Monthly Archives: Maret 2018

ASMAK WADUD: MAHABBAH KHUSUS UNTUK MENCARI JODOH ==Ijasahan Ulang Menyambut MILAD KWA 2018==


Al wadud artinya adalah Yang Maha Mencintai hamba-hamba-Nya. Yaitu asmak Allah  yang hakekatnya adalah mencintai para nabi dan rasul-Nya, serta orang-orang yang mengikuti (petunjuk) mereka dan mereka pun mencintai-Nya. Mereka mencintai-Nya lebih dari segala sesuatu (yang ada di dunia), sehingga hati mereka dipenuhi dengan kecintaan kepada-Nya, lidah mereka selalu mengucapkan pujian bagi-Nya dan jiwa mereka selalu tertuju kepada-Nya dalam kecintaan, keikhlasan dan kembali kepada-Nya dalam semua keadaan.

Fadhilah: mencintai dan dicintai Allah SWT, mencintai dan dicintai semua mahluknya, mendatangkan karomah karena dicintai Allah SWT, FADHILAH KHUSUSNYA: mendapatkan jodoh sesuai target yang kita inginkan biidznillah.

Cara Penyelarasannya: cintai semua takdir yang menimpa anda dan jangan punya hati benci kepada siapapun makhluk-Nya, jangan benci kepada teman-teman maupun orang yang anda temui dimanapun berada. Sebaliknya pancarkan CINTA KASIH YANG TULUS kepada semuanya

Cara mewiridkannya:

  1. Allahu Akbar 10 X
  2. Bismillahirrohmanirrohim 100 x
  3. Fardhun Hayyun Qoyyum Hakamun Adlun Quddusun 100 x
  4. Watammat Kalimatu Robbika Shidqan Wa’adlan Laa Mubaddila Likalimaatihi Wahuwa Alssamii’u Al’aliim 100 x
  5. Hasbunallohu Wa Ni’mal Wakil 100 x
  6. YA WADUDU 12.000 X

 

tiap membaca 1000 x bacalah do’a ini 1 x:

 

  1. Ya Wadudu Antal Ladzi A’layta Sirrol Mahabbati Wal Mawaddati Fi Qulubil Asrori Wa Antal Ladzi Akmalta Dzawaatit Tolibina Bi Nuril Anwari Wa Tajalayta Bi Izzid Daaimi Wan Nuril Qoimi Alal Akwani Wa Adzhartal Insana Wa Kholaqtal Asybaha Wa Allafta Baynaha Wa Baynal Arwahi As Aluka Bisirri Sirri Siryani Wuddika Fi Anbiyaika Wa Auliaika An Talqiya Mahabbata ………………( NAMA ANDA SENDIRI)… Fi Qolbi …………………( NAMA TARGET ANDA) Kama Alqoital Wahya Ala Qolbi Nabiyyika Muhammadin Sollalohu Alaihi Wa Sallam Bi Haqqi Amalikhin Maluukhin Malkhi Wa Lahaula Wala Quwwata Illa Billahil ‘Aliyyil ‘Adzimi Wa Sollalllohu Ala Sayyidina Muhammadin Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam.

Wirid selesai dan sempurna.

Catatan: Bila ingin merukunkan dua orang pasangan pria wanita/ suami isteri maka baca YA WADUDU 20.000 X sambal membakar kemenyan/hio/ububan. Sambil membayangkan dua orang ini rukun kembali.

Semoga hajat anda terkabul dan segera mendapatkan jodoh untuk dinikahi. Amin yra.

 

Catatan ASMAK INI PERNAH DIIJASAHKAN DI BLOG KWA TAHUN 2011.

@KWA,2018

Iklan
Categories: ASMAK WADUD: MAHABBAH KHUSUS UNTUK MENCARI JODOH | 9 Komentar

Move On 2018


Assalamualaikum wr wb. Apa kabar sedulur pembaca KWA?

Semoga anda semua sehat, sejahtera bahagia dalam lindungan rahmat dan ridho Allah SWT. Amin. Sudah lama terasa saya tidak menulis, nah karenanya jari ini terasa kaku, otak rasanya terasa kurang lincah lagi mengungkapkan apa yang terpikirkan. Juga lamban rasanya mengungkapkan apa yang terasa di dalam hati. Namun dengan power kata ‘BISMILLAHIRROHMANIRROHIM” akhirnya bisa juga jari ini bergerak mengetik di laptop.

Insya allah, pikiran bisa terbuka lagi. Meski sedikit demi sedikit. Pintu yang selama ini tertutup akibat kemalasan, akibat habisnya energi, akibat lemahnya semangat untuk menulis lambat laun berpindah menuju semangat. Meminjam istilah kawan-kawan muda, kita memulai untuk MOVE ON….. BERPINDAH, dari situasi awal kepada situasi lain, dari suasana yang satu kepada suasana yang kedua, dari satu titik kepada titik yang lain, sehingga akhirnya menjadi garis, dari garis yang satu menjadi garis yang lain dan menghubungkannya menjadi bidang, menggerakan bidang dan menyatukannya dengan bidang lain sehingga menjadi ruang.

Ruang satu kita satukan dengan ruang lain sehingga menjadi dunia. Dunia adalah satuan ruang spiritual yang teralami oleh individu semasa hidup. Maka pastilah dunia setiap orang akan berbeda-beda. Tergantung pada pengalamannya, tergantung pada pengetahuannya, tergantung pada bagaimana dia menghayati dan memaknainya.

Dan tidak terasa… benar-benar tidak terasa… saat ini kita berada di jaman yang serba baru, serba cepat, serta berbeda. JAMAN NOW kata kawan-kawan muda. Jaman dimana kecepatan didewa-dewakan dan semua sarana untuk sampai tujuan sudah tersedia. Rumus matematika mengungkapkan bahwa kecepatan adalah jarak perpindahan yang ditempuh benda dibagi waktu yang dicapai.

Jadi semakin pendek waktu yang kita tempuh sampai tujuan berarti kita semakin cepatlah kita. Tapi apakah arti dan maknanya kecepatan itu? Apakah kecepatan itu berarti kita semakin senang? Belum tentu. Kadang kecepatan justeru sebaliknya, membuat kita semakin cemas dan khawatir.

Semasa kanak-kanak, waktu terasa lama. Seminggu terasa lama. Beranjak muda dan dewasa dan tua… seminggu terasa sehari. Sehari terasa sejam, sejam terasa semenit…. Dulu saya membayangkan apa dan bagaimana tahun 2018 itu? Bayangan-bayangan yang mengerikan akan masa depan yang kabur dan limbur. Seperti kabut yang misterius yang siap menyedot kita dalam mesin waktu yang kejam dan merajam. Saya bertanya saat itu, apakah saya nanti akan mengalami tahun 2018 itu?

Sebab tidak ada jaminan kita semua masih hidup besok, seminggu lagi, sebulan setahun lagi bukan? Tapi ternyata Allah SWT memperkenankan saya untuk bisa menikmati tahun 2018 dan berjumpa dengan pembaca KWA saat ini…. Inilah TAKDIR… ketentuan yang harus kita alami….

Semakin tua usia, apakah kita semakin dekat dengan Allah SWT?  Pertanyaan ini yang mungkin perlu kita ingat ketika kita memasuki usia 40 tahun. Usia patokan ketika panutan kita junjungan kita, Rasulullah Habibullah Muhammad SAW menerima wahyu pertama. Kenapa beliau diangkat menjadi nabi ketika berumur 40 tahun? Ada apa dengan angkat 40, atau kenapa harus 40 tahun? Kenapa bukan 35 atau 38 tahun?

Allah memberikan apresiasi tersendiri terhadap manusia ketika mencapai usia 40 tahun. Secara jelas, dalam QS al-Ahqaf: 15, Allah berfirman “… sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdoa …”. Seperti kita tahu, bahwa sesuatu yang disebutkan dalam al-Quran itu pastilah mempunyai nilai yang istimewa; nilai baik atau sebaliknya.

Seperti kita ketahui, bahwa usia 40 tahun adalah usia yang menjadi simbol dari kematangan hidup seseorang, baik dari segi fisik, intelektual, emosional, karya, dan tentu perkembangan spiritualitasnya. Sesuatu yang terjadi pada usia ini sifatnya akan stabil, mapan, kokoh, dan konsisten. Sehingga pada usia ini, biasanya menjadi ukuran untuk kehidupan setelahnya. Secara psikologis, usia 40 tahun adalah masa dimana seseorang telah benar-benar meninggalkan masa mudanya menuju masa dewasa.

Namun meskipun demikian, janganlah kita merasa gundah ketika misalnya saat usia 40 kita belum menemukan bentuk yang pasti tentang jati diri kita. Nggak usah bingung, sebab pastilah semua yang kita alami ada hikmah yang besar. Bukankah hanya Allah SWt yang tahu tentang diri kita? Kita mungkin merasa gagal dalam hidup di dunia ini karena kita belum memiliki ini dan itu, kita belum sampai pada tujuan dan cita-cita tertentu.

Nah, cermatilah dengan kritis…sesungguhnya siapa pemilik semua ini? Termasuk pemilik pikiran ini… termasuk pemilik kesadaran dan perasaan ini… termasuk pemilih nafas ini… termasuk pemilik tubuh ini… termasuk pemilik agama ini.. termasuk pemilik alam semesta ini…. Semua YANG ADA ini…

Jadi apa dong yang milik kita? Apa dong yang kita klaim menjadi milik kita? Berani-beraninya kita klaim sesuatu yang sesungguhnya bukan milik kita menjadi milikmu,… menjadi milik kita… menjadi milik tetanggamu… menjadi miliknya si anu dan si anu…. Banggakah diri kita mengklaim yang sejatinya bukan milik kita????

Kita semua, aku dan dirimu ini sesungguhnya TIDAK ADA….. sebab suatu ketika entah kapan… kita ini akan terhapus dan menghilang seperti bermilyar-milyar pendahulu kita yang kini hanya tinggal nama, dinisankan di kuburan,… dan kembali ke sisi NYA….

Maka….

YANG ADA hanyalah ALLAH SWT

dan

YANG ADA INI ADALAH MILIKNYA…

dan

MILIKNYA MELINGKUPI SEMUA YANG ADA….

Maka SEBELUM SEGALANYA TERLAMBAT

Kembalikan yang bukan milikmu

Kembalikan yang kau klaim menjadi milikmu

INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN

@kwa, 2018

Categories: Move On | 1 Komentar

Peserta Milad KWA


Bagi sedulur pembaca KWA dimanapun berada yang hadir di Milad di Sidoarjo dimohon menggunakan baju/kaos warna HITAM. Penggunaan baju/kaos warna hitam itu dimaksudkan sebagai dress code yang membedakan dengan tamu lain di taman tanjung puri. Demikian terima kasih.

Ttd

Panitia MILAD

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 2 Komentar

Lokasi Milad Kwa ke 9 Tahun 2018, Taman Tanjung Puri Sidoarjo Jatim. Kami menunggumu disini sedulur ….


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 2 Komentar

PENGUMUMAN MILAD KWA KE 9 TAHUN 2018


SALAM PASEDULURAN….

BAGAIMANA KABARNYA SEDULUR PEMBACA BLOG KWA?

SMOGA TUHAN YANG MAHA KUASA TETAP SAYANG DAN MERIDHOI KITA. AMIN YRA.

BERSAMA INI DISAMPAIKAN PENGUMUMAN TERKAIT PERUBAHAN TEMPAT ACARA MILAD KWA ke 9 TAHUN 2018 YANG AWALNYA DIRENCANAKAN DISELENGGARAKAN DI SALATIGA, DIUBAH  PENYELENGGARAANNYA DI SIDOARJO, JAWA TIMUR, INDONESIA.

JADI FIX-NYA SBB……

TEMPAT MILAD: TAMAN TANJUNG PURI SIDOARJO.

BERIKUT PETA DI GOOGLE MAPNYA: 

https://goo.gl/maps/WhJ55Ks77sT2

UNTUK WAKTU PENYELENGGARAAN TETAP DI HARI SABTU, 14 APRIL 2018.

MULAI PUKUL 07.00 WIB (PAGI) SD PUKUL 24.00 WIB (TENGAH MALAM)

ACARA:

SHOLAWATAN MULAI PUKUL 7 PAGI SD PUKUL 9 PAGI.

PERKENALAN DAN SILATURAHIM PUKUL 9 PAGI SD 10 PAGI

LAPAK KONSULTASI PERMASALAHAN HIDUP DAN BAKTI SOSIAL. PUKUL 10 PAGI  SD SORE

PENGIJASAHAN GRATIS DAN MATERI LAIN, PUKUL 19.00 WIB SD MALAM

DAN LAIN-LAIN

TEMA MILAD: GEMA SHOLAWAT UNTUK KEBERKAHAN HIDUP DAN PERDAMAIAN DUNIA.

PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN PENGINAPAN, TIDAK MENYEDIAKAN MAKAN DAN MINUM, SERTA SEDULUR YANG HADIR DI FORUM INI DIHARAPKAN MANDIRI. 

SEDULUR YANG HADIR DARI LUAR KOTA BISA MENGINAP DI PENGINAPAN DAN HOTEL YANG TERSEBAR DI SIDOARJO.

LOKASI ACARA YAITU DI TAMAN TANJUNG PURI ADA DI DALAM KOTA SIDOARJO. 

DARI STASIUN KA SIDOARJO 5 MENIT NAIK ANGKUTAN ONLINE.

DARI BANDARA JUANDA SEKITAR 25 MENIT 

DARI TERMINAL SEKITAR 25 MENIT.

UNTUK PARA SESEPUH DAN PENDEKAR ILMU HIKMAH SE NUSANTARA, MONGGO HADIR DAN BERBAGI KEPADA SEDULUR SEMUA….. KAMI MEMANGGILMU!

MILAD INI UNTUK UMUM DAN SEMUA KALANGAN DAN SEMUA UMUR. TIDAK KHUSUS UNTUK KALANGAN TERTENTU SAJA. KITA SEMUA BERSAUDARA. SEMUA ADALAH SAHABAT. SEMUA ADALAH TEMAN. TIDAK ADA MUSUH DI FORUM INI. 

BEBAN HIDUPMU ADALAH BEBAN HIDUPKU. PENDERITAANMU ADALAH PENDERITAANKU. KEBAHAGIAANMU ADALAH KEBAHAGIAANKU JUGA. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM….

SALAM PASEDULURAN….

TTD

PANITIA MILAD KWA 2018

 

=========================

HAL-HAL LAIN TERKAIT INFORMASI MILAD 2018 AKAN DISAMPAIKAN DI BLOG KWA. IKUTI TERUS KAWAN,…. http://www.wongalus.wordpress.com

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Nyepi…


‘Dalam kesunyian kan kau dapati makna kehidupan. Dalam kesepian kan kau rasakan kehadiran-Nya. Tuhan bersama orang-orang yang selalu ingat akan penciptanya.

Selamat Hari Raya Nyepi…

‘ ‘Selamat Tahun Baru Saka 1940, Semoga Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan wara nugraha-NYA kepada kita semua.’

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

ILMU DAYA SEJATI


kadir embun jalilu
kadirembunjalilu@gmail.com
=======================================================
Bismillahirrahmanirrahim
Sun matek aji.
Ajiku si doyo sejati.
Den pipit koyo lontar tekenku iman sinayungan dene Allah.
Kuwayanganku nabi Muhammad SAW.
Malaikat ku Jibril Mikail Israfil Izrail.
Sakabehing makhluk kang sejo olo marang aku bakal musno,
Sakabehing penyakit bakal sirno.
Musno lan sirno Soko kersaning Allah.
Yaa Hu Haq,Yaa Hu Haq,Yaa Hu Haq
 
Laaillaha illallah Muhammadur Rasulullah.
HU ALLAH
Penyatuan :
puasa 3 hari..mulai hari Selasa Kliwon Rabu Legi Kamis Pahing.
Selama puasa habis sholat fardhu di baca 3x sambil tahan nafas atau bila kuat baca 7x tahan nafas dan 100x sesudah sholat tahajjud.
Setelah puasa di baca 3x setiap habis sholat fardhu
Aplikasi :
Utk pengobatan ;
baca 3x tahan nafas lalu tiupkan ke air dalam satu gelas atau lebih dan airnya diminum kan ke pasien atau utk diri sendiri serta sebagian airnya bisa di usapkan ke wajah atau ke bagian tubuh yang sakit..
@kwa,2019
Categories: ILMU DAYA SEJATI | 14 Komentar

MENGENANG M. NATSIR, PAHLAWAN YANG TIDAK PUNYA RUMAH TINGGAL


Pemerintah Indonesia waktu itu, baik yang di pimpin oleh Soekarno ataupun Soeharto, keduanya sama-sama menuding Mohammad Natsir sebagai pemberontak serta pembangkang, dari tudingan itu membuatnya dipenjarakan. Padahal oleh negara-negara lain, Natsir benar-benar dihormati serta dihargai, penghargaan yang dianugerahkan kepadanya pun amat banyak.

Mohammad Natsir diakui oleh Dunia Islam sebagai pahlawan lintas bangsa serta negara. Bruce Lawrence mengatakan bahwasanya Natsir adalah politisi yang paling menonjol yang membantu pembaruan Islam. Di tahun 1957, Mohammad Natsir menerima bintang Nichan Istikhar (Grand Gordon) dari Raja Tunisia, Lamine Bey atas jasanya menolong perjuangan kemerdekaan rakyat Afrika Utara. Penghargaan internasional yang lain yakni Jaa-izatul Malik Faisal al-Alamiyah pada di tahun 1980, serta penghargaan dari sebagian ulama serta pemikir populer seperti Syekh Abul Hasan Ali an-Nadwi serta Abul A’la Maududi. 

Beliau dikenal sebagai negarawan ataupun sebagai tokoh pergerakan islam pada saat sebelum dan sesudah Indonesia Merdeka. Ia merupakan tokoh Indonesia yang paling sederhana sepanjang masa.  Mohammad Natsir yang merupakan salah satu Pahlawan Indonesia dan juga tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Mohammad Natsir lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, kabupaten Solok, Sumatera Barat tepatnya pada tangga 17 Juli 1908 ia merupakan anak dari pasangan Mohammad Idris Sutan Saripado serta Khadijah. Ia mempunyai 3 orang saudara kandung, yang bernama Yukinan, Rubiah, serta Yohanusun. Jabatan ayahnya yaitu pegawai pemerintahan di Alahan Panjang, sedang kakeknya adalah seorang ulama. Ia nantinya akan menjadi pemangku kebiasaan atau adat untuk kaumnya yang berasal Maninjau, Tanjung Raya, Agam dengan gelar Datuk Sinaro nan Panjang.

Natsir mulai mengenyam pendidikan selama dua tahun di Sekolah Rakyat Maninjau, kemudian ke Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di Padang. Selama beberapa bulan bersekolah disana ia kemudian pindah ke Solok dan dititipkan dirumah saudagar yang bernama Haji Musa. Tak hanya belajar di HIS di Solok pada siang hari, ia juga belajar pengetahuan agama Islam di Madrasah Diniyah saat malam hari. Ia kemudian pindah setelah tiga tahun ke HIS di Padang bersama-sama kakaknya. Kemudian tahun 1923, ia meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) lalu kemudian ia pubn bergabung dengan perhimpunan-perhimpunan pemuda seperti Pandu Nationale Islamietische Pavinderij serta Jong Islamieten Bond. Sesudah lulus dari MULO, ia selanjutnya pindah ke Bandung untuk belajar di Algemeene Middelbare School (AMS) sampai tamat pada tahun 1930. Di tahun 1928 hingga 1932, ia kemudian menjadi ketua Jong Islamieten Bond (JIB) Bandung. Ia juga jadi pengajar setelah menerima pelatihan sebagai guru selama dua tahun di perguruan tinggi. Ia yang sudah memperoleh pendidikan Islam di Sumatera Barat pada mulanya juga memperdalam pengetahuan agamanya di Bandung, termasuk juga dalam bidang tafsir Al-Qur’an, hukum Islam, serta dialektika. Kemudian di tahun 1932, Natsir berguru pada Ahmad Hassan, yang nantinya akan menjadi tokoh organisasi Islam Persatuan Islam.

Mohammad Natsir banyak bergaul dengan pemikir-pemikir Islam, seperti Agus Salim, sepanjang pertengahan 1930-an, ia serta Salim selalu bertukar pikiran perihal kaitan Islam dengan negara demi masa depan pemerintahan Indonesia yang di pimpin Soekarno. Pada 20 Oktober 1934, Natsir menikah dengan Nurnahar di Bandung. Dari pernikahan itu, Natsir dikaruniai enam anak. Natsir juga di ketahui banyak menguasai bahasa asing, seperti Inggris, Belanda, Perancis, Jerman, Arab, serta Spanyol. Natsir juga mempunyai kesamaan hoby serta mempunyai kedekatan dengan Douwes Dekker, yaitu bermain musik. Natsir sangat menyukai memainkan biola serta Dekker yang menyukai bermain gitar. Mohammad Natsir juga kerap bicara dengan menggunakan bahasa Belanda dengan Dekker serta kerap mengulas musik sekelas Ludwig van Beethoven serta novel sekelas Boris Leonidovich Pasternak, novelis kenamaan Rusia pada saat itu. Kedekatannya dengan Dekker, mengakibatkan Dekker ingin masuk Masyumi. Ide-ide Natsir dengan Dekker perihal perjuangan, demokrasi, serta keadilan memanglah searah dengan Natsir.

Di tahun 1938, ia kemudian bergabung dengan Partai Islam Indonesia, serta diangkat menjadi pimpinan untuk cabang Bandung dari tahun 1940 hingga 1942. Ia juga bekerja dengan posisi sebagai Kepala Biro Pendidikan Bandung hingga 1945. Sepanjang pendudukan Jepang, ia memilih bergabung dengan Majelis Islam A’la Indonesia (Yang kemudian menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi), serta diangkat sebagai ketua dari 1945 hingga saat Masyumi serta Partai Sosialis Indonesia dibubarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960. Sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ia kemudian menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat. Sebelum diangkat sebagai perdana menteri, sebelumnya Mohammad Natsir menjabat sebagai menteri penerangan.

Pada tanggal 3 April 1950, ia mengajukan Mosi Integral Natsir dalam sidang pleno parlemen. Mohammad Hatta yang menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia pada waktu itu mendorong keseluruhan pihak untuk berjuang dengan tertib dan sangat merasa terbantu dengan adanya mosi ini. Mosi ini memulihkan keutuhan bangsa Indonesia dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pada mulanya berupa serikat, hingga kemudian Mohammad Natsir diangkat sebagai perdana menteri oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1950. Mohammad Natsir kemudian mengkritik Soekarno bahwasanya dia kurang mencermati kesejahteraan diluar Pulau Jawa. Lantaran kritiknya ini yang dilancarkan kepada soekarno hingga akhirnya Mohammad Natsir mengundurkan diri.

Pemerintah Indonesia waktu itu, baik yang di pimpin oleh Soekarno ataupun Soeharto, keduanya sama-sama menuding Mohammad Natsir sebagai pemberontak serta pembangkang, dari tudingan itu membuatnya dipenjarakan. Oleh negara-negara lain, Natsir benar-benar dihormati serta dihargai, penghargaan yang dianugerahkan kepadanya pun amat banyak. Mohammad Natsir diakui oleh Dunia Islam sebagai pahlawan lintas bangsa serta negara. Bruce Lawrence mengatakan bahwasanya Natsir adalah politisi yang paling menonjol yang membantu pembaruan Islam. Di tahun 1957, Mohammad Natsir menerima bintang Nichan Istikhar (Grand Gordon) dari Raja Tunisia, Lamine Bey atas jasanya menolong perjuangan kemerdekaan rakyat Afrika Utara. Penghargaan internasional yang lain yakni Jaa-izatul Malik Faisal al-Alamiyah pada di tahun 1980, serta penghargaan dari sebagian ulama serta pemikir populer seperti Syekh Abul Hasan Ali an-Nadwi serta Abul A’la Maududi.

Pada tahun 1980, Natsir dianugerahi penghargaan Faisal Award dari Raja Fahd Arab Saudi lewat Yayasan Raja Faisal di Riyadh, Arab Saudi. Ia memperoleh gelar doktor kehormatan dalam bidang politik Islam dari Kampus Islam Libanon pada tahun 1967. Pada tahun 1991, ia kemudian memperoleh dua gelar kehormatan, yakni dalam bidang sastra dari Universitas Kebangsaan Malaysia serta dalam bidang pemikiran Islam dari Universitas Sains Malaysia. Mohammad Natsir wafat pada 6 Februari 1993 di Jakarta, serta dimakamkan satu hari kemudian. Soeharto enggan memberikan gelar pahlawan pada salah satu ” bapak bangsa ” ini. Kemudian pada masa pemerintahan B. J. Habibie, dia diberi penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipradana.

Sepanjang hidupnya Mohammad Natsir dikenal tidak mempunyai pakaian bagus, jasnya pun banyak tambalan. Dia dikenang sebagai menteri yang tidak mempunyai rumah serta menampik di beri hadiah mobil elegan. Mohammad Natsir disebutkan menampik mobil Chevrolet Impala ketika diberikan. Walau sebenarnya, di tempat tinggalnya dia cuma mempunyai mobil tua merk De Soto.

Pergaulan luas

Natsir banyak bergaul dengan pemikir-pemikir Islam, seperti Agus Salim; selama pertengahan 1930-an, ia dan Salim terus bertukar pikiran tentang hubungan Islam dan negara demi masa depan pemerintahan Indonesia yang dipimpin Soekarno. Pada tahun 1938, ia bergabung dengan Partai Islam Indonesia, dan diangkat sebagai pimpinan untuk cabang Bandung dari tahun 1940 sampai 1942.Ia juga bekerja sebagai Kepala Biro Pendidikan Bandung sampai tahun 1945. Selama pendudukan Jepang, ia bergabung dengan Majelis Islam A’la Indonesia (lalu berubah menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi), dan diangkat sebagai salah satu ketua dari tahun 1945 sampai ketika Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia dibubarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ia menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat. Sebelum menjadi perdana menteri, ia menjabat sebagai menteri penerangan. Pada tanggal 3 April 1950, ia mengajukan Mosi Integral Natsir dalam sidang pleno parlemen.Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden Indonesia yang mendorong semua pihak untuk berjuang dengan tertib, merasa terbantu denga adanya mosi ini. Mosi ini memulihkan keutuhan bangsa Indonesia dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sebelumnya berbentuk serikat, sehingga ia diangkat menjadi perdana menteri oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1950.

Namun ia mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 26 April 1951 karena perselisihan paham dengan Soekarno, Soekarno yang menganut paham nasionalisme mengkritik Islam sebagai ideologi seraya memuji sekularisasi yang dilakukan Mustafa Kemal Ataturk di Kesultanan Utsmaniyah, sedangkan Natsir menyayangkan hancurnya Kesultanan Utsmaniyah dengan menunjukkan akibat-akibat negatif sekularisasi. Natsir juga mengkritik Soekarno bahwa dia kurang memperhatikan kesejahteraan di luar Pulau Jawa.[16] Menurut Hatta, sebelum pengunduran diri Natsir, Soekarno selaku presiden sekaligus ketua Partai Nasionalis Indonesia (PNI) terus mendesak Manai Sophiaan serta para menteri dan anggota parlemen dari PNI untuk menjatuhkan Kabinet Natsir, dan tidak mendukung kebijakan-kebijakan yang diusulkan oleh Natsir dan Hatta.

Selama era demokrasi terpimpin di Indonesia, ia terlibat dalam pertentangan terhadap pemerintah yang semakin otoriter dan bergabung dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia setelah meninggalkan Pulau Jawa;[ PRRI yang menuntut adanya otonomi daerah yang lebih luas disalahtafsirkan oleh Soekarno sebagai pemberontakan. Akibatnya, ia ditangkap dan dipenjarakan di Malang dari tahun 1962 sampai 1964, dan dibebaskan pada masa Orde Baru pada tanggal 26 Juli 1966. Setelah dibebaskan dari penjara, Natsir kembali terlibat dalam organisasi-organisasi Islam, seperti Majelis Ta’sisi Rabitah Alam Islami dan Majelis Ala al-Alami lil Masjid yang berpusat di Mekkah, Pusat Studi Islam Oxford (Oxford Centre for Islamic Studies) di Inggris, dan Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) di Karachi, Pakistan.

Di era Orde Baru, ia membentuk Yayasan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Ia juga mengkritikisi kebijakan pemerintah, seperti ketika ia menandatangani Petisi 50 pada 5 Mei 1980, yang menyebabkan ia dilarang pergi ke luar negeri. Pada masa-masa awal Orde Baru ini, ia berjasa mengirim nota kepada Tunku Abdul Rahman dalam rangka mencairkan hubungan dengan Malaysia. Selain itu pula, dialah yang mengontak pemerintah Kuwait agar menanam modal di Indonesia dan meyakinkan pemerintah Jepang tentang kesungguhan Orde Baru membangun ekonomi. Soeharto menganggap orang yang mengkritik dirinya sebagai penentang Pancasila. Ia ikut menandatangani Petisi tersebut bersama dengan Jenderal Hoegeng, Letjen Ali Sadikin, Sanusi Hardjadinata, SK Trimurti, dan lain-lain. Akibat dilarangnya ia pergi ke luar negeri, banyak seminar yang tidak bisa diikutinya. Natsir menolak kecurigaan Soeharto terhadap partai-partai, terutama partai Islam. Apalagi Opsus (Operasi Khusus) yang berada di bawah pimpinan langsung Soeharto juga ikut dikritisi.Padahal, badan intel inilah yang meminta Natsir dalam memulai hubungan dengan Malaysia dan Timur Tengah setelah naiknya Soeharto.

Selama menjalani pendidikannya di AMS, Natsir telah terlibat dalam dunia jurnalistik. Pada 1929, dua artikel yang ditulisnya dimuat dalam majalah Algemeen Indische Dagblad, yaitu berjudul Qur’an en Evangelie (Al-Quran dan Injil) dan Muhammad als Profeet (Muhammad sebagai Nabi). Kemudian, ia bersama tokoh Islam lainnya mendirikan surat kabar Pembela Islam yang terbit dari tahun 1929 sampai 1935. Ia juga banyak menulis tentang pandangannya terhadap agama di berbagai majalah Islam seperti Pandji Islam, Pedoman Masyarakat, dan Al-Manar. Menurutnya, Islam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari budaya Indonesia.

Natsir telah menulis sekitar 45 buku atau monograf dan ratusan artikel yang memuat pandangannya tentang Islam. Ia aktif menulis di majalah-majalah Islam sejak karya tulis pertamanya diterbitkan pada tahun 1929. Karya terwalnya umumnya berbahasa Belanda dan Indonesia, yang banyak membahas tentang pemikiran Islam, budaya, hubungan antara Islam dan politik, dan peran perempuan dalam Islam Karya-karya selanjutnya banyak yang ditulis dalam bahasa Inggris, dan lebih terfokus pada politik, pemberitaan tentang Islam, dan hubungan antara umat Kristiani dengan Muslim.Ajip Rosidi dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah menyebutkan bahwa tulisan-tulisan Natsir telah menjadi catatan sejarah yang dapat menjadi panduan bagi umat Islam. Selain menulis, Natsir juga mendirikan sekolah Pendidikan Islam pada tahun 1930; sekolah tersebut ditutup setelah pendudukan Jepang di Indonesia.

Sekalipun Natsir memiliki latar belakang pendidikan Belanda, Natsir tidak tergerak sama sekali untuk melakukan westernisasi atau sekularisasi dalam dunia pendidikan Islam. Ia juga peduli akan pengaruh pendidikan Barat terhadap generasi muda. Sebenarnya, langkahnya ini yang peduli terhadap dunia pendidikan disebabkan setelah dia membaca karangan Snouck Hurgronje yang melawan Islam, seperti Netherland en de Islam yang memaparkan strategi Hurgronje dalam melawan Islam. Buku ini pada akhirnya kemudian membuat Natsir bertekad melawan Belanda lewat jalur pendidikan.

Pemerintah Indonesia saat itu, baik yang dipimpin oleh Soekarno maupun Soeharto, sama-sama menuding Mohammad Natsir sebagai pemerontak dan pembangkang, bahkan tudingan tersebut membuatnya dipenjarakan. Sedangkan oleh negara-negara lain, Natsir sangat dihormati dan dihargai, hingga banyak penghargaan yang dianugerahkan kepadanya.

Dunia Islam mengakui Mohammad Natsir sebagai pahlawan yang melintasi batas bangsa dan negara. Bruce Lawrence menyebutkan bahwa Natsir merupakan politisi yang paling menonjol mendukung pembaruan Islam. Pada tahun 1957, ia menerima bintang Nichan Istikhar (Grand Gordon) dari Raja Tunisia, Lamine Bey atas jasanya membantu perjuangan kemerdekaan rakyat Afrika Utara. Penghargaan internasional lainnya yaitu Jaa-izatul Malik Faisal al-Alamiyah pada tahun 1980, dan penghargaan dari beberapa ulama dan pemikir terkenal seperti Syekh Abul Hasan Ali an-Nadwi dan Abul A’la Maududi.

Pada tahun 1980, Natsir dianugerahi penghargaan Faisal Award dari Raja Fahd Arab Saudi melalui Yayasan Raja Faisal di Riyadh, Arab Saudi. Ia juga memperoleh gelar doktor kehormatan di bidang politik Islam dari Universitas Islam Libanon pada tahun 1967. Pada tahun 1991, ia memperoleh dua gelar kehormatan, yaitu dalam bidang sastra dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan dalam bidang pemikiran Islam dari Universitas Sains Malaysia.[10]Pemerintah Indonesia baru menghormatinya setelah 15 tahun kematiannya, pada 10 November 2008 Natsir dinyatakan sebagai pahlawan nasional Indonesia. Soeharto enggan memberikan gelar pahlawan kepada salah satu “bapak bangsa” ini.[ Pada masa B.J. Habibie, dia diberi penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipradana.

Dilaporkan banyak media bahwasanya Natsir  tokoh sederhana sepanjang zaman. Ia juga melaporkan bahwa Natsir “tak punya baju bagus, jasnya bertambal. Dia dikenang sebagai menteri yang tak punya rumah dan menolak diberi hadiah mobil mewah.”

Pengaruhnya internasional

Muhammad Natsir memiliki pengaruh dan berjasa besar bagi kepentingan bangsa, misalnya ikut membantu pemulihan hubungan Indonesia dengan Malaysia. Melalui hubungan baiknya, Natsir menulis surat pribadi kepada Perdana Menteri Malaysia, Tengku Abdul Rahman, guna mengakhiri konfrontasi Indonesia-Malaysia. Karena tidak mungkin lagi terjun ke politik, Natsir mengalihkan kegiatannya, berdakwah melalui perbuatan nyata dalam memperbaiki kehidupan masyarakat. Pada tahun 1967 dia mendirikan Dewan Dakwah lslamiyah Indonesia yang aktif dalam gerakan amal.

Aktivitasnya di bidang dakwah bertambah luas dan mendapat pengakuan internasional.Atas segala jasa dan aktivitasnya, pada tahun 1957 Natsir mendapat bintang kehormatan dari Republik Tunisia untuk perjuangannya membantu kemerdekaaan Negara negara Islam di Afrika Utara. Tahun 1967, dia mendapat gelar Doktor HC dari Universitas Islam Libanon dalam bidang politik Islam, Faisal Award dari Kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1980 untuk pengabdiannya pada Islam, dan Doktor HC dan Universitas Sains dan Teknologi Malaysia pada tahun 1991 dalam bidang pemikiran Islam.

Namun, keterlibatannya Muhammad Natsir dalam Petisi 50 yang mengkritik Presiden Suharto membuatnya dicekal untuk bepergian ke luar negeri. Beliau pun melanjutkan aktivitasnya dari kantor Dewan Dakwah Islamiyahdi daerah Salemba, sambil tetap menerima kunjungan tamu, termasuk para tokoh dari Negara sahabat. Muhammad Natsir meninggal dunia di Jakarta dengan meninggalkan enam anak, hasil pernikahannya dengan Nur Nahar. Beliau dimakamkan di TPU Karet, Tanah Abang.

Ucapan belasungkawa datang tidak saja dari simpatisannya di dalam negeri yang sebagian ikut mengantar jenazahnya ke pembaringan terakhir, tetapi juga dari luar negeri, termasuk mantan Perdana Menteri Jepang, Takeo Fukuda, yang mengirim surat duka kepada keluarga almarhum dan bangsa Indonesia.

  • Tempat/Tgl. Lahir : Alahan Panjang, 17 Juli 1908
  • Tempat/Tgl. Wafat : Jakarta, 6 Februari 1993
  • SK Presiden : Keppres No. 041/TK/2008, Tgl. 6 November 2008
  • Gelar : pahlawan nasional

Selain selalu tampil sederhana, Natsir juga memperlihatkan sikap tidak ingin memanfaatkan kedudukannya. Saat masa jabatannya habis, Natsir meninggalkan kantor dengan mengayuh sepeda. Mobil dinas Muhammad Natsir langsung diserahkan saat itu juga kepada negara.

Sumber:  wikipedia, biografiku, pahlawan indonesia

Categories: M. Natsir | 1 Komentar