PINTU AMPUNAN ALLAH SWT

PINTU AMPUNAN ALLAH SWT


== Ryan ==

Sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahawa iblis itu dulunya adalah ahli ibadah bahkan disebut al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, pada langit yang keduanya disebut az-Zahid. Pada langit ketiga, namanya disebut al-Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al-Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi. Pada langit keenam namanya disebut al-Kazin. Pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Lauh Mahfudz, namanya ialah iblis.

Karena kedekatannya dengan Allah SWT itulah,  iblis diperintahkan Allah S.W.T untuk sujud kepada Adam. Namun sayangnya iblis ingkar dengan berkata bahwa  dia lebih baik daripada Adam karena dibuat dari api  sementara Adam terbuat dari tanah.  Allah S.W.T menjawab ingkarnya iblis itu dengan menegaskan bahwa Dia berbuat sebagaimana yang dikehendaki NYA.

Kenapa iblis tidak mau sujud kepada Adam padahal perintah Allah SWT sangat jelas? Ternyata Iblis beranggapan dirinya lebih mulia sehingga enggan sujud kepada Adam. Iblis  yang sombong congkak malah berdiri tegak sampai saat semua malaikat yang bersujud kepada Adam itu selesai. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati  Iblis yang tidak sujud. Maka para malaikat bersujud lagi,  tetapi iblis tetap angkuh dan enggan sujud. Dia berdiri tegak dan memalingkan muka dari para malaikat.

Allah S.W.T pun murka..  Tuhan Yang Maha Kuasa itu dengan KUN nya merubahkan muka iblis yang semula sangat ganteng menjadi babi hutan. Kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajah. Lubang hidungnya terbuka seperti babi, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan jenggotnya hanya sebanyak tujuh helai. Begitu buruk wajah Iblis!!!

Tidak hanya itu, Allah SWT mengusirnya dari syurga, bahkan dari langit, juga dari bumi. Ia dilemparkan ke beberapa tempat di planet lain. Dia tidak masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi-sembunyi. Allah S.W.T melaknatinya sehingga ke hari kiamat karena dia menjadi kafir. Walaupun iblis itu pada sebelumnya sangat ganteng, mempunyai empat sayap, banyak ilmu, paling rajin beribadah serta menjadi kebanggaan para malaikat bahkan dia  adalah pemimpin para malaikat karubiyin, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan.

Dengan kemurkaan Allah S.W.T mengganjar iblis seperti itu, maka menangislah para malaikat termasuk malaikat Jibril dan malaikat Mikail. Allah S.W.T bertanya, “Apakah yang membuat kamu menangis?” Lalu mereka menjawab, “Ya Allah! Kami takut dan khawatir akan kemurkaanmu.”

Firman Allah bagi bermaksud, “Begitulah aku. Semuanya termasuk engkau berdua tidak akan aman dari kuasaku.”

Setelah diusir, maka iblis pun berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Syurga disebabkan Adam, dan aku tidak mampu menguasainya melainkan dengan ijin -Mu.”

Lalu Allah berfirman yang bermaksud, “Engkau tetap mampu menguasai  anak cucu Adam, namun tidak bagi para nabi karena mereka punya sifat maksum.”

Berkata lagi iblis, “Tambahkanlah kekuasaanku lagi “

Allah berfirman, “Tidak akan dilahirkan seorang anak kecuali kau mampu menguasainya,”

Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi kekuasaanku “

 Lalu Allah berfirman dengan maksud, “Hati manusia  adalah rumahmu, engkau berjalan di dalamnya sejalan dengan peredaran darah,”

Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi kekuasaanku”

Maka Allah berfirman lagi : Manusia yang sedang berperang pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki akan minta tolong kepadamu. Dan bersekutulah dengan mereka untuk mencari harta, doronglah manusia  mereka mengusahakannya dengan cara haram.”

Anjurkan pula kepada mereka untuk membuat perantara-perantara, mendapatkan  anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan senggama dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syirik, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah kebatilan, pekerjaan yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jahat dan iblis menjanjikan sesuatu kemuliaan dan kesuksesan.

Dalam QR Isra ayat 64  dipaparkan bahwa sejatinya, janji janji Iblis kepada manusia itu semua adalah TIPUAN belaka. Meskipun tipu daya iblis itu sangatlah berbahaya dan hampir pasti manusia akan terbujuk oleh cerdasnya iblis melakukan tipudaya, manusia tidak perlu putus ada.

“… Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. Yusuf: 87)

 Berputus asa dari rahmat Allah SWT termasuk masalah yang sangat dibenci oleh Allah SWT dan sekaligus memperingatkan agar manusia jangan sampai berputus asa dari rahmat-Nya. Karena sifat ini akan menghancurkan segala harapan akan anugerah Allah. Masalah ini menjadi sarana bagi munculnya banyak dosa besar dan berpaling selama-lamanya dari Allah SWT. Orang yang tidak punya harapan akan pemberian Allah SWT bakal menutup pintu taubat bagi dirinya sendiri dan setiap harinya ia akan semakin jauh dari-Nya. Itulah mengapa Allah SWT dalam banyak ayat; secara langsung atau tidak memperingatkan hamba-hamba-Nya mengenai sikap putus asa dari rahmat ilahi.

 Allah SWT berfirman, Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. az-Zumar: 53)

Allah SWT dalam ayat ini menyebut terampuninya segala dosa yang ada pada manusia merupakan satu hal yang mungkin. Oleh karenanya tidak ada tempat untuk berputus asa.(1) Begitu juga dalam ayat 55-56 surat al-Hijr, para malaikat berkata kepada Nabi Ibrahim as, Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”. Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”.

Dari ayat 87 surat Yusuf yang disebutkan di awal pembahasan telah dinukil dari lisan Nabi Ya’qub as kepada anak-anaknya dapat dipahami bahwa sikap putus asa dari rahmat Allah SWT sama dengan kekufuran dan kesesatan. Hal ini dengan sendirinya menjadi peringatan serius tentang masalah putus asa dari rahmat ilahi.

Sesuai dengan ayat-ayat yang lain, disebutkan bahwa pengampunan dosa itu itu dapat dilakukan dengan syarat bertaubat, beriman dan memperbaiki diri. Hal ini disebutkan dalam ayat 119 surat an-Nahl, Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. @@@

Categories: PINTU AMPUNAN ALLAH SWT | 15 Komentar