WAWANCARA DENGAN NABI ISA

WAWANCARA GAIB DENGAN NABI ISA A.S


ASSALAMUALAIKUM YA NABI ISA. DAPATKAH KAU JELASKAN PERTAMA KALI MENDAPATKAN WAHYU? Kelahiranku sendiri sudah merupakan wahyu. Wahyu itu berkaitan dengan kenabianku. Aku sudah dinyatakan nabi sejak lahir. Jadi kelahiranku itu, adalah wahyu pertama dan kedua sekaligus.

LALU, WAHYU YANG PERTAMA ENGKAU SADARI SEPERTI APA?

Waktu itu aku masih kecil, usiaku baru tiga tahun. Ada seberkas cahaya yang masuk melalui kedua tanganku, yang kemudian menunjukkan berbagai keajaiban. Setiap yang aku inginkan terkabul. Ketika aku bertemu dengan seorang buta, dan aku usapkan kedua telapak tanganku ke kedua matanya seraya memohon ijin Allah, ternyata kedua matanya dapat melihat kembali. Saat ada orang sakit, kuusap dengan tanganku ternyata sakitnya sembuh.

BAGAIMANA DENGAN CERITA BAHWA ENGKAU TELAH MEMBAGIKAN SEPOTONG ROTI UNTUK RIBUAN UMAT DAN MEREKA KEBAGIAN TANPA KEKURANGAN. APA INI CERITA YANG BETUL?

Betul. Kekuatan yang diberikan Tuhan kepadaku memang luar biasa. Ketika aku berada di antara kaumku yang jumlahnya sekitar lima ribu orang, berkumpul di padang tandus yang tidak ada makanan. Pada saat itu kudapati sepotong roti, kemudian kubagikan pada seluruh umat yang hadir. Ternyata semua kebagian dengan porsi yang cukup. Tuhan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

KENAPA ENGKAU DIBERI KEKUATAN OLEH TUHAN, BUKANKAH ENGKAU TUHAN ITU SENDIRI?

Bukan. Aku bukan Tuhan. Aku manusia biasa sepertimu. Semua kekuatanku berasal dari Tuhan. Tuhan adalah Dzat yang tidak dapat dipersamakan. Dia Tunggal, Maha Kuasa. Jadi sekali lagi kukatakan, aku bukan Tuhan.

BISA NGGAK KALAU ENGKAU DIANGGAP SEBAGAI ANAK TUHAN?

Tidak. Aku anak Maryam. Tuhan tidak memiliki anak dan tidak diperanakkan.

AKAN TETAPI, HINGGA KINI UMATMU MENGANGGAP ENGKAU SEBAGAI TUHAN?

Itu kesalahan yang harus dibenarkan. Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku adalah Tuhan. Aku manusia biasa, seperti mud an orang lain. Hanya kelahiranku yang membedakan.

APAKAH ENGKAU TAHU BAHWA ENGKAU AKAN DISALIB?

Aku tahu dari murid-muridku. Mereka tahu bahwa ada rencana penyaliban terhadap diriku.

APA BENAR ENGKAU DISALIB?

Karena ada perbedaan pendapat tentang Tuhan antara ajaran yang kubawa dengan penguasa saat itu. Ceritanya mirip dengan kisah Nabi Ibrahim yang berselisih dengan Namruj tentang konsep Tuhan. Akan tetapi, perlu kamu ketahui bahwa aku tidak disalib. Memang ada proses penyaliban tapi bukan aku yang disalib.

LALU SIAPA YANG DISALIB?

Ketika rumah mulai dikepung, aku diangkap oleh Tuhan ke langit yang ketujuh. Sedangkan di antara murid-muridku, ada seseorang yang serupa dengan aku, dia murid yang setia. Namun muridku yang lain juga jadi korban penyaliban.

BERAPA ORANG YANG DISALIB?

Ada empat orang. Tiga orang disalib di bukit dan muridku yang serupa denganku disalib di lapangan.

BERAPA UMUR MU HIDUP DI DUNIA?

Umurku 35 tahun aku diangkat Allah.

APA PESANMU UNTUK UMATMU SEKARANG?

Bagi umatku, agar menjaga moral keagamaan. Jangan terlau banyak pendapat. Sekarang ini banyak orang berpendapat tentang Kanon tersembunyi, padahal itu tidak perlu. Sebaliknya, justeru menimbulkan kecenderungan munculnya paham baru yang sesat. Pendapat sekarang ini banyak yang kurang sahih, tidak sesuai dengan ajaranku sebagaimana mestinya. Terutama tentang ketauhidan.

***
Itulah sekelumit wawancara antara Argawi Kandito dengan Nabi Isa AS. Argawi Kandito masih seorang pelajar SMP asal Bandar Lampung kelahiran 6 Agustus 1994 yang dimuat dalam bukunya “BERJUMPA 26 NABI”.  Dia diberi kelebihan supranatural oleh Tuhan yaitu mampu mewawancarai 26 orang nabi dalam keadaan sadar dan terkontrol. Bagi banyak orang, pengalaman spiritual bertemu dan wawancana dengan para nabi adalah pengalaman yang luar biasa. Namun, bagi orang yang sudah “dibuka mata ketiga-nya” oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, maka pengalaman yang demikian tidaklah aneh. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan oleh Tuhan? Semuanya serba mungkin, termasuk memberikan kemampuan pada manusia apa yang tidak dikuasai dan diketahui sebelumnya. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama untuk selalu berusaha dekat dengan-Nya. Sang Maha Pencipta Yang Maha Esa agar kita selalu diberi-Nya hidayah dan petunjuk agar tidak salah arah dan sesat jalan. Tanpa petunjuk-Nya kita tidak akan mampu membebaskan diri dari keterbatasan akal dan hati kita. Akal yang tanpa disinari dengan cahaya hidayah/petunjuk justeru akan mengungkung kita di dalam kegelapan.  Untuk adik kita, Argawi Kandito. Terima kasih. Selamat berkarya dan terus belajar!

 

@wongalus,2010

 

Categories: WAWANCARA DENGAN NABI ISA | 20 Komentar