Arsip Kategori: DHAMPAR KENCANA

DHAMPAR KENCANA


Anggaplah dirimu sebagai buku yang terbuka, bisa dibaca, dikritik dan sekaligus dicerca. Siapa yang menganggap dirinya buku yang tertutup, bersiap-siaplah untuk ditutupi debu dan dimakan kutu. Inilah sejarah sebuah kursi. Semasa kuliah tahun 1990-1996, saya memiliki sebuah kursi yang saya … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di DHAMPAR KENCANA | 15 Komentar