>>PERPUSTAKAAN UTAMA

DAFTAR ANGGOTA KWA SAMPAI DENGAN TANGGAL 20 MARET 2012


Team Admin KWA,

Bersama ini kami sampaikan Daftar Anggota KWA Sedunia sampai dengan tanggal 20 Maret 2012.

Daftar dalam file xls dapat didownload di :

http://www.ziddu.com/download/18924354/DaftarAnggotaKWAs-d20Maret2012.zip.html

Semoga bermanfaat.

Salam Paseduluran,

selor (KWA0025)
selor selawe

Bandung, Jabar, Indonesia

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

PENGIJAZAHAN ASMAK KELAP (EKSKLUSIF KWA)


Buyut Jangkrik Ronggeng

Salam Rahayu @ki WA dan @ALL Dewan Guru…
Semata mata hanya utk mencari Ridho Alloh SWT dan menyebarkan wanginya kasanah supranatural budaya Bangsa Indonesia. ijinkan saya mengijazahkan sebuah Asmak yg sederhana dg didasar niat yg ikhlas…
Yaitu Asmak KELAP, tingkat 1 insya Alloh asmak ini bagus utk keperluan Pageran Goib, Netralisir badan/rumah, wibawa dsb.
Tatalakunya dan Tawasulnya sama dengan pengamalan ASR utara,

”Bismillahirohmanirrohim,
SA ONGGUNAH KA KOATAN BEDHEN KAULEH PADHENAH KELAP SE PALENG RAJEH. ”

Bagi Dewan guru atw ahli supra sumonggo di scan power asmk tsb.
insya Alloh stlh diamalkan powernya akan seperti loncatan listrik / kelap di telapak tangan…
MOHON diamalkan hanya utk yg berusia diatas 17 th saja …
Bagi SEDULUR yg mau mengamalkan silahkan…
Bagi SEDULUR yg mau Koleksi silahkan…
Matur nuwun….
Semoga Jadi Barokah Bagi Kita Semua… Aminnn

Nb: ARTINYA: “Sesungguhnya badanku sama seperti kekuatan kilat yang menggelegar”

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, ASMAK KELAP | 189 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMA KAYU RAJEH KI SUGIK SAWUNGGALING (pengulangan)


Asma ini merupakan Asma rajeh dari varian kayu atau di Madura di sebut Asma Kajuan Rajeh, khasiat dan kegunaan dari karomah asma ini sama dengan ASR Utara tetapi lebih pada menangkal bahaya yang bisa mengancam diri pengamal dari berbagai hal yang mengandung elemin/anasir kayu.
Pengalaman saya saat mengikuti proses penyelarasan dan pengisian untuk Asma ini dilakukan di bawah pohon yang lumayan besar atau minimal sambil memegang kayu/pohon apa aja.tapi sebagian muujizh/pengijazah hanya dilaksanakan ditempat terbuka diluar tempat yang tidak beratap.
Sekedar “Pamator”
Asma ini sekalipun Varian dari Asma Rajeh tapi yang saya terima dari pengijazah tidak menggunakan kata awal “Inna Quwwatih/tah/tin/ti”sebagaimana Asma Rajeh dan Asma Kayu Rajeh yang pernah diposting di KWA sebagai pembendaharaan referensi kita warga KWA, bahkan saya mendapatkan Asma Kayu Rajeh ini dengan dua macam bacaan….tapi setelah saya konsultasikan pada beberapa kyai…. katanya,memang ada sebagian kyai yang mengijazahkan Asma kuncinya saja,dan ada yang secara lengkap….tapi soal karomah insyaallah sama saja…(Amiiiiin)
Karena Asma Rajeh dan semua variannya ini bukanlah karangan manusia,melainkan simbolisasi Sabda Tuhan melalui rangkaian huruf menjadi “kata-kata”yang di sampaikan melalui Nabi Khidir kepada kekasih Allah Sang Wali pilihan yang di sesuaikan dengan bahasa verbal yang berkesatuan dengan Qolbu manusia. rangkaian “kata-kata” itu hanya sebagai garis besarnya saja atau konsep abstrak. namun tentunya menyimpan berbagai rahasia di baliknya sebagai bukti kuasanya-Nya. karena kekuatan karomah dari Asma Rajeh tersebut insya Allah sudah terletak dibalik susunan “kata-kata” itu….entah itu kata Inna Quwwatih…..,Inna Jahara……ataupun…..Lauthun…..bahkan……Jaljalat sekalipun, dan selain dari kekuatan rahasia dibalik rangkaian “Kata-Kata” tersebut, tentunya kekuatan karomah dari Sang Wali pewaris Asma tersebut yang langsung dari Nabi Khidir sudah tidak berhijab dengan Allah….insya-Allah bisa membantu kita sebagai Washilah/penyambung hajat kita pada Allah dengan ASR, itulah perlunya kita Tawassul……dan tidak perlu Puasa!
Namun bagi kita yang bukan Wali….bahkan bergelimang dengan dosa….untuk mendapatkan rahasia dahsyat dari karomah Sabda Tuhan itu dan kita mampu menggerakkan energi yang tersembunyi di baliknya, kita harus telaten,sabar,ikhlas dan istiqomah menggalinya dengan cara banyak Ibadah, Istighfar dan Munajat pada Allah dengan ber-Riyadlah….
Kalau sudah begitu…..insya-Allah kita akan mendapatkan pahala di dunia, dengan kita bisa merasakan langsung dari rahasianya/karomahnya entah kulit kebal,mindah hujan atau ngobatin orang sakit dll, dan yang terpenting pahala di akhirat nanti, sehingga kita insya-Allah akan dikelilingi dan dikipasi oleh 7 bidadari nan elok dan bening di surga Royyan,dan kitapun cukup berleha-leha di sana tanpa harus ngamalkan asma ini asma itu bahkan ASR sekalipun….di sana gak ada musuh yang akan membacok kita,menembak kita,menyantet kita atau hujan yang perlu dihentikan ….!dan tentunya untuk mendapatkan bidadari disana,kita sudah tidak perlu lagi membaca ajian ini ajian itu….gak ada semar mesem,gak ada semar tangis, gak ada kawin sukma atau pengasihan apapun …. semua sudah di siapkah oleh ALLAH tanpa kita bersusah payah….!
Insya-Allah begitulah sejatinya rahasia mengamalkan ASR ….Wallahu A’lam Bish Showab….Innallaaha Ya’lamu Malaa Ta’ Lamuun
Dan saya sadar jiwa aya masih kontor dan belum mumpuni, tapi dengan niat ibadah, saya ikhlash ijazahkan Asma Kajuh Rajeh ini pada warga KWA yang sudah mendaftar…selamat ber munajat…..! bagi yang belum mendaftar Sorry Sorry Jack…! asma ini bukan untuk yang hanya berkunjung atau salah masuk kamar! (Maaf Meminjam penggalan kalimat dari ajian Keong Racun)
Inilah amalan Asma Kajuh Rajeh….
Tawassul Fatihah:
Nabi Muhammad Wa Alaa Alihi Wa Ashabihi Wa Ahli Baitihi Ajma’in
Malaikat Muqorrobin wal Qoribin
Nabiyullahi Khidlir AS
Syekh Abdul Qodir Jailani
Para Wali Songo
Syekh Bujuk Tompeng Pamekasan
Syekh Syamsuddin Pamekasan
Syekh Muhammad Kholil Bangkalan dan semua waliyullah.
Kyai Muqit Marzuki
Ustadz ‘Asyim Abdullah Sumenep
Abina Wa Ummina Wa Jaddina Wa Jadditina
Man Ajazani Wa Jami’il Mu-Jizih Hadzal Asma’
Diri Sendiri…….bin…..(nama kita dan bapak kita) Wa Alaa Niati Wal Hajati Fiddiin Wad Dun-Ya Wal Akhiroh.
BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM
RII-AN HANII-AN GHAIROH MANA-AN ‘ABDAN.1000x.
Cara mengamalkan: Di amalkan 1000x tiap malam selama 3 malam diluar rumah,jika mampu baca 4000x tiap malam.
Shalat Hajat Khusus 4 Rokaat setelah salam yang terahir, bersujud kembali sambil memohon pada Allah hajat kita.
Kemudian (kalau sholat hajat dilakukan dirumah) setelah sholat hajat lalu bersujud dimaksud di atas,berangkat keluar rumah lalu duduk di tempat yang dianggap nyaman dan bisa menjadikan khusuk selama wirid…..
Lalu duduk bersila…. diam sebentar dan tafakkur….sambil membaca pelan-pelan dan santun dalam hati “Tawakkaltu yaa khuddama hadzal asma’ 13x”
Lalu Baca Tawassulnya dan lanjutkan membaca Asma’nya.
Setelah selesai wirid jangan langsung bergegas pulang, tapi diam sejenak selama ½ jam sambil membaca dalam hati ‘Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adlim’ seikhlasnya.
Rasakan insya-Allah tubuh kita akan merasakan hawa hangat menyebar dalam tubuh kita….
semoga bermanfaat…….Wassalam. @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 43 Komentar

* PENGIJAZAHAN ASMAK KHIDIR (RADEN SANCANG UNGU) * (PREVIEW)


Saya ijazahkan utk Ki Wong alus, ASMAK KHIDIR DARI RADEN SANCANG UNGU/ KI ARYA KUSUMA DEWA dan menyambut Ultah KWA ketiga pada 2012 ini saya ijazahkan lagi kepada Sedulur Kampus Wong Alus (KWA) secara sempurna yang berminat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

AQSAMTU ALAIKA YA NABBIYA KHIDIR A.S. WA ALAIKA ASMA’UL KHUDDAM ALUUHA (2 X) ASSAAH (2X) BIIDZNILAH BI LAHAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH

ASMAK KHIDIR….

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

BALYAKHAN BALYAKHIN BARNABAL BARNABIL QUWWAH, YAA MAN LAA YUSYGHILUHU SAM’UN AN SAM’IN, YAA MAN LAA TUGHLITHUL MASAA’IL, YAA MAN YATABARROMUBI ILHAAHIL MALHIIN ADZIQNII BURDA ‘AFWIKA WA HALAAWATA ROHMATIKA.

BALYAKHAN BALYAKHIN MALKHAN MALKHIN QUWWAH BIIDDZNILLAH BI LAA HAWLA WALAAQUWWATA ILLA BILLAH.

313 x 3-7 hari.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 141 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMAK LAUT RAJEH (PREVIEW)


BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, DENGAN INI KAMI IJAZAHKAN ASMAK LAUT RAJEH UNTUK PEMBACA BLOG KAMPUS WONG ALUS YANG BERMINAT…

Cara mengamalkan baca tawasul ALFATIHAH disampaikan kepada:

Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Sahabat, Malaikat Muqorrobin dan Qoribin, Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan, Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura, Kyai Damanhuri Pamekasan Madura, Syekh Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati, Pangeran Cakrabuana, Man Ajazani.

Selanjutnya baca:

BISMILAHIROHMANIRROHIM
Selanjutnya membaca…
INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH (Madura Utara)

Selanjutnya membaca…
1.INNAKA QUWWATAH KATABAL QUWWATAH KITABAL QUWWATIH.
2.INNAKA QUWWATAH KATABAN NATAH KITABAN NATAH.
3.INNAKI QUWWATIH KATABUN NATAH KITABUN NATAH.
4.INNAKA SHOHABATIKA SHOHIBIKA. (Madura Selatan 4 tingkat)

Selanjutnya baca ASMAK LAUT RAJEH….
LAUTHUN SAMARIK ABNA KITABUN JAUZUL JAHAR

1000 x dibaca selama 7 hari.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 74 Komentar

PENGIJAZAHAN ASR MADURA SELATAN (PREVIEW)


Menyambut Ultah KWA ketiga pada 2012 ini saya ijazahkan lagi kepada Sedulur Kampus Wong Alus (KWA) secara sempurna yang berminat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT ASR MADURA SELATAN.
TAWASUL “Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Sahabat,
Malaikat Muqorrobin dan Qoribin,
Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan,
Syekh Abdul Qodir Jailani,
Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura,
Kyai Damanhuri Pamekasan Madura,
Orang tua dan leluhur kita
Diri sendiri
Man Ajazani
ASR MADURA SELATAN:
INNAKA QUWWATAH KATABAL QUWWATAH KITABAL QUWWATIH. 1000 x 7 hari.
INNAKA QUWWATAH KATABAN NATAH KITABAN NATAH. 1000 x 7 hari.
INNAKI QUWWATIH KATABUN NATAH KITABUN NATAH. 1000 x 7 hari.
INNAKA SHOHABATIKA SHOHIBIKA. 1000 x 7 hari.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 88 Komentar

KOPDAR PEMBACA KWA


ASSALAMUALAIKUM WR WB. DEMI MEMERIAHKAN ULANG TAHUN KETIGA BLOG KWA, AKAN DIADAKAN COPY DARAT (KOPDAR) PADA:

HARI/TANGGAL: JUMAT, 23 MARET 2012

PUKUL 19.00 WIB SAMPAI SELESAI.

TEMPAT: CEPURI, PANTAI PARANGKUSUMO YOGYAKARTA. 100 METER SEBELAH BARAT PINTU UTAMA PANTAI PARANGTRITIS YOGYAKARTA.

MERUPAKAN KEMULIAAN BAGI KAMI BILA SEDULUR BERKENAN HADIR UNTUK SALING MENYAPA DAN MENYAMBUNG TALI SILATURAHIM.

WASSALAMUALAIKUM WR WB.

ADMIN BLOG KWA

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, ***** KWA KEMBALI KE KHITTAH***** | 80 Komentar

MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL MENDATANG, KAMI MENGULANG PENGIJAZAHAN DOA-DOA SELEKSI DARI REDAKSI. KENAPA MENGULANG PENGIJAZAHAN? TAK LAIN AGAR KITA SEMUA SENANTIASA MENYUKAI BERZIKIR.


BERIKUT PETIKAN PUISI EMHA AINUN NADJIB DALAM PENGAJIAN PADHANG BULAN YANG MERUPAKAN PUISI SINDIRAN BAHWA BERDZIKIR HARUS DISERTAI DENGAN LAKU PERBUATAN YANG NYATA DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI-HARI.

BERDZIKIR HAMBA-KU, BERDZIKIR!

Kalian berdzikir “Subhanallah”
Maha Suci Allah, Maha Suci Allah
Apa benar kalian mensucikan Aku?
Apa benar kehidupan kalian mensucikan Aku?
Apa benar watak dan perilaku kalian, kebudayaan dan kemajuan bangsa kalian – mensucikan Aku?

Kalian berdzikir “Alhamdulillah”
Segala puji bagi Allah, Segala puji bagi Allah
Apa benar perekonomian kalian memuji Aku?
Apa benar gedung-gedung kalian, kantor-kantor kalian, pertimbangan dan keputusan kalian, kasih dan sepak terjang kalian – memuji Aku?

Kalian berdzikir “Wa lailaha illallah”,
Tiada tuhan selain Allah
Hai hamba-Ku, apa benar Akulah yang kalian tuhankan?
Apa benar Aku faktor primer dalam bagan strategi sejarah kalian?
Apa benar Aku yang nomor satu di dalam kerangka akal dan susunan pikiran kalian
Apa benar cinta kalian mendasar kepadaKu?
Apa benar Aku sedang menarik hati kalian, dibanding uang, keuntungan dan kekuasaan dunia?

Kalau Aku ikut Kontes Idola, apakah kalian kirim sms untuk memenangkan Aku?
Kalian berdzikir “Allahu Akbar”
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Wahai hamba-Ku, apa tanda kebesaranKu di negeri penyembah berhala yang kalian bangga-banggakan ini?
Di bagian mana dari kebudayaanmu,
Di sebelah mana dari langkah politikmu
Di sudut mana dari gedung-gedung megah industrimu
Yang mencerminkan keunggulanKu?

Kau lakukan kedhaliman di sana-sini
Merata di seantero negeri
Kedhaliman yang samar sampai yang transparan
Kedhaliman struktural, sistemik
Bahkan kedhaliman yang telanjang dan kasat mata
Kedhaliman bahkan kepada dzatKu
Kepada hakekat dan syariat eksistensiKu
Kemudian kalian ucapkan “Allahu Akbar”
Tanpa sedikitpun rasa malu

Bahkan masjid-masjidmu, yakni rumah-rumah suciKu
Kalian pakai untuk menendangku
Sebagian dari kalian membangun rumahKu dengan sisa-sisa uang perampokan struktural
Sebagian dari kalian menegakkan rumahKu dengan biaya hasil mengemis-ngemis di tengah jalan

Kalian mengemis atas namaKu,
Kalian melantikku sebagai Sang Maha Pengemis
Di masjid-masjid kalian tertulis : Allah yang Maha Fakir Miskin.
Oleh karena itu setiap orang perlu menaruh rasa belas kasihan kepadaKu
Dan jika datang seorang koruptor membereskan semua pembiayaan masjid itu, dialah yang kau puji-puji dan kau sanjung-sanjung.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 38 Komentar

ASMAK RADJEH DIRAJEH (RDR) PENGIJAZAHAN DARI RADEN SANCANG UNGU KEPADA KAMPUS WONG ALUS (preview)


MENJELANG ULANG TAHUN BLOG KWA APRIL MENDATANG, KAMI AKAN MENGULANG PENGIJAZAHAN SELEKSI DARI REDAKSI. BERIKUT PENGIJAZAHAN RADEN SANCANG UNGU ALIAS KI ARYA KUSUMA DEWA SEBAGAI SOHIBUL IJAZAH YANG MENGIJAZAHKAN ASMAK RDR UNTUK ANDA PEMBACA KAMPUS WONG ALUS. IJAZAH INI HANYA UNTUK DIRI ANDA SENDIRI. TIDAK BOLEH DIIJAZAHKAN DAN DIPERJUALBELIKAN KEPADA ORANG LAIN. GUNAKAN SECARA BIJAKSANA SEMATA-MATA UNTUK MENCARI KERIDHOAN ALLAH SWT DAN SEMOGA AMAL IBADAH KITA DITERIMA DI SISI-NYA. AMIN.
ASMAK RADJEH DIRAJEH INI LEBIH BAGUS DIAMALKAN DI MUARA ATAU DI PINGGIR SUNGAI DAN DIMOHON TIDAK DIAMALKAN DI DALAM RUMAH KARENA DIKHAWATIRKAN ADA TABRAKAN ENERGI.

Tawasul kirim alfatihah RADJEH DI RAJEH di sampaikan SECARA UMUM saja seperti biasanya, misalnya…
• NABI MUHAMMAD SAW DAN KELUARGA
• KHULAFAURRASYIDIN,
• MALAIKAT MUQORROBIN DAN QARIBIN,
• NABI KHIDIR A.S BALYA BIN MALKAN,
• SYEIKH ABDUL QADIR AL JAELANI,
• SYEIKH BUJUK TUMPENG PAMEKASAN MADURA,
• KYAI DAMANHURI PAMEKASAN MADURA,
• SYEIKH SYARIF HIDAYATAULLAH SUNAN GUNUNG JATI,
• PANGERAN CAKRA BUANA
• MBAH KUWU SANGKAN
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
1. INNA JAHARA HUJAHUNA LIKATABASSARUM LAKATABAN HUSSAJIN HUSAJANI.
2. INNA JAHARA HUJAHUNA LIRAJSYIN LAKATABAN HUSSAJIN
HUSAJANI
+
Tambahkan ASMAK QUWATAMBILLAHI……………..
BISMILLAHI URQIKA MIN KULLI SYAY’IN YAHZUKA BI QUWATAMBILLAHI KATABUN BILLAHI
DIBACA 313 X SELAMA 3-7 HARI.

TATA CARA PENGGUNAAN:
Untuk melontarkan energi dibaca satu kali yang nomor satu
Untuk menyerap kembali energi yang terlontar dibaca satu kali yang nomor dua
Silahkan Mengamalkan. Jadikan ASMAK RADJEH DIRAJEH ini sarana untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Semoga Allah Swt Senantiasa Memberi Limpahan Ridho Dan Rahmat-Nya Kepada Kita Semua. Asmak RDR adalah ilmu hikmah TINGKAT TINGGI NAMUN TIDAK YANG TERTINGGI. Sedulur pengamal RDR diharapkan tidak jumawa, sombong, tinggi hati dan senantiasa tawadu’ atau rendah hati. Amin Ya Robbal Alamin.
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 249 Komentar

PENGIJAZAHAN ASMAK NAKABAN (preview)


Dari berbagai sumber dikatakan bahwa Asmak Nakaban adalah suatu ilmu yang serumpun/sama dengan Asmak Sunge Raje, cuma namanya saja yang berbeda. Arti nama Nakaban adalah salah satu kata dalam bacaan asmak ini yang diambil dari Bahasa Suryani, yaitu bahasa yang dipergunakan oleh nabi-nabi pada jaman dahulu kala. Asmak Nakaban ini diijazahkan secara langsung oleh Nabi Khidir A.S. kepada salah seorang Kyai Besar/Alim Ulama di Pamekasan Madura. Kehebatan dan Kedahsyatan asmak ini dengan seijin Allah SWT tidak perlu diragukan lagi, multifungsi sesuai niat baik dari pemilik asma ini.
Jika sudah menguasai dengan benar dan sempurna. Maka Spesialiasi/Fungsi utama daripada asmak ini pertama adalah untuk : Penyembuhan, Kedua adalah untuk Keselamatan atas Izin dan Ridhonya Allah S.W.T. Dalam hal ancaman kejahatan, kehebatan dan kedahsyatan asmak ini adalah mengikuti kekuatan/kesaktian lawan sehingga sehebat apapun lawan kita , atas ijin Allah kekuatan kita pun akan berlipat ganda mengikuti lawan yg dihadapinya.

BERIKUT PENGIJAZAHAN KI SADEWA KEPADA KAMPUS WONG ALUS:

ass sodaraku semua.. asmak nakaban yg sy punya silahkan diamalkan bagi yg berminat….

BASMALLAH…
INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH.
WALLOHU MIN WAROO IHIM MUHIITH BALHUWA QUR’ANUM MAJIID FII LAUHIN MAHFUUDZ.
INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN AY YAQULA LAHU KUN FAYAKUN.

selama 3 hari 3 malam.
tiap pardu 400x
tiap hajat 1000x
total 3 hari 3 malam 9000x.

keterangan lanjut asmak nakaban sy:
1.untuk malam pertama siapkanlah syarat-syarat diatas seperti garam,misik dan air.
2.setelah selesai wirid diatas maka campurkanlah garam 3 butir,misik putih 3 tetes kedalam gelas air putih tadi lalu berdoalah.
“ya alloh ya muhammad ya sayyidina syekh abdul qodir jaelani, hamba mohon berkah dan karomahmu, bangkitkanlah daya metafisik dalam diri hamba dan berikanlah kekuatan, karomah asmak nakaban secara sempurna yg telah diijazahkan oleh alif sadewa semoga bermanfaat didunia dan akhirat.amin”
3.setelah berdoa silahkan air tadi diminum lalu tariklah nafas panjang dan simpan dipuser lalu kejangkan seluruh tubuh jika nafas gak kuat lepaskan lalu tarik lagi dan diulang 3x.
4.setelah penahanan nafas lalu meditasi dan rasakan getaran energi yg masuk (sensasi tiap org berbeda-beda) selama mungkin (biasa tersadar sendiri).
5.poin 1/4 itu buat malam pertama saja malam selanjutnya gak usah cukup sholat,tawasul,wirid dan doa saja, untuk tiap pardunya cukup wirid dan doa tanpa tawasul.
6.misik selalu dipakai setiap wiridnya dan oleskan ketasbih kita agar energi asmak bisa menyatu juga pada tasbih.
7.asmak ini gak berpengaruh mau diamalkan dimana saja yg penting niatnya ibadah bukan mau bentrok sama gaib.
8.setelah usai 3 hari 3 malam asmak cukup dibaca 3/7/11x jika ada hajat dgn keyakinan penuh bahwa hajat kita dikabulkan alloh swt.
9.masalah hawa energi panas,hangat,dingin itu hanya masalah niat pengamal saja kalo bisa niatkan saja ibadah maka insya alloh adem-adem wae.
Demikianlah keterangan dari sy yg awam ini, sebelum dan sesudahnya sy yg dhoif memohon maaf yg gak terhingga kpd para sesepuh dan sedulurku semua sekiranya share sy ini terlalu sombong,pamer dll karna gak ada niat sy untuk demikian karna niat sy hanya ingin berbagi saja.
Salam Takjim sy pada ki alus dan sesepuh sekalian.
wassalam.
Langkah-Langkah yang harus dilakukan.
1. Lakukan sholat taubat dan hajat.
2. Istighfar dan sholawat nabi masing-masing 71x.
3. Siapkan garam 3 butir, misik putih dan air putih 1 gelas.
4. Tawassul.
A. Ila hadrotin nabiyil mustafa muhammadin saw
B. Wa ila hadroti khulafatur rosyidin
sayidina abi bakrin wa umaro wa usman wa ali radyallahu anhu.
C. Summa ila hadroti jamiil malaikati muqorrobin wa qoribiyun sayidina jibril, mikail, isrofil, izroil as.
D. Wa ila hadroti nabi khidlir as.
E. Wa ila hadroti sultonil aulyai sayidina syeh abdul qodir jailani ra.
F. Wa ila arwahi kyai bujug tumpeng
G. Wa ila arwahi mbah kuwu sangkan
cirebon girang.
H. wa ila arwahi syekh syamsuddin batu ampar.
I. wa ila arwahi/ruuhi (masih ada ruuhi/sudah wafat arwahi) abi wa ummi.
J. wa ila hadroti man ajazani wa syehihi wa masyayihihi.
K. Wa ila ruuhi abi wa ummi.
5. Lalu baca ASMAK NAKBAN
6.untuk malam pertama siapkanlah syarat-syarat diatas seperti garam,misik dan air.
7.setelah selesai wirid diatas maka campurkanlah garam 3 butir,misik putih 3 tetes kedalam gelas air putih tadi lalu berdoalah. “ya alloh ya muhammad ya sayyidina syekh abdul qodir jaelani, hamba mohon berkah dan karomahmu, bangkitkanlah daya metafisik dalam diri hamba dan berikanlah kekuatan, karomah asmak nakaban secara sempurna yg telah diijazahkan oleh alif sadewa semoga bermanfaat didunia dan akhirat.amin”
@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 160 Komentar

DIALOG DENGAN KI LURAH SEMAR: “MENUNGSO SING SUWUNG BAKAL SEKTI SAK KABEHE”


Berkomunikasi dengan jagad lelembut itu ibarat menyetel radio. Saat gelombangnya pas dengan satu stasiun radio, apalagi cuaca cerah tidak ada gangguan listik maka suara yang ditangkap pun jernih dan jelas. Malam minggu ini, usai sholat isya’ saya mencoba untuk menghubungkan diri dengan gelombang jagad lelembut. Yang tertangkap adalah sosok Ki Lurah Semar, dahnyang tanah Jawa.

Ki Semar duduk di sebuah batu, berpakaian Jawa, berblangkon dan berada di bawah sebuah pohon Sawo di sebuah keraton yang ada di atas puncak Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Matanya sayu dan raut mukanya terlihat sedih. Ki Lurah Semar memang tidak seperti biasanya yang tenang dan bersahaja. Kali ini dia bermuka misterius seakan ingin meluapkan isi hatinya. Dengan tutur wicaranya yang khas dia melantunkan sebuah kalimat sebelum saya sempat menyapanya. Dialog berikut ini sudah saya sederhanakan bahasanya karena diskusi saya dengan Ki Lurah Semar cukup panjang dan kadang menggunakan bahasa yang tidak saya pahami sepenuhnya. Campur aduk bahasa Jawa, Indonesia dan kadang bahasa aneh yang tidak saya ketahui. Tiba-tiba terdengar suara keras Ki Semar yang berteriak mengagetkan saya….

eko bumi dwi sawah tri gunung catur segoro ponco taru sad panggonan sapto pandito hasto tawang nowo dewo doso ratu”

Wong alus: Rahayu ki. Sugeng dalu.. apa artinya?

Semar: Wee lhadalah, malam ini datang kamu le..

Wong alus: Betul ki, saya hadir untuk menghadap, memohon saran dan masukan terkait kondisi bangsa masa depan

Semar: Wis tak jelaske mau..

Wong alus: Apa artinya ki? Saya kurang paham.

Semar: Eko artine kaping pisan, pertama. Yoiku daratan sing dikelilingi karo samudro. Dwi artine loro, yoiku sawahe poro tani. Tri artine telu, gunung paku bumi. Catur iku papat, samudro. Ponco iku limo yoiku godhong lan wit-witan. Sad artine enem, suket kanggo mangan poro kewan. Sapto artine pitu, menungso sing sampurno ilmu lan amale. Hasto iku wolu, yo langit sak isine. Nowo artine songo, dewo sing iso kanggo tulodho manungso, doso artine sepuluh, rojo kang adil ambeg paramarato

Wong alus: maknanya apa ki?

Semar: kabeh saiki wis peteng, jagad menungso lan poro dewo sarto poro lelembut kabeh yo peteng, isine ngamuk lan ngumbar angkoro.. ngene iki le, tondo-tondo arep ono goro-goro gede..

Wong alus: Buktinya apa ki?

Semar: Bala bencana datang bertubi-tubi, angin lesus, tanah bengkah, kabeh penduduk dunia was-was

Wong Alus: Bagaimana prediksi ke depan, apa semakin gawat?

Semar: Tambah ngrekoso le..wingit angker isi dunyo iki, bledeg tat tit, kusut-kusut menghasut, huru hara, malapetaka, ribut tunggang langgang kabeh jalmo menungso golek slamet nanging marani beboyo

Wong Alus: Subhanallah, apakah sedemikian mengerikannya ki.. dan kenapa semua ini jadi penuh bencana seperti ini?

Semar: Jejeg jejere, ngadeg ambruke tatanan nyoto lan goib iki asale soko dedungone poro pandito, ulama, kyai, santri, kabeh menungso sing ngaku hambane Gusti Kang Akaryo Jagad.. nanging saiki dungo iku mau ora ono lakune

Wong Alus: Apakah itu karena doanya tidak lengkap dan sempurna bacaannya?

Semar: Ora le, dungo mau ora ono laku prihatine, isine mung kanggo kepentingane dewe-dewe sing roto-roto mung golek bondo dunyo, mas picis rojo brono. Ojo koyo ngono le, kui kabeh mung centelan.. ora langgeng tan owah gingsir. Ujug-ujug poro pandhito (spiritualis red.) golek slamet dewe-dewe malah moro nyang poro panguoso lan rojo

Wong Alus: Oh jadi karena kurang laku prihatin dan laku hidupnya sudah melenceng dari arah yang benar, begitu ki?

Semar: yo ngono kui le, nanging sakjane sing paling akeh salahe yo sirahe kabeh titah iki, sopo kui? Rojo utowo panguoso…

Wong alus: Kenapa raja atau pemimpin yang menjadikan bencana ini? Bukankah ini kesalahan dari perilaku semua manusia ki?

Semar: maqom lan derajate panguoso lan rojo iku dhuwur nanging abot le…Nek rojo wis kelangan kawicaksanan, sing digoleki mung jeneng lan jenang, entenono goro-goro musibah bala bencana… Dongane panguoso lan rojo wis ora ketrimo le…

Wong Alus: Astaghfirullohal adzim… sebegitu kah akibatnya ki? akhirnya kemudian terjadi musibah bencana alam dan kemanusiaan?

Semar: Iyo le… Sak jane poro dewo kahyangan, nek kowe kabeh arani malaikat lan sak panunggalane sejatine yo sedih nanging ora iso nulungi manungso kabeh le.. amargo ati lan perasaanmu kabeh sing wis ketutup pedhut laku sing olo…

Wong Alus: Bagaimana cara agar kita semua terhindar dari bencana ki?

Semar: Bali menyang asal… asalmu soko kahyangan suroloyo (surga red) nanging saiki neng dunyo mancopodo (bumi) kanggo nggolek kawicaksanan lan nandur kabecikan, manfaat kanggo sapodo-podho. Elingo kowe kabeh kui sopo.. awasono atimu dewe-dewe karo lan waspodo tondo-tondo sing digelar Gusti Murbeng Jagad

Wong Alus: artinya kita harus banyak beribadah dan beramal sosial, banyak menuntut ilmu agar derajat kita semakin naik ya ki?

Semar: kasunyatan jatining sir, gaibe tan keno winoring tulis, tan arah nggon tanpo dunung, tan pesti akir awal manembahing manuksmeng roso pendulu rajem lir hudoyo retno trusno wening datanpo tepi…

Wong Alus: apa bisa kita manusia biasa yang seperti ini menjelajah hakikat sampai “suwung” kosong dari ego sejauh itu ki?

Semar: Iso wae le

Wong Alus: Apa ciri-ciri orang yang bisa sampai pada tahap makrifat ki?

Semar: telenging paningal, surosone kang sastro kalih desi lan mirit sipat rong puluhe sipat kahananing dat ponang akan durung ono ananipun kababarin gending akal… kui jenenge bali murbo miseso ing jero njobo.. menungso suwung bakal sekti sak kabehe.

Wong Alus: terima kasih ki, mohon ijin untuk menuliskan pesan-pesan Ki Lurah Semar ini untuk saya bagikan pada para sedulur saya.

Semar: Yo ora popo le..mugo ono manfaate kanggo awakmu kabeh

Wong Alus: Rahayu ki…

Demikian sedikit apa yang bisa saya sampaikan saat bertemu dengan Ki Lurah Semar malam ini. Kalau dalam dialog ada kesalahan pencerapan, pendengaran dan kalimat sehingga menyesatkan, itu semata-mata dari saya pribadi. Bila ada benarnya, itu semata-mata berasal dari Allah SWT melalui banyak tangan, banyak cara dan banyak hal yang tidak kita ketahui sepenuhnya. Terima kasih.

@Wongalus,2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, KI LURAH SEMAR | 131 Komentar

AYO NGAMEN…. JRENNGGG JRENGGG JRENGGGG….


Ya hayyu hiina laa hayya, yaa hayyu muhyil mautaa. ya hayyu laa illaaha illaa anta, allaahumma maddidnaa waj’alnaa min kulli hammin makhrajan wa farajan

Semesta ini bersifat aktif. Bukan pasif. Ia senantiasa dinamis berdasarkan atas hukum internal yang sudah dicangkokkan ke dalam masing-masing hal. Ketika seseorang meniadakan prinsip aktifnya diri ini, dan kemudian melepaskan kewajiban tersebut yang terjadi adalah kemalasan. Malas bekerja, malas membanting tulang, suka berkhayal, melamun dan akhirnya lamunan ini menjurus ke hal-hal yang bertentangan dengan aku sejatinya. Aku sejati bisa dikenali dengan cara menggerakkan akal nurani dan tangan serta kaki untuk bekerja.

 Sejak tahun 1999 saya berprofesi sebagai jurnalis. Saya mencari penghasilan dari bertualang, berpikir, merenung dan kemudian menumpahkan hasil renungan tersebut pada komputer. Saya memandang kehidupan ini sedemikian sederhana dan meskipun kadang menurut beberapa orang pikiran saya ini dianggap bercabang-cabang, njlimet dan ruwet.

 Sebelum menjadi jurnalis, saya merintis menjadi penulis lepas di Yogya untuk sebuah harian yang terbit di Jakarta. Saat itu saya berusaha untuk profesional. Tidak ada yang memerintah dan tidak ada atasan tidak membuat saya lantas ‘nglokro’ atau malas bekerja.  Justeru sebaliknya, energi hidup terasa sedemikian tinggi hingga tiada kata lain selain harus menulis. Dan ini artinya saya bekerja.

 Bekerja tidak harus punya kantor. Tidak harus punya atasan. Tidak harus berada di satu perusahaan. Tidak harus menerima slip gaji setiap bulan. Buktinya, banyak orang yang bekerja secara mandiri dengan kemampuannya, ia mendapatkan banyak penghasilan. Dan karena dulu saya tidak punya modal uang, maka saya hanya bisa memanfaatkan satu modal bawaan dari Tuhan yaitu Sumber Daya Manusia. Inilah modal pengamen…..

 Saya merasakan bekerja sebagai penulis itu sangat gampang. Cukup seonggok mesin ketik butut, lalu menggerakkan jari dan menulis, lantas dimuat di majalah. Modal mesin ketik itu pun saya dapatkan secara gratis hasil pemberian seorang teman. Tetapi harus diingat punya mesin ketik belum tentu merupakan jalan keluar bagi sukses menjadi seorang penulis. Menjadi penulis membutuhkan olah laku penghayatan kehidupan merenungi masalah-masalah, peka terhadap nilai-nilai, kerja keras dengan otak, akal budi, perasaan dan hati nurani.

Terkait dengan hal-hal teknis, misalnya harus punya komputer, punya laptop, punya mesin ketik, maka sebenarnya itu hal yang sekunder.  Saya tidak pernah berpikir serius soal-soal teknis karena itu soal paling gampang. Bisa nunut di kantor, di tetangga, di rumah pacar kalau punya pacar. Yang lebih esensial adalah berjuang agar bisa tekun dan menghargai proses mulai dari satu kata. Ini adalah soal-soal yang kualitatif sifatnya.

 Penulis itu seperti pengamen. Meski ada perbedaannya, Namur kesamaannya terletak pada kalau menjadi pengamen profesional maka dia akan menyanyi lagu yang indah diiringi dengan musik yang indah agar pendengarnya suka. Penulis juga begitu, tulislah dengan sebaik-baiknya agar pembacamu menyukainya.

 Pesan pribadi saya kepada patriot pemburu masa depan: berapa jam kerjamu dalam sehari-hari? Saya kini berusia 40 tahun lebih, dan justru karena itu saya tidur setelah subuh, kemudian pukul 07.00 pagi sudah siap ngamen: perang lagi dengan konsep, kalimat dan kata-kata.

Kalau direnung-renungkan secara lebih mendalam lagi modal saya menjadi penulis dan mencari nafkah sebenarnya  hanyalah sebagai berikut: saya ada karena anugerah Allah. Menyukai belajar dan bekerja keras. Dan keikhlasan Ibu saya dan Anda semua. Dengan tiga hal ini maka diri ini berkembang menyesuaikan dengan irama alam semesta.

Ada apa dengan alam semesta? Kita ketahui, semesta ini adalah medan energi yang sangat besar, medan energi inilah yang membuat alam terus bergerak, planet dan bulan melakukan rotasi dan revolusi, begitu juga dengan komet dan asteroid. Terjadi gravitasi antar partikel sehingga alam semesta ini terus menerus berkembang pesat.

Hidup adalah alam semesta itu sendiri. Hidup adalah berkembang, berubah dan terus berubah menyesuaikan dengan luapan energi yang hadir dari mana mana. Ia harus menampung semua yang ada di langit, planet, bintang, satelit, komet yang tersusun dalam galaksi-galaksi yang terus mengembang dalam satu tempat atau wadah yang jauh lebih besar dari pada langit yang mampu menampung langit itu sendiri.

Hidup memang tidak terdefinisikan sampai kapanpun. Sebagaimana kita yang tiada akan mampu memaknai diri dan hidup kita sendiri secara holistik dan sempurna. Imajinasi dan angan-angan kita tidak akan pernah berhenti. Seperti langit yang demikian luasnya yang tidak terhitung berapa banyak bintang di alam semesta ini dan banyak galaksi-galaksi yang belum ditemukan dan diberi nama?

Ahaiii.. apa ini artinya? Untuk hidup kita perlu bekerja. Bekerja bisa apa saja. Kebetulan saya memilih menjadi penulis. Menjadi penulis, mungkin juga menjadi apapun memerlukan etos kerja. Yaitu kesediaan untuk bekerja keras dan kejam kepada diri sendiri. Kreatif dengan sanggup bekerja maksimal dalam kondisi dan fasilitas yang minimal.

 Maka, ijinkan saya akan terus ngamen ngamen dan ngamen. Saya tidak perduli apa kata anda apakah lagu saya serak atau fals. Yang penting saya akan terus melangkahkan kaki untuk bekerja keras dan yang terbaik untuk hidup. Saya akan memanfaatkan semua yang saya miliki untuk mencari penghasilan. Bukankah Rasulullah secara simbolis mengajurkan kita untuk bekerja keras? ”Pergilah ke hutan, carilah kayu bakar. Itu lebih mulia daripada menjadi peminta-minta….”

 Karena Rasulullah sudah mengajurkan agar kita perlu masuk hutan ini maka kita tidak perlu ragu mencari rezeki yang halal yang diberikan Allah SWT kepada kita. Jadilah pejuang bagi dirinya sendiri dan lingkungan kita, sebab tidak ada perjuangan yang titik tujuan atau hasilnya bisa dipastikan.

Kalau Rasulullah yang menyuruh masuk hutan, kita tidak perlu memastikan dulu apakah di dalamnya ada buah yang dicari, ada harimau atau ular yang rnengancam atau tidak. Tidak perlu riset dulu berapa luas hutan, jenis tanahnya, atau ada warung atau tidak, ada pentas dangdut dan metal atau tidak. Kalau sudah jelas semuanya, baru melangkahkan kaki masuk hutan. Jangan seperti itu. Cukup ucapkan BISMILLAHIRROHMANIRROHIM dan langkahkan kaki untuk mencari rezeki yang halal. Insya alloh kita akan selamat!

Saya percaya Tuhan Maha Pelindung. DIA pun tidak sedang bermain dadu dalam penciptaan alam semesta termasuk mencipta diri saya. Semua sudah diletakkan pas dengan ukurannya.

Apakah kita akan takut mati gara-gara di hutan ada harimau? Apakah saya khawatir beriklan di blog milik sendiri nanti lantas dianggap komersialisasi idealisme sebagai manusia yang berjiwa sosial? Siapakah dirimu yang menakar dengan berani dan menilai dengan separuh mata itu? Bukankah itu sebentuk iri dengan proses yang sedang berjalan ini? Oh, manusia….setitik partikel yang tidak berarti di alam semesta karena dalam dadamu menyembul ujub riya iri dengki dan sombong.. Kemudian merasa mampu menilai Kebesaran Tuhan dan mengadili manusia …..Subhanallah….

 Sudah ah, mohon undur diri dulu sedulur… pengamen mau bekerja…..kulangkahkah kakiku yang rapuh… tinggalkan kota asalku…. jrennggg jrenggg jrengggg….

 @Wongalus, 2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, WONGALUS PENGAMEN | 139 Komentar

DUKA DI BUMI LANGITAN


 INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN. telah berpulang ke Rahmat ALLAH SWT, KYAI HAJI ABDULLAH FAQIH, Ketua Majlis Masayikh Pondok Langitan Widang Tuban Jatim, Selasa 28 Februari 2012, Petang JAM 19.OO WIB. 

================================

“GERAKKAN TANGANMU, MAKA AKAN AKU TURUNKAN REJEKI KEPADAMU,”

Di meja saya, terpampang potret beliau. Foto itu saya dapatkan ketika tahun 1999 saya ditugasi kantor redaksi yang berlokasi di Graha Pena Surabaya untuk meliput satu kasus yang terjadi di Tuban. Tak urung saat itu saya mampir untuk sowan ke Pondok Pesantren yang namanya sudah melegenda di seantero tanah air itu. Di situlah saya mendapatkan foto KH Abdullah Faqih, sosok yang disebut publik sebagai salah satu “kyai khos” dari sekian banyak Kyai Khos tanah Jawa.

Meski tidak sempat bertemu dengan Kyai Abdullah Faqih, namun saya sempat ditemui oleh seorang putra beliau di rumahnya. Ia sempat menceritakan sosok dan figur sang ayah kelahiran tahun 1932 yang pada hari Selasa petang 28 Februari 2012 ini dipanggil kehadirat Allah SWT tersebut. Menurut sang putra, tradisi kesederhanaan ulama sangat meresap ke dalam diri Kyai Abdullah Faqih. Ia tak segan mengurusi sawah dan kebunnya. Terkadang pula terlihat dirinya ngurusi toko dan urusan lainnya. “Setiap orang harus bekerja, sekaligus buat contoh santri dan masyarakat sekitar. Kalau seluruh waktunya hanya dihabiskan untuk mengajar dan mengajar saja, nanti dikira masyarakat seorang kyai itu sudah tak mengurusi urusan-urusan duniawiyah lagi. Gerakkan tanganmu maka aku (Allah SWT) akan turunkan rezeki kepadamu” kata KH Abdullah Faqih menyitir hadits Qudsi pada suatu ketika.

Terkait dengan kondisi bangsa saat ini, melalui putranya itu, Kyai Abdullah Faqih terbiasa mewasiatkan agar setiap orang di negeri ini segera melakukan taubat nasuha baik secara pribadi maupun secara berjamaah. “Tidak perlu ribut dan beramai-ramai. Lakukanlah berzikir sendiri-sendiri dengan memperbanyak bacaan istighfar,” ujar KH Abdullah Faqih sebagaimana yang dijelaskan sang putra. Menurut KH Abdullah Faqih, jika setiap orang mau mengakui dosa-dosanya dengan memperbanyak beristighfar, insya Allah negeri ini akan aman sentosa. Seperti yang tertera dalam al-Qur’an, bahwa Allah tidak akan menimpakan azab bagi suatu kaum, selama kaum tersebut mau melakukan istigfar,” ujar sang putra mengingat pesan-pesan almarhum.

Setiap bencana, dalam pemahaman Kyai Faqih ada dua maksud; sebagai peringatan atau untuk peningkatan derajat. Sementara musibah beruntun yang menimpa bangsa ini, kita perlu merenungkan apakah untuk meningkatkan kualitas bangsa ataukah karena banyaknya dosa-dosa yang dilakukan. “Kalau melihat lahiriahnya, bangsa Indonesia itu sudah terlalu kebanyakan maksiat,” kata sang putra. Kesederhanaan kyai Abdullah Faqih sangat lekat hingga akhir hayatnya. Meskipun tak sedikit tokoh penting di negeri ini sowan kepadanya, namun dirinya merasa cukup. Ia tinggal di sebuah rumah berdinding papan, serta lantai rumah dari tegel biasa dan meja kursi yang seadanya yang berada di tengah Ponpes Langitan.

Dikisahkan putra tersebut, sejak kecil Ketua Majlis Masayikh Pondok Langitan ini dihabiskan di lingkungan Pondok Langitan bersama saudara-saudaranya untuk belajar ke ayahandanya Kyai Abdul Hadi. “Kamu cukup mengaji saja. Sebab kalau sekolah, kamu mesti akan pula meninggalkan pondok. Padahal jika pesantren itu sudah ditumbuhi ilalang, akan sulit sekali merawatnya. Ia akan menjadi sepi santri dan ditumbuhi semak belukar,” kisahnya menirukan ucapan Kyai Abdul Hadi sang kakek. Simbah buyut yang tak lain pendiri Ponpes Langitan memiliki kewaskitaan bahwa yang bisa untuk meneruskan tongkat estafet mengasuh pondok adalah kyai Abdullah Faqih. Oleh karenanya, kyai Abdullah faqih diberi amanah agar belajar mengaji dan tidak perlu sekolah.

Di usianya yang relatif muda, 15 tahun ia sudah bisa menguasai kitab kuning. Di saat itulah Kyai Faqih mulai mengajar para santri. Saat itu sebenarnya masih ingin nyantri di pondok lain, tetapi sang ayah Kyai Abdul Hadi tetap melarang lantaran ilmunya dirasa belum cukup. Pada tahun 1950-an, Kyai Abdullah Faqih nyantri ke pondok pesantren Lasem Jawa Tengah pada Mbah Kyai Maksum yang tak lain ayaha Kyai Ali maksum Krapyak Yogyakarta. Ia juga berguru kepada Syeckh Masduqi yang lama tinggal di Mekkah, Kyai Baidlowi ayah dari kyai Hamid Baidlowi dan juga ngaji kepada Kyai Mansur. Selama dua tahun setengah Kyai Faqih menjalani kehidupan di Pondok Lasem. Setelah pulang ke rumah halaman, dirinya justru merasa tak kerasan. Itulah yang mendorongnya untuk berangkat nyantri ke Pondok Senori Tuban. Di sini dirinya diasuh langsung oleh Kyai Abu Fadhol yang telah banyak mengarang kitab kuning.

Selepas dari Tuban, Kyai Abdullah Faqih pulang dan mendirikan madrasah formal bersama pamannya Kyai Ahmad Marzuki. Bagi santri yang tamat madrasah enam tahun ini, mereka harus menguasai kitab kuning dan hafal Alfiyah. Melihat lulusannya yang cukup menggembirakan, lalu didirikanlah lanjutannya berupa sekolah Mu’allimin 3 tahun. Meskipun publik masyarakat menilai Kyai Abdullah Faqih termasuk kyai khos yang ilmu agamanya sangat mumpuni, namun dirinya masih merasa haus ilmu dan masih ingin nyantri kembali ke pondok lain. Namun lantaran kesibukan di pondok terpaksa harus mengurungkan niatan tersebut. Lebih-lebih setelah Kyai Marzuki pergi ke tanah suci di tahun tahun 1953, sehingga Kyai Faqih menggantikan sepenuhnya tugas-tugas beliau. Untuk menuruti keinginannya itu, setiap tahunnya dirinya selalu pergi ngaji bulanan dengan cara sowan ke beberapa Kyai Sepuh lain. Dalam mengelola pondok pesantren, Kyai Faqih senantiasa berpegang pada wejangan kyai-kyai sepuh yang telah turut membimbingnya. Seperti wejangan dari Mbah Kyai Maksum agar orang itu jangan sampai nggak mengajar. Sementara dari kakeknya Kyai Khozin, selalu menekankan agar dalam mengajar suatu kitab itu jangan sampai tidak selesai.

Jumlah yang ngaji anak berapa pun harus tetap diajarnya secara sungguh-sungguh. Ayahandanya sendiri pernah mencontohkan bagaimana memegang amanat tersebut. Pada zaman agresi Belanda, santri pondok Langitan pernah bubar sama sekali. Tak satupun santri yang berani tetap tinggal di sana. Dalam kondisi semacam itu, Kyai Abdul Hadi tetap melanjutkan ngajinya. Tak pernah sama sekali meliburkan pengajian yang ada. Padahal waktu itu yang ngaji cuma Kyai Abdullah Faqih bersama dengan sepupunya. Dan kalau malam terpaksa memakai lampu oblek, karena situasi peperangan yang mencekam. Itulah tekad Abdullah Faqih untuk memperjuangkan agama. Untuk menghidupkan agama itu, nggak ada lain kecuali ilmu agama. Tidak bisa agama itu dikembangkan melalui jalan selain ilmu.

“Motor nggak bisa jalan kalau tak diisi bensin terlebih dahulu. Nah, jika ada motor yang bisa jalan padahal nggak ada bensinnya, berarti motor tersebut didorong,” ujar KH Abdullah Faqih sebagaimana yang dituturkan sang putra. AL FATIHAH TERKIRIMKAN UNTUK MU, GURU KITA SEMUA…..

@Wongalus, 2012

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 145 Komentar

MAHABAH SURAT YUSUP


radenwangsaprana@yahoo.co.id

Asalamualaiku ki wong alus,ijin saya nitip setetes ilmu pengasihan ..mga brmanfaat bgi para sedulur

Puasa 3 Hari
Ilahadrotin Nabiyil Mustopa Syaidina Muhamadin Saw Alfatiha 1x
Wa Khususon Ila Hadrotin Sulthonil Auliyai Syeh Abdul Qadir Jaelani Wa Silsilathim Raden Wangsa Prana Wa Ila Bpa Hermanto Wa Ila Ustad Tubagus Cilik Trah Kesepuhan Pandeglang Banten Alfatiha 3x
Idzhola Yusufi Li Abihi Ya Abati Ahadan Asyaro Kaukabau Wa Samsa Wal Qomaro Roaituhum Li Sajidin 41x

RASISINARA RASA AING RASA SINARA JABANG BAYI JABANG BAYU MANGKA WELAS MANGKA ASIH KA BADAN RAGA AWAKING
LAILAHAILLAH MUHAMAD ROSULLULAH 1X

walaikum salam w w
mhon d bnarkan bla tulisan y salah.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 78 Komentar

SPIRITUAL ODYSSEY DI MATA SAYA: SEBUAH KESAKSIAN


Oleh: Ki Juru Suling

Assalamualaikum, wr wb. Begitulah, sahaya yang hina dan hanya juru suling ini dihubungi oleh sedulur tua, Ki Wong Alus. Intinya meminta sahaya untuk membantu Pelatihan Spiritual yang akan diselenggarakannya. Membantu, katanya. Dan bagi sahaya kata “membantu” ini melahirkan multi tafsir yang lumayan bobotnya. Apalah arti seorang juru suling dalam pelatihan dengan tema, yang menurut sahaya, sangat misterius ini. Ditambah lagi kehidupan spiritual sahaya yang compang-camping dari muda “akibat pergaulan bebas” dengan filsafat-filsafat barat. Dan Ki Wong Alus sudah tahu itu tetapi masih juga mengajak yang akhirnya sahaya menyanggupi untuk membantu. Apalagi sahaya sudah kenal lama dengan Wong Alus, sejak persamaan nasib sebagai anak debu jalanan yang membuat kami berdua harus mengaduk-aduk jalanan demi eksistensi.

17 Februari 2012, pukul 17.30 wib, akhirnya dengan modal celana hitam, baju hitam untuk Ngaben dan Destar hitam sahaya ikut dalam rombongan peserta pelatihan ini. Bersama sahaya juga turut membantu sedulur Mas Nazuddin dan Mbah Sarip. Bus akhirnya meluncur meninggalkan Balai Diklat Sidoarjo setelah beberapa penjelasan dari Wong Alus dan jeprat-jepret para peserta dengan spanduk. Kursi penumpang yang 54 orang itu dikepras separoh, membuat bagian belakang bus lebih longgar dan lega. Bagian itu digelari tikar untuk istirahat dan diskusi. Waktu berangkat dibagian belakang duduk bersila Ki Wong Alus, Mas Tajudin, Mbah Sarip dan sahaya sendiri. Tak lama kemudian sedulur Ariyanto dari Bekasi bergabung dengan kami. Percakapan tambah gayeng. Hanya sayang tidak ada singkong rebus dan kopi tubruk.

Adzan Maghrib terdengar dan bus kami masih bergeleng-geleng di jalanan Mojokerto. Arloji menunjukkan 18.30 ketika bus berhenti disebuah mini market untuk peserta belanja.

Akhirnya bus memasuki gerbang menuju situs Trowulan untuk menuju Candi Tikus. Sayangnya kami tidak bisa menjemput sedulur Henry dari Magelang yang dari sore sudah berada di Pendopo Agung. Akhirnya sedulur itu menyusul kami dengan ojek. Mohon maaf sedulur Henry.

 Menyerap Energi Purba Batu Candi Tikus

Candi Tikus dalam selimut kelam. Bias lampu jalan yang merkuri itu belum mampu membuat rongga-rongga menembus aura misterius Candi Tikus. Situs ini adalah sebuah kolam pemandian dalam komplek kraton Majapahit yang baru diketemukan tahun 1914 kala Mojokerto diserang wabah pes. Tikus-tikus itu bersarang disebuah gundukan tanah, dan ketika dibongkar menyembulkan bata yang tertata sebagai candi.

Pukul 18.45 para peserta memasuki area candi yang kedalamanya kurang lebih 2 meter dari permukaan tanah. Sunyi saja perjalanan ini, hanya bisik satu dua peserta yang terdengar. Karena ini adalah perjalanan spiritual purba bukan bertujuan untuk melancong. Beberapa peserta membawa senter, panitia sendiri menggunakan 5 batang lilin yang ditaruh dalam 5 biji kendil (baskom kecil dari tanah liat). Kendil-kendil itu juga yang menerangi peserta yang melakukan meditasi menyerap energi batu candi ditingkahi denting kuningan dan suling yang sayup-sayup. Selanjutnya ditempat yang sama (kolam kecil dengan makara Mahameru) peserta melakukan meditasi gerak Amertha yang bertujuan mengeksplorasi gerak sejati manusia.

Acara di Candi Tikus selesai. Beberapa peserta mengambil momentum dengan saling foto.

Pendopo Agung Trowulan

Bus  meluncur menuju Pendopo Agung Trowulan yang dulunya adalah kraton Majapahit. Dihalaman pendopo Beberapa anak muda setempat yang sedang kongkow sambil menggeber motornya. Mereka sedikit terkejut melihat kami yang turun dari bus. Dan anak-anak itu bubar.

Pukul 19.45, Pendopo Agung Trowulan tampak temaram. Berhelai-helai kabut mengerubuti lampu-lampunya. Pintu gerbang berbentuk Candi Bentar menyambut kami dan dibaliknya tertancap sebuah payung emas susun tiga yang menaungi sosok tinggi besar hitam membawa gada diatas batu. Sosok itu hanya kelihatan siluetnya. Sedulur Bumi Awang-awung dari Bojonegoro tiba-tiba berseru “Sosok ini..sosok ini yang tadi saya lihat di Candi Tikus, beliau siapa, mas?” sambil memandang sosok tersebut. Setelah diberitahu bahwa itu adalah patung Raden Wijaya Pendiri Majapahit, sedulur dari Bojonegoro itu mangut-mangut tanpa melepas pandang dari patung tersebut.

Para peserta melakukan sholat yang dilanjutkan makan malam digelaran tikar dalam Pendopo Agung Trowulan. Panitia menyiapkan peralatan untuk acara materi dan prolog. Setelah persiapan itu selesai sahaya dan Mbah Sarip berjalan ke belakang Pendopo Agung Trowulan, dimana terdapat Batu Gajah (Tiang pengikat kekang gajah), makam penduduk sekitar dan petilasan tempat Raden Wijaya bertapa serta pengucapan Sumpah Amukti Palapa oleh Mahapatih Gajahmada. Kami kembali ke Pendopo Agung setelah melihat kondisi sekitar dan Mbah Sarip melakukan meditasi singkat di petilasan tersebut.

Acara telah dimulai, aroma dupa membumbung berayun-ayun, sahaya mendapat kehormatan memberikan prolog tentang hubungan pelatihan dengan situs-situs kerajaan tua serta beberapa fragmen singkat sejarah Majapahit. Materi inti dimulai. Ki Wong Alus menjabarkan tentang pengertian energi, pemusatan energi, pembangkitan energi sampai dengan hubungan energi dengan cipta, rasa dan karsa. Acara diakhiri dengan dengan meditasi gerak Amertha diiringi suara Sujiwo Tejo dan Kidung Rumekso Ing Wengi. Selanjutnya Ki Wong Alus berbicara tentang hakekat doa, jenis doa, dan bagaimana sikap agar doa diterima. Dalam sesi ini peserta menuliskan harapan-harapannya masing-masing yang dibacakan dan dibahas oleh Ki Wong Alus diakhir acara. Malam menunjukkan pukul 23.15 wib.

 Aura Magis Di Petilasan Raden Wijaya dan Gajah Mada

Acara di Pendopo Agung Trowulan usai. Peserta berjalan ke belakang menuju petilasan. Setelah melewati gerbang belakang pendopo kami disergap suasana yang sunyi. Udara malam sangat mengigit. Jalan paving itu hanya diterangi sebuah lampu neon berjarak 50 langkah. Untuk sampai dipetilasan itu kami melalui Batu Gajah yang berdekatan dengan gerbang makam penduduk sekitar. Ya, petilasan itu terletak di tengah makam umum. Terkepung oleh puluhan batu nisan yang menyembul diantara remang-remang lampu. Jarak petilasan dengan gerbang makam hanya 30 langkah. Aura magis langsung menyeruak.

Petilasan itu sendiri berupa bangunan utama yang pintunya terkunci, pendopo kecil , pintu gerbang  dan taman kecil. Aroma dupa yang dibakar pengunjung sebelum kami masih mengambang di udara. Beberapa peserta mengheningkan cipta dengan sikap berdiri mengapurancang. Sedulur dari Kediri, Ibu Dessy melakukan meditasi diam bersila di depan pintu petilasan. Ki Wong Alus berdiri agak jauh disebelahnya.

Suara binatang malam bersahutan. Sesekali angin semilir mengusap-usap. Jam menunjukkan 23.40 wib, peserta mulai meninggalkan petilasan menuju bus ke. Tambak Segaran.

Kabut Berpusar Di Tambak Segaran

Kami tiba di Tambak Segaran, sebuah situs tua berbentuk kolam bujur sangkar dengan batu bata kuno yang berfungsi sebagai lantai sekaligus plengsengan (dinding penguat). Pada jam segini terlihat belasan pemancing di areal kolam. Bandul fosfor mereka memantulkan cahaya di air. Dari beberapa ponsel mereka terdengar musik house remix. Sama dengan anak-anak muda di Pendopo Agung, mereka juga terkejut melihat rombongan kami, gerombolan anak-anak tua yang membawa kendil dan dupa.

Acara pun dimulai. Kendil dikumpulkan disatu tempat bersama dengan bunga dan dupa. Peserta tenggelam dalam meditasi setelah Wong Alus mendentingkan kuningan. Mereka bersila menghadap kolam. Tidak ada musik. Sesekali angin menderu di telinga. Satu dua kecipak ikan dalam air. Bayangan lampu jalan terpantul dari air kolam. Dan peserta makin terhisap dalam sunyi. Beberapa saat satu-persatu peserta melempar segengam bunga pada kolam. Wong Alus melengkingan suara kuningan, tanda bagi peserta untuk mengakhiri meditasi.

Semua peserta membuka mata. Semua mata menyaksikan sebuah garis hitam diair yang melingkar + 5 meter didepan peserta. Kabut diatas kolam juga membentuk pusaran serupa. Fenomena itu kami nikmati beberapa lama hingga Wong Alus mengajak rombongan untuk menziarahi makam Putri Campa dan Prabu Brawijaya V yang letaknya tak jauh dari makam. Namun fenomena itu membuat sedulur Bumi Awang-awung enggan bangkit dari meditasi sampai Wong Alus membangunkannya.

 Kelebat Bayangan Di Makam Putri Campa

Kami memasuki gapura yang mengandung arsitektur China. Dibaliknya terdapat meja penjaga dengan buku tamu diatasnya. Namun waktu kami tidak ada penjaga duduk disana. Dibelakang meja terdapat bangunan musollah yang juga berfungsi sebagai pesanggrahan, tampak beberapa peziarah menginap disana. Disebelah bangunan itu terdapat toilet untuk umum. Kedua bangunan tersebut dinaungi pohon beringin besar.

Untuk sampai ke makam kami memasuki sebuah lorong sempit berlantai paving dan memasuki gerbang kedua. Dibalik gerbang ini terdapat sebuah kumpulan makam tua dengan beberapa nisan ditutupi kain mori. Memasuki gerbang ketiga baru kami sampai pada makam Putri Campa dan Prabu Brawijaya V yang bernaung dibawah joglo. Makam kedua tokoh itu berjejer dan nisannya tertutup kain putih. Diareal itu tampak seorang peziarah laki-laki.

Kami duduk bersimpuh mengelilingi makam yang penuh tumpukan bunga itu. Aroma bunga membumbung diudara. Beberapa peserta meditasi sambil menyentuh dinding makam. Sebagian peserta berdoa, sebagian lagi menekur mengheningkan cipta. Sementara Ki Wong Alus meditasi berdiri mengapurancang di ujung makam.

Arloji menunjuk angka 00.45. cahaya remang-remang makam dan suara binatang malam melebur menjadi teaterikal sunyi. Tidak ada suara dari peserta. Suasana makin terhisap dalam keheningan. Total. Juga ketika satu persatu peserta meninggalkan makam. Tidak ada suara selain langkah kaki yang melangkah hati-hati.

Beberapa sedulur menundukkan kepala berpamitan pada penghuni makam dan menyusul teman-teman yang lain. Tinggallah sahaya dengan sedulur kita Pak Tansya. Ah..rupanya sedulur kita ini minta diabadikan momen ini. Sedulur ini bersimpuh di sisi makam dan sahaya potret dengan handycamnya. Namun karena suasana yang kurang cahaya akibatnya sesi pemotretan itu kami ulangi beberapa kali.

Kami berdua keluar makam dan mendapati Ki Wong Alus berdiri Mendampingi beberapa orang bermeditasi dan menyentuh sebuah makam. Dan pak Tansya berlari kecil kearah mereka, kembali memimnta momen itu diabadikan. Yaa..ya..ya..sedulur dari Buton ini sangat bersemangat dalam segala hal. Bahkan menurut saya hanya sedikit peristiwa dalam hidup yang mampu membuat beliau sedih. Semoga tuhan selalu memberkatinya sedulur yang selalu ceria itu.

Kami keluar melalui gerbang kedua, menyusuri lorong dan menjumpai Andri Kurniawan (pemilik travel yang kami gunakan) bercengkrama dengan juru kunci makam ini, seorang ibu separoh baya yang terkantuk-kantuk. Satu dua orang peserta menuju toilet. Ki Wong Alus berdiri berbicara dengan sedulur dari Kebumen dibawah pohon beringin tua. Bumi Awang-Awung berkali-kali menoleh, merasa melihat kelebat bayangan yang berlari diantara pohon dan sela-sela nisan. Pak Jaffar, Sedulur dari Lampung berkata bahwa tubuhnya merasa berat,” seperti ada mahluk yang mau ikut” katanya. Dan masalah ini diselesaikan oleh Ki Wong Alus. Bumi Majapahit, 18 Pebruari 2012, pukul 01.15 dini hari. (BERSAMBUNG).

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA, =SPIRITUAL ODYSSEY= | 96 Komentar

AJI PENGASIHAN SUKSMONINGRAT SEJATI


wongalus

Lakunya menjalani kholwat di tempat-tempat yang sepi selama 3 atau 7 hari, mengusahakan untuk tidak tidur dan apabila tertidur maka diupayakan untuk segera bangun kembali. Diupayakan untuk senantiasa terjaga dan mengingat sebanyak-banyaknya kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetap melakukan sholat fardhu dan mengurangi makan dan minum air putih hanya ketika sangat haus. Mantra ini dibaca usai sholat fardhu…..

SUKMONINGRAT SEJATI IMAN SUCI SUKMO SEJATI SEJATI SIRO TANGIYO REKSANEN AKU ISIKU ILAT KUMOLO, PARINGONO ASMORO NABI YUSUF LAN ASMORONE PORO NABI KABEH, SUKSMO CAHYO KANG LUNGGUH ING ATI LAN SANG ADI CAHYO KANG LUNGGUH ING MAKRIFAT DADEKNO AKU AKU LANANG SEJATI

Mantera diatas dibaca usai sholat sebanyak 3 X

Usai melakukan riyadhoh tirakat tersebut maka insya alloh ilmu sudah anda miliki.
Apabila ingin mempraktekkannya, maka baca mantra dibawah ini sambil memegang foto target.

SUKMONINGRAT SEJATI, IMAN SUCI SUKMO SEJATI, SEJATI SIRO TANGIYO REKSANEN AKU, ALING ALINGONO AKU, ASMORO WULAN RAH IKU, ISI ILAT KUMOLO, YEN SIRO WERUHO KAPILENG KEP ASIKEP ASMORO MIWAH NABI YUSUF CAHYOKU SEDYA SEDYANE NABI KABEH, IDEP KEDEP SI ……………(NAMA TARGET)………MARING AKU, SUKSMO CAHYO KANG LUNGGUH ING ATI KENAKNO KANG MARI KANGEN, SANG ADI CAHYO KANG LUNGGUH ING MAKRIFAT, KENAKNO KANG NGARUNGU PAIMAMAN YO AKU LANANG SEJATI.

Lihat reaksi target dalam satu atau dua minggu, target akan menyayangi anda dengan sepenuh hati. Mohon tidak untuk main-main dan kedewasaan mental spiritual diperlukan agar tidak ada penyalahgunaan ilmu.

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 155 Komentar

DAUN AKAN TERLIHAT SEPERTI UANG?


Beberapa saat yang lalu saya mendapat SMS dari seorang sedulur yang mengaku menjadi korban penipuan oknum sebut saja Mbah X dengan dalih mengajari amalan daun menjadi uang. Hati-hati….

Banyak amalan yang aneh-aneh dan menggiurkan yang ditulis oleh sedulur-sedulur para penghobi dunia supranatural di blog blog. Tulisan yang berisi tentang kerejekian juga tidak pernah sepi dari komentar dan tanggapan. Kami mohon sedulur BERHATI HATI TERHADAP PENIPUAN OKNUM YANG MENGAKU BISA MERUBAH DAUN JADI UANG DAN MENAWARKAN JASA PENGGANDAAN UANG. TIDAK ADA YANG INSTAN DI DUNIA INI DAN SEMUA BUTUH PROSES YAITU KERJA MEMERAS KERINGAT DAN MEMUTAR OTAK UNTUK MENDAPATKAN PENGHASILAN.

Berikut salah satu contoh amalan yang biasanya digunakan sebagai jalan awal penipuan. Kemudian karena amalan itu terbukti tidak mendatangkan hasil maka, seorang pengamal jelas merasa perlu untuk berkonsultasi kepada Mbah X. Dan Mbah X kemudian meminta pengamal untuk mentransfer sejumlah uang sebagai dalih beli ini dan itu.

Untuk memiliki amalannya unik ini Mbah X menganjurkan memulai Riyadhoh sebagai berikut:
1. Berpuasa mutih 7 hari mulai Selasa
2. Saat berpuasa selesai sholat fardu membaca:

YA SYAMKHITSA 3X, YA TAMLIKHO 3X, YA BARIIU YUBAWWISA 3X, TSUMMA INQOLABATIL AHJARU WA IN QOLABATIL ASYJARU WA IN QOLABATIL ARDUUNA WA IN QOLABATI AS SAMAWATU WA IN QOLABATI AL-LAUHU, WA IN QOLABATI AL KURSIYYU, WA IN QOLABATI AL ‘ARSYU, WA IN QOLABAT ASY-SYAMSU WA INNAHUM ILA ROBBIHIM LA MUNQOLIBUUNA, YA TOLASTUUSYIN YA TOLATSUSYIN IDZHABUUBI QOLBI AD DINARI KAMA INQOLABA AL LAILU WA AN NAHARU YA KHOTIFAL ABSORI IKHTIFAL ABSORO BI HAQQI JIBROILA WA MIKAILA KABIRIKUM WA ISROFILA YASUQUKUM, WA ‘IZROILA YAJMA’UKUM AN TASHARUU A’YANA AN NADZIRINA (7x).

Usai puasa X kemudian menganjurkan agar mempraktikkan amalannya dengan cara ambil daun dan baca 7 X dan tambahi dengan doa ini: KUN DAROHIMA MUSAKKAKA FI ‘AINI AN NAASI (1 x) kemudian ditiupkan lembar demi lembar daun.  

Lalu daun digunakan untuk membeli barang atau benda. Penjual mengira daun tersebut sudah jadi uang.

CATATAN:
INI HANYA SEKEDAR CONTOH AMALAN YANG BELUM DIUJI DAN TIDAK ADA JAMINAN DAUN AKAN TERLIHAT SEPERTI UANG. TULISAN INI BUKAN PENGUJAZAHAN DAN HANYA SEKEDAR INFORMASI AGAR KITA SEMUA HATI-HATI. LEBIH BAIK MEMAHAMI DAN TAHU DARIPADA TIDAK TAHU KEMUDIAN JADI KORBAN PENIPUAN. NAMUN KALAU ANDA KEBETULAN JADI KORBAN SEGERA LAPOR KE POLISI.@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 271 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.