DIALOG SYEKH ABDUL QADIR AL JAELANI DENGAN ALLAH SWT


INI ADALAH DIALOG BATINIAH ANTARA ALLAH SWT DAN SULTHANUL AULIA SYEKH ABDUL QADIR AL JAILANI, YANG DITERIMA MELALUI ILHAM QALBI DAN PENYINGKAPAN RUHANI [KASYF MA’NAWI] DIMUAT DALAM RISALAH AL GHAUTSIYYAH. BERIKUT DIALOG TERSEBUT…

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Sang Penghapus Duka. Shalawat atas manusia terbaik, Muhammad. Berkatalah sang penolong agung, yang terasing dari selain Allah dan amat intim dengan Allah.

Allah SWT Berkata : “Wahai penolong agung! (nama panggilan kepada SYEKH ABDUL QADIR AL JAELANI RED.) ”
Aku menjawab : “Aku mendengar panggilan-Mu, Wahai Tuhannya si penolong.”

Dia Berkata : “Setiap tahapan antara alam Naasut dan alam Malakut adalah syariat; setiap tahapan antara alam Malakut dan Jabarut adalah tarekat; dan setiap tahapan antara alam Jabarut dan alam Lahut adalah hakikat.” 1

Lalu Dia berkata kepadaku : “Wahai penolong agung ! Aku tidak pernah mewujudkan Diri-Ku dalam sesuatu sebagaimana perwujudanKu dalam diri manusia.”

Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau memiliki tempat ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Akulah Pencipta tempat, dan Aku tidak memiliki tempat.”

Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau makan dan minum ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, makanan dan minuman kaum fakir adalah makanan dan minuman-Ku.”2

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, dari apa Engkau ciptakan malaikat ?”. Dia Berkata kepadaku : “Aku Ciptakan malaikat dari cahaya manusia, dan Aku Ciptakan manusia dari cahaya-Ku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Jadikan manusia sebagai kendaraan-Ku, dan Aku jadikan seluruh isi alam sebagai kendaraan baginya.”3

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, betapa indahnya Aku sebagai Pencari ! Betapa indahnya manusia sebagai yang dicari ! Betapa indahnya manusia sebagai pengendara, dan betapa indahnya alam sebagai kendaraan baginya.”4

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah Rahasianya. Jika manusia menyadari kedudukannya di sisi-Ku, maka ia akan berucap pada setiap hembusan nafasnya, ‘milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?’.”5

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tidaklah manusia makan sesuatu, atau minum sesuatu, dan tidaklah ia berdiri atau duduk, berbicara atau diam, tidak pula ia melakukan suatu perbuatan, menuju sesuatu atau menjauhi sesuatu, kecuali Aku Ada [Berperan] di situ, Bersemayam dalam dirinya dan Menggerakkannya.”6

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tubuh manusia, jiwanya, hatinya, ruhnya, pendengarannya, penglihatannya, tangannya, kakinya, dan lidahnya, semua itu Aku Persembahkan kepadanya oleh Diri-Ku, untuk Diri-Ku. Dia tak lain adalah Aku, dan Aku Bukanlah selain dia.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, jika engkau melihat seseorang terbakai oleh api kefakiran dan hancur karena banyaknya kebutuhan, maka dekatilah ia, karena tidak ada penghalang antara Diri-Ku dan dirinya.”7

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, janganlah engkau makan sesuatu atau minum sesuatu dan janganlah engkau tidur, kecuali dengan kehadiran hati yang sadar dan mata yang awas.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa terhalang dari perjalanan-Ku di dalam batin, maka ia akan diuji dengan perjalanan lahir, dan ia tidak akan semakin dekat dari-Ku melainkan justru semakin menjauh dalam perjalanan batin.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, kemanunggalan ruhani merupakan keadaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Siapa yang percaya dengannya sebelum mengalaminya sendiri, maka ia telah kafir. Dan barang siapa menginginkan ibadah setelah mencapai keadaan wushul, maka ia telah menyekutukan Allah SWT.”8

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa memperoleh kebahagiaan azali, maka selamat atasnya, dia tidak akan terhina selamanya. Dan barang siapa memperoleh kesengsaraan azali, maka celaka baginya, dia tidak akan diterima sama sekali setelah itu.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Jadikan kefakiran dan kebutuhan sebagai kendaraan manusia. Barangsiapa menaikinya, maka ia telah sampai di tempatnya sebelum menyeberangi gurun dan lembah.”9

Lalu Dia Berkatak kepadaku : “Wahai penolong agung, bila manusia mengetahui apa yang terjadi setelah kematian, tentu ia tidak menginginkan hidup di dunia ini. Dan ia akan berkata di setiap saat dan kesempatan, ‘Tuhan, matikan aku !’.”10

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, semua makhluk pada hari kiamat akan dihadapkan kepadaKu dalam keadaan tuli, bisu dan buta, lalu merasa rugi dan menangis. Demikian pula di dalam kubur.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, cinta merupakan tirai yang membatasi antara sang pencinta dan yang dicintai. Bila sang pencinta telah padam dari cintanya, berarti ia telah sampai kepada Sang Kekasih.”11

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Melihat Ruh-ruh menunggu di dalam jasad-jasad mereka setelah ucapanNya, ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu ?’ sampai hari kiamat.”

Lalu sang penolong berkata : “Aku melihat Tuhan Yang Maha Agung dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa bertanya kepadaKu tentang melihat setelah mengetahui, berrti ia terhalang dari pengetahuan tentang melihat. Barangsiapa mengira bahwa melihat tidak sama dengan mengetahui, maka berarti ia telah terperdaya oleh melihat Allah SWT.’”12

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, orang fakir dalam pandangan-Ku bukanlah orang yang tidak memiliki apa-apa, melainkan orang fakir adalah ia yang memegang kendali atas segala sesuatu. Bila ia berkata kepada sesuatu, ‘jadilah !’ maka terjadilah ia.”13

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Tak ada persahabatan dan kenikmatan di dalam surga setelah kemunculan-Ku di sana, dan tak ada kesendirian dan kebakaran di dalam neraka setelah sapaan-Ku kepada para penghuninya.”14

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Yang Paling Mulia di antara semua yang mulia, dan Aku Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tidurlah di sisi-Ku tidak seperti tidurnya orang-orang awam, maka engkau akan melihatKu.” Terhadap hal ini aku bertanya : “Wahai Tuhanku, bagaimana aku tidur disisi-Mu ?”. Dia Berkata : “Dengan menjauhkan jasmani dari kesenangan, menjauhkan nafsu dari syahwat, menjauhkan hati dari pikiran dan perasaan buruk, dan menjauhkan ruh dari pandangan yang melalaikan, lalu meleburkan dzatmu di dalam Dzat.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, katakan kepada sahabatmu dan pencintamu, siapa di antara kalian yang menginginkan kedekatan dengan-Ku, maka hendaklah ia memilih kefakiran, lalu kefakiran dari kefakiran. Bila kefakiran itu telah sempurna, maka tak ada lagi apapun selain Aku.”15

Lalu Dia Berkata : “Wahai penolong agung, berbahagialah jika engkau mengasihi makhluk-makhluk-Ku, dan beruntunglah jika engkau memaaafkan makhluk-makhluk-Ku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, katakan kepada pencintamu dan sahabatmu, ambillah manfaat dari do’a kaum fakir, karena mereka bersama-Ku dan Aku Bersama mereka.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Bersama segala sesuatu, Tempat Tinggalnya, Pengawasnya, dan kepada-Ku tempat kembalinya.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, jangan peduli pada surga dan apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara. Dan jangan peduli pada neraka serta apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara.”16

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, para penghuni surga disibukkan oleh surga, dan para penghuni neraka disibukkan oleh-Ku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sebagian penghuni surga berlindung dari kenikmatan, sebagaimana penghuni neraka berlindung dari jilatan api.”17

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa disibukkan dengan selain Aku, maka temannya adalah sabuk [tanda kekafiran] pada hari kiamat.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, orang-orang yang dekat mencari pertolongan dari kedekatan, sebagaimana orang-orang yang jauh mencari pertolongan dari kejauhan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sesungguhnya Aku Memiliki hamba-hamba yang bukan nabi maupun rasul, yang kedudukan mereka tidak diketahui oleh siapapun dari penghuni dunia maupun penghuni akhirat, dari penghuni surga ataupun neraka, tidak juga malaikat Malik ataupun Ridwan, dan Aku Tidak Menjadikan mereka untuk surga maupun untuk neraka, tidak untuk pahala ataupun siksa, tidak untuk bidadari, istana maupun pelayan-pelayan mudanya. Maka beruntunglah orang yang mempercayai mereka meski belum mengenal mereka.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, engkau adalah salah satu dari mereka. Dan di antara tanda-tanda mereka di dunia adalah tubuh-tubuh mereka terbakar karena sedikitnya makan dan minum; nafsu mereka telah hangus dari syahwat, hati mereka telah hangus dari pikiran dan perasaan buruk, ruh-ruh mereka juga telah hangus dari pandangan yang melalaikan. Mereka adalah pemilik keabadian yang terbakar oleh cahaya perjumpaan [dengan Tuhan].”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila seseorang yang haus datang kepadamu di hari yang amat panas, sedangkan engkau memiliki air dingin dan engkau sedang tidak membutuhkan air, jika engkau menahan air itu baginya, maka engkau adalah orang yang paling kikir. Bagaimana Aku Menolak mereka dari rahmat-Ku padahal Aku Telah Menetapkan atas Diri-Ku, bahwa Aku Paling Pengasih di antara yang mengasihi.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tak seorang pun dari ahli maksiat yang jauh dari-Ku, dan tak seorangpun dari ahli ketaatan yang dekat dari-Ku.”18

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila seseorang dekat kepada-Ku, maka ia adalah dari kalangan maksiat, karena ia merasa memiliki kekurangan dan penyesalan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, merasa memiliki kekurangan merupakan sumber cahaya, dan mengagumi cahaya diri sendiri merupakan sumber kegelapan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, ahli maksiat akan tertutupi oleh kemaksiatannya, dan ahli taat akan tertutupi oleh ketaatannya. Dan Aku Memiliki hamba-hamba selain mereka, yang tidak ditimpa kesedihan maksiat dan keresahan ketaatan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sampaikan kabar gembira kepada para pendosa tentang adanya keutamaan dan kemurahan, dan sampaikan berita kepada para pengagum diri sendiri tentang adanya keadilan dan pembalasan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, ahli ketaatan selalu mengingat kenikmatan, dan ahli maksiat selalu mengingat Yang Maha Pengasih.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Dekat dengan pelaku maksiat setelah ia berhenti dari kemaksiatannya, dan Aku Jauh dari orang yang taat setelah ia berhenti dari ketaatannya.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Menciptakan orang awam namun mereka tidak mampu memandang cahaya kebesaran-Ku, maka Aku Meletakkan tirai kegelapan di antara Diri-Ku dan mereka. Dan Aku Menciptakan orang-orang khusus namun mereka tidak mampu mendekati-Ku dan mereka sebagai tirai penghalang.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, katakan kepada para sahabatmu, siapa di antara mereka yang ingin sampai kepada-Ku, maka ia harus keluar dari segala sesuatu selain Aku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, keluarlah dari batas dunia, maka engkau akan sampai ke akhirat. Dan keluarlah dari batas akhirat, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, keluarlah engkau dari raga dan jiwamu, lalu keluarlah dari hati dan ruhmu, lalu keluarlah dari hukum dan perintah, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”

Maka aku bertanya : “Wahai Tuhanku, shalat sepert apa yang paling dekat dengan-Mu ?.” Dia Berkata : “Shalat yang di dalamnya tiada apapun kecuali Aku, dan orang yang melakukannya lenyap dari shalatnya dan tenggelam karenanya.”19

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, puasa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Puasa yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, dan orang yang melakukannya lenyap darinya.”

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, amal apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Amal yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, baik itu [harapan] surga ataupun [ketakutan] neraka, dan pelakunya lenyap darinya.”

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tangisan seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Tangisan orang-orang yang tertawa.” Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tertawa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Tertawanya orang-orang yang menangis karena bertobat.” Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tobat seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Menjawab : “Tobatnya orang-orang yang suci.” Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, kesucian seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Menjawab : “Kesucian orang-orang yang bertobat.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, pencari ilmu di mata-Ku tidak mempunyai jalan kecuali setelah ia mengakui kebodohannya, karena jika ia tidak melepaskan ilmu yang ada padanya, ia akan menjadi setan.”20

Berkatalah sang penolong agung : “Aku bertemu Tuhanku SWT dan aku bertanya kepada-Nya, ‘Wahai Tuhan, apa makna kerinduan [‘isyq] ?’, Dia Menjawab : ‘Wahai penolong agung, [artinya] engkau mesti merindukan-Ku dan mengosongkan hatimu dari selain Aku.’” Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, jika engkau mengerti bentuk kerinduan maka engkau harus lenyap dari kerinduan, karena ia merupakan penghalang antara si perindu dan yang dirindukan.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila engkau berniat melakukan tobat, maka pertama kali engkau harus bertobat dari nafsu, lalu mengeluarkan pikiran dan perasaan buruk dari hati dengan mengusir kegelisahan dosa, maka engkau akan sampai kepada-Ku. Dan hendaknya engkau bersabar, karena bila tidak bersabar berarti engkau hanya bermain-main belaka.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila engkau ingin memasuki wilayah-Ku, maka hendaknya engkau tidak berpaling kepada alam mulk, alam malakut, maupun alam jabarut. Karena alam mulk adalah setannya orang berilmu, dan malakut adalah setannya ahli makrifat, dan jabarut adalah setannya orang yang sadar. Siapa yang puas dengan salah satu dari ketiganya, maka ia akan terusir dari sisi-Ku.”

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, perjuangan spiritual [mujahadah] adalah salah satu lautan di samudera penyaksian [musyahadah] dan tela dipilih oleh orang-orang yang sadar. Barangsiapa hendak masuk ke samudera musyahadah, maka ia harus memilih mujahadah, karena mujahadah merupakan benih dari musyahadah dan musyahadah tanpa mujahadah adalah mustahil. Barangsiapa telah memilih mujahadah, maka ia akan mengalami musyahadah, dikehendaki atau tidak dikehendaki.”21

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, para pencari jalan spiritual tidak dapat berjalan tanpa mujahadah, sebagaimana mereka tak dapat melakukannya tanpa Aku.”

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sesungguhnya hamba yang paling Ku Cintai adalah hamba yang mempunyai ayah dan anak tetapi hatinya kosong dari keduanya. Jika ayahnya meninggal, ia tidak sedih karenanya, dan jika anaknya pun meninggal, ia pun tidak gundah karenanya. Jika seorang hamba telah mencapai tingkat seperti ini, maka di sisi-Ku tanpa ayah dan tanpa anak, dan tak ada bandingan baginya.”22

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, siapa yang tidak merasakan lenyapnya seorang ayah karena kecintaan kepada-Ku dan lenyapnya seorang anak karena kecintaan kepada-Ku, maka ia tak akan merasakan lezatnya Kesendirian dan Ketunggalan.”

Dia juga Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila engkau ingin memandang-Ku di setiap tempat, maka engkau harus memilih hati resah yang kosong dari selain Aku.” Lalu aku bertanya : “Tuhanku, apa ilmunya ilmu itu ?.” Dia Menjawab : “Ilmunya ilmu adalah ketidaktahuan akan ilmu.”

Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, berbahagialah seorang hamba yang hatinya condong kepada mujahadah, dan celakalah bagi hamba yang hatinya condong kepada syahwat.”

Lalu aku bertanya kepada Tuhanku SWT tentang mi’raj. Dia Berkata : “Mi’raj adalah naik meninggalkan segala sesuatu kecuali Aku, dan kesempurnaan mi’raj adalah pandangan tidak berpaling dan tidak pula melampauinya [ QS 53 : 17].” Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tidak ada shalat bagi orang yang tidak melakukan mi’raj kepada-Ku.”23

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, orang yang kehilangan shalatnya adalah orang yang tidak mi’raj kepada-Ku.”

KETERANGAN :
1. Alam Naasut adalah alam manusia, di dalamnya yang tampak adalah urusan-urusan kemanusiaan yang lembut dan bersifat ruhaniah. Alam Malakut adalah alam dimana para malaikat berkiprah melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Allah SWT. Alam Jabarut adalah alam gaib tempat urusan-urusan ilahiah yang menunjukkan hakikat daya paksa, kekerasan, kecepatan tindak pembalasan, dan ketidakbutuhan kepada segala sesuatu. Alam Lahut adalah alam gaib yang di dalamnya hanya tampak urusan-urusan ilahiah murni.

2. Yang dimaksud fakir disini bukanlah orang yang membutuhkan harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT.

3. Kendaraan di sini berarti sarana untuk menyampaikan seseorang kepada tujuan. Untuk tujuan tertentu, Allah SWT memanfaatkan manusia sebagai saranaNya, sementara manusia memanfaatkan alam sebagai sarana untuk mencapai tujuannya.

4. Allah SWT sebagai pencari sarana, memilih manusia – makhluk yang paling mulia – sebagai kendaraanNya. Betapa Agungnya Dia dan betapa terhormatnya manusia yang telah dipilihNya. Dan merupakan keagungan pula bagi alam karena telah dijadikan oleh manusia sebagai kendaraan yang membawanya kepada tujuannya.

5. Jika manusia mengetahui secara hakiki betapa tinggi kedudukannya dan betapa dekat ia dengan Allah SWT, maka ia akan merasa bahwa suatu saat nanti – karena kedekatan itu – Allah akan memberikan kekuasaanNya kepadanya. Karena itulah ia akan senantiasa menanti, kapan saat penyerahan itu tiba, dengan kalimat : “Milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?.”

6. Allah SWT selalu berperan dalam setiap gerak dan diamnya manusia.

7. Orang yang telah menyadari kefakiran dan kebutuhannya di hadapan Allah SWT, berarti ia telah memahami posisi dirinya terhadap Tuhannya. Sehingga tiada lagi penghalang antara dirinya dan Allah SWT.

8. Penyatuan ruhani antara makhluk dan Khaliq tidak akan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Jika seseorang belum mengalaminya sendiri, maka ia akan cenderung mengingkarinya. Dan orang yang mengaku telah mengalaminya padahal belum, maka ia telah kafir. Orang yang telah mencapai keadaan ini, tiada yang ia inginkan selain perjumpaan dengan Allah. Jika ia menginginkan hal lain, meski itu berupa ibadah sekalipun, dalam maqam ini, ia dianggap telah menyekutukan Allah dengan keinginannya yang lain.

9. Kefakiran dan kebutuhan merupakan sarana yang membawa manusia kepada kesadaran akan jati dirinya dan kebesaran Allah SWT. Orang yang telah sampai pada kesadaran semacam ini berarti telah sampai pada posisinya yang tepat tanpa harus menempuh perjalanan yang berliku-liku.

10. Kematian merupakan saat disingkapkannya hakikat segala sesuatu, dan perjumpaan dengan Tuhan adalah saat yang paling dinantikan oleh orang yang merindukanNya.

11. Cinta tiada lain kecuali keinginan sang pencinta untuk berjumpa dan bersatu dengan yang dicintai. Bila keduanya telah bertemu, maka cinta itu sendiri akan lenyap, dan keberadaan cinta itu justru akan menjadi penghalang antara keduanya.

12. Yang dimaksud mengetahui adalah melihat dengan mata hati. Jadi, di sini melihat sama dengan mengetahui.

13. Fakir dalam pandangan Allah SWT bukanlah orang yang tidak memiliki harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT, dan tidak memiliki perhatian kepada apapun selain Allah SWT. Orang seperti ini, kehendaknya sama dengan kehendak Allah SWT, sehingga apa yang ia inginkan untuk terwujud akan terwujud.

14. Keinginan dan kenikmatan terbesar manusia di alam akhirat itu hanyalah perjumpaan dengan Allah SWT. Maka kenikmatan di dalam surga dan kesengsaraan di dalam neraka tidak akan terasa jika dihadapkan pada kenikmatan perjumpaan dengan Allah SWT, meski itu hanya dalam bentuk sapaan belaka.

15. Kefakiran adalah suatu keadaan butuh. Jika seseorang tidak membutuhkan apa pun selain Allah, maka kefakirannya telah sempurna. Baginya, Yang Wujud hanyalah Allah SWT, tak ada selainNya.

16. Ini seperti ungkapan Rabi’ah Al Andawiyah : “Aku menyembah Allah bukan karena mengharap surga atau takut akan neraka, melainkan karena Dia memang layak untuk disembah dan karena aku mencintai-Nya.”

17. Penghuni surga berlindung dari kenikmatan agar mereka tidak terlena sehingga lupa akan kenikmatan yang paling besar, yakni perjumpaan dengan Allah SWT.

18. Maksudnya, walaupun seseorang termasuk ahli maksiat, Allah tetap dekat dengannya sehingga jika ia mau bertobat, Allah pasti menerimanya. Dan janganlah seorang yang taat menyombongkan diri atas ketaatannya, karena dengan begitu ia justru akan semakin jauh dari Allah. Memiliki perasaan kekurangan dan penyesalan itulah yang menyebabkan seseorang dekat kepada Allah.

19. Lenyap dari shalat bermakna bahwa niat dan perhatian si pelaku shalat hanya tertuju kepada Allah SWT. Fokusnya bukan lagi penampilan fisik maupun gerakan-gerakan, melainkan kepada makna batiniah shalat itu.
20. Ilmu yang sesungguhnya adalah yang ada di sisi Allah SWT, sementara ilmu yang kita miliki hanyalah semu dan palsu. Selama manusia tidak melepas kepalsuan itu, ia tidak akan menemukan ilmu sejati. Ilmu sejati tidak akan berlawanan dengan perbuatan. Setan adalah contoh pemilik ilmu yang perbuatannya berlawanan dengan ilmu yang dimilikinya.

21. Mujahadah adalah perjuangan spiritual dengan cara menekan keinginan-keinginan jasmani, nafsu, dan jiwa, agar tunduk di bawah kendali ruh kita. Musyahadah adalah penyaksian akan kebesaran dan keagungan Allah SWT melalui tanda-tanda keagungan-Nya di alam ini.

22. Kecintaan seseorang kepada anak atau orang tua semestinya tidak melebihi kecintaannya kepada Allah SWT. Ia harus menyadari bahwa orang tua maupun anak adalah anugerah Allah SWT yang bersifat sementara, dan cepat atau lambat ia akan berpisah dengan mereka. Maka seharusnya perpisahan itu tidak membuatnya gundah dan gelisah mengingat hal itu terjadi karena kehendak Allah SWT [ QS 80 : 34-37]

23. Dalam sebuah hadist, Nabi SAW berkata : “Shalat adalah mi’raj kaum mukmin.” Mi’raj berarti naiknya ruh menghadap Allah SWT meski jasad kita tetap berada di alam ini. Jika shalat seseorang belum membawanya kepada keadaan seperti ini, berarti ia belum melakukan shalat dengan sempurna.

@@@

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 81 Komentar

KUATNYA RIYADHOH SUFI BESAR SYBLI


Ia pernah menjadi gubernur. Demi mencari kebenaran Ilahiah, ia rela meninggalkan jabatan, lalu jadi pengemis, dan kelaparan menjadi jalan hidupnya….

Nama Abu Bakar Asy-Syibli banyak menghiasi berbagai kitab tentang sufi. Sufi besar ini tidak hanya dikenal dengan konsepnya tentang bagaimana menempuh jalan kerohanian, tapi juga terkenal karena kehidupannya yang unik. Harta berlimpah dan jabatan tinggi ditinggalkannya, demi memburu hakikat hidup dalam sufisme yang mendalam. Tak pelak kehidupannya yang unik memberikan inspirasi para peminat tasawuf bagi generasi-generasi berikutnya.

Nama aslinya adalah Abu Bakar bin Dulaf ibnu Juhdar Asy-Syibly. Nama Asy-Syibli dinisbatkan kepadanya karena ia dibesarkan di Kota Syibli di wilayah Khurasan, Persia. Ia dilahirkan pada 247 H di Baghdad atau Samarra dari keluarga yang cukup terhormat. Mendapat pendidikan di lingkungan yang taat beragama dan berkecukupan harta, ia berkembang menjadi seorang yang cerdas.

Di Baghdad ia bergabung dengan kelompok Junaid. Ia menjadi sosok terkemuka dalam sejarah Al-Hallaj yang menghebohkan. Ia dikenal karena perilakunya yang eksentrik, yang menyebabkan akhirnya menyeret dia ke rumah sakit jiwa. Ia meninggal dunia pada 334 H / 846 M dalam usia 87 tahun.

Mula-mula ia menempuh pendidikan agama dengan belajar fikih Mazhab Maliki dan ilmu hadits selama hampir 12 tahun. Kecerdasan dan keluasannya dalam ilmu agama membawanya masuk dalam lingkungan kekuasaan, sehingga sempat menyandang berbagai jabatan. Karirnya melesat, ia menduduki beberapa jabatan penting selama bertahun-tahun. Ia, antara lain, menjabat sebagai Gubernur di Provinsi Dermavend.

Dalam buku ajaran dan teladan para sufi, Dr. HM. Laili Mansur menulis:

“Bersama dengan seorang pejabat baru, Abu Bakar Asy-Syibli dilantik oleh Khalifah dan secara resmi dikenakan seperangkat jubah pada dirinya. Setelah pulang, di tengah jalan pejabat baru itu bersin dan batuk-batuk seraya mengusapkan jubah baru itu ke hidung dan mulutnya. Perbuatan pejabat tersebut dilaporkan kepada Khalifah. Dan Khalifah pun memecat serta menghukumnya.”

Asy-Syibli pun terheran-heran, mengapa hanya karena jubah seseorang bisa diberhentikan dari jabatannya dan dihukum. Tak ayal, peristiwa ini membuatnya merenung selama berhari-hari. Ia kemudian menghadap Khalifah dan berkata:

“Wahai Khalifah, engkau sebagai manusia tidak suka bila jubah jabatan diperlakukan secara tidak wajar. Semua orang mengetahui betapa tinggi nilai jubah itu. Sang Maharaja alam semesta telah menganugerahkan jubah kepadaku di samping cinta dan pengetahuan. Bagaimana dia akan suka kepadaku jika aku menggunakannya sebagai sapu tangan dalam pengabdianku pada manusia?”

Sejak itu ia meninggalkan karir dan jabatanya, dan ingin bertobat. Kisah pertobatannya menyentuh kalbu. Asy-Syibli mulai mengarungi dunia tasawuf. Ia berguru kepada sejumlah ulama sebagai pembimbing spritualnya. Antara lain ia juga masuk ke dalam kelompok spritual Khairal Nassaj. Belakangan ia juga berguru kepada beberapa sufi terkenal, seperti Junaid Al-Baghdadi – yang sangat mempengaruhi perkembangan kerohaniannya. Sufi masyhur yang cemerlang dalam berbagai gagasan tasawuf ini memang punya banyak pengikut.

Pertemuannya dengan Junaid Al-Baghdadi digambarkan oleh Fariduddin Aththar dalam kitab Tadzkirul Awliya. “Engkau dikatakan sebagai penjual mutiara, maka berilah aku satu atau juallah kepadaku sebutir,” kata Asy-Syibli kepada Junaid.

Maka Junaid pun menjawab:

“Jika kujual kepadamu, engkau tidak sanggup membelinya, jika kuberikan kepadamu secara cuma-cuma, karena begitu mudah mendapatkannya engkau tidak akan menyadari betapa tinggi nilainya. Lakukanlah apa yang aku lakukan, benamkanlah dulu kepalamu di lautan, apabila engkau dapat dapat menunggu dengan sabar, niscaya engkau akan mendapatkan mutiaramu sendiri.”

Lalu kata Asy-Syibli, ”Jadi apakah yang harus kulakukan sekarang?”

Jawab Junaid, “Hendaklah engkau berjualan belerang selama setahun.”

Maka Asy-Syibli berjualan belerang selama setahun. Lorong-lorong Kota Baghdad dilaluinya tanpa seorangpun yang mengenalnya. Setelah setahun lewat, ia kembali kepada Junaid. Maka ujar Junaid:

“Sekarang sadarilah nilaimu! Kamu tidak ada artinya dalam pandangan orang lain. Janganlah engkau membenci mereka dan janganlah engkau segan. Untuk beberapa lamanya engkau pernah menjadi bendahara, dan untuk beberapa lamanya engkau pernah menjadi Gubernur. Sekarang kembalilah ke tempat asalmu dan berilah imbalan kepada orang-orang yang pernah engkau rugikan.”

Maka ia pun kembali ke Kota Demavend. Rumah demi rumah disinggahinya untuk menyampaikan imbalan kepada orang-orang yang pernah dirugikannya. Akhirnya masih tersisa satu orang, tapi ia tidak tahu kemana dia pergi. Ia lalu berkata, “Aku telah membagi-bagikan 1000 dirham, tapi batinku tetap tidak menemukan kedamaian.” Setelah empat tahun berlalu, ia pun kembali menemui Junaid. Perintah Junaid, “Masih ada sisa-sisa keangkuhan dalam dirimu. Mengemislah selama setahun!”

Tanpa banyak bicara, ia pun segera melaksanakan perintah sang guru. “Setiap kali aku mengemis, semua yang kuperoleh kuserahkan kepada Junaid. Dan Junaid membagi-bagikan kepada orang-orang miskin, sementara pada malam hari aku dibiarkan kelaparan,” kenang Asy-Syibli.

Setahun kemudian Junaid berkata, “Kini kuterima engkau sebagai sahabatku, tapi dengan satu syarat, engkau terus jadi pelayan sahabat-sahabatku.”

Setelah ia melaksanakan perintah sang guru, Junaid berkata lagi, “Hai Abu Bakar, bagaimanakah pandanganmu sekarang terhadap dirimu sendiri?” Jawab Asy-Syibli, “Aku memandang diriku sendiri sebagai orang yang terhina di antara semua makhluk Allah.”

Junaid menimpali, “Sekarang sadarilah nilai dirimu, engkau tidak ada nilainya di mata sesamamu. Jangan pautkan hatimu pada mereka, dan janganlah sibuk dengan mereka.” Junaid pun tersenyum, sembari berkata, “Kini sempurnalah keyakinanmu.”

Banyak hikmah dan karomah di sekitar sufi besar ini. Dalam kitab Tadzkirul Awliya diceritakan, selama beberapa hari Syibli menari-nari di bawah sebatang pohon sambil berteriak-teriak, “Hu, Hu, Hu!”

Para sahabatnya bertanya-tanya, “Apakah arti semua ini?” beberapa hari kemudian Syibli menjawab, “Merpati hutan di pohon itu meneriakkan “Ku, Ku”, maka aku pun mengirinya dengan “Hu, Hu”, burung itu tidak berhenti bernyanyi sebelum aku berhenti meneriakkan Hu, Hu,” begitulah!”
Membakar Surga

Di lain hari orang menyaksikan Syibli berlari-lari sambil membawa obor. “Hendak kemanakah engkau?” tanya orang-orang itu. “Aku hendak membakar Ka’bah, sehingga orang-orang hanya mengabdi kepada yang memiliki Ka’bah,” jawab Syibli.

Di lain waktu, tampak Syibli membawa sepotong kayu yang terbakar di kedua ujungnya, “Aku hendak membakar neraka dengan api di satu ujung kayu ini dan membakar surga dengan api di ujung lainnya, sehingga manusia hanya mengabdi karena Allah.

Setelah mengalami kemajuan spiritual sampai pada suatu titik di mana ia dapat memenuhi sakunya dengan gula-gula, dan pada setiap bocah yang ia temui, ia akan berkata, “Katakanlah, Allah!” lalu ia akan memberikan gula-gula. Setelah itu ia akan memenuhi saku bajunya dengan uang dirham dan dinar. Ika berkata, “Siapa saja yang berkata Allah sekali saja, aku akan penuhi mulutnya dengan emas.”

Setelah itu semangat kecemburuan berkobar dalam dirinya, dengan menghunus pedang, sambil berkata, “Siapa saja yang menyebut nama Allah, akan ku tebas kepalanya dengan pedang ini,” pekiknya.

Orang-orang berkata, “Sebelumnya engkau biasa memberikan gula-gula dan emas, namun mengapa sekarang engkau mengancam mereka dengan pedang?”

Ia menjelaskan, “Sebelum ini aku kira mereka menyebut nama-Nya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan hakiki. Kini aku sadar bahwa mereka melakukannya tanpa perhatian dan hanya sekedar kebiasaan. Aku tidak dapat membiarkan lidah-lidah kotor menyebut nama-Nya.”

Setelah itu di setiap tempat yang ia temui, ia menuliskan nama Allah. Tiba-tiba sebuah suara berkata padanya: “Sampai kapan engkau akan terus berkutat dengan nama itu? Jika engkau merupakan seorang pencari sejati, carilah pemiliknya!”

Kata-kata ini begitu menyentak As-Syibli. Tak ada lagi ketenangan dan kedamaian yang ia rasakan. Betapa kuatnya cinta menguasainya, begitu sempurnanya ia diliputi oleh gonjang-ganjing mistis, sampai-sampai ia menceburkan diri ke Sungai Tigris.

Gelombang sungai membawanya kembali ke tepi. Kemudian ia menghempaskan dirinya ke dalam kobaran api, namun api itu kehilangan daya untuk membakarnya. Ia mencari tempat di mana sekelompok singa berkumpul lalu berdiam diri di sana, namun singa-singa itu malah melarikan diri menghindarinya. Ia terjun bebas dari puncak gunung, namun angin mencengkram dan menurunkannya ke tanah dengan selamat. Kegelisahannya semakin memuncak beribu-ribu kali lipat.

Ia memekik, “Terkutuklah ia, yang tidak diterima oleh air maupun api, yang ditolak oleh binatang buas dan pengunungan!” Lalu terdengarlah sebuah suara, “Ia yang diterima oleh Allah, tidak diterima oleh yang lain.”

Kemudian orang-orang membelenggunya dan membawanya ke rumah sakit jiwa. Mereka berkata, “Orang ini sudah gila.”

Ia menjawab, “Di mata kalian aku ini gila dan kalian waras. Semoga Allah menambah kegilaanku dan kewarasan kalian. Kalian dihempaskan semakin jauh dan jauh lagi!”

Khalifah lalu menyuruh seseorang untuk merawatnya. Orang itu datang dan menjejalkan obat secara paksa ke mulut As-Syibli.

“Jangan persulit dirimu,” pekik As-Syibli. “Penyakit ini bukanlah jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan obat-obatan seperti itu.”

Saat As-Syibli tengah dikurung dan di belenggu di rumah sakit jiwa, beberapa orang sahabatnya datang menjenguk.

“Siapa kalian?” pekiknya.

“Sahabat-sahabatmu,” jawab mereka.

Tiba-tiba ia mulai melempari mereka dengan batu, dan mereka lari menghindar.

Ia berteriak, “Dasar pembohong! Apakah seorang sahabat lari dari sahabatnya hanya karena beberapa bongkah batu? Ini membuktikan bahwa kalian sebenarnya adalah sahabat bagi diri kalian sendiri, bukan sahabatku!”

***

DIRIWAYATKAN bahwa ketika As-Syibli mulai mempraktikkan penyangkalan diri, selama bertahun-tahun ia biasa mengurapi matanya dengan garam agar ia tetap terjaga. Ia telah menghabiskan 260 kilogram untuk itu.

Ia kerap berujar, “Allah Yang Maha Kuasa selalu memperhatikanku.”

“Orang yang tidur itu lalai, dan orang lalai itu terhijabi,” tambahnya.

Suatu hari Junaid mengunjungi As-Syibli dan melihat sedang menahan kelopak matanya dengan jepitan.

“Mengapa engkau melakukan ini?” tanya Junaid.

“Kebenaran telah menjadi nyata, namun aku tak tahan melihatnya,” jawab As-Syibli. “Aku menjepit kelopak mataku karena siapa tahu Dia berkenan menganugerahkanku satu pandangan saja.”

As-Syibli biasa pergi ke sebuah gua dengan membawa seikat tongkat kayu. Kapan saja hatinya lalai, ia akan memukul dirinya sendiri dengan tongkat-tongkat itu.

Akhirnya ia kehabisan tongkat, semuanya telah patah. Maka ia pun membentur-benturkan kedua tangan dan kakinya ke dinding gua.

As-Syibli selalu mengatakan kalimat: “Allah…, Allah…,” salah seorang muridnya yang setia bertanya kepadanya, “Mengapa Guru tidak berkata, “Tiada Tuhan selain Allah.”

As-Syibli menghela nafas dan menjelaskan, “Aku takut ketika aku mengucapkan “Tiada Tuhan” nafasku terhenti sebelum sempat mengatakan “Selain Allah.” Jika begitu, aku akan benar-benar hancur.

Kata-kata ini benar-benar menggetarkan dan menghancurkan hati sang murid, hingga ia tersungkur dan akhirnya meninggal dunia.

Teman-teman si murid itu datang dan menyeret As-Syibli ke hadapan Khalifah. As-Syibli, tetap dalam gejolak ekstasinya, berjalan seperti orang mabuk. Mereka menuduh As-Syibli telah melakukan pembunuhan.

“As-Syibli, apa pembelaanmu?” tanya Khalifah.

As-Syibli menjawab, “Jiwanya, yang terbakar sempurna oleh kobaran api cinta, tak sabar menghadap keagungan Allah. Jiwanya, yang keras disiplinnya, telah terbebas dari keburukan badaniah. Jiwanya, yang telah sampai pada batas kesabarannya sehingga tak mampu menahan lebih lama lagi, dikunjungi secara berturut-turut oleh para utusan Tuhannya yang mendesak. Kilatan cahaya keindahan dari kunjungan ini menembus inti jiwanya. Jiwanya, seperti burung, terbang keluar sangkarnya, keluar tubuhnya. Apa salah As-Syibli dalam hal ini?

“Segera kembalikan As-Syibli ke rumahnya,” perintah Khalifah. “Kata-katanya telah membuat batinku terguncang sedemikian rupa hingga aku bisa terjatuh dari singgasanaku ini!”

Ketika ajalnya hampir tiba, pandangan matanya tampak murung. Ia minta segenggam abu, kemudian ditaburkannya di kepalanya. Ia gelisah.

“Mengapa engkau gelisah?” tanya salah seorang sahabatnya. Maka jawab Syibli:

“Aku iri kepada Iblis. Di sini aku duduk dalam dahaga, tapi dia memberi nikmat kepada yang lain. Allah telah berfirman: “Sesungguhnya laknat-Ku kepadamu hingga hari kiamat (QS, 38:78). Aku iri karena Iblislah yang mendapatkan kutukan Allah itu. Meskipun berupa kutukan, bukanlah kutukan itu dari Dia dan dari kekuasaan-Nya?”

Apakah yang diketahui oleh si laknat mengenai nilai kutukan itu? Mengapa Allah tidak mengutuk pemimpin-pemimpin kaum muslimin dengan membuat mereka menginjak mahkota di singgasana-Nya? Hanya ahli permatalah yang mengetahui nilai permata. Jika seorang Raja mengenakan gelang manik dari kristal, itu akan tampak seperti permata. Tapi jika pedagang sayur mengenakan cincin setempel dari permata, cincin itu akan tampak sebagai manik dari kaca.”

Setelah beberapa saat tenang, Syibli kembali gelisah. “Mengapa engkau gelisah lagi?” tanya sahabatnya.

Maka jawabnya, “Angin sedang berembus dari dua arah. Yang satu angin kasih sayang, yang lain angin kemurkaan. Siapa saja yang ingin terhembus oleh angin kasih sayang, tercapailah harapannya. Dan siapa yang terembus angin kemurkaan, tertutuplah penglihatannya. Kepada siapakah angin bertiup? Bila angin kasih sayang berembus ke arahku karena akan tercapai harapan itu, aku dapat menanggung segala penderitaan dan jerih payah. Jika angin kemurkaan berembus ke arahku, penderitaan ini tidak ada artinya dibanding bencana yang akan menimpaku. Tidak ada yang lebih berat dalam batinku daripada uang satu dirham yang kuambil dari seseorang secara aniaya. Walaupun untuk itu aku telah menyedekahkan 1000 dirham, batinku tidak memperoleh ketenangan. Berikan air kepadaku untuk bersuci!”

Maka para sahabatnya pun mengambil air untuknya. Usai bersuci, Asy-Syibli pun wafat dengan tenang. @@@

Sumber: Majalah Alkisah Nomor 09 / 25 April – 8 Mei 2005

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 13 Komentar

IJASAH DARI KITAB SIRRUL ASROR SYEKH ABDUL QADIR AL JILANI


DOA DAN ZIKIR BERHUBUNG DENGAN JALAN SULUK

Siapa yang memilih untuk memisahkan dirinya daripada dunia supaya dia dapat menghampiri Allah hendaklah tahu ibadat-ibadat seperti doa dan zikir yang sesuai untuk tujuan tersebut. Melakukan ibadat tersebut memerlukan suasana yang suci dan sebaik-baiknya berada di dalam keadaan berpuasa. Bilik khalwat biasanya berhampiran dengan masjid kerana syarat bagi salik perlu meninggalkan bilik khalwatnya lima kali sehari bagi mengerjakan sembahyang berjemaah dan pada ketika tersebut hendaklah menjaga dirinya agar tidak menonjol, menyembunyikan diri dan tidak berkata-kata walau sepatah perkataan pun. Sesiapa yang di dalam suluk hendaklah mengambil langkah tegas untuk lebih menghayati dan mematuhi prinsip-prinsip, dasar-dasar dan syarat-syarat sembahyang berjemaah.

Setiap malam, ketika tengah malam, salik mestilah bangun untuk mengerjakan sembahyang tahajjud, yang bermaksud suasana jaga sepenuhnya di tengah-tengah tidur. Sembahyang tahajjud membawa symbol kebangkitan setelah mati. Bila seseorang berjaya bangun untuk melakukan sembahyang tahajjud dia adalah Pemilik hatinya dan pemikirannya bersih. Agar suasana jaga ini tidak rosak dia tidak seharusnya melibatkan diri dengan kegiatan harian seperti makan dan minum.

Bangun dengan menyedari dibangkitkan daripada kelalaian kepada kesedaran, ucapkan:
“Alhamduli-Llahi ahyani ba’da ma amatani wa-ilaihin-nusyur- Segala puji bagi Allah yang membangkitkan daku setelah mengambil hidupku. Selepas mati semua akan dibangkitkan dan kembali kepada-Nya”.

Kemudian bacakan sepuluh ayat terakhir surah al-‘Imraan, ayat 190 – 200. Selepas itu mengambil wuduk dan berdoa:
“Kemenangan untuk Allah! Segala puji untuk-Mu. Tidak ada yang lain daripada-Mu yang layak menerima ibadat. Daku bertaubat dari dosaku. Ampuni dosaku, maafkan kehadiranku, terimalah taubatku. Engkau Maha Pengampun, Engkau suka memaafkan. Wahai Tuhanku! Masukkan daku ke dalam golongan mereka yang menyedari kesalahan mereka  dan masukkan daku ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang salih yang memiliki kesabaran, yang bersyukur, yang mengingati Engkau dan yang memuji Engkau malam dan siang”.

Kemudian dongakkan pandangan ke langit dan buat pengakuan:
“Aku naik saksi tiada Tuhan melainkan Allah, Esa, tiada sekutu, dan aku naik saksi Muhamamd adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Daku berlindung dengan keampunan-Mu daripada azab-Mu. Daku berlindung dengan keredaan-Mu daripada murka-Mu. Daku berlindung dengan-Mu daripada-Mu. Aku tidak mampu mengenali-Mu sebagaimana Engkau kenali Diri-Mu. Aku tidak mampu memuji-Mu selayaknya. Daku adalah hamba-Mu, daku adalah anak kepada hamba-Mu. Dahiku yang di atasnya Engkau tuliskan takdir adalah dalam tangan-Mu. Perintah-Mu berlari menerusi daku. Apa yang Engkau tentukan untukku adalah baik bagiku. Daku serahkan kepada-Mu tanganku dan kekuatan yang Engkau letakkan padanya. Daku buka diriku di hadapan-Mu, mendedahkan semua dosaku. Tiada Tuhan kecuali Engkau, dan Engkau Maha Pengampun, aku yang zalim, aku yang berbuat kejahatan, daku menzalimi diriku. Untukku kerana daku adalah hamba-Mu ampunkan dosa-dosaku. Engkau jualah Tuhan, hanya Engkau yang boleh mengampunkan”.

Kemudian menghadap ke arah kiblat dan ucapkan:
“Allah Maha Besar! Segala puji untuk-Nya. Aku ingat dan membesarkan-Nya”.

Kemudian ucapkan sepuluh kali:
“Segala kemenangan buat Allah”.

Kemudian ucapkan sepuluh kali:
“Segala puji dan syukur untuk Allah”.

Kemudian ucapkan sepuluh kali:
“Tiada Tuhan melainkan Allah”.

Kemudian lakukan sembahyang sepuluh rakaat, dua rakaat satu salam. Nabi s.a.w bersabda, “Sembahyang malam dua, dua”. Allah memuji orang yang bersembahyang malam.

“Dan di sebahagian malam hendaklah engkau sembahyang tahajjud sebagai sembahyang sunat untukmu, supaya Tuhanmu bangkitkan kamu di satu tempat yang terpuji”. (Surah Bani Israil, ayat 79).

“Renggang rusuk-rusuk mereka dari tempat tidur, dalam keadaan menyeru Tuhan mereka dengan takut dan penuh harapan, dan sebahagian daripada apa yang Kami kurniakan itu mereka belanjakan”. (Surah as-Sajadah, ayat 16 & 17).

Kemudian pada akhir malam bangun semula untuk mengerjakan sembahyang witir tiga rakaat, sembahyang yang menutup semua sembahyang-sembahyang pada hari itu. Pada rakaat ketiga selepas al-Faatihah bacakan satu surah dari Quran, kemudian angkatkan tangan seperti pada permulaan sembahyang sambil ucapkan “Allahu Akbar!” dan bacakan doa qunut. Kemudian selesaikan sembahyang seperti biasa.

Setelah matahari terbit orang yang di dalam suluk perlu melakukan sembahyang isyraq, sembahyang yang menerangi, dua rakaat. Selepas itu melakukan sembahyang istihadha’ dua rakaat, mencari perlindungan dan keselamatan daripada syaitan. Pada rakaat pertama selepas al-Faatihah bacakan surah al-Falaq. Dalam rakaat kedua selepas al-Faatihah bacakan surah an-Nas.

Bagi mempersiapkan diri untuk hari itu lakukan sembahyang sunat istikharah, sembahyang meminta petunjuk Allah untuk keputusan yang benar pada hari itu. Pada tiap rakaat selepas al-Faatihah bacakan ayat al-Kursi. Kemudian tujuh kali surah al-Ikhlas. Kemudian pagi itu lakukan sembahyang dhuha, sembahyang kesalihan dan kedamaian hati. Lakukan enam rakaat. Bacakan surah asy-Syams dan surah ad-Dhuha. Sembahyang dhuha diikuti oleh dua rakaat kaffarat, sembahyang penebusan terhadap kekotoran yang mengenai seseorang tanpa boleh dielakkan atau disedari. Tersentuh dengan kekotoran walaupun secara tidak sengaja masih berdosa, boleh dihukum. Ini boleh berlaku walaupun di dalam suluk, misalnya melalui keperluan tubuh badan. Nabi s.a.w bersabda, “Jaga-jaga dari najis – walaupun ketika kamu kencing, satu titik tidak mengenai kamu – kerana ia adalah keseksaan di dalam kubur”. Setiap rakaat, selepas membaca al-Faatihah bacakan surah al-Kausar tujuh kali.

Satu lagi sembahyang – panjang, walaupun empat rakaat – harus dilakukan dalam satu hari semasa khalwat atau suluk. Ini adalah sembahyang tasbih – sembahyang penyucian atau pemujaan. Jika seseorang itu mengikuti mazhab Hanafi dia melakukannya empat rakaat satu salam. Jika dia berfahaman Syafi’e dilakukannya dua rakaat satu salam, dua kali. Ini jika dilakukan di siang hari. Jika dilakukan malam hari Hanafi dan Syafi’e sependapat, dua rakaat satu salam, dua kali.

Nabi s.a.w memberitahu mengenai sembahyang ini kepada bapa saudara baginda, Ibnu Abbas, “Wahai bapa saudaraku yang ku kasihi. Ingatlah aku akan berikan kepada kamu satu pemberian. Perhatikanlah aku akan Sampaikan kepada kamu satu yang sangat baik. Ingatlah aku akan berikan kepada kamu kehidupan dan harapan baharu. Ingatlah aku akan berikan kepada kamu sesuatu yang bernilai sepuluh daripada perbuatan-perbuatan yang baik. Jika kamu kerjakan apa yang aku beritahu dan ajarkan kepada kamu Allah akan ampunkan dosa-dosa kamu yang lalu dan yang akan datang, yang lama dan yang baharu, yang kecil dan yang besar. Lakukan secara diketahui atau tidak diketahui, secara tersembunyi atau terbuka”.

“Engkau kerjakan sembahyang empat rakaat. Pada tiap-tiap rakaat selepas al-Faatihah kamu bacakan satu surah dari Quran. Ketika kamu berdiri bacakan lima belas kali:

Subhana Llahi il-hamdu li-Llahi la ilaha illa llahu wa-llahu akbar, wa-la hawla wa-la quwwata illa billahil l-‘Ali I-‘Azim.

Bila kamu rukuk, tangan di atas lutut, bacakan sepuluh kali. Ketika berdiri ulanginya sepuluh kali lagi. Ketika kamu sujud bacakan sepuluh kali. Bila kamu bangun dari sujud bacakan sepuluh kali. Ketika duduk bacakan sepuluh kali. Sujud semula bacakan sepuluh kali. Duduk semula bacakan sepuluh kali. Kemudian bangun untuk rakaat kedua. Lakukan serupa untuk rakaat yang lain sehingga empat rakaat”.
“Jika kamu mampu lakukan sembahyang ini setiap hari. Jika tidak lakukan sekali sebulan. Jika tidak mampu juga lakukan sekali setahun. Jika masih tidak mampu lakukan sekali seumur hidup”.

Jadi, empat rakaat itu tasbih diucapkan sebanyak tiga ratus kali. Sebagaimana Nabi s.a.w ajarkan kepada bapa saudara baginda Ibnu Abbas, dianjurkan juga kepada orang yang bersuluk melakukan sembahyang tersebut.

Selain daripada tugas tersebut orang yang di dalam suluk juga dianjurkan membaca Quran sekurang-kurangnya sebanyak 200 ayat sehari. Dia juga hendaklah mengingati Allah secara terus menerus dan menurut suasana rohani, samada menyebut nama-nama-Nya yang indah secara kuat atau senyap di dalam hati. Ingatan di dalam hati secara senyap hanya bermula bila hati kembali jaga dan hidup. Bahasa zikir ini adalah perkataan rahsia yang tersembunyi.

Setiap orang mengingati Allah menurut keupayaan masing-masing. Allah berfirman:
“Hendaklah kamu sebut Dia sebagaimana Dia pimpin kamu”. (Surah al-Baqarah, ayat 198).

Ingatlah kepada-Nya menurut kemampuan kamu. Pada setiap tahap kerohanian ingatan itu berbeza-beza. Ia mempunyai satu nama lagi, ia mempunyai satu sifat lagi, satu cara lagi. Hanya orang yang ditahap itu tahu zikir yang sesuai.

Orang yang di dalam suluk juga dianjurkan membaca surah al-Ikhlas seratus kali sehari. Perlu juga membaca Selawat seratus kali sehari. Dia juga perlu membaca doa ini sebanyak seratus kali:

“Astaghfirullah al-‘Azim, la ilaha illa huwal – Hayyul-Qayyum – mimma qaddamtu wa-ma akhkhartu wa-ma ‘alantu wa-ma asrartu wa-ma anta a’lamu bihi minni. Anta l-Muqaddimu wa-antal Muakhkhiru wa-anta ‘ala kulli syai in Qadir”.

Masa yang selebihnya setelah dilakukan ibadat-ibadat yang telah dinyatakan, gunakan untuk membaca Quran dan lain-lain pekerjaan ibadat. @@@

Categories: IJASAH KITAB SIRRUL ASROR SYEKH ABDUL QADIR AL JAELANI | 18 Komentar

IJASAH-IJASAH KH ABDUL HAMID PASURUAN


kh abdul hamid kwaSuatu ketika ada seseorang meminta nomer togel ke Kyai Hamid. Oleh Kyai Hamid diberi dengan syarat jika dapat togel maka uangnya harus dibawa kehadapan Kyai Hamid. Maka orang tersebut benar-benar memasang nomer pemberian Kyai Hamid dan menang. Saran ditaati uang dibawa kehadapan Kyai Hamid. Oleh kyai uang tersebut dimasukan ke dalam bejana dan disuruh melihat apa isinya. Terlihat isinya darah dan belatung. Kyai Hamid berkata “tegakah saudara memberi makan anak istri saudara dengan darah dan belatung?” Orang tersebut menangis dan bertobat.

Setiap pergi ke manapun Kyai Hamid selalu didatangi oleh umat, yang berduyun duyun meminta doa padanya. Bahkan ketika naik haji ke mekkah pun banyak orang tak dikenal dari berbagai bangsa yang datang dan berebut mencium tangannya. darimana orang tau tentang derajat Kyai Hamid? Mengapa orang selalu datang memuliakannya? Konon inilah keistimewaan beliau, beliau derajatnya ditinggikan oleh Allah SWT.

Pada suatu saat orde baru ingin mengajak Kyai Hamid masuk partai pemerintah. Kyai Hamid menyambut ajakan itu dengan ramah dan menjamu tamunya dari kalangan birokrat. Ketika surat persetujuan masuk partai pemerintah itu disodorkan bersama pulpennya, Kyai Hamid menerimanya dan menandatanganinya. Anehnya pulpen tak bisa keluar tinta, diganti polpen lain tetap tak mau keluar tinta. Akhirnya Kyai Hamid berkata: “Bukan saya yang gak mau tanda tangan, tapi bolpointnya gak mau”. Itulah Kyai Hamid dia menolak dengan cara yang halus dan tetap menghormati siapa saja yang bertamu kerumahnya.

Inilah beberapa dari banyak karomah Kyai Hamid. Kyai Hamid adalah realita nyata tentang munculnya seorang hamba Allah yang mempunyai kekuatan ma’rifat billah yang mumpuni dan kekuatan musyahadah atas nur tajalli dengan maqam wilayah yang amat tinggi. Dan kekuatan tersebut tentu tidak mungkin beliau dapatkan dengan serta merta tanpa melalui tahapan-tahapan amaliyah dan maqamat tarekat yang beliau jalani dan beliau istiqamahkan. Setidaknya -dari sirah Kyai Hamid yang dapat kita baca-, kualitas amaliyah dan maqamat itulah yang selalu beliau pancarkan dalam setiap gerak langkah beliau. Kewara’an, kezuhudan, ketawadlu’an, kesabaran, keistiqamahan, dan riyadlah.

Dan yang jelas, kekuatan ma’rifat dan wilayah tersebut hingga saat ini telah menjadi hamparan hikmah yang maha luas dan menebarkan harum pada sanubari tiap orang yang mengenalnya. Hingga siapapun tak akan pernah kehabisan untuk mengais suri tauladan atas keagungan akhlaknya dan menempa keberkahan yang telah beliau sebarkan dalam setiap relung hati dan palung hidup kita.

Sebelum menjadi kyai, semasa beliau mondok di Termas, Abdul Hamid (nama asli Kyai Hamid) banyak melakukan suluk tarekat secara sirri. Seperti sering pergi ke gunung dekat pondok Termas untuk melakukan khalwat dan dzikir. Tapi kalau ada orang datang, ia pura-pura mantheg (mengetapel) agar orang tidak tahu bahwa dia sedang berkhalwat. Amalan wirid juga sering beliau baca disela-sela aktifitasnya sebagai seorang santri. Bahkan, ketika sering diajak begadang untuk mencari jangkrik, Kyai Hamid segera membaca wirid ketika teman-temannya tidak melihatnya.

Lambat laun, aktifitas suluk Kyai Hamid dengan dzikir sirri (qalbi) dan membaca awrad semakin intens dilakukan di kamar Pondok. Bahkan diceritakan, semakin hari, Kyai Hamid semakin jarang keluar dari kamar untuk melakukan dzikir dan wirid tarekat tersebut. Sampai-sampai, kawan-kawannya menggodanya dengan mengunci pintu kamar dari luar.

Beliau bersikap hormat pada siapapun. Dari yang miskin sampai yang kaya, dari yang jelata sampai yang berpangkat, semua dilayaninya, semua dihargainya. Misalnya, bila sedang menghadapi banyak tamu, beliau memberikan perhatian pada mereka semua. Mereka ditanyai satu per satu sehingga tak ada yang merasa disepelekan. “Yang paling berkesan dari Kiai Hamid adalah akhlaknya: penghargaannya pada orang, pada ilmu, pada orang alim, pada ulama. Juga tindak tanduknya,” kata Mantan Menteri Agama, Prof. Dr. Mukti Ali, yang pernah menjadi junior sekaligus anak didiknya di Pesantren Tremas.

Beliau sangat menghormat pada ulama dan habaib. Di depan mereka, sikap beliau layaknya sikap seorang santri kepada kiainya. Bila mereka bertandang ke rumahnya, beliau sibuk melayani. Misalnya, ketika Sayid Muhammad ibn Alwi Al-Maliki, seorang ulama kondang Mekah (yang baru saja wafat), bertamu, beliau sendiri yang mengambilkan suguhan, lalu mengajaknya bercakap sambil memijatinya. Padahal tamunya itu lebih muda usia.

Sikap tawadhu’ itulah, antara lain, rahasia “keberhasilan” beliau. Karena sikap ini beliau bisa diterima oleh berbagai kalangan, dari orang biasa sampai tokoh. Para kiai tidak merasa tersaingi, bahkan menaruh hormat ketika melihat sikap tawadhu’ beliau yang tulus, yang tidak dibuat-buat. Derajat beliau pun meningkat, baik di mata Allah maupun di mata manusia. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW., “Barangsiapa bersikap tawadhu’, Allah akan mengangkatnya.”

Beliau sangat penyabar, sementara pembawaan beliau halus sekali. Sebenarnya, di balik kehalusan itu tersimpan sikap keras dan temperamental. Hanya berkat riyadhah (latihan) yang panjang, beliau berhasil meredam sifat cepat marah itu dan menggantinya dengan sifat sabar luar biasa. Riyadhah telah memberi beliau kekuatan nan hebat untuk mengendalikan amarah.

Beliau, misalnya, dapat menahan amarah ketika disorongkan oleh seorang santri hingga hampir terjatuh. Padahal, santri itu telah melanggar aturan pondok, yaitu tidak tidur hingga lewat pukul 9 malam. Waktu itu hari sudah larut malam. Beliau disorongkan karena dikira seorang santri. “Sudah malam, ayo tidur, jangan sampai ketinggalan salat subuh berjamaah,” kata beliau dengan suara halus sekali.

Beliau juga tidak marah mendapati buah-buahan di kebun beliau habis dicuri para santri dan ayam-ayam ternak beliau ludes dipotong mereka. “Pokoknya, barang-barang di sini kalau ada yang mengambil (makan), berarti bukan rezeki kita,” kata beliau.

Pada saat-saat awal beliau memimpin Pondok Salafiyah, seorang tetangga sering melempari rumah beliau. Ketika tetangga itu punya hajat, beliau menyuruh seorang santri membawa beras dan daging ke rumah orang tersebut. Tentu saja orang itu kaget, dan sejak itu kapok, tidak mau mengulangi perbuatan usilnya tadi. Beliau juga tidak marah ketika seorang yang hasud mencuri daun pintu yang sudah dipasang pada bangunan baru di pondok.

Melalui riyadhah dan mujahadah (memerangi hawa nafsu) yang panjang, beliau telah berhasil membersihkan hati beliau dari berbagai penyakit. Tidak hanya penyakit takabur dan amarah, tapi juga penyakit lainnya. Beliau sudah berhasil menghalau rasa iri dan dengki. Beliau sering mengarahkan orang untuk bertanya kepada kiai lain mengenai masalah tertentu. “Sampeyan tanya saja kepada Kiai Ghofur, beliau ahlinya,” kata beliau kepada seorang yang bertanya masalah fiqih. Beliau pernah marah kepada rombongan tamu yang telah jauh-jauh datang ke tempat beliau, dan mengabaikan kiai di kampung mereka. Beliau tak segan “memberikan” sejumlah santrinya kepada KH. Abdur Rahman, yang tinggal di sebelah rumahnya, dan kepada Ustaz Sholeh, keponakannya yang mengasuh Pondok Pesantren Hidayatus Salafiyah.

Menghilangkan rasa takabur memang sangat sulit. Terutama bagi orang yang memiliki kelebihan ilmu dan pengaruh. Ada yang tak kalah sulitnya untuk dihapus, yaitu kebiasaan menggunjing orang lain. Bahkan para kiai yang memiliki derajat tinggi pun umumnya tak lepas dari penyakit ini. Apakah menggunjing kiai saingannya atau orang lain. Kiai Hamid, menurut pengakuan banyak pihak, tak pernah melakukan hal ini. Kalau ada orang yang hendak bergunjing di depan beliau, beliau menyingkir. Sampai KH. Ali Ma’shum berkata, “Wali itu ya Kiai Hamid itulah. Beliau tidak mau menggunjing (ngrasani) orang lain.”

Kiai Hamid, seperti para wali lainnya, adalah tiang penyangga masyarakatnya. Tidak hanya di Pasuruan tapi juga di tempat-tempat lain. Beliau adalah sokoguru moralitas masyarakatnya. Beliau adalah cermin (untuk melihat borok-borok diri), beliau adalah teladan, beliau adalah panutan. Beliau dipuja, di mana-mana dirubung orang, ke mana-mana dikejar orang (walaupun beliau sendiri tidak suka, bahkan marah kalau ada yang mengkultuskan beliau).

Tanggal 9 rabiul awal 1403 H beliau berpulang ke rahmatulloh. Umat menangis, gerak kehidupan di Pasuruan seakan terhenti. Ratusan ribu orang membanjiri  Pasuruan, memenuhi relung Masjid Agung Al Anwar dan alun alun serta memadati gang dan ruas jalan. Beliau dimakamkan di belakang masjid agung Pasuruan. Ribuan umat menziarahinya setiap waktu mengenang jasa dan cinta beliau kepada umat.

Seperti kebanyakan para kiai, Kiai Hamid banyak memberi ijazah wirid kepada siapa saja. Biasanya ijazah diberikan secaara langsung tapi juga pernah memberi ijazah melalui orang lain. Diantara ijazah beliau adalah:

1. Membaca SURAT AL-FATIHAH 100 kali tiap hari. Menurutnya, orang yang membaca ini bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang tak terduga. Bacaan ini bisa dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, selepas shalat Dhuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali.

2. Membaca HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL sebanyak 450 kali sehari semalam.

3. Membaca sholawat 1000 kali. Tetapi yang sering diamalkan Kiai Hamid adalah shalawat Nariyah dan Munjiyat.

4. Membaca kitab DALA’ILUL KHAIRAT. Kitab yang berisi kumpulan shalawat.

5.  Wirid rutin AL-WIRD AL-LATHIF dan RATIB AL-HADDAD. Dua wirid yang diajarkan oleh Kyai Hamid dan diwariskan hingga sekarang kepada para santri dan keluarganya.

Terakhir, berikut Syiir doa beliau yang pernah dimuat di KWA

بسم الله الرّحمن الرّحيم

 

يَا رَبَّنا اعْتَرَفْنا * بِأَنَّنَا اقْتَرَفْنَا

Wahai Tuhan kami! kami mengakui telah berbuat dosa

 

وَاَنَّنَا اَسْرَفْنَا * عَلَى لَظَى اَشْرَفْنَا

Sungguh kami telah melampaui batas dan kami hampir masuk neraka ladho

 

فَتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةْ * تَغْسِلْ لِكُلِّ حَوْبَةْ

Maka berilah kami taubat, sucikanlah kami dari segala dosa

 

وَاسْتُرْ لَنَا الْعَوْرَاتِ * وَاَمِنِ الرَّوْعَاتِ

Tutuplah segala keburukan kami, amankanlah dari segala ketakutan

 

وَاغْفِرْ لِوَالِدِيْنَا * رَبِّ وَمَوْلُوْدِيْنَا

Wahai Tuhan ampunilah orang tua kami dan anak-anak kami

 

وَالْاَلِ وَالْاِخْوَانِ * وَسَائِرِالْخِلَّانِ

Ampunilah keluarga, teman-teman dan semua saudara

 

وَكُلِّ ذِيْ مَحَبَّةَ * أَوْ جِيْرَةٍ أَوْ صُحْبَحْ

Ampunilah kekasih, tetangga dan semua sahabat

 

وَالْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعْ * اَمِيْنَ رَبِّ اِسْمَعْ

serta semua muslim, Wahai Tuhan semoga Kau dengar kau kabulkan

 

فَضْلًا وَجُوْدًا مَّنَّا * لَا بِاكْتِسَابٍ مِنَّا
Dengan anugrah, kemurahan, dan kemuliaanMu, bukanlah sebab usaha kami

 

بِاالْمُصْطَفَى الرَّسُوْلِ * نَحْظَى بِكُلِّ سُوْلِ

Dengan wasilah Rasul Terpilih, kami peroleh segala permintaan

 

صَلَّى وَسَلَّمْ رَبِّ * عَلَيْهِ عَدَّ الْحَبِّ

Semoga Allah memberi rahmat dan keselamatan kepada Rasul sebanyak bijian (sebanyak-banyaknya).

 

وَاَلِهِ وَالصَّحْبِ * عَدَدَ طَشِّ السُّحْبِ

Kepada dan keluarganya sebanyak rintikan hujan yang turun

 

وَالْحَمْدُ لِلْاِلَهِ * فِيْ الْبَدْءِ وَالتَّنَاهِى

Segala puji bagi Allah dari permulaan dan penghabisan

 

@@@

WALLAHU A’LAM BISHAWAB.

@@@

Categories: IJASAH DZIKIR KH ABDUL HAMID PASURUAN | 28 Komentar

ANGGOTA KELUARGA KAMPUS WONG ALUS SEDUNIA (23 FEBRUARI 2014): MENCAPAI 6800 ORANG ANGGOTA LEBIH!!!


DISUSUN OLEH:
KI SELOR SELAWE

selor.KWA0025@gmail.com
KWA BANDUNG

Ass. Wr. Wb. Kepada Semua Sedulur KWA Bersama ini kami sampaikan Rekapitulasi Daftar Anggota KWA terbaru.

Daftar lama dapat di download di : http://www.ziddu.com/download/22658330/DaftarAnggotaSampaiTanggal30Juli2013.rar.html

dan ada juga di https://wongalus.wordpress.com/2013/07/31/15824/

BAGI SEDULUR YG INGIN DAFTAR MENJADI ANGGOTA KWA BARU, SILAHKAN TULIS di KOTAK KOMMENTAR DI ARTIKEL INI, IDENTITAS LENGKAP…

=============================================

6799 . R. Nuryadin / IDN – Kalsel – Banjarmasin – Jl. Kelayan A Gg. Taruna No.25 / 081952854123 / nrusmin28@gmail.com

6800 . Hariyanto / IDN – Jatim – Lamongan – / 081217628997 / soelaby@gmail.com

6801 . Dimasyqi Nur Shihab – Dimas / IDN – Jateng – Semarang – Tengaran / 085640422395 / dimasyqioke@yahoo.com

6802 . Rudi / IDN – Babel – Belitung – Tanjungpandan / 081929767887 / rudyforlan@yahoo.com

6803 . Sukamat Nur Handoyo / IDN – Jatim – Jember – Ambulu / +60176280016 / ahmaddani@446gmail.com

6804 . Annas Firdaus / IDN – Jateng – Demak – Kalikondang 03/III / 088806515424 / sammy.fear@gmail.com

6805 . M. Sholeh / IDN – Jabar – Bogor – Kp. Paski, Ds. Suka Maju, Kec. Mega Mendung / 085773175750 / m.sholehalpaskie@gmail.com

6806 . Muhammad Hasby / IDN – Kepri – Karimun – Jl. Batin Talib, Belat / 085374078694 / muhammadhasby33@gmail.com

6807 . Rifqi Maulana / IDN – Jateng – Batang – / 08563126356 – 085311777419 / achmad.maulana3@gmail.com

6808 . Iin Asikin / IDN – Jabar – Bekasi – Jl. Virus Raya RT.002/05 No.109, Bojong Rawa Lumbu, Kec. Rawa Lumbu / 089617956570 / sikin12345@gmail.com

6809 . Mochamad Afandi / IDN – Jatim – Surabaya – Kedung Baruk 106 / 082244487642 / fandialvin@gmail.com

6810 . Robes / IDN – Sumut – Labuhan Batu Selatan – Cikampak Pekan / 083197654455 / hyaqjuzs666@gmail.com

6811 . Tugimin / IDN – Jateng – Sukoharjo – Tepisari RT.1 RW.8, Polokarto / 081804537188 / tugimin@gmail.com

6812 . Faisal Hanafi / IDN – Jatim – Mojokerto – Ds. Suru, Dsn. Suru, Kec. Dawar / 085655589281 /

6813 . Agusur Budi Syahputra / IDN – Bali – Denpasar – Grogol Indah I B / 082144434171 / agusbudi704@ymail.com

6814 . Jokothole / IDN – Jateng – Pekalongan – / 087830942666 / dua.pusaka@gmail.com

6815 . Agung Wahyudianto / IDN – Jambi – Sarolangun – Ds. Meranti Jaya, Kec. Mandiangin / 082376763032 / wahyudiantoa@gmail.com

6816 . Danyang Blambangan / MAS – Malaysia – Johor Baharu – / +60177612314 – +60127399236 / danyang.dany@facebook.com

6817 . Ardhika / IDN – Sumut – Medan – / 085362221344 / ardhika.hendrawijaya@gmail.com

6818 . Wihlatul Aqso / IDN – Jateng – Pekalongan – Jl. Tunas Raya No.6, Bendan / 02858191903 / kenziearsy@gmail.com

6819 . Mohamad Riyan / IDN – Jateng – Brebes – Jatibarang / Telp ?? / sardidiplong@rocketmail.com

6820 . Budi Harjo Karto – Bhaka / IDN – Jabar – Indramayu – Karangmalang Gg.33 / 083824311112 / bhaka@mail.com

6821 . Muhamad Ady Soyann / IDN – Banten – Pandeglang – Kp. Saruni / 087773814466 / adysofyan16@gmail.com

6822 . Medy Wibowo / IDN – Jateng – Magelang – / 08175410337 / medywibowo@gmail.com

6823 . Endik Salam / IDN – Jatim – Sidoarjo – Perum Grand Indraprasta Prambon Blok B3/04 / 081240014229 / endik_salam@yahoo.com

6824 . Lukman Hakim – Elhak / IDN – Jabar – Bogor – / 081283839038 / lukmamhakim9@gmail.com

6825 . Indro W.S. / IDN – Jatim – Ponorogo – Ds. Galak, Kec. Slahung / 085785779999 / indru_gm@yahoo.co.id

6826 . Salachudin / IDN – Jateng – Temanggung – / 081328288204 / udin_asary@yahoo.com

6827 . Yupi Ansori / IDN – Jabar – Karawang – Dsn. 1, Wanajaya RT.05/02, Ds..Sarijaya, Kec. Majalaya / Telp ?? /

6828 . Ganjar Nurawan / IDN – Jabar – Bandung – Ds. Sukamanah / Telp ?? / ganjarnurawan@gmail.com

6829 . Heru Karyanto / IDN – Maluku Utara – Ternate – Jl. Pelabuhan Udaha, Rumah Dinas Bandar Udara, Kel. Tafure, Kec. Kota Ternate Utara / 082195055899 / karyantoheru@gmail.com

6830 . Aldi Nur Ardiansyah / IDN – Jateng – Brebes – Jl. Demang Sapingi, Ds. Dumeling, Kec. Wanasari / 085727212073 / aldynur6@gmail.com

6831 . Amirullah Hidayat / IDN – Jatim – Situbondo – Kp. Krajan RT.02 RW.03, Ds. Klatakan, Kec. Kendit / 082330617037 / amirullahssi@gmail.com

6832 . R. Hasan Karnain / IDN – Jatim – Sumenep – Perum. Graha H.R. Soemar’oem Blok I No.14, Kel. Pajagalan, Kec. Kota / 087850003773 / kanjengsupo73@gmail.com

6833 . Murdiyanto / IDN – Jatim – Lamongan – Ds. Sekaran, Kec. Sekaran / 081252386888 / murdiyanto40@gmail.com

6834 . Muhammad Al Azhari / IDN – NAD – – / 085361286782 / azhariaan92@yahoo.com

6835 . Iwan Gunawan / IDN – Jabar – Depok – / 085695967236 / iwangunawan277@gmail.com

6836 . Muhammad Akhir Ariffin / MAS – Malaysia – Selangor – Sg. Buloh / Telp ?? / pendita_gila007@yahoo.com

6837 . Cecep Sumantri / IDN – DKI – Jakbar – Kalideres / Telp ?? / cecep.sbtw@gmail.com

6838 . Rha.Zain Alim Elbadary / IDN – – – Alamat?? / 087855070666 / zaenalhalim@yahoo.com

6839 . Slamet Prihartanto / IDN – DKI – Jakbar – Kp. Banjir Kanal No.8, Grogol / 087880014940 / slamet.prihartanto@gmail.com

6840 . Yanto / IDN – Jateng – Sragen – Ngepungsari RT.16/06, Kwangen, Gemolong / 082323270471 / y141403@gmail.com

SALAM PASEDULURAN
=============

SEDANGKAN SEDULUR YANG DAFTAR ULANG, MENGUBAH, MENAMBAH DAN MEMPERBARUI DATA ATAU INGIN MENGETAHUI NOMOR KEANGGOTAAN :

6482 . Herman Suwandi / IDN – Jabar – Depok – Perum Nuansa Asri, Sawangan / 081311010115 / herman suwandi70@yaho.com

6450 . Stefan R. Amidarmo / IDN – DKI – Jaksel – Jl. Kangkung No.50, Kebayoran Lama / 0818345633 / stefan.rinaldi@gmail.com

5157 . Karimullah Bin Mohd / MAS – Malaysia – Kelantan – 93 Kampung Rahmat, Rantau Panjang / +60199100144 / karimullahmohd@gmail.com

6223 . Mahmudi / IDN – Riau – Rokan Hilir – Rantau Panjang Kiri, Kec. Kubu Babussalam / 085265300531 / mudywangsalee@yahoo.com

6466 . Nanang Kristianto / IDN – Sumut – Medan – Jl. Prasaja Timur No. K-528, Ds. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal / 081264644623 / nkris2009@yahoo.co.id

6497 . Roni – Karan / IDN – Lampung – Bandar Lampung – Jl. Teluk Ambon, Panjang / 089604518616 / kakaku132@gmail.comkaka12421@gmail.com

6491 . Dede Alfriandi / IDN – Kepri – Batam – Air Raja RT.03 RW.09, Kel. Tg. Sengkuang, Kec. Batu Ampar / 081536966636 / siliwangisangkan@yahoo.com

6490 . Siti Rohani / IDN – Jabar – Bekasi – Jl. Sasak RT.01 RW.05, Pondok Gede / 08987041008 / siti.molindo@gmail.com

2403 . Suhut Pramana / IDN – Riau – Siak – Lubuk Dalam / 085271316464 / ramarespect@yahoo.com

5368 . Imam Munandar / IDN – DKI – Jaksel – Jl. Setia Budi Karbela / 08778000271 / puputmunandar@gmail.com

6493 . Syaeful Hudha / IDN – Jateng – Semarang – Jl. Klipang – Asal: Ds. Winong, Kec. Kemiri, Kab. Purworejo, Jawa Tengah / 085642048309 / winongcity@gmail.comgusyudha65@gmail.com

6492 . M. Nurzen – Zen Bagoes / IDN – Jateng – Brebes – / 085715611159 / zenbagoes@yahoo.co.id

5601 . Asep Suja’a / IDN – Lampung – Way Kanan – Lk.II Pasar Banjit, Kec. Banjit / 085269004111 / asujaa82@gmail.com

6500 . Agus Irawan / IDN – Kalut – Tanjung Selor – Ds. Kelubir, Kec. Tanjung Palas Utara / 085246055205 / poetrakelubir@yahoo.com

4929 . Florian – Deno Yaun – RajaBayang / MAS – Malaysia – Sabah – Keningau / +60148354426 / king_shadow990@yahoo.com

6455 . Dani Bagas Indrawan / IDN – Jabar – Bogor – Jl. Ciawi RT.06/01, Kp.Wangun Atas / 087770610831 / ratukuncungputih@yahoo.com

6498 . Suparno / KSA – Arab Saudi – Riyadh – Asal: Ds. Karangrejo Lor RT.05 RW.02, Kec. Jakenan, Kab. Pati, Jawa Tengah / +966532617172 / suparnosuparno999@yahoo.com

1182 . Zainal Said / SIN – Singapura – Woodlands – / +6591190217 / zaisaid@hotmail.comzainalsaid@live.com.sg

6501 . Sukirdjo / IDN – DIY – Sleman – Dabag. RT.04 RW.27 No.33, Cc. Depok / 085643355535 / sukirdjodilo@yahoo.com

6502 . Ahwat Munardi – Nardi / IDN – DIY – Sleman – Karanggede, Sumberharjo, Prambanan / 087838808180 / ahwatm@gmail.com

0737 . Nazirwan Effendi / IDN – Kepri – Tanjung Pinang – Jl. Engku Putri Blok C No.3, Perum Bintan Mas, Depan Jamsostek / 085264083334 – 081277817473 – 081270056785 / waonebluess@gmail.comtayamunmun@yahoo.com

6308 . GMA. Ahmad Jaenuri / IDN – Jatim – Tuban – Cepokorejo, Palang / 087835231884 / zenafaura@gmail.com

6215 . Erwin Aditya / IDN – Sulsel – Makassar – Jl. Baji Dakka Raya No.36 / 082271232113 / erwinaditya318@yahoo.co.id

5903 . Lukman Jaelani / IDN – Jabar – Karawang – Klari / 08561081751 / lukman1948@gmail.comlukman9891@gmail.com

6493 . Syaeful Hudha / IDN – Jateng – Semarang – Jl. Klipang – Asal: Ds. Winong, Kec. Kemiri, Kab. Purworejo, Jawa Tengah / 085642048309 / winongcity@gmail.comgusyudha65@gmail.com

5195 . Iwan Hari R. – Julipat / IDN – Banten – Tangerang – Sepatan / 081808410022 / iwan_2@paramedis.org

6511 . Maya Hariyanti / IDN – Jatim – Sidoarjo – Perum Bumi Cabean Asri Blok L-2 No.32, Candi / 08113491607 / mayayanti001@gmail.com

5625 . I Faizal Tamami / IDN – Jateng – Rembang – Jl. Rembang – Blora Km.12, Ds. Sulang / 085643656580 / faizal_tama@rocketmail.com

6467 . Achmad Jamhari / IDN – Jatim – Jember – Jl. Perum Bumi Tegal Besar Blok BT39, Kec. Kaliwates / 081249081800 / raja_raung@yahoo.com

4168 . M. Jauharuddin Muthohar – Eyang Puser Bumi – Guru Besar dan Pendiri Perguruan Cahaya Kusuma / IDN – Jateng – Kendal – Dsn. Welang RT.01 RW.08, Ds. Tunggulsari, Kec. Brangsong / 085642807677 / jauharuddin@ymail.com

5038 . Tajul Arifin / IDN – Banten – Tangerang – Serpong / 081383032355 / ariefinn@yahoo.com

6724 . Irfan Yusuf / IDN – Jateng – Batang – / 085643984948 / iyusuf21@gmail.com

6725 . Kang Cecep Suryana / IDN – Jabar – Ciamis – / 087728255269 / cecep.suryana93@gmail.com

6726 . Ikwanto / IDN – Jateng – Pekalongan – / 089652971085 / revanikhwan@yahoo.com

6727 . Sudirman / IDN – Sulsel – Parepare – Jl. Lanumang 28 / 085242449201 / namridoex@hotmail.com

6728 . Moh. Jalal Ludin Assuyuti / IDN – Banten – Tangerang – Sukadiri / 089643831773 / djaloel@gmail.com

6729 . Taufik Nurtofan / IDN – Papua Barat – Kaimana – Kasuarina, Kroy / 085330937083 /

6730 . Kamto Handoko / IDN – Maluku – Maluku Tengah – Kobisonta, Masohi / 082238610895 / kamtohandoko@yahoo.com

6731 . Muhlasin / IDN – Jabar – Bekasi – Cikarang / 085224850334 / muhlasinhidayat@yahoo.co.id

6732 . Ulis Setiawan / IDN – Jateng – Boyolali – Simo / 08121518682 / ady.st82@yahoo.com

6733 . Mahesa / IDN – Banten – Serang – Serang Hijau Blok E-6 No.14 / 087771647551 / mahesa_jenar88@yahoo.co.id

6734 . Suci Rachmawati / IDN – Jatim – Mojokerto – Wonokusumo Gang II No.28, Mojosari / 085730132202 / su-ci@hotmail.com

6735 . Ajibayu Bawono / IDN – Banten – Tangerang – Jl. M. Soleh, Tk. Mutiara, RT.03/04 No.21, Kreo Cipadu, Ciledug / 087880841465 / ajibayub@yahoo.co.idajib001@kominfo.go.id

6736 . Rosmawati / MAS – Malaysia – Selangor – Klang / +60192043100 / wrazly@gmail.com

6737 . Eka Mardiyanto / IDN – Jatim – Sumenep – / 085736006321 / ekajettu@gmail.com

6738 . Sumber Winarko / IDN – Sulsel – Soppeng – / 085756918888 / wen.alinsky@gmail.com

6739 . Muhammad Ardi Mubarok / IDN – Jateng – Tegal – Adiwerna / 081902566190 / m.ardi885@gmail.com

6740 . Erwin Aja / IDN – – – Alamat?? / 085655494186 / erwinardianto85@yahoo.co.id

6741 . Wawa / IDN – Jabar – Bandung – / 085794712422 / wawa.prabu@yahoo.co.id

6742 . Wahyu / IDN – Jatim – Surabaya – / 085731880505 / mynetbisnis@gmail.com

6743 . Andriansyah – Aan / IDN – Sumsel – Palembang – Jl. PSI Lautan Lr. KB 2 No.603 35 Ilir / 085267075566 / aan@andriansyah.16mb.com

6744 . Mohd Shahrin Bin Idris / MAS – Malaysia – Johor – No.6 Jalan Pauh Dilayang, Taman Mina, Batu Anam, 85100 Segamat / +60127565631 / pppshahrin@gmail.com

6745 . Muh.As’ad / IDN – Sulbar – – / Telp ?? / fakultasteknik32@gmail.com

6746 . Effendi / IDN – Jatim – Mojokerto – / Telp ?? / cakpendik@gmail.com

6747 . Nugroho / IDN – Jabar – Bogor – Cileungsi / 087821096555 / jana.nugroho@gmail.com

6748 . Ifan Jaya / IDN – Sumsel – Palembang – / 081279882266 / ifanjaya14@gmail.comifanjaya41@gmail.com

6749 . Dadi / IDN – Jabar – Bandung – / Telp ?? / thedads123@gmail.com

6750 . Aang Hermawan / IDN – Jabar – Bekasi – Bekasi Regency 2 / 081317638000 / hermawancoke@gmail.com

6751 . Ali / KSA – Arab Saudi – Riyadh – / +966530069989 – +966533662904 / ali_laksan@yahoo.com

6752 . Muhammad Buna / KSA – Arab Saudi – Riyadh – / +966537219521 / muhammad.buna@yahoo.com

6753 . Feri Abdi / IDN – Jatim – Sumenep – Pakandangan Sangra Bluto / 087702044442 /

6754 . Jasmar / IDN – Jabar – Bekasi – Harapan Indah / 083897956610 / rynsyaputra@gmail.com

6755 . Hermansyah – Mancanegara / IDN – Sumsel – Prabumulih – Jl. Gunung Kemala RT.5 RW.2, Kel. Anak Petai, Prabumulih Utara / 085269716343 / nmanca@rocketmail.comancha699@gmail.com

6756 . Aga / IDN – Jatim – Sampang – Jl Suhada / 08988538490 / arispd123@gmail.com

6757 . Ariyanto / IDN – DKI – Jakbar – Kp. Belakang RT.05 RW.03, Kel. Kamal, Kec. Kalideres / 02194045570 / ariyant.desta@gmail.com

6758 . Ipin Saripin / IDN – Jateng – Boyolali – Perum Ngaru-Aru Indah Blok E.10, Ds. Ngaru-Aru, Banyudono / 081326525249 / ipinsaripin24@gmail.com

6759 . Suto Wihayat / IDN – Jabar – Bekasi – / 081585774187 / stoner.wihayat7@gmail.com

6760 . Kamal Abdul Rochman / IDN – Jatim – Tuban Dan Madura – / 087725335177 / rochman_kamaru@yahoo.co.id

6761 . Asmadi Faizal / MAS – Malaysia – Selangor – Shah Alam / +60176372279 / eeezal@yahoo.com

6762 . Usmai Efendi / IDN – Sumbar – Padang – Jl. Pasar Lalang, Kuranji / Telp ?? / rudi.ema@gmail.com

6763 . Sarjio / IDN – Jateng – Tegal – / Telp ?? /

6764 . Annuar Ismail / MAS – Malaysia – Melaka – Serkam / +60166311625 / nuaryl@yahoo.com.sg

6765 . Andre Leonidha / IDN – Jabar – Bandung Barat – Cicarita No.86, RT 04/18, Ciwaruga / 082127062002 / group.leonidha@gmail.com

6766 . Nunung Riyanto / IDN – Papua Barat – Manokwari – / 081344078247 / nunungriyantoko@gmail.com

6767 . Munif / IDN – Jateng – Kudus – Kauman, Jekulo / 08122761528 / radensutowungu@ymail.comabdie.catania@yahoo.com

6768 . M. Lukman Hakim / IDN – Kalsel – Banjarbaru – / 085228071056 / gushakim@gmail.com

6769 . Heru / IDN – DIY – Yogyakarta – / 08112555797 / boombox.designs4you@gmail.com

6770 . Slamet Wilujeng / IDN – Jatim – Blitar – / 087756350155 /

6771 . Riento / IDN – Jateng – Cilacap – / 087780971838 /

6772 . Hari Yadi / IDN – Kalbar – Pontianak – / 081345700356 / hyadi170@gmail.com

6773 . Widiro Windaryudha Pratama / IDN – Jateng – Semarang – Asrama Polisi Sendangmulyo Blok i No.4 RT.05 RW.10, Kel. Sendangmulyo, Kec. Tembalang / 083838915791 / yudha_pratama1990@yahoo.com

6774 . Sutrisno / IDN – Banten – Tangerang – Kp. Tipar Raya RT.02/05, Kec. Jambe / 08989615263 / tjisunk.lee@gmail.com

6775 . Hendra Diansyah / IDN – Jatim – Situbondo – Panarukan Pesisir Utara / 085330201321 /

6776 . Azzhian Bimasakti / IDN – Lampung – – / 08975481322 / ibenk.dgc@gmail.com

6777 . Joko Kitir / IDN – Lampung – – / 085366775539 / abadikurniawan@ymail.com

6778 . Suparjo / IDN – Jateng – Semarang – / 081215454596 / supar69@gmail.com

6779 . Sigit Primayoga / IDN – Jabar – Bekasi – Perum. Margahayu, Bekasi Timur / 081511374902 / sigitprimayoga@yahoo.com

6780 . Rahmat Rumanta Nasution / IDN – Sumbar – Padangsidimpuan – Jl. Soedirman Ex: Merdeka No.424 / 082167521334 / samantha_origane@ymail.com

6781 . Hardiman Ade Syafei / IDN – DIY – Sleman – Kaliurang KM.14 , Perum. Pamungkas Samping Masjid Al-Muhajirin / 082134313791 – BB: 75857DD3 /

6782 . Hengky Dwy Prayetno / IDN – Jatim – Tuban – Jl. Kaswari G-61, Perum. Tuban Akbar / 081217596789 / pribumikayangan@ymail.com

6783 . Eko Haryanto / IDN – Jateng – Surakarta – Jl. Suryo 86. Jagalan, Jebres / 081990999910 / haryantoeko17@yahoo.com

6784 . Muhamad Fery Ardian / IDN – DIY – Sleman – Perum Pandeansari Blok L-ll No.Ll, Condongcatur, Depok / 082137218812 / mochferyardian@gmail.com

6785 . Martan Basir / IDN – Maluku – Ambon – Bt. Merah / 082397412280 / martenbravo@gmail.com

6786 . Yudi Apriansyah / IDN – Lampung – Lampung Tengah – Lingk. I, Bandarjaya Barat / 085978015775 / yudiapriansyah21@yahoo.com

6787 . Agung Wawan Zulfian / IDN – Jatim – Malang – Candi Mendut Selatan, Lowokwaru / 085954405030 / agungzulfian@gmail.com

6788 . Kurniawan Sumarna / IDN – Jabar – Cirebon – / 081909848286 / kusumarna@gmail.com

6790 . Sagita Permana / IDN – Jabar – Bandung – Dago / 082317111259 / sagitapermana14@yahoo.com

6791 . Peter / IDN – Jatim – Surabaya – Banyu Urip Kidul / 082231047108 / tokekw1@gmail.com

6792 . Didk S. / IDN – Jateng – Boyolali – Tegalrejo, Winong / 087838144315 / japemethedd@yahoo.co.id

6793 . Dwi Kus Hananto / IDN – Banten – Tangerang – Jl.Raya Serang Km.12½, Pasir Gadung, Cikupa / 085727090666 / dwikushananto.88@gmail.com

6794 . Rudianto Tambunan / IDN – Jabar – Bekasi – Perumahan Cikarang Baru, Jl. Rusa V Blok I RT. 04/09 No.107, Cikarang Jababeka / 081211677006 / ruditambunan74@yahoo.com

6795 . Pebri Suriawan / IDN – Sulsel – Makassar – Jl. Andalas No.08 Lrg.126 G / 04112631915 / psuriawan@yahoo.com

6796 . Fajar Khusaeni / IDN – DIY – Kulon Progo – Karang, Gerbosari, Samigaluh / 081804258248 / khusaenifajar@gmail.com

6797 . Lukman Gaib / IDN – Sulteng – Tolitoli – / 085341105446 / lukman.gaib2014@yahoo.com

6798 . Winalfi / IDN – Kalteng – Sampit – / 085252951565 / win.alfi@nokiamail.com
Bersambung……………………………………………………………

SALAM PASEDULURAN
================
※Comment Powered by KwaBerry® SmartBlog™

Categories: >DAFTAR ANGGOTA K.W.A, ANGGOTA KWA, ANGGOTA KWA PER 24 FEBRUARI 2014 | 600 Komentar

UPDATE TERBARU


MASTER – GURU KAMPUS WONG ALUS/KWA

 

Alamat Markas KWA: Mushola Balai Diklat Jl Majapahit 5 (sebelah Kompi Senapan 516) Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Buka setiap Kamis malam mulai pukul 20.00 WIB s/d selesai. Acara rutin: Dzikir/Wirid dan bakti sosial beragam hajat (gratis).

ANGKATAN XI

1. KI NAWAWI SUROPATI, Pasuruan, Phone 082334079399

2. KI IRVAN SUROPATI, Belitung Timur, Phone  081949200806

3. KI SIGIT SUROPATI, Sidoarjo, Phone 082245301000

4. KI ZAKI SUROPATI, Malaysia. Phone +60167762132

==================================================

ANGKATAN X

1. KI RAINAN  SOERJO MENTARAM, Blitar – Jatim, rainan44@gmail.com

2.  KI SUJONO SOERJO MENTARAM, Sidoarjo – Jatim.
Phone 087752903466

=================================================

ANGKATAN IX

1. KI KUSUMO ASHARI MONGROGO, Sumatera

2. KI KUSUMO EKO  MONGROGO, Jakarta

3. KI KUSUMO S.S MONGROGO, Sumatra

=================================================

ANGKATAN  VIII

1.  KI LU KUSUMO YUDHO NEGORO, Jawa Timur

2.  KI SU KUSUMO YUDHO NEGORO, Bali

3.  KI YU KUSUMO YUDHO NEGORO, Yogyakarta

4.  KI YA KUSUMO YUDHO NEGORO, Jakarta 0812 9676 6923

5.  KI BU KUSUMO YUDHO NEGORO, Jawa Timur

6.  KI DO KUSUMO YUDHO NEGORO, Bekasi

7.  KI RO KUSUMO YUDHO NEGORO, Jawa Barat

================================================

ANGKATAN VII

1.  KI ANOM ‘INDRIAWAN’ PENANGGUNGAN, Pacitan 0823 3156 0636

2.  KI ANOM ‘TAHIR’ PENANGGUNGAN, Mimika – Papua 0815 4776 614

3.  KI ANOM ‘MURSALIM PENANGGUNGAN’, Tanah Merah – Papua 0812 8999 8118

4.  KI BIMO “S.A” PENANGGUNGAN, Surabaya

=================================================

ANGKATAN  VI

1.  KI ONTOREJO MUHAMMAD PENANGGUNGAN, Jambi 0896 9642 6286

2.  KI ONTOREJO SONI PENANGGUNGAN, Sidoarjo 0856 4848 4545

3.  KI ONTOREJO ADI PENANGGUNGAN, Tangerang 0813 8172 4964

4.  KI  ONTOREJO GATOT PENANGGUNGAN, Magelang 0856 4330 1388

 ============================================

ANGKATAN  V

1.  KI CAHYANTO PASOPATI TROWULAN, Kalimantan Selatan 0858 1414 7433

=================================================

ANGKATAN  IV

1.  KI NENGGALA DEDY PENANGGUNGAN, Jakarta 021 7169 4925

2.  KI NENGGALA CAHYA PENANGGUNGAN, Palembang 0812 7482 7071

================================================

ANGKATAN  III

1.  KI CAKRA RASYID PENANGGUNGAN, Jakarta 0977 8008 0019

2.  KI CAKRA SARYANTO PENANGGUNGAN, Purworejo 0857 4315 4447

3.  KI CAKRA MELSANOFRI PENANGGUNGAN, Palembang 0812 7854 474

4.  KI CAKRA WASLAN PENANGGUNGAN, Mimika Papua 0852 4490 0456

5.  KI CAKRA SAMSUL PENANGGUNGAN, Lampung Timur 0812 6601 4575

6.  KI CAKRA WIDODO PENANGGUNGAN, Pati Jateng 0856 4085 9477

7.  KI CAKRA AKBAR PENANGGUNGAN, Enrekang Sulsel 0819 4426 0882

================================================

ANGKATAN  II

1.  KI AGENG WAN MUHAMMAD PENANGGUNGAN, Malaysia tokkutan@gmail.com

================================================

ANGKATAN  I

1.  KI AGENG BAYU PENANGGUNGAN,  Jakarta  0877 7557 3775

2.  KI AGENG AGUNG PENANGGUNGAN, Kediri    0854 9183 905

3.  KI AGENG ISLANUDIN PENANGGUNGAN, Indramayu

4.  KI AGENG AGUS PENANGGUNGAN, Bekasi

5.  KI AGENG YOHAN PENANGGUNGAN, Cirebon

Categories: GURU KWA

NDILAT GENI SEMBUR GENI TAHAP AWAL NGELMU JAMASAN


Wongalus

Mendengar Istilah “jamasan”, pikiran kita langsung merujuk pada satu tradisi di Keraton yaitu memandikan pusaka-pusaka pada bulan Suro. Memandikan pusaka? Kenapa pusaka harus dimandikan? Nah, ritual jamasan seperti ini sebenarnya adalah simbolisasi dari membersihkan jasad dengan menggunakan salah satu anasir alam yaitu air.  

Ada banyak anasir alam selain air misalnya air, angin, tanah, kayu, api dan sebagainya.

Kita membersihkan jasad dengan kungkum atau mandi sehingga memerlukan air.  Pusaka kita tahu berisikan doa. Pusaka dibuat dengan riyadhoh puasa dan wirid sambil menempa besi yang dipanaskan. Oleh sebab itu pusaka perlu dijamasi agar kita senantiasa mensucikan pusaka yang berisi doa agar doa kita tetap berkaromah sebagai jembatan/sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas tentang teknik menarik power api dengan jamasan. Jamasan menggunakan media api ini bertujuan untuk membersihkan seluruh tubuh eterik mulai rambut atau bulu, kulit, daging, darah, urat syaraf dan juga tulang sungsum dengan NIAT yaitu memunculkan daya kesaktian/daya kekuatan kepada diri sendiri maupun orang lain, mengobati orang sakit atau niat-niat lain yang baik.  Jadi energi api dalam jamasan digunakan untuk menumbuhkan daya keberanian, membakar penyakit dan juga menghilangkan rasa sakit.

Dalam sejarah, nenek moyang kita dulu sudah menggunakan ritual jamasan sejak jaman kuno mulai era Singosari – Kediri, Majapahit, Mataram,  dan seterusnya. Jamasan merupakan salah jenis bertapa yaitu “topo geni”. Selain topo geni, ada beberapa jenis bertapa misalnya topo air/topo kungkum, topo angin/berdzikir/wirid daim dalam hati, tarakbroto/berpuasa, tahan ngantuk tidak tidur. Kesemuanya itu dimaksudkan agar manusia bisa mendapatkan daya kesaktian/karomah dari Allah SWT yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.

Setidaknya ada tujuh tataran/tingkatan/patrap yang harus dijalani untuk mendapatkan ilmu jamasan paling dasar adalah MENGHILANGKAN RASA TAKUT TERHADAP API MESKIPUN KITA TAHU API ITU PANAS. Setelah kita tidak memiliki rasa takut maka yang dilakukan adalah:

1. Tataran pertama membangunkan sedulur papat kelimo pancer

2. Tataran kedua mengamalkan  Carokowalik, mulai aksara Jawa HO sampai NGO kemudian naik dari NGO sampai HO

3. Tataran ketiga Ilmu Rajah Kolo Cokro sebagai pertanda hadirnya cahaya Guru Pribadi/Guru Sejati

4. Tataran keempat disebut mendudukkan raja di dalam diri alias “Nglungguhke Ratu”. Siapa ratu yang dimaksud? Siapa lagi kalau bukan Tuhan Yang Maha Kuasa di dalam diri kita?

5. Tataran kelima yaitu ilmu Caroko Kawedar, yaitu mewedar agar kita memahami hakekat aksara HO sampai NGO.

6. Tataran keenam disebut mendirikan guru sejati di alam kesejatian/alam kajaten

7. Tataran  ketujuh disebut ILMU PANGRACUTAN untuk mengetahui hidup sejati.

kwa9Terkait dengan tahapan paling dasar untuk membangkitkan keberanian dan kepasrahan kepada Allah SWT maka salah satu teknik untuk menjilat BESI membara sebagai berikut:

Siapkan sebuah angko/kompor arang atau apa saja yang bisa sebagai tempat pembakaran. Isilah dengan arang kayu lalu dibakar. Siapkan sebilah pisau; yang stainless steel (tahan karat) lebih baik, lalu pangganglah dalam tungku api tersebut. Tunggu hingga pisau berubah warna, hingga merah membara.

Untuk menambah keberanian dan kepercayaan diri baca doa atau mantra berikut ini (tidak wajib dibaca. Dibaca boleh/tidak dibaca tidak apa-apa yang penting yakin bahwa yang memberikan kekuatan kepada diri kita adalah Allah SWT ). Salah satu mantra yang sudah dimuat di blog KWA misalnya anda baca:

=ONO DZAT DAIM ONO PANGERAN IMAN ADEM ASREP KETIBAN IDUKU PUTIH LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAH=

Tahan nafas lalu jilatlah pisau itu sebentar. Tahap awal pisau cukup disentuhkan ke lidah sebentar saja, jangan lama-lama. Jika sudah mulai terbiasa bisa dilakukan berkali-kali, 3 sampai 7 kali jilatan. Tidak akan terasa panas, jika anda pernah tanpa sengaja meminum segelas air panas, lidah jadi terasa kasar-pahit, nah seperti itulah rasanya.

Beberapa atraksi ilmu kanuragan biasanya melakukan pertunjukan jilat pisau/keris/tombak pusaka yang dibakar hingga membara. Atraksi seperti ini tak perlu memakai ilmu-ilmu gaib. Ini adalah hal yang logis bahwa lidah kita memiliki daya tahan terhadap logam yang panas yang dijilatkan dengan kecepatan tertentu.

Teknik lain untuk membangkitkan keberanian kedua adalah FIRE WALKING atau BERJALAN DI ATAS KOBARAN API.
Atraksi ini sering digunakan oleh para motivator dalam acara seminar-seminar motivasi diri dan tidak ada unsur gaib sama sekali. Kita pun bisa mencobanya.

Caranya: Siapkan arang kayu sepanjang 2 meter dengan lebar 30cm. Siramlah dengan minyak tanah sampai merata dan bakarlah. Untuk menambah keberanian dan kepercayaan diri berdoa membaca: Yaa Naaru kuuni bardan wasalaaman ( “wahai api, jadilah kamu dingin dan selamat”).

Nyalakan api dibagian ujung dan bagian tengah secara bersamaan. Berjalanlah dengan cepat, jangan menunggu hingga arang menjadi bara. Dalam beberapa atraksi ada juga yang menggunakan lem storlak yang dioles dikaki, agar tidak terasa terlalu panas. Dalam acara traning motivasi biasanya didahului dengan mencelupkan kaki ke dalam air.

Bila anda telah menguasai dan memiliki NGELMU JAMASAN ini, maka Insya Allah akan mendapatkan daya kesaktian dari Allah SWT yang banyak manfaatnya untuk masyarakat. Anda bisa  mengobati orang sakit dengan teknik menjilat bara api lalu menyemburkannya ke orang yang sakit dan dalam waktu singkat sembuh atas ijin Allah SWT.

@wongalus,2014

Categories: NGELMU JAMASAN | 28 Komentar

RAJAH BENTUK SANDAL RASULULLAH


KETIGA RAJAH DIBAWAH INI BERBENTUK SANDAL DARI RASULULLAH SAW YANG MENGANDUNG MAKNA KITA PERLU MENCINTAI RASULULLAH SAW.  SANDAL DI TELAPAK KAKI RASULULLAH LEBIH MULIA DAN LEBIH BERTUAH DARIPADA APAPUN ATAS IJIN ALLAH SWT. ORANG YANG MENGENAL CINTA AKAN MENGALAMI FANA-UR-RASUL SEBAGAI MAQOM MENUJU FANA FI ILLAH .

BENTUK SANDAL  MENJADI SIMBOL KEPADA PARA PENCINTA RASULULLAH SAW SEHINGGA SEGALA TINDAK-TANDUK, AMAL-PERBUATAN, BAHKAN APA SAJA HENDAKLAH SENTIASA ATAS JALAN DAN DI BAWAH PETUNJUK MUHAMMAD S.A.W. AGAR HIDUP KITA TIDAK MENYIMPANG MENUJU RIDHO ALLAH. SEHEBAT-HEBAT MAHKOTA PARA RAJA/PENGUASA TIDAK BISA DIBANDINGKAN DENGAN SANDAL  RASULULLAH S.A.W.

RAJAH SATU

jimat kwa 5Rupa bentuk rajahan ini tercatat dalam kitab Jawahirul Bihar karangan Syaikh Yusuf bin Ismail an Nabhani.

Apabila rajahan ini disimpan dalam rumah, maka rumah tersebut selalu mendapat perlindungan Allah dari berbagai marabahaya seperti kebakaran, kecurian dan sebagainya, serta penghuni-penghuni rumah tersebut akan memperolehi rahmat, barakah, keamanan, selama di rumah tersebut tiada suatu apapun yang menjadi pantangan masuk malaikat rahmat ke dalamnya.

Apabila rajah ini dibawa berpergian, maka perjalanannya diberkati dengan keamanan dan selamat serta berhasil. Apabila ditaruh di badan orang sakit, maka insya-Allah cepat disembuhkan Allah dengan keberkatan Sayyidina Empunya Rajah.

RAJAH DUA

jimat kwa6Bermuatan kecintaan kepada Junjungan Muhammad SAW. Demi kecintaan kepada Rasulullah, rajah ini dibuat mengandungi keberkatan rahasia dan keistimewaan di kalangan ulama sehingga dijadikan simbol bagi Thoriqot Ahmadiyyah Rasyidiyyah Dandarawiyyah di Mesir.

Kelebihannya ditulis Imam al Qasthaalani dalam kitabnya al Mawaahibul Laduniyah: disampaikan Syaikh Abu Ja’far Ahmad bin Abdul Majid: “Aku telah membuat rajah ini untuk seorang muridku, maka dia telah berjumpa denganku pada suatu hari dan dia mengatakan telah melihat tuah rajah ajaib ini. Isteriku telah ditimpa sakit yang berat hingga hampir meninggal, maka aku letakkan rajah pada tempat sakitnya dan berdoa “ALLOHUMMA ARINIY BAROKATA SHOHIBI HADZAN-NA’LI” ( Ya Allah, tunjukkanlah aku keberkatan Junjungan Nabi SAW), lalu dia disembuhkan Allah pada waktu itu juga.

Abu Ishaq  menulis telah berkata Abul Qaasim bin Muhammad : siapa yang membawa rajah ini dengan niat untuk mengambil berkat jadilah dia selamat daripada kejahatan penjahat, memperoleh kemenangan atas musuh dan mendapat penjagaan dari setan serta dipelihara dari kedengkian orang-orang yang hasud. Jika dibawa oleh orang perempuan hamil yang sakit karena akan bersalin maka akan segera melahirkan dengan pertolongan dan kekuatan Allah SWT.

RAJAH TIGA

jimat kwa7Rajahan ini berisi sanjungan kepada Rasulullah SAW. Syaikhul Hadits Maulana Zakaria al Kandahlawi dalam catatannya untuk kitab Syamail atTirmidzi menyatakan: Gambar rajah ini khasiatnya sangat banyak. Dengan menyimpan rajah ini, insya allah akan bertemu Rasulullah SAW, lepas dari ancaman orang zalim, mencapai kemasyhuran dan sukses cita-citanya.

SILAHKAN DIPRINT. SEMOGA BERMANFAAT

@wongalus,2014

Categories: RAJAH SANDAL RASULULLAH | 72 Komentar

CIPTAKAN KIAMAT SEKARANG === MENGENANG PROF. DR. DAMARDJATI SUPADJAR


KWA DAMARDJATI SUPADJAR

INI ADALAH ARTIKEL WAWANCARA SEBUAH MAJALAH KEPADA PAK DAMAR YANG SEDIKIT BANYAK MENGGAMBARKAN BAGAIMANA PEMIKIRAN PAK DAMAR YANG LINCAH, BERNAS, ORISINIL DAN BERBEDA DENGAN PENCERAMAH PADA UMUMNYA YANG  BIASANYA MEMBOSANKAN. 

Banyak isu yang menyuarakan bahwa kiamat akan datang pada 21 desember 2012. Dengan prediksi kalender bangsa Maya, beberapa gejolak alam akan muncul seperti bertabraknya benda-benda langit di luar angkasa yang berakibat buruk bagi dunia. Saat ini para ilmuwan sudah memantau aktifitasnya. Berawal dari itu, maka akan datang kisah bencana terbesar sepanjang sejarah dunia ini.

Manusia sudah berparadigma bahwa kiamat adalah akhir segala masa, akhir cerita kehidupan di dunia dan kehancurannya yang harus diyakini kebenarannya. Pada saat itu bumi tergoncang dan porak poranda. Langit berjatuhan dan makhluk keluar berlarian ketakutan. Sebuah pemandangan yang mengerikan.

Di dalam literatur umat islam sendiri, meyakini bahwa Kiamat adalah rahasia Tuhan yang tak satu orang pun tahu (buka surat luqman ayat 34, Fushilat 47, al-A’raf 187, dan lain-lain). Beberapa hadis pun tak mampu memprediksi, hanya sebatas memberi tanda-tanda.

Terlepas dari itu semua, seorang ahli filsafat jawa, Bapak Damardjati Supadjar mempunyai perspektif yang berbeda tentang Kiamat. Ia menerobos ruang pemikiran mendalam. Demikian wawancara crew IDEA yang berhasil berdialog dengan beliau pada tahun 2012.

Apakah bapak sepakat dengan pengertian kiamat sebagai hari akhir (yaumul akhir)?

Ya saya setuju. Karena saya masih beriman. Seperti halnya percaya dan yakin adanya Surga dan Neraka. Kiamat itu adalah Qiyamu Binafsihi nya Allah. Pada hari itu, kita akan berjumpa denganNya melalui mata Nya yang ada pada kita. Tapi bukan berarti Tuhan punya hobi hancur-menghancurkan. Karena Qiyam itu Jumeneng yang artinya bebas dari kacau balau orang.

Lantas, apa sebenarnya kiamat itu (dalam perspektif jawa)?

Kiamat itu adalah Revolusi Spiritual. Proses merubah diri kita kepada kesadaran bahwa semua yang dimiliki adalah milikNya. Atau boleh dikatakan meng-nol-kan diri. Maka segala aturan dari pemilik raga ini ya.. harus dipatuhi. Maksudnya adalah kembalinya segala urusan ke tangan Tuhan seperti rukun Ihsan. Kita melihat seperti Allah mirsani. Karena Allah menjadi mata untuk melihat, menjadi telinga untuk mendengar, menjadi kaki untuk melangkah. Itulah yang dimaksud dengan proses yang tidak sampai dan digantikannya menjadi yaumudin.

Hari Kiamat harus dipahami sebagai acuan revolusi spiritual tanpa huru hara tanpa berdarah-darah yaitu wudhu existensial (ora ono opo-opo kejobo sing kondo)/ tidak punya rasa punya. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi rajiun

Apa rumus revolusi?

Revolusi bukan evolusi. Evolusi itu proses, seolah-olah menunggu hingga sampai kepadaNya. Proses perjumlahan, bulan ke tahun ke abad ke millenium dan lain sebagainya. Kalau revolusi itu menuju Ilahiyah. Harus syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Syariat itu informatif, makanya harus diulang-ulangi. Kemuadian tarekat itu transformatif. Ketika sudah mencapai derajat itu harus ada kemampuan atau skill mengubah diri dari diri yang bermasalah namanya nafsu amarah menjadi diri yang diridhoi Gusti Allah. Di pewayangan jawa itu nafsu ada 4, ireng (lawamah), abang (amarah), kuning (sufiyah), putih (muthmainnah). Nafsu itu terminal kedirian

Konsep tentang kiamat seperti apa pak?

Konsep kiamat itu semestinya mengantarkan kita pada jumenengane kebenaran atas kebatilan. Kita merubah diri kita menjadi manusia yang lurus/ benar dan berusaha meninggalkan hal-hal yang tidak baik.

Bagaimana aplikasi kesuksesan revolusi itu?

Harus melahirkan temuan-temuan ilmiyah yang baru. Karena kita punya potensi yang dititipkan Tuhan, maka kita wajib mengolahnya.

Rumus kecerdasan untuk kiamat?

Kalau makrifat itu mental age. Kiamat: Cronological age. Pada saat itu kamu akan menjadi pembaca terhandal atas amalmu.pada hari itu kita menjadi hakim sendiri atas amal kita. Maka sebelum itu, harus mempersiapkan diri dengan cara bermuhasabah yang ditempuh dengan Makrifat kepadaNya. Dengan kesungguhan 100%, kita akan mencapai pada timbangan kanan lebih berat.

MA (mental age) x 100%

CA (Cronological age)

Kapan kiamat itu datang?

Kiamat itu bukan satuan waktu yang ditunggu, ini adalah perspektif sebagian orang yaitu menunggu kedatangan kiamat. Mereka tidak melakukan perubahan apa-apa, hanya menanti bahwa kiamat akan datang di akhir zaman. Orang yang masih terkurung oleh satuan waktu menganggap kiamat itu belum datang alias “nanti”. Orang yang sudah istiqamah, memilih jalan langsung ke shiratal mustaqim, maka kiamat itu sekarang juga bahwa segala urusan di tangan Tuhan. Itulah revolusi spiritual.

Kesimpulannya?

Kiamat itu menyadarkan untuk tahu diri. Ketika orang itu tahu kiamat berarti ia tahu ia harus menyadari diri. Maka mulai sekarang kita harus melakukan revolusi spiritual yaitu meng-nol kan diri kita menuju jumenengane ati, hati menjadi jernih untuk kembali pada Gusti Allah. Maka segera mungkin kita ciptakan kiamat sekarang.

Sumber: MAJALAH IDEA, 2012

LINK PIDATO PAK DAMAR DI YOUTUBE SAAT ACARA RENAISSANCE BUDAYA NUSANTARA YANG LUCU, SEGAR DAN MENGGUGAH:

@@@

Categories: DAMARDJATI SUPADJAR, DAMARDJATI SUPADJAR 2, DAMARDJATI SUPADJAR 3, DAMARDJATI SUPADJAR 4, PROF DAMARDJATI SUPADJAR BERPULANG | 7 Komentar

==INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN==


PROF DR DAMARDJATI SUPADJAR KWA

PROF DR DAMARDJATI SUPADJAR KWA2DUNIA SPIRITUAL BERDUKA…. Telah pulang ke Rahmat Allah SWT, Waliyullah, Sufi dan Filsuf PROF DR DAMARDJATI SUPADJAR. Beliau Guru Spiritual Tercinta Kami, Panutan dan Bapak Kami, Ulama yang sangat sering mengisi pengajian di masjid-masjid Jogjakarta, pengisi radio dan media massa,  penceramah di berbagai forum ilmiah, Penulis Buku-buku, Peletak dasar Filsafat Jawa spesialis Filsafat Ketuhanan, Penasehat Spiritual Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Wali Kesepuluh di Jawa (Meminjam Istilah Cak Nun, Emha Ainun Nadjib), Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) menghembuskan napas terakhir di rumahnya di Saren, Gentan Sariharjo Ngaglik, Sleman, Jogjakarta, pukul 17.00 WIB, Senin (17/2).

Pagi ini akan disemayamkan di Balairung UGM Jogjakarta sebelum dikebumikan di tanah kelahirannya  Losari, Grabag, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (18/2). Persemayaman ini merupakan bentuk penghormatan terakhir seluruh civitas akademika UGM kepada jasa Prof DR Damardjati.

SUGENG TINDAK… SELAMAT JALAN… PAK DAMAR, INSYA ALLAH KITA SEMUA NANTI BERTEMU DI ALAM KESEJATIAN.

ttd

KI WONGALUS

berikut link di blog KWA terkait artikel-artikel yang pernah saya tulis tentang sosok pribadi Pak Damar yang INSPIRATIF, SEDERHANA, BANYAK SEDEKAH, DAN “ORA DUWE RASA DUWE”  itu…

ARTIKEL TANGGAL 17 MEI 2009

https://wongalus.wordpress.com/2009/05/17/gerimis-kenangan-dari-pencari-yang-terlupakan/?relatedposts_exclude=17163

ARTIKEL TANGGAL 18 MEI 2009

https://wongalus.wordpress.com/2009/05/18/memahami-damardjati-supadjar-bag-2/?relatedposts_exclude=17163

ARTIKEL TANGGAL 20 MEI 2009
https://wongalus.wordpress.com/category/damardjati-supadjar-3/

ARTIKEL TANGGAL 22 MEI 2009

https://wongalus.wordpress.com/category/damardjati-supadjar-4/

ARTIKEL TANGGAL 21 DESEMBER 2012

https://wongalus.wordpress.com/2012/12/21/ketuhanan-yang-maha-esa-dan-rukun-ihsan/

FOTO-FOTO PAK DAMAR KETIKA MENGISI PENGAJIAN DI MASJID-MASJID YOGYAKARTA DALAM KENANGAN…

prof-dr-damardjati-supadjar

damardjati supadjar

damardjati supadjar kwa ok

damardjati supadjar kwa

Categories: PROF DAMARDJATI SUPADJAR BERPULANG | 23 Komentar

IJAZAH DOA DAHSYAT MEMINTA PERTOLONGAN ALLAH; “BAHKAN LAUT PUN TERBELAH….”


TIDAK ADA HAL YANG MUSTAHIL APABILA MENDAPAT IJIN DARI ALLAH SWT. HAL ITU DALAM SEJARAH PARA NABI DIALAMI OLEH NABI MUSA A.S.

Sewaktu nabiyullah Musa AS di kejar kejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya,sampai di tepi pantai pun Nabi Musa kebingungan dan memohon kepada Allah SWT agar di selamatkan dari kejaran Fir’aun.

Allah berfirman kepada Musa AS untuk memukul tongkatnya ke air laut. Namun setelah tiga kali, Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut ternyata tidak ada reaksi sama sekali. Nabi Musa pun berseru “Maha suci Engkau ya Allah….sesungguhnya fir’aun telah dekat untuk membunuh kami” Dan tiba tiba Malaikat Jibril datang dan berkata : ‘Wahai Musa sebelum engkau memukulkan tongkat itu ke laut, maka berdo’a lah engkau dengan kalimat :

”ALLAHUMMA LAKAL HAMDU WA ILAIKAL MUSYTAKAA WA ANTAL MUSTA’AN WA LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADHIIM”

ALLAHUMMA LAKALHAMDU …. “Ya Allah, segala puji bagi-Mu”.

WA ILAIKAL MUSYTAKA …. “Hanya kepadamu, Ya Allah, kami berkeluh kesah”.

WA ANTAL MUSTA’AAN…. “Engkaulah tempat meminta pertolongan”

WA LAA HAWLA WALAA QUWWATA ‘ILLAA BILLAHIL’ALIYYIL’ADZHIM ……. “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha tinggi dan Maha Agung”

Nabi Musapun mengucapkan do’a itu dan memukulkan tongkatnya kembali ke laut merah, dan tiba tiba dasar laut meninggi menjadi dangkal dari air laut dan angin bertiup kencang sehingga membelah lautan merah.

Riwatar lain disampaikan Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata: ”Rasulullah saw bersabda: ”maukah kalian aku ajarkan beberapa kalimat yang telah diucapkan oleh Nabi Musa as ketika beliau mengarungi lautan bersama Bani Isroil?”

 Lalu kami berkata: ”tentu ya Rasulullah”

 Nabi bersabda: ”ucapkanlah oleh kalian, ”ALLAHUMMA LAKAL HAMDU WA ILAIKAL MUSYTAKAA WA ANTAL MUSTA’AN WA LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADHIIM”

 Syekh Al-A’masy berkata: ” maka aku tidak pernah meninggalkan kalimat do’a itu semenjak aku mendengarnya dari saudara kandungku, yaitu Al-Asadiy Al-kufiy, dan beliau menerima dari Sayyidina Abdullah ra.”

 Syekh Al-A’masy berkata: ”telah datang kepadaku AAt —sebangsa malaikat— beliau berkata: ”wahai sulaiman tambahkan pada do’a tersebut dengan kalimat ini: WA NASTA’INUKA ‘ALA FASAADI FIINA WA NAS’ALUKA SOLAAHA AMRINAA KULLIHI”

 (dan kami memohon pertolongan-Mu atas kerusakan yang ada pada kami, dan kami memohon kepada-Mu kebaikan urusan kami seluruhnya).

wongalus

@@@

Categories: DOA DAHSYAT MEMBELAH LAUT | 111 Komentar

IJASAH JIMAT RAJAHAN LANGSUNG PAKAI UNTUK KELUARGA KAMPUS WONG ALUS


KI WONGALUS

BERIKUT INI SAYA IJASAHKAN JIMAT LANGSUNG BISA DIPAKAI DAN DIGUNAKAN.

CARANYA:

1. SILAHKAN DI PRINT DAN DISIMPAN UNTUK DIBAWA KEMANA-MANA/UNTUK PEGANGAN DISIMPAN DI DOMPET, DI SAKU, DLL. BISA JUGA DITEMPEL DI DINDING RUMAH ANDA.

2.BERWUDHU SEBELUM MENYIMPAN SETIAP JIMAT

3. BACA BISMILAHIRROHMANIRROHIM 17 X LETAKKAN/ SIMPAN SEBAIK-BAIKNYA.

4. ANDA BISA MENYIMPAN SATU, DUA ATAU KETIGA-TIGANYA

5. JANGAN DILETAKKAN DI RUANGAN YANG NAJIS, MISALNYA KAMAR MANDI/WC

JIMAT KWA TINGKAT PERTAMA:

RAJAHAN INI ADALAH TULISAN TANGAN RIYADHOH DARI SYEKH ABDUL AL FAIZ DAGHESTANI UNTUK PERLINDUNGAN SEMUA BAHAYA, INSYA ALLAH. KWA tulisan tangan syekh Abdullah al-Fa'iz Daghestani untuk perlindungan copy

JIMAT KWA TINGKAT KEDUA:

RAJAHAN BERISI NAMA-NAMA PESAN ALLAH SWT, YANG DITULIS TANGAN OLEH  AULIA MAULANA SYEKH NAZIM ADIL AL HAQONI UNTUK PERLINDUNGAN/PROTEKSI SEGALA BENCANA DAN HIDUP BAROKAH, INSYA ALLAH.

JIMAT KWA YANG BERISI NAMA-NAMA PESAN ALLAH SWT, YANG DITULIS TANGAN OLEH Sultan aULIA MAILANA SYEKH NAZIM ADIL AL HAQANI UNTUK PERLINDUNGAN DAN BAROKAH copy

JIMAT KWA TINGKAT KETIGA:

RAJAHAN YANG DITULIS  AULIA MAULANA SYEKH NAZIM ADIL AL HAQONI BERISI NAMA 7 PEMUDA ASHABUL KAHFI DAN NAMA ANJING MEREKA. BERFUNGSI UNTUK PERLINDUNGAN DARI PENGEJARAN ORANG DHOLIM, PEPERANGAN/TAWURAN, KEBAKARAN, TENGGELAM, BENCANA-BENCANA ALAM, INSYA ALLAH — ADA HUBUNGANNYA DGN IBNU ABAS RA.

Secara tradisional jimat ini juga digunakan untuk perlindungan  selama perjalanan, atau untuk menemukan sesuatu barang hilang, memadamkan api (jimat lemparkan ke dalam api ), untuk menenangkan bayi yang rewel (diletakkan di bawah bantal), untuk mengatasi sakit maka jimat dibawa, untuk bisa menemui pembesar (nego berhasil), untuk melancarkan persalinan, untuk keringanan rezeki, perlindungan terhadap harta dan lainnya.

Ashabul Kahfi adalah kisah tujuh (7) pemuda yang tertidur lelap di dalam gua. Nama gua itu ialah Washid dan mereka ditidurkan oleh Allah SWT selama 309 tahun hijriah atau 300 tahun masehi, untuk melarikan diri dari kekejaman raja Dikyanus yang hidup sekitar tahun 250 M. Kisah ini bersumber dari Al Qur’an dalam Surah Al Kahfi. Menurut beberapa sejarahwan Islam, ketujuh pemuda tersebut bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga. (versi Arab nama-nama mereka sbb:  

يمليخاومكشلينياومشلينياومرنوسودبرنوشوشادنوشوكفشططوش . واسمكلبهمقطمير

Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli Al Qur’an dan Injil berpendapat mereka berasal dari Yordania, dan ada pula yang menafsirkan kejadiannya di Turki.

INILAH JIMATNYA:

KWA NAMA 7 ASHABUL KAHFI DAN KEDELAPAN ADALAH ANJING MEREKA UNTUK PERLINDUNGAN DARI PENGEJARAN, PERANG, KEBAKARAN, TENGGELAM YANG ADA HUBUNGANNYA DGN IBNU ABAS RA copy

TERIMA KASIH. SALAM ASAH ASIH DAN ASUH

@WONGALUS,2014

Categories: JIMAT RAJAHAN LANGSUNG PAKAI KWA | 152 Komentar

BERGURU LANGSUNG KEPADA NABI KHIDIR


KWANabi Musa AS adalah sosok yang rasional, logis dan sangat-sangat mengandalkan akal. Pada suatu ketika dia menyombongkan diri. Saya ini orang paling suci dan paling cerdas di dunia ini. Allah SWt menegurnya dengan mengirimkan Hamba Allah yaitu nabi Khidir AS, sosok yang kecerdasannya melampaui Nabi Musa atas ijin Allah.

Ilmu Khidir adalah ilmu futurologis… tahu sebelum terjadi. Nah bila anda berguru kepada Nabi Khidir, bersiapkan menerima pengajaran-pengajaran tidak terduga dalam hidup kita di dunia yang sangat-sangat singkat ini.

 Berikut ini adalah amalan untuk bertemu Sayidina Khidir Alahi Salam. Bila Allah SWT menghendaki maka Anda akan dipertemukan dengan Sayidina Khidir. Bisa melalui mimpidan bisa pula dipertemukan secara fisik di sebuah tempat yang tidak anda sangka sebelumnya. Ingat, Nabi Khidir ahli melakukan penyamaran. Jadi setelah mengamalkan amalan ini waspadalah, siapa tahu dia berwujud sosok pengemis, sosok tukang semir sepatu, sosok tukang pencari ikan dan sebagainya, wallahu a’lam.

Amalannya sebagai berikut:

 ·        Usahakan berwudhu terlebih dulu dan setelah itu jangan berbicara kepada siapapun sebelum tidur.

 ·        Berbaringlah/tidurke sisi kanan tubuh anda.

 ·        Baca LAILAHA ILALLAH setelah anda berbaring 11 x

 ·        Kemudian baca doa berikut 15 kali.

 BISMILLAHHIROHMANIRROHIM BISMILLAHI AL AMAAN AL AMAAN YA HANAAN AL AMAAN AL AMAAN YA MANAAN AL AMAAN AL AMAAN YA DA YAAN AL AMAAN AL AMAAN YA SUBHAN AL AMAAN AL AMAAN YA BURHAAN AL AMAAN AL AMAAN MIN FITNATIZ ZAMAANI WAJAFAA IL IKHWANI WA SHARRISH SHAITON WA DZULMIS SULTON BIFADHLIKA  YA RAHIIM YA RAHMAN YA DZULJALAALI WAL IKROM WASALLALLOHUALA KHOIRI KHALIQIHI MUHAMMADIN WA ALIHI WAASHAABIHI AJMAIIN BI ROHMATIKA YA ARHAM AR ROHIMIIN WASALLALLAHU ALA KHOIRI KHOLIQIHI MUHAMMADIN WA ALIHI WA ASHAABIHI AJMAIIN BI ROHMATIKA YA ARHAM AR ROHIMIIN (15 X)

 ·        Kemudian baca lagi LAA ILAHA ILALLAH 11 kali.

 ·        Akhiri dengan doa untuk bertemu nabi khidir dengan bahasa anda masing-masing. Misalnya: ‘YA ALLAH, BILA PERTEMUAN DENGAN NABI KHIDIR ITU BAIK BAGIKU MAKA PERTEMUKAN AKU DENGAN DIA AGAR AKU BISA BERGURU LANGSUNG ILMU-ILMU MU”

Selanjutnya tidurlah.

 ULANGI AMALAN ITU DALAM TUJUH MALAM. SELAMA TUJUH  HARI BERSIHKAN HATI NIAT DAN PERILAKU DARI HAL-HAL YANG TIDAK TERPUJI. AKAN LEBIH BAIK TENTU SAJA TIDAK HANYA TUJUH HARI TAPI SELAMANYA.

 Insya Allah, Jika Allah menghendaki maka Anda akan dipertemukan dengan Nabi Sayyidina Khidir AS. Bisa saat tertidur selama mengamalkan, bisa jadi setelah kita mengamalkan selama beberapa waktu.

@WONGALUS,2014

Categories: BERGURU LANGSUNG KE NABI KHIDIR AS | 77 Komentar

MENCARI HARTA KARUN


Hampir sudah tiga bulan dimulai penggalian harta karun namun tidak juga mendapatkan apa yang mereka cari. Saya kira, di tempat itu Insya Allah memang tidak ada harta karun sebagaimana yang mereka harapkan…

Aneh manusia itu. Kadang hati nurani mereka mengatakan bahwa di tempat tertentu tidak ada harta karunnya namun tetap saja melakukan penggalian. Sebaliknya, kadang petunjuk hadir melalui mimpi namun kita tidak percaya padahal harta pusaka itu benar-benar ada.

Hidup memang misterius.. Tuhan kadang memberi rejeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Kadang melalui doa-doa dan mengaji. Nah, saya ingin menjelaskan bagaimana satu surat Yasin memiliki fadhilah sebagai penarik atau penyedot benda-benda pusaka/harta karun.

Surah Yasin adalah surah yang menempati urutan ke 36 dalam mushaf Al-Qur’an.Surah ini dalam hadits disebut Jantung Al-Qur’an, sebab dengan surah ini Al-Qur’an menjadi hidup dengan memancarkan cahaya ruhani yang terang benderang untuk membimbing umat manusia berjalan di jalan yang benar.  

Keutamaan surah yasin ini dapat kita ketahui dari salah satu hadist Rasulullah SAW:  “Segala sesuatu mempunyai jantung (hati), sedang jantung Al-Qur’an adalah surah Yasin, dan siapa saja yang membaca surah Yasin Allah swt. mencatat bacaannya seperti bacaan Al-Qur’an sepuluh kali” (Ad-Darimiy, At-Turmudzi dan Anas ra. dan Kanzul-Umal, Juz 112624)  Dengan memperhatikan hadist Rasulullah SAW di atas, maka kita dapat mengambil beberapa pelajaran tentang keutamaan surah Yasin.

Sebagai jantung Al-Qur’an, surah Yasin mampu menggerakkan seluruh ayat Al-Qur’an menjadi hidup menyala memancarkan cahayanya yang amat terang bagi ruhani manusia. Inti surah Yasin adalah wujud Yang Mulia Rasulullahyang telah menerangi hati umat dengan cahaya kitabullah dan di akhir zaman beliau akan bangkit kembali karena itu kebenaran dan keindahan Islam di akhir zaman akan tampak cemerlang kembali.

 Apabila orang membaca surah Yasin setiap malam akan mengerti dan menyadari kedudukannya sebagai hamba Allah SWT dan senantiasa bertobat. Salah satu bukti yang telah diberikan Umat Islam dari generasi ke generasi adalah jika ada orang sakit keras menuju kematiannya jika di sisinya dibacakan surah Yasin Allah swt. akan memudahkan proses kematiannya. Oleh karena itu, dianjurkan membaca surah Yasin pada malam Jum’at mengandung makna agar manusia senantiasa ingat tentang kesuksesan dan kebahagian orang yang ruhaninya sempurna.

 Surah Yasin dan hari Jum’at mempunyai kaitan yang sangat erat sehingga Rasulullah saw. mengajarkan secara istimewa kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib agar di malam Jum’at bangun sepértiga malam untuk shalat dan membaca surah Yasin.

Saya mendapatkan informasi dari beberapa sedulur yang mampu menemukan sesuatu benda yang berharga mahal, berupa temuan-temuan emas, perak, perunggu, benda-genda pusaka, harta karun dll tanpa direncanakan sebelumnya melalui salah satu surat yang ada di Surat Yasin. Ada yang menceritakan ke saya pernah mendapatkan mimpi menemukan pusaka, namun sampai sekarang masih belum mencarinya. Padahal, mimpi itu bisa jadi petunjuk yang jelas dan tepat.

Sebagaimana beberapa orang yang menemukan arca patung, koin-koin emas perak, dan benda-benda purbakala. Rata-rata mereka mendapatkan petunjuk melalui mimpi. Mungkin, Goib paling mudah memang memberikan informasi melalui mimpi. Tidak melalui handphone, tidak melalui internet, atau tidak melalui panggilan langsung.

Tapi tentu saja, tidak semua mimpi adalah informasi yang tepat dan akurat. Bisa jadi kita sering GR, mimpi kita berasal dari bisikan-bisikan goib. Nah disinilah “kata hati/batin” sangat diutamakan.

Apabila dalam bathin mengatakan bahwa harta karun, harta pusaka dalam perut bumi itu tidak ada maka janganlah dilanjutkan penggaliannya. Karena kalau dipaksakan maka benda atau harta yang ditemukan akan berubah jadi batu dan tanah yang tidak berharga.

Namaun, tentu saja tidak akan pernah sia-sia anda mencoba. Sebab bukankah Tuhan memberikan rejeki dengan caranya sendiri? Ada cara yang biasa dilakukan untuk mengetahui dimana harta karun harta pusaka itu didapatkan yaitu dengan cara biasa: menggali atau  atau mencangkulnya.

Caranya  wiridkan Surat Yasin ayat 48 sebanyak 7777 x : WAYAQUULUUNA MATAA HAAZAL WA’DU INKUNTUM SODIQIIN

Selesai wirid berpuasalah seperti puasa Romadhan. Insya allah.. Insya Allah..Insya Allah…. anda akan mendapat petunjuk berupa jawaban keinginan mengetahui dimana harta karun berada. Bila sudah ada petunjuk maka dipersilahkan untuk melakukan penggalian.

Sebelum memulai penggalian maka berdoalah dengan DAHSYAT ini sehingga tidak ada gangguan. Ini adalah doa  SULAIMAN AS didalam Al Qur-an An naml 29-30:

INNAHU MIN SULAIMANA WA INNAHU BIS­MILLAHIR­ROH­MAANIR­­ROHIIM (ucapkan hajat anda dalam hati dan lanjutkan baca) ALA TA’ALU ALIYYA WA’TUNI MUSLIMIN.

BEGITULAH DAHSYATNYA BISMILAHIRROHMANIRROHIM. Konon, Nabiyulloh yang dituruni ayat BISMILLAHIR­ROH­MAANIR­­ROHIIM cuma ada dua, yaitu: Nabiyulloh Sulaiman AS dan Nabiyulloh Muhammad SAW.

DOA INI PENTING SIFATNYA KARENA BIASANYA GOIB BANYAK YANG TIDAK SUKA BILA MANUSIA MELAKUKAN PENGGALIAN HARTA KARUN, ATAU BENDA-BENDA YANG MEMANG BUKAN HAK MEREKA.

Bila sudah dibaca maka anda sudah melakukan penjagaan atas ijin Allah SWT. Mahkluk goib tidak boleh mengganggu anak cucu nabi Sulaiman karena kita adalah kholifah Allah.

Akhirnya, semuanya berserah diri kepada Allah, tempat kembali segala sesuatu. Bila ada benda pusaka maka gunakan untuk sesuatu yang membawa banyak manfaat. Dan bila tidak ada petunjuk, ya jangan kecewa karena memang ditempat tersebut biasanya memang tidak ada barang yang anda harapkan.

Wallahu a’lam…

@Wongalus,2014

Categories: MENCARI HARTA KARUN | 33 Komentar

DOA MUJARAB AGAR KEJANTANAN ANDA SEHAT PERKASA


PENIS YANG SEHAT SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN SUAMI ISTERI (BERSETUBUH ). NAMUN ADA KALANYA PENIS LEMBEK SEHINGGA MENIMBULKAN MASALAH. BILA TIDAK DIATASI MAKA AKAN MENGAKIBATKAN HUBUNGAN SUAMI ISTERI MENJADI TERGANGGU. BAGAIMANA MENGATASI PENIS YANG LEMBEK SEHINGGA KUAT DAN SEHAT SERTA BISA MELAKSANAKAN TUGAS KEWAJIBAN SUAMI ISTERI? BERIKUT DOA-DOA PENGUAT PENIS YANG BISA DICOBA. INSYA ALLAH MUJARAB DULUR…

 ***AMALAN PERTAMA—- UNTUK SUAMI DENGAN SATU ISTERI***

CARA baca doa ini sebanyak 7 kali tiupkan ke air hangat di sebuah baskom kemudian mandikanlah penis anda. Ambil kain dan celupkan baskom tersebut dan bungkus penis anda hingga air terasa dingin. Ulangi hingga 7 hari. Insya-Allah penis akan kuat untuk bersetubuh. Ini doanya:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

YAA QAHAR, LA ILLAHA ILLALLAH WAHIDUL QAHAR.

****AMALAN KEDUA —UNTUK SUAMI DENGAN SATU ISTERI****

Bacalah doa ini 3 kali dan tipkan ke penisnya sebelum bersetubuh sehingga penis akan kuat melaksanakan kewajiban Insya Allah.  Inilah Doanya.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. ALLAHUMMA INNAA NA’UD ZUBIKA TAMMAH. WARRUHI, WADDAMI, WALHMI, WASAHMI, WAL HURUBI WALJULUBI WATAKDZI  FAIZA KODZOITA AMRON FAINNAMAA YAKULU LAHU KUN FAYAKUN. ( 3 X)

***AMALAN KETIGA — SPESIAL TEGANGAN TINGGI—YANG PUNYA ISTERI LEBIH DARI SATU/POLIGAMI***

Baca 7 kali ketika hendak bersetubuh. Isya-Allah dapat Penis anda keras kuat dan tahan lama. Inilah doa penguat penis bagi saudara yang memiliki isteri lebih dari satu (berpoligami) .  Doanya.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

ALHAMDULILLA HILLADZI KHOLAKO MINAL MAA’I BASHARO

***AMALAN KEEMPAT— SPESIAL TEGANGAN TINGGI—YANG PUNYA ISTERI LEBIH DARI SATU/POLIGAMI***

Sebelum tidur ambil sedikit minyak urut yang tidak berbahaya bagi penis dan gosokkan dengan tapak tangan. Urut mulai selangkangan antara dubur ke telur penis sambil berdoa sebanyak 7 kali .

YA QODIM  YA DAIM  YA AHAD  YA WAHID YA SAMAD YA ALLAH (3x) YA QOHAR (3x) LAILAHA ILALLAHU WAHIDUL QOHAR

Amalan ini banyak yang membuktikan keberhasilannya. Penis akan tegang mulai malam hingga pagi dan Bisa dilakukan setiap malam sebelum tidur agar urat syaraf yang berada pada penis menjadi hidup kembali.

Terima kasih dan bagi yang belum menikah silahkan disimpan saja. Bagi yang sudah berkeluarga silahkan mempraktekkan. Kita tunaikan kewajiban suami isteri sambil mengingat kebesaran ALLAH SWT.

Oh ya pesan saya terakhir, bacalah BISMILAHIRROHMANIRROHIM sebelum memulai berhubungan suami isteri dan akhiri dengan ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIN. Salam asah asih dan asuh.

@wongalus, 2014

Categories: PENIS SEHAT PERKASA | 246 Komentar

WACANA MISTIK: MEMBACA ULANG NABI SULAIMAN AS


BAHASA INGGRISNYA KING SOLOMON, BAHASA INDONESIANYA RAJA SULAIMAN A.S.  DIA ADALAH SALAH SEORANG NABIYULLAH YANG JUGA SEORANG RAJA YANG SANGAT BERKUASA.

Allah SWT memberinya kerajaan yang besar. Allah menundukan manusia, jin, burung dan angin untuknya. Barangsiapa membaca Al Quran tentang hidupnya, maka akan mengetahui bahwa nabi Sulaiman gemar berjihad fi sabilillah, memperhatikan bala tentaranya, cermat meneliti mereka dan perlengkapan mereka.

Kegemaran nabi Sulaiman akan jihad fi sabilillah, ditujukan oleh firman Allah,” Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia, dan burung. Lalu mereka itu diatur dengan tertib dalam barisan”, QS. An-Naml : 17.

Lihatlah bagaimana nabi Sulaiman hendak meminta tanggung jawab salah satu bala tentaranya manakala nabi Sulaiman melihat burung Hud-hud tidak hadir, dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata “mengapa aku tidak melihat hud-hud? Apakah dia termasuk yang tidak hadir? Sungguh, aku benar2 akan mengadzabnya dengan adzab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”, QS An-Naml: 20-21.

Nabi Sulaiman menumbuhkan generasi yang gemar amar makruf nahi munkar. Dipaparkan oleh Rasulullah SAW kepada kita, bahwa pada suatu ketika Nabi Sulaiman “bersumpah” untuk menggauli dalam satu malamnya 99 isterinya,dengan harapan satu orang isteri melahirkan seorang prajurit yang akan berperang di jalan Allah.

Dalam syariat nabi Musa, seorang laki-laki diperbolehkan menikah tanpa dibatasi. Taurat menyebutkan bahwa isteri nabi Sulaiman mencapai 700 (tujuh ratus) orang, dan Allah memberikan kemampuan yang besar kepada nabi Sulaiman dalam urusan isteri.  Akan tetapi harapannya kandas. Nabi Sulaiman tidak bisa mewujudkan sumpahnya. Nabi Sulaiman hanya diberi bayi dari salah seorang isterinya.

Rasulullah SAW  menjelaskan sebabnya: Nabi Sulaiman lupa mengucapkan INSYA ALLAH, walaupun  Malaikat telah mengingatkan hal itu kepadanya. Dan sepertinya nabi Sulaiman sedang sibuk dengan urusan-urusannya sehingga membuatnya lalai mengucapkan itu agar takdir Allah terlaksana kepadanya. Seandainya nabi Sulaiman mengucapkan kalimat itu, niscaya sumpahnya terpenuhi dan keinginannya terwujud, sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah SAW

Bagaimana mungkin nabi Sulaiman bersumpah terhadap sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang?. Padahal itu termasuk perkara yg semestinya tidak bias dipastikan oleh hamba Allah ? Inilah rahasia Ilahi: ada sebagian hamba Allah jika mereka bersumpah, maka Allah mewujudkan sumpahnya dan memenuhi permintaannya. Sebagaimana dalam hadist …. “sesungguhnya diantara hamba Allah terdapat orang-orang yang jika bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah memenuhinya”.

Tentu saja nabi Sulaiman memiliki kedudukan mulia di sisi NYA…“Dan Kami karuniakan kepada Dawud (seorang anak) yaitu Sulaiman dan dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)”, QS Shad:30.

“Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, dan keduanya mengucapkan “segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman”, QS An-Naml : 15.

Beberapa amalan yang dikaitkan dengan nama Nabi Sulaiman AS.

AYAT KHATIM SULAIMAN:

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣٠) سورة النمل

Sesungguhnya surat itu dari Nabi Sulaiman dan kandungannya (seperti berikut): Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

DOA KHOTIM SULAIMAN:

وخاتم سليمان على لساني فمن تكلمت إليه قضى حاجتي

Cap Sulaiman atas lidahku maka siapa yang aku berbicara dengannya dia akan menuruti kata-kataku.

RAJAH KHATIM SULAIMAN: khatIm sulaiman KWA

Yang berbintang dipanggil Bintang Daud atau disebut Star David. Rajah Khatim Sulaiman ini juga disebut Bintang Tujuh dan sering digunakan sebagai jimat dengan cara ditulis pada kertas atau diukir pada cincin, tongkat dan sebagainya. Kadang juga dirajah dengan tangan mengikuti sanad ilmu masing-masing.

lambang itu juga dipakai oleh beberapa tarikat untuk lambang mereka.. misalnya rifai. Lambangnya sbb:

Rifai_kwa

Kajian terkini oleh pakar sejarah Arab menemukan bahwa ini adalah lambang kebesaran kerajaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman dan bukan lambang memanggil jin dan sebagainya.

SALAM NABI SULAIMAN:

سلام على سليمان في العالمين

DOA NABI SULAIMAN

اَللَّهُمَّ أَدْخِلْناَ فِي سُوْرِ سُلَيْماَنَ….

DOA NABI SULAIMAN DALAM QURAN:

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ (١٩) سورة النمل

Wahai Tuhanku, ilhamkanlah padaku supaya tetap bersyukur akan nikmat-Mu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah daku dengan limpah rahmat-Mu dalam kumpulan hamba-hamba-Mu yang soleh.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (٣٥) سورة ص

Wahai Tuhanku! Ampunkanlah kesalahanku dan kurniakanlah kepadaku sebuah kerajaan (yang tidak ada taranya dan) yang tidak akan ada pada siapapun setelah aku; sesungguhnya Engkaulah sentiasa melimpahkan kurnia-Nya.

Teluk Sulaiman yaitu suatu istilah digunakan ahli makrifat berupa rajahan yang banyak terdapat dalam ilmu hikmah. Caranya ditulis pada kertas atau diisyarat dengan tangan atau pada pasir.

Ayat al-Quran yang ada menyebut nama Nabi Sulaiman ASW sebanyak 17 kali.

SUMPAH NABI SULAIMAN A.S.

(1) Ketika ular masuk rumah kita disarankan menghalaunya sebelum membunuh. Salah satu kata sumpah Sulaiman ialah:

إِنَّا نَسْأَلُكَ بِعَهْدِ نُوْحٍ وَبِعَهْدِ سُلَيْمَانَ بْنَ دَاوُدَ أَلَّا تُؤْذِيْنَا

Sesungguhnya kami minta padamu dengan perjanjian Nuh dan perjanjian Sulaiman bin Daud yang engkau tidak menyakiti kami.

(2) Jika kita akan menghalau jin atau agar jin tidak masuk pagar rumah/perkarangan atau ingin mengusir jin dari suatu kawasan maka berdirilah di kawasan tersebut dan bacalah doa:

أُنَاشِدُكُمْ بِالْعَهْدِ الَّذِي أَخَذَهُ عَلَيْكُمْ سُلَيْمَانُ أَنْ تَخْرُجُوْا وَتَرْحَلُوْا مِنْ بَيْنِنَا.

أُنَاشِدُكُمُ اللهَ أَنْ تَخْرُجُوْا وَلَا تُؤْذُوْا أَحَدًا.

Aku perintahkan kamu dengan sumpah yang pernah diucapkan oleh Nabi Sulaiman kepada kamu agar keluar dan pergi dari rumah kami. Aku sumpah kamu dengan nama Allah; keluarlah dan jangan menyakiti siapa pun.

(3) Dalam Perjanjian Lama atau juga disebut Sumpah Nabi Sulaiman a.s kalimatnya sebagian sebagai berikut:

بسم الله الحي القيوم الرحمن الرحيم رب جبريل وميكائيل أه أه أه أه أهيا شراهيا هاهيا نماهيا أدوناي أصباؤت آل شداي …

Diriwayatkan, Nabi Sulaiman bin Daud AS suatu ketika melihat seorang perempuan tua yang sudah beruban rambutnya. Dua matanya berwarna biru, kedua keningnya bertanduk, pahanya kecil, rambutnya kusut, mulutnya ternganga dan keluar api dari mulutnya. Ia  bisa membelah bumi dengan menggunakan kukunya yang tajam dan memecahkan batu-batuan yang besar dengan pekikan suaranya.

Nabi Allah Sulaiman bertanya kepadanya, siapakah kamu? Apakah kamu dari jenis manusia atau jin? Aku tidak pernah melihat orang yang paling bodoh selain daripada engkau.

Perempuan itu menjawab: “Akulah Ummu Sibyan (Ibu penyakit sawan) yang dapat menguasai anak Adam lelaki dan perempuan, aku bisa masuk ke rumah-rumah, bisa berkokok seperti ayam, menyalak seperti anjing, bersuara seperti lembu, keledai dan kura-kura dan bersiul seperti ular. Aku juga bisa ganti wajah dengan aneka rupa wajah, aku bisa mengikat rahim perempuan, bisa membunuh anak-anak di dalam kandungan dan mereka semua tidak akan mengetahui bahwa itu adalah perbuatanku. Aku memasuki rahim perempuan dan aku ikat serta sumbat lalu dia tidak bisa mengandung dan jadilah rahimnya kosong, aku masuk ke dalam perut perempuan yang hamil di waktu janin di dalam kandungannya sedang membesar aku tendang, maka dia keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua”.

Dia melanjutkan… “Aku menyusup masuk kepada anak-anak perempuan ataupun orang-orang perempuan yang telah diberikan tanda kepadanya, lalu aku kasih penyakit dengan ekorku, aku tukarkan kegembiraan orang-orang yang sudah bertunangan dengan kecelakaan, aku menyusup masuk ke dalam badan laki-laki dan aku hisap spermanya yang putih pekat dan aku tinggal di dalamnya mani yang cair lagi jernih, maka jadilah dia mandul dan tidak mampu punya anak.

Aku juga pergi kepada para pedagang dan aku palingkan jualannya. Dengan itu, dia tidak akan mendapatkan keuntungan, aku meresap masuk ke dalam bumi yang kering, lalu aku sapu bumi sehingga tandus. Dengan itu, bumi tidak lagi subur dan segala tanaman tidak akan menghasilkan buah. Aku juga datangi anak-anak dan aku campakkan kepadanya panas yang sangat panas dan dia akan kesakitan yang mengerikan. Maka, dengan itu mengigillah badan mereka dan wajah mereka kurusak supaya dibenci orang”.

Dengan kekuasaan Allah, Nabi Allah Sulaiman AS menangkapnya sambil berkata: “Wahai perempuan yang celaka! Kamu tidak boleh lari dari genggamanku dan berikan satu perjanjian dan sumpah setia kepada anak-anak Adam, lelaki dan perempuan”.

Lalu jin itu pun berkata: “Wahai Nabi allah! Aku akan berikan kepada engkau perjanjian dan sumpah setia bahwa aku tidak akan mendekati dan tidak akan menyakiti lelaki, perempuan atau anak-anak, gedung-gedung perniagaan, tanah-tanah untuk bercocok tanam ataupun binatang-binatang ternak dan sebagainya mereka menulis dan menggantungkan perjanjian ini”

Inilah doa perjanjian/SUMPAH PERJANJIAN/QOSAM tersebut…

1) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو الملك القدوس مالك الملك مالك الدنيا والآخرة محيي العظام الناخرة هادي من عصاه ومبغض من اتبع هواه القاهر القابض الذي لا يغلبه غالب ولا يفر من قضائه هارب ولا تدركه الأبصار وهو يدرك الأبصار إنك لا تقرب على من تكون عليه هذه المواثيق لا في ليل ولا في نهار ولا في سفر ولا في حضر ولا في بر ولا في بحر ولا في يقظة ولا في منام والله على ما أقول وكيل.

2) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو عالم الغيب والشهادة القوي العزيز الحميد المجيد والبطش الشديد والسلطان القوي والحكم النافذ المطلع على العباد قامع أهل الزيغ والفساد إنك لا تقرب على من يقرأ عليه هذه العهود ولا في لحمه ولا في عظمه ولا في شعره ولا في بشره ولا في دمه ولا في شيء من سائر جسده ما دامت السماوات مرتفعة والأرض منبسطة والله ما أقول وكيل.

3) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم ذو الجلال والإكرام، خالق جميع الآنام بقدرته ولا ينجو منه هارب ولا يخيب من فضله راج إنك لا تقرب على من يقرأ عليه هذه العهود لا في ماله ولا في عياله ولا في سفره ولا في إقامته ولا في خلاء ولا في ملاء، والله ما أقول وكيل.

4) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو مرسل الرسل عالم البعض والكل، هو الأول والآخر والظاهر والباطن الولي المتعال رب الآخر والأولى والبداية والمنتهى وله الأسماء الحسنى حرز الفلك مالك الملك إنك لا تقرب على ما يقرأ عليه هذه العهود لا في أكل ولا في شرب ولا مشي ولا في جلوس ما دامت الأفلاك دائرة، والله ما أقول وكيل.

5) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو الرحمن الرحيم مالك الدنيا والآخرة رب الأرباب ومسبب الأسباب ومعتق الدواب إنك لا تقرب على من يقرأ عليه هذه العهود لا في فرحه ولا في حزنه ولا في حديثه ولا في سكونه، والله ما أقول وكيل.

6) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو رافع السماء بلا عمد وباسط الأرض على ما جمد مشرق الصباح وباعث الأرواح، إنك لا تقرب على من يقرأ عليه العهود لا في ضحك ولا في لعب ولا في حركة ولا في سكون، والله ما أقول وكيل.

7) بسم الله الرحمن الرحيم. أقسم بالله الذي لا إله إلا هو خالق الخلق وباسط الرزق ومرسل القطر ومنبت الشجر ومقدر القدر وبكلمات الله الطيبات التي لا يجاوزهن بار ولا فاجر، إنك لا تقرب على من يقرأ عليه هذه العهود بحال من جميع الأحوال، والله ما أقول وكيل.

Berikut ini merupakan contoh wafaq yang didalamnya terdapat khatim sulaiman sebagai salah satu bagian terpenting dalam rajah. Rajah ini disebut juga dengan “Rajah Ratu Saba”. pola aslinya sudah dikenal sejak zaman Nabi Sulaiman, kemudian direkontruksi menjadi rajah seperti ini. Fungsinya adalah untuk melunturkan segala macam sihir. membuatnya adalah dengan tinta za’faran, misik dan air mawar pada kamis malam, kemudian dibangkitkan pola energynya dengan membaca sumpah di atas sebanyak 81 kali, kemudian dibasuh dengan air sumur yang tidak terkena cahaya matahari dan bulan, air basuhannya diminum sebagian di usapkan keseluruh tubuh.

KWA-R

WALLAHU A’LAM. SEMOGA BERMANFAAT.

@wongalus,2014

Categories: MEMBACA ULANG SULAIMAN | 43 Komentar

LIMA KERIS PUSAKA SEPUH UNTUK SEDULUR YANG HADIR PADA MILAD KWA KELIMA APRIL 2014


ilustrasi keris hibahan milad kwa

Ilustrasi keris hibahan milad kwa

ADA SEORANG SESEPUH KWA YANG BAIK HATI DAN TIDAK SOMBONG INISIAL “KETEPEL ALIT” MENGHIBAHKAN LIMA PUSAKA TUA –YANG HADIR DENGAN SENDIRINYA– UNTUK SEDULUR YANG DATANG SILATURAHIM NASIONAL KWA APRIL 2014 NANTI. PUSAKA ITU ANGGAPLAH SEBAGAI TANDA PERSAUDARAAN DI KAMPUS WONG ALUS. MAKA HADIRLAH BERSILATURAHIM DENGAN KAMI… SIAPA TAHU ANDA YANG MEMILIKI PUSAKA TERSEBUT, SEDULUR !!!

Kampus Wong Alus (KWA) sebagai blog supranatural terbesar di Indonesia dan telah dikunjungi oleh 41,956,512 orang dengan jumlah kunjungan  40.000 – 50.000 orang perhari. Dengan jumlah kunjungan itu sudah bisa dipastikan KWA memiliki banyak pembaca setia blog. Untuk menjalin tali silaturahmi dan saling mengenal diantara para pembaca blog KWA ini maka akan diadakan Milad KWA ke-5.

Dalam Milad ini akan diadakan kegiatan Bakti Sosial dari seluruh civitas akademika KWA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat umum dan sekitarnya. Adapun kegiatan Bakti Sosial ini akan diadakan pada  :

Hari / Tanggal       :  Sabtu – Minggu, 19 – 20  April  2014

Waktu                   :  Pukul  07:00 – 17:00  WIB  (Bakti Sosial)

Pukul  21:00 – 03:00  WIB  (Pengijasahan)

Tempat                 :  Pantai Parang Kusumo, Yogyakarta,  Jawa Tengah

Bakti Sosial ini meliputi kegiatan  :

  1. Silaturahmi Nasional KWA seluruh Indonesia
  2. Pendaftaran anggota KWA
  3. Donor Darah
  4. Konsultasi Supranatural semua masalah (rejeki, pengasihan, keselamatan, kekebalan, dll) oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  5. Pelatihan singkat Kepekaan Diri
  6. Pengisian energi ke benda-benda pusaka (keris/tombak, dll)
  7. Pengijasahan Keilmuan secara langsung oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  8. Wisata Alam Gaib
  9. Pembubaran acara silaturahmi Nasional KWA
  10. Kunjungan dan sumbangan ke Yayasan Yatim & Piatu

Adapun susunan kepanitiaan untuk kegiatan bakti sosial ini  :

Penanggungjawab         :  Ki Wong Alus/Muhammad Wildan

Ketua Panitia                 :  Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan

Seksi  Acara                   :  Bengawan Candu

Seksi  Humas                 :  Andi Baso/Kimas Yassien Kusumo Yudho Negoro

Seksi  Donor  Darah        :  dr. Anom  Mursalim

Seksi  Kaos  Panitia         :  Arya Kusuma Yudha

Seksi  Banner                  : – Wa  Kasan  Mbelink & Erik  Widodo

Tester                             :  Andi Baso

Seksi  Perlengkapan         : – Wa’ Kasan Mbhelink & – Arya Kusuma Yudha dan Anggota forum wirid kamis

Seksi  Sponsorship            :  Semua alumni Pelatihan KWA

Koordinator Wilayah Pemberangkatan   :

–  Jakarta  –>  Anyabrea Valentine            0877 7557 3775

–  Cirebon  –>  Elang cadaluarrssa

–  Boyolali  –>  RPK                                  0813 2652 5249

————————————————————–

 Susunan  Acara  Milad  KWA ke-5

1. Jam 07.00 – 09.00  WIB

Acara

Menerima kedatangan para sedulur KWA, pendaftaran anggota KWA dan informasi tentang kegiatan Milad KWA ke- 5. Sedulur KWA diberikan ID Card Milad KWA ke- 5 .

Perlengkapan:

Meja dan kursi ,Alat tulis menulis, form daftar hadir, ID Card, jadwal acara.

Pos         :  Ki Cahya, Arya dan 2 orang sedulur alumni KWA

2. Jam 09.00 – 09.45  WIB

Acara

Pembukaan acara HUT KWA ke- 5 yang akan diisi oleh sambutan ketua panitia Ki Bayu dan Owner sekaligus guru besar KWA Ki Wong Alus. Dalam acara ini juga diperkenalkan para alumni dan para sesepuh serta para pengijasah dalam acara ini.

Perlengkapan

Sound system

Pos         :  Bengawan Candu sebagai MC dan 1 alumni KWA

3. Jam 09.45 – 14.30  WIB

Acara

Donor darah dan konsultasi berbagai masalah.

Kegiatan donor darah dan konsultasi dilakukan dalam waktu bersamaan, agar tidak ada peserta yang menunggu di satu kegiatan.

Untuk Donor darah, panitia bekerjasama dengan PMI setempat. Acara donor darah merupakan acara yang mengandung point buat peserta untuk pengijasahan ilmu.

Untuk konsultasi ditetapkan beberapa alumni kwa

Perlengkapan

Meja dan kursi, alat tulis, dan kerjasama PMI setempat

Pos Donor Darah              :  Ki Anom Mursalim dan 2 orang alumni KWA

Pos Konsultasi                  :  Erik Widodo dan beberapa orang alumni KWA

4. Jam 10.30 – 14.30

Acara  :  Cara Lesehan

Kajian Spiritual, Budaya, Religi dan Supranatural oleh para Sesepuh KWA.

5. Jam 12.30 – 14.00  WIB

ISHOMA

Menyiapkan tempat istirahat dan sholat serta MCK para peserta.

Pengaturan konsumsi untuk para sesepuh dan panitia.

Pos         :  Arya dan 2 orang alumni KWA

6. Jam 14.00 -15.00  WIB

Acara

Bakti sosial membersihkan sekitar tempat acara dan pantai dari sampah. Panitia menyiapkan kantong plastik untuk diberikan ke peserta yang akan dipergunakan mengumpulkan sampah. Kegiatan ini mengandung point yg berarti buat mendapatkan pengijasahan ilmu KWA.

Pos         :  Andi Baso dan semua alumni KWA

7. Jam 16.00 – 17.30  WIB

Acara

Pelatihan singkat Kepekaan Diri

Semua peserta yang berminat

Pos         :  Ki Bayu dan 2 orang murid KSO, Alumni KWA membantu mengawasi dan mengatur peserta.

8. Jam 18.00 – 20.00

ISHOMA

9. Jam 21.00 – 22.00  WIB

Acara

Pengisian benda benda pusaka.

Peserta yang membawa benda pusaka dipersilahkan untuk ikut dalam acara ini,

Pos         :  Ki Bayu dan alumni Kwa

10. Jam 22. 15 -02.00  WIB

Acara

Pengijasahan Ilmu yang dilakukan oleh alumni KWA dan para sesepuh serta para sukarelawan yang akan mengijasahkan keilmuannya.

Pos         :  Ki Bayu dan alumni KWA

11. Jam 02.15- 03.00  WIB

Acara

WISATA ALAM GAIB

Seluruh peserta yang akan di pimpin oleh Guru Besar KWA Ki Wong Alus

Pos         :  Arya dan alumni KWA

12. Jam 03.00  WIB

PENUTUPAN DAN DOA

Pos         :   Bengawan Candu

Panitia bersalaman dengan peserta kegiatan,,,,,

13.  Jam 06.00-08.00  WIB

Acara Intern Alumni Program Guru KWA

(Penyetaraan Keilmuan KWA)

14.  Jam 09.00-11.00  WIB

Kunjungan dan sumbangan uang hasil zakat peserta Milad ke Yayasan Yatim & Piatu.

——————————————————-

Mekanisme  Point  Pengijasahan

 Pengumpulan Point

1)      Apresiasi atas kedatangan peserta Milad KWA ke-5  :

a.      Peserta Zone  I (Prop DIY, JaTeng)                          –>  100

b.      Peserta Zone  II (Prop JaBar, JaTim, DKI, Banten)    –>  200

c.      Peserta Zone  III (Prop Bali, Lampung)                     –>  300

d.      Peserta Zone  IV (Diluar prop I – III)                         –>  400

2)      Membawa dan mendaftarkan kaum Hawa (perempuan) menjadi anggota KWA  –>  100

(Mengisi biodata dan menyerahkan fotocopy KTP/SIM yg masih berlaku)

3)      Donor Darah                                                                                            –>  400

a.      Bagi yg gagal mendonorkan darahnya (dgn menunjukkan bukti tes darah) –>  400 / 2  org

b.      Bagi yg sdh mendonorkan darahnya (dgn menunjukkan kartu donornya)    –>  400 / 4  org

4)      Bersih Pantai  :

a.      Sampah Ringan (misal : plastik)                    –>  25 / kg

b.      Sampah Berat (misal : kayu, sabut kelapa)    –> 25 / 3 kg

5)      Memberikan Sponsorship untuk Kepanitiaan  :

a.      Sponsorship untuk doorprize peserta   –>  200

b.      Memasukkan sponsor                         –>  400

6)      Pemakaian Atribut KWA  :

a.      Kaos                     –> 40

b.      Topi                     –>  30

c.       Ikat Kepala          –>  20

d.      Pin                       –>  10

e.      Stiker                   –>  10

7)      Zakat (Yayasan Yatim & Piatu)    –>  50/Rp 25.000

B.  Pengijasahan ILMU apa saja? : akan disampaikan nanti di TKP oleh PANITIA. INTINYA, PANITIA TIDAK AKAN MENGECEWAKAN ANDA DAN POKOKNYA SUPER MANTAPP DULUR…

—————————————————————

Untuk masyarakat umum dan anggota KWA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mengikuti acara HUT KWA di pantai Parang Kusumo tanggal 19 – 20 April 2014 dapat mengikuti acara “Go West” bersama panitia HUT KWA.

Tanggal Pemberangkatan             :  18  April  2014

Waktu                                          :  Pukul  15.00  WIB

Kendaraan    :

–  Kendaraan Elf (15 seat) atau

–  Medium Bus (29 seat)

Titik  Pemberangkatan                  :  Halte  Bis  Cawang Bawah (seberang gedung Wijaya Karya)

Jl. D.I. Panjaitan, Jakarta Timur

Biaya                                            :  Rp  350.000/orang

Jika berminat mengikuti acara “Go West” dapat menghubungi Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan di nomor 0877 7557 3775.

=================

UNTUK PEMBERANGKATAN DARI SIDOARJO, SURABAYA, GRESIK, PASURUAN DAN SEKITARNYA SILAHKAN MENDAFTARKAN DIRI KE MARKAS KWA DI MUSHOLA BALAI DIKLAT, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO JATIM/ SEBELAH KOMPI SENAPAN/SELATAN RSUD SIDOARJO, SETIAP KAMIS MALAM PUKUL 20.00 WIB DI ACARA CANGKRUKAN WIRID. CONTACT PERSON: ARYA KUSUMA YUDHA, PHONE 08885105860/ 083856901337.

Wassalamu Alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

Jakarta,  16  Januari  2014

Ttd.

Ki Ageng Bayu Penanggungan

YUKKK HADIR DULUR, RUGI SEUMUR HIDUP KLO SAMPAI GAK DATANG!!!!

 

TANYA JAWAB

 Anyabrea Valentine

@ Reza Wardhana Saputra : Acara Milad KWA ke-5 berakhir hari minggu (20 April) jam 11:00 siang. (lihat susunan acara di atas). Dan seandainya mengharapkan pengijasahan ilmu hrs mendptkan point untuk ditukar dgn pengijasahan. Pengijasahan dilakukan jam 22:00 – 02:00.

@ Bejo : Untuk peserta wilayah Yogya dan sekitarnya bisa langsung datang ke TKP hari sabtu pagi (19 April).

@ Setengah Iblis Setengah Dewa : Panitia tdk membuat list peserta yg mengikuti acara Milad KWA ke-5 dari wilayah masing2.. Silakan hubungi koordinator wilayah masing2.

@ Ki Lurah : Biaya itu sdh PP, diluar biaya makan dan penginapan. Dan akan diusahakan senin pagi sekitar jam 4-5, sdh berada di Jkt lagi. Hal ini mengingat byk yg sdh bekerja pd hr senin itu.

—————-

Koordinator Wilayah Pemberangkatan :
– Jakarta –> Anyabrea Valentine (0877 7557 3775)
– Indramayu –> Kimas Amus Suma (0852 2408 3221), Elang cadaluarrssa (0838 2426 0610/ 0888 0827 0162)
– Semarang, Kendal, Demak, Ungaran –> Laskar Lung Gading (0822 2333 8379), Pencari Guru Sejati (0821 3352 6671)
– Boyolali, Solo, Sragen, Klaten, Salatiga –> RPK (0813 2652 5249), Bajul Kesupen (0812 2513 4134)
– Blitar –> Gus Santri (0815 5655 5866)
– Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan –> Arya Kusuma Yudha (0888 5105 860/ 0838 5690 1337)

Suherman : Cara pendaftaran peserta rombongan Jakarta, dapat melalui transfer bank BCA atau menemui saya langsung saat saya melatih di Gelanggang Olah Raga (GOR) Senam di Jalan Radin Inten, Buaran, Jkt Timur setiap hari sabtu & minggu jam 16:00 – 18:00. Pembayaran biaya acara “Go West” paling lambat tgl 14 maret 2014 atau stlh jumlah pemesan yg telah membayar mencapai 15 atau 29 orang.

————————————

Koordinator Wilayah Pemberangkatan :
– Jakarta –> Anyabrea Valentine (0877 7557 3775)
– Sumedang –> Asep Saepul (0878 2558 0456)
– Indramayu –> Kimas Amus Suma (0852 2408 3221), Elang cadaluarrssa (0838 2426 0610/ 0888 0827 0162)
– Semarang, Kendal, Demak, Ungaran –> Laskar Lung Gading (0822 2333 8379), Pencari Guru Sejati (0821 3352 6671)
– Boyolali, Solo, Sragen, Klaten, Salatiga –> RPK (0813 2652 5249), Bajul Kesupen (0812 2513 4134)
– Blitar –> Gus Santri (0815 5655 5866)
– Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Pasuruan –> Arya Kusuma Yudha (0888 5105 860/ 0838 5690 1337)

Teguh Hendro P : Pendaftaran anggota KWA tdk dipungut biaya dan dapat dilakukan saat acara Milad KWA ke-5 nanti di Pantai Parang Kusumo.

Suherman : Transfer pembayaran acara “Go West” ke Bank BCA dgn nomor rekening 274 116 0937 a/n Bayu Wicoro Djati, SH. Setelah transfer kirim SMS ke nomer 0877 7557 3775 yg berisi tanggal transfer, nama pentransfer dan jumlah transfer. Selanjutnya akan dikirimkan kode kursi yg terdiri dr 4 digit angka, yg mana angka ini akan di cross cek dgn data yg ada pada kami saat keberangkatan tgl 18 April nanti.

Saat ini sdh 2 orang yg melakukan pembayaran acara “Go West” shg kursi tersisa tinggal 13 kursi lagi (dari kapasitas 15 seat).

——————————–

Untuk masyarakat umum dan anggota KWA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mengikuti acara HUT KWA di pantai Parang Kusumo tanggal 19 – 20 April 2014 dapat mengikuti acara “Go West” bersama panitia HUT KWA.

Tanggal Pemberangkatan : 18 April 2014
Waktu Pemberangkatan : Pukul 14.00 WIB
Kendaraan :
– Kendaraan Elf (15 seat) –> Full AC, TV, LCD, DVD, Reclining Seat
– Medium Bus (29 seat) –> Full AC, TV, LCD, DVD, Karaoke, Reclining Seat
Titik Pemberangkatan : Halte Bis Cawang Bawah (seberang gedung Wijaya Karya)
Jl. D.I. Panjaitan, Jakarta Timur
Rute : Jalur Selatan (Tol Cipularang-Tasikmalayaya-Ciamis-Wangon-
Kebumen-Purworejo-Yogyakarta-Pantai Parang Kusumo)
Biaya : Rp 350.000/orang (Pergi – Pulang)
Cara Pembayaran : Transfer ke Bank BCA dgn nomor rekening 274 116 0937 a/n Bayu Wicoro Djati, SH. Setelah transfer kirim SMS ke nomer 0877 7557 3775 yg berisi tanggal transfer, nama pentransfer dan jumlah transfer. Selanjutnya akan dikirimkan password yg terdiri dr 6 digit kombinasi angka dan huruf. Password ini akan di cross cek antara password yg dipegang oleh calon peserta dan dgn data yg ada pada kami saat keberangkatan tgl 18 April nanti.

N B :
Pembayaran paling lambat untuk acara “Go West” ini tgl 14 Maret 2014 atau selama masih ada kursi tersisa. Karena tempat di kendaraan terbatas, siapa yang cepat dia yang akan mendapatkan kursi.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

BERITA MISTIK: PETI HARTA KARUN BERISI RIBUAN KOIN EMAS KUNO DAN PEDANG EMAS DITEMUKAN DI ACEH


20131112_penemuan-koin-emas-kuno_7857Warga Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, sempat dihebohkan oleh penemuan koin emas (dirham) dalam jumlah besar di kuala Krueng Doy, Gampong Merduati. Peristiwa tersebut, terjadi pada Senin (11/11/2013) lalu. Ratusan warga terus berdatangan dan beramai-ramai menyusuri aliran Krueng Doy untuk mencari koin  kuno itu.

Informasi temuan koin emas ini, awalnya diketahui Serambi dari warga Lampaseh Aceh, Senin sore. Ia menyebutkan, seorang tetangganya mendapat sejumlah kepingan koin emas seukuran kancing baju, di dasar kuala Krueng Doy.

“Ada tetangga baru pulang cari emas di sungai. Banyak orang disitu rame-rame turun ke sungai. Dapatnya banyak, ada yang sudah jual ke pasar sampai seratus juta lebih. Tapi sekarang lokasinya sudah dijaga oleh polisi,” kata warga tersebut.

Di lokasi penemuan koin emas tersebut, selepas Magrib, terlihat  puluhan orang pria dan wanita, mulai dari orang tua sampai anak-anak, berada di dalam sungai dengan peralatan senter, ember, dan perlengkapan lainnya.

Diperoleh informasi bahwa aparat polisi bukan melarang warga untuk mencari emas di sungai itu, tapi terpaksa membubarkan karena sudah menjelang magrib. Apalagi, saat itu jumlah warga yang datang ke lokasi semakin banyak, bukan hanya dari Kecamatan Kutaraja tapi juga dari wilayah lainnya.

Kabar temuan koin emas, disertai bumbu penarik rasa penasaran, masih terus merebak dengan cepat. Sehingga, hanya beberap menit setelah salat Isya usai, lokasi tersebut kembali ramai dengan warga. Mereka datang dengan membawa peralatan yang lebih lengkap.

Bahkan, sekitar pukul 22.30 WIB, seorang warga kembali menemukan segenggam koin emas. Keadaan ini semakin menambah semangat warga lainnya untuk turut menceburkan diri ke sungai yang ketinggian airnya hanya sebatas paha orang dewasa itu.

Temuan koin emas di aliran sungai itu, kali pertama ditemukan oleh Shalihin, warga Lampaseh Aceh yang sedang mencari tiram di dasar sungai, yang sebelum tsunami merupakan kompleks pekuburan kuno. Aktivitas mencari tiram sering dilakukannya dan warga setempat saat air sedang surut untuk kemudian dijual.

Senin pagi, saat sedang mengais dasar sungai untuk mencari tiram, langkah Shalihin terhenti saat menemukan sebuah peti yang sekelilingnya diselimuti tiram.  “Dia memukul peti itu dengan parangnya untuk melepaskan tiram yang menempel.

Namun, peti itu terbuka dan berhamburlah koin- koin emas yang ada di dalamnya, jumlahnya mungkin mencapai ribuan keping,” kata Gompal, Ketua Pemuda Gampong Merduati.

Masih menurut cerita Gompal, Shalihin dan beberapa warga yang berhasil mengambil koin emas itu, langsung menjualnya ke toko emas di Pasar Atjeh. “Ada yang mendapat Rp 117 juta untuk segenggam koin emas yang dijualnya,” ungkap Gompal.

Informasi lainnya yang diperoleh, hingga kemarin sore sudah banyak juga warga yang berhasil mendapatkan koin emas itu dan menjualnya. Uang yang didapat dari hasil menjual koin emas itu bervariasi, tergantung jumlah koin yang ditemukan.

Di lokasi penemuan, harga koin emas itu dihargai Rp 350 ribu per koin seukuran kancing baju, dan Rp 800 ribu untuk koin seukuran uang logam Rp 1.000. Hingga berita ini diturunkan pukul 23.00 WIB malam tadi, lokasi temuan koin emas itu masih dipenuhi warga yang mencari koin emas dari dasar Kuala Krueng Doy.

KOETARADJA MILIKI BANYAK HARTA KARUN KARENA TIGA KALI DISAPU TSUNAMI

 tsunami-aceh-bandaKawasan Gampong Pande, Banda Aceh yang dulu bernama Koetaradja, mendadak jadi buah bibir di berbagai daerah lantaran ditemukannya harta karun berlimpah pada pekan lalu.

Sedikitnya, warga menemukan ribuan koin emas atau dirham dan sepasang pedang VOC di areal tambak desa itu. Ternyata, kawasan harta karun tersebut sudah tiga kali disapu bencana tsunami besar.

Faktor itu diyakini menjadi penyebab utama,  pusat Kerajaan Aceh Darussalam itu ditinggalkan penghuninya dan banyak benda-benda bersejarah berserakan atau tertimbun di situ. Data kepurbakalaan bahwa Gampong Pande sedikitnya sudah tiga kali didera tsunami diungkapkan Dr Nazli Ismail, Ketua Jurusan Fisika FMIPA Unsyiah.

Doktor jebolan Swedia ini mengakui, sudah melakukan kajian paleo tsunami di Gampong Pande sejak  2011. Paleo tsunami adalah kajian tentang peristiwa tsunami di masa lampau. 

“Terungkap bahwa di Gampung Pande ada dua priode pendudukan (settlement) dilihat dari variasi batu nisan di sana. Satu periode bersamaan dengan Lamuri (di Lamreh, Krueng Raya, Aceh Besar) dan yang satu lagi pada masa Kerajaan Aceh Darussalam (di atas 1511 Hijriah),” ungkap Nazli.

Pergantian settlement tersebut, diduga Nazli, berkaitan dengan kejadian tsunami besar. “Satu kali terjadi pada pertengahan abad 14 dan satu lagi sekitar 500 tahun kemudian. Dan yang terakhir terjadi pada 26 Desember 2004. Jadi, totalnya tiga kali,” kata Nazli.

Menurut Nazli, tim riset yang dia pimpin, saat meneliti di Gampong Pande  hanya fokus pada variasi batu nisan di desa itu. Ditemukan satu jenis plak pling mirip dangan yang terdapat di Lamreh, sedangkan yang lainnya seperti batu Aceh biasa. Batu-batu nisan itu bertanda dua periode pendudukan dengan masa yang berbeda.

“Sedangkan di Lamreh kami temukan dua periode tsunami dan yang satunya terkoneksi dengan periode Kerajaan Lamuri dengan nisan yang lebih kuno dibanding batu Aceh biasa. Artinya, saat Lamuri berkembang, di Gampong Pande sudah ada penduduk, tapi Lamreh setelah itu tidak berkembang lagi sampai sekarang,” kata mantan wartawan Serambi Indonesia ini.

Hasil temuan Nazli dkk sejalan dengan asumsi sejarawan Aceh, Drs Rusdi Sufi. Menurut dosen pada Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsyiah ini, ada dua kemungkinan utama mengapa Gampo Pande sebagai pusat Kerajaan Aceh dulunya ditinggalkan dan penghuninya pindah ke Dalam Darul Dunia yang kini berlokasi sekitar Pendapa (Meuligoe) Gubernur Aceh.

Penyebab pertama karena Gampong Pande sempat diduduki Belanda pada 1874 (saat Aceh dipimpin Sultan Alaidin Mahmudsyah) dan kemungkinan kedua karena Gampong Pande sebelumnya pernah dilanda tsunami besar, sehingga sebagian besar penghuninya meninggal, sedangkan yang selamat mengungsi dan akhirnya  menetap di kawasan Dalam Darul Dunia (sekitar 5 km dari Gampong Pande).

Pada saat itulah diperkirakan Rusdi banyak barang berharga milik Kerajaan Aceh, termasuk uang dirham berbahan emas, tertimbun dan terpencar di kawasan Gampong dan sekitarnya. Sebagian dari koin emas itu ditemukan pencari tiram pada Senin siang lalu. Keasliannya kini sedang diteliti tim arkeolog dari Balai Kepurbakalaan Kemendikbud RI.

RIZWAN: PEDANG BERLAPIS EMAS VOC ITU DIJAGA HARIMAU DAN ULAR

20131114_penemuan-pedang-kuno_8919Identitas pemuda yang menemukan sepasang pedang berlapis emas peninggalan VOC di lokasi penemuan emas, akhirnya terungkap. Kamis (14/11/2013), pemuda yang menemukan pedang itu kembali datang ke Banda Aceh. Ia mengakui, bernama Rizwan (26), asal Kota Langsa yang selama ini tinggal bersama Muslim, pamannya, di Punge Blangcut, Banda Aceh.

Ditemani rekannya bernama Mansyur dan Muslim, Rizwan bertutur kepada Serambi cerita awal penemuan pedang VOC tersebut. Ia tertarik datang ke lokasi tempat ditemukan ratusan keping koin emas, Senin lalu itu karena Mansyur membawa pulang pecahan teko yang ia temukan di lokasi, Selasa (12/11) siang.

Setelah melihat pecahan teko tersebut, Rizwan minta kepada Mansyur agar membawanya ke lokasi temuan. Permintaan itu dipenuhi Mansyur, lalu mereka pulang. Karena tetap penasaran, akhirnya Rizwan sekitar pukul 23.30 WIB kembali ke Gampong Pande. Kali ini bersama temannya yang lain, bernama Syaiful.

“Saya sempat bertemu warga. Mereka sempat ingatkan saya agar tidak masuk ke lokasi itu, karena menurut mereka kawasan terlarang. Kalaupun masuk, risikonya tanggung sendiri. Tapi saya tetap masuk,” kata Rizwan.

Saat Rizwan masuk ke lokasi temuan koin emas, Syaiful justru memutuskan menunggu di permukiman warga. “Pada saat masuk ke tempat itu, saya lihat ada seekor harimau besar yang berjalan di depan saya. Lalu saya jalan lagi, tiba-tiba ada ular besar di pohon. Waktu itulah saya lari dan pulang,” kata Rizwan.

Telanjur penasaran, pada Rabu (13/11) sekitar pukul 14.00 WIB, Rizwan mengaku kembali ke lokasi dengan mengajak Mansyur. “Setelah kedua pedang itu saya temukan, saya dipergoki warga. Sehingga saya dibawa ke kantor keuchik. Begitulah ceritanya. Saya pergi, karena waktu itu, saya tak pakai baju, sehingga warga tidak sempat menanyakan siapa nama saya,” ungkap Rizwan.

Sementara itu, di lokasi Kuala Krueng Geudong, Gampong Pande kemarin, mulai sepi. Bahkan beberapa titik jalur masuk ke areal mulai dijaga ketat oleh polisi dibantu TNI serta pegawai Kantor Kecamatan Kutaraja bersama warga Gampong Pande dan Merduati.

“Kalaupun ada warga yang ke lokasi, hanya karena mereka penasaran ingin melihat tempat itu dan tidak ada yang berniat masuk untuk mencari koin emas atau barang lainnya di tempat itu,” kata Camat Kutaraja, Yusnardi SSTP kepada Serambi.

Ia meminta seluruh warga agar senantiasa menyadari bahwa benda-benda dari masa Kesultanan Aceh yang ditemukan di kawasan Kuala Krueng Geudong, merupakan pusaka leluhur yang harus dijaga dan dirawat serta wajib dilestarikan.

Sementara di Kantor Keuchik Gampong Pande, Jalan Tgk Dikandang, tampak sebagian warga menyambangi kantor desa itu. Mereka ingin melihat sepasang pedang VOC yang ditemukan Rizwan, Rabu (13/11).

pedang-emas-vocUntuk mengatasi rasa penasaran warga yang mengunjungi tempat itu, di bagian dinding kantor keuchik akhirnya ditempel dua foto bergambar pedang yang ditemukan. Di foto pertama terlihat pedang sedang dipegang oleh tokoh gampong dan foto satu lagi pedang telah diletakkan di atas sajadah.

Di sana juga ada tulisan di kertas kanton merah, berbunyi “Untuk sementara waktu demi keamanan kita bersama, maka pedang kami amankan dulu. Demikian, untuk dimaklumi bersama. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Tertanda Keuchik Gampong Pande, Amiruddin. (mir)

 KOIN EMAS DI KUTARAJA TERNYATA DARI DINASTI OTTOMAN TURKI

Misteri asal muasal dua jenis dari ribuan koin emas yang ditemukan di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh mulai terkuak. Ternyata benda bersejarah tersebut, berasal dari Dinasti Ottoman Turki dan Sultan Aceh.

Ribuan keping dirham jenis pertama yang berukuran sebesar uang logam seribu rupiah, ternyata dicetak pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman bin Salim dari Dinasti Utsmaniyyah (Ottoman) di Turki.

Hal tersebut, diungkapkan peneliti sejarah kebudayaan Islam, Taqiyuddin Muhammad yang melakukan penelitian terhadap dirham tersebut.

“Asal keping koin itu terkuak berkat tulisan sebelah muka dirham tersebut berbunyi ‘Sultan Sulaiman bin Sultan Salim Syah `uzza nashruhu dhuriba fi Mishr sanah 927′” kata Taqiyuddin, Selasa (20/11/2013).

Kalimat itu, kata dia, bermakna “Sultan Sulaiman bin Sultan Salim Syah–semoga dikuatkan kemenangannya–dicetak di Mesir pada tahun 927/6 (Hijriah).”

“Sultan Sulaiman atau juga yang lebih dikenal dengan Al-Qanuniy adalah penguasa ke-10 dari Dinasti Utsmaniyyah di Turki dan telah memerintah dalam masa yang lama sejak kemangkatan ayahnya Sultan Salim pada 926 H/1520 M sampai dengan wafatnya pada 974 H/1566 M,” terangnya.

Sementara itu, satu jenis dirham lainnya seukuran kancing baju yang ditemukan di tempat yang sama setelah diteliti tercetak nama seorang sultan besar dalam sejarah Aceh. Pada bagian mukanya tertulis, “Alawuddin bin `Ali Malik Azh-Zhahir”. Sedangkan sebelah belakang tertulis “As-Sulthan Al-Adil”.

Menurut Taqiyuddin, Sultan Alawuddin adalah putra Sultan Ali Mughayat Syah yang dianggap merupakan pelopor kebangkitan Aceh Darussalam di awal abad ke-16 M.

Sesuai data inskripsi (kata-kata yang diukirkan pada batu atau dicap pada uang logam) yang berhasil diungkap dari nisan makam Sultan Alawuddin yang berada di kompleks makam Kandang XII, Banda Aceh, menunjukkan ia adalah seorang sultan agung di kawasan Asia Tenggara dalam abad tersebut.

“Adalah takdir Yang Maha Kuasa semata, dunia Islam pada waktu itu dikuatkan oleh kehadiran kedua pemimpin umat ini, Al-Qanuniy di Barat dan Ri’ayah Syah di Timur,” kata Taqiyuddin.

Penemuan dirham Sultan Sulaiman Al-Qanuniy bersamaan dengan dirham bertuliskan `Ala’uddin Ri’ayah Syah Malik Azh-Zhahir di Gampong Pande baru-baru ini menjadi bukti kongkret adanya hubungan yang sangat kuat antara kedua penguasa dunia Islam ini.

“Keduanya diibaratkan dua bersaudara yang telah menyumbangkan banyak kebaikan bagi umat Islam dalam abad ke-16 itu,” ujarnya.

Menurutnya, masa pemerintahan Al-Qanuniy merupakan masa puncak kegemilangan Dinasti Utsmaniyyah. Angkatan lautnya di bawah komando Khairuddin Barbaros (Hayreddin Barbarossa) telah berhasil melakukan banyak gerakan penaklukan yang penting dalam sejarah dinasti ini.

Dalam masa pemerintahan Sultan Sulaiman Al-Qanuniy di Turki, Aceh berada dalam pemerintahan Sultan `Ala’uddin Ri’ayah Syah yang menjadi sultan setelah ayahnya, Sultan `Ali Mughayat Syah, mangkat pada 936 H/1530 M.

Sebagaimana Al-Qanuniy, Ri’ayah Syah merupakan sultan yang memerintah dalam masa yang lama pula, yaitu sampai dengan wafatnya pada 979 H/1572 M, dan masanya juga merupakan masa kegemilangan Aceh Darussalam. (sar)

BUNDA KESURUPAN ROH PUTROE CANDEN SETELAH PENEMUAN PEDANG EMAS

bunda-kesurupuan-di-banda-acehPeristiwa-peristiwa berbau mistis terus bermunculan seiring ditemukannya dua bilah pedang berlapis emas peninggalan VOC Belanda, di Banda Aceh, Rabu (13/11/2013).

Selain kisah pemuda penemu kedua pedang emas yang sempat dikejar harimau, kehebohan lain terjadi pada Rabu sekitar pukul 16.15 WIB. Kejadian ini persis setelah kedua pedang emas itu berhasil ditemukan.

Seorang wanita yang biasa disapa Bunda, warga Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, mengalami kesurupan. Ia jatuh dari arah kerumunan warga yang berdesak-desakan ingin menyaksikan penemuan kedua pedang VOC tersebut. Wanita yang diperkirakan berumur sekitar 48 tahun itupun, langsung dibawa ke dalam Kantor Keuchik Gampong Pande.

Dalam ceracaunya, wanita itu mengaku bernama Putroe Canden dan meminta kedua pedang yang ditemukan itu disimpan di sekitar Makam Tgk Di Kandang yang berada di Gampong Pande.

Ia juga minta semua orang tidak lagi mengeruk dan mengambil apa pun barang yang ditemukan dari Kuala Krueng Geudong, tempat koin emas pertama didapat.

“Selama ramai orang yang datang ke tempat itu, kami telah terusik. Mereka telah menghancurkan tempat kami. Bila barang kami tidak dikembalikan tunggulah bencana datang,” ujar wanita itu di sela-sela tangisnya.

Putroe Canden yang mengaku keturunan dari para raja, terus meminta agar tempat peristirahatan mereka tidak diganggu dan dijamah.

SEKELOMPOK DUKUN COBA TEROBOS MASUK LOKASI HARTA KARUN KUTARAJA

Segerombolan orang dengan gerak-gerik dan penampilan seperti paranormal (dukun), dilaporkan berusaha menerobos masuk ke lokasi temuan koin emas (dirham) dan pedang VOC di Kuala Krueng Geudong, Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh.

Upaya orang-orang tak dikenal tersebut, sempat menimbulkan ketegangan dengan warga setempat yang sejak beberapa hari ini melakukan penjagaan ketat dengan tidak mengizinkan siapapun masuk ke lokasi terlarang itu.

Informasi adanya orang-orang tak dikenal yang berupaya masuk ke lokasi temuan dirham diperoleh Serambi, Sabtu (16/11/2013) siang, dari sejumlah warga Gampong Pande yang sedang mengamankan lokasi tersebut.

Menurut warga, sejak Kamis (14/11) malam hingga Jumat (15/11), terlihat beberapa orang tak dikenal dengan penampilan seperti dukun, bahkan ada yang bertato, berusaha masuk ke lokasi temuan dirham dan pedang VOC di Kuala Krueng Geudong.

Orang asing itu datang dalam kelompok-kelompok kecil, terdiri tiga sampai empat orang menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat.

“Kami sampaikan secara baik-baik bahwa lokasi itu sudah tidak diizinkan masuk, dan kami diamanahkan untuk mengamankan keputusan itu. Tetapi kebanyakan mereka tak bisa terima bahkan sempat terjadi perang mulut. Ada yang mengeluarkan kamera dan memotret kawan-kawan kami yang berusaha menghadang mereka,” ungkap seorang pemuda Gampong Pande.

Suasana menjurus panas terjadi pada malam Jumat atau Kamis malam, ketika beberapa orang asing yang membawa benda-benda aneh (seperti media perdukunan) bersikeras untuk masuk ke lokasi temuan benda-benda kuno.

Pada malam Jumat itu, seorang anak muda setempat sempat kemasukan sambil menyebut-nyebut adanya orang-orang tertentu yang akan masuk melakukan praktik perdukunan. Atas info itu, maka dilakukan penyisiran secara lebih ketat dan terlihat beberapa orang di kompleks makam Tgk Di Kandang seperti akan melakukan ritual tertentu.

“Warga yang melakukan patroli langsung saja meminta orang itu pergi namun sempat terjadi ketegangan,” kata seorang sumber di kalangan aparat Desa Gampong Pande.

Keuchik Gampong Pande, Amiruddin yang dikonfirmasi Serambi terkait masuknya orang-orang asing yang mirip dukun itu, tidak bersedia berkomentar panjang karena khawatir akan timbul masalah baru bahkan pertentangan yang tak diinginkan.

“Ya, saya juga mendapat informasi tentang orang-orang tak dikenal yang berusaha masuk ke lokasi temuan dirham. Warga melarang karena sudah ada keputusan lokasi itu tidak diizinkan masuk. Kita berharap semua pihak memahami keputusan itu,” kata Amiruddin.

Seperti diberitakan, sejak Senin siang, 11 November 2013, masyarakat Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh dihebohkan penemuan koin emas (dirham) dalam jumlah besar di aliran sungai dalam wilayah Gampong Pande.

Suasana semakin heboh karena dua hari kemudian ditemukan lagi sepasang pedang bercap VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie/persekutuan dagang bentukan Belanda pada tahun 1602). Maka, semakin berduyun-duyunlah warga dari berbagai kawasan untuk mengadu peruntungan ke aliran sungai yang selama ini menjadi lokasi usaha pencari tiram tersebut. (nas/mir). @@@

Sumber: TRIBUNNEWS, BANDA ACEH.

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 10 Komentar

PENGUMUMAN


YTH SEDULUR KWA…

ASSALAMUALAIKUM WR WB. DENGAN HORMAT KAMI SAMPAIKAN UCAPAN SELAMAT BERGABUNG DI JAJARAN GURU KWA ANGKATAN X.

https://wongalus.wordpress.com/alumni-kwa/

1. KI RAINAN  SOERJO MENTARAM, Blitar – Jatim, rainan44@gmail.com

2. KI SUJONO SOERJO MENTARAM, Sidoarjo – Jatim.
Phone 087752903466

ki wongalusMOHON DOA RESTU SEDULUR SEMUA, SEMOGA UPAYA KITA UNTUK MENGABDI KEPADA SESAMA MENDAPATKAN RIDHO ALLAH SWT. SAYA MENGENAL PARA GURU KWA ADALAH ORANG-ORANG LUAR BIASA YANG MENDAPAT LIMPAHAN ALLAH SWT DENGAN HATI YANG BENING DAN SAYA REKOMENDASIKAN BELAJARLAH HIDUP YANG LURUS DAN BENAR SERTA BERGURULAH KEPADA MEREKA.  …

KHUSUS UNTUK AGENDA BULAN FEBRUARI 2014 INI, PELATIHAN PARANORMAL PROFESIONAL KWA TINGKAT GURU AKAN DISELENGGARAKAN PADA:

HARI SABTU TANGGAL: 22-23 FEBRUARI 2014

MULAI PUKUL: 12.00 WIB

TEMPAT BERKUMPUL: MARKAS KELUARGA KWA, BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO JAWA TIMUR.

MATERI DAN METODE
Materi pelatihan ini adalah PENGIJAZAHAN ENAM BELAS (16) ILMU KEPARANORMALAN —ILMU PENGOBATAN, ILMU KEREJEKIAN, ILMU PELET PENGASIHAN, ILMU KEKUATAN/KEKEBALAN, ILMU RAGA SUKMA, ILMU TERAWANGAN, DAN LAIN-LAIN—yang dilanjutkan dengan PRAKTEK langsung bersama trainer dan asistensi/pendampingan langsung oleh KI WONG ALUS. Metode pelatihan ini menganut ‘Two Way Active System’ yang melibatkan semaksimal mungkin interaksi dua arah antara trainer dan peserta. Peserta mendapatkan bimbingan intensif dan konsultasi tahapan perkembangan spiritual secara pribadi dan mendalam. Program pelatihan memadukan ilmu, teori, tanya jawab dan sekaligus praktik tahapan kemajuan yang berlangsung dengan komposisi secara berimbang. Pada saat pengamalan dilakukan pendampingan intensif hingga peserta bisa mempraktekkannya untuk berbagai hajat. Selain indoor, peserta juga melaksanakan pengamalan di luar ruangan (outdoor) di tempat-tempat yang dirahasiakan untuk umum dan akan disampaikan di kemudian hari.

INVESTASI
Pembiayaan program pelatihan ini dilakukan secara otonom dan mandiri. Tidak ada donatur dari lembaga baik swasta maupun pemerintah, sehingga setiap peserta dikenakan biaya sebesar Rp 5.700.000,- (lima juta tujuh ratus ribu rupiah).

CARA PENDAFTARAN
1. SMS niat anda mengikuti program ini ke 081-233500577 (KI WONGALUS/
Muhammad Wildan).
3. Transfer ke BANK JATIM (kode transfer 114) nomor rekening: 0262927024 .

DEMIKIAN PENGUMUMAN DARI KAMI. TERIMA KASIH. SALAM ASAH ASIH DAN ASUH.

TERTANDA

KI WONGALUS

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

IJASAHAN DARI KITAB AL QIRTHOS


Al-Habib Ali bin Hasan Al Attas —dipanggil dengan nama Shohib Masyhad darri Bahrain — dalam Kitabnya Al Qirthos menjelaskan bahwasanya kesepuluh zikir ini adalah amalan tetap beliau. Dan dengannyalah beliau memperoleh apa yang didambakannya. Dan dijadikannya amalan ini sebagai suatu  Hadiah dari beliau untuk mereka yang mau mengamalkannya suatu Ijazah dan izin bagi siapa saja yang berminat terhadapnya (Amalan ini). Siapa saja diantara mereka baik saudara dan pengikut yang mencintai beliau ataupun mereka yang membenci dan memusuhinya.

Disampaikannya bahwa sepuluh zikir ini adalah termasuk dari zikir-zikirnya para Al-‘Ubbad dan Az-Zuhhad, didalamnya terdapat fadhilah dan faedah yang besar sekali serta memiliki keistimewaan tersendiri. Bagi mereka yang telah memeliharanya menurut tertib membacanya yaitu setiap hari setelah sholat shubuh dan sholat maghrib jumlah mereka telah banyak sekali. Dan kesemua mereka itu adalah Ahlil-Fadhel dan As-Sholihin, yang telah mengetahui rahasia tentang kelebihannya. Mereka telah menggunakannya dengan niat untuk meminta keluasan rezeki, melepaskan kesulitan, melindungi diri dari musuh, menghindarkan bahaya, menangkal sihir dan gangguan jin serta mengobatinya, menundukkan semua makhluk, minta pemeliharaan dalam arti menyeluruh sekali rangkap yaitu untuk diri sendiri juga untuk semua keluarga agar turut tersertakan dari segala gangguan yang dhohir maupun bathin, termasuk harta benda mereka, beserta keamanan keadaan lingkungan dimana mereka berada agar semuanya senantiasa dalam keadaan keamanan, kebahagiaan, kemakmuran, kedamaian, dalam arti seluas-luasnya dan jangkauan yang sejauh-jauhnya.

Atas ijin Allah SWT, kesemua itu terbukti dan demikianlah yang mereka dapatkan diantara hasilnya di dunia ini. Dan itu semua masih sangat sedikit karena faedah tersebut hanyalah untuk didunia namun faedahnya untuk akherat hanya Allah sajalah yang mengetahuinya dengan sebenarnya dan yang dapat menghitungnya. 

berikut dzikirnya…

بسم الله الرحمن الرحيم.
1. Bismillahir rahmaanir rahiim.100x
“ Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang “ 100 x

الحمد الله رب العالمين.
2. Alhamdulillahi robbil ‘alamiin.100x
“ Segala Puji Bagi Allah, Tuhan semesta Alam “ 100 x

لااله الا الله محمد رسول الله.
3. Laa ilaha ilallah Muhammadur rasulullah.100x
“ Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah Utusan-NYA.” 100 x

اللهم صل على محمد وعلى ال محمد.
4. Allahumma sholli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa ali Muhammadin.100x
“ Ya Allah, limpahkanlah shalawat / kesejahteraan kepada Junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga Beliau.” 100 x

سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم
5. Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adhiim.100x
“ Maha suci Allah dan segala puji bagi-NYA. Maha suci Allah Yang Maha Agung.” 100 x

استغفر الله العظيم واساله التوبة
6. Astaghfirullahal ‘adhiim wa as-aluhut taubah.100x
“ Aku memohon ampunan dari Allah Yang Maha Agung dan memohon Taubat ( atas segala dosa ) pada-NYA.” 100 x

اللهم انى اسالك فعل الخيرات وترك المنكرات وحب المساكين وان تغفرلى وترحمنى

7. Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroti wa tarkil munkarooti wa hubbul masaakiina wa an taghfirlii wa tarhamnii.100x
Ya Allah, aku memohon pada-MU dapat mengerjakan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan kemungkaran-kemungkaran dan mencintai orang-orang miskin agar Engkau mengampuni dan menyayangiku.

سورة الاخلاص
8. Suratul Ikhlas.100x
( Membaca surat Al-Ikhlas. 100 x )

حسبنا الله ونعم الوكيل
9. Hasbunallahu wa ni’amal wakiil.100x
Cukuplah Allah bagi kami sebaik-baik Pelindung.100 x

اللهم صل على محمد النبي الامى وعلى ال محمد وسلم
10. Allahumma sholli ‘alaa Muhammadin nabiyyil ummi wa ‘alaa ali Muhammadin wa sallim.3x
Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi yang Ummi dan berilah keselamatan atas keluarga beliau.3 x

@SUMBER LINK TERKAIT

Categories: IJASAHAN DARI KITAB AL QIRTHOS | 58 Komentar

WIRID CAK NUN (EMHA AINUN NADJIB)


CAK NUN MEMILIKI BANYAK WIRID DAN JUGA SYAIR-SAYR INDAH DI BAWAH INI, SILAHKAN DISIMAK DENGAN SEKSAMA.

W-1. WIRID KASIH SAYANG Ya Mannaan
Ya Allaahu ya mannaanu yaa kariim, ya allaahu ya rahmaanu ya rahiim
Ya Allaahu ya fattaahu yaa haliim, ya allaahu ya rahmaanu ya rahiim

W-2. WIRID PENJAGAAN Ya Hafiidh
Ya hafiidh, ya hafiidh, ihfadhnaa. Ya rahiim, ya rahiim, irhamnaa

W-3. WIRID KETERTINDASAN Dholamuuna
Allaahumma dholamuuna fahfadhnaa
warhamnaa wanshurnaa warzuqnaa

W-4. WIRID KEPENGASUHAN Ma Lanaa
Ya Allah maa lanaa maulan wa waliyyan siwaaka ya Allah

W-5. WIRID KEKUATAN Huwal’aziizulqowiyyu
Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal ‘aziizul qowiyyul qoodiru
dzul quwwatil matiinul muqtadirul jabbaarul mutakabbirul qoohirul qohhaar

W-6. WIRID PAMRIKSA Huwal’adhiimulhaliimu
Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal ‘adhiimul haliimul khobiirul
mubiinul haadii ‘allaamul ghuyuub

W-7. WIRID KESAKSIAN Huwalmukhiithul’aliimu
Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal mukhiithul ‘aalimu
robbusysyahiidul hasiibul fa’’aalul khollaaqul khooliqul baari-ul mushawwir

W-8. WIRID LOLOS BAHAYA La yadhurru
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardli
wa laa fissamaa-i wa huwassamii’ul ‘aliim

W-9. WIRID PENGUSIRAN ’Alimun biasrori
‘Aliimun bi-asroorii khobiirun bihaajatii samii’un bashiirun
bilquluubi wamaa hawat, bismika arjuu naila maa thaalibii
bijaahika falamlaaka jam’an tasaara’at

W-10. WIRID PINTU TERBUKA Ya Mufattihal-abwab
Ya mufattihal abwaab, yaa musabbibal asbaab, yaa muqallibal quluubi
wal abshaar, yaa mudabbiral laili wannahaar, yaa muhawwilal haala
wal ahwaal, hawwil haalanaa ilaa ahsanil ahwaal

W-11. WIRID PENCAHAYAAN Qalbi nuron
Allaahummaj’al qalbii nuuran wa sam’ii nuuran wa basharii nuuran wa lisaanii nuuran wa yadayya nuuran wa rijlayya nuuran wa jamii’a jawaarihi nuuran yaa nuural anwaar

W-12. WIRID KECUKUPAN Kafa billah
Wa kafaa billaahi robba wa kafaa billaahi waliyyaa
wa kafaa billaahi nashiiraa wa kafaa billaahi razzaaqaa

W-13. WIRID JALAN KELUAR Ya Shohibi
Yaa shoohibii ‘inda kulli syiddatin wa yaa ghiyaatsii ‘inda kulli kurbatin sholli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin, waj’al lii min amrii farajan wa makhrajan

W-14. WIRID KECINTAAN Nawwir Yusufa
Allaahumma ya baduuh yaa baduuh yaa baduuh nawwir yuusufa fii wajhii wa khootama sulaimaana ‘alaa lisaanii wa shouta daawuuda fii ‘indii bibarokati laa ilaaha illallaah muhammadur rasuulullah

W-15. WIRID KEMUDAHAN La Sahla
Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahuu sahlan, wa anta yaa allaah in syi’ta ja’altas sho’ba sahlan, sahhil lanaa umuuronaa wa yassir lanaa warhamnaa innaka anta arhamur roohimiin

W-16. WIRID MOHON AMPUNAN Ilahi lastu
Ilaahii lastu lilfirdausi ahlan walaa aqwaa ‘ala naaril jahiimi, fahablii taubatan waghfir dzunuubii fa innaka ghoofirudz-dzanbil ‘adhiimi

W-17. WIRID KABUL Ya Lathif
Ya Lathiif 129 X 129 Alaa ya’lamu man kholaqa wa huwallathiiful khabiir…innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir

W-18. WIRID TAK SANGKA La Yahtasibuu
Min haitsu laa yahtasibuu

W-19. WIRID PELIPUR LARA Thibbil Qulub
Allahu X4 ya rabbi shalli ‘alal mukhtar thibbil qulub

W-20. WIRID PENAMPUNGAN Liannahum
Liannahum khodzaluuni, fakun yaa ‘aziizu naashirii
Liannahum abghodhuunii, fakun yaa waduudu habiibii
Liannahum khodza’uunii, fakun yaa ‘aadlu hakami
Liannahum haramuunii, fakun yaa basithu raziiqi
Liannahum amradhuunii, fakun yaa syaafii mulathifi
Liannahum tharaduuni, fa amini ya Mannanu aamiinii
Liannahum fatanuunii, fa kun yaa ra’uuf masih dumu’ii
Auba’unii fii dhulumatin, fa minka yaa nuur altamisunuri
Liannahum jaahiluu wa jahhaluu yaa ilaahii
Yaa ‘aziiz yaa Mannaan

W-21. WIRID PANGGILAN Maulan Siwallah
Allah X4 maa lanaa maulan siwallaah,
kulla maa naadaita yaa Hu qala yaa ‘abdii anallaah

W-22. DUH GUSTI
Duh Gusti mugi paringo ing margi kaleresan, kados margining manungso kang manggih kanikmatan, sanes margining manungso kan Paduka laknati

W-23. ASTAGHFIRULLAH
Astaghfirullah wabbal baraayaa, astaghfirullah minal khathayaa Rabbii zidnii ‘ilman naafi’an, wawaffiqnii ‘amalan maqbuulaa

W-24. YA RABBI YA RAHMAN
Ya rabbi ya rahman anta muzilul Qur’an, ya rabbi ya rahman
anta mutsbitul Islam, irhamna jami;an warzuqnaa waasi’an,
ya Allah X2 khaliqul anaam

W-25. YA ALLAH YA `ADHIM
Yallah ya ‘adhiim antal ‘adhiim qad hammana hammun ‘adhiim, wa kullu hammin hammanaa yahuunu bismika ya ‘adhim

W-26. ILIR-ILIR
Lir ilir X2 tandure wus sumilir takijo royo-royo
tak senggo temanten anyar
Bocah angon X2 peneken blimbing kuwi
lunyu-lunyu yo peneken kanggo mbasuh dodot iro
Dodot iro X2 kumitir bedah ingin pinggir,
dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung jembar kalangane, mumpung padhang rembulane
Yo surako surak hiyo

W-27. WIRID JANGAN DIPECAT La takhrijna
Allahumma la takhrijna min jannatika,
Allahumma la takhrijna min hifdika
Allahumma la takhrijna min quwwatika,
Allahumma la takhrijna min barakatika
Allahumma la takhrijna min `izzatika,
Allahumma la takhrijna min haulika

W-28. KALIMAH THAYYIBAH
Subhanallaah walhamdulillaah walaailaaha illallaah

W-29. WIRID HIDUPNYA KEHIDUPAN Ya Hayyu Hina la hayya
Ya hayyu hiina laa hayya, yaa hayyu muhyil mautaa. ya hayyu laa illaaha illaa anta, allaahumma maddidnaa waj’alnaa min kulli hammin makhrajan wa farajan

W-30. WIRID TAUHIDI
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu annal hayaata walmauta lillah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu annarrizqa wal hifdha lillah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna ghairallaahi laisal ilaah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna hijratii wa jihaadii ilallah
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan
habiibii wa imaamii

W-31. WIRID PELEPASAN La ilaha illa anta
Laa ilaaha illaa anta subhaana innii kuntu minadhdhoolimiin

W-32. WIRID PERAHMATAN Wa ma romaita
Wamaa romaita idz romaita walaakinnallaaha romaa

W-33. WIRID TANGKISAN Afahasibtum
Afahasibtum annamaa kholaqnaakum ‘abatsan wa annakum ilainaa laa turja’uun. Fata’aalalloohul maalikul haqqu laa ilaaha illaa huwa robbul ‘arsyil kariim. Fa mayyad’u ma’alloohi ilaahan aakhoro laa burhaana lahuu bihii fa innamaa hisaabuhu ‘inda robbihii, innahuu laa yuflikhul kaafiruun. Wa qur robbighfir warham wa anta khoirurrohimiin.

W-34. WIRID KEMENANGAN Inna fatahna
Innaa fatahnaa laka fahan mubiinaa, liyaghfira lakallaahu maa taqaddama min dzanbika wamaa ta-akhkhara, wa yutimma ni’matahuu ‘alaika wa yahdiyaka shiraatan mustaqiimaa

W-35. WIRID PEMENUHAN Wa nuridu
Wa nuriidu an namunna ‘alalladziina-studh’ifuu fil ardli wa naj’aluhum a-immatan wa naj’aluhumul waaritsiin

W-36. WIRID PENGHANCURAN Lau anzalna
Lau anzalnaa haadzal qur’aana ‘alaa jabalin laro-aitahuu khoosyi’an mutashoddi’an min khosyyatillaah, wa tilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi la’allahum yatafakkaruun

W-37. WIRID PENUNTASAN Innama amruhu
Innamaa amruhuu idzaa araada syai-an ayyaquula lahuu kun fayakuun, fasubhaanalladzii biyadihii malakuutu kulli syai-in wa ilaihi turja’uun

W-38. WIRID PERLINDUNGAN Wala ya’uduhu
Ayatul Kursiyy 9X walaa yauuduhu hifdhuhuma

W-39. WIRID SUMELEH Anta ta’lam
Ilaahii anta ta’lamu maa nuriid

W-40. WIRID KETENTERAMAN Salamun qaulan
Salaamun qaulan mir-robbir-rohiim

W-41. WIRID PENYAMARAN La tudrikuhul abshor
Laa tudrikuhul abshaara wahuwa yudrikul abshaara
wa huwallathiiful khabiir

W-42. WIRID PENGADILAN Ja-al haq
Wa qul jaa-al haqqu fazahaqal baathil, innal baathila kaana zahuuqaa

W-43. WIRID BEBAS ADZAB Wama kanallahu
Wa maa kaanallaahu liyu’adzdzibahum wa anta fiihim
wa maa kaanallaahu mu’adzdzibahum wahum yastaghfiruun

W-44. AL-ASMAUL HUSNA Nas-aluka
Nas – Aluka Yaa Man Huwallahulladzii Laa Ilaaha Illaahu
Awarrohmaanur Rohimul Almalikul Qudduusus Salaamul Mu’minul
Muhaiminul ‘Aziizul Jabbaar – Almutakabbirul Khooliqulbaariul Mushowirul Ghoffar
Walqohharul Wahaabur Rozzaaqul Fattaahul ‘Aliim – Alqoobidhul Baasithul Khoofidhur Alroofi’ul Mu’izzul Mudhillus Samii’ul Bashiirul Hakamul’adl – Allathiiful Khobiir – Alhaliimul ‘Adhim – Alghofurus Syakuur – Al’aliyul Kabiirul Hafiidhul Muqiit – Alhasiibul Jaliil Al Kariimur Roqiibul Mujiibul Waa Si’ul Hakiimul Waduudul Majiidul Baa’itsus Syahid –
Alhaqqulwakiil – Alqowiyul Matiin – Alwaliyul Hamiid – Almuhshil Mubdiul Mu’iid – Almuhyil Mumiitul Hayyul Qoyyum – Alwaajidul Maajidul Waahidus Shomadul Qoodirul
Muqtadirul Muqoddimul Muakh Khirul Awwalul Akhiir – Addhoohirul Baatinul Waalil Muta’al Bar Ruttawwaaabul Muntaqimul ‘Afuwwur Roufum
Maalikul Mulki Dzul Jalaali Qal Ikroom – Almuqsitul Al Jaami’ul Ghoniyul Mughnil
Maani’ud Dhoor Runnaafi’un Nuurul Haadii Badii’ul Baaqii – Alwaaritsur rosyiidus
Shobuurulladzi ladza kamits lihi Syaiun Wawas Samii’ul Bashiir – Alloohumma Solli Afdhollas Sholati’alaa As’adi MAkhluuqoo Tika Sayyidinaa Muhammadiwa’alaa alihii
Washohbihii wasallim ‘Adada Ma’luu Maatika Wamidaa Dzakalimaa Tika Kullamaa
Dzakaro Kad Dzaakiruuna Waghofala ‘An Dzikrihil Ghoofiluun.

W-45. MUDAH URUSAN Robbisyrokhlii
Robbisyrohlii shodrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatan
min lisaanii yafqohuu quolii

W-46. MELAWAN KEBOHONGAN Bimaa kadzdzabuun
Robbinshurnii bimaa kadzdzabuun

W-47. KESENDIRIAN Khoirul Waritsin
Robbii laa tadzarnii fardan wa anta khoirul waaritsiin
________________________________________
________________________________________
SYAIR-SYAIR SHALAWAT YANG INDAH

S1AYYUHAR RAAJUN
Yaa ayyuhar-rojuna minhu syafa’ah
Sholluu ‘alaihi wa sallimuu taslimaaa
Wa yaa ayyuhal musytaquuna ‘alaa ru’yaa jamalih
Shollu ‘alaihi wa sallimuu taslimaa
Wa yaa man yakhtubu wisholahu yaqadhatan wa manaama
Shollu ‘alaihi wa sallimuu taslimaa
(Wahai engkau yang mendambakan darinya syafaat
Wahai yang kangen ingin memandang keindahan wajahnya
Wahai yang hendak melamar kebersamaan dengannya
Tatkala terjaga maupun ketika tidur)

S2

SHALAWAT TASYRIF
Allahumma shalli wa sallim
Asyrafash-shalati wat-taslim
`Ala Sayyidina wa Nabiyyina
Muhammadinir-ra’ufirrahim
(Ya Allah anugerahkan semulya-mulyanya shalawat dan
keselamatan kepada Sayid dan Nabi kami yang jiwanya
santun dan penuh kelembutan itu)

S3
YA RABBI SHALLI Baku
Ya Rabbi shalli `ala Muhammad
Ya Rabbi shalli `alaih
(Wahai Tuhan bersholawatlah baginya
Wahai Tuhan limpahkan keselamatan baginya)

S5
ASSALAMU `ALAIK Baku
Assalamu `alaika zainal Anbiya-i
Assalamu `alaik
(Salam padamu penghulu para Nabi
Salam Padamu)

S7
ANNABI SHALLU `ALAIH Baku
An-nabi shallu `alaih
Shalawatullahi `alaih
Wa yanalul-barakah
Kullu man shalla `alaih
(Inilah Sang Nabi, bersholawatlah untuknya,
karena shalawat Allahpun menaburinya
Sungguh senantiasa melimpah barokah kepada
Siapapun yang bersholawat kepadanya)

S9
HUBBU AHMADIN Baku
Hubbu Ahmadin qalbi sakan (2x)
Wal-fata `aliyyil-mu’taman
Ya`aini wabnaihil-Husaini wal-Hasan
Ya ruhi wabnaihil-Husaini wal-Hasan
(Cinta Muhammad telah merasuki kalbuku
Juga kepada pemuda yang terpercaya itu
Pun Wahai Husein dan Hasan dua bola mataku
Wahai Husein dan Hasan tenaga hidupku)

S11

NURUL MUSTHAFA Baku
Nurul Musthafa nurul Musthafa
Mala-al-akwan mala-al -akwan
Habibi Muhammad Muhammad
Muhammad khairil mursalin
(Cahaya Sang Terpilih memenuhi semesta
ia kekasihku, Muhammad
Termulia diantara semua utusan)

S13
YA IMAMAR RUSLI Baku
Ya Imamar-rusli ya sanadi anta ba`dallahi mu`tamadi
Fa bidunyaya wa akhirati ya Rasulallahi khudz biyadi
(Wahai penghulu para Rasul Wahai asal usulku
Sesudah Allah engkaulah sandaran hidupku
Dengan dunia dan akhiratku Wahai Rasul ambil aku di
Tanganmu)

S15
BISYAHRI
Sholatun wa tasliimun wa azkaa tahiyyati
‘Alal Musthafal Mukhtar khaital bariyyati
(Cinta, keselamatan, serta sedalam-dalam penghormatanku
Bagi sang lelaki pilihan, sebaik-baik ciptaan)

S16
YA RASULALLAH Kanjengan Melayu
Ya Rasulallah salamun alaika
Ya rafi’asyani waddaroji
Adfatayaji rattal’alami
Ya uhailaljudi walkarami

S20
DA`UNI DA`UNI
Da`uni da`uni unaji habibi
Wa la ta’dzuluni fa ‘adzli haram (2x)
(Biarlah, biarlah aku mengeluh kepada kekasihku
jangan hardik aku jangan ganggu kemesraanku)

S21
INNA FIL-JANNAH
Inna fil-Jannati nahran min laban
Li’Aliyyin wa Husainin wa Hasan (2x)
(Lihatlah di surga mengalir sungai susu
Yang diperuntukkan bagi Ali, Husein dan Hasan)

S22
YA THAIBAH Baku
Ya thaibah ya thaibah
Ya dawal `ayana sytuqnalik wal-hawa nadana
Wal-hawa nadana
(Wahai gudang kebajikan
Kami berduyun mendatangi pintumu
Kami terpanggil terhanyut oleh cintamu

S24
BAINA KATIFAIH
Baina katifaihi `alamah (2x)
Khatimar-ruslil-kiram (2x)
(Di antara kedua ketiaknya terdapat tanda
Kemulian Kerosulannya)

S25
KHAIRAL-BARIYYAH
Khairal-bariyyah, nahdrah ilayya
Maa anta ilaa kanzul `athiyyah (X2)
(Sebaik-baik CiptaanNya,betapa tajam tampak di mata
Tiadalah engkau kecuali gudang segala kekayaan)

S26
YA ALA BAITIN NABI
Ya ala baitin-nabi
As-sayyidil-`Arabi
Lakum madattu yadi
Fa farriju kurabi
(Wahai penghuni rumah Nabi, tetua negeri Arab
Kepada aku panjangkan tangan, untuk memekikan harapan)

S27
SIDNAN NABI Baku
Sidnan Nabi sidnan Nabi sidnan Nabi (3x)
Sidi Muhammad amin qutbi
Habibin Nabi
(Nabi sayyid kita, nabi syyid kita Sayyid Muhammad
Pecinta yang terpercaya)

S29
ALFU SALAM Baku
Shalatun minallah wa alfa salam
`Alal Musthafa Ahmad syarifil-maqam
(Shalawat dan seribu salam dari Allah
Bagi Muhammad yang terpilih untuk tinggal
Di semulya-mulyanya persemayaman)

S31
THALAMA ASYKU
Thalama asyku gharami
Ya nural-wujud
Wa unadi ya tihami
Ya ma`danal-jud
(Betapa lama kukeluhkan, Wahai cahaya keberadaan
Betapa kudampakan, Wahai sumber segala kemurahan)

S32
YA RABBI BIL MUSTHAFA Baku
Ya rabbi bil Musthafa
Balligh maqashidana
Waghfir lana ma madla
Ya wasi’al karami
( Ya Allah, berkad Muhammad antarkan kami
pada keindahan itu
Ampunilah dosa-dosa kami yang lampau,
Wahai penghampar kemuliaan)

S34
SHALAWAT BADRIYAH Baku
Shalatullah salamullah
`Ala Thaha Rasulillah
Shalatullah salamullah
`Ala Yasin Habibillah
(Sholawat dan salam Allah bagi Rasul-Nya
Shalawat dan salam Allah bagi yasin kekasih-Nya)

S45
ALHAMDU LILLAH WASYSYUKRU LILLAH
Alhamdu lillah wasysyukru lillah
Azka shalati wa salami liRasulillah
(Segala puji dan syukur bagi Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam
Bagi Rosulullah)

S46
MARHABAN
Marhaban Ya marhaban
Marhaban Ya Rosulallah
Marhaban Ya marhaban
Marhaban Ya Habiballah
(Haru biru cintaku buat Rasulullah
Lubuk terdalam cintaku untuk kekasih Allah)

S47
MARHABAN YA MARHABAN Kanjengan
Marhaban ya marhaban ya Rasulallah
Marhaban ya marhaban ya Nabiyallah
Marhaban ya marhaban ya Habibalah

S48
MARHABAN AHLAN WASAHLAN Kanjengan
Marhaban ahlan wa sahlan
Marhaban ya nurrazzaman
Marhaban ya nurral’aini
Marhaban jaddal Husaini

S49
SHALLU ‘ALAIH Kanjengan Magelang
Shallu ‘ala shallu ‘ala khairil anam
Almusthafa almusthafa badrittamam
Shallu’ala shallu ‘ala ya salimu
Yasfa’lana yasfa’lana yaumazzikham

S50
YA SAYYIDI Kanjengan
Ya Sayyidi ya sayyidi ya Rosulallah
Ya Sayyidi ya sayyidi ya Nabiyallah
Ya Sayyidi ya sayyidi ya Waliyaallah
Ya Sayyidi ya sayyidi ya Habiballah

S51
SHALLI WA SALLIM Baku
Shalli wa sallim da-iman `alAhmada (2x)
Wal ali wal ashhabi man qad wahada
(Berilah shalawat dan salam
Yang abadi kepada Muhammad
Serta bagi keluarga dan sahabat
Yang telah menyatu dengannya)

S53
DAWINI DAWINI
Dawini ya nural hay X2
Dawini wandhur ilayya
Dawini dawi ya nural hay

S54
SHALLALLAHU `ALA MUHAMMAD
Shallallahu `ala Muhammad
Shallallahu `alahi wa sallim
(Allah bershalawat kepada Muhammad
Allah bershalawat dan menaburkan salam
Kepada Muhammad)

S55
THALA`AL BADRU Baku
Thala`al badru ‘alaina
Min tsaniyyatil wada`I
Wajabas-syukru `alaina
Ma da`a lillahi da`I
(Telah terbit rembulan atas kita
Dari celah antara dua bukit
Wajib syukur bagi kita
Atas panggilannya kepada Allah)

S59
SHALAWAT `INDAL QIYAM Baku
Ya Nabi salam `alaika
Ya Rasul salam ‘alaika
Ya Habib salam ‘ alaika
Shalawatullah ‘alaika
(Wahai Nabi salam kepadamu
Wahai Rasul salam kepadamu
Wahai kekasih salam kepadamu
Karena Allahpun melimpahkan Shalawat bagimu)

S61
ALLAHUMMA SHALLI
Allahumma shalli `ala Muhammad
Ya Robbi shalli `alaihi wasallim
(Tuhan kami bersholawatlah kepada Muhammad juga
berilah salam padanya)

S62
AHMAD YA HABIBI Baku
Ahmad ya habibi salamun`alaika
Ya`aunal-gharibi salamun`alaika
(Wahai kekasih, kusampaikan salam
Wahai penolong orang usiran
Bagimu keselamatan)

________________________________________

SYAIR ABU NAWAS

Ilaahi Lastu Lil Firdausi Ahlaa
Walaa Aqwaa ‘Alan Naaril Jahiimi
Fahablii Taubatan Waghfir Dzunuubii
Fainnaka Ghoofirudz Dzambil ‘Adhiimi
Dzunuubii Mitslu A’daadir Rimaali
Fahabli Taubatay Yaadzal Jalaali
Wa ‘Umrii Naaqishun Fii Kulli Yaumi
Wa Dzambii Zaidun Kaifach Timaali
Ilaahii ‘Abdukal ’Aashii Ataaka
Muqirrom Bidz Dzunuubi Waqod Da’aaka
Wain Taghfir Fa-Anta Lidzaaka Ahlun
Fain Tathrud Faman Arju Siwaaka

@@@ SUMBER: LINK TERKAIT

Categories: WIRID CAK NUN | 22 Komentar

ILMU-ILMU LADUNI KH ABDUL MAJID MA’RUF, PENGASUH PONPES KEDUNGLO KEDIRI


“IKUTlLAH BERJUANG MEMPERBAIKI MENTAL MASYARAKAT LEWAT JALAN BATHINIYAH”.

kwaKali ini kita akan membahas sosok fenomenal. Sebelumnya, kita pasti mengingat doa ilmu kebal berikut ini: ALLAHUMMA SALIMNA MINAL BOM WAL BUNDUQ, WAL BEDIL WAL MARTIL, WA UDDADA HAYATINA. sambil minum air yang biasa dipakai untuk wudhu di masjid, maka kebal lah dia. Itulah amalan yang diberikan kepada para pejuang 45 yang bertempur melawan penjajah yang menyerang Surabaya pada 10 Nopember 1945. Sang pengijasah amalan ini bukan orang sembarangan, dia adalah Hadlrotus Syekh Al-Mukarrom KH Abdul Madjid Ma’ruf, Pengasuh Pesantren Kedunglo, Desa Bandar Lor, Kota Kediri.

KH. Abdul Madjid Ma’roef QS wa RA lahir dari pernikahan Syaikh Mohammad Ma’roef, pendiri Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadharah dengan Nyahi Hasanah putri Kyai Sholeh Banjar, Melati Kediri. KH. Abdul Madjid Ma’roef QS wa RA lahir pada hari Jum’at Wage malam 29 Ramadhan 1337 H/20 Oktober 1918 M sebagai putra ke tujuh dari sembilan bersaudara.

Beliau lahir di tengah pesantren yang luas nan sepi. Dikelilingi rawa-rawa dengan jumlah santri yang tak pernah lebih dari empat puluh orang, Kedunglo.

Ketika masih baru berumur dua tahun oleh bapak-ibunya, gus Madjid dibawa pergi haji ke Makkah Al Mukarramah. Di Makkah, setiap memasuki jam dua belas malam, Kyai Ma’roef selalu menggendong Gus Madjid ke Baitullah di bawah Talang Mas. Di sana Kyai Ma’roef berdoa, agar bayi yang berada dalam gendongannya kelak menjadi orang besar yang sholeh hatinya, Kyai Ma’roef selalu mendoakan Gus Madjid agar menjadi orang shaleh. Konon selama berada di Mekah, si kecil Agus Madjid yang juga dikhitankan di sana akan diambil anak oleh salah seorang ulama Arab dan disetujui oleh Mbah Yahi Ma’roef. Beruntung Mbah Nyahi Hasanah keberatan, sehingga Agus Madjid tetap berada dalam asuhan kedua orang tuanya.

Cerita Gus Madjid akan diangkat anak oleh ulama Mekah memunculkan sebuah ungkapan, “Kalau bukan karena Kyai Madjid maka Shalawat Wahidiyah tidak akan lahir. Dan kalau bukan karena Nyahi Hasanah, Shalawat Wahidiyah tidak akan lahir di bumi Kedunglo”.

Sepulang dari Mekah, muncul kebiasaan unik pada diri Agus Madjid. Beliau yang masih dalam usia tiga tahun (balita), hampir di setiap kesempatan berkata, “Qul, dawuha sira Muhammad” (Qul, katakanlah, wahai Muhammad) sambil meletakkan tangannya di atas kepala. Kebiasaan semacam ini terus berlangsung hingga Beliau memasuki usia tujuh tahun. Kebiasaan lain Beliau semasa kanak-kanak adalah suka menyendiri, kurang suka bergaul dan sangat pendiam. Romlah dan Mbakyunya ini pula yang mula pertama mengajari Beliau baca tulis Al-Qur’an.

Sifat pendiam dan tidak suka memamerkan keistimewaan yang dimiliki terus dibawanya hingga Beliau memasuki usia remaja. Karena sifat pendiam Agus Madjid inilah hingga tidak ada yang tahu keistimewaan-keistimewaan Beliau di masa kanak-kanak dan remajanya.

Walaupun Gus Madjid secara lahiriyah nampat tidak istimewa dibandingkan dengan Gus Malik adiknya yang pandai dan sering menampakkan kekeramatannya. Dan Gus Malik pula yang bertindak sebagai wakil ayahnya apabila Kyai Ma’roef tidak ada atau sedang berhalangan, hingga tidak sedikit yang menyangka bahwa Gus Maliklah calon penerus ayahnya. Akan tetapi pada hakikatnya, Kyai Ma’roef telah mempersiapkan Agus Madjid sebagai penggantinya sejak Beliau baru dilahirkan. Terbukti, meski Gus Madjid masih baru berusia dua tahun ada yang mengatakan baru berumur 1,5 tahun, ayahnya telah membawanya serta pergi haji. Padahal kita semua tahu bagaimana kondisi transportasi dan akomodasi jamaah haji di tahun 1920-an. Sungguh sulit, penuh rintangan dan sangat melelahkan. Belum lagi kondisi cuaca alam tanah Arab yang berbeda jauh dengan kondisi di Indonesia, dan itu ditempuh berbulan-bulan lamanya.

Bukti lain bahwa Gus Madjid dipersiapkan sebagai calon penerus ayahnya, adalah setiap mendekati bulan haji, Kyai Ma’roef selalu kedatangan tamu dari kalangan sayyid dan sayyidah dari jazirah Arab. Saat itulah, sambil menggendong Gus Madjid, Nyahi Hasanah berkata kepada tamunyam, “Niki, Ndoro Sayyid yugo kulo, njenengan suwuk, dados tiyang ingkang sahaleh atine.” (Ini Tuan Sayyid, do’akan anak saya agar menjadi orang yang shaleh hatinya).

Pernah, suatu hari saat Kyai Ma’roef sedang bepergian, datang seorang habib hendak bersilaturrahim. Karena Kyai Ma’roef tidak ada, si tamu minta dipanggilkan Gus Madjid, katanya akan dido’akan. Karena Gus Madjid sedang bermain dan belum mandi, maka abdi dalem (pembantu) membawa Gus Malik yang sudah rapi untuk menemui si tamu. “Wah, ini bukan Gus Madjid, tolong bawa Gus Madjid kemari!” kata habib kepda abdi dalem.

Memasuki usia sekolah, Gus Madjid sekolah di Madrasah Ibtidaiyyah, namun hanya sampai kelas dua. Selanjutnya, Kyai Ma’roef mengantar Agus Madjid mondok di Jamsaren Solo pada Kyai Abu Amar. Genap tujuh hari di Jamsaren, Agus Madjid dipanggil gurunya, disuruh kembali ke Kedunglo. “Sampun Gus, panjenengan kundur mawon!”, sambil dititipi surat agar disampaikan kepda ayahnya. Gus Madjid menuruti perintah Kyai Abu Amar, meski dengan pikiran penuh tanda tanya kembali ke Kediri. Terdorong oleh jiwa muda ayng haus akan ilmu pengetahuan, Agus Madjid kemudian mondok di Mojosari, Loceret, Nganjuk. Namun setelah hari ketujuh, Beliau dipanggil Kyai Zainuddin, gurunya.

“Gus, njenengan sampun cukup, mboten usah mondok, kundur kemawon, wonten ndalem kemawon”. (Gus, Anda sudah cukup, tidak mondok, pulang saja, di rumah saja). Agus Madjid pun kembali ke Kedunglo dan matur kepada ayahnya, kalau gurunya tidak bersedia memberinya pelajaran. “Wis kowe tak wulang dewe, sak wulan podho karo sewu wulan”. (Kalau begitu, kamu aku didik sendiri saja, satu bulan nilainya sama dengan seribu bulan), ujar Kyai Ma’roef.

Maka setelah empat belas hari mondok di Jamsaren dan Mojosari, gurunya adalah ayahnya sendiri, Kyai Haji Mohammad Ma’roef RA yang telah mewarisi ilmu dari Kyai Kholil, Bangkalan. Oleh ayahnya, setiap selesai sholat maghrib, Gus Madjid diajari aneka macam ilmu yang diajarkan di pondok-pondok pesantren maupun ilmu yang tidak diajarkan di pondok pesantren. Sehingga ayahnya pernah berkata kepada adik Gus Madjid, “Madjid iku nggak kalah karo anak pondokan” (Madjid itu tidak kalah dengan anak pesantren).

Tak heran kalau pada akhirnya Beliau tumbuh sebagai pemuda ayng sangat ‘alim dan wara’. Ibarat padi semakin tinggi ilmunya Beliau semakin tawadhu’ dan pendiam, sehingga siapapun tidak pernah menyangka kalau di balik kediamannya tersimpan segudang ilmu pengetahuan dan sejuta keistimewaan. Tapi itulah keistimewaan Beliau yang tidak pernah menammpakan keistimewaannya, karamahnya kepada sesamanya.

Menikah
Ketika Agus Madjid sudah berumur 27 tahun dan hampir menguasai keseluruhan ilmu ayahnya, Beliau semakin nampak dewasa dan matang. Tidaklah aneh kalau banyak gadis yang mengidamkannya. Karena disamping Beliau dikenal sebagai putra kyai ampuh yang masyhur dan makbul doanya, Agus Madjid adalah sosok pemuda ‘alim berwajah tampan nan rupawan bagai rembulan.

Namun dari sekian gadis, putri-putri kyai yang mendambakan dipersunting oleh Agus Madjid, akhirnya yang menang adalah dara manis yang sedang beranjak remaja, bernama Shofiyah yang kala itu berusia 16 tahun putri K. Moh. Hamzah dengan Ibu Ummi Kulsum, buyut KH. Mansyur pendiri Kota Tulung Agung yang mendapat tanah perdikan dari Sultan Hamengkubuwono II karena telah berhasil mengeringkan sumber Tulung Agung, dan kini menjadi alun-alun kota Tulung Agung.

Semula, oleh ibunya Agus Madjid dijodohkan dengan sepupunya sendiri yaitu “Nyahi Zainab” putri KH. Abdul Karim Manaf Lirboyo (akhirnya dinikahi oleh KH. Mahrus Lirboyo. Red). Apalagi Agus Madjid saat ditawari akan dinikahkan dengan saudara sepupunya yang cantik dan pinter itu hanya diam saja. Meski tidak mendapat jawaban yang pasti dari Agus Madjid, antara pihak Kedunglo dan pihak Lirboyo sepakat akan menikahkan keduanya.
Kemudian diselenggarakanlah upacara akad nikah putra dan putri kyai yang masih kerabat dekat dan sama-sama pernah menjadi santri Kyai Kholil Bangkalan ini dengan menyembelih lima ekor kambing.

Tetapi entah mengapa, ketika Pak Naib meng-akid, calon pengantin putra hanya diam saja tidak menjawab. Berkali-kali Pak Naib mengucapkan ijab tetapi tidak mendapat jawabab qobul dari Agus Madjid. Maka menghertilah kedua orang tuanya termasuk calon mertuanya, kalau Gus Madjid tidak mau menikah dengan “Nyahi Zainab”, saudara sepupunya tersebut. Lepas dari perkawinan antara kerabat, Agus Madjid ditawari kembang dari Tawangsari, Tulung Agung yang sedang mekar-mekarnya oleh Yusuf santri ayahnya yang tak lain adlah paman si gadis. Agus Madjid setuju dan nontoni (melihat) si gadis yang sedang memetik beberapa kuntum Melati dari balik jendela di bawah menara masjid. Si gadis itu tak lain adalah Shofiyah putri ke-7 dari 12 bersaudara.

Perkawinan antara Kyai Abdul Madjid dengan Nyahi Shofiyah dikaruniai 14 orang anak. Keempatbelas putra-putri itu adalah Ning Unsiyati (Almh), Ning Nurul Isma, Ning Khuriyah (Almh), Ning Tatik Farikhah, Agus Abdul Latief, Agus Abdul Hamid, Ning Fauziah (Almh), Ning Djauharatul Maknunah, Ning Istiqomah, Agus Moh. Hasyim Asy’ari (Alm), Ning Tutik Indyah, Agus Syafi’ Wahidi Sunaryo, Ning Khusnatun Nihayah dan Ning Zaidatun Inayah.

Kepribadiannya

Mbah KH. Abdul Madjid QS wa RA mempunyai kepribadian yang sangat mempesona. Menurut penuturan orang-orang yang hidup sejaman dengan Beliau, akhlak Mbah Yahi Abdul Madjid QS wa RA adalah bi akhlaqi Rasulillah SAW. Berbadan sedang, dengan warna kulit putih bersih. Berhidung mancung agak tumpul dan berbibir bagus, agak lebar dengan garis bibir tidak jelas yang menunjukkan bahwa Beliau mempunyai tingkat kesabaran yang luar biasa. Matanya cekung dengan kelopak dan pelipis mata ke dalam bak gua, menunjukkan bahwa Beliau seorang yang mempunyai pemikiran yang tajam dan dalam. Di antara kedua matanya terdapat urat halus dan lurus sebagai pertanda Beliau Mbah Yahi Madjid memiliki otak yang brilian. Tangannya halus dan lembut, selembut hatinya yang pemaaf. Kalau berjalan, Beliau melangkah dengan pelan tapi pasti dengan sorot mata mengarah ke bawah. Terkadang Beliau juga menoleh ke kiri/kekanan untuk melihat situasi dan keadaan jamaah. Mengenai jalannya Mbah Yahi ini, Kyai Zainudin menuturkan bahwa yang paling mendekati jalannya Mbah Yahi adalah Beliau Romo Yahi Abdul Latief Madjid RA, ketika Beliau mios (berangkat) ke masjid untuk pengajian Minggu pagi.

Kalau bicara tenang dan santai disertai senyum, Beliau juga sering melontarkan kalimat-kalimat canda yang membuat Beliau dan tamunya tertawa. Beliau berbicara dengan jawami’ kalam. Artinya, kata-kata yang dituturkannya mengandung makna yang banyak, karena Beliau mempuNyahi kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu dengan ringkas dan padat. Beliau juga mampu memberikan makna yang banyak dalam satu ucapan yang dituturkannya. Beliau mengucapkan kata-kata dengan jelas, tidak lebih dan tidak kurang dari yang dikehendaki. Beliau memperhatikan sungguh-sungguh kepada orang yang berbicara dengannya.
Di samping itu Beliau dikenal sangat dermawan. Tak jarang tamunya yang sowan dan nampat tidak punya ongkos buat pulang, disangoni (diberi ongkos) oleh Mbah Yahi. Pernah Mbah Yahi memberi uang belanja kepada seorang pengamal (sebutan untuk pengamal Shalawat Wahidiyah) yang tidak punya penghasilan. Ada pula seorang pengamal yang ingin tahu karamah Beliau, ketika si tamu pamit pulang Mbah Yahi memberikan jubahnya kepada si tamu.

Beliau sangat memperhatikan kebersihan dan kesucian badannya. Baju yang telah dipakainya sekali tidak dipakainya lagi. Karena tak heran kalau Beliau sering mencuci pakainnya sendiri bahkan juga menguras jeding-nya (bak mandi) sendiri. Dalam masalah ini Beliau pernah mengungkapkan rumah itu hendaknya suci seperti masjid dan bersih seperti rumah sakit. Bila marah, Beliau cuma diam. Hanya roman mukanya sedikit berubah. Kalau Beliau mau berbicara pertanda bahwa marahnya sudah hilang dan sperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Perihal marahnya Mbah Yahi QS wa RA ini, Mbah Nyahi sebagai orang terdekat yang telah menemani Beliau lebih dari 40 tahun menuturkan, “Kalau Beliau kurang berkenan kepada saya, atau ada kesalahan ayng telah saya lakukan, tetapi saya kurang menyadarinya, Beliau hanya diam saja dengan roman muka sedikit berubah tidak seperti biasanya. Kalau Mbah Yahi sudah demikian, saya bingung dan sedih sekali. Begitu besarkah kesalahan saya di amta Beliau? Kemudian satu persatu saya koreksi kesalahan apa yang telah saya lakukan sehingga Beliau tidak menegur saya. Semakin saya koreksi, saya merasakan terlalu banyak kesalahan yang telah saya perbuat sehingga saya tidak tahu di mana letak kesalahan saya sendiri. Namun itu tidak berlangsung lama, sebentar kemudian Beliau menegur saya dan selanjutnya seperti tak pernah terjadi apa-apa.”

Dari sini kita tahu kalau kehidupan rumah tangga Beliau jauh dari perselisihan dan tidak pernah terjadi pertengkaran. Kalaupun ada kesalahan yang telah dilakukan, masing-masing sibuk mengoreksi kesalahannya sendiri. Itulah Mbah Yahi, yang sering berfatwa agar para pengamal lebih sering nggrayahi githoke dewe (mengoreksi kesalahan sendiri), ketimbang mengurusi kesalahan orang lain, ternyata terlebih dahulu diterapkan pada keluarga Beliau. Kehidupan rumah tangga Mbah Yahi dan Mbah Nyahi adalah potret kehidupan rumah tangga harmonis dan sangat bahagia. Sebagai suami, Mbah Yahi adalah sosok suami yang romantis, amat setia, mencintai dan menyayangi istri sepenuh hati. Meski sebagai putra kyai, Mbah Yahi tidak segan-segan menghibur istrinya dengan mengajaknya menonton pasar malam, seraya menggandeng tangan Mbah Nyahi. Bahkan Beliau juga menggendong Mbah Nyahi apabila menjumpai jalan licin atau ada kubangan-kubangan di tengah jalan. “Kalau kami jalan berdua, Mbah Yahi itu tidak pernah melepaskan tangan saya. Beliau selalu menggandeng tangan saya. Kemana-mana selalu kami lakukan berdua. Bahkan untuk mencari hutangan kalau kami tidak punya uang, kami mencari bersama-sama”, tutur Mbah Nyahi saat menceritakan kemesraan Mbah Yahi.

Dalam kehidupan sehari-hari Mbah Yahi Madjid QS wa RA, sebagaimana yang dikatakan Mbah Nyahi RAH, Beliau adalah manusia biasa seperti manusia lainnya. Beliau mencuci baju sendiri dan kerap kali mencucikan baju Mbah Nyahi atau baju putra-putrinya yang tertinggal di kamar mandi. Beliau selalu membantu Mbah Nyahi menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Kalau Mbah Nyahi akan memasak sayur santan, Mbah Yahi yang memarut kelapanya dan Mbah Nyahi ayng membuat bumbunya. Mbah Yahi juga membantu mengasuh putra-putrinya yang masih kecil-kecil. Memandikan, ndandani (berhias) bahkan menyuapi.

Kalau persediaan padi hasil panen habis, Mbah Yahi memanen sayuran kangkung yang Beliau tanam sendiri, lalu dijual ke pasar oleh Mbah Nyahi untuk dibelikan beras. Tak jarang Beliau sekeluarga hanya makan sayur kangkung saja. Dalam kehidupan rumah tangga Mbah Yahi dulu, tidak mempunyai apa-apa sama sekali sudah biasa. Dan kondisi semacam itu diterima dengan tabah, sabar dan ikhlas oleh Mbah Nyahi. Melihat kondisi Mbah Yahi sekelurga yang sangat sederhana dan apa adanya tersebut, Pak Haji Alwan merasa kasihan dan berkata kepada Mbah Yahi, “Romo Kyai Ma’roef itu orangnya ampuh dan apa-apa yang Beliau inginkan, Kyai Ma’roef tinggal berdo’a memohon kepda Allah langsung diijabahi”.

Tapi apa tanggapan Mbah Yahi? “Pak Haji Alwan, kalau bapak dulu dengan berdoa langsung diijabahi oleh Allah, sedangkan saya ndak usah berdoa, hanya krenteg (terbetik) dalam hati saja langsung diijabahi oleh Allah, tapi saya tidak mau”. Pernyataan Mbah Yahi QS wa RA di atas mengingatkan kita kepada Rasulullah SAW, saat Malaikat Jibril merasa sangat prihatin menyaksikan kehidupan keseharian Rasulullah SAW sebagai makhluk terkasih di sisi Allah SWT yang hidupnya sangat sederhana, sehignga Malaikat Jibril menawarkan Rasulullah hendak mengubah gunung menjadi emas.

“Biarlah saya begini, sehari lapar sehari kenyang. Ketika aku lapar, aku bisa mengingat Tuhanku dan menjadi orang yang sabar. Dan ketika aku kenyang, aku bisa memuji Tuhanku menjdi hamba Allah yang bersyukur”, itulah jawaban seorang manusia termulia di muka bumi ini. Mbah Yahi QS wa RA saat awal menyusun Shalawat Wahidiyah, senantiasa prihatin. Beliau prihatin karena urusan-urusan penting yang sedang di hadapinya. Keprihatinan Beliau bukanlah berkaitan dengan masalah khusus mengenai dirinya, melainkan yang berhubungan dengan orang lain, berhubungan dengan masyarakat jami’al ‘alamin. Hal lain mengenai Beliau adalah setiap orang yang memandangnya akan merasakan kesejukan yang merasuk ke dalam hati. Dan siapa pun yang Beliau pandang hatinya pasti bergetar.

Wahidiyah
Sebelum mentaklif Shalawat Wahidiyah, Beliau adalah seorang aktifis NU. Ketika usia remaja, Beliau aktif di Kepanduan (sekarang Pramuka) milik NU. Beliau juga gemar berolah raga khususnya sepak bola. Jadi meskipun Beliau terlihat sangat pendiam dan nampak kurang pergaulan, tetapi kenyataannya Beliau adalah seorang yang luwes dalam pergaulan. Keaktifannya di NU terus berlanjut meski Beliau sudah menikah. Beliau pernah menjabat sebagai pimpinan Syuriah NU kec. Mojoroto dan Syuriah NU cabang Kodya Kediri. Namun setelah Beliau diberikan amanah Rasulullah SAW untuk menyampaikan Shalawat Wahidiyah dan ajarannya (1963) ke pada umat masyarakat, Beliau tidak aktif lagi di organisasi NU.

Pada tahun 1964, Mbah Yahi menyelenggarakan resepsi ulang tahun Shalawat Wahidiyah pertama sekaligus khitanan Agus Abdul Hamid dan selapan harinya Ning Tutik Indiyah dengan mengundang Pembesar Ulama dari berbagai daerah Jawa Timur, di samping keluarga dan kaum muslimin lainnya. Hadir sebagai tamu kehormatan, antara lain: KH. Abdul Wahab Hasbullah, Rois ‘Am NU dan Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambah Beras, Jombang; KH. Machrus Ali, Syuriah NU Wilayah Jatim dan Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri; KH. Abdul Karim Hasyim (Putra Pendiri NU) Pengasuh Pesantren Tebu Ireng, Jombang; dan KH. Hmim Djazuli (Gus Mik) Putra pendiri Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri. Kesempatan baik tersebut dipakai oleh Mbah Yahi untuk menyiarkan Shalawat Wahidiyah kepda segenap hadirin.

“Nuwun sewu, kula gadah amalan Shalawat Wahidiyah. Punapa Panjenengan kersa kula ijazahi?” (Mohon maaf, saya mempunyai amalan Shalawat Wahidiyah. Apakah Hadirin bersedia saya beri ijazah?), tutur Mbah Yahi dalam sambutannya. Spontan yang hadir menjawab “kerso” (bersedia). Di antara hadirin, ada yang berdiri dan ada yang setengah berdiri, seakan tergugah dalam hatinya. Saat itu pula KH. Wahab Hasbullah spontan berdiri sambil mengacungkan tangannya dibarengi ucapan yang lantang: “Qobiltu awwalan. Qobiltu awwalan.” (Saya yang menerima pertama).

Sementara itu KH. Wahab Hasbullah dalam sambutannya, antara lain mengatakan, “Hadirin.. ilmunya Gus Madjid dalam sekali, ibaratnya sumur begitu, sedalam sepuluh meter. Sedang saya hanya memiliki ukuran satu koma dua meter saja. Sholawatnya Gus Madjid ini akan saya amalkan..”.
Setelah itu Mbah Yahi semkin giat dalam menyiarkan Shalawat Wahidiyah. Karena itulah Beliau mulai dijahui oleh kawan-kawannya di syuriah, karena ada beberapa yang merasa takut, kalau-kalau Wahidiyah akan jadi saingan NU. Maka ketika beberapa ulama utusan Partai NU cabang Kediri bersama-sama silaturrahim kepada Beliau mohon penjelasan tentang Shalawat Wahidiyah, Beliau pun menjelaskannya dengan jawaban yang singkat dan tepat. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan di antaranya, “Sholawat Wahidiyah itu prinsipnya apa? Dasar apa dan menurut qoul yang mana?”

Dengan tegas, Beliau menjawab, “Sholawat Wahidiyah itu susunan saya sendiri”. Para tamu, kembali bertanya, “Apa benar, Kyai mengatakan kalau orang membaca Sholawat Wahidiyah itu sama dengan ibadah satu tahun?”
“Oh.. bukan begitu. Saya hanya mendapat alamat, kalau membaca sholawat Allahumma kamaa anta ahluh… itu sama dengan ibadah setahun. Begitu itu, ya tidak saya jadikan hukum. Ada lagi keterangan lain, orang membaca Sholawat Badawi sekali sama saja dengan khatam dalil sepuluh kali”, jawab Mbah Yahi Madjid QS wa RA. Para tamu masih terus bertanya, “Apa benar Kyai, kalau tidak mengamalkan Shlawat Wahidiyah itu tidak bisa ma’rifat? Itu kan namanya menjelek-jelekan thoriqoh. Menafikan thoriqoh?” “Bukan begitu. Masalah jalannya ma’rifat itu banyak”, jawab Mbah Yahi. Mendengar jawaban Mbah Yahi yang tegas dan lugas, kemudian para tamu tidak bertanya kembali.

Suatu ketika Mualif Sholawat Wahidiyah memberikan penjelasan mengenai Sholawat Wahidiyah di dukuh Mayam Desa Kranding, Kec. Mojo, Kab. Kediri, di hadapan para kyai se-kecamatan Mojo Selatan, di antara yang hadir adalah Almaghfurllah KH. M. Djazuli Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso, dalam khutbah iftitah-nya Beliau Mualif Sholawat Wahidiyah mengucapkan: “Alhamdulillaahi aataanaa bilwahidiyyati bi fadhli robbinaa..”

Sebelum Wahidiyah disiarkan secara umum, Mbah Yahi mengirimkan Shalawat Wahidiyah yang ditulis tangan oleh K. Muhaimin (Alm) santri Kedunglo kepada para ulma Kediri dan sekitarnya disertai surat pengantar yang Beliau tandatangani sendiri. Sejauh itu tak satupun di antara kyai yang dikirimi shalawat, mempermasalahkan Shalawat Wahidiyah.

“Semua doa sholawat itu baik”. Begitu komentar para kyai waktu itu.
Walaupun pada akhirnya muncul beberapa kyai atau ustadz yang kurang sependapat terhadap adanya (lahirnya) Shalawat Wahidiyah, namun oleh Mbah Yahi justru mereka yang tidak atau kurang sependapat dengan adanya Shalawat Wahidiyah dipandang sebagai kawan seperjuangan. Sebab dengan adanya mereka yang tidak sependapat dengan Shalawat Wahidiyah dan ajarannya mendorong pengamal jadi lebih giat dalam bermujahadah dan sesungguhnya mereka yang tidak sependapat itu turut menyiarkan Wahidiyah dengan cara dan gaya mereka sendiri-sendiri. Karena dengan adanya silang pendapat atau salah faham tersebut, orang yang tadinya belum tahu Shalawat Wahidiyah menjadi tahu. Mereka ikut andil dalam Perjuangan Fafirruu Ilallah wa Rasuulihi SAW. (Begitu mulia akhlaq Hadratul Mukarram Mbah KH. Abdul Madjid Ma’roef QS wa RA, Al Faathihah….)

Ghoutsu Zamanihi
Menurut penjelasan Kyai Baidhowi, Mbah Yahi QS wa RA diangkat menjadi “Ghouts” oleh Allah SWT sebelum Beliau dipercaya oleh Rasulullah SAW mentaklif Sholawat Wahidiyah, jadi antara tahun 1959 – 1992. Mbah Yahi QS wa RA sendiri pada pertengahan tahun 1961 sering dawuh menganjurkan kepada penderek (pengikut) dekatnya agar mencari Ghoutsu Hadzaz Zaman.
“Monggo sami madosi Ghoutsu Hadzaz Zaman, manggene wonten pundi?” (mari bersama-sama mencari Ghoutsu Hadzaz Zaman, keberadaannya di mana?)
Mendengar dawuh Mbah Yahi seperti itu, Mbah KH. Mubasyir Mundir (Alm) salah seorang yang dekat dengan Mbah Yahi, yang sudah masyhur kewaliannya di Jawa Timur berangkat ke Ponpes Tebu Ireng-Jombang yang diasuh oleh KH. Abdul Karim Hasyim (cucu Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ary RA) bermaksud riyadhah mencari “Ghoutsu Zaman”. Rencananya Mbah Mundir (panggilan akrab KH. Mubasyir Mundir)akan riyadhah dengan puasa mutih selama 40 hari. Namun baru seminggu, beliau sudah menerima alamat (isyarah bathiniyah) bahwa: KH. Abdul Madjid Ma’roef adalah “Quthbul Aqthob Hadzaz Zaman”. Akhirnya rencana riyadhoh selama 40 hari beliau batalkan. Selanjutnya Mbah Mundir kembali ke Kedunglo. Sesampainya di Kedunglo dan berjumpa denagn Mbah Yahi QS wa RA, tanpa berkata sepatah kata pun, Mbah Mundir langsung tersungkur di hadapan Mbah Yahi.
“Gus, mbok ya sampun ngoten, biasa-biasa kemawon” (Gus, tidak usah seperti itu, yang wajar-wajar saja), tutur Mbah Yahi.
Setelah peristiwa tersebut, Mbah Mundir berpesan kepada putra kesayangannya yakni Agus Thoha Yasin, “Ha.. (Thoha) nanti kalau ada tamu jangan dibukakan pintu, tapi kalau tamunya Kyai Madjid, persilahkan masuk”.

Bersamaan itu, masih menurut Kyai Baidlowi, keponakan Mbah mundir, Agus Muhaimin Abdul Qodir dalam kondisi terjaga dihadiri Nabiyullah Khidir AS, yang intinya menyampaikan bahwa Beliau Mualif Shalawat Wahidiyah adalah Qathbul Aqthob. Kyai Agus Muhaimin kurang percaya, seraya bertanya: “Masih banyak ulama yang ‘allamah, kenapa kok Pak Kyai Abdul Madjid yang menduduki jabatan Shulthonul Auliyaa?” Nabi Khidzir menjawab, “Tidak ada pilihan lain ‘indallah selain dia”. Setelah jawaban itu, nabi Khidzir pun menghilang.

KH. Hamim Djazuli (Gus Mik) yang kondang kewaliannya, mengakui kalau Muallif Shalawat Wahidiyah adalah “Shulthonul Auliyaa” seperti yang disampaikannya saat beliau memberi kata sambutan dalam acara khitanan dan ulang tahun pertama Shalawat Wahidiyah. Di antara sambutannya, “Para hadirin, siapakah sebenarnya Agus Abdul Madjid itu?” Karena tak satu pun dari yang hadir menjawab, maka beliau meneruskan sambutannya, “Beliau adalah Roisul ‘Arifin. Hadirin, seumpama Panjenenganipun Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani masih hidup, saya yakin akan juga ikut mengamalkan shalawat Agus Abdul Madjid ini”.

Di sisi lain, setelah KH. Djazuli Utsman, ayahanda Gus Mik juga dengan sungguh-sungguh mengamalkan Shalawat Wahidiyah. Konon katanya, setiap melaksanakan shalat fardhu dan mengamalkan Shalawat Wahidiyah, Mbah Yahi Madjid QS wa RA nampak di hadapannya. Kejadian tersebut terus berlangsung hingga tujuh hari. Sementara itu Ibu Nyai Djazuli mengungkapkan, ketika membaca Shalawat Wahidiyah mendengar suara ghaib yang menyatakan dengan jelas bahwa Kyai Abdul Madjid adalah Ghautsu Hadzaz Zaman, berulang-ulang sampai tiga kali. Kemudian pengalaman bathin tersebut disampaikan kepada Kyai Djazuli Ustman, beliau juga menceritakan pengalaman yang sama. Akhirnya beliau berdua memutuskan sowan ke Kedunglo.

Keesokan harinya, sekitar jam tujuh pagi Kyai Djazuli Ustman beserta Ibu Nyai bersiap hendak pergi ke Kedunglo dengan membawa sekarung beras dan rencananya akan mengendarai dokar. Tetapi belum sampai berangkat, Mbah Yahi beserta Mbah Mundir dan Bapak Abdul Jalil Jaserman telah tiba lebih dulu di Ponpes Ploso (tempat tinggal Kyai Djazuli Ustman).

Selasa Kelabu di Bulan Rajab
“Romo Yahi kurang sehat….” “Romo Yahi lagi gerah…” Kabar itu segera menyebar ke seluruh perserta Mujahadah Kubro di bulan Rajab tahun 1989. Kontan saja resepsi Mujahadah Kubro memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW serasa lain dari biasanya. Suasana syahdu tersa sangat melingkupi hari-hari Mujahadah Kubro. Apalagi pada malam pertama, kedua dan ketiga Mbah Yahi tidak mios (tidak hadir secara langsung ke arena mujahadah) untuk menyampaikan fatwa dan amanat.

Pada malam terakhir, sebenarnya Mbah Yahi QS wa RA sudah melimpahkan pengisian fatwa dan amanah kepda putra lekaki pertamnya (Romo KH. Abdul Latief Madjid RA). Tetapi para pecintanya sangat merindukan Mbah Yahi hadir di tengah-tengah peserta untuk mendengarkan fatwa terakhir Beliau. Kemudian wakil dari peserta menyampaikan kepada Mbah Nyahi akan kerinduan dan kecintaan para pengamal kepada Mbah Yahi. Akhirnya Mbah Nyahi sowan kepada Mbah Yahi agar Mbah Yahi berkenan menyampaikan fatwa dan amanat terakhirnya.

Puji syukur Al-Hamdulillah, karena kasih dan sayang Mbah Yahi kepada pengamal, Beliau berkenan menyampaikan fatwa dan amanat terakhir di malam terakhir pelaksanaan mujahadah kubro, meski dari dalam kamar di ndalem (rumah Beliau) tengah. Pada kesempatan tersebut Beliau memberikan “ijazah” Shalawat Wahidiyah kepada seluruh hadirin untuk diamalkan dan disiarkan dengan kalimat, “Ajaztukum bihadzihish shalawatil wahidiyah fil amali wan nasyri”. Setelah itu, kondisi kesehatan Beliau semakin berkurang, walau demikian Beliau masih juga berkenan mengisi pengajian Ahad pagi dari ndalem.

Begitulah Mbah Yahi QS wa RA, di saat-saat terakhir hayatnya, Beliau masih membimbing dan men-tarbiyah pe-nderek-nya. Mengenai siapa di antara putra-putra Beliau yang kerap disebut, sebagaimana yang diceritakan oleh Kyai Rahmat Sukir dari penuturan Mbah Nyahi. Pada detik terakhir menjelang wafatnya, yang dipanggil-panggil Mbah Yahi adalah Agus Latief (Romo Yahi Abdul Latief RA). Saat itulah, Romo Yahi Abdul Latief RA memohonkan maaf segenap keluarga dan seluruh pengamal Shalawat Wahidiyah kepada Mbah Yahi QS wa RA. “Ya..” jawab Mbah Yahi QS wa RA. Tak lama berselang, saat itu Selasa Wage tanggal 7 Maret 1989 atau 29 Rajab 1409 H, jam 10.30 WIB, Sang Warasatul Anbiyaa, Al Ghauts, Shulthonul Auliyaa, Al ‘Arif Billah KH. Abdul Madjid RA telah ridla dan diridlai menghadap Allah SWT.

Tak ada tangis yang meledak, hanya awan kedukaan begitu kelabu menyelimuti Selasa itu, dan perlahan-lahan air mata pun menetes di bumi Kedunglo Al-Munadharah seiring datangnya para tamu dari berbagai penjuru, yang ingin bertakziyah dan memyampaikan penghormatan terakhir kepada sesorang yang ‘Alim, namun tidak pernah menampakkan ke-‘aliman-nya. Semakin senja para peziarah semakin membanjir. Shalat janazah pun dilaksankan secara bergilir, karena masjid sudah tidak menampung jumlah jamaah. Begitu juga pemakaman terpaksa ditunda, mengingat jumlah peziarah yang terus mengalir dan menunggu keputusan musyawarah keluarga ndalem Mbah Yahi.

Begitulah sekilas “manaqib” Hadratul Mukarram Al Ghauts, Shulthonul Auliyaa, Al ‘Arif Billah KH. Abdul Madjid QS wa RA Muallif Shalawat Wahidiyah, Mujaddid, Reformis Akhlak, Pahlawan Pembebas Nafsu yang gelar kepahlawanannya bukan direkomendasi oleh pejabat pemerintah melainkan direkomendasi langsung oleh Allah SWT. Semoga kita semua bisa meneladaninya. Amiin.

ILMU-ILMU LADUNI
Hadratul Mukarram Al Ghauts, Shulthonul Auliyaa, Al ‘Arif Billah KH. Abdul Madjid QS wa RA kebanyakan menerima amalan doa doa secara laduni artinya menerima “alamat ghoib”- istilah Beliau – dalam keadaan terjaga dan sadar, bukan dalam mimpi. Maksud dan isi alamat ghoib tersebut kurang lebih: “ikutlah berjuang memperbaiki mental masyarakat lewat jalan bathiniyah”.

Sesudah menerima alamat ghoib tersebut Beliau sangat prihatin. Kemudian mencurahkan / memusatkan kekuatan bathiniyah, bermujahadah (istilah Wahidiyah), bermunajat / mendekatkan diri kepada Alloh memohon bagi kesejahteraan ummat masyarakat, terutama perbaikan mental / akhlaq dan kesadaran kepada Alloh wa Rosuulihi.

Do’a-do’a / amalan yang Beliau perbanyak adalah do’a sholawat, seperti Sholawat Badawiyah, Sholawat Nariyah, Sholawat Munjiyat, Sholawat Masisiyah dan masih banyak lagi.

Boleh dikatakan bahwa hampir seluruh doa yang beliau amalkan untuk memenuhi maksud alamat ghoib tersebut adalah do’a Sholawat. Seakanakan boleh dikatakan bahwa seluruh waktu beliau tidak ada yang tidak dipergunakan untuk membaca sholawat. Suatu contoh ketika bepergian dengan naik sepeda, beliau memegang stir sepeda dengan tangan kiri, sedang tangan kanan Beliau dimasukkan ke dalam saku baju untuk memutar tasbih. Untuk amalan Sholawat Nariyah misalnya Beliau sudah terbiasa mengkhatamkannya dengan bilangan 4444 kali dalam tempo kurang lebih 1 (satu) jam.

Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lummin lak”
 
Artinya :Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Banyaknya bilangan bacaan yang ditempuh dalam waktu sesingkat itu bagi Beliau tidaklah mustahil. Itulah kelebihan yang diberikan oleh Alloh kepada sebagian Waliyulloh. Karomah tersebut lazimnya disebut “thoyyul-waqti” (melipat/menyingkat waktu) sebagaimana karomah yang serupa yang disebut “thoyyul-ardli” (melipat/ memperpendek jarak bumi). Yakni suatu jarak / jangka waktu yang umumnya harus ditempuh dalam waktu yang lama (beberapa jam/hari/ minggu), bagi sebagian waliyulloh yang diberi karomah di bidang itu bisa ditempuh hanya beberapa saat saja.

Beliau menerima alamat ghoib lagi, alamat yang ke dua ini bersifat peringatan terhadap alamat ghoib yang pertama. Maka Beliaupun mening-katkan mujahadah kepada Alloh, sehingga kondisi fisik / jasmani Beliau sering terganggu, namun tidak mempenga-ruhi kondisi bathiniyah Beliau.

Tidak lama dari alamat ghoib yang ke dua itu, beliau menerima lagi alamat ghoib dari Alloh, untuk yang ke tiga kalinya. Alamat yang ke tiga ini lebih keras lagi dari pada yang kedua “Malah kulo dipun ancam menawi mboten enggal-enggal ngelaksanaaken” (malah saya diancam kalau tidak cepat-cepat melaksanakan). Demikian kurang lebih penjelasan beliau “Saking kerasipun peringatan lan ancaman, kulo ngantos gemeter sak bakdanipun meniko” (karena kerasnya peri-ngatan dan ancaman, saya sampai gemetar sesudah itu), tambah Beliau. Sesudah itu semakin bertambahlah prihatin, mujahadah, taqorrub dan permohonan Beliau ke Hadlirot Alloh.

Dalam situasi bathiniyah yang senantiasa ber-tawajjuh ke Hadlirat Alloh wa Rosulihi itu, beliau menyusun suatu do’a sholawat. ”Kulo lajeng ndamel oret-oretan” (saya lalu membuat coretan), istilah Beliau. “Sak derenge kulo inggih mboten angen-angen badhe nyusun sholawat” (sebelumnya saya tidak berangan-angan menyusun Sholawat). Beliau menjelaskan : “Malah anggen kulo ndamel namung kalian nggloso” (bahkan dalam menyusun saya hanya dengan tiduran).

Yang dimaksud do’a sholawat yang baru lahir dari kandungan bathiniyah yang bergetar dalam frekuensi tinggi kepada Alloh wa Rosuulihi, bathiniyah yang diliputi rasa tanggung jawab dan prihatin terhadap ummat masyarakat, adalah Sholawat sebagai berikut :

اَللّهُمَّ كَمَآ أَنـْتَ أَهْـلُهْ , صَـلّ وَسَـلّمْ وَبـَارِك ْعَـلَىسَـيّــدِنـَا وَمَــوْلانَـا وَشَفِـيْعِنَا وَحَبِـيْبـِنَا وَقُـرَّة ِأَعْـيُـنِـنَا مُحَـمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كمَا هُوَ أَهْـلُهْ , نَسْـأَلُكَ اللّـهُمَّ بـِحَقِّهِ أَنْ تُغْرِقَـنَا فِى لُجَّةِ بَحْر الْوَحْدَةْ , حَتَّى لا نَرَى وَلانَسْمَعَ ولا نَجِدَ وَلاَ نُحِسَّ وَلا نَـتَحَرَّك وَلا نَسْكُنَ إِلاّ َّبِهَا , وَتَرْزُقَــنَا تَمَـامَ مَغْـرف تِكْ , وَتَمَامَ  نِعْمَتـِك ْ, وَتَمَامَ مَعْرِِفَـتِكْ , وَتَمَامَ مَحَبَّـتِـكْ , وَتَـمَامَ رضْـوَانِكْ , وَصَـلّ وَسَلِّمْ وَبَاركْ عَلَيْهِ وَعَلَىآلِهِ وَصَحْبِهْ , عَدَدَ مَآ أَحَاط بهِ عِلْمُك وَأَحْصَـاهُ كِتَابُكْ , بِرَحْمَـتِكَ يـَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن , وَالْحَـمْـدُ  ِللهِ رَبّ ِالْـعَالَمِــْين

ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA, WASYAFII’INAA, WAHABIIBINAA, WAQURROTI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA’A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA’ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN.

“Niki kulo namekaken Sholawat Ma’rifat” (Ini saya namakan Sholawat Ma’rifat), penjelasan Beliau.

Dalam sholawat tersebut belum ada kalimat يَآ أَلله setelah kalimat تــَمَامَ  مَـغْـــرف تـِك dan seterusnya seperti yang ada sekarang ini .

Kemudian Beliau menyuruh tiga orang supaya mengamalkan sholawat yang baru lahir tersebut. Tiga orang yang Beliau sebut sebagai pengamal percobaan itu ialah Bapak Abdul Jalil (almarhum) seorang tokoh tua (sesepuh) dari desa Jamsaren, Kota Kediri, Bapak Mukhtar (seorang pedagang dari desa Bandar Kidul, Kota Kediri), dan seorang santri pondok Kedunglo yang bernama Dakhlan, dari Demak, Jawa Tengah. Alhamdu lillah, setelah mengamalkan sholawat tersebut mereka menyampaikan kepada Beliau bahwa mereka dikaruniai rasa tenteram dalam hati, tidak ngongso-ngongso dan lebih banyak ingat kepada Alloh. Setelah itu Beliau menyu-ruh lagi beberapa santri pondok supaya mengamalkannya. Alhamdulillah, hasilnya juga sama seperti yang diperoleh oleh tiga orang tersebut di atas.

Beberapa waktu kemudian bertepatan dengan bulan Muharram Beliau menyusun Sholawat lagi yaitu :

للَّهُمَّ يَاوَاحِـدُ يَآ أَحَدْ , يَـاوَاجِـدُ يَاجَوَادْ , صَلّ وَسَلِّـمْ وَبَاركْ عَلَى سَـيّـِِدِنـَا مُحَـمَّدٍ وَّعَـلَى آلِِ سَيـِّدِنـَا مُحَمَّدْ , فِىكُلِّ لـَمْحَة ٍ وَّنَـفَسٍٍ بِعَـدَدِ مَـعْلُوْمَاتِ اللهِ وَفُـيُـوْضَاتِهِ وَأَمْدَادِهْ

Sholawat tersebut kemudian diletakkan pada urutan pertama dalam susunan Sholawat Wahidiyah. Karena lahirnya Sholawat ini pada bulan Muharram, maka Beliau menetapkan bulan Muharram sebagai bulan kelahiran Sholawat Wahidiyah yang diperingati ulang tahunnya dengan pelaksanaan Mujahadah Kubro Wahidiyah pada setiap bulan tersebut.

Untuk mencoba khasiat sholawat yang kedua ini, Beliau menyuruh beberapa orang supaya mengamalkannya, Alhamdulillah, hasilnya lebih positif lagi. Yaitu mereka dikarunia oleh Alloh, ketenangan bathin dan kesadaran hati kepada Alloh yang lebih mantap.

Semenjak itu Beliau memberi ijazah Sholawat اَللـــَّــهُمَّ يَاوَاحـــِــدُ dan للّـهُــمَّ كــَمَآ أَنــْتَ أَهْـلــُهْ tersebut secara umum, termasuk para tamu yang sowan (berziarah) kepada Beliau. Disamping itu, Beliau menyuruh seorang santri untuk menulis sholawat-sholawat tersebut dan mengirimkannya kepada para ulama / kyai yang diketahui alamatnya dengan disertai surat pengantar yang beliau tulis sendiri. Isi surat pengantar itu antara lain; agar sholawat yang dikirim itu bisa diamalkan oleh masyarakat setempat. Sejauh itu tidak ada jawaban negatif dari para ulama / kyai yang dikirimi.

Dari hari ke hari semakin banyak yang datang memohon ijazah amalan Sholawat Wahidiyah. Oleh karena itu Beliau memberikan ijazah secara mutlak. Artinya disamping diamalkan sendiri supaya disiarkan / disampaikan kepada orang lain tanpa pandang bulu.

Sejak sebelum lahirnya Sholawat tersebut, di masjid Kedunglo setiap malam Jum’at (secara rutin) diadakan pengajian kitab Al-Hikam yang dibimbing langsung oleh Hadhrotul Mukarrom Muallif sendiri. Pengajian tersebut diikuti oleh para santri, masyarakat sekitarnya dan beberapa kyai dari sekitar kota Kediri. Pada suatu pengajian rutin tersebut, Sholawat “ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH …..” ditulis di papan tulis dan Beliau menerangkan / menjelaskan hal-hal yang terkandung di dalamnya, kemudian memberi ijazah secara mutlak pula untuk diamalkan dan disiarkan disamping Sholawat “ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU…”.

Dengan semakin banyaknya orang yang memohon ijazah dua sholawat tersebut, maka untuk memenuhi kebutuhan, Bapak KH Mukhtar, Tulung agung, seorang pengamal Sholawat Wahidiyah yang juga ahli khoth (kaligrafi / tulis Arab) membuat lembaran Sholawat Wahidiyah yang terdiri dari “ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH …..” dan “ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU .…”. Pembuatannya menggunakan stensil yang sederhana dan dengan biaya sendiri serta dibantu oleh beberapa orang pengamal dari Tulungagung .

Pengajian kitab Al-Hikam yang dilaksanakan setiap malam Jum’at itu, atas usulan dari para peserta yang menjadi Pegawai / Karyawan, dirobah menjadi hari Minggu pagi sampai sekarang. Sebelum pengajian kitab Al-Hikam didahului dengan Sholat Tasbih berjama’ah dan Mujahadah Sholawat Wahidiyah. Pada suatu Pengajian kitab Al-Hikam  Beliau menjelaskan tentang “HAQIQOTUL WUJUD” sampai pengertian dan penerapan “BIHAQIQOTIL MUHAMMA-DIYYAH” yang dikemudian hari disempurnakan dengan penerapan “LIRROSUL-BIRROSUL”. Pada saat itu tersusunlah Sholawat yang ke tiga yaitu :

عَلَـِيْكَ نـُوْرَ الْخَلْقِ هَـادِيَ اْلأَنَامْ

فَـقَــدْ ظَـلَـمْـتُ أَبـَدًا وَّرَ بّـنـِـىْ

فـَإ ِنْ تـَرُدَّ كُـنْـتُ شَـخـْصًا هَالِكَا

*

*

*

يَاشَـافِـعَ الْخَلْقِ الصَّلاَة ُ وَالسَّلاَمْ

وََأَصْــلَـهُ وَرُوْحَــه ُ أَدْرِكـْـــنــِى

وَلَيـْــسَ  لِى يَا سَـيِّـدِىْ سِـوَاكـَا

Sholawat yang ke tiga ini disebut “SHOLAWAT TSALJUL QULUB” (Sholawat salju hati / pendingin hati). Nama lengkapnya “SHOLAWAT TSALJUL GHUYUUB LITABRIIDI HAROROTIL-QULUUB” (Sholawat Salju dari alam ghoib untuk mendinginkan hati yang panas).

Ketiga rangkaian Sholawat tersebut diawali dengan surat Al-Fatihah, diberi nama“SHOLAWAT WAHIDIYAH”. Kata “WAHIDIYAH” diambil sebagai tabarukan (mengambil berkah) salah satu dari “ASMAUL HUSNA” yang terdapat dalam Sholawat yang pertama, yaitu “WAAHIDU”, artinya “MAHA SATU”. Satu tidak bisa dipisah-pisahkan lagi. Mutlak SATU AZALAN WA ABADAN. “SATU” bagi Alloh tidak seperti “satu”-nya” makhluq.

Para ahli mengatakan, bahwa diantara khowas (hasiat) AL-WAAHIDU, adalah menghilangkan rasa bingung, sumpek, resah / gelisah dan takut. Barang siapa membacanya 1000 kali dengan sepenuh hati dan khudlu’, maka dia dikaruniai Alloh tidak mempunyai rasa takut / khawatir kepada makhluq, di mana takut kepada makhluq itu adalah sumber dari segala balak / bencana di dunia dan akhirat. Dia hanya takut kepada Alloh saja ! Barang siapa memperbanyak dzikir “AL-WAAHIDU AL-AHAD” atau “YAA WAAHIDU YAA AHADU” maka Alloh membuka hatinya untuk sadar bertauhid / memahaesakan Alloh sadar Billah.

Diadakan pertemuan / silaturrahmi yang diikuti oleh para ulama / kyai dan tokoh masyarakat yang sudah mengamalkan Sholawat Wahidiyah dari Kediri, Tulungagung, Blitar, Jombang dan Mojokerto bertempat di Langgar (Musholla) Bapak KH. Abdul Jalil (Almar-hum) Jamsaren – Kediri. Musyawarah tersebut dipimpin oleh Hadlrotul Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah sendiri. Diantara hasilnya adalah susunan redaksi / kalimat yang ditulis di dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk garansi / jaminan. Mengenai redaksi jaminan / garansi itu atas usulan dari Beliau dan disetujui oleh seluruh peserta musyawarah. Redaksinya adalah : “MENAWI SAMPUN JANGKEP 40 DINTEN BOTEN WONTEN PEROBAHAN MANAH, KINGING DIPUN TUNTUT DUN-YAN WA UKHRON” -“Kedunglo Kediri”

Menjelang peringatan ulang tahun lahir-nya Sholawat Wahidiyah yang pertama (EKA WARSA) dalam bulan Muharram, Lembaran Sholawat Wahidiyah mulai dicetak dengan klise yang pertama kalinya di kertas HVS putih sebanyak + 2500 lembar. Yang mengusahakan klise dan percetakan itu Bapak KH Mahfudz dari Ampel-Surabaya, atas biaya dari Ibu Hj. Nur AGN (almarhumah), Surabaya. Susunan dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah yang dicetak adalah : Hadiah fatihah, “ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU…………..”, ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH ………..……”, “YAA SYAAFI’AL KHOLQIS-SHOLAATU WASSALAAM ………” tanpa “YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH” dengan dilengkapi keterangan tentang cara pengamalannya dan termasuk garansi tersebut di atas.

Setelah lembaran Sholawat Wahidiyah dengan susunan di atas beredar secara luas, disamping banyak yang menerima, juga ada yang menolak / mengontrasinya. Kebanyakan alasan para pengontras adalah adanya garansi : Menawi sampun jangkep sekawan doso dinten boten wonten perobahan manah, kenging dipun tuntut dun-ya wa ukhro -“Kedunglo Kediri”. Mereka memberikan penafsiran tentang garansi dengan pemahaman yang jauh bertentangan dengan makna sebenarnya. Pemahaman mereka terhadap “garansi” menjadi : “Barang siapa mengamalkan Sholawat Wahidiyah dijamin masuk surga”.

Sebenarnya kalimat garansi / pertanggungjawaban tersebut merupakan suatu ajaran atau bimbingan agar kita meningkatkan rasa tanggung jawab dengan segala konsekwensi kita terhadap segala sesuatu yang kita lakukan; Bahasa populernya “berani berbuat, berani bertanggung jawab”.

Setelah pelaksanaan peringatan ulang tahun Sholawat Wahidiyah yang pertama, di Kedonglo diadakan Asrama Wahidiyah I yang diikuti para kyai dan tokoh agama dari daerah Kediri, Blitar, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Malang, Madiun dan Ngawi. Asrama ini dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam. Kuliah-kuliah Wahidiyah diberikan langsung oleh Beliau sendiri. Di dalam Asrama ini lahirlah kalimat nidak “YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH”. Untuk melengkapi amalan Sholawat Wahidiyah yang telah ada, kalimat nidak tersebut dimasukkan dalam lembaran Sholawat Wahidiyah. Lembaran Sholawat Wahidiyah yang berisikan tiga rangkaian itu beredar dengan tidak ada perubahan.

Di dalam Kuliah Wahidiyah yang Beliau sampaikan, antara lain Beliau mnerangkan tentang GHOUTSUZ ZAMAN dengan panjang lebar. Pada saat itu lahir dari kandungan Beliau :

يَآ أَيّـُـهَـا الْـغَوْثُ سَــــلا َمُ الله ْ

*

عَـلَــيْـكَ رَبـّـــِنيْ بِـإذْنِ الله

وَانـْظـُرْ إِلـَىَّ سَـيّــدِىْ بِنَـظــْرَة ْ

*

مُـوْصِلَـةٍ لـّّلْحَـضْـرَةِ الْـعَـلِـيَّةْ

Amalan tersebut merupakan suatu jembatan emas yang menghu-bungkan tepi jurang pertahanan nafsu di satu sisi dan tepi kebahagiaan yang berupa kesadaran kepada Alloh wa Rosuulihi, Shollalloohu ‘alaihi wasallam di sisi lain. Para Pengamal Sholawat Wahidiyah menyebutnya “ISTIGHOTSAH”. Ini tidak langsung dimasukkan ke dalam rangkaian Sholawat Wahidiyah dalam lembaran-lembaran yang diedarkan kepada masyarakat. Tetapi para Pengamal Wahidiyah yang sudah agak lama dianjurkan untuk mengamalkannya terutama dalam mujahadah-mujahadah khusus.

Beliau memberi ijazah lagi berupa kalimat nida’ ففروا الى الله dan وقــــل جــــاء الحـــــق   Kalimat nidak ini pada saat itu juga belum dimasukkan dalam rangkaian pengamalan Sholawat Wahidiyah, tetapi dibaca oleh imam dan makmum pada akhir setiap do’a. Begitu juga “WAQUL JAA-AL HAQQU…” belum dirangkaikan dengan “FAFIRRUU ILALLOOH” seperti sekarang. Tentulah ini suatu kebijaksanaan yang mengandung berbagai macam hikmah dan sirri-sirri yang kita tidak mampu menguraikan, tegasnya kita tidak mengetahuinya.

Pada tahun 1968 lahir Sholawat :

عَـلَى مُحَـمَّـدٍ شَـفِــيْـعِ اْلأُمَــمِ

*

يـَارَ بّـَنـَا اللـّــهُـمَّ  صَـلّ سَلّــِمِِ

بـِالْـوَاحـِدِيـَّة ِلِـرَبّ الْـعَالَمِـيْن

*

وَاْلآلِِ وَاجْـعَـلِ اْلأَنـَـامَ مُسْـرِعِـيْن

قَـرّبْ وَأَلّـِفْ بـَيْـنَـنَـا يـَارَبَّـــنَا

*

يـَارَبَّنَا اغــْفِرْ يَسّـِرافْتـَحْ وَاهْدِنـَا

Kemudian “YAA AYYUHAL GHOUTSU….” dan Sholawat ini dima-sukkan ke dalam lembaran Sholawat Wahidiyah yang diedarkan kepada masyarakat.

Pada tahun 1971, menjelang Pemilu di negara kita, lahirlah Sholawat :

يَاشَافِـعَ الـْخَــلْقِِ حَبـِيـْبَ الله

*

صَـلاَتُـهُ عَـلَـيْكَ مَـعْ سَـلا َمِـهِ

ضَلَّتْ وَضَـلَّّّتْ حِيْلَـتِـىفِىبَلْدَتِى

*

خُـذْ بِيَـدِىْ يَا سَـيّـِدِىْ وَاْلأُ مَّـةِ

 

يَا سَـيّـِدِيْ   يَا رَسُـــوْلَ  الله

 

Kemudian Sholawat ini dimasukkan ke dalam lembaran Sholawat Wahidiyah diletakkan sesudah “YAA AYYUHAL GHOUTSU…” sebelum “YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI….”

Pada tahun 1972 Beliau menambah do’a : “ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WA HAADZIHIL BALDAH” (belum ada kalimat “YAA ALLOOH”).

Pada tahun 1973 bacaan nida’ “FAFIRRUU ILALLOOH” dirangkaikan dengan “WAQUL JAA-AL HAQQU…” dan didahului dengan do’a :

بِسْـمِ اللهِ الـَّرحْمــنِ الرَّحِـيْـم .اللّـهُـمَّ بـِحَـقّ اسْمِـكَ اْلأَعْـظـَــمْ , وَبـِجَـاهِ سَــيّـِـدِنـَا مُحَـمَّـدٍ صَلـَّى الله ُعَـلَـيْه ِوَسَـلـَّـمْ , وَبِـبَرَكَـةِ غـَــوْثِ هَـذَا الزَّمَـــانْ وَأَعْوَانِـهِ وَسَـآئـِرِ أَوْلِيَـآئِكَ يـَآ أَلله , يـَآ أَللهْ , يـَآ آللهْ , رَضِىَ اللهُ تَعَالَىعَـنْـهُمْ × 3

بَـلّـِغْ جَـمِيْعَ الـْعَالَمِــيْنَ نـِدَآءَنـَا هَـذَا وَاجْــعَـلْ فِـيْـهِ تـَأْثِـــيْرًا بـَلِـيْغًـا ×3

فـَإِنـَّك َعَـلَى كُلّ شَـيْـئٍٍِ قَدِيـْـر, وَبِـاْلإِجَـابـَةِ جَدِيْـر ×3

فَـفِرُّوآ إِلَى الله ْ× 7

وَقُـلْ جَآءَ الْحَـقُّ وَزَهَـقَ الْـبَاطِلُط إِنَّ الْـبَاطِلَ كـَانَ زَهُـوْقًا × 3

Pada saat itu pula mulai dilaksanakan nida’ “FAFIRRUU ILALLOOH” dengan berdiri menghadap empat penjuru yaitu pada saat acara Mujahadah dalam rangka peletakan batu pertama Masjid Desa Tanjungsari Tulungagung yaitu Masjid KH. Zaenal Fanani.

Demikian penambahan dan penyempurnaan Sholawat Wahidiyah secara berangsur seirama dengan pengembangan dan penyempurnaan Ajaran Wahidiyah yang diberikan oleh Hadhrotul Mukarrom Yai Muallif. Sholawat Wahidiyah sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi di dalam ummat masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri.

Selanjutnya Beliau menambah do’a “ALLOOHUMMA BAARIK FII HAADZIHIL-MUJAAHADAH YAA ALLOOH” yang diletakkan sesudah “ALLOO-HUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH”.

Seterusnya ada tambahan dalam Sholawat Ma’rifat, yaitu sesudah bacaan “WATARZUQONAATAMAAMA MAGHFIROTIKA” ditambah “YAA ALLOOH”. Demikian juga setelah “WATAMAAMA NI’MATIKA” dan seterus-nya sampai “WATAMAAMA RIDLWAANIKA” Jadi sebagaimana dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah sampai sekarang.

Ditambahkan doa “ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAA-DZIHIL BALDAH” ditambah “YAA ALLOOH”, dan doa “ALLOOHUMMA BAARIK FII HAADZI-HIL MUJAAHADAH YAA ALLOOH” dirobah menjadi “WAFII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOOH”. Sehingga rangkaiannya menjadi “ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOOH, WAFII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOOH”.

Lembaran Sholawat Wahidiyah yang ditulis dengan huruf Al-Qur’an (huruf Arab) diperbaharui dengan susunan yang sudah lengkap dengan disertai petunjuk cara pengamalannya, Ajaran Wahidiyah dan keterangan tentang ijazah dari Beliau secara mutlak. Susunan dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah seperti itu tidak ada perobahan hingga sekarang kecuali beberapa kalimat dalam penjelasan keterangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan aturan bahasa.

Demikian secara kronologis atau urut, sejarah ringkas lahirnya Sholawat Wahidiyah dari awal sampai penyempurnaan di setiap periode. Setiap penyempurnaan sudah barang tentu memiliki sirri-sirri (rahasia) yang kita tidak mengetahui secara pasti. Hanya ada sebagian dari Pengamal Wahidiyah yang ditunjukkan sirri-sirrinya secara bathiniyah. Mari dalam kesempatan ini kita sowan di haribaan Beliau dengan adab lahir batin yang sebaik-baiknya.

REDAKSIONAL
SHOLAWAT WAHIDIAH LENGKAP BESERTA ARTINYA:


ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASSALAM, ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
Di hadiyahkan ke haribaan Junjungan kami Kanjeng Nabi Besar Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam. Al-Fatihah

WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA’AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA’AALA ‘ANHUM ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
Dan di hadiyahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadhazzaman, Para Pembantu Beliau dan segenap Kekasih ALLOH, Rodiyallohu ta’alaa Anhum. Al-Fatihah

ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI’ADADI MA’LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH. (100X)
Yaa Alloh, Yaa Tuhan Maha Esa, Yaa Tuhan Maha Satu, Yaa Tuhan Maha Menemukan, Yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah sholawat salam barokah atas junjungan kami Kanjeng Nabi Muhammad dan atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad pada setiap kedipnya mata dan naik turunnya napas sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Alloh.

ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA,WASYAFII’INAA,WAHABIIBINAA,WAQURROTI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA’A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA’ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN. (7X)
Yaa Alloh, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah sholawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Pemberi Syafa’at kami, Kecintaan kami, dan Buah jantung hati kami Kamjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi WaSallam yang sepadan dengan keahlian Beliau, kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, dengan hak kemuliaan Beliau, tenggelamkanlah kami didalam pusat dasar samudra ke-Esaan-MU sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, dan tiada kami bergerak maupun berdiam, melainkan senantiasa merasa didalam samudra Tauhid-MU dan kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, limpahilah kami ampunan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ni’mat karunia-MU yang sempurna Yaa Alloh, sadar ma’rifat kepada-MU yang sempurna Yaa Alloh, cinta kepad-MU dan menjadi kecintaan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ridho kepada-MU dan memperoleh ridho-MU pula yang sempurna Yaa Alloh. Dan sekali lagi Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat salan dn barokah atas Beliau Kanjeng Nabi dan atas keluarga dan sahabat Beliau sebanyak bilangan segala yang diliputi oleh Ilmu-MU dan termuat di dalam Kitab-MU, dengan Rahmat-MU Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam.

YAA SYAFI’AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM ” ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM
WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII ” FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII
WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA ” FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA (3x)

Duhai Kanjeng Nabi pemberi Syafa’at makhluq Kepangkuan-MU sholawat dan salam kusanjungkan ¨ Duhai Nur cahaya makhluq , pembimbing manusia ¨ Duhai unsur dan jiwa makhluq,bimbing dan didiklah diriku ¨ Maka sungguh aku manusia yang dholim selalu ¨ tiada arti diriku tanpa engkau Duhai Yaa Sayyidii ¨ jika engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah ‘ku ‘kan hancur binasa.

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH  (7x)
Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh

YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH ” ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH
WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH ” MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL’ALIYYAH. (3x)

Duhai Ghoutsu Hadhaz Zaman, kepangkuan-MU salam Alloh kuhaturkan ¨ Bimbing dan didiklah diriku dengan izin Alloh ¨ dan arahkan pancaran sinar Nadroh-MU kepadaku Duhai Yaa Sayyidii ¨ radiasi batin yang mewusulkan aku sadar kehadirat Maha Luhur Tuhanku

YAA SYAAFI’AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI ” SHOLAATUHUU’ALAIKA MA’SALAAMIHII,
DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII ” KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII  (3x)

Duhai Kanjeng Nabi penberi Syafa’at makhluq, duhai Kanjeng Nabi Kekasih Alloh ¨ Kepangkuan-MU sholawat dan salam Alloh aku sanjungkan ¨ jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negriku ¨ cepat, cepat, cepat raihlah tanganku Yaa Sayyidii tolonglah diriku dan seluruh ummat ini.

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH  (7x)
Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh

YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI ” ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII’IL UMAMI,
WAL-AALI WAJ-‘ALIL ANAAMA MUSRI’IIN ” BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-‘AALAMIIN
YAA ROBBANAGH-FIR YASSAIR IFTAH WAHDINAA ” QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA. (3x)

Yaa Tuhan kami Yaa Alloh, limpahkanlah Sholawat dan Salam ¨ atas Kanjeng Nabi Muhammad pemberi Syafa’at ummat ¨ dan atas keluarga Beliau, dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari, ¨ lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta alam, ¨ Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, permudahkanlah segala urusan kami, bukalah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami ¨ , pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami, Yaa Tuhan kami.

ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH ! (7X)
Yaa Alloh limpahkanlah berkah didalam segala makhluq yang engkau ciptakan, dan didalam negri ini Yaa Alloh, dan didalam mujahadah ini Yaa Alloh

I S T I G H R O O Q
( Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH )
AL FAATIHAH
(1 X) Kemudian berdo’a seperti di bawah ini

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,

ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A’DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A’WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA’AALA’ANHUM 3X
Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang( Yaa Alloh, dengan hak kebesaran Asma-MU, dan dengan kemuliaan serta keagungan Kanjeng Nabi Mahammad Sollallohu ‘Alaihi WaSallam, dan dengan Barokahnya Ghoutsu Hadhaz Zaman wa A’wanihi serta segenap Auliya’ Kekasih-MU Yaa Alloh, Yaa Alloh Rodiyallohu Ta’ala Anhum

BALLIGH JAMII’AL ‘ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ’AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO 3X
Sampaikanlah seruan kami ini kepada jami’al Alamin dan letakkanlah kesan yang sangat mendalam

FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR 3X
Maka sesungguhnya engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah

FAFIRRUU ILALLOOH (7X) = Larilah kembali kepada Alloh !

WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO  (3X)
Dan katakanlah (wahai Muhammad) perkara yang hak telah datang dan musnahlah perkara yang batal, sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah.Al-Fatihah ( membaca surat Al-Fatihah satu kali )

FAFIRRUU ILALLOH dan WAQUL JAA-ALHAQQU

dibaca bersama-sama imam dan ma’mum. Maknanya : Larilah kembali kepada Alloh ! Dan semoga akhlaq=akhlaq batal yang rusak dan merusakkan segera diganti oleh Alloh dengan akhlaq yang baik dan yang menguntungkan! Kedua ajakan tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat manusia dan jin seluruh dunia, terutama ditujukan kepada pribadi si pembaca sendiri.

A L  F A A T I H A H (1X)
S e l e s a i

@Majalah Aham Edisi 31/Th.IV Rajab 1421 /Oktober 2000, Penerbit Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo – Kota Kediri dan link/sumber terkait KH Abdul Majid Makruf.

Categories: ILMU ILMU LADUNI KH ABDUL MAJID MAKRUF | 44 Komentar

SHOLAWAT TIBIL QULUB: DOA KESEMBUHAN SEGALA PENYAKIT


kwa tibil qulub
Alhamdullahi rabbl’alamin Allahuma shalliwasallim ‘ala sayyidina muhammadin Shalatan thibbil Qulubiwadawaiha wa ‘afiyatil abdani wasyifaiha wanuril abshari wadliyaiha wa ‘ala alihi washahbihi wasallim
Lailaha illahul halimul karim Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzim alhamdulillahi robbilalamin As-aluka mujibati rohmatik waaima maghfirotik
Segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam ya Allah berilah rahmat dan salam-Mu untuk junjungan kami Nabi muhammad SAW dengan selawat yang bisa mengobati hati dan menyembuhkannya yang dapat memberikan afiat kepada badan dan kesembuhannya dan memberi cahaya mata dan kecemerlangannya Rahmat dan salam semoga juga disampaikan kepada keluarga dan sahabatnya Maha suci AlLAH yang menjadi penguasa Arsy yang Agung  segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam aku meminta rahmat dan ampunanmu.
DIBACA MINIMAL 7 X DAN TIUPKAN KE AIR PUTIH. MINUMKAN KE ORANG SAKIT APAPUN, INSYA ALLAH SEMBUH BIIDZNILLAH.
@@@WONGALUS,2014 @@@
Categories: SHOLAWAT THIBIL QULUB | 87 Komentar

DOA-DOA MUSTAJABAH UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH


BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

ALLAHUMMA LAKAL-HAMDU ANTA NUURUS-SAMAWAATI WAL-ARDI WA MAN FIHINNA, WA LAKAL-HAMDU ANTA QAYYIMUS-SAMAWAATI WAL-ARDI WA MAN FIHINNA, WA LAKAL-HAMDU ANTA ROBBUS-SAMAWAATI WAL-ARDI WA MAN FIHINNA.

ANTAL-HAQQU WA WA’DUKAL-HAQQU WA QAWLUKAL-HAQQU WA LIQA’UKA HAQQUN, WAL-JANNAHTU HAQQUN WAN-NARU HAQQUN, WAS-SA’ATU HAQQUN, WAN-NABIYYUUNA HAQQUN WA MUHAMMADUN HAQQ.

ALLAHUMMA LAKA ASLAMNAA, WA BIKA AAMANNAA, WA ALAYKA TAWAKKALNAA, WA BIKA KHAASAMNAA, WA ILAYKA HAAKAMNAA, FAGHFIR LANAA MAA QADDAMNAA WA MAA AKHKHARNAA, WA MAA ASRARNAA WA MAA A’LANNAA, ANTAL-MUQADDIMU WA ANTAL-MU’AKHKHIRU LAA ILAAHA ILLAA ANTA.

ALLAHUMMA SALLI ALA MUHAMMADIN WA ALA MUHAMMAD, KAMAA SALLAYTA ALA IBRAHIIMA WA ALAA AALI IBRAHIM, INNAKA HAMIIDUN MAJIID. WA BARIK ALA MUHAMMADIN WA ALA AALI MUHAMMAD, KAMA BARAKTA ALA IBRAHIMA WA ALA AALI IBRAHIM, INNAKA HAMIIDUN MAJIID.

ALLAHUMMA A’IZZAL-ISLAMA WAL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA A’IZZAL-ISLAMA WAL-MUSLIMIIN, WA ADHILLASH-SHIRKA WAL-MUSHRIKIIN, WA DAMMIR A’DAA’AD-DIIN, WAHMI HAWZATAL-ISLAMI YA RABBAL-ALAMIIN.

ALLAHUMMANSUR DIINAKA WA KITABAKA WA SUNNAHTA NABIYYIKA WA IBAADAKAL-MUWAHHIDIIN.

ALLAHUMMA INNA NAS’ALUKA BI ANNA LAKAL-HAMD, LAA ILAHA ILLA ANAT, WAHDAKA LA SHARIIKA LAKA, AL-MANNAN, YA BADIAS-SAMAWAATI WAL-ARDI, YA DHAL-JALALI WAL-IKRAAM, YA HAYYU YA QAYUUM.

NAS’ALUKA BI ANANAA NASH-HADU ANNAKA ANTALLAH, LA ILAHA ILLA ANTA, AL-AHADUS-SAMADU-LADHDHI LAM YALID WA LAM YU-LAD WA LAM YAKUL-LAHU KUFUWAN AHAD. AN TANSURAL-ISLAMA WA AHLAHU FI KULLI MAKAAN. ALLAHUMMA-NSURIL-ISLAMA WA AHLAHU FI KULLI MAKAAN. ALLAHUMMANSURIL-ISLAMA WA AHLAHU FI KULLI MAKAAN.

ILAYKA NASHKU DA’FA QUWWATINA, WA QILLATA HIILATINA, WA HAWANANA ‘ALAN-NAAS, YA ARHAMAR-RAHIMIIN. ANTA RABBUL-MUSTAD’AFIIN

WA ANTA RABBUNA, ILA MAN TAKILUNA, ILA BA’IIDIN YATAJAHHARUNA, WA ILA ‘ADUWWIN MALLAKTAHU AMRANA, IN LAM YAKUN BIKA GHADABUN ‘ALAYNAA FALA NUBAALI, GHAYRA ANNA ‘AFIYATAKA HIYA AWSA’U LANA.

NA’UDHU BI NUURI WAJHIKAL-LADHI ASHRAQAT LAHUDH-DHULUMAT, WA SALUHA ‘ALAYHI AMRUD-DUNYA WAL-AKHIRAH, AY-YAHILLA ALAYNA GHADABUK, WA AY-YANZILA BINA SAKHATUK, LAKAL-‘UTBAA HATTA TARDA, WA LA HAWLA WA LA QUWWATA ILLA BIKA.

FA ILAYKA NASHKU DA’FANA, FA ILAYKA NASHKU DA’FANA

ALLAHUMMA HADHIHI RUUSIYA JA’AT BI JAYSHIHA WA HADIIDIHA, BI DHULMIHA WA FAKHRIHA, JA’AT TUHADDUKA WA TUKADHDHIBU RASUULAKA, WA TUQATTILUL-MUSTAD’AFINA MINAL-MU’MINIINA FISH-SHIISHAN.

ALLAHUMMA ANJIZ LAHUM MA WA’ADTAHUM, ALLAHUMMA ANJIZ LAHUM MAA WA’ADTAHUM, ALLAHUMMA ANJIZ LAHUM MA WA’ADTAHUM FII KITABIK.

ALLAHUMMA INNANA NANSHUDU ‘AHDAKA WA WA’DAK. ALLAHUMMA ANZIL NASRAKA WA TA’YIDAK, ANTA ‘ADIIDUHUM, WA ANTA NASIIRUHUM, WA BIKA YUQATILUUN.

ALLAHUMMA INNAHUM MAGHLUUBUNA FANTASIR LAHUM.

RABBANA AFRIGH ‘ALAYHIM SABRAN WA THABBIT AQDAMAHUM WANSURHUM ‘ALAL-QAWMIL-KAFIRIIN.

ALLAHUMMA MAKKIR LAHUM, WAKFIHIM BIMAA SHI’T. IN TANSURHUM FALAA GHALIBA LAHUM, WA IN TAKHDHULHUM FA MAN DHAL-LADH’ YANSURHUM MIN BA’DIKA.

ALLAHUMMA MAKKIR LAHUM, WAKFIHIM BIMAA SHI’T. IN TANSURHUM FALAA GHALIBA LAHUM, WA IN TAKHDHULHUM FA MAN DHAL-LADH’ YANSURHUM MIN BA’DIKA.

LA ILAHA ILLALLAHUL ADHIMUL-HALIIM. LA ILAHA ILLALLAHU, RABBUL-ARSHIL-ADHIIM. LA ILAHA ILLALLAHU RABBUS-SAMAWAATI WA RABBUL-ARDI WA RABBUL-ARSHIL-KARIIM.

ALLAHUMMA ANJIL-MUSTADAFIINA MINAL-MU’MINIINA FISH-SHIISHAAN. ALLAHUMMA ANJIL-MUSTADAFIINA MINAL-MU’MINIINA FISH-SHIISHAAN. ALLAHUMMA ANJIL-MUSTADAFIINA MINAL-MU’MINIINA FISH-SHIISHAAN. ALLAHUMMASH-DUD WATA’ATAKA ALA RUUSIYA, ALLAHUMMAJ-ALHA ‘ALAYHIM SINIINA KA SINIINI YUSUF

ALLAHUMMA KHUDH-UM AKHDHA ‘ZIIZIN MUQTADIR, ALLAHUMMAJ’AL ID-DA’IRATA ALAYHIM, ALLAHUMMA ARINA FIIHIM YAWMAN ASWADA

ALLAHUMMA SHATTIT SHAMLAHUM, WA MAZZIQ JAM’AHUM, WA KHARRIB DIYARAHUM, WA DAMMIR ASLIHATAHUM. ALLAHUMMA ANZIL ‘ALAYHIMUL-A’ASIIRAL-MUDAMMIRA WAL-AMRADAL-FATTAAKA

ALLAHUMMA AHSIHIM ADADA, WAQTUL-HUM BADADA, WA LA TUGHADIR MINHUM AHADA, WAJ’ALHUM IBRATAN LI AMTHALIHIM MINAL-YAHUDI WAN-NASAARA WAL-MUSHRIKIINA ADHILLATAN SAAGHIRIIN

ALLAHUMMA INNA NAJ’ALUKA FI NUHUURIHIM, WA NA’UDHU BIKA MIN SHURUURIHIM.

ALLAHUMMA MUNZILAL-KITAB, MUJRIYAS-SAHAB, HAZIMAL-AHZAAB, IHZIMHUM WA ZALZILHUM, WA ARINA FIIHIM AJA’IBA QUDRATIK, FA INNAHUM LA YU’JIZUUNAKA YA QAWIYYU YA ‘AZIZ

RABBANA ANTA ADIIDUNA WA ANTA NASIIRUNA, WA ANTA HASBUNA WA NI’MAL-WAKIIL.

ALLAHUMMA FUKKA QAYDA ASRANA WA ASRAL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA FUKKA QAYDA ASRANAA WA ASRAL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA FUKKA QAYDA ASRANA WA ASRAL-MUSLIMIIN, WA RUDDAHUM ILAA AHLIHIM SALIMIIN.
ALLAHUMMA INNAHUM FI HAJATIN ‘AJILATIN ILA RAHAMATIK, ALLAHUMMA INNAHUM FI HAAJATIN ‘AJILATIN ILA RAHAMATIK, ALLAHUMMA INNAHUM FI HAAJATIN ‘AJILATIN ILA RAHAMATIK, FA ANZIL ALAYHIM RAHAMATIKA YA RAHMANU, YA RAHIIM, FA ANZIL ALAYHIM RAHMATIKA YA RAHMAANU YA RAHIIM.

ALLAHUMMA MAN ADHAHUM FA ADHIHI, WA MAN ADAHUM FA ADIHI.

LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA, INNA KUNNA MINADH-DHALIMIIN.

ALLAHUMMA RABBANA AZZA JAARUK, WA JALLA THANA’UK, WA TAQADDASAT ASMA’UK, ALLAHUMMA LA YURADDU AMRUK, WA LA YUHZAMU JUNDUK, SUBHANAKA WA BI HAMDIK.

ALLAHUMMA A’IDIL-MASJIDIL-AQSA ILA RIHABIL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA A’IDIL-MASJIDIL-AQSA ILA RIHABIL-MUSLIMIIN, ALLAHUMMA A’IDIL-MASJIDIL-AQSA ILA RIHABIL-MUSLIMIIN, WAR-ZUQNA FIIHI SALATAN QABLAL-MAMAAT.

ALLAHUMMA TAHHIRHU MIN IKHWANIL-QIRADATI WAL-KHANAZIIR, ALLAHUMMA MAZZIQHUM KULLA MUMAZZAQ, ALLAHUMMA FARRIQ BAYNAHUM WA BAYNA MAN SHAYA’AHUM.

ALLAHUMMA ASLIH AHWAALAL-MUSLIMIINA FI FILISTIIN, ALLAHUMMA ASLIH AHWAALAL-MUSLIMIINA FI FILISTIINA WA FI KULLI MAKAANIN YA DHUL-JALALI WAL-IKRAAM.

ALLAHUMMA LA TAJ’AL LI KAFIRIN ALAYNA SABIILA, ALLAHUMMA INNA NA’UDHU BIKA MIN SUU’IL-QADA, WA DARKISH-SHAQA’, WA SHAMATATIL-A’DA’, WA JAHDIL-BALA’, WA NA’UDHU BIKA MIN MUNKARATIL-AKHLAQI WAL-AMALI WAL-AHWA’I WAL-ADWA’.

ALLAHUMMA ABRIM LI HADHIHIL-UMMATI AMRA RUSHD, YU’AZZU FIHI AHLU TA’ATIK, WA YUDHALLU FIHI AHLU MA’SIYATIK, WA YU’MARU FIIHI BIL-MA’RUF, WA YUNHA FIHI ANIL-MUNKARI ALA BASIIRATIN, YA DHUL-JALALI WAL-IKRAM.

ALLAHUMMA ARINAL-HAQQA HAQQAN WARZUQNAT-TIBA’AH, WA ARINAL-BATILA BATILAN WARZUQNAJ-TINABAH, BI RAHMATIKA YA ARHAMAR-RAHIMIIN.

ALLAHUMMA WAFFIQ IMAMANA LIMA TUHIBBU WA TARDA, WA KHUDH BI NASIYATIHI LIL BIRRI WAT-TAQWA, ALLAHUMMA WAFFIQHU LI HUDAK, WAJ’AL AMALAHU FI RIDAK, WA HAYYI’ LAHUL-BITANATAS-SALIHATAN-NASIHAH ALLATI TADULLUHU ALAL-KHAIRI WA TU’INUHU ALAYHI YA DHUL-JALALI WAL-IKRAAM.

WA WAFFIQ JAMI’A WULATA UMUURIL-MUSLIMIINA LIL AMALI BI KITABIK, WAT-TIBA’I SUNNATI NABIYYIKA SALLALLAHU ALAYHI WASALLAM.

ALLAHUMMA AMINNA FI AWTANINA, WA ADIM NI’MATAL-AMNI WAL-ISTIQRARI FI BILADINA

ALLAHUMMA MAN ARADANA WA BILADINA BI SU’IN FASH-GHILHU FI NAFSIH, WAJ’AL KAYDAHU FI NAHRIH, WAJ’AL TADBIRAHU TADMIIRAH.

ALLAHUMMA ALAYKA BI MAN ADKHALA ILA BILADINA WA BILADIL-MUSLIMIINAL-MUKHADDIRATI WAL-MUSKIRAT, ALLAHUMMA ALAYKA BI MAN ADKHALAHA, ALLAHUMMA ALAYKA BI MURAWWIJIHAA, WA SANI’IHA WA TUJJARIHA, ALLAHUMMA ALAYKA BI MUHARRIBIIA WA BA’IHA WA MAN A’ANA ALAN-TISHARIHA.

ALLAHUMMA IN LAM TURID HIDAYATAN LAHUM FAL’ANHUM LA’NAN KABIRA, ALLAHUMMA IN LAM TURID HIDAYATAN LAHUM FAL’ANHUM LA’NAN KABIRA, RABBANA ATIHIM DI’FAYNI MINAL-‘ADHABI WAL’ANHUM LA’NAN KAB’RA FID-DUNYA WAL-AKHIRAH.

ALLAHUMMAR-FA’ ‘ANNAL-GHALA WAL-WABA’ WAR-RIBA WAZ-ZINA WAL-ZALAZILA WAL-MIHAN, WA SU’AL-FITAN, MA DHAHARA MINHA WA MA BATAN, ‘AN BILADINA HADHA KHASATAN WA ‘AN SA’IRI BILADIL-MUSLIMIIN, BI RAHMATIKA YA ARHAMAR-RAHIMIIN.

ALLAHUMMA YA HAYYU YA QAYYOOM, BI RAHMATIKA NASTAGHIITH, ASLIH LANA SHA’NANA KULLAHU WA LA TAKILNA ILA ANFUSINA TARFATA AYNIN WA LA AQALLA MIN DHALIK.

WALHAMDULILLAHI RABBIL-ALAMIIN, WA SALLAL-LAHUMMA WA SALLAMA WA BARAKA ALA NABIYYINA MUHAMMADIN WA ALA ALIHI WA SAHBIHI WAT-TABI’IIN.

ALLOHUMMA AMIIN. ALLOHUMMA AMIIN. ALLOHUMMA AMIIN.

@WONGALUS,2014

Categories: DOA DOA MUSTAJABAH | 18 Komentar

QOSAM ALLAH SWT


YAA-SIIN. WAALQUR-AANI ALHAKIIMI. INNAKA LAMINA AL MURSALIINA

Surat Yasin termasuk dalam satu surat Al-Qur’an, yang diturunkan di Mekah  dan terdiri dari ada delapan puluh tiga ayat. Ayat-ayatnya pendek dan sangat mengena di hati. Pembahasan surat Yasin tentang tauhid Uluhiyah dan Rububiyah dan akibat orang-orang yang mendustakannya. Tiga ayat tersebut yaitu adalah awal surah Yasin dan merupakan qosam atau sumpah pengakuan-tegas Allah kepada orang-orang yang mengingkari kerasulan dan kenabian Muhammad SAW.  “Demi Al-Quran yang mengandung hikmah.dan sesungguhnya engkau ya Muhammad adalah sebagian dari rasul-rasul.

Allah telah membaca surah yasiin dan surat thoha sebelum Allah menciptakan langit dan bumi dalam kurun waktu 2000 tahun. Tatkala para malaikat menyimak apa yang telah di baca Allah, lalu berkatalah malaikat : “Alangkah bahagiannya umat nabi Muhammad dimana Allah akan menurunkan dua surah (Yasin dan Toha), alangkah bahagianya bagi orang-orang yang hafal kedua surat itu, dan alangkah bahaginya lidah-lidah yang membacakannya. Sesungguhnya ahli surga adalah ahli baca Alquran khususnya surah thoha, yasin dan Arrahman.

“inna likulli syain qolban, waqolbul qurani yasin”: sesungguhnya bagi tiap-tiap sesuatu ada hatinya(jantung). Dan hatinya alquran adalah surat yasin. “man qoro’a yasin, kataballahu lahu qira’atalqurani ‘asyara maratin: siapa orang yang membaca surah yasin, maka Allah akan mencatat baginya pahala membaca 10 x khatam Qur’an.

Fadhilah surat Yasin luar biasa banyak. Misalnya siapa orang yang membaca surat yasin pada malam hari karena mengharap ridho Allah, maka Allah akan mengampuni segala dosanya. Maka bacakanlah yasin disisi orang mati. Ada pula yang suka membaca secara terus menerus pada setiap malam, maka Allah akan mewafatkannya dalam keadaan Syahid.

Seorang muslim yang di bacakan surat yasin pada saat ajal menjemputnya, maka turunlah malaikat dari setiap satu huruf didalam surat yasin sepuluh malaikat. Mereka berdiri dihadapannya bershaf-shaf, meraka menshalatinya, mereka membacakan isthigfar untuknya, mereka menyaksikan pemandiannya, mereka mengiringi jenazahnya, dan mereka menyaksikan pemakamannya.

Malaikat maut tidak akan mencabut ruhnya sampai datang malaikat ridwan–malaikat penjaga pintu surga– membawa minuman dari surga dan memberikan minum kepadanya . Dan setelah itu malaikat maut mencabut ruhnya sedangkan ia dalam keadaan tidak kehausan, ia masuk kedalam kubur tidak kehausan, ia sedikitpun tidak membutuhkan air dari telaga para nabi, sampai ia masuk surganya Allah tanpa kehausan.

Membaca surah yasin maka pahalanya berbanding 10 kali berhaji dan siapa orang yang mendengarkanya maka pahalanya berbanding shadaqoh 1000 dinar dijalan Allah. Dan siapa orang yang mencatatnya kemudian meminumnya maka masuk kedalam perutnya 1000 obat, 1000 cahaya, 1000, berkah, 1000 rahmat, dan diangkat segala macam penyakitnya.

Oleh sebab itu dalam surah yasin ada 20 keberkahan. Maka tiadalah orang kelaparan membacanya melainkan Allah mengenyangkannya. (FUNGSI REJEKI), Tiadalah orang telanjang membacanya melainkan Allah akan memakaikan pakaian untuknya. (FUNGSI DERAJAT), Tiadalah orang yang belum kawin membacanya melainkan Allah akan mendatangkan jodohnya. (FUNGSI MAHABBAH),  Tiadalah orang yang takut membacanya melainkan Allah akan melindunginya. (FUNGSI PERLINDUNGAN), Tiadalah di bacakan disisi orang mati melainkan diringankan siksa kuburnya. (FUNGSI AKHIRAT), Tiadalah orang yang kehausan membacanya melainkan Allah akan menghilangkan dahaganya (FUNGSI KECUKUPAN REJEKI), Tiadalah orang yang sakit membacanya melainkan Allah akan menyembuhkanya. (FUNGSI PENGOBATAN)

Di dalam Al-Quran ada satu surat yang bisa memberikan syafaat kepada yang membacanya dan diampui segala dosa orang yang mendengarkannya dan itu adalah surah yasin. Membaca surat yasin bagus pula bila dilanjutkan dengan surat Ad Dukhan bersamaan pada satu malam dengan penuh iman dan mengharap ridha Allah sehingga insyalllah kita akan diampuni dosa yang pernah kita lakukan.

Nabi Muhammad SAW bersabda: segala puji bagi Allah yang telah memulikanku dan memuliakan umatku dengan surah Yasin, ayat Kursi, dan surat Al-Ikhlash.  Ada pula yang ketika shalat sunat dua rakaat pada malam jumat lalu membaca surat Yasin pada rakaat pertama dan surat Tabarak (al-mulk) pada rakaat kedua maka Allah akan memberikan cahaya yang berjalan mengitarinya, dan pada hari qiamat nanti Allah memberikan kitab amalnya dari tangan kanannya. Allah mencatat untuknya bebas dari api neraka dan dia bisa mensyafaati 70 orang dari keluarganya biidznillah.
Dalam satu riwayat dari Said bin Zubeir, Rasulullah bersabda: siapa orang yang membaca surah yasin atas orang gila maka sembuhlah orang gila tersebut dengan berkah surah Yasin. Siapa orang yang menjadikan surat yasin sebagai imam hajatnya, maka Allah akan mengabulkan segala permohonannya.

Selama ini umumnya kita mengenal surat Yasin hanyalah sebuah nama dari nama-nama surah yang ada didalam Al-Quran. Akan tetapi sesungguhnya, sudah berabad-abad lamanya terjadi beda argumentasi mengenai makna yasin.

Makna Yasin bisa dibagi menjadi beberapa katagori. Pendapat yang Pertama : Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata “yasiin” dengan arti “ya insan” . Dengan satu alasan bahwa adat dan kebiasaan orang arab dalam mengambil suatu kata melalui satu hurufnya, kemudian mereka mengucapkannya. Meraka mengambil kata untuk “nida” (memangil seseorang) dari huruf “ya”. dan mengambil kata insan dari huruf “siin”, maka meraka menyusunnya kedua kata tersebut menjadi dua huruf yaitu “yasiin”. Yang destinasi maknanya adalah: “Ya insan, mempunyai artinya “wahai manusia . dengan implementasi Maksud kalimatnya adalah : “ Ya Muhammad”

Pendapat yang kedua: “Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata yasiin dengan arti “ya sayyidil-mursaliin. Yang artinya “ wahai pemimpin para rasul”.
Pendapat yang ketiga : “Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata “yasiin dengan sebuah nama dari nama-nama Quran
Pendapat yang keempat :”Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata “yasin, dengan sebuah nama dari nama-nama surah.
Pendapat yang kelima : Sebagian ulama ahli tafsir memaknai kata “yasin dengan sebuah nama dari nama-nama Allah SWT

Sesungguh-nya Allah memiliki “4000 nama”. 1000 namanya tidak ada yang mengetahui melainkan Allah sendiri. 1000 nya lagi tidak ada yang mengetahui melainkan malaikat-malaikatnya. 1000 nya lagi disimpan di “lauhul-mahfuzh”. 300-nya terdapat didalam kitab taurat. 300-nya terdapat didalam kitab injil. 300-nya terdapat didalam kitab jabur. 100- nya lagi terdapat di dalam kitab Al-Quran, dan Allah perlihatkan 99 namanya dan merahasiakan salah satu namanya. Dan tidak ada mengetahuinya melainkan para nabi dan rasulnya. Sebagian ulama berpendapat “yasin” itulah nama Allah SWT.

Pada ayat kedua didalam surat yasin kedudukannya adalah sebagai QOSAM dan jawab-qosam yaitu “sumpah Allah yang berisikan pengakuan yang tegas : “Demi Al-Quran yang mengandung hikmah, Bahwa sesungguhnya engkau (ya Muhammad) adalah sebagian dari salah satu rasul-rasulnya. “Allah Bersumpah Dengan Al-Quran yang mengadung hikmah”

Qosam dalam bahasa arab yang berarti sumpah. Makna Qosam sama halnya dengan makna “yamin dan makna halaf dalam bahasa tersebut, akan tetapi untuk lebih jelas lagi mengenal huruf Qosam, mari kita mengetahui huruf qosam secara ilmu nahwu. Didalam kitab “Tasywiqulkholan” karangan syekh muhammad ma’sum  dijelaskan Huruf Qosam terbagi menjadi 3 bagian Yaitu: “wawu, “ba dan “ta.

Ada sedikit perbedaan diantara huruf-huruf Qosam tersebut. “kenapa ini dinamakan huruf-huruf (Qosam) sumpah? beliau menjawab: “karena masuknya salah satu huruf-huruf tersebut pada orang yang bersumpah dan selalu digunakan sebagai isyarah sumpah. Syekh sanwani didalam kitab tersebut mengatakan:”ada tiga sarat mutlak didalam menggunakan wawu Qosam didalam sumpah:

Yang pertama: pada wawu qosam diharuskan membuang fiil qosamnya(kata kerjanya)yang menyertainya. seperti contoh : “Uqsimu waallahi”. seperti yang di bolehkan pada huruf ba” seperti contoh : “uqsimu bihazalbalad. karena yang demikian banyak sekali menggunakanya.

Yang Kedua: wawu qosam tidak boleh di gunakan pada qosamu-sual(pada kalimat permintaan) seperti contoh waallah ikhbirni” yang artinya : demi allah kabarkanlah aku. seperti yang dibolehkan pada huruf “ba” seperti contoh : billahi akhbini.

Yang Ketiga: Wawu Qosam tidak dapat masuk pada isim-isim dhomir. Seperti contoh : “waka artinya :demi kamu. seperti yang dibolehkan pada huruf ba. Seperti contoh : “bika” yang artinya: “demi kamu.
Tiga ayat tersebut di atas merupakan sumpah dan pengakuan-tegas Allah kepada orang-orang yang mengingkari kerasulan dan kenabian Muhammad SAW. bahwa sesungguhnya beliau adalah salah satu dari rasul-rasulnya,

Ahli Tafsir menafsirkan kata HAKIM dengan makna MAHKAMAH yg artinya kitab yang memiliki kandungan yang sempurna dari yang maha sempurna, kandungan yang berisi ilmu dan pengetahuan yang sangat luar biasa tingginya. Dan didalam ayat ini Allah telah bersumpai: “Demi Al-Quran yang mengandung hikmah.dan sesungguhnya engkau ya Muhammad adalah sebagian dari rasul-rasul.

Yasin sebagai jantung Al-Quran bisa ditelusur sebab turunnya ayat ini yang berhubungan dengan penghinaan orang-orang kafir terhadap nabi Muhammad SAW. Beberapa orang kafir mengejek, memaki, dan menghina nabi Muhammad SAW. Lalu mereka berkata : “sesungguhnya Muhammad bukanlah seorang nabi dan bukanlah seorang rasul,  dia hanyalah yatim abi thalib, dia hanyalah seorang penganggur, dia orang yang tidak punya pekerjaan, dia tidak pernah menutut ilmu dimanapun. ”bagaimana Muhammad bisa menjadi seorang nabi dan rasul?

Keraguan dan penyangkalan orang kafir terhadap Nabi Muhammad SAW dijawab Allah SWT dengan menurunkan 3 ayat di atas yang artinya : “ demi alquran yang mengandung hikmah, sesungguhnya engkau wahai muhammad, adalah sebagian salah satu diantara rasul-rasul.

Kemudian Allah bersumpah dan menyaksikan dengan zatnya atas kerasulan dan kenabian Muhammad SAW. Lalu Allah Berkata : “Ya Muhammad, sengguhnya orang kafir telah mengingkari kerasulan dan kenabianmu, maka janganlah engkau bersedih atas ucapan mereka. Hari ini aku bersumpah demi Al-Quran yang mengadung hikmah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah sebagian dari rusul-rasulku.

Sejarah mencatat dalam kisah tadi, tatkala Allah bersumpah dan bersaksi atas kerasulan dan kenabian Muhammad SAW. Dan menolak segala bentuk pengingkaran orang-orang kafir yang telah mengejek, memaki, dan menghina, bahkan mengancam nabi Muhammmad dengan ribuan acaman lalu Allah membangun jiwa rasul yang di cintainya dengan perkataan : “Ya Muhammad Janganlah engkau bersedih sekalipun mereka tidak mengakuimu sebagai seorang nabi dan rasul, “hari ini aku berumpah dan bersaksi bahwa sesungguhnya engkau adalah sebagian dari rasu-rasul-ku.
Perkataan Allah pada ayat ini terungkap jelas, sehingga ini ayat sebagai penunjukan, dan sebagai saksi atas kerasulan dan kenabian Muhammad SAW. Oleh karena itulah tiga ayat diatas menjadikan yasin sebagai jantung hati Al-Quran.

Terakhir, marilah kita menyelami samudra Yasin dengan istiqomah semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala… Salam paseduluran, saling asah asih dan asuh.

@redaksi KWA dari berbagai sumber terkait, 2014.

Categories: QOSAM ALLAH | 16 Komentar

Diproteksi: ILMU LADUNI TUJUH TINGKAT


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: TUJUH ILMU LADUNI | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

MILAD KWA KELIMA APRIL 2014: KUMPUL LAGI YUKKK DULURRRR


By
Ketua Panitia
Ki Ageng Bayu Penanggungan

Kampus Wong Alus (KWA) sebagai blog supranatural terbesar di Indonesia dan telah dikunjungi oleh 41.186.307 orang (data per tgl 16 Januari 2014 pukul 17:03 WIB) dengan jumlah kunjungan  40.000 – 50.000 orang perhari. Dengan jumlah kunjungan itu sudah bisa dipastikan KWA memiliki banyak pembaca setia blog. Untuk menjalin tali silaturahmi dan saling mengenal diantara para pembaca blog KWA ini maka akan diadakan Milad KWA ke-5.

Dalam Milad ini akan diadakan kegiatan Bakti Sosial dari seluruh civitas akademika KWA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat umum dan sekitarnya. Adapun kegiatan Bakti Sosial ini akan diadakan pada  :

Hari / Tanggal       :  Sabtu – Minggu, 19 – 20  April  2014

Waktu                   :  Pukul  07:00 – 17:00  WIB  (Bakti Sosial)

Pukul  21:00 – 03:00  WIB  (Pengijasahan)

Tempat                 :  Pantai Parang Kusumo, Yogyakarta,  Jawa Tengah

Bakti Sosial ini meliputi kegiatan  :

  1. Silaturahmi Nasional KWA seluruh Indonesia
  2. Pendaftaran anggota KWA
  3. Donor Darah
  4. Konsultasi Supranatural semua masalah (rejeki, pengasihan, keselamatan, kekebalan, dll) oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  5. Pelatihan singkat Kepekaan Diri
  6. Pengisian energi ke benda-benda pusaka (keris/tombak, dll)
  7. Pengijasahan Keilmuan secara langsung oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  8. Wisata Alam Gaib
  9. Pembubaran acara silaturahmi Nasional KWA
  10. Kunjungan dan sumbangan ke Yayasan Yatim & Piatu

Adapun susunan kepanitiaan untuk kegiatan bakti sosial ini  :

Penanggungjawab         :  Ki Wong Alus/Muhammad Wildan

Ketua Panitia                 :  Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan

Seksi  Acara                   :  Bengawan Candu

Seksi  Humas                 :  Andi Baso/Kimas Yassien Kusumo Yudho Negoro

Seksi  Donor  Darah        :  dr. Anom  Mursalim

Seksi  Kaos  Panitia         :  Arya Kusuma Yudha

Seksi  Banner                  :

– Wa  Kasan  Mbelink

– Erik  Widodo

Tester                             :  Andi Baso

Seksi  Perlengkapan         :

– Wa’ Kasan Mbhelink

– Arya Kusuma Yudha

Anggota forum wirid kamis

Seksi  Sponsorship            :  Semua alumni Pelatihan KWA

Koordinator Wilayah Pemberangkatan   :

–  Jakarta  –>  Anyabrea Valentine            0877 7557 3775

–  Cirebon  –>  Elang cadaluarrssa

–  Boyolali  –>  RPK                                  0813 2652 5249

————————————————————–

 Susunan  Acara  Milad  KWA ke-5

1. Jam 07.00 – 09.00  WIB

Acara

Menerima kedatangan para sedulur KWA, pendaftaran anggota KWA dan informasi tentang kegiatan Milad KWA ke- 5. Sedulur KWA diberikan ID Card Milad KWA ke- 5 .

Perlengkapan:

Meja dan kursi ,Alat tulis menulis, form daftar hadir, ID Card, jadwal acara.

Pos         :  Ki Cahya, Arya dan 2 orang sedulur alumni KWA

2. Jam 09.00 – 09.45  WIB

Acara

Pembukaan acara HUT KWA ke- 5 yang akan diisi oleh sambutan ketua panitia Ki Bayu dan Owner sekaligus guru besar KWA Ki Wong Alus. Dalam acara ini juga diperkenalkan para alumni dan para sesepuh serta para pengijasah dalam acara ini.

Perlengkapan

Sound system

Pos         :  Bengawan Candu sebagai MC dan 1 alumni KWA

3. Jam 09.45 – 14.30  WIB

Acara

Donor darah dan konsultasi berbagai masalah.

Kegiatan donor darah dan konsultasi dilakukan dalam waktu bersamaan, agar tidak ada peserta yang menunggu di satu kegiatan.

Untuk Donor darah, panitia bekerjasama dengan PMI setempat. Acara donor darah merupakan acara yang mengandung point buat peserta untuk pengijasahan ilmu.

Untuk konsultasi ditetapkan beberapa alumni kwa

Perlengkapan

Meja dan kursi, alat tulis, dan kerjasama PMI setempat

Pos Donor Darah              :  Ki Anom Mursalim dan 2 orang alumni KWA

Pos Konsultasi                  :  Erik Widodo dan beberapa orang alumni KWA

4. Jam 10.30 – 14.30

Acara  :  Cara Lesehan

Kajian Spiritual, Budaya, Religi dan Supranatural oleh para Sesepuh KWA.

5. Jam 12.30 – 14.00  WIB

ISHOMA

Menyiapkan tempat istirahat dan sholat serta MCK para peserta.

Pengaturan konsumsi untuk para sesepuh dan panitia.

Pos         :  Arya dan 2 orang alumni KWA

6. Jam 14.00 -15.00  WIB

Acara

Bakti sosial membersihkan sekitar tempat acara dan pantai dari sampah. Panitia menyiapkan kantong plastik untuk diberikan ke peserta yang akan dipergunakan mengumpulkan sampah. Kegiatan ini mengandung point yg berarti buat mendapatkan pengijasahan ilmu KWA.

Pos         :  Andi Baso dan semua alumni KWA

7. Jam 16.00 – 17.30  WIB

Acara

Pelatihan singkat Kepekaan Diri

Semua peserta yang berminat

Pos         :  Ki Bayu dan 2 orang murid KSO, Alumni KWA membantu mengawasi dan mengatur peserta.

8. Jam 18.00 – 20.00

ISHOMA

9. Jam 21.00 – 22.00  WIB

Acara

Pengisian benda benda pusaka.

Peserta yang membawa benda pusaka dipersilahkan untuk ikut dalam acara ini,

Pos         :  Ki Bayu dan alumni Kwa

10. Jam 22. 15 -02.00  WIB

Acara

Pengijasahan Ilmu yang dilakukan oleh alumni KWA dan para sesepuh serta para sukarelawan yang akan mengijasahkan keilmuannya.

Pos         :  Ki Bayu dan alumni KWA

11. Jam 02.15- 03.00  WIB

Acara

WISATA ALAM GAIB

Seluruh peserta yang akan di pimpin oleh Guru Besar KWA Ki Wong Alus

Pos         :  Arya dan alumni KWA

12. Jam 03.00  WIB

PENUTUPAN DAN DOA

Pos         :   Bengawan Candu

Panitia bersalaman dengan peserta kegiatan,,,,,

13.  Jam 06.00-08.00  WIB

Acara Intern Alumni Program Guru KWA

(Penyetaraan Keilmuan KWA)

14.  Jam 09.00-11.00  WIB

Kunjungan dan sumbangan uang hasil zakat peserta Milad ke Yayasan Yatim & Piatu.

——————————————————-

Mekanisme  Point  Pengijasahan

 Pengumpulan Point

1)      Apresiasi atas kedatangan peserta Milad KWA ke-5  :

a.      Peserta Zone  I (Prop DIY, JaTeng)                          –>  100

b.      Peserta Zone  II (Prop JaBar, JaTim, DKI, Banten)    –>  200

c.      Peserta Zone  III (Prop Bali, Lampung)                     –>  300

d.      Peserta Zone  IV (Diluar prop I – III)                         –>  400

2)      Membawa dan mendaftarkan kaum Hawa (perempuan) menjadi anggota KWA  –>  100

(Mengisi biodata dan menyerahkan fotocopy KTP/SIM yg masih berlaku)

3)      Donor Darah                                                                                            –>  400

a.      Bagi yg gagal mendonorkan darahnya (dgn menunjukkan bukti tes darah) –>  400 / 2  org

b.      Bagi yg sdh mendonorkan darahnya (dgn menunjukkan kartu donornya)    –>  400 / 4  org

4)      Bersih Pantai  :

a.      Sampah Ringan (misal : plastik)                    –>  25 / kg

b.      Sampah Berat (misal : kayu, sabut kelapa)    –> 25 / 3 kg

5)      Memberikan Sponsorship untuk Kepanitiaan  :

a.      Sponsorship untuk doorprize peserta   –>  200

b.      Memasukkan sponsor                         –>  400

6)      Pemakaian Atribut KWA  :

a.      Kaos                     –> 40

b.      Topi                     –>  30

c.       Ikat Kepala          –>  20

d.      Pin                       –>  10

e.      Stiker                   –>  10

7)      Zakat (Yayasan Yatim & Piatu)    –>  50/Rp 25.000

B.  Pengijasahan ILMU apa saja? : akan disampaikan nanti di TKP oleh PANITIA. INTINYA, PANITIA TIDAK AKAN MENGECEWAKAN ANDA DAN POKOKNYA SUPER MANTAPP DULUR…

—————————————————————

Untuk masyarakat umum dan anggota KWA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mengikuti acara HUT KWA di pantai Parang Kusumo tanggal 19 – 20 April 2014 dapat mengikuti acara “Go West” bersama panitia HUT KWA.

Tanggal Pemberangkatan             :  18  April  2014

Waktu                                          :  Pukul  15.00  WIB

Kendaraan    :

–  Kendaraan Elf (15 seat) atau

–  Medium Bus (29 seat)

Titik  Pemberangkatan                  :  Halte  Bis  Cawang Bawah (seberang gedung Wijaya Karya)

Jl. D.I. Panjaitan, Jakarta Timur

Biaya                                            :  Rp  350.000/orang

Jika berminat mengikuti acara “Go West” dapat menghubungi Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan di nomor 0877 7557 3775.

=================

UNTUK PEMBERANGKATAN DARI SIDOARJO, SURABAYA, GRESIK, PASURUAN DAN SEKITARNYA SILAHKAN MENDAFTARKAN DIRI KE MARKAS KWA DI MUSHOLA BALAI DIKLAT, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO JATIM/ SEBELAH KOMPI SENAPAN/SELATAN RSUD SIDOARJO, SETIAP KAMIS MALAM PUKUL 20.00 WIB DI ACARA CANGKRUKAN WIRID. CONTACT PERSON: ARYA KUSUMA YUDHA, PHONE 08885105860/ 083856901337.

Wassalamu Alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

Jakarta,  16  Januari  2014

Ttd.

Ki Ageng Bayu Penanggungan

XXXXXXXXXXXXXXX

YUKKK HADIR DULUR, RUGI SEUMUR HIDUP KLO SAMPAI GAK DATANG!!!!

Categories: MILAD KWA KELIMA | 66 Komentar

OPINI MISTIK: ILMU HITAM DAN ILMU PUTIH


by Eko W.

Belajar ilmu supranatural sama halnya mempelajari ilmu bela diri. Bedanya, ilmu supranatural melatih olah batin sedang bela diri melatih olah fisik. Lantas apa bedanya ilmu hitam dan putih di dunia ‘persilatan’? Sama-pula dengan ilmu bela diri, ada yang digunakan untuk merampok dan membunuh, ada juga yang digunakan untuk menjaga diri dari kejahatan dan sekadar untuk berolahraga semata.

Hitam dan putih itu tergantung masih-masing individu yang mempelajari ilmu tersebut. Jika yang menggunakan memanfaatkan untuk kejahatan, putih bisa menjadi hitam. Pengertian hitam dan putih bukan terletak jenis ilmu yang dipelajari seseorang, melainkan berdasarkan sifat adigang, adigung, adiguna dalam diri si pemiliknya.

Ilmu kharomah adalah kekuatan khusus yang dimiliki para wali. Kharomah adalah turunan dari mukjizat. Bedanya, mukjizat diturunkan kepada Nabi dan Rosul dan tidak bisa dipelajari manusia biasa, sedangkan kharomah adalah ilmu yang diturunkan kepada para wali karena keimanannya kepada Tuhan.

Kharomah tak memerlukan khodam melainkan kekuatan atas izin Allah, yang muncul saat dibutuhkan dan tidak berfungsi apabila digunakan menggunakan nafsu atau untuk gagah-gagahan. Kharomah bisa dipelajari bagi mereka yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, bisa melalui zikir atau doa-doa khusus. Untuk itu, hanya orang-orang terpilih (ahli zikir) yang dihinggapi kharomah.

Dulu, ketika masih baru mempelajari ilmu kharomah dari guru di Jombang, saya pernah menemui ilmu teluh (santet) yang menggunakan ayat-ayat suci Alquran sebagai sarana. Saat itu, kebetulan guru saya dimintai tolong oleh seseorang. Saya dan beberapa teman diajak guru saya itu untuk mengambil atau melebur ilmu ghaib yang memagari rumah orang tersebut agar kembali normal.

Sebelumnya, si empunya rumah harus disembuhkan dulu dari pengaruh ghaib ilmu teluh dan memagarinya. “Biasanya pagar ghaib yang dikirim si dukun teluh berwujud pocong. Isinya macam-macam, ada yang dari tanah makam, paku, kapas dan lain sebagainya, yang dibungkus dengan kain mori (kafan). Di dalam, pasti diselipkan kertas bertuliskan nama orang yang di teluh, bisa dengan huruf arab atau huruf Jawa. Bahkan ada yang menyertakan penggalan ayat Alquran.

Bagi dukun teluh yang melambari ilmu santetnya itu dengan ayat Alquran, apa itu disebut ilmu putih? Jelas tidak. Sebab, bagi mereka (penganut ajaran sesat) yang menggunakan ayat-ayat suci Alquran untuk kejahatan, sesungguhnya itulah yang disebut ilmu hitam. Pun begitu juga sebaliknya.

Ada banyak orang yang menjalani lelaku nyeleneh, tapi memanfaatkan ilmu yang didapat itu untuk kebaikan dan menolong orang. Misalkan meminta bantuan (khodam) jin atau makhluk halus lainnya. Namun, lelaku jenis ini, bisa mengarahkan pada kesyirikan atau penyekutuan terhadap Tuhan sang Maha Tunggal.

Misalnya, ada orang yang lelaku di makam Maling Cluring di Mojokerto. Mereka menjalani ritual berharap mendapatkan sesuatu dari makam tersebut, kemudian bisa mempelajari ilmu kesaktian dari Maling Cluring, yang bisa menghilang dan terbang di bulan. Tapi ilmunya itu bukan untuk kejahatan, bukan untuk gagah-gagahan dan menakut-nakuti atau tidak menggunakan ilmunya sebagai teluh atau santet, maka ilmunya itu bisa dikategorikan ilmu putih.

Mohammad Toif, yang juga satu guru dengan pernah mengatakan kepada saya: hitam dan putih itu ada dalam diri seseorang. Antara kebaikan dan kejahatan dalam diri seseorang itulah yang mempengaruhi prilaku. “Sebelum mempelajari ilmu, pondasi agama itu yang sebenarnya harus dibangun. Karena tanpa itu, ilmu yang dipelajari bisa membawa seseorang pada kegelapan. Bagian itu yang paling suli.

Bagi mereka yang ahli zikir, tanpa harus mempelajari ilmu yang aneh-aneh, sesungguhnya itulah ilmu kesaktian yang luar biasa. Ucapan si ahli zikir, seperti sapta pandita ratu, ucapannya seperti hukum yang direstui alam dan ucapannya adalah doa mujarab. Jika dia sudah berkata-kata maka terjadi-terjadilah, seperti ucapan para wali Allah. Biasanya para ahli zikir ini selalu menjaga sikap dan perkataan, karena mereka selalu menyadari ucapannya bisa membawa malapetaka. Inilah kesaktian yang hakiki yang datang atas seizin Allah.

Kewibawaan para ahli zikir ini juga luar biasa. Ketika akan dijahati orang, kebanyakan mereka (orang yang ingin berbuat jahat) menjadi gentar hanya dengan menatap sorot mata si ahli zikir. Maka dia bisa dikategorikan orang sakti.

Lantas bagaimana dengan si pencuri kepala mayat di Cilacap, Jawa Tengah yang ingin menjadi sakti mandra guna? Untuk mempelajari ilmu, ada banyak cara. Nah, cara seperti itu (mencuri mayat) yang salah, karena melanggar hukum. Seperti halnya kasus Sumanto yang memakan mayat. Tapi itu perjanjian antara dia dengan setan, jin atau sebagainya, yang menjadi syarat untuk menjadi digdaya. Jelas ini mengantarkan pada kesyirikan.

Toif yang kini mempelajari ajaran ketauhidtan pasca-wafatnya gurunya mengatakan, untuk mempelajari ilmu kesaktian menggunakan khodam jin, tidak harus melanggar hukum, yaitu dengan mencuri mayat.

Zaman dulu banyak orang sakti, bisa menghilang dan bisa terbang, bahkan tidak mempan oleh senjata tajam. Atau bisa hidup kembali setelah dibunuh, karena mempelajari rawa rontek. Mereka mempelajari itu dengan lelaku, tapa brata puasa 40 hari 40 malam atau sebagainya.

Seperti kisah Sarip Tambak Oso semasa pendudukan Belanda. Saat itu pemuda Sarip yang tinggal di Tambak Oso, Waru, Sidoarjo selalu hidup kembali setelah ditembak tentara Belanda. Sarip hidup kembali setelah diminta ibunya untuk bangun, karena belum waktunya mati. Sarip memiliki ilmu itu, karena selalu menghormati ibu yang melahirkannya. Ini bukti, ilmu tidak harus dipelajari dengan cara melanggar hukum.

Sementara di tengah peradaban zaman, ilmu supranatural ternyata masih relevan. Karena menurut Toif, ada fisika pasti ada metafisika. Artinya, antara kehidupan nyata, selalu ada persoalan ghaib. Ada masalah-masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan nalar manusia, meski di zaman internet. Dan bagi mereka yang mengerti akan mengembalikan segala sesuatu pada yang ghaib.

Bagi ahli zikir akan mengembalikan pada sang pencipta, bagi orang yang menguasai ilmu yang lain, akan melakukan dialog dengan cara ghaib.

Misalnya dengan saudaranya (ari-ari), atau biasa disebut kakang kawah adi ari-ari dalam ilmu Jawa. Bagi orang yang mempelajari ilmu ini, dia bisa memecah raga menjadi dua bagian. Ya cara gampang, kalau kita lihat Sinetron Kian Santang, kita bisa melihat Prabu Siliwangi berdialog dengan wujudnya yang lain, seperti itulah ilmu kakang kawah adi ari-ari @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 24 Komentar

WAWASAN BUDAYA MISTIK


KERIS KYAI NAGA SILOEMAN MILIK PANGERAN DIPONEGORO: IBU DARI SEGALA PUSAKA JAWA

diponegorofirst

Pada saat Diponegoro ditangkap, keris itu disita Belanda. Menurut Werner Kraus dalam buku Raden Saleh, interpretation of the Arrest of Diponegoro, sebelum dikirim ke Belanda, keris pusaka itu ditunjukkan kepada salah satu panglima Diponegoro, Sentot Alibasha. Sentot membenarkannya dengan tanda tangan dan catatan dalam huruf Jawa.

Keris itu dikirim ke Raja Willem 1 di Belanda. Rupanya, sang raja tidak tertarik dengan ibu dari segala pusaka di Jawa itu. Di samping, sang raja harus menghadapi persoalan pemberontakan Belgia. Dia mengirim pusaka itu ke Koninklijk Kabinet van Zeldsaamheden, kabinet untuk pusaka-pusaka.

Direktur kabinet van de Kasteele tidak bisa membaca catatan Sentot. Tetapi dia butuh teks untuk katalog. Dan satu-satunya orang Jawa yang bisa membaca catatan Sentot itu di Belanda adalah Raden Saleh!

Saleh menulis catatan kecil tentang ibu dari pusaka Jawa itu pada 17 Januari 1831: Kyai berarti Guru. Seseorang yang menjadi bagian dari penguasa disebut demikian. Nogo adalah ular mistis yang dipercaya memakai mahkota. Siloeman, selalu dihubungkan dengan kepercayaan atas kekuatan supranatural, seperti membuat diri sendiri tidak terlihat. Nama keris Kyai Nogo Siloeman mempunyai arti, apabila memang memungkinkan untuk diterjemahkan mengingat betapa luar biasanya pengaruh keris ini, Raja Naga berkekuatan magis.

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Raden Saleh, anak muda Jawa yang berada ribuan kilometer dari asal usulnya menyaksikan ibu dari segala pusaka di Jawa, Kyai Nogo Siloeman. Saat ini, keris itu sudah tidak ada lagi di Belanda. Apakah keris itu kembali sendiri ke Jawa, atau dipinjam oleh Raden Saleh, masih jadi misteri?

misteri-keris-kyai-nogo-siloeman-milik-pangeran-diponegoro KWAYang jelas masih ada hingga sekarang adalah lukisan “Penangkapan Pangeran Diponegoro”. Lukisan yang aslinya bernama “Lukisan Bersejarah, Penangkapan Pemimpin Jawa Dipanagara” itu disimpan di Istana Merdeka, Jakarta. (sumber link terkait Raden Saleh) @@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 4 Komentar

SHOLAWAT BADAR


SHOLATULLAH SALAMULLAH ‘ALA THOHA ROSULILLAH

SHOLATULLAH SALAMULLAH ‘ALA YAASIIN HABIBILLAH

TAWASALNAA BIBISMILLAH WA BIL HADI ROSULILLAH

WA KULLI MAJAHID FILLAH  BI AHLIL BADRI YA ALLAH

ARTI:

Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Thaha Rasulullah

Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Yasin Habibillah

Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan pemberi petunjuk, Rasulullah

Dan dengan seluruh orang yang berjihad di jalan Allah, serta dengan ahli Badr, ya Allah.

Kutipan di atas adalah sholawat badar, lengkapnya sebagai berikut:

shalawat badar

Bagi Warga NU, termasuk Muslimat pasti tidak asing dengan berbagai bacaan shalawat nabi yang beraneka ragam. Mulai dari shalawat nariyah, shalawat burdah, shalawat munjiyat, shalawat   kamaliyah, shalawat kubro, shalawat badar, hingga shalawat badawiyah.

Salah satu sholawat adalah sholawat badar yang merupakan pernghormatan, pujian, pengakuan dan rasa syukur bagi para Syuhada perang Badar. Hal seperti ini dilakukan pula di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sholawat ini adalah hasil karya dari ulama kita yaitu Kiyai Ali Manshur, yang merupakan cucu Kiyai Haji Muhammad Shiddiq, Jember. Oleh itu, Kiyai `Ali Manshur adalah anak saudara/keponakanKiyai Haji Ahmad Qusyairi, ulama besar dan pengarang kitab “”Tanwir al-Hija” yang telah disyarahkan oleh ulama terkemuka Haramain, Habib `Alawi bin `Abbas bin `Abdul `Aziz al-Maliki al-Hasani, dengan jodol “Inarat ad-Duja”.

Diceritakan bahwa asal mula karya ini ditulis oleh Kiyai `Ali Manshur sekitar tahun 1960an, pada waktu umat Islam Indonesia menghadapi fitnah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketika itu, Kiyai `Ali adalah Kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi dan juga seorang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di situ.

Keadaan politik yang mencekam saat itu dan kebejatan PKI yang merajalela membunuh massa, bahkan banyak kiyai yang menjadi mangsa mereka, maka terlintaslah di hati Kiyai `Ali, yang memang mahir membuat syair `Arab sejak nyantri di Pesantren Lirboyo Kediri, untuk menulis satu karangan sebagai sarana bermunajat memohon bantuan Allah SWT untuk meredam fitnah politik saat itu bagi kaum muslimin khususnya Indonesia.

Dalam keadaan tersebut, Kiyai `Ali tertidur dan dalam tidurnya beliau bermimpi didatangi manusia-manusia berjubah putih – hijau, dan pada malam yang sama juga, isteri beliau bermimpikan Kanjeng Nabi s.a.w. Setelah siang, Kiyai `Ali langsung pergi berjumpa dengan Habib Hadi al-Haddar Banyuwangi dan menceritakan kisah mimpinya tersebut. Habib Hadi menyatakan bahwa manusia-manusia berjubah tersebut adalah para ahli Badar. Mendengar penjelasan Habib yang mulia tersebut, Kiyai `Ali semakin bertekad untuk mengarang sebuah syair yang ada kaitan dengan para pejuang Badar tersebut.

Kyai `Ali menjalankan penanya untuk menulis karya yang kemudiannya dikenali sebagai “Sholawat al-Badriyyah” atau “Sholawat Badar”.maka terjadilah hal yang mengherankan keesokan harinya, orang-orang kampung mendatangi rumah beliau dengan membawa beras dan bahan makanan lain. Mereka menceritakan bahwa pada waktu pagi shubuh mereka telah didatangi orang berjubah putih menyuruh mereka pergi ke rumah Kiyai `Ali untuk membantunya kerana akan ada suatu acara diadakan di rumahnya. Itulah sebabnya mereka datang dengan membawa barang tersebut menurut kemampuan masing-masing. yang lebih mengherankan lagi adalah pada malam harinya, ada beberapa orang asing yang membuat persiapan acara tersebut namun kebanyakan orang-orang yang tidak dikenali siapa mereka.

Menjelang keesokan pagi harinya, serombongan habaib yang diketuai oleh Habib `Ali bin `Abdur Rahman al-Habsyi Kwitang tiba-tiba datang ke rumah Kiyai `Ali tanpa memberi tahu terlebih dahulu akan kedatangannya. Tidak tergambar kegembiraan Kiyai `Ali menerima para tamu istimewanya tersebut. Setelah memulai pembicaraan tentang kabar dan keadaan Muslimin, tiba-tiba Habib `Ali Kwitang bertanya mengenai syair yang ditulis oleh Kiyai `Ali tersebut. Tentu saja Kiyai `Ali terkejut karena hasil karyanya itu hanya diketahui dirinya sendiri dan belum disebarkan kepada seorangpun. Tapi beliau mengetahui, ini adalah salah satu kekeramatan Habib `Ali yang terkenal sebagai waliyullah itu.

Tanpa banyak bicara, Kiyai `Ali Manshur mengambil kertas karangan syair tersebut lalu membacanya di hadapan para hadirin dengan suaranya yang lantang dan merdu. Para hadirin dan habaib mendengarnya dengan khusyuk sambil menitiskan air mata karena terharu. Setelah selesai dibacakan Sholawat Badar oleh Kiyai `Ali, Habib `Ali menyerukan agar Sholawat Badar dijadikan sarana bermunajat dalam menghadapi fitnah PKI. Maka sejak saat itu masyhurlah karya Kiyai `Ali tersebut.

Selanjutnya, Habib `Ali Kwitang telah mengundan para ulama dan habaib ke Kwitang untuk satu pertemuan, salah seorang yang diundang diantaranya ialah Kiyai `Ali Manshur bersama pamannya Kiyai Ahmad Qusyairi. Dalam pertemuan tersebut, Kiyai `Ali diminta untuk mengumandangkan Sholawat al-Badriyyah gubahannya itu. Maka bertambah masyhur dan tersebar luaslah Sholawat Badar ini dalam masyarakat serta menjadi bacaan populer dalam majlis-majlis ta’lim dan pertemuan. Maka tak heran bila sampai sekarang Shalawat Badar selalu Populer. di Majelis Taklim Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi sendiri di Kwitang tidak pernah tinggal pembacaan Shalawat Badar tersebut setiap minggunya.

Shalawat badar adalah diantara shalawat yang paling popular di kalangan warga NU. Shalawat yang berisi puji-pujian  kepada Rasulullah SAW dan para mujahidin, khususnya para pejuang Badar ini bisa dibilang selalu dibaca dalam majelis taklim, forum pengajian dan istigotsah yang dislenggarakan oleh warga nahdiyyin. Shalawat Badar banyak sekali hikmah dan faedahnya, diantaranya bisa menjadi sumber kekuatan untuk memohon pertolongan Allah, serta  washilah kepada Rasulullah SAW sebagai manusia paling dikasihi oleh Allah SWT.

Keistimewaan shalawat badar tak hanya pada syair teks dan maknanya yang sangat sakral, tetapi juga terdapat pada ikatan historis dengan warga NU. Tak heran shalawat badar seolah menjadi  “lagu wajib” bagi warga NU.
Bahkan, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa pada Raker Pengurus PP Muslimat NU di Jakarta (19/10/2012) mengumumkan bahwa shalawat badar wajib dibaca untuk mengiringi pembacaan ayat suci al-Quran di setiap kegiatan seremonial Muslimat. Saking sakralnya, Muslimat akan memasukkan shalawat badar dalam peraturan Organisasi Muslimat NU.

@@@

Berbagai sumber terkait.

Categories: SHOLAWAT BADAR | 8 Komentar

SADAR WAHAI KERBAU !!! BAHLUL !!!


Judul di atas adalah kutipan dari komentar pembaca blog KWA dengan pake nama id Kyai Bujug Buneng. Ya, substansinya mungkin perlu kita renungkan… tapi sayang, ada kalimat yang kelewatan dengan menyebut  kita dengan sebutan KERBAU BAHLUL dll.

Seandainya, ini seandainya lho ya.. bahwa apa yang disampaikan melalui kritik dan masukannya itu ada benarnya dalam arti dia benar-benar berniat menegakkan kebenaran yang hakiki dengan menyuarakan kalimah Allah SWT maka pikiran saya tentu campur aduk dan merasa heran. Kenapa heran? Ya heran.. masak mulut orang bijaksana dan benar koq begitu. Apalagi menyebut kita ini dengan sebutan binatang?

Jelas siapapun tiada hak untuk memanggil kita semua dengan nama-nama hewan. Tentu saja siapapun tidak boleh sembarangan menyebut kita dengan sebutan menjijikkan tersebut.  Bukankah kita ini semua makhluk ciptaan Allah SWT, dan pantaskah makhluk Allah SWT dengan sebutan KERBAU? Untung saja, kita kita ini tidak hanya punya satu kesabaran, tapi dua, tiga, empat, seratus, seribu atau sejuta kesabaran membaca tulisan orang yang lagi emosi. 

Kalau saya pribadi, mungkin..ini mungkin lho ya… beliau ini punya sense of humor, sehingga menyebut kita dengan sebutan kotor, misalnya kerbau, si musrik dll, bibir saya malah tersenyum dan secara pribadi nggak masalah kita disebut dengan sebutan apapun karena sudah terlalu sering mendapatkan yang lebih buruk dari ini. Bagi saya, pisu-pisuan, tuduhan atau sebutan sejelek apapun adalah tanda cinta seseorang kepada saya.

Btw, saya tetap mengucapkan terima kasih karena dengan masukan mu ini, ilmu kesabaran saya semakin terasah. Semoga kamu juga akan bisa mendapatkan hikmah masukan berupa kesabaran ketika orang lain menyebutmu dengan sebutan kasar bin kotor. Engkau tidak perlu membalasnya dengan perlakuan yang lebih kotor. Engkau tidak perlu berpikir bahwa ini negara hukum dimana setiap orang berhak MEMBELA dirinya dengan pasal PENCEMARAN NAMA BAIK. Itu sebabnya engkau tidak perlu membuka siapa nama aslimu dan dimana alamatmu?

Mungkin ada satu kalimat yang dipercaya banyak orang: Bukankah yang keluar dari mulut kita berasal dari hati kita? Kalau yang keluar dari mulut kita adalah sampah, tentu itu berasal dari hati sampah. Kalau yang keluar itu madu maka sumbernya madu pula.  Salam Paseduluran.  Salam asah asih dan asuh.

 

@wongalus,2013

 

KOMENTAR DI BLOG KWA …

Kyai Bujug Buneng

82.145.217.142

[b]IP Address:[/b] 82.145.217.142
[b]Organization:[/b] Opera Mini Proxy
[b]City:[/b] n/a
[b]Country of Origin:[/b] Europe

Legend of KWA, Perang Gaib yang … Hahahahhahahaahha… Share ilmu yang … Mmmppphhh.. Hahhahahaha.. Maaf, saya cuma geli. Urban legend, iya. Katanya.. Katanya.. Katanya.. Di sini semua katanya..

Misal: Sesepuh A bilang bahwa katanya gurunya, yaitu Syaikh Bahlul bin Goblok bin Tolol, khodamnya surat Al Ikhlas itu Bang Rojak, Bang Toyib dan Bang Somad.

Sesepuh B bilang bahwa khodamnya surat Al Ikhlas itu Bang Rojak, Bang Jali dan Bang Abdul

Nubie C bingung…

Sesepuh D menengahi.. Itulah indahnya perbedaan.

Saya bantah: Al Ikhlas dalam Quran yang dicetak di Kairo itu persis sama dengan Al Ikhlas yang dicetak di Bandung. Kalau beda huruf sebiji saja, dipastikan yang satu SALAH. Karena al Quran itu pasti benar, jadi ngga mungkin beda Quran cetakan sini ama cetakan sana. Yang beda dari yang BAKU, Pasti segera ditarik dari peredaran. Nah.. Mengenai, konon katanya, khadamnya.. pendapat para “guru” nya para “sesepuh” beda2.. Mana yang mau dipakai sebagai rujukan? TIDAK ADA. Karena nama2 khadam itu hasil ngibul, jadi beda-beda.. Ngga ada rujukan BAKUnya. Ilmu yang seperti ini mau Anda pelajari? Silakan pikir dan timbang2 sendiri.. kecuali otak Anda kelewat overload dengan hapalan mantera hasil “ngarang” dan “menghayal” para “sesepuh” di sini sehingga ngga bs dipakai berpikir..

Aku meliat banyak kebo dicucuk idung. Racun mayat lah, iblis lah, dipake Nabi lah.. Asma Saefi Penghancur yang dipake nabi lah. Kalau Rasulullah dan nabi-nabi serta rasul-rasul sebelumnya ingin menghancurkan musuh, mereka bawa perisai, bawa pedang, perang. Bukan baca mantra2 bodoh begini. Baca sejarah, hai bahlul!!!

Gigi Rasul patah dalam perang, Sayyidina ‘Ali pernah kena panah.. Sahabat2 Rasul luka2, sebagian cacat dan sebagian syahid dalam perang. Ada mereka baca mantera, jampi2 dan serapah sihir bualan seperti itu?? TIDAK PERNAH. Demi Allāh mereka tidak pernah begitu, tidak seperti si musyrik yang mengajar dan menyebarkan ini.

Itu yang menulis tulisan arab gundul mengerti nahwu sharaf? Jangankan itu, mengajipun kau belum lurus. Lantas kau mengajar bualan tahi kerbau ini kepada kerbau2 dungu di sini?

Denger wahai kau yang mengaku keturunan habib namun mengajari ini. Terkutuk kau!! Merugi ibumu mengandungmu dan hina bapakmu karena berputra kau. Kau keluar dari agama Datukmu (shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam) seperti panah lepas dari busurnya, dan kau sesatkan pengikut Datukmu (shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam). Pembual sepertimu, si bodoh besar sepertimu, la’natullah ‘alayka, akan dibalas Allāh.

SADAR WAHAI KERBAU !!! BAHLUL !!! Lihat di sini dulu ada perang gaib, kononnya, tapi mana hasilnya ??? Masih mau mimpi memerangi ISRAEL pakai JAMPI2 ??? Ngga ada yang mati di ISRAEL sana.. Lo perang sama bantal guling lo sendiri, sambil ngiler, dan semua saling membual ttg ilmu2 tong kosong. Kalo ada ilmu yang hebat banget, santet dll, coba BIKIN PM ISRAEL kudisan aja mukanya. Atau panuan. Ga usah ngimpi bikin mampus. Yang katanya pernah wisata alam gaib, atau si Halilintar dan temen mimpinya Hongmankim yang katanya pernah ke langit, coba bikin bajingan itu PANUAN.. Saya sudah tau Anda2 akan diam, atau mengabaikan, ATAU BERLAGAK BIJAK BAHWA HAL ITU GA PENTING, ATAU MENGALIHKAN BAHASAN AGAR SAYA TIDAK EMOSI, BAHWA PERBEDAAN PNDAPAT ITU INDAH dll yang tidak ada kaitannya dengan tantangan saya. Faktanya, Anda cuma membual dan tidak bisa apa-apa.

Semua yang berlagak sesepuh, pini sepuh, share ilmu tong kosong di sini.. BANGUN !!! Ini blog pembodohan nomor satu di INDONESIA, yang diisi pemuja klenik bermental mistik, dukun wannabe dan paranormal abnormal. BANGUN, CEBOK, MANDI dan please, berhentilah membual seperti sekarang.

Bujubuneng!!! Pengalaman yang make ASR ini gitu2 aja ya.. Cuma jadi pawang hujan. Ampunnn.. Kibarin aja kolor alias celana dalam kalo mau jadi pawang hujan!!!

Entah dari mana ASR ini menggila betul. Mana dalilnya yang mengatakan ini dari Khidr? Itu Inna quwatih nakaban ntah hapa2. Kalau gue ngarang ada Asmak Bedol Rajeh, bacaannya INNA QUwWAT QUWWATIN BARGHADANG MALAM BANGUNNYAA SIYANG lo semua pada amalin juga apa?? Yang bilang diijazahi oleh guru yang katanya diijazahi lagi oleh guru atau mbahe.. Dst sampe ke Khidr, gue nanya.. Itu NATAH bacanya NAT-AH atau NA-TAH?? “H”-nya seperti “H” pada Allāh atau “H” pada rahim? “T”-nya seperti “T” pada Tabligh atau “T” pada Turisinin?

Sekedar tau aja, di KWA ini ada keluar ASR versi Langit Rajeh lah, sampai ke Iblis-Neraka ntah hapa2.. Yang katanya dibaca Iblis blablabla, dipakai para nabi blablabla. Khurafat betul.

Itu yang qabiltu2, Anda semua pernah pikir bagaimana seandainya bacaan Anda itu menyeru Iblis, atau memaki Allāh? Kalau ada yang bilang itu bahasa Suryani lah, segala macam, saya tanya, apa artinya? Siapa di blog ini yang bisa berbahasa Suryani? Ayo ajari saya atau saya ajari. Beginilah ketika Anda menjadikan orang dungu tapi berlagak alim jadi guru Anda, Anda dibodohi dan menurut seperti kerbau dicucuk hidungnya.

Gue btw capek baca artikel di sini soal amalan ketemu raja jin. Haduh.. Ni gue kasi tau ye..

Gue itu Raja dirajanya raja-raja Jin. Paham ga! Gue the only one. Itu Kandiyas sama Muhammad Asyari Bagdadi itu sungkem sama gue kalo ketemu, tau? Mereka itu kaya’ Bupati gitu loh.. Di atas mereka masih ada Gubernurnya lagi. Itu yang paling tuir di Kalimantan itu Gubernur.. yang di laut Selatan itu juga Gubernur.. Yang di Merapi itu Gubernur.. yg di semenanjung Balkan ribut2 sama laut selatan itu juga Gubernur. Belom rajanya. Di atas mereka2 itu ada yang bener rajanya jin, jumlahnya.. kasi tau ngga ya? Mereka semua anak2 buah gue, penguasa2 udara. Mereka ini kalo kelahi udah lumayanlah, lepel2 malaekat lah. Kalo gue ya maennya sama malaekat2 yg lebih tinggi lg maqomnya.. Model Mikail alias Michael gitu..

Udah paham belom loe pade? Jadi please, sebelom ngomong, kroscek dulu sama UKRDJ (Unit Kerja Raja Diraja Jin) bidang Hubungan Publik dan Media.. Supaya artikel2 di sini ngga ngawur, ngga sok tau dan ngga fitnah gitu loh. Wokeh? Raja Jin

Asmak Banjali versi Betawi….. Saya berniat mengijazahkan Asmak Banjali versi Betawi. Asmak Banjali versi Betawi konon adalah Asmak yang sangat dahsyat powernya untuk berbagai kegunaan dan hajat hidup Anda. Mohon tidak disalahgunakan.

Dengan ini, saya Djawara Betawi secara tulus ikhlas mengijazahkan Asmak Banjali versi Betawi secara lengkap dan sempurna kepada poro wong alus dan siapapun yang ingin mengamalkannya. Semoga barokah, amin.

1. Asmak Banjali versi Betawi Cukup dibaca 1x pada saat ada hajat atau hajatan. Asmak ini dibaca pada tempat yang ramai dan dihadiri oleh banyak orang;

2. Saat dibaca, badan akan bergerak sendiri seperti silat secara otomatis karena karomah Asmak.. Biasanya dapat gerakan akan menular sehingga orang lain pun akan ikut bergerak;

3. Kaedah sebelum membaca Asmak:
– Membaca Basmalah;
– Membaca salam (Assalamu’alaikum) kepada yang hadir, baik yang zahir maupun yang batin, kepada yg hidup maupun para arwah kaum Muslimin
– Membaca Hamdalah 1x
– Membaca Syahadat 1x
– Membaca Salawat 1x
– Minta izin kepada hadirin untuk membaca Asmak Banjali

4. Kemudian bacalah Asmak Banjali sebagai berikut dengan suara lantang/keras:

Banjali Banjali orang yang terlanjur kaya
Banjali Banjali terkenal sedunia
Banjali Banjali suka goyang hobinya
Banjali Banjali bagi dong sawerannya

Banjali banyak uang orangnya yang dermawan
Banjali ayo goyang sampai pagi asal tahan
Banjali memang tampan wajahnya yang rupawan
Banjali ayo goyang sampai pagi asal tahan

Banjali Banjali orang terlanjur kaya
Banjali memang baik hatinya..

Banjali banyak uang orangnya yang
dermawan
Banjali ayo goyang sampai pagi asal tahan

Banjali Banjali orang terlanjur kaya
Banjali memang baik hatinya

Kyai Bujug Buneng

@@@

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

5 YEARS LEGEND OF KWA: MILAD KWA KELIMA, APRIL 2014


Assalamu alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

Dengan Hormat,

Kepada Pendiri KWA, para Pinisepuh, Sesepuh, Senior dan anggota KWA yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Dalam rangka memperingati 5 tahun berdirinya Kampus Wong Alus (KWA) akan diadakan kegiatan Bakti Sosial dari seluruh civitas akademika KWA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat umum dan sekitarnya. Adapun kegiatan bakti Sosial ini akan diadakan pada  :

Hari / Tanggal :  Sabtu – Minggu, 19 – 20  April  2014

Waktu :  Pukul  07:00 – 17:00  WIB  (Bakti Sosial)

Pukul  21:00 – 03:00  WIB  (Pengijasahan)

Tempat :  Pantai Parang Kusumo, Yogyakarta,  Jawa Tengah

Bakti Sosial ini meliputi kegiatan  :

  1. Silaturahmi Nasional KWA seluruh Indonesia
  2. Donor Darah
  3. Konsultasi Supranatural semua masalah (rejeki, pengasihan, keselamatan, kekebalan, dll) oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  4. Pengisian energi ke benda-benda pusaka (keris/tombak, dll)
  5. Pelatihan singkat Kepekaan Diri
  6. Pengijasahan Keilmuan secara langsung oleh para alumni private paranormal KWA, para sesepuh KWA dan para Relawan
  7. Wisata Alam Gaib
  8. Pembubaran acara silaturahmi Nasional KWA

Adapun susunan kepanitiaan untuk kegiatan bakti sosial ini  :

Penanggungjawab          :  Ki Wong Alus/Muhammad Wildan

Ketua Panitia          :  Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu PenanggunganSekretaris                      :  …..

Bendahara                     :  …..

Seksi  Sponsorship          :  Semua alumni program privat diharapkan mencari sponsor untuk pembuatan kaos Alumni dan Sesepuh KWA

Seksi  Perlengkapan        :

Wa’ Kasan Mbhelink

Arya Kusuma Yudha

Anggota forum wirid kamis

Seksi  Acara                    :  Anyabrea Valentine

Seksi  Humas                  :  Muhammad  Yasin

Seksi  Donor  Darah        :  Anom  Mursalim

Seksi  Desain  dan  Produksi  Kaos  Panitia  :  Arya Kusuma Yudha

Seksi  Banner                 :   Wa  Kasan  Mbelink   Erik  Widodo

Pembuatan  Susunan Panitia  dan  Susunan  Acara     :  Dedy  Suhendar

Demikianlah proposal ini kami buat. Besar harapan kami agar acara ini dapat berjalan dengan lancar.

Wassalamu Alaikum Warohmatullahu Wabarokatuh.

Jakarta,  7  Januari  2014

Ttd.

(Ki Ageng Bayu Penanggungan)

————————————————————–

Untuk masyarakat umum dan anggota KWA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan mengikuti acara HUT KWA di pantai Parang Kusumo tanggal 19 – 20 April 2014 dapat mengikuti acara “Go West” bersama panitia HUT KWA.

Tanggal Pemberangkatan     :  18  April  2014

Waktu    :  Pukul  15.00  WIB

Kendaraan    :

Kendaraan Elf (15 seat) atau

Medium Bus (29 seat)

Titik  Pemberangkatan   :  Halte  Bis  Cawang Bawah (seberang gedung Wijaya Karya)

Jl. D.I. Panjaitan, Jakarta Timur

Biaya    :  Rp  350.000/orang

Jika berminat mengikuti acara “Go West” dapat menghubungi Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan di nomor 0877 7557 3775.

N B  :

Mengingat tanggal 18 April itu hari Jum’at dan merupakan hari libur nasional (wafat Isa Al Masih) yang berdekatan dengan hari minggu, maka diperkirakan arus mudik dari Jakarta akan padat mulai hari kamis malam. Oleh karena itu pemesanan kendaraan akan dilakukan 4 minggu sebelum hari H (21 Maret 2014). Karena tempat di kendaraan terbatas, siapa yang cepat dia yang akan mendapatkan kursi. @@@

PANITIA MEMBUKA DIRI KEPADA SIAPA SAJA UNTUK MEMBERIKAN KONTRIBUSI/SUMBANGAN/DONASI DALAM BENTUK APAPUN UNTUK MENSUKSESKAN ACARA TERSEBUT. TERIMA KASIH.

SILAHKAN KONTAK KAMI:
Anyabrea Valentine/Ki Ageng Bayu Penanggungan di nomor 0877 7557 3775.

Categories: 5 TAHUN KWA | 50 Komentar

PENGALAMAN MENARIK BENDA-BENDA GOIB


Wongalus

TANYA: Assalamualaikum, bagaimana cara narik benda-benda goib misalnya pusaka, batu-batu akik, uang, dll?

JAWAB: Waalaikumsalam. Pertanyaan seperti ini adalah kesekian kali, entah sudah puluhan, atau mungkin ratusan kalinya masuk ke email/sms saya. Memang banyak amalan menarik benda pusaka yang diijasahkan di blog KWA, namun masih banyak yang gagal dalam mempraktekkannya. Muncul pertanyaan, apakah amalannya yang salah? Ataukah orang yang mempraktekkannya yang tekniknya kurang benar atau bagaimana? Inilah yang akan kita akan jelaskan kepada saudara pembaca KWA.

Yang pertama-tama harus anda miliki sebelum menarik benda goib adalah anda harus memiliki banyak energi magnet dari dalam diri anda. Energi magnetik ini bisa kita dapatkan apabila kita memperbanyak dzikir dan wirid. Kita ketahui untuk menarik benda-benda goib maka mau tidak mau kita sedang mengerjakan sesuatu kegiatan yang bersinggungan dengan dimensi jin, baik menarik benda goib ke alam nyata, menanggulangi orang kesurupan jin ataupun usaha penyembuhan orang sakit akibat gangguan jin, maka orang tersebut berarti sedang berhadapan dengan kekuatan jin.

Supaya pekerjaan itu tidak salah langkah dan berhasil sesuai yang diinginkan, maka tahap pertama yang harus dilakukan sebelum praktek, adalah tahap persiapan. Persiapan itu berupa mengkondisikan diri untuk bisa mendapatkan kekuatan yang didatangkan Allah SWT. kepada hamba-Nya yang disebut atau kekuatan/kekuasaan penolong dari Allah SWT.

QS.al-Isro’ ayat 80 menyebutkan sebagai berikut: WAQUL RABBI ADKHILNII MUDKHALA SHIDQIN WA-AKHRIJNII MUKHRAJA SHIDQIN WAIJ’AL LII MIN LADUNKA SULTHAANAN NASHIIRAAN Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

Kekuatan penolong itu adalah kemampuan pribadi/power yang dianugrahkan Allah SWT. kepada hamba-Nya sebagai buah atau hadiah perilaku dan ibadah yang dilakukan. Kekuatan/Power didapatkan dari jerih payah dan latihan ruhani/riyadhoh yang dilakukannya baik melalui bimbingan guru atau pun orang yang  lebih dulu memahami atau mengalaminya. Nah, inilah yang perlu dilakukan, sekali lagi, yang perlu anda lakukan adalah melatih diri dengan tekun dan tidak mudah menyerah.

Adalah merupakan sunatullah, hukum alam dan kodrat alamiah bahwa jin memiliki berbagai kelebihan dibanding manusia. Misalnya jin dapat mempengaruhi kesadaran manusia, bisa melihat manusia. Namun demikian, apabila manusia mampu mengkondisikan diri maka dia bisa juga berkomunikasi dengan jin, bahkan bisa mengalahkan power yang dimiliki oleh jin dengan cara mendapatkan bantuan pertolongan energi ilahi.

Contoh benda kayu yang berasal dari goib

Contoh benda kayu yang berasal dari dunia goib

Sebagai seorang yang terus menerus belajar untuk menjadi ahli hikmah/ahli kebijaksanan dan kedalaman ruhani, alangkah baiknya bila kita berupaya agar mendapatkan power dengan cara-cara yang baik misalnya dengan cara:

Tekun melaksanakan mujahadah di jalan Allah dan membaca dzikir/wirid-wirid tertentu yang didawamkan sehingga kita akan mendapatkan warid atau buah ibadah yang didatangkan di dunia. Meskipun pada hakikinya kita tidak boleh menjadikan buah ibadah tersebut sebagai tujuan. Ketika seseorang melaksanakan wirid yang berasal dari bimbingan guru, maka mereka akan menempuh amaliyah thoriqoh yang diyakini, baik dengan dzikir dan wirid-wirid yang didawamkan setiap hari maupun mujahadah dan riyadhoh yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu.

Nah, sudah banyak ilmu/amalan cara menarik benda goib di KWA ini bukan? Pilih yang menurut hati nurani anda sekiranya cocok dan lakukan dengan istiqomah. Jangan mudah menyerah dan bila gagal jangan patah semangat, ulangi-ulangi dan sekali lagi ulangi. Insya allah akan ada hasil bila anda tidak patah semangat. Yang perlu anda tanamkan dalam hati agar tidak gampang menyerah adalah tanamkan dalam hati bahwa niat anda berdzikir adalah untuk MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT.

Buah dari ibadah dzikir yang dilakukan tersebut dalam dunia mistik bisa berupa pendamping dari wirid yang kita laksanakan yaitu dari pendamping/khodam jin (yang baik) atau bisa juga dari khodam golongan malaikat.   Dengan kekuatan itu makhluk jin menjadi takut kepada manusia. Itulah rahasia pertolongan Allah SWT yang diturunkan di dunia.

Pengalaman datangnya benda goib memang aneh. Misalnya ketika duduk di kelas 1 SMP di tahun 80-an, saya mengalami kejadian di luar akal sehat. Suatu ketika keluarga saya dirundung masalah. Ayah dan ibu terlibat hutang yang tidak sedikit. Sebagai anak, mengetahui hal tersebut tentu membuat hati bersedih. Namun apa daya, saya hanya seorang siswa yang belum bisa membantu untuk mencarikan solusi.

Salah satu hobi saya sejak usia kanak-kanak adalah melakukan dzikir/wirid. Dzikir doa apa saja, entah itu basmalah atau asmak-asmak Allah. Nah, pada suatu siang saat pulang sekolah, saya naik colt sambil berdzikir. Saya ingat, saat itu duduk di kursi panjang paling belakang. Tidak ada penumpang di colt itu selain saya. Tiba-tiba entah siapa yang memerintahkan, terdengar suara dari dalam hati agar saya menggerakkan jari-jari tangan ke arah pantat dan merogoh-rogoh sela-sela kursi sandaran colt dan ALLAHU AKBAR…. saya menemukan gelang emas sebanyak 25 gram lebih.

Tanpa pikir panjang, saya berikan gelang emas itu kepada orang tua dan akhirnya gelang emas temuan itu dijual untuk melunasi hutang yang menumpuk. Sebagai tanda sayang orang tua, sisa hasil penjualan gelang emas tersebut saya dibelikan sebuah sepeda “bmx” warna hitam dan dengan sepeda tersebut saya gunakan untuk pergi pulang ke sekolah yang jaraknya sekitar tujuh kilometer.

Pengalaman saya pertama kali melakukan penarikan benda goib di awal tahun 90-an lalu sebagai berikut: saya niatkan dalam hati untuk MENARIK BENDA GOIB dengan cara wirid di sebuah tempat yang sepi, yaitu sebuah gua di pelosok Kabupaten Bantul Yogyakarta. Saya persiapkan diri mental keteguhan hati dan keberanian untuk berada di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian tanpa ditemani oleh siapapun. Di gua, saya melakukan wirid ayat kursi dengan hitungan ribuan. Di hari ketiga riyadhoh, terdengar suara-suara memekakkan telinga seperti orang berteriak-teriak, “tolooooong tolooooong  tolooooong…”

Suara-suara menakutkan tersebut tidak membuat saya bergeming, saya meneruskan wirid. Tanpa diduga dan dinyana…. badan saya berguncang hebat dan sebuah tenaga besar mendorong saya .. tubuh pun akhirnya berguling-guling dan tiba-tiba sebuah benda dilemparkan di depan saya. Nah, begitu saya membuka mata (saya wirid sambil memejamkan mata dan sesekali melek/membuka mata mungkin saking khusyuknya hehe..) ternyata saya melihat sebuah pusaka berjenis mata tombak tanpa landeyan/pegangan.

Selidik punya selidik kenapa jin mau memberikan pusaka ke saya? Setelah saya pikir-pikir, mungkin jin-jin tersebut kepanasan saya bacakan ayat kursi dan daripada tubuh mereka terbakar maka permintaan saya (para jin mengetahui isi hati saya saat itu) dipenuhi. Oalahhh ….

Itulah pengalaman terkait bagaimana sesungguhnya sebuah benda goib itu berwujud nyata dan hadir kepada kita. Ada yang datang secara tidak disengaja dan ada yang memang disengaja kita melakukan penarikan. Pengalaman di waktu lain tentu saja berbeda-beda terkait bagaimana benda goib tersebut datang. Insya allah akan saya ceritakan di lain kesempatan biar pembaca blog KWA tidak jenuh membaca tulisan saya. Oke sedulur? Wassalamualaikum wr wb.

@wongalus,2014

Categories: TANYA JAWAB PENGALAMAN MENARIK BENDA-BENDA GOIB | 54 Komentar

PEMBERIAN GELAR GURU KEHORMATAN KWA


Bismillahirrohmanirrohim, dengan memohon ijin kepada Allah SWT, saya memberikan gelar nama GURU KEHORMATAN KWA kepada:

KI BIMO ANDRA BROJOGUNO
dari kota MEDAN
Phone: 089618860171

agar pemberian gelar ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan kami mohon doa restu agar langkah kami bisa semakin membawa banyak manfaat untuk masyarakat luas. Terima kasih.

ttd

KI WONGALUS

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

STATISTIK BLOG KWA


TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA ATAS DUKUNGAN PEMBACA BLOG KELUARGA KAMPUS WONG ALUS SEHINGGA PADA HARI INI, SELASA 7 JANUARI 2014,  PENGUNJUNG BLOG MENCAPAI SEKITAR 40,772,318 (EMPAT PULUH JUTA TUJUH RATUS TUJUH PULUH DUA TIGA RATUS DELAPAN BELAS) PENGUNJUNG LEBIH DENGAN RATA-RATA 40 RIBU LEBIH PEMBACA PERHARI.

HAKIKINYA, BUKAN BESARAN JUMLAH PENGUNJUNG YANG INGIN KAMI SAMPAIKAN NAMUN SEMATA-MATA INGIN MELAPORKAN PERKEMBANGAN BLOG KWA INI KARENA INI BLOG MILIK ANDA, SEDULUR SEMUA. BERIKUT DATA LENGKAPNYA:

DATA PERHARI:STAT KWA

DATA PERTAHUN/PERBULAN: STAT KWA2

DATA PERMINGGU:STAT KWA3

RANKING DI ALEXA:

alexa kwa

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 22 Komentar

ANEKA MACAM PERTAPA DI HIMALAYA


Sesekali mari kita belajar –agar ada pengkayaan wawasan mistik — dengan membandingkan bagaimana kehidupan para pertapa di pegunungan Himalaya. Pegunungan tertinggi di dunia yang puncaknya ditutupi oleh es abadi tersebut tepat terletak di sebelah utara India dimana aliran sungai suci Gangga bersumber dari sana. Banyak pertapa memilih menetap dan melakukan berbagai pertapaan berat di berbagai sudut pegunungan.

Dalam upayanya untuk mencapai tujuan hidup rohaniah, beberapa umat Hindu memilih jalan monastisisme (sanyāsa). Kaum monastik ini berkomitmen untuk hidup bersahaja, tidak menikah, menjauhi perkara duniawi, dan memusatkan pikirannya pada Tuhan. Rahib hindu disebut sanyāsī, swāmi atau sadhu. Rahib hindhu perempuan disebut sanyāsini, sadhavi, atau swāmini. Mereka sangat dihormati dalam masyarakat Hindu, karena cara hidup mereka yang menghindari sikap mementingkan diri sendiri dan perkara duniawi menjadi inspirasi bagi para kepala rumah tangga yang memperjuangkan renunsiasi mental.

Beberapa pertapa hidup dalam biara/asrama, yang lainnya mengembara dari satu tempat ke tempat lain, menggantungkan hidup pada anugerah Tuhan belaka. Mendermakan makanan atau keperluan lain kepada para sadhu diyakini umat Hindu sebagai suatu kebajikan besar. Para sādhu harus diperlakukan dengan penuh rasa hormat dan welas asih, baik oleh orang miskin maupun orang kaya, orang baik ataupun orang jahat. Mereka juga tidak boleh berbeda sikap terhadap pujian, umpatan, kesenangan, dan penderitaan. Seorang sādhu biasanya dapat dikenali dari pakaiannya yang berwarna jingga. Umumnya para rahib Waisnawa menggunduli kepala mereka kecuali di area kecil pada belakang kepala mereka, sedangkan para rahib Saiwa membiarkan rambut dan janggut mereka tumbuh panjang.

Seorang sadhu biasanya dilarang untuk: memiliki harta benda pribadi kecuali sebuah mangkuk, sebuah cawan, dua setel pakaian dan alat-alat bantu kesehatan semisal kacamata; berhubungan, memandangi, memikirkan, bahkan berdekatan dengan wanita; makan demi kesenangan; memiliki atau bahkan menyentuh uang atau barang-barang berharga lainnya dalam bentuk dan cara apa pun;    menjalin hubungan-hubungan yang bersifat pribadi.

Di pegunugan himalaya, terdapat ashrama-ashrama dan kemah sederhana para yogi, sadhu dan orang suci. Masyarakatnya di dominasi oleh kaum petani kecil dengan kehidupan yang sangat sederhana dan umumnya mereka sangat spiritualis. Para wisatawan, pendaki gunung dan peziarah dengan mudah kita temui setiap harinya terutama di sekitar jalur utama berliku dan terjal yang masih bisa di lewati oleh kendaraan umum.

Pegunungan Himalaya yang dipenuhi oleh para Yogi, Sadhu, Rahib, dan orang-orang suci dari berbagai perguruan dan agama ternyata juga dipenuhi oleh banyak penipu spiritual. Para penipu ini berpenampilan tidak ubahnya seperti halnya orang suci, atau yogi dan mengais rezeki dengan cara menerima santunan dari para peziarah dan tidak segan-segan melakukan tipu muslihat tertentu agar mendapatkan keuntungan material. Tentunya jika kita adalah spiritualis sejati, kita akan dapat membedakan para penipu ini dengan para sadhu suci dengan merasakan ‘getaran spiritualnya’.

1.pegala babaKebalikan dari pada penipu tersebut, ada orang suci yang biasa dipanggil “Pagala Baba” atau orang suci sinting. Pagala Baba tidak memiliki tempat tinggal atau ashram. Satu-satunya harta miliknya hanyalah pakaian yang melekat di badannya. Tingkah Pagala Baba tidak ubahnya seperti orang gila. Kadang-kadang dia berlari kesana-kemari sepanjang sungai Gangga, kadang-kadang memanjat pohon dan bernyanyi dan di saat lain mengejar dan mempermainkan orang yang lewat. Namun sejatinya dia bukanlah orang gila, tetapi dia benar-benar luar biasa dalam Yoga Mistik. Tujuan dia bertingkah seperti itu agar orang-orang tidak mengganggunya dengan berbagai permintaan berkat ini dan itu dari para pelancong dan peziarah.

2.jataliAda lagi Yogi yang menggimbal rambutnya yang sangat panjang dan menggunakan rambut tersebut sebagai jubah penutup badannya yang disebut “Jatadhari Baba”. Jatadhari Baba biasanya sangat jarang berbicara dan tinggal dalam sebuah pondok yang sangat sederhana. Jika ada orang yang datang mempersembahkan makanan dan meminta berkat darinya, biasanya dia akan mngambil satu helai rambutnya, memberikannya kepada orang bersangkutan dan berkata dengan halus; “pekerjaanmu akan terlaksana”.

3.tatDi sebuah gubuk kecil yang serambinya hanya setinggi setengah meter mungkin kita akan menemukan seorang petapa yang hanya mengenakan pakaian dari karung goni, atau dalam bahasa setempat disebut “tat”, sehingga petapa ini sering dipanggil sebagai “Tat Baba”.

Mungkin kita akan bertemu dengan monyet yang menarik-narik baju kita dan menuntun kita ke suatu tempat dengan berbagai bahasa isyaratnya. Monyet tersebut akan menggiring kita ke sebuah pohon dan menunjuk-nunjuk ke arah atas. Jika di atas pohon tersebut terdapat rumah pohon dan menemukan petapa duduk di sana, maka itu adalah “Vrksha Vasi Baba”, yaitu orang suci yang tinggal di atas pohon dalam usahanya melakukan penebusan dosa. Sang peziarah yang melemparkan buah atau makanan ke orang suci tersebut akan membagikan kembali makanan yang diberikan setelah di berkati untuk peziarah, monyet yang menuntun peziarah tersebut dan bagian lainnya barulah dia makan sendiri.

“Ekahari Baba” adalah orang suci yang hanya makan satu kali saja setiap hari dan hanya memakan satu jenis buah-buahan setiap makan. Menurutnya, pikiran kita hanya didesain untuk berpikir satu hal setiap satu satuan waktu, kaki kita hanya bisa berjalan satu arah saja dan demikian juga pencernaan kita akan lebih optimal jika hanya mengkonsumsi satu jenis makanan saja setiap kali makan. Dia mengatakan bahwa mahluk lain selain manusia pada dasarnya hanya memakan satu jenis makanan saja setiap harinya dan mereka tetp sehat dan bugar, hanya manusialah yang mengatasnamakan perkembangan selera mencampur berbagai jenis makanan sekaligus. Hal itu mempengaruhi sistem pencernaan dan mengundang berbagai penyakit. Jadi menurutnya, rahasia hidup sehat dan bahagia adalah dengan makan satu macam makanan saja setiap kalinya, cukup istirahat dan Yoga. Penjelasannya ini memang terbukti dari penampilannya sendiri yang kelihatan bugar dan kekar walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.

4.nagaKelompok petapa yang selalu sibuk dalam meditasi, tidak mengenakan pakaian sehelaipun dan sering kali melumuri badan mereka dengan abu disebut sebagai “Naga Baba”. Orang-orang sering kali berkunjung ke pertapaan mereka dan meminta berkat berupa vibhuti (abu suci).

Di lain tempat mungkin kita akan menyaksikan para praktisi yoga yang dengan asyiknya tidur di atas papan berisi paku tajam, berdiri dengan satu kaki, masuk ke dalam kobaran api dan berbagai jenis kegiatan yang memperlihatkan kekebalan tubuh mereka. Mereka ini adalah para pengikut “Hatta Yoga”.

joeylholymen2Ada lagi seorang suci yang bertingkah ganjil yang biasanya tidak mengenakan pakaian di daerah Gangotri. Beliau adalah Ramananda Avadhuta. Dia memiliki sebuah kotak kayu dalam gubuknya yang sangat sederhana. Di siang hari, biasanya dia duduk di atas kotak kayu tersebut dengan beralaskan selimut yang dilipat dalam empat lipatan. Namun di malam hari dia akan masuk ke dalam kotak dan tidur di dalam kotak tersebut. Dia akan keluar dari kotak pada pagi hari disaat seorang anak datang padanya dan membukakan kotak tersebut. Dia hanya meminum satu gelas susu setiap hari untuk menghidupi badannya. Jika ada orang datang meminta berkat kepadanya maka dia akan selalu menjawab dengan menggerakkan tangannya yang artinya; “Tuhan ada untuk menjaga, Bergantunglah pada-Nya”.

joeylholymen15Disamping itu terdapat banyak ashram-ashram yang tidak bisa dijangkau oleh para peziarah biasa karena ashrama-ashrama tersebut diselimuti oleh Yoga Siddha yang sangat luar biasa. Hanya orang-orang yang memiliki spiritualitas tinggi saja yang mampu mencapi tempat tersebut. Salah seorang Babaji yang dipercaya telah berumur 2000 tahun namun perawakannya masih tetap seperti remaja 20 tahun juga tinggal di ashram yang seperti ini di Himalaya. Beliau adalah seorang Siddha Yoga yang sampai saat ini masih tetap mengajarkan tenaga dalam pada murid-muridnya di seluruh dunia secara batin. Vyasa Deva, Maha Rsi pengkodifiksi Veda juga diyakini masih tinggal di sebuah ashram yang tersembunyi seperti ini.

Disamping para babaji yang sibuk dengan sadhana mereka, di sekitar pegunungan Himalaya juga terdapat banyak kuil-kuil dan tempat-tempat suci yang memiliki sejarah menarik dalam penurunan dan penyebaran ajaran Veda. Ashram-ashram penting tempat berlangsungnya proses belajar mengajar filsafat Veda juga banyak bertebaran disana. Salah satunya adalah Ashram Parmanrthniketan di Rsikesha dan Ashram Swami Shardananda yang memiliki koleksi Catur Veda, Purana dan Upanisad yang sangat lengkap. Para anggota ashram juga terbiasa melakukan debat filsafat (shastrarth) di antara mereka setiap hari sabtu. Mungkin dengan adanya ashram-ashram seperti inilah ajaran Veda masih tetap eksis dan terjaga autentikasinya meskipun India sempat dikuasai penjajah Muslim dari abab ke 11 sampai abad ke 19 dan sangat banyak bangunan-bangunan suci bersejarah dan pustaka-pustaka Veda dihancurkan, serta banyak para sadhu dan sarjana Veda dibunuh, namun ajaran Veda masih tetap eksis.

Penduduk India yang berhasil di konversi menjadi Muslim selama sembilan abad penjajahan tersebut tidak lebih dari 10%. Demikian juga pada masa penjajahan Inggris, yang ditunggangi oleh para kaum misionaris berusaha keras memusnahkan Hindu dan mengajarkan agama Kristen dengan cara yang lebih “elegan” dibandingkan penjajah Muslim sebelumnya. Para Indologis ini berusaha menyebarkan idiologi mereka dengan melakukan berbagai bhakti sosial, penelitian dan penerjemahan kitab-kitab suci Veda dalam bahasa Inggris yang tentunya semua usaha ini diarahkan untuk kepentingan konversi. Namun sampai pada akhir penjajahan, mereka hanya berhasil mengkonversi tidak lebih dari 1% penganut Veda.

Tentunya semua ini tidak lepas dari peran aktif para sadhu dan acharya yang bertebaran di seluruh India dan di pegunungan Himalaya dalam menjaga kelestarian budaya Veda. Meski demikian efek teori palsu dan terjemahan Veda mereka yang keliru bagaikan bom waktu di Negara Barat. Dengan mengikuti pola pikir para Indologis, sebagian besar orang Barat menjadi memandang sebelah mata terhadap peradaban Veda dan menganggap Veda sebagai ajaran tahayul primitif. Untunglah para suami dan acharya agung dari berbagi garis perguruan membangkitkan kembali citra Hindu di dunia Barat. Bahkan saat ini Hindu tumbuh di Barat.

5.kumbh13_jpgPada setiap acara Kumbha mela yang berlangsung pada daerah pertemuan tiga sungai suci, Gangga, Yamuna dan Sarasvati (sekarang mengering), semua para Yogi, petapa dan orang suci di pegunungan Himalaya dan seluruh penjuru India datang ke sana. Tidak jarang kita akan disuguhi pemandangan menakjubkan di acara Kumbhamela tersebut. Bukan saja karena terdapat lautan manusia yang luar biasa banyak, tetapi juga oleh adanya fenomena-fenomena ganjil yang ditunjukkan oleh para Babaji. Tidak jarang para Babaji datang dan hilang begitu saja, terbang atau berjalan di atas air serta berbagai fenomena Yoga mistik lainnya. Sesuatu yang benar-benar aneh dan ajaib di dunia kita yang modern.

Jika kita bisa berinteraksi langsung dengan mereka, kita akan berpikir bahwa orang-orang sakti yang sering kali mengaku diri sebagai Tuhan yang kita kenal saat ini ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka yang menempuh kehidupan pertapaan yang berat.

SANG LEGENDA: SAI BABA DARI SHIRDI

SAI BABA KWAMembahas kehidupan para pertapa di India, kurang lengkap bila tidak menampilkan sosok legendaris ini. Dialah Sai Baba dari Shirdi, juga dikenal dengan nama Shirdi Baba, ia adalah seorang Guru, mistikus Sufi, sekaligus Mahayogi yang tinggal di Masjid Dwarakamayi. di Desa Shirdi, Distrik Ahmednagar, Maharashtra, India. Pada awal perkembanganya, umat Hindu dan Muslim menjadi pengikutnya. Pengikutnya juga menganggap ia sebagai seorang Awatara atau avatar.

Di sebuah desa bernama Pathri yang terletak di wilayah Nizam, tinggal sepasang suami istri yang taat bernama Ganggabhava dan Devagiriamma. Sang istri adalah bhakta setia Dewi Gauri (Pendamping Dewa Shiva, yang disebut pula Dewi Parvathi). Suaminya, Ganggabhava adalah bhakta setia Dewa Shiva. Mereka tidak mempunyai anak. Hal ini membuat mereka tidak terlalu memikirkan masalah duniawi. Mereka menghabiskan waktu dengan melakukan pemujaan kepada Dewa Shiva dan Dewi Parvathi. Ganggabhava menjalankan perahu sebagai mata pencahariannya. Saat itu musim hujan dan air sungai meluap. Karena khawatir perahunya akan terbawa banjir bila tidak diawasai, Ganggabhava memberitahu istrinya bahwa ia akan pergi ke sungai dan akan tinggal di sana semalam untuk menjaga perahunya. Sang istri menyiapkan makan malam untuk suaminya pada jam 7 malam dan setelah suaminya pergi ia pun menyelesaikan makan malamnya sendiri.

SAI BABA 2Sekitar jam 9 malam, seorang mengetuk pintu. Karena mengira bahwa suaminya yang datang dan dengan bertanya-tanya mengapa suaminya pulang begitu cepat, ia membuka pintu dengan segera. Seorang lelaki tua berdiri di depan pintu. Lelaki tua itu kemudian melangkah masuk ke dalam rumah dan berkata. “Oh Ibu, di luar sangat dingin. Apakah engkau mau berbaik hati memberi sedikit tempat bagi saya untuk bermalam disini?” Dengan kebaikan hatinya, ia menyiapkan kasur, memberikannya kepada lelaki tua itu dan mengantarkannya ke suatu tempat di beranda untuk tidur. Devagiriamma masuk ke kamarnya sendiri, menutup pintunya dan berbaring. Tapi tak lama kemudian lelaki tua itu mengetuk pintu kembali. Ketika ia membuka pintu, lelaki tua itu berkata, “Oh, Ibu yang baik hati, saya merasa lapar. Bolehkah saya minta nasi sedikit untuk dimakan?” Karena ia tidak menemukan sesuatu yang berarti kecuali sedikit beras tumbuk di dapurnya, ia menyiapkan sedikit makanan dengan susu asam dan memberikannya kepada lelaki tua itu, ia pun kembali ke kamarnya, menutup pintu dan bersiap untuk tidur. Belum lama waktu berlalu, lelaki tua itu mengetuk pintu kembali. Ketika ia membuka pintu, lelaki tua itu berkata, “Oh Ibu, kaki saya sakit. Maukah engkau berbaik hati untuk memijatnya sebentar saja?”

Wanita itu terkejut. Ia lalu pergi ke ruang pemujaan, bersimpuh di kaki arca Dewi Parvathi dan menangis, “Oh Ibu Yang Mahasuci, ujian berat apakah yang Kau berikan padaku ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tolong selamatkanlah aku dari keadaan yang sulit ini.” Beberapa saat kemudian ia mulai tenang. Ia mendapatkan ide untuk meminta seseorang yang bisa dibayar untuk memijat tamunya. Usahanya sia-sia dan ia pun kembali dengan putus asa. Tiba-tiba ada ketukan di pintu samping. Ketika pintu di buka, seorang wanita masuk ke dalam rumah dan berkata,”Ibu, sepertinya engkau datang ke rumah saya untuk meminta bantuan guna merawat seseorang lelaki tua di sini. Saya datang ke sini untuk menawarkan bantuan.” Devagiriamma sangat bergembira karena ternyata doanya telah di jawab. Ia mengantar wanita itu ke beranda dan meninggalkannya dengan lelaki tua itu dan kemudian ia kembali ke kamarnya sendiri.

Tak lama kemudian, sekali lagi, pintu kamar diketuk. Karena sekarang ada seoarang wanita lain di rumah, Devagiriamma membukakan pintu tanpa rasa ragu. Ia mendapatkan Dewa Shiwa dan Dewi Gauri berdiri dengan cahaya gemerlap. Ternyata lelaki tua dan seorang wanita tadi tak lain adalah Dewa Shiwa dan Dewi Gauri yang sedang yang menyamar untuk menguji kesetiaan Devagiriamma. Hati Devagiriamma dipenuhi rasa bahagia dan ia menyentuh kaki mereka. Dewi Gauri berkata,”Aku menganugerahkanmu seorang anak lelaki yang akan memberikan kemuliaan bagi keturunanmu dan juga seorang anak perempuan sehingga engkau bisa memperoleh punyam dengan menikahkannya dengan seseoarang. Devagiriamma menyentuh kaki Dewa Shiva. Dewa Shiva pun berkata,”Anak-Ku sayang, Aku sangat terkesan dengan bhaktimu. Aku sendiri akan lahir sebagai manusia dalam diri anakmu yang ketiga.” Setelah mengatakan hal itu mereka pun menghilang. Devagiriamma sangat gembira. Ketika fajar tiba, suaminya pulang dan mendengar istrinya tentang segala hal yang terjadi, suaminya enggan mempercayainya.

Waktu terus berjalan dan Devagiriamma pun mengandung. Seperti yang sudah diperkirakan, ia melahirkan bayi laki-laki. Satu tahun kemudian ia melahirkan seorang anak perempuan. Ganggabhava menyadari bahwa dua peristiwa yang disebutkan oleh istrinya sudah menjadi kenyataan. Sekarang ia mulai percaya bahwa Dewa Shiva dan Dewi Parvathi sungguh-sungguh memberi istrinya darshan (penampakan ilahi). Ia berkata kepada istrinya, “Engkau sangat beruntung, saya tidak.”

KELAHIRAN

SHIRDI BABA 3Pikiran itu sangat dalam tertanam di benaknya. Seiring berjalanya waktu ia memutuskan melakukan tapa agar dapat memperoleh darshan (penampakan ilahi) Dewa Shiva dan Dewi Parvathi. Ia memutuskan untuk pergi ke hutan dan melanjutkan pencarian spiritualnya. Walau Devagiriamma sedang hamil anak ketiga, karena kesetiannya ia memutuskan untuk ikut menemani suaminya. Dalam perjalanan ke hutan ia melahirkan seorang bayi laki-laki tepat di bawah pohon banyan pada hari Senin tanggal 28 September 1838 Masehi. Devagiriamma membungkus bayinya dengan sepotong kain sari, meninggalkannya dan pergi mengikuti suaminya ke hutan.

MASA KECIL SAMPAI DEWASA

Ada seorang Sufi Fakir tinggal di desa sekitar hutan tersebut. Ia tidak mempunyai anak laki-laki. Ia menemukan bayi yang terbuang itu dan membawanya pulang. Ia senang karena merasa Allah telah memberikannya seorang bayi. Dari tahun 1838-1842 Masehi, anak itu tumbuh di rumah Fakir. Setelah Fakir meninggal, istrinya yang kemudian mengasuh anak lelaki itu. Shirdi Baba memiliki beberapa kebiasaan di masa kecilnya, ia akan pergi ke kuil Hindu dan berteriak, “Akulah Allah” dan “Allah Malik Hai” (Tuhanlah Yang Mahakuasa). Di sisi lain ia pergi ke Masjid, menangis dan berkata, ‘“Rama adalah Tuhan” dan “Shiva adalah Allah” Karena kelakuanya itu, pemeluk dari umat Hindu dan Muslim tersebut mengeluh kepada istri Fakir. Ia mengalami kesulitan mengasuh anak lelaki itu dengan benar. Ia kemudian membawa anaknya ke seorang terpelajar dan memiliki ashram yang bernama Venkusa. Dari tahun 1842-1851, anak lelaki itu diasuh oleh Venkusa. Ia mengasuhnya dengan kasih sayang dan perhatian. Hal tersebut membuat kecemburuan dan kedengkian pada penghuni lain yang juga tinggal di ashram Venkusa. Suatu hari ia pergi meninggalkan ashram dan mengembara dari satu tempat ke tempat lain selama beberapa tahun.

PEMBERIAN NAMA SAI

Dalam pengembaraanya, ia sampai ke desa yang bernama Dhupkeda. Selama ia tinggal di sana, ada acara pernikahan di desa itu di rumah Chand Bhai Patel. Bhagat Mahalsapati melihat keilahian Fakir muda itu dan menyambutnya dengan “Ya Sai” (Selamat Datang Sai). Orang-orang lainnya juga menyebutnya dengan nama Sai dan sejak itu dikenal dengan nama Sai Baba.[7] Nama “Sai Baba” merupakan kombinasi kata dari bahasa Persia dan India. Sāī (Sa’ih) dalam bahasa Persia merupakan sinonim dari kata Brahmajnani (bahasa Sanskerta) artinya orang yang telah mencapai Realisasi Diri. Sai juga dapat berarti Tuhan Sedangkan Baba adalah kata dalam bahasa Indo-Arya yang merujuk pada sebutan hormat untuk bapak, kakek, orang yang dituakan. Nama Sai Baba merujuk pada makna “Bapa Suci”

Setelah mengikuti acara pernikahan itu, si Fakir muda mengembara ke Desa Shirdi pada tahun 1857. Ia tinggal di sana sampai ia wafat tahun 1918. Disana ia tinggal di Masjid Dwarakamayi. Di masjid tersebut ia mulai mengajar umat Hindu dan Muslim.

MAHASAMADHI

SHIRDI BABA 4Menjelang akhir hidupnya, Sai Baba dari Shirdi berpesan kepada bhakta kesayangnya Dixit, Abdullah dan Sarada Devi. Ia berpesan bahwa ia akan bereinkarnasi kembali 8 tahun setelah Mahasamadhi (meninggalkan tubuh fisiknya) di wilayah Andhra (India Selatan) dan ia akan berinkarnasi dengan nama yang sama, Sai Baba. Nama kesayangannya adalah Sathyam.[10]

Sai Baba pun kemudian Mahasamadhi pada 15 Oktober, 1918 pukul 2:30 sore. Dia mengambil Mahasamadhi di pangkuan salah satu pengikutnya dan kemudian dimakamkan di “Booty Wada” sebagaimana keinginannya. Kemudian sebuah tempat suci dibangun di tempat itu dan kemudian dikenal sebagai Samadhi Mandir.[11] Hari saat Shirdi Baba mahasamadhi adalah hari yang sangat suci bagi umat Hindu dan bagi umat Islam dimana festival Hindu Dassera dan hari raya Muslim, Muharram telah datang pada hari yang sama. Ini juga merupakan tanda kebesarannya sebagaimana orang-orang percaya bahwa jiwa-jiwa mulia meninggalkan bumi pada beberapa hari suci datang sekaligus.

PENEGASAN JANJI

Setelah Shirdi Baba mahasamadhi, para pengikutnya merasa sangat sedih. Pengikut setianya yang bernama Abdullah sangat cemas dengan keadaan ini. Dia akan menghabiskan begitu banyak waktu di Samadhi Mandir dengan kesedihan. Suatu hari Shirdi Baba menampakkan dirinya secara fisik kepada Abdullah dan berkata: “Abdullah, samadhi mandir hanyalah untuk tubuh, tetapi siapa yang sebenarnya mampu memakamkan Aku? Aku bersifat kekal. Aku akan berinkarnasi di Andhra (India Selatan) setelah delapan tahun”. Setelah berkata seperti itu, Shirdi Baba kemudian menghilang. Dengan kata-kata tersebut Abdullah menjadi tenang.[12]

AJARAN

Kisah hidup Shirdi Baba merupakan pesan-pesan ajaranya. Beberapa diantaranya adalah:

•Tauhid atau Advaita Vedanta

Sejak kecil ia mengatakan “Rama adalah Tuhan” dan “Shiva adalah Allah”.Ia memberikan nasihat yang terus menerus kepada setiap orang : “Rama dan Rahim adalah satu dan sama, tidak ada satupun perbedaan di antara mereka, jadi mengapa para pemujanya menjadi terpisah dan bertengkar di antara mereka? Kalian rakyat bodoh, kanak-kanak, saling berpegangan tanganalah dan kumpulkan dua masyarakat itu bersama. Tuhan akan melindungi kalian” Ia juga membiarkan ritual umat Hindu dan Islam di Masjid Dwarakamayi tempat dimana ia tinggal. Nasehatnya mengajarkanTauhid dalam Islam atau disebut Advaita Vedanta dalam Hindu yang berarti Keesaan Tuhan .

•Menyanyikan Nama Suci Tuhan

Sai Baba mendorong pengikutnya untuk berdoa, menyanyikan nama-nama Tuhan yang manapun, membaca Al-Fatihah, mempelajari kitab suci Al-quran dan teks-teks Hindu seperti Ramayana, Wisnu Sahasranam (Seribu Nama Wishnu), Bhagavad Gita, Yoga Wasista[14][15] Kadang-kadang ia membaca Al-Fatihah sendiri, Baba juga senang mendengarkan moulu dan qawwali disertai dengan tabla dan sarangi dua kali sehari.

•Pelayanan

Beberapa kata-kata yang ia ucapkan kepada para bhaktanya adalah: “Tuhan pasti akan senang, kalau engkau memberikan air kepada yang haus, roti kepada yang lapar, pakaian kepada mereka yang telanjang dan berandamu kepada orang asing untuk duduk dan beristirahat. Jika seseorang meminta uang kepadamu dan engkau tidak ingin memberi, jangan berikan, tetapi jangan menghardiknya seperti anjing. Biarkan siapapun menjelekkan engkau, jangan membencinya dengan memberikan jawaban sengit apapun. Jika engkau selalu toleran dengan hal semacam itu engkau pasti akan bahagia.”     ”

•Ketidakterikatan

Cara mengajar Shirdi Baba cukup unik dan eksentrik. Seperti gaya berpakaianya, ia memakai kafni sederhana, kusam dan robek, hal tersebut untuk mengajarkan ketidak terikatan kepada para pengikutnya. Ia kadang-kadang meminta sedekah kepada bhaktanya yang satu tetapi menolak menerima sedekah dari bhaktanya yang lain. Ia mengatakan meminta sedekah untuk mengambil keterikatan bhaktanya. Cara ia memberkati bhaktanya juga cukup unik, ia tak segan-segan mengatakan kepada bhaktanya: “Semoga kamu mati”, “kamu anjing”, “kamu keledai”. Saat ditanya tentang maknanya, ia berkata: “semoga kamu mati” berarti semoga seluruh keinginan, kemarahan dan keterikatanmu hancur. “kamu anjing” berarti semoga kamu memiliki iman, kepercayaan dan kesetiaan seperti anjing. “kamu keledai” berarti melayani tanpa mengharapkan penghormatan

•Penghancuran Ego

Suatu ketika seseorang datang ke Shirdi untuk memotret Shirdi Baba. Baba melihat mereka dan bertanya pada orang terdekatnya Mohan Shyam.”Shyam, kenapa mereka datang ke sini?” Shyam menjawab, “mereka datang untuk memotretmu”. Baba menjawab, “Tidak, tidak. Katakan pada mereka untuk tidak memotret-Ku. Tak mudah memotret-Ku. Dindingnya harus dihancurkan terlebih dahulu.” Maksud dari kata-katanya adalah, ia bukanlah tubuh dan ia adalah Parabrahman (Tuhan yang tak berwujud, tunggal, kekal abadi). Untuk bisa melihat atau “memotret” (mengenal) Parabrahman tidaklah mudah. Dinding ego (si aku) yang menghalanginya harus dihancurkan terlebih dahulu.

Shirdi Baba juga membuat dhuni (tempat pembakaran kayu) di Masjid Dwarakamayi yang menghasilkan udhi (abu suci), yang bermakna untuk bisa memasuki Rumah Tuhan, seseorang harus membakar egonya hingga hancur seperti abu.

MUKJIZAT ILAHI

Kehidupan dan tingkah laku Sai Baba dari Shirdi cukup misterius, bahkan kadang-kadang orang terdekatnya tidak mengerti makna apa yang ia lakukan. Ia juga biasa melakukan mukjizat antara lain menyembuhkan wabah kolera dengan udhi-nya (abu suci), menyelamatkan para pengikutnya dari musibah, mengubah air menjadi minyak, ia mempunyai kemampuan memahami bahasa binatang, juga berbicara dalam berbagai bahasa.

Suatu ketika ada seorang anak bermain kelereng dengan Shirdi Baba kecil. Shirdi Baba kecil terus menang. Karena anak itu kehabisan kelereng, anak itu mengambil batu Saligram emas (yang bentuknya mirip kelereng) di altar rumahnya. Baba menang lagi da ia mengambilnya. Anak itu marah dan meminta agar Baba mengembalikannya. Tetapi Baba tidak mau karena ia sudah memenangkannya. Sadar batu saligram untuk acara ritual ibadah hilang, Ibu pemilik batu saligram itu menanyakan hal tersebut pada anaknya. Mendengar batu saligramnya diambil oleh Shirdi Baba kecil, Ibu tersebut mencari lalu menarik telinga Shirdi Baba kecil agar mengembalikan batu saligram tersebut. Tetapi Shirdi Baba kecil malah menelannya. Ibu itu kemudian memaksa Shirdi Baba kecil agar membuka mulut. Dengan lugunya ia membuka mulut. Ibu itu terkejut melihat alam semesta berada di mulut Shirdi Baba.

Orang terdekatnya yang bernama Mohan Shyam, suatu ketika ia mengintip kegiatan Shirdi Baba di malam hari. Ia melihat Shirdi Baba berbicara sendiri dengan berbagai bahasa. Saat Mohan Shyam bertanya kenapa Shirdi Baba melakukan hal itu. Ia menjawab bahwa; “Umat-Ku yang Aku urus bukan hanya engkau saja, Aku sedang menjawab doa-doa umat manusia di seluruh dunia.”

PERKEMBANGAN GERAKAN

Dalam perkembangannya, Sai Baba kemudian dianggap sebagai Pir oleh beberapa kelompok sufi. Meher Baba menyatakan Shirdi Baba sebagai Qutub-e-Irshad– yang tertinggi dari lima Qutub.

Baba juga dihormati oleh tokoh terkemuka dari Zoroastrianisme seperti Nanabhoy Palkhivala dan Homi Bhabha dan telah dianggap sebagai tokoh yang paling populer dari non-Zoroaster yang menarik perhatian umat Zoroaster.

Sai Baba dari Shirdi dianggap sebagai simbol pemersatu agama-agama dan umat manusia. Tempat suci dan organisasi untuk penghormatan Shirdi Baba kemudian didirikan tidak hanya di India bahkan meluas sampai Malaysia, Singapura, Australia dan Amerika Serikat.

Sumber:  Autobiography Acharya Cidananda “Unforgettable memories” dan  wikipedia. @@@

Categories: ANEKA MACAM PERTAPA INDIA | 27 Komentar

INI KUNCI SUKSES


Wongalus

STTTT… hati-hati kalau berdoa “Ya Allah, Cintailah dan kasihanilah aku” …. Siapa bilang mencintai dan dicintai Allah itu enak? Kalau orang mengatakan enak, dia pasti belum pernah dicintai Allah. Beneran! Kok bisa begitu? Simaklah hidup Para nabi…. tidak ada nabi koq hidup berleha-leha, santai nyaman sejahtera. Tapi penuh perjuangan, kondisi terpepet dan terpojok, stress penuh tekanan, sangat berat. Di satu sisi terlihat memang demikian kenyataannya. Namun di sisi yang lebih hakiki, mereka mendapat sesuatu yang sangat spesial yaitu kedekatan dengan Allah SWT. Bahkan mereka ini diberi amanah untuk menjadi UTUSAN ALLAH. MAKA, KUNCI HIDUP SUKSES ADALAH MENIRU CARA HIDUP PARA NABI…. Bukan meniru cara hidup para selebritis, para bos, para juragan, para politikus, para penguasa…

Saya tidak mampu membayangkan, apakah masih ada di tahun 2014 ini orang yang  hidup ideal sesuai dengan tuntunan para nabi secara kaffah dan penuh totalitas? Alih-alih sesuai tuntunan, yang banyak disekitar kita malah yang hanya bertuhankan tontonan. Pengen jadi selebritis, pengen jadi artis dan aktor, pengen dikenal dan terkenal, pengen ini dan itu yang intinya bisa mendapatkan kebahagiaan dengan cara-cara tidak terpuji.

Pernah suatu ketika saya menemui seorang pemuda. Saya tanya apa keinginanmu sekarang? Dia menjawab pengen kaya, pengen terkenal, pengen sejahtera dan pengen bahagia dengan kekayaannya itu. Normal karena kebanyakan hati kita setidaknya mengamini hasrat dan keinginan pemuda ini. Linier dan sesuai dengan pikiran otak kiri hampir setiap pribadi sekarang ini.

Jarang dari diri kita berpikir keluar dari kotak kebiasaan. Out of the box. Berpikir pakai  OTAK KANAN, kreatif, inovatif, berpikir yang belum pernah kita pikirkan sebelumnya, berani untuk menjadi diri sendiri yang sejati. Bagaimana maksudnya?

Begini. Tesis prinsip pertama: Diri kita ini kan sekarang sudah banyak terkontaminasi dengan peradaban yang sangat membius sehingga diri kita, pikiran kita, keinginan-keinginan kita, nafsu-nafsu kita. Tiap hari kita dijejali iklan-iklan, tontonan-tontonan, ide-ide, gagasan-gagasan, pemikiran-pemikiran yang sesungguhnya itu menjauhkan diri kita dari diri yang sejati.

Contohnya: Kita tidak butuh handphone, kita ditawari iklan handphone. Jadinya kita akhirnya tertarik kemudian membelinya. Kita jadikan handphone sebagai gaya hidup dan ideologi hidup. Kita jadikan handphone sebagai kebutuhan wajib. Kalau tidak bawa handphone jadi tidak enak. Pahamlah kita, bahwa kita butuh handphone sebagai sarana komunikasi sesungguhnya kebutuhan itu diciptakan oleh pabrik pembuat handphone.

Industri adalah produk rekayasa, hasil pikiran otak manusia bukan? Mereka lah pencipta kebutuhan…

Sementara kita belum tentu butuh lho.. Coba pikirkan..di jaman Nabi Muhammad sampai Nabi Adam.. handphone tidak ada dan sepertinya para nabi tidak butuh handphone bukan?

Jangankan berkomunikasi dengan sesama manusia, komunikasi sama Allah saja para nabi itu bisa koq. Kita? Pasti juga bisa lho komunikasi dengan sesama manusia dengan sarana instink, hati nurani, kepekaan manusia sesungguhnya luar biasa. Bukankah manusia juga bisa berkomunikasi dengan Allah? Koq bisa?

Lha kalau anda melaksanakan sholat, anda berkomunikasi dengan siapa? Apakah dengan gendruwo? Tidak bukan? Nah, itu berarti manusia memiliki perangkat yang lebih canggih dibanding handhone canggih buatan pabrik manapun. Sebab pencipta diri adalah YANG MAHA CANGGIH dan langsung dari langit.

Kalau soal-soal ringan seperti ini sudah dipahami, maka insya allah kita akan bisa dengan mudah untuk belajar untuk menjadi diri sendiri, untuk percaya diri, untuk bisa mengenal diri sendiri sebagai syarat wajib mengenal Ilahi.

Jangan tanyakan tentang karomah, maunah atau pun mukjizat dalam hidup kita masing-masing. Akan bisa kita temukan hal-hal itu dalam hidup kita keajaiban yang bisa menuntun kita untuk lebih bersyukur lagi terhadap kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita.

Oleh sebab itu maka sering saya ungkapkan kunci sukses kepada para sedulur yang ketemu dengan saya:

  •  Pelajarilah pelajaran yang belum pernah anda pelajari sebelumnya
  •  Bergeraklah yang belum pernah anda gerakkan sebelumnya
  • Berpikirlah yang belum pernah anda pikirkan sebelumnya
  • Berhati nuranilah yang belum pernah anda hati nuranikan sebelumnya
  • Hiduplah dengan cara hidup yang belum pernah anda lakukan sebelumnya

KESIMPULANNYA:  Belajarlah dari para nabi termasuk belajar HIDUP. Insya allah akan muncul keajaiban.

Semua Nabi adalah guru yang luar biasa. Misalnya, contohnya, asal tuntuk jari saja kepada salah satu dari semua nabi itu adalah Nabi Isa. Ayat-ayat di Al Quran menyebutkan lima mukjizat Nabi Isa a.s. Pertama, bahwa beliau mampu berbicara dengan manusia saat beliau masih di buaian. Kedua, beliau diajari Taurat dan Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa yang ajarannya telah tersembunyi dan telah mengalami perubahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik dari kaum Yahudi. Ketiga, beliau membentuk tanah seperti burung kemudian meniupkannya lalu tanah itu menjadi burung. Keempat, beliau mampu menghidupkan orang-orang yang mati. Kelima, beliau mampu menyembuhkan orang yang buta dan orang yang belang.

Nah, kreatif kan cara hidup guru eyang Isa a.s ini?

Mukjizat keenam yang disebutkan dalam Al-Quran al-Karim surah Al Maidah 112 – 115 : “(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: ‘Hai Isa putera Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?’ Isa menjawab: ‘Bertakwalah kepada Allah jika betul- betul kamu orang yang beriman.’

Mereka berkata: ‘Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.’

Isa putera Maryam berdoa: ‘Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu: beri rezekilah kami dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama.’

Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan) itu, maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.”

Mukjizat yang keenam itu adalah turunnya makanan dari langit karena permintaan Hawariyin. Juga terdapat mukjizat yang ke tujuh yang terdapat surah Ali ‘Imran 49 yaitu beliau diberi kemampuan melihat hal-hal yang ghaib melalui panca inderanya meskipun beliau tidak menyaksikannya secara langsung. Oleh karena itu, beliau memberitahu kepada sahabat-sahabatnya dan murid-muridnya apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah-rumah mereka:

“Dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu benar-benar beriman. ”

Inilah mukjizat Nabi Isa yang ke tujuh yang didahului oleh mukjizat kelahirannya yang sangat mengagumkan. Beliau lahir tanpa seorang ayah, lalu diikuti mukjizat berikutnya di mana beliau diangkat dari bumi ke langit ketika penguasa yang lalim berusaha menyalibnya.

Sungguh-sungguh berbeda dan tidak bisa ditiru oleh orang manapun lho. Kalau saat itu sudah ada MURI atau GUINESS BOOK OF WORLD RECORD, pasti nama Nabi Isa masuk ke dalamnya lho.

Lautan mukjizat diberikan Allah kepada Nabi Isa….nah, ini adalah satu kisah lagi yang akan saya beberkan terkait cara hidup baru yaitu bagaimana sejatinya cinta Ilahi itu dengan maksud agar cinta Ilahi menjadi dasar hidup kita semua. Ila Hadroti nabi Isa A.s al fatihah…

Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahwa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Suatu ketika pemuda itu yang sedang menyiram air dan melihat Nabi Isa berada di hadapannya maka dia pun berkata, “Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut zarrah (atom) cintaku kepada-Nya.” Berkata Nabi Isa a.s, “Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat zarrah itu.”

Berkata pemuda itu lagi, “Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu zarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat zarrah.” Oleh karena keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, “Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat zarrah cintanya kepada-Mu.”

Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun pergi dari situ.

Selang beberapa waktu lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahwa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.

Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, “Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu.” Selesai Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun bertemu dan dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung- gunung dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit….

Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, “Aku ini Isa a.s.”

Melihat Nabi Isa kebingungan, Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, “Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat zarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya.”

Para pembaca Kampus Wong Alus yang dikasihi Allah, inilah contoh seseorang yang telah merasakan kenikmatan tiada tara…. seperti orgasme jiwa raga yang tidak pernah berakhir… meninggalkan dunia… masuk ke alam kegilaan ….. dimabuk cinta kepada Allah.. bukan kepada yang dunia, bukan kepada apapun yang lainnya ….. Allahu Akbar…….

NAH SEDULURKU SEMUA…. YUK DI TAHUN 2014 INI HIDUP DENGAN CARA BARU….

@Wongalus,2014

 

Categories: HIDUP DENGAN CARA BARU | 13 Komentar