TELENGING BUDI KANG LUHUR


 Wongalus

 Sangat menarik menelusuri pasir-pasir di pegunungan Bromo sambil merenungkan kenapa para leluhur kita di masa silam berdiam diri di kawasan dingin ini…

 Perjalanan dari Markas KWA di Sidoarjo ke pegunungan Bromo, wilayah kabupaten probolinggo memakan waktu sekitar 4 jam. Berangkat pukul 13.30 WIB sampai kawasan Bromo pada pukul 17.30 WIB. Jalan naik menanjak berkelok-kelok menembus sekat demi sekat ruang dan waktu. Hingga sampai ke deretan gunung-gunung menjulang menyerupai dinding-dinding raksasa.

 Terasa jauh perjalanan kali ini… padahal saya sudah beberapa  kali ke Bromo, namun tetap saja saya merasakan ada sesuatu yang berbeda di setiap kali singgah di bumi tengger yang magis itu.

 Terasa seperti Tibet, negeri di atas awan… itulah Bromo… karena di sini kita dilemparkan ke atas awan tinggi dan (bisa jadi) tempat tinggi akan membuat jiwa raga kita semakin luruh. Begitu kira-kita yang ada di hati.

 Syahdan, kehidupan di Bromo dimulai saat kerajaan Majapahit kurang lebih pada abad 16 (851 saka) yaitu saat kehidupan keraton kerajaan majapahit  tidak menentu kemudian mengalami goncangan politik yang di sertai dengan perebutan kekuasaan.

 Terjadinya Perang perebutan kekuasaan, atau disebut dengan paregrek ….membuat penduduk majapahit mengungsi…. Menjauh… naluri manusia adalah untuk mencari kedamaian dan keselamatan…. Termasuk menghindari perang tersebut dan juga menghindari diri adanya konflik…

 Warga majapahit berangkat berbondong-bondong dengan jumlah yang tidak begitu besar menembus hutan belantara… ada yang naik kuda dan ada yang berjalan kaki hingga terasa mereka menemukan sebuah tempat di tengah hutan yang dikelilingi gunung dan tentu saja jauh dari Trowulan Mojokerto..pusat kerajaan Majapahit.

bromo63(1)
Di tempat itulah… mereka menemukan sebuah istana agung yaitu gunung bromo dan menetap di sana. Karena tempatnya aman tenang dan damai dan jauh dari hingar bingar perebutan kekuasaan dan jauh dari peperangan maka kawasan baru itu disebut tanah Hila – Hila (tanah suci).

Di sebuah desa yang bernama ” Walandit ” yang sekarang dihuni penduduk Tengger tinggal seorang Ulun Hyang yang memuja Shang Hyang Swayambu disebut juga  Shang Hyang Brahma. Penduduk walandit dibebaskan dari membayar titileman (pajak upacara kenegaraaan), dan penduduk walandit hanya di wajibkan untuk melakukan kegiatan upacara-upacara kegamaan Agama Hindu sebagai Abdi Dewata, dan melakukan pemujaan di gunung bromo.

 Adanya prasasti walandit yang di buat oleh kerajaan Majapahit membuktikan bahwa setelah kedatangan gelombang masyarakat maka justeru diapresiasi oleh Hayam Wuruk dengan penetapan kawasan Bromo sebagai “hadiah”. Walandit — empu prapanca dalam kakawin negarakertagama menyebutkan makna walandit adalah tempat suci di mana penduduknya menghabiskan hidupnya sebagai Abdi Dewata, Abdi Tuhan, Hamba sang Hyang Widi.

 Empu prapanca adalah pujangga kenamaan kerajaan majapahit yang di sebutkan dalam Prasasti yang pertama berumur kurang lebih tahun 851 saka (929 m) kemudian prasasti yang kedua kurang lebih pada tahun  1327 saka ( 1407 m ) yang di temukan di daerah penanjakan yang termasuk Desa wonokitri pasuruan, dimana di dalam prasasti menunjukan adanya peradaban kehidupan spiritual di  kawasan bumi tengger “Walandit”,

 Di  dalam prasasti tersebut terdapat tulisan Bahasa Jawa Kawi Kuno kerajaan majapahit di tegaskan bahwa : ” aneninggih teteloman ring walandit kajebeh kajobong tanah hila-hila Shang Hyang Swayambu”. Shang Hyang Brahma atau Shang Hyang Swayambu ( Dewa Brahma… ” Bromo ” dalam bahasa jawa kawi kuno ).

Di situ di sebutkan bahwa gunung bromo adalah merupakan tanah suci dan tanah wangi dan merupakan pelinggih atau tempat beristananya Shang Hyang Brahma yang di gunakan sebagai tempat pemujaan oleh Ulun Hyang atau abdi Tuhan dan dari situlah nama gunung Bromo berasal.

 Orang tengger pasti mengenal leluhur mereka yaitu Roro Anteng dan Jogo Seger yang hidup di tanah suci Hila-hila setelah menghindarkan perang parekrek di kerajaan majapahit. Pasangan ini dipercaya bukanlah sekedar cerita sejarah melainkan dipercaya sebagai tetenger atau pengingat untuk anak cucu Tengger dan seluruh Jagad.

 Roro Anteng yang aslinya adalah seorang putri bangsawan Majapahit….  ” Anteng ” artinya dalam bahasa jawa : tenang, kokoh, tentram…sementara Joko Seger  adalah putra seorang Brahmana….. ” Seger ” artinya dalam bahasa jawa : segar, subur, makmur. Nama tengger sendiri di bentuk dari kedua nama tersebut ” teng ” dan ” ger ” jadilah TENGGER nama ini juga apabila di artikan lebih jauh mempunyai makna yang mendasar , pedoman dan sebagai ciri khas Tengger yaitu ” tengering budi kang luhur ” yang tidak jauh dari arti walandit itu sendiri .

Beliau berdua menetap di kawasan rata cemara sewu dan di angkat sebagai anak oleh Sang Maha Resi Dadap putih dan kemudian di nikahkan. Karena lama Beliau tidak mendapatkan keturunan dan  apabila orang berkeluarga tentu apabila belum mendapatkan keturunan maka kurang lengkap. Kemudian Beliau melakukan tapa brata di watu kuta memohon kepada Shang Hyang Widhi agar di karuniai keturunan, kemudian beliau di restui oleh Shang Hyang Widhi dan di karunia anak 25, sebagai awal mula cikal bakal Tengger. 

bromo

 Mereka memiliki tempat beristananya sendiri sendiri….. Tumenggung Kliwung (Gunung Ringgit ), Kaki Dukun (Watu Wungkuk), Ki Pranoto (Sanggar Poten), Nini Perniti (Mbajangan), Tunggul Ametung (Tunggu’an), Raden Mesigit (Gunung Batok), Puspo Ki Gentong (Widodaren), Kaki Teku Nini Teku (Guyangan), Ki Dadung Awuk, Ki Dumeling (Pusung Lingker), Ki Sindu Joyo (Wanangkara), Raden Sapu Jagad (Pudak Lembu), Ki Jenggot (Gunung Rujak), Ki Demang Diningrat (Gunung Semeru), Kusuma (Kawah Gunung Bromo), Sinta Wiji (Gunung Ranten), Ki Baru Klinting (Lemah Kuning), Ki Kawit (Sumber Semanik), Jiting Jinah (Gunung Jemahan), Ical Prabu Siwah (Gunung Lingga), Cokro Pranoto Aminoto (Gunung Gender), Tunggul Wulung (Cemara Lawang), Tumenggung Klinter, Raden Bagus Waris (Watu Balang).

 Pada Hari Raya Yadya Kasada, warga Bromo tengger merayakan  upacara sesembahan berupa persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi. Setiap bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan Jawa, yaitu upacara sesembahan atau sesajen kepada Dewa Brahma dan para leluhur. Mereka mengingat dan mengenang  leluhur Roro Anteng dan Joko Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, “Penguasa Tengger yang Budiman”.

Mereka tidak di karunia anak sehingga mereka melakukan semedi atau bertapa kepada Sang Hyang Widhi, tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Bromo.

Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya dan kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orangtua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita kawah Gunung Bromo menyemburkan api.

Kesuma, anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib, “Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orangtua kita dan Sang Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Sang Hyang Widhi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Sang Hyang Widhi di kawah Gunung Bromo”. Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.

Sebagai pemeluk agama Hindu, Suku Tengger tidak seperti pemeluk agama Hindu pada umumnya, memiliki candi-candi sebagai tempat peribadatan, namun bila melakukan peribadatan bertempat di punden, danyang dan poten.

pura luhur poten bromo (2)

Poten merupakan sebidang lahan di lautan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasada. Sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu, Pura Luhur Poten Bromo terdiri dari beberapa bangunan yang ditata dalam suatu susunan komposisi di pekarangan yang dibagi menjadi tiga mandala atau zona.

 Pertama. Mandala Utama disebut juga jeroan yaitu tempat pelaksanaan pemujaan persembahyangan. Mandala itu sendiri terdiri dari Padma berfungsi sebagai tempat pemujaan Tuhan Yang Maha Esa. Padma bentuknya serupa candi yang dikembangkan lengkap dengan pepalihan, tidak memakai atap yang terdiri dari bagian kaki yang disebut tepas, badan batur dan kepala yang disebut sari dilengkapi dengan Bedawang, Nala, Garuda, dan Angsa.

Beawang Nala melukiskan kura-kura raksasa mendukung padmasana, dibelit oleh seekor atau dua ekor naga, garuda dan angsa posisi terbang di belakang badan padma yang masing-masing menurut mitologi melukiskan keagungan bentuk dan fungsi padmasana.

Bangunan Sekepat (tiang empat) atau yang lebih besar letaknya di bagian sisi sehadapan dengan bangunan pemujaan padmasana, menghadap ke timur atau sesuai dengan orientasi bangunan pemujaan dan terbuka keempat sisinya. Fungsinya untuk penyajian sarana upacara atau aktivitas serangkaian upacara. Bale Pawedan serta tempat dukun sewaktu melakukan pemujaan.  Kori Agung Candi Bentar, bentuknya mirip dengan tugu kepalanya memakai gelung mahkota segi empat atau segi banyak bertingkat-tingkat mengecil ke atas dengan bangunan bujur sangkar segi empat atau sisi banyak dengan sisi-sisi sekitar depa alit, depa madya atau depa agung. Tinggi bangunan dapat berkisar sebesar atau setinggi tugu sampai sekitar 100 meter memungkinkan pula dibuat lebih tinggi dengan memperhatikan keindahan proporsi candi.

Kedua Mandala Madya disebut juga jaba tengah, tempat persiapan dan pengiring upacara terdiri dari Kori Agung Candi Bentar, bentuknya serupa dengan tugu, kepalanya memakai gelung mahkota segi empat atau segi banyak bertingkat-tingkat mengecil ke atas dengan bangunan bujur sangkar, segi empat atau segi banyak dengan sisi-sisi sekitar satu depa alit, depa madya, depa agung. Bale Kentongan, disebut bale kul-kul letaknya di sudut depan pekarangan pura, bentuknya susunan tepas, batur, sari dan atap penutup ruangan kul-kul/kentongan.

Fungsinya untuk tempat kul-kul yang dibunyikan awal, akhir dan saat tertentu dari rangkaian upacara. Bale Bengong, disebut juga pewarengan suci letaknya di antara jaba tengah mandala madya, mandala nista jaba sisi. Bentuk bangunannya empat persegi atau memanjang deretan tiang dua-dua atau banyak luas bangunan untuk dapur. Fungsinya untuk mempersiapkan keperluan sajian upacara yang perlu dipersiapkan di pura yang umumnya jauh dari desa tempat pemukiman.

Ketiga. Mandala Nista disebut juga jaba sisi yaitu tempat peralihan dari luar ke dalam pura yang terdiri dari bangunan candi bentar bangunan penunjang lainnya. Pekarangan pura dibatasi oleh tembok penyengker batas pekarangan pintu masuk di depan atau di jabaan tengah sisi memakai candi bentar dan pintu masuk ke jeroan utama memakai Kori Agung.

Tembok penyengker candi bentar dan kori agung ada berbagai bentuk variasi dan kreasinya sesuai dengan keindahan arsitekturnya. Bangunan pura pada umumnya menghadap ke barat, memasuki pura menuju ke arah timur demikian pula pemujaan dan persembahyangan menghadap ke arah timur ke arah terbitnya matahari.

Di lautan pasir yang sepi…. Sendiri.. tiba-tiba  saya mendengar lantunan lirih “Bhagavad gita” di sanubari….

kepada Tuhanku yang Maha Pecinta dan Tercinta namun tak terlihat oleh mataku kusampaikan…. Senja di sore itu menemani kepergianmu… Saat kau ucap kata kau tak lagi bersamaku… Perih yang ku rasa mungkin takkan pernah kau gubah… Cinta yang dulu ada kini telah kau bawa…Cinta jangan tinggalkan aku… Karena takkan pernah ada cinta selain dirimu…. Cinta kau duakan aku takkan sanggup ku menghapus… Segala bayangmu oh kekasihku kekasihku…. Cinta jangan tinggalkan aku… Karena takkan pernah ada cinta selain dirimu…. Cinta kau duakan aku takkan sanggup ku menghapus…..Segala bayangmu oh kekasihku kekasihku…….Cinta jangan tinggalkan aku….Karena takkan pernah ada cinta selain dirimu……….Jika kau tinggalkan aku takkan sanggup ku menghapus……Segala bayangmu oh kekasihku kembalilah…..Cinta jangan tinggalkan aku……..Karena takkan pernah ada cinta selain dirimu….. Jika kau tinggalkan aku takkan sanggup ku menghapus….Segala bayangmu oh kekasihku kembalilah,….

@Wongalus, 2013

 

 

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 12 Komentar

PEMBANGKITAN TENAGA DALAM POROS BUMI DARI TIBET


wongalus

Belajar bisa dimana saja dan apa saja. Semua bahan pelajaran itu baik asalkan kita bisa mengambil hikmah dan manfaat darinya. KAMPUS WONG ALUS, adalah kampus maya.. boleh belajar apa saja termasuk belajar dari khasanah budaya lain tak terkecuali dari Tibet.

Tibet adalah negara yang terapit dua peradaban besar: China dan India, dengan pegunungan Himalaya yang memisahkan keduanya. Karena letak Tibet yang tinggi menjulang angkasa, pantaslah bila dijuluki atap dunia dengan salju yang selalu melingkupinya sepanjang tahun.

Negeri  ini memiliki keunikan dengan banyaknya kepercayaan terkait dengan manusia, dunia dan Tuhan. Misalnya: rakyat Tibet yakin bahwa Raja-raja Tibet tetap terhubung ke langit melalui kabel goib sehingga para raja hidupnya abadi dan tidak pernah mati. Kalaupun sudah tidak kelihatan di dunia, mereka ini naik langsung ke surga.

Contoh unik lain: Untuk mendapatkan vision (terawangan) untuk mengetes kejujuran seseorang para pengawal pribadi Dalai Lama berlatih keras bertahun-tahun dan dahinya (cakra ajna) di bor.

dan sederet keyakinan lainnya….

Kita tidak perlu berprasangka apapun terhadap keyakinan semacam ini.

Toleransi dan menyikapi sesuatu yang berbeda dengan dewasa adalah hal yang bijaksana. Sebab setiap budaya memiliki kekhasannya masing-masing. Setiap peradaban memiliki alur logikanya sendiri. Setiap orang memiliki ciri khas kepribadian yang membedakan dengan orang lain. Biarlah bulan bergerak sesuai orbitnya sendiri, begitu juga matahari, planet-planet dan bumi… tidak saling menabrak dan menyakiti.  Inilah fakta dan kenyataan. Inilah sunatullah atau hukum alam.

Para guru Tibet memiliki cara khas untuk menggapai kesadaran spiritual, kekuatan fisik metafsik, dan untuk memperpanjang usia. Salah satunya adalah dengan membangkitkan tenaga dalam serta melatih nafas dengan lima jurus tenaga dalam poros bumi yang sudah kami mulai tadi malam, Kamis 7 Nopember 2013 dalam acara rutin CANGKRUKAN KWA.

Selanjutnya setiap Kamis, kami akan biasakan setiap ketemu untuk latihan tenaga dalam ini sebagai latihan olah nafas, olah konsentrasi dan sugesti dan olah fisik,  sementara olah batin/olah rasa akan kami tambahi dengan dengan wirid/dzikir.

1424484_458535154264407_1094535726_nFoto: wongalus.

1396040_10200569463427775_417895705_nFoto: wak kasan

1395969_10200569467067866_1440194131_nFoto: wak kasan

1374893_10200569465747833_1314261282_nFoto: wak kasan

1392013_458536437597612_570939482_nFoto: wongalus

Setelah berlatih, kami juga mempraktekkan tenaga dalam ini untuk berbagai fungsi seperti untuk pengobatan medis dan non medis, pengiriman energi jarak jauh maupun jarak dekat, kekuatan tubuh fisik maupun tubuh metafisik (eterik) dan kesehatan. Sedulur  yang mengalami gangguan kesehatan kita terapi bersama-sama.

Kepada sedulur yang belum sempat hadir, monggo hadir setiap Kamis untuk berlatih bersama kami sekaligus memperpanjang tali silaturahim, menambah saudara dan handai tolan  — tujuan acara rutin cangkrukan. Demikian apa yang bisa kami sampaikan dan terima kasih. Salam asah asih dan asuh.

@wongalus,2013

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 24 Komentar

AGENDA CANGKRUKAN RUTIN TIAP KAMIS MALAM


ACARA SPESIAL SURO:

KWA

PENGIJASAHAN DAN PEMBANGKITAN TENAGA DALAM POROS BUMI DARI TIBET OLEH KI WONGALUS

HARI/TANGGAL: KAMIS MALAM, 7 Nopember 2013

PUKUL 20.00 WIB S/D PUKUL 23.00 WIB

TEMPAT: RUMAH KELUARGA KWA, MUSHOLA BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 (SEBELAH KOMPI SENAPAN, 100 METER SELATAN RSUD SIDOARJO).

SAUDARA KWA, SEDULUR SENASIB SEPENANGGUNGAN… MONGGO PINARAK, MONGGO MAMPIR, SILAHKAN HADIR…. KITA BERBAGI CANDA, SUKA, DUKA, BERKELUH KESAH, BERBAGI HIKMAH, BERBAGI CAHAYA DAN ILMU, SEKALIGUS REFRESHING LAHIR DAN BATIN. SEKEDAR UNTUK MELEPAS LELAH PUN BOLEHLAH…. SIAPA TAHU DISINILAH OASE PELEPAS DAHAGA HIDUP YANG SEJATI DI TENGAH KERINGNYA HIDUP YANG PENUH ANGKARA DUNIAWI

——————————————————————————————————————

TIDAK DIPUNGUT BIAYA/GRATIS. UNTUK KEGIATAN MEREKATKAN PERSAUDARAAN DAN SOSIAL KEMANUSIAAN.

=============================================

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 19 Komentar

INTERMEZO BUDAYA: ARISAN KEMATIAN


Yth sedulur pembaca KWA yang budiman, sebagaimana yang sudah diketahui bersama bahwa blog kita ini sangat perduli dengan pengembangan budaya di tanah air. Kita juga secara rutin mengadakan kegiatan-kegiatan yang ada di aras budaya dengan maksud agar budaya bangsa kita tetap lestari dan terjaga, termasuk agar budaya bisa terproses kreatif dan menjadi agenda buat daya cipta. Nah, dalam konteks itulah kami ingin kembali —setelah sekian lama terkubur oleh artikel-artikel amalan dan ilmu-ilmu metafisika praktis– menampilkan salah satu artikel budaya. Tidaklah muluk-muluk apa yang diharapkan, kecuali kami ingin sekedar sebagai jembatan lintas budaya di arus informasi saat ini. Terima kasih dan salam budaya. (WONG ALUS)

ARISAN KEMATIAN

sumber: TEMPO

Tana Toraja terkenal akrab dengan kematian, tradisi yang melekat sejak animisme masih dianut. Salah satu kegiatan yang masih berlangsung sehubungan dengan itu adalah ma’nene, ziarah kubur dengan membersihkan dan mengganti pakaian para jasad. Wartawan Tempo, Irmawati, berkesempatan mengikuti warisan aluk todolo (adat orang dulu) ini di Desa Bululangkan, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, September lalu.

Jasad Esra Lumbaa yang masih utuh, meninggal 11 tahun lalu. (Irmawati)

PULUHAN peti jenazah beraneka usia berjejer di depan setiap patane atau rumah makam keluarga. Setelah tiga tahun, baru peti-peti itu dikeluarkan. Wujudnya macam-macam. Ada yang polos, ada yang berukir khas Toraja. Beberapa jasad dalam peti masih terbungkus rapi, sebagian lainnya ada yang kotor berdebu. Nama-nama yang tercantum di masing-masing kain sulit dibaca.

Di samping puluhan peti itu, terdapat bungkusan jenazah lain tanpa peti. Bentuknya seukuran tubuh manusia yang dibalut kain tebal. ”Nek Banaa tak suka dikasih peti,” kata Sarlota Sanda, putrinya.
ritual-toraja

Di patane sebelah, tiba-tiba terdengar sorak-sorai. Keluarga yang sedang membuka peti mayat para leluhurnya itu tampak kegirangan. Satu mumi laki-laki sedang dipegang dalam posisi berdiri. Ia tampak utuh. Massa tubuhnya sedikit mengecil, meski tingginya bak orang normal. Namanya: Bapak Esra Lumbaa. Menurut keluarga, ia wafat pada 1998.

Jeprat-jepret kamera langsung terjadi, baik dengan kamera saku, handycam, maupun telepon seluler. Beberapa orang minta difoto bersama mumi-mumi itu. Tak ada rasa takut. Ada yang menciumi mumi-mumi tersebut berulang-ulang.

Tapi, dalam hitungan menit, ekspresi kegirangan itu segera berganti. Tawa berubah menjadi tangisan. Lambat-laun tangisan saling bersambut hingga terdengar seolah berkejaran satu sama lain. Setelah senang melihat wujud jasad yang masih utuh, kali ini mereka mengutarakan rindu dan kesedihan mereka, sepeninggal orang-orang kesayangan itu ke alam baka. Suasananya seperti drama sebuah arisan berkala dengan mereka yang telah pergi selamanya.

***

Jasad Markus moli, yang wafat 2002. (Irmawati)

’Arisan’ berkala itu adalah ma’nene atau upacara penggantian kain jenazah yang menjadi wujud rasa hormat kepada para leluhur, atau semacam ziarah kubur. Ma’nene, yang artinya menanam bunga, adalah warisan aluk todolo (adat orang dulu) saat masyarakat masih menganut kepercayaan animisme. Prosesi ini digelar setelah pesta rambu solo, upacara pemakaman yang sering juga disebut pesta kematian, dan sebelum rambu tu’ka atau pesta naik rumah Tongkonan—rumah asli Toraja dengan atap menyerupai perahu.

Kepada antropolog Toby Alice Volkman, yang menuliskannya dalam buku Feast of Honor, Ritual and Change in The Toraja Highlands, seorang warga Toraja mengatakan bahwa dalam tradisi ma’nene, mereka yang masih mempercayai tradisi aluk ini harus ikut serta, yang paling miskin sekalipun. Ia biasanya diadakan pada Agustus, setelah mereka yang mati dikuburkan dan sebelum musim tanam dimulai. Di sejumlah daerah upacara ini diadakan hanya lima atau sepuluh tahun sekali.

Kali ini penyelenggaranya adalah Desa Bululangkan, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Toraja Utara adalah kabupaten baru, hasil pemisahan dari Kabupaten Tana Toraja. Beberapa kecamatan di Toraja Utara yang masih menggelar prosesi ini adalah Rindingallo, Ampang Batu, Kantun Poya, Baruppu, Awan, dan Sesean.

Desa Bululangkan berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Rantepao, pintu masuk wilayah Tana Toraja. Jarak ini jika kita menempuh jalur Tikala yang saat ini hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Jika bermobil, jalan yang harus dipilih adalah berputar melalui Lolai sehingga jaraknya lebih jauh dan medannya pun lebih berat karena kondisi jalan yang rusak. Di desa ini ma’nene disepakati digelar setiap tiga tahun.

1441266_690377080980434_1434779709_nMenurut Yunus Lumbaa, 53 tahun, tujuan prosesi ma’nene zaman dulu adalah menyembelih kerbau bagi mereka yang saat pemakaman belum melakukannya. Kini ma’nene tetap digelar, meski tujuannya lebih untuk mengingat leluhur dan menjaga silaturahmi keluarga. Apalagi ma’nene sering digunakan untuk ajang berkumpul mereka yang merantau.

Menumpang Toyota Avanza, Tempo dan tiga wartawan lain pada akhir Agustus lalu bergerak menuju Desa Bululangkan. Matahari sudah tampak, meski udara terasa dingin. Mobil mendaki dataran tinggi berbelok-belok, melalui banyak persimpangan dengan kondisi jalan yang hanya kadang-kadang mulus. Kontur daerahnya berbukit-bukit dengan vegetasi yang rapat. Udara sungguh segar. Kabut tebal menyelimuti meski waktu sudah menunjukkan lewat pukul tujuh pagi.

Setiba di Lembang (Desa) Bululangkan, suasana terasa sunyi. Tak banyak warga lalu-lalang di rumah-rumah seperti lazimnya permukiman. Menyusuri jalan menuju bukit, sebagian orang mulai tampak. Di sisi sebelah kiri jalan terdapat enam buah patane: satu dari kayu, lima lainnya dari bangunan beton. Di situ banyak warga desa berkumpul. Mereka mengeluarkan peti-peti jenazah dan jasad yang terbungkus kain tebal dari dalam makam. Tak ada yang terganggu oleh kedatangan orang asing atau turis di lokasi.

Foto keluarga dengan mereka yang diganti kain jasadnya. (Irmawati)

Sebagian warga sudah mulai membuka lapisan-lapisan kain yang berisi jasad keluarga mereka. Tampak potongan tulang dari bagian tubuh ataupun kepala. Sambil dibersihkan, sebagian ditebar dan dijemur di bawah terik matahari pagi. Beberapa warga nongkrong, menikmati bekal mereka. Kaum lelaki mengisap rokok dan meminum kopi hitam. Nyaris tak ada bau apa pun dari jasad yang terbuka itu. Kalaupun ada yang tercium oleh hidung, yang terasa menyengat adalah bau kemenyan dan kapur barus.

Sarlota Sanda, 54 tahun, hadir di situ dengan tiga saudaranya, Debora Tumba’ (56), Samaa Moli’ (52), dan Benyamin Bondo (40). Namun, tak seperti keluarga Lumbaa, keluarga Sarlota hanya membuka sebagian. Jasad kedua orang tua mereka, Moli Sesa’ dan Nek Banaa, dikeluarkan dari peti, kemudian dibuka sepertiga pada bagian atas saja, sehingga yang kelihatan hanya muka dan kepala.

Dari penglihatan Tempo, bagian kepala jasad Moli Sesa’ terlihat agak basah. Ada balutan perban. Semacam daun-daunan sirih dan tembakau yang agak halus memenuhi beberapa pancaindranya, seperti di bagian mulut, hidung, telinga, dan mata. Jasad istrinya, Nek Banaa, terlihat kering-keropos, berwarna cokelat tua, dan rapuh seperti kertas. Semasa hidup Moli Sesa’ bertani serta berdagang kerbau dan kopi. Kini diteruskan oleh Samaa, anak lelakinya.

Di patane sebelah, kini giliran ibunda mumi laki-laki tadi yang dibuka petinya. Namanya Mama Sara. Agar semua warga bisa melihat, mumi perempuan tua ini juga dipegang oleh keluarga dalam keadaan berdiri. Ia terlihat masih sangat utuh, bahkan hingga ke wajah. Drama itu pun terulang kembali, dari suasana gembira dan tertawa-tawa hingga ke tangisan menyayat yang dilakukan keras-keras.

1

Kepala Lembang Bululangkan, E Ungke Toding Allo, 40 tahun, mengatakan sorak-sorai itu terjadi karena keluarga gembira menemukan jasad yang masih utuh dan bisa dikenali. ”Kondisi jasad yang utuh itu kebanggaan bagi keluarga yang ditinggal,” katanya. Adapun suasana haru dan sedih yang menyusulnya adalah pertanda para keluarga mengenang kehidupan tubuh-tubuh yang mati itu kala masih bersama mereka.

Banyak cerita bisa diperoleh dari peti-peti itu. Misalnya warna kain pembungkus jasad: ada yang polos, bermotif, tapi yang dominan adalah warna merah polos. Dalam penggunaan kain, merah menempati status sosial tertinggi. Untuk bisa menggunakan kain merah polos, keluarga harus memotong minimal tujuh ekor kerbau saat upacara rambu solo atau upacara pemakaman.

2

Yunus Lumbaa memberi contoh. Saat orang tua Thomas Seba, 69 tahun, wafat pada 1960, keluarganya belum mampu sehingga hanya memotong seekor kerbau. Mereka tak berhak menggunakan kain merah sebagai pembungkus jasad. Baru pada 1981, ketika Thomas yang merantau ke Papua sudah punya uang, ia mengorbankan delapan ekor kerbau untuk orang tuanya. Dengan kata lain, jasad orang tuanya sudah berhak mengenakan kain merah polos. Kini aturan soal kain itu sudah tak terlampau ketat lagi karena jenis kain yang tampak sudah beraneka ragam: ada pakaian bekas, sarung, seprai, bahkan karung terigu.

Ada lagi cerita tentang ukurannya, yang berbeda-beda karena sesuai dengan bentuk tubuh orang yang wafat. Seperti jasad-jasad di patane milik keluarga Ajun Komisaris Polisi Simon Moli. Jumlahnya ada sebelas—enam jasad orang dewasa dan lima jasad anak-anak berbagai usia. Yang paling kecil berukuran seperti bantal guling kecil dengan panjang 40 sentimeter. Kata Ne’ Maria, 70 tahun, jasad terkecil itu adalah anaknya yang meninggal saat masih dalam kandungan, berusia 5 bulan. ”Saat itu saya keguguran,” katanya. Setiap ma’nene, jasad yang satu itu hanya dijemur tanpa pernah dibuka kain bungkusannya.

Ma'nene Ritual Cleaning of Tanah Toraja Mummy

Di patane lain, tampak keluarga memegang dengan gembira tiga jasad orang tua yang masih utuh, meski sudah wafat lebih dari dua dasawarsa lalu. Salah satunya perempuan, terlihat dari rambutnya yang panjang. Mumi tua ini bernama Nek Sombo Allo, yang meninggal di usia 80 tahun.

Setelah dibersihkan dan sedikit dijemur di bawah sinar matahari, bungkusan jasad-jasad itu kemudian dirapikan kembali. Kain-kain yang sudah kurang bagus dibuang dan kain yang masih bagus tetap dipakai, ditambah beberapa helai kain baru. Setelah rapi, sebagian kemudian diikat dengan tali rafia atau tali dari sobekan sarung bekas. Yang tidak diikat langsung dimasukkan kembali ke peti.

***

Setelah ”arisan” dengan jenazah itu rampung, berikutnya adalah ”arisan” dengan handai taulan. Ini biasa disebut ne pare lapuk atau acara bersyukur bersama menutup ma’nene. Ini digelar di Rante, lapangan khusus yang memiliki batu-batu menhir di sekelilingnya. Batu-batu ini konon simbol tokoh masyarakat kampung yang telah wafat. ”Semakin besar batu,” kata E Ungke Toding Allo, Kepala Lembang Bululangkan, ”semakin tinggi kedudukannya.”

Penutupan prosesi yang sedianya digelar pada Minggu ditunda karena hari itu adalah jadwal warga mengikuti kebaktian. Di sore hari, beberapa anak muda tampak bermain sepak takraw di lapangan Rante. Dekat dari situ terdapat rumah Tongkonan yang berusia ratusan tahun. Tongkonan ini sudah berlumut dan pada bagian atapnya sudah ditumbuhi tanaman pakis atau semacam benalu yang cukup lebat.

Para orang tua memanggil anak-anak agar membantu mereka membuat pa’piong, masakan dari daging babi yang dimasukkan ke bambu lalu dibakar—makanan wajib Mappakende. Anak-anak membantu mengangkat babi yang telah diikat dan memegang kakinya ketika badik menikam ternak itu tepat pada jantungnya. Darah yang mengalir ditampung di botol. Setelah itu, mereka berlarian menyiapkan kayu dan ranting bambu untuk membakar babi yang sudah disembelih tersebut. Anak-anak perempuan lalu menyiapkan bumbu pa’piong, seperti daun bawang, bawang putih, cabai, merica, garam, dan daun-daunan setempat. Kurang dari 30 menit, bulu-bulu babi tadi bersih dilahap api dan babi itu tampak kaku dengan tubuh yang hitam gosong. Setelah dikeluarkan isi perutnya dan dipotong kecil-kecil, potongan-potongan itu kemudian dimasukkan ke beberapa batangan bambu berukuran setengah meter, lalu dibakar.

5

Keesokan harinya, pagi-pagi, warga terlihat mulai berdatangan ke Rante. Mereka menggelar tikar. Di atasnya mereka menata makanan yang akan disantap bersama. Acara akan dimulai pukul 08.00 Waktu Indonesia Tengah. Hadirin dari anak-anak hingga mereka yang berusia lanjut hadir. Salah satunya Nek Rande, tokoh masyarakat yang usianya lebih dari 100 tahun. Tampak juga beberapa tamu dari desa tetangga, seperti rombongan dari Lembang Punglu, Kecamatan Buntu Pepasa. Rombongan ini dipimpin Bapak Pore, 40 tahun.

Kerabat melakukan foto bersama dengan salah satu jasad.

Sempat terjadi diskusi pembagian daging; beberapa orang berpendapat daging dibagi rata untuk semua, ada pula yang berpendapat daging dibagi untuk mereka yang menyumbang saja. ”Ta bagi ratai to, ri ma sumbang,” kata Yunus Lumbaa. Kerbau dibeli seharga Rp 6,5 juta, sedangkan total sumbangan mencapai dua pertiganya. Penyumbang memberi dengan nilai nominal yang berbeda-beda, mulai Rp 40 ribu hingga Rp 2 juta—nilai nominal terbesar yang disumbang Thomas Seba. Kerbau yang dikorbankan dalam upacara penutupan ini tak boleh utangan. Mesti lunas.

Akhirnya disepakati daging kerbau dibagi rata untuk semua. Daging lantas dipotong-potong seukuran setengah sampai satu kilo, lalu ”plok!” dilemparkan ke hadapan masing-masing warga. Di tempat lain boleh jadi hal ini kurang sopan, tapi begitulah adat di Bululangkan.

7

Daging habis, yang tersisa tinggal kepala kerbau di tengah lapangan. Kini giliran kepala babi, bagi mereka yang membuat pa’piong, yang dikumpulkan. Totalnya 37 ekor. Semuanya kemudian dilelang dengan harga bervariasi, dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Setelah semuanya terjual, dana yang terkumpul mencapai Rp 4,35 juta, yang disumbangkan untuk enam gereja di Bululangkan.

Sang pemandu acara, Yunus Lumbaa, sejenak beristirahat. Ia minum tuak nira dari batang bambu sebagai pengganti gelas. Setelah itu, ia kembali berdiri di tengah Rante dan berdialog. Kini ia menagih utang dan janji-janji warga yang belum diselesaikan. Hasil tagihan dan sumbangan, sebesar Rp 26 juta, dikumpulkan untuk pembangunan fasilitas umum desa.

A family member cleans a mummy before giving it new clothes in a ritual in the Toraja district of Indonesia's South Sulawesi Province

Thomas Seba, sebagai anak rantau yang pulang dengan harta melimpah, lantas mengumumkan: ma’nene berikutnya akan digelar pada 2012. Pengumuman ini dilanjutkan dengan kebaktian bersama yang dipimpin seorang pendeta Bululangkan. Acara pun ditutup dengan makan bersama. Warga membuka bekal masing-masing, yakni pa’piong dalam berbagai rupa—ada yang bumbunya agak hitam, ada yang cokelat pucat, ada juga yang kekuningan. Tamu seperti Pore mendapat pa’piong utuh, masih dalam batang bambunya. Jumlahnya hingga 17 buah. ”Akan kami bawa pulang untuk dibagi-bagi kepada warga desa kami,” katanya.

Setelah makan, ”arisan” pun ditutup dengan warga beramai-ramai berjalan menuju tanah lapang tepat di halaman gereja, sekitar 1 km dari Rante. Di situ, para pria dewasa, minimal 12 tahun, beradu kaki sebagai perlambang kejantanan dalam olahraga sisemba. Siapa pun yang ikut harus menanggung akibatnya sendiri bila terluka, patah, atau bahkan meninggal dunia. Sekitar seratusan orang terlibat. Dalam riuhnya gerak tubuh dan kaki mereka yang beradu, beberapa orang sempat hampir adu jotos meski kemudian dapat didamaikan. Dengan damai seluruh prosesi ”arisan” pun usai. (By Irmawati–Intermezo, Majalah Tempo vol. 38 no. 34, Edisi Oktober 2009)

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 13 Komentar

SELAMAT TAHUN BARU


(*)

Janganku suaraku, ya ‘Aziz
Sedangkan firmanMupun diabaikan

Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMupun disepelekan

Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayangMupun dibuang

Jangankan sapaanku, ya Matin
Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan

Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus

Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban

Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali

Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti
Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu

Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian

Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir
Wahai Jabbar Mutakabbir
Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar
Rasul kekasihMu maíshum dan aku bergelimang hawaí
Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab

Wahai Mannan wahai Karim
Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu.

(*) Doa sehelai daun kering karya Emha Ainun najib

****

Assalamualaikum wr wb.

Atas nama Keluarga KAMPUS WONG ALUS,

saya mengucapkan Selamat tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1435 H.

Marilah ini kita jadikan MOMENTUM untuk berefleksi diri.

Semoga kita senantiasa menambah keimanan

dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Terima kasih dan salam asah asih dan asuh.

Wassalamualaikum wr wb.

@wongalus,2013

*****

 

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 32 Komentar

ILMU MENCARI SUMBER AIR


PESERTA PELATIHAN PRIVATE PARANORMAL KWA MENDETEKSI SUMBER AIR

PESERTA PELATIHAN PRIVATE PARANORMAL KWA MENDETEKSI SUMBER AIR

wongalus

Assalamualaikum wr wb. Saya menggunakan amalan ini untuk mencari sumber air untuk membuat sumur. Caranya sebagai berikut: carilah sebuah ranting yang ujungnya bercabang mirip huruf Y. Selanjutnya anda berada di tanah yang akan dicari sumber mata airnya. Berjalanlah perlahan sambil MEMEGANG RANTING dan ARAAHKAN UJUNG Y tersebut ke ranah dan gerakkan ke kanan dan kiri sambil mewiridkan dalam hati.

Baca 1 x:

Audzubillahiminasyaitonirrojim
Bismilahirrohmanirrohim
ANNA AL QUWWATA LILLAHI JAMI’AN

lanjutkan dengan

baca berulangkali  wirid di bawah ini sambil TAHAN NAFAS dan berjalanlah….

ya Allah Ya Latif

Ya Allah Ya Khobir

Ya latif Ya Khobir

Ala Ya’lamu Man Kholaqo Wahuwal Latiful Khobir

bila tidak kuat bernafas normal dan berjalan lagi sambil tahan nafas lagi dan mulai wirid lagi…

Insya allah nanti akan ada bisikan dalam hati bahwa di situlah sumber mata air itu berada. Berhentilah dan di ujung ranting tersebut silahkan digali untuk membuat sumur.  Silahkan dipraktekkan, saya ijasahkan bagi siapa saja yang membutuhkannya. Salam asah asih dan asuh. rahayu. @@@

@wongalus,2013

Categories: ILMU MENCARI SUMBER AIR | 41 Komentar

MEMANFAATKAN ASMAK SUNGE RAJEH UNTUK DATANGKAN HUJAN


Secara umum saat ini musim panas, meski di beberapa daerah sudah mulai hujan. Nah, agar musim panas tidak berkepanjangan dan kekeringan maka sebuah daerah/kawasan memerlukan hujan. Kita bisa memanfaatkan amalan Asmak Sunge Rajeh untuk menurunkan hujan. Cara yang biasa saya lakukan untuk menurunkan hujan sebagai berikut.

1. Cari tempat yang  lapang. Misalnya lapangan atau bukit. Pandanglah langit dalam posisi berdiri.

2. Anda sudah pernah mengamalkan Asmak Sunge Rajeh Madura Utara. (Cara pengamalan ada di blog kita)

3. Hembuskan nafas sampe udara di dada habis lalu tarik udara melalui hidung dan baca dalam hati doa ASR : INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH

4. Kembali ke nafas biasa dan tambahi dengan doa ini cukup dalam hati. Doanya:

WANAZZALNAA MINASSAMAA’I MAAAN MUBAAROKAN FA’ANBATNAA BIHI JANNAATIN WAHABBA ALHASHIIDI.

Doa ini ada dalam QS Qaaf ayat 9 yang artinya: “Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam”

5. Setelah melaksanakan ritual di atas, segera mandi sampai bersih. Tunggu dengan sabar, tawakal dan pasrah sebab doa sudah kita laksanakan.

Demikian satu cara dan masih banyak cara lain pemanfaatan yang bisa dilakukan dengan ASR maupun dengan amalan-amalan lain. Anda punya kebiasaan dan cara lain? silahkan berbagi disini. Terima kasih. salam asah asih dan asuh.

@wongalus,2013

Categories: ASMAK SUNGE RAJEH | 37 Komentar

AL QURAN WASHILAH PETUNJUK DAN REZEKI


wongalus

DSCN1458

Dawamkan doa sebanyak 3 x ini setelah anda mengaji surat apapun, sambil anda mencium Al Qur’an yang ada di rumah masing-masing. Insya allah rejeki mengalir melalui washilah/lantaran kitab suci yang kita miliki. Monggo ini doanya:

ALLOHUMMAGHFIRLII BI ALQUR’AANI.
ALLOHUMMARHAMNII BI ALQUR’AANI.
ALLOHUMMAHDINII BI ALQUR’AANI.
ALLOHUMMARZUQNII BI ALQUR’AANI

Ya Allah, ampunilah aku dengan Al-Quran
Ya Allah, kasihilah aku dengan Al-Quran
Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku dengan Al-Quran
Ya Allah, berilah rezeki kepadaku dengan Al-Quran.

@Wongalus,2013

Categories: AL QUR'AN WASHILAH REJEKI | 105 Komentar

Diproteksi: SEMBILAN ILMU HIKMAH PATRAP LAKU 63 HARI


Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Categories: SEMBILAN ILMU HIKMAH PATRAP LAKU 63 HARI | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

AGENDA CANGKRUKAN RUTIN SETIAP KAMIS MALAM


ACARA SPESIAL:

1. PENGIJASAHAN  ILMU SHOLAWAT PENGGETAR  LANGIT  SAP PITU
2. PENGIJASAHAN ILMU MENGHILANG

HARI/TANGGAL: KAMIS MALAM, 17 OKTOBER 2013

PUKUL 20.00 WIB S/D SELESAI

TEMPAT: RUMAH KELUARGA KWA, MUSHOLA BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 (SEBELAH KOMPI SENAPAN, 100 METER SELATAN RSUD SIDOARJO).

SAUDARA KWA, SEDULUR SENASIB SEPENANGGUNGAN… MONGGO PINARAK, MONGGO MAMPIR, SILAHKAN HADIR…. KITA BERBAGI CANDA, SUKA, DUKA, BERKELUH KESAH, BERBAGI HIKMAH, BERBAGI CAHAYA DAN ILMU, SEKALIGUS REFRESHING LAHIR DAN BATIN. SEKEDAR UNTUK MELEPAS LELAH PUN BOLEHLAH…. SIAPA TAHU DISINILAH OASE PELEPAS DAHAGA HIDUP YANG SEJATI DI TENGAH KERINGNYA HIDUP YANG PENUH ANGKARA DUNIAWI

——————————————————————————————————————

TIDAK DIPUNGUT BIAYA/GRATIS. UNTUK KEGIATAN SOSIAL KEMANUSIAAN.

==================================================================1379388_573285846042358_928587703_nDSCN1152

DSCN1153

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 29 Komentar

IJAZAH ILMU PENGGERAK BHUMI


wongalus

Di tanah borneo, kita mengenal ilmu ini dengan nama ilmu saborat bhumi. Tahap sempurna pengamalan, semua kehendak Allah SWT akan menyatu dalam hidup perilaku kita.

Fadhilah: semua kebutuhan

TATA CARA:

TAWASSUL kirim al fatihah untuk Rasulullah SAW dst hingga pengijazah ilmu.

Wiridkan sebagai berikut

=============================================

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

KUP TANGAN KANAN KUP TANGAN KIRI

ALLAH MENGGERAKKAN BUMI DAN LANGIT

BOLEH BERGERAK BARULAH ENGKAU

LEPAS DARI TANGANKU

BERKAT DOA LAA ILAHA ILALLAH

BERKAT MUHAMMADARRASULULLAH

==================

SELAMA 1000 X selama 7 hari

Setiap selesai wirid 1000 x buka telapak tangan kanan dan kiri anda, lalu ludahi dengan ludah anda mulai tangan kanan terlebih dulu dan jangan dibersihkan hingga mengering sendiri.

=cara pengamalan=

baca doa di atas lalu ludahi kedua telapak tangan anda dan arahkan kepada obyek apapun yang anda hajatkan. Misalnya anda ingin banyak rejeki maka arahkan tangan anda ke selembar uang dan tunggu sehari dua hari. Bila butuh pengobatan maka arahkan tangan ke obyek yang sakit dan seterusnya.

Silahkan diamalkan. Bagi anda yang sudah terdaftar sebagai ANGGOTA KAMPUS WONG ALUS, saya ikhlaskan memiliki ilmu ini, salam persaudaraan selalu.

@wongalus,2013

Categories: ILMU PENGGERAK BHUMI | 143 Komentar

IJASAH PESUGIHAN UANG BIBIT (INDUK UANG) YANG BERANAK PINAK


wongalus

Doa ini luar biasa fadhilah, karomah dan manfaatnya bila didawamkan secara istiqomah dan diselaraskan dengan PERILAKU kita. Banyak manfaat seperti untuk pengobatan, keselamatan dan salah satu fungsinya adalah agar rejeki kita mengalir deras tiada berhenti.  Kita sebut saja pesugihan uang bibit.

Berikut amalannya:
1. Luruskan niat semata-mata untuk mencari RIDHO ALLAH SWT.
===Warning!!!! INGAT NIAT menduduki posisi utama ketika mengamalkan amalan ini.

2. Amalannya adalah wirid saat malam selama 3 hari. Rangkaan wiridnya sebagai berikut:
ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN QOD DHOQOT KHILATI ADRIKNI YA ROSULLULLAH X 1000

LA ILAHA ILLA ALLAH LA HAWLA WA LA QUWWATA ILLA BILLAH (tarik nafas tahan dan baca 7x lalu hembuskan) ke satu lembar uang seratus ribuan.

YA SATTAR YA SHAFI YA KAFI YA MUSABBIB AL-ASBAB YA RUH YA ROBB (tarik nafas tahan dan baca 7x lalu hembuskan) ke satu lembar uang seratus ribuan.

YA KAFI YA GHONIYU YA FATTAH YA ROZZAQ (tarik nafas tahan dan baca 7x lalu hembuskan) ke selembar uang

3. Hari keempat akhiri dengan puasa ngebleng dan pati geni. Yaitu puasa di kamar gelap mulai subuh hingga maghrib. Selama ngebleng dan pati geni DILARANG TIDUR dan wirid ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN QOD DHOQOT KHILATI ADRIKNI YA ROSULLULLAH mulai subuh sampai maghrib semampu anda (tidak perlu dihitung berapa jumlahnya. Ikhlas wirid hanya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Wirid berhenti ketika melakukan sholat fardhu di dalam kamar dan lanjutkan lagi setelah sholat. Ingat tubuh tidak boleh kena sinar matahari. Usahakan selalu bersuci dan badan dalam kondisi berwudhu. Bila perlu bawa perlengkapan seperlunya untuk keperluan ini).

4. UANG YANG SUDAH DIWIRID TADI SELANJUTNYA DIBUNTAL KAIN PUTIH DAN SIMPAN UANG TERSEBUT DI SEBUAH TEMPAT YANG AMAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. Bila akan Pegang Uang tersebut maka tubuh anda harus bersih dari hadats/usahakan berwudhu.

5. Tetap berusaha dengan cara bekerja sebagaimana biasanya. Sebab kita perlu “wadah rejeki” sebelum Allah SWT menurunkan rejekinya. Wadah rejeki itu wujudnya adalah bekerja giat rajin dan tekun. Tanpa wadah rejeki, kemana Allah SWT mau menempatkan rejekinya? Tidak mungkin uang sekarung langsung jatuh dari langit bukan? Nah, bila sudah dipahami monggo bekerja giat.

Amalan selesai dan semoga ada manfaatnya bagi kita semua yang dilanda masalah rejeki. Salam asah asih dan asuh.

@2013,wongalus

Categories: PESUGIHAN UANG BIBIT | 111 Komentar

SAVE TROWULAN


TROWULAN

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 19 Komentar

SURAT AL KAUTSAR UNTUK TUNTAS HUTANG REJEKI LANCAR


Di jaman sekarang, punya hutang bukanlah sesuatu yang tabu. Hampir semua keluarga pernah berhutang, seperti kredit sepda motor, mobil, ambil hutang di Bank untuk sekolah anak dst. Namun usahakan agar senantiasa bisa membayar hutang sehingga kita tidak diuber-uber debt collector. Agar hutang bisa segera lunas dan rejeki mengalir berikut ada amalan sederhana namun efektif.

Caranya:

Wiridkan surat al kautsar:

========================================
Innaa a’thoynaa kaalkawtsar fasholli lirabbika wainhar Inna syaani-aka huwa al-abtar

========================================

dibaca 313 kali sehabis sholat fardhu.

Usahakan setiap jumat pagi beramal ke anak yatim semampu kita.

Insya allah atas ijin Allah SWT cepat teratasi seberapapun banyak hutang yang kita punyai dan insya allah rejeki kita akan lancar.

Silahkan diamalkan, semoga bermanfaat. salam asah asih dan asuh.

 

@@@

Categories: AMALAN TUNTAS HUTANG REJEKI LANCAR | 136 Komentar

MOHON DOA RESTU GENERASI KEENAM PARANORMAL GURU KWA


PROGRAM PELATIHAN PARANORMAL PROFESIONAL (TINGKAT GURU) KAMPUS WONG ALUS telah digelar pada hari Jumat sore, 27 September s/d Minggu pagi, 29 September 2013 atau selama 2 (dua) hari pelatihan intensif bertempat di sebuah villa di pegunungan wilayah Mojokerto, Jawa Timur.  Empat peserta mengikuti pelatihan dan mereka diberikan nama:

994626_437544889696767_106585549_n

1. KI ONTOREJO MUHAMMAD PENANGGUNGAN Phone 089696426286 dari  JAMBI

2. KI ONTOREJO SONI PENANGGUNGAN Phone 085648484545 dari SIDOARJO

3. KI ONTOREJO ADI PENANGGUNGAN Phone 081381724964

dari TANGERANG

4. KI  ONTOREJO GATOT PENANGGUNGAN, Phone 081 085643301388 dari MAGELANG

KAMI MOHON DOA RESTU SEMOGA UPAYA KAMI BISA MEMBERIKAN MANFAAT KEPADA MASYARAKAT. TERIMA KASIH DAN SALAM ASAH ASIH ASUH. RAHAYU..RAHAYU.. RAHAYU,….

Categories: >>PERPUSTAKAAN UTAMA

ENERGI DOA DUA SHOLAWAT UNTUK MENYEMBUHKAN SAKIT MEDIS DAN NON MEDIS


wongalus

Sakit itu tidak enak. Apalagi sampai masuk rumah sakit dan harus menginap berhari-hari atau pun berminggu-minggu. Bagi yang punya biaya sepertinya tidak menjadi masalah, namun bagaimana bila yang tidak memiliki biaya untuk berobat? Nah, amalan berikut ini adalah amalan untuk menyembuhkan sakit apa saja. Atas ijin Allah, kita atau pasien akan sembuh dari penyakit medis dan non medis. Yang dimaksud penyakit medis adalah penyakit akibat gangguan fisik/tubuh akibat suatu penyakit. Sementara penyakit non medis akibat adanya gangguan baik disengaja atau pun tidak kepada tubuh halus kita (SANTET, TELUH, TENUNG, KESURUPAN). Cara ini bisa digunakan juga untuk menyembuhkan orang kesurupan.
Caranya:

bersuci/berwudhu terlebih dulu…(ini syarat wajib)

BACA DOA DUA SHOLAWAT INI:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYIDINAAMUHAMMADIN NABIYYIL UMMI WA ‘ALAA ALIHIWA SHAHBIHI WA SALIM SHALATAN WA ANTAGHFIRALII BIHA WALIWALIDAYYAA WALMU’MININA WAL MU’MINAT WAL MUSLIMINA WALMUSLIMAT AL-AHYA’I MINHUM WAL AMWAAT WAASHLIH BIHAA AL IMAMA WAL UMMATA WARRO’IYA WAR RO’IYYATA WA ALLIF BAYNA QULUBIHIMWADFA’ SYARRA BADHIHIM AN BADH WA MIM MANAKHAFU WA NAHDZAR.

ALLOHUMMA SHOLLI SHOLAATAN KAAMILATAN WA SALLIM SALAAMAN TAAMAN ‘ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN ALLADZI TANHALLU BIHIL ‘UQADU, WA TANFARIJU BIHIL KURABU, WA TUQDHAA BIHIL HAWAA’IJU WA TUNAALU BIHIR RAGHAA’IBU WA HUSNUL KHAWAATIMI WA YUSTASQAL GHOMAAMU BI WAJHIHIL KARIIMI, WA ‘ALAA AALIHI, WA SHAHBIHI ‘ADADA KULLI MA’LUUMIN LAKA.

selanjutnya….

1. Anda sebagai “dokter’ yang akan menyembuhkan pasien duduk dalam posisi semedi dan orang yang akan diobati (pasien) dalam posisi tertidur. Wajah melihat ke atas.

2.  Aturlah nafas anda perlahan-lahan selanjutnya dalam hitungan 1,2,3… TARIK NAFAS panjaaaaang.

3. Simpan nafas anda ke perut dan keraskan perut (selama 7 detik) dalam hati wiridkan YA ALLAHA YA SYAFI.

selanjutnya alirkan nafas ke dada (selama 7 detik) dalam hati wiridkan YA ALLAHA YA SYAFI.

selanjutnya ke perut lagi (7 detik) dalam hati wiridkan YA ALLAHA YA SYAFI.

dan terakhir alirkan nafas ke dada  dan keluarkan nafas dan keraskan suara dari mulut anda  bunyi kan HUUUUUUU…………………. sambil TELAPAK TANGAN KANAN DIARAHKAN KE BAGIAN TUBUH YANG SAKIT.

4. Jadi total anda tahan nafas selama 21 detik. Selesai pengobatan berterima kasihlah kepada Allah SWT yang telah menyembuhkan penyakitnya.

SARAN: UNTUK MENGUASAI ILMU INI DENGAN SEMPURNA, PERBANYAK PUASA (PUASA 7 HARI ATAU KELIPATANNYA DIMULAI HARI SENIN) DAN SELAMA PUASA BACA DOA DUA SHOLAWAT DI ATAS USAI SHOLAT FARDHU/SHOLAT LIMA WAKTU SEBANYAK 7 X.

Insya allah penyakit akan sembuh atas ijin Allah segera.

Demikian semoga bermanfaat. Salam paseduluran. Rahayu…

@wongalus,2013

Categories: MENYEMBUHKAN SAKIT MEDIS DAN NON MEDIS | 61 Komentar

KEKUATAN UPACARA ADAT


KI SABDALANGIT
http://www.sabdalangit.wordpress.com

DSC_6019Upacara adat kali ini merupakan sarana mengonsultasikan persoalan perusakan warisan budaya kepada kekuatan jagad raya. Dan tak akan ada yang luput dari mekanisme pengadilan alam. Mari kita lihat dan saksikan bersama. Seperti diketahui, rencana pembangunan pabrik pengecoran baja di Desa Jati Pasar dan Desa Wates Umpak, Trowulan diprotes berbagai elemen masyarakat. Aktivitas pabrik seluas 36.728 meter persegi dan dampak sosial ekonomi setelahnya dikhawatirkan merusak kelestarian situs Majapahit yang tersebar di kawasan Trowulan.

Acara diawali sambutan oleh panpel KI WONGALUS mengenai segenap persoalan industrialisasi di atas situs Majapahit Trowulan dan segenap upaya yang telah dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Sambutan dilanjutkan dari KKS dan Ki Camat (Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kab Sidoarjo) diteruskan untaian kalimat sambutan dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam paguyuban Safe Trowulan, Trah Majapahit, Majapahit Wilwatikta, Masyarakat Suku Dalu dari Surabaya, Wakil dari Gunung Kawi, sesepuh adat Majapahit di Trowulan, hadir pula sedulur-sedulur dari paguyuban Sanggar Pakeliran Bojanegara, dan beberapa paguyuban dari Blitar dan Kediri. Sumpah Palapa sang Mahapatih Gajah Mada pun dikumandangkan dengan lantang oleh sedulur yang tergabung di dalam paguyuban Trah Majapahit, Majapahit Wilwatikta. Acara demi acara berlangsung dengan khidmatnya serta berisi ungkapan yang sungguh membuat haru dan menyadarkan kita ini sebagai generasi bangsa yang musti mencintai NKRI, dan bangsa yang berbakti kepada para leluhur perintis Nusantara, di antaranya sikap dan tindakan menghormati situs sejarah sebagai pusaka warisan nenek moyang yang mengandung nilai-nilai adiluhung. Kita semua sepakat, jika kita benar-benar memahami sejatining urip dan tentang sangkan paraning dumadi, maka tak ada satupun alasan  untuk merusak situs sejarah peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia. Kecuali otak sudah dicuci dengan doktrin kapitalisme maupun doktrin agama yang sama-sama berbahaya membuat kehancuran di muka bumi.

Udara malam terasa semakin dingin menusuk tulang, angin semakin kencang, namun rasa persaudaraan di antara semua yang hadir malam itu sungguh telah menciptakan kehangatan dan ketentraman. Kami berhayal seandainya Nusantara ini memiliki suasana yang hangat dan tenteram seperti ini, alangkah indahnya, dan alangkah makmurnya menjadi negeri yang diberkahi oleh alam semesta, sang Jagadnata, Tuhan Yang Mahakuasa. Kami tiada pesimis sedikitpun, suatu saat nanti pasti kan tiba waktunya Nusantara menjadi negeri yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi tata titi tentrem kerta raharja. Karena kami melihat tanda-tanda kebenaran prediksi itu tiap hari semakin jelas kejadiannya. Itu semua pelan-pelan terbukti, bukan sekedar hayalan belaka.

Awan BrahuRembulan purnama kian terang benderang memancar di langit sebelah timur, semakin malam rembulan itu semakin ke atas. Dan tampaklah awan putih di angkasa membuat konfigurasi garis lurus semakin lama melebar di samping centrum cahaya rembulan. Pada saat kami semua dari berbagai elemen masyarakat menaiki Candi Brahu untuk menghaturkan uborampe sebagai “oleh-oleh” kepada para sedulur wadag maupun gaib yang menjaga Candi Brahu, saat mata menengadah ke langit, persis di atas candi di ketinggian sana mata kami menatap awan putih lurus dan lebar (tidak sempat memotret dengan kamera) hingga tampak memenuhi sepertiga puncak Candi. Ternyata fenomena itu menandakan kehadiran KRK yang turut hadir pada malam itu.

Kami semua berkumul, sedulur-sedulur dari KKS, AAK, KWA, Ki Camat. Dan dari berbagai elemen masyarakat seperti paguyuban Save Trowulan, Trah Majapahit, Majapahit Wilwatikta, Masyarakat Suku Dalu dari Surabaya, Wakil dari Gunung Kawi, abdi dalem dan juru kunci Candi Brahu serta sesepuh adat Majapahit di Trowulan. Bahkan sedulur titah alus lebih banyak hadir dibanding jumlah kami. Kami semua, titah wadag maupun halus berkumpul di areal Candi Brahu dengan satu tujuan yang sama. Yakni : selamatkan situs Trowulan, Selamatkan Majapahit, Selamatkan Nusantara ! Kami yakin setelah mengkalkulasi secara generalisir melalui berbagai media, masyarakat yang masih peduli dengan nasib situs Majapahit jumlahnya jutaan orang. Biarlah kami berkumpul tidak sampai puluhan ribu pada malam itu, tapi kami haturkan untuk mewakili generasi bangsa yang masih peduli dan tidak rela jika situs Trowulan dirusak dan diinjak-injak untuk sekedar alasan sepele, yakni industrialisasi yang tak jelas untuk memakmurkan siapa.

Malam semakin larut, bau harum dan beraneka aroma tercium di lubang hidung. Saat upacara adat dimulai, bau harum semakin menyengat, udara dingin semakin menusuk tulang, angin semakin kencang bertiup. Hingga tiba-tiba datang kabut putih dan tebal sekali, suasana berubah menjadi lengang, angin berhenti dan berubah menjadi keheingan yang sunyi senyap, pada saat acara ritual telah selesai. Tampak berbagai wujud, mungkin jumlahnya ribuan hadir bersama dalam acara itu. Mereka adalah saudara kita sesama titah Gusti Sang Jagadnata. Sudah selayaknya kita saling menghormati dan menghargai, saling berbagi rasa welas asih. Buang rasa permusuhan dan kebencian, sirnakan prasangka dan stigma buruk  bahwa mereka adalah mahluk jahat. Yang jahat bukanlah mereka, melainkan apa yang ada dalam prasangka buruk bangsa manusia sendiri.

Pada malam itu, secara spontan panpel menerima telepon langsung dari Ketua Bupati Seluruh Indonesia (APKASI) Ir. H. Isran Noor M.Si yang berkenan menyatakan sikapnya sbb : Kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir, kami sangat apresiet atas segala daya upaya untuk melindungi situs sejarah Majapahit yang mengandung nilai adiluhung itu. Kami akan membantu perjuangan saudara-saudara sekalian melalui upaya konstitusional kepada Menteri terkait dan Bapak Presiden agar mengambil kebijaksanaan untuk melindungi situs Majapahit dan semua situs sejarah, bahkan  tidak hanya di Trowulan tetapi juga situs-situs baru yang baru diketemukan yang tersebar diseluruh Indonesia baru-baru ini. Jika ingin menjadi bangsa besar, mulai sekarang kita harus menghargai hasil karya para pendahulu kita, salah satu wujud sikap menghargai itu adalah melindungi situs sejarah bangsa. Seperti kalimat Bung Karno, jasmerah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah! Demikia Isran Noor menyampaikan supportnya kepada perjuangan ini.

Apapun alasannya industrialisasi yang dibangun tepat di atas situs Majapahit sebagai cara pandang yang terbalik dalam menempatkan prioritas kepentingan. Apakah industrialisasi itu layak disebut sebagai upaya membangun ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja, memajukan kesejahteraan masyarakat. Terkesan alasan itu hanya sekedar bulshit yang dicari-cari saja. Atau mungkin para industrialis dan pejabat setempat  malah sudah kerasukan pola pikir sempit dan picik berdasarkan anggapan bahwa semua yang berbau situs sejarah dinilai sumber kemusyrikan, lantas menjadi sah dan halal jika digilas dengan penghancuran maupun industrialisasi kapitalisme yang kenyataannya lebih berhala ketimbang menyembah batu hitam.  Saya pun sah-sah saja menuduh para industrialis dan pejabat setempat sebagai tindakan haram karena telah menginjak-injak martabat dan nilai sejarah yang adiluhung para perintis bangsa, para leluhur yang mewariskan tanah perdikan yang sampai hari ini mereka tinggali sebagai tempat mencari makan. Tidur, berak, makan, cari uang pun kenyataannya masih di wilayah pusaka warisan leluhur bangsa, tapi mereka menghina dan menginjak-injak simbol harga diri dan warisan nolai luhur sang pewaris. Itu yang dinamakan generasi durhaka. Lihat saja, tak ada orang yang selamat jika mendurhakai orang tua dan para leluhurnya sendiri. Apalagi bagi mereka yang hanya menumpang hidup di Nusantara, jelas-jelas sebagai tamu, tapi bertingkah mbagekake (mempersilahkan) yang punya rumah. Nasib apa yang akan mereka alami ?

Berbagai elemen masyarakat telah berusaha mengentikan rencana industrialisasi di atas situs Majapahit, tapi mereka tetap tak bergeming, teguh dalam membutakan hati, mata, dan telinga, bahkan tampak tiang pancang bangunan pabrik baja mulai didirikan. Oke…kalau begitu, kami lakukan ritual upacara adat sebagai bentuk local wisdom untuk memberikan jawaban terakhir jika segala daya upaya untuk menyadarkan suatu kenekadan dan tindakan yang salah,  ternyata tidak juga membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Kami hanya mewakili generasi penerus bangsa yang masih merasakan manfaat situs Majapahit, generasi bangsa yang masih menghormati para leluhurnya. Kami mewakili generasi bangsa untuk mengadu dan memohon, agar para leluhur dan kekuatan alam semesta ini yang akan menyelesaikan konflik dan persoalan industrialisasi di atas situs Majapahit di Trowulan. Boleh saja mereka ketawa dan kacak pinggang melihat apa yang kami lakukan. Tapi kita semua akan menjadi saksi, lihat apa yang akan terjadi !!

Rasakan dan terimalah rasa welas asih kami, sebagai sesama bangsa Indonesia kami masih menyayangi kalian para pejabat dan industrialis di situs Majapahit. Kami mohon dengan sangat, dengarkan semua aspirasi berbagai elemen masyarakat. Perhatikan Perda, dan UU tentang perlindungan situs sejarah. Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1984, tentang Industri; Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2010, tentang Cagar Budaya; Peraturan Presiden RI Nomor 28 Tahun 2012, tentang Rencana Ruang Pulau Jawa-Bali; Peraturan Menteri Kebudayaan dan Kebudayaan RI Nomor PM.105/UM.001/MKP/2010, tentang Perubahan pertama atas Rencana Strategis Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010-2014; Rencana Strategis Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun 2010-2014; Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2012, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2031; RAPERDA Kabupaten Mojokerto Nomor xxx Tahun xxx, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto Tahun 2011-2031. Silahkan mau mengembangkan industrialisasi, kami dukung jika memang bisa meningkatkan kemakmuran bangsa, dan masyarakat setempat. Tetapi pertanyaan kami apakah sudah tidak ada lagi lahan lainnya selain lahan situs penting Majapahit ? Jika tetap ngotot bisa saja orang mulai berfikir, jangan-jangan tidak sekedar mendirikan pabrik baja, tetapi di dalamnya areal tanah terdapat harta warisan Majapahit ? Semua tidak menutup kemungkinan apalagi daerah situs Trowulan memang selalu diselimuti halimun.

Dengarkan kata-kata bijak kami dan aspirasi semua elemen masyarakat. Jika tidak…..ya sudah. Nas..tali pati ! Mumpung masih ada waktu 7 sampai 35 hari. Sekali lagi wahai para industrialis dan pejabat semua yang terkait industrialisasi di atas situs Majapahit di Trowulan, gunakan sisa waktu itu untuk berfikir ulang dan memperhatikan aspirasi masyarakat. Jika tidak, penyesalan di kemudian hari sudah tak berguna lagi. Bukan kekuatan kami yang akan memberikan keadilan, melainkan kekuatan hukum alam, hukum tata keseimbangan kosmos yang akan mengadili semua secara proporsional dan seadil-adilnya. Hukum alam tak pernah menyisakan secuilpun ketidak adilan. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung.

Kami ucapkan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada sedulur-sedulur yang sudah datang ke lokasi jauh-jauh dari Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Jateng, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Blitar, Bojanegara, Gresik, Lumajang dan berbagai tempat lainnya. Alam semesta, para leluhur dan titah alus, mencatat semua amal kebaikan panjenengan semua. Amal kebaikan panjenengan semua itu akan menjadi pagar gaib yang membenti Anda dari segala macam kekuatan jahat. Dan alam semesta akan selalu berpihak pada rencana dan usaha Anda yang positif dan berguna untuk orang banyak. Mari lakukan sesuatu yang bermanfaat utuk generasi yang akan datang., anak cucu kita, darah daging kita sendiri. Asah Asih Asuh. Jayalah Nusantara. @@@

Categories: KI SABDALANGIT: KEKUATAN UPACARA ADAT | 15 Komentar

IJASAH ILMU KALIMAH TIGA SEMPURNA…


wongalus

BERSAMA INI SAYA IJASAHKAN ILMU KALIMAH TIGA  SEMPURNA

TAWASSUL SEMPURNA (KIRIM AL FATIHAH KE RASULULLAH, SEMUA NABI SEMUA WALI SEMUA MUSLIMIN DAN MUSLIMAT BAIK YANG SUDAH MENINGGAL MAUPUN YANG MASIH HIDUP), PARA PENGIJASAH, AYAH IBU DAN LELUHUR ANDA SERTA DIRI ANDA SENDIRI…..

TINGKAT PERTAMA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

LA BULU DAN KULIT, ILAHA DARAH DAN DAGING, ILA URAT DAN TULANG, ALLAH OTAK DAN SUMSUM BERKAT KALIMAH LA ILAHA ILALLAH  1000 X selama 10 hari

=================================================

TINGKAT KEDUA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

ZIKIRKU DI KANDUNG ALLAH, BADANKU DI KANDANG RASULULLAH, PINTU QALBI HIDAYATULLAH, TERANGKANLAH JALANKU WARAHMATULLAH, AKU TIDUR DI DALAM BAITULLAH, BANTAL AKU LAM JALALLAH, LENYAPKAN AKU DALAM KALIMAH LA ILAHA ILALLAH 1000 x selama 10 hari

==================================================

TINGKAT KETIGA

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.

YAA ALLAH YAA RASULULLAH  YAA KHIDIR YAA QODIR YAA SYADZILI  YAA  ANA  1000 x selama 10 hari

===============================================================

TATA CARA DAN SYARIAT:

Hayatilah dan hapalkan tingkatan ilmu ini dan resapilah sesempurna-sempurnanya. Jauhi dosa dan maksiat. Sukailah puasa dan riyadhoh-riyadhoh lain sebagaimana yang dituntunkan agama. Laksanakan amar makruf dan nahi munkar dan bertindaklah dewasa. Semakin anda mampu menyempurnakan hidup sesuai dengan amal perbuatan maka Insya allah Anda akan mampu menguasai ilmu hikmah ini dengan sempurna atas ijin Allah SWT.

==========================================================================

NOTE
Bagi sedulur yang ingin dan membutuhkan penyelarasan ILMU KALIMAH TIGA ===agar ilmu semakin meresap dalam hidup kita===, kami sampaikan bahwa kami akan mengadakan penyelarasan jarak jauh pada:
HARI: JUMAT
TANGGAL: 20 SEPTEMBER 2013
PUKUL: 21.00 WIB S/D21.15 WIB
TEMPAT: RUMAH ATAU LOKASI MASING MASING
Kami mohon saudara pada jam itu untuk duduk diam dan membaca istighfar selama kurang lebih 15 menit. Demikian terima kasih.

@WONGALUS, 2013 @@@

Categories: ILMU KALIMAH TIGA | 202 Komentar

ILMU PENGUNCI AGAR TIDAK SERONG/SELINGKUH


WONGALUS

Ilmu ini adalah sebuah amalan yang berfungsi untuk mengunci hati siapapun agar orang yang kita cintai/kita sayangi/kita hormati tidak berpaling ke hati yang lain. Jadi target yang kita kunci ini, misalnya anak kita, pacar kita, suami kita, isteri kita, atau siapapun agar tidak selingkuh dan tetap menyayangi kita.

Bila target didatangi orang untuk mengajak selingkuh maka target tidak akan bisa berkutik. Tubuhnya akan layu dan tidak bisa bergerak seperti orang mati. Hal ini berlaku untuk pria dan wanita.

Berikut tata caranya…
Ambil barang-barang/benda-benda misalnya sisir rambut/rambut milik target yang akan kita kunci. Pilih salah satu. Ambil kain putih dan buntallah barang-barang milik target dan bikin seperti pocong ukuran kecil. Baca 3 x doa dibawah ini dan tiupkan ke pocong kecil tersebut.

BISMILLAHIRROHAMIRROHIM. KETEKA KETEKUNG BELANGA BESI. PAHA SUDAH KU SENGKANG HATI SUDAH KUKUNCI. KUNCI ALLAH KUNCI MUHAMMAD KUNCI BAGINDA RASULULLAH. KUN ….(nama target)… FAYAKUN. ALHAMDULILLAHIR ROBBALALAMIN.

Asapi dengan kemenyan selama 30 menit dan setelah selesai simpan pocong kecil tersebut. Usahakan agar target tidak pernah tahu pocong kecil tersebut. Sekali target tahu maka pengunci goib tersebut akan hilang. Bila hilang anda perlu ritual dari awal.

Demikian semoga ada manfaatnya buat anda. Gunakan secara dewasa dan bijaksana. Saya ikhlaskan bagi siapa saja yang ingin membutuhkannya. Salam paseduluran.

@2013,wongalus

Categories: ILMU PENGUNCI AGAR TIDAK SELINGKUH | 78 Komentar

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.