INTROSPEKSI DIRI


JANGAN PERCAYA DENGAN UANG GHAIB, semuanya BOHONG! saya orang beragama dan bisa terbilang taat, tapi terjebak dengan penarikan uang ghaib, karna terlibat hutang 1,5M. pegawai saya meyakinkan saya untuk datang ke abah UJUG. Rupiah demi rupiah saya keluarkan, saya ikuti dengan sabar dan dengan hati bersih. saya coba ikuti semua prosesnya. sampai berbulan – bulan dan menghabiskan dana hampir 100 juta! Orang yang saya datangi yaitu abah UJUG adalah orang tua, yang penampilannya polos dan lugu. sehingga saya selalu berpositif thinking padanya. Sekarang saya sedang urus hitung-hitungannya sama dia. semoga Allah mengampuni dosa saya dan keluarga saya, karna kebodohan saya. Dan semoga Allah mempermudah jalan saya mencari rizki yang barokah, amiin. Saya sempatkan memberi komentar di blog ini, untuk SEMUA saudaraku… Ikhtiar dengan dunia kita, lebih jelas barang nya dan insyaallah di ridhai Allah SWT.

Tulisan diatas ini adalah komentar salah seorang pembaca blog KWA, yang menguraikan apa yang pernah dialaminya terkait dengan upayanya membebaskan diri dari hutang dengan cara pencarian uang goib.  Dibantu oleh seseorang yang awalnya diyakini bisa membantu menarik uang goib menjadi nyata, akhirnya jelas: uang tidak kunjung diperoleh dan mengalami kerugian yang cukup besar.

Penarikan uang goib memang ada dan bisa dilakukan oleh seorang yang ahli. Beberapa orang yang saya kenal bisa melakukannya dengan mudah. Namun, semua itu memerlukan keahlian yang tidak semua orang bisa melakukannya. Ada yang sudah bertirakat sekian waktu, usaha keras untuk memiliki ilmu uang goib disertai dengan riyadhoh yang berat, namun semua akhirnya harus tunduk pada hukum Ilahi. Allah SWT belum mengijinkannya.

Seorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang uang goib, bisa dengan mudah tertipu. Mungkin awalnya mencoba-coba karena tidak memiliki pengalaman terkait hal ini. Sekedar dari mulut ke mulut informasi tentang seorang yang (diduga) memiliki keahlian untuk melakukan penarikan uang goib dan karena dia terpaksa/kepepet akhirnya membuat keputusan untuk menyerahkan uang kepada seseorang yang awalnya dianggap bisa menarik uang goib. Sekali penyerahan mahar, dua kali kurang, tiga kali, empat kali dan seterusnya dengan dalin untuk ubo rampe dan lain sebagainya. Ujung-ujungnya baru sadar bahwa uang yang diserahkan ke seseorang yang konon untuk biaya proses penarikan uang goib itu  sudah menggunung.

Manusia memang cenderung keliru mengambil keputusan. Juga terbiasa terlambat untuk menyadari bahwa jalan yang ditempuh kakinya melenceng dari arah yang semestinya. Mari kita “Introspeksi/berkaca diri/merenungkan” kejadian-kejadian yang dialami karena hal itu menjadi pengalaman berharga buat kita semua.  Yang namanya ilmu rezeki dalam koridor ilmu hikmah itu bukanlah ilmu penarikan uang goib. Juga bukan ilmu uang balik –dimana uang yang kita belanjakan akan kembali utuh seperti sedia kala. Bukan itu!

Ilmu rezeki yang sejati adalah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah: “Pergilah ke hutan, carilah kayu bakar dan juallah ke pasar. Itu lebih mulia daripada kamu jadi pengemis” 

Hamparan hikmah kita dapatkan ketika merenungkan hal ini. Kerja keras dengan menggunakan akal sehat serta doa dan kepasrahan adalah jawaban yang paling baik ketika seseorang dirundung masalah rezeki seret. Meskipun Rasulullah saat itu bisa mendoakan siapapun agar rezekinya lancar, namun ajaran sosial yang harus ditanamkan kepada setiap muslim adalah: bekerjalah secara wajar. Insya allah, rejeki kita juga akan senantiasa datang.

Nah, sayangnya.. manusia cenderung untuk pengen cepat memperoleh hasil dengan proses yang (kalau bisa) paling mudah. Hal ini wajar dan manusiawi. Apalagi kalau keadaan pikiran ruwet dan emosi sedang kalut.

PUASA ADALAH JAWABAN UNTUK MENGEMBALIKAN KONDISI PIKIRAN EMOSI AGAR KEMBALI NORMAL, AKAL BUDI KEMBALI SEHAT ATAS BIMBINGAN ALLAH SWT.  SEHINGGA KITA TERBIMBING SECARA LANGSUNG PADA SANG PEMILIK KEBENARAN ABSOLUT/KEBENARAN SEJATI.

terima kasih dan salam.

@wongalus,2015

Iklan