SEPENGGAL CATATAN DARI MANGLAYANG


wongalus

Berusahalah sekuat tenaga dengan memastikan bahwa kalian bisa memiliki kepatuhan seutuhnya sebelum hadir dihadapan NYA, tidak melakukan kesalahan apalagi kurang ajar terhadap NYA…Sesungguhnya kalian ini pembohong, tidak mengetahui jalan menuju pintu NYA…. Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

(Syeikh Abdul Qodir al Jilani: Qaddasallah Sirrah al Aziz)

DSC_0381Tersebutlah suatu ketika saya menyadari dan menggedor-gedor nurani untuk tidak hanya menghayati kata-kata Syaikh Abdul Qodir tersebut namun bermaksud membuktikan apa yang disampaikannya. Konon syaikh adalah pemimpin para wali yang ada di bumi. Saya yakin apa yang disampaikannya itu benar, namun bila ada pembuktian lebih lanjut tentu saja nilai lebih bagi kita. Tidak hanya kata anu, kata ini kata itu.. namun tahu dengan pengalaman dan penyaksian akan menancap dalam hati sanubari yang terdalam. Kemantapan hati berbuah tekad yang kuat untuk berangkat memenuhi panggilan itulah NIAT AWAL saya.

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Berangkatlah saya dengan persiapan minim menuju ke wilayah barat pada hari Sabtu 13 April 2013. Uang saku dan bekal pun pas pasan hanya untuk bertahan hidup. Raga dan tubuh syariatnya menuruti ‘peraturan’ dan ‘perintah’ keduniawian semata, namun hati dan rasa/batinnya sungguh lain. Hati harus menuruti sebuah PERINTAH yang kadar KEHARUSANNYA lebih berat.

Wilayah yang kutuju saat itu adalah Gunung Manglayang, sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi yang berada di wilayah Jatinangor, Sumedang Jawa Barat. Titik koordinatnya pun sudah pasti sesuai syariat yaitu di depan Bumi Perkemahan Kiara Payung, sekitar 5 km dari jalan raya utama Sumedang- Bandung. Hawanya dingin sejuk memaksa saya untuk menyesuaikan diri sebisa mungkin. Maklum, aku terbiasa hidup di Sidoarjo, Jawa Timur yang berhawa panas menyengat. Di Manglayang, keringat tidak akan keluar sehingga bau badan pun tidak berubah. Tetap harum meski tanpa parfum.

Terkait dengan tempat dingin sejuk seperti ini, saya langsung ingat Gunung Bromo. Siang pun memang tetap panas kena cahaya matahari, namun udara yang dihembuskannya tidak membuat kulit menjadi kering. Pepohonan rindang dan lingkungan yang masih alami membuat betah berlama-lama. Di Manglayang, saya tinggal dua belas hari lamanya. Mengakhiri perjalanan tanggal 27 April 2013 kemarin. Lumayan lama untuk ukuran saya yang biasa dengan mobilitas tinggi. Jangka waktu dua belas hari itu saya manfaatkan benar-benar untuk belajar. Belajar mulai dari nol lagi hingga merangkak naik setahap demi setahap.

Saya tidak pernah malu memulai dari nol, sebab berkaca pada Rasulullah, panutan hidup saya bahwa: Nabi Muhammad SAW pun memulai dari nol sebelum melangkah ke tahap demi tahap pendakian spiritual. Bagaimana tidak?

Bukankah saat pertama kali Muhammad SAW menerima wahyu dia menganggap dirinya tidak ‘bisa’ membaca? Padahal saat itu dia sudah ahli berpuasa dan nyepi di gua? Bukankah saat itu dia sudah memiliki kedewasan mental spiritual yang matang? Bukankah saat itu dia sudah ‘sakti’ dan memiliki ‘kekuatan spiritual’ yang pilih tanding sehingga kuat ditempa masalah hidup yang sedemikian berat? Faktanya, Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi ketika usianya 40 tahun. Masa sebelum usia 40 tahun itu, dia harus mampu bertahan dari kejinya fitnah, bertahan dari lingkungan yang dominan paganism yang begitu tua di jazirah Arab. Hal yang mustahil dilakukan orang kebanyakan yang dalam hidupnya tidak punya prinsip dan keteguhan.

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Maka Rasulullah SAW memulai di titik nol ketika bertemu Malaikat Jibril, PERANTARA PERJUMPAAN DENGAN JALAN ALLAH SWT. Dan bagi Rasulullah, kejujuran untuk mengakui bahwa dirinya ‘tidak bisa membaca’ bermakna bahwa dia belum mampu membaca semua kejadian ini dalam kerangka pemahaman yang holistic, nyambung, awal akhir lahir dan batin dalam genggaman Allah SWT.

Buah kejujurannya itulah dia kemudian diberkahi Allah SWT dengan ilmu, yang mana dengan ilmu itu dia mampu untuk ‘membaca dengan Nama Tuhan Yang Maha Menciptakan’. Jadi tidak sekedar pengetahuan yang berasal dari akal dengan menyusun fakta-fakta dan kemudian dijadikan mossaik pandangan hidup yang tersusun lengkap, namun benar-benar menghancurkan EGO DIRI –tahap akhir pendakian spiritual — dan berada di titik NOL sehingga hidayah ALLAH SWT itu turun.

Meneladani Rasulullah SAW itulah semangat dan tekad saya. Kuanggap ini sebuah purifikasi. Katarsis menuju titik NOL. Menjiwai dan mencoba belajar untuk bertahan di tengah kepungan masalah hidup, kepungan citra-citra diri, nilai-nilai yang campur baur, kemacetan pehamanan dan penghayatan akan makna hidup di sana sini, salah kaprahnya tujuan yang akhirnya membekam plus menutup diri untuk mbobot dan mbabar, metamorphosis kepompong menjadi kupu-kupu…

Tidaklah menarik untuk menceriterakan secara detail apa yang saya alami; setiap detik berlalu lalang makhluk-makhluk dari beragam jenis dari yang tampak maupun yang tidak tampak. Juga muncul berbagai peristiwa layaknya para pejalan spiritual yang lain. Itu semua hanya bumbu duniawi semata dan yang lebih penting untuk diungkap dan disampaikan adalah RASAnya.  APA RASA YANG LAHIR ketika berada di TITIK NOL. Saya tidak tahu apa-apa. Rasanya terlahir kembali, melihat dengan cara pandang baru tentang semuanya. Mengalir tenang dan lancarnya aliran yang selama ini tersumbat oleh kotor lemak dan sampah duniawi.

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Di satu titik, di depan BUMI PERKEMAHAN, KIARA PAYUNG CAMP, di depannya.. bukan di dalam, hanya di pinggir jalan kecil, saya jadikan homebase. Setiap kesempatan saya berlalu lalang, naik mendaki ke puncak, minum di air sumber, dan turun lagi ke homebase. Mencari makan yang tersedia. Termasuk diberi sedekah makan oleh tiga sahabat KWA: (1) sesepuh KWA Mbah Selor Selawe (matur suwun sudah ditraktir sate dan bakso, maaf saya harus pura-pura jadi pejabat) (2) mas Ghozali (matur suwun sudah dikasih jamuan makan malam dan sweater, maaf saya harus pura-pura jadi ustad) dan (3) mas Firman (atas pasedulurannya dan keheranannya). Al Fatihah sent…

Kalau perut sudah kenyang, maka Raga tubuh saya istirahatkan tertidur, menikmati hidup, nafas tarik nafas keluar, meditasi tidur, meditasi duduk, meditasi dinamis, bergerak naik ke Manglayang, kehujanan, sholat, minum air sumber, makan yang bisa saya makan, semuanya adalah syariat agar tetap hidup. Toh saya dilarang membunuh diri sebab saya tidak memiliki hidup. Hidup itu milik NYA, dan tugas/kewajiban saya hanyalah menjalankan raga sesuai PERINTAH. Untuk mempermudah pemahaman, saya mengkategorikan menjadi tiga perintah.

Perintah itu bertingkat-tingkat: pertama perintah AKAL. Kedua perintah HATI NURANI. Ketiga PERINTAH dari KEBENARAN/KESESATAN. Untuk BISA MENTAATI perintah ketiga itu, AKAL harus memiliki kelurusan LOGIKA dan HATI yang jujur. Tiada lain syarat untuk itu kecuali MEMBUKA DIRI untuk terus belajar dan JANGAN PERNAH MERASA SUDAH PINTAR. Akan lebih mudah kita mendapatkan kelurusan logika dan hati yang jujur bila kita mau untuk terus mau mendengarkan pendapat orang lain, tidak menyanggah, namun kemudian menyaringnya. Tetaplah tersenyum meskipun barangkali tidak pas dan tidak sesuai dengan hati nurani, itu akan lebih BIJAKSANA karena anda akan mendapatkan lebih banyak dari orang lain. Bila anda mendebat pendapat orang lain, bukankah orang lain akhirnya diam dan anda tidak mendapatkan informasi lagi?

Ketika menjadi kepompong, di gunung manglayang tersebut, saya diuji dengan beragam ujian. Yang bisa saya ceritakan di forum ini adalah ujian kabar dari isteri: rumah saya hampir roboh. Tak bisa berbuat apapun untuk menolong keluarga di rumah, saya hanya bisa bersabar sambil menunggu selesainya tugas dan ada perintah untuk pulang. Semoga keluarga dalam lindungan ALLAH SWT. Inna lillahi wainna ilaihi rojiun… Selain itu banyak ragam ujian lain, misalnya, dari Eyang Guntur yang menyambar-nyambar kepala hingga membuat keberanian habis, dan seterusnya…

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

Ada satu orang tua yang membuat saya terkesan meskipun pertemuan saya dengannya hanya sekilas, tidak kurang dari sekian menit dan itu pun pertemuan yang terasa ‘tidak disengaja’. Padahal tidak demikian, apa sih di dunia ini yang kebetulan? Tentu saja TIDAK ADA. Semua sudah ditentukan sesuai dengan NIAT dan TUJUAN kita. Nah, orang tua ini seorang buruh pengangkut getah kayu pinus. Sehari-hari dia hanya mendapatkan upah sekian rupiah dari usahanya membawa berpuluh-puluh kilo dengan jarak yang amat jauh. Namun ia jalani dengan ikhlas kerjanya untuk menghidupi anak dan isterinya di desa jauh terpencil.

Auranya wajahnya memancar kejujuran dan pancaran cahaya ilahiah tersimpan dibalik baju kumal ala kadarnya. Saya dapatkan ILMU HIKMAH YAITU ILMU NOL, ILMU KEKOSONGAN: jadilah orang sederhana mengakui kelemahan dan ketidakberdayaan kita. Apa yang kita sombongkan? Dihadapan Ilahi, semuanya adalah sama dan setara kecuali amalnya.

Di gunung manglayang itu pula, saya bertemu dengan Sembilan Guru Tanah Pasundan yang baik hati. Ilmu mereka tinggi-tinggi, jauuuhhh di atas kita.

Guru pertama, seorang perempuan. Dia mengajari banyak gerakan tubuh yang selaras dan serasi dengan aliran “chi”, ilmu pelet pengasihan yang dahsyat.

Guru Kedua, seorang perempuan juga, mengajari ilmu-ilmu tentang rezeki lancar.

Guru ketiga, seorang unik nyeleneh. Pria berbadan tegap pemberani. Dia mempraktekkan kesaktiannya dengan menembus dinding dan penjagaan aparat yang sangat ketat tanpa terdeteksi.

Guru keempat, misalnya, memamerkan kedigdayaannya dengan ilmu peluntur. Seketika itu juga menghilangkan kesaktian orang.

Guru Kelima, seorang pria, memamerkan teknik menyerap ilmu orang lain dengan singkat dengan cara langsung ‘meniru’ maka semua ilmu orang dihadapannya akan terserap.

dan seterusnya hingga….

Guru kesembilan seorang perempuan tua memamerkan dirinya mengalahkan dengan mudah penunggu goib (dahnyang) sebuah wilayah.

Namun anehnya, Sembilan guru sakti ini masih ada celah kelemahannya. Misalnya, suatu ketika guru kesembilan ini berjalan di atas air namun tiba-tiba kakinya tersedot bumi sehingga kaki kanannya terjepit. Guru kesatu hingga kesembilan ini, kesimpulan saya akhirnya adalah, mereka ini guru-guru dunia…

Tataran ilmu mereka tidaklah seperti guru kesepuluh yaitu eyang sepuh buruh pengangkut getah kayu pinus tadi. Kusimpulkan, guru kesepuluh inilah guru akhirat yang sesungguhnya. Meskipun guru akhirat, dia memberiku satu mahkota unik dan langka, yang sekarang saya simpan sebagai tanda kasih sayang saya pada guru-guru ilmu hikmah dari tanah Pasundan yang telah mengajari saya. Al fatihah sent…

Bagaimana kalian tahu jalan menuju Allah bila mata kalian buta?

(bersambung: dahsyatnya kekuatan wirid AL IKHLAS)

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 38 Komentar

PENGGILA DENGAN MEDIA ROKOK


Damas Ri

Ilmu ini bisa dipakai/digunakan baik laki-laki maupun perempuan yang merokok tentunya.
ini bacaannya : Bismillahirrohmanirrohim
Roko Roki Roko bernama si Raja Wudun
Tembakaunya bernama si Raja Nila
Asapnya bernama si Lamputih
itulah untuk aku menundukkan dan mengariaukan….adikku/abangku…yang bernama……(sebut namanya jika tahu, jika tidak cukup warna bajunya)
berkat aku memakai…….baca syahadat…..
Caranya : baca tiga kali semua bacaan tersebut, lalu isap dengan perlahan rokoknya, terus asapnya dihembuskan kearah target/sasaran, tidak perlu banyak yang penting ada terhirup/terhisap oleh target.
@@@

Dipublikasi di PENGGILA DENGAN MEDIA ROKOK | 101 Komentar

FANA’


1. Pengertian Fana

Kebanyakan kitab-kitab tua seperti Kitab Syarah Hikam Ibni Athoillah As-Kandariah, Kitab Manhal-Shofi, Kitab Addurul-Nafs dan lain-lain menggunakan istilah-istilah seperti ‘binasa’ dan ‘hapus’ untuk memperihalkan tentang maksud fana. Ulama-ulama lainnya yang banyak menggabungkan beberapa disiplin ilmu lain seperti falsafah menggunakan istilah-istilah seperti ‘lebur’, ‘larut’, ‘tenggelam’ dan ‘lenyap’ dalama usaha mereka untuk memperkatakan sesuatu tentang ‘hal’ atau ‘maqam’ fana ini. Di dalam Kitab Arrisalah al-Qusyairiah disebutkan erti fana itu ialah; Lenyapnya sifat-sifat basyariah(pancaindera) Maka sesiapa yang telah diliputi Hakikat Ketuhanan sehingga tiada lagi melihat daripada Alam baharu, Alam rupa dan Alam wujud ini, maka dikatakanlah ia telah fana dari Alam Cipta. Fana bererti hilangnya sifat-sifat buruk (maksiah lahir dan maksiat batin) dan kekalnya sifat-sifat terpuji(mahmudah). Bahawa fana itu ialah lenyapnya segala-galanya, lenyap af’alnya/perbuatannya(fana fil af’al), lenyap sifatnya(fana fis-sifat), lenyap dirinya(fan fiz-zat) Oleh kerana inilah ada di kalangan ahli-hali tasauf berkata: “Tasauf itu ialah mereka fana dari dirinya dan baqa dengan Tuhannya kerena kehadiran hati mereka bersama Allah”. Sahabat Rasulullah yang banyak memperkatakan tentang ‘fana’ ialah Sayyidina Ali, salah seorang sahabat Rasulullah yang terdekat yang diiktiraf oleh Rasulullah sebagai ‘Pintu Gedung Ilmu’.

**Sayyidina Ali sering memperkatakan tentang fana. Antaranya :

“Di dalam fanaku, leburlah kefanaanku, tetapi di dalam kefanaan itulah bahkan aku mendapatkan Engkau Tuhan”.

**Demikianlah ‘fana; ditanggapi oleh para kaun sufi secara baik, bahkan fana itulah merupakan pintu kepada mereka yang ingin menemukan Allah(Liqa Allah) bagi yang benar-benar mempunyai keinginan dan keimanan yang kuat untuk bertemu dengan Allah(Salik).

Firman Allah yang bermaksud: “Maka barangsiapa yang ingin akan menemukan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amalan Sholeh dan janganlah ia mempersekutukan siapapun dalam beribadat kepada Allah (Surah Al-Kahfi:)

**Untuk mencapai liqa Allah dalam ayat yang tersebut di atas, ada dua kewajiban yang mesti dilaksanakan iaitu:

** Pertamanya mengerjakan amalan sholeh dengan menghilangkan semua- sifat-sifat yang tercela dan menetapkan dengan sifat-sifat yang terpuji iaitu Takhali dan Tahali.

**Keduanya meniadakan/menafikan segala sesuatu termasuk dirinya sehingga yang benar-benar wujud/isbat hanya Allah semata-mata dalam beribadat. Itulah ertinya memfanakan diri.

**Para Nabi-nabi dan wali-wali seperti Sheikh Abu Qasim Al-Junaid, Abu Qadir Al-Jailani , Imam Al-Ghazali, Ab Yazid Al-Busthomi sering mengalami keadaan “fana” fillah dalam menemukan Allah.

**Umpamanya Nabi Musa alaihisalam ketika ia sangat ingin melihat Allah maka baginda berkata yang kemudiannya dijawab oleh Allah Taala seperti berikut; “Ya Tuhan, bagaimanakah caranya supaya aku sampai kepada Mu? Tuhan berfirman: Tinggalkan dirimu/lenyapkan dirimu(fana), baru kamu kemari.”

2. Kata-kata Hikmah Dari Wali-wali Allah yang telah mengalami FANA

Ada seorang bertanya kepada Abu Yazid Al-Busthomi; “Bagaimana tuan habiskan masa pagimu?”. Abu Yazid menjawab: “Diri saya telah hilang(fana) dalam mengenang Allah hingga saya tidak tahu malam dan siang”.

**Satu ketika Abu Yazid telah ditanyai orang bagaimanakah kita boleh mencapai Allah. Beliau telah menjawab dengan katanya: “Buangkanlah diri kamu.

Di situlah terletak jalan menuju Allah. Barangsiapa yang melenyapkan(fana) dirinya dalam Allah, maka didapati bahawa Allah itu segala-galanya”.

Beliau pernah menceritakan sesuatu tentang fana ini dengan katanya; Apabila Allah memfanakan saya dan membawa saya baqa dengaNya dan membuka hijab yang mendinding saya dengan Dia, maka saya pun dapat memandangNya dan ketika itu hancur leburlah pancainderaku dan tidak dapat berkata apa-apa.

Hijab diriku tersingkap dan saya berada di keadaan itu beberapa lama tanpa pertolongan sebarang panca indera.

Kemudian Allah kurniakan saya mata Ketuhanan dan telinga Ketuhanan dan saya dapat dapati segala-galanya adalah di dalam Dia juga.”

**Al-Junaid Al-Bagdadi yang menjadi Imam Tasauf kepada golongan Ahli Sunnah Wal-Jamaah pernah membicarakan tentang fana ini dengan kata-kata beliau seperti berikut: Kamu tidak mencapai baqa(kekal dengan Allah) sebelum melalui fana(hapus diri) Membuangkan segala-galanya kecuali Allah dan ‘mematikan diri’ ialah kesufian. Seorang itu tidak akan mencapai Cinta kepada Allah(mahabbah) hingga dia memfanakan dirinya. Percakapan orang-orang yang cinta kepada Allah itu pandangan orang-orang biasa adalah dongeng sahaja.

3. Himpunan Kata-kata Hikmat Tentang Fana

*A. Sembahyang orang yang cinta (mahabbah) ialah memfanakan diri sementara sembahyang orang awam ialah rukuk dan sujud.

*B. Setengah mereka yang fana (lupa diri sendiri) dalam satu tajali zat dan kekal dalam keadaan itu selama-lamanya. Mereka adalah Majzub yang hakiki.

*C. Sufi itu mulanya satu titik air dan menjadi lautan. Fananya diri itu meluaskan kupayaannya. Keupayaan setitik air menjadi keupayaan lautan.

*D. Dalam keadaan fana, wujud Salik yang terhad itu dikuasai oleh wujud Allah yang Mutlak. Dengan itu Salik tidak mengetahui dirinya dan benda-benda lain. ]

Inilah peringkatWilayah(Kewalian).

*Perbezaan antara Wali-wali itu ialah disebabkan oleh perbezaan tempoh masa keadaan ini. Ada yang merasai keadaan fana itu satu saat, satu jam, ada yang satu hari an seterusnya. Mereka yang dalam keadaan fana seumur hidupnya digelar majzub. Mereka masuk ke dalam satu suasana dimana menjadi mutlak.

*E. Kewalian ialah melihat Allah melalui Allah. Kenabian ialah melihat Allah melalui makhluk. Dalam kewalian tidak ada bayang makhluk yang wujud. Dalam kenabian makhlik masih nampak di samping memerhati Allah. Kewalaian ialah peringakat fana dan kenabian ialah peringkat baqa

*F. Tidak ada pandangan yang pernah melihat Tajalinya Zat. Jika ada pun ia mencapai Tajali ini, maka ianya binasa dan fana kerana Tajali Zat melarutkan semua cermin penzohiran. Firman Allah yang bermaksud : Sesungguhnya Allah meliputi segala-galanya.(Surah Al-Fadhilah:54)

*G. Tajali bererti menunjukkan sesuatu pada diriNya dalam beberapa dan berbagai bentuk. Umpama satu biji benih menunjukkan dirinya sebgai beberapa ladang dan satu unggun api menunjukkan dirinya sebagai beberapa unggun api.

* H. Wujud alam ini fana (binasa) dalam wujud Allah.Dalilnya ialah Firman Allah dalam Surah An-Nur:35 yang bermaksud; “Cahaya atas cahaya, Allah membimbing dengan cahayanya sesiapa yang dikehendakinya.” dan “Allah adalah cahaya langit dan bumi.”

*I. Muraqobah ialah memfanakan hamba akan afaalnya dan sifatnya dan zatnya dalam afaal Allah, sifat Allah dan zat Allah.

*J. Al-Thomsu atau hilang iaitu hapus segala tanda-tanda sekelian pada sifat Allah. Maka iaitu satu bagai daripada fana.

4. Pesanan Dari Suluk Hakikat tidak akan muncul sewajarnya jika syariat dan thorikat belum betul lagi kedudukannya.

5. Tajuk-tajuk yang berkaitan dengan Fana Mikraj Muhammad Alamat Sampai Kepada Maqam Yang Tinggi.

Huruf-huruf tidak akan tertulis dengan betul jika pena tidak betul keadaannya. Dari itu saudara-saudaraku anda seharusnya banyak menuntut dan mendalami ilmu-ilmu agama yang berkaitan dengan syariat , usuluddin dan asas tasauf untuk mendekatkan diri dengan Allah .

ALLAH MAHA ESA, SEDIA DAN KEKAL TELAH ADA ALLAH DAN TIADA SESUATU BESERTA-NYA. DAN, DIA KINI ADALAH TETAP SEBAGAIMANA ADANYA.

Pada martabat zat, segala sifat, nama dan semua kewujudan lenyap di dalamnya, tidak boleh disaksi dan ditakbir lagi. Selagi boleh disaksi dan ditakbir ia masih lagi sifat bukan zat.

Apabila sampai kepada perbatasan: “Lemah mengadakan pendapat tentang zat Ilahiat”, seseorang tidak ada pilihan melainkan mengakui wujudnya zat Wajibul Wujud (Wajib Wujud) kerana jika tidak wujud zat nescaya tidak ada sifat dan tidak ada kejadian atau perbuatan.

**Seorang bukan ahli kasyaf bermakrifat dengan akalnya dan beriman kepada zat Wajibul Wujud setelah terjadi kebuntuan akalnya mengenai hal ketuhanan pada suasana yang diistilahkan sebagai Wahadiyyah atau suasana pentadbiran Ilahi yang juga dipanggil Rububiah.

**Akal menyaksikan Rububiah atau hal ketuhanan yang menggerakkan sekalian makhluk. Peringkat kesudahan pencapaian akal dan ilmu makhluk dinamakan Hijab al-‘Izzati atau benteng keteguhan. Ilmu sekalian orang alim dan arif terhenti di sini.

**Zat Allah s.w.t tidak diketahui oleh makhluk kerana Dia tidak termasuk di dalam sempadan maklumat, pendapat dan kenyataan.

Allah berfirman : Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diri-Nya (menyeksa kamu). ( Ayat 30 : Surah a-li ‘Imran )

*Rasulullah s.a.w bersabda:

*Semua kamu (yang berfikir) tentang Zat Allah adalah orang dungu*.

Percubaan akal untuk menembusi Hijab Keteguhan adalah sia-sia.

Jika dipaksa juga tidak ada yang ditemui melainkan kemungkinan menjadi gila.

Begitulah makrifat Allah s.w.t melalui akal.

Makrifat dengan akal menjadi asas kepada makrifat melalui zauk atau pandangaan mata hati. Ahli Allah s.w.t meningkatkan imannya dengan membenamkan dirinya ke dalam ibadat dengan bersungguh-sungguh.

Mereka berpuasa pada siang hari dan bersembahyang pada malam hari.

Ada antara mereka yang bersembahyang lebih 500 rakaat sehari, khatam membaca al-Quran tiap-tiap hari dan berpuasa sepanjang tahun.

Sekiranya Allah s.w.t izinkan, mereka akan mengalami hakikat wujud Zat Allah s.w.t yang sukar untuk dihuraikan.

**Pengalaman makrifat menurut akal berhenti pada kenyataan: “Semata-mata zat, yang maujud hanya Wajibul Wujud”.

**Pengalaman makrifat secara zauk pula berakhir pada: “Zat yang kosong dari makhluk, yang maujud hanya Allah s.w.t.

Telah ada Allah s.w.t dan tiada sesuatu beserta-Nya. Dia kini adalah tetap sebagaimana dahulunya ”.

Ungkapan ini bukan untuk dibahaskan atau dihuraikan dengan terperinci kerana ia telah melepasi sempadan ilmu.

Ia adalah pengalaman rohani, dinamakan penyaksian hakiki mata hati, tatkala hilang rasa wujud diri dan sekalian yang maujud, hanya Wujud Allah s.w.t yang nyata, semata-mata Allah s.w.t dan segala-galanya Allah s.w.t.

Keadaan ini dicapai setelah melepasi makam-makam ilmu, amal, berserah diri, reda, ikhlas, lalu masuk ke dalam makam tauhid yang hakiki dan pengalaman tauhid yang hakiki itulah yang dinyatakan oleh Hikmat 46 di atas.

Telah ada Allah s.w.t dan tiada sesuatu beserta-Nya. Allah s.w.t kini adalah Allah s.w.t yang dahulu juga.

**Pengalaman rohani adalah aneh menurut kacamata akal.

Ia adalah satu keadaan terlepasnya ikatan kesedaran terhadap diri sendiri dan dikuasai oleh kesedaran yang lain.

Jika mahu memahami akan kesedaran-kesedaran yang mempengaruhi kesedaran manusiawi itu terlebih dahulu perlulah difahami tentang kejadian manusia itu.

**Manusia yang bertubuh badan boleh diistilahkan sebagai alam jasad.

Alam jasad mendiami alam dunia.

Hubungan yang rapat antara alam jasad dengan alam dunia menyebabkan pengaruh alam dunia kepada alam jasad sangat kuat.

Alam jasad menerima pengaruh alam dunia dan menganggapnya sebagai kesedaran dirinya sendiri. Ia tidak dapat lagi membezakan antara kesedaran jasad yang asli dengan kesedaran duniawi yang menguasainya.

** Alam dunia pula berada di dalam Alam Malakut (alam malaikat).

Alam Malakut menguasai alam dunia dan alam jasad.

Tenaga malaikat-malaikat menjadi tenaga kepada dunia dan jasad yang menyebabkan dunia dan jasad boleh bergerak.

Sistem yang berjalan rapi di dunia dan jasad adalah disebabkan oleh tenaga malaikat yang bekerja dengan tepat mengawalnya.

Sedutan udara, kerlipan mata, peredaran darah, pertumbuhan rambut dan kuku, pergerakan otot dan semuanya adalah hasil daripada tindakan malaikat walaupun manusia tidak menyedarinya. Perjalanan matahari, penurunan hujan, tiupan angin dan semua aktiviti benda-benda dunia terhasil daripada tindakan malaikat-malaikat.

**Perkaitan antara jasad, dunia dan malakut adalah umpama sebatang pokok kelapa di atas sebuah pulau di dalam laut.

Pokok kelapa tidak terpisah dari pulau dan tidak terpisah dari laut.

Air laut meresap ke dalam tanah pulau dan air yang sama juga meresap ke dalam akar, batang, daun dan seluruh pokok kelapa.

Pokok kelapa memperolehi tenaga pertumbuhan dari air laut yang meresap ke dalamnya. Begitulah ibaratnya tenaga malaikat yang menjadi sistem aktiviti manusia.

**Alam Malakut dengan segala isinya termasuklah dunia dan jasad berada di dalam Alam Jabarut.

Jabarut bukanlah alam seperti yang difahamkan.

Jabarut bermakna sifat Allah s.w.t. Ini bermakna malakut, dunia dan jasad adalah kesan daripada keupayaan sifat atau dikatakan juga perbuatan yang dihasilkan oleh sifat.

**Jabarut pula dikuasai oleh Lahut iaitu Zat Ilahiat.

Malakut, dunia dan jasad diistilahkan sebagai sekalian alam, merupakan perbuatan yang dikuasai oleh sifat dan sifat pula dikuasai oleh zat.

Ini bermakna tidak putus perkaitan di antara Lahut kepada Jabarut kepada malakut kepada dunia dan kepada jasad.

**Jika dilihat kepada lapisan yang paling luar akan kelihatanlah pergerakan benda-benda. Jika direnungkan kepada lapisan yang lebih mendalam sedikit kelihatanlah pula pergerakan benda-benda dihasilkan oleh tenaga malaikat.

**Jika dilihat kepada lapisan yang lebih mendalam akan kelihatan pula pergerakan benda-benda dan tenaga malaikat merupakan perbuatan Tuhan.

**Jika dilihat kepada lapisan yang lebih dalam akan kelihatan pula sekalian perbuatan Tuhan itu adalah kesan daripada keupayaan sifat Allah s.w.t.

**Jika dilihat kepada lapisan yang paling dalam akan kelihatanlah bahawa sekalian alam yang muncul kerana perbuatan Tuhan, perbuatan pula lahir daripada keupayaan sifat Tuhan dan sifat pula bersumberkan zat Ilahiat.

**Jika dilihat semuanya tanpa terdinding antara satu dengan yang lain maka kelihatanlah bahawa zat Ilahiat menguasai segala sesuatu.

Apabila semuanya sudah sempurna kedudukannya maka Allah s.w.t mengwujudkan sesuatu yang sangat istimewa.

**Ia adalah roh manusia.

Roh manusia adalah sesuatu yang dari Allah s.w.t, tiupan Roh Allah s.w.t, berkait dengan Zat Allah s.w.t, tidak boleh dinisbahkan kepada apa sahaja melainkan kepada Allah s.w.t, tetapi ia bukanlah Allah s.w.t kerana “Tiada sesuatu yang menyamai-Nya”.

** Roh manusia yang dinisbahkan kepada Allah s.w.t inilah yang paling mulia: Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya (Adam), serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaan)-Ku maka hendaklah kamu sujud kepadanya. ( Ayat 72 : Surah Saad ) Kemuliaan roh manusia yang Allah tiupkan dari Roh-Nya menyebabkan malaikat-malaikat kena sujud kepada Adam.

**Roh pada martabat ini adalah urusan Allah s.w.t:

Katakanlah: “Roh itu dari perkara urusan Tuhanku”. ( Ayat 85 : al-Israa’ )

**Bagaimana atau apakah perkaitan roh dengan Allah s.w.t? Perkaitannya adalah Rahsia Allah s.w.t yang manusia tidak diberi pengetahuan mengenainya kecuali sedikit sahaja.

Roh pada martabat Rahsia Allah s.w.t inilah yang sudah mengenal Allah s.w.t dan menyaksikan bahawa: Sesungguhnya Allah Maha Esa. Tiada sesuatu beserta-Nya.

Roh yang berkait dengan Allah s.w.t menghadap kepada Allah s.w.t dan dikuasai oleh kesedaran yang hakiki atau penglihatan rohani yang hakiki atau kesedaran tauhid yang hakiki.

**Roh urusan Allah s.w.t itu kemudiannya berkait pula dengan perbuatan Allah s.w.t iaitu alam.

Unsur alam yang menerima perkaitan dengan roh urusan Allah s.w.t itu dinamakan roh juga.

**Roh jenis kedua ini menghuni alam seperti makhluk Tuhan yang lain juga.

Tempat roh tersebut ialah Alam Arwah {alam roh}.

**Roh yang mendiami Alam Arwah ini kemudiannya berkait pula dengan jasad.

**Jasad yang berkait dengan roh menjadi hidup dan dipanggil manusia.

Perjalanan dari atas ke bawah ini dinamakan: Kami datang dari Allah s.w.t. Oleh sebab manusia datang dari Allah s.w.t mereka berkewajipan pula kembali kepada Allah s.w.t. Kepada Allah s.w.t kami kembali.

** Perjalanan kembali kepada Allah s.w.t hendaklah dilakukan ketika jasad masih lagi diterangi oleh roh iaitu ketika kita masih hidup di dalam dunia.

Apabila roh sudah putus hubungannya dengan jasad, tidak ada lagi peluang untuk kembali kepada Allah s.w.t.

**Sesiapa yang buta (hati) di dunia akan buta juga di akhirat, malah lebih buruk lagi.

Hamba Allah s.w.t yang menyedari kewajipannya akan berusaha bersungguh-sungguh untuk kembali kepada Allah s.w.t ketika kesempatan masih ada.

**Syariat diturunkan supaya manusia tahu jalan kembalinya.

Orang yang berjuang untuk kembali kepada asalnya melepaskan kesedaran alam bawah yang menguasainya.

Dia masuk kepada kesedaran malaikat.

Kemudian dia keluar dari kesedaran malaikat dan masuk kepada kesedaran roh yang murni dan seterusnya masuk kepada kesedaran roh yang menjadi Rahsia Allah s.w.t dan kembali menyaksikan Yang Hakiki sebagaimana telah disaksikannya sebelum berkait dengan jasad dahulu.

**Keluarlah ucapannya: Telah ada Allah s.w.t (sebagaimana ia menyaksikan sebelum berkait dengan jasad) dan tiada sesuatu yang menyertai-Nya (sebagaimana disaksikannya dahulu).

**Dan Dia kini (sedang disaksikannya semula) sama seperti ada-Nya (seperti yang disaksikannya dahulu).

Keadaannya adalah seperti orang yang melihat kepada sesuatu, kemudian dia memejamkan matanya seketika.

Bila dia membuka matanya semula dia melihat sesuatu yang sama berada dihadapannya.

Tahulah dia bahawa pengalaman semasa memejam mata itu sebenarnya gelap, majazi atau khayalan.

Dia kembali melihat yang benar setelah matanya terbuka.

**Jadi, seseorang hanya boleh melihat Yang Hakiki setelah kembali kepada keasliannya iaitu dia kembali melihat dengan penyaksian hakiki mata hati.

Hikmat 46 di atas walaupun pendek tetapi menggambarkan perjalanan datang dan pergi yang sangat jauh, bermula dari Allah s.w.t, sampai kepada dunia dan jasad, kemudian kembali semula kepada Allah s.w.t. Perjalanan yang telah diceritakan di atas adalah pengalaman rohani bukan perpindahan jasad dari satu tempat kepada tempat yang lain. Orang yang sedang mengalami hal yang demikian masih berada di bumi, masih bersifat sebagai manusia, bukan ghaib daripada pandangan orang lain.

Hanya perhatian dan kesedarannya terhadap yang selain Allah s.w.t ghaib dari alam perasaan hatinya.

Pengalaman rohani tersebut memberinya kefahaman dan pengenalan tentang Tuhan.

**Makrifatullah melalui pengalaman rohani jauh lebih kuat kesannya kepada hati daripada makrifatullah melalui pandangan akal.

Akal yang mengenali Allah s.w.t bersifat Maha Melihat dan Mendengar melahirkan kewaspadaan pada tindakan dan tingkah-laku.

**Makrifat tentang Allah Maha Melihat dan Mendengar yang dialami secara kerohanian menyebabkan gementar dan kecut hati sehingga ketara pada tubuh badan seperti pucat mukanya dan menggigil tubuhnya.

**Pengalaman kerohanian tentang Allah Maha Esa menanamkan pengertian pada hati mengenai keesaan Allah s.w.t.

Pengertian yang lahir secara demikian menjadi keyakinan yang teguh, tidak boleh dibahas atau ditakwilkan lagi.

**BERKENAAN AIR Kebersihan itu dapat dilakukan dengan Air Mutlak, Air Yang Ghaib, yang mana Jernihnya itu membanjiri seluruh alam nyata ini. Jernih itu menimbulkan pelbagai warna dalam penzhohirannya.

**Dirinya tetap satu tetapi banyak pada penzhohirannya. Kerana penzhohiran itu, Ia terlindung. Mutlak dalam nisbahNya.

Inilah Air yang tidak sedikit pun ada kotor dan boleh dibuat untuk membersihkan diri.

**Berkenaan Air ini, seorang ahli makrifat ada berkata; “Bersucilah engkau dengan Air Ghaib itu, jika engkau ada Sir(Rahsia). Jika tidak, bersucilah engkau dengan tanah atau batu.” Carilah Air Hakiki ini. Siapa yang dapat Air ini, tidaklah lagi akan kekurangan.

Oleh itu, orang yang berakal hendaklah mencari Air ini.

Ambillah ia di mana sahaja engkau mendapatinya. Carilah Air ini walaupun dengan memakan korban yang besar, walaupun dengan mengorbankan nyawa sendiri.

Air tidak akan kotor jika tidak ditukar keadaannya kecuali air yang lama bertakung.

Jika air itu bertukar keadaan kerana bercampur dengan sesuatu yang bersih, misalnya dikeruhkan oleh tanah liat merah, anggaplah ia bersih.

Begitu jua air yang cair.

Ini adalah air biasa dalam dunia ini.

**(Sheikh Ahmad Al-‘Alawi). Ilmu menurut pandangan ulama ialah perkataan-perkataan dan maknanya.

**Menurut ArifbiLlah, Ilmu itu ialah mengetahui Asma dan objek-objek(bentuk) yang ditunjukkan oleh Asma itu.

Mana mungkin seseorang yang sibuk menghuraikan maksud dan makna dari istilah yang didirikan dapat mengetahui(menyedari) Tajalli yang sentiasa berselindung di sebalik bentuk-bentuk objek itu.

**Sebenarnya amal ialah ilmu yang berupa atau berbentuk.

Lampaui kedua-duanya dan capai “hal” iaitu sempadan yang paling hujung bagi kedua-dua itu.

**BERBAIK SANGKA TERHADAP ALLAH**

Petikan Dari Untaian Kisah Para Wali Allah Diceritakan dari Syeikh Ibrahim Al-Khowwas rahimahullah, bahwasanya dia berkata; Aku meninggalkan negeriku menuju ke Makkah untuk berhaji, kali ini tanpa kenderaan dan bekal apa pun. Di tengah perjalanan, aku tersesat sehingga tidak mengetahui arah mana yang harus dituju. Tiba-tiba terlihat olehku seorang pendita Nasrani mendatangiku seraya bertanya: “Wahai Pendita muslim! bolehkah aku menemanimu dalam perjalanan ini?” “Boleh, jawabku kepadanya. Memang kebetulan pula, saya pun tak mempunyai teman yang lain.” Aku tidak tahu dari mana pendita Nasrani, dan aku pun tidak mahu bertanya. Hatiku berkata syukur aku telah dikurniai Tuhan seorang teman, kalau tidak tentu aku akan terus sesat tidak tahu menuju ke mana. Kami pun berjalan selama tiga hari tiga malam tanpa merasakan makan dan minum. Kami merasa terlalu lapar sekali, namun begitu masing-masing kami terus berdiam diri antara satu dengan yang lain. Kemudian dengan tiba-tiba pendita Nasrani itu berkata: “Wahai pendita muslim! apakah engkau tidak membawa makanan dan minuman untuk kita menikmati bersama?” Mendengar pertanyaan itu, aku agak terkejut sedikit. Selama ini aku berkata di dalam hatiku, apakah si pendita Nasrani ini tidak membawa bekal makan atau minum. Rupanya dia tidak punya apa-apa, maka dia bertanya pula kepadaku. Apa yang hendak aku ketakan kepadanya? “Ya, ada!” tiba-tiba terkeluar dari mulutk kata-kata yang berani itu. “Marilah kita nikmati bersama!” usul pendita Nasrani itu wajah yang tersenyum. Celaka aku! Aku telah berdusta kepada diriku sendiri. Di mana ada makanan dan minuman yang akan aku keluarkan? Wajahku pucat lesi. Tiada jalan lagi bagiku melainkan dengan memohon kernia dari Allah Subhanahuwa Taala. Aku menengadah ke arah langit, lalu berdoa: “Ya Tuhan hamba! Wahai pengguasa yang tiada terbatas! Berilah hamba sesuatu untuk menutup lapar dan dahaga kami berdua ini, dan janganlah sampai hamba dihinakan di hadapan pendita Nasrani ini! Ya Allah, Ya Tuhanku! Dengarlah permohonan hamba ini!” Tanpa diduga, dengan tiba-tiba turunlah dari angkasa sebuah talam yang berisi roti, daging dan sekendi air. Kamipun memakannya berdua sehingga kenyang, serta bersyukurlah kami kepada Tuhan Maha Pemurah yang telah menurunkan kurniaNya secara luarbiasa itu. Kemudian kamipun melanjutkan perjalanan kami tanpa membicarakan apa-apapun tentang bagaimana turunnya makanan dan minuman dari angkasa itu. Orang Nasrani itu nampaknya kelihatan tidak hairan, seolah-olah perkara serupa itu adalah biasa saja. Namun begitu aku tetap takjub tentang hal itu, kerana itu adalah yang pertama kali berlaku atas diriku. Kini, sudah tiga hari tiga malam, kami berjalan lagi tanpa makan dan minum apapun. Maka pada hari keempat, aku berkata pula kepada pendita Nasrani itu: “Wahai pendita Nasrani! Kini giliranmu pulalah untuk mengeluarkan apa yang yang ada padamu untuk kita makan dan minum bersama!” “Baiklah,” jawabnya tenang saja. Aku hairan, dan aku ingin lihat apa pula yang dibuatnya. Pendita Nasrani itu lalu menengadah ke arah langit lalu berdoa. Tiba-tiba meluncur turun dua buah talam yang penuh dengan makanan dan minuman. “Sila makan!” pelawa pendita Nasrani itu. “Ini ada dua hidangan satu untukmu satu untukku.” Aku tercengang, tidak tahu apa yang hendak aku katakan. Bila dulu aku meminta kepada Allah untuk menurunkan makanan, aku hanya mendapat satu talam saja. Kini si pendita Nasrani ini mendapat dua talam. “Sila makan!” pelawanya sekali lagi. “Tidak! Demi Allah, aku tak akan memakanya sebelum kau menjelaskan terlebih dulu tentang makanan dan minuman ini!” kataku Kepada pendita Nasrani itu. Pendita itu lalu menjawab dengan riang gembira, katanya: “Selama saya menemani tuan, benar-benar saya tertarik kepada amalanmu itu, dan saya yakin bahwa selama ini diriku dalam kesesatan yang nyata, dan jelas sekali saya tak mampu berbuat seperti dengan perantaraan Kesalihan tuan dan kekeramatan tuan di sisi Allah, Semoga Allah berkenan memberi kami makanan dan minuman. Dan rupanya doa itu dikabulkan Tuhan, dan inilah dia makanan dan minuman yang diberikanNya, dan DiberikanNya kita dua talam pula sebagai kurnia hidangan daripadaNya. Maka sekarang, saksikanlah bahwa saya telah memeluk islam: “Asyhadu Illaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah!” Alangkah gembiranya hatiku bila mendengar penjelasan tuan pendita itu. Aku terus merangkulnya dengan perasaan yang terharu, dan hatiku gembira tidak pernah gembira seperti hari ini. Kemudian kami pun makan dan minum bersama. Selesai makan dan minum, dia lalu bertanya kepadaku: “Ke mana tujuanmu dari sini?” “Aku akan ke Mekah untuk naik haji,” jawabku. “Aku akan mengikutmu ke sana juga,” jawab pendita itu pula. Kami pun meneruskan perjalan menuju ke Makkah untuk berhaji bersama-sama pula. Sewaktu kami berada di Mekah, pada suatu ketika , aku kehilangan dirinya, lalu aku mencarinya ke sana ke mari, sehingga aku menemukannya sedang giat bershalat di suatu tempat yang terlindung dari pandangan orang ramai. Aku pun menunggunya di situ sehinggalah ia selesai dari shalatnya. Aku lalu memberi salam kepadanya. Ia menjawab salamku itu dengan baik dan penuh gembira. Kemudian ia berkata pula: “Tuan! Rupa-rupanya aku terasa diriku ini akan segera pergi untuk mengadap Tuhan Rabbul-alamin!” “Bagaimana kau tahu?!” tanyaku ingin mengatahui. “Aku tahu,” jawabnya pendek sahaja. Dia lalu menghulurkan tangannya sambil berkata: “Aku berdoa moga-moga persahabatan kita ini diteruskan Allah nanti ketika kita berada di akhirat nanti!” dia lalu menggoyang-goyangkan tanganya ke tangan tanda mesra. “Amin!” jawabku. Dia bangun untuk meneruskan shalatnya, tiba-tiba ia menggeletar hebat, lalu jatuh di tempat shalatnya, dan sambil membaca dua kalimah syahadat, dia menghembus nafasnya yang terakhir. Wajahnya kelihatan tenang dan bercahaya. Aku merasa sangat sedih kerana kehilangan seorang teman yang baik sepertinya. Aku kemudian memandikanya, mengkafankannya, menshalatinya, kemudian menguburkannya. Dan pada malam itu, aku memimpikannya sedang berpakaian yang sangat indah, di tempat kediaman yang amat indah pula. Aku pun bertanya kepadanya: “Bukankah kau ini temanku?” “Benar!” jawabnya. “Alhamdulillah,” ucapku untuknya. Dia ketawa suka dan riang sekali. “Bagaimana sambutan Allah kepadamu?” aku bertanya kepadanya. “Aku datang kepadaNya dengan membawa dosa yang bertumpuk-tumpuk, namun Allah berkenan mengampuniku, kerana aku telah berbaik sangka kepadaNya, dan semoga Allah menjadikanku sebagai temanmu nanti di akhirat,” dia memberitahuku. Aku pun terjaga dari mimpiku itu, dan merasa sangat gembira sekali.

Hal Rahsia Diri zahir ada 12 macam dan ilmu batin pun 12 macam dibahagi kepada golongan umum dan golongan khusus menurut kadar perjuangannya.

**Dari 24 macam ini terbagi ia kepada 4 bab.

Bab 1 – Zahir Syariat – iaitu tentang perintah dan larangan serta hukum – hukum.

Bab 2 – Batin Syariat – yang disebut Ilmu Batin dan Tariqat.

Bab 3 – Ilmu Batin yang disebut Ilmu Ma’rifat.

Bab 4 – Ilmu Hakikat.

**Manusia diharuskan menguasai bab keempat tadi, seperti mana sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud: “Syariat bagaikan pohon, Tariqat bagaikan cabang; Ma’rifat bagaikan daun dan Hakikat bagaikan buah”.

**Al-Quran mencakup 4 bab di atas dengan petunjuk dan isyarat secara tafsir dan takwil. Penyusun Kitab ‘Al – Majma’ berfatwa bahawa tafsir bagi awam dan takwil bagi orang khusus, kerana orang – orang khusus ini adalah ulama’ yang ‘rusukh’.

**Rusukh maknanya tetap kuat, kukuh dan teguh di bidang ilmu.

**Sifat ini dimiliki oleh ulama Rasikhin iaitu suatu hasil dari kalimat yang ditanamkan di lubuk hati setelah berupaya membersihkan hati.

**Bukti ketinggian martabat ulama Rasikhin adalah ayat Al-Quran yang mencantumkan lafaz Rasikhin yang di’athafkan kepada lafaz Jalalah (Illallah) dalam ayat ‘Syahidallahu….’ dan seterusnya di dalam Surah Ali Imran: 18;

**Mufassir Tafsir Al – Kabir berkata : “Bila pintu yang ini (Rasikhin) telah terbuka, maka akan terbukalah segala yang batin.

Seorang hamba diwajibkan melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan melawan nafsu di seluruh daerah yang empat,

1).mulki (jasad)

2).malakut (hati)

3).jabarut (fuad)

4).lahut (sir)

**Nafsu menggoda di daerah syariat dengan membuat perlawanan – perlawanan.

**Sedangkan di daerah Tariqat, nafsu menggoda dengan mendorong dan menyetujuinya tetapi di dalamnya terkandung tipuan seperti pengakuan menjadi nabi, wali dan sebagainya.

** Sedangkan di daerah ma’rifat nafsu menggoda dengan syirik khafi (penyekutuan yang samar) yang bangsa cahaya seperti pengakuan menjadi tuhan.

Allah berfirman (Al-Furqan:43): “Engkau mengetahui orang – orang yang menjadi Tuhan sebagai hawa nafsunya”

**Di daerah Hakikat pula syaitan, nafsu dan malaikat tidak dapat memasukinya sebab bila berada di situ akan hangus, kecuali AlLah.

**Jibril a.s. berkata : “Kalau aku memasukkan hujung jariku ke alam ini maka hanguskah aku. Manusia yang telah mencapai alam ini bererti dia selamat dari dua seteru; dan jadilah dia manusia yang ikhlas”.

**Sesuatu yang tidak mencapai hakikat, maka dia tidak akan mencapai ikhlas kerana sifat – sifat ‘Basyariyyah Ghairiyyah’ (sifat manusia selain Tuhan) tidak akan hancur, kecuali dengan ‘Tajalli Zat’.

**Sifat bodoh hanya akan hilang dengan Ma’rifat Zat.

Allah akan memberi ilmu orang yang sampai ke darjat ini tanpa perantaraan.

Manusia akan mengenal AlLah kerana diperkenalkan oleh AlLah dan beribadat kepada AlLah dengan pendidikan AlLah, seperti Nabi Khidir a.s. Di alam ini dia akan menyaksikan Ruh – ruh Qudsiyah dan mengetahui Nabinya (Muhammad SAW) secara hakiki.

Maka akan berbicaralah dari akhirnya hingga permulaannya.

Seluruh nabi menyampaikan khabar gembira atas keberhasilan si hamba kerana sampai kepada AlLah yang kekal. Firman AlLah (Surah An-Nisa’:69): “Dan mereka itulah teman sebaik – baiknya”.

**Amaliyah bagi Ruh Jasmani adalah menggunakan Ilmu Zahir.

Pahalanya hanya syurga. Maka di sana akan jelaslah kebaikan dari sifat (orang yang beribadah akan masuk syurga; sebaliknya orang yang tidak beribadah akan masuk neraka).

**Sedangkan untuk masuk ke ‘Haramil Qudsiyah’ dan dekat dengan AlLah tidak cukup bila hanya menggunakan Ilmu Zahir saja.

Untuk ke sana harus dengan Ilmu Terbang; dan terbang itu harus menggunakan dua sayap.

Bila satu, maka perjalanan akan pincang.

**Maka dengan kesepaduan Ilmu Zahir dan Batin barulah sampai seorang hamba ke Alam Qudsi.

AlLah berfirman di dalam Hadis Qudsi:

“Hai hambaKu, bila engkau ingin masuk ke HaramilKu (Haramil Qudsiyah), maka engkau jangan tergoda oleh Mulki, Malakut, Jabarut; kerana alam Mulki adalah syaitan bagi orang Alim; alam Malakut, syaitan bagi orang Arif; alam Jabarut, syaitan bagi orang yang akan masuk ke alam Qudsiyah”.

**Wajib bagi semua manusia mengetahui ukuran dirinya dan jangan mengaku sesuatu yang bukan haknya.

**Imam Ali berkata:

“AlLah menyayangi orang – orang yang mengetahui kadar dirinya dan tidak melewati batas perjalanannya; menjaga lisannya dan tidak mensia – siakan umurnya”.

Seorang Alim harus mampu mencapai makna hakikat manusia yang disebut Tiflul Ma’ani (Bayi Ma’nawi).

**Setelah itu harus mendidiknya dengan tetap melakukan Asma Tauhid dan keluar dari alam Jasmani ke alam Ruhani, iaitu alam As-Sirri yang di sana tidak sesuatupun selain AlLah.

**Sir itu seperti lapangan dari cahaya, tidak ada hujungnya. Inilah Maqam Al-Muwahidin.

Mudah – mudahan tulisan di atas bermanfaat dan menjelaskan sedikit sebanyak hal rahsia diri – insan. Berusahalah untuk mencapai ke tahap itu melalui tunjukan guru atau orang yang ahlinya. Ada di antaranya sengaja tidak dihuraikan dengan lebih lanjut kerana sebagiannya adalah rahsia yang perlu dibicarakan secara khusus.

BAJANG LOMBOK

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 9 Komentar

ASMAK ZUHAL


WONGALUS

Rezeki lancar, pesugihan, panen melimpah. Jiwa yang adil, cocok juga diamalkan bagi yang dirundung hutang dan kesulitan, bebas tuntutan bagi yang kena perkara di pengadilan, penunduk hakim, kepintaran dan kecerdasan pikiran mental spiritual, menumbuhkembangkan jiwa suka memberi manfaat pada sesama, kedermawanan, keselamatan dari bahaya lahir batin atas ijin Allah SWT
wiridnya.

Bismillahirrohmanirrohim
========YA AMZAH ADAMU HUMMA 313 x 7 hari========

di hari ketujuh usai wirid tambah doa ini……….

====YA RIJALUL GHOIB YA AYYUHAL ARWAHIL MUQADASSAH YA NUQOBAA YA NUJABAA YA RUQOBA YA BUDALA YA AUTAD AL ARDI, YA AUTAD ARBA’AH, YA IMAAMAN, YA QUTB, YA FARD, YA UMANAA AGHITSNI BI GHAUSATIN WANZURUNI BI NADHROTIN WARHAMUUNII WA HASHSHILUU MURODI WA MAQSHUUDI WA QUUMUU ALAA QODLOOI HAWAAIJ INDA NABIYYINAA MUHAMMADIN SALLALAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SALLAMU KUMULLAHU FIDDUNYA WAL AKHIRAH. ALLAHU AKBAR ====

dibaca 1 x sambil menghadap ke:
barat
utara
timur
selatan

terakhir dibaca sambil menghadap ke atas.

Tata cara penggunaan:

Baca doa asmaknya 3 kali tahan napas untuk berbagai keperluan.

Demikian pengijazahan lengkap dan sempurna. semoga bermanfaat dulur… nuwun,…

Gunung Manglayang, 16-4-2013
@@@

Dipublikasi di ASMAK ZUHAL | 194 Komentar

KAF TIGA


Dengan ijin Allah SWT saya ijazahkan ILMU KAF TIGA :

Asyhadu Kaf Kaf Ilaa Nuuhin Kaf

Apabila mau digunakan, ambil air wudhu kemudian baca sebanyak 3 x, maka semua perbuatan Jin dan manusia tidak akan berfungsi. Kita akan kebal selama wudhu tidak batal.

Asysyeikh

Kalimantan Selatan

Dipublikasi di KAF TIGA | 188 Komentar

FADHILAH AL FATIHAH: MERUBAH HIDUP MENJADI LEBIH BAIK, MULIA, BERDERAJAT


wongalus

Banyak di kampung-kampung, di desa-desa, dan dimana-mana kita menyaksikan para penganggur yang hidupnya lontang lantung, sehari-hari disibukkan dengan bermain judi, mabuk-mabukan dsb. Hal ini tentu saja memprihatinkan.

Bukankah hidup itu perlu diisi dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat? Masih banyak kegiatan yang lebih positif. Berbuat baik dan penuh kemuliaan seperti membantu, menolong dan meneruskan risalah Rasulullah SAW sepanjang masa.

Hal ini kiranya lebih penting dijadikan focus orientasi dibanding melakukan dan memikirkan hal-hal yang kurang berfaedah. Untuk sahabat-sahabat yang masih berusia muda, mari kita luruskan hidup selurus-lurusnya. Isi waktumu sebaik-baiknya agar kamu masa depanmu terang benderang. Waktu tidak pernah berulang lagi…

Berikut ada amalan berupa rangkaian doa. Fadhilahnya apa? Fadhilahnya ada di dalam arti dan makna doa yang dirumuskan oleh Imam al Hadad itu. Amalkan dan istiqomahlah.. pasti jalan hidupmu akan berubah.

Amalan ini dimulai dengan membaca Al Fatihah 1000 x selama 3/7 hari.
Selanjutnya di akhir wirid al fatihah, akhiri dengan berdoa berikut ini:

ALLOHUMMA INNAA NASALUKA BIHAQQIL FAATIHATIL MU’AZHOMAH
WASSAB’ILL MATSAANII AN-TAFTAHA LANAA BIKULLI KHOIR.
WA AN TAJ’ALANAA MIN AHLIL KHOIR.
WA AN TU’AA MILANAA YAA MAULAANAA MU’AAMALATAKA LIAHLIL KHOIR.
WA AN TAHFAZHONAA FII ADYAA NINAA WA ANFUSANAA WA AHLINAA WA ASHHAA BINAA WA AHBAABINAA WAL MUSLIMIINA FII KULLI MIHNATIW WAFITNATIW WA BU’SIW WA DHOIR
INNAKA WA LIYYUN KULLI KHOIR
WA MUTAFADHDHILUM BIKULLI KHOIR WA MU’THII KULLI KHOIR.
BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN.
=====
Ya Allah, Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dgn haq surat al-Fatihah yg agung, dan tujuh ayat yg diulang-ulang, bukakanlah kepada kami segala kebaikan, jadikanlah kami golongan orang yg berbuat kebaikan, wahai Tuhan kami, kiranya kami dapat melakukan kebaikan, Engkau pelihara agama kami, jiwa raga kami, para keluarga kami, sahabat-sahabat kami, para kekasih kami, dan orang-orang muslim dari segala malapetaka, fitnah, keburukan dan kemudaratan. Sesungguhnya Engkau penolong segala kebaikan, yg mengkaruniakan segala kebaikan, yg memberikan segala kebaikan. Dengan Rahmat-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
======

Demikian untaian doa yang bila diamalkan secara SUNGGUH-SUNGGUH dengan ditambah dengan TEKAD KUAT akan membawa perubahan dalam hidup kita, biidznillah.. terima kasih atas waktunya. Wassalamualaikum wr wb.

@2013

Dipublikasi di BERDERAJAT | 141 Komentar

FILOSOFI KERIS


Bengawan Candhu

“AUM AWIGHNAMASTU, HANATA SIRA INARCAYA, YEKA SARA ULUN, ULUN YUN MIMINTA, INGGITA DE INAGRUHAN RI ANDIKA” YANG ARTINYA,

“YA,TUHAN SEMOGA TIDAK ADA HALANGAN. ADALAH PUSAKA YANG DIHORMATI, IALAH PUSAKAKU, HAMBA INGIN MEMOHON SYARAT TANDA-TANDA DIBERI NUGRAHA YANG BAIK”.

Menyambut ultah KWA yg ke 4 ini,kami dr salah satu kepingan kecil dari keluarga kwa ingin mengucapakan selamat ulang tahun kwa yg ke 4,semoga tetap menjadi sarana dan wahana silaturahmi yang membawa berkah danmanfaat bagi kita semua dan segenap sohibul bait. Dan pada kesempatan ini,kami bermaksud  berbagi share saja buat semua sedulur2 disini,terutama dibabagan tosan aji atau pusaka,mumpung masih hangatnya pengechasan dan pembangkitan sabda doa dan aura pusaka di kwa sidoarjo. Dan mohon maaf,ini bukan bermaksud mengunggulkan keris di jawa atau filosofinya kok cenderung ke jawa,karena memang ini sebatas pemahamn kami yg cetek dan masih muda,sehingga sudut pandang kami masih sangat terbatas. Semoga pada kesempatan yang lain bisa kami lengkapi dan kami tambahkan,atau bahkan ada sedulur yg berkenan meng share dengansudut pandang berbeda dan lebih lengkap kembali.

1)Keris filosofi secara jarwo dosok,atau makna dari pemenggalan kata.

Keris

Kata ini dapat kita jarwa dosok-kan ke dalam dua suku kata sebagaimana yang dijabarkan berikut ini.

Ke … dari asal kata … kekeran, yang mempunyai arti; pagar, penghalang, peringatan atau     pengendalian. Ris …  dari asal kata …. aris, yang mempunyai arti ; tenang, lambat atau halus.

Dengan berlandaskan pada penjabaran tersebut di atas, Sang mPu sebagai pembuat keris tersebut menginginkan agar hasil karyanya itu selalu dapat “ngeker” atau memagari dan menghalangi maupun memperingatkan juga mengendalikan sang pemilik secara “aris” atau tenang dan lambat-sabar. Artinya walaupun kita mempunyai kepandaian, kekayaan dan sejenisnya, hendaknya kita tidak “grusa-grusu”  atau tergesa-gesa untuk memamerkannya pada orang lain, agar dirinya tenar dan diketahui oleh semua orang bahwa dia mempunyai kelebihan.

Duwung

Seperti halnya kata keris tadi, kata duwung ini juga dapat dijabarkan sebagai berikut.

Du      ….  dari asal kata udu, yang berarti andil, taruhan, rela kehilangan

Wung ….  dari asal kata kuwung, yang berarti kewibawaan, kenyataan.

Curiga

Sebagaimana penjabaran sebelumnya, curiga juga dapat dijarwa dosok-kan sebagai berikut.

Curi … dari asal kata padas curi, yang dapat diartikan sebagai; batu runcing, juga tempat berbahaya.

Ga    … dari asal kata raga, yang mempunyai arti badan wadag atau jasmaniah.

Penjabaran dari persenyawaan rasa di atas dapat diterangkan sebagai berikut. Padas curi (batu-batu runcing) jika diletakkan pada tempatnya akan menjadi pemandangan yang elok untuk dilihat. Akan tetapi jika padas curi tersebut diletakkan sembarang tempat akan menjadi tempat yang berbahaya bagi badan wadag  manusia.

Berawal dari deskripsi tersebut, dapat kita ambil makna bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini  sudah diatur oleh “Rta” ,hukum alam abadi. Semua sudah diatur oleh Arsitek Alam, Tuhan itu sendiri. Mulai dari tata surya, galaksi, bintang-bintang, hingga tata letak bumi. Semua itu sudah diatur berdasarkan arsitektur yang maha canggih sehingga membentuk integrasi alam yang selaras dan harmonis. Namun kadang kala manusia  sebagai makhluk yang tidak pernah puas dengan apa yang diterimanya selalu membuat kekacauan alam dengan merubah tatanan yang sudah digariskan oleh Rta tersebut.

Perincian rasa yang berbobot seperti tertera di atas, menjadi kenyataan bahwa para mPu adalah manusia yang rela kehilangan ilmu (energi/kekuatan)-nya untuk ikut udu atau andil demi kewibawaan hasil karyanya, sehingga dengan andil para mPu tadi duwung (keris) yang bersangkutan mempunyai kekuatan yang luar biasa yang juga dapat mengalirkan vibrasi kewibawaan itu pada sang pemilik keris. Dan hal ini, pada jaman dahulu untuk mendapatkan keris yang bertuah itu tidak bisa dibayar dengan segudang harta. Karena calon pemilik keris tersebut biasanya harus melakukan tapa, brata, yoga atau samadhi untuk mendapatkan keris yang sudah “berkuwung” sebagaimana para mPu juga melakukannya untuk memberikan kekuatan pada kerisnya.

2)Keris mengajarkan kita buat menyimpan atau mengesampingkan ego dan amarah. Kita tentu sering melihat bahwa pada waktu kita jagongan temanten,atau bhkn temanten sendiri atau bahkan keluarga keraton dan para abdi dalem dalam mengenakan pusaka diletakkan dibelakang punggung,ini dimaksudkan secara tersirat dan tersurat dalam ajaran leluhur kita,bahwa agar kita dalam hal berfikir,berpendapat dan bertindak diharapkan dapat lebih momong,bijaksana,serta perlunya menjaga akhlak dan tepo seliro kita terhadap sesama. Karena dengan menaruh dibelakang posisi keris diharapkan kita membelakangkan emosi,ego,amarah dalam serawung,pertemanan ataupun persahabatan baik didunia nyata maupun dunia maya. Tapi tetap dengan menunjukkan ketegasan dan kesantunan juga keberanian pada tempatnya dan pada saatnya. Dan ini menunjukkan bahwa kita memiliki dan mengedepankan etika,estetika dalam pergaulan,membuat perasaan nyaman bagi rekan2 di sekitar kita.

3) Keris dan warangka sebagai filosofi dimensi spiritual. Dan bila kita sudah berbicara keris maka tentu kita tdk luput buat membicarakan warangka/sarung dari keris tsbt.  Hubungan keris dengan sarungnya secara khusus oleh masyarakat kita khususnya Jawa diartikan secara filosofis sebagai hubungan yang cukup sinergis, menyatu untuk mencapai tatanan kehidupan dunia yang harmonisan. Maka lahirlah filosofi “manunggaling kawula-Gusti”, dekat dan bersatunya hamba dengan rajanya,dekat dan  bersatunya insan kamil dengan Sang Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera. Karena masing sudah mengetahui tugas dan kewajibannya. Dimana manusia, selain saling hormat menghormati,tepo seliro,mawas diri antara yang satu dengan yang lainnya, juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar dan bertanggung jawab.

4) Keris sendiri dalam kultur Jawa dipandang dan diperlakukan sebagai simbol dan juga status bagi pemiliknya. Hampir setiap keluarga aristokrat Jawa, dapat dipastikan mereka memiliki keris pusaka keluarga, yang memiliki keampuhan-keampuhan yang khas atau keistimewaan khusus dalam dapur,ricikan,maupun katiyasan atau sabda doanya.

5)Keris juga kita akui sebagai bentuk senjata. Menurut Lord Abberton of Eaton, keris pertama diciptakan oleh Raden Panji Inukertapati. Bentuk keris pada relief candi penataran berbeda dengan bentuk keris yang biasa kita jumpai, hal ini dikarenakan penyesuaian dengan perkembangan zaman. Namun corak dan gayanya menandakan sebagai senjata tikam. Dan dalam cerita purwacarita jaman pewayangan,empu yang pertama kali menciptakan keris adalah empu Ramahadi dengan tiga buah pusaka belum memakai gelar kyai tapi masih asli originalnya jadi menggunakan nama sang,3 buah karya empu ramahadi adalah sang lar ngatap,sang pasopati dan sang cundrik arum.

6) Keris dianggap sebagai peninggalan berharga dan istimewa atau bisa dianggap sebagai pusaka wasiat. Dan ini terbukti lo kangmas mbakyu,coba diingat2 kita pasti sering mendengar,apabila seseorang(orang tua kita,kakek nenek kita atau eyang eyang kita) akan tiba ajalnya atau jauh hari sebelumnya, banyak yang sudah mewasiatkan sesuatu peninggalan yang dianggap berharga semisal tanah, sawah maupun rumah, begitu pula sebilah keris, sesuatu yang paling membanggakan jika pewarisnya diberi kepercayaan untuk memeliharanya. Dan biasanya untuk pusaka2 tertentu akan dipilih keturunannya yg sekiranya orgnya sdh mantap dan matang secara lahir dan batin,agar dapat dimanfaatkan dan disimpan sebagaimana mestinya.

7). Keris sebagai lambang identitas pribadi. Sebilah keris erat kaitannya dengan identitas seseorang,terutama dalam cerita,hikayat maupun sejarah. Sebagai contoh keris empu gandring adalah kerisnya ken arok,keris naga sasra sabuk inten kerisnya mahesa jenar, keris  jaka piturun sebagai tanda Sultan di Yogyakarta, keris Kyai Setan Kober dengan Arya Penangsang, keris Kyai Pulanggeni dengan Raden Harjuna, tombak Kyai Baru dengan Ki Ageng Mangir,keris kyai carubuk kepunyaan kanjeng sunan kalijaga,keris gajah dompu adlh keris kepunyaan raja2 sisingamangaraja dan masih banyak tokoh-tokoh lain dalam legenda,cerita,hikayat,sejarah negeri ini dgn keris sebagai identitas pribadi.

8) Keris marupakan manifestasi doa dan sabda. Dalam dunia tosan aji, manusia Jawa merumuskan doa yang diwujudkan dalam sebentuk pusaka keris. Doa itu dilantunkan dalam laku, mulai tapa, matiraga, tapa bisu, dan lainnya. “Jadi keris sesungguhnya dalam filosofinya sebagai media untuk mengantarkan sugesti dari doa. Cita-cita dan harapan manusia Jawa dimantramkan dan disimpan dalam keris,seolah olah sang empu merekam dan menanam sabda dan doanya dalam sebilah keris. Yang dimana keris tsbt tidak jarang mjd sebuah keyakinan dan buku hidup.

9)Wujud keris yang lurus maupun ber-luk memiliki makna masing2,keris (berlekuk) adalah simbol kebijaksanaan,dimana bila kita hidup maka kita harus menghindari hal2 yg buruk yg bertentangan dgn hukum negara,hukum adat dan hukum ketuhanan. sedangkan keris lurus adalah simbol keteguhan prinsip,apbl kita melangkah harus mantap dan lurus dalam fikiran,perkataan dan perbuatan. Kebijaksanaan dan tekad itu harus seimbang dan akhirnya bermuara ke atas (Tuhan). Karena itu, keris ujungnya lancip,” Dan secara singkatnya,masing2 luk melambangkan filosofi sbb : Keris Lurus melambangkan kepercayaan diri dan mental yang kuat.
Keris Luk 3 melambangkan keberhasilan cita-cita.
Keris Luk 5 melambangkan : dicintai oleh banyak orang.
Keris Luk 7 melambangkan kewibawaan.
Keris Luk 9 melambangkan kewibawaan, kharisme dan kepempiminan.
Keris Luk 11 melambangkan kemampuan untuk mencapai pangkat tinggi.
Keris Luk 13 melambangkan : kehidupan stabil dan tenang.

10). Keris sebagai lambang kemapanan hidup. Bagi seorang lelaki masyarakat Jawa, hidupnya akan dikatakan paripurna/mapan/sempurna, jika telah memiliki hal2 sbb: Wisma/rumah, Wanita/istri, Turangga/kendaraan, Kukila/hewan piaraan, dan Curiga/keris. Dan kolektor  keris rata2 orangnya boleh dibilang ada budget yg bisa dianggarkan buat pemaharan pusaka2 tsbt bahakan bial diseriusi maka biaya perawatan juga perlu alokasi dana pada waktu tertentu.

11). Keris sebagai lambang status sosial. Ini bisa kita lihat pada gambar dari ukiran-tangkai keris yang mempunyai wanda atau istilah keren sekarang sebagai profil atau screen saver atau chasing, misalnya: samba keplayu, maraseba, mangkurat, yudawinatan, longok, pakubuwanan, pakucumbring dan lainnya, dimana profil tersebut disesuaikan dengan kepribadian dan kedudukan sosial sang pemakai. Begitu pula dari warna pendok kemalon: merah untuk para sentana-minimal para bupati, hijau untuk para mantri, coklat untuk para bekel, hitam untuk para abdi dalem tingkat biasa (mohon dikoreksi apabila pendapat ini keliru).


12). Keris sebagai tanda jasa/satya lencana/penghormatan pengakuan terhadap orang atau keahlian tertentu. Dalam dunia perkerisan, kita mengenal keris berganja kinatah gajah singa, keris ini merupakan satya lencana yang diberikan kepada para perwira/prajurit Mataram yang telah berjasa menumpas pemberontakan kadipaten pati atas kerajaan Mataram (Sultan Agung). Dan ada keris diatas luk 13,krn idealnya dan umumnya keris maximal adlh13,tp ternyata ada luk 15,17,19,21,25,27,29,31 bahkan dengar2 ada luk 37 dan luk 41. Luk diatas 13 tsbt diberikan sebagai penghargaan dan penghormatan kepada org2 yg memiliki ke ahlian khusus dalam lingkungan istana,msl ahli tari,ahli ukir,ahli pengobatan/tabib dsb.


13). Keris sebagai atribut duta. Sewaktu resepsi pernikahan Pangeran Bernard dengan Putri Juliana dari negeri Belanda, Raja Paku Buwana X (Surakarta) mengutus puteranya G.P.H Suryohamidjojo agar menghadiri resepsi tersebut, maka sang putera diberi izin memakai keris Kanjeng Kyai Pakumpulan. Atau pada jaman dahulu pernikahan dianggap sah,bila laki2 berhalalangan hadir cukup memasrahkan pusakanya sebagai wakil dirinya dalam acara resepsi pernikahan tsbt. Dan itu dianggap sah karena sdh terwakilkan oleh pusaka/ageman pribadi tsbt.


14). Keris sebagai lambang persahabatan. Pada zaman dahulu, tanda mata yang paling tinggi martabatnya adalah keris, ini dibuktikan dengan istilah “kancing gelung” atau “cundhuk ukel” yaitu pemberian sebilah keris lengkap dari orang tua kepada anak perempuannya yang baru saja menikah, yang pada akhirnya tanggung jawab pemeliharaan keris tersebut dipegang menantu lelaki. Sering kita dengar bahwa raja2 nusantara  memberikan keris dgn garap yg indah dan cukup mewah kepada raja2 lainnya. Misal keris taming sari kepunyaan hang tuah adlh beliau peroleh dr sang taming sari utusan raja majapahit. Kmdn raja solo pernah memberikan pusakanya tombak kepada pangeran diponegoro sebagai bentuk dukungan kepada pangeran diponegoro atas perjuangandan perlawanan beliau thdp penjajajah belanda.  Keris Si Ginje adalah keris kesultanan jambi yg dlm kisah sejarah mrpkn tanda persahabatan dr  sultan agung hanyakrakusuma.


15). Keris sebagai falsafah. Bentuk dhapur dan corak pamor yang beraneka ragam memiliki nilai falsafah, dhapur brojol= penggapaian cita-cita, pamor pedaringan kebak= harapan sukses akan material, dan lain sebagainya. Luk 11,contoh Dapur Sabuk Inten, merupakan salah satu dapur keris yang melambangkan kemakmuran dan atau kemewahan. Dari aspek filosofi, dapur Sabuk Inten melambangkan kemegahan dan kemewahan yang dimiliki oleh para pemilik modal, pengusaha, atau pedagang pada zaman dahulu.
Luk 13,contoh Dapur Sengkelat mengandung makna nyala (kehidupan) hati, maksudnya adalah perilaku yang luhur, dimana setiap siang dan malam kita selalu waspada dalam keadaan apapun. Dan juga keris2 yg lain memiliki makna dan filosofi masing2.

16). Keris sebagai medium sengkalan(chronogram). Terkenal istilah sirna ilang kertaning bumi (sirna=0, ilang=0, kerta=4, bumi=1), sengkalan tersebut menggambarkan tahun 1400 saka, begitupula ganja berkinatah gajah singa= gajah singa keris siji= berarti tahun 1558 saka, tahun runtuhnya kadipaten Pati oleh prajurit Mataram.

17). Keris sebagai pelengkap busana. Ini sering dijumpai pada saat resepsi pernikahan umpamanya, sehingga kita dengar istilah disengkelit, dianggar dan lainnya yang kesemuanya ditentukan oleh macam upacara yang akan diikuti.
18). Keris sebagai medium. Medium= media perantara, Keris pusaka dianggap mempunyai angsar/ kekuatan untuk memperlancar komunikasi dua arah antara alam nyata dengan alam ghaib, fungsi inilah sampai kapanpun akan dianggap paling menarik untuk diperbincangkan,karena banyak hal yg cukup misterius,unik dan terasa istimewa bagi kalangan tertentu. Dan tidak jarang keris dijadikan sarana memperkuat atma sang supranaturalis dlm berkomunikasi maupun membuka alam gaib.


19). Keris sebagai dekorasi. Umumnya keris yang ditempel ditembok atau media lainnya adalah hanya keris semacam souvenir tanpa kandungan aura/yoni/isi, karena dianggap kurang etis bila menempatkan keris pusaka hanya dari sisi estetika saja.


20). Keris sebagai benda koleksi. Biasanya, bagi para keluarga yang mempunyai banyak keris dari hasil warisan, maka mereka sebagian besar hanya memandang dari keindahan luarnya saja tanpa menghiraukan aspek spiritualnya. Ini berarti sering diantara mereka memperjualbelikan keris pusaka sebagaimana benda koleksi yang lain.


21). Keris sebagai obyek hobby. Kalangan yang menempatkan keris sebagai hobby adalah mereka yang mengumpulkan banyak keris pusaka hanya untuk pemuasan hati semata, tanpa menghiraukan baik tidaknya sebuah pusaka,atau tdk terlalu memperhatikan tuah,tp semata2 nilai atau keindahan dr keris tsbt saja.


22). Keris sebagai sipat kandel / piandel. Sipat kandel adalah: suatu sarana yang membuat pemiliknya lebih percaya diri untuk meraih nasib baik, terlindung, selamat dan maksud lain yang sejenis. Kalangan pecinta keris pusaka semacam ini menjadikannya sebagai “jimat”. Contoh konkretnya adalah keris Jendral Sudirman, Keris Bung Tomo, Keris Bung Karno,karena dlm perjuangan mrk selalu menyertakan keris dlm menyertai perjuangan dan pengobar semangat juang keberanian mrk dlm menghadapi penjajah belanda. serta nama-nama besar lain negeri ini, disamping para beliau adalah para bijak cendekia namun ada sesuatu yang diharapkan dari keris pusaka, terutama pada saat kritis, hal tersebut adalah hal yang wajar sebagaimana kita membutuhkan sesuatu harus menggunakan alat-alat tertentu untuk mempermudah kerja usaha kita.

23) . Spirit KerisMenurut Mpu Brojoningrat dari Surakarta dalam makalahnya, menuliskan keris merupakan visualisasi dari simbol-simbol dapur/bentuk, pamor, bahan/guru bakal guru dadi dan ukuran (anatomi antara lain, sanyari, sakilan dan lain-lain). Keris adalah kaca benggala pola tatanan hidup, falsafah, hingga pemahaman ketuhanan (konsepsi Lingga Yoni). Terciptanya Keris pusaka sebagai titik temu kemanunggalan antara Yang tinemu ing nalar (sesuatu yang dapat dinalar) dan Yang tan tinemu ing nalar (sesuatu yang tidak dapat dinalar). Heneng (konsentrasi), hening (tenang), awas (waspada) dan eling (ingat). Keris merupakan perpaduan unsur material ibu bumi bopo akoso, baja, besi dan pamor (meteorid). Yang diasuh/ditempa ribuan kali hingga sampai pada tataran wesi ‘tapisane gebagan’. Diharapkan manusia juga sampai pada tataran tapisane gebagan. Mpu dalam membabar keris pusaka tansah hateteken kasukcen apepayung budi rahayu (dituntun kesucian dan dilindungi budi luhur), jumbuhing kawulo gusti (anugerah Yang Kuasa), warongko majing curigo (perlindungan dari kecurigaan), rorohing atunggil (roh Yang Maha Esa). Keris punya konsep netes, nitis dan natas. Purwo, madyo, wusono, miwiti, nengahi, mungkasi, pathet 6, pathet 9 dan pathet menyuro. Tri loka lekere kongsi. Pada besalen dalam bangunan limasan apitan, relief candi sukuh terdapat ububan/lamusan. Susuh angin ngendi nggone, tapake kuntul ngalayang, kusumo njrah ing tawang.


Demikian yang bisa kami sampaikan filosofi keris yang bisa kami samapaikan,agar bagi kita pemilik keris akan semakin mengerti dan menghargai budaya adiluhung peradaban besar nenek moyang dan leluhur kita yg perlu kita jaga dan kita lestariakan keberadaannya. Semoga bermanfaat.

Terimakasih kepada para senior dibidang tosan aji atas segenap inspirasi dan karya2ya. Dan trmksh kepada para empu nusantara yg sampai detik ini,karyanya yg adiluhung masih bs kita nikmati eksotika,karya,keindahan,kewingitan dan keisitimewaannya,yg telah memberikan ilham dan hikmah kepada kami semuanya selaku generasi muda.

Terimakasih kepada sohibul bait  yg selalu berendah hati dan berkenan senantiasa meluangkan waktu,biaya dan fikiran dlm setiap waktu dan setiap detikny u/momong dan menyedulur kepada segenap lapisan sedulur2 dimanapun berada.

Terimakasih kepada segenap keluarga besar Kampus Wongalus yg tetap hadir dan seduluran di blog wongalus maupun dalam blog2,grup,twitter dimanapun berada,salam hormat dan salam paseduluran selalu. Silaturahmi dan paseduluran Never die.

1.     ^ Darmosoegito, Ki. 1992. Bab Dhuwung. Djojobojo. Surabaya. Hal. 16.

2.     ^Indonesia – Information related to Intangible Cultural Heritage. Laman UNESCO.

3.     ^abOrigin of The Keris. II. Chinese Influence. Laman Old Blades. Malay World Edges Weapons.

4.     ^Origin of The Keris. III. Keris and Sivaism. Laman Old Blades. Malay World Edges Weapons.

5.     ^abc Lumintu. 1985. Besi, Baja, dan Pamor Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. hal. 4.

6.     ^Origin of The Keris. I. Keris Buda. Laman Old Blades. Malay World Edges Weapons.

7.     ^ Lumintu. 1985. Besi, Baja, dan Pamor Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 3.

8.     ^ Moebirman. 1980.a,Keris Senjata Pusaka. Yayasan Sapta Karya. Jakarta.

9.     ^ lihat misalnya pada versi bahasa Inggris dari terbitan 1944 oleh Armando Cortesao (Cortesao A. 2005. Suma Oriental of Tome Pires and The Book of Francisco Rodriguez. Asian Publishing House. New Delhi. Hal. 179.

10.                        ^Origin of The Keris. IV. The birth of modern keris. Laman Old Blades – Malay World Edged Weapons

11.                        ^Recits 1997.

12.                        ^ Darmosoegito, Ki. 1992. Ibid. Hal. 9.

13.                        de Voyages du XVI et XVIIème siècle. Laman Old Blades: Malay World Edged Weapons.

14.                        ^The Malay armed forces in: ‘Description of Malaca’, from Godinho de Eredia (1613). Laman Old Blades: Malay World Edged Wapons. “Description of Malaca” dirilis ulang oleh The Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society, Cetakan 14,

15.                        ^ Harsrinuksmo B. 1986. Petunjuk Praktis Merawat Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 7.

16.                        ^ Harsrinuksmo, B. 1985. Pamor Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 7–8.

17.                        ^ Kusni. 1979. Pakem. Pengetahuan tentang Keris. C.V. Aneka. Semarang. Hal. 91.

18.                        ^abc Murtidjono. 1991. Besalen-besalen di Surakarta Masa Kini. Dalam:Sarasehan Seni Kriya Keris Jakarta 1991. Kumpulan Makalah. Panitia Pameran dan Sarasehan Seni Kriya Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 35–42.

19.                        ^ Harsrinuksmo B. 1985. Tanya Jawab Soal Keris. Pusat Keris Jakarta. Jakarta. Hal. 30., dan Jeno Harumbrojo (Yogyakarta)

20.                        PENGARANG : MT. Arifin JUDUL : Keris Jawa [Bilah latar sejarah hingga pasar]
PENERBIT : Hajied Pustaka JakartaCETAKAN : 2006ISBN : 979-25-5290-1
JUMLAH HALAMAN:460

 @@@

Dipublikasi di FILOSOFI KERIS | 37 Komentar

GEBYAR AURA SPIRITUAL 4 TAHUN KAMPUS WONG ALUS


Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga salah satu rangkaian acara HUT KWA “Pengaktifan Daya Pusaka” bisa terlaksana dengan baik dan lancar.  Saya mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas partisipasi sedulur2 semua sehingga acara yang kami gelar tidak ada kendala sama sekali.

Persaudaraan yang terjalin akrab di forum tersebut merefleksikan bagaimana seharusnya kita hidup di masyarakat. Toleransi dan saling menghargai berbagai agama keyakinan dan budaya sesuai dengan semboyan BHINNEKA TUNGGAL IKA. Berbeda-beda tetapi tetap satu prinsip yaitu menjaga kesatuan dan persaudaraan. Yang kuat melindungi yang lemah. Yang kaya membantu yang miskin. Yang berilmu berkenan untuk membagi ilmunya agar kita semua bisa maju dan bertambah wawasannya.

Nah, blog KAMPUS WONG ALUS ini telah berumur 4 (empat tahun). Blog ini hadir pada bilan April 2009 sebelum era facebook dan twitter semarak seperti sekarang ini. Kini meskipun lahir era baru yaitu era jejaring sosial namun era blog belum habis. Sebab blog menawarkan kelebihan yang tidak dimiliki era jejaring sosial yang lain.

Sengaja pada tahun ini, acara ulang tahun kami bagi menjadi dua acara. Acara pertama adalah “pengaktifan Daya bertuah” yang sudah berlangsung sukses dan lancar pada hari Kamis 4 April 2013 kemarin mulai pukul 19.30 s/d Jumat pagi bertempat di pelataran Mushola Balai Diklat Jl Majapahit 5 Sidoarjo.

Acara ulang tahun kedua yaitu Semedi, Ziarah Ruhani ke makam leluhur, dan pengijazahan ilmu yang insya allah akan digelar pada Hari Jumat tanggal  26 April 2013 yang akan datang. Tempat Tanggal dan waktu masih bisa berubah menunggu kepastian dari beberapa pihak yang terkait dan bila sudah fix akan kita umumkan di blog.

PENGAKTIFAN DAYA PUSAKA

foto acara kamisProsesi acara “Pengaktifan Daya Pusaka” tersebut dimulai dengan mengumpulkan pusaka yang dibawa sedulur-sedulur di dalam mushola. Di sisi kanan mushola sudah kami pajang dalam posisi berdiri tujuh pusaka yang masing-masih memiliki “tuah” yang berbeda-beda. Ada tuah kerezekian yaitu keris dengan dhapur gumbeng, ada tuah kekebalan (anti cukur/anti bacok/anti senjata api) yaitu tombak korowelang, ada tuah pengasihan yaitu keris patrem mini, ada tuah keperkasaan yaitu keris Satrio/Karno tanding, ada tuah kebegawanan/keresian/kependetaan/kebangsawanan yaitu cis sajen, ada tuah menjebol kesaktian lawan yaitu tombak baru klinthing, dan tombak cacing kanil dengan tuah untuk kekayaan, naik derajat dan kemakmuran. Foto-foto masing-masing pusaka monggo di buka http://www.pusakakwa.wordpress.com

Para sedulur kami persilahkan untuk meletakkan pusaka-pusakanya di depan tujuh pusaka tersebut. Satu persatu mereka meletakkannya sesuai dengan hati nurani. Sengaja tidak saya sampaikan ‘tuah’ di masing-masing pusaka yang saya bawa dengan harapan agar sedulur juga berkenan untuk belajar menayuh pusaka tersebut. Ada yang menurut saya tepat letaknya. Ada yang tidak. Yang meletakkanya tepat, misalnya ada sedulur yang membawa keris omyang jimbe diletakkan di depan keris dhapur banyu mili.

Selanjutnya saya membaca doa mantra untuk mohon ijin agar sekiranya para goib yang ada di tujuh pusaka itu berkenan untuk membagi dan mengaktifkan daya yang ada di masing-masing pusaka yang dibawa oleh para sedulur. Begitu saya rapal mantra, tampak masing-masing goib keris tersebut memancarkan daya ke pusaka-pusaka (keris/pusaka/benda-benda apapun yang diletakkan di depannya.

Acara selanjutnya adalah ‘pengijazahan’ daya tiga pusaka kepada para sedulur. Tiga goib penunggu pusaka yaitu cis sajen, tombak korowelang dan cis naga segi empat tersebut memancarkan daya kepada sedulur yang mengikuti ‘pengijazahan’. Di sesi ini ada kejadian unik yaitu selesai ‘pengijazahan’ saya mengambil gambar sedulur-sedulur. Ee… tak satupun yang jadi…kecuali satu foto yang tampak luapan energi yang berlimpah dan kabur padahal sebelumnya kamera tidak saya uprek/setting ulang. Tampak dengan mata batin bahwa setiap sedulur yang ikut pengijazahan telah terisi daya yang luar biasa. Alhamdulillah…

foto acara kamis2

Sedulur-sedulur yang berbahagia, demikian sedikit yang bisa saya sampaikan dan selamat ulang tahun blog KAMPUS WONG ALUS.. semoga blog ini semakin mampu menjadi jembatan tali silaturahim antar suku, antar budaya, dan antar generasi. Salam paseduluran.. terima kasih..

wongalus

@wongalus, 2013

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 47 Komentar

ILMU PENGASIHAN DAN KEKEBALAN


Berikut ini share dari dua sedulur, satu Ilmu pengasihan mahabbah umum/ yang ditujukan untuk membuka aura diri agar disayang banyak orang dan kedua Ilmu kebal. Untuk ilmu kebal sayang tidak disertai tata cara lengkap sehingga belum bisa diamalkan. Jadi untuk sementara hanya digunakan sebagai referensi/perpustakaan saja. terima kasih ==wongalus==

1. ILMU PENGASIHAN WONG NGAWULO DARI JAWA

nasir ahmad

Ass.wr.wb. Ki wongalus kawulo padhe bagi ilmu saking Alharhum eyang kulo. iki ilmune: Pengasihan wong ngawulo iki dongane:  (Ki wongalus ini ada ilmu dari eyang saya yang sudah almarhum namanya pengasihan wong ngawulo ini doanya red.)

Bismillahi’rrahim.

GUDHANG RI MANIK,ULES PUTIH NUR NGERAN, SIYA HAKAR NGAJADI NUR,CANGARAN,SIYA,ANGGAS MARUPA NUR PUTIH,CAHYANING ALLAH,NUR ASEM,NUR CAHYANE PANGERAN,IYA IKU KEKASIHE ALLAH,SANG NGIGANG IRENG ARAN, SIHANE SUKSMA LANGGENG PUTIH, SALLA’ALAIHI WASALLAM.

Sarate yen ana ngarep lawang njejeg lemah kaping telu. (syaratnya berdiri di depan pintu dan jejakkan kaki tujuh kali dengan membaca mantra di atas red)

Maturuwun kula diparing bagi ilmu. (terima kasih saya diberikan ruang untuk berbagi ilmu). wass.wr.wb.

2.      2.  ILMU KEKEBALAN DARI SULAWESI

armed

Ijin kepada ki Wong Alus, sy ingin nyumbang sedikt ilmu sulawesi ilmu ini tergolong ilmu kebal, atau kunci badan.

ANJURU BESI ANJURU TEMBAGA ISAH MARILAH API API MUSAH MATI TURUSI MANURU SALY BAGINDA ALLY KUN.. BARAKATI BISMILLAH..

Wass. (sayangnya penulis tidak melengkapi dengan tata cara yang lengkap. Mohon bila penulis berkenan untuk melengkapinya agar bisa diamalkan secara benar dan sempurna sebab ilmu-ilmu bukan untuk main-main dan berurusan dengan ‘nyawa’ red.)

@@@

Dipublikasi di ILMU PENGASIHAN DAN KEKEBALAN | 74 Komentar

BAKSOS HUT KWA =========== KOLABORASI TUJUH PUSAKA KWA UNTUK AKTIFKAN DAYA TUAH PUSAKA DAN JIMAT MILIK ANDA


Salam Budaya…

Kita ketahui bersama bahwa sudah menjadi adat kebiasaan dan budaya masyarakat kita sejak berabad-abad silam bahwa para nenek moyang kita menyukai untuk mematerialisasikan isi doa dalam wujud benda pusaka. Oleh sebab itu, benda pusaka bukan sekedar materi yang terbuat dari logam saja namun lebih dari itu benda pusaka memiliki energi doa dari sang pembuatnya (Empu bhs Jawa). Nenek moyang dan leluhur kita percaya bahwa dengan menyimpan pusaka maka akan membantu banyak hal yang membawa manfaat bagi kehidupannya sehari-hari.  

Seiring dengan perjalanan jaman, kepercayaan terhadap benda pusaka sedikit-demi sedikit mengalami degradasi. Diganti dengan percaya pada hal-hal yang sifatnya rasional (akal) saja. Faktor utama penyebabnya adalah kurikulum pendidikan di Indonesia yang cenderung ke ilmu-ilmu Barat (westernisasi)

Ini tentu merupakan hal yang memprihatinkan. Aspek rasa/batin/heart hendaklah mewarnai selalu dalam kehidupan kita termasuk di antaranya bagaimana kita semua mengembangkan secara maksimal aspek batiniah ini. Bukankah di ajaran-ajaran agama diajarkan bagaimana harus “percaya” pada hal-hal gaib? Bukankah kita dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa? Pada titik ini, sangat tidak relevan kiranya bila keyakinan kita terhadap energi doa yang dimaterialisasikan oleh para nenek moyang kita dalam wujud benda pusaka itu dianggap sebagai hal-hal yang syirik, khurafat, takhayul.

Justeru sebaliknya, kepercayaan kita pada akal sebagai satu-satunya SUMBER kebenaran, kepercayaan kita pada diri kita sendiri yang paling benar, GOLEK MENANGE DHEWE, GOLEK BENERE DHEWE justeru bisa jadi merupakan syirik dan MENYESATKAN. Nah, akan lebih bijaksana bila kita harus senantiasa menghargai dan menghormati setiap individu. Sementara kebenaran diri kita semua ini sifatnya RELATIF. Kita perlu untuk terus belajar kepada kearifan budaya lokal (local genius) suku-suku bangsa di Indonesia termasuk adat istiadatnya.

Nah, Dalam rangka ulang tahun KWA yang jatuh pada bulan April 2013 ini dan sebagai bagian dari komunitas masyarakat yang ingin MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA, blog KWA akan mengadakan sebuah kegiatan sosial yaitu: PENGISIAN DAYA TUAH dan KAROMAH pusaka (keris, tombak, jimatan, gembolan, cincin dll) milik Anda.

Media yang akan kami gunakan untuk mengisi ulang tuah pusaka milik anda tersebut adalah:

PUSAKA SUPER KWA  

Dan  

TUJUH PUSAKA KWA….

  1. CIS PUTHUT
  2. KERIS SATRIO TANDING  
  3. PEDANG KETUA SUKU LOMBOK
  4. KERIS DHAPUR SEPANG
  5. KERIS DHAPUR GUMBENG
  6. PUSAKA CACING KANIL
  7. TOMBAK KORO WELANG

Kami persilahkan sedulur-sedulur hadir dengan membawa pusaka (keris, jimat, akik dll) atau benda-benda lain yang ingin diisi dengan daya tuahnya.

Acara ini GRATIS dan TIDAK DIPUNGUT BIAYA.

TEMPAT: HALAMAN DEPAN MUSHOLA BALAI DIKLAT KAB SIDOARJO, JL MAJAPAHIT 5 SIDOARJO

HARI/TANGGAL: KAMIS 4 APRIL 2013

MULAI PUKUL 19.30 WIB s/d SELESAI

Demikian apa yang bisa saya sampaikan. Salam paseduluran lintas budaya…

 ttd

wongalus

Dipublikasi di HUT KWA 2013 | 40 Komentar

ILMU SLAMET BERKHODAM MALAIKAT PENJAGA SURAH AL HIJR


wongalus

Kita kerap mendengar, melihat bahkan mengalami sendiri hal-hal yang berbahaya di dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya perampokan, pembunuhan, penodongan, pencurian, pencopetan, bencana alam dll. Beragam bahaya itu mengancam keselamatan kita baik lahir maupun batin.

Nah, dulur.. pada kesempatan ini saya ijazahkan “ILMU SLAMET”  atau “ILMU SELAMAT” agar kita bisa terhindar dari bahaya-bahaya. Atas ijin Allah SWT kita akan selamat dan bahaya tidak akan mampu mencelakai kita.  Silahkan diamalkan bagi yang berminat.

TAWASUL kirim Al Fatihah sebagaimana BIASAnya…

Lanjutkan dengan membaca sbb:

Bismillahirrohmanirrohim

Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka  3 x  (sholawat Nariyah)

Maa tasbiqu min ummatin ajalahaa wamaa yasta khiruuna. 1 x (Al-Hijr Ayat : 5)

Baca rutin usai sholat fardhu. Untuk pengamalannya, bila hati anda was-was dan suatu ketika anda dihadapkan pada bahaya.. cukup baca sekali saja:

Maa tasbiqu min ummatin ajalahaa wamaa yasta khiruuna. 1 x.

Demikian ijazah ini sempurna. Terima kasih. Salam persaudaraan.

@@@

Dipublikasi di ILMU SLAMET BERKHODAM MALAIKAT PENJAGA SURAH AL HIJR | 89 Komentar

===IJAZAH AWRAD KWA===


Kami mendapat ijin dari seorang guru sepuh ilmu hikmah untuk memberikan ijazah ILMU AWRAD plus pengamalannya. Sepadan dengan pengamalannya mohon maaf sedikit kami buka info, ilmu ini kami golongkan ilmu hikmah yang khusus. (Biidznillah agar tidak mengurangi keikhlasan beribadah karena Allah SWT).

Namun mohon maaf, untuk mengamalkan ilmu ini ada syaratnya yang harus Anda penuhi:

  1. Harus serius untuk mengamalkannya lahir dan batin. Sudah berusia di atas 18 tahun. Kami tidak main-main dalam menurunkan ilmu hikmah. Siapa yang tidak siap, harap tidak mencobanya. Jadikan ilmu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Berjanji sepenuh hati untuk menggunakannya di jalan kebaikan, memberikan manfaat dan untuk menolong orang lain. Menebarkan salam dan kedamaian, mencegah kemunkaran dan kesesatan.
  3. Ada ikatan ijab qobul antara KWA dengan Anda yang dibuktikan dengan shodakoh senilai usia Anda kepada kami.  Misalnya usia Anda 27 maka shodakoh anda kepada kami senilai Rp 270 ribu. Misalnya usia anda 36 maka shodakoh anda kepada kami Rp 360 ribu. SHODAKOH ANDA KEPADA KAMI AKAN KAMI LANJUTKAN pula untuk shodakoh.

Bila anda sepakat dengan ketentuan khusus di atas, kami persilahkan untuk

1. SMS KE NOMER  081-233500577

2. ATAU EMAIL:  kiwongalus2013@gmail.com

3. BANK JATIM nomor rekening: 0262927024  atau  BANK MANDIRI  nomer rekening:  141-00-0984402-8.

Kami akan memberikan password sekaligus doa penyelarasan kami untuk anda. Terima kasih atas perhatian anda dan salam persaudaraan.

================================================

SEDULUR YANG SUDAH MENDAPATKAN PASSWORD SILAHKAN DI KLIK

https://wongalus.wordpress.com/2013/03/26/awrad-sakti-kwa-tuntas-14-hari-pengamalan/

ttd

wongalus

Dipublikasi di AWRAD SAKTI KWA

Diproteksi: AWRAD KWA


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Dipublikasi di AWRAD SAKTI KWA

TAYUH KERIS PATREM MINI


Wongalus
kiwongalus2013@gmail.com
http://www.pusakakwa.wordpress.com

Tayuh adalah cara untuk mengetahui “isi” sebuah keris. Kita ketahui bersama, sebuah senjata sesungguhnya tidak hanya benda yang kosong belaka. Senjata terutama keris, dibuat oleh seorang empu disertai dengan laku permohonan doa kepada Yang Maha Kuasa agar berkenan untuk memberikan berkah dan karomah tertentu. Doa yang ditanamkan ke dalam sebuah keris itulah yang menjadi “isi” sebuah senjata. Dalam khasanah budaya Jawa, “Isi” sebuah senjata bisa diketahui dengan beragam cara. Salah satunya adalah cara yang saya praktekkan di bawah ini. Nah, saya mohon ijin menuliskan hasil dari menayuh keris dan saya tuliskan untuk pembaca sekalian. Metode yang saya gunakan adalah dengan cara sebagai berikut:

1. Saya memegang sebilah keris kecil sederhana yaitu PATREM.
2. Berbaring santai melemaskan semua otot di tubuh seperti sedang tidur dan tangan yang memegang keris saya letakkan di dada.
3. Tubuh santai dan rileks sambil menurunkan kesadaran hingga tingkat terendah, dan ketika sudah tercapai ke tingkat terendah maka saya memulai dengan membaca sebuah doa. SUN ATURU LAWAN SUKMA, INGSUN LINGGIH LAWAN CAHYANE ROJO BAHNING. TEKENKU JUNGKAT NABI ADAM, KUN….. FAYAKUN.
4. Saya melakukan pengaturan rasa/batin. Perasaan batin saya tenangkan agar KEPEKAAN benar-benar terbangun 100 persen sehingga saya bisa menangkap suara-suara dan penampakan-penampakan yang paling halus.
5. Selanjutnya saya menunggu apa yang terjadi

Sekitar lima menit kemudian, tampaklah sosok sepertinya berjenis kelamin perempuan mendatangi saya. Wajahnya putih bersih, tampak bijaksana dan keibuan menggunakan pakaian adat sunda. Sebelum sempat menanyakan namanya, dia terlebih dulu menyapa saya dengan bahasa yang bisa saya pahami. (Saya alihbahasakan ke bahasa Indonesia saja agar pembaca yang luar Jawa bisa memahaminya)

KERIS: Salam. Kamu telah memanggil saya?

WONGALUS: Salam, selamat datang dan salam kenal

KERIS: Perkenalkan nama saya Kemuning wesitawa, namamu siapa?

WONG ALUS: Saya ‘wongalus’ nyi

KERIS: ya salam. Aku adalah makhluk yang hidup dari doa empu pembuat keris yang kamu pegang itu

WONGALUS: Siapa nama empu pembuat keris yang kupegang ini?

KERIS: Empu Windusakti

WONGALUS: Tahun berapa Empu Windusakti membuat keris ini?

KERIS: 1549

WONGALUS: Subhanallah, Kenapa sang empu membuat keris ini?

KERIS: Empu membuat pesanan senjata khusus

WONGALUS: Siapa dia pemesannya?

KERIS: Namanya Nyi Bika

WONGALUS: Siapa Nyi Bika? Dan dimana keris ini dibuat?

KERIS: Dia seorang isteri seorang patih di Pajajaran. Keris dibuat di sebuah tempat di wilayah kerajaan disana.

WONGALUS: Oh, bisa diceritakan proses pembuatannya?

KERIS: Mulanya Empu Windusakti berdoa dan mengambil besi utuh dan ditempa dibentuk lempeng, dan saat panas itulah dimasukkan ke air lalu memijitinya di dalam wadah air. Jadilah besi menjadi keris

WONGALUS: Ckck.. begitu ya cara membuat keris?. Kalau seorang empu tidak punya ilmu pembuatan keris pasti tidak akan mampu membuat keris dengan cara beguitu. Apa doa yang diisikan dalam keris ini?

KERIS: untuk pegangan keselamatan dan rejeki agar mengalir

WONGALUS: Kenapa doa sang empu memunculkan makhluk seperti kamu, Kemuning wesitawa?

KERIS: Karena saya memang ditakdirkan untuk datang ketika doa itu disebut. Siapa saja yang berdoa dengan sungguh-sungguh dengan japa mantra khusus maka Yang Esa akan memerintahkan sosok untuk menemaninya

WONGALUS: maksud japa mantra khusus itu seperti apa?

KERIS: maksudnya, bahwa kehendak yang sangat kuat dari setiap orang untuk memiliki pendamping goib, maka Yang Esa akan memperkenankannya.. Jadi murni karena keinginan yang baik, maka makhluk goib itu datang karena DIA Maha Memberi.

WONGALUS: Oh begitu…. (belum paham benar maksud pernyataan dia apa lho.. red.) Salam jabat erat persahabatan buatmu yang sudah berkenan untuk datang kepada saya

KERIS: ya terima kasih, saya juga merasa mendapatkan kehormatan sudah kamu ingat dan kamu hadirkan lagi. Sudah bertahun-tahun, orang yang merawat keris ini tidak tahu caranya memanggilku

WONGALUS: Saya tidak memiliki doa dan mantra khusus memanggil keris, bisa kamu ajarkan bagaimana caranya memanggil penunggu isi keris termasuk kenapa kamu mau datang?

KERIS: Mudah, cukup berikan bunga dan bau-bau wangi sebagai tanda tali asih, hormati dia sebagaimana kamu menghormati makhluk yang lain. Sapa dengan hati dan perasaan karena kami adalah mahluk yang berbicara dengan perasaan batin.

WONGALUS: Jadi kami harus merawat pusaka-pusaka peninggalan leluhur dengan baik agar doa pembuat keris itu bisa lestari dan ada isinya?

KERIS: Betul, kamu betul, rawatlah setiap makhluk baik makhluk hidup maupun makhluk yang ada pada setiap benda, karena setiap benda di alam semesta ini ada pemiliknya

WONGALUS: baiklah saranmu akan kami laksanakan, sebab senjata-senjata seperti keris dan lain-lain adalah warisan budaya bangsa yang adiluhung

KERIS: generasimu sudah banyak yang melupakan kami, maka kami juga tidak bisa mendoakanmu, memberikan daya tuah doa pula padamu

WONGALUS: Begitukah?

KERIS: Ya, karena penghubung komunikasi antara makhluk goib dan manusia sepertimu adalah mengingatku, merasakan kehadiranku, dan menghormatiku, karena aku akan pula menghormatimu bahkan mendoakanmu..

WONGALUS: Sungguh mulia hatimu…

KERIS: Bukan aku yang mulia, aku hanyalah doa yang hidup. Doa yang dilanturkan oleh Empu Windusakti. Sampaikan terima kasihmu kepadanya sekarang

WONGALUS: terima kasih Empu, Al Fatihah kukirim buatmu
KERIS: ya itulah tata krama dan sopan santun pemegang benda pusaka

WONGALUS: Kau telah mengajariku, maka ijinkan pula aku mengirimkan Al Fatihah buatmu

KERIS: (diam saja) sebenarnya tidak perlu, karena aku adalah doa. Utama selalu berterima kasih kepada Yang maha Menciptakan, selanjutnya terima kasih pada makhluk…
WONGALUS: sepakat sekali. Mohon jangan marah, aku sekedar bertanya… kamu ini makhluk goib jenis apa?

KERIS: aku ini doa yang hidup

WONGALUS: Subhanallah betapa aku masih belum bisa memahamimu sebab yang kukenal, mahluk itu hanya ada dua jenis: manusia dan jin.. apakah kamu termasuk golongan jin?

KERIS: Tidak.

WONGALUS: Kamu ini malaikat?

KERIS: Kutidaktahu, sebab aku tidak masuk surga atau neraka, aku tidak dihisab karena aku hidup dari doa dan aku tidak punya amal perbuatan

WONGALUS: Terima kasih, darimu kumendapat tambahan wawasan ki Kemuning wesitawa, oh ya saya panggil kamu ”ki” atau ”nyi”. Ki untuk sebutan laki-laki, nyi untuk sebutan perempuan

KERIS: Kemuning wesitawa itu tidak punya jenis kelamin jadi bukan pria atau wanita

WONGALUS: Baiklah kalau begitu, sekali lagi kusampaikan salam hormatku buatmu. Kumelihat aura mu begitu bagus, semoga kamu tetap setia menemani kami, anak cucu yang masih hijau ini butuh bimbingan dan arahan..

KERIS: Doa yang disampaikan dengan jujur dalam hati akan membuat hidupnya kekuatan dan cahaya yang indah

WONGALUS: Saya akan berusaha mengingat pesan-pesanmu dan jangan segan-segan menegurku bila aku membuat kesalahan..

KERIS: ya akan kutegur kamu dengan cara-cara yang halus

WONGALUS: terima kasih

KERIS: kembali

Demikian sedikit hasil tayuh yang kami terima beberapa saat yang lalu. Kami mohon maaf bila ada kesalahan pemahaman karena hati manusia biasa seperti saya bisa salah dalam menerka dan menaksir sebuah fenomena. Kita kembalikan sepenuhnya kebenarannya tentang hal-hal goib ini hanya kepada Allah SWT. Manusia seperti saya benar-benar mahkluk yang lemah dan daif. Terima kasih atas perhatiannya. Salam paseduluran.

@@@

Dipublikasi di TAYUH KERIS PATREM MINI | 45 Komentar

ILMU HIKMAH CEPAT KAYA TANPA TUYUL DAN PESUGIHAN


Wongalus

Bismillahirrohmanirrohim. Saya ijazahkan amalan di hari ahad pagi yang mulia ini yaitu Ilmu Hikmah agar kita bebas dari kemiskinan dan bisa kaya lahir batin. Halal tanpa tuyul dan pesugihan. Tata caranya adalah sebagai berikut

1. Buka toko/tempat usaha yang anda rasakan paling prospek. Pilih jenis usaha yang tepat setelah anda kaji dan survey secara serius. Cari IDE BARU YANG CERDAS dan SEGAR… Misalnya buka bengkel, toko kelontong, toko pulsa, jual soto, jualan sate, jualan mie ayam, dan lain-lain. Jangan jual narkoba, jangan jual nomor togel, jangan jual barang-barang haram. Jangan melanggar hukum..
2. Jangan pelit kepada siapapun. Tapi juga jangan boros. Boleh berhutang untuk modal usaha tapi ingat pertimbangkan secara matang agar tidak besar pasak daripada tiang. besar pengeluaran daripada pendapatan. Jauhi barang-barang haram/ jangan gunakan barang curian, jauhi judi, jauhi mabuk-mabukan, jauhi teman yang suka mempengaruhi anda ke jalan yang sesat.
3. Minta ijin orang tua, khususnya ibu (bila masih ada) untuk membuka usaha. Kalau ibu sudah meninggal maka cukup ziarah dan kirim Al Fatihah.
4. Jalankan ibadah wajib dan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan, sesuai tata cara/syariat masing-masing
5. Shodakoh setiap Jumat pagi ke yatim piatu/ orang jompo/fakir/janda sesuai usia Anda. Contoh bila usia anda 25, maka shodakohnya bisa 25 kg beras atau bisa juga 250 ribu, atau bisa pula 25 ribu, kalau tidak mampu Rp. 2500,- .. pilih sesuai kemampuan anda. Ini namanya shodakoh umur….

Setelah syarat di atas terpenuhi, silahkan melaksanakan amalan ILMU HIKMAH berupa wirid berikut ini……….

Bismillahorrohmanirrohim

====YA ALLAH YA BASIT YA ALLAH YA BASIT YA ALLAH YA BASIT YA ALLAH YA BASIT YA ALLAH YA BASIT YA ALLAH YA BASIT ====

Jumlah sebanyak-banyaknya setiap selesai sholat malam/lail. Setiap selesai sholat fardhu, setiap saat anda ingat Allah dan resapi artinya.

Ya Basit adalah salah satu Asmaul Husna yang artinya Yang Maha Melimpahkan Nikmat.

Demikian semoga kita bisa cepat kaya baik kaya lahir/batin dan banyak memberikan manfaat kepada orang lain. Semoga kita akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.

@@@

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 272 Komentar

ILMU PENGASIHAN, KEMULIAAN (KEWIBAWAAN) DAN AWET MUDA


patih nur alam
patihnuralam@gmail.com

Amaliahnya saya ambil dari sebuah buku/kitab ILMU NABAWI yang sudah diijazahkan kepada saya secara tertulis. Ijazah ini sudah pernah dikeluarkan kepada para khalayak umum pada tahun 80-90an. Karena hidayah dan petunjuk dari yang Maha Kuasa, saya berhasil mendapatkan ijazah ini dengan berbagai perjuangan. Untuk itu saya ingin berbagi kepada para sedulur KWA yang membutuhkan amalan ini. Bagi yang tidak cocok dengan system amalan ini, janganlah dipaksakan, cukup sebagai bahan pengetahuan atau bisa juga sebagai bahan renungan bagi para pembaca sekalian. Saya bukanlah seorang guru yang menjadi master pengijazah amalan-amalan, akan tetapi saya orang biasa dan banyak khilaf dan salah. Niat saya disini hanya ingin menyampaikan ilmu yang saya terima dan menyebarkannya kepada khalayak umum, karena mengingat zaman sekarang sangat banyak sekali tindakan-tindakan menyimpang dari jalur ketaqwaan. Akhirnya mari kita simak dengan seksama.

Sejak dahulu kala orang-orang telah berusaha keras agar tampak lebih muda dari umurnya yang sebenarnya alias agar selalu awet muda. Sekarang sejak diketemukannya bermacam-macam kosmetik untuk perawatan muka khususnya, maka berebut-rebutlah laki-laki dan perempuan tua-muda memakai produk-produk tersebut. Memakai kosmetik memang dapat mempercantik diri dalam waktu yang singkat, namun efek sampingnya harus pula diperhatikan. Ada orang yang karena seringnya memakai alat komestik untuk wajah, akhirnya mukanya hitam seperti terbakar. Sebenarnya sebagai orang mukmin, kita tidak perlu latah dengan cara-cara tersebut, kita memiliki cara paling ampuh untuk memperindah diri dari dalam. Seorang wanita mu’min pernah ditanyakan tentang kosmetiknya, lalu ia menjawab:

“alat kecantikanku ialah: berbicara jujur untuk bibirku, membaca alqur’an untuk suaraku, kasih sayang dan rahmat untuk mataku, berbuat kebaikan untuk tanganku, istiqomah untuk tubuhku, dan iklash karena Allah untuk hatiku”.

Itulah jawaban yang sangat tepat sekali, yang keluar oleh hati yang penuh dengan iman. Jika anda ingin awet muda tidak perlu anda repot-repot pergi kesalon kecantikan atau memakai kosmetik yang mahal-mahal. Asalkan anda mau mengikuti petunjuk yang diberikan disini, andapun akan tampak awet muda, malah lebih menarik dan mempesona dibandingkan dengan memakai bahan kosmetik tersebut.

Caranya adalah sebagai berikut:
Hindari perbuatan maksiat, karena maksiat dapat menggelapkan hati dan muka.
Laksanakan sholat 5 waktu dengan seksama.
Sering-sering melakukan wudlu.
Sering-sering mengaji alqur’an.
Sering-sering shalat tahajud.
Kurangi makan berlebihan.
Apabila kuat puasa senin dan kamis.
Amalkan asma’ “YA KHAMIIDU” setiap selesai sholat subuh sebanyak 99x, lalu ditiupkan pada kedua belah tangannya dan diusapkan kemukanya. Insyaallah barang siapa yang mengamalkannya dalam raut mukanya akan terang berseri-seri. Dan orang yang memandangnyapun akan memuliakannya dan mengasihinya. AMIIIIN..!

Kunci keberhasilan amalan ini ada pada kehendak Allah semata dan diri pribadi yang mengamalkan. Energi yang ditimbulkan dari amalan ini tidak selalu sama dari setiap orang yang mengamalkan. Tergantung kepekaan pribadi dalam mengamalkan.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para sesepuh dan para pembaca yang budiman khususnya. Terima kasih, dan wassalamualaikum, Wr. Wb. Salam paseduluran. @@@

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 68 Komentar

TATA CARA PENGIJAZAHAN ILMU HIKMAH


wongalus

DSCN1150Alhamdulillah meskipun sederhana, blog KAMPUS WONG ALUS ini benar-benar terasa ada manfaatnya. Blog ini menjadi forum pertemuan dan praktek pengijazahan Ilmu-ilmu hikmah yang selama ini terkesan ‘eksklusif’. Melalui blog ini kita secara terbuka mempraktekkan pengijazahan di berbagai forum baik online maupun melalui pertemuan langsung. Kita juga telah rutin melakukan pengijazahan di markas KWA yaitu di Mushola Balai Diklat Jl Majapahit 5 Sidoarjo Jawa Timur setiap Kamis malam, mulai pukul 20.30 WIB –sd selesai.

Ilmu hikmah identik dengan praktik-praktik wirid/dzikir. Cara mengijazahkan ilmu hikmah pun tidak boleh sembarangan. Sebenarnya ada aturan/kaidah-kaidah dalam pengijazahan yang harus dilakukan bila ingin pengijazahan itu lengkap dan sempurna. Boleh dikatakan pengijazahan online yang dilakukan melalui blog KWA ini adalah menyikapi perkembangan teknologi informasi internet yang berkembang pesat. Saya kira sah-sah saja, namun tentu saja pengijazahan online harus dilengkapi dengan pengijazahan langsung (tatap muka) bila ingin mendapatkan daya karomah yang sesungguhnya.

Bagaimana tata cara pengijazahan ilmu hikmah secara umum? Kita jelaskan secara garis besar dan prinsip prinsip dasarnya saja, dan bisa jadi banyak tata cara pengijazahan yang berbeda dengan yang kita sampaikan sebab ada begitu banyak aliran dalam ilmu hikmah. Tentu saja masing-masing aliran mempunyai tata cara sendiri-sendiri di dalam melaksanakan amalan wirid. Perbedaan tata cara di antara aliran ilmu hikmah yang satu dengan yang lainnya adalah hal yang wajar namun umumnya selalu menggunakan “Talqin Dzikir”. (Talqin dari bahasa Arab “laqqana yulaqqinu” yang artinya menuntun orang untuk mengikuti kata-kata yang diucapkan).

Talqin dzikir inilah sebenarnya gerbang pembuka ilmu hikmah untuk kemudian memasuki alam hakikat dan alam makrifat. Dan barangkali kita perlu memahami hal ini secara menyeluruh sehingga kegiatan dzikir-dzikir apapun bisa nyambung dengan hakikat dan tujuan yang sejati. Oleh karena itu ada baiknya pada bagian ini dijelaskan tata cara pengijazahan ilmu hikmah yang diawali dengan Talqin Dzikir atau dalam khasanah tarikat disebut Bai’at, yang biasa dilakukan seorang Guru Ilmu Hikmah kepada muridnya.

Adapun tata cara awal pengijazahan ilmu hikmah sebagai berikut….

Hendaknya murid dan guru beristikharah terlebih dahulu. Apabila hasil istikharahnya sesuai, dan itulah yang diharapkan, maka hal itu dapat dijadikan petunjuk bahwa ia telah mendapatkan izin dari Allah. Setelah itu sang guru akan mendudukkan murid di hadapannya setelah dia sempurna bersuci, sambil menempelkan kedua lututnya dengan kedua lutut si murid. Hal ini meniru Malaikat Jibril saat memberikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.

Kemudian dengan tangan kanannya, dia memegang tangan kanan si murid layaknya orang bersalaman, lalu memintanya bertobat dari segala kesalahan dan maksiat serta menyuruhnya meminta halal kepada orang-orang yang mempunyai hak padanya, mengembalikan apa-apa yang bukan haknya, meninggalkan kebodohan pemahaman dan menjauhkan prasangka, melaksanakan sunnah, menjauhi rukhshah dan melaksanakan ‘azimah. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa azimah adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan secara umum dan mutlak, baik perintah itu perintah wajib atau sunnah, baik larangan itu untuk haram atau makruh, sedangkan rukhsah adalah keringanan atau kelapangan yang diberikan kepada seorang mukallaf dalam melakukan perintah dan menjauhi larangan. Azimah adalah merupakan hak Allah atas hamba-Nya dan rukhsah adalah hak hamba dalam karunia dan kebijaksanaan Allah. Dalam bentuk ini antara rukhsah dengan hukum mubah terdapat kesamaan.

Selanjutnya keduanya bersama-sama dengan niat taubat dari apa yang menyalahi ridlo Allah membaca ayat: SUBHANAKA TUBTU ILAIKA WAANA AWWALUL MU’MINIINA LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADHOLIMIIN.

Kemudian murid memejamkan kedua matanya dan sang guru mengucapkan “tahlil” (La ilaaha illallah) tiga kali, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Sahabat Ali RA, lalu membaca ayat INNALLADZIINA YUBAYYI’UUNAKA….

Untuk tabarruk (Tabarruk artinya mencari barakah (ngalap berkah, jawa). Bertabarruk dengan sesuatu artinya mencari berkah dengan perantaraan sesuatu) dan isyarat bahwa seakan-akan ia berbai’at kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam. Setelah ini keduanya menaruh kedua tangan mereka pada kedua lutut sambil memejamkan kedua mata mereka, lalu sang GURU dengan hatinya berdzikir menyebut Ismudz-Dzat (Allah) tiga kali, dengan niat mentalqin dan mengajarkan pada hati si murid dengan memanjangkan (bacaan) seakan-akan “melihat’ Allah.

Kemudian murid disuruh TAWASSUL membaca Istighfar, Al-Fatihah dan Al-Ikhlas untuk dikirim kepada silsilah ilmu hikmahnya, dan rabithah (bertali/berhubungan) dengan guru dengan syarat hendaknya murid meyakini bahwa guru adalah  penerus risalah Rasulullah SAW dalam hal penganugerahan, dan  pengganti beliau dalam membina dan membimbing manusia.

Selanjutnya adalah membaca doa wirid atas ilmu hikmah yang akan diijazahkan.

Itulah tata cara dalam pengijazahan dzikir secara umum, yang dalam prakteknya ada yang persis seperti itu, ada yang sedikit ditambah dan ada yang sedikit dikurangi. Namun semuanya itu tidak ada yang keluar dari hal-hal yang prinsip dan pokok tersebut. Demikian sekilas uraian yang serba terbatas ini. Kalau ada kurangnya mohon ditambahi, kalau ada lebihnya mohon dikurangi. Mohon maaf atas segala kesalahan. Matur nuwun. Salam paseduluran. @@@

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 99 Komentar

ASMAK ‘RAJA HARIMAU’ TINGKAT 3-5


wongalus

Assalamualaikum wr wb.
Beberapa hari yang lalu, kita sudah share dua doa Asmak Raja Harimau, berikut kami share sekaligus saya ijazahkan doa Asmak ‘Raja Harimau’ Tingkat 3-5 untuk anda yang ingin memerlukannya...

Kirim alfatihah/tawassul sebagaimana biasanya…lanjutkan dengan doa dibawah ini:

Bismillahirrohmanirrohim.

INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA NAMIRUN QUWWAH BIIDZNILLAH BI LA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH. (1000 X perhari selama 3 hari).

bila mau mengamalkan lagi monggo tingkat selanjutnya…

INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA HAIDAR QUWWAH BIIDZNILLAH BI LA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH. (1000 X perhari selama 3 hari).

bila ingin terus melaksanakannya monggo….

INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA LAITS QUWWAH BIIDZNILLAH BI LA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH. (1000 X perhari selama 3 hari).

Alhamdulillah, ijazahan tingkat 1-5 selesai dan sempurna. Semoga ada manfaatnya buat amar makruf nahi munkar. Wassalam.

@@@

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA, ASMAK RAJA HARIMAU | 150 Komentar

ASMAK ‘RAJA HARIMAU’


wongalus

harimau jawaSeekor raja harimau Jawa berwarna loreng mampir ke rumah malam ini. Ia tidak lengkap. Raganya sudah tidak ada, hanya ruh nya yang terlihat seperti asap kemebul jelas dan nyata. Dia memperlihatkan dirinya kepadaku saat sedang sibuk mengamati sebuah benda di mikroskop yang ada di meja kerjaku. Reaksiku jelas: Kaget bukan main!!!  seumur hidup tidak pernah disapa sang raja hutan, binatang buas yang paling ditakuti, mbahnya para penghuni hutan tersebut.

Ruh raja harimau:  rrrrgghhh … (mengaum memberi salam)

Wongalus:… (saat melihat ke arah sumber suara, spontan kagetnya minta ampunnn ….aku meloncat dari kursi, dan refleks menjauh dari pintu rumah yang terbuka. Sejurus kemudian sadarlah diriku bahwa yang ada di hadapanku dan menyapaku adalah sosok astral ruh berwujud harimau. Untung bukan harimau lengkap dengan raganya. Kalau harimau lengkap bisa jadi aku langsung jadi patung es, membeku dulurr!… Kutata hati dan kusiapkan diri untuk berdialog dengannya.

Ruh raja harimau: jangan takut, saya tidak menakuti anda. Saya raja harimau ingin kemari

Wongalus: Baiklah. (sambil menata hati dan degub jantung agar kembali normal) Baru kali ini rumahku ini kedatangan makhluk berwujud seperti engkau, apakah kamu siluman atau jin yang menyamar?

Ruh raja harimau: aku ruh raja harimau Gunung Semeru. Kedatanganku ada hubungannya dengan panggilanmu tadi malam

Wongalus: (aku garuk-garuk kepala.. berpikir keras… aku tidak ingat telah memanggil harimau… tapi akhirnya kutemukan jawabannya) Oalahhh…. maafkan aku, sejak tadi malam (setiap Kamis malam pukul 21.00 WIB di forum wirid KWA di Mushola Balai Diklat Kab Sidoarjo) aku bersama para sedulur menarik salah satu elemen kekuatan alam, yaitu kekuatan raja harimau menggunakan salah satu doa asmak. Ternyata engkau yang datang…

Ruh raja harimau: Ada apakah gerangan saya dipanggil-panggil berulangkali?

Wongalus: Benar, aku berdoa untuk memohon bantuan kekuatan Allah SWT yang terlimpahkan ke alam semesta, khususnya kekuatan Allah SWT yang diturunkan kepada harimau. Kuyakin kekuatan harimau sejatinya pasti merupakan kekuatan Allah SWT juga. Maka aku berdoa bersama-sama teman-teman dengan sarana doa Asmak Raja Raja harimau agar Tuhan berkenan untuk menambah daya dan kekuatan kepada kami semua untuk menjalani hidup sebagai muslim, menjalankan amar makruf nahi munkar.

Ruh raja harimau: Alhamdulillah, karena panggilan anda itu maka saya datang

Wongalus: Baiklah, berikan aku daya dan kekuatan goibmu untuk kusalurkan setiap hari kepada saudara-saudaraku yang yang membutuhkan bantuan.

Ruh raja harimau: Kupenuhi permintaanmu

Wongalus: Terima kasih bila memang demikian adanya. Semua ini terjadi atas karunia Allah SWT yang Maha Besar yang kemudian DIA mengutusmu untuk hadir karena doa asmak raja harimau yang kami dawamkan mendapat ijin dari Allah SWT melalui cara begitu

Ruh raja harimau: Panggilah aku maka aku akan datang dan akan kuberikan yang ada pada saya buat anda

Wongalus: LA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH, tiada daya dan kekuatan apapun kecuali satu-satunya hanya satu: kekuatan sejati itu adalah kekuatan Allah! Kekuatanku, kekuatanmu, kekuatan alam, kekuatan bumi, matahari dan seluruh bintang yang bertabur di langit itu adalah kekuatan Allah. Kita perlu yakini jangan hanya seratus persen, sejuta persen bahkan harus YAKIN sebanyak bilangan angka yang ada… Allahu Akbar

Ruh raja harimau: Saya akan membantu manusia, saya punya cara hidup sendiri, yang berbeda

Wongalus: Benarlah, memang kamu hadir untuk membantu umat manusia yang membutuhkan bantuanmu. Kalau manusia tidak membutuhkanmu, silahkan saja. Semua orang toh berhak untuk yakin atau tidak yakin. Berhak untuk mengacuhkan atau memperhatikan. Berhak untuk berguru dan mengambil pelajaran, bahkan menyerap kekuatan setiap elemen di alam ini dan dimanfaatkan buat kehidupannya masing-masing. Toh manusia punya kesadaran dan kesadaran itu adalah pilihan hidup setiap orang yang pasti tidak akan pernah sama satu sama lain. Kepala sama hitam, tapi isi pikiran tidak akan pernah segaris dan sebangun. Karena engkau ada dalam lintasan pikiran dan kesadaranku, maka kuanggap dirimu patut kugurui dan patut untuk kuambil hikmah-hikmah mu.. tidak ada yang kebetulan di dunia ini.. apapun pasti bisa diambil pelajarannya… termasuk dirimu

Ruh raja harimau: saya ikut apa kata manusia, anda memang pantas beroleh kemuliaan dibandingkan jenis-jenis kami dan yang lain

Wongalus: ya, Tuhan memang telah membuat satu peta bahwa manusia itu makhluk yang paling mulia karena memiliki kesadaran diri yang lebih utuh dibandingkan yang lain. Letak kemuliaan manusia sebagai khalifah Allah adalah ketika dia diberi mandat untuk menjadi wakil Allah SWT untuk melestarikan penciptaan-penciptaan, menyempurnakan apa yang belum selesai dan melanjutkan aktus potensi yang sudah di Kun kan Allah SWT… Malaikat adalah melulu makhluk suci dan putih, sementara di pihak lain Iblis dan anak turunnya melulu makhluk kotor dan hitam. Dua sifat mereka itu ada pada diri manusia. Manusia memang yang paling lengkap, namun kelengkapan manusia itu potensial untuk membawa egonya menyamai Tuhan… Inilah hijab ruhani terbesar sebagaimana yang digambarkan kepada sosok firaun. Firaun memang telah mati, tapi keyakinan firaunisme ada pada setiap orang! Kami adalah pembohong… Astaghfirullahaladzim… Setiap hari kami mengucapkan kalimat syahadat LA ILAHA ILALLAH, padahal yang kami lakukan dan kami yakini berhala-berhala: berhala anak dan isteri, berhala pangkat kedudukan jabatan uang, berhala tanah, berhala berita, kendaraan, hiburan, seks, politik, RT/RW, bisnis, teman pacar selingkuh, dan tetek bengek hiburan-hiburan kelas rendah… Astaga…….betapa hancurnya kami… betapa lemah dan rapuhnya kami… tenaga kami terkuras untuk hal-hal yang tak perlu.. hidup kami jauh dari Allah, setiap hari semakin menjauh menjauh dan menjauh.. berbeda dengan dirimu, ya raja harimau…

Ruh raja harimau: hrrgghhhhh……………. (mengaummmm…. kemudian diam……) saya lahir, besar, makan minum, punya anak, aku pun mati. Hidup dan mati saya ya ini

Wongalus: Justeru dalam hidupmu yang tidak terbuka kemungkinan itulah sejatinya hidup. Hidup dengan semesta yang terbuka hanyalah untuk makhluk yang memiliki KESADARAN. Namun sebenarnya kesadaran yang kami klaim sebagai kesadaran itu sesungguhnya ‘palsu’ dan hanya pinjaman, kesadaran sejati yaitu ketika kita sudah mengakui dengan haq dan sempurna bahwa KESADARAN INI MILIK ALLAH TAALA, PEMILIK SEGALANYA. Inna lillahi wainna ilaihi rojiun.

Ruh raja harimau: saya dengarkan meskipun saya tidak sepenuhnya tahu

Wongalus: Baiklah saudaraku, raja harimau.. kekuatanmu sudah aku serap, aku pahami dan aku cerna kehadiranmu dan biidznillah semoga ada manfaatnya untuk kehidupan kami manusia. Silahkan untuk datang dan pergi sesukamu di rumahku. Terima kasih kusampaikan untukmu. Apa kira-kira pesanmu untuk kusampaikan kepada saudara-saudaraku yang membaca tulisanku nanti?

Ruh Raja harimau: ingatlah pesan saya. —(TIBA-TIBA WUJUDNYA MENGHILANG LALU TAMPAK LAGI LALU MENGHILANG LAGI LALU TAMPAK LAGI BEGITU SETERUSNYA SEAKAN AGAR SAYA MENGINGAT PESAN-PESANNYA )—– Saya dan semua (harimau red.) tidak pernah berniat mengganggu anda (manusia red.). Saya tidak pernah punya salah (karena salah dan benar itu hanya filsafat ‘nilai’ milik manusia yang punya daya pertimbangan red.). Wajiblah kiranya anda melestarikan alam semesta seperti saya. Jaga rumah kami (hutan red) dari kerusakan dan penebangan (liar red). Rumah kami adalah rumah anda juga.

Wongalus: Terima kasih. WASSALAMUALAIKUM WR WB.

Sedulur-sedulur pembaca KWA, Inilah doa yang kami ijazahkan di mushola untuk pemanggilan Raja Harimau. Sekalian bila anda ingin mengamalkannya monggo … atas ijin Allah SWT, saya ijazahkan Asmak ‘Raja Harimau’ ini untuk anda yang memerlukannya:

Bismillahirrohmanirrohim

INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA ASAD QUWWAH BIIDZNILLAH BI LA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH. (1000 X selama 3 HARI).

SELESAI. BILA INGIN MELANJUTKANNYA DENGAN ASMAK LANJUTANNYA JUGA MONGGO…INI ASMAKNYA….

Bismillahirrohmanirrohim

INNAKA QUWWATA BI QUWWATI WA QUWWATIKA USAMA QUWWAH BIIDZNILLAH BI LA HAWLA WALA QUWWATA ILA BILLAH. (1000 X selama 3 HARI).

Catatan:  (1). Masing-masing saat hitungan masuk ke 700 sampai ke 1000 tutup kuping kanan dan kiri dengan kedua tangan/seperti adzan dan lanjutkan wiridnya.  (2) Lebih bagus didahului dengan tawassul kirim al fatihah  (Rasulullah dll seperti biasanya)

Setelah selesai wirid anda akan bisa dipraktekkan untuk banyak hajat: pengobatan, pemagaran, kekuatan, kemandirian, kewibawaan, keperkasaan, penaklukan musuh dan lain sebagainya. Penggunaannya bisa anda gunakan dengan banyak media, misalnya air, telur, akik dll.

KHODAM ASMAK RAJA HARIMAU INI INSYA ALLAH AKAN DATANG KE ANDA sebagaimana yang telah saya alami. MOHON DIAMALKAN UNTUK MENEBARKAN KEBAIKAN DAN MENCEGAH KEMUNKARAN DENGAN BIJAKSANA DAN TIDAK MELANGGAR HUKUM. Terima kasih dan salam paseduluran.

@wongalus,2013

Dipublikasi di ASMAK RAJA HARIMAU | 248 Komentar

GEMBLENGAN LIMA PENDEKAR KWA MELAHIRKAN LIMA PENJAGA KESEIMBANGAN ALAM


DSC_0072Alhamdulillah selesai sudah KAMPUS WONG ALUS menyelenggarakan acara Gemblengan PROGRAM PELATIHAN PARANORMAL PROFESIONAL KWA (TINGKAT GURU) yang berlangsung selama tiga hari mulai hari Kamis (13/2) hingga Sabtu (2/3) di sebuah asrama sejuh di Gunung Penanggungan.  Ada tujuh ilmu wingit dan sinengker yang selama ini belum pernah diajarkan di forum manapun diijazahkan dan diturunkan secara langsung kepada lima peserta program.

KAMPUS WONG ALUS membekali peserta dengan tujuh ilmu itu dengan maksud dan tujuan agar mereka bisa langsung bekerja dan berfungsi untuk membantu sesama yang membutuhkan sesuai dengan profesi dan bidangnya masing-masing.

“Setelah selesai mengikuti program ini, peserta langsung bisa bekerja mempraktekkan ilmu yang diijazahkan ke tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Peserta akan memiliki keyakinan dan konfidensi yang tinggi bila mereka memiliki ilmu dan ketrampilan dalam hal mencari solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Ki Wongalus, trainer yang sudah berpengalaman menangani pelatihan SDM sejak tahun 2004 ini.

ISYAROH LIMA ANAK KUCING

Salah satu isyaroh diizinkan oleh para Goib dilangit diterima ki wongalus sebelum pelatihan. “Pagi tadi sebelum kita berangkat, di teras rumah saya tiba-tiba muncul kucing yang melahirkan lima bayi kucing. Ini isyaroh agar jumlah peserta ditambah menjadi lima dari yang awalnya hanya ada empat pendaftar. Nah saat setelah mendapati ada lima bayi kucing, saya terkejut ketika membuka HP ada SMS dari seseorang sedulur KWA dari Kediri yang ingin jadi peserta perlatihan, dan pendaftar inilah yang kemudian kita terima menjadi peserta program sehingga genap jadi lima peserta,” kisah Ki Wongalus.

Awalnya, peserta berkumpul di Balai Diklat Sidoarjo dan diangkut dalam satu kendaraan menuju tempat pelatihan di PPLH Seloliman Trawas Mojokerto. Peserta ditempatkan di dua bungalow yaitu bungalow “katak” dan bungalow “bebek”.  Dua bungalow ini menjadi saksi praktek-praktek beragam ilmu yang diijazahkan. Selain itu, trainer juga mengadakan pengijazahan di alam terbuka sekaligus prakteknya.

DSC_0076Proses dimulai dengan pembersihan wadah lahir dan batin. Pembersihan batin dilakukan dengan wirid yang yang intinya adalah taubatan nasuha, pembersihan raga dengan mandi sempurna. Ini syarat pengijazahan yaitu bersih lahir dan batin. “Wadah harus bersih dulu, itu syarat mutlak dan bila wadah sudah bersih baru diisi dengan ilmu. Bila wadah kotor maka ilmu tidak akan sempurna bahkan bisa mengganggu metabolisme fisik maupun psikis,” jelas ki wongalus.

Pengijazahan baru dilakukan keesokan harinya di alam terbuka, pertama dilakukan pengijazahan Inti Besi Kursani di pinggir sungai. Terlebih dulu peserta diajarkan berbagai teknik olah energi: olah napas dan pembangkitan kekuatan melalui afirmasi, visualisasi dan sugesti ditambah boster wirid spesial untuk pembangkitan daya metafisis dalam diri. Selanjutnya peserta diajarkan cara ‘no mind’ dengan teknik Amarta Movement dan diakhiri dengan meditasi dengan menatap sungai. Nah, saat ‘no mind’ itulah peserta langsung diinstal dengan daya Inti Besi Kursani  full power 100 persen.

“Ini saat yang tepat untuk memasukkan energy inti besi kursani yaitu saat peserta sudah memasuki kondisi kejiwaan nol yaitu saat otak berada pada stage alpha teta,” kata ki wongalus.

KONDISI SEMAKIN BUGAR

Setelah pengijazahan, tampak kondisi peserta semakin segar bugar. Materi dilanjutkan ke sesi berikutnya yaitu materi  ilmu pelet pengasihan, ilmu terawangan dan meraga sukma, berlanjut ke materi  ilmu kerezekian, ilmu-ilmu hikmah, tata cara ilmu perajahan dan pengisian benda bertuah, ilmu pengobatan dengan berbagai media, dan terakhir ilmu khodam jin.

“Semua materi ini fresh dan belum pernah diajarkan di banyak forum, dan kita bisa mengawasi perkembangan tahap demi tahap dari ilmu yang diajarkan. Bila pengijazahan online guru tidak bisa mengawasi perkembangan yang dialami pengamal, nah disini kita bisa mengawasi dan kita bisa mendeteksi bila ada gangguan,” kata ki wongalus.

Gangguan, misalnya, dialami oleh seorang peserta yaitu gejala membiru di satu kakinya setelah dilakukan pemasukan energi. Setelah dikonsultasikan ke ki wongalus, dijelaskan bahwa itu gejala normal dan alamiah seorang setelah pengijazahan. “Saya dulu malah panas dingin selama satu minggu setelah pengijazahan,” imbuh ki wongalus sambil tersenyum.

DSC_0067Pengijazahan demi pengijazahan diterima peserta dengan antusias. Bahkan saking antusiasnya, peserta juga meminta tambahan materi lain yang nantinya semakin menunjang dan memperkuat profesi keparanormalan. Namun, sebelumnya trainer melakukan proses ‘negosiasi’ kepada para guru di alam goib agar ilmu-ilmu wingit sinengker dan rahasia yang  selama ini hanya berada di kalangan terbatas  boleh diturunkan kepada peserta.

Materi terakhir adalah Ilmu Khodam Jin. Materi ini sangat berbahaya dan hanya boleh dimiliki peserta program dengan pantauan khusus. Selain itu, setiap peserta juga diberikan bonus yaitu satu khodam Jin yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan.

“Atas ijin NYA, hari ini ilmu-ilmu itu boleh diijazahkan dan dimiliki oleh lima peserta pilihan ini,” jelas ki wongalus dan peserta juga diperkenankan untuk mengijazahkan hampir semua ilmu yang diberikan kepada peserta. Ada beberapa ilmu yang memang tidak boleh diijazahkan kepada orang lain dan hanya boleh diberikan kepada anak keturunannya. Jadi sifatnya sangat khusus. Ilmu yang khusus itu untuk pegangan diri sendiri sehingga alam semesta tetap berada di dalam keseimbangan.

Ki wongalus berpesan proses selanjutnya setelah acara berakhir adalah peserta diwajibkan untuk berziarah ke makam leluhurnya masing-masing dan senantiasa menjaga adab dan etika menjadi seorang paranormal yang profesional. “Tumbuhkan rasa kemanusiaan setinggi-tingginya di bila sudah menceburkan diri ke masyarakat. Semoga Allah SWT mengijabah upaya anda semua,” pesan ki wongalus.

Alhamdulillah wa syukurilah, semua proses berlangsung sempurna dan tanpa halangan. Baik pengijazahan, teori  dan prakteknya di masing-masing ilmu. Acara diakhiri dengan pemberian nama bagi para peserta yang saat ini telah ‘diwisuda’ menjadi guru KWA dengan sebutan ‘Ki Ageng ANG Penanggungan’ dari Kediri, ‘Ki Ageng BAYU Penanggungan’ dari Jakarta ,‘Ki Ageng IS  Penanggungan’ dari Indramayu, ‘Ki Ageng AG Penanggungan’ dari Jakarta dan yang terakhir ‘Ki Ageng YOH Penanggungan’ dari Cirebon.

Mereka ini adalah lima pendekar yang siap untuk mengabdikan dirinya ke masyarakat. Selamat dan sukses untuk mereka dan keluarga besar KAMPUS WONG ALUS mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan anda. “Bangga rasanya anda menjadi bagian dari keluarga kami dan semoga ilmu-ilmu yang anda miliki nanti bermanfaat untuk masyarakat dan peradaban yang lebih baik, amin,” tutur ki wongalus.

Kapan gemblengan semacam ini akan digelar lagi? “Belum ada rencana, doakan saja bila sudah mendapatkan ijin dari Yang Maha Kuasa,” jelas trainer yang juga pemilik dari CV Motivasindo Perkasa, Usaha Jasa Training Pengembangan SDM indoor outdoor ini. @@@

Dipublikasi di PELATIHAN PROGRAM PARANORMAL PROFESIONAL KWA | 65 Komentar

UNTUK MEMUDAHKAN BAYI LAHIR DAN IBUNYA TIDAK MERASA SAKIT (bagus untuk perempuan yang belum pernah melahirkan)


BIN ALWI

Caranya :

Puasa pada hari kamis dan setelah magrib jangan berbuka dulu, tapi menunggu jam 12 malam barulah berbuka puasa. Setelah itu bayi yang ada di perut ibunya dibacakan SHOLAWAT sebanyak 313x lalu ditiupkan pada perut ibunya 3x tiupan. Kemudian berdoa pada Allah SWT. dengan bahasa jawa. Berikut doanya.

YA ALLAH YA ROBBI KULO NYUWON MUGI-MUGI ANAK KULO LAHIR DIPUN PARINGI SELAMET LAN IBUNE
BOTEN KERAOS SAKIT ”

amalan dilakukan selama 3 (tiga)x hari kamis, dan demikian tersebut dapat diamalkan bila kandungan tersebut
berumur 1-4 bulan (belum nafkhu ruh)

 silahkan diamalkan. bagi yang membutuhkan semoga bermanfaat….
JARRIB TA’RIF (cobalah kamu akan tahu khasiatnya)

Ijaazah berasal dari Ust. Hamdani dari Syekh Mahrus Ali Lirboyo Kediri.

@@@

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 46 Komentar

AZIMAH AIR


Mohamad Ali
alijenggot.spv19@yahoo.co.id

Silahkan di ‘Amalkan Artikel Azimah Air yang telah di terjemahkan dari Kitab ” As Sirru Al Madzruf ” yang di susun oleh ” Syeikh Muhammad Asy-Syafi’i Al-Kholwati Rah.A“, Azimah air merupakan Azimah yang keluar dari Huruf HA kalimah ALLAH, Di dalam Bab Basmalah diriwayatkan bahwa setelah Qolam menulis Huruf BA, Sin dan Mim dari lafadz Basmalah, Kemudian Qolam menulis Lafadz Jaljalah ALLOHU dari Huruf Alif keluar Cahaya merah sehingga dari cahaya tsb terciptalah Api, Kemudian dari Huruf Lam pertama keluar Cahaya Hitam yaitu Tanah, Dari huruf Lam kedua keluar cahaya Kuning yaitu Angin dan dari Huruf Ha keluar Cahaya Putih yaitu Air, Masing- masing Elemen mempunyai Khodam, Huruf, Wifiq , Azimah serta Qosamnya, Dalam kesempatan ini akan terbitkan Azimah Air , Inilah Azimah Air dan khasiat serta tatacaranya :

BASYAALISYIN SYALSYAALIN SYALAASYIN SYULUUSYIN SYALWAASYIN SYAYIISYIN TOYSYIN HAYAASYIN HALYUUSYIN HALASYIN HALSYAAYISIN HALUUSYIN HAALISYIN HALSYALSYIN TASYALSYALIN TARSYADASYIN ARSYALASYIN HAKSYUUSYIN AJIIBUU BI HAQQI HADZIHIL ASMA-I WAF ‘ALUU ………….

( Titik di isi apa yang ingin anda perintahkan kepada Khodam dari Elemen Air yaitu Sayyid Qoytomusyi ), kemudian di tutup dengan membaca surat Al-Waqi’ah ayat 76 – 79 ,

Khasiat & Tatacaranya :
1. Berpuasa 7 Hari yang dimulai hari Selasa
2. Berbuka tidak memakan makanan yang bernyawa, sebelum berbuka dgn yg lain, Azimah Air di tulis di kertas putih lalu di makan ketika berbuka puasa ( Ta’jil )
3. Membaca Azimah Air di atas 11 x setiap selesai Sholat Fardu
4. Membaca Azimah Air 21 x setiap pagi, Sore & Tengah malam selama berpuasa
5. Sebelum berpuasa menyediakan Air ” Alladzi la tarohu Asy syamsu” yaitu Air yang tidak terlihat / Terkena sinar matahari, biasa nya mata Air yg ada di goa-goa atau sumur dalam rumah, Air tsb di letakkan di depan anda ketika tiap kali anda membaca Azimah Air
6. Setelah selesai puasa 7 hari, air tsb di minum dan dipakai mandi
Khasiat :

1. Untuk Mengobati segala macam penyakit lahir & Batin, caranya Azimah Air di bacakan 41 x pada segelas air, kemudian air tsb di usapkan pada seluruh anggota tubuh si sakit dan sebagian airnya di minumkan
2. Menutup Luka seperti sedia kala, menyambung tulang yg patah Caranya Azimah air di bacakan ke Air 11 x, dan airnya diusapkan pada luka, ketika mengusap luka bacakan do’a dibawah ini 3 x

DAAMUKA WA DAAMII WA LAHMUKA WA LAHMII WA ADZMUKA WA ADZMII WA JILDUKA WAJILDII

tamat

@@@

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 41 Komentar

AMALAN ILMU BUDI RAHAYU


HUSNAN
hsnpictures@gmail.com

Kpd semua pembaca blok ini. Saya, Husnan, meridokan kpd semua yang ingin mengamalkan amalan BUDI RAHAYU ini.
=>Pertama silahkan bertawasul pada
1. ILAA HADROTI NABI MUSTOFA SAW.
2. ILAA HADROTI NABI SULAIMAN AS.
3. ILAA HADROTI SAYYIDI SULTHON KANDIYAS
4. ILAA K.H. ‘AAMILIN
5. ILAA USTAD JAMHURI
6. ILAA PAK SUPARTA’
7. ILAA PAK KENANG
8. ILAA K.H. MUHAMMAD RIDWAN BIN ABDUR ROHMAN
9. ILAA MAN AJAZANI..
(Tawasul fatihah dibaca satu per satu)

=> Membaca ayat kursi 11x
=> Membaca amalan ilmu BUDI RAHAYU dibawah ini

amalan 1 = ‘AUDZUBILLAAHI MINASY SYAITHONIRROJIM 1x
amalan 2 = BISMILLAAHIR ROHMAANIRROOHIIM 3x
amalan 3 = ASYHADU ALLA ILAAHA ILLA LLOHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARROSULULLOH 1x
amalan 4 = INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UN 1x

(amalan 1 s/d 4 dibaca sebanyak 15x )

dilanjutkan membaca doa dibawah ini.

YAA JABBAAR…. SAYA MINTA PERLINDUNGAN, ILMU TENAGA DALAM, ILMU JURUS, KAROMAH, KEKEBALAN, ILMU LADUNNI, DAN MUKASYAFAH……

dibaca setelah sholat fardlu (maktubah)

dan bila ada kepentingan khusus…..

baca doa berikut :

YAA JABBAAR…. (SEBUTKAN ILMU APA YANG DIMINTA)

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 87 Komentar

TRANSFER DOA JARAK JAUH KWA UNTUK ANDA


SEHUBUNGAN DENGAN BANYAKNYA PROBLEM MASALAH HIDUP YANG DIHADAPI SEDULUR-SEDULUR  YANG  MENGIKUTI PROGRAM SUPERKWA, DENGAN MENGIRIM DOA VIA SMS KE 081-230655617 MAKA DENGAN INI KAMI MENGGELAR TRANSFER DOA JARAK JAUH AGAR HAJAT ANDA SEGERA TERLAKSANA ATAS IJIN ALLAH SWT. SIAPAPUN BOLEH MENGIKUTI TRANSFER DOA BERSAMA INI.

TRANSFER DOA AKAN DILAKSANAKAN PADA:

HARI SELASA 26 -FEBRUARI- 2013

PUKUL 21.OO WIB s/d 21.15 WIB

LAMA: 15 MENIT.

SEDULUR YANG MEMBUTUHKAN HAJAT TERTENTU, KAMI PERSILAHKAN UNTUK SMS KE 081-230655617 SEBUTKAN NAMA, ALAMAT, USIA DAN HAJAT ANDA.

Contoh SMS:

BISMILAHIRROHMANIRROHIM KUN ….(Saya nama X, alamat, usia, saya ingin agar isteri saya nama Y kembali ke rumah )…. FAYAKUN, ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN.

Contoh SMS 2:

BISMILAHIRROHMANIRROHIM KUN ….(Saya nama X, alamat, usia, saya ingin agar hutang saya kepada …. terbayar lunas)…. FAYAKUN, ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN

Contoh SMS 3:

BISMILAHIRROHMANIRROHIM KUN ….(Saya nama X, alamat, usia, saya ingin agar amalan ASmak Sunge Rajeh diijabah Allah SWT)…. FAYAKUN, ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN

dan lain-lain sesuaikan dengan hajat anda….

SETELAH SMS, DIHIMBAU UNTUK SHOLAT ISYA’ TERLEBIH DULU DAN PADA JAM ITU SILAHKAN BERADA DI ATAS SAJADAH UNTUK WIRID ‘BERISTIGHFAR’ MEMOHON AMPUNAN KEPADA ALLAH SWT SELAMA 15 MENIT.

DEMIKIAN SEMOGA LANGKAH UPAYA RIYADHOH KITA BERSAMA INI DIIJABAH OLEH ALLAH SWT. AMIN.

Wongalus
di Sidoarjo

======================================================

Ini sekedar himbauan: Atas ijin Allah SWT doa akan cepat dikabulkan bila kita melaksanakan shodakoh umur.  Misalnya, usia anda 25 tahun maka shodakoh umur anda adalah 25 kilogram beras. Shodakohkan beras ke anak yatim piatu, janda, dan kaum yang membutuhkan bantuan anda ke sekitar rumah. Sekali lagi, ini sekedar himbauan dan semua tergantung pada kemampuan anda yang setiap orang pasti tidak akan sama kemampuannya. Jadi mohon dipahami dengan benar. Terima kasih. Salam paseduluran.. rahayu rahayu rahayu..

=======================================================

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 111 Komentar

CARA MENGISI DAYA KEKUATAN KE SEBUAH BENDA,RUMAH,TEMPAT USAHA


wongalus

Ada beberapa orang sedulur yang mengeluh kepada saya tentang keadaan saat ini yang banyak kejahatan seperti perampokan sepeda motor dan ingin barang-barangnya kembali, mobilnya tidak kembali dari disewa orang, rumah dimasuki pencuri, tempat usahanya dikirim sihir sehingga jadi tidak laris, sawah ladang diserbu tikus dan sebagainya. Untuk mengantisipasi dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan tadi maka alangkah eloknya kita berdoa kepada Allah SWT, agar harta benda anda terlindungi.

Berikut doanya:

BISMILLAHIROHMANIROHIM. KULLI NAFSIN DZAAIQOTULMAUT. WAINNAMA TUWAFFAWNA UJUURAKUM YAWMAL QIYAAMAH. FAMAN ZHUZIHA ‘ANINNAARI WA UDKHILALJANNATA FAQOD FAAZ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Doa ini ada di surat Ali Imron 185. Selanjutnya bacalah doa pamungkas penutup sebagaimana biasanya:

INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAIAN ANYAQULA LAHU KUN (YA ALLAH, MOHON BERIKANLAH DAYA KEKUATAN PADA BENDA INI) FAYAKUN.

ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN

Tata laku pengisian energi pada sebuah rumah, harta benda yang akan diisi doa sebagai berikut. Monggo dihapalkan dan diwiridkan dalam hitungan ganjil rangkaian doa di atas sebanyak 1117 x usai sholat hajat untuk mengisi energi benda. Jilat benda tersebut usai anda wiridan. Bila yang akan dilindungi rumah maka usai wirid cukup tiupkan ke baskom yang berisi air. Selanjutnya air itu dipercikkan mengelilingi rumah atau ladang.

Atas ijin Allah harta benda, barang milik pribadi, kendaraan, rumah dan tempat usaha anda akan terlindungi dari kehilangan, pencurian, kebobolan, perampokan. Kalau pun ada yang sengaja mengambilnya, pencuri akan merasakan sebuah hentakan tenaga yang sangat kuat dari benda itu dan tidak akan berani melakukan aksinya. Kalau pun misalnya, tempat usaha anda dikirim sihir padahal sudah anda doakan dengan cara di atas maka sihir itu akan kembali ke penyihirnya dan meminta maaf ke anda. Sawah ladang pun akan terlindungi dari tikus dan hama.

Demikian semoga bermanfaat. Saya ijazahkan amalan ini untuk sedulur yang membutuhkan. Salam paseduluran.

@wongalus,2013

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 176 Komentar

WISATA KE ALAM GOIB: CARA MERAGA SUKMA KE MANA MANA….


wongalus

SIAPA YANG MENYURUHMU UNTUK TIDAK PERCAYA BAHWA ALLAH SWT ITU MAHA KUASA?

SIAPA YANG MENYURUHMU UNTUK TIDAK PERCAYA BAHWA ALLAH SWT ITU MEMPERMUDAH SIAPAPUN UNTUK BELAJAR LADUNA ILMANYA?

SIAPA YANG MENYURUHMU BERPENDAPAT BAHWA TUHAN ITU MEMPERSULITMU UNTUK MENGABULKAN PERMINTAANMU?

SIAPA YANG MENYURUHMU UNTUK MENGINGKARI BAHWA SESUNGGUHNYA KEMANAPUN KAU MENGHADAP DISANA ‘WAJAH’ ALLAH DAN DI SANA PULA ADA KEKUASAAN DAN KEPERKASAAN-NYA?

SIAPA YANG MENYURUHMU UNTUK TIDAK PERCAYA BAHWA SUKMAMU BISA KEMANA MANA DAN ADA DI MANA MANA?

SIAPA SESUNGGUHNYA YANG MEMPERSULIT HIDUPMU? ALLAH …….ATAU DIRIMU SENDIRI?

SALAHNYA SENDIRI TIDAK PERCAYA ….

Berulangkali pada berbagai kesempatan saya sampaikan bahwa kita semua dengan Allah itu tidak ada jarak. Jadi tidak perlu kita perdebatkan apakah kita ini jauh atau dekat dengan Allah. Diskusi seperti itu tidak akan membuahkan satu kesimpulan yang memuaskanmu. Kecuali malah akan membuatmu pusing dan kecewa karena dalam dirimu tersimpan keraguan syak wasangka, prasangka-prasangka negatif  yang sesungguhnya mencerminkan siapa dirimu sendiri.

Janganlah begitu kawan, sebab kau tidak tahu maqom pencapaian spiritualitas siapapun, orang lain maupun dirimu sendiri. Hanya Allah yang tahu sampai seberapa jauh pendakian pendakian ruhanimu, pendakian ruhani pak ali, Pak Dirman, pak Joko. Apakah sampai di langit kegaiban yang pertama, kedua, ketiga, ketujuh, kesembilan. Hanya Allah yang tahu sampai berapa luas jangkauan rasamu merasakan getaran suara batin bumi, bulan, bintang dan galaksi-galaksi. Hanya Allah pula yang bisa menilai dirimu sekarang apakah dirimu menjadi hamba setan, hamba khodam, hamba malaikat, hamba dirimu sendiri atau… hamba Allah? Jangan pula gara-gara karena aku tidak menggunakan jubah gamis dan jenggot lantas kamu mengklaim diriku pendusta. Jangan pula gara-gara diriku tidak terlihat Islami lantas dirimu menganggap bahwa aku tidak Islam. Tidak.. anda tidak berhak meskipun mungkin saya seorang preman jalanan, namun engkau tidak berhak menghakimiku…..itu namanya MAIN HAKIM SENDIRI……Siapa di muka bumi ini yang berhak memberi penilaian dan pengadilan yang sesungguhnya? Dirimu bukanlah hakim. Diriku, dirimu, diri kita semua ini hanya ‘menyaksikan’ saja KUASA-KUASA aktif dari Allah SWT. Jadi kita hanya saksi. Hanya Allahlah Al Hakim yang sesungguhnya. Selebihnya kita tidak perlu menilai orang lain lebih baik atau lebih buruk. Nilailah dirimu sendiri karena itu akan memancarkan kebaikan nilaimu di mata orang lain. Siapa lagi selain Allah yang Maha Tahu segalanya? Barangkali, mungkin, kamu sendiri sudah mendapat sedikit bocoran informasi tentang hak-hakmu karena sudah dibisiki oleh malaikat-malaikat yang mendapat petunjuk langsung dari Allah?

Ah seandainya kamu memahami bahwa Tiada Tuhan selain Allah, Laa Ilaha Ilallah… Laa Wujuda Ilallah, Tiada wujud apapun (di dunia ini) selain wujud Allah dan hanya Allah lah yang ada, maka kamu detik ini juga harus mengoreksi pemahamanmu, menghapus kesalahan pemahamanmu. Bahwa dirimu itu sesungguhnya tidak ada! Bulan bintang, khodam, jin, malaikat, isteri dan anakmu, itu sesungguhnya tidak ada. Jadi Allah lah satu satunya yang ada… Maka ijinkah kubertanya ketika kamu kebingungan: apakah yang ada itu ada atau tidak ada? Yang ada itu ada dan yang tidak ada itu tidak ada. Bagaimana kau beranggapan yang tidak ada itu ada lha wong ada saja tidak kok?

Maka Allah ini berbuat sesuai dengan kehendak Allah. Kau tidak mampu menghalangi apapun yang menjadi keinginan atau iradat-NYA. Tidak ada yang sulit dilakukannya. Lha wong menciptakan dirimu, menciptakan kesadaranmu, menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada saja bisa koq, apalagi hanya menciptakan yang sudah ada menjadi bentuk ada yang lain?

WISATA ALAM GOIB…

Misalnya begini, sedulur suatu saat berwisata ke Vancouver Canada, maka sedulur akan bisa menceriterakan secara detail bagaimana situasi kondisi di sana. Apa yang terekam dalam pikiranmu bisa kau ceriterakan secara detail. Kau tinggal mengenang apa kau lihat, apa yang kau dengar, apa yang kau rasakan ketika itu. Bagaimana caramu untuk sampai kesana? Apakah kau menggunakan pesawat terbang, apakah kau menggunakan kapal laut, apakah kau kesana bersepeda motor, berjalan kaki, atau memakai sajadah terbang.. yang tahu ya dirimu sendiri… tentunya kau butuh bekal perjalanan dan dana yang cukup yang kau kumpulkan sedikit demi sedikit. Dan banyak rahasia lagi yang hanya Allah dan dirimu yang tahu… Itu bekal pertama orang meraga sukma yaitu TAHU CARA MERAGA SUKMA. Maka bila kau pernah tahu ada orang yang bisa meraga sukma, melayangkan sukmanya ke mana-mana janganlah engkau heran, gumun atau kagum. Janganlah gara-gara dirimu belum tahu bagaimana meraga sukma kemudian menganggap meraga sukma itu hal yang tidak mungkin. Padahal yang demikian ini bisa dilakukan oleh siapapun juga. Sama seperti pengendara onta. Siapa yang bisa naik onta? Apakah hanya orang Arab yang bisa naik onta? Tentu saja tidak sebab orang Indonesia, orang Mesir, orang Inggris, orang Brazil dan Argentina pasti juga bisa melakukannya asal tahu cara naik onta, dia punya NIAT, BERLATIH, ada onta dan syarat paling utama adalah DIKEHENDAKI ALLAH atau DIIJINKAN OLEH ALLAH. Begitu juga dengan meraga sukma. Kemampuan ini sudah ada pada diri setiap manusia. Maka inilah yang bisa saya jelaskan soal meraga sukma, dan silahkan untuk mempraktekkannya secara mudah, murah dan sederhana.

Ki Ageng Selo, sesepuh tanah Jawa, mengajari cara meraga sukma yaitu dengan metode dzikir. Seorang ahli meraga sukma maka dia mampu menguasai tubuh sepenuhnya, mampu untuk menguasai perjalanan nafas dan darah, sehingga orang tidak lekas naik darah dan tidak mudah dipermainkan oleh urat syarafnya yang besar faedahnya bagi kesehatan badan. Menguasai perasaan, yaitu dapat menahan rasa marah, jengkel, sedih, takut dan sebagainya, sehingga dalam keadaan bagaimanapun juga selalu tenang dan sabar, oleh karena itu lebih mudah untuk dapat mengambil tindakan-tindakan yang setepat-tepatnya. Menguasai pikiran, sehingga pikiran itu dalam waktu-waktu yang terluang tidak bergerak semaunya sendiri dengan tidak terarah dan bertujuan, akan tetapi dapat diarahkan untuk memperoleh pengertian dan kesadaran tentang soal-soal hidup yang penting.

Orang yang bisa meraga sukma, maka sukmanya tegar dan tidak akan gentar oleh apapun seperti Nabi Muhammad yang tidak kenal rasa takut dan tidak gentar dalam keadaan bagaimanapun. Beliau sabar, tenang dan selalu diliputi oleh rasa kasih sayang kepada sesama hidup dan karena itu beliau dicintai oleh semua ummat manusia, beliau mencintai segala ciptaan Allah. Sikap sukma sempurna seperti itu pernah dicontohkan Rasulullah, tatkala tiba-tiba Da’tsur menodongkan pedangnya kearah leher nabi, seraya berkata lantang: “Siapa yang akan menolong engkau dalam keadaan seperti ini, ya Muhammad?”. “Allah yang menolongku”, jawab nabi dengan tenang.

Jawaban sederhana yang tidak disangka-sangka oleh Da’tsur, merontokkan karang sukma yang pongah, tubuhnya bergetar seakan tidak lagi disanggah oleh tulang-tulangnya yang besar. Daya apa gerangan yang mengalir dari mulut Muhammad, membuat jiwanya sesaat seperti mati tak berdaya. Pedangnya terpental jatuh ketanah, kemudian Rasulullah berganti membalas menodongkan pedang kearah leher Da’tsur, dan beliau berkata : “Siapa yang akan menolong engkau ,ya Da’tsur?” Ia jatuh bersimpuh pada kaki Rasulullah sambil mengiba untuk diampuni atas sikapnya yang congkak dan berkata hanya enGkau ya Muhammad yang bisa menolongku. Seketika itu Rasulullah menasehati agar ia kembali ke jalan Islam.

Peristiwa di atas merupakan sikap sempurna dari ketegaran sukma untuk mengendalikan raga yang dimiliki Rasulullah. Sebab kuatnya sukma yang pasrah dan kepercayaan akan kekuasaan Allah, perlindungan, kedekatan Allah diatas segala-galanya. Dzikir kepada Allah bukan hanya sekedar menyebut nama Allah di dalam lisan atau didalam pikiran dan sukma. Akan tetapi dzikir kepada Allah ialah ingat kepada Asma, Dzat, Sifat, dan Af”al-Nya. Kemudian memasrahkan kepada-Nya hidup dan mati kita, sehingga tidak akan ada lagi rasa khawatir dan takut maupun gentar dalam menghadapi segala macam mara bahaya dan cobaan. Sebab kematian baginya merupakan pertemuan dan kembalinya ruh kepada raja diraja Yang Maha Kuasa. Mustahil orang dikatakan berdzikir kepada Allah yang sangat dekat, ternyata sukmanya masih resah dan takut, berbohong, tidak patuh terhadap perintah-Nya dll. KONKRITNYA SUKMA YANG BERDZIKIR KEPADA ALLAH ADALAH MERASAKAN KEBERADAAN ALLAH ITU SANGAT DEKAT, SEHINGGA MUSTAHIL KITA BERLAKU TIDAK SENONOH DIHADAPAN-NYA, BERBUAT CURANG, DAN TIDAK MENGINDAHKAN PERINTAH-NYA.

Ada sebagian ahli dzikir yang tidak mau melaksanakan ibadah shalat, dengan dalil sudah sampai kepada tingkat ma’rifat atau fana. Dengan alasan wa aqimish shalata lidzikri, karena tujuan shalat adalah ingat. Namun ia tidak sadar, bahwa ingat disini … tidak hanya kepada nama-Nya atau kepada dzat-Nya, akan tetapi konsekwensinya harus MENERIMA APA KEMAUAN YANG DIINGAT, YAITU KEMAUAN ALLAH SWT SEPERTI APA YANG TELAH DIPERINTAHKAN DIDALAM SYARIAT-NYA .

INI KUNCINYA….

Dzikir secara lisan seperti menyebut nama Allah berulang-ulang. Dan satu tingkat diatas dzikir lisan adalah hadirnya pemikiran tentang Allah dalam kalbu, kemudian upaya menegakkan hukum syariat Allah dimuka bumi dan membumikan Al Qur’an dalam kehidupan. Juga termasuk dzikir adalah memperbagus kualitas amal sehari-hari dan menjadikan dzikir ini sebagai pemacu kreatifitas baru dengan mengarahkan niat kepada Allah lillahita’ala …..

Dzikir biasanya dibagi menjadi dua yaitu dzikir dengan lisan, dan dzikir qalbu di dalam sukma. Dzikir lisan merupakan jalan yang akan menghantar pikiran dan perasaan yang kacau menuju kepada ketetapan dzikir qalbu kemudian dengan dzikir inilah semua kedalaman ruhani akan kelihatan lebih luas, sebab DALAM WILAYAH SUKMA INI ALLAH AKAN MENGIRIMKAN PENGETAHUAN BERUPA ILHAM. Dzikir kepada Allah bermakna, bahwa manusia sadar akan dirinya yang berasal dari Sang Khalik, yang senantiasa mengawasi segala perbuatannya. Dengan demikian manusia mustahil akan berani berbuat curang dan maksiat dihadapan-Nya. Dzikir berarti kehidupan, karena manusia ini adalah makhluq yang akan binasa sementara Allah senantiasa hidup, melihat, berkuasa, dekat, dan mendengar, sedangkan menghubungkan (dzikir) dengan Allah, berarti menghubungkan dengan sumber kehidupan ….

Sabda Rasulullah ====Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dengan orang yang mati==== Itulah gambaran dzikir yang dituturkan Rasulullah Saw. Bahwa dzikir kepada Allah itu bukan sekedar doa yang berisi ungkapan sastra puisi prosa lagu, juga bukan hanya hitungan-hitungan lafadz, melainkan suatu HAKIKAT YANG DIYAKINI DIDALAM JIWA DAN MERASAKAN KEHADIRAN ALLAH DISEGENAP KEADAAN, SERTA BERPEGANG TEGUH DAN MENYANDARKAN  HIDUP DAN MATINYA HANYA UNTUK ALLAH SEMATA.

=====Dan sebutlah Tuhanmu dalam sukmamu, jiwamu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.====== Aku hadapkan wajahku kepada wajah yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus. Aku bukanlah orang yang berbuat syirik, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kepada Tuhan sekalian Alam ….

Adapun hitungan-hitungan lafadz, seperti membaca Asmaul Husna, membaca Alqur’an, shalat, haji, zakat, …. merupakan bagian dari sarana dzikrullah, bukan dzikir itu sendiri, yaitu dalam rangka menuju penyerahan diri lahir dan batin kepada Allah. Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi dari pada dzikir dan tidak ada nilai yang lebih berharga dari USAHA MENGHADIRKAN ALLAH DALAM SUKMA, BERSUJUD KARENA KEAGUNGAN-NYA, DAN TUNDUK KEPADA SEMUA PERINTAH-NYA SERTA MENERIMA SETIAP KEPUTUSAN-NYA YANG MAHA BIJAKSANA.

Dzikir merupakan kunci membuka hijab dari kegelapan menuju cahya Ilahi. Alqur’an menempatkan dzikrullah sebagai pintu pengetahuan makrifatullah.

Monggo dibuka surat Ali Imran 190-191 …………

======Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tsedulur-tsedulur bagi orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau sambil duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka=======

Kalimat ===YADZKURUNALLAH=== orang-orang yang mengingat Allah, didalam `tata bahasa arab’ berkedudukan sebagai ma’thuf (tempat bersandar) bagi kalimat-kalimat sesudahnya, sehingga dzikrullah merupakan dasar atau azas dari semua perbuatan peribadatan baik berdiri, duduk dan berbaring serta merenung dan kontemplasi. Dengan demikian praktek dzikir termasuk ibadah yang bebas tidak ada batasannya. Bisa sambil berdiri, duduk, berbaring, atau bahkan mencari nafkah untuk keluarga sekalipun bisa dikatakan berdzikir, jika dilandasi karena ingat kepada Allah. Juga termasuk kaum intelektual yang sedang meriset fenomena alam, sehingga menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh manusia.

Dzikrullah merupakan sarana pembangkitan kesadaran diri yang tenggelam, oleh sebab itu dzikir lebih komprehensif dan umum dari berpikir. Karena dzikir melahirkan pikir serta kecerdasan jiwa yang luas, maka dzikrullah tidak bisa hanya diartikan dengan menyebut nama Allah, akan tetapi dzikrullah merupakan sikap mental spiritual mematuhkan dan memasrahkan kepada Allah SWT. Dzikrul memang ditempatkan pada posisi yang sangat tinggi, karena merupakan jiwa atau rohnya seluruh peribadatan, baik shalat, haji, zakat, jihad dan amalan-amalan lainnya. Dari sisi lain, Allah sangat keras mengancam orang yang tidak ingat kepada Allah didalam ibadahnya. Bahkan seluruh peribadatan bertujuan untuk memasrahkan diri dan rela kepada Allah, sebagaimana pasrahnya alam semesta…

Untuk mencapai kepada tingkatan yang ikhlas kepada Allah serta menerima Allah sebagai junjungan dan pujaan, jalan atau sarana yang paling mudah telah diberikan Allah, yaitu dzikrullah. Keikhlasan kepada Allah mustahil bisa dicapai, tanpa melatih dengan menyebut nama Allah serta melakukan amalan-amalan yang telah ditetapkan-Nya.

Seorang lelaki berkata…. wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat iman itu sungguh amat banyak bagiku, maka kabarkanlah kepadaku dengan sesuatu yang aku akan menetapinya. Beliau bersabda : =====SENANTIASA LISANMU BASAH DARI DZIKIR (INGAT) KEPADA ALLAH TA’ALA.==== Keluhan laki-laki yang datang kepada Rasulullah menjadi pelajaran dan renungan bagi kita, yang ternyata syariat iman itu amat banyak jumlahnya dan tidaklah mungkin kita mampu melaksanakan amalan syariat yang begitu banyak tersebut, kecuali mendapatkan karunia bimbingan dan tuntunan dari Allah SWT. Rasulullah telah memberikan solusinya dengan memerintahkan selalu membasahi lisan kita dengan menyebut nama Allah. Dengan cara melatih berdzikir kepada Allah kita akan mendapatkan ketenangan, kekhusyukan dan kesabaran yang berasal dari Nur Ilahi.

KENALI SIAPA ‘AKU’ ………..

Dulur dulur yang mulia dan bijaksana, monggo kita bersama-sama mengkaji tentang diri. Menyelami kesadaran diri yang sebenarnya, dan mengenali hakikat ruh yang biasa menyebut dirinya ‘aku’. Manusia merupakan makhluq yang sempurna … sehingga diangkat sebagai wakil Tuhan di muka bumi ini. Biarpun sebagian besar orang tidak mengerti banyak tentang sifat sebenarnya dari diri sendiri. Dalam susunan fisik, mental dan kerohaniannya terdapat sifat yang tertinggi maupun terendah. Didalam tulang-tulang terdapat kehidupan bersifat mineral, badan dan darahnya benar-benar mengandung bahan mineral. Kehidupan fisik badan manusia mirip dengan kehidupan tanaman. Banyak keinginan nafsu fisik serta emosi mirip dengan yang dimiliki oleh binatang. kemudian manusia mempunyai seperangkat sifat mental yang menjadi miliknya, dan tidak dimiliki oleh binatang yang bersifat rendah. Selain itu masih ada sifat lebih tinggi yang dimiliki oleh sebagian orang yang lebih maju kerohaniannya, meskipun masih terdapat daya kemauan yaitu daya sang ‘aku’, yang merupakan energi yang diterima dari Yang Maha Mutlak.

Benda-benda fisik dan mental tersebut adalah milik manusia, dan bukannya manusia itu sendiri. Sebelum ‘aku’ dapat menguasai atau mengalahkan, dan mengarahkan benda yang menjadi miliknya yaitu alat dan instrumennya terlebih dahulu ia harus menyadari dirinya secara benar. Ia harus dapat membedakan mana yang merupakan Aku dan mana yang merupakan alat atau milik Aku, dapat membedakan mana yang Aku dan mana yang bukan Aku. Inilah tahapan pertama yang harus disadari.

Katakan bahwa Ruh itu adalah dari amar-amar-Ku: Aku adalah ruh yang ditiupkan kedalam tubuh yang terbuat dengan komposisi kosmos yang sempurna setelah diberi bentuk. Sang aku bersifat abadi – tidak bisa mati -tidak bisa rusak. Ia memiliki kekuasaan, kebijaksanaan dan kenyataan. Tetapi seperti halnya seorang bayi yang kemudian menjadi dewasa, batin manusia tidak menyadari sifat potensial yang tertidur dalam dirinya, dan tidak mengenal dirinya sendiri yang sebenarnya. Bila diri sendiri yang sebenarnya sudah bangun, ia mengenal mana yang disebut Aku dan mana yang bukan Aku sebagai dirinya sendiri atau Aku. Aku inilah yang akan kembali kehadirat asalnya yaitu INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UUN. Sesungguhnya Aku adalah berasal dari Allah dan kepada-Nya-lah Aku kembali….

Orang primitif dan orang beradab jarang menyadari “Aku” nya, rasa keakuan mereka hanya merupakan kesadaran mengenai nafsu badani pemenuhan keinginan, pemuasan kesenangan, memperoleh kenyamanan bagi dirinya. Bagian bawah dari batin naluri merupakan tempat rasa keakuan orang-orang primitif. Bila seorang primitif mengatakan “Aku”, maka yang dimaksud adalah badannya. Badan ini mempunyai perasaan, keinginan dan nafsu. Tetapi pikiran semacam itu terdapat pula pada banyak orang yang mengaku beradab. Mereka menggunakan daya pikirnya guna memenuhi nafsu dan keinginan fisiknya, padahal mereka sebenarnya hidup dalam tingkat batin naluri. Tentu, setelah orang menjadi lebih beradab maka perasaannya menjadi lebih halus, sedangkan orang primitif mempunyai perasaan kasar. Yang perlu dicatat adalah, pikiran orang beradabpun masih diperbudak oleh keinginan dan nafsu badannya.

Setelah manusia semakin tinggi tingkatannya, mulailah ia mempunyai konsep tentang Aku nya yang lebih tinggi. Ia mulai menggunakan pikirannya dan akalnya, maka ia pindah dari tingkat batin naluri ke tingkat batin mental mulai menggunakan kecerdasannya, merasakan bahwa batinnya adalah lebih nyata bagi dirinya dari pada badannya, bahkan kadang ia melupakan badannya bila sedang terbenam dalam pemikiran secara serius.

Setelah kesadaran orang meningkat yaitu kesadarannya berpindah dari tingkat mental ke tingkat kerohanian maka ia menyadari bahwa ‘aku’ yang sebenarnya adalah sesuatu yang lebih tinggi dari pada pikiran, perasaan dan badan fisiknya, bahwa semuanya ini dapat digunakan sebagai alat atau instrumennya. Pengetahuan ini bukan merupakan pengertian saja, tetapi merupakan kesadaran yang khas, artinya orang benar-benar merasakan sebagai Aku yang sejati. Maka Sedulur dan saya tidak akan mampu MERAGA SUKMA bila kita tidak mampu untuk memidah bergeser dan membangkitkan kesadaran Aku yang suci dan bersih (atau kembali ke fitrat). Kesadaran `’Aku’ ini merupakan langkah untuk merealisasikan hubungan dengan Yang Maha Gaib.

LATIHANNYA….

Carilah tempat atau ruangan, yang terbebas dari gangguan, agar batin sedulur merasa aman dan tenang. Duduklah yang enak agar sedulur dapat mengendorkan otot-otot dan membebaskan ketegangan syaraf. Lepaskan ketegangan dan biarkan otot-otot menjadi lemas, sampai terasa tenang dan damai meresapi seluruh tubuh. Istirahatkan badan dan pasrahkan seluruh jiwa raga. Atau lakukanlah dengan posisi berdiri, hal ini dilakukan untuk menghindari mudah terlena dan tertidur …

Kondisi tersebut sangat baik bagi tahap permulaan praktek latihan, tetapi setelah pengalaman hendaknya mampu melakukan pengendoran badan dan menenangkan pikiran dimana pun dan kapanpun sedulur memerlukannya. Ingat bahwa keadaan dzikir harus berada di bawah penguasaan kemauan yang keras. Didalam melakukan praktek dzikir harus diterapkan pada waktu yang tepat dan atas kemauan sendiri. Sadari bahwa Aku adalah hakikinya manusia yang tidak pernah tidur – tidak mati – abadi, …selalu sadar tidak pernah mengalami sedih dan takut … Aku sang ruh suci yang mampu menembus alam mimpi, alam malakut dan alam uluhiyah…

Sekarang sedulur memasuki tahapan yang menyebabkan Aku merasa sebagai makhluk mental. Kalau sedulur memejamkan mata sedulur akan merasakan dan bisa membedakan mana Aku yang sebenarnya … disitu ada aku yang memperhatikan sensasi badan, seperti misalnya : lapar, haus, sakit, sensasi yang menyenangkan, kesedihan. Sedulur akan merasakan ternyata bukan aku sebenarnya yang lapar, sakit dan sedih, akan tetapi itu adalah sensasi peralatan atau instrumen yang dimiliki oleh sang Aku. Sedulur sebenarnya diluar atau diatas semua alat-alat tadi….. Maka dari itu sedulur harus melepaskan diri dari yang bukan hakiki, agar tidak diombang-ambingkan oleh peralatan sendiri. Sadari Aku adalah yang menguasai perasaan dan pikiran, jadilah tuan di atas diri sedulur sendiri… keluarlah…..seperti melepaskan baju, lalu tinggalkan dan jangan sedulur memikirkan semuanya itu. Karena peralatan mempunyai batin naluri yang akan bergerak menurut fungsinya. Perhatikan saat tidur … aku meninggalkan tubuh tanpa harus memikirkan bagaimana nantinya badanku, kenyataanya tubuh bekerja menurut yang dikehendaki oleh nalurinya sendiri.

Sadarkan sang Aku. Hubungkan dengan dzat yang Maha Mutlak …hadirlah dihadapan-Nya sebagaimana kesaksian Aku dialam Azali…Panggillah …penuh santun YA ALLAH … YA ALLAH … tundukkan jiwa sedulur dengan hormat … dan datanglah kehadirat-Nya dengan terus memanggil ya ALLAH …YA ALLAH … timbulkan rasa cinta yang dalam …hadirlah terus dalam dzikir … biarkan sensasi pikiran dan perasaan melayang-layang …Sadarkan dan kembalikan bahwa Aku bukan itu semua … AKU ADALAH YANG MENYAKSIKAN SEMUANYA … BERSAKSILAH DENGAN MENGUCAPKAN DUA KALIMAT SYAHADAT … SAMPAIKAN DO’A SALAWAT UNTUK RASULULLAH .DAN KELUARGANYA. TERUSKAN AKU MELAYANG MENEMBUS SEMUA ALAM-ALAM YANG MENGHALANGI, BIARKAN AKU BERJALAN MENUJU YANG MAHA TAK TERHINGGA … jangan perdulikan kebisingan diluar diri kita .. teruskan jangan berhenti sampai ada sambutan … hingga dzikir sedulur akan berubah dengan sendirinya bukan dari rekayasa pikiran … menjadi Laa Ilaaha Illallah… Kalau sudah mencapai keadaan seperti ini …dzikir akan terbawa saat sedulur bekerja … menyetir mobil dan mengangkat takbir, saat shalat ataupun wudhu….…

Suasana dzikir terus membekas dan menyebabkan sukma menjadi tenang luar biasa, dzikir bukan lagi sebuah lafadz akan tetapi merupakan suasana ingat dan ihsan. Apabila keadaan dzikir udah terasa menyelimuti sukma, pikiran dan badan, frekwensi getaran makin lama makin terasa dan semakin kuat rasa sambung kepada Allah. Sukma sedulur semakin sensitif mudah menangis dan kadang tidak bisa ditahan saat sedulur membaca Alqu’an dan shalat. Ketika sedulur menghadirkan atau menghubungkan diri dengan Allah, tiba-tiba muncul rasa haru … merinding …. Badan terasa agak berat dan bergoncang …. seperti ada muatan getaran yang menyelimuti badan …semakin kuat hubungan sedulur dengan Allah, maka akan semakin kuat getaran yang ditimbulkannya … biarkan getaran itu mengalir …dengan getaran itulah sedulur tidak lagi terganggu oleh pikiran dan khayalan yang melayang-layang … Adanya getaran merupakan sambungan dengan Allah … biasanya sedulur tidak akan kuat menahan tangis yang tiba-tiba muncul ….Kadang sedulur akan dituntun shalat ..dituntun berdzikir … dituntun bersujud. Biarkan jangan ditolak atau dilawan … pasrahkan saja dengan ikhlas. Sedulur tidak akan mengalami rasa penat, capek dan jenuh walaupun itu terjadi berjam-jam lamanya. Sekalipun hal itu dilakukan pada waktu malam hingga pagi .. tubuh rasanya menjadi segar dan tidak lemas … bahkan terasa lebih rileks dan nyaman.

Semakin sedulur tekun berkomunikasi kepada Allah semakin halus getaran yang muncul. Sedulur mungkin menjadi heran tatkala agak sulit marah, sukma lebih terkendali tanpa ada penahanan atau pemaksaan. Sukma menjadi lunak dan menimbulkan perangai yang sangat lembut. Sukma terus menerus berdzikir bukan dari keinginan nafsu… dzikir itu muncul dari rasa Aku yang dalam… tiada bisa dibendung ….rasanya seperti ditarik oleh rasa yang sangat kuat. kondisi seperti itu pikiran menjadi lemah tidak lagi liar seperti semula Nafsu menjadi teredam dan istirahat …yang ada tinggal rasa atau getaran iman yang dalam dan muncul tiada bisa dicegah…

Hubungkan rasa Ingat kepada Allah … Timbulkan rasa rindu dan cinta kepada Allah … Hadirkan sukma sedulur dan pasrahkan jiwa raga … Mohonlah bimbingan kepada-Nya … Ya Allah Ampuni kami …. Ya Allah Ajarkan kami dan bimbinglah kami didalam menuju makrifat kepada Engkau, Ya Allah lindungilah kami dari godaan nafsu setan yang terkutuk

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM…… ASYHADU ANLAA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH ….ALLAHUMMA SHALLI `ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA `ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD

YA … ALLAH … YA ALLAH …YA ALLAH …YA ALLAH …..YA ALLAH … YA ALLAH …YA ALLAH …

INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAI’AN AYYAQULA LAHU KUN ======YA ALLAH HANTARLAH SUKMAKU UNTUK MENUJU KE  SURGA DLL ====== FAYAKUN

ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN

Hantarlah sukma dengan nama Allah sampai sedulur mendapatkan sambutan oleh Allah SWT….. gerakkan sukma kemanapun sedulur inginkan, ke surga, ke neraka, atau ke dalam rengkuh rasa NYA yang Maha Kudus….

Apabila serius biasanya lebih cepat bisa …. Lakukanlah hal ini setiap hari … walaupun hanya sepuluh menit…Atau bisa dilakukan sambil berjalan, diatas kendaraan, menjelang tidur sambil berbaring … Tutuplah dengan bersujud dengan rasa syukur…. Mudah-mudahan sedulur mendapatkan bimbingan dari Allah Taala…. Mohon maaf atas segala kekurangan … wassalamualaikum wr wb

@wongalus,2013

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 195 Komentar

MERAGA SUKMA KE SURGA


Wongalus

Bismillahirrohmanirrohim, pertama saya ingin bertanya khusus bagi para sedulur laki-laki: Apa yang anda rasakan tiba-tiba ada seseorang artis perempuan yang cintanya abadi kesetiaannya tidak akan luntur dimakan usia, cantik sejagad nggak ada bandingannya, seksinya minta ampuuuun, perhatian penuh pada anda, super kaya raya, semua yang anda inginkan darinya akan dituruti, tiba-tiba dia minta anda untuk menjadi pendamping hidupnya?

Pertanyaan saya ini khusus bagi para sedulur perempuan: Apa yang anda rasakan tiba-tiba ada seseorang pria keturunan bangsawan yang cintanya abadi kesetiaannya tidak akan luntur dimakan usia, ganteng sejagad nggak ada bandingannya, perkasa minta ampuuuun, perhatian penuh pada anda, super kaya raya, semua yang anda inginkan darinya akan dituruti, tiba-tiba dia minta anda untuk menjadi pendamping hidupnya?

Apa yang anda rasakan ketika tiba-tiba anda mendapatkan amanah berupa pangkat kekuasaan jabatan yang tidak terbatas, menjadi raja, menjadi presiden atau perdana menteri, menjadi kepala ini dan itu dari satu komunitas yang luas, dimana apa yang anda sampaikan dituruti oleh mereka?  Mereka semua tunduk patuh dan tidak ada satupun yang melakukan protes dan pembangkangan secuil pun sehingga mereka ikhlas untuk melakukan apa yang anda perintahkan

Apa yang anda rasakan ketika memiliki sebuah barang-barang baru, tiba-tiba anda mendapatkan hadiah yang tidak disangka-sangka sebelumnya misalnya mobil mewah senilai 17 Milyard, rumah mewah seharga 117 M, sawah ladang hutan luas yang harganya 17 Triliun? Tiba-tiba datang paket berupa batu permata berlian yang berkilau indah yang taksiran harganya senilai 117 Milyard bisa untuk memperkaya diri sendiri tujuh turunan?

Apa yang anda rasakan seandainya itu semua bukan mimpi, bukan khayalan, bukan angan-angan, bukan hanya kata-kata, bukan kalimat-kalimat bohong, bukan dunia maya.. namun benar-benar terjadi di KUN FAYAKUN dalam  kehidupan anda yang sekarang, saat ini, disini, detik ini juga tanpa harus melalui proses yang ribet dan berbelit tanpa harus menunggu besok, lusa, atau kapan-kapan?

Pasti anda akan merasakan bahagia yang tiada terkira. Anda meluapkannya dan mengekspresikan rasa senang dengan beragam banyak cara sesuai dengan bakat, minat, dan kepribadian masing-masing. Ketika merasakan senang dan bahagia, sesungguhnya kita sedang berada di satu sisi hati manusia. Sisi terang hati yang menyala terang dan menyinari hidup anda. Sisi sebaliknya tidak perlu kita bahas karena sedih duka susah lebih banyak mendominasi hidup kita. Jadi buat apa kita bahas lebih jauh?

Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan kejadian setelah saya meraga sukma, semacam reportase dari laku batiniah yang baru saja terjadi ketika saya mencoba menengok sesaat ‘jendela’ surga. Sebuah tempat yang sebenarnya tidak bisa digambarkan seperti apa, sebab bayangan kita terhadap surga mengandaikan kita pernah masuk surga. Padahal kita belum pernah ke surga sebelumnya bukan?

Namun saya percaya, bahwa bila Tuhan Yang Maha Kuasa mengijinkan maka tidak ada yang tidak mungkin. Semua akan menjadi serba mungkin bila DIA berkehendak. Bila DIA berkehendak, maka bumi yang sebelumnya tidak ada dinorsaurus tiba tiba  ada dinosaurusnya. Bila DIA berkehendak, maka anda —yang anda nilai sendiri banyak dosa dan kesalahan— tiba tiba bisa menembus tirai gaibnya surga.

surga kwaDan …. Dalam sekejap mata, sampailah saya di pinggir sebuah danau yang sangat indah. Seperti apa keindahannya? Saya tidak pernah melihat keindahan danau seperti ini sebelumnya. Airnya hijau namun tidak hijau, tenang sekali airnya namun tidak benar-benar tenang, ikannya banyak dari beragam jenis ikan. Ikan itu ke sana kemari sambil menyapa saya dengan bahasa ikan… di surga, bahasa ikan bisa anda mengerti dan anda pahami. Disini anda serba paham dan tidak ada pertanyaan lagi. Di surga anda akan menjadi sangat pintar dan cerdas yang tidak pernah anda duga sebelumnya.

Semua kehendak anda akan tercukupi. Semua keinginan anda akan terpuaskan. Tidak ada pertanyaan dan keraguan lagi disini. Kemanusiaan anda tidak lagi sebagaimana kemanusiaan anda di dunia. Disini sisi kemanusiaan yang ada adalah kesempurnaan sejati dimana rasa bahagia akan bersemai tanpa rasa duka, rasa senang bersemai tanpa harus mengalami tidak senang, rasa cinta akan tumbuh tanpa rasa benci. Disini tidak ada lagi dua sisi ‘hitam’ dan ‘putih’, ‘susah’ dan ‘senang’ …..  paradoksal dua sisi itu tidak ada. Di sini tidak ada tesa dan antitesa: SURGA adalah SINTESA. Berpadunya dua hal menjadi satu dalam kesempurnaan wujud.

Ikan surga itu sejenis ikan berwarna emas kemerahan, mendatangiku dan menyapaku. Kusapa balik sapaannya dan dia akhirnya pergi. Dan saya didatangi seorang “bidadari” yang sangat cantik molek rupawan, ia tersenyum dan duduk di sebelah saya yang saat itu sedang duduk di atas sebuah kursi berlapis emas putih yang sangat nyaman dan empuk. Berikut petikan wawancara saya dengannya:

Wongalus: Asalamualaikum

Bidadari: Waalaikumsalam

Wongalus: Allahu Akbar, …. belum pernah ada seseorang yang secantik ini sebelumnya…

Bidadari: Kita semua adalah hamba Allah yang diutus menjadi penghuni surga yang kekal abadi kecantikan kita, ketampanan anda adalah milik Allah

Wongalus:  di dunia dulu, kami menyebut sosok cantik penghuni surga sepertimu dengan ‘bidadari’ ..

(ingatan saya di surga saat itu menjadi sangat tajam dan tidak ada satupun yang terlupakan, kata guru ngaji saya dulu di surga ada banyak bidadari yang melayani sehingga untuk memudahkan kita memahaminya, saya gunakan istilah bidadari untuk menyebutnya)

Bidadari:  Disini semua bahasa untuk menyebut apapun itu benar, tidak ada identifikasi terhadap apapun itu salah. Disini semua bahasa bisa dipahami oleh setiap orang, orang Amerika bisa paham bahasa Indonesia, orang Indonesia bisa paham bahasa Rusia, orang jepang bisa paham bahasa Yunani dan seterusnya.

Disini identifikasi diri tidak seperti di dunia yang mengandaikan masih adanya ‘aku’. Di surga, tidak ada ‘aku’ lagi.. ‘aku’ ‘engkau’ ‘kita’ dan ‘mereka’ itu tidak ada… sebab adanya identifikasi diri itulah asal mula adanya dunia. Ingatlah ketika Adam menuju dunia dari surga maka dia diberi kemampuan mengidentifikasi diri.

Wongalus: Maha Suci Allah Tuhan, surga yang seperti ini memang sungguh diluar dugaan dan diluar akal pikiran manusia di dunia… sungguh cerdas, sungguh brilian, dan inilah yang sejati dari manusia

Bidadari: Indahnya Tuhan melampaui batas angan, kita sekarang sudah bisa menyaksikan dengan kesaksian yang sesungguhnya bahwa surga tidak seperti anggapan hidup di dunia yang penuh nafsu birahi kenikmatan duniawi.

Wongalus: Betul, saya berpendapat bahwa di surga ini tidak ada lagi angan angan dan berganti menjadi kenyataan, bila ada angan –angan maka yang terjadi masih ada harapan dan itu berarti ada pencapaian lebih lanjut yang lebih baik dari pada keadaan di sini…

Bidadari: Ya, surga adalah tempat yang final, pengadilan yang terakhir, akhir dari yang akhir dan tidak ada permulaan lagi setelah ini. Atas kehendak NYA lah kita semua bisa menikmati keabadian yang diberikan NYA dalam kurun waktu sesuai yang diperkenankan NYA.

Wongalus: Subhanallah, ya Rabbi… kebahagian disini tidak pernah terasa membosankan, tidak ada batasnya, tidak ada akhirnya.. apakah rasa seperti ini hanya saya yang merasakannya?

Bidadari: Semua penghuni surga merasakannya, disini tempatnya kenikmatan kebahagiaan kesuksesan tiada batas karenanya yang disebut hawa nafsu disini sudah tidak ada lagi, hanya ada kenikmatan kebahagiaan kesuksesan yang surgawi yang melampaui apapun yang ada sebelumnya

Wongalus: Ajak saya untuk merasakan kenikmatan-kenikmatan surga

Bidadari: baiklah

Wongalus: ya.

(Sambil menggamit tangan saya, sekejap kemudian saya merasakan tubuh saya melayang ringan seperti tanpa bobot, saya terbang dari pinggir telaga bersama sang bidadari untuk menuju sebuah tempat semacam istana. Disana saya disambut dengan dengan banyak bidadari lain. Luar biasa indahnya dan megah tempat ini, istana yang temboknya berwarna biru amethyst dan bentuk arsitekturnya sangat megah menawan)

Bidadari: Kemegahan ini semua untuk mu, hamba Allah… silahkan kamu berbuat sesukamu untuk menghadap Allah dengan caramu disini .. masing-masing manusia memiliki cara untuk mensyukuri apa yang dirasakannya, kepemilikanmu mutlak tanpa dibatasi kepemilikan manusia yang lain

Wongalus: Allahu Akbar.. terima kasih Ya Allah kau berikan semuanya ini bagi semua hambamu yang mau untuk kembali kepadamu

Bidadari: Inna lillahi wa innna ilaihi rojiun

Wongalus: Saya ingin menemui isteri dan anak

(Seketika itu, tiba-tiba hadir di hadapan saya, dua orang yang sangat saya rindukan: anak dan isteri saya dalam keadaan bugar dan muda belia. Di surga ini tidak ada usia tua, semua kembali muda sebagaimana bunga yang mekar.. usia rata-rata kita semua menjadi 25 tahun)

Bidadari:  Alhamdulillah, ya Hamba Allah, anda sudah dipertemukan dengan orang-orang yang anda sayangi.. disini tempatnya berkasih mesra dan cinta mu kepada mereka dan cinta mereka kepadamu akan abadi selamanya…

Wongalus: Terima kasih, sekarang saya sudah berkumpul lagi dengan keluargaku, saya mau pamit darimu wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bidadari: Baiklah, Ya Hamba Allah… kalau membutuhkan sesuatu anda tinggal menggerakkan hati agar saya bisa datang lebih cepat sebelumnnya, waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh.

(Seketika itu pula Bidadari menghilang dari pandangan, kini saya berkumpul dengan anak dan isteri saya yang sudah sejak lama tidak bertemu dan harus terpisah dengan mereka saat saya meninggalkan dunia dan dimakamkan di lereng gunung lawu di Ngawi Jawa Timur pada tanggal 17 bulan 7 tahu 20… 7)

SELESAI.

Demikianlah apa yang saya alami, kalau ada benarnya itu semata-mata dari Allah ta’ala.. terima kasih. Wassalamualaikum wr wb. Salam paseduluran. @@@

Dipublikasi di MERAGA SUKMA KE SURGA | 79 Komentar

SHOLAWAT-SHOLAWAT CINTA KEPADA KANJENG NABI


Siapa yang tidak cinta kepada Rasululullah, Muhammad SAW, maka dia tidak cinta kepada Allah SWT. Manusia mengungkapkan cinta welas asih kepada nabi sehingga akhirnya banyak bacaan Sholawat lahir. Berikut ini arti bacaan-bacaan sholawat yang ada di masyarakat sebagai wujud cinta kasih kepada Rasulullah SAW. Bila membutuhkan bacaan Arabnya monggo dicari di dunia maya sambil belajar. Matur nuwun.

muhammad-saw

====Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad di kalangan orang-orang dahulu, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad di kalangan orang-orang kemudian, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad di-kalangan para nabi, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad dikalangan para rasul, dan limpahkanlah shalawat kepada Muhammad di kalangan arwah sampai Hari Kiamat====

Tentang shalawat ini, barangsiapa yang membacanya sebanyak tiga kali di waktu sore dan tiga kali di waktu pagi, niscaya akan sirnalah dosa-dosanya, terhapuslah segala kesalahannya, tetaplah kesenangannya, dikabulkan doanya, dikabulkan cita-citanya, dan dia ditolong menghadapi musuh-musuhnya.

===Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad yang telah Engkau penuhi hatinya dengan keagungan-Mu, dan telah Engkau penuhi matanya dengan sifat keindahan-Mu, sehingga ia menjadi senang-gembira, terbantu dan tertolong; juga kepada keluarganya dan para sahabatnya. Limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak kepada mereka semuanya. Segala puji bagi Allah atas semua itu===

Abû ‘Abdullah Al-Nu’mân pernah bermimpi melihat Nabi Saw., lalu ia bertanya, “Ya Rasulullah, shalawat manakah yang paling utama?

Beliau menjawab, “Katakanlah…(lalu Baginda Nabi menyebutkan shalawat ini).”

Ada lagi cerita lainnya tentang shalawat ini, seperti yang disebutkan di dalam kitab Dalâ’il al-Khayrât.

=== “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu,semoga Engkau melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Muham-mad, kepada seluruh nabi dan rasul, serta kepada keluarga dan sahabat mereka semuanya; serta semoga Engkau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu dan Engkau memelihara diriku dari dosa- dosa yang tersisa====

Shalawat ini berasal dari Sayyid Ibrâhîm Al-Matbulî

==== “Shalawat Allah, malaikat-Nya, para nabi-Nya, dan seluruh makhluk-Nya, semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, atasnya serta atas mereka tercurah salam, rahmat, dan berkah Allah.”====

Shalawat di atas bersumber dari Imam ‘Alî bin Abî Thalib k.w., kemudian diwartakan oleh Abû Mûsâ Al-Madînî r.a.

=== “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada orang yang ruhnya menjadi mihrab arwah, malaikat, dan seluruh alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada orang yang menjadi imam para nabi dan seluruh alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada orang yang menjadi pemimpin penduduk surga, yaitu hamba-hamba Allah yang beriman.====

Shalawat ini adalah shalawat Sayyidah Fathimah Al-Zahra’. Pengarang kitab Al-Ibrîz, Sayyid ‘Abdul ‘Azîz Al-Dabbâgh, telah banyak membicarakan shalawat ini di dalam kitabnya tersebut. Yang ingin mengetahui tentang shalawat ini secara lebih luas dapat meneliti kitab tersebut.

=== “Ya Allah, Tuhan yang selalu memberikan karunia kepada manusia Tuhan yang selalu membukakan tangan-Nya lebar-lebar dengan pemberian; Tuhan yang mempunyai pemberian-pemberian yang mulia limpah-kanlah shalawat atas Muhmmad, sebaik-baik manusia, dengan penghormatan; ampunilah pula kami, duhai Tuhan Yang Maha Tinggi di sore ini====

Shalawat ini bersumber dari sahabat ‘Abdullah bin Abbas r.a. Dan dikemukakan oleh Abû Mûsâ Al-Madînî r.a.

==== “Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan atas keluarganya, sahabat-sahabatnya, anak-anaknya, isteri-isterinya, keturunannya, Ahli Baitnya, para penolongnya, para pengikutnya, para pencintanya, dan umatnya; dan jadikanlah kami bersama mereka semua duhai Tuhan Yang paling penyayang di antara semua penyayang====

Shalawat ini dikemukakan di dalam kitab Al-Syifâ’ dari Hasan Al-Bashri. Beliau berkata, “Barangsiapa yang ingin minum dari piala dengan minuman telaga Rasulullah Saw., hendaklah ia membaca shalawat itu.”

===== “Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, selama orang-orang yang ingat menyebut nama-Nya dan selama orang-orang yang lalai melupakan-Nya, Semoga Dia melimpahkan shalawat ke-padanya di kalangan orang-orang terdahulu dan setelahnya, dengan shalawat yang paling utama, paling banyak, dan paling baik daripada shalawat yang dilim-pahkan-Nya kepada salah seorang dari ummatnya dengan shalawatnya kepadanya. Salam sejahtera atasnya, teriring rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga Allah membalasnya dari kami dengan balasan yang lebih baik daripada balasan-nya kepada rasul dari orang-orang yang diutus kepadanya. Sebab, dia telah melepaskan kami dari ke-binasaan, dan menjadikan kami sebaik-baik ummat yang dikeluarkan bagi manusia, beragama dengan agamanya yang telah diridhai dan dipilih oleh para malaikat-Nya dan orang-orang yang telah diberi-Nya nikmat di antara makhluk-Nya. Oleh karena itu, tidaklah kami mendapat nikmat -baik yang nyata maupun yang tersembunyi, yang kami peroleh dengannya dalam urusan agama dan dunia, dan diangkatkannya keburukan dari kami di dalam keduanya atau di dalam salah satu dari keduanya- melainkan Muhammad Saw.-lah yang menjadi sebabnya; yang memimpin kepada kebaikannya; yang menunjukkan kepada tuntunannya; yang membebaskan dari kebinasaan dan tempat-tempat jahat, yang mengingatkan, sebab-sebab yang mendatangkan kebinasaan; yang tegak me-laksanakan nasihat, tuntunan, dan peringatan darinya. Semoga shalawat dan salam Allah selalu tercurah kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Dia telah mencurahkan shalawat kepada Ibrahim dan ke-luarganya, serta sebagaimana Dia telah mehmpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim; Sesungguhnya Dia Maha terpuji ===

Shalawat di atas bersumber dari Imam Al-Syâfi’i r.a. Dan mempunyai penyempurnaan di dalam Al-Risâlah oleh Imam Al-Syâfi’i. Shalawat ini banyak sekali faedahnya, terutama bila dibaca sesudah membacaa Shalawat Nurul Qiyâmah

==== ” Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas pemimpin para pemimpin dan tujuan dari semua keinginan, Muhammad, kekasih-Mu yang dimuliakan; juga atas keluarga dan para sahabatnya”=====

Shalawat ini bersumber dari Sayyidi Abu Thahir bin Sayyid ‘Alî Wafâ’.

===== “Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad, yang dengannya kegelapan menjadi terang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muham-mad, yang diutus dengan rahmat bagi setiap umat. Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad, yang dipilih untuk memimpin risalah sebelum diciptakan Lawh dan Qalam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad, yang disifati dengan akhlak dan perangai yang utama. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad. yang dikhususkan dengan kalimat yang menyuruh dan hikmah tertentu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, yang tidak dilanggar kehormatan di majelisnya, dan tidak dibiarkan orang yang menganiayanya. Ya Allah, limpah-kanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, yang bisa berjalan dinaungi oleh awan kemana dia menuju. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad yang dipuji oleh Tuhan kemuliaan dimasa lalu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, yang dilimpahi shalawat oleh Allah di dalam Kitab-Nya yang sempurna dan kita diperintahkan-Nya supaya ber-shalawat kepadanya. Semoga Shalawat Allah selalu dicurahkan kepadanya; kepada keluarganya, sahabat-sa-habatnya, isteri-isterinya–selama hujan turun dengan deras dan selama orang-orang berdosa mendapat uluran kemurahan. Semoga Allah melimpahkan kepadanya salam sejahtera, kehormatan, dan kemuliaan.”=====

Shalawat di atas bersumber dari Sayyid Al-Faklhani, pengarang kitab Al-Fajr Al-Munîr fî Al-Shalâh ‘ala Al-Basyîr Al-Nadzîr.

====== “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, isteri-isterinya dan keturunannya, sebagajmana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim. Dan beri berkatlah oleh-Mu kepadq Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada keluarga Ibrahim: bahwasanya Engkau sungguh sangat terpuji dan amat mulia.” (HR. Al-Bukhârî dari Abû Hamîd Al-Sa’îdi).=====

Berkata Al-Nawâwî dalam Al-Adzkâr: “lafazh shalawat yang paling utama dibaca, ialah lafazh shalawat yang lengkap ini.

======== “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad hamba-Mu dan pesuruh-Mu, Nabi yang ummi dan muliakanlah oleh-Mu akan keluarga Muhammad, jsleri-isterjnya dan keturunannya sebagajmana Engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarganya; dan berilah berkat oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang ummi dan akan keluarganya, isteri-isterinya dan keturunannya, se-bagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada Ibrahim dan keluarganya, diserata alam, hanya engkau sajalah yang sangat terpuji dan sangat mulia.======

Lafazh-lafazh shalawat yang ringkas, ialah lafazh-lafazh yang diriwayatkan oleh Abû Dâud dan Al-Nasâ’i, yaitu :

===== “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya.” (HR. Al-Nasâ’i dari Zaid ibn Kharijah).=====

===== “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuzi dan sangat mulia.” (HR. Muslim dan Abû Dâud dari Abû Hurairah).======

====== “Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.” (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).======

===== “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia. Ya Allah, wahai Tuhanku, berikan berkat oleh-Mu akan Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim; bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia.” (HR. Bukhârî dari Abû Sa’îd, Ka’ab Ibn ‘Ujrah).=====

====== “Wahai Tuhanku, limpahkanlah kiranya shalawat-shalawat-Mu dan rahmat-Mu serta berkat-Mu atas peng-hulu segala Rasul, ikutan segala orang yang taqwa, pe-nutup semua Nabi, yaitu: Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu, imam segala kebajikan, pemimpin kebaikan dan utusan pembawa rahmat. Wahai Tuhanku, tempatkanlah dia pada suatu maqam yang dirindukannya oleh orang yang dahulu.” (HR. Ibnu Mâjah dari ‘Abdullah Ibn Mas’ûd).======

Berkata Al-Sayuthî dalam Al-Hirz al-Ma’ânî: “Saya telah membaca keterangan Al-Subkî yang diterimanya dari ayahnya di dalam Al-Thabaqat, katanya: Sebaik-baiknya shalawat untuk dibaca dalam bershalawat, ialah bunyi shalawat yang dibaca di dalam tasyahhud (yang diriwayat-kan oleh Bukhârî dan Muslim). Maka barangsiapa mem-bacanya, dipandanglah ia telah bershalawat dengan sem-purna, dan barangsiapa membaca selainnya, maka mereka tetap berada dalam keraguan, karena bunyi lafazh-lafazh yang diriwayatkan oleh Bukhârî Muslim itu, adalah lafazh shalawat yang sering diajar oleh Nabi sendiri dan yang sering disuruh supaya kita membacanya.”

Dalam tasyahud akhir, Imam Syâfi’i r.a. menganggap shalawat atas Nabi Saw. sebagai salah satu dari rukun salat. Beliau biasa memakai shalawat sebagai berikut:

===== “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada jun-junan kami, Muhammad, dan kepada keluarga junjunan kami, Muhammad, sebagaimana Engkaau telah melimpahkan shalawat kepada junjunan kami Ibrahim dan keluarga Ibrahim, berkatilah pula junjunan kami Muhammad, dan keluarga junjunan kami, Muhammad, sebagai-mana Engkau telah memberkati junjunan kami, Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” =======

Selain itu, beliau juga suka memakai sighat shalawat lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam kitab Al-Muwattha’. Shalawat di atas juga diriwayatkan oleh Abû Dâud, Al-Turmudzî, Al-Nasâ’i, dan Al-Bayhaqi dari Ibn Mas’ûd, dengan ditambah lafal Sayyidinâ untuk Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim.

Tambahan lafal sayyidina boleh jadi sebagai adab dari beliau atau mungkin pula mengikuti ucapan Rasulullah Saw. dalam salah satu sabdanya yang mengatakan:

====== “Berdirilah kalain untuk menyebut sayyid (penghulu) kalian! ” =====

Rasulullah Saw. juga bersabda, ditunjukan kepada Sa’ad bin Mu’adz:

==== “Aku adalah sayyid (penghulu) manusia dan tidak sombong”. ======

Dalam hal ini Imam Syâfi’î r.a., telah mengamalkan shalawat yang dianggap oleh beliau paling sahih sanadnya.

===== “Semoga Allah Swt. Mencurahkan shalawat kepada Muhammad “======

Imam Al-Sya’rânî menuturkan bahwa Nabi Saw. Bersabda:

“Barangsiapa yang membaca shalawat ini, berarti ia telah membukakan bagi dirinya tujuh puluh pintu rahmat, dan ditanamkan Allah kecintaan kepada dirinya dalam hati umat manusia.”

Diceritakan, seorang penduduk negeri Syam datang meng-hadap Rasulullah Saw seraya berkata, “Ya Rasulullah, ayah saya sudah sangat tua, namun beliau ingin sekali melihat Anda.”

Rasulullah menjawab, “Bawa dia kemari!”

Orang itu berkata, “la buta, tidak bisa melihat.”

Rasulullah lalu bersabda, “Katakanlah kepadanya supaya ia mengucapkan Shallallâhu ‘alâ Muhammdin selama tujuh minggu setiap malam. Semoga ia akan melihatku dalam mimpi dan dapat meriwayatkan hadis dariku.”

Anjuran Rasulullah itu ditruti oleh orang tersebut. Benar saja, ternyata ia bisa bermimpi melihat Rasulullah Saw. Serta meriwayatkan hadis dari beliau.

==== “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan Keluarganya.”=====

diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Barangsiapa yang meng-ucapkan Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa Sallim ketika ia berdiri, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia duduk. Barangsiapa yang mengucapkannya ketika duduk, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia berdiri. “

==== “Ya Allah, limpahkanlah Shalawat atas Muhammad, hamba dan nabi-Mu, nabi yang ummi.” =====

Imam Al-Ghazali di dalam kitab Al-Ihyâ’ mengatakan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat atasku pada malam Jumat se-banyak delapan puluh kali, Allah akan mepgampuni dosa-dosanya selama delapan puluh tahun.”

Kemudian ditanyakan, “Ya Rasulullah, bagaimana cara memberi shalawat kepadamu itu?”

Rasulullah menjawab, ‘Allâhumma shalli ‘alâ Muhamadin ‘abdika wa Nabiyyika al-Nabiyyi al-Ummî.”

Diriwayatkan bahwa, barangsiapa yang membacanya setiap hari dan setip malam sebanyak 500 kali, niscaya dia tidak akan mati sebelum berjumpa dengan Nabi Saw. dalam keadaan sadar.

===== “Ya Allah, limpahkanlah sealawat atas Muham-mad dan kelurga Muuhammad sehingga tidak tersisa lagi satu shalawat pun; sayangilah Muhammad dan keluarga Muhammad sehingga tidak lagi tersisa satu rahmatpun; berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sehingga tidak lagi tersisa satu berkahpun; dan limpahkanlah kese-jahteraan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sehingga tidak lagi tersisa satu kesejahteraan pun.” ======

Al-Fasi berkata, “Shalawat ini disebutkan oleh Jabar dari sahabat Ibn ‘Umar r.a. Disebutkannya pula keutamaan yang besar dari shalawat ini dan kebajikan bagi seorang laki-laki yang mengucapakannya dihadapan nabi Saw.”

======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad, dan tempatkanlah ia ditempat yang dekat dengan-Mu di Hari Kiamat.” ====

Shalawat ini dikemukakan oleh Al-Thabrânî, Ahmad, Al-Bazzar, dan Ibn ‘Ashim dari sahabat Ruwayfi bin Tsabit al-Anshari. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat atasku dengan shalawat ini, berarti ia berhak mendapatkan syafa’atku.”

===== “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada ruh Muhammad di alam ruh, kepada jasadnya di alam jasad, dan kepada kuburnya di alam kubur.”  ====

Imam Al-Sya’rânî menutrkan bahwa Nabi Saw. telah ber-sabda, “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat atasku dengan cara yang dikemukakan dalam shalawat ini, ia akan melihatku di alam mimpi. Barangsiapa yang me-lihatku di alam mimpinya, ia akan melihatku di Hari Kiamat. Baranggiapa yang melihatku di Hari Kiamat, aku akan memberinya syafaat. Barangsiapa yang aku beri syafaat, niscaya ia akan minum dari telagaku dan di-haramkan jasadnya oleh Allah dari neraka.

===== “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad dan kepada keluarga Muhammad, di kalangan orang-orang dulu maupun orang-orang setelahnya, serta di alam arwah sampai Hari Kiamat.=======

Penjelasan

Imam Al-Sya’rânî menuturkan bahwa seorang laki-laki menghadap Rasulullah Saw. ketika beliau sedang duduk di dalam masjid. Orang itu berkata, Assalâmu ‘alaykum, wahai ahli kemuliaan!”

Orang itu lalu didudukkan oleh Nabi Saw di tengah-tengah. yaitu antara beliau dan Abu Bakar r.a. Orang-orang yang hadir ketika itu menjadi heran menyaksikan hal itu hingga Nabi Saw. menjelaskan. “Jibril a.s. telah datang kepadaku memberitahukan bahwa orang ini telah memberi shalawat kepadaku dengan shalawat yang belum pemah dibaca oleh seorang pun sebelumnya.”

Lalu Abu Bakar bertanya. “Bagaimana shalawatnya ya Rasulullah? Kemudian Rasulullah Saw. menyebutkan sha-lawat tersebut di atas.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad-hamba-Mu, Nabi-Mu, dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi; juga atas keluarganya, isteri-isterinya, dan ketu-runannya, sebanyak jumlah makhluk-Mu, keridhaan diri-Mu, hiasan Arsy-Mu, dan tinta kalimat-Mu.”

Penjelasan

Al-Hafizh Al-Sakhâwî menuturkan, seandainya seseorang bersumpah bahwa ia akan mengucapkan shalawat yang paling utama, maka shalawat ini telah membebaskan ia dari sumpahnya itu.

Pen-syarah kitab Dalâ’il mengatakan, bahwa lafal shalawat ini diambil dari hadis Ummul Mukminin. Juwairiyah.

======= “Ya Allah, limpahkilnlah shalawat atas junjunan kami, Muhammad, dengan suatu shalawat yang menye-babkan kami selamat dari semua ketakutan dan malapetaka, yang menyebabkan Engkau menunaikan semua hajat kami, yang menyebabkan Engkau me-nyucikan kami dari semua kejahatan, yang menyebabkan Engkau mengangkat kami ke derajat yang tinggi di sisi-Mu, dan yang menyebabkan Engkau menyampaian semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebakan dunia dan akhirat.” ====

Shalawat di atas disebutkan di dalam kitab Dalâ’il. Dalam syarah kitab tersebut disebutkan riwayat dari Hasan bin ‘Ali Al-Aswânî. Ia berkata, “Barangsiapa yang membaca shalawat ini dalarn setiap perkara penting atau bencana sebanyak seribu kali, niscaya Allah akan melepaskan bencana itu darinya, dan menyampaikan apa yang diinginkannya.”

========= “Ya Allah limpahkanlah shalawat atas junjunan kami, Muhammad– samudera cahaya-Mu, tambang ra-hasia-Mu, singgasana kerajaan-Mu, imam hadrat-Mu, bingkai kerajaan-Mu, perbendaharaan rahmat-Mu, dan jalan syariat-Mu,yang mendapat kelezatan dengan tauhid-Mu, insan yang menjadi sebab segala yang maujud, penghulu para makhluk-Mu, yang memperoleh pancaran sinar cahaya-Mu- dengan shalawat yang kekal sekekal diri-Mu, yang tetap sebagaimana tetap-Mu, dan yang tidak ada akhir di balik ilmu-Mu; juga dengan shalawat, yang meridhakan-Mu dan meridhakannya serta meridhakan kami dengannya, duhai Tuhan semesta alam.” =======

Shalawat ini dinamakan shalawat ‘Cahaya Kiamat’. Sha-lawat ini disebut demikian karena banyaknya cahaya yang akan diperoleh oleh orang yang membacanya pada Hari Kiamat kelak.”

Sayyid Ahmad Al-Shâwî dan yang lainnya mengatakan, shalawat ini saya dapatkan tertulis di atas sebongkah batu dengan tulisan qudrati.

Di dalam syarah atas kitab Dalâ’il disebutkan, sebagian pemuka para wali mengatakan, bahwa shalawat ini berbanding dengan 14.000 shalawat lainnya.

=====“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah orang yang bershalawat kepadanya,limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah orang yang tidak bershalawat kepadanya, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebagaimana shalawat yang Engkau perintahkan kepadanya, lim-pahkanlah shalawat kepada Muhammad sebagaimana Engkau suka agar dibacakan shalawat atasnya, dan lim-pahkanlah pula shalawat kepada Muahammd sebagaimana seharusnya shalawat atasnya.” ========

Shalawat di atas dinamakan Al-Shalât al-’Adâdiyyah.

=======“Ya Allah, limpakanlah shalawat atas Nabi kami, Muhammad, selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan untuk menyebut-Mu ”

Shalawat dua sighat shalawat dari Imam Al-Syâfi’i r.a.

Berkaitan dengan shalawat pertama (no.17) telah dice-ritakan di dalam syarah atas kitab Dalâ’il, bahwa Imam Al-Syâfi’i pernah bermimpi bertemu seseorang, lalu dikatakan kepadanya, “Apa yang telah diperbuat Allah atas diri Anda?”

Imam Al-Syâfi’i menjawab, Allah telah mengampuni diriku.” “Dengan amal apa?” orang itu bertanya lagi.

“Dengan lima kalimat yang aku pergunakan untuk memberi shalawat kepada Nabi Saw.,” Jawab Imam Al-Syafi’i.

“Bagaimana bunyinya?”

Lantas beliau mengucapkan shalawat tersebut di atas.

Sedangkan berkaitan dengan shalawat  Al- Mazânî bertutur sebagai berikut:

Saya bermimpi melihat Imam Al-Syâfi’i. Lalu saya bertanya pada beliau, “Apa yang telah diperbuat Allah terhadap diri Anda?”

Beliau menjawab, Allah telah mengampuni diriku berkat shalawat yang aku cantumkan di dalam kitab Al-Risâlah, yaitu: Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin kullama dza-karaka al-Dzâkirûna wa Shalli ‘alâ Muhammadin kullamâ ghafala ‘an dzikrik al-Ghâfilûna.”

Sementara itu, Imam Al-Ghazali di dalam kitab Al-Ihyâ’ menuturkan hal berkut:

Abu Al-Hasan Al-Syâfi’i menuturkan, “Saya telah bermimpi melihat Rasulullah Saw., lalu saya bertanya, “Ya Rasulullah, dengan apa Al-Syâfi’i diberi pahala dari sebab ucapannya dalam kitab Al-Risâlah: Washallallâhu ‘alâ muhammaddin kullamâ dzakara al-Dzdâkirûn waghafala ‘an dzikrik al-ghâfilûn?’ Rasulullah meniawab: ‘la tidak ditahan untuk dihisab.”‘

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas cahaya di antara segala cahaya, rahsia di antara segala rahasia, pe-nawar duka, dan pembuka pintu kemudahan, yakni Say-yidina Muhammad, manusia pilihan, juga kepada ke-luarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karunia-Nya.”

Penjelasan

Shalawat ini bersumber dari Sayyid Ahmad Al-Badawi r.a., Sayyid Ahmad Ruslan mengomentari shalawat ini, “Sha-lawat ini sangat mujarab untuk menunaikan hajat, mengusir kesusahan, menolak bencana, dan memperoleh ca-haya; bahkan sangat manjur untuk segala keperluan.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad, Nabi yang ummi; juga kepada keluarga dan para sahabatnya, sebanyak jumlah apa Yang Engkau ketahui, seindah apa Yang Engkau ketahui, dan sepenuh apa Yang Engkau ketahui.”

Penjelasan

Shalawat ini bersumber dari Sayyid Syamsuddin Muham-mad Al-Hanafi r.a. (Sultan Hanafi). la termasuk salah seorang keturunan Abu Bakar Al-Shiddiq r.a. la telah menjabat kedudukan sebagai kutub para wali (quthb awliya) selama 46 tahun 3 bulan dan beberapa hari. Selama masa jabatannya itu, ia merupakan quthb ghawts mufrad jam’i.

Banyak sekali cerita-cerita berkenaan dengan riwayat hidup dan karamahnya: Di antaranya ia tidak pernah ber-diri satu kali pun bila menyambut kedatangan para raja. Bahkan, jika ada salah searang di antara raja-raja itu datang kepadanya, raja tersebut merendahkan diri di hadapannya, duduk dengan sopan tanpa menaleh ke kiri dan ke kanan selama berada di hadapan beliau.

=======“Ya Allah limpahkan shalawat, salam, dan berkah, kepada Muhammad– cahaya zat dan rahasia yang berjalan di malam hari–di dalam seluruh asma dan sifat.”

Penjelasan

Shalawat di atas bersumber dari Sayyidina Abu Al-Hasan Al-Syadzili r.a. ia berbanding dengan seratusribu shalawat lainnya. Ada yang mengatakan bahwa shalawat ini berguna untuk melepaskan kesulitan.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah atas Sayyidina Muuammad–pembuka hal-hal yang terkunci; penutup perkara-perkara yang sudah berlalu; penolong kebenaran dengan kebenaran; dan penunjuk jalan kepada jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah senan-tiasa melimpahkan shalawat kepadanya, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, sesuai dengan derajat dan kedudukannya yang tinggi.”

Penjelasan

Shalawat di atas berasal dari Sayyid Abu Al-Mukarim Syaikh Muhammad Syamsuddin bin Abi Al-Hasan Al-Bakri r.a.

Di antara khasiat shalawat ini adalah, bahwa bagi siapa saja yang membacanya, walaupun hanya satu kali seumur hidupnya, ia tidak akan masuk neraka. Sebagian ulama Maroko mengatakan, bahwa shalawat ini turun ke atasnya dalam satu sahifah dari Allah. Ada pula yang mengatakan bahwa, satu kali shalawat ini menyamai sepuluh ribu-bahkan ada yang menyatakan pula enamratus ribu–shalawat lainnya.

Barangsiapa yang men-dawam-kan (membiasakan secara rutin) membacanya selama empat puluh hari, Allah akan mengampuninya dari segala dosanya. Barangsiapa yang membacanya sebanyak seribu kali pada malam Kamis, Jumat atau Senin, ia akan berkumpul dengan Nabi Saw. Akan tetapi, sebelumnya hendaklah ia melakukan salat sunnah empat rakaat: Pada rakaat pertama ia membaca Surah Al-Fâtihah dan Al-Qadr. Pada rakaat kedua sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Zalzalah. Pada rakaat ketiga sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Kafirun. Pada rakaat keempat sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Mu’awwidzatayn (surah Al-Falaq dan Al-Nâs). Hendaklah ia membakar kemenyan Arab ketika membaca shalawat tersebut.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, sebanyak apa yang ada di dalam pe-ngetahuan Allah, dengan shalawat yang kekal seba-gaimana kekalnya kerajaan Allah.”

Penjelasan

Sayyid Ahmad Al-Sakhâwî, dengan menukil dari ulama lainnya mengatakan bahwa shalawat tersebut di atas me-nyamai 600,000 shalawat lainnya. Shalawat ini dikenal dengan sebutan, “Shalawat Kebahagiaan”.

Sedangkan Syaikh Dahlan memberikan komentamya, “Shalawat ini merupakan sighat shalawat yang sempurna. Orang yang membacanya secara rutin tiap-tiap hari Jumat sebanyak seribu kali akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah, kepada sayyidina Muhamamd dan keluarganya; sebanyak kesempurnaan Allah dan segala yang sesuai dengan sesuai dengan kesempurnaan-Nya itu.”

Penjelasan

Shalawat ini dikenal di kalangan ahli tarekat sebagai shalawat “Kamaliyah”. Mereka telah memilih shalawat tersebut sebagai wirid karena pahalanya yang tidak terhingga.

Ada yang menyatakan bahwa shalawat ini menyamai pahala 14.000 shalawat lainnya.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada penghulu kami, Muhammad-Nabi yang ummi, yang terkasih, yang tinggi kedudukannya, dan yang besar wibawanya; juga kepada keluarga dan para sahabatnya.”

Penjelasan

Tentang shalawat ini, ada yang mengatakan bahwa Nabi Saw. bershalawat atas dirinya dengan shalawat tersebut.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muuhammad dan keluarga Sayyidina Muhammad, di dalam setiap kejapan mata dan tarikan napas, serta sebanyak jumlah ilmu yang Engkau miliki.”

Penjelasan

Shalawat ini diterima oleh Maulana Syaikh Al-Hindi dari Nabi Saw. Di antara keistimewaannya adalah: jika Anda membacanya secara rutin, Anda akan memperoleh ilmu dan rahasia langsung dari Nabi Saw.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan kesejahteraan yang paripurna kepada junjunan kami, Muhammad, yang dengan perantaraan beliau itu dilepaskan semua ikatan, dilenyapkan segala kesusahan, di-tunaikan segenap kebutuhan, diperoleh segala keinginan, dicapai akhir yang baik, dan diberi minum dari awan berkat wajahnya yang mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, dalam setiap kejapan mata dan tarikan napas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.”

Shalawat ini lebih dikenal dengan sebutan “shalawat Tafrijiyah”. Tentang shalawat ini, Imam Al-Qurthubi me-nuturkan bahwa, barangangsiapa yang membacanya secara rutin setiap hari sebanyak 41 kali atau 100 kali atau lebih, Allah akan melenyapkan kecemasan dan kesusahan-nya, menghilangkan kesulitan dan penyakitnya, memudah-kan urusannya, menerangi hatinya, meninggikan kedudukannya, memperbaiki keadaannya, meluaskan rezeki-nya, dan membukakan baginya segala pintu kebaikan, dan lain-lain.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad-hamba dan Rasul-Mu serta Nabi yang ummi; atas keluarga Muhammad dan para isterinya, ibu kaum Mukmin, serta atas keturunan dan keluarganya-sebagai-mana Engkau telah melimpahkan shalawat itu kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Di alam raya ini se-sungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.

Ya Allah berkatilah Muhammad–hamba dan rasul-Mu serta Nabi yang ummi; jugakeluarga dan para isterinya, ibu kaum Mukmin serta keturunan dan Ahli Baitnya– se-bagaimana Engkautelah memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Di alam raya ini sesungnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Shalawat ini bersumber dari hadis yang sahih.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, berkah, dan rahmat-Mu kepada Muuhammad-hamba, Nabi, dan utusan-Mu; Nabi yang ummi, penghulu para rasul, imam orang-orang yang bertakwa, dan penutup para Nabi; Imam kebaikan dan panglima kebaikan, serta rasul rahmat, juga kepada isteri-isterinya, ibu kaum beriman, dan kepada keturunan dan Ahli Baitnya; kepada keluarga dan para sahabatnya, para penolong dan para pe-ngikutnya, serta umat dan para pencintanya-sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat, berkah, rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Di alam raya ini sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Limpahkanlah pula shalawat, berkah, dan rahmat atas kami bersama mereka, dengan shalauwat-Mu yang paling utama dan berkah-Mu yang paling suci; selama orang-orang yang ingat menyebut nama-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan-Mu; sebanyak jumlah yang genap dan yang ganjil; sebanyak jumlah kalimat-Mu yang sem-purna dan diberkahi; dan sebanyak jumlah makhluk-Mu, keridhaan diri-Mu, perhiasan arsy-Mu, dan tintakalimat-Mu–shalawat yang kekal sekekal diri-Mu.

Ya Allah, bangkitkanlah dia pada Hari Kiamat kelak pada derajat kedudukan yang terpuji, yang diinginkan oleh orang-orang dulu maupun orang-orang setelahnya; tem-patkanlah dia pada tempat yang dekat dengan-Mu pada Hari Kiamat; perkenankanlah syafaatnya yang besar; angkatlah derajatnya yang tinggi; dan berikanlah ke-padanya semua permintaannya di akhirat dan di dunia, sebagaimana yang telah Engkau berikan kepada Ibrahim dan Musa.

Ya Allah, jadikanlah kecintaannya di dalam kalangan mereka yang disucikan, kasih-sayangnya di kalangan mereka yang didekatkan, dan sebutannya di dalam ka-langan mereka yang ditinggikan. Berikanlah pahala yang setimpal kepadanya dari kami sesuai dengan haknya, dengan sebaik-baik pahala yang Engkau berikan kepada para Nabi dan umatnya. Berikanlah kebaikan kepada semua nabi. Shalawat dari Allah dan kaum Mukmin senantiasa terlimpah kepada Muhammad, Nabi yang ummi. Salam sejahtera tercurah atasmu, duhai Baginda Nabi, serta rahmat Allah, berkah-Nya, ampunan-Nya, dan keridhaan-Nya.

Ya Allah, sampaikanlah salam kami kepadanya, balaslah salam kami olehnya, tetapkanlah pada umat dan ke-turunannya amal perbuatan yang akan menyenangkan hatinya. Duhai Tuhan semesta alam.”

Shalawat ini adalah shalawat yang dikumpulkan oleh Al-Hâfizh Al-Sakhâwî di dalam kitab Al-Qawl al-Badî’. Disebutkan pula oleh Ibn Al-Hajar di dalam Al-Durr al-Mandhûdh bahwa ia menghim pun segala lafal yang diriwayatkan.

=======“Ya Allah limpahkanlah shalawat dan salam atas junjunann kami Muhammad, Nabi yang ummi; juga kepada keluarga dan para sahabatnya, selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan-Mu sebanyak apa yang diliputi oleh ilmu Allah, dituliskan oleh qalam Allah, diterapkan dalam hukum Allah, dan seluas ilmu Allah; sebanyak jumlah segala sesuatu, berlipat gandanya segala sesuatu, dan sepenuh segala sesuatu; serta sebanyak makhluk Allah, perhiasan arsy Allah, keridhaan Allah, tinta kalimat Allah; seerta semua yang telah terjadi, yang akan terjadi, dan semua yang ada di dalam ilmu Allah dengan shalawat yang menghabiskan seluruh bilangan dan meliputi seluruh batasan; juga dengan shalawat yang berkesinambungan dengan kekalnya kerajaan Allah dan abadi dengan keabadian Allah.”

Shalawat ini disebutkan oleh Syaikh Al-Dayrabi di dalam Mujarrabat-nya. Ia termasuk sighat yang sangat bagus sekali untuk memberi shalawat kepada Nabi Saw.

Ada yang berpendapat bahwa orang yang membacanya secara rutin selama sepuluh malam, tiap-tiap malam sebanyak seratus kali, pada saat hendak berbaring tidur di tempat tidurnya, sambil menghadap kiblat dan dalam keadaan suci yang sempurna, akan bermimpi melihat Nabi Saw.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya, sebanyak jumlah huruf yang digariskan oleh qalam.”

Shalawat ini disebutkan oleh pengarang kitab Bughyah al-Mustarsidîn, Mufti Hadramaut, Sayyid Syarif ‘Abdurrahman bin Muhammad Ba’alawi.

Di antara faedah shalawat ini disebutkan diungkapkan oleh Quthb Al-Baddad. la mengatakan bahwa yang menjadikan seseorang meninggal dunia dalam keadaan baik (khusnul khâtimah) adalah jika tiap-tiap selesai mengerjakan salat maghrib ia mengucapkan, “Astaghfirullâh alladzî lâ ilâha illâ huwa al-hayy al-qayyûm, alladzî lâ yamûtu wa atûbu ilayh, rabbigh-firlî,” kemudian diikuti oleh pembacaan shalawat di atas. Barangsiapa yang membaca kalimat-kalimat di atas sebelum berbicara tentang yang lainnya, niscaya ia akan meninggal dalam keadaan beriman.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjunan kami, Muhammad-hamba, Nabi, dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi; juga kepada keluarga Muhammad, dengan shalawat yang menjadikan kerelaan bagi kami dan penunaian bagi haknya. Berikanlah ke-padanya wasilah dan maqam yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Balaslah ia dari kami dengan balasan yang sepantasnya; dan balaslah ia dengan balasan yang paling baik daripada balasan yang telah Engkau berikan kepada seorang nabi dari umatnya. Limpahkanlah pula shalawat-Mu atas semua saudara-saudaranya dari go-longan para nabi, shiddiqun, syuhada, dan orang-orang salih.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad di kalangan umat terdahulu, dan limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sampai Hari Kiamat.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada ruh Muhammad di dalam alam ruh, limpahkanlah shalawat kepada jasadnya di dalam alam jasad, dan limpahkanlah kepada kuburnya di dalam alam kubur, jadikanlah semulia-mulia shalawat-Mu, setinggi-tinggi berkah-Mu, selembut-lembut kasih sayang-Mu dan ridha-Mu kepada Muhammad-hamba, Nabi, dan Rasul-Mu, serta berikanlah kesejahteraan yang banyak kepadanya.”

Shalawat tersebut di atas dikemukakan oleh lmam Al-’Ârif Syihabuddin Ahmad Al-Suhrawardi di dalam kitabnya, ‘Awârif al-Ma’ârif; telah pula dikemukakan oleh Syaikh Nabhay di dalam kitabnya, Afdhal al-Shalawâti ‘an-Sayyidi al-Sâdâti, yang di dalamnya diterangkan banyak sekali faedah untuk masing-masing bagian darinya.

Diriwayatkan dari Al-Faqih Al-Shâlih ‘Umar bin Sa’id bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat tersebut setiap hari 33 kali, Allah akan membukakan baginya (pintu) antara kuburnya dan kuburku.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjunan kami Muhammad, juga kepada ke-luargaya, saahabat-sahabatnya sebanyak jumlah, apa-apa yang diliputi oleh ilmu-Mu, digariskan oleh qalam-Mu, dan ditetapkan dalam hukum-Mu terhadap makhluk-Mu; Curahkanlah kelembutan-Mu di dalam seluruh urusan kami dan kaum muslimin.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarganya sahabatnya-dengan, dan para shalawat yang melebihi shalawat-shalawat yang diucapkan oleh orang-orang yang bershalawat dari sejak permulaan masa sampai akhirnya; seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya, sepenuh neraca dan penghabisan ilmu.”

Shalawat ini ada di dalam kitab Masâlik al-Hunafâ. Tentang shalawat ini, Imam Al-Ghazali, mengutip perkataan Al-Qastalani, mengatakan, “Kedua shalawat ini dibaca bersama shalawat no.32 supaya mendapatkan keutamaan yang tidak terhingga.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, sebanyak jumlah huruf-huruf di dalam Al-Quran; limpahkanlah shalawat dan salam, kepada Muhammad, sebanyak jumlah tiap-tiap huruf yang dilipatgandakan sejuta; dan limpahkanlah sha-lawat dan salam kepada sayyidina Muhammad, sebanyak jumlah tiap-tiap seribu yang dilipatgandakan.”

=======“Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang bertemu dengan cahayanya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang bergandengan dengan sebutan dan yang disebutnya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang menerangi kuburnya dengan seterang-terangnya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawlat yang melapangkan dadanya dan menyebabkan kegembiraannya. Limpahkanlah pula shalawat kepada semua saudaranya dari golongan para nabi dan wali, dengan shalawat sebanyak jumlah cahaya dan kemunculannya.”

Shalawat ini dikemukakan oleh Al-Qastalani di dalam kitab Masâlik al-Hunafâ’. Beliau menghimpun sepuluh shalawat yang tidak dinisbahkan kepada seorangpun.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Say-yidina Muhammad dan kepada keluarga Sayyidina Muham-mad, sebanyak jumlah penyakit dan obat, serta berkati dan sejahterakanlah mereka sebanyak-banyaknya.”

Shalawat ini bersumber dari Maulana Syaikh Khalid Al-Naqsabandi, pembaharu tarekat Naqsabandiyah. Beliau mengatakan bahwa, shalawat ini merupakan perisai yang sangat ampuh untuk menghadapi penguasa yang lalim. Ketika mengakhiri pembacaan shalawat ini, kata katsîrân diulang berkali-kali.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad-hamba, Nabi, dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi; kepada keluarganya dan para sahabatnya, sesuai dengan kadar kebesaran Zat-Mu, dalam setiap waktu dan saat. ”

Shalawat ini termasuk shalawat kesempurnaan, Di antara faedahnya dikatakan bahwa, shalawat ini menyamai seratus ribu shalawat lainnya.

Ada yang mengatakan bahwa shalawat ini bersumber dari Imam Abû Al-Hasan Al-Syadzili, namun tidak pasti.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya, dengan shalawat yang setimbang dengan bumi dan langit; sebanyak jumlah apa-apa yang ada di dalam ilmu-Mu; serta sebanyak jumlah partikel dari semua benda yang ada di bola bumi dan berlipat-lipat ganda dari itu. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.”

Shalawat ini disebutkan di dalam kitab Kunûz Al-Asrâr: Tentang shalawat ini, Syaikh Al-Iyâsî berkata, “Shalawat ini mempunyai rahasia yang sangat besar, dan fadhilah yang sangat banyak serta menyamai 100.000 shalawat lainnya.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad-kekasih dan yang dikasihi, penyembuh penyakit dan pelepas kesusahan; kepada keluarganya dan para sahabatnya.”

Tentang shalawat ini, Syaikh Yûsuf Al-Nabhânî menjelaskan,”Syaikh Hasan Abû Halawah Al-Ghazza yang berdiam di Al-Quds telah mengajarkan shalawat ini kepada saya. Hal itu disebabkan ketika saya mengadukan kepadanya penyakit cemas dan susah yang saya derita. Setelah saya baca shalawat tersebut, lenyaplah segala penderitaan saya berkat shalawat dengan sighat tersebut di atas.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammmad Nabi yang ummi, yang suci dan bersih; dengan shalawat yang melepaskan segala ikatan dan melenyapkan segala kesusahan.”

Shalawat ini disebutkan oleh Al-Zubaydi di dalam kitabnya, Al-Shilât wa Al-’Awâ’id.

Sebagai orang saleh mengatakan bahwa, shalawat ini sangat manjur untuk melenyapkan kesusahan.

=======“Kepadamulah, ya Raslullah, mengalir shalawat Allah, salam-Nya, tahiyat-Nya, dan berkah-Nya; dalam tiap-tiap saat yang memadai dengan kedudukanmu yang besar dan derajatmu yang tinggi; berkumpul bagimu segala keutamaan semua jenis shalatawat dan salam.”

Shalawat di atas termasuk yang menghimpun seluruh shalawat.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, yang cahayanya bagi makhluk telah mendahului, dan kemunculannya merupakan rahmat bagi alam; sebanyak jumlah makhluk-Mu yang lalu maupun yang akan datang serta yang berbahagia di antara mereka maupun yang celaka-dengan shalawat yang menghabiskan segala hitungan dan meliputi segala batasan; dengan shalawat yang tidak akan habis, berakhir; dan selesai, serta dengan shalawat yang terus-menerus dengan ke-abadian-Mu, juga kepada keluarganya. Limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak seperti itu.”

Pensyarah kitab Dalâ’il mengatakan bahwa, Sayyid ‘Abdul Qadir Al-Jaylânî menutup hizb-nya dengan shalawat ini. Dinukil pula dari ucapan Al-Sakhâwî, bahwa shalawat ini mempunyai keistimewaan; satu shalawat ini berbanding sepuluh ribu shalawat lainnya.

Sementara Imâm Muhyiddîn Al-Yamani, yang bergelar “Junayd dari negeri Yaman”, mengatakan; “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat ini sepuluh kali, pagi dan sore, ia berhak mendapat keridhaan Allah Yang Maha Besar; aman dari kemurkaan-Nya; mendapat curahan rahmat yang berlimpah; terpelihara dengan pemeliharaan nabi dari segala marabahaya, dan mendapatkan kemudahan dalam segala urusan.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat-Mu yang paling utama selalu, berkah-Mu yang paling berkembang se-lamanya, dan tahiyat-Mu yang paling baik keutamaan dan jumlahnya; kepada semuha-mulia makhluk manusia, kum-pulan hakikat iman, dan batas kebaikan yang tampa; pemimpin balatentara kaum Muslim, penghulu barisan para nabi yang dimuliakan, dan seutama-utarna makhluk dari semuanya; pembawa panji kemuliaan dan ketinggian pemilik kendali kemuliaan, dan yang menyaksikan rahasia azali; sumber ilmu kesantunan, dan hikmah; penampilan rahasia kemurahan secara sebagian dan keseluruhan; manusia ‘aynil-wujûd’ ruh jasad dua alam, dan mata kehidupan dua tempat; yang memastikan dengan tingkat ubudiah yang tertinggi dan yang berakhlak dengan akhlak kedudukan pilihan; sahabat yang terbesar dan kekasih yang dimuliakan, yaitu Sayyidina Muhammad bin ‘Abdillah bin ‘Abdil Mutthalib; juga atas seluruh nabi dan rasul, serta atas keluarga dan sahabat mereka semuanya sebanyak orang yang ingat menyebut nama-Mu dan orang yang lalai melupakan-Mu.”

Sayyid Ahmad Al-Shâwî, di dalam kitab Syarh Wird Al-Dardir mengatakan bahwa, shalawat ini dinukil oleh Hujjatul Islam Al-Ghazali dari Quthb Al-Idrûs, dan di-namakan Syams Al-Kanzil A’dhâm. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa, shalawat ini dinukil dari Quthb Al-Rabbânî Sayyid ‘Abdul Qadir Al-Jaylânî.

Barangsiapa yang membaca shalawat ini sesudah shalat isya, sebelumnya membaca Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatayn sebanyak 33 kali, maka ia akan bermimpi bertemu dengan Rasulullah Saw.

=======“Aku memohon kepada-Mu, ya Allah, agar Engkau melimpahkan shalawat dan salam kepada penghulu para rasul dan pemimpin orang-orang takwa; yang telah Engkau ciptakan dengan kebesaran-Mu dan Engkau hiasi dengan keelokan-Mu; yang Engkau mahkotai dengan kesempurnaan-Mu dan Engkau jadikan orang yang berhak memandang Dzat-Mu; yang Engkau jadikan ia sebagai tempat bagi asma dan sifat-Mu; yang Engkau gandengkan namanya dengan nama-Mu serta ketaatan kepadanya dengan ketaatan kepada-Mu, yakni Muhammad bin Abdillah, serta para keluarga dan sahabatnya yang menyeru kepada Allah.

Ya Allah, limpahkalah shalawat kepada Sayyidina Muhammad-wakil hadrat Dzat-Mu; yang memastikan dengan asma dan sifat-Mu; yang mengumpulkan antara yang ada dan tiada; pemisah antara yang baru dan yang lama; pemimpin orang-orang yang terbuka dengannya segala yang terkunci, menjadi pulih setiap yang pecah, dan meniadi merdeka kembali setiap yang dikalahkan.”

Shalawat ini berasal dari Sayyidi Muhyiddin bin Al-’Arâbi, yang disebutkannya di dalam hizb-nya, Al-Tawhîd, Telah pula dinukil oleh Syaikh Al-Nabhani, dan kami menukilnya dari beliau.

=======“Ya Allah, limpahkanlah seutama-utama sha-lawat, setinggi-tinggi berkah, dan sebaik-baik tahiyat didalan setiap waktu; kepada semulia-mulia makhluk, Say-yidina dan Maulana Muhammad; sesempurna-sempurna penduduk bumi dan langit. Limpahkanlah pula kesejahteraan kepadanya, duhai Tuhan kami, sebaik-baik tahiyat, di dalam setiap kehadiran dan pandangan.”

Shalawat ini bersumber dari Sayyid Abû Al-Hasan Al-Syadzili Beliau membuka hizb-nya, Al-Luthf dengan sha-lawat ini.

=======“Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Zat Mu-hammad yang halus dan tunggal; matahari langit rahasia tempat pemunculan cahaya; pusat peredaran kebesaran; dan kutub falak keindahan.

Ya Allah dengan rahasianya di sisi-Mu dan dengan perjalanannya kepada-Mu amankanlah rasa takutku; ku-rangilah kesalahanku; lenyapkanlah kesedihan dan ke-tamakanku; dan jadilah penolongku. Bawalah aku kepada-Mu, karunialah aku fana terhadapku, dan janganlah Engkau jadikan diriku mendapat cobaan dari nafsuku. Singkapkanlah bagiku semua rahasia yang tersembunyi, duhai Tuhan Yang Maha hidup dan Maha mandiri.”

Shalawat ini berasal dari Sayyid Ibrâhîm Al-Dasûqî, yang dipakai sebagai pembuka hizb oleh Al-Dardir: Hal ini menunjukkan keutamaan shalawat ini yang sangat besar.

=======“Ya Allah, bagi-Mu-lah segala pujian sebanyak jumlah orang yang memuji-Mu; bagi-Mu-lah pujian sebanyak orang yang tidak memuji-Mu; dan bagi-Mu-lah pujian sebagaimana Engkau suka untuk dipuuji.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad se-banyak jumlah orang yang bershalawat kepadanya, lim-pahkanlah shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah orang yang tidak bershalawat kepadanya, dan lim-pahkanlah shalawat kepadanya sebagaimana angkau suka supaya diucapkan shalawat atasnya.”

As-Sakhâwî bertutur sebagai berikut:

Kami menuturkan riwayat dari Al-Thabrânî di dalam kitab Al-Du’â’, bahwa beliau bermimpi melihat Nabi Saw. dalam sifatnya yang telah sampai beritanya kepada kita. Lalu beliau berkata, Assalâmu ‘alayka Ayyuh al-Nabiyya Warahamatullâhi wa Barakâtuh. Ya Rasulullah, Allah telah mengilhami aku beberapa kalimat!”

Rasulullah bertanya, “Apakah itu?”

Allâhumma laka al-Hamdu …(hingga akhir shalawat tersebut di atas).”

Lalu Rasulullah Saw. Tersenyum hingga tampak gigi serinya memancarkan cahaya yang cemerlang.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjunan kami, Muhammad. Telah semai rasanya upayaku, tolonglah aku ya Rasulullah.”

Ibn ‘Âbidîn menukil shalawat ini dari seorang hamba yang salih, Ahmad Al-Halabi, yang berdiam di Damaskus. Dia bertutur bahwa, ada sebagian menteri Damaskus me-nangkapnya, sehingga pada malam itu, ia merasa sangat susah sekali. Lalu ia bermimpi melihat Rallulullah Saw. Baginda Nabi menenteramkan hatinya dan mengajarkan kepadanya sighat shalawat ini. Baginda Nabi mengatakan bahwa barangsiapa yang membacanya maka Allah akan menghilangkan kesulitannya. Ketika ia terbangun, lalu dibacanya shalawat itu, dan akhirnya, berkat Rasulullah Saw. kesulitannya itu lenyap.

Kemudian Ibn ‘Âbidîn mengatakan bahwa, beliau telah mencoba membaca shalawat itu berkali-kali, dan ternyata memang sangat cepat sekali untuk menghilangkan kesulitan.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Maulana Muhammad dan keluarganya, sebanyak jumlah, hitungan semuanya; dari mana habisnya dalam ilmu-Mu; dari mana tidak ada hitungan dalam liputan-Mu; dan dengan apa-apa yang Engkau ketahui bagi diri-Mu tanpa akhir. Sesunghnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Shalawat ini bersumber dari seorang arif yang besar dan wali yang terkenal; lautan ilmu syariat, tarekat dan hakikat, yakni Sayyid Ahmad bin Idris; pemuka tarekat Idrisiyah vang merupakan anak cabang dari tarekat Syadziliyah.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad dan keluarganya, dengan shalawat penduduk langit dan bumi kepadanya. Alirkanlah, duhai Maulaku, kelembutan-Mu yang tersembunyi dalam urusanku. Tampakkanlah rahasia keindahan buatan-Mu dalam perkara-perkara yang aku cita-citakan dari-Mu, duhai Tuhan semesta alam.”

Shalawat ini oleh sebagian ulama dinisbahkan kepada Sayyid ‘Abdullâh Al-’Alamî. Di antara khasiatnya yang terkenal adalah bahwa, “Barangsiapa yang membacanya sebanyak seribu kali, niscaya Allah akan melenyapkan kesusahannya.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad dan kepada keluarga Muhammad, dengan shalawat yang menjadikan ridha bagi-Mu dan penunaian bagi haknya; berikanlah kepadanya wasilah dan kedudukan yang Engkau telah janjikan.”

Diriwayatkan oleh Sya’rânî bahwa, Nabi Saw. pernah menerangkan tentang shalawat ini dalam sabdanya, “Barangsiapa yang membacanya, ia berhak mendapatkan

=======“Ya Allah, ya Tuhan Muhammad dan keluarga Muhammad limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad serta berikanlah kepada Muhammad derajat dan wasilah di dalam surga. Duhai Tuhan Mu-hammad dan keluarga Muhammad berilah ganjaran kepada Muhammad. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadanya sesuai dengan apa yang sepantasnya bagianya.”

Di dalam kitab Syarah Dalâ’il disebutkan bahwa Nabi Saw. telah bersabda, “Barangsiapa di antara umatku yang membaca shalawat ini, baik di waktu pagi maupun di waktu petang, berarti ia telah membuat malaikat pencatat amal menjadi kepayahan selama seribu hari, juga diampuni dosa-dosanya dan dosa-dosa kedua orang tuanya.

Di dalam kitab Syarah al-Fâsi dijelaskan bahwa, shalawat ini diangkat dari hadis Jabir bin ‘Abdillâh r.a., dan disebutkan faedah yang banyak baginya.

Sementara Al-Hâfizh Al-Sakhâwi berkomentar, “Seandainya ada orang bersumpah hendak mengucapkan shalawat yang paling utama, lalu ia membaca shalawat ini. niscaya ia telah memenuhi sumpahnya itu.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad, yang pemaaf dan penyayang,. serta yang mempunyai akhlak yang agung; juga kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan isteri-isterinya di setiap saat sebanyak jumlah semua yang baru dan yang lama.”

Shalawat ini lebih dikenal dengan sebutan shalawat Al-Ra’ûf al-Rahîm. Sayyid Ahmad Al-Shâwî mengatakan, “Shalawat ini termasuk sighat shalawat yang paling mulia. Oleh karena itu, seyogyanya diperbanyak membacanva.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhamad dan kepada ke-luarganya, sebanyak jumlah nikmat Allah dan karunia-Nya.”

Shalawat di atas lebih dikenal dengan sebutan shalawat Al-In’âm. Khasiatnya adalah seperti yang dikatakan oleh Sayyid Ahmad Al-Shâwî, yakni membuka pintu kenik-matan dunia dan akhirat bagi pembacanya, sementara pahalanya tidak terhingga.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada cahaya yang berkilau, bulan yang memancar, purnama yang naik, hujan yang melimpah, pertolongan yang luas, kekasih yang menolong, Nabi yang membuat undang-undang, Rasul yang menjelaskan, orang yang diperintah yang taat, kawan bicara yang mendengarkan, pedang yang tajam, hati yang khusyuk, mata yang mengucurkan airmata, yakni Sayyidina Muhammad; juga kepada keluarganya dan anak-anaknya yang mulia; kepada sahabat-sahabatnya yang agung; serta kepada para pengikutnya diantara ahli sunnah dan Islam.”

=======“Ya Allah limpahkanlah shalawat dan salam, kepada Sayyidina Muhammad, shalawat yang dengannya dituliskan garis-garis, dilapangkan dada, serta dimudahkan segala urusan, berkat rahmat dari-Mu, duhai Tuhan Yang Maha Pengampun, serta kepada keluarga dan para sahabatnya.”

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muuhammad dan orang-orang yang menolongnya, sebanyak jumlah apa yang Engkau ketahui dari permulaan urusan sampai akhirnya, serta kepada keluarga dan Sahabat-sahabatnya.”

Shalawat ini dan dua shalawat sebelumnya (no. 67 dan 68) bersumber dari Sayyid Ahmad Al-Rifâ’i ra. dan termasuk shalawat Al-Jawâmi’ al-Kawâmil (kumpulan kesempurnaan).

Dikatakan bahwa, barangsiapa yang membacanya (yang mana saja dari ketiganya) sesudah salat shubuh atas niat dan keinginan apa saja, niscaya akan diperolehnya dengan izin Allah.

=======“Ya Allah, dengan-Mu aku bertawassul, dari-Mu aku meminta, kepada-Mu dan karena-Mu dan karena-Mu-bukan karena sesuatu Diri-Mu aku rindu. Aku tidak meminta dari-Mu selain Diri-Mu dan tidak meminta dari-Mu kecuali kepada-Mu.

Ya Allah, aku bertawassul kepada-Mu dalam perkenan itu dengan wasilah, yang teragung dan keutamaan yang ter-besar; yakni Sayyidina Muhammad, manusia pilihan, orang yang suci dan diridhai, serta Nabi pilihan. Dengannya aku memohon kepada-Mu agar Engkau memberikan shalawat kepadanya dengan shalawat yang bersifat abadi, lestari, dan mandiri; serta bersifat Ilahiyah dan Rabbaniyah, dimana ia menyaksikan bagiku hal itu di dalam mata ke-sempurnaanya dengan kesaksiannya makrifat terhadapanya; juga kepada keluarganya dan para saha-batnya. Sebab, Engkaulah penolong atas itu. Tiada upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. ”

=======“Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Ahmad, utusan-Mu. Aku memohon kepada-Nya, ya Allah, dengannya, dan dengannya aku memohon kepada-Mu; agar Engkau melimpahkan shalawat kepadanya; dengan shalawat yang hakiki, untuk mengkhususkan dengannya, yang umum dalam seluruh kesatuan huruf dan nama serta dalam seluruh tingkatan akal dan ilmu; dengan shalawat yang berkesinambungan, yang tidak mungkin dipisahkan dengan cara dicoba atau sara lainnya, bahkan mustahil secara akal maupun naqli; juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak kepadanya.”

Shalawat ini dan shalawat sebelumnya berasal dari sumber yang sama yaitu, dari ‘Arif Rabbanî, Sayyid Muhammad Wafâ’ Al-Syadzili r.a., yang saya nukil dari kitab Masâliku al-Hunafâ’.

=======“Ya Allah, limpahkanlah Shalawat, Salam, dan berkah, kepada orang yang karenanya seluruh alam menjadi mulia; limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammmad yang Engkau tampakkan dengannya petunjuk kebajikan, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang telah menjelaskan bagian terkecil dari Al-Quran, limpahkanlah Shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad, pemimpin orang-orang terkemuka dan penyebab keberadaan setiap manusia, dan limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang membangun tiang-tiang syariat bagi alam manusia dan jin, yang menjelaskan perilaku tarekat bagi orang-orang yang bertanya, dan yang merumuskan ilmu-ilmu hakikat bagi orang-orang arif

Limpahkanlah ya Allah, shalawat, salam, dan berkah kepadanya dengan shalawat yang sesuai dengan kedu-dukannya yang mulia dan derajatnya yang tinggi. Lim-pahkanlah kesejahteraan yang banyak dan selalu. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang telah menghiasi mah-ligai hati, menampakkan rahasia yang gaib, dan pintu semua yang dipinta. Limpahkanlah ya Allah, shalawat dan salam kepadanya selama matahari menyinari alam Lim-pahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada orang yang telah mengucapkan kepada kami dengan ban-tuannya, kedermawanan. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang mendekatkan orang-orang jauh diantara kami ke hadirat Rabbaniyah, dan membawa orang-orang yang dekat dari kami ke maqam ilahiah yang tidak berujung. Limpahkanlah ya Allah, sha-lawat kepadanya dengan shalawat yang melapangkan dada, memudahkan urusan, dan menyingkap tabir, serta limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak, sampai Hari Kiamat. Amin.”

Shalawat di atas adalah yang dipakai oleh Sayyid Mushtafa Al-Bakrî dl saat mengakhiri wirid-nya yang dikenal dengan Wird al-Sikhr.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad dengan semua shalawat yang Engkau sukai baginya, dan dalam setiap waktu yang Engkau sukai atasnya.

Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada Sayyidina Muhammad dengan semua kesejahteraan yang Engkau sukai baginya, dan dalam setiap waktu yang Engkau sukai atasnya, Shalawat dan salam semoga selalu (tercurah) menurut keabadian-Mu, sebanyak jumlah yang Engkau ketahui, setimbang dengan apa yang Engkau ketahui, se-penuh apa yang Engkau ketahui, dan sebanyak tinta ka-limat-Mu, serta berlipat-lipat ganda dari itu.

Ya Allah, bagi-Mu-lah pujian dan syukur sebanyak itu pula, atas semua itu dan di dalam semua itu; juga kepada ke-luarganya, sahabat-sahabatnya dan saudara-saudaranya.”

Shalawat ini berasal dari Sayyid Murtadhâ Al-Zubaydi.

=======“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang menjadi pintu yang disaksikan bagi kami di sisi Allah, dan yang menjadi tirai yang tertutup di sisi musuh-musuhnya juga kepada keluarga dan para sahabatnya.”

=======“Ya Allah, aku memohon dengan asma-Mu yang agung yang tertulis dari cahaya Wajah-Mu yang Maha-tinggi dan Mahabesar; yang kekal dan abadi, di dalam kalbu Rasul dan Nabi-Mu, Muhammad; aku memohon dengan asma-Mu yang agung dan tunggal dengan kesatuan yang manuggal, yang Maha Agung dari kesatuan jumlah, dan yang Maha Suci dari setiap sesuatu -dan dengan hak Bismillâhirrahmânirrahîmi, Qul Huwallâhu ahad, Allâhu al-Shamad, lam Yalid walam Yûlad, walam Yakun lahu Kufwân Ahad, semoga Engkau melimpahkan shalawat kepada junjungan kami, Muhammad, rahasia kehidupan yang ada, sebab terbesar bagi yang ada, dengan shalawat yang menetapkan iman dalam hatiku, dan mendorongku agar menghafalkan Al-Quran, memberikan pemahaman bagiku dari ayat-ayatnya, mem-bukakan bagiku dengannya cahaya surga dan cahaya nikmat, serta cahaya pandangan kepada wajah-Mu yang mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Limpahkan pula salam sejahtera kepadanya.”

Shalawat berasal dari Al-’Arif Billâh Sayyid Taqiyyuddin Al-Hanbalî.

SUMBER

Dari berbagai sumber di dunia maya yang berasal dari banyak kitab, misalnya:

====Muktashar fi Ma’ana Asma Allah al-Husna, dalam bab Ash-Shalah ala al-Nabi (Mahmud al-Sami)

=====Afdhalu al-Shalawati ‘ala Sayyidi al Sadati (Yusuf bin Ismail al Nabhana).

Kalau ada salah dan kurangnya bacaan silahkan dikoreksi. Semoga dengan pemuatan ragam macam sholawat ini kita semua mendapatkan manfaat yang besar. Amin.

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 30 Komentar

ILMU MAHABBAH SERIBU


Wongalus

Pada sore yang mulia ini, apa kabar dulurku semua? Semoga selalu sehat, tenang, bahagia dan dalam naungan ridho Ilahi. Amin. Berikut hanya untuk yang berminat, bagi yang tidak berminat cukup disimpan saja sebagai referensi. Saya ijazahkan amalan ILMU MAHABBAH SERIBU untuk pengasihan umum. Pengasihan umum artinya pengasihan yang tidak dimaksudkan sebagai penggaet sukma satu target tertentu melainkan untuk membuka wibawa pesona dan ketertarikan orang-orang banyak kepada kita. Orang banyak akan menyayangi, menghargai, menghormati dan mengikuti saran masukan dan ide-ide Anda. Setiap kata yang anda sampaikan akan diikuti para pendengar tanpa banyak protes. Cocok dimiliki untuk para artis, ahli hukum, pembicara, juru kampanye, ahli pidato, ulama/mubalighdll.

Berikut amalannya:
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
WA ARSALNAHU ILA MI’ATI ALFIN AU YAZIDUN

313 x selama 3 atau 7 hari. Diwirid usai sholat subuh. Silahkan dicari jumlah hari yang menurut anda paling mantap. Tidak perlu puasa. Boleh dimulai hari apapun.

Khodam amalan ini adalah Malaikat penjaga surah QS As Saffat yang akan membantu Anda membuka aura pengasihan sehingga dicintai dan dihormati banyak orang hingga ribuan orang atas ijin Allah Ta’ala.

Alhamdulillah dengan ilmu ini banyak manfaat positif yang saya peroleh untuk pengembangan pribadi saya. Misalnya yang dulunya saya introvert, pemalu, dan cenderung memilih menyendiri tapi setelah mengamalkan ilmu ini maka saya menjadi pribadi yang percaya diri. Bisa menempatkan diri mana yang harusnya saya tampil dan mana yang harusnya saya bisa mengerem untuk tidak tampil.Ijazah selesai dan sempurna tanpa ada apa-apa lagi yang saya tutupi. Tidak ada kunci amalan apapun. Terima kasih.

@wongalus,2013

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA | 438 Komentar

Diproteksi: IJAZAH PROGRAM PARANORMAL PROFESIONAL KWA TINGKAT GURU


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Dipublikasi di IJAZAH ILMU PARANORMAL (KHUSUS UNTUK PESERTA PROGRAM PRIVATE

SUPER KWA, EMPRIT ATAU ELANG?


wongalus

Assalamualaikum, Salam Asah Asih Asuh buat Ki Alus & sedulur, Subhanallah Walhamdulillah Walailahailallah… Sy belum bs memastikan apakah ini kebetulan atau memang sdh di gariskan Allah, setelah sy kirim SMS minta di doakan ternyata hajat sy di ijabah oleh Allah lewat PROGRAM PUSAKA SUPER KWA,Sy yg td nya bingung dan hampir putus asa karena sdh di tagih hutang sama yg sy hutangkan pd akhirnya sy pasrah terserah Gusti Allah apakah sy di ijinkan bayar hutang yg “Time Limit” nya jatuh pd akhir bulan januari.Ternyata berkat Kasih NYA sy di ijinkan tuk bayar hutang & sedekah jumat, walaupun rejeki itu datang nya ke Istri sy. Trima kasih Tuk Ki Alus.  Smoga berkah jg menaungi Anda.  Salam Pulau Dewata.  (Arul Pulau Dewata, tiketservice@yahoo.com, 118.99.97.221)

m.wildan“Ya Allah, benamkan diri saya ke alam malakut penjaga Kitab Al Qur’anul Karim Pusaka KWA sekarang….” Saya diam sejenak dalam posisi duduk usai sholat hajat. Sambil memegang Handphone —bernomer 081 230655617 yang dipakai program super KWA — tiba-tiba kesadaran saya menurun, dari 90 persen, ke 70 persen, ke 30 persen, lalu tinggal 17 persen…. Ingatan saya pun melemah, kesadaran akal berganti dengan kesadaran ruh. Kini memori kesadaran ruh lah yang berjalan.

Tangan saya bergerak, membaca SMS yang masuk. Seketika itu saya balas, entah apa isinya. Saya hening sejenak, kesadaran ruhani menangkap sinyal-sinyal dari alam yang lain. Ada sekelebat bayangan menampakkan diri. Sosok aneh bercahaya terang, menyilaukan pandangan terasa mendekat. Lama lama semakin dekat dan tiba-tiba berbisik sesuatu. Begitu terdengar nyaring, jari-jari saya pun bergerak membalas SMS tersebut.

Semakin malam semakin banyak SMS yang datang. Sepertinya semua SMS di inbox terbaca namun tidak semuanya terbalas. Hal itu saya ketahui saat kesadaran saya kembali pulih. Di kotak SMS terkirim, hanya ada sekian puluh SMS saja jumlahnya. Saya tidak tahu, kenapa saya hanya membalas segelintir. Saat itu, saya seperti robot.. jari saya hanya bergerak ketika ada PERINTAH dari sosok bercahaya terang benderang itu.

Ya, malam ini malam istimewa. Inilah sedikit informasi tentang kejadian yang sering saya alami ketika program SUPER KWA dibuka sebulan lalu. Hampir setiap SMS saya buka. Tidak semua SMS saya buka saat situasi kejiwaan sedang “trance”. Setelah saya buka, saya letakkan kembali di sebelah Al Qur’an yang selalu wangi oleh bau minyak misk putih tersebut. Biarlah para malaikat yang membaca SMS Anda, biarlah mereka yang menentukan diijabah atau tidaknya doa anda, saya hanya mengingatkan terutama pada diri saya sendiri agar kita semua senantiasa mengembalikan keinginan dan harapan kepada Allah Ta’Ala.

Marilah kita mendaki menuju tahapan tertinggi ‘Al A’raaf’, kita terbang dalam kepasrahan dan melihat fenomena-fenomena alam di bawah, seperti intuisi yang ditimbulkan oleh halusinasi, fikiran, perasaan, dan getaran gelombang-gelombang pendek, yang bisa jadi dihembuskan ego kita, oleh syetan dan jin. Kita arahkan kepada satu tujuan yaitu menjadi jiwa telah melampaui tahapan-tahapan dari ikatan seluruh alam semesta, menjulang menuju yang bukan alam lagi yaitu menuju kepada Dzat yang Maha SEGALANYA.

Untuk sampai ke sana… Semua harus memakai cara jalan, metode, tangga, dan “lantaran”. Tidak ada yang bisa hidup tanpa tangga. Allah tidak mungkin langsung memasukkan Anda ke akhirat. Maka dunia diciptakan sebagai jalan menuju akhirat. Berdoa pada hakikatnya harus langsung menuju kepada Allah SWT yang tidak mengenal ruang waktu. Makrifat sujud adalah bertemu langsung kepada Allah. Kemanapun kamu menghadap disitulah “wajah” Allah. Dan Allah tidak ada jarak denganmu. Sayang, mata kita yang masih terhijab, terhalang dan yang membuat jarak antara diri kita dengan Allah adalah prasangka “aku” kita. Oleh karenanya, Allah membuat jalan atau jembatan agar kita bisa sampai, doa kita bisa diijabah, keyakinan kita bisa lurus.

Agar sampai kepada kebenaran, Tuhan membuatkan jalan yaitu agama yang dibawa para nabi dan rasul. Agar sampai kepada kesejatian, Tuhan berfirman dan firman itu dicatat dalam Kitab Suci. Agar sampai kepada keadilan, Tuhan membuatkan jalan berupa hukum yang bertingkat-tingkat, syariat yang beraneka rupa.

Jalan itu ada sekian puluh, ratus, ribu, juta, milyard, triliun jalan. Semua jalan itu tidak perlu dipergunjungkan tidak perlu menjadi bahan perdebatan dan yang perlu dilakukan adalah tafakkuri semua jalan agar bisa mentadabburi jalan agar kita sampai ke TUJUAN azali.

Begitu pula jalan menuju pada NYA sebanyak bilangan manusia. Allah itu memang Maha Esa, namun pandangan kita masing-masing tiada pernah sama dan tiada terhingga. Itu karena Allah tidak sama dengan makhluknya, dan artinya bahwa kita tidak akan mampu menjangkau cara-cara Allah memberi kita rahmat dan ridho NYA.

Allah pasti bukan pelayan kita. Ketika kita minta hutang lunas, Allah memiliki pertimbangan sendiri atas pemintaan kita. JANGAN PERNAH MEMAKSA DAN MENDIKTE KEINGINAN KITA KEPADA ALLAH KARENA ALLAH PUNYA KEINGINAN SENDIRI. APALAGI KITA TIDAK PERNAH MEMBAYAR SEPERSENPUN UANG KEPADANYA, bukan?

Ketika kita minta uang 10 Milyard, Allah memiliki cara NYA untuk memberi. Kita terkadang tidak tahu, apa cara itu menyenangkan bagi kita atau tidak. Ahli hikmah tidak akan memandang sepele dan remeh setiap doa. Sebab ahli hikmah percaya bahwa tidak ada doa kita yang tidak didengarNYA. Tiba-tiba doa kita meminta uang 100 Milyard itu langsung dijawabnya dengan cara unik.

Kita diselamatkan dari sebuah kecelakaan maut: kendaraan yang kita tumpangi hancur oleh truk tronton yang menyambar cepat karena rem blong. Kecelakaan mengakibatkan minibus yang kita tumpangi ringsek tidak berbentuk, menewaskan tujuh dari delapan penumpang dalamnya. Hanya kita yang hidup. Kita tidak termasuk di dalam salah satu korban kecelakaan. Lecet pun tidak. Kita bisa pulang ke rumah, bertemu isteri, bertemu anak, bertemu teman dan tetangga.

Silahkan pilih mendapat uang 10 Milyard namun nyawa kita melayang dalam kondisi penuh dosa dan masuk neraka selamanya atau kita hidup namun tanpa memiliki uang sebanyak itu? Bersyukurlah bila masih memiliki KESADARAN untuk memilih bertahan hidup. Meskipun banyak masalah, kita ingat bahwa semua orang punya masalah. Kita lepas dari “aku” kita, terbangkan “aku” kita pada alam-alam kesadaran yang lebih mulia dan bercahaya.

Begitulah hidup. Bersyukurlah atas semua pemberian NYA. Tanpa meminta pun, DIA sudah memberi apa yang kita butuhkan. Buktinya, Tuhan memberi bayi apa yang dia butuhkan untuk melangsungkan kehidupan. Cacing yang ada di tanah, ayam yang ada di kandang, katak yang ada di sawah, dan semua mahluk telah dicukupi rezeki oleh NYA. Kita pun begitu, jadi alangkah eloknya bila kita berikhtiar agar rezeki kita semakin diperluas cakupannya. Itu saja.

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum bila kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri. Allah tidak akan memberikan air rezeki yang banyak bila kita tidak mempersiapkan gelas yang besar. Maksudnya wadah rezeki adalah kita perluas cakupan kita untuk berkarya yang memberikan manfaat kepada sesama. Allah itu Maha Besar, iradatNYA menyesuaikan dengan lapang sempit, raksasa atau kerdilnya jiwa kita. Apakah kita ingin menjadi burung emprit dengan rezeki kecil atau ingin menjadi elang dengan rezeki besar? Kalau ingin jadi elang seraplah ilmu makrifat elang!

Tidak perlu berkecil hati bila keinginan kita belum dikabulkan. Dikabulkan cepat, lambat atau tidak dikabulkan sesungguhnya adalah bukti tanda cinta DIA pada kita. Mari kita bertanya: apakah kita sudah pernah memberi tanda cinta pada NYA?

……Inna lilahi wa inna ilaihi raji’un…..

#wongalus,2013

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA, EMPRIT ATAU ELANG? | 63 Komentar

ILMU KHODAM AL LAHAB —IJAZAH ONLINE LANGSUNG PAKAI PLUS PLUS PLUS*****


wongalus

Assalamualaikum wrb, wb. Apa kabar dulur KWA? Semoga senantiasa oke, rezeki oke, karir oke, prestasi bagus, sehat walafiat dalam naungan ridho Allah SWT. Amin. Ilmu yang akan dishare berikut ini tergolong ilmu “tingkat tinggi” dulur…. Ilmu simpanan yang hanya tunggal —-tidak ada tingkat-tingkatnya, cukup satu namun meliputi, berkekuatan berlipat ganda di atas rata-rata— untuk dulur KWA yang berminat.  Khodam amalan ilmu ini adalah Malaikat Penjaga Surat Al Lahab. Malaikat yang punya kekuatan dahsyat untuk membakar keangkuhan ilmu apapun di muka bumi! Allahu akbar....(silahkan dibaca perlahan karena saya belum ada waktu untuk bertanya jawab karena kesibukan. Mohon maaf dulur..)

Terlalu sering kita dihadapkan pada situasi mendesak, ditantang “musuh” yang memiliki banyak ilmu gaib, dukun atau paranormal, orang-orang “sakti” yang merasa terganggu padahal kita ini orang-orang biasa banget, saking kebangetan biasa nya sampai nggak ada yang menyapa (hiks). Maklum, sejak blog KWA bermuatan ilmu-ilmu gaib, banyak yang terusik dengan kehadiran kita. Banyak yang ingin sekedar menguji atau bahkan mencelakai.  Hampir setiap saat, selain energi doa dan harapan kebaikan juga tidak jarang terkirim energi-energi negatif (santet,teluh, tenung) datang ke rumah. Maklum saja dulur, betapa mudah menjadikan saya sasaran target santet bukan?  Lha wong foto, tanggal lahir plus weton dan nama orang tua kandung terpampang jelas di blog.

Oleh guru yang tidak lain eyang sendiri, dulu saya dikasih senjata simpanan berupa amalan yang asli doanya berbahasa Jawa campur Arab dan kini sudah saya ubah menjadi bahasa Indonesia bercampur Arab agar lebih cepat merasuk bila dihayati dan diamalkan. Pasti power karomahnya tidak akan hilang. Saya yakin yang menghilangkan karomah itu bukan bahasa doanya, tapi memang perilaku kita yang barangkali dinilai tidak selaras dengan Iradat NYA.

Ilmu ini berfungsi untuk melumpuhkan, menghilangkan, melunturkan, meluluhkan, membakar, mengambil, menyedot ilmu milik musuh kita agar mereka hilang kesombongan dan kecongkakannya. Ilmu goib apapun, termasuk ragam jenis ilmu kebal akan hilang seketika itu juga KUN FAYAKUN. Jadi  seseorang yang ingin unjuk kebolehan ilmu kebal akan sirna ilmunya dan dia akan terluka. Kasihan bukan? Apalagi kalau mereka melakukan pertunjukan ilmu kebal itu untuk mencari rezeki, menghidupi anak dan isteri…Jangan dilakukan lo ya… anda nanti kena dosa besar!

Dalam keadaan terdesak, ketika “radar” menangkap gejala serangan santet, maka sebenarnya kita bisa menggunakan ilmu ini. Terus terang saya belum pernah menggunakan ilmu simpanan yang diberi guru saya karena efeknya yang tragis bagi target. Maka gunakan hanya bila keadaan SANGAT SANGAT SANGAT DARURAT!!!!

Kalau ada serangan bahaya, biasanya yang saya lakukan adalah mengambil air wudhu dan sholat dua rokaat meminta perlindungan Allah SWT.  Itu bila energi santet yang datang itu masih tergolong ringan sampai sedang, kemudian ditambah memakai doa pendek sambil berbaring melemaskan otot-otot. Yang paling sering adalah wirid INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN atau wirid ASTAGHFIRULLOHALADZIM sebanyak-banyaknya. Energi santet itu akan hilang dan tidak mengenai kita atas ijin Allah. Bagaimana mengukur apakah energi santet itu tergolong ringan, sedang dan berat? kalau kita terbiasa berlatih olah kebatinan, pasti akan bisa otomatis merasakannya koq, dont worry…

Nah, dulur meskipun begitu tidak salah bila kita memiliki senjata amalan untuk berjaga jaga. Silahkan bagi yang berminat memiliki ILMU ini. Efek lunak bila terkena serangan ilmu ini adalah musuh akan luluh lemas terkulai tidak berdaya karena kekuatan dan keberaniannya akan hilang tiba-tiba. Efek kerasnya: dadanya merah panas terbakar dan ia akan lumpuh sementara hingga yang paling berat adalah LUMPUH PERMANEN.  Kita bisa menyembuhkannya yang lumpuh sementara dengan doa. Satu dua bulan musuh akan sembuh atas ijin Allah SWT. Namun bila sudah lumpuh permanen? Wallahu’alam.

Khodam amalan ILMU KHODAM AL LAHAB ini adalah Malaikat Penjaga Surat Al Lahab. Malaikat yang punya kekuatan dahsyat untuk membakar keangkuhan ilmu apapun di muka bumi. Silahkan diamalkan bila berminat. Bagi yang tidak berminat tidak perlu diamalkan. Saya tidak rela digunakan di jalan yang salah dan rela digunakan hanya untuk menebarkan kebaikan dan kebenaran, amar makruf nahi munkar.

Atas ijin Allah SWT dan hanya DIA kita pasrahkan segalanya, DIA yang memberi kekuatan dengan ilmu ini kita tidak akan kalah dalam perang/tarung goib baik langsung berhadap-hadapan maupun tidak langsung jarak jauh. (Tapi anda pasti akan kalah oleh orang biasa tidak sakti dan tidak berilmu namun punya sikap sopan, lembut, welas asih, dulurrr.. Buktinya, sesakti apapun anda pasti akan kalah oleh kelembutan ibu/isteri/pacar/anak kita kan? hehe…)  

Untuk menguasai ilmu ini wiridkan doa setiap malam 17 x usai sholat tahajud dan 3 X usai sholaf fardhu. usai wirid maka tiupkan ke telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh. terakhir ke tiupakan ke air putih dan diminum. Saat mewirid tidak perlu tahan nafas. Bernafas normal biasa-biasa saja.

Puasa biasa boleh 3 hari/boleh 7 hari. Saat puasa setiap malam lakukan sholat tahajud, boleh berapapun asal ganjil. Semakin lama puasa kemungkinan ilmu ini akan semakin kuat kita miliki.  Syarat lainnya adalah mendapat IJIN serta RESTU ALLAH SWT, maka kita perlu khusyuk dan yakin.

=======================================================

TATA CARA:

Tawassul kirim al fatihah sebagaimana biasanya, khususkan pada Ibu kita. (sebab Ibu adalah penyalur kekuatan goib kita)

Berikut doanya 17 x:

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM INNA ANNA AMANNA. SAYA AMBIL KAROMAH ILMU PENGAMBIL ILMU GAIB BERKAT ALLAH BERKAT RASULULLAH BERKAT SAYYIDINA ALI BERKAT SYEKH ABDUL QADIR JAILANI KUN  TABBAT YADA ABI LAHABIW WATABB MAA AGHNA ANHU MAALUHU WAMAA KASAB SA YASLAA NAARON DHATA LAHAB WAM RO ATUHU  HAMMAA LATAL HATUB FII JIIDIHAA HUBLUM MIM MASAD FAYAKUN ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN (17X).

=============================================================

BAGAIMANA CARA MEMPRAKTEKKANNYA?

Bila musuh ada di hadapan kita, kita berdoa dan pandang matanya sambil tahan nafas bila tidak kuat bernafas lagi. Bisa juga setelah berdoa, kita tiupkan ke kerikil dan kerikil dilemparkan mengenai tubuhnya. Doanya…

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM INNA ANNA AMANNA SAYA AMBIL ILMU GAIBNYA (NAMA TARGET) BERKAT ALLAH BERKAT RASULULLAH BERKAT SAYYIDINA ALI BERKAT SYEKH ABDUL QADIR JAILANI KUN TABBAT YADA ABI LAHABIW WATABB MAA AGHNA ANHU MAALUHU WAMAA KASAB SA YASLAA NAARON DHATA LAHAB WAM RO ATUHU  HAMMAA LATAL HATUB FII JIIDIHAA HUBLUM MIM MASAD FAYAKUN ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN.  (cukup 1x)

Bila musuh tidak ada dihadapan kita maka kita bayangkan dia di hadapan kita, baca doa sambil tahan nafas. Bila tidak kuat bernafas lagi lalu lanjutkan membaca doa tersebut dalam hati.

================================================

Untuk menyembuhkannya baca doa ini:

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM. INNA ANNA AMANNA. SEMBUHLAH (NAMA TARGET) SAYA KEMBALIKAN ILMU GAIBNYA SEPERTI SEDIA KALA BERKAT ALLAH BERKAT RASULULLAH BERKAT SAYYIDINA ALI BERKAT SYEKH ABDUL QADIR JAILANI KUN TABBAT YADA ABI LAHABIW WATABB MAA AGHNA ANHU MAALUHU WAMAA KASAB SA YASLAA NAARON DHATA LAHAB WAM RO ATUHU  HAMMAA LATAL HATUB FII JIIDIHAA HUBLUM MIM MASAD FAYAKUN ALHAMDULILLAHIROBBILALAMIN (cukup 1 X).

Bila musuh ada dihadapan kita maka kita usapkan di kening, tengkuk dan dadanya. Bila musuh tidak ada di hadapan kita, maka heningkan cipta dan cukup bayangkan anda menarik energi merah menyala dari tubuhnya.

Bagaimana bila kita tidak tahu nama target? Doanya ganti nama target jadi “engkau”, jadi sembuhlah “engkau”….

========================================================

KUNCI  BOSTER AMALAN: SAAT BERDOA TARUH LIDAH DI LANGIT-LANGIT MULUT  BILA TELAH SELESAI BERDOA MAKA LUDAHKAN KE SISI KIRI POSISI ANDA.

Ijazah selesai dulur. Sempurna dan tidak ada yang saya simpan di ilmu ini. Terima kasih atas waktunya. Mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahan silahkan dibuang, bila ada kebaikan dan kebenaran silahkan diambil. Wallahul  muwaffiq  ilaa  aqwamit  thoriq. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Al fakir undur diri.

@@@@@@

 

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA, ILMU TINGKAT TINGGI KHODAM AL LAHAB | 325 Komentar

ILMU BESI QURSANI DARI PESAGI LAMPUNG (3 TINGKAT)


Amang Pangkalima Angin
putraangin@dr.com

Salam hormat kepada Admin Blog KAMPUS WONG ALUS

Salam kenal kepada saudara-saudara setanah air dan semoga saudara beserta keluarga senantiasa mendapat kesehatan dan kebahagiaan. Saya merasa gembira dengan adanya blog ini sehingga bisa melestarikan ilmu-ilmu di nusantara. Dalam kesempatan ini, saya coba menyumbang sedikit pengetahuan tentang salah satu versi ilmu besi qursani.

Ilmu ini saya dapatkan dari guru saya, Tuyuk Semuong di daerah Gunung Pesagi. Pertemuan dengan beliau tergolong unik. Saat itu saya berniat kholwat 40 hari untuk mendalami Serat Kalam Tubuh melalui Asma-Asma Nya. Tiap saya tidur setelah berzikir, saya selalu bermimpi ditemui kakek tua renta tetapi kulitnya masih muda dan dia tertawa terbahak-bahak. Dan itu terjadi berkali-kali sehingga saya meminta petunjuk dari Allah.

Kemudian misteri mimpi tersebut terjawab. Tepat hari Selasa pagi saya bertemu dengannya. Saat itu kakek itu bersiul tapi di telinga saya terdengar keras sekali seakan menggetarkan isi dada saya. Lalu kakek itu menyuruh saya mencabut ilalang di depan saya, aneh.. ilalang itu kuat sekali. Saya mencoba mencabut ilalang yang lain, ternyata sama juga. Kakek itu mengatakan bahwa itu adalah sebagian dari kuasa Allah.

Tidak hanya itu, kakek itu mendemontrasikan ilmu lain. Dia berteriak sambil mengucap syair lalu menangis. Memang aneh kakek itu.. tapi setara dengan efek yang ditimbulkan. Saya disuruh mencabut semua daun-daun di sekitar dan sekali lagi saya gagal melakukannya. Daun-daun saya tarik tetap tidak robek.. Subhanallah. Maka saya berguru kepada kakek itu dan dibawa ke rumahnya. Dan ilmu besi qursani inilah merupakan salah satu ilmu yang beliau ajarkan.

Tentu saudara-saudara sudah banyak yang memahami asal mula besi qursani, jadi saya langsung saja menuliskan doa atau mantra pembangkitnya. Saya hanya menuliskan doa nya hingga tingkat ke tiga, walaupun sebenarnya ilmu besi qursani sampai tingkat 9.

Tingkat 1.

Bismillahirrohmanirrohim.

Besi qursani niku khukhik di bawakku, kunfayakun, batu intan niku khukhik di badanku kunfayakun, kawai khantai niku khukhik di khagaku, layamut layamut layamut, mak ngidok si dapok ngatanko nyak kun fayakun.

Doa dibaca 99x setelah itu dicalitkan jempol tangan kanan ke tulang iga atau qursani (tulang ini mulai tulang ekor sampai tulang leher). Jika tidak bisa sampai ke tulang qursani sambung dengan jempol kiri, lakukan 9 hari. Tingkat pertama ini bisa tes ditebas pakai pedang.

Tingkat kedua

Bismillah, besi kursani pitu lapis khukik di bawakko, liakko ya Allah, besi khatong niku takluk, emas khatong niku takluk, kayu khatong niku takluk, batu khatong niku takluk, timah khatong niku takluk, bawakko tekunci, dagingku tekunci, tuhlanko tekunci, yu nyak nyawane besi jama tanoh..

Doa atau mantranya di baca 41x lalu jempol kaki disatukan kemudian tiupkan ke jempol, tangan kanan diputar ke kanan sambil ucapkan : liakko ya Allah 3x.

Lakukan prosesi tingkat kedua ini selama 9 hari, setelah itu tes ditikam pedang, ditikam pahat mulai dari kaki, perut, dada, leher dan kening kepala

Tingkat ketiga

Bismillah, nyak besumpah kursani unyin di khagako, nyak khajane besi, nyawane besi, khajane logam unyine, nyawane logam unyine, besumpah hati, jama jiwa, mak dapok katan, mak dapok cadang selama sahadat mak pecoh

Baca doa atau mantra sambil menggesekkan kedua jari tengah hingga keluar minyak, tidak ada batasan jumlah bacaannya karena tiap orang berbeda keluar minyaknya. Setelah licin jari tengahnya, dioleskan ke tulang qursani, lalu pusar, belakang leher, punggung, ubun-ubun, ulu hati dan leher depan. Lakukan hal ini selama 9 hari, lalu tes digesek pake pedang ke tangan, pedang dijepit siku yang dilipat lalu ditarik. Boleh juga diiris ke perut, leher dan telinga..

Ilmu besi kursani ini telah saya turunkan kepada lebih dari 80 murid dan pasien. Pernah salah satu murid mengalami kejadian yang membuktikan ketajaman ilmu ini. Saat itu dia bertandang ke rumah cewek menemani temannya (apel rutin hehehe). Karena sudah terlalu malam di rumah ceweknya, pemuda kampung setempat menegurnya. Murid saya berusaha melerai tetapi malah ditikam dengan pisau. Si pelaku penikaman kaget karena pisaunya membal saat mengenai kulit.

Merasa tidak terima, pemuda kampung itu memanggil kawan-kawannya sekitar 30 orang dengan bersenjata. Sehingga murid itu menjadi korban keroyokan hingga baju habis terbabat golok. Karena kalah tenaga, murid itu pingsan dan perkelahian tidak seimbang itu dilerai oleh warga dan kepala pekon (desa). Setelah diteliti, ternyata murid yang pingsan itu tidak terluka sedikit pun oleh bacokan dan tusukan yang diterimanya. Sehingga dia makin yakin ilmu besi kursani memang betul-betul nyata manfaatnya bila sudah terbangkitkan.

Demikian ilmu besi kursani yang betul-betul saya telah rasakan manfaatnya. Sebelum belajar ilmu besi qursani, pengamal minta maaf kepada ibunya. Mohon maaflah kepada ibu dan mencuci kedua kakinya dan air cucian kaki itu diminum segelas. Lalu ibu berdiri dengan kaki terbuka, seperti ronaldo mau mengeksekusi tendangan bebas.. selanjutnya saudara merangkak mengitari kaki ibu melewati kedua kaki yang terbuka itu. pertama mengitari kaki kanan 3x lalu mengitari kaki kiri 3x sambil mengucap sumpah (kalimatnya saya simpan dan bisa saya emailkan kepada saudara). Jika ibu sampai menangis saat pengamal mengucapkan sumpah, insya Allah ilmu lebih ampuh dan lebih hebat.

Tidak ada gading yang tak retak, mohon maaf jika cara penulisan saya kurang bagus atau ada yang kurang dipahami. Demikian kaya ilmu-ilmu tanah Nusantara ini, sehingga patutlah kita berbangga. Ilmu besi qursani ini hanya sebagai salah satu versi, di daerah lain juga ada. Namun hal itu menambah wawasan dan khasanah kekayaan keilmuan kita. Semoga Indonesia makin Jaya…

@@@

Dipublikasi di >>PERPUSTAKAAN UTAMA, ILMU BESI QURSANI DARI PESAGI LAMPUNG (PENGIJAZAHAN 3 TINGKAT) | 82 Komentar