Monthly Archives: April 2018

PELATIHAN MASTERKWA ANGKATAN LXVI = 66


ALHAMDULILLAH  KAMPUS WONG ALUS TELAH SELESAI MELAKSANAKAN PELATIHAN MASTERKWA ANGKATAN LXVI = 66

DENGAN GELAR KESAYANGAN DARI KAMPUS WONG ALUS:

KI GARUDA SAKTI WIDJAKA NUSANTARA – LAMPUNG

SEMOGA APA YANG TELAH DIPELAJARI DI PROGRAM PELATIHAN MASTER KWA BISA BERMANFAAT UNTUK KEMANUSIAAN BAIK SESAMA MAUPUN UNTUK  DIRI SENDIRI. AMIN YRA.

 @kwa,2018

Iklan
Categories: PELATIHAN MASTERKWA ANGKATAN 66

=PENGUMUMAN PERUBAHAN AGENDA KEGIATAN RUTIN BAKSOS KWA=


AGENDA RUTIN BAKSOS KWA 2018 DIGANTI DARI SETIAP KAMIS MENJADI SETIAP BULAN PURNAMA

Tempat: Taman Tanjung Puri, Sidoarjo, Jawa Timur.

Baksos KWA adalah satu kegiatan yang bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan layanan  gratis dari blog KWA di bidang alternatif terdiri dari: Dzikir, Konsultasi, Ijasahan, Latihan meditasi/ketenangan, dan lain-lain.

Kegiatan akan diselenggarakan pada setiap bulan Purnama. Adapun di tahun 2018 ini kita mulai pada bulan Mei 2018. Kenapa dimulai pada bulan Mei 2018? Sebab pada bulan April 2018 KWA sudah melakukan bakti sosial yaitu Milad KWA.

Bulan Purnama 29 Mei 2018

Bulan purnama di bulan Mei  berlangsung pada Selasa, 29 Mei 2018. Di Indonesia, bulan purnama bisa terlihat mulai Selasa malam sampai Rabu pagi. Bulan purnama hari ini juga berkesan bagi umat muslim karena terjadi di bulan Ramadhan. Dan ini menandakan Ramadhan sudah sampai pada pertengahan.

Bulan Purnama 28 Juni 2018

Kalau di awal tahun ini ada bulan purnama yang besar dan terang. Pada pertengah tahun ini giliran ada bulan purnama yang terlihat kecil dan redup. Sebab Bulan mencapai fase purnama di titik terjauh dari Bumi. Fenomena ini biasa disebut minimoon. Bulan purnama terjadi pada Kamis, 28 Juni 2018. Dan menjadi yang terkecil kedua di tahun ini. Bulan purnama mini ini bisa disaksikan di Indonesia mulai Selasa malam sampai Rabu pagi.

Bulan Purnama 28 Juli 2018

Sabtu, 28 Juli 2018 bulan purnama kembali terjadi di titik terjauh dari Bumi. Sehingga terlihat lebih kecil dan redup. Bulan purnama hari ini menjadi yang terkecil dan paling redup di tahun 2018. Lebih hebatnya lagi bulan purnama juga bertepatan dengan gerhana bulan total. Bahkan ketika gerhana, Bulan akan tepat melintasi tengah bayangan umbra bumi. Sehingga gerhana bulan akan berlangsung sangat lama dan sangat redup.

Gerhana bulan total 28 Juli 2018 memiliki durasi sangat panjang mencapai 1 jam 43 menit. Begitu panjangnya bahkan hingga tercatat sebagai yang terpanjang di abad ini. Dan baru bisa terkalahkan oleh gerhana bulan total berdurasi 1 jam 46 menit pada tahun 2123. Kombinasi dari Bulan di titik terjauh dan gerhana bulan total terpanjang akan membuat bulan purnama sangat redup. Sampai hampir tidak terlihat.

Bulan Purnama 26 Agustus 2018

Pesta bulan purnama yang istimewa sudah usai. Sebab supermoon, minimoon, bluemoon, sampai gerhana bulan total di tahun ini sudah selesai semua. Mulai Agustus sampai akhir tahun ini bulan purnama akan tampil biasa-biasa saja. Tanpa ada fenomena lain yang menyertainya. Bulan purnama terjadi pada Minggu, 26 Agustus 2018. Dan di Indonesia, bulan purnama bisa terlihat dari Minggu malam sampai Senin pagi.

Bulan Purnama 25 September 2018

Bulan purnama berikutnya jatuh pada Selasa, 25 September 2018 dan di Indonesia tidak bisa melihat puncak bulan purnama. Sebagai alternatif kita bisa melihat bulan purnama usai puncak. Yaitu antara Selasa malam sampai Rabu pagi. Tenang saja. Meski puncaknya sudah lewat tapi Bulan tetap akan bulat dan cantik untuk dilihat.

Bulan Purnama 24 Oktober 2018

Oktober biasanya menjadi awal musim hujan di Indonesia. Sehingga pengamatan di bulan ini harus dimaksimalkan sebelum langit mulai sering tertutup awan. Untuk itu bulan purnama bisa menjadi pilihan. Bulan purnama terjadi pada Rabu, 24 Oktober 2018. Dan kita di Indonesia bisa melihat bulan purnama dari Rabu malam sampai Kamis pagi. Termasuk juga puncak bulan purnama.

Bulan Purnama 23 November 2018

Selanjutnya bulan purnama akan terjadi pada Jum’at, 23 November 2018. Di Indonesia, kita bisa melihat bulan purnama usai puncak antara Jum’at malam sampai Sabtu pagi. Meski bulan purnama kali ini biasa-biasa saja. Tapi kita bisa menikmatinya dengan santai sambil berakhir pekan. Apalagi mengingat November biasanya mulai sering berawan. Mungkin kita bisa beruntung melihat halo yang melingkari Bulan.

Bulan Purnama 23 Desember 2018

Akhirnya kita sampai pada bulan purnama ketigabelas yang berarti terakhir di tahun ini. Bulan purnama akan berlangung pada Minggu, 23 Desember 2018. Kita di Indonesia bisa melihat bulan purnama mulai Sabtu malam sampai Minggu pagi. Berakhir pekan di bawah cahaya bulan purnama tentu akan menyenangkan. Apalagi sambil mengingat kembali berbagai fenomena besar ketika bulan purnama di tahun 2018.

#tempat sewaktu-waktu bisa berubah menyesuaikan situasi dan kondisi. Perubahan tempat akan diumumkan paling lambat seminggu sebelumnya. Silahkan hadir. 

TIDAK PERLU CANGGUNG MALU DAN BINGUNG DI KAMPUS WONG ALUS SEMUA SAMA. TIDAK PERLU MENDAFTAR JADI ANGGOTA KWA.  ANDA HANYA PERLU MENGISI BUKU TAMU SAJA.  TUJUANNYA ADALAH UNTUK MENJALIN SILATURAHIM DAN BELAJAR  GRATIS DAN TERBUKA UNTUK UMUM, KITA SEMUA BERSAUDARA
====================

LOKASI TAMAN TANJUNG PURI:

BERIKUT PETA DI GOOGLE MAPNYA:

https://goo.gl/maps/WhJ55Ks77sT2

Demikian pengumuman dari kami dan terima kasih.

Ki wongalus

Categories: AGENDA BULAN PURNAMA | 1 Komentar

Wacana Peradaban


BAUDRILLARD: HIPER REALITAS DAN SIMULACRA

MENGENAL BAUDRILLARD
Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tidak bisa kita lepaskan dari salah satu filsuf asal Perancis bernama Jean Baudrillard. Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, tekniknya, dan metodenya.
Baudrillard lahir di Reims, Perancis timur laut, pada tanggal 27 Juli 1929. Pada Tahun 1956-1966, ia menjadi guru sekolah menengah; mengkhususkan pada teori sosial Jerman dan kesusasteraan. Baudrillard adalah seorang teroris, provokator, filsuf, sekaligus nabi postmodernitas. Tulisan-tulisannya memiliki gaya yang khas dan orisinal deklaratif, hiperbolik, aforistik, skeptis, fatalis, nihilis, namun tajam dan cerdas. Tulisan-tulisan Baudrillard seperti bom yang meledakkan suasana, dan menyajikan cara pandang baru terhadap realitas sosial postmodern.
Pada tahun 1962-1963, ia mengulas tulisan-tulisan di Les Temps Moderne, termasuk sebuah esai tentang Italo Calvino. Pada tahun 1964-1968, ia menerjemahkan naskah-naskah Jerman kedalam bahasa Perancis, termasuk beberapa karya dramawan Peter Weiss (Marat/Sade, The German Ideology nya Marx dan Engels, Messianisme revolutionairre du tiers monde dari Muhlmann) dan Bertold Brecht. Pada bulan Maret 1965, ia mempertahankan disertasinya “Thèse de Troisème Cycle” dalam bidang sosiologi, Universitas Paris X – Nanterre yang diterbitkan menjadi Le systèm des objets. Berperan aktif sebagai intelektual dalam demonstrasi mahasiswa di Paris, pada bulan Mei 1968. Pada tahun 1970-1976, ia menjadi maître-assistant di Nanterre. Pada tahun 1977-1978, ia meluncurkan serial provokatif tentang esai antisosialis dan anti postrukturalis dalam bentuknya yang sangat atraktif, publikasi gaya pamplet yang menutup kariernya sebagai akademikus dan political outsider. Pada tahun 1995 ia mulai mengundurkan diri dari kehidupan kampus, tetapi tetap aktif sebagai jurnalis, esais, dan intelektual profesional bête noir.
Berikut essai-essai yang diterbitkan dari Baudrillard: Understanding Media, Marshall-McLuhan dalam jurnal Marxis humanis L’homme et la société (1966); Le système des objets (1967); De la séduction (1980); Simulacres et simulation (1981); menerbitkan Les stratégies fatales (1982); Amérique (1986); À l’ombre des majorités silencieuses, ou la fin du social (1978) / In the Shadow of Silent Majorities or, The End of the Social and Other Essays (1983); L’autre par luimême (1987); La Guerre du Golfe n’a pas eu lieu (1991); La transparence du mal (1990), Cool Memories II (1990), dan L’illusion de la fin (1992).
Sebagai seorang sosiolog, Baudrillard menawarkan banyak gagasan dan wawasan yang inspiratif. Pemikirannya menjadi penting karena ia mengembangkan teori yang berusaha memahami sifat dan pengaruh komunikasi massa. Ia mengatakan media massa menyimbolkan zaman baru di mana bentuk produksi dan konsumsi lama telah memberikan jalan bagi semesta komunikasi yang baru. Sebagai pemikir aliran postmodern yang perhatian utamanya adalah hakikat dan pengaruh komunikasi dalam masyarakat pascamodern, Baudrillard sering mengeluarkan ide-ide cukup kontroversial dan melawan kemapanan pemikiran yang ada selama ini. Misalnya dalam wacana mengenai kreativitas dalam budaya media massa atau budaya cyber ia menganggapnya sebagai sesuatu yang absurd dan contradictio in terminis. Bagi Baudrillard, televisi merupakan medan di mana orang ditarik ke dalam sebuah kebudayaan sebagai black hole. Ia menyebutnya Simulacra, di mana realitas yang ada adalah realitas semu, realitas buatan (hyper-reality). Begitulah Baudrillard memandang hakikat komunikasi massa. Lantas bagaimana pandangan Baudrillard tentang hakikat komunikasi massa dan aapa sebetulnya yang dimaksud dengan simulacra dan apa kaitannya dengan proses komunikasi?

Pendahuluan: Tentang Simulacra
Pemikiran Baudrillard kiranya dapat memberikan kontribusi atas beberapa pertanyaan yang agak ambisius dibawah ini (walaupun tidak secara langsung): Bagaimanakah kita dapat menjelaskan krisis multi dimensional yang kita alami sekarang ini? Apakah untuk hidup kita memerlukan identitas? Bila identitas itu tidak perlu, apakah kekacauan yang kita alami sekarang ini disebabkan tidak adanya identitas kita sebagai bangsa? Bagaimanakah pula, berhadap-hadapan dengan globalisasi – tanpa identitas akankah sirna masyarakat “Indonesia” itu? Atau sebaliknya dengan ditemukannya suatu formulasi tentang apa yang disebut “Kebudayaan Indonesia”, dapatlah kiranya menyelesaikan segala kemelut, mempersatukan bangsa dan kita dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain? Apakah ledakan revolusi informatika yang berpusing membentuk galaksi menjadikannya sebagai chain of signifier tanpa referen yang semakin membesar tanpa batas itu menentukan segala nilai-nilai kebudayaan kita? Studi tentang pemikiran Baudrillard berkaitan dengan manusia dan kebudayaan (Indonesia), walaupun tidak langsung, dapatlah kurang lebih menjelaskan persoalan-persoalan tersebut.
Dasar Teoritis dan Pengaruh-pengaruh Utama
Baudrillard banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh diantaranya Karl Marx, Frederich Nietzsche, Claude levi-Strauss, Louis Althusser, Georges Batalille, Marel Mauss, Henri Lafebvre, Jacques Lacan, Roger Caillois, Gilles Deleuze, filsuf Madzhab Frankfurt, Marshall McLuhan.
Ia pernah bekerjasama dengan Roland Barthes, dalam analisa semiotik dalam kebudayaan , dalam pertamanya Obyek Sistem (1968). Ia adalah juga dipengaruhi oleh Marshall McLuhan yang memperlihatkan pentingnya media massa dalam pandangan kaum sosiologis. Karena dipengaruhi oleh semangat pemberontakan mahasiswa di Universitas Nanterre (1968), ia bekerja sama dengan suatu jurnal yaitu Utopie, yang dipengaruhi oleh anarcho-situationism, teori media dan Marxisme struktural, di mana ia menerbitkan sejumlah artikel teoritis pada suasana kemakmuran kapitalis, dan kritik teknologi.
Pemikiran Baudrillard juga dipengaruhi oleh pemikiran filsuf lain yang memiliki pemikiran tentang objectivity and linguistic-sociological interface (Mauss), Surrealism and Eroticism (Bataille), Psychoanalysis dan Freud, dan terutama Marxisme. Lalu ia menjadi seorang yang dikagumi sebagai seorang yang mengerti akan keadaan yang datang pada kondisi posmodernisme.
Filosofi Baudrillard terpusat pada dua konsep “hyperreality” dan “simulation“. Terminologi ini mengacu pada alam yang tidak nyata dan khayal dalam kebudayaan kontemporer pada zaman komunikasi massa dan konsumsi massa.

Pokok-pokok pikiran Baudrillard
Baudrillard mengembangkan teori yang berusaha memahami sifat dan pengaruh komunikasi massa. Ia mengatakan media massa menyimbolkan zaman baru, bentuk produksi dan konsumsi lama telah memberikan jalan bagi semesta komunikasi yang baru, dunia yang dikonstruksi dari model atau simulacra. Sejak jaman Renaissance hingga kini telah terjadi tiga kali revolusi simulacra, yaitu counterfeit, production dan simulation, yang merupakan nama yang berbeda untuk arti yang sama yaitu, imitasi atau reproduksi dari image atau obyek. Pertama, image merupakan representasi dari realitas. Kedua, image menutupi realitas. Ketiga, image menggantikan realitas yang telah sirna, menjadi simulacrum murni. Pada sign as sign, simbolika muncul dalam bentuk irruption. Baudrillard kemudian menambahkan tahapan keempat yang disebut fractal atau viral. Kini kita pada tahapan fractal, suatu tahapan transeverything yang mengubah secara radikal cara pandang kita terhadap dunia.
Pokok masalah pemikiran Baudrillard ini dipengaruhi sejarah perkembangan industri sejak zaman Renaissance hingga sekarang adalah sejarah simulacra, yaitu sejarah imitasi, atau reproduksi sehingga menimbulkan persoalan makna, orisinalitas dan identitas manusia. Kedua, Masyarakat konsumen adalah masyarakat dalam pertanyaan. Ketiga, Sirnanya realitas “Not into nothingness, but into the more real than real (the triumph of simulacra)? Keempat, perkembangan yang pesat dari teknologi diakhir abad 20 dan awal millennium ketiga ini telah melampaui batasbatasnya dan menjalar keseluruh sendi-sendi kehidupan manusia dan mengubah secara radikal cara pandang manusia terhadap dunia. Dipertanyakan kemampuan teori untuk menjawabnya.

Kemunculan Simulacrum
Manusia abad kontemporer hidup dalam dunia simulacra (gambar, citra atau penanda suatu peristiwa yang telah menggantikan pengalaman). Manusia postmodern hidup dalam dunia yang penuh dengan simulasi, tidak ada yang nyata di luar simulasi, tidak ada yang asli yang dapat ditiru. Nilai guna komoditas dan nilai imperatif sebuah produksi pun telah digantikan oleh model, kode, tontonan dan hiperrealisme “simulasi”. Komunikasi lewat media telah membuat orang terjebak dalam permainan simulacra yang tidak berhubungan dengan “realitas eksternal”. Kita hidup di dunia simulacra, dunia yang dipenuhi citra atau penanda suatu peristiwa dan telah menggantikan pengalaman nyata. Ya, kita hidup di dunia yang penuh dengan simulasi: tidak nyata, tidak asli, dan tidak dapat ditiru. Dunia tak lagi nyata, karena yang “yang ada “ hanyalah simulasi. Baudrillard menguraikan bahwa pada jaman kini “masyarakat” sudah sirna dan digantikan oleh mass atau massa. Massa tidak mempunyai predikat, atribut, kualitas maupun reference . Pendeknya, massa tidak mempunyai realitas sosiologikal. (Baudrillard: 1978)

Sistem Obyek-Obyek
Di jaman ini konsumsi telah menjadi basis pokok dalam tatanan sosial (Baudrillard: 1967). Obyek konsumen menata perilaku melalui suatu sign function (fungsi tanda) secara linguistik. Iklan (advertising) telah mengambil alih tanggungjawab moral atau moralitas puritan masyarakat dan menggantikannya dengan moralitas hedonistik yang mengacu melulu pada kesenangan. Parahnya lagi, hedinistik itu telah dijadikan sebagai barometer dari hyper-civilization (peradaban hiper).
Kebebasan dan kemerdekaan pun akhirnya diperoleh dari sistem komoditas: “bebas menjadi diri-sendiri” pun lantas diterjemahkan sebagai “bebas untuk memproyeksikan keinginan seseorang pada barang-barang industri”; bebas menikmati hidup berarti bebas menjadi orang yang irasional. Mentalitas ini pun merasuki masyarakat, dan seolah-olah tak terhindarkan, bahkan telah menjadi keutamaan dalam moralitas masyarakat. Maka sah-sah saja bila individu secara simultan menyelaraskan kebutuhan dirinya dengan kelompok di sekitarnya. Manusia pun akan menjadi mahluk sosial yang sempurna. Benarkah ?
Menurut Baudrillard, membeli komoditas adalah tindakan yang sudah direkayasa sebelumnya dan terjadi pada persilangan dua sistem. Pertama, relasi individual yang bersifat cair, tak saling berhubungan dengan individu lainnya. Kedua relasi produksi, yang dikodifikasi, berkelanjutan dan merupakan sebuah kesatuan. Tentu saja tidak ada interaksi antara keduanya selain integrasi yang dipaksakan dari sistem kebutuhan kepada sistem produksi. Obyek konsumsi ialah artikulasi partikular (parole) dari seperangkat ekspresi yang kehadirannya mendahului komoditas (langue). Dalam sistem ini kita melihat orang yang sedang membangun menara Babel”: setiap hal berbicara dalam idiomnya sendiri hingga kehilangan syntax (kalimat) yang benar hingga satu-sama lain bertikai dan berebut pengaruh. Tentu saja ini adalah suatu sistem klasifikasi dan bukan suatu bahasa. Kebutuhan (needs) semacam ini diciptakan oleh obyek konsumsi: obyek bertindak sebagai kategori obyek dengan caranya yang sangat sewenang-wenang, menentukan kategori manusia. Pada masyarakat (konsumen) obyek menandai status sosial dan menggantikan segala macam perbedaan hirarki sosial yang ada. Pengenalan suatu kode universal memberitahukan kepada kita bahwa orang yang memakai jam Rolex berada pada status sosial yang tinggi dan pemakai ponsel buatan China sebagai orang biasa-biasa saja.

The Ecstasy of Communication
“Everything began with objects, yet there is no longer a system of objects” (segalanya dimulai dengan obyek-obyek hingga tidak ada lagi sistem obyek-obyek). Pernyataan ini berkenaan dengan obyek sosial pada masyarakat kapitalis akhir dan suatu ontological metaphor. Seperti halnya St. Yohanes dalam kepercayaan Gereja Katolik mengatakan dalam injilnya: “In the beginning was the word” (Yoh 1:1) atau Faust “In the beginning was the deed”. Demikianlah keberadaan obyek telah mendahului masyarakat. Obyek hadir di luar dan di atas aspek kegunaaan dan pertukaran. Baudrillard menyebutnya sebagai symbolic exchange, sesuatu yang menempatkan obyek sebagai cermin dari subyek sebagaimana halnya cermin (mirror) dan adegan (scene). Cermin dan adegan kini sudah digantikan oleh monitor (screen) dan jaringan (network). Tidak ada lagi transendensi dan kedalaman, yang ada hanyalah permukaan fungsional dari komunikasi. Dalam televisi, prototipe obyek adalah yang paling indah pada jaman ini. Alam dan tubuh kita pun kini telah berubah menjadi layar monitor.

Konsumsi Menentukan Status Sosial Seseorang
Dalam sistem kapitalis hubungan manusia telah ditransformasikan dalam hubungan objek yang dikontrol oleh kode atau tanda tertentu. Perbedaan status dimaknai sebagai perbedaan konsumsi tanda, sehingga kekayaan diukur dari bayaknya tanda yang dikonsumsi. Mengkonsumsi objek tertentu menandakan kita berbeda atau dianggap sama dengan kelompok sosial tertentu. Demikianlah kode telah mengambil fungsi kontrol terhadap individu. Menurut pandangan Baudrillard, proses konsumsi dapat diaanalisis dalam perspektif dua aspek yang mendasar yaitu: pertama, sebagai proses signifikansi dan komunikasi yang didasarkan pada peraturan (kode) di mana praktik-praktik konsumsi masuk dan mengambil maknanya. Di sini konsumsi merupakan sistem pertukaran, dan sepadan dengan bahasa. Kedua, sebagai proses klasifiaksi dan diferensiasi sosial di mana kali objek-objek/tanda-tanda ditahbiskan bukan hanya sebagai perbedaan yang signifikan dalam satu kode tetapi sebagai nilai yang sesuai (aturan) dalam sebuah hirarki. Di sini konsumsi dapat menjadi objek pembahasan strategis yang menentukan kekuatan, khususnya dalam distribusi nilai yang sesuai aturan (melebihi hubungannya dengan pertanda sosial lainnya: pengetahuan, kekuasaan, budaya, dan lain-lain).

Hilangnya Ruang Publik
Bagi Baudrillard, dunia dewasa ini tidak ada lagi adegan cermin, yang ada hanyalah layar dan jaringan. Periode produksi dan konsumsi telah membanjiri jalanan. Manusia abad kontemporer hidup dalam ekstasi komunikasi yang karut marut, seiring dengan lenyapnya ruang privat. Ruang publik pun tak lagi menjadi tontonan dan ruang privat pun tak lagi menjadi rahasia. Hapusnya perbedaan antara bagian dalam dan bagian luar, seiring dengan rancunya batas antara ruang publik dan ruang privat. Kehidupan yang paling intim, sekarang menjadi penopang hidup virtual media.

Terbentuknya Hyperreallity
Hiperealitas menciptakan satu kondisi yang di dalamnya kepalsuan berbaur dengan keaslian; masa lalu berbaur masa kini; fakta bersimpang siur dengan rekayasa; tanda melebur dengan realitas; dusta bersenyawa dengan kebenaran. Kategori-kategori kebenaran, kepalsuan, keaslian, isu, realitas seakan-akan tidak berlaku lagi di dalam dunia seperti itu.
“Baudrillard menerima konsekuensi radikal tentang yang dilihatnya sebagai sangat merasuknya kode dalam masa modern akhir. Kode ini jelas terkait dengan komputerisasi dan digitalisasi, juga cukup mendasar dalam fisika, biologi, dan ilmu-ilmu alam lainnya di mana ia memberi kesempatan berlangsungnya reproduksi sempurna dari suatu objek atau situasi; inilah sebabnya kode bisa mem-bypass sesuatu yang real dan membuka kesempatan bagi munculnya realitas yang disebut Baudrillard sebagai hyperreality.” (Lechte, 2001, hal. 352)
Dramatisasi yang dilakukan melalui alur yang penuh aksi dramatis, secara umum dikendalikan oleh rumah produksi yang membuatnya bukan lagi oleh pelaku utama yang mempunyai cerita. Akhirnya menjadi mustahil membedakan yang nyata dari yang sekedar tontonan. Dalam kehidupan nyata masyarakat pemirsa reality show, kejadian-kejadian nyata semakin mengambil ciri hiper-riil (hyperreal). Tidak ada lagi realitas yang ada hanyalah hiper-realitas. Dampak yang dihasilkan dari hiperreality adalah adanya kepercayaan masyarakat terhadap kenyataan yang sebenarnya bukan kenyataan. Pembodohan atas realitas ini dapat menghasilkan pola budaya yang mudah meniru (imitasi) apa yang dilihatnya sebagai sebuah kenyataan di media televisi direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Serta terbentuknya pola pikir yang serba instan, membentuk manusia yang segala sesuatunya ingin cepat saji.
Keadaan dari hiperrealitas ini membuat masyarakat modern ini menjadi berlebihan dalam pola mengkonsumsi sesuatu yang tidak jelas esensinya. Kebanyakan dari masyarakat ini mengkonsumsi bukan karena kebutuhan ekonominya melainkan karena pengaruh model-model dari simulasi yang menyebabkan gaya hidup masyarakat menjadi berbeda. Mereka jadi lebih concern dengan gaya hidupnya dan nilai yang mereka junjung tinggi.
Industri mendominasi banyak aspek kehidupan, industri tersebut menghasilkan banyak sekali produk-produk mulai dari kebutuhan primer, sekunder, sampai tertier. Ditemani oleh kekuatan semiotika dan simulasi membuat distribusi periklanan produk menjadi lebih gencar tambah lagi teknologi informasi yang memungkinkan pihak pengusaha untuk mendapatkan informasi seperti apakah masyarakat yang dihadapi, dan pihak konsumen mendapatkan informasi tentang kebutuhan yang mereka tidak butuhkan tetapi mereka inginkan. Asumsi-asumsi yang terbentuk dalam pemikiran manusia dan keinginan ini membuat manusia tidak bisa lepas dari keadaan hiperrealitas ini.
Dari uraian tentang pemikiran Baudrillard diatas maka dapat diperoloeh kesimpulan sebagai berikut:
1. Manusia abad kontemporer hidup dalam dunia simulacra, didalamnya citra atau penanda atau kode atas suatu peristiwa telah menggantikan pengalaman. Zaman simulasi adalah jaman informasi dan tanda yang dikendalikan oleh models, codes dan cybernetics.
2. Obyek konsumen menata perilaku melalui suatu fungsi tanda (sign function) dalam linguistik. Iklan atau reklame telah mengambil-alih tanggungjawab moral masyarakat dan telah menggantikan moralitas puritan dengan moralitas hedonistik yang mengacu hanya kepada kesenangan saja dan menjadikannya sebagai barometer dari hypercivilization.
3. Secara ontologis, komunikasi (khususnya komunikasi massa) merupakan upaya untuk mempengaruhi masa untuk mengikuti ritual-ritual ekonomi konsumtif. Secara epistemologis, proses komunikasi merupakan simulacra. Secara aksiologis, komunikasi massa dimaksudkan agar masyarakat mengikuti irama kepentingan ekonomis-politis kapitalisme, sehingga hubungan masyarakat dicitrakan dalam budaya massa.

Masyarakat Konsumen
Masyarakat konsumsi adalah masyarakat yang dibentuk dan dihidupi oleh konsumsi, yang menjadikan konsumsi sebagai pusat aktivitas kehidupan dengan hasrat selalu dan selalu mengkonsumsi. Dalam masyarakat konsumsi pandangan bahwa barang (komoditi) tidak lebih dari sekedar kebutuhan yang memiliki nilai tukar dan nilai guna kini pelan-pelan mulai ditinggalkan dan diganti dari komoditas menjadi tanda dalam pengertian Saussurian. Dengan demikian konsumsi, tidak dapat dipahami sebagai konsumsi nilai guna, tetapi terutama sebagai konsumsi tanda. Dalam masyarakat konsumen hubungan menusia ditransformasikan dalam hubungan objek yang dikontrol oleh kode. Objek adalah tanda. Perbedaan status dimaknai sebagai perbedaan konsumsi tanda, sehingga kekayaan diukur dari bayaknya tanda yang dikonsumsi.
Mengkonsumsi objek tertentu menandakan kita berbeda atau dianggap sama dengan kelompok sosial tertentu, jadi kode mengambil fungsi kontrol terhadap individu. Menurut pandangan Baudrillard, proses konsumsi dapat diaanalisis dalam perspektif dua aspek yang mendasar yaitu: pertama, sebagai proses signifikansi dan komunikasi, yang didasarkan pada peraturan (kode) di mana praktik-praktik konsumsi masuk dan mengambil maknanya. Di sini konsumsi merupakan sistem pertukaran, dan sepadan dengan bahasa. Kedua, sebagai proses klasifiaksi dan diferensiasi sosial, di mana kali ini objek-objek/tanda-tanda ditahbiskan bukan hanya sebagai perbedaan yang signifikan dalam satu kode tetapi sebagai nilai yang sesuai (aturan) dalam sebuah hierarki. Di sini konsumsi dapat menjadi objek pembahasan strategis yang menentukan kekuatan, khususnya dalam distribusi nilai yang sesuai aturan (melebihi hubungannya dengan pertanda sosial lainnya: pengetahuan, kekuasaan, budaya, dan lain-lain) (Baudrillard, Masyarakat Konsumsi, 2004).

Simulacra
Konsep Baudrillard mengenai simulasi adalah tentang penciptaan kenyataan melalui model konseptual atau sesuatu yang berhubungan dengan “mitos” yang tidak dapat dilihat kebenarannya dalam kenyataan. Model ini menjadi faktor penentu pandangan kita tentang kenyataan. Segala yang dapat menarik minat manusia – seperti seni, rumah, kebutuhan rumah tangga dan lainnya – ditayangkan melalui berbagai media dengan model-model yang ideal, disinilah batas antara simulasi dan kenyataan menjadi tercampur aduk sehingga menciptakan hyperreality dimana yang nyata dan yang tidak nyata menjadi tidak jelas.
Kebudayaan industri menyamarkan jarak antara fakta dan informasi, antara informasi dan entertainment, antara entertainment dan ekses-ekses politik. Masyarakat tidak sadar akan pengaruh simulasi dan tanda(signs/simulacra), hal ini membuat mereka kerap kali berani dan ingin – mencoba hal yang baru yang ditawarkan oleh keadaan simulasi – membeli, memilih, bekerja dan macam sebagainya.
Di tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dasyat realitas telah hilang dan manguap. Kini kita hidup di zaman simulasi, di mana realitas tidak hanya diceritakan, direpresentasikan, dan disebarluaskan, tetapi kini dapat direkayasa, dibuat dan disimulasi. Realitas buatan ini bercampur-baur, silang sengkarut menandakan datangnya era kebudayaan postmodern. Simulasi mengaburkan dan mengikis perbedaan antara yang nyata dengan yang imajiner, yang benar dengan yang palsu.
Teori ekonomi Marx, yang mengandung “nilai guna” digunakan oleh Baudrillard dalam menelaah teori produksi dan didasarkan pada semiotik yang menekankan pada “nilai tanda”.
Jean Baudrillard membantah bahwa kebudayaan posmodern kita adalah dunia tanda-tanda yang membuat hal yang fundamental – mengacu pada kenyataan – menjadi kabur atau tidak jelas.

“In The Consumer Society Jean Baudrillard outlines how consumers buy into the “code” of signs rather than the meaning of the object itself. His analysis of the process by which the sign ceases pointing towards an object or signified which lies behind it, but rather to other signs which together constitute a cohesive yet chaotic “code”, culminates in the “murder of reality”. The rupture is so complete, the absence so resounding, and the code so “totalitarian” that Baudrillard speaks of the combined “violence of the image” and “implosion of meaning”. Politics, religion, education, any human undertaking is swept up and absorbed by this process and ultimately neutralized; any liberating activity becomes complicit in the reproduction of its opposite. “The code is totalitarian; no one escapes it: our individual flights do not negate the fact that each day we participate in its collective elaboration.”(http://www.infed.org/thinkers/baudrillard.htm, 2006)
Proses simulasi inilah yang mendorong lahirnya term ‘hiperrealitas’, di mana tidak ada lagi yang lebih realistis sebab yang nyata tidak lagi menjadi rujukan. Baudrillard memandang era simulasi dan hiperrealitas sebagai bagian dari rangkaian fase citraan yang berturut-turut:
1. Merefleksikan kenyataan
2. Menutupi atau menyesatkan kenyataan
3. Menutupi ketiadaan dalam kenyataan
4. Menunjukkan tidak adanya hubungan diantara kenyataan manapun dan murni hanya sebagai simulacrum. (Ritzer, 2003).
Jean Baudrillard menggambarkan dalam tulisannya Simulacra and Simulation bahwa Disneyland adalah contoh tepat yang menggambarkan kondisi hyperreality. Baudrillard juga mengatakan bahwa tempat yang paling hyperreality adalah di gurun pasir dan Amerika. Di kedua tempat itu banyak ditemukan khayalan dan fatamorgana, yang artinya ketika kita berada di gurun pasir kita akan melihat khayalan tentang air dan tempat untuk berteduh yang merupakan fatamorgana. Begitu juga ketika seseorang bermain games, menonton acara televisi, menonton film yang memiliki cerita menarik dan lain sebagainya. Mereka kemudian melibatkan emosi dan perasaannya akibat alur cerita dan penokohan yang dibawakan oleh karakter film dan kemudian terbawa dalam kehidupan nyata sehingga dia tidak lagi bisa membedakan antara realitas nyata dan realitas yang dikonstruksikan.
Pemikiran Baudrillard mengenai konsep Simulacra, Simulations dan Hyperreality sesungguhnya bukanlah sebuah konsep yang terpisah satu dengan yang lainnya melainkan sebuah proses metamorphosis.
Sekali lagi, simulation menurut pandangan badrillard merupakan tiruan dari sesuatu objek atau keadaan yang masih dapat dibedakan mana yang asli dan palsu atau realitas yang sebenarnya dan realitas buatan.
Dalam mengkonstruksi sebuah citra terdapat empat fase, yaitu ketika suatu tanda dijadikan refleksi dari suatu realitas, ketika suatu tanda sudah menutupi dan menyesatkan realitas itu sendiri, ketika suatu tanda menutupi ketiadaan dalam kenyataan, dan akhirnya tanda tersebut menjadi sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan realitas. Fase terakhir inilah yang dikatakan sebagai suatu simulacra.
Simulacra menurut pandangan Jean Baudrillard menjadi sebuah duplikasi, yang aslinya tidak pernah ada atau bisa dikatakan merupakan sebuah realitas tiruan yang tidak lagi mengacu pada realitas sesungguhnya, sehingga perbedaan antara duplikasi dan asli menjadi kabur. Simulacra bisa juga dikatakan sebagai representasi, misalnya dilakukan oleh pencitraan. Hyperreality merupakan proses terakhir dalam konsep yang diperkenalkan oleh Jean Badrillard. Hyperreality dijelaskan sebagai sebuah dekonstruksi dari realitas real yang sebelumnya, karena realitas ini akan berbeda dari realitas yang sebelumnya.

Kebudayaan Postmodern
Konsern utama Baudrillad dalam kajian kebudayaan postmodern didasarkan pada beberapa asumsi hubungan antara manusia dengan media, yang sebelumnya pertama-tama dibicarakan oleh Marshall McLuhan. Baudrillard mengatakan media massa menyimbolkan zaman baru di mana bentuk produksi dan konsumsi lama telah memberi jalan bagi semesta komunikasi yang baru (Madan Sarup, 2003). Membicarakan ‘media’ berarti melibatkan kata ‘massa’, dan memang media massa memiliki fungsi penting dalam perjalanan kebudayaan postmodern. Media telah menginvasi ruang publik dan privat, dan mengaburkan batas-batasnya, dan pada akhirnya media menjadi ukuran baru moral masyarakat mengantikan institusi tradisional semisal agama. Fungsi media dalam kerangka kapitalisme lanjut adalah membentuk institusi-institusi baru masyarakat yang disebut budaya massa dan budaya populer. Tujuan utama pembentukan budaya massa tentu saja untuk memperoleh keuntungan yang besar melalui penciptaan produk-produk budaya massa untuk dikonsumsi secara massal pula. Secara umum kajian Baudrillard membentuk satu kesatuan yang utuh dan sulit dipisahkan. Konsep-konsep dasar yang dielaborasinya bertaut, mulai dari masalah konsumsi, simulasi, tanda, hiperrealitas, sampai objek-objek kajian yang biasanya tidak diperhitungkan dalam kajian sosiologis seperti berahi, tubuh, fashion, televisi, film, seni dan iklan. Dengan demikian sebenarnya Baudrillard telah memulai babakan baru dalam study sosiologi dewasa ini.

DAFTAR PUSTAKA
Aziz, Imam, 2001, Galaksi Simulacra, LkiS: Yogyakart
Gunawan, Arief, 2006, Membaca Baudrillard [http://ariefgunawan.blogspot.com/2006/05/membaca-baudrillard.html]
Lusius Sinurat, Simulacra dan Realitas Semu [http://5iu5.blogspot.com/2013/07/simulacra-dan-realitas-semu-dalam.html]
Utoyo, Bambang, 2001, Perkembangan pemikiran Jean Baudrillard: dari realitas ke simulakrum, Perpustakaan Universitas Indonesia: Jakarta
http://www.egs.edu/fa
http://www.tcw.utwente.nl/theorieenoverzicht/Levels%20of%20theories/micro/semiotics.htm,2006
http://www.uta.edu/english/hawk/semiotics/Baudrillardand Simulation.htm.htm
Lechte, John, 2001, 50 Filsuf Kontemporer, Yogyakarta: Penerbit Kanisius
Maarisit, Marthen L., Hipersemiotika dan Postmodernisme,
http://www.glorianet.org/

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Diri ini Kotor Penuh Dosa..


Aqim Syahidat Taqshir

ﺃﻗﻢ ﺷﺎﻫﺪ ﺍﻟﺘﻘﺼﻴﺮ ﻣﻨﻚ ﻣﻊ ﺍﻟﻀﻌﻒ ﻋﺴﯽ ﻭﺍﺳﻊ ﺍﻷﻟﻄﺎﻑ ﻳﺪﺭﻙ ﺑﺎﻟﻠﻄﻒ
Aqim syâhidat-taqshîri minka ma’adl-dlu’fi ‘Asâ wâsi’ul althôfi yudriku billuthfi

Bangunlah wahai yang merasa dirinya (penuh)kekurangan dan kelemahan, semoga Allah yang Maha luas kelembutannya menghamparkan sifat lembutnya

ﻭﻗﻒ ﻓﯽ ﻣﻘﺎﻡ ﺍﻟﺬﻝ ﻭﻗﻔﺔ ﻧﺎﺩﻡ ﻓﻤﺎ ﻗﺪ ﻣﻀﯽ ﻓﯽ ﺍﻟﻌﻤﺮ ﻣﻦ ﻏﻔﻠﺔ ﻳﮑﻔﯽ
Wa qif fî maqômidz-dzulli waqfata nâdimin Famâ qod madlô fîl ‘umri min ghoflatin yakfî

Diamlah sejenak ditempat yang rendah, dengan penuh penyesalan, maka umurmu yang berlalu dengan kelalaian cukup sebagai (peringatan buatmu)

ﺃﺟﺐ ﺩﺍﻋﯽ ﺍﻟﻤﻮﻟﯽ ﻓﻬﺬﺍ ﮐﺘﺎﺑﻪ ﻳﻨﺎﺩﻳﻚ ﻓﺎﺳﺮﻉ ﺑﺎﻹﺟﺎﺑﺔ ﻭﺍﺳﺘﻌﻒ
Ajib dâ’iyal mawlâ fahâdzâ kitâbuhu Yunâdîka fasri’ bil ijâbati wasta’fi

Terimalah nasihat seorang yang menyeru kepada Allah, yang selalu memanggilmu, inilah catatan (undangannya), maka cepatlah kau terima dan ambil sebagai obat penyembuh

ﺃﻣﺎﻥ ﻟﻠﻌﺎﺻﯽ ﺍﻟﺮﺟﻮﻉ ﻟﺮﺑﻪ ﺃﻟﻢ ﻳﺪﺭ ﺃﻥ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﮑﺘﺐ ﻓﯽ ﺍﻟﺼﺤﻒ
Amâna lil’âshîr-rujû’u lirobbihi Alam yadri annadz-dzanba yuktabu fish-shuhufi

Tibalah saatnya kembali kepada Tuhannya bagi yang banyak dosa, tahukah kamu bahwa dosamu tertulis di kitab catatan amal

ﺭﻭﻳﺪﺍ ﺃﺧﺎ ﺍﻟﻌﺼﻴﺎﻥ ﺇﻧﻚ ﻗﺎﺩﻡ ﻋﻠﯽ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﺎ ﺗﺨﻔﯽ
Ruwaidân akhôl ‘ishyâni innaka qôdimun ‘Alâllâhi wa huwallâhu ya’lamu mâ tukhfî

Berhentilah wahai saudaraku yang berdosa, sesungguhnya engkau akan berhadapan dengan Allah, sedangkan Allah mengetahui apa yang kau rahasiakan

ﺃﻓﻖ ﻭﺍﻧﺘﺒﻪ ﻓﺎﻟﺨﻄﺐ ﺻﻌﺐ ﻭﺃﻣﺮﻩ ﻣﺮﻳﺮ ﻭﺷﺄﻥ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﻮﻗﻊ ﻓﯽ ﺍﻟﺤﺘﻒ
Afiq wantabih falkhothbu sho’bun wa amruhu Marîrun wa sya,nun adz-dzanbi yûqi’u fîl hatfi

Sembuh dan sadarlah, karena perjalanan ini sulit, urusannya pahit, sedangkan dosamu akan menghantarkanmu ke dalam lembah kehancuran

ﻇﻠﻤﺖ ﻭﻣﺎ ﺇﻻ ﻟﻨﻔﺴﻚ ﻳﺎﻓﺘﯽ ﻇﻠﻤﺖ ﻭﻇﻠﻢ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻣﻦ ﺍﻗﺒﺦ ﺍﻟﻮﺻﻒ
Dholamta wa mâ illâ linafsika yâ fatâ Dholamta wa dholmun-nafsi min aqbakhil washfi

Kalau engkau berbuat dzolim (aniaya), sesungguhnya tidak lazim kepada siapa, melainkan kepada dirimu sendiri, sedangkan aniaya pada diri sendiri adalah perbuatan yang paling keji

ﺗﻤﺎﺩﻳﺖ ﺣﺘﯽ ﺯﻟﻚ ﺍﻟﺮﺷﺪ ﻓﺎﻧﺘﺒﻪ ﻭﺳﻞ ﻏﺎﻓﺮ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻳﺪﺭﻙ ﺑﺎﻟﻌﻄﻒ
Tamâdaita hattâ zallakar-rusydu fantabih Wasal ghôfiroz-zalâti yudriku bil’athfi

Sadarlah, jangan engkau mengulur waktu, hingga engkau terpeleset dari petunjuk, mintalah kepada Dzat yang Maha Pengampun kesalahan, agar menyusulmu dengan kemurahan-Nya

ﺃﻳﺎ ﻣﻦ ﺑﻘﻴﺪ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﺃﺿﺤﯽ ﻣﮕﺒﻼ ﺃﻟﻢ ﺗﺪﺭ ﺃﻥ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻳﻠﺠﯽ ﺇﻟﯽ ﺍﻟﺨﺴﻒ
Ayâ man biqoidil jahli adlhâ mukabbalân Alam tadri annal jahla yuljî ilâl khosfi

Wahai orang yang selalu terikat dengan kebodohan! tahukah kamu bahwa sesungguhnya kebodohan itu, menghantarkanmu menuju kehancuran

ﺇﻟﯽ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺎﻫﺮﻉ ﻭﺍﺗﺨﺬ ﻟﻚ ﻣﺴﻠﮑﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺷﺪ ﻳﻬﺪﯼ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﻟﻠﮕﺸﻒ
Ilâl ‘ilmi fahro’ wattakhidz laka maslakân Minar-rusydi yahdî ba’da dzâlika lil kasyfi

Tunduklah kepada ilmu, ambil sebagai jembatanmu menuju petunjuk, maka sesudahnya akan menghantarkanmu menuju jalan Kasyf (jalan lebar)

ولا تك ممن قيدته حظوظه ﻓﻴﻌﺒﺪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻋﻠﻲ ﺣﺮﻑ
Wa lâ taku mimman qoyyadat-hu hudhûdhuhu Faya’buda robbal ‘âlamîna ‘alâ harfin

Janganlah engkau menjadi golongan manusia yang terbelenggu oleh Nafsu, maka berani menyembah Tuhan penguasa alam hanya dengan modal satu huruf

ﻧﺼﺤﺘﻚ ﻓﺎﺳﻤﻌﻨﯽ ﻭﻗﺎﺑﻞ ﻧﺼﻴﺤﺘﯽ ﺑﺼﺪﻕ ﻓﺈﻧﯽ ﻗﺪ ﺩﻋﻮﺗﻚ ﻟﻠﻌﺮﻑ
Nashohtuka fasma’nî wa qôbili nashîhatî Bishidqin fa-innî qod da’autuka lil’urfi

Maka dengar dan terimalah nasehatku ini, dengan jujur, karena sesungguhnya aku mengajak kepadamu (hanya) untuk kebaikan

ﻭﻟﺴﺖ ﺑﻨﺼﺤﯽ ﻗﺎﺻﺪﺍ ﻏﻴﺮ ﻋﺎﮐﻒ ﻋﻠﯽ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻣﺜﻠﯽ ﻭﺻﻔﻪ ﻓﯽ ﺍﻟﻌﻤﯽ ﻭﺻﻔﯽ
Wa lastu binush-hî qôshidân ghoiro ‘âkifin ‘Alâdz-dzanbi mitslî washfuhu fîl ‘amâ washfî

Aku tidak bermaksud dengan nasehatku, bahwa aku tak punya dosa, orang semisalku dan juga aku sama-sama buta

ﺑﻠﻴﺖ ﺑﮕﺴﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻭﺍﻹﺛﻢ ﻋﺎﻣﺪﺍ ﻋﺴﯽ ﻏﺎﻓﺮ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻣﻦ ﺫﺍ ﺍﻟﺒﻼ ﻳﺸﻔﯽ
Bulîtu bikasbidz-dzanbi wal itsmi ‘âmidân ‘Asâ ghôfiruz-zallâti min dzâl balâ yasyfî

Aku juga di uji dengan melakukan dosa, (bahkan) dengan sengaja, semoga Allah Maha Pengampun dosa-dosa, selalu menyembuhkan kami dari musibah ini

Kwa,2018

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Membaca Ulang Pesan Mulia


‘Alaika Bitaqwallah

عليك بتقوی الله فی السر والعلن
‘Alaika bitaqwallâhi fîs-sirri wal ‘alan
Bertaqwalah kepada Allâh dalam keadaan sembunyi atau terang terangan

و قلبك نظفه من الرجس والدرن
Wa qolbaka nadhdhif-hu minar-rijsi wad-daron
Bersihkanlah hatimu dari debu dan kotoran kotoran

و خالف هوی النفس التي ليس قصدها
Wa khôlif hawân-nafsil-latî laisa qoshduhâ
Janganlah kau turuti hawa nafsumu yang tiada lain tujuannya..

سوی الجمع للدار التي حشوها المحن
Siwâl jam’i liddâril-latî hasywuhâl mihan
Adalah menjerumuskanmu kedalam pintu kesengsaraan

واصحب ذوی المعروف والعلم والهدی
Wash-hab dzawîl ma’rûfi wal ‘ilmi wal hudâ
Bersahabatlah dengan orang yg baik, berilmu, dan mereka yang diberi petunjuk

و جانب ولا تصحب هديت من افتتن
Wa jânib walâ tash-hab hudîta maniftatan
jauhilah dan jangan berteman dengan ahli maksiat, niscaya kau akan diberi petunjuk

وإن ترض بالمقسوم عشت منعما
Wa in tardlo bil maqsûmi ‘isyta muna”amân
Jika kau ridho pada takdir, niscaya kau kan hidup bahagia

وإن لم تکن ترضی به عشت في حزن
Wa in lam takun tardlô bihi ‘isyta fî hazan
Jika tidak ridho dengannya, niscaya kau hidup merana

و صل بقلب حاضر غير غافل
Wa sholli biqolbin hâdlirin ghoiri ghôfilin
Sholatlah dengan hati yang khusyuk dan tidak lalai

ولا تله عن ذکر المقابر والگفن
Wa lâ talhu ‘an dzikril maqôbiri wal kafan
dan jangan lupa untuk mengingati kubur dan kain kafan

وما هذه الدنيا بدار إقامة
Wa mâ hâdzihid-dunyâ bidâri iqômatin
Dunia hanyalah tempat tinggal sementara

وما هي إلا گالطريق إلی الوطن
Wa mâ hiya illâ kath-thorîqi ilâl wathon
Ia hanyalah jalan menuju kampung halaman

وما الدار إلا جنة لمن اتقی
Wa mâd-dâru illâ jannatun limanit-taqô
Tiadalah rumah itu selain syurga bagi orang yang bertaqwa

و نار لمن لم يتق الله فاسمعن
Wa nârun liman lam yattaqillâha fasma’an
Oleh karena itu ingatlah bahwa neraka adalah tempat mereka yang durhaka

فيا رب عاملنا بلطفك واکفنا
Fayâ robbi ‘âmilnâ biluthfika wakfinâ
Liputilah kami Ya Allah dengan belas kasih-Mu

بجودك واعصمنا من الزيغ والفتن
Bijûdika wa’shimnâ minaz-zaighi wal fitan
Cukupilah kami dengan kedermawanan Mu, peliharalah kami dari kesesatan dan fitnah

ووفق وسدد واصلح الکل واهدنا
Wa waffiq wa saddid washlihil kulla wahdinâ
Berilah kami taufiq dan hidayat dan pimpinlah kami

لسنة خير الخلق والسيد الحسن
Lisunnati khoiril kholqi wassayyidil hasan
Di atas jalan pemimpin umat serta penghulu kami yang mulia

عليه صلاة الله ثم سلامه
‘Alaihi sholâtullâhi tsumma salâmuhu
Keatasnya selawat Allah dan salam-Nya yang berkekalan

صلاة وتسليما إلی آخر الزمن
Sholâtan wa taslîmân ilâ âkhiriz-zaman
Terus-menerus hingga ke akhir zaman

وآل کرام ثم صحب وتابع
Wa âlin kirômin tsumma shohbin wa tâbi’in
Dan keluarga kemudian sahabat, serta tabi’in

بهم نسأل الله السلامة من الفتن
Bihim nas-alullâhus-salâmata minal fitani
Dengan sepenuh berkat mereka kami pohonkan keselamatan daripada fitnah

#kwa,2018

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

TERBAKARNYA PRAJA ANANTA RAYA


Praja Ananta Raya telah jadi abu. Hangus jadi arang dan puing-puing berserakan. Rumah utama berarsitektur Jawa yang berlokasi di Taman Tanjung Puri  Sidoarjo pada Jumat malam (20/4) tiba-tiba saja terkena sambaran petir dan terbakar hangus. Alat penangkal petir  yang terpasang tidak mampu meredam takdir dari Yang Kuasa. Sudah menjadi Kehendak-NYA, bila rumah kayu simbol tegaknya budaya Jawa di tengah arus modern itu kini tinggal nama.

Saya tertegun dan hanyut. Hati saya menangis….

Teringat awal pembangunan Taman Tanjung Puri sekitar Agustus 2014 lalu saya diminta Kepala Dinas Kebersihan, Ki Bahrul Amig, untuk mencarikan perabot etnis Jawa untuk mengisi rumah yang sudah selesai dibangun. Kebetulan saya memiliki teman seorang penjual barang-barang antik. Meja bundar dari keramik, kursi-kursi ajengan, tanduk rusa dan beberapa benda lain yang biasanya ada di rumah-rumah Jawa Kuno pun akhirnya kita datangkan. Lengkap sudah rasanya rumah itu disebut “Omah Jowo”. Atas sumbangan dari kolega-kolega  Ki Bahrul Amig, dilengkapilah secara bertahap dengan berbagai benda pusaka seperti keris dan lainnya.

“Ini untuk pengingat bahwa sampai saat ini masih ada usaha pelestarian budaya Jawa. Biar kita tidak lupa, dimana kita berada,” Kata Ki Bahrul Amig ketika ditanya mengapa dia punya ide membangun Taman Tanjung Puri –taman tumbuhan dan pepohonan beserta rumah jogjo, rumah panggung beserta pendoponya berarsitektur Jawa.

Seperti kisah Bandung Bondowoso yang membangun dalam waktu semalam, Tanjung Puri dibangun hanya dalam waktu empat bulan saja!. Dimulai bulan Juni 2014 akhirnya  Taman Tanjung Puri yang awalnya tempat pembuangan sampah disulap menjadi ruang terbuka hijau yang jadi ikon kota Sidoarjo. Ia diresmikan oleh Bupati Sidoarjo sekitar Oktober 2014. Masyarakat memanfaatkannya untuk banyak kebutuhan. Seperti menggelar kegiatan outdoor camping kemah, atau kegiatan anak-anak sekolah mengenal alam sekitarnya. Taman tanjung puri tidak pernah sepi pengunjung. Di hari Senin sampai Jumat, taman dipakai oleh sekolah-sekolah untuk menggelar beragam kegiatan.

Di hari Sabtu dan Minggu, masyarakat umum memanfaatkannya untuk menggelar kegiatan hiburan rekreatif. Seperti gantangan burung berkicau, flying fox, atau hanya sekedar jalan-jalan keluarga. Masyarakat di sekitar tanjung puri pun mendapat keuntungan. Dulu sebelum taman dibangun, lokasi itu adalah tempat pembuangan akhir sampah. Baunya menyengat dan pasti tidak membuat masyarakat betah di rumahnya. Setelah taman dibangun, masyarakat bisa berjualan kopi dan makanan kecil. Pemuda setempat juga mendapatkan uang dari parkir kendaraan para pengunjung.

Pada Milad KAMPUS WONG ALUS (KWA) ke-9  tahun 2018 kemarin, Taman Tanjung Puri kita gunakan sebagai tempat acara dengan pertimbangan bahwa tempat itu sangat kondusif. Serta tidak terlalu ramai dari pengunjung. Sehingga KWA bisa menggelar acara dengan tenang mulai pagi sampai tengah malam. Terlebih fasilitas untuk pengunjung pun sudah tercukupi seperti adanya pendopo, rumah utama (yang kini terbakar), rumah panggung untuk sekedar merebahkan badan. Serta fasilitas tambahan seperti mushola, taman bermain, dan toilet umum. Lengkap sudah.

Saat Milad rumah utama digunakan panitia untuk tempat koordinasi. Di depannya, digunakan untuk pameran keris dan bagi-bagi kaos serta menyimpan properti dari panitia. Rencananya kegiatan rutin cangkrukan Kamis malam juga kita adakan di Taman Tanjung Puri yaitu di pendopo –depan rumah terbakar tersebut.

Silahkan dilihat foto rumah utama ketika masih berdiri tegar di https://wongalus.wordpress.com/2018/04/15/serba-serbi-kemeriahan-milad/

Adalah Mas Kumitir — sesepuh KWA bernomor anggota KWA 000 —- yang punya ide dan konseptor pembangunan arsitektur bernuansa Jawa di beberapa bangunan di Sidoarjo termasuk salah satunya Taman Tanjung Puri.

Pada saat Milad, beliau berkenan hadir dan memberikan arahan kepada panitia agar memberikan sesajen kepada penunggu goib di taman tersebut. Mas Kumitir mengatakan kepada saya bahwa rumah induk (yang kini terbakar itu) adalah rumah yang sakral, wingit dan angker. Tidak banyak orang berani memasuki rumah tersebut. Pada tukang kebersihan sering mendengar seperti ada orang mandi di toilet. Padahal  tidak ada seorang pun di sana.

Berbekal masukan dan saran tersebut, maka saya pun memberikan sesajen di satu tempat dekat rumah Jawa tersebut. Kita hidup di Jawa, sudah sepantasnya kita mengikuti tradisi leluhur kita dulu. Memberikan penghormatan kepada apa yang leluhur lakukan. Mereka telah berjuang, mereka memberikan tuntunan hidup sesuai kebiasaan dan pola hubungan dengan alam agar senantiasa harmonis dan serasi. Tidak ada yang salah dengan local genius tersebut.

Mas Kumitir adalah penggiat dan pelestari budaya berbungkus agama. Tidak mungkin memberi nama PRAJA ANANTA RAYA bila tidak ada maksud. Namun ketika saya tanya kepadanya apa artinya kalimat itu, beliau seakan memberikan ruang kepada saya untuk mengartikannya. Saya pun mencoba untuk sedikit membuka maknanya yaitu Praja artinya kerajaan/Negara. Ananta berasal dari kata An Atta yang artinya tiadanya diri ‘aku’ ego. Raya artinya besar. Jadi maknanya adalah Negara akan menjadi besar bila para pemimpinnya menghilangkan ego, keakuannya untuk kepentingan yang lebih utama yaitu kemajuan Negara.

Kini,  rumah itu telah menjadi puing. Yang tersisa hanyalah kenangan bahwa kemarin kita sudah menjejakkan kaki di dalamnya untuk sekedar menghirup nafas dan aroma kebersahajaan ala Jawa dengan berbagai romantismenya.

Selamat jalan Praja Ananta Raya….

@KWA,2018

 

 

Categories: PRAJA ANANTA RAYA | 1 Komentar

Futurologi: Era Revolusi Industri 4.0, Persiapan Indonesia, dan Revolusi Kemanusiaan


 

Tahun 1813 atau dua abad silam, tranformasi perdagangan terjadi dengan lahirnya mesin uap yang membuat kapal-kapal layar ditinggalkan. Revolusi itu menggilas penguasa perekonomian lama yang gagal beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan gagap mengatasi perubahan hingga akhirnya terpaksa gulung tikar.

Situasi yang nyaris sama kembali muncul dengan digitaslisasi ekonomi dan sendi-sendi kehidupan lainnya atau dikenal dengan revolusi industri 4.0.  Fase ini mencakup terus berkembangnya kecerdasan buatan, penggunaan robot, teknologi pesawat tanpa awak (drone), mobil yang dapat berjalan otomatis, hingga perkembangan bioteknologi. Revolusi 4.0 merupakan penggabungan dunia digital (online) dengan lini produksi di industri. Semua proses produksi akan berjalan beriringan bersama internet sebagai penopang utama.

Tantangan revolusi industri 4.0 harus direspons secara cepat dan tepat oleh semua pihak khususnya para pemangku kepentingan. Bukan hanya sektor ekonomi dan industri, namun juga semua layanan publik harus bergerak ke sana, jika tidak ingin terjadi krisis digital karena sumber daya manusia (SDM) kita tidak siap mengantisipasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Hal inilah yang disampaikan oleh Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia sebagaimana revolusi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Salah satunya adalah kemunculan mesin uap pada abad ke-18. Revolusi ini dicatat oleh sejarah berhasil mengerek naik perekonomian secara dramatis di mana selama dua abad setelah Revolusi Industri terjadi peningkatan rata-rata pendapatan perkapita Negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat.

Berikutnya, pada revolusi industri generasi kedua ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustion chamber). Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dll yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Kemudian, revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet.

Selanjutnya, pada revolusi industri generasi keempat, seperti yang telah disampaikan pada pembukaan tulisan ini, telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi (disruptive technology) hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent. Sejarah telah mencatat bahwa revolusi industri telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.

Lebih dari itu, pada era industri generasi keempat ini, ukuran besar perusahaan tidak menjadi jaminan, namun kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi dengan cepat. Hal ini ditunjukkan oleh Uber yang mengancam pemain-pemain besar pada industri transportasi di seluruh dunia atau Airbnb yang mengancam pemain-pemain utama di industri jasa pariwisata. Ini membuktikan bahwa yang cepat dapat memangsa yang lambat dan bukan yang besar memangsa yang kecil.

Oleh sebab itu, perusahaan harus peka dan melakukan instrospeksi diri sehingga mampu mendeteksi posisinya di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai panduan untuk melakukan introspeksi diri, McKinsey&Company memaparkannya dalam laporan berjudul An Incumbent’s Guide to Digital Disruption yang memformulasikan empat tahapan posisi perusahaan di tengah era disruptif teknologi.

Tahap pertama, sinyal di tengah kebisingan (signals amidst the noise). Pada tahun 1990, Polygram dicatat sebagai salah satu perusahaan recording terbesar di dunia. Namun, pada 1998 perusahaan ini dijual ketika teknologi MP3 baru saja ditemukan sehingga pemilik masih merasakan puncak kejayaan Polygram pada saat itu dan memperoleh nilai (value) penjualan yang optimal.

Contoh lainnya adalah industri surat kabar tradisional yang mengejar oplah dan pemasukan dari pemasangan iklan. Kemunculan internet yang mengancam dimanfaatkan oleh Schibsted, salah satu perusahaan media asal Norwegia yang menggunakan internet untuk mengantisipasi ancaman sekaligus memanfaatkan peluang bisnis.

Perusahaan ini melakukan disruptif terhadap bisnis inti mereka melalui media internet yang akhirnya menjadi tulang punggung bisnis mereka pada kemudian hari. Pada tahap ini, perusahaan (incumbent) merespons perkembangan teknologi secara cepat dengan menggeser posisi nyaman dari bisnis inti yang mereka geluti mengikuti tren perkembangan teknologi, preferensi konsumen, regulasi dan pergeseran lingkungan bisnis.

Tahap kedua, perubahan lingkungan bisnis tampak lebih jelas (change takes hold). Pada tahap ini perubahan sudah tampak jelas baik secara teknologi maupun dari sisi ekonomis, namun dampaknya pada kinerja keuangan masih relatif tidak signifikan sehingga belum dapat disimpulkan apakah model bisnis baru akan lebih menguntungkan atau sebaliknya dalam jangka panjang. Namun, dampak yang belum signifikan ini ditanggapi secara serius oleh Netflix tahun 2011 ketika menganibal bisnis inti mereka yakni menggeser fokus bisnis dari penyewaan DVD menjadi streaming. Ini merupakan keputusan besar yang berhasil menjaga keberlangsungan perusahaan pada kemudian hari sehingga tidak mengikuti kebangkrutan pesaingnya, Blockbuster.

Tahap ketiga, transformasi yang tak terelakkan (the inevitable transformation). Pada tahap ini, model bisnis baru sudah teruji dan terbukti lebih baik dari model bisnis yang lama. Oleh sebab itu, perusahaan incumbent akan mengakselerasi transformasi menuju model bisnis baru. Namun demikian, transformasi pada tahap ini akan lebih berat mengingat perusahaan incumbent relatif sudah besar dan gemuk sehingga tidak selincah dan seadaptif perusahaan-perusahaan pendatang baru (startup company) yang hadir dengan model bisnis baru.

Oleh sebab itu, pada tahap ini perusahaan sudah tertekan pada sisi kinerja keuangan sehingga akan menekan budget bahkan mengurangi beberapa aktivitas bisnis dan fokus hanya pada inti bisnis perusahaan incumbent.

Tahap keempat, adaptasi pada keseimbangan baru (adapting to the new normal). Pada tahap ini, perusahaan incumbent sudah tidak memiliki pilihan lain selain menerima dan menyesuaikan pada keseimbangan baru karena fundamental industri telah berubah dan juga perusahaan incumbent tidak lagi menjadi pemain yang dominan. Perusahaan incumbent hanya dapat berupaya untuk tetap bertahan di tengah terpaan kompetisi.

Pada tahap inipun para pengambil keputusan di perusahaan incumbent perlu jeli dalam mengambil keputusan seperti halnya Kodak yang keluar lebih cepat dari industry fotografi sehingga tidak mengalami keterperosokan yang semakin dalam. Berangkat dari tahapan-tahapan ini seyogianya masing-masing perusahaan dapat melakukan deteksi dini posisi perusahaan sehingga dapat menetapkan langkah antisipasi yang tepat.

Tantangan terberat justru kepada para market leader di mana biasanya merasa superior dan merasa serangan disruptif hanya ditujukan kepada kompetitor minor yang kinerjanya tidak baik. Oleh sebab itu, perusahaan incumbent perlu terus bergerak cepat dan lincah mengikuti arah perubahan lingkungan bisnis dalam menyongsong era revolusi industri generasi keempat (Industry 4.0).

Reed Hasting, CEO Netflix pernah mengatakan bahwa jarang sekali ditemukan perusahaan mati karena bergerak terlalu cepat, namun sebaliknya yang seringkali ditemukan adalah perusahaan mati karena bergerak terlalu lambat.

Revolusi industry 4.0 ini ditandai pula dengan tren digital mengubah industri menjadi 7 bagian. Pertama menjadi sharing economy, saling interkoneksi satu sama lain dengan big data, sehingga bisa saling berbagi. Kemudian, disintermediasi, dekonstruksi rantai nilai, dan platform yang terintegrasi. Selain itu juga tren menuju revolusi industri 4.0 dan digital ekonomi.

Tren digital mengubah lanskap industri jasa keuangan dari industri petahana seperti perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank menjadi sistem online, otomasi proses bisnis, transformasi organisasi, dan revisi value propositioning. Prinsip inovasi yang baik itu dilihat dari asas manfaat, asas keadilan, asas keterbukaan, asas keteraturan, anti pencucian uang, serta anti pendanaan teroris.

Di Indonesia, sebagai gambaran terjadi inklusi keuangan masih rendah dan distribusi layanan keuangan belum merata. Literasi keuangan juga rendah. Financing gap masih besar, di Pulau Jawa itu overbanked, sedangkan di Sumatera, Kalimantan dan Papua masih underbanked. Dari total populasi di Indonesia sebanyak 262 juta orang, sebanyak 132,7 juta merupakan pengguna internet dengan penetrasi mencapai 51%. Dari angka tersebut, yang aktif di sosial media sebanyak 106 juta orang dengan penetrasi 40%.

Persiapan Indonesia

Pemerintah berkomitmen membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri 4.0. Untuk itu, Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah peta jalan dan strategi Indonesia memasuki era digital yang tengah berjalan saat ini, resmi diluncurkan. Presiden Joko Widodo pada acara Peluncuran Making Indonesia 4.0 Rabu (4/4)  menyampaikan optimismenya terhadap peluncuran Making Indonesia 4.0 yang akan berdampak positif terhadap Indonesia. Revolusi industri 4.0 dampaknya akan 3.000 kali lebih dahsyat dari revolusi industri pertama sekitar 200 tahun yang lalu.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, industri nasional membutuhkan konektivitas serta interaksi melalui teknologi, informasi dan komunikasi yang terintegrasi dan dapat dimanfaatkan di seluruh rantai nilai manufaktur guna mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk. Making Indonesia 4.0 memberikan arah yang jelas bagi pergerakan industri nasional di masa depan. Termasuk fokus pada pengembangan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan. Serta menjalankan 10 inisiatif nasional dalam upaya memperkuat struktur perindustrian Indonesia.

Penyusunan peta jalan ini telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, maupun lembaga riset dan pendidikan. Airlangga pun meyakini, melalui komitmen serta partisipasi aktif dari seluruh pihak tersebut, implementasi Industri 4.0 di Indonesia akan berjalan sukses dan sesuai sasaran. Implementasi Making Indonesia 4.0 yang sukses, diklaim akan mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1-2% per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari baseline sebesar 5% menjadi 6-7% pada periode tahun 2018-2030. Dari capaian tersebut, industri manufaktur akan berkontribusi sebesar 21-26%  terhadap PDB pada tahun 2030.

Selanjutnya, pertumbuhan PDB bakal digerakkan oleh kenaikan signifikan pada ekspor netto, di mana Indonesia diperkirakan mencapai 5-10% rasio ekspor netto terhadap PDB pada tahun 2030.  Selain itu, Making Indonesia 4.0 menjanjikan pembukaan lapangan pekerjaan sebanyak 7-19 juta orang, baik di sektor manufaktur maupun non-manufaktur pada tahun 2030 sebagai akibat dari permintaan ekspor yang lebih besar. Dalam mencapai target tersebut, industri nasional perlu banyak pembenahan terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saingnya.

Adapun lima teknologi utama yang menopang implementasi Industri 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing. Untuk penerapan awal Industri 4.0, Indonesia akan berfokus pada lima sektor manufaktur, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektonik.

Sektor ini dipilih setelah melalui evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup ukuran PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar . Di samping itu,Making Indonesia 4.0 memuat 10 inisiatif nasional yang bersifat lintas sektoral untuk mempercepat perkembangan industri manufaktur di Indonesia. Kesepuluh inisiatif tersebut, mencakup perbaikan alur aliran barang dan material, membangun satu peta jalan zona industri yang komprehensif dan lintas industri, mengakomodasi standar-standar keberlanjutan, memberdayakan industri kecil dan menengah, serta membangun infrastruktur digital nasional.

Kemudian, menarik minat investasi asing, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekosistem inovasi, insentif untuk investasi teknologi, serta harmonisasi aturan dan kebijakan. Dengan adanya manfaat yang nyata, Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan Making Indonesia 4.0 dan menjadikannya sebagai agenda nasional.

Revolusi Kemanusiaan Harus diperkuat

Ini tahun 2018 bung… era ketika semua telah berubah. Di era Revolusi Industri 4.0 ini, perlu kita tanamkan semangat kemanusiaan baru yang anti kekerasan dan antri penindasan. Barangsiapa yang masih suka menindas dan suka menggunakan cara-cara kekerasan untuk menyelesaikan masalah maka bersiapkan untuk terkubur. Zamanmu sudah usai bung! Ini sebuah zaman baru dimana generasinya semakin sadar diri bahwa kepemimpinan yang menjejak kemanusiaan akan lapuk dan terpuruk. Semangat zaman now adalah anti indoktrinasi dan ketokohan populer diganti dengan ketokohan diri. Ya, individu bisa memilih mana informasi yang cocok untuk dirinya sendiri. Zaman anti ideologi besar. Zaman Youtube, zaman Alan Walker!

Saat agama dikapitalisasi sebagai alat gebuk, telaah kembali ajaran Mahatma Gandhi jadi terasa sangat relevan dewasa ini. Sebab, bagi Gandhi kekerasan hanyalah ilusi yang alih-alih merampungkan persoalan, justru membuatnya kian keruh. Gagasan perdamaian Gandhi, yang mulanya terasa di Menara gading. Namun ayo didaratkan ke bumi dengan sangat rigid dan deskriptif.

Mohandas Karamchand Gandhi sendiri sudah mafhum dikenal khalayak sebagai guru spiritual dan aktivis politik asal India. Pria berperawakan mungil itu terlibat dalam upaya memerdekakan India dari cengkraman kolonial Inggris. Seperti pada suatu sidang, Gandhi yang kala itu menjadi pengacara muda minim pengalaman, terpaksa meninggalkan ruangan dan kliennya karena dilanda kegugupan. Bagian ini menjadi penanda jika penulis tak sekadar menyortir episode Gandhi yang penuh hingar bingar prestasi. Penulis ingin menunjukkan, Gandhi tetaplah manusia biasa yang punya kelemahan.

Ketika Gandhi sudah menemukan dirinya kembali, ia dihadapkan banyak persoalan semasa tinggal di Afrika. Ia ditendang keluar dari kereta karena menduduki gerbong kelas pertama, yang kala itu hanya disediakan untuk orang kulit putih. Puncak kesadaran sekaligus penyesalan Gandhi lahir di akhir pertengkaran dengan istrinya, Kasturbai. Saat itu, Gandhi yang baru menyelesaikan studinya di London telah menyatakan dirinya sepenuhnya beradab dan menyadari hak-hak legalnya.

Namun, istrinya adalah orang pertama yang ingin dibuatnya terkesan. Kepadanya Gandhi mulai menuntut hak-haknya sebagai suami. Sayang, Kasturbai merupakan perempuan teguh yang memiliki keinginannya sendiri. Konflik antara mereka pun tak terhindarkan hingga puncaknya adalah pengusiran Kasturbai yang tak tahan menghadapi kisruh rumah tangga. Gandhi pun menyesal dan mengutarakan maafnya kepada sang istri.

Sejak saat itu, perlahan tapi pasti Gandhi mengubah cara berpikirnya. Daripada memaksakan hak-haknya, ia bisa memilih memenuhi kewajibannya. Pikiran itu merupakan lompatan besar di kehidupan Gandhi. Prinsipnya bulat setelah itu, baginya, mengetahui adalah merasakan, merasakan adalah melakukan, melakukan adalah menjalani hidup. Dengan demikian, daripada memaksakan prinsipnya kepada istri, ia memilih untuk menunjukkan teladan dari dirinya sendiri. “Untuk mengubah orang lain, terlebih dahulu kamu harus mengubah dirimu.”

Suatu hari setelah lama meninggalkan Afrika Selatan, ia membalas sepucuk surat yang menyerukan para pemimpin dunia agar menyerukan hak asasi manusia. Ia berujar, “Berdasarkan pengalamanku, adalah lebih penting untuk memiliki piagam kewajiban asasi manusia.” Pernyataan itu diikuti dengan pencarian panjang untuk menemukan jalan perdamaian. Pencarian terbesar itu menuntunnya untuk mengambil sikap yang lebih radikal, yakni melepaskan semua unsur negatif dalam diri yang terwujud dalam sikapnya yang antikekerasan (nirkekerasan).

Dengan gerakan itu, ia berhasil menyebarkan pesan perdamaian hampir di seluruh India. Menjaga kewarasan publik dan tetap teguh tanpa ampun membela hak-haknya sebagai manusia. Nirkekerasan baginya adalah cara terbaik yang dapat mengubah tatanan sosial yang antagonis. Karena ia percaya, melakukan kebaikan dengan kekerasan adalah sia-sia, sebab kebaikan itu adalah semu, sedangkan kerusakan yang akan terjadi bersifat permanen.

Salah satu prinsip itu direproduksi lewat gerakan turun ke bawah langsung. Ia melakukan kampanye garam di India seraya menyebarkan gagasan ini. Pria itu melangkah cepat dalam tiap aksinya menyusuri jalan-jalan perkampungan India, hingga ke pantai untuk memproduksi garam bagi rakyat.

Maka di tahun 2018 ini, kita ambil semangat menghidupkan perdamaian anti kekerasan kembali dalam realitas masyarakat. Minimal menularkan kegelisahan  dan menjadikannya pengingat bersama, saat dunia terlampau gaduh dijejali aksi kekerasan berkedok agama dan pledoi harga diri. Disinilah, makna Allahu Akbar! Allah SWT tidak ridho pada manusia yang mengklaim dirinya superman dan superman pasti never return.

@2018

 

Categories: Revolusi Industri 4.0 | Tinggalkan komentar

JAJARAN PENGURUS KWA 2018


KETUA: Nyai Sekar Kahuripan ( KRK )

WAKIL KETUA:

1. Ki Sophan Sophian
2. Ki Nyoman

SEKRETARIS : Ki Septyan

BENDAHARA: Ki Heri

HUMAS:
1 .Ki Rahmat – mojokerto
2.Ki Fahri – Pare2
3.Ki sholeh

Matur nuwun dulur🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

TEASER MILAD KWA 9 TAHUN 2018


Satu jiwa persaudaraan sejuta makna ………………………..

Saling asah…. saling asih …… saling asuh 

Dokumentasi aktivitas KWA lainnya bisa dilihat di : https://wongalus.wordpress.com/kwa-di-youtube/

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Serba Serbi Kemeriahan Milad


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Acara malam ijasahan Milad Kwa


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Penyelarasan dengan alam semesta dan power dzikrullah


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Pembacaan sholawat burdah Milad KWA dimulai..


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

UNDANGAN TERBUKA MILAD KWA ke 9 TAHUN 2018


MONGGO HADIR SEDULUR-SEDULUR PEMBACA KWA PADA ACARA MILAD KAMPUS WONG ALUS (KWA) KE 9 TAHUN 2018…. GRATISSSSS…………..

WAKTU PENYELENGGARAAN  SABTU, 14 APRIL 2018.

MULAI PUKUL 07.00 WIB (PAGI) SD PUKUL 24.00 WIB (TENGAH MALAM)

ACARA:

  • SHOLAWATAN MULAI PUKUL 7 PAGI SD PUKUL 9 PAGI.
  • PERKENALAN DAN SILATURAHIM PUKUL 9 PAGI SD 10 PAGI
  • LAPAK KONSULTASI PERMASALAHAN HIDUP DAN BAKTI SOSIAL. PUKUL 10 PAGI  SD SORE
  • PENGIJASAHAN GRATIS DAN MATERI LAIN, PUKUL 19.00 WIB SD MALAM
  • DAN LAIN-LAIN

TEMA MILAD: GEMA SHOLAWAT UNTUK KEBERKAHAN HIDUP DAN PERDAMAIAN DUNIA.

TEMPAT MILAD: TAMAN TANJUNG PURI SIDOARJO.

BERIKUT PETA DI GOOGLE MAPNYA: 

https://goo.gl/maps/WhJ55Ks77sT2

PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN PENGINAPAN, TIDAK MENYEDIAKAN MAKAN DAN MINUM, SERTA SEDULUR YANG HADIR DI FORUM INI DIHARAPKAN MANDIRI. 

SEDULUR YANG HADIR DARI LUAR KOTA BISA MENGINAP DI PENGINAPAN DAN HOTEL YANG TERSEBAR DI SIDOARJO.

silaturahim nasional kwa candi mendut jogja

LOKASI ACARA YAITU DI TAMAN TANJUNG PURI ADA DI DALAM KOTA SIDOARJO. 

DARI STASIUN KA SIDOARJO 5 MENIT NAIK ANGKUTAN ONLINE.

DARI BANDARA JUANDA SEKITAR 25 MENIT 

DARI TERMINAL SEKITAR 25 MENIT.

UNTUK PARA SESEPUH DAN PENDEKAR ILMU HIKMAH SE NUSANTARA, MONGGO HADIR DAN BERBAGI KEPADA SEDULUR SEMUA….. KAMI MEMANGGILMU!

MILAD INI UNTUK UMUM DAN SEMUA KALANGAN DAN SEMUA UMUR. TIDAK KHUSUS UNTUK KALANGAN TERTENTU SAJA. KITA SEMUA BERSAUDARA. SEMUA ADALAH SAHABAT. SEMUA ADALAH TEMAN. TIDAK ADA MUSUH DI FORUM INI. 

BEBAN HIDUPMU ADALAH BEBAN HIDUPKU. PENDERITAANMU ADALAH PENDERITAANKU. KEBAHAGIAANMU ADALAH KEBAHAGIAANKU JUGA. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM….

SALAM PASEDULURAN….

TTD

PANITIA MILAD KWA 2018

 

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Lepas Dari Belenggu Pikiran Melalui Pintu Kesadaran


Penulis : Adi W. Gunawan

“The human condition: lost in thought.”
~ Eckhart Tolle

Saya sengaja memberikan judul yang menggigit untuk artikel ini.
Banyak orang yang salah mengerti bila saya berbicara mengenai
pikiran. Semua buku dan artikel yang saya tulis selalu berbicara
mengenai pikiran. Banyak yang bertanya pada saya, “Pak, berarti kunci untuk mencapai sukses atau kebahagiaan adalah dengan pikiran?”

“Ya dan belum tentu,” jawab saya.

Lha, kok bisa ya dan belum tentu. Bukankah semua ini hanya permainan
pikiran?

Anda benar sekali. Semua adalah permainan pikiran. Namun sayangnya
sering kali yang kita alami adalah kita dipermainkan pikiran kita
dalam suatu permainan yang pikiran mainkan dengan tidak main-main.

Bingung?

Manusia pada umumnya, tanpa mereka sadari, hanya menjalani kehidupan
dalam koridor penjara pikiran yang sempit yang dibatasi oleh tembok-
tembok tinggi persepsi. Mereka jarang sekali, jika tidak mau
dikatakan tidak pernah, mampu menjelajah melampaui perangkap penjara
pikiran yang dikondisikan oleh keterbatasan persepsi akibat
ketidaktahuan akan ketidaktahuan.

Dengan bahasa yang lebih sederhana manusia hidup dalam realitas yang
ditentukan oleh seperangkat aturan (baca: program pikiran) yang ada
dalam pikirannya. Kita tidak melihat segala sesuatu apa adanya. Kita
melihat sesuatu apa kita-nya.

Sang Buddha pernah berkata, “Pikiran itu sungguh sukar diawasi. Ia
amat halus dan senang mengembara sesuka hati. Karena itu hendaklah
orang bijaksana selalu menjaganya. Pikiran yang dijaga dengan baik
akan membawa kebahagian. Pikiran itu mudah goyah dan tidak tetap,
sulit dijaga dan sulit dikuasai; namun orang bijaksana akan
meluruskannya, bagaikan seorang pembuat panah meluruskan anak panah.”

Benar, kita bisa mencapai kebahagian atau sukses di bidang apa saja
dengan menggunakan pikiran secara benar. Namun bila kita tidak hati-
hati seringkali kita diperdayai oleh pikiran kita.

Ambil contoh “kebencian” dan “kebahagiaan” . Jika dilihat sekilas maka kita tahu bahwa “kebencian” adalah suatu emosi yang negatif
sedangkan “kebahagiaan” adalah emosi positif. Benarkah demikian?
Ternyata “kebahagiaan” justru bisa menjadi sumber masalah. Pikiran
yang terlalu melekat, atau selalu menginginkan, atau berusaha
mempertahankan “kebahagiaan” justru akan menimbulkan efek negatif.
Dan bahkan keinginan untuk bahagia bisa mengobarkan api “kebencian”.
Untuk lebih jelas mengenai hal ini Anda bisa membaca artikel saya
yang berjudul “Bahaya Kebencian dan Kebahagiaan” .

Untuk bisa keluar dari perangkap pikiran maka kita perlu mengerti
cara kerja pikiran. Dengan memahami cara kerja pikiran kita bisa
mengerti permainan yang sedang pikiran mainkan di suatu saat.
Sehingga kita, bukannya larut dalam permainan itu atau didikte dengan
suatu aturan main yang pikiran tetapkan sendiri, dapat menetapkan
rule of game yang menguntungkan diri kita.

Untuk itu mari kita amati proses belajar setiap manusia. Kita
melewati empat tahap belajar yaitu:
Unconscious Incompetence
Conscious Incompetence
Conscious Competence
Unconscious Competence

Pada tahap pertama, Unconscious Incompetence, kita tidak tahu kalau
kita tidak tahu. Misalnya, sewaktu kita masih kecil, kita tidak tahu
bahwa kita, saat itu, belum bisa jalan. Melalui interaksi dengan
orang dewasa atau lingkungan kita, yang masih kecil, akhirnya tahu
(Conscious Incompetence) bahwa kita belum bisa jalan. Mengapa? Karena
kita melihat orang di sekeliling kita berjalan tegak.

Selanjutnya kita mulai belajar berjalan dan akhirnya bisa berjalan
dengan sempurna (Conscious Competence). Sekarang, kita bahkan tidak
sadar lagi bahwa kita bisa jalan dengan sempurna (Unconscious
Competence). Kemampuan berjalan, yang dulunya kita pelajari dengan
begitu susah payah, mengalami jatuh bangun, bahkan ada yang sampai
kepalanya benjol karena jatuh, kini telah menjadi kecakapan yang
bekerja secara otomatis.

Nah, saat suatu skill telah masuk ke tahap Unconscious Competence
maka sejak saat itu, bila tidak dilakukan intervensi secara sadar,
skill ini akan bekerja dengan prinsip automatic pilot.

Hal yang sama berlaku juga dengan kecakapan berpikir, yang note bene
adalah keahlian pikiran itu sendiri.

Automatic pilot berfungsi untuk memudahkan hidup kita. Yang akan
dijalankan oleh sistem automatic pilot adalah program/kebiasaan yang
paling kuat. Baru-baru ini, saat sedang mengendarai mobil, saya larut dalam pemikiran yang cukup intens mengenai sesuatu. Saat itu pikiran (bawah sadar) saya secara otomatis mengambil alih kendali. Tanpa saya sadari, saat bertemu jalan yang bercabang dua, secara otomatis mobil saya belokkan ke kanan. Padahal rute yang seharusnya saya lewati adalah belok ke kiri. Jalan ke arah kanan adalah rute yang setiap hari saya lalui untuk ke kantor.

Nah, apa sih yang membuat kita terperangkap di dalam penjara pikiran?

Salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat menonjol adalah
kebutuhan akan konsistensi. Saat pikiran telah memutuskan untuk
menerima sesuatu sebagai “kebenaran” maka ia akan konsisten
dengan “kebenaran” itu. “Kebenaran” ini belum tentu sejalan
dengan “kebenaran” yang kita setujui kebenarannya. “Kebenaran”
menurut pikiran sejalan dengan pemikiran pikiran itu sendiri yang
didukung dengan berbagai pengalaman yang pernah kita alami.

“Kebenaran” ini dikenal dengan istilah belief. Jadi, setelah pikiran
mengadopsi suatu belief maka selanjutnya belief ini yang
mengendalikan pikiran. Tanpa intervensi yang dilakukan secara sadar
maka hidup kita sepenuhnya dikendalikan oleh berbagai belief yang
telah kita adopsi dan yakini kebenarannya.

Saat kita percaya/belief akan kebenaran sesuatu maka kita tidak akan
lagi mempertanyakan keabsahan data atau landasan pijak berpikir yang
digunakan sebagai dasar penerimaan suatu belief. Belief kita selalu
benar menurut kita. Yang benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Kita akan mati-matian mempertahankan belief kita karena kita yang memutuskan bahwa “sesuatu” itu adalah hal yang benar. Masa kita meragukan kebenaran yang telah kita putuskan “kebenarannya” ?

Lalu, bagaimana caranya untuk bisa keluar dari perangkap penjara
pikiran? Sesuai dengan judul artikel ini maka jalan kebebasan adalah
melalui pintu kesadaran.

Nah, Anda mungkin akan bertanya, “Mengapa harus melalui pintu
kesadaran?”

Hanya melalui pintu kesadaran kita bisa menyadari bahwa kita bukanlah pikiran kita, kita bukanlah perasaan kita, kita bukanlah kebiasaan kita, dan yang lebih penting lagi adalah bahwa kita bukanlah belief kita. Kesadaran membuat kita mampu untuk melakukan disosiasi atau pemisahan yang jelas.

Dengan kesadaran kita mampu melakukan metakognisi atau berpikir
mengenai pikiran. Dengan berpikir dan mengamati pikiran maka kita
akhirnya mengenal “sosok” pikiran kita. Kita akan tahu pola atau
kebiasaan yang pikiran lakukan. Dengan kesadaran kita dapat memahami
bahwa pikiran, walaupun merupakan piranti yang sangat luar biasa,
tetap hanyalah sebagian kecil dari kesadaran itu sendiri.

Lalu, bagaimana cara untuk bisa mengamati pikiran?

Oh, caranya mudah sekali. Yang perlu kita lakukan adalah belajar
untuk menjadi hening. Kita perlu membiasakan diri “berjalan” di
keheningan. Hanya dengan hening kita baru mampu mengamati pikiran
kita dengan jelas.

Pikiran ibarat segelas air yang keruh karena berisi kotoran atau
partikel kecil (baca: buah pikir). Dalam kondisi keruh kita tidak
akan bisa melihat melampaui gelas air itu. Kita tidak akan mampu
melihat dan mengamati berbagai komponen yang membuat air (baca:
pikiran) menjadi keruh.

Lalu, bagaimana caranya untuk bisa melihat partikel kecil yang
mengotori air? Bagaimana cara untuk bisa melihat melampaui gelas yang keruh?

Sekali lagi, caranya sangat mudah. Letakkan gelas yang berisi air
keruh dan biarkan selama beberapa saat. Jangan digerakkan atau diaduk-aduk. Biarkan saja.

Selang beberapa saat kotoran-kotoran itu akan mulai mengendap dengan
sendirinya, tanpa harus kita upayakan. Setelah semuanya mengendap air di gelas menjadi sangat jernih. Kotoran itu akan turun ke dasar gelas dan menjadi sangat mudah diamati. Kita juga akan dapat melihat
melampaui gelas. Mudah, kan?

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana caranya menjadi hening?

Setiap hari, selama sekitar 30 menit sampai 60 menit, lakukan
meditasi. Duduklah dengan tenang dan mulailah mengamati pikiran Anda. Bagi pemula Anda bisa melatih diri dengan melakukan meditasi 15 menit di pagi hari dan malam hari.

Pengamatan terhadap pikiran akan membawa kita pada pengenalan dan
pemahaman mendalam yang kita namakan kebijaksanaan. Nah,
kebijaksanaan inilah sebenarnya kunci pembuka pintu kebebasan kita.

Bill Gould, mentor saya, selalu berpesan pada saya, “if you want to keep growing, you have to challenge everything. Even your own thinking and beliefs.”

Sumber: Bebas Dari Penjara Pikiran Melalui Pintu Kesadaran oleh
Adi W. Gunawan,  Re-Educator and Mind Navigator, pembicara
publik, dan trainer dalam dan luar negeri.

@@@

Categories: Lepas Dari Belenggu Pikiran Melalui Pintu Kesadaran | 1 Komentar

Meloloskan Diri Dari Belenggu Pemikiran


Penulis : Ade Asep Syarifuddin

WAKTU saya kecil saya sangat kagum kepada kakak sepupu saya. Dia orangnya pintar, nilainya selalu di atas 8 setiap akhir ujian sekolah. Orangnya pendiam, tidak banyak bicara, tapi cukup rajin belajar. Kelas 4 SD, dia di-“ambil” oleh seorang dermawan kaya dan menyekolahkannya sampai selesai. Prestasinya tetap konsisten sampai di masuk ke ITB lewat PMDK. Saya pernah bertanya pada dia, mengapa dia selalu mendapatkan nilai yang tinggi, selalu rangking lima besar dan bisa masuk perguruan tinggi prestisius. Dia hanya menjawab sederhana, “Saya yakin saya bisa melakukannya. Tapi harus dibarengi dengan sikap ulet dalam belajar, jangan cepat bosan dengan buku-buku yang menumpuk dan saya selalu penasaran kalau belum menemukan jawaban terhadap soal-soal, saya tidak akan berhenti sebelum memperoleh jawabannya,” tuturnya. Sekarang dia bekerja di sebuah perusahaan rekanan yang memiliki omzet ratusan juta rupiah per bulan.

Sementara tetangga saya yang lain, dia hanya lulus SMA, sekolahnya juga swasta yang kurang bermutu. Nilainya selalu di bawah rata-rata, paling besar hanya 6, pernah tinggal kelas sekali waktu di SD. Setiap hari kerjaannya hanya ngerumpi temannya yang berprestasi tinggi dengan mengatakan, “Terang saja dia pintar kan karena bapaknya kepala sekolah. Dia nilainya tinggi kan karena dikatrol, dia dapat beasiswa kan karena katebelece dari orang tuanya.” Demikian kira-kira kerjaan setiap harinya sampai-sampai dia lupa kewajibannya untuk belajar. Kalau mengerjakan PR biasanya setengah jam sebelum masuk sekolah meminta kepada temannya untuk mencontek. Semalaman dia menonton televis sampai jam 12 malam, pagi-pagi kadang kesiangan bangunnya. Sekarang dia adalah pengangguran, keluar dari pekerjaannya karena banyak menggunakan uang perusahaan dengan cara tidak jelas.

Dua contoh kasus di atas bisa dijadikan representasi cara berpikir masyarakat kita. Orang pertama memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, sementara orang yang kedua memiliki keyakinan juga tapi keyakinan yang tidak memberdayakan dirinya alias yakin akan kekurangan dirinya. Keduanya menghasilkan sesuatu sesuai dengan jalan pikirannya, yang pertama menjadi orang sukses, sementara yang kedua menjadi pecundang dan menjadi beban masyarakat. Persoalannya sangat sepele kalau dilihat dari sisi manajemen pikiran, mau atau tidak pikiran memutuskan sesuatu sesuai dengan keinginan tuannya. Siapakah tuannya? Tuannya adalah kita sendiri. Kalau kita menyuruh pikiran untuk memprogram kesuksesan, maka pikiran dengan sangat cepat membuahkan hasil-hasilnya, sementara kalau kita memprogram pikiran untuk gagal, pikiran pun akan menjawab dengan segera dan menyodorkan kegagalan tersebut.

Kalau memang demikian, berarti pikiran bisa diarahkan dong? Benar sekali, kita dapat mengarahkan pikiran ke arah yang kita inginkan. Tapi bagaimana kalau yang teringat hanyalah kegagalan, kefrustrasian, ketidakpercayaan kepada diri sendiri, pesimis, negatif thinking, cemburu tidak beralasan, iri, dengki. Ini sudah bisa ditebak, hasilnya juga akan sama. Kalau kita tidak dapat melepaskan diri dari hal-hal tadi, ini artinya pikiran kita telah dikunci, telah dikungkung dan telah dibelenggu oleh sesuatu keyakinan yang tidak memberdayakan. Terlalu banyak alasan yang dikemukakan oleh masyarakat kita untuk memberikan pembenaran bahwa dirinya tidak mau untuk berusaha dan tidak mau bekerja keras. Ada yang berdalih, saya kan anak orang miskin, mana bisa jadi kaya, saya kan anak kampung, tidak mungkin bisa sukses seperti orang-orang yang tinggal di Jakarta, saya kan balung kere. Saya kan pendidikannya cuma SD, sementara pekerjaan mensyaratkan ijazah S-1, tidak mungkin dapat berkompetisi dengan anak kuliahan.”

Coba saja perhatikan di sekeliling Anda, apa yang dikatakan oleh kawan-kawan Anda, tetangga Anda, teman sejawat Anda. Lebih banyak memikirkan sesuatu yang positif atau yang negatif? Sudah bisa ditebak, 60% dari mereka selalu membicarakan sesuatu yang negatif, baik kepada orang lain maupun kepada dirinya sendiri. Hal lain yang perlu ditanyakan adalah, mengapa hal itu bisa terjadi, sejak kapan muncul pikiran negatif tadi. Sewaktu kita kecil, pikiran kita sangat bebas, tidak ada yang melarang. Kita bebas mengucapkan sesuatu walaupun salah, kita boleh mencoret-coret tembok karena masih kecil, kita boleh memecahkan gelas, kita boleh merobek-robek koran. Nyaris semua yang dilakukan baik benar ataupun salah diperbolehkan. Orang tua akan berkata, “Kan dia masih anak kecil, tidak apa-apa mencorat-coret tembok. Nanti juga kalau sudah besar mengerti dan menghentikan kebiasaannya.” Bahkan orang tuanya selalu bilang pinter terhadap apapun yang dilakukan sang anak tersebut walapun salah.

Ketika beranjak besar, biasanya di usia 4 atau 5 tahun perlakuan orang tua mulai berbeda. Kalau ada tindakan yang keliru langsung dibilang salah, bahkan tidak segan-segan kelopak mata orang tuanya diperlebar alias melotot. Sang anak menjadi ketakutan dengan respons orang tuanya yang agak berbeda tidak seperti biasanya. Tapi lagi-lagi anak mencoba sesuatu sampai-sampai memecahkan gelas, piring atau mainan dari listrik. Kontan aja tidak ada maaf bagi si anak. Tidak jarang anak dimaki-maki, dimarahin dan dihukum. Ditambah lagi ketika anak masuk sekolah dasar (SD) sewaktu pelajaran tertentu kebetulan anak tersebut mendapatkan nilai kecil, temannya bilang dia bodoh, gurunya pun bilang dia bodoh, sampai ke rumah orang tua dan kakak-kakaknya juga bilang bodoh. Tidak ada satupun yang mau mengerti mengapa dia mendapatkan nilai yang rendah.

Dalam perjalanan selanjutnya tidak heran anak-anak yang dididik dengan model ini menjadi introvert, rendah diri, tidak percaya kepada orang lain, cemburu dengan prestasi temannya. Celakanya sikap-sikap tersebut terus dibina hingga dewasa dan menjadi file permanen. Trauma-trauma masa kecil yang cukup menggunung tidak bisa lepas dari file-file pikirannya. Semua pengalaman masa lalu tersebut telah membelenggu pikirannya, telah membuat keyakinan-keyakinan yang sama sekali tidak memberdayakan. Bila tidak diterapi, maka kondisi seperti ini akan sangat merugikan masa depannya. Hidupnya kering, tidak bermakna. Dalam Neuro Linguistic Programming (NLP) kondisi seperti ini bisa diterapi dengan tool Reframing (membuat bingkai baru). Persepsi pikiran lama yang tidak memberdayakan digantikan dengan persepsi baru yang lebih memberdayakan.

Reframing ini adalah salah satu cara untuk lolos dari belenggu pikiran-pikiran yang tidak memberdayakan tadi. Ini bukan pekerjaan mudah, diperlukan usaha yang kuat dan sungguh-sungguh untuk keluar dari keyakinan negatif tadi. Misalnya, mengapa mesti cemburu kepada orang lain, kalau orang lain memiliki prestasi yang hebat kita mestinya senang karena kita dapat belajar dari mereka, tidak perlu jauh-jauh mencari orang yang bisa membantu. Kalau di dalam diri kita ada kekurangan tidak mesti rendah diri. Setiap orang memiliki kekurangan, belajarlah untuk menutupi kekurangan tersebut sampai kita memiliki kemampuan lain. Yang tidak wajar adalah tidak mengakui kekurangan dan tidak mau belajar untuk keluar dari kekurangan tadi. Sikapilah segala sesuatu di sekeliling kita secara proporsional, jangan terlalu berlebihan, jangan mudah menyimpulkan negatif padahal kita tidak memiliki bukti-bukti kongkrit dan jangan menilai seseorang hanya dari permukaan luarnya saja.

Milikilah prinsip-prinsip seperti, Pertama, sesuatu yang terjadi pada diri kita pada hari ini adalah sesuatu yang terbaik dalam pandangan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita tetap bersyukur kalau yang datang kepada kita terasa enak. Sebaiknya kita juga harus bersyukur kalau yang datang kepada kita terasa tidak enak secara fisik. Pernah ada satu cerita, seseorang yang mau terbang ke London terlambat datang di sebuah Bandara. Ia marah-marah kepada petugas bandara. Sekitar 15 menit kemudian terdengar kabar bahwa pesawat tersebut meledak. Dari sikap marah-marah ia langsung bersyukur dan segera menginsyafi sesuatu yang baru saja terjadi. Ini artinya, segala sesuatu yang terjadi pada diri kita adalah yang terbaik menurut pandangan Tuhan.

Prinsip kedua, tanyakan, apa hikmah positif dari segala kejadian yang menimpa kepada kita walaupun lagi-lagi terasa tidak enak dan merugikan dalam pandangan biasa. Bisnis kita rugi misalnya, tanyakan kepada diri sendiri, apa manfaat dari kerugian bisnis ini. Pikiran kita akan menjawab secara jujur, kalau bisnis rugi berarti kita harus belajar lagi kepada orang yang sudah sukses, hati-hari dalam manajemen keuangan, dan lain-lain. Segala kejadian pasti ada manfaat positif yang bakal datang kepada kita. Ketiga, sesuatu yang menurut kita baik belum tentu baik untuk kita. Manusia hanya memiliki pandangan mata, telinga, dan asumsi akal. Belum tentu yang sudah dipikir matang-matang akan berdampak baik juga. Artinya, kalau sudah memutuskan sesuatu, lakukanlah, tapi tetap tawakal dan pasrah kalau-kalau hasil yang datang tidak sesuai dengan rencana kita. Oleh karenanya, loloskanlah kita dari belenggu pikiran kita supaya kita tidak menjadi tahanan di dalamnya. Inilah langkah awal Success Revolution. (*)

*) Penulis adalah General Manager Harian Radar Pekalongan.

Categories: Meloloskan Diri Dari Belenggu Pemikiran | Tinggalkan komentar

IJAZAH DOA MEMOHON AMPUNAN DAN PERLINDUNGAN DARI KEKUFURAN, SYIRIK, SOMBONG, TAKABUR, RIYA DAN BERBAGAI SIFAT TERCELA


Diijasahkan oleh hamba Allah yang tidak diketahui namanya. Doanya dibaca kapan saja dan seikhlasnya. Doanya sbb:

ALLOHUMMA IN DAKHOLA ASY SYAKKU FI IMANI BIKA WA LAM A’LAM BIHI AU A’LAM TUBTU ‘ANHU WA ASLAMTU WA AQULU LA ILAHA ILLA ALLAHU MUHAMMADUN RASULULLAH

Ya Allah, jika keimananku terdapat keraguan atas-Mu, baik aku sadari atau tidak, maka aku bertaubat dan berserah diri kepada-Mu, dan aku ucapkan tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad itu utusan Allah.

Demikian semoga ada manfaatnya buat kita semua.

@kwa,2018

Categories: RIYA DAN BERBAGAI SIFAT TERCELA | 4 Komentar

IJAZAH DOA RAHASIA ORANG ARIF


Dibaca seikhlasnya di waktu bebas. Doa ini diijasahkan Muhammad Abi Hamid al Gozali 2 Sya’ban 1279 H. Inilah doanya:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. ALHAMDULILLAH ALLADZI NAWWARO BASA’IR AL ARIFIN, WAAL HAMAHUM FUTUH AL MUTTAQIN, WA ASARROHUM ASROR AL MUWAHHIDIN WA MA’RIFAT AHL ASSALAT WA ASSALAM ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN SAYYID AL MURSALIN WA IMAM AL MUTTAQIN WA ‘ALALIHI WA ASHABIHI ILA YAUM AD-DIN.

Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memberi cahaya pengelihatan bagi orang-orang arif dan menunjukkan kebaikan kepada orang-orang bertakwa, menyenangkan hati mereka terhadap rahasia orang-orang yang mentauhidkan Allah, dan mengenal keluarga Nabi Muhammad penghulu sekalian rasul dan pemimpin orang-orang yang takwa serta atas keluarganya dan sahabatnya sampai hari kiamat.

@kwa, 2018

Categories: IJAZAH DOA RAHASIA ORANG ARIF | 4 Komentar

IJAZAH WIRID DOA MENCEGAH MUSIBAH DAN BENCANA


Doa ini diijasahkan Abdullah bin Alwi al Haddad pada 7 Rojab 1245 H.

Yaitu berasal dari ayat Al Quran yang dibaca ketika kita berada pada situasi gawat, angin taufan atau ombak besar atau bencana dalam hidup sehari-hari. Baca empat ratus tujuh puluh tiga (473) dengan hati ikhlas serta dengan rasa takut kepada Allah Subhana wa Ta’ala maka Insya Allah dan belas kasih Allah SWT serta karomah Rasulullah SAW akan melindungi kita dan  bencana  musibah tidak akan terjadi. inilah doanya:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. WA QOLA IRKABU FIHA BISMILLAH MAJROHA WA MURSAHA INNA ROBBI LAGAFUR ROHIM. 473 x.

Demikian semoga bermanfaat.

@kwa,2018

Categories: IJAZAH DOA MENCEGAH MUSIBAH DAN BENCANA | 5 Komentar

Pengumuman


MILAD KWA 2018

WAKTU PENYELENGGARAAN  SABTU, 14 APRIL 2018.

MULAI PUKUL 07.00 WIB (PAGI) SD PUKUL 24.00 WIB (TENGAH MALAM)

ACARA:

  • SHOLAWATAN MULAI PUKUL 7 PAGI SD PUKUL 9 PAGI.
  • PERKENALAN DAN SILATURAHIM PUKUL 9 PAGI SD 10 PAGI
  • LAPAK KONSULTASI PERMASALAHAN HIDUP DAN BAKTI SOSIAL. PUKUL 10 PAGI  SD SORE
  • PENGIJASAHAN GRATIS DAN MATERI LAIN, PUKUL 19.00 WIB SD MALAM
  • DAN LAIN-LAIN

TEMA MILAD: GEMA SHOLAWAT UNTUK KEBERKAHAN HIDUP DAN PERDAMAIAN DUNIA.

TEMPAT MILAD: TAMAN TANJUNG PURI SIDOARJO.

BERIKUT PETA DI GOOGLE MAPNYA: 

https://goo.gl/maps/WhJ55Ks77sT2

 

PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN PENGINAPAN, TIDAK MENYEDIAKAN MAKAN DAN MINUM, SERTA SEDULUR YANG HADIR DI FORUM INI DIHARAPKAN MANDIRI. 

SEDULUR YANG HADIR DARI LUAR KOTA BISA MENGINAP DI PENGINAPAN DAN HOTEL YANG TERSEBAR DI SIDOARJO.

LOKASI ACARA YAITU DI TAMAN TANJUNG PURI ADA DI DALAM KOTA SIDOARJO. 

DARI STASIUN KA SIDOARJO 5 MENIT NAIK ANGKUTAN ONLINE.

DARI BANDARA JUANDA SEKITAR 25 MENIT 

DARI TERMINAL SEKITAR 25 MENIT.

UNTUK PARA SESEPUH DAN PENDEKAR ILMU HIKMAH SE NUSANTARA, MONGGO HADIR DAN BERBAGI KEPADA SEDULUR SEMUA….. KAMI MEMANGGILMU!

MILAD INI UNTUK UMUM DAN SEMUA KALANGAN DAN SEMUA UMUR. TIDAK KHUSUS UNTUK KALANGAN TERTENTU SAJA. KITA SEMUA BERSAUDARA. SEMUA ADALAH SAHABAT. SEMUA ADALAH TEMAN. TIDAK ADA MUSUH DI FORUM INI. 

BEBAN HIDUPMU ADALAH BEBAN HIDUPKU. PENDERITAANMU ADALAH PENDERITAANKU. KEBAHAGIAANMU ADALAH KEBAHAGIAANKU JUGA. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM….

SALAM PASEDULURAN….

TTD

PANITIA MILAD KWA 2018

 

=========================

HAL-HAL LAIN TERKAIT INFORMASI MILAD 2018 AKAN DISAMPAIKAN DI BLOG KWA. IKUTI TERUS KAWAN,…. http://www.wongalus.wordpress.com

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 4 Komentar

LELANG KERIS LANGKA BERKHARISMA KANJENG KYAI JENAR (SOLD)


Disebut oleh sang empu KANJENG KYAI JENAR  karena pamornya jenar. Yaitu logam yang menguning keemasan, sangat langka, dan dari seribu keris bisa jadi hanya satu keris. Pamor ini biasanya ada di ujung dan di bawah gonjo saja, namun keris yang kita lelang ini menetapnya pada hampir ke seluruh badan/bilah keris. Pamor Jenar asalnya dari batu meteor yang mengandung cupronikel.

Cupronickel (juga dikenal sebagai tembaga-nikel) adalah paduan tembaga yang mengandung unsur nikel dan penguatan, seperti besi dan mangan. Meskipun kandungan tembaganya tinggi, cupronickel berwarna perak. Karena sifat khusus dari paduan nikel dan tembaga, mereka diterapkan di berbagai domain industri misalnya pencetakan koin dan medali, pembuatan persenjataan, bahan desalinasi, teknik kelautan. Cupronickel sangat tahan terhadap korosi di air laut. Untuk alasan ini, digunakan untuk penukar panas dan kondensor dalam sistem air laut, perangkat keras kelautan, dan kadang-kadang untuk baling-baling, crankshafts dan lambung kapal tunda premium, kapal nelayan dan kapal kerja lainnya.  Cupronickel sudah dikenal sejak lama oleh bangsa Cina pada masa pemerintahan Liu An pada 120 SM di Yunnan untuk membuat perhiasan karena keindahan fisik logam ini.

GORESAN KUKU EMPU

Di keris juga terdapat bekas goresan kuku sang empu pembuat keris yang digoreskan pada saat baja besi ditempa dengan suhu di atas 1000 derajat. Goresan ini tentu saja tidak hanya goresan namun dijapa mantra dengan ilmu sang empu agar pembawanya sakti mandraguna.

Menurut kepercayaan orang Jawa, keris pamor jenar ini memiliki khasiat menyebabkan kekebalan terhadap segala jenis senjata. Angsar tuahnya banyak, di antaranya untuk kasekten dan tidak akan kalah bila berhadapan dengan orang-orang sakti yang punya banyak ilmu kedigdayaan. Kuning juga simbol  kemakmuran dan kemewahan. Sehingga sang empu memilih meteorit cupronikel sebagai bahan keris karena kelangkaan bahannya yang bernilai tinggi, lebih tinggi dari emas/perak/perunggu saat itu untuk diisi dengan doa kekayaan untuk pembawanya.

Dhapur/bentuk keris: brojol luk lurus, mensimbolkan kelurusan niat tekad dan doa IHDINAS SHIROTOL MUSTAQIM. Agar senantiasa dibimbing menuju jalan yang lurus.

Mahar: 3,9 jt (sudah termasuk ongkir, jauh dekat dalam negeri disamakan ongkirnya)

Tangguh: Mataram abad 17

Cara mendapatkannya: SMS ke 081234588111 (SMS only) dan bila sudah mendapatkan jawaban ..

Selanjutnya transfer ke rekening:

BANK BCA  (kode transfer 014) nomor rekening 6155187526  a.n  Muhammad Wildan.

Demikian sedulur terima kasih dan matur nuwun.

===> GUNAKAN ILMU TAYUH, YAITU DENGAN HATIMU. BILA HATIMU MEMANGGIL UNTUK MEMILIKI KERIS INI. BERSEGERALAH UNTUK MEMILIKINYA KARENA ITU COCOK DENGAN MU. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

@KWA,2018

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA