunan kuddus yang bagian dari walisongo,, mas masuk islam serta ayah bapak ibu sampai leluhur mas masuk islam yang karena jasa para wali,, mas boleh bilang saridin, suparmin dll penuh karomah, tapi jangan hina dan fitnah para sunan.. Semua pondok pesantren dinusantara ini menghargai para sunan, dan sanad melalui mereka sampai ke mustad rasulillah SAW,,

    Sekali lagi ingat mas,, jangan fitnah wali Allah terutama kali kepada almarhum sunan kuddus.

    Saya berdomisili disumatera mas, ada berdarah melayu, jadi kalau mas main2 ke mesjid azizi, disitu banyak maqam para ulama, ada yang maqam nya diatas kubah mesjid, dan ada yang dihalaman mesjid, namun yang dihalaman mesjid kisah semasa hidup mereka rata2 sholat jum’at nya di masjidil haram, jadi masalah karomah begini begitu bagi para ulama bukan hal yang membuat iri dan terheran2 mas, melainkan seperti sebuah sarana transportasi, kalau bahasa sekarang teleportasi gtu ya mas hehe.. Namun sekali lagi mas kisah mereka tanpa mencemoohkan serta memfitnah ulama dan wali2 Allah yang lain nya..

  19. OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWI

    +fikri yang menulis dirinya ustad: anda merujuk al quran 10:62. Apakah yang dimaksud di ayat itu adalah hanya wali2 yang anda kenal dan ketahui saja? Belajar hakikat dong. Wali wali Allah itu bisa jadi saya, bisa jadi buruh pabrik, bisa jadi siapapun itu yang tercerahkan oleh nur Allah. Saya semakij tidak tertarik berdiskusi dengan anda karena benar’benar sangat jauh dari ilmu Nya. Sangat sempit memahami agama Islam. Saran saya adalah mengaji lah secara kaffah agar tidak salah menafsirkan sesuatu.

  20. OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWO

    Fikri: jangan suka meremehkan sunan kuddus yang bagian dari walisongo,, mas masuk islam serta ayah bapak ibu sampai leluhur mas masuk islam yang karena jasa para wali,, mas boleh bilang saridin, suparmin dll penuh karomah, tapi jangan hina dan fitnah para sunan. JAWAB: anda benar benar picik dan semput. SYEKH JANGKUNG (Saridin) anda remehkan. Betapa anda tidak memiliki kewaskitaan membaca nur cahaya ilahi yang ditebarkan kepada siapa saja meski itu tidak anda kenal? Astaghfirulloh. Ustad macam apa anda ini? Kalau anda tahu diri, berhentilah untuk memfitnah dan mencaci maki seseorang yang itu bukan anda anggap sebagai wali. Anda juga menghina UGM, sekedar mas tahu. Presiden Jokowi itu alumnus UGM mas. Dan saya tidak pernah menghina dimana institusi pendidikan dimana anda pernah mondok/sekolah karena bagi saya dimana pun anda belajar itu tidak penting. Saran saya: IQRO’ BACALAH SEMUA CABANG ILMU agar memahami agama lebih luas.

  21. OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWI

    Terkait dengan tulisan rasa “iri” sunan kudus kepada saridin, itu bukan merupakan bentuk penghinaan/penyepelekan maqom wali. Justeru yang ditulis oleh kwa di atas adalah bentuk memanusiawikan sunan kudus. Sunan kudus didudukkan pada posisi yang proporsional. Yang lucu adalah tuduham bahwa itu anda anggap fitnah. Saya tidak habis pikir dengan tuduhan fitnah tersebut. Sepanjang ada sumber2 skunder berupa karya tulis sebagaimana yang ada di babab, serat, buku2 literatur kenapa harus menuduh fitnah? Hal inilah yanh membuat saya perlu untuk menyarankan pada saudara fikri agar belajar lebih banyak lagi tulisan ilmiah. Kenapa blog ini disebut kampus? Itu karena di kampus adalah wahana tukar pikiran, diskusi dan berargumentasi. Bukan tuduh menuduh dan saling hujat tanpa dasar logika/mantiq.

  22. Njih mas babad tanah jawa, kalau lah memang tiada niat untuk menjelekan para sunan ysdh saya minta maaf, akan tetapi setiap tulisan itu diperhatikan, banyak perasaan yang membaca.. Perhatikan perasaan orang yang membaca, jangan kita memperhatikan diri kita sendiri, kalau lah diri mas sendiri yang membaca tidak mengapa, akan tetapi perhatikan perasaan sang pembaca,, njih mas babad kalau ente menfitnah saya picik dan sebagai nya saya terima, wong saya juga manusia biasa,, saya tergerak hati untuk membersihkan nama para wali Allah itu dari pemahaman2 yang kotor,, seperti sampean kabari bahwa di buku2 yang mas baca di UGM, bahwa walisongo demikian2, itu yang pembaca tidak suka…
    Ysdh mas jangan bawa presiden jokowi ga tau apa2 beliau tentang debat ini mas, dan saya tidak ada menjelekan siapa pun termasuk hamba Allah mbah saridin atau mas sendiri atau UGM, boleh mas baca lagi pelan2 komentar saya dengan tenang kan hati hehe

    Ohya sekali lagi tak beri nasehat nih hehe.. Jangan mudah salah faham apa lagi bercampur emosi mas… Maksud yang saya sampaikan pada ayat Alqur’an

    Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    Itu arti nya seorang sunan kuddus wali Allah tidak pantas disandingkan dengan bahwa beliau MERASA IRI, TAKUT KALAH POPULER dsb. Bukan maksud saya dalam menjelaskan ayat tersebut bahwa ente seorang wali, atau buruh pabrik lagi hehe jadi ojo salah faham ya mas

    Dan satu lagi nih, maaf kebanyakan satu nya hehe… Ga perlu lah memanusiawikan seorang wali dengan kesan seenak udel mas sendiri,, semua umat sudah tau wali dan nabiyullah itu adalah hamba Allah, semua kekuatan milik Allah, dan hanya Allah SWT yang berhak disembah, bukan wali, nabi, atau pun malaikat Nya, cukup Allah SWT yang disembah

    Dalam arti kata intropeksi diri masing2, karena seorang wali sekali pun ga akan mau mengatakan hal2 yang buruk kepada wali yang lain nya,, ok mas
    Mas sendiri pun kalau mengatai sunan demikian dihadapan almarhum mbah saridin , bisa digampar mas nya, sebab apa.. Sebab beliau adalah salah satu ustadz atau guru nya yang di hormatinya…

  23. OJO KEMINTER SAK DURUNGE BELAJAR BABAD TANAH JOWO

    “Kemaksiatan yang menimbulkan rasa rendah diri dan harapan (akan rahmat dan belas kasih Allah), lebih baik daripada taat yang membangkitkan rasa mulia diri dan keangkuhan”.

    .

    Perasaan hina dan rasa rendah diri karena perbuatan maksiat yang melekat pada diri, adalah sifat hamba (ubudiyah). Dan perasaan Maha Mulia dan Maha Besar adalah sifat Tuhan (Rubibiyah). Adapun sifat seperti yang dimaksud adalah sikap yang harus dimiliki oleh hamba yang melekat pada dirinya dosa-dosa, hendaklah ia tidak merasa hina dan rendah diri. Ia harus berpengharapan penuh dengan rahmat Allah. Orang seperti ini adalah orang yang lebih baik dari pada orang yang merasa telah banyak beribadah dan taat kepada-Nya, akan tetapi tumbuh rasa angkuh dan tinggi hati dengan amal ibadahnya itu.

    Ketahuilah bahwasanya rendah diri hamba yang terlibat dalam perbuatan maksiat, lebih baik daripada angkuhnya hamba yang berbuat taat. Seorang hamba yang taat beribadah, akan tetapi tumbuh rasa angkuh dan riya’ dalam hatinya, maka kemungkinan Allah Ta’ala akan meremehkan amal ibadahnya itu. Ada juga hamba yang sering terlibat perbuatan dosa, yang sangat menyedihkan hatinya, Allah Lemberi hidayah kepadanya, lalu tumbuh penyesalannya dan rasa khasiyah kepada Allah, ia telah berjalan menuju keselamatan.

    Kesombongan walaupun tidak dinyatakan dalam perkataan atau perbuatan, dapat dirasakan dalam hati si hamba sendiri. Sebab, kesombongan yang tersimpan dalam hati, akan lebih membahayakan si hamba, karena akan menumbuhkan berbagai macam sifat yang bisa menggolongkan dirinya sebagai manus ia syirik.

    Dikisahkan pada masa lampau ada seorang ahli ibadah yang selalu bertaqarrub kepada Allah, membuat ia selalu mendapat perlindungan-Nya. Kemana saja pergi ia selalu ditutupi oleh awan hingga badannya tidak terkena panas matahari. Pada suatu hari ketika si ‘abid ini sedang mengadakan suatu perjalanan, seorang pelacur melihatnya, lalu dalam hati pelacur ini tumbuh perasaan halusnya. Ia mendekati hamba Allah yang taat ini, dengan harapan ia mendapatkan rahmat Allah. Ketika pelacur ini mendekat kepadanya, tiba-tiba saja ahli ibadah ini rnenjadi jijik, dan mengusir pelacur itu dengan kata-kata yang menyakitkan. Peristiwa itu dikisahkan dari peristiwa ahli ibadah Bani Israil. Nabi Muhammad saw menerima wahyu dari Allah swt tentang peristiwa ini, menyebut bahwa Allah swt telah mengampuni dosa pelacur tersebut dan membatalkan amal ibadah si ‘abid itu. Peristiwa ini telah mernberi i’tibar kepada manusia, agar janganlah mereka mencampurkan kemurnian ibadah kepada Allah dengan perasaan atau tindakan yang berakibat musnahnya amal ibadat mereka sendiri. Perbuatan seperti riya’, angkuh, bangga, meremehkan sesama manusia, menyakitkan hati sesama hamba, karena merasa dekat dengan Allah, adalah perbuatan yang bisa merusak amal ibadah si ‘abid itu.

    Peristiwa yang sama juga pernah terjadi terhadap seorang hamba ahli ibadah Bani Israil. Ketika sedang sujud di tempat tafakkumya, tiba-tiba tengkuk ahli ibadah ini diinjak oleh seorang laki-laki dengan sangat keras, sangat menyakitkan. Diriwayatkan bahwasanya kejadian ini berhubungan dengan sifat ahli ibadah yang diketahui oleh Allah swt sangat sombong dan membanggakan ibadahnya di hadapan manusia. Kesombongan karena merasa dirinya dekat kepada Allah berakibat dosanya tidak diampuni oleh-Nya.

    Dalam beribadah yang semata-mata dihadapkan kepada Allah Ta’ala belaka, seorang ‘abid yang takwa hendaklah berhati-hati memerihara ibadahnya sendiri. Jangan sampai bercampur baur dengan kehendak lain yang akan menjerumuskan si hamba kepada perasaan angkuh, riya’, ujub, rasa suci, menganggap orang lain kotor, membuat diri seakan-akan tidak ada yang menyamainya, atau menempatkan diri sebagai manusia suci yang harus menyisihkan diri dari anggota masyarakat yang dianggapnya kotor dan berdosa. Seorang muslim yang mengikuti jejak Nabi Muhammad Saw tidak boleh menjadi saleh sendiri, ia wajib pula membawa manusia yang dianggap banyak bermaksiat kembali kepada jalan Allah, agar menjadi saleh, hidup beribadah bersama para muslimin lainnya.

    Semoga kita dapat mengamalkan mutiara pesan ini, dan semoga Allah swt selalu meridloi dan memberikan petunjuk-Nya kepada kita. amien.

    Sumber: Al Hikam, Ibnu Athailah as Sakandari.

  24. Aamiin Ya Rabbal ‘alamin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: