>>PERPUSTAKAAN UTAMA

Selamat Idul Fitri


Iklan
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

YAASIIN KHUSUS KEREZKIAN DAN MEMESRAHKAN NUR MUHAMMAD PADA DIRI


artikel kiriman email
nun.din01@gmail.com
AL-IKHLAS,11x
SURAH YAASIIN,1x.DENGAN KAEDAH PEMBACAAN SEPRTI INI :
_ AYAT PERTAMA DI ULANG 70x,LALU BACA INI ( ASSHALATU WASSALAAMU ALAIKA YAA SAYYIDI YAA ROSULALLAH KHUDZ BIYADI QOLLAT HIILATI ADRIKNI,16x )
_SESUDAH AYAT KE-4 BACA INI ( ANA FII JAHI ROSULALLAH SHOLLAAHU ALAIHI WASALLAM,16x )
_SESUDAH AYAT KE-34 BACA INI ( YAA KAAFII YAA MUGHNI YAA FATTAHU YAA RAZZAQ,16x )
_SESUDAH AYAT KE-83 ATAU AYAT TERAKHIR BACA INI ( ALLAHUMMAH HABIIBNI ILAA NABIYYIKA MUHAMMADIN SHOLLALLAAHU ALAIHI WASALLAM,10x )
AL-FATIHAH,17x
DIAMALKAN SEBELUM SHOLAT SUBUH,SAYA SENDIRI MENGAMALKANNYA SEBELUM BERANGKAT KE MASJID UNTUK SHOLAT SUBUH.
INI PASANGAN SIIR YAASIN YANG PERNAH DI POSTING SEBELUMNYA,SIIR YAASIIN NYA DIAMALKAN SESUDAH SHOLAT MAGHRIB DAN YAASIIN KHUSUS KEREZKIIAN DAN MEMESRAHKAN NUR MUHAMMAD PADA DIRI SEBELUM SHOLAT SUBUH.
@2018
Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 14 Komentar

Selamat Berpuasa


Keluarga Besar Kampus Wong Alus (KWA) mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M. Semoga Allah meridhoi ibadah kita. Amin YRA.

 

@kwa, 2018

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

KH Sholeh Qosim Dipanggil Allah SWT.


Innalillahi wainna ilaihi rajiun, Keluarga Besar KWA turut berduka yang mendalam atas wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Bahauddin Sepanjang, Sidoarjo, KH Sholeh Qosim, di kediamannya, Kamis (10/3).  KH Sholeh Qosim wafat saat sujud shalat maghrib. Kiai yang lahir pada 1930 ini adalah salah seorang pejuang kemerdekaan NKRI. 

Pengasuh Pondok Pesantren Bahauddin Al-Islami, Sidoarjo itu ikut mengangkat senjata menjadi anggota laskar Hizbullah tahun 1943 pimpinan KH Masykur dalam perang merebut kemerdekaan. 

Kyai Qosim sebelum wafat masih aktif berdakwah. Sesepuh NU Sidoarjo ini masih sering berceramah dalam berbagai pengajian dengan bahasa Jawa halus maupun bahasa Indonesia. Suaranya masih begitu jelas dan tegas. Bahkan terkait Laskar Hizbullah, Kiai Qosim masih hafal mars laskar tersebut, . Mars yang dapat membangkitkan semangat juang pasukan Barisan Hizbullah dan Laskar Sabilillah di jaman revolusi kemerdekaan.

“Yaa lal wathon, yaa lal wathon
hubbul wathon minal iiman
walaa takun minal hirman
inhadlu ‘alal wathon
Indonesia biladi
anta ‘unwanul fakhoma
kullu mayya’tika yauma
thomihayyalqo himama”.

Tak bisa dipungkiri, Barisan Hizbullah dan Laskar Sabilillah adalah milisi santri yang begitu hebat. Sangat ditakuti Belanda dan Jepang karena keberaniannya. Keberanian yang dilambari dengan hasil tirakat dibawah bimbingan para ulama auliya.  KH. Sholeh Qosim adalah salah-satu dari semakin sedikitnya ulama sepuh pejuang NKRI.  Semoga diampuni segala dosa dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin. Allahummaghfirlu warhamhu waafihi wa’fuanhu. Al fatihah.

Amalan Kyai Sholeh Qosim

Kyai Sholeh memaparkan, bahwa Nabi Muhammad SAW kalau bersedekah diberikan menjelang Ramadhan. Karena menyedekahkan menjelang Ramadhan lebih bermanfaat.

“Budaya Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Suci Ramadhan, disamping berpuasa Sya’ban, silaturahmi dan bersedekah, Nabi selalu membebaskan orang yang mempunyai hutang. Sehingga ketika orang tersebut menjalankan ibadah puasa Ramadhan, tidak terganggu, bisa kosentrasi dan khusyuk,” ujar beliau.

Dengan menyedekahkan makanan, pakaian yang diberikan menjelang Ramadhan, kata Kiai Sholeh, fadhilahnya 700 lipat. Yang lebih penting lagi, datang ke guru dan ulama meminta doa supaya lebih mantap dan berkah. Nilainya sangat positif, dan harus dibudayakan lagi.

“Sehingga rukun Islam yang ke 4 itu menjadi fokus ketika orang melakukan ibadah. Berbeda kalau diberikan menjelang Idul Fitri. Sebab kalau diberikan sebelum Ramadhan, pahalanya 700 tingkat, sedangkan setelah Ramadhan pahalanya 1 derajat/tingkat,” tegasnya.

Dalam taushiyahnya di acara peringatan Harlah NU ke-93 di Surabaya, Kiai Sholeh menceritakan, ulama-ulama pesantren pada jaman itu adalah manusia-manusia luar biasa dalam soal ke’aliman dan karomahnya. Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Hasbullah, Syaikhona Kholil, dan banyak lagi ulama yang beliau sebut adalah sosok dengan maqom derajat yang tinggi.

“Para kiai pesantren berinisiatif mendirikan NU dan berkiprah besar untuk kemerdekaan RI. Mereka adalah min auliyaa-illah, kesayangan Allah. Jika ada yang macam-macam dengan NU dan Indonesia, Gusti Allah tentu tidak akan membiarkannya”, tegas Kiai Sholeh, Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim kala itu. Ingatan beliau dan intonasi-aksentuasi suara beliau yang begitu bernas melafalkan ayat Qur-an, hadits Rosulillah, atsar para Sahabat, dan qoul ulama salaf, tentang arti pentingnya berjuang untuk agama dan negara, membuat kagum mengingat usia beliau yang sudah sangat sepuh. 

Mendengar cerita Kiai Sholeh Qosim tentang ulama jaman dahulu kala, setidaknya bisa melahirkan keteladanan akan tiga hal, tawadhu dalam sikap, tekun dalam ibadah dan riyadhoh, serta teguh dalam memperjuangkan hal yang benar menurut Allah, Rasulullah dan para ulama.

Pertama, Tawadhu Dalam Sikap. Bersikap rendah hati adalah salah satu prilaku kesatria yang tinggi tingkatannya. Kesombongan hanya akan menjerumuskan kaum santri ke lembah yang nista dalam hidup di dunia dan akhirat. Sebuah mahfuzhot yang sangat populer di kalangan Nahdliyin : “laa tahtaqir man duunaka falikulli syai-in maziyah”, jangan hanya dijadikan pemanis lisan ketika berinteraksi dengan masyarakat pada umumnya. Sikap meremehkan orang lain bukanlah sikap yang menjadi fitrah bagi kaum Nahdliyin.

Kedua, Tekun Dalam Riyadhoh. Sementara tekun dalam hal ibadah dan riyadhoh adalah sebuah keniscayaan bagi seorang mukmin. Teringat akan sebuah maqolah : “i’mal lii akhiirotika ka-annaka tamuutu ghodaa”. Dalam soal ukhrowi dan ibadah mahdhoh karena ridho Allah, hendaknya ditumbuhkan sikap rakus dan merasa kurang dalam tiap amalan-amalannya, karena ajal senantiasa mengintai kita. Para ulama mengajarkan hal itu kepada santri-santrinya untuk membiasakan riyadhoh dalam melatih jiwa dan meraih ridho Allah. Cerminan itu ada dalam hidup kiai-kiai khos akan pentingnya munajat melibatkan Allah dalam tiap keputusan menjalani kehidupan.

Ketiga, Teguh Dalam Mujahadah. “Man saaro ‘alad darbi washoola”. Berketetapan teguh dalam mengamalkan kebajikan, akan menghantarkan kepada tujuan yang baik pula. Para sesepuh, alias founding father bangsa Indonesia dan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di Nusantara waktu lampau, telah mencontohkan itu semua. Pengajaran keteladanan itu jelas mengalahkan kalimat-kalimat sakti para Inspirator dan Motivator jaman sekarang. Teladan dari tetua, yaitu para auliya dan ulama kuno, hendaknya mengilhami kita banyak-banyak soal keikhlasan berjuang di jalan Allah. Tidakkah kita menyadari, nikmatnya beragama dan berbangsa yang sekarang kita rasakan, adalah buah dari keberhasilan mujahadah mereka di waktu lampau.

Banyak kenangan dari Kiai Qosim yang bisa diambil sebagai pelajaran hidup. Saat peringatan HUT ke-72 TNI 5 Oktober 2017 lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta Presiden Joko Widodo untuk menyerahkan tumpeng kepada tiga orang terpilih. Mereka adalah Paimin (yang sudah berusia 92 tahun), Kiai Sholeh Qosim. Keduanya adalah pejuang bersenjata di masa lalu, dan terakhir Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, sebagai wakil TNI masa kini.

Diketahui, sesepuh NU Sidoarjo tersebut datang ke peringatan HUT TNI ke-72 di Cilegon, Banten, atas undangan Gatot Nurmantyo.

“Saya ditelepon Pak Gatot Nurmantyo untuk datang ke dalam perayaan HUT TNI. Panglima bilang, saya harus hadir di Cilegon pada tanggal 5 Oktober. Nanti akan ada orang yang menjemput. Semua sudah dipersiapkan,” cerita pria yang lahir di Sidoarjo tahun 1930 ini.

Kehadiran Kiai Qosim waktu itu sempat membuat publik kaget. Pasalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberi potongan tumpeng langsung menyalami Kiai Qosim dan dengan takzim mencium tangan beliau. Kejadian itu pun menjadi viral di dunia maya.

Presiden Jokowi mencium tangan Kiai Qosim usai memberi potongan tumpeng dalam peringatan HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, 5 Oktober 2017.

Presiden Jokowi mencium tangan Kiai Qosim usai memberi potongan tumpeng dalam peringatan HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, 5 Oktober 2017.

“Saya ditelepon Imam Nachrowi. Dia cerita, ditanya banyak orang setelah acara itu (HUT ke-72 TNI). Dia tanya, kok bisa sampai begitu. Ya, saya jawab, tidak tahu. Saya cuma diundang saja,” kata Kiai Qosim saat itu kepada redaksi di kediamannya.

Saat itu kedekatan Kiai Qosim dengan Jenderal Gatot sempat menjadi tanda tanya. Rupanya Jenderal Gatot tidak hanya mengenal Kiai Qosim sebagai anggota laskar Sabilillah di era kemerdekaan, namun Kiai Qosim pernah dua kali dilibatkan Jenderal Gatot untuk menyelesaikan urusan bangsa.

Semasa hidup, Kiai Qosim memang enggan menceritakan “urusan bangsa” yang dimaksud. Maklum beliau sangat ingin menjauhi sifat-sifat riya’.

Kiai Qosim juga mewanti-wanti redaksi agar tidak menceritakan dua “urusan bangsa” itu selama beliau masih hidup. Bahkan beliau menyarankan agar menanyakan langsung ke Jenderal Gatot perihal tersebut. “Alangkah baiknya beliau (Panglima TNI) yang cerita. Itu bukan ranah saya menjawabnya,” jelas sang kiai.

Namun setelah beliau wafat, redaksi merasa perlu untuk mengabarkan dua “urusan bangsa” yang sangat penting tersebut sebagai pengingat bagi rakyat Indonesia.

Ada dua urusan antara Kiai Qosim dan Jenderal Gatot di mana hal itu menjadi penentu arah perdamaian dan persatuan bangsa.

Pertama, kasus intoleran pembakaran masjid di Tolikara, Papua pada 2015 lalu. Kasus ini berpotensi memecah belah umat. Saat itu Jenderal Gatot meminta kepada Kiai Qosim untuk menjadi penengah antara komunitas Muslim dan komunitas Nasrani di Tolikara. Peran Kiai Qosim dalam perdamaian umat beragama di Tolikara sangat vital. Namun beliau menolak disebut perdamaian itu atas jasanya, melainkan semua pihak turut berperan dalam menjaga perdamaian Tolikara. “Saya cuma penengah saja,” kata Kiai Qosim kepada redaksi yang kemudian mewanti-wanti untuk tidak menceritakan kepada publik.

Dalam perdamaian di Tolikara menghasilkan kesepakatan yang dilakukan penyelesaian secara adat. Ada tiga butir kesepakatan yang dihasilkan. Selain penyelesaian masalah secara adat, kesepakatan lainnya, memberikan kebebasan beribadah kepada umat Islam Tolikara, termasuk proses pembangunan masjidnya.
Semua pihak siap menjaga kondisi kehidupan yang harmonis, penuh persaudaraan dan toleransi.

Pasca Tolikara, Jenderal Gatot kembali menghubungi Kiai Qosim. Sejumlah ulama se-Indonesia diundang berkumpul ke Linggarjati, Jawa Barat.

Seperti diketahui Islam yang terus berubah seiiring dengan kemajuan jaman. Pondasi Islam memang sudah kokoh, namun sengkarut di Islam masih kerap terjadi. Sementara itu, gerakan-gerakan revivalisme Islam mulai tumbuh dan langsung mengambil jalur politik-kekuasaan. Polarisasi dalam Islam tidak dapat dihindari lagi, yang berpotensi memecah belah umat Islam. Sehingga butuh gagasan dan ide untuk kembali mempekokoh umat. Di sinilah para ulama berkumpul untuk menentukan arah bangsa ini.

Satu persatu ulama menyampaikan ide dan gagasannya. Namun ketika sampai pada Kiai Qosim, beliau cukup simpel menyampaikan gagasannya. Di hadapan para ulama dan Jenderal Gatot, Kiai Qosim mengungkap konsep Islam Nusantara.

“Saya cuma bilang, sebelum Islam masuk, kita adalah Nusantara. Para wali sebelumnya syiar Islam ke seluruh penjuru Nusantara dengan ciri khas persentuhan, perpaduan dari ajaran, perilaku, budaya dan citarasa masing-masing daerah. Kenapa kita tidak menggunakan konsep Islam Nusantara,” ujar Kiai Qosim.

Konsep dan gagasan Kiai Qosim soal Islam Nusantara ini kemudian diterima oleh para ulama. Bahwa konsep tersebut merupakan yang ciri khas Islam di Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan bertolak belakang dengan ‘Islam Arab’.

Istilah Islam Nusantara belakangan gencar dikampanyekan oleh ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Bahkan ulama dari 33 negara yang menjadi peserta International Summit of the Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) menyatakan akan mengembangkan Islam moderat ala Islam Nusantara di negara masing-masing.

Bahkan almarhum Kiai Hasyim Muzadi, sesepuh NU yang saat itu menjabat sebagai Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) sekaligus Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) berpidato di depan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang konsep Islam Nusantara. Secara cerdas Hasyim Muzadi menjawab sejumlah tuduhan PBB bahwa umat Islam Indonesia anti toleransi beragama. Pidato Hasyim Muzadi soal Islam Nusantara itu ‘menggetarkan’ negara-negara di seluruh dunia.

Tidak ketinggalan Presiden Jokowi menyatakan dukungannya secara terbuka atas model Islam Nusantara. Hal itu disampaikan dalam pidatonya saat membuka Munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal.

“Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi,” kata Presiden Jokowi.

Itulah sekelumit perjuangan Kiai Qosim yang membuatnya diakui oleh banyak orang. Meski beliau telah wafat, namun pemikirannya soal Islam Nusantara dibutuhkan masyarakat dunia karena ciri khasnya mengedepankan “jalan tengah”, bersifat tawasut (moderat), tidak ekstrim kanan dan kiri, selalu seimbang, inklusif, toleran dan bisa hidup berdampingan secara damai dengan penganut agama lain, serta bisa menerima demokrasi dengan baik.

@kwa,2018

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Negara mana yang paling banyak mengakses blog KWA?


Dari rata-rata 10.000 perhari pembaca blog KWA, pembaca di negara ini yang menduduki ranking 3 besar:

1. Indonesia

2. USA

3. India

Maka dengan membaca blog KWA, sedulur-sedulur pembaca adalah bagian dari masyarakat global yang tidak lagi tersekat dalam kotak negara. Inilah era globalisasi ketika jarak ruang dan waktu bisa “menyatu” menjadi satu.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Tahukah Anda, apa yang digunakan Pembaca KWA untuk mengakses blog?


Benar tebakan Anda, sedulur….gambar ini adalah grafik bahwa 90 persen lebih menggunakan smartphone.

Jika Pembaca KWA terbanyak menggunakan HP APA INI ARTINYA?

Karakter pembaca dengan menggunakan HP artinya kebanyakan pembaca berusia muda generasi milenial melek IT, berpikir pragmatis fungsional, tidak punya waktu lama berpikir dan merenung…( apalagi wiritan? ) lebih suka duduk berlama-lama di warung kopi ngobrol daripada meditasi.

Benarkah demikian?

Monggo kita diskusikan….

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Perjalanan Menuju Allah


RESENSI BUKU

Judul : The Road To Allah – Tahap-Tahap Perjalanan Ruhani Menuju Tuhan

Penulis : Jalaluddin Rahmat

Kategori : Non Fiksi, Islam, Indonesian Literature

Tebal : 335 halaman

ISBN : 978-979-4334-744

Diterbitkan Bersama Oleh : Mizan dan Muthahhari Press

Softcover, Cetakan Ketiga, Februari 2008

Buku ini menawarkan peta perjalanan menuju Tuhan melalui beberapa tahap; tahap persiapan, tahap setelah memulai perjalanan, dan tahap akhir. Di setiap tahap diuraikan amalan, akhlak, dan pengetahuan yang menyertainya.

Diuraikan dengan gaya bertutur yang enak dibaca, Jalaluddin Rakhmat mengajak pembaca merenungi etape-etape perjalanan panjang seorang manusia fana menuju Yang Mahaabadi.

Adapun Tema Utama di Buku ini adalah Cinta sebagai Agama, Keberagamaam yang Tulus, Keberagaman Sejati, Berdoa dengan Bisikan Cinta, Berlarilah Menuju Allah, Menempuh Jalan Kesucian, Diagnosis Penyakit Hati, Kendali Nafsu, Kendali Diri, Doa Memperoleh Hati yang Khusyuk, Membalas Kebencian dengan Kasih Sayang, Khidmat: Jalan Cepat Menuju Tuhan, Menjauhi Dosa demi Kesehatan Jiwa, Menghapus Akibat Dosa, Berlindung dari Akhir yang Buruk dan Mencintai Tuhan Tanpa Pamrih.

Terlepas dari keidentikan sang penulis, Jalaludin Rakhmat dengan Syiah, yang mungkin bagi sebagian orang keburu menarik diri sebelum membaca buku-buku karyanya, saya justru merasa tertarik ingin membacanya sampai selesai. Untuk sebuah buku, bagi saya, kadang tidak peduli siapa yang menulisnya, toh kalau memang dari apa yang dia tulis, dari apa yang menjadi gagasan-gagasan pemikirannya bisa kita ambil manfaatnya untuk sesuatu yang lebih baik lagi, mengapa tidak kita coba untuk membacanya, coba untuk menelaah pemikiran-pemikirannya. Dan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan diri kita, buanglah jauh-jauh. Ini adalah untuk pertama kalinya saya membaca buku karya Jalaludin Rakhmat. Sebagai seseorang dengan kapasitas pemahaman Islam yang sangat terbatas, dengan membaca buku ini, sekali lagi, terlepas dari ke-syiah-annya, saya berharap bisa menemukan sesuatu yang baru yang bisa menambah wawasan saya, bisa bermanfaat bagi diri saya sendiri maupun bagi orang-orang disekitar saya.

Seperti yang tertulis pada bagian pengantar oleh Miftah F. Rakhmat, buku dengan judul The Road to Allah (Bahasa Indonesia ; Jalan Menuju Allah) ini merupakan kumpulan kajian keislaman penulis, Jalaluddin Rakhmat di mesjid Al-Munawwarah, yang kemudian di susun menjadi sebuah buku. Dimana buku ini terdiri atas lima bagian dimana setiap bagiannya sekaligus merupakan tahapan perjalanan ruhani menuju Allah SWT. Kelima bagian tersebut adalah Awal Perjalanan, Setelah memulai Perjalanan, Penghalang perjalanan, Penopang Perjalanan dan Akhir Perjalanan.

Awal Perjalanan

Perjalanan rohani (atau penyucian diri) menuju Allah SWT biasa diistilahkan dengan tasawuf. Secara bahasa tasawuf diartikan sebagai Sufisme (bahasa arab: تصوف ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam.

Hanya dengan rasa cinta lah, ibadah dan pengabdian terhadap Allah SWT dilakukan dengan tulus dan hati yang bersih. Karena sesungguhnya kekuasaan Allah SWT yang meliputi segala sesuatu tidak membutuhkan ibadah dan pengabdian makhluknya. Rasa cinta, terlebih pada sesuatu yang abstrak dalam hal ini Allah SWT, tidaklah datang dengan sendirinya. Yang diperlukan adalah belajar mencintai. Mencintai sang Pencipta.

Pelajaran mencintai tahap dasar adalah belajar mencintai makhluk Allah yakni keluarga. Seperti dari sebuah hadis : “Cintailah Allah atas segala anugrah-Nya kepadamu, cintailah aku atas kecintaan Allah kepadaku, dan cintailah keluargaku atas kecintaanku kepada mereka.” Selanjutnya kita harus berusaha untuk belajar juga mencintai hal-hal yang bersifat abstrak.

Setelah Memulai Perjalanan

Selanjutnya, setelah safar rohani atau perjalanan rohani dimulai, tahap berikutnya adalah dengan mulai meninggalkan perbedaan. Contohnya adalah, perbedaan pendapat atau mazhab tak jarang memunculkan perselisihan. Masing-masing diantara kita bahwa pendapatnya lah atau pendapat mazhab nya lah yang benar. Padahal, sesungguhnya perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan harus diterima selama tafsirannya berasal dari rujukan yang sama Alqur’an dan sunnah Rasulullah SAW.

Pada bagian ini, mengenai keutamaan jihad, penulis berpendapat bahwa jihad yang paling utama adalah berbakti pada orang tua dan memenuhi hak pada keluarga terlebih dulu. Pendapatnya ini didasarkan pada QS Bani Israil (17) : 26). :

“Berikanlah hak pada keluarga yang dekat, lalu orang miskin, orang yang berada dalam perjalanan, dan janganlah kamu berbuat boros seboros-borosnya.”

Dimana pendapatnya ini, mungkin berbeda dengan banyak pendapat dari ulama-ulama.

Penghalang Perjalanan

Perjalanan manusia menuju Allah SWT adalah perjalanan kesucian, sebuah proses pembersihan diri yang dapat dilakukan melalui tiga hal; istighfar, taubat dan melakukan amal soleh.

Adanya kecenderungan diri merasa lebih baik dari orang lain, ujub, riya dan takabur, serta senantiasa melakukan ghibah merupakan hal-hal yang dapat menjadi penghalang proses pembersihan diri. Namun, pernghalang itu dapat dilalui jika kita bisa mengendalikan diri, mengendalikan nafsu, berdoa untuk memperoleh hati yang khusyuk, berzikir, membalas kebencian dengan kasih sayang berkhidmat dan membersihkan hati dari segala bentuk penyakit hati.

Penopang Perjalanan

Rasulullah SAW bersabda :

”Orang yang hebat itu bukanlah orang yang dengan mudah membantingkan kawannya. Orang kuat adalah orang yang mampu menguasai nafsunya ketika marah.”

Mengenai nafsu, dalam bahasa Arab, ada dua yakni ‘syahwat seks’ dan ‘syahwat perut’. Adapun yang dimaksud pada ‘syahwat perut’ ini tidak terbatas hanya pada makan dan minum saja, melainkan termasuk segala cara memuaskan kesenangan-kesenangan fisik dengan materi (uang), atau istilah lainnya perilaku konsumtif, boros, atau senang menghambur-hamburkan uang.

Selanjutnya, seseorang dengan hati yang khusyuk berarti mampu menghadirkan Allah SWT dalam setiap perbuatannya. Sehingga apapun yang kita lakukan didasari karena Allah dan hanya takut kepada Allah. Salah satu cara/ajaran kesucian yang mampu mendekatkan kita kepada Allah SWT adalah membalas kebencian yang diterima dengan kasih sayang. Dan cara lain untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT adalah selalu mengamalkan Zikir. Zikir adalah amalan yang tidak dibatasi waktunya, bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Jumuah (62) : 10,

“Setelah selesai menunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah, dan berzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya. Supaya kamu beruntung.”

Namun, manusia seringnya lebih mengorbankan kesehatannya, baik itu kesehatan tubuhnya maupun jiwanya demi harta. Maka dari itu, didalam Islam pengkhidmatan dengan harta didahulukan daripada pengkhidmatan dengan jiwa. Contoh pengkhidmatan dengan harta yang juga merupakan salah satu rukun Islam adalah dengan mengeluarkan zakat.

Selain itu, hasad atau kedengkian bisa menghancurkan seluruh amal saleh yang kita lakukan. Hasad dapat diartikan sebagai kebencian terhadap nikmat yang diperoleh orang lain dan keinginan agar nikmat itu lepas dari orang tersebut. Rasulullah SAW bersabda :

“Hasad memakan habis kebaikan seperti api memakan habis kayu bakar.”

Hasad hanya dapat dihilangkan dengan pengobatan melalui amal. Beramal melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perasaan dengki kita. Maka dari itu, mari berusahalah untuk mengurangi dan menghentikan kejelekan, lalu perbanyaklah kebaikan. Jangan sampai tanaman amal soleh kita rusak karena hama kesalahan kita sendiri. Inilah salah satu fungsi dari menjauhi kejelekan, yaitu meningkatkan kebaikan demi kesehatan jiwa.

Akhir Perjalanan

Sejatinya, penyucian diri adalah suatu perjalanan tanpa henti. Jika berhenti, sangat besar kemungkinan jatuh kembali ke tingkat awal bahkan ke tingkat yang lebih rendah dari sebelumnya.

Salah satu gangguan terbesar dan berbahaya yang bisa menjatuhkan seseorang ke tingkat awal atau bahkan ketingkat yang lebih rendah dari sebelumnya itu adalah ketika seseorang tengah berusaha mendekati Allah SWT, muncul dalam dirinya perasaan puas diri dan merasa kagum akan kesucian diri sendiri yang telah ia capai.

Dengan demikian, senantiasa kita dianjurkan agar selalu memohon kepada Allah SWT untuk diteguhkan setiap langkah kita agar kita selalu diberi jalan terbaik dan akhir yang baik (Khusnul khotimah) pula.

Usai membaca hingga halaman terakhirnya, buku ini mengingatkan saya tentang banyak hal mengenai Allah SWT, Islam dan hubungan dengan sesama tanpa terkesan menggurui. Seperti tentang bagaimana cara membalas kebencian atau iri dengki seseorang dengan kasih sayang. Sebagai seorang makhluk fana, melalui uraian-uraiannya, saya sebagai pembaca diajak penulis untuk merenungi tahapan-tahapan perjalanan menuju yang Mahaabadi.

Melalui buku ini pula, penulis dengan “santai” mencoba menyentuh hati pembacanya dengan menyampaikan bahwa jalan sufi tidak akan membebani seseorang yang ingin melaksanakannya dengan ritual-ritual yang rumit, panjang dan berat.

Peresensi  NASHARUDIN HASAN

@KWA,2018

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Betapa Beruntungnya Kita


Dhoharoddinul Mu’ayyad (Ya Hanana)

=============================

Yâ Hanânâ.. Yâ Hanânâ.. Yâ Hanânâ.. Yâ Hanânâ..

Betapa beruntungnya kami.. Betapa beruntungnya kami..

Dhoharod-dînul mu-ayyad Bidhuhûrin-Nabiy Ahmad Yâ Hanânâ bi Muhammad Dzâlikal fadl-lu minallâh

Telah muncul agama yang didukung, Telah muncul agama yang didukung,, dengan munculnya sang Nabi Ahmad, Betapa beruntungnya kami dengan Muhammad (Saw), itulah anugerah dari Allah.. (YâHanânâ) Betapa beruntungnya kami,

Khussho bissab’il matsânî Wa hawâ luthfal ma’ânî Mâ lahu fîl kholqi tsânî Wa ‘alaihi anzalallâh

Diistimewakan dengan as-Sab’ul Matsany (al-Fatihah), penghimpun rahasia setiap makna, tak ada yang senilai dengannya, dan Allah mewahyukannya kepadanya (Muhammad SAW), (YâHanânâ) Betapa beruntungnya kami,

Min Makkatin lammâ dhohar Li ajlihi-nsyaqqol qomar Waftakhorot âlu mudlor Bihi ‘alâ kullil anâmi

Ketika di Makkah bulan tampak terbelah deminya (Muhammad SAW), lalu kabilah Mudhar (kabilah Muhammad SAW) menjadi dibanggakan di atas seluruh manusia.. (YâHanânâ) Betapa beruntungnya kami,

Athyabun-nâsi kholqon Wa ajallun-nâsi khuluqon Dzikruhu ghorban wa syarqon Sâ-irun walhamdulillâh

Beliau adalah manusia yang terbaik ciptaanNya, dan teragung akhlaknya, Semua mengelu-elukannya di barat dan di timur. Segala puji bagi Allah, (YâHanânâ) Betapa beruntungnya kami,

Shollû ‘alâ khoiril anâmi Almushthofâ badrit-tamâmi Shollû ‘alaihi wa sallimû Yasyfa’ lanâ yaumaz-zihâmi

Bershalawatlah kepada sebaik-baik manusia, yang terpilih, Sang bulan purnama, Bershalawatlah dan sampaikan salam kepadanya, kelak ia akan memberi syafaat kita di hari kebangkitan.. (YâHanânâ… YâHanânâ) Betapa beruntungnya kami..

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Wacana Peradaban


BAUDRILLARD: HIPER REALITAS DAN SIMULACRA

MENGENAL BAUDRILLARD
Bicara tentang komunikasi, tepatnya filsafat komunikasi tidak bisa kita lepaskan dari salah satu filsuf asal Perancis bernama Jean Baudrillard. Filsafat komunikasi yang dimaksud ialah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, tekniknya, dan metodenya.
Baudrillard lahir di Reims, Perancis timur laut, pada tanggal 27 Juli 1929. Pada Tahun 1956-1966, ia menjadi guru sekolah menengah; mengkhususkan pada teori sosial Jerman dan kesusasteraan. Baudrillard adalah seorang teroris, provokator, filsuf, sekaligus nabi postmodernitas. Tulisan-tulisannya memiliki gaya yang khas dan orisinal deklaratif, hiperbolik, aforistik, skeptis, fatalis, nihilis, namun tajam dan cerdas. Tulisan-tulisan Baudrillard seperti bom yang meledakkan suasana, dan menyajikan cara pandang baru terhadap realitas sosial postmodern.
Pada tahun 1962-1963, ia mengulas tulisan-tulisan di Les Temps Moderne, termasuk sebuah esai tentang Italo Calvino. Pada tahun 1964-1968, ia menerjemahkan naskah-naskah Jerman kedalam bahasa Perancis, termasuk beberapa karya dramawan Peter Weiss (Marat/Sade, The German Ideology nya Marx dan Engels, Messianisme revolutionairre du tiers monde dari Muhlmann) dan Bertold Brecht. Pada bulan Maret 1965, ia mempertahankan disertasinya “Thèse de Troisème Cycle” dalam bidang sosiologi, Universitas Paris X – Nanterre yang diterbitkan menjadi Le systèm des objets. Berperan aktif sebagai intelektual dalam demonstrasi mahasiswa di Paris, pada bulan Mei 1968. Pada tahun 1970-1976, ia menjadi maître-assistant di Nanterre. Pada tahun 1977-1978, ia meluncurkan serial provokatif tentang esai antisosialis dan anti postrukturalis dalam bentuknya yang sangat atraktif, publikasi gaya pamplet yang menutup kariernya sebagai akademikus dan political outsider. Pada tahun 1995 ia mulai mengundurkan diri dari kehidupan kampus, tetapi tetap aktif sebagai jurnalis, esais, dan intelektual profesional bête noir.
Berikut essai-essai yang diterbitkan dari Baudrillard: Understanding Media, Marshall-McLuhan dalam jurnal Marxis humanis L’homme et la société (1966); Le système des objets (1967); De la séduction (1980); Simulacres et simulation (1981); menerbitkan Les stratégies fatales (1982); Amérique (1986); À l’ombre des majorités silencieuses, ou la fin du social (1978) / In the Shadow of Silent Majorities or, The End of the Social and Other Essays (1983); L’autre par luimême (1987); La Guerre du Golfe n’a pas eu lieu (1991); La transparence du mal (1990), Cool Memories II (1990), dan L’illusion de la fin (1992).
Sebagai seorang sosiolog, Baudrillard menawarkan banyak gagasan dan wawasan yang inspiratif. Pemikirannya menjadi penting karena ia mengembangkan teori yang berusaha memahami sifat dan pengaruh komunikasi massa. Ia mengatakan media massa menyimbolkan zaman baru di mana bentuk produksi dan konsumsi lama telah memberikan jalan bagi semesta komunikasi yang baru. Sebagai pemikir aliran postmodern yang perhatian utamanya adalah hakikat dan pengaruh komunikasi dalam masyarakat pascamodern, Baudrillard sering mengeluarkan ide-ide cukup kontroversial dan melawan kemapanan pemikiran yang ada selama ini. Misalnya dalam wacana mengenai kreativitas dalam budaya media massa atau budaya cyber ia menganggapnya sebagai sesuatu yang absurd dan contradictio in terminis. Bagi Baudrillard, televisi merupakan medan di mana orang ditarik ke dalam sebuah kebudayaan sebagai black hole. Ia menyebutnya Simulacra, di mana realitas yang ada adalah realitas semu, realitas buatan (hyper-reality). Begitulah Baudrillard memandang hakikat komunikasi massa. Lantas bagaimana pandangan Baudrillard tentang hakikat komunikasi massa dan aapa sebetulnya yang dimaksud dengan simulacra dan apa kaitannya dengan proses komunikasi?

Pendahuluan: Tentang Simulacra
Pemikiran Baudrillard kiranya dapat memberikan kontribusi atas beberapa pertanyaan yang agak ambisius dibawah ini (walaupun tidak secara langsung): Bagaimanakah kita dapat menjelaskan krisis multi dimensional yang kita alami sekarang ini? Apakah untuk hidup kita memerlukan identitas? Bila identitas itu tidak perlu, apakah kekacauan yang kita alami sekarang ini disebabkan tidak adanya identitas kita sebagai bangsa? Bagaimanakah pula, berhadap-hadapan dengan globalisasi – tanpa identitas akankah sirna masyarakat “Indonesia” itu? Atau sebaliknya dengan ditemukannya suatu formulasi tentang apa yang disebut “Kebudayaan Indonesia”, dapatlah kiranya menyelesaikan segala kemelut, mempersatukan bangsa dan kita dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain? Apakah ledakan revolusi informatika yang berpusing membentuk galaksi menjadikannya sebagai chain of signifier tanpa referen yang semakin membesar tanpa batas itu menentukan segala nilai-nilai kebudayaan kita? Studi tentang pemikiran Baudrillard berkaitan dengan manusia dan kebudayaan (Indonesia), walaupun tidak langsung, dapatlah kurang lebih menjelaskan persoalan-persoalan tersebut.
Dasar Teoritis dan Pengaruh-pengaruh Utama
Baudrillard banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh diantaranya Karl Marx, Frederich Nietzsche, Claude levi-Strauss, Louis Althusser, Georges Batalille, Marel Mauss, Henri Lafebvre, Jacques Lacan, Roger Caillois, Gilles Deleuze, filsuf Madzhab Frankfurt, Marshall McLuhan.
Ia pernah bekerjasama dengan Roland Barthes, dalam analisa semiotik dalam kebudayaan , dalam pertamanya Obyek Sistem (1968). Ia adalah juga dipengaruhi oleh Marshall McLuhan yang memperlihatkan pentingnya media massa dalam pandangan kaum sosiologis. Karena dipengaruhi oleh semangat pemberontakan mahasiswa di Universitas Nanterre (1968), ia bekerja sama dengan suatu jurnal yaitu Utopie, yang dipengaruhi oleh anarcho-situationism, teori media dan Marxisme struktural, di mana ia menerbitkan sejumlah artikel teoritis pada suasana kemakmuran kapitalis, dan kritik teknologi.
Pemikiran Baudrillard juga dipengaruhi oleh pemikiran filsuf lain yang memiliki pemikiran tentang objectivity and linguistic-sociological interface (Mauss), Surrealism and Eroticism (Bataille), Psychoanalysis dan Freud, dan terutama Marxisme. Lalu ia menjadi seorang yang dikagumi sebagai seorang yang mengerti akan keadaan yang datang pada kondisi posmodernisme.
Filosofi Baudrillard terpusat pada dua konsep “hyperreality” dan “simulation“. Terminologi ini mengacu pada alam yang tidak nyata dan khayal dalam kebudayaan kontemporer pada zaman komunikasi massa dan konsumsi massa.

Pokok-pokok pikiran Baudrillard
Baudrillard mengembangkan teori yang berusaha memahami sifat dan pengaruh komunikasi massa. Ia mengatakan media massa menyimbolkan zaman baru, bentuk produksi dan konsumsi lama telah memberikan jalan bagi semesta komunikasi yang baru, dunia yang dikonstruksi dari model atau simulacra. Sejak jaman Renaissance hingga kini telah terjadi tiga kali revolusi simulacra, yaitu counterfeit, production dan simulation, yang merupakan nama yang berbeda untuk arti yang sama yaitu, imitasi atau reproduksi dari image atau obyek. Pertama, image merupakan representasi dari realitas. Kedua, image menutupi realitas. Ketiga, image menggantikan realitas yang telah sirna, menjadi simulacrum murni. Pada sign as sign, simbolika muncul dalam bentuk irruption. Baudrillard kemudian menambahkan tahapan keempat yang disebut fractal atau viral. Kini kita pada tahapan fractal, suatu tahapan transeverything yang mengubah secara radikal cara pandang kita terhadap dunia.
Pokok masalah pemikiran Baudrillard ini dipengaruhi sejarah perkembangan industri sejak zaman Renaissance hingga sekarang adalah sejarah simulacra, yaitu sejarah imitasi, atau reproduksi sehingga menimbulkan persoalan makna, orisinalitas dan identitas manusia. Kedua, Masyarakat konsumen adalah masyarakat dalam pertanyaan. Ketiga, Sirnanya realitas “Not into nothingness, but into the more real than real (the triumph of simulacra)? Keempat, perkembangan yang pesat dari teknologi diakhir abad 20 dan awal millennium ketiga ini telah melampaui batasbatasnya dan menjalar keseluruh sendi-sendi kehidupan manusia dan mengubah secara radikal cara pandang manusia terhadap dunia. Dipertanyakan kemampuan teori untuk menjawabnya.

Kemunculan Simulacrum
Manusia abad kontemporer hidup dalam dunia simulacra (gambar, citra atau penanda suatu peristiwa yang telah menggantikan pengalaman). Manusia postmodern hidup dalam dunia yang penuh dengan simulasi, tidak ada yang nyata di luar simulasi, tidak ada yang asli yang dapat ditiru. Nilai guna komoditas dan nilai imperatif sebuah produksi pun telah digantikan oleh model, kode, tontonan dan hiperrealisme “simulasi”. Komunikasi lewat media telah membuat orang terjebak dalam permainan simulacra yang tidak berhubungan dengan “realitas eksternal”. Kita hidup di dunia simulacra, dunia yang dipenuhi citra atau penanda suatu peristiwa dan telah menggantikan pengalaman nyata. Ya, kita hidup di dunia yang penuh dengan simulasi: tidak nyata, tidak asli, dan tidak dapat ditiru. Dunia tak lagi nyata, karena yang “yang ada “ hanyalah simulasi. Baudrillard menguraikan bahwa pada jaman kini “masyarakat” sudah sirna dan digantikan oleh mass atau massa. Massa tidak mempunyai predikat, atribut, kualitas maupun reference . Pendeknya, massa tidak mempunyai realitas sosiologikal. (Baudrillard: 1978)

Sistem Obyek-Obyek
Di jaman ini konsumsi telah menjadi basis pokok dalam tatanan sosial (Baudrillard: 1967). Obyek konsumen menata perilaku melalui suatu sign function (fungsi tanda) secara linguistik. Iklan (advertising) telah mengambil alih tanggungjawab moral atau moralitas puritan masyarakat dan menggantikannya dengan moralitas hedonistik yang mengacu melulu pada kesenangan. Parahnya lagi, hedinistik itu telah dijadikan sebagai barometer dari hyper-civilization (peradaban hiper).
Kebebasan dan kemerdekaan pun akhirnya diperoleh dari sistem komoditas: “bebas menjadi diri-sendiri” pun lantas diterjemahkan sebagai “bebas untuk memproyeksikan keinginan seseorang pada barang-barang industri”; bebas menikmati hidup berarti bebas menjadi orang yang irasional. Mentalitas ini pun merasuki masyarakat, dan seolah-olah tak terhindarkan, bahkan telah menjadi keutamaan dalam moralitas masyarakat. Maka sah-sah saja bila individu secara simultan menyelaraskan kebutuhan dirinya dengan kelompok di sekitarnya. Manusia pun akan menjadi mahluk sosial yang sempurna. Benarkah ?
Menurut Baudrillard, membeli komoditas adalah tindakan yang sudah direkayasa sebelumnya dan terjadi pada persilangan dua sistem. Pertama, relasi individual yang bersifat cair, tak saling berhubungan dengan individu lainnya. Kedua relasi produksi, yang dikodifikasi, berkelanjutan dan merupakan sebuah kesatuan. Tentu saja tidak ada interaksi antara keduanya selain integrasi yang dipaksakan dari sistem kebutuhan kepada sistem produksi. Obyek konsumsi ialah artikulasi partikular (parole) dari seperangkat ekspresi yang kehadirannya mendahului komoditas (langue). Dalam sistem ini kita melihat orang yang sedang membangun menara Babel”: setiap hal berbicara dalam idiomnya sendiri hingga kehilangan syntax (kalimat) yang benar hingga satu-sama lain bertikai dan berebut pengaruh. Tentu saja ini adalah suatu sistem klasifikasi dan bukan suatu bahasa. Kebutuhan (needs) semacam ini diciptakan oleh obyek konsumsi: obyek bertindak sebagai kategori obyek dengan caranya yang sangat sewenang-wenang, menentukan kategori manusia. Pada masyarakat (konsumen) obyek menandai status sosial dan menggantikan segala macam perbedaan hirarki sosial yang ada. Pengenalan suatu kode universal memberitahukan kepada kita bahwa orang yang memakai jam Rolex berada pada status sosial yang tinggi dan pemakai ponsel buatan China sebagai orang biasa-biasa saja.

The Ecstasy of Communication
“Everything began with objects, yet there is no longer a system of objects” (segalanya dimulai dengan obyek-obyek hingga tidak ada lagi sistem obyek-obyek). Pernyataan ini berkenaan dengan obyek sosial pada masyarakat kapitalis akhir dan suatu ontological metaphor. Seperti halnya St. Yohanes dalam kepercayaan Gereja Katolik mengatakan dalam injilnya: “In the beginning was the word” (Yoh 1:1) atau Faust “In the beginning was the deed”. Demikianlah keberadaan obyek telah mendahului masyarakat. Obyek hadir di luar dan di atas aspek kegunaaan dan pertukaran. Baudrillard menyebutnya sebagai symbolic exchange, sesuatu yang menempatkan obyek sebagai cermin dari subyek sebagaimana halnya cermin (mirror) dan adegan (scene). Cermin dan adegan kini sudah digantikan oleh monitor (screen) dan jaringan (network). Tidak ada lagi transendensi dan kedalaman, yang ada hanyalah permukaan fungsional dari komunikasi. Dalam televisi, prototipe obyek adalah yang paling indah pada jaman ini. Alam dan tubuh kita pun kini telah berubah menjadi layar monitor.

Konsumsi Menentukan Status Sosial Seseorang
Dalam sistem kapitalis hubungan manusia telah ditransformasikan dalam hubungan objek yang dikontrol oleh kode atau tanda tertentu. Perbedaan status dimaknai sebagai perbedaan konsumsi tanda, sehingga kekayaan diukur dari bayaknya tanda yang dikonsumsi. Mengkonsumsi objek tertentu menandakan kita berbeda atau dianggap sama dengan kelompok sosial tertentu. Demikianlah kode telah mengambil fungsi kontrol terhadap individu. Menurut pandangan Baudrillard, proses konsumsi dapat diaanalisis dalam perspektif dua aspek yang mendasar yaitu: pertama, sebagai proses signifikansi dan komunikasi yang didasarkan pada peraturan (kode) di mana praktik-praktik konsumsi masuk dan mengambil maknanya. Di sini konsumsi merupakan sistem pertukaran, dan sepadan dengan bahasa. Kedua, sebagai proses klasifiaksi dan diferensiasi sosial di mana kali objek-objek/tanda-tanda ditahbiskan bukan hanya sebagai perbedaan yang signifikan dalam satu kode tetapi sebagai nilai yang sesuai (aturan) dalam sebuah hirarki. Di sini konsumsi dapat menjadi objek pembahasan strategis yang menentukan kekuatan, khususnya dalam distribusi nilai yang sesuai aturan (melebihi hubungannya dengan pertanda sosial lainnya: pengetahuan, kekuasaan, budaya, dan lain-lain).

Hilangnya Ruang Publik
Bagi Baudrillard, dunia dewasa ini tidak ada lagi adegan cermin, yang ada hanyalah layar dan jaringan. Periode produksi dan konsumsi telah membanjiri jalanan. Manusia abad kontemporer hidup dalam ekstasi komunikasi yang karut marut, seiring dengan lenyapnya ruang privat. Ruang publik pun tak lagi menjadi tontonan dan ruang privat pun tak lagi menjadi rahasia. Hapusnya perbedaan antara bagian dalam dan bagian luar, seiring dengan rancunya batas antara ruang publik dan ruang privat. Kehidupan yang paling intim, sekarang menjadi penopang hidup virtual media.

Terbentuknya Hyperreallity
Hiperealitas menciptakan satu kondisi yang di dalamnya kepalsuan berbaur dengan keaslian; masa lalu berbaur masa kini; fakta bersimpang siur dengan rekayasa; tanda melebur dengan realitas; dusta bersenyawa dengan kebenaran. Kategori-kategori kebenaran, kepalsuan, keaslian, isu, realitas seakan-akan tidak berlaku lagi di dalam dunia seperti itu.
“Baudrillard menerima konsekuensi radikal tentang yang dilihatnya sebagai sangat merasuknya kode dalam masa modern akhir. Kode ini jelas terkait dengan komputerisasi dan digitalisasi, juga cukup mendasar dalam fisika, biologi, dan ilmu-ilmu alam lainnya di mana ia memberi kesempatan berlangsungnya reproduksi sempurna dari suatu objek atau situasi; inilah sebabnya kode bisa mem-bypass sesuatu yang real dan membuka kesempatan bagi munculnya realitas yang disebut Baudrillard sebagai hyperreality.” (Lechte, 2001, hal. 352)
Dramatisasi yang dilakukan melalui alur yang penuh aksi dramatis, secara umum dikendalikan oleh rumah produksi yang membuatnya bukan lagi oleh pelaku utama yang mempunyai cerita. Akhirnya menjadi mustahil membedakan yang nyata dari yang sekedar tontonan. Dalam kehidupan nyata masyarakat pemirsa reality show, kejadian-kejadian nyata semakin mengambil ciri hiper-riil (hyperreal). Tidak ada lagi realitas yang ada hanyalah hiper-realitas. Dampak yang dihasilkan dari hiperreality adalah adanya kepercayaan masyarakat terhadap kenyataan yang sebenarnya bukan kenyataan. Pembodohan atas realitas ini dapat menghasilkan pola budaya yang mudah meniru (imitasi) apa yang dilihatnya sebagai sebuah kenyataan di media televisi direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Serta terbentuknya pola pikir yang serba instan, membentuk manusia yang segala sesuatunya ingin cepat saji.
Keadaan dari hiperrealitas ini membuat masyarakat modern ini menjadi berlebihan dalam pola mengkonsumsi sesuatu yang tidak jelas esensinya. Kebanyakan dari masyarakat ini mengkonsumsi bukan karena kebutuhan ekonominya melainkan karena pengaruh model-model dari simulasi yang menyebabkan gaya hidup masyarakat menjadi berbeda. Mereka jadi lebih concern dengan gaya hidupnya dan nilai yang mereka junjung tinggi.
Industri mendominasi banyak aspek kehidupan, industri tersebut menghasilkan banyak sekali produk-produk mulai dari kebutuhan primer, sekunder, sampai tertier. Ditemani oleh kekuatan semiotika dan simulasi membuat distribusi periklanan produk menjadi lebih gencar tambah lagi teknologi informasi yang memungkinkan pihak pengusaha untuk mendapatkan informasi seperti apakah masyarakat yang dihadapi, dan pihak konsumen mendapatkan informasi tentang kebutuhan yang mereka tidak butuhkan tetapi mereka inginkan. Asumsi-asumsi yang terbentuk dalam pemikiran manusia dan keinginan ini membuat manusia tidak bisa lepas dari keadaan hiperrealitas ini.
Dari uraian tentang pemikiran Baudrillard diatas maka dapat diperoloeh kesimpulan sebagai berikut:
1. Manusia abad kontemporer hidup dalam dunia simulacra, didalamnya citra atau penanda atau kode atas suatu peristiwa telah menggantikan pengalaman. Zaman simulasi adalah jaman informasi dan tanda yang dikendalikan oleh models, codes dan cybernetics.
2. Obyek konsumen menata perilaku melalui suatu fungsi tanda (sign function) dalam linguistik. Iklan atau reklame telah mengambil-alih tanggungjawab moral masyarakat dan telah menggantikan moralitas puritan dengan moralitas hedonistik yang mengacu hanya kepada kesenangan saja dan menjadikannya sebagai barometer dari hypercivilization.
3. Secara ontologis, komunikasi (khususnya komunikasi massa) merupakan upaya untuk mempengaruhi masa untuk mengikuti ritual-ritual ekonomi konsumtif. Secara epistemologis, proses komunikasi merupakan simulacra. Secara aksiologis, komunikasi massa dimaksudkan agar masyarakat mengikuti irama kepentingan ekonomis-politis kapitalisme, sehingga hubungan masyarakat dicitrakan dalam budaya massa.

Masyarakat Konsumen
Masyarakat konsumsi adalah masyarakat yang dibentuk dan dihidupi oleh konsumsi, yang menjadikan konsumsi sebagai pusat aktivitas kehidupan dengan hasrat selalu dan selalu mengkonsumsi. Dalam masyarakat konsumsi pandangan bahwa barang (komoditi) tidak lebih dari sekedar kebutuhan yang memiliki nilai tukar dan nilai guna kini pelan-pelan mulai ditinggalkan dan diganti dari komoditas menjadi tanda dalam pengertian Saussurian. Dengan demikian konsumsi, tidak dapat dipahami sebagai konsumsi nilai guna, tetapi terutama sebagai konsumsi tanda. Dalam masyarakat konsumen hubungan menusia ditransformasikan dalam hubungan objek yang dikontrol oleh kode. Objek adalah tanda. Perbedaan status dimaknai sebagai perbedaan konsumsi tanda, sehingga kekayaan diukur dari bayaknya tanda yang dikonsumsi.
Mengkonsumsi objek tertentu menandakan kita berbeda atau dianggap sama dengan kelompok sosial tertentu, jadi kode mengambil fungsi kontrol terhadap individu. Menurut pandangan Baudrillard, proses konsumsi dapat diaanalisis dalam perspektif dua aspek yang mendasar yaitu: pertama, sebagai proses signifikansi dan komunikasi, yang didasarkan pada peraturan (kode) di mana praktik-praktik konsumsi masuk dan mengambil maknanya. Di sini konsumsi merupakan sistem pertukaran, dan sepadan dengan bahasa. Kedua, sebagai proses klasifiaksi dan diferensiasi sosial, di mana kali ini objek-objek/tanda-tanda ditahbiskan bukan hanya sebagai perbedaan yang signifikan dalam satu kode tetapi sebagai nilai yang sesuai (aturan) dalam sebuah hierarki. Di sini konsumsi dapat menjadi objek pembahasan strategis yang menentukan kekuatan, khususnya dalam distribusi nilai yang sesuai aturan (melebihi hubungannya dengan pertanda sosial lainnya: pengetahuan, kekuasaan, budaya, dan lain-lain) (Baudrillard, Masyarakat Konsumsi, 2004).

Simulacra
Konsep Baudrillard mengenai simulasi adalah tentang penciptaan kenyataan melalui model konseptual atau sesuatu yang berhubungan dengan “mitos” yang tidak dapat dilihat kebenarannya dalam kenyataan. Model ini menjadi faktor penentu pandangan kita tentang kenyataan. Segala yang dapat menarik minat manusia – seperti seni, rumah, kebutuhan rumah tangga dan lainnya – ditayangkan melalui berbagai media dengan model-model yang ideal, disinilah batas antara simulasi dan kenyataan menjadi tercampur aduk sehingga menciptakan hyperreality dimana yang nyata dan yang tidak nyata menjadi tidak jelas.
Kebudayaan industri menyamarkan jarak antara fakta dan informasi, antara informasi dan entertainment, antara entertainment dan ekses-ekses politik. Masyarakat tidak sadar akan pengaruh simulasi dan tanda(signs/simulacra), hal ini membuat mereka kerap kali berani dan ingin – mencoba hal yang baru yang ditawarkan oleh keadaan simulasi – membeli, memilih, bekerja dan macam sebagainya.
Di tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dasyat realitas telah hilang dan manguap. Kini kita hidup di zaman simulasi, di mana realitas tidak hanya diceritakan, direpresentasikan, dan disebarluaskan, tetapi kini dapat direkayasa, dibuat dan disimulasi. Realitas buatan ini bercampur-baur, silang sengkarut menandakan datangnya era kebudayaan postmodern. Simulasi mengaburkan dan mengikis perbedaan antara yang nyata dengan yang imajiner, yang benar dengan yang palsu.
Teori ekonomi Marx, yang mengandung “nilai guna” digunakan oleh Baudrillard dalam menelaah teori produksi dan didasarkan pada semiotik yang menekankan pada “nilai tanda”.
Jean Baudrillard membantah bahwa kebudayaan posmodern kita adalah dunia tanda-tanda yang membuat hal yang fundamental – mengacu pada kenyataan – menjadi kabur atau tidak jelas.

“In The Consumer Society Jean Baudrillard outlines how consumers buy into the “code” of signs rather than the meaning of the object itself. His analysis of the process by which the sign ceases pointing towards an object or signified which lies behind it, but rather to other signs which together constitute a cohesive yet chaotic “code”, culminates in the “murder of reality”. The rupture is so complete, the absence so resounding, and the code so “totalitarian” that Baudrillard speaks of the combined “violence of the image” and “implosion of meaning”. Politics, religion, education, any human undertaking is swept up and absorbed by this process and ultimately neutralized; any liberating activity becomes complicit in the reproduction of its opposite. “The code is totalitarian; no one escapes it: our individual flights do not negate the fact that each day we participate in its collective elaboration.”(http://www.infed.org/thinkers/baudrillard.htm, 2006)
Proses simulasi inilah yang mendorong lahirnya term ‘hiperrealitas’, di mana tidak ada lagi yang lebih realistis sebab yang nyata tidak lagi menjadi rujukan. Baudrillard memandang era simulasi dan hiperrealitas sebagai bagian dari rangkaian fase citraan yang berturut-turut:
1. Merefleksikan kenyataan
2. Menutupi atau menyesatkan kenyataan
3. Menutupi ketiadaan dalam kenyataan
4. Menunjukkan tidak adanya hubungan diantara kenyataan manapun dan murni hanya sebagai simulacrum. (Ritzer, 2003).
Jean Baudrillard menggambarkan dalam tulisannya Simulacra and Simulation bahwa Disneyland adalah contoh tepat yang menggambarkan kondisi hyperreality. Baudrillard juga mengatakan bahwa tempat yang paling hyperreality adalah di gurun pasir dan Amerika. Di kedua tempat itu banyak ditemukan khayalan dan fatamorgana, yang artinya ketika kita berada di gurun pasir kita akan melihat khayalan tentang air dan tempat untuk berteduh yang merupakan fatamorgana. Begitu juga ketika seseorang bermain games, menonton acara televisi, menonton film yang memiliki cerita menarik dan lain sebagainya. Mereka kemudian melibatkan emosi dan perasaannya akibat alur cerita dan penokohan yang dibawakan oleh karakter film dan kemudian terbawa dalam kehidupan nyata sehingga dia tidak lagi bisa membedakan antara realitas nyata dan realitas yang dikonstruksikan.
Pemikiran Baudrillard mengenai konsep Simulacra, Simulations dan Hyperreality sesungguhnya bukanlah sebuah konsep yang terpisah satu dengan yang lainnya melainkan sebuah proses metamorphosis.
Sekali lagi, simulation menurut pandangan badrillard merupakan tiruan dari sesuatu objek atau keadaan yang masih dapat dibedakan mana yang asli dan palsu atau realitas yang sebenarnya dan realitas buatan.
Dalam mengkonstruksi sebuah citra terdapat empat fase, yaitu ketika suatu tanda dijadikan refleksi dari suatu realitas, ketika suatu tanda sudah menutupi dan menyesatkan realitas itu sendiri, ketika suatu tanda menutupi ketiadaan dalam kenyataan, dan akhirnya tanda tersebut menjadi sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan realitas. Fase terakhir inilah yang dikatakan sebagai suatu simulacra.
Simulacra menurut pandangan Jean Baudrillard menjadi sebuah duplikasi, yang aslinya tidak pernah ada atau bisa dikatakan merupakan sebuah realitas tiruan yang tidak lagi mengacu pada realitas sesungguhnya, sehingga perbedaan antara duplikasi dan asli menjadi kabur. Simulacra bisa juga dikatakan sebagai representasi, misalnya dilakukan oleh pencitraan. Hyperreality merupakan proses terakhir dalam konsep yang diperkenalkan oleh Jean Badrillard. Hyperreality dijelaskan sebagai sebuah dekonstruksi dari realitas real yang sebelumnya, karena realitas ini akan berbeda dari realitas yang sebelumnya.

Kebudayaan Postmodern
Konsern utama Baudrillad dalam kajian kebudayaan postmodern didasarkan pada beberapa asumsi hubungan antara manusia dengan media, yang sebelumnya pertama-tama dibicarakan oleh Marshall McLuhan. Baudrillard mengatakan media massa menyimbolkan zaman baru di mana bentuk produksi dan konsumsi lama telah memberi jalan bagi semesta komunikasi yang baru (Madan Sarup, 2003). Membicarakan ‘media’ berarti melibatkan kata ‘massa’, dan memang media massa memiliki fungsi penting dalam perjalanan kebudayaan postmodern. Media telah menginvasi ruang publik dan privat, dan mengaburkan batas-batasnya, dan pada akhirnya media menjadi ukuran baru moral masyarakat mengantikan institusi tradisional semisal agama. Fungsi media dalam kerangka kapitalisme lanjut adalah membentuk institusi-institusi baru masyarakat yang disebut budaya massa dan budaya populer. Tujuan utama pembentukan budaya massa tentu saja untuk memperoleh keuntungan yang besar melalui penciptaan produk-produk budaya massa untuk dikonsumsi secara massal pula. Secara umum kajian Baudrillard membentuk satu kesatuan yang utuh dan sulit dipisahkan. Konsep-konsep dasar yang dielaborasinya bertaut, mulai dari masalah konsumsi, simulasi, tanda, hiperrealitas, sampai objek-objek kajian yang biasanya tidak diperhitungkan dalam kajian sosiologis seperti berahi, tubuh, fashion, televisi, film, seni dan iklan. Dengan demikian sebenarnya Baudrillard telah memulai babakan baru dalam study sosiologi dewasa ini.

DAFTAR PUSTAKA
Aziz, Imam, 2001, Galaksi Simulacra, LkiS: Yogyakart
Gunawan, Arief, 2006, Membaca Baudrillard [http://ariefgunawan.blogspot.com/2006/05/membaca-baudrillard.html]
Lusius Sinurat, Simulacra dan Realitas Semu [http://5iu5.blogspot.com/2013/07/simulacra-dan-realitas-semu-dalam.html]
Utoyo, Bambang, 2001, Perkembangan pemikiran Jean Baudrillard: dari realitas ke simulakrum, Perpustakaan Universitas Indonesia: Jakarta
http://www.egs.edu/fa
http://www.tcw.utwente.nl/theorieenoverzicht/Levels%20of%20theories/micro/semiotics.htm,2006
http://www.uta.edu/english/hawk/semiotics/Baudrillardand Simulation.htm.htm
Lechte, John, 2001, 50 Filsuf Kontemporer, Yogyakarta: Penerbit Kanisius
Maarisit, Marthen L., Hipersemiotika dan Postmodernisme,
http://www.glorianet.org/

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Diri ini Kotor Penuh Dosa..


Aqim Syahidat Taqshir

ﺃﻗﻢ ﺷﺎﻫﺪ ﺍﻟﺘﻘﺼﻴﺮ ﻣﻨﻚ ﻣﻊ ﺍﻟﻀﻌﻒ ﻋﺴﯽ ﻭﺍﺳﻊ ﺍﻷﻟﻄﺎﻑ ﻳﺪﺭﻙ ﺑﺎﻟﻠﻄﻒ
Aqim syâhidat-taqshîri minka ma’adl-dlu’fi ‘Asâ wâsi’ul althôfi yudriku billuthfi

Bangunlah wahai yang merasa dirinya (penuh)kekurangan dan kelemahan, semoga Allah yang Maha luas kelembutannya menghamparkan sifat lembutnya

ﻭﻗﻒ ﻓﯽ ﻣﻘﺎﻡ ﺍﻟﺬﻝ ﻭﻗﻔﺔ ﻧﺎﺩﻡ ﻓﻤﺎ ﻗﺪ ﻣﻀﯽ ﻓﯽ ﺍﻟﻌﻤﺮ ﻣﻦ ﻏﻔﻠﺔ ﻳﮑﻔﯽ
Wa qif fî maqômidz-dzulli waqfata nâdimin Famâ qod madlô fîl ‘umri min ghoflatin yakfî

Diamlah sejenak ditempat yang rendah, dengan penuh penyesalan, maka umurmu yang berlalu dengan kelalaian cukup sebagai (peringatan buatmu)

ﺃﺟﺐ ﺩﺍﻋﯽ ﺍﻟﻤﻮﻟﯽ ﻓﻬﺬﺍ ﮐﺘﺎﺑﻪ ﻳﻨﺎﺩﻳﻚ ﻓﺎﺳﺮﻉ ﺑﺎﻹﺟﺎﺑﺔ ﻭﺍﺳﺘﻌﻒ
Ajib dâ’iyal mawlâ fahâdzâ kitâbuhu Yunâdîka fasri’ bil ijâbati wasta’fi

Terimalah nasihat seorang yang menyeru kepada Allah, yang selalu memanggilmu, inilah catatan (undangannya), maka cepatlah kau terima dan ambil sebagai obat penyembuh

ﺃﻣﺎﻥ ﻟﻠﻌﺎﺻﯽ ﺍﻟﺮﺟﻮﻉ ﻟﺮﺑﻪ ﺃﻟﻢ ﻳﺪﺭ ﺃﻥ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﮑﺘﺐ ﻓﯽ ﺍﻟﺼﺤﻒ
Amâna lil’âshîr-rujû’u lirobbihi Alam yadri annadz-dzanba yuktabu fish-shuhufi

Tibalah saatnya kembali kepada Tuhannya bagi yang banyak dosa, tahukah kamu bahwa dosamu tertulis di kitab catatan amal

ﺭﻭﻳﺪﺍ ﺃﺧﺎ ﺍﻟﻌﺼﻴﺎﻥ ﺇﻧﻚ ﻗﺎﺩﻡ ﻋﻠﯽ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﺎ ﺗﺨﻔﯽ
Ruwaidân akhôl ‘ishyâni innaka qôdimun ‘Alâllâhi wa huwallâhu ya’lamu mâ tukhfî

Berhentilah wahai saudaraku yang berdosa, sesungguhnya engkau akan berhadapan dengan Allah, sedangkan Allah mengetahui apa yang kau rahasiakan

ﺃﻓﻖ ﻭﺍﻧﺘﺒﻪ ﻓﺎﻟﺨﻄﺐ ﺻﻌﺐ ﻭﺃﻣﺮﻩ ﻣﺮﻳﺮ ﻭﺷﺄﻥ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﻮﻗﻊ ﻓﯽ ﺍﻟﺤﺘﻒ
Afiq wantabih falkhothbu sho’bun wa amruhu Marîrun wa sya,nun adz-dzanbi yûqi’u fîl hatfi

Sembuh dan sadarlah, karena perjalanan ini sulit, urusannya pahit, sedangkan dosamu akan menghantarkanmu ke dalam lembah kehancuran

ﻇﻠﻤﺖ ﻭﻣﺎ ﺇﻻ ﻟﻨﻔﺴﻚ ﻳﺎﻓﺘﯽ ﻇﻠﻤﺖ ﻭﻇﻠﻢ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻣﻦ ﺍﻗﺒﺦ ﺍﻟﻮﺻﻒ
Dholamta wa mâ illâ linafsika yâ fatâ Dholamta wa dholmun-nafsi min aqbakhil washfi

Kalau engkau berbuat dzolim (aniaya), sesungguhnya tidak lazim kepada siapa, melainkan kepada dirimu sendiri, sedangkan aniaya pada diri sendiri adalah perbuatan yang paling keji

ﺗﻤﺎﺩﻳﺖ ﺣﺘﯽ ﺯﻟﻚ ﺍﻟﺮﺷﺪ ﻓﺎﻧﺘﺒﻪ ﻭﺳﻞ ﻏﺎﻓﺮ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻳﺪﺭﻙ ﺑﺎﻟﻌﻄﻒ
Tamâdaita hattâ zallakar-rusydu fantabih Wasal ghôfiroz-zalâti yudriku bil’athfi

Sadarlah, jangan engkau mengulur waktu, hingga engkau terpeleset dari petunjuk, mintalah kepada Dzat yang Maha Pengampun kesalahan, agar menyusulmu dengan kemurahan-Nya

ﺃﻳﺎ ﻣﻦ ﺑﻘﻴﺪ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﺃﺿﺤﯽ ﻣﮕﺒﻼ ﺃﻟﻢ ﺗﺪﺭ ﺃﻥ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻳﻠﺠﯽ ﺇﻟﯽ ﺍﻟﺨﺴﻒ
Ayâ man biqoidil jahli adlhâ mukabbalân Alam tadri annal jahla yuljî ilâl khosfi

Wahai orang yang selalu terikat dengan kebodohan! tahukah kamu bahwa sesungguhnya kebodohan itu, menghantarkanmu menuju kehancuran

ﺇﻟﯽ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺎﻫﺮﻉ ﻭﺍﺗﺨﺬ ﻟﻚ ﻣﺴﻠﮑﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺷﺪ ﻳﻬﺪﯼ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﻟﻠﮕﺸﻒ
Ilâl ‘ilmi fahro’ wattakhidz laka maslakân Minar-rusydi yahdî ba’da dzâlika lil kasyfi

Tunduklah kepada ilmu, ambil sebagai jembatanmu menuju petunjuk, maka sesudahnya akan menghantarkanmu menuju jalan Kasyf (jalan lebar)

ولا تك ممن قيدته حظوظه ﻓﻴﻌﺒﺪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻋﻠﻲ ﺣﺮﻑ
Wa lâ taku mimman qoyyadat-hu hudhûdhuhu Faya’buda robbal ‘âlamîna ‘alâ harfin

Janganlah engkau menjadi golongan manusia yang terbelenggu oleh Nafsu, maka berani menyembah Tuhan penguasa alam hanya dengan modal satu huruf

ﻧﺼﺤﺘﻚ ﻓﺎﺳﻤﻌﻨﯽ ﻭﻗﺎﺑﻞ ﻧﺼﻴﺤﺘﯽ ﺑﺼﺪﻕ ﻓﺈﻧﯽ ﻗﺪ ﺩﻋﻮﺗﻚ ﻟﻠﻌﺮﻑ
Nashohtuka fasma’nî wa qôbili nashîhatî Bishidqin fa-innî qod da’autuka lil’urfi

Maka dengar dan terimalah nasehatku ini, dengan jujur, karena sesungguhnya aku mengajak kepadamu (hanya) untuk kebaikan

ﻭﻟﺴﺖ ﺑﻨﺼﺤﯽ ﻗﺎﺻﺪﺍ ﻏﻴﺮ ﻋﺎﮐﻒ ﻋﻠﯽ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻣﺜﻠﯽ ﻭﺻﻔﻪ ﻓﯽ ﺍﻟﻌﻤﯽ ﻭﺻﻔﯽ
Wa lastu binush-hî qôshidân ghoiro ‘âkifin ‘Alâdz-dzanbi mitslî washfuhu fîl ‘amâ washfî

Aku tidak bermaksud dengan nasehatku, bahwa aku tak punya dosa, orang semisalku dan juga aku sama-sama buta

ﺑﻠﻴﺖ ﺑﮕﺴﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻭﺍﻹﺛﻢ ﻋﺎﻣﺪﺍ ﻋﺴﯽ ﻏﺎﻓﺮ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻣﻦ ﺫﺍ ﺍﻟﺒﻼ ﻳﺸﻔﯽ
Bulîtu bikasbidz-dzanbi wal itsmi ‘âmidân ‘Asâ ghôfiruz-zallâti min dzâl balâ yasyfî

Aku juga di uji dengan melakukan dosa, (bahkan) dengan sengaja, semoga Allah Maha Pengampun dosa-dosa, selalu menyembuhkan kami dari musibah ini

Kwa,2018

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Membaca Ulang Pesan Mulia


‘Alaika Bitaqwallah

عليك بتقوی الله فی السر والعلن
‘Alaika bitaqwallâhi fîs-sirri wal ‘alan
Bertaqwalah kepada Allâh dalam keadaan sembunyi atau terang terangan

و قلبك نظفه من الرجس والدرن
Wa qolbaka nadhdhif-hu minar-rijsi wad-daron
Bersihkanlah hatimu dari debu dan kotoran kotoran

و خالف هوی النفس التي ليس قصدها
Wa khôlif hawân-nafsil-latî laisa qoshduhâ
Janganlah kau turuti hawa nafsumu yang tiada lain tujuannya..

سوی الجمع للدار التي حشوها المحن
Siwâl jam’i liddâril-latî hasywuhâl mihan
Adalah menjerumuskanmu kedalam pintu kesengsaraan

واصحب ذوی المعروف والعلم والهدی
Wash-hab dzawîl ma’rûfi wal ‘ilmi wal hudâ
Bersahabatlah dengan orang yg baik, berilmu, dan mereka yang diberi petunjuk

و جانب ولا تصحب هديت من افتتن
Wa jânib walâ tash-hab hudîta maniftatan
jauhilah dan jangan berteman dengan ahli maksiat, niscaya kau akan diberi petunjuk

وإن ترض بالمقسوم عشت منعما
Wa in tardlo bil maqsûmi ‘isyta muna”amân
Jika kau ridho pada takdir, niscaya kau kan hidup bahagia

وإن لم تکن ترضی به عشت في حزن
Wa in lam takun tardlô bihi ‘isyta fî hazan
Jika tidak ridho dengannya, niscaya kau hidup merana

و صل بقلب حاضر غير غافل
Wa sholli biqolbin hâdlirin ghoiri ghôfilin
Sholatlah dengan hati yang khusyuk dan tidak lalai

ولا تله عن ذکر المقابر والگفن
Wa lâ talhu ‘an dzikril maqôbiri wal kafan
dan jangan lupa untuk mengingati kubur dan kain kafan

وما هذه الدنيا بدار إقامة
Wa mâ hâdzihid-dunyâ bidâri iqômatin
Dunia hanyalah tempat tinggal sementara

وما هي إلا گالطريق إلی الوطن
Wa mâ hiya illâ kath-thorîqi ilâl wathon
Ia hanyalah jalan menuju kampung halaman

وما الدار إلا جنة لمن اتقی
Wa mâd-dâru illâ jannatun limanit-taqô
Tiadalah rumah itu selain syurga bagi orang yang bertaqwa

و نار لمن لم يتق الله فاسمعن
Wa nârun liman lam yattaqillâha fasma’an
Oleh karena itu ingatlah bahwa neraka adalah tempat mereka yang durhaka

فيا رب عاملنا بلطفك واکفنا
Fayâ robbi ‘âmilnâ biluthfika wakfinâ
Liputilah kami Ya Allah dengan belas kasih-Mu

بجودك واعصمنا من الزيغ والفتن
Bijûdika wa’shimnâ minaz-zaighi wal fitan
Cukupilah kami dengan kedermawanan Mu, peliharalah kami dari kesesatan dan fitnah

ووفق وسدد واصلح الکل واهدنا
Wa waffiq wa saddid washlihil kulla wahdinâ
Berilah kami taufiq dan hidayat dan pimpinlah kami

لسنة خير الخلق والسيد الحسن
Lisunnati khoiril kholqi wassayyidil hasan
Di atas jalan pemimpin umat serta penghulu kami yang mulia

عليه صلاة الله ثم سلامه
‘Alaihi sholâtullâhi tsumma salâmuhu
Keatasnya selawat Allah dan salam-Nya yang berkekalan

صلاة وتسليما إلی آخر الزمن
Sholâtan wa taslîmân ilâ âkhiriz-zaman
Terus-menerus hingga ke akhir zaman

وآل کرام ثم صحب وتابع
Wa âlin kirômin tsumma shohbin wa tâbi’in
Dan keluarga kemudian sahabat, serta tabi’in

بهم نسأل الله السلامة من الفتن
Bihim nas-alullâhus-salâmata minal fitani
Dengan sepenuh berkat mereka kami pohonkan keselamatan daripada fitnah

#kwa,2018

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

JAJARAN PENGURUS KWA 2018


KETUA: Nyai Sekar Kahuripan ( KRK )

WAKIL KETUA:

1. Ki Sophan Sophian
2. Ki Nyoman

SEKRETARIS : Ki Septyan

BENDAHARA: Ki Heri

HUMAS:
1 .Ki Rahmat – mojokerto
2.Ki Fahri – Pare2
3.Ki sholeh

Matur nuwun dulur🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

TEASER MILAD KWA 9 TAHUN 2018


Satu jiwa persaudaraan sejuta makna ………………………..

Saling asah…. saling asih …… saling asuh 

Dokumentasi aktivitas KWA lainnya bisa dilihat di : https://wongalus.wordpress.com/kwa-di-youtube/

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Serba Serbi Kemeriahan Milad


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Acara malam ijasahan Milad Kwa


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Penyelarasan dengan alam semesta dan power dzikrullah


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Pembacaan sholawat burdah Milad KWA dimulai..


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

UNDANGAN TERBUKA MILAD KWA ke 9 TAHUN 2018


MONGGO HADIR SEDULUR-SEDULUR PEMBACA KWA PADA ACARA MILAD KAMPUS WONG ALUS (KWA) KE 9 TAHUN 2018…. GRATISSSSS…………..

WAKTU PENYELENGGARAAN  SABTU, 14 APRIL 2018.

MULAI PUKUL 07.00 WIB (PAGI) SD PUKUL 24.00 WIB (TENGAH MALAM)

ACARA:

  • SHOLAWATAN MULAI PUKUL 7 PAGI SD PUKUL 9 PAGI.
  • PERKENALAN DAN SILATURAHIM PUKUL 9 PAGI SD 10 PAGI
  • LAPAK KONSULTASI PERMASALAHAN HIDUP DAN BAKTI SOSIAL. PUKUL 10 PAGI  SD SORE
  • PENGIJASAHAN GRATIS DAN MATERI LAIN, PUKUL 19.00 WIB SD MALAM
  • DAN LAIN-LAIN

TEMA MILAD: GEMA SHOLAWAT UNTUK KEBERKAHAN HIDUP DAN PERDAMAIAN DUNIA.

TEMPAT MILAD: TAMAN TANJUNG PURI SIDOARJO.

BERIKUT PETA DI GOOGLE MAPNYA: 

https://goo.gl/maps/WhJ55Ks77sT2

PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN PENGINAPAN, TIDAK MENYEDIAKAN MAKAN DAN MINUM, SERTA SEDULUR YANG HADIR DI FORUM INI DIHARAPKAN MANDIRI. 

SEDULUR YANG HADIR DARI LUAR KOTA BISA MENGINAP DI PENGINAPAN DAN HOTEL YANG TERSEBAR DI SIDOARJO.

silaturahim nasional kwa candi mendut jogja

LOKASI ACARA YAITU DI TAMAN TANJUNG PURI ADA DI DALAM KOTA SIDOARJO. 

DARI STASIUN KA SIDOARJO 5 MENIT NAIK ANGKUTAN ONLINE.

DARI BANDARA JUANDA SEKITAR 25 MENIT 

DARI TERMINAL SEKITAR 25 MENIT.

UNTUK PARA SESEPUH DAN PENDEKAR ILMU HIKMAH SE NUSANTARA, MONGGO HADIR DAN BERBAGI KEPADA SEDULUR SEMUA….. KAMI MEMANGGILMU!

MILAD INI UNTUK UMUM DAN SEMUA KALANGAN DAN SEMUA UMUR. TIDAK KHUSUS UNTUK KALANGAN TERTENTU SAJA. KITA SEMUA BERSAUDARA. SEMUA ADALAH SAHABAT. SEMUA ADALAH TEMAN. TIDAK ADA MUSUH DI FORUM INI. 

BEBAN HIDUPMU ADALAH BEBAN HIDUPKU. PENDERITAANMU ADALAH PENDERITAANKU. KEBAHAGIAANMU ADALAH KEBAHAGIAANKU JUGA. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM….

SALAM PASEDULURAN….

TTD

PANITIA MILAD KWA 2018

 

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

Pengumuman


MILAD KWA 2018

WAKTU PENYELENGGARAAN  SABTU, 14 APRIL 2018.

MULAI PUKUL 07.00 WIB (PAGI) SD PUKUL 24.00 WIB (TENGAH MALAM)

ACARA:

  • SHOLAWATAN MULAI PUKUL 7 PAGI SD PUKUL 9 PAGI.
  • PERKENALAN DAN SILATURAHIM PUKUL 9 PAGI SD 10 PAGI
  • LAPAK KONSULTASI PERMASALAHAN HIDUP DAN BAKTI SOSIAL. PUKUL 10 PAGI  SD SORE
  • PENGIJASAHAN GRATIS DAN MATERI LAIN, PUKUL 19.00 WIB SD MALAM
  • DAN LAIN-LAIN

TEMA MILAD: GEMA SHOLAWAT UNTUK KEBERKAHAN HIDUP DAN PERDAMAIAN DUNIA.

TEMPAT MILAD: TAMAN TANJUNG PURI SIDOARJO.

BERIKUT PETA DI GOOGLE MAPNYA: 

https://goo.gl/maps/WhJ55Ks77sT2

 

PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN PENGINAPAN, TIDAK MENYEDIAKAN MAKAN DAN MINUM, SERTA SEDULUR YANG HADIR DI FORUM INI DIHARAPKAN MANDIRI. 

SEDULUR YANG HADIR DARI LUAR KOTA BISA MENGINAP DI PENGINAPAN DAN HOTEL YANG TERSEBAR DI SIDOARJO.

LOKASI ACARA YAITU DI TAMAN TANJUNG PURI ADA DI DALAM KOTA SIDOARJO. 

DARI STASIUN KA SIDOARJO 5 MENIT NAIK ANGKUTAN ONLINE.

DARI BANDARA JUANDA SEKITAR 25 MENIT 

DARI TERMINAL SEKITAR 25 MENIT.

UNTUK PARA SESEPUH DAN PENDEKAR ILMU HIKMAH SE NUSANTARA, MONGGO HADIR DAN BERBAGI KEPADA SEDULUR SEMUA….. KAMI MEMANGGILMU!

MILAD INI UNTUK UMUM DAN SEMUA KALANGAN DAN SEMUA UMUR. TIDAK KHUSUS UNTUK KALANGAN TERTENTU SAJA. KITA SEMUA BERSAUDARA. SEMUA ADALAH SAHABAT. SEMUA ADALAH TEMAN. TIDAK ADA MUSUH DI FORUM INI. 

BEBAN HIDUPMU ADALAH BEBAN HIDUPKU. PENDERITAANMU ADALAH PENDERITAANKU. KEBAHAGIAANMU ADALAH KEBAHAGIAANKU JUGA. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM….

SALAM PASEDULURAN….

TTD

PANITIA MILAD KWA 2018

 

=========================

HAL-HAL LAIN TERKAIT INFORMASI MILAD 2018 AKAN DISAMPAIKAN DI BLOG KWA. IKUTI TERUS KAWAN,…. http://www.wongalus.wordpress.com

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 4 Komentar

LELANG KERIS LANGKA BERKHARISMA KANJENG KYAI JENAR (SOLD)


Disebut oleh sang empu KANJENG KYAI JENAR  karena pamornya jenar. Yaitu logam yang menguning keemasan, sangat langka, dan dari seribu keris bisa jadi hanya satu keris. Pamor ini biasanya ada di ujung dan di bawah gonjo saja, namun keris yang kita lelang ini menetapnya pada hampir ke seluruh badan/bilah keris. Pamor Jenar asalnya dari batu meteor yang mengandung cupronikel.

Cupronickel (juga dikenal sebagai tembaga-nikel) adalah paduan tembaga yang mengandung unsur nikel dan penguatan, seperti besi dan mangan. Meskipun kandungan tembaganya tinggi, cupronickel berwarna perak. Karena sifat khusus dari paduan nikel dan tembaga, mereka diterapkan di berbagai domain industri misalnya pencetakan koin dan medali, pembuatan persenjataan, bahan desalinasi, teknik kelautan. Cupronickel sangat tahan terhadap korosi di air laut. Untuk alasan ini, digunakan untuk penukar panas dan kondensor dalam sistem air laut, perangkat keras kelautan, dan kadang-kadang untuk baling-baling, crankshafts dan lambung kapal tunda premium, kapal nelayan dan kapal kerja lainnya.  Cupronickel sudah dikenal sejak lama oleh bangsa Cina pada masa pemerintahan Liu An pada 120 SM di Yunnan untuk membuat perhiasan karena keindahan fisik logam ini.

GORESAN KUKU EMPU

Di keris juga terdapat bekas goresan kuku sang empu pembuat keris yang digoreskan pada saat baja besi ditempa dengan suhu di atas 1000 derajat. Goresan ini tentu saja tidak hanya goresan namun dijapa mantra dengan ilmu sang empu agar pembawanya sakti mandraguna.

Menurut kepercayaan orang Jawa, keris pamor jenar ini memiliki khasiat menyebabkan kekebalan terhadap segala jenis senjata. Angsar tuahnya banyak, di antaranya untuk kasekten dan tidak akan kalah bila berhadapan dengan orang-orang sakti yang punya banyak ilmu kedigdayaan. Kuning juga simbol  kemakmuran dan kemewahan. Sehingga sang empu memilih meteorit cupronikel sebagai bahan keris karena kelangkaan bahannya yang bernilai tinggi, lebih tinggi dari emas/perak/perunggu saat itu untuk diisi dengan doa kekayaan untuk pembawanya.

Dhapur/bentuk keris: brojol luk lurus, mensimbolkan kelurusan niat tekad dan doa IHDINAS SHIROTOL MUSTAQIM. Agar senantiasa dibimbing menuju jalan yang lurus.

Mahar: 3,9 jt (sudah termasuk ongkir, jauh dekat dalam negeri disamakan ongkirnya)

Tangguh: Mataram abad 17

Cara mendapatkannya: SMS ke 081234588111 (SMS only) dan bila sudah mendapatkan jawaban ..

Selanjutnya transfer ke rekening:

BANK BCA  (kode transfer 014) nomor rekening 6155187526  a.n  Muhammad Wildan.

Demikian sedulur terima kasih dan matur nuwun.

===> GUNAKAN ILMU TAYUH, YAITU DENGAN HATIMU. BILA HATIMU MEMANGGIL UNTUK MEMILIKI KERIS INI. BERSEGERALAH UNTUK MEMILIKINYA KARENA ITU COCOK DENGAN MU. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

@KWA,2018

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

Peserta Milad KWA


Bagi sedulur pembaca KWA dimanapun berada yang hadir di Milad di Sidoarjo dimohon menggunakan baju/kaos warna HITAM. Penggunaan baju/kaos warna hitam itu dimaksudkan sebagai dress code yang membedakan dengan tamu lain di taman tanjung puri. Demikian terima kasih.

Ttd

Panitia MILAD

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 2 Komentar

Lokasi Milad Kwa ke 9 Tahun 2018, Taman Tanjung Puri Sidoarjo Jatim. Kami menunggumu disini sedulur ….


Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 2 Komentar

PENGUMUMAN MILAD KWA KE 9 TAHUN 2018


SALAM PASEDULURAN….

BAGAIMANA KABARNYA SEDULUR PEMBACA BLOG KWA?

SMOGA TUHAN YANG MAHA KUASA TETAP SAYANG DAN MERIDHOI KITA. AMIN YRA.

BERSAMA INI DISAMPAIKAN PENGUMUMAN TERKAIT PERUBAHAN TEMPAT ACARA MILAD KWA ke 9 TAHUN 2018 YANG AWALNYA DIRENCANAKAN DISELENGGARAKAN DI SALATIGA, DIUBAH  PENYELENGGARAANNYA DI SIDOARJO, JAWA TIMUR, INDONESIA.

JADI FIX-NYA SBB……

TEMPAT MILAD: TAMAN TANJUNG PURI SIDOARJO.

BERIKUT PETA DI GOOGLE MAPNYA: 

https://goo.gl/maps/WhJ55Ks77sT2

UNTUK WAKTU PENYELENGGARAAN TETAP DI HARI SABTU, 14 APRIL 2018.

MULAI PUKUL 07.00 WIB (PAGI) SD PUKUL 24.00 WIB (TENGAH MALAM)

ACARA:

SHOLAWATAN MULAI PUKUL 7 PAGI SD PUKUL 9 PAGI.

PERKENALAN DAN SILATURAHIM PUKUL 9 PAGI SD 10 PAGI

LAPAK KONSULTASI PERMASALAHAN HIDUP DAN BAKTI SOSIAL. PUKUL 10 PAGI  SD SORE

PENGIJASAHAN GRATIS DAN MATERI LAIN, PUKUL 19.00 WIB SD MALAM

DAN LAIN-LAIN

TEMA MILAD: GEMA SHOLAWAT UNTUK KEBERKAHAN HIDUP DAN PERDAMAIAN DUNIA.

PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN PENGINAPAN, TIDAK MENYEDIAKAN MAKAN DAN MINUM, SERTA SEDULUR YANG HADIR DI FORUM INI DIHARAPKAN MANDIRI. 

SEDULUR YANG HADIR DARI LUAR KOTA BISA MENGINAP DI PENGINAPAN DAN HOTEL YANG TERSEBAR DI SIDOARJO.

LOKASI ACARA YAITU DI TAMAN TANJUNG PURI ADA DI DALAM KOTA SIDOARJO. 

DARI STASIUN KA SIDOARJO 5 MENIT NAIK ANGKUTAN ONLINE.

DARI BANDARA JUANDA SEKITAR 25 MENIT 

DARI TERMINAL SEKITAR 25 MENIT.

UNTUK PARA SESEPUH DAN PENDEKAR ILMU HIKMAH SE NUSANTARA, MONGGO HADIR DAN BERBAGI KEPADA SEDULUR SEMUA….. KAMI MEMANGGILMU!

MILAD INI UNTUK UMUM DAN SEMUA KALANGAN DAN SEMUA UMUR. TIDAK KHUSUS UNTUK KALANGAN TERTENTU SAJA. KITA SEMUA BERSAUDARA. SEMUA ADALAH SAHABAT. SEMUA ADALAH TEMAN. TIDAK ADA MUSUH DI FORUM INI. 

BEBAN HIDUPMU ADALAH BEBAN HIDUPKU. PENDERITAANMU ADALAH PENDERITAANKU. KEBAHAGIAANMU ADALAH KEBAHAGIAANKU JUGA. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM….

SALAM PASEDULURAN….

TTD

PANITIA MILAD KWA 2018

 

=========================

HAL-HAL LAIN TERKAIT INFORMASI MILAD 2018 AKAN DISAMPAIKAN DI BLOG KWA. IKUTI TERUS KAWAN,…. http://www.wongalus.wordpress.com

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 1 Komentar

Nyepi…


‘Dalam kesunyian kan kau dapati makna kehidupan. Dalam kesepian kan kau rasakan kehadiran-Nya. Tuhan bersama orang-orang yang selalu ingat akan penciptanya.

Selamat Hari Raya Nyepi…

‘ ‘Selamat Tahun Baru Saka 1940, Semoga Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan wara nugraha-NYA kepada kita semua.’

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | Tinggalkan komentar

MASTERKWA ANGKATAN XLV/ 65


ALHAMDULILLAH  KAMPUS WONG ALUS TELAH SELESAI MELAKSANAKAN PELATIHAN MASTERKWA ANGKATAN XLV/ 65

DENGAN GELAR KESAYANGAN DARI KAMPUS WONG ALUS:

KI DAMAR LOKY MAJAPAHIT – SURABAYA, JAWA TIMUR

YANG TELAH DIBERIKAN BISA BERMANFAAT UNTUK KEMANUSIAAN BAIK SESAMA MAUPUN UNTUK  DIRI SENDIRI. AMIN YRA.

 @kwa,2018

=========================

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA